BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

Metode Problem Solving

a. Pengertian Problem Solving
Metode Problem Solving atau juga sering disebut dengan nama
metode pemecahan masalah merupakan suatu cara yang dapat
merangsang seseorang untuk menganalisis dan melakukan sintesis
dalam kesatuan struktur atau situasi dimana masalah itu berada, atas
inisiatif sendiri. Metode ini menuntut kemampuan untuk dapat melihat
sebab akibat atau relasi-relasi diantara berbagai data, sehingga dapat
menemukan kunci pembuka masalahnya.
Metode pemecahan masalah (Problem Solving) adalah
penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan
melatih peserta didik menghadapi berbagai masalah baik itu masalah
pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan
sendiri atau secara bersama-sama. Metode Problem Solving (metode
pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi
juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam metode Problem
Solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai
dengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan (Syaiful Bahri
Djamarah 2006: 92).
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
metode Problem Solving merupakan suatu metode pemecahan
masalah yang menuntut peserta didik untuk dapat memecahkan
berbagai masalah yang ada baik secara perorangan maupun secara
kelompok. Metode Problem Solving dapat meningkatkan kemampuan
berpikir kritis peserta didik. Karena dalam metode ini peserta didik
dituntut untuk dapat memecahkan persoalan yang mereka hadapi.
Proses pembelajarannya menekankan kepada proses mental peserta
didik secara maksimal, bukan sekedar pembelajaran yang hanya
menuntut peserta didik untuk sekedar mendengarkan dan mencatat
saja, akan tetapi meghendaki aktivitas peserta didik dalam berpikir.
Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah kemampuan peserta didik
dalam proses berpikir utuk memperoleh pengetahuan (Wina Sanjaya,
2005: 133).
Sejalan dengan pendapat yang telah disampaikan oleh Wina
Sanjaya, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan
menggunakan metode Problem Solving dapat meningkatkan
kemampuan berpikir kritis peserta didik. Karena metode tersebut
menekankan pada kemampuan peserta didik untuk dapat memecahkan
suatu permasalahan. Dengan demikian maka kemampuan berpikir
kritis peserta didik akan terus terlatih.
b. Ciri-ciri
Martinis Yamin (2009: 82-83) mengemukakan ciri-ciri pokok
metode Problem Solving adalah sebagai berikut:
1) Siswa bekerja secara individual atau dalam kelompok kecil.
2) Tugas yang diselesaikan adalah persoalan realistis untuk
dipecahkan.
3) Siswa menggunakan berbagai pendekatan jawaban.
4) Hasil pemecahan masalah didiskusikan antara semua siswa.
c. Tujuan
Tujuan utama dari penggunaan metode Problem Solving tersebut
antara lain:
1) Mengembangkan kemampuan berpikir, terutama didalam mencari
sebab akibat dan tujuan suatu masalah. Metode ini melatih peserta
didik dalam cara-cara mendekati dan cara-cara mengambil
langkah-langkah apabila akan memecahkan suatu masalah.
2) Memberikan kepada peserta didik pengetahuan dan kecakapan
praktis yang bernilai atau bermanfaat bagi keperluan hidup seharihari.
Metode ini memberikan dasar-dasar pengalaman yang
praktis mengenai bagaimana cara-cara memecahkan masalah dan
kecakapan ini dapat diterapkan bagi keperluan menghadapi
masalah-masalah lainnya didalam masyarakat.
Kesimpulan dari penjelasan diatas, tujuan utama dari metode
Problem Solving yaitu agar peserta didik mampu berpikir secara kritis
dalam menghadapi suatu masalah dalam kehidupannya, baik masalah
pribadi maupun masalah kelompok, sehingga dapat menemukan jalan
keluar dari permasalahan yang mereka hadapi. Selain itu, diharapkan
pula agar peserta didik mampu menghadapi dan memecahkan masalah
secara terampil, sehingga dapat merangsang perkembangan cara
berpikir dan kemampuan mereka.
d. Langkah-langkah
Langkah-langkah dalam penggunaan metode Problem Solving
menurut Syaiful Bahri Djamarah sebagai berikut:
1) Guru membagi kelas kedalam kelompok-kelompok kecil
2) Guru membagikan LKS yang berisi permasalahan-permasalahan
yang harus dipecahkan
3) Peserta didik mencari data atau keterangandari berbagai sumber
yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah, misalnya buku,
artikel, atau diskusikelompok.
4) Menerapkan jawaban sementara dari masalah tersebut.
5) Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam langkah ini
pesertadidik harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-
betul yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok, apakah
sesuai dengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai.
6) Menarik kesimpulan, pesertadidik harus sampai kepada
kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi.
7) Mempresentasikan hasil jawaban dari persoalan yang telah
dipecahkan.
e. Kelemahan dan Kelebihan
Metode Problem Solving mempunyai kelebihan dan kelemahan
sebagai berikut:
1) Kelebihan Metode Problem Solving:
a) Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih
relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja.
b) Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat
membiasakan peserta didik menghadapi dan memecahkan
masalah secara terampil, apabila menghadapi permasalahan
didalam kehidupan nyata.
c) Mengembangkan pemecahan yang bermakna dalam rangka
memahami bahan ajar.
d) Memberikan tantangan kepada peserta didik, dan mereka akan
merasa puas dari hasil penemuan baru itu.
e) Dapat melibatkan peserta didik secara aktif dalam belajar.
f) Dapat membantu peserta didik mengembangkan ketrampilan
berpikir kritis dan kemampuan mereka mengadaptasi situasi
pembelajaran baru.
g) Pemecahan masalah membantu peserta didik mengevaluasi
pemahamannya dan mengidentifiksikan alur berfikirnya.
2) Kekurangan Metode Problem Solving:
a) Memerlukan kemampuan khusus dan ketrampilan guru dalam
menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai
dengan tingkat berpikirpeserta didik, tingkat sekolah dan
kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki
peserta didik.
b) Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ini
sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sering
terpaksa mengambil waktu pelajaran lain.
c) Mengubah kebiasaan peserta didik belajar dengan
mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi
belajar dengan banyak berfikir memecahkan permasalahan
sendiri atau kelompok, yang kadang-kadang memerlukan
sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi peserta
didik.
d) Ketika peserta didik bekerja dalam kelompok, mudah
kehilangan kemampuan dan kepercayaan, karena didominasi
oleh yang mampu.
e) Beberapa peserta didik mungkin memiliki gaya belajar yang
tidak familiar untuk digunakan dalam pemecahan masalah
(Martinis Yamin, 2009: 83-84).
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa
kelebihan metode Problem Solving yaitu dapat melibatkan peserta
didik dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran akan
lebih bermakna karena peserta didik terlibat secara aktif dalam
proses pembelajaran, selain itu metode ini juga dapat meningkatkan
kemampuan berpikir kritis peserta didik, karena mereka akan
terbiasa dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang
menuntut untuk dipecahkan. Namun disisi lain metode ini juga
memerlukan banyak waktu dalam pengaplikasiaanya.

06/29/2015 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | Meninggalkan komentar

bisnis sambil ngantor

banner_kk_125x125

06/29/2015 Posted by | Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tinjauan tentang Lesson Study Berbasis Sekolah

1. Pengertian Lesson Study Berbasis Sekolah
Lesson study merupakan suatu pendekatan peningkatan kualitas pembelajaran yang awal mulanya berasal dari jepang. Di Negara tersebut, kata atau istilah itu lebih popular dengan sebutan Jugyokenkyu. Lesson study dikembangkan oleh Makoto Yoshida”.1

Herawati Susilo mengutip dari Styler dan Hiebert yang menyatakan “Lesson study adalah suatu proses kolaboratif pada sekelompok guru ketika mengidentifikasi masalah pembelajaran, merancang suatu skenario  pembelajaran, membelajarkan peserta didik sesuai skenario, mengevalusi dan merevisi skenario pembelajaran”.2 Walker menyatakan “Lesson study merupakan suatu kegiatan pengkajian terhadap proses pembelajaran di kelas nyata yang dilakukan oleh sekelompok guru secara berkolaborasi dalam jangka waktu lama dan terus menerus untuk meningkatkan keprofesionalannya”.

Berdasarkan beberapa penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa lesson study adalah pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkesinambungan dengan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning (bermanfaat pada kedua belah pihak) untuk membangun komunitas belajar mengajar. Selanjutnya berpijak dari pengertian lesson study tersebut, maka dapat diperoleh pengertian lesson study berbasis sekolah (LSBS). Lesson study berbasis sekolah adalah lesson study yang dilakukan di suatu sekolah dengan kegiatan utama berupa open lesson atau open class oleh setiap guru secaran bergiliran pada hari tertentu. Pada saat
salah satu guru membuka kelas (open class) guru-guru yang lain di sekolah bertindak sebagai observer. Setelah itu semua guru, baik guru model atau guru observer melakukan diskusi refleksi untuk membahas berbagai hal yang terkait dengan fakta atau fenomena proses belajar yang ditemukan dalam pembelajaran tersebut.4
Dapat disimpulkan bahwa lesson study berbasis sekolah adalah lesson study yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh guru mata pelajaran yang berbeda dalam satu sekolah. Dalam melaksanakan lesson study berbasis sekolah guru secara kolaboratif mempelajari kurikulum dan merumuskan tujuan pembelajaran dan tujuan pengembangan peserta didiknya, merancang pembelajaran untuk mencapai tujuan, melaksanaan dan engamati pembelajaran, melakukan refleksi untuk mendiskusikan pembelajaran yang dikaji.

2. Ciri-Ciri Lesson Study Berbasis Sekolah
Lesson study berbasis sekolah memiliki ciri-ciri, yaitu:
a. Tujuan bersama untuk jangka panjang
Lesson study berbasis sekolah didahului adanya kesepakatan dari
para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun
waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas,
misalnya tentang pengembangan kemampuan akademik siswa,
pengembangan kemampuan individual siswa, pemenuhan kebutuhan
belajar siswa, pengembangan pembelajaran yang menyenangkan,
mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar dan sebagainya.
b. Materi pelajaran yang sulit
Lesson study berbasis sekolah mengutamakan pada materi atau
bahan pelajaran yang dianggap menjadi titik lemah dalam
pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa.
c. Studi tentang siswa yang cermat
Fokus yang paling utama dari lesson study berbasis sekolah
adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa,
misalnya apakah siswa menunjukan minat dan motivasinya dalam
belajar, bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil, bagaimana
siswa melakukan tugas yang diberikan guru, serta hal-hal lain yang
berkaitan dengan aktivitas, partisipasi serta kondisi dari setiap siswa
dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian pusat
15
perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam
mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang
dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah.
d. Observasi pembelajaran secara langsung
Observasi langsung digunakan untuk menilai kegiatan
pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa serta
mengamati proses pembelajaran secara langsung sehingga data yang
diperoleh tentang proses pembelajaran akan lebih akurat dan utuh.5
Dari penjelasan ciri-ciri di atas dapat disimpulkan bahwa lesson study
berbasis sekolah menentukan tujuan bersama untuk jangka panjang dengan
mengutamakan pada materi pelajaran yang sulit dan berpusat pada minat
dan motivasi belajar siswa. Semua ini dapat ditemukan pada saat observasi
pembelajaran secara langsung di kelas.
3. Tahap-tahap Lesson Study Berbasis Sekolah
Siklus lesson study berbasis sekolah dilaksanakan dalam tiga
tahap:6
a. Perencanaan (plan)
Tahap perencanaan (plan) bertujuan menghasilkan rancangan
pembelajaran yang diyakini mampu membelajarkan siswa secara
efektif dan membangkitkan partisipasi peserta didik dalam

pembelajaran. Perencanaan dilakukan secara kolaboratif oleh beberapa
orang guru yang termasuk dalam satu kelompok lesson study berbasis
sekolah. Untuk memperlancara kegiatan tersebut ditetapkan siapa guru
yang akan menjadi guru pengajar (guru model) dan guru pengajar
menyusun RPP. Para guru kemudian bertemu dan berbagi ide
menyempurnakan rancangan pembelajaran yang sudah disusun guru
pengajar untuk menghasilkan cara pengorganisasian bahan ajar, proses
pembelajaran, maupun penyiapan alat bantu pembelajaran yang
dianggap paling baik. Semua komponen yang tertuang dalam
rancangan pembelajaran sebelum dilaksanakan dalam kelas
disimulasikan lebih dulu. Pada tahap ini juga ditetapkan prosedur
pengamatan dan instrumen yang diperlukan dalam pengamatan.7
Dalam proses perencanaan para guru hendaknya mengkaji:
1) Kurikulum (KTSP), termasuk di dalamnya mencermati kompetensi
dasar dan standar kompetensi.
2) Menentukan materi pembelajaran yang akan disajikan. Biasanya
materi yang dipilih untuk diangkat dan dijadikan topik dalam lesson
study adalah :
a) Materi yang sulit bagi siwa.
b) Materi yang sulit bagi guru.
c) Materi yang baru dalam kurikulum.
d) Materi yang memerlukan metode pembelajaran yang efektif.
e) Materi yang memerlukan media pembelajaran yang efektif.
f) Menyusun indikator dan pengalaman belajar.
g) Menentukan metode yang sesuai dengan materi ajar yang akan
disampaikan.
h) Menentukan urutan proses pembelajaran (skenario pembelajaran)
i) Menyusun lembar kerja siswa (LKS).8
Dalam menetapkan metode pembelajaran yang akan digunakan,
guru perlu mempertimbangkan banyak aspek, antara lain kompetensi
yang ingin dicapai, karakter materi ajar, kemampuan awal siswa, dan
ketersediaan media pembelajaran. Namun demikian guru perlu ingat,
metode apapun yang dipilih oleh guru dalam merancang dan
melaksanakan pembelajaran hendaknya mampu membuat siswa belajar
secara:
1) Aktif, yaitu siswa terlibat dalam pembelajaran secara mental dan
fisik.
2) Kreatif, misalnya masing-masing siswa mengemukakan
penemuannya sendiri, tidak perlu hasil yang seragam asalkan masih
dalam koridor pokok bahasan.

3) Kolaboratif, yaitu saling membelajarkan namun masing-masing
siswa tetap memiliki hasil belajar secara individual.9
b. Tahap pelaksanaan (do)
Tahap pelaksanaan (do), dimaksudkan untuk menerapkan
rancangan pembelajaran yang telah direncanakan. Salah satu anggota
kelompok berperan sebagai guru model , sedangkan anggota kelompok
lainnya mengamati. Fokus pengamatan diarahkan pada kegiatan
belajar peserta didik dengan berpedoman pada prosedur dan instrumen
yang telah disepakati pada tahap perencanaan, bukan pada penampilan
guru yang sedang bertugas mengajar. Selama pembelajaran
berlangsung, para pengamat tidak diperkenankan mengganggu proses
pembelajaran walaupun mereka boleh merekam dengan kamera video
atau kamera digital. Tujuan utama kehadiran pengamat yakni belajar
dari pembelajaran yang sedang berlangsung.10
Adapun hal-hal yang diobservasi oleh pengamat tentang kegiatan
belajar siswa antara lain:
1) Interaksi siswa dengan siswa lain baik dalam satu kelompok
maupun antar kelompok, serta bagaimana implementasi kerja
kelompok apakan ada saling membantu.
9 Putu Ashintya Widhiartha, Lesson Study Sebuah Upaya peningkatan Mutu Pendidik
Pendidikan Nonformal, (Surabaya: Guna Widya, 2008), 10-11. 10 Herawati, Lesson Study, 35.
2) Interaksi siswa dengan guru selama kegiatan proses pembelajaran
berlangsung.
3) Interaksi siswa dengan media pembelajaran, apakah semua
menyentuh dan menggunakan media yang telah disiapkan oleh gur
atau siswa itu sendiri.
4) Interaksi siswa dengan sumber belajar atau dengan lingkungan
sekitarnya.
5) Gerak tubuh siswa yang mencerminkan aktif dalam belajar.
6) Hal-hal lain yang berkaitan dengan aktivitas belajar atau
ketidakaktifan dalam belajar.11
Untuk memudahkan pengamatan, pengamat perlu membawa
lembar observasi. Pengamat dapat mengamati kelompok siswa
tertentu, agar pengamatannya lebih terfokus, sementara pengamat yang
lain mengamati kelompok lain atau jika sudah mahir dapat mengamati
siswa di kelas secara keseluruhan. Usahakan data pengamatan ditulis
secara akurat, obyektif, bukan berdasar apa yang seharusnya sesuai
keinginan pengamat, melainkan berdasar keadaan sebenarnya.
Pencatatan yang akurat memerlukan denah tempat duduk siswa, nama
siswa, jam/ peristiwa yang mendahului atau menyertai kegiatan belajar
siswa. Data otentik yang obyektif ini penting untuk dikemukakan pada
waktu refleksi nanti.
11 Ibid., 5.

20
c. Tahap refleksi (see)
Tahap refleksi (see) dimaksudkan untuk menemukan kelebihan
dan kekurangan pelaksanaan pembelajaran. Guru yang bertugas
sebagai pengajar mengawali diskusi dengan menyampaikan pesan dan
pemikirannya mengenai pelaksanaan pembelajaran. Kesempatan
berikutnya diberikan kepada guru yang bertugas sebagai pengamat
untuk mengutarakan apa yang dapat diperoleh dari pembelajaran yang
baru berlangsung. Kritik dan saran disampaikan secara bijak tanpa
merendahkan atau menyakiti hati guru yang membelajarkan, dengan
tujuan demi perbaikan praktik ke depan. Dari beberapa masukan dapat
dirancang pembelajaran berikutnya yang lebih baik.12
Tahapan refleksi (see) merupakan tahapan yang sangat penting
karena upaya perbaikan proses pembelajaran berikutnya akan
bergantung dari ketajaman analisis para peserta berdasarkan
pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah
dilaksanakan. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang
diikuti seluruh peserta lesson study berbasis sekolah yang dipandu oleh
kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. Diskusi dimulai dari
penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktekan
pembelajaran, dengan menyampaikan komentar atau kesan umum atas
proses pembelajaran yang dilakukannya, misalnya mengenai kesulitan
dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah
disusun.13
Dari penjelasan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa pada
dasarnya tahap lesson study berbasis sekolah pada tahap perencanaan
(plan) sama dengan persiapan guru yang akan mengajar, dimana pada
tahap ini guru menyusun perangkat pembelajaran yang teridiri dari
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),Lembar Kerja siswa (LKS),
media dan alat peraga, instrumen penilaian proses dan hasil pembelajaran
dan lembar observasi pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan (do), tugas
guru mata pelajaran (model) mengajar sesuai dengan rencana
pembelajaran yang telah disusun bersama-sama dengan guru observer,
kemudian guru observer megobservasi kegiatan pembelajaran, baik
aktivitas guru maupun aktivitas belajar siswa, namun yang dititikberatkan
adalah observasi terhadap aktivitas belajar siswa sehingga dapat diketahui
bagaimana hasil belajar siswa. Sedangkan pada tahap refleksi diadakan
antara guru yang mengajar dan guru yang melakukan observasi, kegiatan
diskusi ini bertujuan untuk membahas kekurangan dalam pembelajaran,
sehingga diharapkan pembelajaran berikutnya akan lebih baik.
13 Istamar, Lesson Study, 62.

22
4. Peranan Lesson Study Berbasis Sekolah
a. Peranan lesson study berbasis sekolah dalam meningkatkan sistem
pendidikan
Menurut Lewis dan Wang-Iverson yang dikutib oleh Herawati
lesson study berbasis sekolah memiliki peran yang cukup besar dalam
melakukan perubahan secara sistematik. Lesson study berbasis sekolah
tidak hanya memberikan sumbangan terhadap pengetahuan
keprofesionalan guru, tetapi juga terhadap peningkatan sistem
pendidikan yang lebih luas. Hal tersebut dapat terjadi dengan
membahas lima jalur yang ditempuh lesson study sebagai berikut:
1) Membawa standar tujuan pendidikan ke realita dalam kelas.
2) Menggalakkan upaya perbaikan berdasarkan data.
3) Menargetkan pencapaian berbagai kualitas peserta didik yang
mempengaruhi kegiatan belajar.
4) Menciptakan tuntunan mendasar perlunya peningkatan kualitas
pembelajaran.
5) Menjunjung tinggi nilai guru.
14
b. Peranan lesson study dalam pengembangan keprofesionalan guru
Lebih lanjut Herawati mengutip dari Lewis yang menguraikan
bagaimana lesson study berbasis sekolah dapat memberikan
sumbangan terhadap pengembangan keprofesionalan guru, yaitu
14 Herawati, Lesson Study, 5-10.

23
dengan menguraikan delapan pengalaman yang diberikan kepada guru
sebagai berikut. Lesson study berbasis sekolah memungkinkan guru
untuk:
1) Memikirkan dengan cermat mengenai tujuan pembelajaran, materi
pokok, dan pembelajaran bidang studi
2) Mengkaji dan mengembangkan pembelajaran yang terbaik yang
dapat dikembangkan
3) Memperdalam pengetahuan mengenai materi pokok yang diajarkan
4) Memikirkan secara mendalam tujuan jangka panjang yang akan
dicapai yang berkaitan dengan siswa
5) Merancang pembelajaran secara kolaboratif
6) Mengkaji secara cermat cara dan proses belajar serta tingkah laku
siswa
7) Mengembangkan pengetahuan pedagogis yang sesuai untuk
membelajarkan siswa
8) Melihat hasil pembelajaran sendiri melalui mata siswa dan kolega.15
Dari penjelasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa lesson study
berbasis sekolah sangat berperan dalam meningkatkan sistem pendidikan
melalui lima jalur yaitu membawa standar tujuan pendidikan ke ralita
dalam kelas, menggalakkan upaya perbaikan berdasarkan data,
menargetkan pencapaian berbagai kualitas peserta didik yang
15 Ibid., 10-11.

24
mempengaruhi kegiatan belajar, menciptakan tuntunan mendasar
perlunya peningkatan kualitas pembelajaran, dan menjunjung tinggi nilai
guru. Lesson study berbasis sekolah juga dapat memberikan sumbangan
terhadap pengembangan keprofesionalan guru yaitu dengan memberikan
kesempatan kepada guru untuk memikirkan dengan cermat mengenai
tujuan pembelajaran, materi pokok, dan pembelajaran bidang studi,
mengkaji dan mengembangkan pembelajaran yang terbaik yang dapat
dikembangkan, memperdalam pengetahuan mengenai materi pokok yang
diajarkan, memikirkan secara mendalam tujuan jangka panjang yang akan
dicapai yang berkaitan dengan peserta didik, merancang pembelajaran
secara kolaboratif, mengkaji secara cermat cara dan proses belajar serta
tingkah laku siswa, mengembangkan pengetahuan pedagogis yang sesuai
untuk membelajarkan peserta didik, melihat hasil pembelajaran sendiri
melalui mata peserta didik dan kolega.
5. Manfaat Lesson Study Berbasis Sekolah
Menurut Tim Lesson Study, dalam bukunya Herawati Susilo,
bahwa lesson study berbasis sekolah memberikan manfaat bagi guru
sebagai berikut:
a. Mengurangi keterasingan guru (dari komunitasnya) dalam perencanaan
dan pelaksanaan pembelajaran dan perbaikan.
b. Membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi
pembelajarannya
25
c. Memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan dan
urutan kurikulum
d. Membantu guru memfokuskan bantuannya pada seluruh aktivitas
belajar peserta didik
e. Meningkatkan kolaborasi antar sesama guru dalam pembelajaran
f. Meningkatkan mutu guru dan mutu pembelajaran yang pada gilirannya
berakibat pada peningkatan mutu lulusan (siswa)
g. Memungkinkan guru memiliki banyak kesempatan untuk membuat
bermakna ide-ide pendidikan dalam praktik pembelajarannya sehingga
dapat mengubah perspektif tentang pembelajaran, dan belajar praktik
dari perspektif peserta didik.
h. Memudahkan guru berkonsultasi pada pakar dalam hal pembelajaran
atau kesulitan materi pembelajaran
i. Memperbaiki praktik pembelajaran di kelas
j. Meningkatkan keterampilan menulis buku ajar.16
Dari penjelasan di atas, penulis dapat simpulkan bahwa manfaat
lesson study berbasis sekolah antara lain: mengurangi keterasingan guru
dalam perencanaan pembelajaran; membantu guru dengan mengobservasi
dalam pembelajarannya; memperdalam pemahaman tentang materi
pembelajaran; membantu supaya lebih fokus pada aktivitas belajar siswa;
meningkatkan kolaborasi antar sesama guru; meningkatkan mutu guru dan
16 Ibid., 17.

26
mutu pembelajaran; memberi kesempatan pada guru untuk memberi
makna ide-ide pendidikan pada praktek pembelajarannya; mempermudah
dalam berkonsultasi dengan pakar dalam hal pembelajaran atau kesulitan
materi pelajaran; dan memperbaiki praktek pembelajaran di kelas.
6. Faktor pendukung dan penghambat lesson study berbasis sekolah
a. Faktor pendukung lesson study berbasis sekolah
Adapun faktor pendukung lesson study berbasis sekolah
diantaranya:
1) Antusiasme guru dalam mengikuti pelatihan.
2) Motivasi guru yang tinggi dalam meningkatkan profesionalismenya.
3) Sumber daya manusia yang memadai (adanya nara sumber yang
berkompeten di bidangnya).
b. Faktor penghambat lesson study berbasis sekolah
Adapun hambatan pelaksanaan lesson study berbasis sekolah
diantaranya:
1) Kuranganya pemahaman dan komitmen guru mengenai apa,
mengapa, dan bagaimana lesson study.
2) Kecenderungan guru yang memilki komitmen dan kesungguhan
hati untuk melakukan yang terbaik, tetapi cenderung lebih memilih
sikap sedang-sedang atau bahkan cukup.
3) Guru kurang memiliki sikap “mau belajar sepanjang hayat” dan
lebih tertarik bila melakukan suatu hal bila ada biayanya.
27
4) Kepala sekolah dan pengawas kurang terbiasa melakukan supervisi
dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran.
5) Guru seringkali kurang melakukan refleksi diri tetapi hanya
menunggu diberi masukan oleh kepala sekolah maupun pengawas.17
Dari uraian di atas, penulis dapat simpulkan bahwa implementasi
lesson study berbasis sekolah didukung oleh tiga faktor yaitu tingginya
antusiasme guru dalam mengikuti pelatihan, motivasi guru yang tinggi
dalam meningkatkan profesionalismenya dan sumber daya manusia yang
memadai. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat implementasi
lesson study berbasis sekolah adalah kuranganya pemahaman dan
komitmen guru mengenai apa, mengapa, dan bagaimana lesson study,
kecenderungan guru yang memilki komitmen dan kesungguhan hati untuk
melakukan yang terbaik, tetapi cenderung lebih memilih sikap sedangsedang
atau bahkan cukup, guru kurang memiliki sikap mau belajar
sepanjang hayat dan lebih tertarik bila melakukan suatu hal bila ada
biayanya, kepala sekolah dan pengawas kurang terbiasa melakukan
supervisi dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, dan guru
seringkali kurang melakukan refleksi diri tetapi hanya menunggu diberi
masukan oleh kepala sekolah maupun pengawas.

06/29/2015 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | Meninggalkan komentar

081938633462 JASA PEMBUATAN MAKALAH

081938633462 JASA PEMBUATAN MAKALAH. Makalah merupakan sebuah pekerjaan yang sebenarnya gampang-gampang susah, kenapa saya bilang gampang-gampang susah?karena ada faktor2 penghambat dari sulitnya orang membuat makalah diantaranya:

1. tidak punya waktu

2. tidak cukup pustaka

3. malas

contoh diatas adalah beberapa alasan sulitnya orang dalam mengerjakan sebuah MAKALAH. makalah di sini bisa mengenai makalah yang merupakan tugas kuliah, tugas pekerjaan dan lain sebagainya.

melihat dari permasalahan diatas kami dari CV ZAIFBIO ILMIAH yang selama ini konsen dalam membantu tugas-tugas dari guru, peserta didik dan sebagainya terutama dalam kesulitan di bidang pendidikan berinisiatif untuk membuka layanan JASA PEMBUATAN MAKALAH081938633462 JASA PEMBUATAN MAKALAH ini dikerjakan oleh tim yang profesional dibidangnya dan mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda sehingga di dalam layanan ini kami membuka JASA PEMBUATAN MAKALAH untuk semua bidang pelajaran mulai dari yang berhubungan dengan agama, bahasa, ilmu pengetahuan alam hingga sosial.

Jika anda tertarik dengan JASA PEMBUATAN MAKALAH ini silahkan jangan sungkan untuk langsung menghubungi pak zaif di nomer HP 081938633462 atau email ke zaifbio@gmail.com, jangan khawatir kami memberikan harga yang sangat murah di kelasnya namun dengan kualitas terbaik di kelasnya, sekali lagi jika anda tertarik dengan jasa ini langsung saja menghubungi pak zaif di nomer HP 081938633462 atau email ke zaifbio@gmail.com

TERIMA KASIH

081938633462 JASA PEMBUATAN MAKALAH

081938633462 JASA PEMBUATAN MAKALAH

03/04/2015 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , , | Meninggalkan komentar

Pengukuran kepuasan pernikahan

Dari hasil membaca literatur tentang penelitian-penelitian mengenai kepuasan pernikahan, peneliti memperoleh bebrapa instrument untuk mengukur kepuasan pernikahan, diantaranya yaitu:
1. Dynamic Adjusment Scale (DAS) yang dibuat oleh Spainer (1976)
2. Marital Comparison Level Inventory
3. ENRICH/PREPARE (Fowers & Olson, dalam Olson & Larsen 1989).

Adapun penjelasan mengenai instrument-instrument tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, Dyadic Adjusment Scale (DAS) yang dibuat oleh Spainer (1976). DAS tersiri dari 32 item dengan nilai koefisien alfa cronbach .96. Item item dalam alat ukur ini sesuai dengan empat komponen kepuasan pernikahan yaitu, consensus, cohesion , satisfaction , dan affectional expression.

Kedua, Marital Comparison Level Inventory yang terdiri dari 32 item dan digunakan untuk menilai persepsi suami istri mengenai kualitas hubungan pernikahan mereka. Instrumen ini digunakan memberikan ukuran antara pengalaman dan harapan dari pernikahan.

Dan yang terakhir adalah ENRICH marital inventory(Fowers & Olson, 1986 dalam Olson & Larsen 1989), yang terdiri dari 125 item untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan hubungan dalam 11 area yaitu:
harapan, kepribadian, komunikasi, resolusi konflik, finansial, aktivitas bersama, hubungan seksual, anak, keluarga dan teman, pola equalitarian, dan orientasi religius.

Dari beberapa alat ukur yang dipaparkan di atas, peneliti akan menggunakan Dyadic Adjusment Scale (DAS) yang dibuat oleh Spainer (1976) dalam penelitian ini. Hal ini dikarenakan DAS sesuai dengan teori yang peneliti gunakan pada penelitian ini. Selain itu, instrument ini sudah banyak digunakan dan teruji secara baik pada penelitian-penelitian terdahulu.

03/04/2015 Posted by | CONTOH LKTM | , , , | Meninggalkan komentar

Tumbuhan Paku (Pakis)

Tumbuhan paku atau dikenal juga dengan nama pakis, beberapa di antaranya dijadikan sebagai tanaman hias. Bahkan ada penggemar tanaman yang mengoleksi tumbuhan paku beraneka jenis yang diperoleh dari tempat yang berbeda-beda. Dapatkah kamu menyebutkan contoh tumbuhan paku yang ditanam sebagai tanaman hias? Bagaimanakah cara perawatannya? Samakah syarat-syarat hidupnya dengan tanaman hias yang lain?
1. Struktur tubuh dan habitat tumbuhan paku
Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berpembuluh yang tidak berbiji, memiliki susunan tubuh khas yang membedakannya dengan tumbuhan yang lain. Untuk memahami struktur tubuh tumbuhan paku lakukanlah aktivitas di bawah ini!

Apakah kamu dapat mengamati dengan jelas batang suplir? Batang suplir berupa rizom yang bercabang dan beruas pendek. Pada rizom terdapat akar, seperti rambut yang merupakan akar serabut. Ada pula tumbuhan paku yang batangnya mirip batang palem, misalnya paku pohon (Cyathea). Paku pohon ini masih banyak dijumpai di daerah dataran tinggi yang berhawa dingin seperti di kaki Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang dan pedalaman Gunungpati di Kota Semarang. Ada pula tumbuhan paku yang tubuhnya seperti kawat (paku kawat, Lycopodium). Cermati gambar tumbuhan paku pada gambar 7.8! Adakah tangkai daunnya?

Bagaimanakah bentuk helaian daunnya?
Bagaimanakah bentuk tulang daunnya?
Bagaimanakah keadaan daunnya ketika masih muda? Coba kamu jelaskan!

Ada daun paku yang berukuran kecil (mikrofil) dan ada pula yang berukuran besar(makrofil). Ada daun tumbuhan paku yang khusus menghasilkan spora, daun ini disebut sporofil dan ada daun yang tidak menghasilkan spora, disebut tropofil. Akan tetapi, tidak semua tumbuhan paku memiliki tipe daun yang berfungsi khusus. Misalnya pada suplir, semua daun dapat menghasilkan
spora.  Akar, batang dan daun tumbuhan paku memiliki berkas pengangkut xilem dan floem. Masih ingatkah kamu fungsi keduanya?

2. Daur hidup tumbuhan paku
Tumbuhan paku memiliki kotak spora atau sporangium. Pada sporangium dihasilkan spora. Banyak sporangium terkumpul dalam satu wadah yang disebut sorus, yang dilindungi oleh suatu selaput indusium.

Fase pembentukan spora dalam daur hidup tumbuhan paku disebut generasi sporofit dan fase pembentukan gamet disebut generasi gametofit. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan
(metagenesis) dengan dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. Berdasarkan jenis sporanya, tumbuhan paku dibedakan menjadi tumbuhan paku homospora, heterospora dan peralihan homosporaheterospora. Tumbuhan paku homospora menghasilkan spora dengan ukuran sama yang tidak dapat dibedakan antara spora jantan dan betina, misalnyaLycopodium sp. (paku kawat). Tumbuhan paku heterospora menghasilkan spora berbeda ukuran. Spora jantan berukuran kecil disebut mikrospora dan spora betina besar disebut makrospora, misalnya Selaginella sp.(paku rane),Marsilea sp. (semanggi). Tumbuhan paku peralihan menghasilkan spora jantan dan betina yang sama ukurannya, misalnya Equisetum debile(paku ekor kuda).

maxresdefault

3. Penggolongan dan peranan tumbuhan paku

Dengan klasifikasi sistem 5 kingdom, tumbuhan paku dibedakan atas 3 divisio, yaitu Lycophyta, Sphenophyta, Pterophyta.
a. Lycophyta(Paku kawat)
Tumbuhan paku ini berdaun kecil, tersusun spiral, sporangium terkumpul dalam strobilus dan muncul di ketiak daun, batang seperti kawat. Contoh: Lycopodium sp.(paku tanduk rusa), ditanam sebagai tanaman hias. Lycopodium clavatum, digunakan sebagai bahan obat-obatan.

21448_web
b. Sphenophyta(Paku ekor kuda)
Berdaun kecil, tunggal dan tersusun melingkar. Sporangium tersusun dalam strobilus. Contoh: Equisetum debile (paku ekor kuda), tumbuh di dataran tinggi, batang berongga, berbuku-buku,
dan tumbuh tegak. Daun kecil (mikrofil), terdapat pada setiap buku, melingkar, berbentuk sisik

eqitel1b
c. Pterophyta(Paku sejati)
Pterophyta merupakan tumbuhan paku yang banyak dijumpai disekitar kita, umumnya disebut pakis. Tumbuhan paku ini berdaun besar, daun muda menggulung, sporangium terdapat pada sporofil. Contoh: Alsophilla glauca(paku tiang),banyak ditemukan di daerah pegunungan berhawa
dingin, batangnya hitam digunakan untuk menanam anggrek. Adiantum cuneatum(suplir) dan Asplenium nidus (paku sarang burung), ditanam sebagai tanaman hias. Marsilea crenata(semanggi), hidup di rawa atau tanah berair, digunakan untuk sayur

pterophyta2

02/12/2015 Posted by | BTT | Meninggalkan komentar

JASA PEMBUATAN ANALISIS ISI BUKU

JASA PEMBUATAN ANALISIS ISI BUKU. anda seorang GURU?? Ingin naik Jabatan??tapi terbentur persyaratan??salah satunya mengenai ANALISIS ISI BUKU ?? jangan khawatir sekarang ada kami cv zaifbio ilmiah yang siap mengatasi kegalauan bapak dan ibu guru sekalian

seperti kita ketahui  Salah satu Perhitungan Beban SKS proses Sertifikasi Guru melalui Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPGJ) Tahun 2015 adalah para calon peserta harus menyusun Rekognisi Pengalaman Lampau (RPL).

RPL adalah suatu sistem penghargaan terhadap wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang mencerminkan pengalaman kerja dan hasil belajar yang dimiliki guru sebagai pengurang beban studi yang wajib ditempuh dalam sertifikasi guru melalui PPGJ. Pengalaman kerja yang dimaksud dalam hal ini berkaitan dengan masa bakti, kemampuan dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran, dan prestasi tertentu yang dicapai. Hasil belajar yang dimaksud dalam hal ini berkaitan dengan kualifikasi akademik yang telah diperoleh, pendidikan dan pelatihan yang pernah diikuti, dan prestasi akademik yang dicapai.
nah salah satu poin dalam penilaian RPL adalah pembuatan ANALISIS ISI BUKU, saya yakin tidak semua bapak dan ibu guru mampu mengerjakannya tantangan terberatnya adalah waktu mengajar bapak dan ibu guru yang semakin padat oleh karena itu kami dari CV ZAIFBIO ILMIAH membuka layanan JASA PEMBUATAN ANALISIS ISI BUKU, harga bersaing dan proses pengerjaanya dijamin cepat tanpa mengurangi sisi kualitas dari analisa
oke jika bapak dan ibu guru berminat untuk menggunakan JASA PEMBUATAN ANALISIS ISI BUKU segera hubungi pak zaif di nomer HP 081938633462 atau email ke zaifbio@gmail.com
JASA PEMBUATAN ANALISIS ISI BUKU

02/12/2015 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | | 1 Komentar

the best website for your home decor

dizzy and confused because your home is less beautiful? shame as neighbors and brothers see the condition of your home the less beautiful and manicured and impressed designs outdated?

If you are experiencing problems above, mean we are the same. first I also experience it like you feel, I’ve been looking on various websites about home on the internet but none that fits with my heart, until finally I found a website about home that in my opinion it is the best website that discusses home, just imagine the inside of the website you will find dozens of articles about home accompanied by a picture of a very good support.

in this website you will find some sort of a home library that will give you information on how to design a home that’s true, how adopting a proper House to paint how to redecorate your home, and one also very fond of its author is so pretty, I am going to show you some of the categories that exist on the website

Design Interior

DIY Home

Home Decor

Home Garden

Home Ideas

Paint Home Decorating

how cool??Surely you’re curious now, okay well then just go ahead please visit http://www.damnilovehome.com/

01/20/2015 Posted by | Uncategorized | Meninggalkan komentar

Persilangan kapri untuk memahami pewarisan sifat beda

Adanya perbedaan pada makhluk hidup disebabkan oleh sesuatu yang diturunkan orang tua atau induk kepada keturunannya. Pada mulanya, orang berpendapat bahwa sifat-sifat bawaan diturunkan melalui darah. Akan tetapi pendapat ini sekarang tidak dibenarkan lagi. Sifat orang tua diturunkan kepada anaknya melalui sel kelamin (gamet). Ilmu yang mempelajari penurunan sifat adalah Ilmu Genetika.

Dalam mempelajari penurunan sifat anda akan menjumpai istilah-istilah yang menggambarkan lambang bagi generasi atau keturunan berikutnya. Adapun istilah-istilah tersebut adalah :

  1. Induk atau tetua yang dinyatakan dengan parental (P);
  2. Keturunan kesatu yang dinyatakan dengan filial satu
  3. Keturunan kedua yang dinyatakan dengan filial dua
  4. Keturunan ketiga yang dinyatakan dengan filial tiga

Dari kegiatan yang anda lakukan di atas, anda dapat mengetahui bahwa terjadi penurunan sifat yang berasal dari induk kepada filialnya   P merupakan induk dari  merupakan induk dari , demikian seterusnya.

Bagaimanakah penurunan sifat itu terjadi ? Penurunan sifat kepada keturunannya terjadi melalui sel kelamin jantan dan betina. Artinya, proses penurunan sifat tidak akan terjadi apabila tidak terjadi perkawinan antar sel kelamin.

Kapri

Orang yang pertama melakukan analisa penurunan sifat dan menuangkannya dalam bentuk angka-angka adalah Mendel dengan menggunakan tanaman kapri. Meskipun riset yang dilakukan Mendel menggunakan tanaman, tetapi prinsip-prinsip dasar penurunan sifat yang ditemukannya dapat diaplikasikan pada manusia dan hewan karena pada dasarnya mekanisme penurunan sifat pada semua makhluk hidup adalah sama.                                                                                                       Mendel mengamati sifat-sifat beda pada tanaman kapri. Melalui persilangan dan seleksi tanaman kapri (Pisum sativum) pada beberapa generasi, Mendel menemukan bahwa beberapa sifat yang ditunjukkan oleh keturunan bukanlah merupakan gabungan (campuran) sifat parentalnya.

Sebagai contoh warna bunga kapri adalah ungu atau putih.  Ketika tanaman kapri berbunga ungu disilangkan (dikawinkan) dengan tanaman kapri berbunga putih, keturunannya ternyata berbunga bukan intermediate antara putih dan ungu (misalnya ungu muda), tetapi justru ungu. Mendel mengamati bahwa ada tujuh sifat yang mudah diamati dan mudah dibedakan dan masing-masing hanya terdiri dari dua bentuk.

Persilangan

 

 

 

Sifat-sifat beda yang diamati oleh Mendel

 

Berdasarkan hasil pengamatannya tersebut Mendel berhipotesis  bahwa terdapat faktor penurunan sifat yang menghasilkan sifat-sifat tertentu.  Faktor tersebut sekarang disebut sebagai gen. Untuk sifat tertentu terdiri dari sepasang alternative.  Mendel memutuskan bahwa semestinya ada alternative gen untuk tinggi dan ada alternative gen untuk pendek.  Bentuk alternative dari gen selanjutnya disebut alel.  Untuk setiap sifat dari suatu organisma dikontrol oleh sepasang alel, satu alel berasal dari induk jantan, dan satu alel dari induk betina.

Mendel juga menemukan bahwa tanaman yang mempunyai bunga ungu selalu menghasilkan tanaman berbunga ungu.  Tanaman ini mempunyai sepasang alel warna bunga ungu yang berasal dari parental jantan dan betina.  Mendel menyebut tanaman ini homozigot.  Mendel bertanya-tanya bagaimana kira-kira keturunan dari kalau parental berbunga ungu disilangkan dengan tetua berbunga putih.  Ternyata dari persilangan tersebut dihasilkan tanaman berbunga ungu.  Tanaman ini menerima alel ungu dari parental satu dan alel putih dari parental lainnya.  Akan tetapi meskipun mempunyai alel ungu dan alel putih, tanaman tersebut berbunga ungu.  Organisma seperti tanaman ini deisebut oleh Mendel sebagai heterozigot.  Pada tanaman heterozigot ini hanya alel ungu yang tersekpresi, alel putih tersembunyi.  Mendel menyebut alel yang selalu terekspresi ini dominan, sementara yang tersembunyi resesif.    Pada persilangan tanaman yang menghasilkan biji kuning dengan tanaman berbiji hijau, Mendel mendapatkan bahwa generasi F1 selalu kuning.  Akan tetapi generasi F2 selalu menghasilkan perbandingan 3:1 untuk kuning terhadap hijau.

Perbandingan 3:1 ini juga terdeteksi pada generasi-generasi berikutnya:

Akhirnya Mendel menyimpulkan 3 hal penting bahwa :

  1. Pewarisan suatu sifat ditentukan oleh suatu unit atau faktor yang diwariskan

kepada keturunannya tanpa merubahnya. Unit ini disebut gen.

  1. Setiap individu mewarisi satu unit tersebut dari masing-masing parental
  2. Suatu sifat beda mungkin tidak muncul pada satu individu tetapi tetap dapat

diwariskan kepada generasi berikutnya

 

Bila pada penelitian Mendel menggunakan kapri tidak pernah ditemukan adanya F1 yang mempunyai sifat gabungan dari kedua parental, hal yang berbeda ditemukan pada penurunan sifat warna bunga Mirabilis Jalapa.

rr
Dua alel :

l   R – ungu

l   r – putih

Tanaman RR ungu

Tanaman rr putih

 

Cross:  RR x rr

Rr plants are pink!

Pada Mirabilis terlihat adanya gabungan sifat-sifat parental pada keturunan yang mendapatkan alel berbeda dari masing-masing parentalnya.  Sehingga keturunan heterozigot tersebut mempunyai sifat intermediat antara putih dan ungu.  Hal ini berarti kedua alel sama kuat sehingga fenotipe keturunan menjadi berwana ungu muda. Warna tersebut diperoleh dari gabungan alel ungu dan putih.

12/29/2014 Posted by | Biologi Umum | 1 Komentar

JASA PEMBUATAN SKRIPSI PTK

JASA PEMBUATAN SKRIPSI PTK. bagi para mahasiswa dan siapapun yang sekarang sedang menempuh jenjang perkuliahan terutama S1, skripsi seringkali menjadi momok yang menakutkan karena skripsi adalah akhir dan puncak dari pengembaraan kuliah selama ini. baik buruknya perkuliahan kita dapat dilihat dari hasil akhir SKRIPSI

meskipun skripsi menjadi puncak dari pembelajaran di bangku kuliah, sayangnya tidak semua orang mampu membuat skripsi yang baik, salah satu skripsi yang menjadi momok menakutkan adalah SKRIPSI PTK, skripsi ini khusus untuk para mahasiswa atau semuanya yang menempuh perkuliahan di bidang Pendidikan dari jurusan apapun

selain para mahasiswa para guru yang di usia lanjut diwajibkan untuk menempuh perkuliahn pun saya yakin menjadikan skripsi sebagai momok yang cukup menakutkan

melihat berbagai latar belakang diatas, kami dari CV ZAIFBIO ILMIAH membuka layanan JASA PEMBUATAN SKRIPSI PTKjasa pembuatan skripsi ini khusus untuk Penelitian Tindakan Saja dan bisa juga untuk SKRIPSI PENDIDIKAN secara umum

JASA PEMBUATAN SKRIPSI PTK yang kami buka ini terbuka untuk berbagai jurusan kependidikan, sehingga akan sangat membantu untuk anda yang sampai saat ini belum lulus hanya gara gara permasalahan skripsi

jika anda tertartik dan berminat silahkan langsung hubungi kami di nomer HP: 081938633462 atau email ke zaifbio@gmail.com

terima kasih dan kami tunggu anda

 

jasa pembuatan skripsi PTK

jasa pembuatan skripsi PTK

12/11/2014 Posted by | Uncategorized | , , , | Meninggalkan komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 684 pengikut lainnya.