BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

Persilangan kapri untuk memahami pewarisan sifat beda

Adanya perbedaan pada makhluk hidup disebabkan oleh sesuatu yang diturunkan orang tua atau induk kepada keturunannya. Pada mulanya, orang berpendapat bahwa sifat-sifat bawaan diturunkan melalui darah. Akan tetapi pendapat ini sekarang tidak dibenarkan lagi. Sifat orang tua diturunkan kepada anaknya melalui sel kelamin (gamet). Ilmu yang mempelajari penurunan sifat adalah Ilmu Genetika.

Dalam mempelajari penurunan sifat anda akan menjumpai istilah-istilah yang menggambarkan lambang bagi generasi atau keturunan berikutnya. Adapun istilah-istilah tersebut adalah :

  1. Induk atau tetua yang dinyatakan dengan parental (P);
  2. Keturunan kesatu yang dinyatakan dengan filial satu
  3. Keturunan kedua yang dinyatakan dengan filial dua
  4. Keturunan ketiga yang dinyatakan dengan filial tiga

Dari kegiatan yang anda lakukan di atas, anda dapat mengetahui bahwa terjadi penurunan sifat yang berasal dari induk kepada filialnya   P merupakan induk dari  merupakan induk dari , demikian seterusnya.

Bagaimanakah penurunan sifat itu terjadi ? Penurunan sifat kepada keturunannya terjadi melalui sel kelamin jantan dan betina. Artinya, proses penurunan sifat tidak akan terjadi apabila tidak terjadi perkawinan antar sel kelamin.

Kapri

Orang yang pertama melakukan analisa penurunan sifat dan menuangkannya dalam bentuk angka-angka adalah Mendel dengan menggunakan tanaman kapri. Meskipun riset yang dilakukan Mendel menggunakan tanaman, tetapi prinsip-prinsip dasar penurunan sifat yang ditemukannya dapat diaplikasikan pada manusia dan hewan karena pada dasarnya mekanisme penurunan sifat pada semua makhluk hidup adalah sama.                                                                                                       Mendel mengamati sifat-sifat beda pada tanaman kapri. Melalui persilangan dan seleksi tanaman kapri (Pisum sativum) pada beberapa generasi, Mendel menemukan bahwa beberapa sifat yang ditunjukkan oleh keturunan bukanlah merupakan gabungan (campuran) sifat parentalnya.

Sebagai contoh warna bunga kapri adalah ungu atau putih.  Ketika tanaman kapri berbunga ungu disilangkan (dikawinkan) dengan tanaman kapri berbunga putih, keturunannya ternyata berbunga bukan intermediate antara putih dan ungu (misalnya ungu muda), tetapi justru ungu. Mendel mengamati bahwa ada tujuh sifat yang mudah diamati dan mudah dibedakan dan masing-masing hanya terdiri dari dua bentuk.

Persilangan

 

 

 

Sifat-sifat beda yang diamati oleh Mendel

 

Berdasarkan hasil pengamatannya tersebut Mendel berhipotesis  bahwa terdapat faktor penurunan sifat yang menghasilkan sifat-sifat tertentu.  Faktor tersebut sekarang disebut sebagai gen. Untuk sifat tertentu terdiri dari sepasang alternative.  Mendel memutuskan bahwa semestinya ada alternative gen untuk tinggi dan ada alternative gen untuk pendek.  Bentuk alternative dari gen selanjutnya disebut alel.  Untuk setiap sifat dari suatu organisma dikontrol oleh sepasang alel, satu alel berasal dari induk jantan, dan satu alel dari induk betina.

Mendel juga menemukan bahwa tanaman yang mempunyai bunga ungu selalu menghasilkan tanaman berbunga ungu.  Tanaman ini mempunyai sepasang alel warna bunga ungu yang berasal dari parental jantan dan betina.  Mendel menyebut tanaman ini homozigot.  Mendel bertanya-tanya bagaimana kira-kira keturunan dari kalau parental berbunga ungu disilangkan dengan tetua berbunga putih.  Ternyata dari persilangan tersebut dihasilkan tanaman berbunga ungu.  Tanaman ini menerima alel ungu dari parental satu dan alel putih dari parental lainnya.  Akan tetapi meskipun mempunyai alel ungu dan alel putih, tanaman tersebut berbunga ungu.  Organisma seperti tanaman ini deisebut oleh Mendel sebagai heterozigot.  Pada tanaman heterozigot ini hanya alel ungu yang tersekpresi, alel putih tersembunyi.  Mendel menyebut alel yang selalu terekspresi ini dominan, sementara yang tersembunyi resesif.    Pada persilangan tanaman yang menghasilkan biji kuning dengan tanaman berbiji hijau, Mendel mendapatkan bahwa generasi F1 selalu kuning.  Akan tetapi generasi F2 selalu menghasilkan perbandingan 3:1 untuk kuning terhadap hijau.

Perbandingan 3:1 ini juga terdeteksi pada generasi-generasi berikutnya:

Akhirnya Mendel menyimpulkan 3 hal penting bahwa :

  1. Pewarisan suatu sifat ditentukan oleh suatu unit atau faktor yang diwariskan

kepada keturunannya tanpa merubahnya. Unit ini disebut gen.

  1. Setiap individu mewarisi satu unit tersebut dari masing-masing parental
  2. Suatu sifat beda mungkin tidak muncul pada satu individu tetapi tetap dapat

diwariskan kepada generasi berikutnya

 

Bila pada penelitian Mendel menggunakan kapri tidak pernah ditemukan adanya F1 yang mempunyai sifat gabungan dari kedua parental, hal yang berbeda ditemukan pada penurunan sifat warna bunga Mirabilis Jalapa.

rr
Dua alel :

l   R – ungu

l   r – putih

Tanaman RR ungu

Tanaman rr putih

 

Cross:  RR x rr

Rr plants are pink!

Pada Mirabilis terlihat adanya gabungan sifat-sifat parental pada keturunan yang mendapatkan alel berbeda dari masing-masing parentalnya.  Sehingga keturunan heterozigot tersebut mempunyai sifat intermediat antara putih dan ungu.  Hal ini berarti kedua alel sama kuat sehingga fenotipe keturunan menjadi berwana ungu muda. Warna tersebut diperoleh dari gabungan alel ungu dan putih.

12/29/2014 - Posted by | Biologi Umum

1 Komentar »

  1. nice info gan jangan lupa juga kunjungi HOME DECOR WEBSITES

    Komentar oleh home decor websites | 02/12/2015


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: