BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

Keterampilan Bertanya

Pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermuladari ‘bertanya’. Bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang berbasis Contextual Teaching and Learning(CTL). Bertanya dalam pembelajaran dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa. Bagi siswa, kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam pelaksanaaan pembelajaran.

Siswa dalam mengajukan pertanyaan didorong rasa ingin tahu. Setiap pertanyaan merupakan saat yang berguna, karena saat ini akan memusatkan seluruh perhatian untuk memahami sesuatuyang baru. Setiap pertanyaan yang diutarakan menunjukan bahwa siswa menyadari adanya suatu masalah. Siswa merasa kekurangan pengetahuan seputar materi yang diajarkan oleh guru. Guru harus mampu merangsang minat siswa bertanya serta mampu merespon setiap pertanyaan dengan baik.Adapun
keterampilan bertanya yang harus dimiliki siswa ketika bertanya yaitu frekuensi pertanyaan selama proses pembelajaran, substansi pertanyaan, bahasa, suara, dan kesopanan. Seorang siswa yang dibiasakan untuk bertanya maka siswa tersebut akan memiliki keterampilan bertanya yang baik.

Bertanya berarti berpikir, karena setiap pertanyaanyang terungkap tanpa disadari berdasarkan pemikiran. Mel Silberman(2009: 144) Beberapa strategi untuk menggugah rasa ingin tahu siswa yaitu :

a. Belajar memulai dengan sebuah pertanyaan (Learning starts with a Question).
Pola belajar dengan merangsang siswa untuk bertanyatentang materi mereka, tanpa penjelasan dari guru terlebih dahulu.
b. Bertanya yang telah ditanamkan
Teknik ini memungkinkan guru untuk memberikan informasi sebagai jawaban atas pertanyaan yang telah diberikan kepadasiswa yang sudah ditentukan. Hal ini mengesankan pada siswa lain bahwa guru mengerjakan satu sesi tanya jawab.
c. Peran pemutaran pertanyaan (Role reversal Qustion)
Teknik ini merupakan kebalikan dari yang biasanya dilakukan guru. Biasanya guru meminta siswa untuk bertanya selama pertanyaan berlangsung. Pada teknik ini gurulah yang akan melontarkan pertanyaan dan siswa yang mencoba menjawab.

Proses belajar-mengajar, pada saat itu guru terkadang mengajukan pertanyaan yang pada hakekatnya bukan untuk memperoleh jawaban dari siswa, tetapi karena maksud-maksud tertentu. Dalam hal seperti ini, guru perlu mengajukan pertanyaan tambahan yang akan mengarahkan proses berpikir siswa kearah persoalan yang sebenarnya, dan atau pertanyaan
yang akan mendorong siswa untuk lebih mendalami persoalan yang dimaksud, akhirnya jawabannya menjadi lengkap. Misalnya guru mengajukan pertanyaan “mengapa pada kondisi gelap kita tidak bisa melihat?”, oleh sebab itu perlunya teknik dalam mengajukan pertanyaan. Teknik pertanyaan (S.L. La Sulo, 1984: 19) sebagai berikut :
1. Pertanyaan hendaknya ditunjukan kepada seluruh siswa dalam kelas,
sehingga perlu diperhitungkan :
a. Suara cukup keras untuk didengar seluruh siswa ; hendaknya dihindari suara yang lemah, tetapi tidak terlalu keras.
b. Pertanyaan diajukan dengan ucapan yang jelas dan tidak terlalu cepat.
2. Setelah pertanyaan diajukan, siswa diberi waktu untuk menangkap makna pertanyaan dan mencari jawabannya, setelah itu ditunjuk seorang siswa untuk mengemukakan jawabannya.
3. Menggilirkan kesempatan untuk menjawab sedemikian rupa, sehingga merata keseluruh kelas agar semua siswa mendapat kesempatan yang sama.
4. Jangan mengulangi pertanyaan, agar siswa terbiasa utuk selalu memusatkan perhatiannya; hal ini dapat pula menumpuk kebiasaan siswa untuk menjadi pendengar yang baik. Disamping itu, pertanyaan yang diulang dengan redaksional yang lain akan membingungkan siswa yang telah mulai menyusun jawabannya. Demikian pula: jangan mengulangi jawaban siswa.
5. Agar memberi reaksi positif terhadap jawaban siswa yang tepat. Guru harus dapat mengarahkan siswa untuk membetulkan/menyempurnakan jawabannya.
6. Agar mendorong partisipasi siswa dalam memberi kesempatan kepada siswa yang kurang spontan atau pemalu.
7. Sedapat mungkin kalimat pertanyaan jangan terlalu panjang yang
mungkin akan menyulitkan siswa untuk menangkapnya. 8. Biasakanlah memberikan pertanyaan mengarahkan dan atau menggalikepada siswa yang memberikan jawaban yang salah/tidak sempurna. Apabila siswa tidak dapat menjawab, berikanlah pertanyaan lain yang berhubungan dengan pertanyaan yang pertama tetapi lebih mudah, dan
apabila pertanyaan yang kedua telah dapat dijawab dengan benar, kembalilah kepada pertanyaan semula.
9. Sebaliknya bagi siswa yang dengan tepat menjawab pertanyaan
pertama, dapat dilanjutkan dengan pertanyaan yang kedua yang lebih
tinggi tingkatannya, hal ini akan memperluas wawasan dan
mempertajam analisis siswa terhadap masalah yang dihadapinya.
10. Jangan anda menjawab sendiri pertanyaan yang anda ajukan, kecuali pada pertanyaan teoritis, meskipun tidak seorangpunsiswa yang dapat menjawabnya degan no. 8.
11. Berikanlah kesempatan untuk menjawab satu pertanyaan pada beberapa orang siswa.
12. Hindari pertanyaan yang :
a. Mengandung sugesti,
b. Hanya menuntut jawaban “ya” atau “tidak”.
c. Pertanyaan yang kompleks, yang meminta berbagai halsekali jawab.
13. Pertanyaan siswa yang diajukan kepada guru sedapat mungkin dipantulkan kembali kepada siswa lainnya untuk dijawab, apabila tak seorangpun yang dapat menjawabnya, barulah guru yang menjawabnya. Dan apabila guru tidak siap untuk menjawabnya, sebaiknya dikatakan terus terang, dan pada kesempatan berikutnya
barulah pertanyaan itu dijawabnya. 14. Gunakan teknik penguatan (reinforcement) dengan bijaksana dan baik
dengan verbal (ya, betul, baik sekali…) maupun dengan nonverbal
(ekspresi wajah, anggukan kepala, berjalan mendekati…) kadang-kadang reaksi non verbal lebih berpengaruh dari pada reaksi verbal.

Guru dalam mengajukan pertanyaan memerlukan beberapa teknik, hal ini juga terjadi pada siswa ketika siswa mengajukan pertanyaan ada teknik-teknik tertentu. Teknik-teknik siswa dalam mengajukan pertanyaan antara lain:
1) Substansi pertanyaan Pertanyaan yang diajukan oleh siswa sesuai denganmateri yang
sedang dipelajari dan jawabannya sedapat mungkin tidak terlalu singkat.
2) Frekuensi pertanyaan dalam 1 jam pelajaran Siswa yang tergolong aktif dalam bertanya dalam 1 jam pelajaran
siswa tersebut mengajukan pertanyaan lebih dari enam pertanyaan.
3) Bahasa
Bahasa yang digunakan ketika siswa mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa resmi yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD) dan intonasi baik.
4) Suara
Volume suara ketika siswa mengajukan pertanyaan hendaknya dapat terdengar oleh seluruh siswa.
5) Kesopanan
Kesopanan pada saat mengajukan pertanyaan hendaknyamenggunakan tutur kata yang baik dan serius.

Iklan

05/14/2013 - Posted by | Belajar Dan Pembelajaran

1 Komentar »

  1. bagaimana siklus perkembang biakan pada pakis??? tolong di jawab pleas!!!!

    Komentar oleh yogi ananda brata | 08/22/2013


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: