BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

Kemandirian Belajar

1. Pengertian Kemandirian Belajar

            Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri. Seringkali orang menyalahartikan belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Bab II Undang undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Ikapi,2003: 15) yang menyatakan bahwa  pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Jelaslah bahwa kata mandiri telah muncul sebagai salah satu tujuan pendidikan nasional kita. Karena itu penanganannya memerlukan perhatian khusus semua guru, apalagi tidak ada mata pelajaran khusus tentang kemandirian.

            Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kemandirian adalah keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain[1].

             Pengertian belajar mandiri adalah sebagai berikut: [2]

1) Setiap individu berusaha  meningkatkan tanggung jawab untuk mengambil berbagai keputusan.

2) Belajar mandiri dipandang sebagai suatu sifat yang sudah ada pada setiap orang dan situasi pembelajaran.

3) Belajar mandiri bukan berarti memisahkan diri dengan orang lain.

4) Dengan belajar mandiri, siswa dapat mentransferkan hasil belajarnya yang berupa pengetahuan dan keterampilan ke dalam situasi yang lain.

5) Siswa yang melakukan belajar mandiri dapat melibatkan berbagai sumber daya dan aktivitas, seperti: membaca sendiri, belajar kelompok, latihan-latihan, dialog elektronik, dan kegiatan korespondensi.

6) Peran efektif guru dalam belajar mandiri masih dimungkinkan, seperti dialog dengan siswa, pencarian sumber, mengevaluasi hasil, dan memberi gagasan-gagasan kreatif.

7) Beberapa institusi pendidikan sedang mengembangkan belajar mandiri menjadi program yang lebih terbuka (seperti Universitas Terbuka) sebagai alternatif pembelajaran yang bersifat individual dan program-program inovatif lainnya.

            Dari pengertian belajar mandiri menurut Hiemstra di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kemandirian adalah perilaku siswa dalam mewujudkan kehendak atau keinginannya secara nyata dengan tidak bergantung pada orang lain, dalam hal ini adalah siswa tersebut mampu melakukan belajar sendiri, dapat menentukan cara belajar yang efektif, mampu melaksanakan tugas-tugas belajar dengan baik dan mampu untuk melakukan aktivitas belajar secara mandiri.

            Kegiatan-kegiatan yang perlu diakomodasikan dalam pelatihan belajar mandiri adalah sebagai berikut:

a) Adanya kompetensi-kompetensi yang ditetapkan sendiri oleh siswa untuk menuju pencapaian tujuan-tujuan akhir yang ditetapkan oleh program pelatihan untuk setiap mata pelajaran.

b) Adanya proses pembelajaran yang ditetapkan sendiri oleh siswa.

c) Adanya input belajar yang ditetapkan dan dicari sendiri. Kegiatan-kegiatan itu dijalankan oleh siswa, dengan ataupun tanpa bimbingan guru.

d) Adanya kegiatan evaluasi diri (self evaluation) yang dilakukan oleh siswa sendiri.

e) Adanya kegiatan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani siswa.

f) Adanya past  experience reviewatau review terhadap pengalaman-pengalaman yang telah dimiliki siswa.

g) Adanya upaya untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa.

h) Adanya kegiatan belajar aktif.[3]

            Berdasarkan uraian tentang kegiatan-kegiatan dalam pelatihan belajar menurut Haris Mudjiman di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa siswa yang memiliki kemandirian belajar adalah siswa yang mampu menetapkan kompetensi-kompetensi belajarnya sendiri, mampu mencari input belajar sendiri, dan melakukan kegiatan evaluasi diri serta refleksi terhadap proses pembelajaran yang dijalani siswa.

2. Aspek-aspek Kemandirian Belajar

            Dalam keseharian siswa sering dihadapkan pada permasalahan yang menuntut siswa untuk mandiri dan menghasilkan suatu keputusan yang baik. Song and Hill (2007: 31-32) menyebutkan bahwa kemandirian terdiri dari beberapa aspek, yaitu :

1)  Personal Attributes

            Personal attributes merupakan aspek yang berkenaan dengan motivasi dari pebelajar, penggunaan sumber belajar, dan strategi belajar. Motivasi belajar merupakan keinginan yang terdapat pada diri seseorang yang merangsang pebelajar untuk melakukan kegiatan belajar. Ciri-ciri motivasi antara lain:  (a) tanggung jawab (mereka yang memiliki motivasi belajar merasa bertanggung jawab atas tugas yang dikerjakannya dan tidak meninggalkan tugasnya sebelum berhasil menyelesaikannya), (b) tekun terhadap tugas (berkonsentrasi untuk menyelesaikan tugas dan tidak mudah menyerah), (c) waktu penyelesaian tugas (berusaha menyelesaikan setiap tugas dengan waktu secepat dan seefisien mungkin), (d) menetapkan tujuan yang realitas (mampu menetapkan tujuan realistis sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, mampu berkonsentrasi terhadap setiap langkah untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi setiap kemajuan yang telah dicapai.

            Dalam belajar, sumber belajar yang digunakan siswa tidak terbatas, asalkan sesuai dengan materi yang dipelajari dan dapat menambah pengetahuan siswa. Sedangkan yang dimaksud dengan strategi belajar di siniadalah segala usaha yang dilakukan siswa untuk menguasai materi yang sedang dipelajari, termasuk usaha yang dilakukan apabila siswa tersebut mengalami kesulitan.

2)  Processes

            Processes merupakan aspek yang berkenaan dengan otonomi proses pembelajaran yang dilakukan oleh pebelajar meliputi perencanaan, monitoring, serta evaluasi pembelajaran. Kegiatan perencanaan meliputi: (a) mengelola waktu secara efektif (pembuatan jadwal belajar, menyusun kalender studi untuk menulis atau menandai tanggal-tanggal penting dalam  studi, tanggal penyerahan tugas makalah, tugas PR, dan tanggal penting lainnya, mempersiapkan buku, alat tulis, dan peralatan belajar lain), (b) menentukan prioritas dan manata diri (mencari tahu mana yang paling penting dilakukan terlebih dahulu dan kapan mesti dilakukan).

3)  Learning Context

            Fokus dari learning context adalah faktor lingkungan dan bagaimana faktor tersebut mempengaruhi tingkat kemandirian pebelajar. Ada beberapa faktordalam konteks pembelajaran yang dapat mempengaruhi pengalaman mandiri pebelajar antara lain, structure dan nature of task.

            Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar siswa merupakan suatu bentuk belajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan tujuan belajar, perencanaan belajar, sumber-sumber belajar, mengevaluasi belajar, dan menentukan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhannya sendiri. Aspek yang menunjukkan kemandirian belajar siswa dalam penelitian ini, yaitu personal attributes,  processes, dan learning context. Dalam pembelajaran matematika, kemandirian belajar dapat dilakukan dalam kegiatan berdiskusi.Semakin besar peran aktif siswa dalam berbagai kegiatan tersebut, mengindikasikan bahwa siswa tersebut memiliki kemandirian belajar yang tinggi.


[1] Departemen Pendidukan Nasional. (2006). Panduan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan ( KTSP ) SD/MI. Jakarta : Depdiknas.

[2] Hiemstra. (1994). “Self Directed Learning”. [Online]. Tersedia: http://www.nwrel.org/

planning/report/self directed learning/index.php. [02 April 2013].P. 1

[3] Mujiman, Haris ( 2006 ).  Manajemen Pelatihan Berbasis Belajar Mandiri. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.p. 20-21

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

IKLAN BUKU

Dijual E-Book EXCELLENT BIOLOGY FOR SMP  Harga hanya Rp 20.000 (dua puluh ribu rupiah) info dan pemesanan hubungi pak zaif  HP: 081938633462,E-Mail: Zaifbio@gmail.com

2013-04-25_215950

SINOPSIS BUKU

EXCELLENT BIOLOGY FOR SMP

OLEH: HUZAIFAH HAMID S.Pd

            Mata pelajaran Biologi yang tergabung dalam IPA Terpadu pada jenjang pendidikan SMP, merupakan mata pelajaran yang menarik, disukai siswa sekaligus menantang. Meskipun tergolong ilmu pasti, namun mata pelajaran Biologi memiliki keunikan tersendiri. Ciri khas dari setiap mata pelajaran biologi adalah diperlukannya hafalan serta pemahaman yang mendalam pada setiap bab yang dipelajari karena langsung berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, berbeda dengan mata pelajaran ilmu pasti lainnya yang lebih menjurus kea rah berhitung.

Buku EXCELLENT BIOLOGY FOR SMP ini berisi rangkuman pelajaran Biologi kelas VII, VIII, dan IX. Setiap bab yang disajikan dalam buku ini berisi intisari hal-hal yang esensial dan paling penting untuk dipelajari dari setiap bab dalam pelajaran Biologi SMP. Tidak hanya berisi rangkuman pelajaran buku ini juga dilengkapi dengan beberapa contoh gambar yang menunjang penjelasan materi pada setiap bab, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih tertarik dan paham. Selain itu hal baru dan berbeda dari buku lainnya adalah pada buku ini terdapat rubrik Temukan. Rubrik ini berisi ajakan untuk membuka website berkaitan dengan materi yang dipelajari. Diharapkan rubrik ini akan mendorong siswa untuk membiasakan diri memperkaya wawasan dan pengetahuan dari berbagai sumber.

IKLAN BUKU

Dijual E-Book CARA MUDAH MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ICT(PANDUAN PEMBUATAN BLOG, DAN VIDEO UNTUK PEMBELAJARAN) harga hanya Rp 20.ooo (Dua puluh ribu rupiah) info dan pemesanan hubungi pak zaif  HP: 081938633462,E-Mail: Zaifbio@gmail.com

2013-04-24_222353

SINOPSIS BUKU

CARA MUDAH MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ICT

(PANDUAN PEMBUATAN BLOG, DAN VIDEO UNTUK PEMBELAJARAN)

 

Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong pembelajar untuk melakukan praktik-praktik dengan benar.

Ada beberapa media pembelajaran berbasis ICT yang saat ini ramai dibicarakan yaitu Blog dan Video. Blog adalah catatan pribadi seseorang di internet. berisi informasi yang sering di update dan kronologis. Blog memberikan sebuah peluang agar kegiatan belajar lebih menarik dan interaktif. Selain itu, di dalam sebuah blog terdapat fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung potensi setiap pelajar dalam mengembangkan materi pelajarannya seperti adanya video, gambar, hingga Link (jaringan) ke berbagai sumber pembelajaran.  Sedangkan video itu berkenaan dengan apa yang dapat dilihat, utamanya adalah gambar hidup (bergerak; motion), proses perekamannya, dan penayangannya yang tentunya melibatkan teknologi, menurut munadi video adalah teknologi pemprosesan sinyal elektronik meliputi gambar gerak dan suara.

Buku ini akan menjelaskan secara detail dan mudah mengenai cara pembuatan kedua media pembelajaran diatas yaitu pembuatan Blog dan video, tidak hanya panduan yang diberikan di dalam buku ini juga dilengkapi dengan gambar dari setiap proses pembuatan video dan blog sehingga memudahkan pengguna untuk menirunya, selain itu juga di awal pembahasan buku ini pembaca akan diberi definisi, manfaat dan berbagai tinjauan pustaka mengenai video dan blog, jadi jika ingin menjadi guru yang lebih kreatif dan tidak ketinggalan jaman jangan lupa baca buku ini

Iklan

04/28/2013 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | Tinggalkan komentar

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture to Picture

Salah satu model pembelajaran kooperatif yang mejadi bahan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah model  picture to picture. Pembelajaran dengan menggunakan model ini menitikberatkan kepada gambarsebagai media penanaman sutu konsep tertentu. Gambar-gambar yang disajikan atau diberikan menjadifactor utama dalam proses pembelajaran karena siswa akan belajar memahami suatu konsep atau fakta dengan cara mendeskripsikan dan menceritakan gambaryang diberikan berdasarkan ide/gagasannya. Dalam proses pembelajarannya penggunaan media gambar dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, kreatif dan menemukan sendiri dengan bantuan guru materi yang dipelajari.

Media gambar menurut Riyanto (1990) merupakan salah satu jenis bahasa yang memungkinkan terjadinya komunikasi, yang diekspresikan lewat tanda dan simbol.  Media gambar merupakan salah satu jenis bahasa yangmemungkinkan terjadinya komunikasi, yang diekspresikan lewat tanda dan simbol.

Jenis jenis media gambar menurut  menurut Riyanto (1990)  dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1.Foto dokumentasi; menyangkut dokumen yang berhubungan dengan nilai sejarah.

2.Foto aktual; gambar atau problem aktual ini menggambarkan kejadian kejadian atau problem aktual.

3.Gambar atau foto reklame; gambar ini bertujuan untuk mempengaruhi manusia dengan tujuan komersial. Gambar ini terdapat dalam  surat kabar, majalah-majalah, buku-buku, poster-poster. Gambar ini dapatdigunakan sebagai media pendidikan dalam pelajaran ekonomi, pengetahuan sosial,bahasa dan lain-lain.

4.Gambar atau foto simbolik; jenis ini terutama dalam bentuk simbol yang mengungkapkan pesan tertentu, misalnya gambar ular  yang sedang makan kelinci merupakan simbol yang mengungkapkan suatu kehidupan manusia yang mendalam.

Sudjana dan Rivai (2002) mengungkapkan beberapa kelebihan pembelajaran dengan mengunakan media gambar sebagai berikut:

a. konkrit, lebih realistis dan menunjukkan pokok masalah atau pesan yang akan

dikomunikasikan bila dibandingkan media verbal.

b. dapat mengatasi batasan ruang dan waktu

c. dapat mengatasi keterbatasan indera

d. dapat memperjelas suatu masalah yang kompleks

e. murah harganya dan mudah diperoleh.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model picture to picture mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan model yang lainnya yaitu :

1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa

2. Melatih berpikir logis dan sistematis.

3. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.

4. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.

5. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya

Sedangkan Koyok dan Zurkarimen dikutip Moh Uzer Usman (1992), berpendapat bahwa kelemahan media gambar adalah gambar hanya menekankan persepsi indera mata dan gambar yang terlalu kecilkurang efektif dalam kegiatan pengajaran. Begitu pula dengan Riyanto (1990), memberikan beberapa kelemahan dari penggunaan media gambar sebagi berikut:

(1) tafsiran orang yang melihat gambar akan berbeda akan terjadi ketidak samaan dalam penafsiran gambar,

(2) gambar hanya menampilkan persepsi indera mata,

(3) gambar hanya disajikan dalam ukuran kecil mengakibatkan kurang efektif untuk proses pengajaran.

Langkah-langkah pembelajaran dengan model  picture to picture adalah sebagai berikut :

1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

Langkah pertama ini sangat penting disampaikan kepada siswa agar mereka dapat mengukur sejauh mana materi yang harusdikuasainya. Di samping itu guru juga harus menyampaikan indikator-indikator ketercapaian kompetensi dasar, dengan tujuan agar siswa dapat mencapai kriteria ketuntasan mninimal yang ditetapkan

2. Guru menyajikan materi sebagai pengantar pembelajaran Penyajian materi sebagai pengantar merupakan hal yang sangat penting diberikan oleh guru dengan tujuan mengarahkan siswaagar mencapai tujuan yang ditetapkan . Dalam penyampaiannya , guru haruslah kreatif mencari cara dan teknik yang baik agar siswa termotivasi untuk belajar lebih dalam tentang materi yang akan dipelajari

3.  Guru menunjukkan gambar atau memperlihatkan gambar  yang berhubungan dengan materi Dalam langkah ini, guru memperlihatkan beberapa gambar yang yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan dan menanyakan kepada siswa tentang nama, ciri-ciri benda yang ditunjukkan .

4.  Guru memberikan kumpulan gambar kepada siswa dalam kelompok. Dalam langkah ini guru haruslah dapat melakukan inovasi agar gambar yang menjadi media untuk model pembelajaran ini dapat menarik dan memotivasi siswa untuk memahami suatu konsep yang diajarkan

4. Siswa mengamati gambar- gambar dan mengklasifikasi ciri-ciri. Pada langkah ini, siswa dalam kelompok mengamati gambar-gambar yang diberikan guru. Siswa melakukan diskusi kelompok untuk menentukan nama, ciri-ciri benda yang diamati. Hasil diskusi kelompok dicatat dalam catatan khusus , dipandu dengan lembaran kerja siswa yang dibuat guru

5. Siswa mengemukan pendapat/mempresentasikan alasan pemikiran. Siswa dilatih untuk mengemukan alasan pemikiran atau pendapat tentang hasil diskusi kelompoknya dengan cara melaporkan hasilnya di depan kelas. Dalam lngkah ini peran guru sangatlah penting sebagai fasilitator dan motivator adar siswa bernai mengemukan pendaptnya. Biasanya siswa pada kelas rendah tidak berani untuk berbicara kecuali dituntun dan dimotivasi oleh gurunya.

6. Guru bersama sama dengan siswa melakukan diskusi kelas tentang hasil pemikiran dari tiap kelompok. Guru dapat meotivasi dan mengajak siswa untuk berdiskusi, bertanya kepada teman yang melaporkan pekerjaannya di depan kelas. Pekerjaan ini sangat sulit dilakukan, sehingga guru harus berinovasi agar siswa mau bertanya dan menjawab pertanyaan gdari temannya maupun dari guru. Guru bisa membantu dengan memberikan kalimat yang belum lengkap sehingga siswa bisa melanjutkan apa yang akan disampaikan.

7. Penarikan kesimpulan pembelajaran bersama-sama. Langkah terakhir pada pembelajaran dengan model  picture to picture adalah guru mengajak siswa untuk dapat bersama-sama menyimpulkan materi yang dipelajari dengan kata-kjata dan bahasasendiri. Pada langkah ini , guru harus sering melakukan penekanan-penekanan pada hal yang ingin dicapai dengan meminta siswa lain mengulangi, dan menuliskan kembali konsep-konsep yang ingin dicapaisesuai dengan indikator yang harapkan.

main_education

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

04/05/2013 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | 3 Komentar