BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

Media Realia

1. Definisi Media

            Kata media berasal dari bahasa latin ‘medius’ yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’, atau ‘pengantar’[1]. Menurut Bovee yang dikutip Ena (2001), media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan[2]. Selain itu beberapa ahli mengemukakan bahwa media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Telah banyak pakar dan juga organisasi (lembaga) yang mendefinisikan media ini, beberapa definisi tentang media pembelajaran ini adalah sebagai berikut: media pembelajaran atau media pendidikan adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk media pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya, ahli lain menyampaikan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat  dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara, NEA, mengemukakan media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya. B berpendapat media adalah alat bantu untuk memberikan perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses belajar. Lain lagi dengan yang menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik untuk belajar[3].

Dari berbagai pendapat di atas, jelaslah bahwa pada dasarnya semua pendapat tersebut memosisikan media sebagai suatu alat atau sejenisnya yang dapat dipergunakan sebagai pembawa pesan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Pesan yang dimaksud adalah materi pelajaran. Keberadaan media dimaksudkan agar pesan dapat lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh peserta didik. Bila media adalah sumber belajar, secara luas dapat diartikan bahwa manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan dapat disebut sebagai media.

Untuk lebih mengkongkritkan penyajian pesan, sekitar pertengahan abad 20 mulai digunakan alat audio sehingga lahirlah istilah alat bantu audiovisual. Usaha tersebut terus berlanjut. Edgar Dale mengklasifikasikan sepuluh tingkat pengalaman belajar dari yang paling konkret sampai dengan yang paling abstrak. Klasifikasi ini dikenal dengan nama kerucut pengalaman Dale.

Pada akhir tahun 1950-an teori komunikasi mulai masuk memengaruhi penggunaan alat bantu audiovisual dalam kegiatan pembelajaran. Menurut teori ini ada tiga komponen penting dalam proses penyampaian pesan yaitu sumber pesan, media penyalur pesan, dan penerima pesan. Sejak saat itu alat bantu audiovisual tidak lagi hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja, tetapi juga sebagai alat penyalur pesan. Hanya saja faktor peserta didik yang menjadi komponen utama dalam proses belajar belum mendapat perhatian. Baru pada tahun 1950 – 1965 orang mulai memerhatikan peserta didik sebagai komponen yang penting dalam proses pembelajaran. Teori tingkah laku ajaran Skinner mulai memengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran. Teori ini mendorong orang untuk lebih memerhatikan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Pada tahun 1965 – 1970 pendekatan sistem mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran. Pendekatan sistem ini mendorong penggunaan media sebagai bagian yang integral dalam program pembelajaran.

Setiap program pembelajaran hendaknya direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada peserta didik dan berdasarkan kebutuhan serta karakteristiknya. Media tidak lagi dipandang sebagai alat bantu guru, tetapi juga diberi wewenang membawa pesan.Oleh karena itu, media haruslah dipilih dan dikembangkan secara sistematis dan digunakan secara integral dalam proses pembelajaran. Demikianlah, apabila kita mendengar kata media saat ini, maka istilah ini hendaknya ditafsirkan dalam pengertiannya yang terakhir, meliputi mulai dari alat bantu guru hingga pembawa pesan dari kurikulum.

                                                                                                                   

2. Pengertian media dalam Matematika

            Mathematics has been called the queen of the sciences (matematika disebut ratu ilmu pengetahuan) . Matematika adalah salah satu ilmu yang sangat penting dalam kehidupan kita karena merupakan ilmu yang sangat mendasar. The most quoted statement here is that of Bertrand Russel : mathematics may be defined as the subject in which we never know what we are talking about, nor whether what we say is true(pernyataan yang paling banyak dikutip oleh Bertrand Russel: matematika bisa didefinisikan sebagai subyek dimana kita tidak pernah tahu apa yang kita bicarakan maupun kita tidak pernah tau apa yang kita bicarakan itu benar). Sehingga diperlukan wawasan yang sangat luas dan mendalam untuk mengetahui hakekat matematika. Kita harus mengerti tentang isi, pendekatan pemahaman, dan pola pikir yang digunakan dalam matematika, serta peran matematika itu sendiri.

            Menurut James matematika adalah ilmu tentang logika, mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang saling berhubungan satu sama lain yang terbagi dalam tiga bidang yaitu aljabar, analisis, serta geometri[4].

            Sedangkan berpendapat bahwa matematika itu bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam[5].

            Adapun beberapa definisi/pengertian matematika adalah sebagai berikut:

1) Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan teroganisir secara sistematik.

2) Matematika adalah pengetahuan bilangan dan kalkulasi.

3) Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan berhubungan dengan bilangan.

4) Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan

masalah tentang ruang dan bentuk.

5) Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logik.

6) Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat[6].

            Dari penjelasan tentang definisi matematika, maka dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika yang mempelajari struktur dan pola daribentuk, susunan, dan besaran yang saling berhubungan satu sama lain yang terbagi dalam aljabar, analisis, dan geometri serta tersusun secara hierarkis, sistematis, dan teratur untuk membantu manusia memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam.

            Belajar matematika sangat terkait dengan berpikir matematis. Berpikir matematis menurut Dienes berkenaan dengan penyeleksian himpunan-himpunan unsur matematika, dan himpunan-himpunan ini menjadi unsur-unsur dari himpunan-himpunan baru yang lebih rumit dan seterusnya. Belajar matematika haruslah bertahap, dimulai dari yang dasar sesuai dengan hakekat matematika bahwa matematika adalah ilmu yang mempelajari benda pikiran yang masih bersifat abstrak. Sehingga dalam pembelajaran matematika siswa harus diajarkan secara perlahan dimulai dari yang konkret kemudian yang bersifat abstrak[7].

Media pembelajaran matematika adalah sarana dalam menyajikan, mempelajari, memahami, dan memmpermudah dalam mempelajari matematika. Matematika bersifat abstrak, bagi siswa SD berfikir secara abstrak mungkin hal yang sulit. Oleh karena itu, diperlukan alat yang dapat membantu siswa membayangkan hal yang bersifat abstrak melalui benda konkret. Media pembelajaran matematika bisa berupa alat peraga/model, lembar kerja siswa, tayangan, software, dan sebagainya. Media pembelajaran tidak selalu berbentuk alat peraga. Papan tulis bisa menjadi media pembelajaran utama untuk menjelaskan beberapa pokok bahasan.

Agar media pembelajaran menjadi efektif dan efisien serta dapat digunakan dalam jangka panjang, dibutuhkan beberapa pertimbangan dalam membuatnya yaitu sebagai berikut:

  • local material (bahan-bahan mudah didapat)
  • proses pembuatan hendaknya menggunakan alat yang tepat agar hasilnya akurat
  • mudah untuk dibuat oleh sendiri
  • efisien dalam menggunakan bahan
  • terdapat petunjuk penggunaan
  • mudah digunakan, baik oleh siswa, guru dan orang lain yang membutuhkan
  • dapat membantu memahami materi
  • tidak berbahaya
  • tampilannya menarik
  • tahan lama
  • bernilai jual

3. Tujuan Media

Dalam proses pembelajaran, media memiliki tujuan sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima danmengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan media dalam proses pembelajaran ditunjukkan pada Gambar

Gambar Tujuan Media dalam Pembelajaran

Media pengajaran merupakan salah satu komponen pengajaran yang dapat mengefektifkan interaksi guru dan siswa serta siswadengan lingkungannya. Maka dari itu mediaa merupakan hal yang penting yang dapat membantu dalam proses pengajaran.

Dalam situs http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/media-pembelajaran/media memiliki beberapa tujuan, diantaranya:

1.  media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik.

2.  media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas.

3.  media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.

4.  media menghasilkan keseragaman pengamatan.

5.  media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.

6.  media membangkitkan keinginan dan minat baru.

7.  media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.

8.  media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak[8] .

Sejalan dengan penjelasan di atas mengenai tujuan media pembelajaran adalah membuat proses pembelajaran berjalan lebih menarik, membantu penyampaian pengajar kepada pembelajar lebih mudah.

Dalam hal lain, media pembelajaran memiliki tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan kegunaan pembelajaran. Tujuan dari media tersebut akan terasa apabila diletakkan pada posisi yang tepat. Penggunaan media pembelajaran sebagai alat bantu tidak boleh sembarangan, seorang pengajar harus memperhatikan dan mempertimbangkan apakah media yang akan digunakan sesuai dengan tujuan pengajaran atau tidak.

Beberapa tujuan media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu:

1)  Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat

menumbuhkan motivasi belajar.

2)  Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran.

3)  Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata  komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh  guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru

mengajar pada setiap jam pelajaran.

4)  Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya

mendengarkan uraian guru, mendemontrasikan, memerankan dan  lain-lain[9].

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan media pembelajaran adalah untuk membantu proses pembelajaran dan meningkatkan motivasi belajar siswa.

Levi dan Lentz mengemukakan bahwa terdapat empat tujuan media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu:

1)  Fungsi atensi; yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan  dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

2)  Fungsi afektif; yaitu media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar atau membaca teks yang bergambar.

3)  Fungsi kognitif; artinya lambang visual atau gambarakan memperlancar pencapaian tujuan yang terkandung dalam gambar.

4)  Fungsi kompensatoris; yaitu media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan dengan secara verbal[10].

Dari uraian-uraian di atas, dapat disimpulkan bahwaperanan atau kedudukan media pembelajaran merupakan komponen metode mengajar sebagai salah satu upaya untuk menghubungkan prosesinteraksi guru dengan siswa dan siswa dengan lingkungan belajarnya. Dengan demikian, maka fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu  dalam proses pembelajaran, yakni menunjang penggunaan metode mengajar yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu, penggunaan media dalam  proses pembelajaran sangat dianjurkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

 

4.  Manfaat Media

Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara lebih khusus beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton misalnya mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran, yaitu:

1)  Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan.

Setiap guru mungkin mempunyai penafsiran yang  berbeda-beda terhadap suatu konsep materi pelajaran tertentu. Dengan bantuan media, penafsiran yang beragam tersebut dapat dihindari sehingga dapat disampaikan kepada siswa secara seragam.

2)  Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.

Dengan berbagai potensi yang dimilikinya, media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi.

3)  Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.

Media dapat membantu guru dan siswa melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran.

4)  Efisiensi dalam waktu dan tenaga.

Dengan media, tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin.

5)  Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa

Penggunaan media bukan hanya membuat proses pembelajaran lebih efisien, tetapi juga membantu siswa menyerap materi belajar lebih mendalam dan utuh.

6)  Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara lebih leluasa, kapanpun dan dimanapun, tanpa tergantung pada keberadaan seorang guru.

7)  Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan

proses belajar.

Dengan media, proses pembelajaran  menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.

8)  Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif[11].

Dengan memanfaatkan media secara baik, seorang guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa.

Selain beberapa manfaat media yang telah dikemukakan di atas, masih banyak manfaat praktis lainnya. Manfaat praktis media pembelajaran antara lain dijelaskan sebagai berikut.

  Media pembelajaran dapat  membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit.

  Media juga dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu.

  Media dapat membantu mengatasi keterbatasan indera manusia.

  Media juga dapat menyajikan obyek pelajaran berupa benda atau peristiwa langka dan berbahaya ke dalam kelas.

  Informasi pelajaran yang disajikan dengan media yang tepat akan memberikan kesan mendalam dan lebih lama tersimpan pada diri siswa.

Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang bisa  digunakan oleh guru di sekolah. Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkannya adalah media cetak (buku) dan papan tulis. Selain itu banyak sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain  seperti gambar, model, dan Overhead Proyektor (OHP) dan obyek-obyek nyata. Sedangkan media lainnya seperti kaset audio, video, VCD, slide (film bingkai), program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru. Meskipun demikian, sebagai seorang guru alangkah baiknya kita mengenal beberapa jenis media pembelajaran tersebut. Hal ini dimaksudkan agar mendorong kita untuk mengadakan dan memanfaatkan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

 

5.  Karakteristik Media Realia dalam Matematika

            media realia adalah benda nyata yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar. Pemanfaatan media realia tidak harus dihadirkan secara nyata dalam ruang kelas, melainkan dapat juga dengan cara mengajak siswa melihat langsung (observasi) benda nyata tersebut ke lokasinya[12].

            Realia dapat digunakan dalam kegiatan belajar dalam bentuk sebagaimana adanya, tidak perlu dimodifikasi, tidak ada pengubahan kecuali dipindahkan dari kondisi lingkungan aslinya. Ciri media realia yang  asli adalah benda yang masih dalam keadaan utuh, dapat dioperasikan, hidup, dalam ukuran yang sebenarnya, dan dapat dikenali sebagai wujud aslinya. Media realia sangat bermanfaat terutama bagi siswa yang tidak memiliki pengalaman  terhadap benda tertentu.

            Misalnya untuk mempelajari binatang langka, siswa diajak melihat badak yang ada di kebun binatang. Selain observasi dalam kondisi aslinya, penggunaan media realia juga dapat dimodifikasi. Modifikasi media realia bisa berupa: potongan benda (cutaways), benda contoh (specimen), dan pameran (exhibid). Cara potongan (cutaways)  adalah benda sebenarnya tidak digunakan secara utuh atau menyeluruh, tetapi hanya diambil sebagian saja yangdianggap penting dan dapat mewakili aslinya. Misalnya binatang langka hanya diambil bagian kepalanya saja.

            Benda contoh (specimen) adalah benda asli tanpa dikurangi sedikitpun. Yang dipakai sebagai contoh untuk mewakili karakter darisebuah benda dalam jenis atau kelompok tertentu. Misalnya beberapa ekor ikanhias dari jenis tertentu, yang dimasukkan dalam sebuah toples berisi air untuk diamati di dalam kelas. Pameran (exhibit) menampilkan benda benda tertentu yang dirancang seolah olah berada dalam lingkungan atau situasi aslinya. Misalnya senjata senjata kuno yang masih asli ditata dan dipajang seolah olah mengambarkan situasi perang pada jaman dulu.

            Dalam memhami karakteristik media realia dalam pembelajaaran matematika, harus juga dipahami mengenai makna dari pembelajaran matematika tersebut Pembelajaran matematika merupakan upaya penataan lingkungan agar proses belajar atau pembentukan pengetahuan dan pemahaman matematika oleh siswa berkembang secara optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan[13] .

            Menurut Erman Suherman, fungsi mata pelajaran matematika sebagai berikut:

a) Alat

            Siswa diberi pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu informasi misalnya melalui persamaan-persamaan, atau tabel-tabel dalam model-model matematika yang merupakan penyederhanaan dari soal-soal cerita atau soal-soal uraian matematika lainnya. Bilaseorang siswa dapat melakukan perhitungan tetapi tidak tahu alasannya, maka tentu ada yang salah dalam pembelajarannya atau ada sesuatu yang belum dipahami.

b) Pola Pikir

            Belajar matematika bagi para siswa, juga merupakan pembentukan pola pikir dan pemahaman suatu pengertian maupun penalaran dalam suatu hubungan di antara pengertian-pengertian itu. Di dalam proses penalaran siswa, dikembangkan pola pikir induktif maupun deduktif. Namun semuanya harus disesuaikan dengan perkembangan kemampuan siswa, sehingga pada akhirnya akan sangat membantu kelancaran proses pembelajaran matematika di sekolah.

c) Ilmu Pengetahuan

            Fungsi matematika sebagai ilmu pengetahuan, dan tentunya pengajaran matematika di sekolah harus diwarnai oleh fungsi yang ketiga ini. Guru harus mampu menunjukkan betapa matematika selalu mencari kebenaran, dan bersedia meralat kebenaran yang sementara diterima, bila ditemukan kesempatan untuk mencoba mengembangkan penemuan-penemuan sepanjang mengikuti pola pikir yang sah[14].

            Beberapa jenis media yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Masing-masing media tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan, namun dalam kegiatan belajar mengajar dikelas guru dapat menggabungkan beberapa media dengan tujuan agar penggunaan media dapat saling melengkapi satu sama lain dan dapat menutupikelemahan-kelemahan salah satu media. Oleh sebab itu, hendaknya perhatikan kriteria media yang akan digunakan di kelas. Sudjana dan Rivai menyatakan bahwa:

            “Penggunaan media sangat bergantung kepada tujuan pengajaran, bahan pengajaran, kemudahan memperoleh media yang diperlukan serta kemampuan guru dalam menggunakannya dalam kegiatan belajar mengajar dikelas”[15].

            Secara umum, Wibawa menjelaskan faktor- faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media atau kriteria pemilihan media dalam matematika adalah:

1)  Tujuan, artinya ketika guru memilih media yang akan digunakan berdasarkan tujuan yang telah dirancang sebelumnya. Jika tujuannya membuat anak memahami konsep bilangan, maka guru dapat mempergunakan papan flanel angka, menyediakan beberapa bentuk angka dan menggunakan benda-benda pada saat mempelajari konsep bilangan.

2)  Karakteristik Siswa, penyediaan media juga berhubungan dengan jumlah anak, dimana lokasi belajarnya dan bagaimana gaya belajaranak di kelas. Dengan begitu, guru dapat menyediakan media sesuai dengan  jumlah anak agar semua anak mendapat kesempatan yang sama untuk mempergunakan media secara optimal.

3)  Karakteristik Media, guru harus mengetahui karakteristik media yang hubungannya dengan keunggulan dan kelemahan media tersebut. Misalnya

guru tidak mempergunakan media foto untuk mengajarkan gerakan, alangkah lebih baik apabila guru menggunakan media video.

4)  Alokasi Waktu, guru harus merencanakan berapa lama  anak mempergunakan media tersebut dan juga guru harus memperhatikan bagaimana cara merapikan kembali media tersebut. Hal ini berhubungan dengan  keefisienan media tersebut.

5)  Ketersediaan, sebelum guru mempergunakan televisi di kelas, guru harus

memperhatikan ketersediaan alat-alat pendukung televisi tersebut. Seperti ketersediaan stop kontak, aliran listrik dan sebagainya.

6)  Efektivitas, berhungan dengan apakah penggunaan media tersebut efektif

dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

7)  Kompatibilitas, media yang akan digunakan harus bersifat praktis, luwes dan tahan lama agar dapat digunakan diwaktu-waktu selanjutnya. Kemudian dalam penggunaanya tidak merepotkan guru dan anak sehingga mudah digunakan.

8)  Biaya, hal ini terkait dengan perawatan media yang  digunakan. Apakah

pemeliharaannya mudah atau memakan biaya yang sangat mahal.

            Berdasarkan beberapa penjelasan tentang kriteria  pemilihan media secara umum, dapat dilihat bahwa kriteria penggunaan mediasecara umum dipertimbangkan pada saat memilih media realia. Wibawa  mengungkapkan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh guru sebelum menggunakan media realia sebagai media pengajaran,  yaitu (1) karena benda nyata itu banyak macamnya, mulai dari benda-benda hidup sampai benda-benda mati, maka perlu dipertanyakan benda-benda atau makhluk hidup apakah yang mungkin dapat dimanfaatkan di kelas secara efisien,(2) bagaimanakah caranya agar benda-benda itu sesuai dengan pola belajar mengajar di kelas, (3) darimana kita memperoleh benda-benda itu.

            Selain itu, untuk penggunaan media pembelajaran agar lebih efektif, Heinich mengajukan model ASSURE. Model ini dicetuskan oleh Heinich  et.al

sejak tahun 1980-an dan terus dikembangkan oleh Smaldino et.al hingga sekarang model ini merupakan singkatan yang terdiri atas istilah [16].

            Model ASSURE merupakan akronim dari  analyze learner, state objective, select methods, media and materials, require learner participant and evaluate and revise. Adapun penjabaran dari ASSURE tersebut yaitu:

a)  Analyze learner (menganalisis peserta didik). Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, guru harus mengetahui karakteristik atau siapa yang akan kita ajarkan agar metode dan bahan ajar yang kita gunakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Yang perlu dianalisa dari  peserta didik adalah : karakteristik umum, kompetensi prasyarat baik pengetahuan, keterampilan, maupun tentang topik pembelajaran dan gaya belajarnya.

b)  State objective (merumuskan tujuan pembelajaran). Langkah selanjutnya ialah menuliskan tujuan pembelajaran secara spesifik. Tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu agar proses pembelajaran lebih terarah.Tujuan pembelajaran dapat diperoleh dari silabus, buku teks, dari kurikulum utama atau dikembangkan oleh guru.

c)  Select methods,  media and materials(memilih metode, media dan bahan ajar). Agar proses pembelajaran dapat lebih efektif maka guru harus bisa memilih metode, media dan bahan ajar yang tepat sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan yang hendak dicapai. Disini kecermatan dalam memilih sangat dibutuhkan agar proses pembelajaran tidak sia-sia dan mendaapat hasil yang maksimal. Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam memilih yaitu : memilih bahan pembelajaran yang sesuai, memodifikasi bahan  pembelajaran yang ada, merancang bahan pembelajaran baru.

d)  Utilize Media and Materials(memanfaatkan media dan bahan ajar). Guru dituntut untuk mampu memanfaatkan media dan bahan ajar seefektif dan semaksimal mungkin. Setelah memodifikasi atau mendesain bahan pembelajaran tahap selanjutnya ialah membuat perencanaan penggunaan bahan pembelajaran tersebut dalam mengimplementasikan metode yang digunakan.

e)  Require learner participant(mengembangkan peran peserta didik). Guru sebagai pengajar dituntut untuk lebih terampil sebagai upaya untuk mengembangkan peran peserta didik agar lebih aktif dalam kegiatan KBM atau dalam penggunaan bahan pembelajaran dapat dilakukandengan melibatkan pembelajaran.

f)  evaluate and revise  (menilai dan memperbaiki). Setelah melakukan KBM maka hal yang perlu dilakukan adalah memberikan penilaian untuk mengukur tingkat pemahaman atas materi yang baru saja diberikan dan setelah itu menilai seluruh komponen yuang ada dalam KBM tadi untuk mengetahui sejauh mana keefektivan dan dapat dijadika masukan bagi perbaikan penyelenggaraan KBM selanjutnya

            Apabila telah mengetahui kriteria dalam penggunaan  media, ada baiknya mempertimbangkan dengan matang sebelum penggunaan media di kelas. Beberapa penjelasan di atas dapat menjadi pertimbangan guru pada saat sebelum mempergunakan media dan dapat dijadikan acuan guru pada saat memilih media realia yang akan digunakan di kelas. Maka hendaknya pemanfaatan media realia sebagai media pengajaran dan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas proses belajar mengajar akan semakin efektif.


[1] Azhar, Arsyad (2002). Media pembelajaran.Jakarta: rajawali Press.p.1.

[2] Ena, Ouda Teda. 2001. Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Piranti  Lunak Presentasi. Yogyakarta: Indonesian Language and Culture Intensive Ciurse Universiatas Sanata Dharma.

[3] Rachmad, Antonius. 2005. Pengantar Multimedia. Yogyakarta: Fakultas Teknik

Informatika Universitas Kristen Duta Wacana.p.5.

[4] Erman, Suherman. (2003).  Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung:

Universitas Pendidikan Indonesia.p.16

[5] Erman, Suherman. (2003).  Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.p.17

[6] Soedjadi, R. 2000.  Kiat Pendidikan Matematika Di Indonesia. Jakarta: Direktorat

Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.p.11

[7] Herman Hudojo. (2003). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: Universitas Negeri Malang..p.73

[8] http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/media-pembelajaran/media. diakses tanggal 2 april 2013

[9] Sudjana dan Rivai.2009. Media pengajaran. Bandung:Sinar Baru.p.2

[10] Azhar, Arsyad (2010). Media pembelajaran.Jakarta: rajawali Press.p.16

[11] Aristo rahadi, 2003. Media Pembelajaran. Direktorat Tenaga kependidikan Direktorat Jendral Pendidikan dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.p.15

[12] Indriana, D. 2011. Ragam Alat Baantu Media Pengajaran. Mengenal, Merancang,  dan Mempraktikannya. Jogjakarta: DIVA Press.p.15.

[13] Esti Wuryastuti. (2008). Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Matematika Siswa SMP N 1 Minggir Melalui Penerapan Problem Based Learning. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

[14] Erman, Suherman. (2003).  Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.p.56-57

[15] Sudjana dan Rivai.2009. Media pengajaran. Bandung:Sinar Baru.p.2

[16] Anita Lie. (2002). Cooperative Learning. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.p.2

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG D

IBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

IKLAN BUKU

Dijual E-Book EXCELLENT BIOLOGY FOR SMP  Harga hanya Rp 20.000 (dua puluh ribu rupiah) info dan pemesanan hubungi pak zaif  HP: 081938633462,E-Mail: Zaifbio@gmail.com

2013-04-25_215950

SINOPSIS BUKU

EXCELLENT BIOLOGY FOR SMP

OLEH: HUZAIFAH HAMID S.Pd

            Mata pelajaran Biologi yang tergabung dalam IPA Terpadu pada jenjang pendidikan SMP, merupakan mata pelajaran yang menarik, disukai siswa sekaligus menantang. Meskipun tergolong ilmu pasti, namun mata pelajaran Biologi memiliki keunikan tersendiri. Ciri khas dari setiap mata pelajaran biologi adalah diperlukannya hafalan serta pemahaman yang mendalam pada setiap bab yang dipelajari karena langsung berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, berbeda dengan mata pelajaran ilmu pasti lainnya yang lebih menjurus kea rah berhitung.

Buku EXCELLENT BIOLOGY FOR SMP ini berisi rangkuman pelajaran Biologi kelas VII, VIII, dan IX. Setiap bab yang disajikan dalam buku ini berisi intisari hal-hal yang esensial dan paling penting untuk dipelajari dari setiap bab dalam pelajaran Biologi SMP. Tidak hanya berisi rangkuman pelajaran buku ini juga dilengkapi dengan beberapa contoh gambar yang menunjang penjelasan materi pada setiap bab, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih tertarik dan paham. Selain itu hal baru dan berbeda dari buku lainnya adalah pada buku ini terdapat rubrik Temukan. Rubrik ini berisi ajakan untuk membuka website berkaitan dengan materi yang dipelajari. Diharapkan rubrik ini akan mendorong siswa untuk membiasakan diri memperkaya wawasan dan pengetahuan dari berbagai sumber.

IKLAN BUKU

Dijual E-Book CARA MUDAH MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ICT(PANDUAN PEMBUATAN BLOG, DAN VIDEO UNTUK PEMBELAJARAN) harga hanya Rp 20.ooo (Dua puluh ribu rupiah) info dan pemesanan hubungi pak zaif  HP: 081938633462,E-Mail: Zaifbio@gmail.com

2013-04-24_222353

SINOPSIS BUKU

CARA MUDAH MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ICT

(PANDUAN PEMBUATAN BLOG, DAN VIDEO UNTUK PEMBELAJARAN)

 

Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong pembelajar untuk melakukan praktik-praktik dengan benar.

Ada beberapa media pembelajaran berbasis ICT yang saat ini ramai dibicarakan yaitu Blog dan Video. Blog adalah catatan pribadi seseorang di internet. berisi informasi yang sering di update dan kronologis. Blog memberikan sebuah peluang agar kegiatan belajar lebih menarik dan interaktif. Selain itu, di dalam sebuah blog terdapat fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung potensi setiap pelajar dalam mengembangkan materi pelajarannya seperti adanya video, gambar, hingga Link (jaringan) ke berbagai sumber pembelajaran.  Sedangkan video itu berkenaan dengan apa yang dapat dilihat, utamanya adalah gambar hidup (bergerak; motion), proses perekamannya, dan penayangannya yang tentunya melibatkan teknologi, menurut munadi video adalah teknologi pemprosesan sinyal elektronik meliputi gambar gerak dan suara.

Buku ini akan menjelaskan secara detail dan mudah mengenai cara pembuatan kedua media pembelajaran diatas yaitu pembuatan Blog dan video, tidak hanya panduan yang diberikan di dalam buku ini juga dilengkapi dengan gambar dari setiap proses pembuatan video dan blog sehingga memudahkan pengguna untuk menirunya, selain itu juga di awal pembahasan buku ini pembaca akan diberi definisi, manfaat dan berbagai tinjauan pustaka mengenai video dan blog, jadi jika ingin menjadi guru yang lebih kreatif dan tidak ketinggalan jaman jangan lupa baca buku ini

\

04/28/2013 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , , , , | 4 Komentar

Kemandirian Belajar

1. Pengertian Kemandirian Belajar

            Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri. Seringkali orang menyalahartikan belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Bab II Undang undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Ikapi,2003: 15) yang menyatakan bahwa  pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Jelaslah bahwa kata mandiri telah muncul sebagai salah satu tujuan pendidikan nasional kita. Karena itu penanganannya memerlukan perhatian khusus semua guru, apalagi tidak ada mata pelajaran khusus tentang kemandirian.

            Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kemandirian adalah keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain[1].

             Pengertian belajar mandiri adalah sebagai berikut: [2]

1) Setiap individu berusaha  meningkatkan tanggung jawab untuk mengambil berbagai keputusan.

2) Belajar mandiri dipandang sebagai suatu sifat yang sudah ada pada setiap orang dan situasi pembelajaran.

3) Belajar mandiri bukan berarti memisahkan diri dengan orang lain.

4) Dengan belajar mandiri, siswa dapat mentransferkan hasil belajarnya yang berupa pengetahuan dan keterampilan ke dalam situasi yang lain.

5) Siswa yang melakukan belajar mandiri dapat melibatkan berbagai sumber daya dan aktivitas, seperti: membaca sendiri, belajar kelompok, latihan-latihan, dialog elektronik, dan kegiatan korespondensi.

6) Peran efektif guru dalam belajar mandiri masih dimungkinkan, seperti dialog dengan siswa, pencarian sumber, mengevaluasi hasil, dan memberi gagasan-gagasan kreatif.

7) Beberapa institusi pendidikan sedang mengembangkan belajar mandiri menjadi program yang lebih terbuka (seperti Universitas Terbuka) sebagai alternatif pembelajaran yang bersifat individual dan program-program inovatif lainnya.

            Dari pengertian belajar mandiri menurut Hiemstra di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kemandirian adalah perilaku siswa dalam mewujudkan kehendak atau keinginannya secara nyata dengan tidak bergantung pada orang lain, dalam hal ini adalah siswa tersebut mampu melakukan belajar sendiri, dapat menentukan cara belajar yang efektif, mampu melaksanakan tugas-tugas belajar dengan baik dan mampu untuk melakukan aktivitas belajar secara mandiri.

            Kegiatan-kegiatan yang perlu diakomodasikan dalam pelatihan belajar mandiri adalah sebagai berikut:

a) Adanya kompetensi-kompetensi yang ditetapkan sendiri oleh siswa untuk menuju pencapaian tujuan-tujuan akhir yang ditetapkan oleh program pelatihan untuk setiap mata pelajaran.

b) Adanya proses pembelajaran yang ditetapkan sendiri oleh siswa.

c) Adanya input belajar yang ditetapkan dan dicari sendiri. Kegiatan-kegiatan itu dijalankan oleh siswa, dengan ataupun tanpa bimbingan guru.

d) Adanya kegiatan evaluasi diri (self evaluation) yang dilakukan oleh siswa sendiri.

e) Adanya kegiatan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani siswa.

f) Adanya past  experience reviewatau review terhadap pengalaman-pengalaman yang telah dimiliki siswa.

g) Adanya upaya untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa.

h) Adanya kegiatan belajar aktif.[3]

            Berdasarkan uraian tentang kegiatan-kegiatan dalam pelatihan belajar menurut Haris Mudjiman di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa siswa yang memiliki kemandirian belajar adalah siswa yang mampu menetapkan kompetensi-kompetensi belajarnya sendiri, mampu mencari input belajar sendiri, dan melakukan kegiatan evaluasi diri serta refleksi terhadap proses pembelajaran yang dijalani siswa.

2. Aspek-aspek Kemandirian Belajar

            Dalam keseharian siswa sering dihadapkan pada permasalahan yang menuntut siswa untuk mandiri dan menghasilkan suatu keputusan yang baik. Song and Hill (2007: 31-32) menyebutkan bahwa kemandirian terdiri dari beberapa aspek, yaitu :

1)  Personal Attributes

            Personal attributes merupakan aspek yang berkenaan dengan motivasi dari pebelajar, penggunaan sumber belajar, dan strategi belajar. Motivasi belajar merupakan keinginan yang terdapat pada diri seseorang yang merangsang pebelajar untuk melakukan kegiatan belajar. Ciri-ciri motivasi antara lain:  (a) tanggung jawab (mereka yang memiliki motivasi belajar merasa bertanggung jawab atas tugas yang dikerjakannya dan tidak meninggalkan tugasnya sebelum berhasil menyelesaikannya), (b) tekun terhadap tugas (berkonsentrasi untuk menyelesaikan tugas dan tidak mudah menyerah), (c) waktu penyelesaian tugas (berusaha menyelesaikan setiap tugas dengan waktu secepat dan seefisien mungkin), (d) menetapkan tujuan yang realitas (mampu menetapkan tujuan realistis sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, mampu berkonsentrasi terhadap setiap langkah untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi setiap kemajuan yang telah dicapai.

            Dalam belajar, sumber belajar yang digunakan siswa tidak terbatas, asalkan sesuai dengan materi yang dipelajari dan dapat menambah pengetahuan siswa. Sedangkan yang dimaksud dengan strategi belajar di siniadalah segala usaha yang dilakukan siswa untuk menguasai materi yang sedang dipelajari, termasuk usaha yang dilakukan apabila siswa tersebut mengalami kesulitan.

2)  Processes

            Processes merupakan aspek yang berkenaan dengan otonomi proses pembelajaran yang dilakukan oleh pebelajar meliputi perencanaan, monitoring, serta evaluasi pembelajaran. Kegiatan perencanaan meliputi: (a) mengelola waktu secara efektif (pembuatan jadwal belajar, menyusun kalender studi untuk menulis atau menandai tanggal-tanggal penting dalam  studi, tanggal penyerahan tugas makalah, tugas PR, dan tanggal penting lainnya, mempersiapkan buku, alat tulis, dan peralatan belajar lain), (b) menentukan prioritas dan manata diri (mencari tahu mana yang paling penting dilakukan terlebih dahulu dan kapan mesti dilakukan).

3)  Learning Context

            Fokus dari learning context adalah faktor lingkungan dan bagaimana faktor tersebut mempengaruhi tingkat kemandirian pebelajar. Ada beberapa faktordalam konteks pembelajaran yang dapat mempengaruhi pengalaman mandiri pebelajar antara lain, structure dan nature of task.

            Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar siswa merupakan suatu bentuk belajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan tujuan belajar, perencanaan belajar, sumber-sumber belajar, mengevaluasi belajar, dan menentukan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhannya sendiri. Aspek yang menunjukkan kemandirian belajar siswa dalam penelitian ini, yaitu personal attributes,  processes, dan learning context. Dalam pembelajaran matematika, kemandirian belajar dapat dilakukan dalam kegiatan berdiskusi.Semakin besar peran aktif siswa dalam berbagai kegiatan tersebut, mengindikasikan bahwa siswa tersebut memiliki kemandirian belajar yang tinggi.


[1] Departemen Pendidukan Nasional. (2006). Panduan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan ( KTSP ) SD/MI. Jakarta : Depdiknas.

[2] Hiemstra. (1994). “Self Directed Learning”. [Online]. Tersedia: http://www.nwrel.org/

planning/report/self directed learning/index.php. [02 April 2013].P. 1

[3] Mujiman, Haris ( 2006 ).  Manajemen Pelatihan Berbasis Belajar Mandiri. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.p. 20-21

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

IKLAN BUKU

Dijual E-Book EXCELLENT BIOLOGY FOR SMP  Harga hanya Rp 20.000 (dua puluh ribu rupiah) info dan pemesanan hubungi pak zaif  HP: 081938633462,E-Mail: Zaifbio@gmail.com

2013-04-25_215950

SINOPSIS BUKU

EXCELLENT BIOLOGY FOR SMP

OLEH: HUZAIFAH HAMID S.Pd

            Mata pelajaran Biologi yang tergabung dalam IPA Terpadu pada jenjang pendidikan SMP, merupakan mata pelajaran yang menarik, disukai siswa sekaligus menantang. Meskipun tergolong ilmu pasti, namun mata pelajaran Biologi memiliki keunikan tersendiri. Ciri khas dari setiap mata pelajaran biologi adalah diperlukannya hafalan serta pemahaman yang mendalam pada setiap bab yang dipelajari karena langsung berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, berbeda dengan mata pelajaran ilmu pasti lainnya yang lebih menjurus kea rah berhitung.

Buku EXCELLENT BIOLOGY FOR SMP ini berisi rangkuman pelajaran Biologi kelas VII, VIII, dan IX. Setiap bab yang disajikan dalam buku ini berisi intisari hal-hal yang esensial dan paling penting untuk dipelajari dari setiap bab dalam pelajaran Biologi SMP. Tidak hanya berisi rangkuman pelajaran buku ini juga dilengkapi dengan beberapa contoh gambar yang menunjang penjelasan materi pada setiap bab, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih tertarik dan paham. Selain itu hal baru dan berbeda dari buku lainnya adalah pada buku ini terdapat rubrik Temukan. Rubrik ini berisi ajakan untuk membuka website berkaitan dengan materi yang dipelajari. Diharapkan rubrik ini akan mendorong siswa untuk membiasakan diri memperkaya wawasan dan pengetahuan dari berbagai sumber.

IKLAN BUKU

Dijual E-Book CARA MUDAH MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ICT(PANDUAN PEMBUATAN BLOG, DAN VIDEO UNTUK PEMBELAJARAN) harga hanya Rp 20.ooo (Dua puluh ribu rupiah) info dan pemesanan hubungi pak zaif  HP: 081938633462,E-Mail: Zaifbio@gmail.com

2013-04-24_222353

SINOPSIS BUKU

CARA MUDAH MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ICT

(PANDUAN PEMBUATAN BLOG, DAN VIDEO UNTUK PEMBELAJARAN)

 

Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong pembelajar untuk melakukan praktik-praktik dengan benar.

Ada beberapa media pembelajaran berbasis ICT yang saat ini ramai dibicarakan yaitu Blog dan Video. Blog adalah catatan pribadi seseorang di internet. berisi informasi yang sering di update dan kronologis. Blog memberikan sebuah peluang agar kegiatan belajar lebih menarik dan interaktif. Selain itu, di dalam sebuah blog terdapat fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung potensi setiap pelajar dalam mengembangkan materi pelajarannya seperti adanya video, gambar, hingga Link (jaringan) ke berbagai sumber pembelajaran.  Sedangkan video itu berkenaan dengan apa yang dapat dilihat, utamanya adalah gambar hidup (bergerak; motion), proses perekamannya, dan penayangannya yang tentunya melibatkan teknologi, menurut munadi video adalah teknologi pemprosesan sinyal elektronik meliputi gambar gerak dan suara.

Buku ini akan menjelaskan secara detail dan mudah mengenai cara pembuatan kedua media pembelajaran diatas yaitu pembuatan Blog dan video, tidak hanya panduan yang diberikan di dalam buku ini juga dilengkapi dengan gambar dari setiap proses pembuatan video dan blog sehingga memudahkan pengguna untuk menirunya, selain itu juga di awal pembahasan buku ini pembaca akan diberi definisi, manfaat dan berbagai tinjauan pustaka mengenai video dan blog, jadi jika ingin menjadi guru yang lebih kreatif dan tidak ketinggalan jaman jangan lupa baca buku ini

04/28/2013 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | Tinggalkan komentar

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture to Picture

Salah satu model pembelajaran kooperatif yang mejadi bahan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah model  picture to picture. Pembelajaran dengan menggunakan model ini menitikberatkan kepada gambarsebagai media penanaman sutu konsep tertentu. Gambar-gambar yang disajikan atau diberikan menjadifactor utama dalam proses pembelajaran karena siswa akan belajar memahami suatu konsep atau fakta dengan cara mendeskripsikan dan menceritakan gambaryang diberikan berdasarkan ide/gagasannya. Dalam proses pembelajarannya penggunaan media gambar dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, kreatif dan menemukan sendiri dengan bantuan guru materi yang dipelajari.

Media gambar menurut Riyanto (1990) merupakan salah satu jenis bahasa yang memungkinkan terjadinya komunikasi, yang diekspresikan lewat tanda dan simbol.  Media gambar merupakan salah satu jenis bahasa yangmemungkinkan terjadinya komunikasi, yang diekspresikan lewat tanda dan simbol.

Jenis jenis media gambar menurut  menurut Riyanto (1990)  dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1.Foto dokumentasi; menyangkut dokumen yang berhubungan dengan nilai sejarah.

2.Foto aktual; gambar atau problem aktual ini menggambarkan kejadian kejadian atau problem aktual.

3.Gambar atau foto reklame; gambar ini bertujuan untuk mempengaruhi manusia dengan tujuan komersial. Gambar ini terdapat dalam  surat kabar, majalah-majalah, buku-buku, poster-poster. Gambar ini dapatdigunakan sebagai media pendidikan dalam pelajaran ekonomi, pengetahuan sosial,bahasa dan lain-lain.

4.Gambar atau foto simbolik; jenis ini terutama dalam bentuk simbol yang mengungkapkan pesan tertentu, misalnya gambar ular  yang sedang makan kelinci merupakan simbol yang mengungkapkan suatu kehidupan manusia yang mendalam.

Sudjana dan Rivai (2002) mengungkapkan beberapa kelebihan pembelajaran dengan mengunakan media gambar sebagai berikut:

a. konkrit, lebih realistis dan menunjukkan pokok masalah atau pesan yang akan

dikomunikasikan bila dibandingkan media verbal.

b. dapat mengatasi batasan ruang dan waktu

c. dapat mengatasi keterbatasan indera

d. dapat memperjelas suatu masalah yang kompleks

e. murah harganya dan mudah diperoleh.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model picture to picture mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan model yang lainnya yaitu :

1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa

2. Melatih berpikir logis dan sistematis.

3. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.

4. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.

5. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya

Sedangkan Koyok dan Zurkarimen dikutip Moh Uzer Usman (1992), berpendapat bahwa kelemahan media gambar adalah gambar hanya menekankan persepsi indera mata dan gambar yang terlalu kecilkurang efektif dalam kegiatan pengajaran. Begitu pula dengan Riyanto (1990), memberikan beberapa kelemahan dari penggunaan media gambar sebagi berikut:

(1) tafsiran orang yang melihat gambar akan berbeda akan terjadi ketidak samaan dalam penafsiran gambar,

(2) gambar hanya menampilkan persepsi indera mata,

(3) gambar hanya disajikan dalam ukuran kecil mengakibatkan kurang efektif untuk proses pengajaran.

Langkah-langkah pembelajaran dengan model  picture to picture adalah sebagai berikut :

1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

Langkah pertama ini sangat penting disampaikan kepada siswa agar mereka dapat mengukur sejauh mana materi yang harusdikuasainya. Di samping itu guru juga harus menyampaikan indikator-indikator ketercapaian kompetensi dasar, dengan tujuan agar siswa dapat mencapai kriteria ketuntasan mninimal yang ditetapkan

2. Guru menyajikan materi sebagai pengantar pembelajaran Penyajian materi sebagai pengantar merupakan hal yang sangat penting diberikan oleh guru dengan tujuan mengarahkan siswaagar mencapai tujuan yang ditetapkan . Dalam penyampaiannya , guru haruslah kreatif mencari cara dan teknik yang baik agar siswa termotivasi untuk belajar lebih dalam tentang materi yang akan dipelajari

3.  Guru menunjukkan gambar atau memperlihatkan gambar  yang berhubungan dengan materi Dalam langkah ini, guru memperlihatkan beberapa gambar yang yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan dan menanyakan kepada siswa tentang nama, ciri-ciri benda yang ditunjukkan .

4.  Guru memberikan kumpulan gambar kepada siswa dalam kelompok. Dalam langkah ini guru haruslah dapat melakukan inovasi agar gambar yang menjadi media untuk model pembelajaran ini dapat menarik dan memotivasi siswa untuk memahami suatu konsep yang diajarkan

4. Siswa mengamati gambar- gambar dan mengklasifikasi ciri-ciri. Pada langkah ini, siswa dalam kelompok mengamati gambar-gambar yang diberikan guru. Siswa melakukan diskusi kelompok untuk menentukan nama, ciri-ciri benda yang diamati. Hasil diskusi kelompok dicatat dalam catatan khusus , dipandu dengan lembaran kerja siswa yang dibuat guru

5. Siswa mengemukan pendapat/mempresentasikan alasan pemikiran. Siswa dilatih untuk mengemukan alasan pemikiran atau pendapat tentang hasil diskusi kelompoknya dengan cara melaporkan hasilnya di depan kelas. Dalam lngkah ini peran guru sangatlah penting sebagai fasilitator dan motivator adar siswa bernai mengemukan pendaptnya. Biasanya siswa pada kelas rendah tidak berani untuk berbicara kecuali dituntun dan dimotivasi oleh gurunya.

6. Guru bersama sama dengan siswa melakukan diskusi kelas tentang hasil pemikiran dari tiap kelompok. Guru dapat meotivasi dan mengajak siswa untuk berdiskusi, bertanya kepada teman yang melaporkan pekerjaannya di depan kelas. Pekerjaan ini sangat sulit dilakukan, sehingga guru harus berinovasi agar siswa mau bertanya dan menjawab pertanyaan gdari temannya maupun dari guru. Guru bisa membantu dengan memberikan kalimat yang belum lengkap sehingga siswa bisa melanjutkan apa yang akan disampaikan.

7. Penarikan kesimpulan pembelajaran bersama-sama. Langkah terakhir pada pembelajaran dengan model  picture to picture adalah guru mengajak siswa untuk dapat bersama-sama menyimpulkan materi yang dipelajari dengan kata-kjata dan bahasasendiri. Pada langkah ini , guru harus sering melakukan penekanan-penekanan pada hal yang ingin dicapai dengan meminta siswa lain mengulangi, dan menuliskan kembali konsep-konsep yang ingin dicapaisesuai dengan indikator yang harapkan.

main_education

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

04/05/2013 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | 3 Komentar