BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

1.Kemandirian Belajar

Kemandirian merupakan salah satu unsur kepribadian penting, karena diperlukan manusia untuk menyesuaikan diri secara aktif dalam lingkungannya. Kemandirian merupakan kesanggupan untuk berdiri sendiri, tidak saja secara ekonomi sosial, tetapi terutama secara moral dalam artian bertanggungjawab atas keputusan-keputusannya dalam perkara yang bersifat rasional maupun emosional (Cony Semiawan, 1991:42). Corno dan Mandinach yang dikutip oleh Kerlin menyatakan kemandirian belajar sebagai suatu kemampuan untuk mengolah dan memanipulasi suatu pengetahuan dalam proses belajar dan untuk memonitor dalam rangka meningkatkan proses belajar.

Kemandirian belajar menurut Haris Mudjiman (2007) adalah kegiatan belajar aktif yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki. Jerold E.Kemp (1994:155) menyatakan bahwa siswa yang ikut dalam program belajar mandiri akan lebih rajin, lebih banyak dan mampu lebih lama mengingat hal yang dipelajarinya dibandingkan dengan siswa yang mengikuti kelas konvensional. Menurut Kartono (1999:14) pribadi yang mandiri berarti mampu memiliki pandangan yang jelas tanpa mengabaikan saran dan nasehat, mampu mengambil keputusan sendiri, bebas dari pengaruh berlebihan dari orang lain, mampu bertindak sesuai dengan nilai baik yang dihayati dalam lubuk hatinya dan bilamana perlu melawan arus. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Joan Freeman dan Utami Munandar (1996 :142) yang menjelaskan bahwa tipe anak yang mandiri, mempunyai keberanian untuk bertindak berbeda dari teman-temannya. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh rasa percaya diri dan keinginan untuk sesekali berjalan di luar garis, sebagai pewujudan dari sikap kreatif.

Istilah kemandirian belajar berhubungan dengan beberapa istilah lain diantaranya self regulated learning, self regulated thinking, self directed learning, self efficacy, dan self –esteem. Pengertian kelima istilah terakhir di atas tidak tepat sama, namun mereka memiliki beberapa kesamaan karakteristik (Utari Sumarmo, 2004 : 1). Utari Sumarmo (2004: 4) memberikan tiga karakteristik kemandirian belajar, yaitu bahwa individu :

  1. Merancang belajar sendiri sesuai dengan tujuannya.

  2. Memilih strategi kemudian melaksanakan rancangan belajarnya.

  3. Memantau kemajuan belajarnya, mengevaluasi hasilnya dan dibandingkan dengan standar tertentu.

Schunk’s yang dikutip oleh Kerlin (1992) mendefinisikan kemandirian belajar sebagai suatu proses kognitif yang terdiri dari kemampuan penerimaan konsep, pemerolehan pengetahuan, dapat mengungkapkan pengetahuan yang dimiliki dan mengolah pengetahuan itu menggunakan kemampuan yang dimiliki dengan penuh rasa tanggung jawab untuk belajar. Schunk dan Zimmerman (Utari Sumarmo, 2004 :2) merinci kegiatan yang berlangsung pada tiap fase self regulated learning sebagai berikut :

  1. Fase merancang belajar : menganalisis tugas belajar, menetapkan tujuan belajar, dan merancang strategi belajar.

  2. Fase mengevaluasi, memuat kegiatan memeriksa bagaimana jalannya evaluasi strategi: apakah strategi telah berjalan dengan baik? ( evaluasi proses); hasil belajar apa yang telah dicapai? (evaluasi produk); dan sesuaikah strategi dengan tugas belajar yang dihadapi.

  3. Pada fase merefleksi: pada dasarnya fase ini tidak hanya berlangsung pada fase keempat dalam siklus self regulated learning, namun refleksi berlangsung pada tiap fase selama siklus berjalan.

10/01/2012 - Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: