BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Tinjauan tentang pembelajaran kooperatif meliputi: pengertian pembelajaran kooperatif, tujuan pembelajaran kooperatif, teori-teori yang terkait dengan pembelajaran kooperatif, karakteristik pembelajaran kooperatif, langkah-langkah pembelajaran kooperatif, dan jenis-jenis pembelajaran kooperatif.

2.2.1 Pengertian Pembelajaran Kooperatif

            Pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) adalah model pembelajaran yang mengacu pada metode pengajaran dimana siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar. Model pembelajaran ini melibatkan siswa dalam kelompok yang terdiri dari empat atau lima siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda. Pembelajaran kooperatif memiliki suatu struktur tugas dan penghargaan yang berbeda dalam mengupayakan pembelajaran siswa. Struktur tugas itu menghendaki siswa untuk bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil. Struktur penghargaan itu mengakui upaya kolektif dan individual. Dalam penerapan pembelajaran kooperatif, dua atau lebih individu saling tergantung satu sama lain untuk mencapai satu penghargaan bersama. Mereka akan berbagi penghargaan jika mereka berhasil sebagai kelompok.

            Model kooperatif yang digunakan oleh para guru memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Ibrahim et al., 2000):

  1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.
  2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
  3. Bilamana mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin berbeda-beda. Penghargaan berorientasi kelompok dari pada individu.

Pembelajaran kooperatif dapat berjalan secara efektif, maka perlu ditanamkan pada diri siswa unsur-unsur dalam pembelajaran kooperatif yaitu sebagai berikut (Ibrahim et al., 2000):

  1. Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup semati.
  2. Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya, seperti milik mereka sendiri.
  3. Para siswa haruslah beranggapan bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama.
  4. Para siswa haruslah membagi tugas dan bertanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya.
  5. Para siswa dikenakan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompoknya.
  6. Para siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajar.
  7. Para siswa diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

2.2.2 Tujuan Pembelajaran Kooperatif

            Pelaksanaan model cooperative learning membutuhkan partisipasi dan kerja sama dalam kelompok pembelajaran. Cooperative learning dapat meningkatkan cara belajar siswa menuju belajar lebih baik, sikap tolong-menolong dalam beberapa perilaku sosial. Tujuan utama dalam penerapan model belajar mengajar cooperative learning adalah agar siswa dapat belajar secara berkelompok bersama teman-temannya dengan cara saling menghargai pendapat dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan gagasannya dengan menyampaikan pendapat mereka secara berkelompok.

            Pada dasarnya model cooperative learning dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting yang dirangkum Ibrahim, et al.(2000), yaitu:

  1. Hasil belajar akademik

Dalam cooperative learning meskipun mencakup beragam tujuan sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan, model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, cooperative learning dapat memberi keuntungan, baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.

  1. Penerimaan terhadap perbedaan individu

Tujuan lain model cooperative learning adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.

  1. Pengembangan keterampilan sosial

Tujuan penting ketiga cooperative learning adalah mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial penting dimiliki siswa, sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial (Isjoni, 2010).

2.2.5 Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif

            Terdapat enam langkah utama atau tahapan di dalam pembelajaran kooperatif. Pembelajaran dimulai dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar. Fase ini diikuti oleh penyajian informasi; seringkali dengan bahan bacaan dari pada secara verbal. Selanjutnya siswa dikelompokkan ke dalam tim-tim belajar. Tahap ini diikuti bimbingan guru pada saat siswa bekerja sama untuk menyelesaikan tugas bersama mereka. Fase terakhir pembelajaran kooperatif meliputi kerja kelompok, atau evaluasi tentang apa yang telah mereka pelajari dan memberi penghargaan terhadap usaha-usaha kelompok maupun individu. Enam tahap pembelajaran koperatif dapat dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 2.1 Langkah umum model pembelajaran kooperatif

No.

Fase

Tingkah Laku Guru

1

Fase I

Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

  • Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.

2

Fase II

Menyajikan informasi

 

  • Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

3

Fase III

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar

 

  • Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.

4

Fase IV

Membimbing kelompok bekerja dan belajar

  • Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.

5

Fase V

Evaluasi

 

  • Guru mengevaluasi hasil belajar yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

6

Fase VI

Memberikan penghargaan

  • Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

Sumber: Ibrahim, et  al (2000)

2.2.6 Jenis-jenis Pembelajaran Kooperatif

            Jenis-jenis pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

  1. STAD (Student Teams Achievement Divisions)

Strategi ini menerapkan langkah-langkah sebagai berikut:

1)   Membentuk kelompok beranggotakan 4 siswa secara heterogen.

2)   Guru menyajikan pelajaran.

3)   Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang mengetahui menjelaskan kepada lainnya sampai mengerti.

4)   Guru memberi pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat siswa menjawab pertanyaan tidak boleh saling membantu.

5)   Memberi evaluasi.

6)   Penutup.

  1. Group Investigation (GI)

Langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut:

1)   Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.

2)   Guru beserta siswa memilih topik-topik tertentu dengan permasalahan yang dapat dikembangkan dari topik-topik tersebut.

3)   Guru dan siswa saling sepakat dengan topic dan permasalah

4)   Guru dan siswa menetukan metode penelitian yang dikembangkan untuk memecahkan masalah.

5)   Siswa dalam kelompok bekerja berdasarkan metode investigasi yang telah mereka rumuskan.

6)   Setiap kelompok mempresentasikan hasil kelompoknya.

7)   Siswa atau kelompok yang lain saling menanggapi.

8)   Memberikan evaluasi.

9)   Penutup

  1. Think Pair and Share (TPS)

Srategi Think-pair-share yang digunakan oleh para guru menerapkan langkah-langkah sebagai berikut:

1)   Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai.

2)   Siswa diminta untuk berpikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru.

3)   Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya dan mengutarakan pemikiran masing-masing.

4)   Guru memimpin diskusi kecil. Tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya.

5)   Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa.

6)   Guru memberi kesimpulan/penutup.

  1. Jigsaw

Langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut:

1)   Siswa dibagi menjadi berkelompok.

2)   Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda.

3)   Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian bab atau sub bab yang sama bertemu dengan kelompok baru (Kelompok Ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka.

4)   Setelah selesai diskusi sebagian tim ahli, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar atau melaporkan hasil diskusinya kepada teman satu tim mereka tentang sub bab yang harus dibahas.

5)   Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusinya.

6)   Guru memberikan evaluasi.

7)   Penutup.

11/21/2011 - Posted by | SBM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: