BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

HUBUNGAN ANALISIS KRITIS ARTIKEL DENGAN MINAT MEMBACA DAN HASIL BELAJAR

Dalam menganalisis kritis artikel terdapat panduan yang terdiri dari beberapa langkah, diantaranya: menuliskan bibliografi atau daftar pustaka, menuliskan tujuan penulis, menemukan fakta-fakta unik, menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah membaca, dan lain sebagainya. Sebelum kegiatan analisis kritis artikel dilakukan, siswa harus membaca terlebih dahulu artikel yang diberikan oleh guru maupun yang mereka dapatkan sendiri.  Tanpa membaca siswa tidak akan dapat menuliskan tujuan penulis artikel, menuliskan pertanyaan-pertanyaan, mengidentifikasi konsep yang terkait dengan materi pelajaran, dan menuliskan fakta-fakta unik dalam artikel. Sehingga untuk menganalisis kritis artikel siswa harus mempunyai minat dalam membaca.

Membaca merupakan kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi minatnya. Melalui membaca, informasi dan pengetahuan yang berguna bagi kehidupan dapat diperoleh. Inilah motivasi pokok yang dapat mendorong timbul dan berkembangnya minat anak. Apabila minat ini sudah tumbuh dan berkembang, dalam arti bahwa anak sudah mulai suka membaca, maka minat baca pun akan meningkat (Sutini, 2010).

Saat ini minat baca siswa tergolong rendah, untuk itu guru harus mampu menumbuhkan minat membaca siswa dengan memberikan tugas yang memungkinkan siswa untuk membaca.  Meskipun minat baca siswa rendah, tetapi kalau seorang guru sudah memberikan tugas dengan deadline pengumpulan yang jelas, maka siswa mau tidak mau akan membaca. Dengan pembelajaran melalui analisis kritis artikel diharapkan kebiasaan membaca siswa yang kurang dapat meningkat. Meskipun membaca yang semula hanya karena mengejar deadline tugas yang diberikan guru, selanjutnya akan menjadi kebiasaan siswa, jika siswa dibiasakan membaca dengan diberi tugas-tugas yang mengharuskan mereka membaca.

Untuk meningkatkan minat baca siswa tidak hanya cukup dengan memberikan tugas-tugas, tetapi sumber bacaan juga sangat menetukan minat baca siswa. Buku pelajaran sudah menjadi sebuah sumber belajar yang membosankan bagi siswa, sehingga guru harus dapat mencari sumber bacaan lain yang lebih meningkatkan minat siswa untuk membaca dan belajar. Artikel yang digunakan dalam pembelajaran dengan analisis kritis artikel berasal dari surat kabar dan internet. Menurut McGowan dalam Bambang (2008) bahwa kini para siswa memandang Internet sebagai sebuah perpustakaan raksasa untuk mencari informasi apapun. Siswa sangat tertarik dengan apapun yang ada di internet. Dengan internet siswa dapat mencari berbagai informasi tentang apa yang dipelajari, yang tidak cukup hanya didapat dari buku pelajaran. Surat kabar juga lebih diminati siswa untuk dibaca daripada buku pelajaran. Sehingga dengan media internet dan surat kabar siswa akan mendapat pengetahuan yang lebih luas dan minat membacanya akan meningkat.

2.1    Hubungan Analisis Kritis Artikel dengan Hasil Belajar

Hamalik dalam Jihad (2009) menyatakan, hasil-hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian dan sikap-sikap, serta apersepsi dan abilitas. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa secara nyata setelah dilakukan proses belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan pengajaran.

Setelah melalui proses belajar maka siswa diharapkan dapat mencapai tujuan belajar yang disebut juga sebagai hasil belajar yaitu kemampuan yang dimiliki siswa setelah menjalani proses belajar. Dalam proses pembelajaran berbagai macam strategi dilakukan oleh guru agar dapat meningkatkan hasil belajar siswanya, salah satunya dengan analisis kritis artikel.

Analisis kritis artikel dapat melatih berbagai kemampuan siswa sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal, misalnya kemampuan membaca, menganalisis suatu fakta dan menghubungkannya dengan materi pelajaran, menulis dan berpikir kritis. Beberapa penelitian membuktikan manfaat kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran. Lawson dalam Anatahime (2009) menyatakan bahwa menurut teori Piaget, perkembangan kemampuan penalaran formal sangat penting bagi perolehan (penguasaan) konsep, karena pengetahuan konseptual merupakan akibat atau hasil dari suatu proses konstruktif, dimana kemampuan penalaran formal adalah kemampuan berpikir kritis.

Dengan analisis kritis artikel kemampuan berpikir kritis siswa akan semakin meningkat, sehingga pemahaman terhadap konsep dan materi yang dipelajari akan lebih mudah. Menurut Kohoe dalam Anatahime (2009), siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis akan memiliki kepribadian yang unggul dalam setiap sisi kehidupannya, bahkan dapat meningkatkan hasil belajar dan mengubah kehidupan dalam lingkup individu maupun masyarakat.

Penilaian analisis kritis artikel apabila siswa mampu menganalisis artikel sesuai dengan panduan analisis kritis artikel dengan tepat yaitu mampu menuliskan bibliografi penulis, menyebutkan tujuan penulis, menyebutkan fakta-fakta unik dalam artikel dan yang paling penting adalah bagaimana siswa menghubungkan fakta yang telah didapat dan menghubungkannya dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari. Untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari hasil analisis kritis artikel dan hasil tes yang diberikan kepada siswa setelah mengerjakan analisis kritis artikel.

11/21/2011 - Posted by | PTK

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: