BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

ANALISIS KRITIS

Analisis merupakan suatu keterampilan menguraikan sebuah struktur ke dalam komponen-komponen agar mengetahui pengorganisasian struktur tersebut. Dalam keterampilan tersebut tujuan pokoknya adalah memahami sebuah konsep global dengan cara menguraikan atau merinci globalitas tersebut ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil dan terperinci. Menganalisis adalah kemampuan memisahkan materi (informasi) ke dalam bagian-bagiannya yang perlu, mencari hubungan antarabagian-bagiannya, mampu melihat (mengenal) komponen-komponennya, bagaimana komponen-komponen itu berhubungan dan terorganisasikan, serta membedakan fakta dari hayalan (Herdian, 2010).

Analisis secara kritis merupakan suatu cara untuk mencoba memahami atau mengkaji kenyataan, kejadian (peristiwa), situasi, benda, orang, dan pernyataan yang ada dibalik makna yang jelas atau makna langsung (http://www.forplid.net/modul/140-analisis-kritis-.html. diakses 13 april 2011).

2.1.1        Analisis Kritis Artikel

Analisis kritis artikel merupakan suatu kegiatan mengkaji dan mencermati artikel untuk mengambil isi artikel yang relevan dengan masalah penulisan artikel (Susilo, 2003). Analisis kritis artikel dilakukan siswa dengan cara siswa mencatat hasil bacaan kemudian menganalisis isi bacaan berdasarkan petunjuk dalam panduan. Sumber bacaan yang dianalisis kritis oleh siswa berupa artikel-artikel atau masalah tertentu yang diambil dari media massa ataupun internet. Artikel tersebut berhubungan dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari oleh siswa.

2.1.2        Tahap-Tahap Analisis Kritis Artikel

Susilo (2003) mengemukakan bahwa analisis kritis artikel terdiri dari enam tahapan, yaitu:

  1. Menentukan daftar rujukan artikel, yaitu menuliskan bibliografi penulis (daftar pustaka) yang terdiri dari : nama penulis, tahun penulisan, judul artikel, sumber artikel atau alamat situs, tanggal terbit atau tanggal mengakses dari internet.
  2. Menuliskan tujuan penulis artikel (menurut persepsi pelaku analisis kritis)
  3. Menuliskan fakta-fakta unik yang ada dalam bacaan/ artikel
  4. Menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah membaca artikel
  5. Mengidentifikasi konsep yang terkait dengan biologi
  6. Melakukan refleksi diri mengenai manfaat membaca artikel tersebut bagi pengembangan dirinya.

Keenam tahapan analisis kritis artikel tidak akan terpenuhi tanpa adanya minat baca yang tinggi dari siswa, karena sebelum menganalisis kritis artikel siswa harus membaca dan memahami isi bacaan atau artikel tersebut.

2.1.3        Manfaat penerapan Analisis kritis Artikel

Manfaat dari  Analisis kritis artikel bagi para siswa adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan minat baca siswa.

Dalam kegiatan analisis kritis artikel siswa harus mencari artikel yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ditugaskan oleh guru. Artikel dapat diperoleh dari  media massa berupa surat kabar, majalah, jurnal, atau sumber bacaan lain seperti internet.

  1. Membuat siswa mampu memanfaatkan kemajuan teknologi.

Di abad pengetahuan ini, siswa diharapkan tidak menjadi orang yang GAPTEK (Gagap Teknologi) dalam menghadapi kemajuan teknologi yang begitu pesat. Siswa mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan teknologi dalam kegiatan analisis kritis artikel. Siswa dapat memanfaatkan teknologi komunikasi seperti internet untuk mengakses artikel-artikel yang dibutuhkan.

  1. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Kemampuan berpikir kritis siswa akan berkembang melalui kegiatan analisis kritis artikel. Artikel yang diperoleh siswa dari sumber-sumber bacaan tidak hanya dikumpulkan begitu saja dalam bentuk klipping, tetapi harus dianalisis sesuai panduan yang dibuat oleh guru. Kegiatan analisis kritis artikel melatih siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Kemampuan berpikir kritis didasari oleh proses berpikir untuk menganalisis argumen dan memunculkan  wawasan terhadap tiap-tiap makna suatu masalah. Berpikir kritis adalah sebuah proses sistematis yang memungkinkan siswa untuk merumuskan dan mengevaluasi keyakinan dan pendapat mereka sendiri. Berpikir kritis adalah sebuah proses terorganisasi yang memungkinkan siswa mengevaluasi bukti, asumsi, logika, dan bahasa yang mendasari pernyataan orang lain (Johnson, 2010). Kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat penting dikembangkan dalam pembelajaran biologi, karena dengan dimilikinya kemampuan tersebut akan memungkinkan seseorang mampu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Kegiatan berpikir siswa tampak pada saat menganalisis artikel untuk menentukan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari bacaan, serta menentukan keterkaitan dengan konsep pelajaran biologi. Jadi hasil analisis kritis ini merupakan buah pikir siswa.

  1. Meningkatkan prestasi belajar siswa.

Kegiatan analisis kritis artikel berdasarkan panduan yang dibuat oleh guru, salah satu tahap analisisnya adalah siswa harus mengkaitkan hasil bacaannya dengan konsep dalam materi biologi yang dipelajarinya. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah memahami konsep-konsep biologi yang dipelajarinya. Apabila siswa memperoleh kemudahan untuk memahami materi pelajaran, maka diharapkan prestasi belajarnya akan meningkat.

  1. Melatih siswa meningkatkan kemampuan menulis.

Analisis kritis artikel merupakan sarana untuk menerapkan teori belajar mata pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini tampak pada tahap kegiatan siswa menuliskan bibliografi penulis artikel, tujuan penulis, dan fakta-fakta unik yang dijumpai dalam artikel. Tahap penulisan refleksi diri terhadap artikel yang mereka baca, dapat menunjukkan kemampuan siswa untuk membuat narasi guna mengungkapkan perasaannya. Dengan demikian, kemampuan seseorang dalam menulis suatu karya tulis dapat diawali dari menganalisis artikel-artikel.

Berdasarkan manfaat-manfaat analisis kritis artikel di atas, maka pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk upaya guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan minat baca siswa. Apabila minat baca siswa berkembang, maka siswa akan selalu memanfaatkan kemajuan teknologi dan perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana sumber belajar. Dengan demikian, pembelajaran dengan menggunakan analisis kritis artikel dapat meningkatkan minat baca dan motivasi belajar siswa agar prestasi belajarnya meningkat pula.

Kegiatan analisis kritis artikel akan lebih mudah dikerjakan siswa dengan cara berkelompok. Untuk itu kegiatan analisis kritis artikel akan dilaksanakan melalui pembelajaran kooperatif. Sehingga siswa dapat saling bekerja sama dan bertukar pikiran dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

11/21/2011 - Posted by | Belajar Dan Pembelajaran

2 Komentar »

  1. panduan yang bagus

    Komentar oleh my name is popo | 11/23/2011

  2. Terima kasih ya..
    Tetap semangat !! B-)

    Komentar oleh alsyfa | 05/13/2015


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: