BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

KOPI BIJI DUWET (Eugenia Cumini) TWO IN ONE SEBAGAI OBAT DIABETES MELLITUS

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Diabetes mellitus (DM) merupakan sindroma khas yang ditandai hiperglikemia kronik serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan insulin baik relative maupun absolute serta gangguan kerja insulin (Dalimarta, 2005).

Salah satu penyebab penyakit Diabetes Melitus adalah konsumsi zat gizi (terutama karbohidrat dan lemak) yang tidak seimbang atau berlebihan. Kelebihan asupan karbohidrat atau lemak berkaitan dengan kemampuan tubuh untuk memanfaatkannya, misalnya tubuh akan meningkatkan sekresi (pengeluaran) insulin untuk mengimbangi. Insulin berupaya menjaga kadar glukosa (gula) darah pada taraf normal. Namun bila kelebihan asupan tersebut berlangsung, akhirnya insulin tidak lagi melaksanakan tugasnya untuk menjaga kadar gula darah pada taraf normal (Rimbawan dan Siagian, 2004).

Penyakit diabetes mellitus dalam jangka panjang dapat mengakibatkan risiko gangguan lebih lanjut pada retina dan ginjal kerusakan saraf perifer dan mendorong terjadinya penyakit ateroskierosis pada jantung, kaki dan otak (Widowati, 1997).

Penyakit yang akan ditimbulkan oleh penyakit gula darah ini adalah gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk/gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya (Anonymous, 2008).

Dari berbagai laporan didapatkan jumlah penderita diabetes mellitus semakin meningkat. International Diabetic Federation (IDF) mengestimasikan bahwa jumlah penduduk Indonesia usia 20 tahun ketas menderita DM sebanyak 5,6 juta orang pada tahun 2001 dan akan meningkat menjadi 8,2 juta pada 2020, sedang Survei Depkes 2001 terdapat 7,5 persen penduduk Jawa dan Bali menderita DM (Anonymous, 2005).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, penderita diabetes di Indonesia akan mengalami kenaikan dari 8,4 juta jiwa pada 2000, menjadi 21,3 juta jiwa pada 2030. Hal ini menjadikan Indonesia menduduki ranking ke-4 dunia, setelah Amerika Serikat, India dan Cina (Anonymous, 2008).

Tjokroprawiro (2006) menyatakan, tahun 1994 jumlah penderita diabetes mellitus minimal 2,5 juta, pada tahun 2000 menjadi empat juta, dan tahun 2010 minimal lima juta. Dan ini menunjukan suatu peningkatan yang harus diwaspadai, mengigat banyak akibat fatal yang muncul dari perkembangan penyakit tersebut.

Pengobatan diabetes mellitus dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat-obatan hipoglikemik baik berupa suntikan maupun tablet yang dapat di minum. Tetapi harga obat-obatan hipoglikemik dan terapai medis bagi penderita diabetes mellitus sekarang ada juga yang relative mahal dan sulit didapatkan. Sebagai contoh Nutrilite Bio C Plus 100 tablet dengan dosis pemakaian 1-3 kali / hari, seharga Rp.164.000,00; nutrilite fruit dan vegetable fiber 80 tablet dengan dosis pemakaian 1-2 kali/hari seharga Rp.101.000,00; hyperglycemia high calcium powder (tianshi) 90 tablet dengan dosis pemakaian 1-3 kali/hari seharga Rp.183.500,00.”.

Berdasarkan data di atas maka diperlukan salah satu cara pengobatan alternative dengan memakai bahan obat herbal yang dimaksud adalah suatu proses penyembuhan diabetes mellitus dengan menggunakan berbagai tanaman yang berkhasiat obat (Dalimantha, 2005).

Tumbuhan obat terbukti merupakan salah satu sumber bagi bahan baku obat anti diabetes mellitus karena diantara tumbuhan obat tersebut memiliki senyawa yang berkhasiat sebagai anti diabetes mellitus (Suharmiati, 2003).

Badan POM juga menyatakan beberapa tanaman dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah, diantaranya adalah Duwet, Alpukat, Jagung, Lamtoro, Mahoni, Salam, jambu biji, Bawang putih, Kumis kucing, Keji beling, Daun sendok dan Labu parang (Sutrisna, 2003).

Menurut Dr.C.Graeser dari Bonn, Jerman adalah orang yang pertama kali menemukan khasiat biji duwet dan ekstrak buahnya yang bisa menyembuhkan penyakit diabetes mellitus. Ekstrak buah ini diketahui tidak beracun dan dapat menyembuhkan penyakit tanpa efek negatif (Sovi, 2005).

Duwet (Eugenia cumini) mengandung beberapa senyawa kimia yang terdapat pada beberapa bagian diantaranya, pada buah terkandung senyawa penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus, dan glikosida,asam galat, triterpenoid. Pada biji terkandung senyawa tanin, asam galat, glukosida phytomelin, dan alfa-phytosterol yang bersifat anticholestemik, minyak atsiri, jambosin (alkaloid), triterpenoid.

Zat tanin, asam galat,dan senyawa alkaloid (jambosin) mempunyai kemampuan menurunkan kadar glukosa darah. Selain itu, senyawa alkaloid (jambosin) juga dapat meningkatkan konsentrasi insulin plasma.

Berangkat dari wacana diatas, maka penulis menggagaskan pengolahan  biji juwet dan cengkeh sebagai obat diabetes melitus, dengan judul “ Kopi Biji Duwet Two In One Sebagai Obat Diabetes Mellitus”.  Hal ini dalam upaya pengobatan diabetes mellitus yang semakin tinggi di Indonesia serta pemanfaatan tanaman lokal sebagai obat.

1.2 Perumusan Masalah

  1. Dapatkah kopi kopi biji duwet (Eugenia cumini) dan cengkeh (Syzygium aromaticum) digunakan sebagai obat diabetes mellitus?
  2. Bagaimanakah cara penggunaan kopi biji duwet (Eugenia cumini) dan cengkeh (Syzygium aromaticum) dalam upaya pengobatan penyakit diabetes mellitus?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui penggunaan kopi biji duwet (Eugenia cumini) dan cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai obat diabetes mellitus.

2. Untuk mengetahuo cara penggunaan kopi biji duwet (Eugenia cumini) dan cengkeh (Syzygium aromaticum) dalam upaya pengobatan penyakit diabetes mellitus

1.4 Manfaat

Berdasarkan paparan diatas dimulai dari latar belakang, rumusan masalah dan tujuan, maka manfaat yang diharapkan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah:

    1. Bagi masyarakat umum, penulisan karya ilmiah ini dapat dijadikan bacaan kesehatan untuk pengobatan penyakit diabetes mellitus dimana pengobatannya dikenal sangat mahal.
    2. Bagi pemerintah, informasi ini dapat membantu dalam program pengobatan penyakit diabetes mellitus dan pemanfatan tanaman tradisional sebagai obat.
    3. Bagi dunia keilmuan, penulisan karya ilmiah ini dapat memberikan sumbangan pemikiran berupa kajian-kajian literature yang kemudian dapat pula digunakan sebagai upaya kesehatan masyarakat.

1.4 Uraian Singkat

Biji duwet mempunyai kandungan berupa senyawa tanin, asam galat dan jambosin (alkaloid), dimana senyawa ini mempunyai kemampuan menurunkan kadar glukosa darah. Kandungan senyawa fenolik pada cengkeh dapat berperan sebagai antioksidan dan secara kultural biasa digunakan dalam minuman. Cengkeh juga terdapat senyawa tanin yang mempunyai kemampuan menurunkan kadar glukosa darah

Berdasarkan hal tersebut, penulis menemukan solusi baru yang lebih aman, mudah dan murah serta tidak memerlukan waktu lama untuk proses pembuatannya. Cara ini lebih efektif digunakan oleh masyarakat kalangan manapun serta dapat membantu pihak terkait terutama masalah pengeluaran biaya untuk penanganan diabetes mellitus yang saat ini memakan banyak biaya.

Diharapkan dengan pemanfaatan biji duwet dan cengkeh sebagai kopi untuk terapi pengobatan penyakit diabetes mellitus, penderita diabetes terhindar dari efek samping sebab tidak mengandung senyawa kimia berbahaya serta dapat memperkecil pengeluaran dan mempersingkat waktu pembuatan.

BAB II

TELAAH PUSTAKA

2.1       Tinjuan Umum Tanaman

2.2       Biologi Tanaman Duwet (Eugenia cumini)

2.2.1    Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Divisi               : Spermatophyta

Subdivisi         : Angiospermae.

Kelas               : Dicotyledonae

Bangsa                        : Myrtales

Family             : Myrtaceae

Marga              : Eugenia.

Jenis                : Eugenia cumini Merr

2.2.2 Morfologi

Pohon dengan tinggi 10-20 m ini berbatang tebal, tumbuhnya bengkok, dan bercabang banyak. Daun tunggal, tebal, tangkai daun 1-3,5 cm. Buahnya buah buni, lonjong, panjang 2-3 cm, masih muda hijau, setelah masak warnanya merah tua keunguan. Biji satu, bentuk lonjong, keras, warnanya putih (Anonymous, 2008).

Gambar 01 Buah Duwet.

2.2.3 Distribusi dan Habitat

Duwet tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl. Biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar, terutama di hutan jati.

Tumbuhan ini dapat hidup di tanah subur yang drainasenya baik dan dapat tumbuh tidak mengenal musim. Di Indonesia duwet hampir terdapat disemua daerah, tanaman ini mudah tumbuh dimana saja, hanya membutuhkan sedikit sinar matahari, dan sedikit air, duwet dapat berkembang biak melalui bijinya, juga dengan mencangkoknya. Pohon duwet tahan terhadap kekeringan cocok ditanam di pinggir jalan sekitar sekolah atau di tempat umum seperti halaman atau kebun (Novi, 2008).

2.2.4 Manfaat

Duwet (Eugenia cumini) dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit diantaranya penyakit diabetes mellitus, ngompol (inkontinensia urin), diare, masuk angin, Batuk kronis, sesak napas (asma), batuk rejan, batuk pada TB paru disertai nyeri dada serta sariawan (Novi, 2008).

2.2.5 Kandungan Kimia

Duwet (Eugenia cumini) mengandung beberapa senyawa kimia yang terdapat pada beberapa bagian diantaranya, pada buah terkandung senyawa penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus, dan glicosida,asam galat, triterpenoid. Pada biji terkandung senyawa tanin, asam galat, glukosida phytomelin, dan alfa-phytosterol yang bersifat anticholestemik, minyak atsiri, jambosin (alkaloid), triterpenoid . Sementara itu, pada kulit pohonnya terkandung seyawa zat samak, asam galat, alkaloid (jambosin) dan jambulol, Triterpenoid, zat tanin.

2.3 Biologi Tanaman Cengkeh  (Syzygium aromaticum)

2.3.1    Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Divisi               : Spermatophyta

Subdivisi         : Angiospermae.

Kelas               : Dicotyledonae

Bangsa                        : Myrtales

Family             : Myrtaceae

Marga              :  Syzygium

Jenis                : Syzygium aromaticum

2.3.2 Morfologi

Pohon ini tingginya bisa lebih dari 20m dan umurnya bisa ratusan tahun. Cabang dan daunnya lebat. Daunnya lonjong berujung lancip. Panjangnya kira-kira 10cm dan lebarnya 3cm. Bunganya bergerombol diujung-ujung ranting. Kuncup bunganya diambil lalu dijemur sampai coklat kehitaman. Baunya harum pedas, selain untuk obat juga banyak digunakan untuk bumbu masak dan ramuan rokok kretek. Selain kuntum bunganya, daunnya juga dipakai dalam pengobatan.

Gambar 02  Tanaman Cengkeh.

2.3.3 Distribusi dan Habitat

Tumbuhan cengkeh akan tumbuh dengan baik pada daerah yang cukup air dan mendapat sinar matahari langsung. Di Indonesia, cengkeh cocok ditanam baik di daerah daratan rendah dekat pantai maupun di pegunungan pada ketinggian 600-1100 meter di atas permukaan laut dan di tanah yang berdrainase baik.

2.3.4 Manfaat

Kandungan senyawa fenolik pada cengkeh dapat berperan sebagai antioksidan dan secara kultural biasa digunakan dalam minuman. Selain itu, di dalam cengkeh juga terdapat senyawa tanin. Dimana senyawa ini  mempunyai kemampuan menurunkan kadar glukosa darah ( Suharmiati, 2003).

2.3.5 Kandungan Kimia

Cengkeh  (Syzygium aromaticum) memiliki kandungan antara lain minyak asiri 16-20% (terdiri dari eugenol 80%, asetil eugenol, iso-eugenol, eugenin, iso-eugenitin, kariolifen, furfural, metil amil keton), vanilin, eugenin, tanin, gom, serat, asam galotanat, dan kalsium oksalat.

2.4 Tinjuan Umum Diabetes Mellitus (DM).

2.4.1 Pengertian

Diabetes mellitus (DM) atau biasa disebut diabetes adalah penyakit kronik yang timbul karena terlalu banyak glukosa (Gula) dalam darah (kadar gula darah normal adalah 80-120 mg/dl (puasa), 100-180 mg/dl (setelah makan), dan 100-140 mg/dl (istirahat/ tidur) juga tergantung menurut usia dan ganguan penyakit tertentu (Sylvia, 1998), atau DM merupakan kelompok gangguan metabolik dengan suatu manifestasi umum, yaitu hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) (Rimbawan dan siagian, 2004).

2.4.2 Gejala-gejala Diabetes Mellitus

Menurut Smith (2005), gejala-gejala klasik yang menunjukan bahwa seseorang terkena penyakit diabetes mellitus adalah sebagai berikut:

  • Sering buang air kecil
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Rasa lapar yang terlalu sering muncul
  • Daya penglihatan yang kabur atau berubah
  • Daya sembuh yang sangat lambat, terutama pada tangan dan kaki
  • Sering terinfeksi jamur (pada wanita)
  • Kehilangan atau penambahan berat badan secara mendadak yang tidak diketahui penyebabnya
  • Mendengan bunyi denging atau mati rasa pada tungkai, kaki, atau jari-jari”.

2.4.3 Penyebab Diabetes Mellitus (DM).

Salah satu penyebab penyakit Diabetes Melitus adalah konsumsi zat gizi (terutama karbohidrat dan lemak) yang tidak seimbang atau berlebihan. Kelebihan asupan karbohidrat atau lemak berkaitan dengan kemampuan tubuh untuk memanfaatkannya, misalnya tubuh akan meningkatkan sekresi (pengeluaran) insulin untuk mengimbangi. Insulin berupaya menjaga kadar glukosa (gula) darah pada taraf normal. Namun bila kelebihan asupan tersebut berlangsung, akhirnya insulin tidak lagi melaksanakan tugasnya untuk menjaga kadar gula darah pada taraf normal (Rimbawan dan Siagian, 2004).

2.4.4 Jenis Diabetes Mellitus

Pada tahun 1997, diabetes mellitus dibedakan menjadi 3 yaitu DM tipe 1, Tipe 2, dan gestational diabetes (Rimbawan dan siagian, 2004).

  • Diabetes mellitus tipe 1 (insulin dependent mellitus)

Diabetes tipe 1 ini adalah bila tubuh perlu pasokan insulin dari luar, karena sel-sel beta dari pulau-pulau langerhansmengalami kerusakan, sehingga pangkreas berhenti memproduki insulin.

  • Diabetes mellitus tipe 2 (non-insulin dependent diabetes mellitus)

Diabetes tipe 2 terjadi jika insulin hasil produksi pangkreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadilah gangguan pengiriman gula kesel tubuh. Faktor penyebab ini adalah pola makan yang salah, proses penuaan, dan stress yang mengakibatkan resisten insulin.

Gejala diabetes tipe 2 lebih bertinggkat dan tidak muncul selama bertahun-tahun setelah serangan penyakit. Pengobatan kebanyakan dilakukan dengan pola makanan khusus dan berolahraga (Anonymous, 2004).

  • Gestational diabetes

Gestational diabetes atau diabetes mellitus saat kehamilan merupakan istilah untuk wanita yang menderita diabetes selama kehamilan dan kembali normal setelah melahirkan. Banyak wanita yang mengalami diabetes kehamilan kembali normal saat postpartum (setelah kehamilan), tetapi pada beberapa wanita tidak demikian.

Dalam kondisi parah, diabetes mellitus selama kehamilan tidak hanya menimbulkan kematian pada janin, tetapi juga pada ibu yang mengandung (Wijayakusuma, 2005)

2.4.5 Penelitian Biji Juwet Dan Cengkeh Dengan Diabetes mellitus

Menurut Dr.C.Graeser dari Bonn, Jerman adalah orang yang pertama kali menemukan khasiat biji duwet dan ekstrak buahnya yang bisa menyembuhkan penyakit diabetes mellitus. Ekstrak buah ini diketahui tidak beracun dan dapat menyembuhkan penyakit tanpa efek negatif (Sovi, 2005).

Penelitian di India mendapatkan hasil bahwa buah jamblang dapat mencegah timbulnya katarak akibat diabetes. Hasil penelitian menunjukkan biji, daun, dan kulit kayu jamblang mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa darah (efek hipoglikemik) pada penderita diabetes melitus tipe II.

Menurut Drs H Arief Hariana dalam Tumbuhan Obat & Khasiatnya seri 1, duwet memiliki rasa manis dan bersifat netral. Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam duwet di antaranya zat samak, tanin, minyak terbang, damar, glukosida, dan asam galat. Efek farmakologis duwet di antaranya astringen, anti-malline, anti-cholesteremik, dan anti-diabetes.

BAB III

METODE PENULISAN

3.1 Sumber Data

Data tentang kandungan biji duwet sebagai obat diabetes mellitus. Duwet (Eugenia cumini) mengandung beberapa senyawa kimia yang terdapat pada beberapa bagian diantaranya, pada buah terkandung senyawa penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus, dan glicosida,asam galat, triterpenoid . Pada biji terkandung senyawa tanin, asam galat, glukosida phytomelin, dan alfa-phytosterol yang bersifat anticholestemik, minyak atsiri, jambosin (alkaloid), triterpenoid . Sementara itu, pada kulit pohonnya terkandung seyawa zat samak, asam galat, alkaloid (jambosin) dan jambulol, Triterpenoid, zat tanin.

Data dan fakta yang berhubungan untuk tema ini berasal dari tahapan-tahapan pengumpulan data dengan pembacaan kritis terhadap ragam literatur (library research) yang berhubungan dengan tema pembahasan dan fakta-fakta lain berasal dari internet, artikel-artikel, dan koran. Dengan demikian penulis mengelompokan atau menyeleksi data dan informasi tersebut berdasarkan katagori atau relevansi yang kemudian selanjutnya ketahapan analisis dan pengambilan kesimpulan.

3.2 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dari hasil observasi dan pendataan beragam literatur.

3.3 Metode Pengolahan  dan Analisis Data

Teknik anilisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitataif.  Menurut Arikunto (1998: 25), analisis deskriptif kualitatif adalah analisis ynag digambarkan dengan kata-kata atau kalimat,dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan.

Untuk analisis data yang berupa pesan maka digunakan cara analisis isi (content analysis). Analisis ini menghubungakan penemuan berupa kritesa atau teori. Analisis yang dilakukan pada nalaisis isi karya tulis ini menggunakan interactive model (Miles dan Huberman, 1994). Model ini terdiri dari empat componen yang saling berkaitan, yaitu (1) pengumpulan data, (2) penyederhanan atau reduksi data, (3) penyajian data dan (4) penarikan data pengujian atau vertifikasi kesimpulan

BAB IV

ANALISIS DAN SINTESIS

4.1 Analisis Permasalahan

Tjokroprawiro (2006) menyatakan, tahun 1994 jumlah penderita diabetes mellitus minimal 2,5 juta, pada tahun 2000 menjadi empat juta, dan tahun 2010 minimal lima juta.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, penderita diabetes di Indonesia akan mengalami kenaikan dari 8,4 juta jiwa pada 2000, menjadi 21,3 juta jiwa pada 2030. Hal ini menjadikan Indonesia menduduki ranking ke-4 dunia, setelah Amerika Serikat, India dan Cina (Anonymous, 2008).

Pengobatan diabetes mellitus dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat-obatan hipoglikemik baik berupa suntikan maupun tablet yang dapat di minum. Tetapi harga obat-obatan hipoglikemik dan terapai medis bagi penderita diabetes mellitus sekarang ada juga yang relative mahal dan sulit didapatkan

.

4.2 Sintesis Pemecahan Masalah

Berdasarkan permasalahan tersebut penulis membuat alternatif baru untuk pengobatan penyakit diabetes mellitus dengan menggunakan tumbuhan obat yaitu biji duwet. Tumbuhan obat terbukti merupakan salah satu sumber bagi bahan baku obat anti diabetes mellitus karena diantara tumbuhan obat tersebut memiliki senyawa yang berkhasiat sebagai anti diabetes mellitus.

Badan POM juga menyatakan beberapa tanaman dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah, diantaranya adalah Duwet, Alpukat, Jagung, Lamtoro, Mahoni, Salam, jambu biji, Bawang putih, Kumis kucing, Keji beling, Daun sendok dan Labu parang.

Biji Duwet tersebut dikeringkan dan dibuat kopi bubuk yang dipadukan dengan cengkeh untuk menambah cita rasa dan memperkuat senyawa penurun kadar glukosa darah. Pemanis dalam kopi ini digunakan sakarin yang dibuat khusus untuk penderita diabetes mellitus. Pembuatan Kopi Biji Duwet Two In One sebagai berikut;

Pemisahan daging buah dan biji buah duwet
Biji duwet dicuci
Biji duwet dan cengkeh disangrai sebetar
Dalam 1 bungkus kopi= (15 biji duwet+5 cengkeh) dihaluskan dan ditambahkan sakarin
Pembungkusan

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Dari hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Diabetes mellitus merupakan merupakan sindroma khas yang ditandai hiperglikemia kronik serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan insulin baik relative maupun absolute serta gangguan kerja insulin. Penyakit ini termasuk penyakit yang membahayakan di Indonesia.

2. Pemanfaatan biji duwet dan cengkeh sebagai obat diabetes mellitus dalam bentuk kopi bubuk akan lebih efektif digunakan oleh masyarakat kalangan manapun  serta dapat membantu pemerintah dalam pengobatan diabetes mellitus yang semakin mahal.

5.2 SARAN

1. Masyarakat akan menggunakan alternatif pengobatan ini karena pengobatan ini lebih efektif dan lebih terjangkau.

2. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi para calon peneliti selanjutnya agar dapat menemukan alternatif baru untuk mengobati diabetus militus.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2008. Diabetes Mellitus, The Silent Killer. http://www.wikimu.com/News/Kesehatan.aspx (27 Maret 2009)

Anonymous. 2008. Indonesia Urutan Ke-4 Penderita Kencing Manis (diabetes melitus/DM. http://www.ottopharm.com/news ( 27 Maret 2009).

Anonymous. 2009. Basmi Nyamuk dengan Tumbuhan Herba.

http://diancoy.blogspot.com/2008/07/manfaat-daun-kemangi.html (27 Maret 2009).

Dalimartha, Setiawan. 2005. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 3. Jakarta; Pustaka Suara.

Dalimartha, Setiawan. 2005. Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan Diabetes Mellitus. Bogor; Penebar swadaya.

Hamilton, J.D. 2000. Programming CGI 101. http://www.cgi.com/class/intro.html (27 Maret 2009)

Novi.2005. Penelitianku Duwet. http://ophie27.blogspot.com/2008/12/penelitianku-duwet.html ( 27 Maret 2009-04-03)

Sutrisna.2005. Uji Efek Penurunan Kadar Glukosa Darah Ekstrak Air Buah Jambu Biji (Psidium guajava L) Pada Kelinci The Decrease Of Blood Glukosa Consentration Of Water Extract Guajava (Psidium guajava L.)In Rabbits. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Rimbawan & Siagian A. 2004. Indeks Glikemik Pangan. Jakarta; Penebar swadaya.

Smith, M.D. 2005. Preventing & Reversing diabetes naturally. Jakarta; Buana Ilmu Popular Kelompok Gramedia.

Tjokroprawiro, Askandar. 2006. Diabetes Mellitus: Capita Selecta 2000-D Diabetes and Nutrition Centre-Dr Soetomo Teaching Hospital. School of medicine airlangga university, Surabaya.

Widowati,L., B. Dzulkarnain, dan Sa’roni. 1997. Tanaman Obat untuk Diabetes Mellitus. Jakart; .Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Wijayakusuma. 2005. Bebas Diabetes Melitus Ala Hembing.  Jakarta;  Puspa Suara.

Iklan

05/05/2010 - Posted by | Contoh PKM

6 Komentar »

  1. sekarang ada ramuan obat yang sedang banyak orang cari, Ramuan diabetes ini ditemukan berdasarkan pengalaman pribadi Prof.Darwin Kiro BA C.Med divonis penyakit diabetes dan meminum teh chin chau mediabetea selama 4 bulan dan akhirnya sembuh total. Kesembuhan beliau saat itu sekaligus juga mematahkan jargon di masyarakat bahwa diabetes tidak dapat disembuhkan.

    Ramuan ini tidak hanya menurunkan gula darah secara sementara namun bekerja secara langsung mengembalikan fungsi pankreas, sehingga produksi hormon insulin menjadi lancar, menumbuhkan sel-sel baru, menurunkan kadar kolesterol, mempelancar saluran pembuluh darah, dan membersihkan saluran pencernaan

    untuk lebih lengkapnya coba kunjungi http://www.ramuandiabetes.blogspot.com , bisa langsung pesan produknya dan bisa kirim seluruh indonesia.

    Komentar oleh lisa | 05/15/2010

  2. kok ga ada gambarnya sih ?

    Komentar oleh rinda febriany | 06/06/2010

  3. mau tanya,
    senyawa aktif mana pada biji juwet yang dapat mengobati diabetes…
    repp please…

    Komentar oleh herry | 11/12/2010

  4. Diabetes mellitus, often simply referred to as diabetes—is a group of metabolic diseases in which a person has high blood suga. Nursingpedia

    Komentar oleh Nursingpedia | 09/15/2011

  5. boleh tanya ga dosis ekstrak biji jamblang yg digunakan brapa,, yg tau minta email ke cholid_ipa@yahoo.co.id… trimakasih minta bantuan nya ya

    Komentar oleh cholid muzakar | 01/30/2013

  6. Yang butuh bibit jamblang silakan hub chasiapro@gmail.com Trims Prabowo JOgja

    Komentar oleh Prabowo | 01/14/2015


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: