BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

”ROTI BONDAN PLUS” Roti Lezat dan Kaya Vitamin

  1. A. Judul Program

”ROTI BONDAN PLUS” Roti Lezat dan Kaya Vitamin

B. Latar Belakang

Jakarta, Kompas (2003) Hasil penelitian yang dilaksanakan Survei Pemantauan Status Gizi dan Kesehatan (Nutrition & Health Surveillance System) selama 1998-2002 menunjukkan, sekitar 10 juta anak balita yang berusia enam bulan hingga lima tahun-berarti setengah dari populasi anak balita-di Indonesia berisiko menderita kekurangan vitamin A. Menurut penelitian yang dilakukan Depkes bekerja sama dengan Helen KelIer International setiap tiga bulan sekali ini, makanan mereka sehari-hari di bawah angka kecukupan vitamin A yang ditetapkan untuk anak balita, yaitu 350-460 Retino Ekivalen per hari.

Angka diatas menunjukkan bahwa kekurangan vitamin A di Indonesia sangat tinggi dan akan meningkat dari tahun ketahun, bahkan menurut Siswono (2004) menyatakan bahwa cakupan kapsul vitamin A bagi anak balita tahun ini turun 64 persen dibandingkan tahun 2003. Sehingga, dapat dipastikan lebih dari 10 juta bayi dan balita di Indonesia akan kekurangan vitamin A. Penyebabnya kekurangan vitamin A yang ada pada masyarakat adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengetahui pentingnya vitamin A untuk kesehatan tubuh. vitamin A merupakan zat nutrisi yang penting bagi anak, baik untuk daya tahan tubuh, kesehatan mata, ataupun kecerdasan anak. Gangguan pada mata itu, bisa diawali dengan buta senja. Oleh karena itu, pemberian vitamin A dua kali dalam setahun, yaitu Februari dan Agustus, penting dilakukan (Hj. Alma Luchiyati, 2009). Vitamin A berfungsi untuk sistem penglihatn dan juga untuk sistem kekebalan tubuh. Bila vitamin A kurang, maka fungsi kekebalan tubuh menjadi menurun, sehingga mudah terserang infeksi. Disamping itu lapisan sel yang menutupi trakea dan paru-paru mengalami keratinisasi, tidak mengeluarkan lender sehingga mudah dimasuki mikroorganisme penyebab infeksi saluran pernapasan. Bila terjadi pada permukaan usus halus dapat terjadi diare. Perubahan pada permukaan saluran kemih dan kelamin dapat menimbulkan infeksi pada ginjal dan kantong kemih. Pada anak-anak dapat menyebabkan komplikasi pada campak yang dapat mengakibatkan kematian (Sunita Almatsir, 2003). Wortel adalah salah satu contoh sayuran yang kaya akan vitamin A. Jenis tumbuhan ini memiliki nama latin Daucus carota L yaitu jenis buah yang berasal dari negeri yang beriklim sedang (sub-tropis) dari Asia Timur Dekat dan Asia Tengah. Kandungan Karoten dan vitamin A wortel sangat baik untuk kesehatan mata. Kandungan Beta karoten dalam wortel dapat mencegah dan mengatasi kanker, darah tinggi, menurunkan kadar kolesterol dan mengeluarkan angin dari dalam tubuh. Kandungan tinggi antioksidan karoten juga terbukti dapat memerangi efek polusi dan perokok pasif (NdyTeeN)

Hasil penelitian menyatakan bahwa secangkir wortel yang sudah dimasak mengandung 70 kalori, 4 gram serat, dan sekitar 18 mg beta carotene. Ini menyediakan lebih 100 persen gizi vitamin A-a yang direkomendsikan oleh RDA (Nilai Diet yang Dianjurkan) yang sangat penting bagi kesehatan rambut, kulit, mata, tulang, dan selaput lendir. Vitamin A juga sangat membantu di dalam mencegah infeksi (http://www.analisadaily.com/).

“ROTI BONDAN PLUS” adalah roti bolu yang menggunakan bahan dasar wortel yang dipadukan dengan pandan. Cara pengolahannya dimulai dari pencucian wortel dan diparut, lalu dicampurkan sari pandan alami, gula bubuk dan telur lalu dimixer sampai mengembang kemudian memasukkan tepung terigu, tepung maizena, susu bubuk dan mentega. Setelah tercampur memasukkan adonan dalam cetakan yang sudah diolesi dengan mentega cair, lalu dimasukkan kedalam oven hingga matang pada suhu 160 – 165 C. setelah matang didinginkan lalu dilakukan pengemasan. Roti “BONDAN PLUS” mempunyai tekstur lembut berbentuk bulat lonjong dan mempunyai rasa yang khas perpaduan wortel dan pandan.

Ketersediaan wortel di Malang sangat banyak dan mempunyai kwalitas yang sangat baik, sebagai contoh desa Ngabab merupakan salah satu daerah paling potensial dalam segi pertanian di Kabupaten Malang. Ditinjau dari segi ekonomis, daerah ini merupakan salah satu penghasil sayur terbesar di Kabupaten Malang. Sayur mayur hasil pertanian dari daerah ini antara lain adalah wortel, cabe, kacang panjang, kentang, kubis, sawi, tomat, dan lainnya. Selain sayur mayur, potensi pertanian yang lain dari daerah ini adalah berupa tanaman buah-buahan (jeruk dan apel), tanaman palawija (jagung), dan tanaman padi (padi sawah). Pertanian dari daerah ini begitu subur karena didukung oleh potensi irigasi yang dimiliki, yaitu memiliki satu sungai dengan 12 mata air dan juga lahan pertanian yang sangat luas (787 Ha). Oleh karena itu, kualitas hasil pertanian dari daerah ini begitu tinggi dan terjamin. Hasil pertanian dari daerah Desa Ngabab telah tersebar ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Kalimantan, Surabaya, Tuban, Lamongan, Jombang, Mojokerto, Blitar, dan lain sebagainya.

Berdasarkan pada gambaran di atas maka disusunlah proposal PKMK ini. Pemilihan wortel sebagai bahan pokok dalam penelitian ini karena permintaan pasar yang tinggi akan kebutuhan wortel yang relative murah dan kaya vitamin. Selain itu wortel juga mempunyai kandungan vitamin A yang sangat tinggi yang diperlukan oleh masyarakat, baik dari kalangan menengah sampai kalangan atas.

Produk ini di namakan “ROTI BONDAN PLUS” yang berarti roti bolu yang berasal dari wortel beraroma pandan. Usaha ini diharapkan bisa menumbuhkan kemauan dalam bidang wirausaha bagi mahasiswa, dan juga dengan adanya produk ini masyarakat bisa memenuhi kebutuhan vitamin terutama vitamin A.

Prospek usaha ini adalah menciptakan makanan instan yang mengandung vitamin A yang tinggi bagi konsumsi kebutuhan vitamin A masyarakat dan mahasiswa UMM. Produk instan “ROTI BONDAN PLUS” ini mempunyai cita rasa yang lembut dan enak serta mempunyai daya tahan lama yaitu 7 hari sehingga cocok untuk konsumsi masyarakat dan mahasiswa. Dimana rasa ini akan disukai masyarakat dan mahasiswa sehingga masyarakat dan mahasiswa tidak bosan mengkonsumsi “ROTI BONDAN PLUS” dikarenakan produk ini berbeda dengan produk yang lain yakni terdapat campuran wortel sebagai bahan dasarnya dan akan menjadi makanan idola di Malang sebagai makanan khas Malang.

C. Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah disebutkan maka dapat dikemukakan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana cara produksi ”ROTI BONDAN PLUS”?
  2. Bagaimana bentuk usaha dari ”ROTI BONDAN PLUS”?
  3. Bagaimana cara pemasaran usaha dari ”ROTI BONDAN PLUS”?
  4. Bagaimana cara pengembangan ”ROTI BONDAN PLUS” dimasa yang akan datang?

D. Tujuan Program

  1. Untuk mengolah ”ROTI BONDAN PLUS” yang kaya akan vitamin A.
  2. Untuk membuat bentuk usaha yang tepat bagi usaha ”ROTI BONDAN PLUS”.
  3. Untuk memasarkan usaha ”ROTI BONDAN PLUS” sebagai alternatif kue yang kaya akan vitamin A.
  4. Untuk cara pengembangan ”ROTI BONDAN PLUS” dimasa yang akan datang.

E. Luaran Yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan dari adanya usaha ”ROTI BONDAN PLUS” ini adalah:

1.   Dapat menghasilkan produk ”ROTI BONDAN PLUS”  dengan warna alami, menarik serta meningkatkan nilai gizi, organoleptik, dan penambahan suplemen dan zat aditif terutama vitamin A yang ada dalam produk agar diterima masyarakat.

2. Diharapkan dapat membangkitkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui metode penelitian ”ROTI BONDAN PLUS” ini sebagai unit usaha mahasiswa.

3. Dapat menghasilkan produk jasa, dimana sebagai pendamping dalam pembentukan usaha kepada masyarakat yang berminat mengembangkan produk ini.

F. Kegunaan Program

Kegunaan yang dimiliki oleh usaha ini adalah:

  1. a. Aspek ekonomis
    1. Dapat memberi lapangan kerja baru pada masyarakat.
    2. Memperkaya aneka macam kue yang ada dengan harga yang relatif murah.
  1. b. Aspek akademis

Memberi kesempatan kepada mahasiswa FKIP UMM mengaplikasikan kegiatan kuliah untuk diangkat ke dalam kegiatan kewirausahaan, menerapkan mata kuliah dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Biologi bidang studi kewirausahaan.

  1. c. Aspek ketenagakerjaan

Kecenderungan masyarakat untuk ngemil di luar makan utama semakin nyata, karena kebutuhan energi yang tinggi baik jika diimbangi dengan ngemil dari pada hanya dengan makan makanan utama saja. Selain itu, kondisi masyarakat yang kurang mengkonsumsi vitamin A semakin banyak, karena pengetahuan tentang sumber makanan yang mengandung vitmain A sangat sedikit. Hal ini menyebabkan usaha ”ROTI BONDAN PLUS” cocok dikembangkan di sekitar kampus UMM, bahkan kota malang dan Jawa Timur secara umum.

Kondisi ini bisa dimanfaatkan dengan mengembangkan usaha melalui penambahan alat dan tenaga kerja bahkan membuka cabang perusahaan. Selain itu usaha ini dapat menjadi wadah atau sarana bagi pengembangan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa.

d. Aspek Gizi Masyarakat

dapat memberikan alternatif cemilan berupa roti yang mengandung vitamin A yang tinggi bagi masyarakat dan mahasiswa UMM serta masyarakat pada umumnya.

  1. G. Gambaran Umum Rencana Usaha

G.1 Gambaran Umum Kondisi Masyarakat

Salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi pada kesehatan tubuh. Hal ini mudah dilihat dari begitu banyaknya macam jenis penyakit yang diderita oleh masyarakat dan rendahnya status gizi yang jelas berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Oleh karena, status gizi memengaruhi kecerdasan, daya tahan tubuh terhadap penyakit, kematian bayi, kematian ibu, dan produktivitas kerja. Penyebab kekurangan gizi pada masyarakat ini adalah kurangnya makanan yang cukup mengandung hidrat arang, lemak, protein serta vitamin dan mineral yang sering menjadi pokok masalah adalah vitamin A.

Siti Halati, Manajer Operasi Lapangan Program Vitamin A HKI, menjelaskan bahwa angka kecukupan gizi anak usia hingga tiga tahun seharusnya sebesar 350 Retino Ekivalen (RE) per hari, atau setara tiga butir telur atau 250 gram bayam per hari. Namun, dalam survei yang dilakukan Nutrition & Health Surveillance System tahun 2001 menunjukkan, makanan yang sehari-hari dikonsumsi 50 persen anak berusia 1-2 tahun tidak mengandung vitamin A dalam jumlah memadai, yaitu 350 RE per harinya (kompas 30/07/03).

Vitamin A yang di dalam makanan sebagian besar terdapat dalam bentuk ester retinil, bersama karatenoid bercampur dengan lipida lain di dalam lambung. Di dalam sel-sel mukosa usus halus, ester retinil dihidrolisis oleh enzim-enzim pancreas esterase menjadi retinol yang lebih efisien diabsorbsi daripada ester retinil. Sebagian dari karatenoid, terutama beta karoten di dalam sitoplasma sel mukosa usus halus dipecah menjadi retinol. Retinol di dalam usus halus bereaksi dengan asam lemak dan membentuk ester dan dengan bantuan cairan empedu menyeberangi sel-sel vili dinding usus halus untuk kemudian diangkut oleh kilomikron melalui sistem limfe ke dalam aliran darah menuju hati. Hati berperan sebagai tempat menyimpan vitamin A dlm tubuh. Bila tubuh memerlukan, vitamin A dimobilisasi dari hati dalam bentuk retinol yang diangkut oleh Retinol Binding Protein ( RBP ) yang disintesis dalam hati. Pengambilan retinol oleh berbagai sel tubuh tergantung dari reseptor pada permukaan membran yang spesifik untuk RBP. Retinol kemudian diangkut melalui membran sel untuk kemudian diikat pada Cellular Retinol Binding Protein ( CRBP ) dan RBP kemudian dilepaskan. Di dalam sel mata retinol berfungsi sebagai retinal dan di dalam sel epitel sebagai asam retinoat.

Gejala pertama dari kekurangan vitamin A biasanya adalah rabun senja. Kemudian akan timbul pengendapan berbusa (bintik Bitot) dalam bagian putih mata (sklera) dan kornea bisa mengeras dan membentuk jaringan parut (xeroftalmia), yang bisa menyebabkan kebutaan yang menetap.

Namun, hal ini sulit diterapkan dalam masyarakat karena kurangnya pengetahuan masyarakat seberapa banyak vitamin A yang dibutuhkan serta apa saja sumbersumbernya. Oleh karena itu dibutuhkan sumber alternatif gizi yang mudah, murah, dan banyak terdapat di masyarakat.

G.2 Gambaran Umum Wortel

Wortel (Daucus carota) adalah tumbuhan sayur yang ditanam sepanjang tahun. Terutama di daerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab, kurang lebih pada ketinggian 1200 ineter di atas permukaan laut. Tumbuhan wortel mernbutuhkan sinar matahari dan dapat turnbuh pada sernua musim. Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah (tangkai daun) yang muncul dari pangkal buah bagian atas (umbi akar), mirip daun seledri. Wortel menyukai tanah yang gembur dan subur. Menurut para botanis, wortel (Daucus carota) dapat dibedakan atas beberapa jenis, di antaranya: WORTEL (Daucus carota, Linn.) – jenis imperator, yakni wortel yang memiliki umbi akar berukuran panjang dengan ujung meruncing dan rasanya kurang manis. – jenis chantenang, yakni wortel yang memiliki umbi akar berbentuk bulat panjang dan rasanya manis. – jenis mantes, yakni wortel hasil kornbinasi dari jenis wortel imperator dan chantenang. Umbi akar wortel berwarna khas oranye.

Nama lain dari wortel adalah Carrot (Inggris), Carotte (Perancis), Bortel (Belanda); Wortel (Indonesia), Bortol (Sunda), Wortel, Ortel (Madura); Wortel, Wortol, Wertol, Wertel, Bortol (Jawa). Kandungan yang ada pada wortel adalah vitamin A yang tinggi yaitu sebesar 12000 SI. Sementara komposisi kandungan unsur yang lain adalah kalori sebesar 42 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang 9,3 gram, kalsium 39 miligram, fosfor 37 miligram, besi 0,8 miligram, vitamin B 1 0,06 miligram, dan vitamin C 6 miligram. Komposisi di atas diukur per 100 gram.

Tabel 1. Data Nilai Gizi pada Sayuran

ID nama bahan pangan kalori lemak karbohidrat kalsium fosfor vitamin A vitamin B1 vitamin C air
70 daun tales 71 2,1 12,3 32 47 10395 0,11 163 79,4
73 melinjo 66 0,7 13,3 163 75 1000 0,10 100 80,0
84 seledri 20 0,1 4,6 50 40 130 0,03 11 93,0
97 wortel 42 0,3 9,3 39 37 12000 0,06 6 88,2

Sumber: Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan

Melihat fakta- fakta di atas maka, disusunlah proposal untuk memanfaatkan wortel menjadi sebuah alternatif panganan bervitamin A tinggi yang berbentuk kue bolu. Analisis usaha BONDAN PLUS ini meliputi beberapa hal, yaitu :

1. Produk

Produk BONDAN PLUS (Bolu Pandan Plus) ini terbuat dari bahan dasar wortel yang merupakan suatu penemuan yaitu membuat produk untuk memenuhi kebutuhan pasar. Produk ini diperkirakan akan memperoleh sambutan bagus  di masyarakat sekitar kampus, bahkan kota Malang secara umum karena bahan yang unik dan belum pernah ada di pasaran. Selain itu juga produk ini nikmat, enak dan tentunya yang paling penting kaya akan gizi, terutama kandungan akan vitamin A yang dimilikinya. Produk ini mempunyai tekstur yang lembut berbentuk bulat lonjong.

2. Harga

Produk BONDAN PLUS dengan bahan baku wortel ini akan ditawarkan kepada masyarakat di sekitar kampus UMM dan masyarakat kota Malang secara umumnya selaku konsumen dengan harga yang mudah dijangkau oleh masyarakat dibandingkan dengan harga dari produk yang hampir sejenis. Hal ini disebabkan karena bahan-bahan yang diperlukan untuk produksi BONDAN PLUS ini berbahan alami yang dapat diperoleh dari alam dengan sangat mudah.

3. Tempat

Lokasi produksi pembuatan BONDAN PLUS dengan bahan baku Wortel ini akan dipasarkan di lingkungan sekitar kampus meliputi kantin kampus, Kopma dan Kopkar UMM, toko-toko di sekitar kampus, kedepannya produk diharapkan akan semakin meluas dengan bertambahnya angka penjualan sehingga membutuhkan tempat prodiksi yang luas dan jumlah tenaga kerja yang besar.

Strategi Pengembangan Usaha

Strategi pengembangan usaha dari bahan baku rayap BONDAN PLUS (bolu pandan plus) antara lain dapat ditempuh dengan cara :

1.   Produksi BONDAN PLUS diharapkan kedepannya memiliki berbagai macam rasa dan bentuk sehingga produk ini akan lebih menarik. Selain itu kandungan gizinya selain vitamin A lebih ditingkatkan agar kandungan gizi dari produk BONDAN PLUS ini lebih seimbang. Kedepannya juga produksi BONDAN PLUS akan ditingkatkan teknologi yang lebih canggih dan modern, sanitasi, higienitas alat dan bahan, serta tambahan jumlah pekerja.

2.   Produksi BONDAN PLUS ini kedepannya akan ditingkatkan maslah prevarensi konsumen, dimana produk ini akan diberi tambahan suplemen, zat aditif yang meliputi warna, rasa, dan tekstur untuk meningkatkan kesukaan konsumen.

3.   Lokasi produk BONDAN PLUS ini diharapkan akan semakin meluas seiring dengan angka penjualan yang semakin meningkat sehingga membutuhkan tempat produksi yang luas dan jumlah tenaga kerja yang besar.

4.   Pemasaran BONDAN PLUS diharapkan kedepannya bisa menembus pasaran di luar kota Malang khususnya di Jawa Timur dan Pulau JAWA dengan cara distribusi langsung dari pabrik, maupun melalui sistem MLM (Multi Level Marketing).

5.   Promosi yang dilakukan kedepannya akan menjangkau surat kabar seperti Radar Malang dan media elektronik lokal seperti BatuTV agar produk lebih dikenal oleh masyarakat.

Tabel 2. Analisis Usaha BONDAN PLUS

A. Investasi
No Bahan-bahan Jumlah Satuan(kg) Total
1.

2.

Bahan-bahan:

a)      Wortel

b)      Tepung

c)      Gula

d)     Maizena

e)      Susu bubuk

f)       Telur

g)      Pandan

Mentega

Labeling dan Packaging

20Kg

20Kg

15Kg

4Kg

4Kg

34 butir

12 lembar

15Kg

250 bungkus

Rp 5000,00

Rp 6000,00

Rp 4000,00

Rp 6000,00

Rp 35.000,00

Rp 1000,00/butir

Rp 100,00/lembar

Rp 9000,00

Rp 800,00

Rp 100.000,00

Rp 120.000,00

Rp   60.000,00

Rp   24.000,00

Rp 140.000,00

Rp   34.000,00

Rp     1.200,00

Rp 135.000,00

Rp 200.000,00

Total Biaya Rp. 814.200,00
B. Biaya Promosi dan Pemasaran
1

2

Transportasi 2 orang x Rp.100.000,00 (3 bulan)

Komunikasi 4 orang x Rp.  75.000,00 (3 bulan )

Rp. 200.000,00

Rp. 300.000,00

Total biaya Rp. 500.000,00
C. Penerimaan
a. “BONDAN PLUS” per butir (1000 butir)

b.“BONDAN PLUS” per kotak 5 kue

@ Rp 900,00

@ Rp 3000,00

Rp 900.000,00

Rp 750.000,00

Jumlah Rp. 1.650.000,00
D. Keuntungan C – (A+B)

1.650.000– (814.200+500.000)

Rp.    335.800,00

R O I (Return Of Investment) =         Laba Usaha       x100%
Modal Produksi

=          Rp 335.800 x 100 %  =25,55%

Rp. 1.314.200

  1. H. Metode Pelaksanaan Program

Untuk melaksanakan kegiatan ini maka perlu metode yang tepat dan sistematis agar dicapai hasil yang maksimal. Adapun metode yang kami formulasikan adalah sebagai berikut:

1.   Pelatihan Produksi dilakukan untuk menghasilkan produk yang bermutu.

2.   Uji Ketahanan Pangan: Setiap BONDAN PLUS (bolu wortel) yang sudah jadi akan dilihat kelayakan konsumsi dan kesesuaian, serta kesepakatan hasil. Setelah disorting, akan di beri label khusus sebagai upaya profesionalisme. Di dalam label berisi: nama produk, manfaat, kandungan gizi, masa kadaluarsa, tempat produksi, dan tahun pembuatan.

3.Pengemasan: Produk dikemas dengan rapat dan aman sehingga tidak terkontaminasi dengan udara luar, serta dimaksudkan agar produk dapat bertahan lama. Selain itu pengemasan akan dilakukan semenarik mungkin, agar konsumen lebih tertarik dengan produk.

4.   Pemasaran: Sasaran pasar adalah masyarakat, mahasiswa, dan pelajar sekolah terutama yang berada di Kota Malang. Namun, sasaran awal adalah mahasiswa dan masyarakat di sekitar kampus UMM.

5.   Promosi baik di media cetak seperti Radar Malang maupun media elektronik seperti BatuTV bertujuan untuk memperkenalkan produk yang baru kepada masyarakat sehingga masyarakat tersebut mengetahui segala tentang produk yang ditawarkan.

Pelatihan pembuatan BONDAN PLUS produksi 1
promosi
pemasaran
packing

Bagan 1. Diagram Alur Metode Pelaksanaan Kegiatan

  • Cara Pengolahan Produk Bondan Plus:

Bahan:

  • Wortel                         20Kg
  • Tepung                        20Kg
  • Maizena                       4Kg
  • susu bubuk                  4Kg
  • Telur                            34 Butir
  • Pandan                        12 lembar
  • Mentega                      15Kg

Alat:

  • Gas LPG                     1 tabung
  • Oven                           1 buah
  • Mixer                           1 buah
  • Baskom                       2 buah
  • Cetakan                       12 buah
  • Loyang                        3 buah
  • Ayakan                        2 buah
  • Kuas                            2 buah
  • Parutan                        2 buah

Cara pembuatan:

  • Wortel dicuci bersih lalu diparut.
  • Pandan dicuci bersih, ditumbuk, lalu dip eras.
  • Masukkan telur, gula, dan wortel di wadah 1 lalu dimixer sampai mengembang.
  • Cairkan mentega dan letakkan di wadah 2.
  • Setelah mengembang masukkan larutan pandan, mentega yang sudah dicairkan, tepung, maizena&susu bubuk, secara bersamaan.
  • Siapkan cetakan dan loyang yang sudah diolesi mentega.
  • Masukkan adonan pada cetakan yang sudah tersedia.
  • Masukkan oven pada suhu 160-165 C selama 1 jam.
  • Setelah matang angkat lalu dinginkan.
  • Setelah dingin lakukan pengemasan.

Skema Pembuatan kue bondan plus:

wortel
telur
gula
Di seleksi, dibersihkan, dikeringkn, diparut
dimixer

Sampai adonan mengembang

Di campur dengan                    tekanan mixer dikurangi ke nomor yang paling kecil

tepung
mentega
Sari pandan
Maizena
Susu bubuk
Dimasukkan cetakan yang sudah diolesi mentega
Pengemasan
Didinginkan


I. Jadwal Kegiatan Program

Tabel 2. Jadwal Kegiatan Program

Kegiatan Bulan Ke-
1 2 3
1. Persiapan
ü  Perijinan x
ü  Persiapan dan Penetapan lokasi usaha x
ü  Persiapan alat dan bahan usaha xx
ü  Promosi dan strategi pengadaan usaha xxx
ü  Evaluasi tahap pertama x
2. Pelaksanaan
ü  Penjaringan konsumen x xxx
ü  Pelayanan dan pemasaran xxxxx
ü  Pengembangan usaha dan investasi xx xx
ü  Evaluasi tahap kedua x
3. Kegiatan Bimbingan
ü  Pelaporan kegiatan usaha xxx
ü  Monitoring dengan evaluasi pelaksanaan usaha x
ü  Pengembangan usaha berdasarkan hasil monitoring xxx
ü  Laporan akhir x

J. Rencana Pembiayaan

Adapun rancangan biaya pada kegiatan PKMK adalah sebagai berikut

No Jenis Kegiatan Anggaran (Rp)
A.    Pra Kegiatan
1. Perijinan Rp. 200.000,00
2. Persiapan Lokasi Rp. 200.000,00
3. Persiapan Alat dan Bahan Rp. 150.000,00
4 Promosi / publikasi Rp. 500.000,00
5. Pengadaan proposal Rp. 250.000,00
B.    Pelaksanaan
1. Bahan habis pakai :

Wortel 20Kg x Rp 5000,00

Tepung 20Kg x Rp 6000,00

Maizena 4Kg x Rp 6000,00

Susu bubuk 4Kg x Rp 35.000,00

Telur 34 Butir x Rp 1000,00/butir

Pandan 12 lembar x Rp 100,00/lembar

Mentega 15Kg x Rp 9000,00

Gas LPG 4 tabung x Rp 75.000,00

Oven  2 buah x Rp 1.000.000,00

Mixer 2 buah x Rp 600.000,00

Baskom 8 buah x Rp. 20.000,00

Cetakan 40 buah x Rp10.000,00

Loyang 10 buah x Rp. 20.000,00

Ayakan 3 buah x Rp. 5100,00

Kuas 4 buah x Rp 5.000,00

Parutan 6 buah x Rp 8.750,00

Uang listrik  selama produksi

Labelling + Pengemasan 250 bungkus x Rp. 800,00

Rp   100.000,00

Rp   120.000,00

Rp     24.000,00

Rp   140.000,00

Rp     34.000,00

Rp       1.200,00

Rp   135.000,00

Rp    300.000,00

Rp 2.000.000,00

Rp 1.200.000,00

Rp    160.000,00

Rp    400.000,00

Rp    200.000,00

Rp      15.300,00

Rp      20.000,00

Rp      52.500,00

Rp.   200.000,00

Rp    200.000,00

2. Transportasi lokal Rp.  450.000,00
4. Telepon dan Faksimili Rp.  300.000,00
5. Dokumentasi Rp.  500.000,00
6. Promosi Rp.  650.000,00
7. Administrasi dan managemen Rp.  300.000,00
C.    Laporan
1. Penyusunan laporan Rp.  450.000,00
2. Penggandaan laporan Rp.  350.000,00
3 Laporan akhir Rp.  350.000,00
Jumlah                   Rp.  9.952.000,00

Lampiran 2

  • Analisis SWOT Usaha BONDAN PLUS
  1. Kelebihan (Strenght)

Berdasarkan data dari kemahasiswaan, jumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang sangatlah banyak hingga mencapai ratusan ribu yang hampir 60%-nya suka ngemil terutama mahasiswi. Dalam aktifitas kita sehari-hari, kita tidak bisa luput dari kebutuhan logistik berupa makan. Makan dapat di bagi menjadi dua, yaitu: makan utama yang lebih di kenal dengan makan nasi dan ngemil (menyantap makanan di luar makan utama). Karena aktifitas yang kita lakukan begitu besar, maka dibutuhkan energi dan kalori yang besar pula untuk keseimbangan nutrisi tubuh kita. Menurut Apriadji (2001), ngemil merupakan pola makan yang sehat karena mampu menambah kadar gula darah yang ada dalam tubuh ketika kita dalam kondisi lapar.

Berdasarkan pengamatan sebagian besar mahasiswa/mahasiswi cenderung memilih cemilan berupa kue, gorengan, snack dan lain-lain yang semua jenis bahan produk tersebut begitu dekat dengan kita. Namun belum ada yang menawarkan suatu alternatif kue dari bahan yang unik tapi menyehatkan karena mengandung vitamin A, sehingga penulis menawarkan jenis kue yang unik, yaitu BONDAN PLUS (bolu pandan plus) yang terbuat dari wortel. Kelebihan dari kue ini, yaitu: manis dan lembut, terbuat dari bahan yang unik, alami, menarik, dan dijamin Halalan Thaiyyiban. Selain itu letak usaha yang strategis akan mampu menarik permintaan konsumen dalam usaha BONDAN PLUS tersebut.

  1. Kelemahan (Weakness)

Usaha ini sebenarnya membutuhkan modal yang besar karena untuk pembelian beberapa alat seperti oven, mixer , tenaga SDM yang terlatih. Bila di kalkulasikan mencapai 6 juta rupiah. Karena keterbatasan estimasi dana yang diajukan, maka pengusul menyiasati hal tersebut dengan bekerja sama dangan pihak-pihak terkait dalam hal pendistribusian produk dan pengusahaan alat beserta bahannya, dan pengusul telah membuat kesepakatan dengan pihak-pihak tersebut.

selama ini para mahasiswa lebih cenderung memilih cemilan yang kurang bergizi bahkan hanya mengandung banyak kalori saja, mereka jarang sekali berfikir akan kandungan apa saja yang terdapat pada cemilan tersebut. Karena itulah pengusul memberikan suatu alternatif untuk membuat cemilan berupa kue yang bergizi dengan munculnya BONDAN PLUS (Bolu Pandan Plus).

  1. Kesempatan (Opportunity)

Dengan pertimbangan modal usaha yang bisa ditekan seminimal mungkin, maka usaha ini dapat menghasilkan profit (keuntungan) yang relatif tinggi. Selain itu tanggapan konsumen yang diharapkan terbuka dan bisa menerima produk baru ini memungkinkan usaha ini bisa berkembang dengan baik. Peluang-peluang untuk merekrut tenaga kerja juga semakin terbuka.

  1. Tantangan atau Ancaman (Thread)

Dari hasil survei, banyak mahasiswa yang suka ngemil namun sedikit sekali yang memikirkan kandungan gizi pada snack tersebut, sehingga pengusul memiliki hambatan dalam hal pendistribusian. Selain itu karena alat dan bahan semakin hari semakin mengalami kenaikan, maka hambatan itu juga berkenaan dengan pendanaan.

05/05/2010 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. UENAKNYA……………^_^b

    Komentar oleh faza | 07/14/2010


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: