BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

“Dokun Doughnuts” Donat Sukun Kaya Gizi

  1. A. Judul Program

“Dokun Doughnuts” Donat Sukun Kaya Gizi

  1. Latar Belakang

Tahun 2008, Indonesia mendapat ranking 1 di Asia dalam jumlah pengangguran tertinggi. Hal ini dianggap mengancam stabilitas kawasan Asia mengingat secara keseluruhan jumlah penduduk Indonesia lebih besar daripada Negara-negara tetangga. Meskipun ditengarai turun sekitar 9% dari tahun 2007, tapi secara umum angka ini tetap saja dianggap yang tertinggi di Asia. Banyak sumber memberi prediksi akan naiknya angka pengangguran di Indonesia pada tahun 2009 sekitar 9%. Angka pengangguran terbuka di Indonesia per Agustus 2008 mencapai 9,39 juta jiwa atau 8,39 persen dari total angkatan kerja. Angka pengangguran turun dibandingkan posisi Februari 2008 sebesar 9,43 juta jiwa(8,46 persen).

Angka pengangguran di Indonesia pada tahun 2009 diprediksi bertambah sekitar 2 juta orang. Prediksi itu berdasar hitungan sesuai asumsi pertumbuhan ekonomi dan angkatan tenaga kerja baru.  Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan menjelaskan, tambahan pengangguran karena turunnya pertumbuhan ekonomi tahun 2009 bisa mencapai 600 ribu orang. Pada bulan November 2008 Depnakertrans mengatakan ada 20.000 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan analisa ILO, pada bulan Januari 2009, jumlah pengangguran telah mencapai 24.000 orang dan diprediksi akan meningkat menjadi 26.000 pekerja yang kemungkinan dikenai PHK.

Selain itu Badan Pusat Statistik melakukan survei tenaga kerja setiap Februari dan Agustus setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, pengangguran dengan gelar sarjana sekitar 12,59%. Jadi bisa dibayangkan berapa jumlahnya bila angka tersebut naik sekitar 9%.Dari data di atas, sudah sangat jelas Indonesia mempunyai permasalahan yang tidak ringan dalam mengatasi pengangguran, utamanya yang bergelar sarjana. Sudah kuliah bayar mahal, ujung-ujungnya menganggur juga. Bila tidak segera diatasi, angka ini bukannya semakin turun tapi akan melonjak naik. Apalagi bila mengingat tiap tahun ada dua gelombang wisuda di tiap Perguruan Tinggi (PT), maka tinggal mengalikan saja jumlah tersebut dengan jumlah PT di Indonesia. Bagi sarjana yang sudah mendapat pekerjaan pun, nasib mereka masih terancam juga dengan PHK mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang masih saja belum bangkit dari keterpurukan.

Menurut Dirjend Pendidikan Tinggi, Fasli Jalal (2008), saat ini di Indonesia ada 740.206 lulusan perguruan tinggi menganggur. Mereka terdiri dari 151.085 lulusan D1 atau D2, 179.231 lulusan D3 dan 409.890 lulusan universitas. Jumlah penganggur tersebut tidak bekerja karena kompentensi tidak sesuai, lulusan yang tidak terserap, memilih untuk tidak bekerja atau mahasiswa lulusan dari program studi yang sudah jenuh. Lulusan dari program studi tersebut, sangat banyak, namun kurang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Sedangkan menurut Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM), Ari Sudjito (2008), yang juga Direktur Institute for Research and Empowernment (IRE), menjamurnya lulusan S1 dan S2 dari perguruan tinggi negeri dan swasta yng menganggur saat ini, dinilai sebagai bentuk kegagalan dunia pendidikan dalam menghasilkan kualitas lulusan. Banyaknya pengangguran ini bukti tidak adanya sinergi positif antara sistem pendidikan dan lapangan kerja. PTN dan PTS punya orientasi sendiri, sementara dunia kerja punya orientasi sendiri, sehingga banyak yang menganggur.

Menurut Budiyanto (2007) mahasiswa merupakan Agent of Community Enpowerment, harus terlibat dalam pemecahan masalah pembangunan daerah dan nasional untuk kesejahteraan masyarakat dan harus mendapatkan pengalaman empirik untuk mengelola pemecahan masalah pembangunan daerah dan nasional untuk kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa juga merupakan aset bangsa sehingga dituntut untuk aspiratif, akomodatif, responsif, dan reaktif menjadi problem solver terhadap permasalahan pembangunan. Selain itu, mahasiswa sebagai Agent Of Change sepatutnya  memiliki semangat bekerja dan cita-cita tinggi untuk sukses dalam berbisnis seperti para pengusaha bahkan lebih. Di era globalisasi ini, mahasiswa lebih dituntut agar mampu mengembangkan potensinya sehingga memiliki daya saing tinggi dalam masyarakat sebagai bentuk pengabdian ketika berada di dunia masyarakat yang lebih kompleks daripada di kampus.

Oleh karena itu, kemampuan dan kemauan untuk membuka usaha bukan hanya didominasi kalangan swasta, mahasiswa selayaknya juga memiliki etos kerja sebaik para pengusaha atau bahkan lebih. Di era sekarang, bukan zamanya mahasiswa melulu kuliah. Berbagai aktifitas diluar kegiatan sebagai praktik perkuliahan terbukti bisa mendukung penguasaan materi kuliah bahkan bisa menghasilkan pendapatan yang menjanjikan.

Keberadaan Dokun Donughts di masyarakat belum begitu dikenal bahkan asing karena makanan ini merupakan sesuatu yang baru, original dan akan diperkenalkan menjadi daftar menu makanan yang harus dibeli karena bahan dasarnya merupakan buah yang tidak asing dan mempunyai gizi yang tinggi yaitu sukun. Dari bahan dasar tersebut dapat menjadi salah satu pemikat bagi konsumen.

Harganya yang murah, merek yang unik, serta bahan yang sederhana dan alami bisa menjadi suatu daya tarik dari publik untuk mengkonsumsi Dokun Donughts ini. Berbagai rasa ditawarkan sesuai dengan selera konsumen, mulai dari diberi taburan coklat, keju dan berbagai macam lainnya yang tidak ketinggalan menambah cita rasa dari Dokun Doughnuts.

Tanaman sukun terdapat di berbagai wilayah di Indonesia, dan dikenal dengan berbagai nama seperti, Suune (Ambon), Amo (Maluku Utara), Kamandi, Urknem atau Beitu (Papua), Sukun merupakan tanaman tahunan yang tumbuh baik pada lahan kering (daratan), dengan tinggi pohon dapat mencapai 10 m atau lebih. Buah muda berkulit kasar dan buah tua berkulit halus. Daging buah berwarna putih agak krem, teksturnya kompak dan berserat halus. Rasanya agak manis dan memiliki aroma yang spesifik. Berat buah sukun dapat mencapat 1 kg per buah.

Tanaman sukun dapat tumbuh dan dibudidayakan pada berbagai jenis tanah mulai dari tepi pantai sampai pada lahan dengan ketinggian kurang lebih 600 m dari permukaan laut. Sukun juga toleran terhadap curah hujan yang sedikit maupun curah hujan yang tinggi antara 80 – 100 inchi per pertahun dengan kelembaban 60 – 80%, namun lebih sesuai pada daerah-daerah yang cukup banyak mendapat penyinaran matahari. Tanaman sukun tumbuh baik di tempat yang lembab panas, dengan temperatur antara 15 – 38 °C.

Sukun dalam bentuk segar maupun tepung mempunyai nilai gizi utama yang tidak kalah dengan bahan pangan lain. Selain itu, buah sukun juga kaya akan unsur-unsur mineral dan vitamin yang sangat  tubuh, yaitu kalsium (Ca), Fosfor (P), Zat besi (Fe), vitamin B1, B2 dan vitamin C. Buah sukun juga mengandung asam amino esensial yang tidak diproduksi oleh tubuh manusia, seperti histidine, isoleusin, lysine, methionin, triptophan, dan valin. Jika dibandingkan dengan pangan sumber karbohidrat lainnya, dalam beberapa hal, sukun memiliki keunggulan, yaitu: kandungan protein sukun segar lebih tinggi daripada ubi kayu, begitu pula kandungan karbohidratnya, lebih tinggi dari ubi jalar atau kentang, dan dalam bentuk tepung, nilai gizinya kurang lebih setara dengan beras.

Tabel 1. Kandungan Gizi Sukun

Sumber: FAO, 1972 dalam Widayati E, dan W. Damayanti 2000.

Sukun dapat digunakan sebagai pilihan dalam diet rendah kalori, mengingat kandungan kalori buah sukun lebih rendah dibanding beras, namun memiliki vitamin dan mineral yang lebih lengkap. Selain itu kandungan seratnya yang cukup tinggi baik untuk sistem pencernaan. Bagian-bagian lain dari tanaman sukun yang telah diketahui sangat bermanfaat bagi manusia adalah biji, bunga dan daunnya. Di Melanesia dan New Guinea bijinya dapat disangrai atau direbus seperti chestnut. Bunganya dapat diramu sebagai obat yakni untuk menyembuhkan sakit gigi dengan cara dipanggang lalu digosokkan pada gusi yang giginya sakit.

Dokun Doughnuts merupakan produk makanan berupa donat yang berbahan dasar sukun dimana sukun yang dikupas, dicuci, dan dikukus sampai matang lalu haluskan. sukun tersebut dicampur dengan telur, gula, mentega, tepung terigu dan aduk sampai tidak lengket. bentuk adonan menjadi donat dan goreng sampai berwarna kecoklatkan dan tiriskan setelah dingin oleskan mentega, taburi gula halus dan misis atau taburan lainnya yang sesuai dengan selera konsumen. Karena bahannya yang murah dan jarang untuk dimanfaatkan di masyarakat, maka penulis ingin menunjukkan bahwa bahan yang awalnya bernilai jual rendah ternyata mampu menjadi produk yang bernilai jual setelah diolah menjadi makanan yaitu berupa donat.

Pemilihan sukun sebagai bahan untuk pembuatan donat selain meningkatkan nilai jual dari sukun yang sebelumnya dianggap rendah juga untuk mensukseskan program pemerintah terutama Departemen Kehutanan untuk mengantikan tepung terigu yang sampai saat ini masih impor dan juga antisipasi terhadap terjadinya krisis pangan di dunia. Selain itu kandungan gizi dari sukun yang lebih tinggi dibandingkan terigu yang terbuat dari gandum, terutama kandungan Lysine dan Asam amino. Di samping itu hasilnya untuk pembuatan kue, roti atau donat lebih bagus dibandingkan dengan bahan baku terigu.

  1. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat dikemukakan permasalahan yaitu:

  1. Bagaimana cara pengolahan donat dari bahan sukun?
  2. Bagaimana bentuk usaha dari “Dokun Doughnuts” ?
  3. Bagaimana cara pemasaran dari usaha “Dokun Doughnuts”?
  4. Bagaimana cara pengembangan “Dokun Doughnuts” di masa yang akan datang?
  5. D. Tujuan Program

Tujuan program ini adalah:

  1. Untuk mengolah donat dari bahan sukun yang tinggi gizi.
  2. Untuk membuat bentuk usaha yang tepat bagi usaha “Dokun Doughnuts”.
  3. Untuk memasarkan usaha “Dokun Doughnuts” kepada masyarakat sebagai alternatif makanan yang kaya gizi.
  4. Untuk cara pengembangan “Dokun Doughnuts” dimasa yang akan datang.

E   . LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dari adanya usaha “Dokun Doughnuts” ini adalah:

  1. Dapat menghasilkan produk “Dokun Doughnuts” dengan meningkatkan nilai gizi, dan organoleptik dalam produk agar diterima masyarakat.
  2. Dapat menghasilkan produk jasa, dimana sebagai pendamping dalam pembentukan usaha kepada masyarakat yang berminat mengembangkan produk ini.
  3. Setelah kedua luaran di atas berhasil, maka usaha ini juga dapat memberi lapangan pekerjaan yang baru kepada masyarakat.

F. Kegunaan Program

Usaha ini memiliki berbagai macam kegunaan diantaranya:

1. Aspek Ekonomi

  1. Dapat memberi lapangan pekerjaan yang baru.
  2. Dapat memberikan alternatif panganan yang bergizi tinggi kepada masyarakat.

2. Aspek Akademis

Memberikan kesempatan kepada mahasiswa FKIP Biologi UMM mengaplikasikan kegiatan kuliah untuk diangkat ke dalam kegiatan kewirausahaan, menerapkan mata kuliah dari Jurusan Pendidikan Biologi bidang studi kewirausahaan, pengolahan pangan, dan ilmu gizi.

3. Aspek Ketenagakerjaan

Kecenderungan masyarakat untuk mencari makanan yang murah, enak dan bergizi semakin nyata, karena kebosanan yang telah melanda masyarakat terhadap berbagai makanan yang monoton dan tidak menawarkan gizi yang baik untuk masyarakat bahkan seringkali justru mengancam kesehatan masyarakat. Hal ini menyebabkan usaha “Dokun Doughnuts cocok dikembangkan di sekitar kampus UMM, bahkan kota malang dan Jawa Timur secara umum.

Kondisi ini bisa dimanfaatkan dengan mengembangkan usaha melalui penambahan alat dan tenaga kerja bahkan membuka cabang perusahaan. Selain itu usaha ini dapat menjadi wadah atau sarana bagi pengembangan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa.

G. Gambaran Umum Rencana Usaha

G.1 Gambaran Umum Kondisi Masyarakat

Masyarakat di kota Malang dapat diasumsikan sebagai masyarakat yang konsumtif terutama dalam bidang makanan atau camilan hal ini ditunjukan dari banyaknya alternatif makanan yang tersedia di kota ini. Selain itu dari sekian banyak aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat dibutuhkan energi yang ekstra dan energi tersebut tidak cukup hanya dengan makan nasi saja sebagai makanan utama, tapi perlu asupan makanan ringan sebagai penambah kalori dan energi.

Menurut para peneliti bahwa konsumsi makanan dalam jumlah kecil namun dengan frekuensi yang sering bersifat cukup baik untuk aktivitas fisik dibandingkan dengan menghindari konsumsi sarapan harian atau makan dalam jumlah yang besar di siang hari (www.info-sehat.com). Namun, demi kesehatan juga kita harus pintar dalam memilih makanan yang tidak merugikan bagi kesehatan kita.

Dari segi kesehatan seperti inilah banyak kekhawatiran muncul dikalangan masyarakat. Hal ini karena makanan yang ditawarkan di kota Malang belum tentu baik dikonsumsi untuk kesehatan oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari bahan baku, pengunaan bahan pengawet dan pewarna buatan yang dalam jangka waktu lama akan menyebabkan penyakit bagi masyarakat. Oleh karena itu kami menjawab tantangan ini dengan membuat sebuah produk yang bernama “Dokun Doughnuts yang berasal dari sukun sebuah tanaman yang mempunyai nilai gizi tinggi.

G.2 Gambaran Umum Sukun

1. Klasifikasi

Kingdom              : Plantae

Divisio                  : Magnoliophyta

Class                     : Magnoliopsida

Ordo                     : Urticales

Familia                 : Moraceae

Genus                   : Artocarpus

Spesies                 : Artocarpus communis

2. Morfologi tanaman

Artocarpus communis (sukun) adalah tumbuhan dari genus Artocarpus dalam famili Moraceae yang banyak terdapat di kawasan tropika seperti Malaysia dan Indonesia. Ketinggian tanaman ini bias mencapai 20 meter (Mustafa, A.M., 1998). Di pulau Jawa tanaman ini dijadikan tanaman budidaya oleh masyarakat. Buahnya terbentuk dari keseluruhan kelopak bunganya, berbentuk bulat atau sedikit bujur dan digunakan sebagai bahan makanan alternatif (Heyne K, 1987). Sukun bukan buah bermusim meskipun bias anya berbunga dan berbuah dua kali setahun. Kulit buahnya berwarna hijau kekuningan dan terdapat segmen-segmen petak berbentuk poligonal. Segmen poligonal ini dapat menentukan tahap kematangan buah sukun (Mustafa, A.M.,1998).

3. Kandungan kimia dan manfaat tanaman

Buah sukun mengandung niasin, vitamin C, riboflavin, karbohidrat, kalium, thiamin, natrium, kalsium, dan besi (Mustafa, A.M.,1998). Pada kulit kayunya ditemukan senyawa turunan flavanoid yang terprenilasi, yaitu artonol B dan sikloartobilosanton. Kedua senyawa terebut telah diisolasi dan diuji bioaktivitas antimitotiknya pada cdc2 kinase dan cdc25 kinase (Makmur, L., et al., 1999). Kayu yang dihasilkan dari tanaman sukun bersih dan berwarna kuning, baik untuk digergaji menjadi papan kotak, dapat digunakan sebagai bahan bangunan meskipun tidak begitu baik. Kulit kayunya digunakan sebagai salah satu bagian minuman di Ambon kepada wanita setelah melahirkan (Heyne K, 1987). Flavanoid adalah senyawa polifenol yang secara umum mempunyai struktur phenylbenzopyrone (C6-C3-C6). Flavanoid dan derivatnya terbukti memiliki aktivitas biologi yang cukup tinggi sebagai cancer prevention. Berbagai data dari studi laboratorium, investigasi epidemiologi, dan uji klinik pada manusia telah menunjukkan bahwa Flavanoid memberikan efek signifikan sebagai cancer chemoprevention dan pada chemotheraphy (Ren, W., et al., 2003).

Tabel 3. Kandungan Gizi Sukun

Melihat fakta-fakta di atas maka, disusunlah proposal untuk memanfaatkan sukun menjadi sebuah alternatif panganan berprotein tinggi yang berbentuk donat. Analisis usaha Dokun Doughnuts ini meliputi beberapa hal, yaitu :

  • Produk

Produk Dokun Doughnuts ini terbuat dari bahan dasar sukun yang merupakan jenis penemuan baru, yaitu membuat produk baru untuk memenuhi kebutuhan pasar. Produk ini diperkirakan akan memperoleh sambutan bagus di masyarakat dengan berdasarkan pada produk yang sama tapi dari bahan dasar yang berbeda tanpa diragukan lagi tentang rasa, dan kehalalannya. Selain itu juga, produk ini bisa dinikmati oleh masyarakat karena menyehatkan dan tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Produk ini juga akan dibikin dengan mengikuti selera masyarakat sehingga akan member nilai tambah bagi produk ini.

  • Ø Harga

Produk Dokun Doughnuts dengan bahan baku sukun ini akan di tawarkan kepada masyarakat umum di kota Malang selaku konsumen dengan harga yang mudah di jangkau oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena bahan-bahan yang diperlukan untuk produksi Dokun Doughnuts ini berbahan alami yang dapat diperoleh di alam dan tidak beresiko bagi kesehatan.

  • Ø Tempat

Lokasi produksi pembuatan Dokun Doughnuts dengan bahan baku sukun ini dipusatkan di Kota Malang sebagai tempat pengembangan sukun (Artocarpus comunis). Sedangkan untuk saluran distribusinya dilakukan di berbagai toko, koperasi di sekitar kampus UMM dan akan semakin berkembang hingga ke penjuru kota.

  • Ø Pemasaran

Produk ini akan dipasarkan di lingkungan sekitar kampus meliputi kantin kampus, Kopma dan Kopkar UMM, toko-toko di sekitar kampus, serta nantinya diharapkan menembus mal-mal di kota Malang.

  • Ø Promosi
    1. Promosi melalui brosur atau leaflet yang berisi tentang produk Dokun Doughnuts dengan cara disebarkan di lingkungan sekitar kampus sehingga dikenal oleh masyarakat kampus dan Malang secara umum.
  1. Promosi melalui media surat kabar yaitu mengenalkan produk dengan menerbitkannya dalam surat kabar kampus, bahkan juga surat kabal regional khususnya, sehingga dikenal oleh masyarakat luas.
  2. Promosi melalui media elektronik yaitu mengenalkan produk dengan menggunakan media elektronik melalui radio kampus ataupun TV lokal yang ada di Malang dan Sekitarnya, melalui cara SMS. Materi yang akan disampaikan dalam iklan melalui media elektronik meliputi kandungan gizi, rasa, kehalalan produk, dan keunikan dari produk ini yang menggunakan bahan dasar utama sukun.

Strategi Pengembangan Usaha

Strategi pengembangan usaha Dokun Doughnuts dari bahan baku sukun, antara lain dapat di tempuh dengan cara:

  1. Produksi Dokun Doughnuts diharapkan kedepannya memiliki berbagai macam rasa dan bentuk sehingga produk ini akan lebih menarik. Selain itu kandungan gizinya lebih ditingkatkan agar kandungan gizi dari produk Dokun Doughnuts ini lebih seimbang. Kedepannya juga produksi Dokun Doughnuts akan ditingkatkan teknologi yang lebih canggih dan modern, sanitasi, higienitas alat dan bahan, serta tambahan jumlah pekerja.
  2. Produksi Dokun Doughnuts ini kedepannya akan ditingkatkan maslah prevarensi konsumen, dimana produk ini akan diberi tambahan suplemen, zat aditif yang meliputi warna, rasa, dan tekstur untuk meningkatkan kesukaan konsumen.
  3. Lokasi produk Dokun Doughnuts ini diharapkan akan semakin meluas seiring dengan angka penjualan yang semakin meningkat sehingga membutuhkan tempat produksi yang luas dan jumlah tenaga kerja yang besar.
  4. Pemasaran Dokun Doughnuts diharapkan kedepannya bisa menembus pasaran di luar kota Malang khususnya di Jawa Timur dan Pulau JAWA dengan cara distribusi langsung dari pabrik, maupun melalui sistem MLM (Multi Level Marketing).
  5. Promosi yang dilakukan kedepannya akan menjangkau surat kabar dan media elektronik yang bertaraf nasional agar produk lebih dikenal oleh masyarakat.

Analisis Usaha  Dokun Doughnuts

A. Investasi
No Bahan-bahan Jumlah Satuan(kg) Total
1.

2.

Bahan-bahan:

a. Sukun

b. Mentega

c.Minyak Goreng

d. Telur

e. Gula

f. Garam

g. Misis

h. Coklat Batang

i. Keju

j. Kacang

k.fermivan

a. Packaging

b.Labelling

100 Biji

20 kg

20 L

5 kg

10 kg

10 Bungkus

3 kg

3 kg

2 kg

3 kg

1 kg

2 Bungkus besar

2 Buah

Rp.     3.000,00

Rp.   8.000,00

Rp.    15.000,00

Rp.    12.000,00

Rp.   8.000,00

Rp.    1.000,00

Rp.     20.000,00

Rp.    30.000,00

Rp.    30.000,00

Rp.    15.000,00

Rp.    10.000,00

Rp.     15.000,00

Rp.         500,00

Rp.   300.000,00

Rp.   160.000,00

Rp.   300.000,00

Rp.     300.000,00

Rp.    80.000,00

Rp.      10.000,00

Rp.     60.000,00

Rp.    90 .000,00

Rp.    60.000,00

Rp.      45.000,00

Rp.       10.000,00

Rp.    30.000,00

Rp.     1.000,00

Total Biaya Rp. 1.446.000 ,00
B. Biaya Promosi dan Pemasaran
1

2

3

Transportasi 4 orang x Rp.150.000,00 (5 bulan)

Komunikasi 5 orang x Rp.  20.000,00 (5 bulan )

Promosi (baliho, brosur, iklan di media cetak dan elektronik)

Rp. 450.000,00

Rp. 100.000,00

Rp. 500.000,00

Total biaya Rp.1.050.000,00
C. Penerimaan
a.  Dokun Doughnut: 2000 Buah @ Rp. 1.500,00 Rp. 3.000.000,00
Jumlah Rp. 3.000.000,00
D. Keuntungan C – (A+B)

3.000.000– (1.446.000+1.050.000)

Rp.    504.000

R O I (Return Of Investment) =         Laba Usaha       x 100%
Modal Produksi

=          Rp.   504.000 x 100 %  =  20,19%

Rp. 2.496.000

H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM

Untuk melaksanakan kegiatan ini maka perlu metode yang tepat dan sistematis agar dicapai hasil yang maksimal. Adapun metode yang kami formulasikan adalah sebagai berikut:

1. Pelatihan Produksi dilakukan untuk menghasilkan produk yang `bermutu.

2. Uji Ketahanan Pangan: Setiap Dokun Doughnuts yang sudah jadi akan dilihat kelayakan konsumsi dan kesesuaian, serta kesepakatan hasil. Setelah disorting, akan di beri label khusus sebagai upaya profesionalisme. Di dalam label berisi: nama produk, manfaat, kandungan gizi, masa kadaluarsa, tempat produksi, dan tahun pembuatan.

3. Pengemasan: Produk dikemas dengan rapat dan aman sehingga tidak terkontaminasi dengan udara luar, serta dimaksudkan agar produk dapat bertahan lama. Selain itu pengemasan akan dilakukan semenarik mungkin, agar konsumen lebih tertarik dengan produk.

4. Pemasaran: Sasaran pasar adalah masyarakat, mahasiswa, dan pelajar sekolah terutama yang berada di Kota Malang. Namun, sasaran awal adalah mahasiswa dan masyarakat di sekitar kampus UMM.

5. Promosi baik di media cetak maupun media elektronik bertujuan untuk memperkenalkan produk yang baru kepada masyarakat sehingga masyarakat tersebut mengetahui segala tentang produk yang ditawarkan.

Uji Ketahanan Pangan
Pelatihan pembuatan “Dokun Doughnuts “ Produks I
Packing
promosi
Pemasaran

Bagan 1. Diagram Alur Metode Pelaksanaan  Kegiatan

I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM

Kegiatan Bulan Ke-
1 2 3 4 5
1. Persiapan
ü  Perijinan X
ü  Persiapan dan Penetapan lokasi usaha X
ü  Persiapan alat dan bahan usaha Xx
ü  Promosi dan strategi pengadaan usaha Xxx
ü  Evaluasi tahap pertama X
2. Pelaksanaan
ü  Penjaringan konsumen X xxxx
ü  Pelayanan dan pemasaran xxx Xx
ü  Pengembangan usaha dan investasi xxx Xx
ü  Evaluasi tahap kedua X
3. Kegiatan Bimbingan
ü  Pelaporan kegiatan usaha xxx
ü  Monitoring dengan evaluasi pelaksanaan usaha X
ü  Pengembangan usaha berdasarkan hasil monitoring Xxx
  • CARA PENGOLAHAN PRODUK DOKUN DOUGHNUTS :
  1. 1. Pembuatan Tepung Sukun

ü  Buah Sukun Dibersihkan, dikupas, dan kemudian dicuci kembali.

ü  Setelah bersih buah sukun diiris tipis-tipis dan dijemur hingga kemudian mongering.

ü  Setelah mongering sukun yang berupa gaplek kemudian ditumbuk hingga halus kemudian diayak

ü  Setelah diayak sukun tadi dijemur lai hingga mongering dan berbentuk tepung.

  1. 2. Pembuatan Donat Sukun
  • Sukun dikupas, dicuci, dan dikukus sampai matang lalu haluskan.
  • Sukun tersebut dicampur dengan telur, gula, mentega, tepung terigu dan aduk sampai tidak lengket.
    • Bentuk adonan menjadi donat dan goreng sampai berwarna kecoklatkan dan tiriskan
  • Setelah dingin oleskan mentega, taburi gula halus dan misis sesuai selera konsumen.

L. RENCANA PEMBIAYAAN

Tabel 3. Estimasi Dana Kegiatan

No Jenis Kegiatan Anggaran
A. Pra Kegiatan
1 Perijinan Rp.     100.000,00
2 Persiapan lokasi Rp.     200.000,00
3 Persiapan Alat dan Bahan Rp.     100.000,00
4 Promosi/publikasi Rp.     500.000,00
5 Pengadaan proposal Rp.     300.000,00
B. Pelaksanaan
1

2.

Bahan Habis Pakai:

Sukun 100 biji @ Rp.3.000,00

Mentega 20 kg @ Rp. 8.000,00

Minyak Goreng 20 L @ Rp. 15.000,00

Telur 5 kg @ Rp.12.000,00

Gula 10 kg    @ Rp. 8.000,00

Garam 10  bungkus  @ Rp. 1.000,00

Misis 3 kg @ Rp.20.000,00

Coklat Batang 3 kg @ Rp. 30.000,00

Keju 2 kg @ Rp. 30.000,00

Kacang 3 kg @ Rp. 15.000,00

Fermivan 1 kg @ Rp. 10.000,00

Peralatan Penunjang

Gas LPG 5 tabung @Rp. 75.000,00

Oven Gas 1 buah @ Rp. 250.000,00

Mixer @ Rp. 100.000,00

Penggorengan@ Rp. 100.000,00

Sutil@ Rp.5.000,00

Solet 10 buah  @Rp 4.000,00

Ayakan 4 buah  @Rp. 5.000,00

Baskom  7  buah @ Rp. 14.000,00

Penggiling 1 buah @ Rp. 3.000.000,00

Labelling 2 buah@ Rp. 15.000,00

Bungkus 2 buah@ Rp. 500,00

Rp.     300.000,00

Rp.     160.000,00

Rp.     300.000,00

Rp.     300.000,00

Rp.       80.000,00

Rp.       10.000,00

Rp.       60.000,00

Rp.       90.000,00

Rp.       60.000,00

Rp.       45.000,00

Rp.      10.000,00

Rp.       375.000,00

Rp.     250.000,00

Rp.       100.000,00

Rp.       100.000,00

Rp.         5.000,00

Rp.       40.000,00

Rp.       20.000,00

Rp.       98.000,00

Rp.   3.000.000,00

Rp.        15.000,00

Rp.             1.000,00

3 Persewaan Tempat @ Rp. 100.000/bulan x 5 Rp 500.000,00
4 Uji Gizi Rp. 100.000,00
5 Transportasi (5 bulan) Rp.     450.000,00
6 Komunikasi (5 bulan) Rp.     100.000,00
4 Dokumentasi (5 bulan) Rp.     400.000,00
5 Promosi Rp.     500.000,00
6 Administrasi dan managemen Rp      400.000,00
C. Laporan
1 Penyusunan laporan Rp.     400.000,00
2 Penggandaan laporan Rp.     400.000,00
Jumlah Rp.  10.000.000,00

M. Lampiran

– Analisis SWOT Usaha Dokun Doughnuts

a. Kelebihan (Strenght)

Keberadaan Dokun Donughts di masyarakat belum begitu dikenal bahkan asing karena makanan ini merupakan sesuatu yang baru, original dan akan diperkenalkan menjadi daftar menu makanan yang harus dibeli karena bahan dasarnya merupakan buah yang tidak asing dan mempunyai gizi yang tinggi yaitu sukun. Dari bahan dasar tersebut dapat menjadi salah satu pemikat bagi konsumen.

Harganya yang murah, merek yang unik, serta bahan yang sederhana dan alami bisa menjadi suatu daya tarik dari publik untuk mengkonsumsi Dokun Donughts ini. Berbagai rasa ditawarkan sesuai dengan selera konsumen, mulai dari diberi taburan coklat, keju dan berbagai macam lainnya yang tidak ketinggalan menambah cita rasa dari Dokun Doughnuts.

b. Kelemahan (Weakness)

Dalam pembuatan produk ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Hal ini dikarenakan untuk pembelian berbagai macam alat seperti oven, mixer, selain itu juga tenaga SDM yang dibutuhkan cukup banyak dan harus terlatih terutama dalam hal produksi, packaging, dan pengolahan sukun.

Selain itu, banyaknya produk serupa namun berbahan dasar yang berbeda, membuat produk ini memiliki banyak kompetitor. Meskipun begitu, penulis mencoba untuk mengangkat bahan dasar dari produk ini yaitu sukun yang mempunyai nilai gizi tinggi dibandingkan produk serupa yang hanya berbahan dasar tepung terigu sehingga penulis sangat optimis kalau produk ini sangat digemari oleh masyarakat karena mempunyai nilai gizi yang tinggi.

c.   Kesempatan (Opportunity)

Dengan pertimbangan modal usaha yang dapat ditekan seminimal mungkin terutama dalam hal pengolahan sukun maka usaha ini diharapkan akan menghasilkan keuntungan yang sangat tinggi dibandingkan dengan produk yang sejenis. Selain itu, dengan kecendrungan masyarakat yang gemar akan makanan yang bergizi tinggi maka produk ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan dan akan menyerap banyak tenaga kerja.

  1. d. Tantangan atau Ancaman (Thread)

Tantangan yang akan dihadapi oleh pengusul diantaranya adalah kesiapan konsumen dalam menerima produk ini karena produk ini masih baru dan mengunakan bahan dasar sukun. Selain itu, dengan kenaikan bahan baku akhir-akhir ini maka, pendanaan untuk produk ini juga akan meningkat..

Lampiran

Denah Lokasi Usaha dan Mitra Usaha Produk Dokun Doughnuts

Jl. Notokerto

U

Rumah warga dan Kos Mahasiswa
Rumah warga dan Kos Mahasiswa

Jl. Karya Wiguna

Jl. Raya Tlogomas

Iklan

05/05/2010 - Posted by | Contoh PKM

4 Komentar »

  1. sya ingin belajar bagaimana membuat ide pkm

    Komentar oleh DWI SUSANTI | 05/18/2010

  2. Carilah inspirasi disekitarmu coba lihat apa saja peluang dan permasalahan yang ada di masyarakat

    Komentar oleh zaifbio | 05/20/2010

  3. Tahun 2008, Indonesia mendapat ranking 1 di Asia dalam jumlah pengangguran tertinggi? ….

    saya baru tau nich dapet dari mana sourcenya mas…

    Komentar oleh tamasolusi | 05/25/2010

  4. terimakasih banyk atas postingan ini, semoga memberi banyak manfaat. ^^

    Komentar oleh yuswa | 08/10/2010


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: