BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

PENGGUNAAN “PASTA KEMANGI (Ocymum basilicum)” DALAM UPAYA MENANGGULANGI DEMAM BERDARAH (DBD) DI DAERAH ENDEMIK

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sampai saat ini penyakit DBD ini belum ditemukan vaksinnya, sehingga tindakan yang paling efektif untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk ini adalah dengan meningkatkan kebersihan lingkungan kita dengan cara 3M, yaitu menguras tempat penampungan air dengan menyikat bagian dalam dan harus dikuras paling sedikit seminggu sekali, menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan menimbun dalam tanah barang-barang bekas atau sampah yang dapat menampung air hujan (Setyaningrum, E. 2007).
Penyebaran penyakit DBD terkait dengan perilaku masyarakat yang sangat erat hubungannya dengan kebiasaan hidup bersih dan kesadaran keluarga terhadap bahaya DBD.Tingginya angka kesakitan penyakit ini sebenarnya oleh karena perilaku kita sendiri. Faktor lainnya yaitu masih kurangnya pengetahuan, sikap, dan tindakan keluarga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang cocok untuk tempat perkembang biakan dari nyamuk aedes aegepty adalah ditempat-tempat penampungan air bersih dan tenang seperti drum, tempayan, bak mandi, WC, ember, vas bunga, dan kaleng-kaleng bekas yang dapat menampung air hujan, juga baju yang bergantungan.
Daun Kemangi memiliki bau yang sangat tajam sehingga jika tercium agak lama akan mengakibatkan mual dan pening. Bau daun ini juga dapat mengusir nyamuk dan serangga (Tjitrosoepomo, 1994).
Menurut tim peneliti dari Center for New Crops and Plant Products, Purdue University, AS, daun kemangi terbukti ampuh untuk menyembuhkan sakit kepala, pilek, diare, sembelit, cacingan, dan gangguan ginjal. Mereka mengemukakan keampuhan pengobatan menggunakan daun kemangi, yaitu dapat mengatasi sakit maag, perut kembung, masuk angin, kejang-kejang, dan badan lesu. Selain itu, aroma kemangi dapat menolak gigitan nyamuk.
Berdasarkan fenomena di atas maka penulis mencoba menyusun gagasan tertulis mengenai cara efektif untuk menanggulangi wabah Demam berdarah (DBD), dengan judul “Penggunaan “Pasta Kemangi (Ocymum basilicum)” dalam Upaya Menanggulangi Demam Berdarah di Daerah Endemik” yang sampai saat ini belum ditemukan cara penanganan yang efektif.
1.2 Perumusan Masalah
1. Dapatkah pasta kemangi (Ocymum basilicum) digunakan sebagai bahan penanganan Demam Berdarah (DBD)?
2. Bagaimanakah cara efektif menanggulangi wabah Demam Berdarah di daerah Endemik ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui penggunaan pasta kemangi (Ocymum basilicum) sebagai bahan penanganan demam berdarah (DBD).
2. Untuk mengetagui cara efektif menanggulangi wabah Demam Berdarah di daerah Endemik.
1.4 Manfaat
Berdasarkan paparan diatas dimulai dari latar belakang, rumusan masalah dan tujuan, maka manfaat yang diharapkan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah :
a. Bagi masyarakat umum, penulisan karya ilmiah ini dapat dijadikan bacaan kesehatan untuk menanggulangi wabah demam berdarah yang disebabkan salah satunya oleh nyamuk Aedes aegepty yang saat ini menjadi topik utama masalah kesehatan tubuh dan lingkungan. Selain itu dapat membantu masyarakat dalam memperoleh pengetahuan tentang penyakit DBD, salah satunya melalui pemakaian pasta kemangi (Ocymum basilicum).
b. Bagi pemerintah, informasi ini dapat membantu dalam program penyuluhan kesehatan masyarakat secara merata dan banyak diterima masyarakat menengah kebawah.
c. Bagi dunia keilmuan, penulisan karya ilmiah ini dapat memberikan sumbangan pemikiran berupa kajian-kajian literature yang kemudian dapat pula dugunakan sebagai upaya kesehatan masyarakat luas.
1.5 Uraian Singkat
Herba kemangi (Ocymum basilicum) memiliki bau bau yang sangat tajam sehingga jika tercium agak lama akan mengakibatkan mual dan pusing. Bau daun ini juga dapat mengusir nyamuk dan Serangga.
Dengan adanya hal tersebut, di zaman yang serba mahal ini, penulis menemukan solusi baru yang lebih aman, mudah dan murah serta tidak memerlukan waktu lama untuk proses pembuatan dan alat mahal seperti pembuatan ekstrak sehingga cara ini lebih efektif digunakan oleh masyarakat kalangan manapun serta dapat membantu pihak terkait terutama masalah pengeluaran biaya untuk penanganan Demam Berdarah yang saat ini memakan banyak dana. Dengan pemanfaatan tanaman herba Kemangi (Ocymum basilicum) sebagai pasta, kulit akan terhindar dari efek samping sebab tidak mengandung senyawa kimia berbahaya serta dapat memperkecil pengeluaran dan mempersingkat waktu pembuatan. Dengan penerapan teknologi sederhana tersebut kulit akan terhindar dari sengatan nyamuk terutama penyebab Demam Berdarah.

BAB II
TELAAH PUSTAKA
2.1 Tinjauan Umum Kemangi (Ocymum basilicum)
2.2.1 Biologi Tanaman
2.2.1.1 Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Ocymum
Spesies :Ocymum basilicum (Steenis, 2003).
2.1.1.2Morfologi
Terna yang menegak, tinggi hingga 1,10 m, batang coklat tua, tangkai daun coklat muda dan daun-daun hijau tua. Daunnya berasa manis dan agak tajam (Tjitrosoepomo, 1994).
2.1.2 Budidaya
Kemangi tidak menuntut syarat tumbuh yang rumit. Dapat dikatakan semua wilayah di Indonesia bisa ditanami kemangi. Yang jelas tanahnya bersifat asam. Kemangi juga toleran terhadap cuaca panas maupun dingin. Perbedaan iklim ini hanya mengakibatkan penampilan tanacnan sedikit berbeda. Kemangi yang ditanam di daerah dingin daunnya lebih lebar dan lebih hijau. Sedang kemangi di daerah panas daunnya kecil, tipis, dan berwama hijau pucat.
Benih Kemangi diperbanyak dengan bijinya. Biji diperoleh dari buah kemangi yang masak di batang. Ciri biji yang tua ialah berwama – hitam dan
kering. Biji kemangi harus disemai terlebih dahulu sebelum ditanam. (Anonimous, 2009).
2.1.3 Distribusi dan Habitat
Tanaman ini ditemukan di seluruh pulau Jawa dari daratan rendah hingga kurang lebih 450 m di atas permukaan laut, bahkan dibudidayakan hingga 1100 m. Selain di P. Jawa, jenis ini telah ditanam hampir di seluruh Nusantara. Tumbuh pada tepi-tepi jalan dan tepi-tepi ladang, pada sawah-sawah kering dan dalam hutan-hutan jati seringkali disemaikan di kebun-kebun dan pekarangan rumah. (Anonimous, 2009).
2.1.4 Manfaat
Daun selasih memiliki bau yang sangat tajam sehingga jika tercium agak lama akan mengakibatkan mual dan pening. Bau daun ini juga dapat mengusir nyamuk dan serangga (Tjitrosoepomo, 1994).
Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki sifat: rasa agak manis, dingin, harum, dan menyegarkan, menghilangkan bau badan, dan bau mulut. Efek zat aktif : 1,8 sineol (seluruh tanaman), anestesi, membantu mengatasi ejakulasi dini, anti kholinesterase, perangsang aktifitas syarafpusat, melebarkan pembuluh darah kapiler (merangsang ereksi), penguat hepar. Anethol (seluruh tanaman); merangsang hormon estrogen, merangsang faktor kekebalan tubuh, merangsang ASI. Apigenin (seluruhtanaman); melebarkan pembuluh darah, mencegah pengentalan darah, melancarkansirkulasi, menekan syaraf pusat, ralaksasi otot polos. Arginine (daun), memperkuat daya tahan hidup sperma, mencegah kemandulan, menurunkan gula darah, antihepatitis, diuretik. Asam aspartat (daun); merangsang syaraf, analeptik. Boron (seluruh tanaman); merangsang keluarnya hormon androgen dan hormon estrogen serta mencegah pengeroposan tulang (Anonimous, 2009).
2.1.5 Kandungan Kimia
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Minyak atsiri: Osimena, farnesena, sineol, felandrena, sedrena, bergamotena, amorfena, burnesena, kadinena, kopaena, kubebena, pinena, ter pinena, santalena, sitral, dan kariofilena.
Senyawa lain : Anetol, apigenin, asam askorbat, asam kafeat, eskuletin,eriodiktiol, eskulin, estragol, faenesol, histidin, magnesium, rutin, tanin, ß-carotene, ß-sitosterol.
2.2 Tinjauan Umum Demam Berdarah
2.2.1 Pengertian
DBD adalah salah satu penyakit yang tidak ada obat maupun vaksinnya. Pengobatannya hanya suportif berupa tirah baring dan pemberian cairan intravena. Oleh karena itu, tindakan pencegahan dengan memberantas sarang nyamuk dan membunuh larva serta nyamuk dewasa terus digalakkan.
2.2.2 Manifestasi Klinis
Infeksi virus dengue mengakibatkan manifestasi klinis yang bervariasi mulai dari asimtomatik, penyakit paling ringan (mild undifferentiated febrile illness), demam dengue , demam berdarah dengue, sampai sindrom syok dengue. Masa inkubasi dengue antara 3-15 hari, rata-rata 5-8 hari.
Secara klinis biasanya ditandai dengan demam tinggi, fenomena perdarahan, hepatomegali, dan kegagalan sirkulasi. Demam dengue pada bayi dan anak berupa demam ringan disertai timbulnya ruam makulopapular. Pada anak besar dan dewasa dikenal sindrom trias dengue berupa demam tinggi mendadak, nyeri pada anggota badan (kepala, bola mata, punggung, dan sendi), dan timbul ruam makulopapular. Tanda lain menyerupai demam dengue yaitu anoreksia, muntah, dan nyeri kepala (Dep.Kes. RI, 1992).
2.2.3 Diagnosis
Diagnosis DBD biasa dilakukan secara klinis:
1. Demam akut, yang tetap tinggi selama 2-7 hari, kemudian turun secara lisis.
2. Pembesaran hati dan nyeri tekan tanpa ikterus.
3. Dengan/tanpa syok. Syok yang terjadi pada saat demam biasanya mempunyai prognosis yang buruk.
4. Kenaikan nilai Ht/hemokonsentrasi, yaitu sedikitnya 20%.
5. Adanya ruam-ruam pada kulit.
6. Leukopenia
Derajat Beratnya DBD secara klinis dibagi menjadi 4 derajat yaitu:
1. Derajat I:
Demam disertai gejala-gejala umum yang tidak khas dan manifestasi perdarahan spontan satu-satunya adalah uji tourniquet positif.
2. Derajat II:
Gejala-gejala derajat I, disertai gejala-gejala perdarahan kulit spontan atau manifestasi perdarahan yang lebih berat.
3. Derajat III:
Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menyempit (< 20 mmHg), hipotensi, sianosis disekitar mulut, kulit dingin dan lembab, gelisah.
4. Derajat IV:
Syok berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur (Setyaningrum, 2005)
2.2.4 Usaha-usaha Pemecahan Masalah yang Telah Dilakukan
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memerintahkan para Dokter untuk berkoordinasi dengan aparat kesehatan setempat untuk kasus-kasus DBD yang sedang diobati. Tetapi, hal tersebut juga disampaikan kepada masyarakat agar berperan aktif melakukan tindakan pencegahan dan berperilaku hidup bersih dan sehat dengan senantiasa melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan dan segera melapor ke RT/RW setempat apabila terdapat warga di daerahnya yang menderita DBD (Lamppost, 2009)
Hingga kini belum ditemukan obat dan vaksin pencegah DBD. Seluruh rumah sakit (RS) harus segera memberikan pertolongan secepatnya kepada korban DBD tanpa harus meminta uang muka dulu dan penderita dari keluarga miskin, maka biaya pengobatan akan diganti pemerintah. Sementara itu Depkes telah mengeluarkan anggaran Rp10 miliar untuk program pemberantasan sarang nyamuk selama 2004 yang digunakan untuk penyuluhan dan pembelian insekstisida untuk pengasapan sarang nyamuk di sejumlah daerah (Anonimous, 2009)
2.3 Penelitian Terkait Demam Berdarah dan Insektisida Alami
Berdasarkan studi terdahulu oleh Hamon & Mouchet dalam Bulletin WHO 1967, memang sudah dipaparkan bahwa spesies Culex quinquesfasciatus adalah spesies nyamuk yang paling cepat resisten terhadap insektisida daripada spesies nyamuk lain. Selain itu, WHO 1996 melaporkan, di banyak negara nyamuk Culex telah resisten terhadap insektisida golongan organofosfat, karbamat, dan piretroid.
Lima dkk dalam Am J Trop Med Hyg 2003 juga mengemukakan adanya tanda-tanda resistensi larva dan nyamuk dewasa Aedes aegypti terhadap beberapa jenis insektisida. Sampel nyamuk diambil dari 10 kotamadya yang terletak di Rio de Janeiro dan Espirito Santo, Brazil. Dari 10 kotamadya tersebut, larva Aedes aegypti dari delapan kotamadya sudah menunjukkan resistensi terhadap temefos (0,012 mg/L), dimana tingkat mortalitasnya hanya 74% sampai 23,5.
Sathantriphop S dkk meneliti kerentanan nyamuk Culex quinquefasciatus dan Aedes aegypti terhadap beberapa kelompok besar insektisida yaitu DDT, fenitrothion, malathion, deltamethrin, dan permethrin. Setelah dipapari selama 1jam (kecuali 4 jam untuk DDT), nyamuk Culex (nyamuk yang paling sering ditemukan di rumah-rumah) menunjukkan resistensi yang tinggi terhadap DDT 4%, deltamethrin 0,05%, fenitrothion 1%, dan permethrin 0,75% dengan persentase kematian berturut-turut adalah 0%, 11%, 21,2%, dan 10,1%.
Menurut tim peneliti dari Center for New Crops and Plant Products, Purdue University, AS, daun kemangi terbukti ampuh untuk pengobatan sakit maag, perut kembung, masuk angin, kejang-kejang, dan badan lesu. Selain itu, aroma kemangi dapat menolak gigitan nyamuk. Sejak zaman dahulu, kemangi disuling untuk diambil sari minyak atsirinya.
2.4 Hubungan Herba Kemangi (Ocymum basilicum) dengan Demam Berdarah
Herba Kemangi (Ocymum basilicum) dikenal memiliki zat aktif berupa alkaloid yang dapat mematikan jentik nyamuk.
Alternatif dari alam ini sudah sering digunakan. Penelitian tentang insektisida alamiah dalam upaya mengendalikan serangga, khususnya pada stadium jentik, pertama kali dirintis oleh Campbell dan Sulivan tahun1933. Selanjutnya berturut-turut Harzel tahun 1948; Amongkas dan Reaves tahun 1970; Pirayat Suparvann, Roy Sifagus, dan Fred W.K (1974) di University of Kentucky, Lexington telah menghasilkan penelitian bahwa ekstrak daun kemangi (Olium basikicum) pada dosis 100 ppm (bagian per sejuta) dapat menghambat pertumbuhan jentik Aedes aegypty (Anonimous, 2008).

BAB III
METODE PENULISAN
3.1 Sumber Data Deskriptif
Pada periode Januari 2007, terjadi 4.862 kasus DBD di 14 provinsi di Indonesia di antaranya 75 mengakibatkan kematian. Bisa disebut menurun dibanding Januari 2006, di mana dilaporkan terjadi 18.941 kasus DBD di 33 provinsi dan 192 di antaranya meninggal (Widianto, 2007).
Namun, jika dilihat secara total kasus DBD sepanjang tahun, trennya terus meningkat. Dalam lima tahun terakhir misalnya, angka peningkatanya jelas, yakni kasusnya 79.462 meninggal 957 tahun 2004, 95.000 dan meninggal 1.350 (2005), 113.640 dan meninggal 1.184 (2006) dan terakhir 140.000 kasus dengan 1.380 meninggal tahun 2007 (Budianto, 2007).
Kasus demam berdarah dengue (DBD) setiap tahun di Indonesia terus meningkat dan bahkan dikhawatirkan makin merajalela dengan pemanasan global. Pusat Informasi Departemen Kesehatan mencatat, jumlah kasus DBD di Indonesia pada bulan Januari 2008 mencapai 8.765 kasus dengan 68 korban meninggal, bahkan hingga awal Februari kasusnya telah mencapai 9.092 dengan 70 korban meninggal (Widianto, 2006).
3.2 Metode Pengumpulan data
3.2.1 Dokumentasi
Tercantum dalam lampiran 1.
3.2.2 Wawancara
Dalam mengumpulkan data, selain menggunakan observasi dan dokumentasi juga digunakan wawancara agar data yang diperoleh lebih akurat. Wawancara ditujukan pada Dinas kesehatan, puskesmas, dan beberapa masyarakat yang terkena wabah tersebut di daerah Endemik.
3.2.3 Observasi
Untuk mendukung gagasan tertulis ini, penulis melakukan observasi di daerah endemis Malang. Hasil observasi yang didapat berupa, kasus demam berdarah yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Obserevasi ini dilakukan pada tanggal 3 dan 4 Januari 2009.

BAB IV
ANALISIS DAN SINTESIS
4.1 Analisis Masalah
Jumlah korban yang tewas dari wabah demam berdarah di Indonesia telah meningkat menjadi 224 orang. Sejak permulaan tahun, virus itu telah menyerang lebih dari 11 ribu 720 orang. Departemen kesehatan menyebut wabah demam berdarah itu “luar biasa” karena jumlah yang terserang lebih dari duakali lipat selama waktu yang sama tahun lalu. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) telah mengatakan, kasus demam berdarah telah bertambah setiap tahun diseluruh Asia Tenggara. Demam berdarah tertutama adalah penyakit tropis, dan disebarkan oleh nyamuk.
Hingga kini belum ditemukan obat dan vaksin pencegah DBD. Seluruh rumah sakit (RS) harus segera memberikan pertolongan secepatnya kepada korban DBD tanpa harus meminta uang muka dulu dan penderita dari keluarga miskin, maka biaya pengobatan akan diganti pemerintah. Sementara itu Depkes telah mengeluarkan anggaran Rp10 miliar untuk program pemberantasan sarang nyamuk selama 2004 yang digunakan untuk penyuluhan dan pembelian insekstisida untuk pengasapan sarang nyamuk di sejumlah daerah.
Pada bulan Maret 2005 masih ada daerah berstatus kejadian luar biasa. Sampai Mei di seluruh Indonesia tercatat 28.224 kasus; dengan jumlah kematian 348 orang. Hingga awal Oktober 2005, kasus DBD di 33 provinsi mencapai 50.196 kasus, dengan 701 di antaranya meninggal (case fatality rate 1,4 persen). Daerah terpaan DBD terbesar: DKI Jakarta (14.200 kasus). Kasus kematian tertinggi: Jawa Barat (147 orang). Data itu menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dari Mei hingga awal Oktober. Banyaknya kasus DBD ini seiring dengan datangnya musim hujan yang menyebabkan banyaknya genangan air.
Mantan Kepala Subdirektorat Arbovirosis Departemen Kesehatan, Rita Kusriastuti memperkirakan jumlah penderita demam berdarah meningkat seiring perubahan iklim global terjadi dan membuat sejumlah tempat menjadi lebih hangat. Dia juga menyatakan, data penderita DBD, bisa lebih besar dari perkiraan, apalagi bisa jadi ada korban yang tidak tercatat.
Menurut Rum Istriati, Kasudin Kesmas Jakarta Pusat, ketika dihubungi, dua orang korban meninggal merupakan warga Bungur, Kecamatan Kemayoran, dan satu orang lagi merupakan warga Petamburan. Korban meninggal diduga akibat telat diagnosa dan telat penanganan hingga akhirnya mereka meninggal dunia.
Dalam Kompas, 2005 dijelaskan bahwa kurangnya koordinasi yang bagus antara masyarakat dan pihak kesehatan terkait sehingga terjadi peningkatan korban DBD dari tahun ke tahun dalam skala besar. Bahkan pemerintah telah mengeluarkan anggaran dengan jumlah besar tetapi hasilnya belum bisa dirasakan oleh masyarakat secara merata. Akibatnya pembangunan nasional di Indonesia belum bisa tercapai secara seimbang.
4.2 Sintesis Masalah
Hingga kini belum ditemukan obat dan vaksin pencegah DBD. Seluruh rumah sakit (RS) harus segera memberikan pertolongan secepatnya kepada korban DBD tanpa harus meminta uang muka dulu dan penderita dari keluarga miskin, maka biaya pengobatan akan diganti pemerintah. Sementara itu Depkes telah mengeluarkan anggaran Rp10 miliar untuk program pemberantasan sarang nyamuk.
Berdasarkan fenomena di atas maka penulis membuat alternatif baru untuk mengatasi wabah demam berdarah yang lebih murah dan mudah karena dapat dijangkau semua kalangan, aman karena tidak mengandung senyawa kimia berbahaya serta tidak memerlukan waktu lama dan alat mahal untuk pengolahan seperti pembuatan ekstrak. Solusi tersebut adalah dengan memanfaatkan tanaman kemangi yang telah dibuat pasta, kemudian pasta tersebut dioleskan pada permukaan kulit agar kulit tidak tergigit oleh nyamuk terutama nyamuk penyebab demam berdarah (DBD). Dengan menerapkan teknologi sederhana tersebut maka akan membantu upaya pemerintah dan pihak kesehatan terkait dalam menanggulangi wabah Demam Berdarah. Cara tersebut lebih efektif untuk menanggulangi wabah Demam Berdarah (DBD) yang saat ini kasusnya mengalami peningkatan dalam skala besar dari tahun ke tahun.
Adapun pembuatan pasta kemangi, sebagai berikut:

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dengan adanya hal tersebut, di zaman yang serba mahal ini, penulis menemukan solusi baru yang lebih aman, mudah dan murah serta tidak memerlukan waktu lama untuk proses pembuatan dan alat mahal seperti pembuatan ekstrak sehingga cara ini lebih efektif digunakan oleh masyarakat kalangan manapun serta dapat membantu pihak terkait terutama masalah pengeluaran biaya untuk penanganan Demam Berdarah yang saat ini memakan banyak dana. Dengan pemanfaatan tanaman herba Kemangi (Ocymum basilicum) sebagai pasta, kulit akan terhindar dari efek samping sebab tidak mengandung senyawa kimia berbahaya serta dapat memperkecil pengeluaran dan mempersingkat waktu pembuatan. Dengan penerapan teknologi sederhana tersebut kulit akan terhindar dari sengatan nyamuk terutama penyebab Demam Berdarah.
5.2 Saran
Disarankan bagi:
1. Masyarakat dan pihak terkait untuk menggunakan alternatif ini karena cara tersebut diketahui lebih efektif dan lebih terjangkau.
2. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi para calon peneliti selanjutnya agar dapat menemukan alternatif baru untuk menanggulangi wabah demam berdarah.

 

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit????

Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan???
Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek?????

Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah?????

Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462

INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA

TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES

PAK ZAIF

 

07/31/2009 - Posted by | Contoh PKM

17 Komentar »

  1. wah..ternyata ada kemangi dalam bentuk pasta,yaa??

    Komentar oleh ania | 08/28/2009

  2. mohon ijin untuk menampilkan tulisan ini di situs kami.

    Komentar oleh pauro | 09/03/2009

  3. mohon bantuannya donx….
    qu mau tau literatur untuk kadar yang terdapat dikandungan kimia kemangi,yaitu kandungan flavonoid yang berfungsi untuk antiseptik dimulut,
    Qra2 kadar yg dipakai untuk pembuatan dalam tablet,kadar kemanginya berapa persen ya???
    tolong bgt dibantu ya…
    ini u tuk proposal skripsi qu.
    mohon dikasih tau literaturnya ya.
    secepatnya dikirim ke email qu y..
    makasih sebeljmnya:)

    Komentar oleh anggun | 10/20/2009

  4. tanya mbak ririn aja mbak

    Komentar oleh zaifbio | 10/21/2009

  5. mba ririn siapa ya mas???
    ada nmr yg bs dihubungin ndak??
    sblmnya trimakasih ya:)

    Komentar oleh anggun | 10/28/2009

  6. tlg krimin aja lewat email qu di :

    anggunnaangga@yahoo.com

    mksh….

    Komentar oleh anggun | 10/28/2009

  7. tlg kash tau cara buat pastanya dong, soalnya saya baca ini tapi tak da cara buat pastanya. tolong sekali ya… trimakasih sebelumnya.

    Komentar oleh umi lestari | 01/27/2010

  8. wah… hebat banget… saya minta tolong kirimin cara pembuatan pasta kemanginya dong ke email saya sugitayonoiknes@yahoo.com … jadi pengen buat… terimakasih…

    Komentar oleh SUGITAYONO | 04/24/2010

  9. Aslm, mas tlong minta literatur kadar ekstrak kemangi untuk membuat pasta pengusir nyamuk.

    makasih y mas, tlong krim k email saya,

    Wass,

    Komentar oleh marni | 12/09/2010

  10. Aslm, mas tlong minta literatur kadar ekstrak kemangi untuk membuat pasta pengusir nyamuk.

    makasih y mas, tlong krim k email saya,marni_061_ba@yahoo.co.id

    Wass,

    Komentar oleh marni | 12/09/2010

  11. Aslm, mas tlong minta daftar pustaka kadar ekstrak kemangi untuk membuat pasta pengusir nyamuk.

    makasih y mas, tlong krim k email saya,elsilcairise@yahoo.com
    Wass,

    Komentar oleh elsi | 01/22/2011

  12. aku mau literatur ini untuk skripsi ku
    kirimin ke email ku y
    elsilcairise@yahoo.com

    Komentar oleh elsi | 01/24/2011

  13. aslm… wah kebetulan sekali,,, saya mahasiswa farmasi uin syarif hidayatullah mau ada penelitian tentang Ocimum sanctum Linn. bisa minta literatur dalam bentuk pdf ga? tolong dikirim ke emailku ya… : rizkyislamyramadhan@gmail.com.
    tolong banget ya…

    Komentar oleh rizky | 11/17/2011

  14. aslm… mas saya boleh minta literarur klasifikasi kemanginya ga ?? tolong kirim ke emailku :icha.dentist@yahoo.co.id
    teimakasih banyak mas..

    Komentar oleh goguma11 | 12/08/2011

  15. tulisan-ta saya copy, ya.
    mohon keridhoannya…

    Komentar oleh Agus Abdullah | 03/14/2012

  16. cara pembuatan pasta.nya kok nggak ada yaa??
    kalau berkenan mohon infonya, makasih
    tolong kirim ke emailku : rupa_wati@yahoo.co.id

    Komentar oleh Ledy Vinantika | 04/22/2012

  17. Very great post. I simply stumbled upon your blog and wanted to mention that I
    have truly enjoyed browsing your blog posts. After all I’ll be subscribing on your feed and I hope you write once more very soon!

    Komentar oleh bend cosmetic dentist | 07/09/2013


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: