BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

“Sukosari Calistung Center”, Pusat Pengentasan Buta Aksara di Pedesaan Kabupaten Malang

1. Judul Program
“Sukosari Calistung Center”, Pusat Pengentasan Buta Aksara di Pedesaan Kabupaten Malang

B. Latar Belakang Masalah

Menurut Biro Pusat Statistik (BPS), buta aksara di Idonesia tahun 2005 usia 15 tahun ke atas terdapat 14.595.088 orang. Jumlah buta huruf di Jawa Timur masih tergolong besar yaitu 833.005 orang (Data Base Line Survey, 2005). Pada tahun 2006 angka tersebut tidak mengalami perubahan berarti buta aksara masih sebesar 8,07 persen dari sekitar dua ratus juta penduduk (Antara, 24/07/2007). Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi tertinggi angka buta aksara yaitu 30 persen dari total penduduknya (Antara, 02/03/2007).
Angka tersebut menunjukkan masih tingginya buta aksara di Indonesia terutama di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebagian besar tinggal di pedesaan. Umumnya mereka adalah petani kecil, buruh, nelayan, penduduk miskin yang tingkat pendapatan atau penghasilan rendah. Mereka tertinggal di bidang pengetahuan, teknologi, keterampilan, serta sikap mental pembaharuan dan pembangunan. Dikarenakan rendahnya pengetahuan, akhirnya mereka tertinggal dalam memperoleh akses informasi dan komunikasi yang penting untuk membuka cakrawala kehidupan dunia (Budiyanto, 2007). Hal ini menyebabkan posisi tawar mereka pada pergaulan ekonomi dan sosial menjadi sangat rendah. Dengan kata lain penduduk buta aksara belum dapat memberikan kontribusinya secara optimal terhadap berbagai proses pembangunan sosial dan ekonomi (Depdiknas, 2007).
Berdasarkan Rencana Aksi Pendidikan Untuk Semua (PUS) Propinsi Jawa Timur 2004-2008, daerah dengan Prioritas Tertinggi adalah daerah yang tingkat buta aksaranya di atas 10.000. Salah satu dari daerah Prioritas Tertinggi adalah Kabupaten Malang (Data Base Line Survey, 2005; Budiyanto, 2007).
Permasalahan di atas perlu segera dipecahkan guna mendukung kemajuan bangsa. Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PWB/PBA) diantaranya berisi pernyataan bahwa pemberantasan buta aksara dilakukan dengan mengerahkan seluruh kekuatan, mulai dari presiden, menteri terkait, gubernur, wali kota/bupati, camat, sampai kepala desa. Sedangkan pendekatan horizontal dilakukan dengan melibatkan berbagai komponen atau ormas (Su, 2007; Edrie, 2007). Oleh karena itu, sudah saatnya semua stakeholders seperti perguruan tinggi (dosen dan mahasiswa), PKK, Kowani, Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiah, organisasi kepemudaan dan swasta (Kurniawan, 2005; Ali, 2007).
Untuk mengatasi permasalahan buta huruf ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Departemen Pendidikan Nasional telah mengeluarkan program Calistung (kependekan dari membaca, menulis dan menghitung). Program tersebut perlu segera diterapkan oleh semua stakeholder seperti yang telah diuraikan di atas. Mahasiswa dengan ilmu dan pengalaman yang ada memiliki peran strategis terkait dengan pengentasan buta aksara ini. Menurut Budiyanto (2007) mahasiswa merupakan Agent of Community Enpowerment, harus terlibat dalam pemecahan masalah pembangunan daerah dan nasional untuk kesejahteraan masyarakat dan harus mendapatkan pengalaman empirik untuk mengelola pemecahan masalah pembangunan daerah dan nasional untuk kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa juga merupakan aset bangsa sehingga dituntut untuk aspiratif, akomodatif, responsif, dan reaktif menjadi problem solver terhadap permasalahan pembangunan.
Berangkat dari data, fakta, wacana serta amanat di atas maka disusunlah proposal PKMM ini. Pemilihan Dusun (dukuh) Sukosari dengan alasan bahwa dusun ini merupakan dusun paling tertinggal di Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Sesuai dengan laporan KKN-T 28 Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2007 dan data arsip desa tahun 2007, penduduk usia 15 tahun ke atas yang buta huruf mencapai 975 orang dari jumlah total penduduk 6327 orang atau 2.017 KK.
Program dinamakan Sukosari Calistung Center dengan asumsi agar pengentasan buta huruf ini terpusat dan terstruktur. Hal ini dimungkinkan karena nantinya banyak pihak yang terlibat. Selain dari tim PKMM diharapkan pula peran serta masyarakat setempat, guru-guru sekolah dan tenaga terdidik setempat, aparat desa, organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat.
C. Perumusan masalah
Dari latar belakang di atas dapat dikemukakan permasalahan yaitu:
1. Apakah program calistung mampu mengatasi problematika buta aksara di Dusun Sukosari Desa Pandansari Kecamatan Poncokusomo Kabupaten Malang?
2. Seberapa besar pengaruh atau sumbangan program calistung terhadap permasalahan buta aksara?

D. Tujuan Program
Tujuan program ini adalah:
1. Mengetahui apakah calistung mampu mengatasi problematika buta aksara di Dusun Sukosari Desa Pandansari Kecamatan Poncokusomo Kabupaten Malang.
2. Mengetahui besarnya pengaruh atau sumbangan program calistung terhadap permasalahan buta aksara.

E. Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dengan adanya program ini adalah kemampuan membaca, menulis dan menghitung masyarakat sasaran. Kemampuan tersebut berupa:
1. Warga belajar (100%) mampu membaca kalimat yang disusun minimal tujuh kata dengan lancar
2. Warga belajar (100%) mampu menulis kalimat yang disusun minimal tujuh kata dengan lancar
3. Warga belajar (100%) mampu menggunakan operasi matematika (+, -, x, dan 🙂 dengan hasil akhir 100 atau lebih dengan lancar
Setiap warga belajar yang memenuhi kriteria tersebut akan mendapatkan SUKMA-1 (Surat Keterangan Melek Aksara) Tingkat Dasar. Luaran lain yang diharapkan berupa adanya sarana membaca desa atau perpustakaan desa untuk mencegah warga belajar mengalami buta huruf kembali.

F. Kegunaan Program
Program ini memiliki berbagai kegunaan diantaranya:
1. Bagi Warga Belajar
– Kemampuan membaca, menulis, dan menghitung warga belajar akan meningkatkan mutu sumber daya manusia, mengurangi kebodohan yang merupakan pintu gerbang kemiskinan.
– Kemampuan membaca akan meningkatkan taraf hidup, sosial, budaya dan ekonomi.
– Kemampuan membaca akan mempermudah akses dan pemahaman bidang pengetahuan, teknologi, informasi, keterampilan, serta sikap mental pembaharuan dan pembangunan.
2. Bagi Pemerintah (Desa sampai pusat)
– Titik tolak minimalisasi angka kebodohan dan kemiskinan yang mendorong kemajuan daerah dan bangsa
– Meningkatkan harkat dan nilai hidup masyarakat
– Memberi daya tambah positif terhadap Human Development Index (HDI).
– Mendorong dan mendukung terwujudnya rencana pengurangan angka buta huruf sampai 5% pada tahun 2009.
3. Bagi Tim PKMM
– Merupakan manisfestasi tanggung jawab sebagai Agent of Community Enpowerment dan aset bangsa.
– Menjadi pengalaman nyata dan literatur hidup yang akan memberi nilai tambah setelah tamat kuliah.
– Menumbuhkan jiwa kreatif dan membangun kepekaan sosial terhadap realitas dan kompleksitas permasalahan bangsa.
– Membangun kekompakan dan sekaligus relasi baik sesama tim ataupun dengan warga sasaran (warga belajar).

G. Gambaran Umum Masyarakat Sasaran
G.1 Gambaran Umum Desa Pandansari
1. Keadaan Geografis Desa Pandansari
Desa Pandansari adalah salah satu desa di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Jarak dari desa ke Kecamatan Poncokusumo adalah 7 km dan 28 km dari dari ibukota Kabupaten Malang. Desa Pandansari terletak pada ketinggian 850 mdpl. Luas desa mencapai 935.214 Ha, peruntukan ladang dan kebun (kebun apel) 794.430 Ha, sawah irigasi 4 Ha, pemukiman/perumahan 360.800 Ha, hutan lindung 19.500 Ha dan perbukitan/pegunungan 951 Ha.

2. Keadaan Demografis Desa
2.1 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
No Uraian Keterangan
1 Laki-laki 3.421 Orang
2 Perempuan 3.206 Orang
3 Kepala keluarga 2.017 KK
Sumber: Arsip Desa Pandansari2006 dan Laporan KKN-T 28 UMM tahun 2007

2.2 Potensi Desa dan Mata Pencaharian Penduduk
Desa Pandansari merupakan suatu desa yang terletak di kaki pegunungan Bromo dan Semeru sehingga desa ini mempunyai karakteristik pegunungan. Lahan-lahan yang ada cenderung pada pola terasering. Suhu relatif rendah sehingga tanaman yangh cenderung dibudidayakan adalah buah-buahan dan sayur-sayuran.
Mata pencaharian sebagian besar penduduk Desa Pandansari berasal dari sektor Pertanian baik sebagai petani pengarap lahan pertanian (komplangan) maupun buruh tani. Sedangkan mata pencaharian lainnya sebagai peternak, pedagang, dan tukang. Struktur mata pencaharian penduduk Desa Pandansari tahun 2006 secara lengkap dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 2. Struktur Mata Pencaharian Penduduk
No Keterangan Jumlah
1. Petani 848 Orang
2. Pekerja disektor jasa/ perdagangan 32 Orang
3. Pekerja disektor industri – Orang
Sumber: Arsip Desa Pandansari2006 dan Laporan KKN-T 28 UMM tahun 2007
2.3 Tingkat Pendidikan Penduduk
Sumber daya manusia pada masyarakat cenderung rendah. Mayoritas masyarakat hanya tamat SD/MI. Penduduk tidak tamat SD/MI dan penduduk usia 10 tahun ke atas yang buta huruf sangat tinggi. Tingkat pendidikan penduduk Desa Pandansari tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3. Tingkat Pendidikan Penduduk
No Keterangan Jumlah
1. Penduduk Usia 10 th ke atas yang buta huruf 975 Orang
2. Penduduk tidak Tamat SD/MI 1821 Orang
3. Penduduk Tamat SD /MI 3021 Orang
4. Penduduk Tamat SLTP/MTs 662 Orang
5. Penduduk Tamat SLTA/MA 105 Orang
6. Penduduk yang Tamat D-1 – Orang
7. Penduduk yang Tamat D-2 6 Orang
8. Penduduk yang Tamat D-3 – Orang
9. Penduduk yang Tamat S-1 17 Orang
10. Penduduk yang Tamat S-2 – Orang
11. Penduduk yang Tamat S-3 – Orang
Sumber: Arsip Desa Pandansari2006 dan Laporan KKN-T 28 UMM tahun 2007

2.4 Keadaan Budaya Desa
Penduduk Desa Pandansari dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa Tengger dan Jawa. Hubungan kemasyarakatan antara warga desa umumnya bercorak masyarakat paguyuban yang saling bergotong royong, ramah tamah dan masih memiliki hubungan kekerabatan erat antara satu dengan yang lain. Keadaan seperti ini dapat terlihat dari hubungan keseharian warga.

2.5 Keadaan Keagamaan
Warga Desa Pandansari semuanya beragama Islam sehingga dikenal sangat religius. Ada dua organisasi keagamaan yang terdapat di Desa Pandansari, yaitu NU dan Muhammadiyah. Kegiatan mengaji dipusatkan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Keadaan TPA masih sangat sederhana dan fasilitas kurang memadai. Pengajian warga yang termasuk dalam kelompok Fatayat dan IPNU dilakukan satu sampai empat kali dalam satu minggu. Sarana peribadatan yang terdapat di Desa Pandansari yaitu masjid 4 buah dan musholla 18 buah.
G.2 Gambaran Warga Belajar
Warga belajar yang menjadi prioritas adalah usia 15 – 44 tahun yang buta aksara. Namun tidak menutup kemungkinan jika terjadi hal diluar perkiraan maka sasaran yang berusia di atas 45 tahun dapat direkrut menjadi warga belajar. Kriteria lain warga belajar adalah sosial ekonomi rendah dan pendapatan rendah.

H. Metode Pelaksanaan Program
Pelaksanaan program ini terdiri dari beberapa tahap yaitu:

Gambar 1. Tahap Pelaksanaan Program

a. Tahap Persiapan
Tahap persiapan atau pendahuluan ini terdiri dari:
– Persiapan tim pelaksana berupa pemantapan kemampuan Tim PKMM dan terutama tutor desa (Bahan Pelatihan Tutor Terlampir).
– Penggandaan modul pembelajaran, soal evaluasi, borang administrasi pembelajaran buta aksara dan CD bahan pembelajaran buta aksara.
– Persiapan sarana dan prasarana yang akan dijadikan pusat kegiatan atau Sukosari Calistung Center. Dalam hal ini bertempat di Sekolah Dasar Islam Al-Hidayah Sukosari
– Pendataan dan konfirmasi peserta (warga belajar), calon tenaga pelatih di luar Tim PKMM (tenaga yang berasal dari Desa Pandansari yang sebelumnya dikoordinir oleh kepala desa dan perangkatnya serta pihak Sekolah Dasar Islam Al-Hidayah Sukosari.
– Penandatangan surat perjanjian kesediaan mengikuti program sampai tuntas oleh peserta (warga belajar) dan kesediaan menjadi tutor desa oleh tenaga tutor desa. Tutor desa (3-5 orang dengan latar belakang guru SDI Al-Hidayah Sukosari, tokoh masyarakat, atau orang yang telah direkomendasikan oleh SDI Al-Hidayah Sukosari dan Kepala Desa Pandansari)
– Persiapan fasilitas lain berupa kokart/tanda pengenal, alat tulis, sertifikat (yang akan diberikan kepada peserta) serta poster dan spanduk untuk publikasi.

b. Tahap Pelatihan atau Pembelajaran
– Pelatihan akan dilakukan selama dua hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu. Pelatihan atau pembelajaran diberikan kepada warga belajar (jumlah 30 orang) dan dilakukan oleh tutor (tutor Tim PKMM dan tutor desa).
– Peserta (warga belajar) dapat pula mengkonsultasikan segala permasalahan yang dihadapi terkait dengan buta aksara dan program yang dilakukan di luar hari tersebut. Warga belajar akan dilayani oleh panitia desa atau tutor desa yang ada di Sukosari Calistung Center
– Dalam pelatihan ini peserta (warga belajar) akan diberikan berbagai materi yang telah direkomendasikan dalam pemberantasan buta huruf yang tentunya disesuaikan dengan kondisi setempat (Contoh Modul dan Kurikulum terlampir).

c. Tahap Ujian
– Ujian dilakukan setelah semua materi pembelajaran dilakukan atau jika tutor telah menganggap bahwa warga belajar telah siap dan layak mengikuti ujian. Waktu yang ditargetkan atau direncanakan yaitu minggu ke-7 dan ke-8 pertemuan pembelajaran (Contoh Soal Ujian Terlampir).
– Ujian dilakukan sebagai syarat mendapatkan SUKMA-1 (Surat Keterangan Melek Aksara) Tingkat Dasar.
– Untuk menjamin mutu dan kualitas, maka pada saat ujian akan dipantau oleh Diknas Kabupaten atau Diknas Cabang Poncokusumo, Aparat Desa, beberapa organisasi mahasiswa, pemantau dari Universitas Muhammadiyah Malang dan pihak lain yang dianggap perlu. Akan dibuat pula berita acara ujian (Lembar Terlampir).
– Setelah ujian dilakukan, sebagai bentuk rangsangan akan dipilih beberapa warga belajar berprestasi.

d. Supervisi (Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program)
– Monitoring dilakukan secara terus-menerus oleh Tim Sukosari Calistung Center
– Evaluasi dilakukan setiap kali pertemuan serta setelah ujian dilakukan
– Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian target yang direncanakan dan untuk pengambilan langkah-langkah selanjutnya. Target yang dimaksudkan adalah antusiasme warga belajar dalam mengikuti pembelajaran, peningkatan kemampuan warga belajar, dukungan dari pihak desa dan masyarakat, keterlibatan tutor desa dan kerjasama tim.
– Untukk menjamin mutu dan profesionalitas maka akan dilakukan evaluasi dan monitoring oleh supervisor. Komponen monitoring dan evalusi terlampir.

e. Tahap Pengembangan
– Pengembangan dimaksudkan agar terjadi kesinambungan program meskipun PKMM telah selesai
– Pada tahapan ini akan dirintis berdirinya pusat membaca desa atau perpustakaan desa yang bertempat di SD Islam Al-Hidayah. Sarana dan prasarana yang ada adalah ruangan, buku bacaan, majalah, koran, bahan bacaan lain dan sumber informasi lainnya, poster-poster/tempelan dinding, buku administrasi peminjaman, data jenis dan jumlah bahan bacaan, meja dan kursi untuk membaca, rak/lemari buku, tenaga pelaksana/pengelola perpustakaan. Sarana dan prasarana lain yang dianggap perlu akan dilengkapi dan disesuikan pada saat pelaksaan program.
– Dengan adanya perpustakaan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan warga belajar, mencegah warga belajar agar tidak buta aksara kembali, sekaligus dapat digunakan sebagai sumber bacaan oleh siswa SD setempat.
– Akan dijajaki pula kerjasama pengembangan dengan berbagai donatur dan sponsor, penerbit buku, toko buku, instansi dan perseoranga.
– Tim PKMM juga akan memberikan rekomendasi kepada beberapa universitas penyelenggara KKN termasuk Universitas Muhammadiyah Malang. Ini dimaksudkan agar mahasiswa KKN dapat mengembangkan atau melaanjutkan program tersebut.
– Khusus untuk tutor desa akan dilakukan refresh (penyegaran) guna meningkatkan mutu dan kualitas mereka. Hal ini sangat penting karena merekalah yang nantinya akan bersentuhan langsung setelah program berakhir.

I. Jadwal Kegiatan Program

No Nama Kegiatan Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan
– Persiapan Tim
– Pelatihan Tutor Desa
X
X

X
2 Pelatihan atau proses pembelajaran X X X X X X X X
3 Ujian X X
4 Pendampingan X X X X X X X X X X
5 Supervisi X X X X X X X X X X
6 Pengembangan X X X X X
7 Laporan Akhir X X

J. Nama dan Biodata Ketua Serta Anggota
a. Biodata Ketua Pelaksana
Nama Lengkap : Husamah
NIM : 04330058
Alamat : Jl. Notojoyo No. 53 Malang
Fakultas / Program Studi : KIP / Pendidikan Biologi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk Kegiatan PKM : 12 minggu
b. Anggota Kelompok
1. Nama Lengkap : Yanur Setyaningrum
NIM : 04330037
Alamat : Jl. Notojoyo No. 189A Malang
Fakultas / Program Studi : KIP / Pendidikan Biologi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk Kegiatan PKM : 12 minggu

2. Nama Lengkap : Andik Nurdianto
NIM : 05330060
Alamat : Jl. Notojoyo No. 227 Malang
Fakultas / Program Studi : KIP / Pendidikan Biologi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk Kegiatan PKM : 12 minggu

3. Nama Lengkap : Herwan Jaya
NIM : 07330046
Alamat : Jl. Notojoyo No. 53 Malang
Fakultas / Program Studi : KIP / Pendidikan Biologi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk Kegiatan PKM : 12 minggu

4 Nama Lengkap : Sukma Maholla Yunitasari Putri
NIM : 04330045
Alamat : Jl. Telaga Al-Kautsar Malang
Fakultas / Program Studi : KIP / Pendidikan Biologi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk Kegiatan PKM : 12 minggu

K. Biodata Dosen Pembimbing
Nama Lengkap dan gelar : Dra. Iin Hindun, M.Kes
Golongan Pangkat dan NIP : Penata Tk I/III.d/131.930.145
Jabatan Fungsional : Lektor Kepala
Jabatan Struktural : Dosen
Fakultas / Program Studi : KIP / Pendidikan Biologi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Bidang Keahlian : Pendidikan Biologi
Waktu untuk Kegiatan PKM : 12 minggu

L. Biaya
No Jenis Banyaknya Jumlah
1. Bahan Habis Pakai
a. Kertas
b. Tinta
c. CD blank
@Rp.30.000×2
@Rp.30000×2
@Rp.2500×5
Rp. 60.000
Rp. 60.000
Rp. 10.000
2 Peralatan penunjang
a. Alat Tulis
– Kapur Tulis
– Ballpoin/pulpen
– Pensil
– Penghapus
– Buku Tulis
– Penggaris Kayu
– Penggaris plastik
– Penghapus papan tulis
– Boardmarker

b. Penggandaan Modul dan borang administrasi
c. Penggandaan soal ujian
d. White board
e. Tanda pengenal
f.Pembuatan stempel dan bantalannya
g. Map arsip
h.Stapless dan isinya
i. Kaos ”Berantas Buta aksara”
j. Sertifikat
k.Peralatan unjuk kerja

@Rp.5000×4
@Rp.1500×50
@Rp.1000×50
@Rp. 500×50
@Rp.1500×50
@Rp. 5000×2
@Rp. 1500×50
@Rp. 10.000×2
@Rp. 5.000x 10

@10.000×50

@2000×40
@Rp.100.000×1
@Rp. 1500×50

@Rp.1000×10
@Rp.10.000×2
@Rp. 15.000×30
@Rp. 1500×50

Rp. 20.000 Rp. 75.000
Rp. 50.000 Rp. 25.000
Rp. 75.000 Rp. 10.000
Rp. 75.000
Rp. 20.000
Rp. 50.000

Rp.500.000

Rp. 40.000
Rp.100.000
Rp. 75.000

Rp. 60.000
Rp. 10.000
Rp. 20.000
Rp.450.000
Rp. 75.000
Rp. 70.000
3. Perjalanan
a. Tim PKMM
b. Dosen Pembimbing
c. Tutor Desa dan Pemantau
@Rp. 60.000X5
@ Rp.100.000×1
@Rp. 30.000×10
Rp.300.000
Rp.200.000
Rp.300.000
4. Lain-lain
a. Konsumsi
– Tim PKMM
– Tutor Desa dan Pemantau
– Dosen Pembimbing
– Peserta Pelatihan
b. Dokumentasi
– Cetak foto Digital
– Video Kegiatan
c. Spanduk dan publikasi Rp. 200.000
d. Supervisi Rp. 200.000;
e. Pendampingan
f. Pengembangan
– Perintisan Perpustakaan Desa
1. Buku Baru
2. Buku Bekas
3. Majalah Baru
4. Majalah bekas
5. Koran
6. Bahan Bacaan lain
g. Laporan akhir

@Rp.100.000×5
@Rp. 20.000×10
@Rp. 100.000×1
@Rp. 10.000×30

@Rp.1000×100
@Rp.200.000×1
@Rp. 70.000×3

@Rp.25.000×20
@Rp.10.000×40
@Rp. 6.000×10
@Rp.1000×100

Rp.500.000
Rp.200.000
Rp.100.000
Rp.300.000

Rp.100.000
Rp.200.000
Rp.210.000
Rp.150.000
Rp.150.000

Rp.500.000
Rp.400.000
Rp. 60.000
Rp.100.000
Rp. 50.000
Rp. 50.000
Rp.200.000
Total Biaya Rp. 6.000.000

07/27/2009 - Posted by | Contoh PKM

1 Komentar »

  1. boleh minta tolong, gimana contoh tulisan karya nyata

    Komentar oleh ikhlas mochtar | 02/05/2013


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: