BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

PENYAKIT KANKER

BAB I

PENDAHULUAN

Visi pembangunan bidang kesehatan yaitu Indonesia Sehat 2010, diharapkan akan menjadikan masyarakat Indonesia untuk dapat hidup dalam lingkungan sehat dan ber perilaku hidup sehat. Indonesia sehat 2010 dimaksudkan juga untuk mendorong agar masyarakat dapat menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata guna mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Manusia yang sehat tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat rohani. Sehingga tubuh sehat dan ideal dari segi kesehatan meliputi aspek fisik, mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit (Definisi Sehat WHO Tahun 1950). Semua aspek tersebut akan mempengaruhi penampilan atau performance setiap individu, dalam melakukan aktivitas sehari hari seperti bekerja, berkarya, berkreasi dan melakukan hal-hal yang produktif serta bermanfaat.

Kesehatan, pendidikan dan pendapatan setiap individu merupakan tiga faktor utama yang sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu setiap individu berhak dan harus selalu menjaga kesehatan, yang merupakan modal utama agar dapat hidup produktif, bahagia dan sejahtera. Kanker dimulai dari satu sel tak normal yang mulai memperbanyak diritanpa terkontrol. Kelompok sel semacam itu membentuk kanker dan mendesak jaringan yang sehat. Sel kanker yang matang pecah dan anak sebarnya dibawa aliran darah menyebar ke bagian lain tubuh dan membentuk kanker baru. Jumlah Penderta kanker penyebab utama kedua kematian orang dewasa di belahan Barat, dan merupakan salah satu penyebab utama kematian anak-anak akibat penyakit yang berumur antara 1 hingga 14 tahun.

Meskipun demikian, penyakit ini jarang menyerang orang muda. Di inggris raya, kanker menyerang kira-kira 1 dari antara 650 anak-anak. Laju kematian sesuai umur per 100.000 jumlah penduduk dari semua penderita kanker laki-laki adalah 246,5 di Hungaria (salah satu yang tertinggi), sedangkan di Meksiko laju ini hanya mencapai 83,5 (salah satu yang terendah). Bagi wanita, lajunya adalah 139,8 di Denmark dan 62,3 di Mauritius. Laju bagi Inggris dan Wales adalah 179,2 bagi laki-laki dan 125,7 bagi wanita; di Amerika Serikat, laju ini adalah 164,4 bagi laki-laki dan dan 110,6 bagi wanita. Untuk bentuk kanker tertentu, perbedaan laju antar negara dapat mencapai 40 kali lipat. Penelitian terhadap populasi yang berimigrasi dari satu wilayah geografis ke yang lainnya memperlihatkan bahwa perbedaan ini adalah sebagai akibat dari perbedaan gaya hidup, dan bukan karena faktor etnis. Hal ini konsiten dengan temuan lainnya yang memperlihatkan  bahwa kebanyakan kanker terutama berhubungan dengan penyebab yang berasal dari lingkungan dan bukan diakibatkan faktor keturunan, meskipun keduanya dapat saling berinteraksi.

Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak kanker dari faktor lingkungan lainnya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kanker

Kanker adalah pertumbuhan jaringan yang baru sebagai akibat dari proliferansi (pertumbuhan berlebihan) sel abnormal secara terus menerus yang memiliki kemampuan untuk menyerang dan merusak jaringan lainnya. Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal.

Golongan ini terdiri dari ratusan jenis, tetapi ada tiga golongan utama yaitu:

1.  Sarkoma yang tumbuh dari jaringan penyambung dan penyokong, seperti tulang, tulang rawan, saraf, pembuluh darah, otot dan lemak.

2.      Karsinoma, bentuk kanker yang paling umum menyerang manusia, tumbuh dari jaringan epitelia (jaringan bersel yang menutupi permukaan), seperti kulit dan lapisan rongga dan organ tubuh, dan jaringan kelenjar, seperti jaringan payudara dan prostat. Karsinoma dengan struktur berlapis-lapis yang menyerupai kulit disebut sebagai karsinoma sel skuamosa (sel tanduk). Sedangkan yang menyerupai jaringan kelenjar disebut sebagai adenokarsinoma.

3.      Leukimia dan limfoma, merupakan bentuk kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah dan dicirikan oleh pembesaran kelenjar getah bening, penyerangan terhadap limpa dan sumsum tulang, dan produksi sel darah putih yang belum matang secara berlebihan.

Hampir semua kanker membentuk benjolan (tumor), tetapi tidak semua benjolan bersifat kanker, atau ganas; sebagian besar bersifat jinak (tidak berbahaya). Ciri tumor jinak adalah pertumbuhan yang sangat terpusat dan biasanya dipisahkan dari jaringan tetangganya oleh sebuah kapsul yang mengelilinginya. Pertumbuhan tumor jinak biasanya lambat, dan dari segi struktur biasanya sangat menyerupai jaringan asal. Dalam beberapa kasus, tumor jinak dapat membahayakan pasien jika menghalangi, menekan atau memindahkan struktur tetangganya, seperti pada otak. Sejumlah tumor jinak seperti polipdi usus besar, dapat bersifat pra-kanker. Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal.

Penelitian terhadap populasi yang berimigrasi dari satu wilayah geografis ke yang lainnya memperlihatkan bahwa perbedaan ini adalah sebagai akibat dari perbedaan gaya hidup, dan bukan karena faktor etnis. Hal ini konsiten dengan temuan lainnya yang memperlihatkan  bahwa kebanyakan kanker terutama berhubungan dengan penyebab yang berasal dari lingkungan dan bukan diakibatkan faktor keturunan, meskipun keduanya dapat saling berinteraksi.

2.2. Faktor terjadinya kanker yaitu:

1. Stres atau goncangan jiwa. Penanganan terhadap stres mesti dilakukan sesegera mungkin, baik untuk mencegah maupun terapi bagi penderita kanker. Pola hidup sehat dan menghindari stres adalah salah satu sarana untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. Banyak konsumsi sayuran dan vitamin C. Sebanyak 80 persen kasus penyakit kanker sebenarnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat diindentifikasi dan kemungkinan besar dapat dicegah. Demikian kutipan pernyataan dari Institute Kanker Nasional AS. Tiga puluh persen kasus kanker disebabkan oleh rokok dan sekitar 35 – 50 persen kasus kanker disebabkan oleh makanan. Jadi, pola makan sehari-hari ternyata turut menentukan tinggnya risiko terkena kanker.

2.  Mengkonsumsi alkohol, merokok, paparan sinar radioaktif, dan konsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dalam jangka panjang adalah sejumlah faktor risiko.

3. Keturunan (seseorang yang memiliki anggota keluarga terkena kanker payudara, maka ia memiliki risiko yang sama dan jika ada anggota keluarga yang terkena kanker payudara maka anggota keluarga lainnya mesti melakukan pemeriksaan dengan mamografi)

Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa kita diperintahkan untuk makan makanan yang halal dan tidak boleh makan secara berlebihan. Sesuai dengan ayat Al Qur’an yang dijelaskan dalam surat (Al-Maidah : 87).

ياايهاالذ ين امنو لاتحرمؤاطيبت مااخل الله لكم ولا تعتذؤا ان الله لايحب المعتذ ين

وكلؤاممارزقكم الله حللا طيباواتقواالله الذي انتم به مؤمنؤن

Artinya :

” Hai orang – orang beriman, janganlah kamu haramkan apa – apa yang baik yang Allah telah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang melampui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya “. (Almaidah : 87)

Maksud dari ayat tersebut, Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang makan dan minum yang melampaui batas, banyak oarang yang disekitarmu membutuhkan makanan dan minuman dan Allah SWT, menganjurkan kepada umatnya supaya makan dan minum yang halal yang telah diberikan oleh Allah SWT.

2.3. Macam-macam Kanker

1. Kanker Serviks

Kanker  serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim atau sering juga disebut mulut rahim, yakni suatu daerah yang menghubungkan rahim (uterus) dengan vagina. Kanker ini adalah jenis kanker yang biasanya tumbuh lambat pada wanita dan mempengaruhi mulut rahim, bagian yang menyambungkan antara rahim dan vagina. Kanker ini sifatnya tidak diturunkan melainkan dipengaruhi oleh aktivitas seksual dan kanker serviks adalah kanker nomor 2 yang paling sering menyerang dan mematikan perempuan di seluruh dunia. Setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks.  Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut.

a.       Gejala-gejala awal munculnya kanker serviks yaitu:

1.      Pendarahan vagina yang tidak normal seperti :

–          Pendarahan di antara periode menstruasi yang regular

–          Periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya

–          Pendarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul (seperti pendarahan sesudah melakukan hubungan intim, pendarahan saat haid, atau pendarahan sesudah menopause). Tetapi tidak semua perdarahan di vagina juga disebabkan oleh kanker leher rahim, penyebabnya bisa juga karena infeksi, hormon yang tidak seimbang, atau gangguan haid.

2.      Rasa sakit saat berhubungan seksual

3.      Gejala lain yang juga dapat diwaspadai adalah adanya kelainan pada vagina       (seperti keluarnya cairan berwarna kekuningan dan berbau), atau gejala-gejala sakit/nyeri pada pinggul, sakit/nyeri pada kaki. Kadang penderita akan merasakan nyeri dan mengalami gangguan buang air kecil dan buang air besar).

Berdasarkan penelitian-penelitian tentang kanker leher rahim, dipastikan bahwa faktor risiko tinggi diketahui adalah wanita yang melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan, berhubungan seks pertama kali pada usia muda dan memiliki sejarah merokok. Menurut pernyataan yang dikeluarkan dari WHO, 99 persen berhubungan erat dengan virus HPV (human papilloma virus). Dimana virus HPV ini dapat ditularkan melalui kontak dengan daerah genital, baik melalui hubungan seksual, mereka yang berhubungan seksual pada usia sangat muda (18-28 tahun) serta sering berganti pasangan seksual memiliki resiko tinggi untuk terkena infeksi HPV. Namun perlu diingat bahwa setiap perempuan beresiko untuk terinfeksi HPV walaupun setia pada satu pasangan. Pasangan yang terinfeksi akan menjadi sumber infeksi HPV bagi wanita lainnya dan dengan sentuhan oral, atau tangan, atau penularan dari ibu ke bayi yang dilahirkan. Dari 120 tipe HPV yang telah diketahui, 30-40 diantaranya menyerang anogenital (area kelamin termasuk kulit penis, mulut vagina dan anus). Ada banyak tipe-tipe HPV, yang termasuk dalam tipe rendah yakni HPV 6 dan 11 tidak menyebabkan kanker, hanya menyebabkan kutil di sekitar kemaluan, sedangkan tipe tinggi, HPV 16 dan 18 menyebabkan kanker serviks. Selain pada perempuan, virus HPV juga bisa terdapat pada laki-laki meski angka kejadiannya rendah. Virus ini lebih sering didapati pada organ genital perempuan, karena virus ini mudah tumbuh pada suasana lembab. Meski terinfeksi HPV, secara klinis tidak ada kelainan yang terlihat pada laki-laki, namun pada stadium lanjut akan muncul kutil kelamin (genital warts) atau jengger ayam pada penis dapat dicegah dengan vaksinasi. Dari berbagai penyakit kanker yang mengancam hidup perempuan, kanker leher rahim (serviks) merupakan satu-satunya kanker yang sudah diketahui penyebabnya dan bisa dicegah penularannya. Pada dasarnya tubuh kita memiliki sistem kekebalan alami untuk membersihkan virus-virus yang masuk, 80 persen virus HPV akan dibersihkan oleh sistem imun kita, namun 20 persen ada kemungkinan menjadi infeksi persisten (menetap) dan beresiko menjadi kanker serviks dan betapa pentingnya pencegahan dini. Berbagai pencegahan kanker serviks, yang bisa dilakukan misalnya melakukan edukasi mengenai kesehatan organ reproduksi pada remaja, menggunakan kondom sebelum berhubungan atau bersikap setia pada satu pasangan, serta melakukan vaksinasi yang kini sudah tersedia di Indonesia. Di berbagai negara, pemberian vaksinasi HPV sudah mulai dilakukan pada remaja perempuan berusia mulai dari 12 tahun. Di Indonesia, vaksin ini sudah bisa dilakukan mulai dari kelompok usia 18 tahun. Vaksinasi dilakukan selama tiga kali, penyuntikan kedua berselang dua bulan sejak vaksin pertama disuntikkan, dan vaksinasi ketiga disuntikkan pada bulan keenam. Salah satu vaksin HPV yang sudah mendapat pengakuan di 84 negara adalah Vaksin Quadrivalent HPV. Selain memiliki sertifikat halal dari IFANCA, vaksin ini dapat membantu mencegah kanker servicks serta penyakit penyerta lainnya seperti displasia servicks dan genital wart. Pemberian vaksin sangat penting dilakukan pada remaja karena pada usia ini leher rahim sedang dalam proses pematangan sehingga terjadi perubahan sel. Jika ada virus HPV yang masuk, maka dapat berkembang menjadi menjadi sel yang abnormal dan ganas. Selain mencegah kanker serviks, vaksin HPV juga terbukti mencegah timbulnya kutil pada area genital. Sayangnya, tidak semua orang akan mampu mencegah dirinya terkena kanker servick. Berhubung harga vaksin HPV masih tergolong mahal, yakni berkisar Rp 900.000 – Rp. 1.000.000 untuk satu kali suntik. Walau sudah divaksin, bukan berarti bebas dari kanker servicks, ada baiknya untuk tetap selalu melakukan deteksi dini dan secara rutin melakukan pap smear (dapat mendeteksi adanya sel yang tidak normal pada serviks sedini mungkin).

2. Kanker Paru-paru

Keganasan di rongga torak mencakup kanker paru, tumor mediastinum, metastasis tumor di paru dan mesotelioma ganas (keganasan di pleura). Kasus keganasan rongga toraks terbanyak adalah kanker paru. Di dunia, kanker paru merupakan penyebab kematian yang paling utama di antara kematian akibat penyakit keganasan. Laki-laki adalah kelompok kasus terbanyak meskipun angka kejadian pada perempuan cendrung meningkat, hal itu berkaitan dengan gaya hidup (merokok). Kanker paru-paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer) dan metastasis tumor di paru. Metastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh sebagai akibat  penyebaran (metastasis) dari tumor primer organ lain.  Definisi khusus untuk  kanker paru primer yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. Meskipun jarang dapat ditemukan kanker paru primer yang bukan berasal dari epitel bronkus misalnya bronchial gland tumor. Tumor paru jinak yang sering adalah hamartoma.

a.       Faktor Resiko :

§  Laki-laki (Usia lebih dari 40 tahun) perokok

§  Tinggal/bekerja di lingkungan yang mengandung zat karsinogen atau polusi

§  Paparan industri / lingkungan kerja tertentu

§  Perempuan perokok pasif

§  Riwayat pernah mendapat kanker organ lain atau anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru (masih dalam penelitian).

§  Uberkulosis paru (scar cancer), angka kejadiannya saanat kecil.

Orang-orang yang termasuk dalam kelompok atau terpapar pada faktor risiko di atas dan mempunyai tanda dan gejala respirasi yaitu batuk, sesak napas, nyeri dada disebut golongan risiko tinggi (GRT) maka sebaiknya segera dirujuk ke dokter spesialis paru. Perhatian khusus harus diberikan kepada pasien yang masuk dalam kelompok risiko dengan diagnosis TB-paru (tuberkulosis paru) dan mendapat pengobatan obat anti-tuberkulosis (OAT). Mereka harus dievaluasi ketat. Jika dalam evaluasi 1 bulan pertama menunjukkan perburukan sebaiknya dipikirkan ke arah kemungkinan kanker paru dan dirujuk  ke dokter spesialis paru. Khusus yang disertai keluhan nyeri yang persisten di bahu /lengan /dada dengan “infiltrat” di puncak paru , bila nyeri tidak hilang dalam 1 – 2 minggu pengobatan kanker paru segera dievaluasi secara amat terarah.

b.      Tanda dan Gejala Keluhan utama: Batuk-batuk dengan/tanpa dahak (dahak putih, dapat juga purulen) lebih dari 3 minggu dan batuk darah, sesak napas, suara serak, nyeri dada yang persisten, sulit/sakit menelan, benjolan di pangkal leher, sembab muka dan leher, kadang-kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang hebat.

c.       Diagnosis Kanker Paru-paru

Prosedur diagnosis untuk kanker paru dilakukan hingga didapat diagnosis pasti (jenis histologis) dan dapat ditentukan stage penyakit hingga dapat dipikirkan modaliti  terapi  yang tepat. Selain itu harus dipertimbangkan keadan umum pasien (performance status) dan kemampuan keuangan. Prosedur diagnostik untuk mendapatkan sel kanker dapat dilakukan dari cara paling sederhana hingga tindakan invasif tergantung kondisi pasien. Pilihan itu antara lain biopsi jarum halus jika ada massa superfisial, pungsi dan biopsi pleura jika ada efusi pleura, bronkoskopi disertai dengan bilasan, sikatan, kuretase, biopsi massa intrabronkus, dll sebagai  usaha untuk mendapatkan jenis histologis. Prosedur diagnostik untuk menentukan stage penyakit antara lain, foto toraks, CT-scan toraks sampai kelenjar suprarenal dan  bronkoskopi. Pemeriksaan CT-scan (MRI) kepala dan bone scan dilakukan jika ada keluhan (atas indikasi) atau pasien yang akan dibedah. Tumor marker tidak dilakukan untuk diagnosis kanker paru tetapi hanya bermanfaat untuk evalausi hasil terapi. Pada kondisi tertentu diagnosis tidak dapat ditegakkan meskipun telah dilakukan berbagai prosedur diagnosis, maka torakotomi eksplorasi dapat dilakukan.

Jenis Histologis Kanker Paruparu dibagi atas dua kelompok yaitu :

Ø   Kanker paru jenis karsinoma sel kecil (KPKSK) atau small cell lung cancer (SCLC)

Ø   Kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) atau non-small cell lung cancer (NSCLC), mencakup adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel besar (large cell ca) dan karsinoma adenoskuamosa. Meskipun kadang ditemukan jenis lain dengan frekuensi  yang sangat jarang misal karsinoid dll.

d.  Pengobatan Pada Kanker Paru-paru

1. Radioterapi

2. Kemoterapi

3. Pembedahan

4. Targeted Therapy.

3. Kanker Kulit

Sinar Matahari merupakan sumber energi bagi seluruh kehidupan di dunia, namun sinar matahari dengan spektrum antara 400-200 nm berbahaya bagi kulit manusia. Sinar ini kita kenal dengan nama sinar Ultra Violet (UV), dan terdiri dari tiga jenis, yaitu UV A (400-320 nm), UB B (320-290 nm) dan UV C (290-200 nm). Alhamdulillah sinar UV C yang sangat berbahaya tidak mencapai permukaan bumi karena terserap oleh molekul-molekul gas di atmosfir. Sedangkan sinar UV dengan spektrum yang lebih panjang, yaitu UV A dan UV B, dapat menembus atmosfir dan mencapai permukaan bumi meskipun bumi tertutup awan. Oleh sebab itu kita tetap akan terekspos sinar UV meskipun cuaca berawan ataupun mendung dan Setiap tahun lebih dari 1 juta warga di AS didiagnosa mengidap penyakit kanker kulit, sebagian besar berusia di atas 50 tahun. Kanker kulit terutama berasal dari radiasi sinar ultraviolet. Radiasi sinar ultraviolet di bawah terik matahari yang menyebabkan lumpuhnya sistem kekebalan tubuh merupakan satu faktor utama terjadinya kanker kulit.

1.      Lindungi tubuh dari sinar matahari, terutama antara jam 10 pagi sampai jam 4 sore.

2.      Gunakan pakaian untuk menutupi kulit, misalnya pakaian lengan panjang, baju panjang, atau celana panjang sehingga kulit seminimal mungkin terekspos sinar UV dan gunakan penutup kepala atau topi yang lebar agar wajah terlindung dari sengatan sinar matahari.

3.      Untuk bagian kulit yang tidak tertutup, gunakan cream pelindung sinar matahari dengan SPF minimal 15 dan ulangi penggunaan cream pelindung sinar matahari terutama jika melakukan kegiatan yang menimbulkan keringat, atau kulit menjadi basah

4.      Gunakan sun-glasses untuk melindungi mata dan mencegah timbulnya kanker kulit pada retina mata, jika memungkinkan, sebaiknya berteduh dan menghindari sinar UV buatan (artificial) contohnya lampu UV, atau produk kecantikan seperti tanning pil, tanning bed, atau tanning lotion.

5.      Hindari permukaan yang dapat memantulkan sinar matahari seperti logam, karena permukaan seperti itu dapat memantulkan sampai 85% sinar matahari.

v     Dampak sinar UV pada kulit manusia efek jangka pendek :

1.       Kulit berubah warna menjadi kecoklatan (Suntan). Ketika kulit terkena sinar UV maka defense mechanism dalam tubuh kita akan memproduksi pigmen melanin yang mengubah warna kulit menjadi kecoklatan. Perubahan ini akan mengakibatkan penuaan dini pada kulit.

2.       Kulit terbakar sinar matahari (Sunburn). Kulit akan terbakar jika terkena paparan radiasi sinar UV secara berlebihan. Efek dari sunburn ini tidak langsung timbul namun baru terasa setelah 14-24 jam kemudian. Bersamaan dengan efek sunburn, ada kemungkinan kulit jadi melepuh yang merupakan indikasi dari luka bakar tingkat.

v  Dampak sinar UV pada kulit manusia Efek jangka panjang :

1.      Kulit menjadi rusak karena penuaan dini, timbul keriput, penebalan kulit, kulit menjadi kering, timbul flek-flek hitam, dan permukaan kulit menjadi tidak rata.

2.      Timbulnya kanker kulit jenis Basal-cell carcinoma, Squamous-cell  carcinoma, atau Melanoma. Kanker kulit yang umum ditemui adalah Basal-cell dan Squamous-cell carcinoma. Kanker jenis ini insha Allah mudah disembuhkan. Namun kanker kulit jenis Melanoma jika tidak diketahui secara dini akan berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian.

Untuk menjaga agar kulit tetap sehat maka perawatan kulit dari luar saja tidak cukup. Perawatan kulit dari dalam, yaitu melalui makanan adalah lebih utama karena dari makananlah kita mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mengganti sel-sel kulit yang telah rusak atau mati. Pada musim panas, ada baiknya kita memperhatikan asupan air minum serta makanan yang mengandung antioksidan khususnya Vitamin E dan Vitamin C. Air diperlukan untuk mencegah kulit menjadi kering (skin dehydration) karena penguapan air melalui kulit cenderung meningkat di udara panas. Asupan makanan yang mengandung Vitamin E dan Vitamin C diperlukan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar UV. Kedua vitamin tersebut bekerja secara sinergi. Ketika sinar UV menembus kulit, Vitamin E yang berfungsi sebagai sebagai penjaga pintu kulit akan tumbang dioksidasi oleh sinar UV. Vitamin C kemudian memproduksi kembali vitamin E sehingga kulit kita tetap ada penjaganya. Jenis makanan :Vitamin E (RDA 15 mg, UL 1,000 mg) : tomat, apel (dengan kulit), mangga, pear, alpukat, wortel, lettuce, bayam, ubi jalar, kacang almond, hazelnuts, selai kacang, kacang, cottonseed oil, safflower oil, olive oil. Vitamin C (RDA 75 mg, UL 2,000 mg) : Papaya, orange juice (fresh), lemon juice (fresh), kiwi, orange, strawberry, melon, pineapple, grapefruit, green/red pepper (mentah), broccoli (mentah), kale (rebus), tomat, kentang , ubi jalar. Sun Protection Factor (SPF) adalah senyawa-senyawa aktif yang mampu mengabsorbsi spektrum sinar matahari antara 440-290 nm. Untuk perlindungan yang optimal, gunakan SPF bernilai minimal 15, tetapi jika kita mempunyai kulit yang sensitive atau ada riwayat keluarga yang menderita kanker kulit, sebaiknya gunakan SPF dengan nilai yang lebih tinggi. Semakin tinggi nilai SPF, semakin baik kemampuan sunscreen. Namun tidak berarti setelah menggunakan SPF bernilai tinggi kita bisa seenaknya berada di luar dalam jangka waktu yang lama. Produk-produk yang mengklaim sebagai “all day protection” atau “broad spectrum sunblock” akan segera dievaluasi oleh FDA karena dianggap menimbulkan pengertian yang salah. Senyawa aktif SPF bekerja dengan menyerap sinar UV. Jadi jika kita menggunakan sunscreen di bagian wajah, maka bisa kita bayangkan sinar UV yang diserap oleh sunscreen terakumulasi di wajah kita. Akan lebih aman jika kita menggunakan sunscreen dengan nilai 15 (optimal) kemudian secara berkala dibersihkan, misalkan dengan berwudhu. Jika kita sholat tepat waktu, maka wudhu merupakan timing yang tepat untuk sekaligus membersihkan seluruh wajah, tangan, dan kaki, lalu kita gunakan sunscreen kembali sampai saat wudhu berikutnya. Sunscreen juga dapat di re-apply setiap dua jam sekali terutama jika kita melakukan kegiatan di luar yang menyebabkan kulit menjadi basah karena keringat atau karena berenang. Penggunaan sunscreen semata sebenarnya tidak cukup untuk memberikan perlindungan dari radiasi sinar UV. Dengan mengacu pada slogan “slip, slop, slap” yang diterapkan pada Autralian Skin Cancer prevention campaign, the American Cancer Society menganjurkan agar setiap orang yang berada di bawah matahai untuk slip on a shirt, slop on sun-screen and slap on a hat, atau terjemahan bebasnya kira-kira, “pakailah baju, sun-screen, dan topi” untuk mengurangi resiko terkena kanker kulit. Menggunaan pakaian untuk melindungki kulit memang penting, karena sinar UV A dengan spektrum yang lebih panjang nampaknya mampu menembus kulit lebih dalam. Pilih bahan yang mampu melindungi kulit kita. Jika suatu bahan tekstil tembus cahaya (tipis), berarti bahan tsb tidak dapat melindungi kulit dari radiasi sinar UV. Bahan warna terang bersifat memantulkan cahaya (panas), sedangkan bahan warna gelap cenderung menyerap panas.

Dengan demikian pada musim panas sebaiknya kita mengurangi penggunaan bahan berwarna gelap agar tidak kepanasan, sebaliknya pada musim dingin bahan warna gelap lebih dianjurkan. Hindari penggunaan pakaian yang ketat karena akan menggangu proses penguapan air melalui kulit. Difusi air melalui kulit disebut “insensible water loss” karena proses difusi terjadi tanpa kita sadari. Padahal pada hari yang panas, kita bisa kehilangan air sekitar 450 sampai 700 mL per hari karena proses penguapan air melalui kulit.

4. Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas di dalam payudara. Setiap tahun lebih dari 185.000 wanita didiagnosa menderita kanker payudara dan insiden penyakit ini semakin meningkat dinegara-negara maju (developed countries). Sekitar 43.500 kematian akibat kanker payudara setiap tahunnya yang menjadikan penyakit ini sebagai penyebab kematian terbesar kedua setelah kanker paru pada wanita di Amerika Serikat. Sembilan puluh persen dari kanker payudara biasanya ditemukan oleh wanita itu sendiri melalui “pemeriksaan payudara sendiri”. Dinegara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesiapun angka penderita kanker payudara dan kanker lain sudah demikian tingginya dibandingkan dengan 2-3 dekade yang lalu. Hal ini mungkin disebabkan antara lain oleh gaya hidup yang jauh berbeda, pola makan, polusi lingkungan, penggunaan insektisida, zat-zat pengawet, pewarna, penyedap makanan, serta stress yang berkepanjangan. Semuanya ini mungkin turut mengambil andil dalam berkembangnya penyakit kanker dan penyakit degeneratif lainnya seperti penyakit jantung koroner, diabetes, penyakit rheumatoid, dsb. Dinegara-negara yang konsumsi lemaknya tinggi, menunjukkan angka kanker usus dan payudara yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara yang tidak begitu tinggi konsumsi lemaknya. Kanker payudara termasuk diantara penyakit kanker yang paling banyak diperbincangkan karena keganasannya yang seringkali berakhir dengan kematian. Kanker payudara akan memperlihatkan kekhasannya dalam menyerang penderitanya. Kedanasan kanker ini ditunjukkannya dengan menyerang sel-sel nomal isekitarnya, terutama sel-sel yang lemah. Sel kanker ajan tumbuh pesat sekali, sehingga payudara penderita akan membesar tidak seprti biasanya

a.       Tanda-tanda dan Gejala

  • Adanya benjolan atau penebalan didalam atau sekitar payudara atau pada daerah ketiak.
  • Adanya perobahan besar atau bentuk dari payudara
  • Adanya cairan (discharge) atau rasa sakit pada puting susu, atau puting tertarik kedalam
  • Kulit payudara terlihat seperti kulit jeruk
  • Adanya perobahan penampilan kulit payudara, areola, atau puting susu, atau adanya perobahan pada perabaan kulit payudara (misalnya terasa panas, bengkak, merah ataupun bersisik

Penyebab kanker payudara sebenarnya hingga dewasa ini belum diketahui dengan pasti, namun yang jelas adalah penyakit ini bergantung pada hormon. Wanita yang kandung telurnya tidak berfungsi dan yang tak pernah mendapat terapi hormon tampaknya tidak pernah mendapat kanker payudara. Negara yang tinggi konsumsi lemak dalam dietnya, menunjukkan angka kanker payudara yang lebih tinggi dari negara-negara yang tidak tinggi konsumsi lemaknya. Yang paling beresiko untuk mendapat kanker payudara, Orang dengan kondisi atau yang mempunyai karakteristik berikut ini akan mempunyai resiko yang lebih tinggi dari rata-rata untuk mendapat kanker payudara yaitu:

  • Wanita (99 % kanker payudara terjadi pada wanita dan hanya 1% saja pada pria bertambahnya usia.
  • Ada riwayat tumor jinak payudara
  • Adanya riwayat keluarga yang menderita kanker payudara (ibu, adik, ini amat jelas pada wanita yang belum menopause (premenopausal women).
  • Wanita yang mendapat haid terlalu dini dan wanita yang mendapat menopause terlambat
  • Kemungkinan mereka yang menggunakan pil kontrasepsi yang terlalu lama (namun hal ini masih kontroversial).
  • Mereka yang mendapat dosis tinggi radiasi mengion sebelum usia 35 tahun dan adanya riwayat kanker colon (usus besar), tiroid, endometrium (rahim) atau kandung telur.
  • Mereka yang dietnya mengandung lemak hewani yang tinggi, konsumsi alkohol yang berlebih-lebihan, dan juga kemungkinan mereka yang obesitas. Mereka yang mempunyai perobahan dalam gene tertentu. Mereka yang melakukan implan payudara. Meskipun ada faktor-faktor resiko seperti itu, namun 70 % hingga 80% wanita yang menderita kanker payudara tidak sama sekali mempunyai faktor-faktor resiko yang diketahui tersebut.

Penemuan (diagnosa) dini amat penting. Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan serta pemeriksaan ginekologi tahunan memegang peran yang menentukan dalam deteksi dini suatu kanker payudara. Zat-zat nutrisi serta pembatasan konsumsi lemak terutama yang berasal dari hewan juga amat berperan dalam program pencegahan.

b. Pengobatan

§  Terapi Radiasi: penggunaan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker dan mencegahnya untuk terus bertumbuh.

§  Kemoterapi: penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.

§  Terapi Hormon, yang bertujuan untuk menjaga agar sel-sel kanker tidak mendapat hormon-hormon yang diperlukannya untuk bertumbuh (untuk menghalangi pertumbuhan sel-sel kanker).

§  Pemberian Antibiotik – antitumor

§  Pemberian anti-estrogen, seperti tamoxifen yang akan memblok kerja estrogen pada jaringan payudara.

§  Pemberian monoclonal antibodies untuk memblok reseptor protein yang dihasilkan dalam jumlah yang besar pada wanita-wanita yang mengalami kanker payudara.

§  Pemberian progestogen dosis tinggi (hormon steroid)

§  Terapikomplementer dan Terapi Alternatif Rencana pengobatan yang komprehensif (yang menyeluruh) dari suatu kanker payudara mungkin akan memasukkan pula serangkaian terapi komplementer dan alternatif. Psikoterapi dan kelompok-kelompok pendukung mungkin dapat membantu untuk meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup.

c.       Terapi komplementer, termasuk: Nutrisi

Menghentikan mengkonsumsi ternak-ternak unggas yang dibiakkan secara non-organik, daging (red meat), gula, white flour dan makanan-makanan yang diproses, kopi, coklat dan cola.

§  Konsumsilah sayuran dari keluarga crucifera, seperti broccoli, kol, bunga kol, dsb.

§  Konsumsilah hanya makanan-makanan yang ditumbuhkan secara organic (bila mungkin)

§  Masukkanlah dalam diet anda makanan-makanan seperti, wartel, uwi (yams), bawang putih (garlic), sayuran-sayuran berwarna hijau, tomat, jeruk, apel, anggur.

§  Konsumsilah diet yang tinggi serat.

§  Gunakan produk-produk kedele, seperti tahu, tempe, susu kedele, dsb.

Supplemen-supplemen yang bermanfaat, ternasuk:

  • Coenzym Q10
  • Calcium d-glucarate
  • Vitamin A, vitamin E, vitamin C, (antioksidan).
  • Selenium (antioksidan).
  • Bromelain
  • Melatonin

d.      Ramuan Herbal

Penggunaan ramuan herbal tertentu dapat mengurangi gejala-gejala, serta dapat membantu pembuangan toksin (racun) serta menetralisir radikal bebas, membantu menguatkan sistim kekebalan tubuh dan juga sebagiannya mempunyai efek anti-kanker. Bahan-bahan berikut dapat dimasukkan kedalam rencana pengobatan: Kombinasi Cimicifuga racemosa (black cohosh), Trifolium pratense (red clover), Medicago sativa (Alfalfa), Larrea tridentata (chaparral), serta Astragalus membranaceus (herbalene = fu zheng) sebagai dasarnya, dan ditambah dengan dua atau tiga jenis bahan-bahan berikut dengan jumlah yang sama: Ramuan herbal biasanya tersedia sudah dalam bentuk ekstrak kering (pil, capsul atau tablet), dalam bentuk teh (disedu seperti teh) ataupun tinctura (ini biasanya ekstraksi dengan alkohol terkecuali disebutkan lain). Dosis untuk yang disedu seperti teh adalah 1 sendok teh bumbung disedu dengan 1 gelas air mendidih dan dibiarkan 10 -15 menit baru diminum (bila yang digunakan akar-akaran maka waktu sedu perlu lebih lama sampai 20 menit)

e.       Homeopati
Biasanya praktisi homeopati akan mempertimbangkan gejala-gejala yang anda alami beserta keadaan umum anda agar dapat menciptakan regimen yang tepat buat masing-masing penderita. Sebagian ramuan homeopati yang paling sering dilakukan yang mungkin dapat membantu mengurangi gejala kanker payudara adalah :

§  Arsenicum untuk mengatasi kecemasan (anxiety) dan neg (nausea),   disertai dengan kegelisahan dan perasaan sakit dan panas.

§   Ipecac untuk meredakan neg yang tak reda dengan muntah.

§  Nux vomica untuk meredakan rasa sakit yang menusuk di perut yang disertai perasaan marah dan mungkin juga kolleps

f.       Akupunktur

Sebagian praktisi akupunktur memilih meng-akupunktur penderita kanker payudara setelah pengobatan konvensional selesai. Sementara yang lain memilih melakukan akupunktur dan / atau terapi herbal bersama-sama dengan kemoterapi atau radiasi. Praktisi akupunktur mengobati penderita kanker payudara berdasarkan assesmen kelebihan atau kekurangan qi yang terletak diberbagai meredian masing-masing penderita. Banyak penderita kanker mengalami defisiensi qi di meredian limpa dan ginjal.

g.      Transfer Factor

Kita menderita sakit apabila sistem kekebalan yang berfungsi menjaga agar tubuh kita terhindar dari serangan-serangan musuh, baik yang datang dari luar (seperti bakteri, virus, jamur, parasit, dsb), maupun yang datang dari dalam tubuh sendiri (seperti radikal bebas, toksin-toksin dari limbah metabolisme, sel-sel kanker, dsb), tidak berfungsi dengan semestinya. Hampir semua penyakit yang kita alami, terkecuali akibat trauma, luka dan sebagainya dan dapat kita telusuri disebabkan oleh ketidak mampuan sistem kekebalan tubuh kita (immune system) memerangi agen-agen musuh yang mengancam dan merusak sel-sel tubuh kita. Ini berarti, bahwa kesehatan kita amat tergantung kepada baik tidaknya fungsi dari sistem kekebalan tubuh kita. Karena itu, bila sistem kekebalan tubuh, kita tingkatkan sedemikian rupa, sehingga dapat bekerja dengan efektif melawan agen-agen penyebab penyakit, maka kita akan terhindar dari menderita sakit. Transfer factor, yang baru dapat di ekstraksi dari colostrums sapi (susu pertama yang dihasilkan setelah melahirkan) dan dari kuning telor pada abad 21 ini, adalah suatu bahan pembawa pesan (immune messengers) yang dapat menstimulasi dan meningkatkan kerja dari sistem kekebalan tubuh, serta sekali gus pula mengendalikan reaksi sel-sel kekebalan tubuh yang berlebihan (over-reaction), sehingga sistem kekebalan tubuh kita menjadi waspada dan dapat berfungsi secara efektif untuk melindungi tubuh dari serangan-serangan musuh. Transfer factor, dapat meningkatkan aktivitas sel-sel Natural Killer (NK-cells), yaitu suatu sel kekebalan tubuh, yang berfungsi meronda dan membunuh semua sel-sel yang bukan merupakan bagian dari sel-sel tubuh kita yang normal, termasuk sel-sel kanker hingga 400 %. Karena itu pemberian transfer factor, merupakan suatu harapan baru untuk lebih meng-efektif-kan sistem kekebalan tubuh kita.

h.      Pencegahan Kanker payudara dapat dicegah dengan cara:

o   Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama

o   Hindari banyak merokok dan mengkonsumsi alkohol

o   Lakukan pemeriksaan payudara sendiri, setiap bulan

o   Hindari terlalu banyak terkena sinar-x atau jenis-jenis radiasi lainnya

o   Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Sebaiknya sering mengkonsumsi kedelai serta produk olahannya, seperti tahu, tempe, dan susu kacang kedelai, sebab kedelai mengandung phyto estrogen, yaitu genistein, yang bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara

o   Lakukan olahraga secara teratur

o   Hindari terlampau banyak makan makanan berlemak tinggi

o   Atasi stress dengan baik, misalnya lewat relaksasi dan meditas

o   Makanlah lalap kunir puti (temu mangga) lebih kurang dua ruas jari setiap hari

Rasa Nyeri luar biasa pada penyakit kanker yang berkepanjangan merupakan salah satu penderitaan yang harus ditanggung oleh penderita penyakit kanker. Penanganan rasa nyeri ini, dalam dunia kedokteran modern ternyata merupakan salah satu masalah yang paling sulit diatasi. Dari pengamatan, kesulitan penanganan masalah rasa nyeri tersebut disebabkan oleh adanya faktor subyektif dan psikologis. Disamping itu sebagian obat yang digunakan untuk menanggulangi nyeri dapat menyebabkan ketergantungan terhadap obat itu dan memicu penyakit aterogenik. Yang paling beresiko terserang penyakit kanker payudara yaitu: Jika dalam keluarga ada penderita kanker payudara, mendapat haid pertama pada usia sangat muda, atau terlambat mengalami manepause, tidak pernah menyusui anak, kegemukan, tidak pernah melahirkan anak, pernah mendapat terapi hormon dan mendapat radiasi pada payudara.

Beberapa makanan dan minuman yang dianjurkan untuk menghindari atau mengurangi konsumsinya: tauge, vetsin, tape, es, cabai, kurangi garam, lengkeng, Aaohol, nenas, sawi putih, daging merah, rokok, nangka, durian, soft drink, kangkung dan ikan asin. Anjuran dalam Masa Pengobatan Kanker Payudara. Terdapat beberapa bahan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Konsumsinya boleh hanya satu jenis bahan saja atau campuran dari beberapa bahan. Jika kita sedang terserang kanker payudara, dianjurkan untuk meminum jus bahan-bahan makanan berikut, lakukan dua kali satu gelas setiap hari, Wortel, Lobak, Pisang raja, Belimbing manis, Seledri, Brokoli, Kubis, Apel, dan Bawang putih Minum juga susu kedelai setengah gelas, lakukan dua kali sehari, atau konsumsi selalu 100 gram tempe setiap hari. Aneka Sayuran Hijau Pencegah Kanker:Buncis, Daun singkong, Kacang panjang dan Daun pepaya.

5. Kanker Tiroid

Kanker tiroid adalah suatu keganasan pada tiroid yang memiliki 4 tipe ; papiler, folikuler, anaplastik atau meduler. Kanker jarang menyebabkan pembesaran kelenjar, lebih sering menyebabkan pertumbuhan kecil (nodul) di dalam kelenjar. Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak dan biasanya kanker tiroid bisa disembuhkan. Kanker tiroid seringkali membatasi kemampuan menyerap yodium dan membatasi kemampuan menghasilkan hormon tiroid; tetapi kadang kanker menghasilkan cukup banyak hormon tiroid sehingga terjadi hipertiroidisme.

Nodul tiroid cenderung bersifat ganas jika:

  • Hanya ditemukan satu
  • Skening tiroid menunjukkan bahwa nodul tidak berfungsi
  • Nodulnya padat dan isinya bukan cairan (kistik)
  • Nodulnya keras dan pertumbuhannya cepat

.           Tipe-tipe Kanker Tiroid

1.       Kanker papiler 60-70% dari kanker tiroid adalah kanker papiler. 2-3 kali lebih sering terjadi pada wanita. Kanker papiler lebih sering ditemukan pada orang muda, tetapi pada usia lanjut kanker ini lebih cepat tumbuh dan menyebar. Resiko tinggi terjadinya kanker papiler ditemukan pada orang yang pernah menjalani terapi penyinaran di leher. Kanker ini diatasi dengan tindakan pembedahan, yang kadang melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di sekitarnya. Nodul dengan diameter lebih kecil dari 1,9 cm diangkat bersamaan dengan kelenjar tiroid di sekitarnya, meskipun beberapa ahli menganjurkan untuk mengangkat seluruh kelenjar tiroid. Pembedahan hampir selalu bisa menyembuhkan kanker ini. Diberikan hormon tiroid dalam dosis yang cukup untuk menekan pelepasan TSH dan membantu mencegah kekambuhan. Jikanodulnya lebih besar, maka biasanya dilakukan pengangkatan sebagian besar atau seluruhkelenjar tiroid dan seringkali diberikan yodium radioaktif, dengan harapan bahwa jaringan tiroid yang tersisa atau kanker yang telah menyebar akan menyerapnya dan hancur. Dosis yodium radioaktif lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa keseluruhan kanker telah dihancurkan dan kanker papiler hampir selalu dapat disembuhkan.

2.       Kanker Folikuler 15% dari kanker tiroid adalah kanker folikuler. Kanker folikuler juga lebih sering ditemukan pada wanita. Kanker folikuler cenderung menyebar melalui aliran darah, menyebarkan sel-sel kanker ke berbagai organ tubuh. Pengobatan untuk kanker ini adalah pengangkatan sebanyak mungkin kelenjar tiroid dan pemberian yodium radioaktif untuk menghancurkan jaringan maupun sel kanker yang tersisa.

3.        Kanker anaplastik, kurang dari 10% kanker tiroid merupakan kanker anaplastik. Kanker ini paling sering ditemukan pda wanita usia lanjut. Kanker anaplastik tumbuh sangat cepat dan biasanya menyebabkan benjolan
yang besar di leher. Sekitar 80% penderita meninggal dalam waktu 1 tahun. Pemberian yodium radioaktif tidak berguna karena kanker tidak menyerap yodium radioaktif. Pemberian obat anti kanker dan terapi penyinaran sebelum dan setelah pembedahan memberikan hasil yang cukup memuaskan.

4.       Kanker meduler, pada kanker ini kelenjar tiroid menghasilkan sejumlah besar
kalsitonin (hormon yang dihasilkan oleh sel-sel tiroid tertentu).
Karena juga bisa menghasilkan hormon lainnya, maka kanker ini
menyebabkan gejala-gejala yang tidak biasa. Kanker cenderung menyebar melalu sistem getah bening ke kelenjar getah bening dan melalui darah ke hati, paru-paru dan tulang. Pada sindroma neoplasia endokrin multipel, kanker meduler bisa terjadi bersamaan dengan kanker endokrin lainnya.Pengobatannya meliputi pengangkatan seluruh kelenjar tiroid. Lebih dari 2/3 penderita kanker meduler yang merupakan bagian dari sindroma neoplasia endokrin multipel, bertahan hidup 10 tahun; jika kanker meduler berdiri sendiri, maka angka harapan hidup penderitanya  tidak sebaik itu. Kadang kanker ini diturunkan, karena itu seseorang yang memiliki hubungan darah dengan penderita kanker meduler, sebaiknya menjalai penyaringan untuk kelainan genetik. Jika hasilnya negatif, maka hampir dapat dipastikan orang tersebut tidak akan menderita kanker meduler.

Jika hasilnya positif, maka dia akan menderita kanker meduler; sehingga
harus dipertimbangkan untuk menjalani pengangkatan tiroid meskipun
gejalanya belum timbul dan kadar kalsitonin darah belum meningkat.
Kadar kalsitonin yang tinggi atau peningkatan kadar kalsitonin yang
berlebihan setelah dilakukan tes perangsangan, juga membantu dalam
meramalkan apakah seseorang akan menderita kanker meduler.

5.       Penyebab : Kanker tiroid lebih sering ditemukan pada orang-orang yang pernah
menjalani terapi penyinaran di kepala, leher maupun dada.

6.       Faktor resiko lainnya adalah adanya riwayat keluarga yang menderita
kanker tiroid dan gondok menahun.

7.       Gejala terdapat pembesaran kelenjar tiroid atau pembengkakan leher. Suara penderita berubah atau menjadi serak. Bisa terjadi batuk atau batuk berdarah, serta diare atau sembelit.

8.       Diagnosa, pertanda awal dari kanker tiroid biasanya adalah benjolan yang tidak
terasa nyeri di leher. Skening tiroid bisa menentukan apakah nodulnya berfungsi atau tidak, karena nodul yang tidak berfungsi cenderung bersifat ganas. Pemeriksaan USG bisa membantu menentukan apakah nodulnya padat atau
berisi cairan. Contoh, nodul biasanya diambil dengan jarum untuk keperluan bopsi merupakan cara terbaik untuk menentukan apakah nodulnya jinak atau tidak.

6. Kanker Penis

Kanker penis adalah keganasan pada penis dan penyebabnya diduga adalah smegma(cairan berbau yang menyerupai keju, yang terdapat di bawah kulit depan glans penis). Tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Pria tidak disunat yang tidak menjaga kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis dan pria yang pernah menderita herpes genitalis memiliki resiko tinggi menderita kanker penis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada penis tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil. Biopsi dilakukan untuk memperkuat diagnosis.

1.Gejalanya berupa:

Ø luka pada penis

Ø luka terbuka pada penis

Ø  nyeri penis dan perdarahan dari penis (pada stadium lanjut).

2.       Pengobatan

  • Pengobatan kanker penis bervariasi, tergandung kepada lokasi dan beratnya tumor (Kemoterapi)
  • Kemoterapi bisa dilakukan sebagai tambahan terhadap pengangkatan tumor (Pembedahan)
  • Jika tumornya terbatas pada daerah kecil di ujung penis, dilakukan penektomi parsial (pengangkatan sebagian kecil penis).
  • Untuk stadium lanjut dilakukan penektomi total disertai uretrostomi (pembuatan lubang uretra yang baru di daerah perineum).
  • Terapi penyinaran (Terapi penyinaran dilakukan setelah pengangkatan tumor yang terlokalisir dan tumor yang belum menyebar. Efek samping dari terapi penyinaran adalah nafsu makan berkurang, lelah, reaksi kulit (misalnya iritasi dan kemerahan), cedera atau luka bakar pada rektum, sistitis dan hematuria) Penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8minggu.

2.4. Kanker Yang Banyak ditemukan Pada Anak

Pengobatan kanker pada anak pada dasarnya sama dengan kanker pada orang dewasa. Yakni kombinasi antara operasi, radioterapi dan kemoterapi serta transplantasi sumsum tulang. Khusus untuk leukemia dan limfoma pengobatan utama adalah kemoterapi. Kemoterapi atau radioterapi umumnya diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor serta sesudah operasi untuk membasmi sisa sel tumor dan anak sebar. Sebagai upaya proteksi diri, pola makan anak pun perlu diperhatikan. Orang tua dianjurkan untuk tidak memberi makanan yang banyak mengandung lemak dan protein pada anak, sebab makanan tersebut dapat merangsang tumbuhnya sel kanker. Bagi para ibu hamil juga dianjurkan untuk tidak menyantap makanan yang mengandung bahan kimia dan sedapat mungkin menghindari radiasi.

1. Leukemia

Leukemia atau kanker darah merupakan penyakit kanker yang paling banyak dijumpai pada anak. Jumlahnya kurang lebih mencapai 30% dari seluruh penyakit kanker pada anak. Angka kejadian tertinggi terjadi pada anak usia 3-6 tahun.

Gejala yang perlu diwaspadai yaitu:

§  Pucat dibarengi lesu atau lemah. Umumnya kondisi ini berkaitan   dengan nafsu makan yang berkurang.

§  Demam yang tidak jelas penyebabnya.

§  Perdarahan abnormal yang mudah dilihat pada kulit.

§  Nyeri pada anggota gerak (tulang) dan perut terasa keras atau membengkak dan kelenjar getah bening juga membengkak

2. Tumor Otak

Tumor otak yang menyerang bagian otak, baik tumor ganas maupun jinak akan memberikan masalah yang sama beratnya karena otak terletak dalam rongga tengkorak yang luasnya terbatas. Dampak yang ditimbulkan kedua jenis tumor tersebut sama, yaitu merusak struktur serta fungsi susunan saraf.

Gejala yang harus diwaspadai yaitu:

o   Sakit kepala disertai mual atau muntah yang menyembur, penglihatan berkurang atau terganggu, dan ada penurunan kesadaran atau perubahan perilaku.

o   Ciri khusus pada byi adalah ubun_ubun besarnya menonjol

o   Terdapat gangguan berbicara atau keseimbangan anggota gerak melemah (lumpuh) atau kejang.

3. Retinoblastoma

Kanker di retina mata paling sering dijumpai pada anak berusia antara 6 bulan sampai 2 tahun.

Gejala yang harus diwaspadai yaitu:

o   Bercak putih di bagian tengah mata (retina) yang seolah bersinar bila kena cahaya (seperti mata kucing), penglihatan terganggu atau mata menjadi juling dan pada stadium lanjut, bola mata tampak menonjol.

4. Kelenjar Getah Bening

Penyakit ini mempunyai angka kejadian tertinggi pada anak usia 5-7 tahun.

Gejala yang harus diwaspadai yaitu:

  • Pembesaran dan pembengkakan kelenjar getah bening yang progresif di leher, ketiak, atau selangkangan. Umumnya gejala tersebut tidak disertai tanda infeksi.
  • Anak menjadi lemah dan nafsu makan berkurang

5. Neuroblastoma

Kanker saraf simpatis primitif  ini dapat timbul di berbagai tubuh. Bagain yang paling sering mengalaminya adalah kelenjara anak ginjal (adrenal suprarenal).

Gejala yang patut diwaspadai:

  • Kelopak mata membengkak dan biru, bola mata menonjol atau kelopak tampak turun
  • Munculnya benjolan-benjolan di kepala, kelumpuhan mendadak, pincang yang disebabkan patah tulang tanpa sebab, perut membesar dan keras.

6. Kanker Ginjal

Yang paling banyak dijumpai pada anak adalah tumor wilms (nefroblastoma). Angka kejadian yang tertinggi pada usia 3-4 tahun.

Gejala yang diwaspadai yaitu: Gejala dini kanker ginjal sulit dideteksi. Namun, biasanya ditandai dengan kencing yang berdarah, rasa tidak enak di dalam perut, dan bila telah cukup besar dapat teraba sebagian perutnya yang membesar dan keras.

7. Kanker Otot Lurik (Rabdomiosarkoma)

Kanker yang berasal dari jaringan otot lurik ini dapat terjadi di mana saja. Pada anak biasanya terjadi di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat, dan vagina. Karenanya, gejala yang muncul sangat tergantung pada wilayah yang diserang. Kanker otot lurik pada rongga mata ditandai dengan mata yang menonjol. Di telinga menyebabkan nyeri pada telinga yang dapat disertai perdarahan. Bila mengenai otot lurik dari anggota gerak, maka terjadi pembengkakan.

8. Kanker tulang

Merupakan salah satu kanker yang banyak dijumpai pada anak. Biasanya antara usia 10­20 tahun. Gejala yang patut diwaspadai yaitu pembengkakan tulang yang progresif, disertai rasa nyeri dan demam dan ada pula yang disertai trauma (benturan) seperu jatuh yang tidak jelas sebagai pemicunya.

2.5. Terapi Diet Pada Kanker

Dalam usaha mencegah dan mengobati tumbuhnya kanker, diperlukan pengetahuan tentang penyebab munculnya kanker dalam tubuh. Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya kanker yaitu:

1. Pentingnya zat pencegah kanker pada sayuran & buah

Sayuran tidak hanya tinggi serat dan rendah lemak, tetapi juga banyak mengandung zat pencegah kanker. Karotenoid, pigmen yang memberi warna gelap pada buah dan sayuran hijau misalnya, terbukti bisa membantu mencegah kanker. Betakaroten yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau tua dan jingga membantu mencegah kanker paru-paru, kanker ginjal, kanker mulut, kanker kerongkongan (esophagus), kanker pangkal tenggorok (larynx), dan kanker payudara.Sayuran seperti kol, brokoli, kale, kembang kol, dan brussel sprout mengandung flavonoid dan indole yang juga bersifat antikanker. Sedangkan kandungan vitamin C di dalam buah-buahan dan beberapa sayuran juga bisa menurunkan 0risiko kanker kerongkongan dan kanker perut. Vitamin C berlaku sebagai antioksidan yang menetralkan bahan kimia penyebab kanker yang terbentuk di dalam tubuh. Mineral selenium yang ditemukan pada kelompok padi-padian juga memiliki efek antioksidan seperti halnya vitamin C dan vitamin E dan Konsumsi cukup sayuran dan buah-buahan (5 porsi setiap hari)

2. Tingkatkan konsumsi makanan berserat

Seorang dokter dari Inggris, Dennis Burkitt, pada tahun 1970 mengamati bahwa makanan kaya serat bisa mengurangi penyakit pada saluran pencernaan.Makanan kaya serta juga membantu mencegah kanker payudara, karena serat bisa mengikat hormon estrogen dan membantu mengeluarkannya dari dalam tubuh. Dengan demikian, estrogen tidak kembali ke aliran darah, sehingga tidak menyebabkan peningkatan kadar estrogen di dalam tubuh. Kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Serat banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan, polong-polongan, kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kedelai, tempe), lentil, dan makanan pokok seprti beras serta gandum yang diproses minimal (whole grain). Pada umumnya, bahan pangan nabati yang masih alami dan tidak terlalu banyak diolah masih banyak mengandung serat. Banyaknya konsumsi serat yang dianjurkan adalah antara 20 dan 30 g setiap hari. Serat sebaiknya bersumber dari makanan, bukan dari suplemen.

3.  Turunkan konsumsi lemak

Berdasarkan penelitian, masyarakat yang konsumsi lemaknya tinggi, juga tinggi tingkat kematiannya akibat kanker kolon dan kanker payudara. Walaupun jumlah lemak secara total mempengaruhi, namun ada bukti bahwa lemak hewan lebih merusak daripada lemak tumbuhan. Jika mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, sereal. Jika mengkonsumsi daging sapi, pilihlah yang rendah lemak. lebih baik pilih ikan atau ayam kampung, jika mengkonsumsi susu dan olahannya, pilih yang berlemak rendah (low fat) dan secara umum, kurangi konsumsi gula, garam, lemak dan jauhi alkohol

4.  Hindari alkohol

Meminum minuman berlakohol secara berlebihan bisa meningkatkan risiko kanker payudara, kanker mulut, kanker faring (phrynx, saluran antara rongga hidung, rongga mulut, dan kerongkongan), dan kanker kerongkongan (esophagus). Apa lagi jika ditambah dengan kebiasaan merokok, bisa juga meningkatkan risiko kanker perut, kanker hati, dan kanker usus besar (kolon).

5. Hindari terlalu sering memasak makanan pada suhu tinggi

Memasak makanan seperti daging atau ikan dengan cara digoreng dengan panas tinggi bisa memunculkan zat-zat yang bersifat karsinogenik (menimbulkan kanker). Daging yang dibakar, dipanggang, diasap, atau diberi bahan pengawet nitrit juga bisa membentuk zat karsinogen. Jadi, lebih aman memasak dalam suhu yang lebih rendah misalnya dikukus, direbus atau dimasak sekejap.

6. Batasi camilan lezat tapi tidak sehat

Terkadang kita tergoda mengkonsumsi camilan yang rasanya lezat namun tidak sehat seperti cake, permen, serta aneka dessert yang umumnya terbuat dari lemak jenuh. Jika sulit menghindar, makanlah dalam porsi kecil sambil tingkatkan konsumsi makanan yang sehat.

7.   Nutrisi bagi penderita kanker yang sedang menjalani terapi

Para penderita kanker yang sedang menjalani terapi juga tetap dianjurkan mengkonsumsi makanan yang sehat dan gizi seimbang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita kanker yang mengkonsumsi makanan sehat selama terapi umumnya lebih tahan menghadapi efek samping dari terapi dan beberapa terapi kanker bisa bekerja lebih efektif pada pasien yang tubuhnya mendapat cukup nutrisi. Mengkonsumsi makanan yang sehat juga memungkinkan tubuh mempertahankan kesehatan otot-ototnya, membangun jaringan sel yang baru, dan menjaga diri dari serangan infeksi dengan lebih baik.

Para peneliti di Amerika Serikat pada pertengahan Januari 2002 melakukan penelitian tentang diet rendah lemak. Diet ini sangat berpotensi menurunkan tingkat hormon remaja putri dalam masa puberitas dan kemungkinan dapat memperkecil resiko kanker payudara. Lebih dari separuh wanita yang dirawat karena mengidap kanker payudara menderita kekambuhan. Dan para dokter seringkali tidak bisa meramalkan secara tepat, wanita mana yang akan menderita kekambuhan kembali dari penyakitnya tersebut. Kini para ilmuan Italia telah membuat suatu penemuan yang dapat membantu lebih banyak wanitauntuk selamat dari kanker payudara. Hasil penelitian awal dari Dr. Pier Francesco Ferrucci, seorang ahli spesialis kanker di European Institute of Oncologist di Milian, Italia, menunjukkan bahwa suatu kunci untuk mengenali para wanita yang penyakit kankernya memiliki kemungkinan untuk kambuh, mungkin adalah sebuah protein yang disebut Maspian, yang diproduksi oleh sel-sel payudara.

Dia menemukan bahwa para wanita yang memiliki kadar maspian yang tinggi di dalam sumsum tulangnya, cenderung bebas dari penyakit tersebut selama 2 tahun, sementara mereka yang memiliki konsentrasi maspian yang rendah memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk kambuh kembali.

Sebelumnya, para ilmuwan memang telah menemukan bahwa maspin tampaknya dapat menghalangi pertumbihan tumor ketika kanker payudara mulai terbentuk, kemungkinan dengan menghalangi pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah yang memberi makan pada sel-sel kanker. Tetapi penelitian baru ini merupakan langkah yang lebih maju dengan menemukan kadar maspin yang rendah juga terkait dengan pertumbuhan penyakit ini pada mulanya. Efek maspin terutama kuat pada para wanita dengan penyakit kanker yang berat, dimana kanker telah menyusupi  20 kelenjar getah bening atau lebih. Dari 10 wanita yang masuk kategori tersebut, sebanyak 8 oarang memiliki maspin dalam sumsum tulangnya, dan 2 orang yang lain tidak ada. Dua tahun setelah diaknosa tersebut, 8 pasien tersebut tidak ada yang kambuh penyakitnya, sedangkan dua pasien yang lain mengalami kekambuhan. Seorang menjadi menderita kanker hati, dan yang lain kanker paru-paru.

Para wanita selama ini, terutama yang berusia separuh baya senantiasa disarankan untuk menjalani pemeriksaan mamografi untuk menghindari diri dari beberapa kemungkinan terkena kanker payudara stadium lanjut. Ternyat Screening (pemeriksaan penyaringan) terhadap para wanita ini ternyata tidaklah menyelamatkan lebih banyak nyawa dari pada melakukannya setiap tiga tahun, demikian disebutkan oleh sebuah penelitian di European Breast Conference di Brussels.

Penelitian ini melibatkan 76.000 wanita berusia antara 50 sampai 60 tahun. Mereka menjalani satu pemeriksaan mamografi dan kemudian setengahnya dites setiap tahun, sementara lainnya mendapatkan tes hanya setelah tiga tahun, seperti yang dilakukan saat ini di Inggris. Penelitian ini berlangsung selama empat tahun. Hasil-hasilnya menunjukkan bahwa pemeriksaan penyaringan tahunan menemukan lebih banyak tumor kecil, namun tidak menemukan lebih banyak wanita yang telah terjangkit penyakit ini dalam stadium lanjut.

Para peneliti harus memperkirakan berapa banyak wanita yang akan meninggal sepuluh tahun setelah kanker itu didiagnosa, berdasarkan kemungkinan progresifitas dari tumor-tumor yang teridentifikasi itu. Mereka meramalkan bahwa 32,9 persen dari para wanita yang diperiksa setiap tahun dan 35,4 persen dari mereka yang diperiksa setiap tiga tahun diperkirakan akan meninggal karena kanker payudara. Meski penyebab kanker payudara belum diketahui pasti, tapi sejumlah faktor resiko sudah dikemukakan oleh para dokter, supaya upaya antisipasi bisa dilakukan jauh-jauh hari. Kalau pun sel kanker sudah muncul, setidaknya penanganan atau pengelolaan tehadap faktor-faktor resiko bisa menghambat penyebaran sel tersebut. Salah satu faktor resiko tersebut adalah stres atau goncangan jiwa. Dibandingkan wanita yang kerja dipertanian jarang yang terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang tinggal di kota. Padahal, papara pestisida konon justru meningkatkan resiko terkena kanker dan hasil temuan menunjukkan bahwa bertani, melindungi wanita yang bekerja di pertanian dari kanker payudara, jika dibandingkan dengan populasi umumnya.

Para ahli dari berbagai disiplin dari UNC-CH ini meneliti 862 pasien kanker payudara yang tinggal di 24 kawasan North Carolina dan membandingkan dengan 790 wanita lainnya yang tidak menderita kanker payudar, kata Duell. Mereka memiliki semua data dari catatan kesehatan, sejarah pekerjan, termasuk juga semua data informasi pekerjaan pertanian sejak mereka berumur tujuh tahun, penggunaan pestisida informasi mengenai tanaman dan ternak.

Hasil analisis semua data, yang dilaporkan selengkapnya dalam jurnal Epidemiology edisi september 2000,menunjukkan wanita yang bertani lebih dari 23 tahun, resikonya terkena kanker payudara 40 % lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah tinggal di pertanian. Mereka yang bekerja di pertanian dengan jangka waktu yang lebih lama, mendapatkan perlindungan dari kanker payudara lebih besar, sedangkan yang tidak terlalu lama perlindungannya lebih rendah. Mengapa itu terjadi para ahli belum dapat menyimpulkan. Faktor yang mungkin penting adalah wanita di pertanian cenderung melahirkan anak lebih cepat dan memiliki anak lebih banyak. Mereka mencapai fase puberitas lebih lambat dan memasuki fase menopauses lebih awal. Meraka juga jenderung merokok dan meminum minuman beralkohol dibandingkan wanita lainnya. Tetapi secara statistik faktor itu dikontrol, tetap tidak mempengaruhi efek perlindungan dari pekerjaan pertanian. Para ahli tidak bisa menetapkan efek aktifitas fisik, yang oleh sejumlah ahli diperkirakan mengurangi resiko terkena kanker payudara.

Tingkat kematian akibat kanker telah jauh berkurang pada orang-orang yang berumur di bawah 50 tahun, dan kemudian besar hal ini disebabkan karena gaya hidup dan lingkungan yang lebih sehat yang telah mengurangi penghirupan jangka panjang akan zat penyebab kanker. Diagnosa yang lebih dini, yang sudah tentu penting dalam semua kasus kanker, dan perbaikan pengobatan di dunia medis turut menjadi faktor penentu. Penurunan ini diharapkan dapat berlangsung juga di kelompok umur yang lebih tua seperti yang terjadi pada umur yang lebih muda ini. Dr Sutjipto, Sp.B.Onk dari RS kanker Dharmais, Jakarta mengemukakan bahwa  salah satu pasiennya menderita kanker payudara akibat stres yang diderita, Ia sama sekali tidak mempunyai kelainan genetik atau sanak saudara yang menderita kanker payudara. Menurut Sutjipto, kondisi kanker pasien tersebut berada pada stadium 2, artinya kemungkinan sembuh atau rentang harapan hidupnya masih cukup panjang. Namun stres terus-menerus yang dialami membuatnya bertahan hidup hanya sampai tahun ke-2. Karena itu stres tidak bisa dianggap enteng. Penanganan terhadap stres mesti dilakukan sesegera mungkin, baik untuk mencegah maupun terapi bagi penderita kanker. Faktor resiko lainnya adalah menstruasi pada usia dini (usia 11 tahun kebawah). Penelusuran ilmiah menunjukkan angka kejadian kanker payudara akan lebih tinggi pada orang yang mengalami menstruasi pada usia 11 tahun ke bawah dibandingkan mereka yang mengalaminya pada usia 13 tahun. Sementara menopause yang terlambat maupun belum menikah atau belum melahirkan juga merupakan faktor resiko. Konsumsi alkohol, merokok, paparan sinar radio aktif, dan konsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dalam jangka panjang adalah sejumlah faktpr resiko juga. Faktor lainnya adalah keturunan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga terkena kanker payudara, maka ia memiliki risiko yang sama. Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 mempunyai kaitan erat dengan resiko kanker payudara, ovarium atau keduanya, sebesar 50-85 persen. Karena itu, Sutjipto menganjurkan jika ada anggota keluarga yang terkana kanker payudara maka anggota keluarga lainnya mesti melakukan pemeriksaan dengan mamografi. Kenaikan berat badan merupakan pertanda awal seorang wanita berisiko atas kanker payudara. Dalam studinya, kenaikan 70 pounds berisiko dua kali terkena kanker payudara. The American Cancer Society mencatat bahwa wanita yang mengalami kenaikan berta badan antar 21 hingga 30 pounds setelah berusia 18 tahun akan berisiko 40 persen terkena kanker payudara ketimbang wanita yang hanya mengalami kenaikan 5 pounds atau kurang. Pada usia 18 tahun, wanita yang memiliki kenaikan berat badan 70 pounds akan memilki resiko dua kali  lebih besar ketimbang mereka yang mengalami kenaikan hanya lima pounds. Setiap kejadian kenaikan berat badab sejak berusia 18 tahun akan sangat berhubungan engan resiko terkena kanker payudara seiring post-menopause. Riset yang dilakukan oleh The American Cancer Society berdasrka hasil survey yang dilkukan mulai tahun 1992 atas wanita yang berusia 50 tahun hingga 74 tahun. Kepada mereka ditanyakan selisih berat badan sekarang dan saat mereka berusia 18 tahun. Setelah itu berat badan mereka dipantau selama beberapa tahun. Heather Spencer Feigelson juga mencatat bahwa wanita yang menggunakan terpi hormon tidak menunjukkan efek yang sama. Karena biasanya wanita yang menggunakan terapi hormon aipastikan akan mengalami kenaikan resiko terken kanker payudara karena naiknya tingkat hormon estrogen. Wanita kurus dan tidak berlemak yang tidak melakukan terapi hormon memiliki tingkat estrogen yang rendah, demikian pernyataan dari para peneliti. Sehingga wanita jenis ini akan memiliki resiko paling rendah terkena kanker payudara. Pengguaan terapi hormon pada wanita yang kurus dan gemuk dipastikan akan membuat tambahan estrogenik, meski demikian para peneliti tidak bisa menjelaskansecara detail mengapa dan bagaimana kenaikan berat badan itu memicu rsiko kanker payudara. Menurut catatan tim yang berbasis di atlanta itu, kanaikan berat badan tercatat merupakan penyebab kanker nomor dua dalam semua jenis kanker. Biasanya seorang wanita penderita kanker payudara harus menjalani operasi pengangkatan payudara mereka untuk bisa memperpanjang hidup mereka agar kanker tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Menurut penatalaksanaan kanker payudara terkini terbitan RS kanker Dharmais, perempuan dengan resiko standar bisa melakukan mamografi pada usia 40 tahaun keatas. Namun perempuan dengan resiko tinggi, khususnya dengan mutasi BRCA1 dan BRCA2, mamografi sebaiknya dimulai pada usia 25 tahun atau pada usia 5 tahun lebih muda dari anggota keluarga termuda yang mempunyai riwayat kanker payudara. Misalnya jika sang kakak menderita kanker pada usia 26 tahun, maka adiknya dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2 dianjurkan memulai pemeriksaan mamografi pada usia 21 tahun. Sel kanker payudar yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam padakelenjar payudar. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel aknker payudar dapat bersembunyi si dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

Perkembangan kanker terdiri dari tiga stadium yaitu antara lain:

1.      Stadium I ( stadium dini). Besarnya tumor tidak lebih dari 2-2,25 cm, dan tidak terdapat penyebaran (metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini, untuk memeriksa ad atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus diperiksa di labotarium.

2.      Stadium II (tumor sudah lebih besar dari 2-2,25 cm, dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah bening di ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh hanya 30-40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal).

3.       Stadium III (tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh, dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudar sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang-kadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah. Usaha ini hanya untuk menghambat proses perkembngan sel kaker dalam tubuh serta untuk meringankan penderitaan penderita semaksimal mungkin).

Menurut Sutjipto mengatakan tidak ada acara yang pasti untuk menangkal atau menyembuhkan kanker. Namun pola hidup sehat dan menghindari sters adalah salah satu saran untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. “Banyak konsumsi sayuran dan vitamin C, hilangkan stres, hindari rokok dan jangan terlalu gemuk. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi buah-buah dan sayuran bisa menurunkan resiko kanker payudara. Pasalnya, makanan dari tumbuhan kaya dengan nutrien antioksidan yang mencegah kerusakan sel-sel yang bisa menyebabkan kanker. Usahakan untuk mengonsumsi paling sedikit 5 porsi buah-buahan atau sayuran perhari. Penelitian lain menunjukkan lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun bisa melindungi kita dari kanker payudara, sedangkan lemak jenuh seperti terdapat di dalam daging dan mentega dapat meningkatkan resiko, menurut David J. Hunter, M.D., Direktur Harvard Center for Cancer Prevention di Boston.

Para ahli yang mengamati kebiasaan makan pasiaen kanker payudara dan perempuan yang sehat juga menemukan perempuan yang mengkonsumsi steak well done (sangat matang) beresiko 4 kali lebih tinggi terkena penyakit ini dibandingkan yang lebih suka steak medium, begitu menurut sebuah penelitian tahun 1998 yang dimuat di journal of the National Cancer Institute. Penelitian tahun 1997 yang diterbitkan jurnal kedokteran Inggris, The Lancet juga menemukan konsumsi kedelai yang banyak mengandung senyawa phytoestrogen akan menurunkan resiko kanker payudara. Kanker payudara tidak akhir segalanya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menikmati hidup lebih panjang. Satu terapi penting lainnya, lupakanlah bahwa anda adalah seorang penderita kanker payudara karena semakin anda memikirkannya maka semakin berat derita yang dirasakan dan semakin lemah fisik Anda. Jadi mengapa mesti tenggelam dalam kesedihan ketika masih banyak kegembiraan lain yang menunggu keterlibatan anda. Hasil penelitian ini, menurut para peneliti, menunjukkan bahwa konsumsi lemak yang tinggi seperti cara makan Amerika bukan saja mempengaruhi berat badan tetapi mempengaruhi masa pubertas para remaja putri dan akhirnya beresiko menimbulkan kanker payudara. Akan tetapi terlalu dini untuk mengatakan jika para remaja putri mengikuti program diet rendah lemak ini dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara. Untuk itu, mereka ingin melakukan penelitian kepada remaja pada saat tumbuh-berkembang menjadi dewasa.

Menurut Joanne Dorgan dan rekan dari “Fox-Chase Cancer Center” di Philadelpia, mereka telah mengujihampir 300 remaja putri dan memberi mereka diet rendah lemak dalam takaran sedang, kemudian memeriksa tingkat hormon dalam darah mereka sepanjang tahun. Hasilnya sangat mencolok dan hasil penelitian itu langsung disiarkan dalam Jurnal Lembaga Kanker Nasional Amerika, pertengahan Januari lalu. Joanne Dorgan, salah seorang penyakit menular dalam wawancara telepon dengan Reuters mengatakan, ketika merencanakan penelitian ini, diprediksikan  akan mendapatkan perbedaan yang kecil dalam hormon , namun tenyata dia sangat takjub saat mendapatkan perubahan yang menyolok hanya dengan diet rendah.

Berkat  Joanne Dorgan, para remaja putri di Amerika sangat antusias untuk mengikuti penelitian itu lebih luas lagi. Mereka berpendapat, dengan diet rendah lemak secara ringan akan aman dari kanker payudara. Remaja putri ini berusia sekitar 8-10 tahun pada awal penelitian dan pada saat menjalani pemeriksaan akhir, mereka rata-rata sudah berusia 16 tahun. Remaja putri ini memiliki hormon yang sangat rendah dan pada wanita dewasa. Keadaan ini berkaitan dengan resiko kecil terkena kanker payudara. Setengah dari gadis-gadis ini bersama keluarganya mendapat saran mengenai pengaturan makan untuk mendapatkan 28 persen kalori dari lemak dan mereka lebih banyak mengkonsumsi serat.

Menurut hasil penelitian, setelah lima tahun menjalani diet hormon estradiol mereka lebih rendah 29,8 persen dari kebanyakan remaja putri sebayanya,hormon esteron 20,7 persen lebih rendah dan tingkat estogen sulfat lebih rendah 28,7 persen selama paruh pertama siklus haid. Sementara itu pada paruh kedua siklus haidnya dibandingkan dengan gadis-gadis yang tidak melakukan diet rendah lemak, tingkat testoteron menjadi 27 % lebih tinggi. Perbedaan hormon estrogen ini berkaitan dengan kanker payudara. Setelah tujuh tahun, gadis-gadis yang mengikuti program diet itu tingkat progesteronnya turun separuh selama paruh kedua siklus haid, seperti gadis-gadis yang tidak mengikuti diet. “seluruh parameter ini pada wanita yang lebih dewasa dapat menunjukkan resiko kecil terkena kanker payudara. Kami berpikir bahwa temuan ini sangat menyolok, teristimewa hanya dengan pengaturan lemak secara ringan. Kami pun tidak menemukan dampaknya pada haid, tetapi semula kami berpikir bahwa kemungkinan hal ini disebabkan penelitian ini dimulai terlambat,” kata Dorgan.

Penelitian lain yang berkaitan dengan diet lemak-tinggi pada kanak-kanak dilakukan pada awal masa haid mereka. Tim Dorgan sedang mencari dana untuk melanjutkan penelitian pada gadis-gadis tersebut yang kini berusia 20-an tahun guna mengikuti kemungkinan terjadinya perkembangan lebih lanjut. Meraka ingin membandingkan siapa yang diantara mereka yang tetap melakukan diet. Dorgan juga ingin melihat apakah tulang gadis-gadis itu mendapat pengaruh, mengingat tingkat ekstrogen yang tinggi dapat memadatkan tulang. Para peneliti juga ingin mempelajari payudara mereka untuk memeriksa jika terjadi perubahanyang dapat mengarah pada resiko kanker payudara. (Zul/sumber: AS). Para ahli selama ini seringkali menghubungkan antara diet dan muatan lemak tinggi mungkin menyebabkan kanker payudara. Tapi menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Richard Wiseman, mungkin hal ini tidak berhubungan langsung. Tapi diet dengan muatan tinggi bisa merampas zat gizi yang penting dalam tubuh guna memerangi penyakit tersebut.

Kanker payudara paling sering dialami oleh wanita di Indonesia, setelah kanker mulut rahin.  Di Indonesia, setiap tahun ada 100 wanita dari 100.000 penduduk yang terkena kanker payudara.Pengobatan kanker payudara biasanya memang memanfaatkan kombinasi terapi, misalnya dengan pembedahan, kemoterapi, radioterapi, antibodi monoklonial dan terapi hormonal. Kalau tetapi primer adalah dengan pembedahan dan operasi untuk mengangkat tumor, terutama pada stadium awal, lalu baru disusul dengan kemoterapi.  Kalau stadiumnya sudah lanjut, sebenarnya kemoterapilah yang lebih berperan. Ahli penyakit dalam menambahkan meski seluruh tumor yang ada di payudara sudah diangkat, tidak berarti penderitaannya bisa sembuh total.  Dalam beberapa kasus selalu saja ada sisa sel kanker yang tertinggal dan tidak terdeteksi, sehingga akhirnya menimbulkan kekambuhan.  Sebab itu sangat penting dilakukan terapi ajuvan, yaitu menggunakan radioterapi, kemoterapi, dan terapi horm

2.6.Serat Mencegah Kanker

Upaya pencegahan penyakit kanker semakin diperhatikan. Perilaku hidup merupakan salah satu penyebab utama timbulnya kanker, di luar faktor keturunan, lingkungan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Faktor perilaku hidup itu terutama menyangkut pola makan sehari-hari.

Serat makanan (diatery fiber) adalah komponen dalam tanaman yang tidak tercerna secara enzimatik menjadi bagian-bagian yang dapat diserap di saluran pencernaan. Serat secara alami terdapat dalam tanaman. Serat terdiri atas berbagai substansi yang kebanyakan di antaranya adalah karbohidrat kompleks.

Serat makanan dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

1.       Serat larut (soluble fiber) misal pektin, gum, gel, dan mucilages selulosa,

2.       dan serat tidak larut (insoluble fiber) yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin.

Para ahli belakangan mengidentifikasikan bahwa 80 – 90% dari berbagai bentuk kanker berkaitan erat dengan makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Kanker payudara dan prostat diduga karena mengkonsumsi lemak yang terlalu banyak. Alkohol juga disebut-sebut sebagai biang keladi mencuatnya kanker payudara. Sejumlah studi epidemiologi membuktikan, munculnya penyakit kanker pada saluran pencernaan erat hubungannya dengan berbagai paparan dari jenis makanan tertentu. Sedangkan kanker tenggorokan (esofagus) berkaitan dengan tingginya konsumsi alkohol dan bisa juga karena kebiasaan merokok. Kanker lambung dihubungkan juga dengan tingginya konsumsi makanan pengawet yang berkadar garam tinggi. Sedangkan kanker kolon (usus besar) dan rektum disebabkan oleh tingginya konsumsi lemak dan minuman beralkohol (terutama bir). Kanker hati diduga akibat percemaran makanan oleh aflatoksin dan juga konsumsi alkohol yang tinggi. Beberapa ahli berpendapat, infeksi virus hepatitis B juga merupakan penyebab timbulnya kanker hati. Sementara itu kanker paru-paru dan kandung kencing terutama disebabkan oleh paparan tembakau (rokok) serta beberapa zat kimia dari berbagai cemaran industri.

Di samping zat-zat yang merugikan dalam kandungan gizi makanan tertentu, terdapat pula zat-zat gizi yang terkenal sebagai zat antikarsinogen, yaitu zat yang bersifat protektif (melindungi seseorang yang mengkonsumsinya dari timbulnya kanker). Termasuk golongan ini terutama sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A, betakaroten, vitamin C, dan vitamin E. Juga zat gizi lain yang saat ini terkenal berpotensi mencegah penyakit kanker seperti selenium (Se), asam folat, niasin (vitamin B3), vitamin D, seng (zinc), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg). Serat yang merupakan bagian dari pangan nabati yang tidak dapat dicerna oleh tubuh juga berperan penting dalam pemeliharaan kesehatan tubuh dan dapat mencegah timbulnya kanker kolon.

Fungsi serat itu penting karena dapat menarik air dari sekitar pembuluh darah sehingga melunakkan faeses dan mendorong pengeluaran yang efisien melalui usus. Sumber makanan yang mengandung serat adalah biji-bijian, kulit dan daging, buah-buahan serta sayuran seperti seledri, kol, kembang kol, bayam dll. Antioksidan merangsang kekebalan. Betakaroten, vitamin C, vitamin E, dan selenium dikenal sebagai zat antioksidan yang dapat merangsang sistem imun tubuh untuk melawan radikal bebas yang membentuk karsinogen (substansi yang dapat menimbulkan kanker). Mekanisme antioksidan dalam menghambat terjadinya kanker ini termasuk mencegah pembentukan karsinogen dan mengalangi rusaknya sel normal lainnya. Pada percobaan terhadap binatang terbukti, antioksidan menghambat kerusakan kromosom, tahap promosi tumor, transformasi sel, dan rangsangan terbentuknya kanker secara kimia atau radiasi. Betakaroten banyak terdapat pada sayuran berwarna kuning seperti wortel, sedangkan vitamin C banyak dijumpai pada buah-buahan macam jeruk, jambu biji, dll. Vitamin E banyak terdapat pada sereal, minyak nabati, jagung, sayuran berdaun hijau, dan buah-buahan. Selenium terdapat pada daging, kerang, sereal, dan produk ternak.

Menurut beberapa penelitian, wanita penderita kanker serviks (mulut rahim) kadar asam folat dalam darahnya menurun. Hal ini tidak selalu berarti bahwa kadar asam folat yang rendah mencetuskan atau menyebabkan penyakit kanker. Dengan suplementasi asam folat, perubahan abnormal sel-sel di mulut rahim (cervical dysplasia) yang bisa berkembang menjadi kanker mulut rahim, dapat dicegah. Asam folat ini banyak terdapat pada sayuran hijau (brokoli, bayam, asparagus), biji-bijian, hati, kacang polong, buncis. Suplementasi vitamin B3 atau niasin dilaporkan juga dapat mencegah kanker. Vitamin ini biasanya diberikan pula pada penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, untuk mengurangi efek toksis (peracunan) dari kemoterapi itu sendiri. Penelitian Popov bahkan menyatakan, pemberian kombinasi niasin dan aspirin pada penderita kanker kandung kemih ternyata menurunkan angka kekambuhan dan meningkatkan perpanjangan waktu hidup penderita kanker. Niasin banyak terkandung dalam daging sapi, ayam, kacang-kacangan, ikan, daging tak berlemak, telur, dan alpukat. Sedangkan penelitian ahli lain, Garland dkk. dan Colston dkk menunjukkan, suplementasi vitamin D dalam bentuk aktifnya (1,25- dihidroksi) dapat menghambat multiplikasi (pelipatgandaan) sel kanker. Semakin tinggi vitamin D dalam darah (dalam bentuk 25-hidroksi vitamin D), semakin rendah risiko terjadinya kanker kolon. Vitamin ini banyak dijumpai pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras, dan ikan. Seng mencegah kanker, Kalsium berperan dalam proses proliferasi (perkembangbiakan) sel pada lapisan mukosa kolon manusia. Karena itu masukan kalsium yang cukup tinggi dapat mengurangi risiko terjadinya kanker kolon. Studi yang pernah dilakukan oleh seorang peneliti Rusia menunjukkan, suplementasi kalsium yang diberikan kepada penderita tumor tulang dapat meningkatkan efektivitas pengobatan kanker dengan terapi radiasi. Kalsium banyak terdapat pada susu, yoghurt, keju, bayam, dan brokoli. Penelitian yang pernah dilakukan pada hewan percobaan menunjukkan, kekurangan magnesium pada diet hewan ini dapat meningkatkan perkembangan terjadinya kanker tenggorokan dan kanker kulit luar. Ditemukan bahwa seseorang yang menderita kanker tenggorokan memiliki kadar seng yang rendah dalam darahnya.

Namun hal ini masih belum diketahui pasti apakah kekurangan seng merupakan sebab atau akibat dari kanker ini. Menurut Garafalo, seorang ahli lain, dalam tindakan pembedahan terhadap kanker dianjurkan agar berhati-hati sebab bisa memperparah defisiensi seng, bahkan sampai pada tingkat yang permanen. Apalagi bila pasien sudah sangat rendah kadar seng dalam serumnya sebelum operasi. Dalam kasus kanker prostat pada pria juga ditemukan kadar seng yang rendah dalam kelenjar prostat dan terjadi sekresi kelenjar prostat itu sendiri. Sehingga para ahli juga beranggapan seng ini merupakan proteksi dalam melawan penyakit kanker prostat. Makanan sehari-hari yang banyak mengandung seng dapat ditemukan misalnya pada makanan berasal dari hewan seperti daging ayam, sapi, telur dan juga pada biji-bijian, roti, susu dan produk olahannya. Belakangan dikenal pula beberapa substansi tertentu yang bermanfaat mencegah kanker seperti alkilgliserol yang banyak terdapat pada minyak hati ikan hiu, ko-enzim Q10, asam butirat, tulang rawan faktor antiangiogenesis (dari ikan hiu) yang berfungsi mencegah pembentukan darah baru dalam penyebaran sel kanker. Juga omega-3 dari minyak ikan, omega-6 serta beberapa ekstrak tumbuh-tumbuhan seperti bromelain berasal dari batang pohon nanas, bawang putih (Allium sativum), bawang bombai (Allium cepa) dan substansi lentinan berasal dari jamur shiitake asal Jepang. Bakteri Lactobacillus acidophilus juga dikenal sebagai bakteri yang normal dalam usus besar manusia dan berfungsi menormalisasikan aktivitas enzim-enzim yang dihasilkan dari bakteri lain. Kadar lemak yang tinggi dan rendah serat yang banyak ditemui pada diet makanan Barat menyebabkan terganggunya aktivitas enzim dalam bentuk kotoran di usus besar yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar. Karsinogen dalam makanan zat-zat yang terkandung dalam makanan (faktor diet) dapat menyebabkan promotor untuk menimbulkan keganasan yang tidak secara langsung menimbulkan tumor. Zat-zat ini digolongkan sebagai karsinogen. Selain karsinogen ada pula prokarsinogen yang bersifat mengubah zat kimiawi sehingga merupakan pencetus kanker. Karsinogen dalam makanan dapat ditemukan misalnya pada hasil pengolahan yang menimbulkan zat karsinogen plosiklik hidrokarbon akibat proses pengasapan makanan, zat kimia nitrosamin, zat fisik karena radiasi nuklir, ataupun zat biologi yang ada di alam seperti racun dalam tembakau. Zat-zat racun tersebut akan merusak keutuhan struktur sel dan intinya menjadi ganas sehingga bersifat mutagenik (sel-sel normal setelah dicemari racun atau pencemaran lingkungan menjadi sel ganas yang berkembang biak tanpa kendali). Selain itu zat karsinogen dapat timbul akibat pengolahan makanan yang tidak tepat. Misalnya, pemanasan yang terlampau lama dan terlalu tinggi suhunya (menimbulkan zat trans-fatty acid), cara menggoreng yang berlebihan serta pengawetan dengan pengasinan. Makanan yang tercemar oleh jamur Aspergillus flatus yang menghasilkan racun aflatoksin seperti pada kacang tanah busuk dan keju kedaluwarsa juga bersifat karsinogen. Penggunaan minyak (jelantah) yang sudah berulang kali mengandung zat radikal bebas seperti peroksida, epioksida, dan lain-lain yang juga bersifat karsinogenik dan mutagenik yang mengubah sel normal menjadi ganas. Pada percobaan terhadap binatang, konsumsi makanan yang kaya akan gugus peroksida ini dapat menimbulkan kanker usus. Pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin, yang banyak dipakai dalam makanan jajanan menurut penelitian epidemiologi dapat pula menimbulkan tumor kandung kemih. Zat pengawet makanan seperti formaldehida sebagai pengawet bakso atau tahu, penggunaan zat pewarna tekstil (bukan untuk makanan) seperti methanyl yellow pada krupuk, tahu dll. serta rhodamin, warna merah pada sirup menurut penelitian juga dapat merangsang timbulnya kanker hati. Mengingat banyak zat makanan di sekitar kita yang dapat merangsang timbulnya penyakit kanker, hendaknya kita sedapat mungkin menghindari makanan yang kurang bersih, lewat masa kedaluwarsa atau diolah dengan tidak semestinya. Walaupun dalam kehidupan sehari-hari cukup sulit untuk menghindarinya, paling tidak kita berusaha menjauhinya.

Awalnya, serat hanya diketahui bermanfaat untuk mencegah konstipasi. Pada awal tahun 1970-an, beberapa ilmuwan menyatakan bahwa serat memiliki manfaat lain untuk kesehatan. Salah seoarang ilmuwan tersebut adalah dr Denis Burkit, seorang dokter berkebangsaan Inggris, yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengobati dan melakukan penelitian medik di Afrika. Burkit dan koleganya mengamati bahwa sejumlah penyakit-termasuk penyakit jantung koroner, diabetes, appendicitis, homerrhoid, konstipasi kronik, dan kanker kolon-adalah lazim ditemukan di negara-negara maju tetapi jarang di Afrika. Burkit dan kawan-kawan menduga bahwa kandungan serat yang tinggi pada makanan tradisional masyarakat Afrika melindungi mereka dari penyakit tersebut. Burkit berpendapat,  kandungan serat yang rendah pada makanan masyarakat di negara maju berperan dalam timbulnya beragam penyakit. Hipotesis serat makanan yang diajukan oleh Burkit dan kawan-kawan masih mendapat perhatian besar para ahli dewasa ini.

Berbagai penelitian mengenai serat makanan makin memberi petunjuk bahwa hubungan antara serat makanan dan kesehatan tidak sesederhana yang diperkirakan oleh Burkit. Salah satu kesulitan membuka tabir misteri pengaruh serat pada kesehatan adalah fakta bahwa serat merupakan campuran substansi yang kompleks. Di dalam tubuh, serat yang berbeda memiliki efek yang berbeda pula dan serat dikonsumsi tidak sendirian. Pangan yang kaya serat juga mengandung komponen lain yang juga berperan dalam pencegahan penyakit. Beberapa manfaat dari pangan yang kaya serat justru berasal dari vitamin, mineral, dan komponen aktif lain yang dikandungnya, bukan dari seratnya. Selain itu, efek kesehatan berkaitan dengan pangan berserat tinggi terjadi karena penggantian makanan yang kurang menyehatkan menjadi lebih menyehatkan dan mengganti makanan berlemak dan berkalori tinggi menjadi makanan berlemak dan berkalori rendah-yang umumnya mengandung serat yang tinggi. Serat dan konstipasi salah satu bukti paling jelas manfaat serat adalah pada penanganan konstipasi (sembelit).  Serat mencegah dan mengurangi konstipasi karena ia menyerap air ketika melewati saluran pencernaan sehingga meningkatkan ukuran feses. Akan tetapi jika asupan air rendah, serat justru akan memperparah konstipasi atau bahkan dapat menyebabkan gangguan pada usus besar. Tambahan dua gelas air-dari kebutuhan enam gelas air per hari-diperlukan untuk mengimbangi peningkatan konsumsi serat. Telah lama diduga bahwa asupan serat yang tinggi dapat mengurangi risiko kanker kolon. Beberapa mekanisme efek pelindungannya telah diketahui. Pertama, serat meningkatkan ukuran feses dan menyelubungi komponen penyebab kanker di dalam feses. Kedua, serat mempersingkat waktu lewatnya sisa pencernaan pada saluran pencernaan sehingga mengurangi paparan dinding usus terhadap karsinogen. Akhirnya, fermentasi serat terlarut oleh bakteri menghasilkan komponen yang protektif terhadap kanker kolon. Walaupun penelitian epidemologik telah menunjukkan hubungan antara asupan serat dan penurunan risiko kanker kolon, para ahli belum dapat memastikan bahwa penurunan risiko tersebut hanya disebabkan oleh serat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek sayuran lebih kuat daripada efek serat pada penurunan risiko kanker kolon. Oleh karena itu, penggunaan suplemen serat makanan yang dimurnikan untuk mencegah kanker kolon tidak dianjurkan. Makanan seimbang-terdiri atas sayur, buah, dan biji-bijian-adalah lebih baik daripada suplemen serat murni. Pengaruh serat pada kadar kolesterol darah masih mengundang perdebatan dan membingungkan. Beberapa jenis serat dapat menurunkan kadar kolesterol darah, sementara serat yang lain tidak. Berbagai penelitian sampai dengan pertengahan tahun 1990, menyimpulkan bahwa efek serat pada penurunan kolesterol darah adalah sedang (modest).  Salah satu hal yang memunculkan peran pangan yang berserat tinggi pada penurunan kolesterol darah adalah kenyataan bahwa pangan yang berserat tinggi adalah pangan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol pada kadar yang rendah. Fakta ilmiah mendukung bahwa pangan yang berserat tinggi memiliki efek yang lebih menguntungkan daripada serat per se dalam pencegahan dan penanganan penyakit kronik. Walaupun beberapa jenis suplemen serat dapat berperan dalam penanganan penyakit tertentu (konstipasi kronik dan diabetes), para ahli lebih menganjurkan untuk mengonsumsi pangan sumber serat dan seimbang daripada mengonsumsi suplemen serat.

Kadar Serat Makanan dalam Sayuran

Jenis sayuran

Jumlah serat per 100 g (dalam g)

Wortel rebus

Kangkung

Brokoli rebus

Labu

Jagung manis

Kol kembang

Daun bayam

Kentang rebus

Kubis rebus

Tomat

3,3

3,1

2,9

2,7

2,8

2,2

2,2

1,8

1,7

1,1

Kadar Serat Makanan dalam Buah-buahan

Jenis buah-buahan

Jumlah serat per 100 g (dalam g)

Almond

Kacang goreng

Pisang

Durian

Apel

Jeruk

Pepaya

Mangga

Nenas

Manggis

Semangka

8,8

8,0

4,6

4,4

2,7

2,7

2,5

2,0

1,7

1,4

0,4

2.7. Teh Mencegah Kanker

Teh hijau menjadi sangat berkhasiat karena mengandung Catechin polyphenol; sejenis antioksidan yang sangat kuat, sehingga bisa menekan pertumbuhan sel kanker, tanpa merusak jaringan yang sehat. Unsur polyphenol yang sama juga diketahui efektif menurnkan kadar LDL dan memperbaiki sifat pembekuan darah yang tidak normal. Sebenarnya polyphenol yang sama dalam teh juga terkandung dalam anggur merah yang selalu diminum oleh orang Prancis setelah makan. Jenis unsur kimia inilah yang melindungi jantung orang Prancis, sekalipun mereka selalu mengonsumsi makanan berkadar lemak tinggi. Dibandingkan dengan jenis teh lain, seperti; teh hitam dan oolong, maka kandungan polyphenol pada teh hijau jauh lebih tinggi. Sekalipun berasal dari pohon yang sama, tahapan oksidasi saat membuat teh hijau, menyebabkan polyphenol terbentuk. Sedangkan kedua jenis teh yang lain, dibuat dengan metode fermentasi yang mengubah kandungan teh menjadi unsur lain, yang juga efektif untuk mengatasi keluhan kesehatan yang lain. Doktor Carol Koprowski dari South California of University mengatakan, teh dapat menurunkan penyakit kanker jenis tertentu. Dalam penelitian yang paling banyak diteliti adalah teh hijau, teh hijau mengandung antioksidan yang dapat mencegah sel agar tidak rusak. Dengan mengonsumsi teh hijau secara nyata dapat menghambat pengaruh kanker payudara, sedang teh hitam tidak. Baik teh hijau atau hitam semuanya merupakan teh dari bibit Asia, hanya saja proses pengolahannya tidak sama. Teh hitam diolah melalui proses peragian, sedang teh hijau tidak melalui proses peragian tapi dapat menjaga kandungan multifenol teh, menurut ahli, ini dikarenakan teh hijau kaya dengan kandungan antioksidan. Selain itu, hasil penelitian juga mendapati, mereka yang mengonsumsi teh hijau secara teratur memiliki hormon betina yang lebih rendah, dan jika secara teratur mengonsumsi teh hitam, hormon wanita dalam darahnya lebih tinggi. Umumnya, hormon wanita yang tingg diiringi dengan rasio kanker payudara. Konsepsi dengan Teh sebagai pengganti obat dalam terapi sudah ribuan tahun sejarahnya di China. Namun, hingga beberapa tahun terakhir ini, masyarakat Barat baru mulai menyadari kelebihan teh yang berpontensial bagi kesehatan. Kini, masyarakat Barat menganggap teh sebagai hormon untuk mengobati stres, sebagai obat mujarab berbagai penyakit lainnya. Apalagi dari hasil penelitian baru-baru ini ditemukan, bahwa dengan mengonsumsi segelas teh setiap malam dapat menurunkan rasio mengidap dua jenis penyakit kanker kulit yang umum. Setiap tahun, lebih dari 1 juta warga di AS didiagnosa mengidap penyakit kanker kulit, sebagian besar berusia di atas 50 tahun. Kanker kulit terutama berasal dari radiasi sinar ultraviolet. Radiasi sinar ultraviolet di bawah terik matahari yang menyebabkan lumpuhnya sistem kekebalan tubuh merupakan satu faktor utama terjadinya kanker kulit. Hasil percobaan membuktikan, multifenol yang banyak terdapat dalam teh hijau dan mengandung EGGCG (epigallocatechin-3-gallae) dapat melindungi kulit terhindar dari radiasi yang kuat, sekaligus menghambat terjadinya kanker kulit. Rasio mengidap kanker kulit yang umum bagi mereka yang kerap mengonsumsi teh (di atas satu gelas/malam) menurun 20% hingga 30% dibanding mereka yang tidak mengonsumsi teh. Para penggemar teh yang telah puluhan tahun mengonsumi teh (minimal 2 gelas/hari), hasilnya tampak lebih nyata.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa:

  • Kanker adalah pertumbuhan jaringan yang baru sebagai akibat dari proliferansi (pertumbuhan berlebihan) sel abnormal secara terus menerus yang memiliki kemampuan untuk menyerang dan merusak jaringan lainnya. Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal.
  • Faktor terjadinya kanker yaitu:

1.   Stres atau goncangan jiwa. Penanganan terhadap stres mesti dilakukan sesegera mungkin, baik untuk mencegah maupun terapi bagi penderita kanker. Pola hidup sehat dan menghindari stres adalah salah satu sarana untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. Banyak konsumsi sayuran dan vitamin C. Sebanyak 80 persen kasus penyakit kanker sebenarnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat diindentifikasi dan kemungkinan besar dapat dicegah. Demikian kutipan pernyataan dari Institute Kanker Nasional AS. Tiga puluh persen kasus kanker disebabkan oleh rokok dan sekitar 35 – 50 persen kasus kanker disebabkan oleh makanan. Jadi, pola makan sehari-hari ternyata turut menentukan tinggnya risiko terkena kanker.

2. Mengkonsumsi alkohol, merokok, paparan sinar radioaktif, dan konsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dalam jangka panjang adalah sejumlah faktor risiko.

3.   Keturunan (seseorang yang memiliki anggota keluarga terkena kanker payudara, maka ia memiliki risiko yang sama dan jika ada anggota keluarga yang terkena kanker payudara maka anggota keluarga lainnya mesti melakukan pemeriksaan dengan mamografi).

  • Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya kanker yaitu:

Ø  Pentingnya zat pencegah kanker pada sayuran & buah

Ø  Tingkatkan konsumsi makanan berserat

Ø  Turunkan konsumsi lemak

Ø  Hindari alkohol

Ø  Hindari terlalu sering memasak makanan pada suhu tinggi

Ø  Batasi camilan lezat tapi tidak sehat

Ø  Nutrisi bagi penderita kanker yang sedang menjalani terapi

  • Serat dan teh juga dapat mengobati berbagai penyakit serius yang menimpa manusia.
  • Pengobatan yang dilakukan untuk menghilangi kanker yaitu:

1.      Terapi

2.      Kemotrapi

3.      Pembedahan

3.2 Saran

  • Setelah diketahui mengenai diet therapy kanker diharapkan pembaca tahu dan memahami apa yang dimaksud dengankanker, apa dampaknya, dan bagaimana pencegahannya.
  • Masyarakat mereflaksikan makanan sehat didalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto.MAK. 2002. Gizi Dan Kesehatan.UMM Press Malang.

Budiyanto. MAK. 2002. Dasar – dasar Ilmu Gizi. UMM Press Malang.

< CLASS = ” WN ” Penulis : Dr. Noviani ( Dokter Ahli Akupuntur ).

Fiastuti Witjaksono Dokter Gizi Medik, Pengurus Indonesian Society For The Study Of Obesity ( ISSO ) / Himpunan Obesitas Indonesia ( HISOBI ).

Sulistijani, Dino A. 1999. Sehat Dengan Menu Berserat. PT Trubus Agriwidya. Jakarta.

http// Jaknecus.com/yahoo.2004. Kenaikan Berat Badan Prediksi Kanker Payudara

http//Saturnet.com, satumail.2004. Semua Berita Tentang Kanker Payudara.

http//Saturnet.com,2004. Terapi Kanker Payudara Hindari stres dan Perbanyak Konsumsi Sayuran

Sutjipto,Dr.2003. Terapi Kanker Payudara. Sinar Harapan Press. Jakarta

Zulkarnaen.2003. Diet Rendah Lemak Turunkan Hormon Remaja Putri. Pikiran Rakyat Press. Jakarta

02/08/2009 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. After exploring a number of the blog posts on your website, I seriously appreciate your way of blogging.
    I bookmarked it to my bookmark website list and will be checking back soon. Take a look at
    my website too and let me know what you think.

    Komentar oleh Sunglasses For Women | 11/05/2014


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: