BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

ATMOSFER DAN BIOTIKA


Atmosfer

Definisi

Atmosfer berasal dari kata yunani yaitu atmos berarti uap dan  sphaira  berarti bulatan. Jadi atmosfer adalah lapisan gas yang menyelubungi bulatan bumi. Ilmu yang mempelajari atmosfer bumi dan gejala-gejala cuaca yang terjadi didalamnya disebut metereologi. Cuaca adalah keadaan atmosfer pada suatu saat, sedang purata dari cuaca dari periode yang pajang disebut iklim. Ilmu yang mempelajari macam-macam ilmu dimuka bumi dan faktor-faktor yang menentukannya disebut klimatologi. Seperti halnya meterologi, klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang atmosfer. Meteorologi mempelajari proses-proses cuaca dilapisan atmosfer bawah (lapisan trofosfer), sedangkan klimatologi terutama mempelajari hasil proses-proses cuaca tersebut. Klimatologi berasal dari dua kata yunani yaitu klima diartikan sebagai kemiringan (slope) bumi yang menunjukan pengertian lintang tempat, dan logos diartiakan sebagai ilmu pengetahuan.
Mikroklimotologi ialah ilmu yang mempelajari iklim mikro atau iklim dalam ruang yang kecil. Iklim mikro dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:
a.    Tumbuh tumbuhan: hutan,rawa.
b.    Bentuk tanah: cekung,cembung,danau.
c.    Aktivitas manusia: industri, pabrik, kota.
Pada masa lampau iklim telah berubah, sekarang juga sudah berubah dan diperkirakan akan berubah pada masa mendatang. Hal ini dikaitkan dengan dampak aktivitas manusia pada lingkungan.

Komposisi Atmosfer Bumi

Atmosfer penting bagi kehidupan karena tanpa atmosfer, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan tidak dapat hidup. Atmosfer juga bertindak sebagai pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas keruang angkasa pada malam hari. Sebagian meteor-meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum mencapai permukaan bumi. Atmosfer dapat bersifat kompresibel (dapat dimampatkan), sehingga lapisan atmosfer bahwa lebih padat dari pada lapisan diatasnya, akibatnya tekanan udara berkurang dengan ketinggian. Massa total atmosfer sekitar 56 X 1014 ton, setengah dari massanya kira-kira terletak dibawah 6.000 m dan lebih dari 99% terletak di dalam 35.000 m dari permukaan bumi.
Lapisan atmosfer merupakan campuran dari gas-gas yang tidak tampak dan tidak berwarna. Empat gas yaitu oksigen, nitrogen, argon dan karbon dioksida meliputi hampir 100% dari volume udara kering. Gas lain seperti neon, Helium, Methane, Krypton, Hydrogen, Xenon dan kurang stabil termasuk Ozone dan Radon juga terdapat d I atmosfer dalam jumlah yang sangat kecil.
Manusia dapat bertahan sampai satu hari tanpa air di daerah gurun yang paling panas, tetapi tanpa udara manusia hanya bertahan beberapa menit saja. Jadi Anda tentu bisa menyimpulkan sendiri betapa pentingnya udara bagi kehidupan di bumi. Karena tanpa udara, maka manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak dapat hidup. Udara untuk kehidupan sehari-hari terdapat di atmosfer. Atmosfer juga berfungsi sebagai payung atau pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari. Atmosfer juga merupakan penghambat bagi benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum mencapai permukaan bumi. Lapisan atmosfer merupakan campuran dari gas yang tidak tampak dan tidak berwarna. Empat gas utama dalam udara kering meliputi
Tabel 1.1 gas utama dalam udara kering

Macam gas    Volume %    Massa %
Nitrogen (N2)

Oksigen (O2)

Argon (Ar)

Karbon dioksida (CO2)    78,088
20,049
0,930
0,030    75,527
23,143

1,282
0,045

Total Keseluruhan    99,097    99,097

Selain udara kering, lapisan atmosfer mengandung air dalam ketiga fasenya dalam bentuk cair, padat atau es, gas atau uap, dan partikel padat atau cair yang mengapung di atmosfer yang disebut aerosol atmosfer. Karena itu, uadara kering yang murni di alam tidak pernah dijumpai, karena dua alasan yaitu adanya uap air di udara yang jumlahnya berubah-ubah dan selalu ada pengotoran di dalam udara, misalnya debu. Udara semacam ini disebut udara alam.
Oksigen (O2) sangat penting bagi kehidupan yaitu untuk mengubah makanan menjadi energi hidup. Oksigen dapat bergabung dengan unsure kimia lain dan dibutuhkan pembakaran. Karbon dioksida (CO2) dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, pernafasan manusia dan hewan kemudian dibutuhkan oleh tanaman.karbon dioksida merupakan salah satu senyawa kimia udara yang terdiri dari satu bagian karbon dan dua bagian oksigen. Karbon dioksida menyebabkan efek rumah kaca (greenhouse) yaitu transparan pada radiasi gelombang pendek dan menyerap radiasi gelombang panjang. Dengan demikian konsentrasi CO2 di dalam atmosfer akan menyebabkan kenaikan temperature permukaan bumi.
Nitrogen (N2) terdapat diudara dalam jumlah paling banyak yaitu meliputi 78 bagian. Nitrogen tidak langsung bergabung dengan unsur lain,tetapi pada hakikatnya penting karena nitrogen merupakan bagian senyawa organik.
Neon, argon, xenon, dan krypton disebut gas mulia, karena tidak mudah dengan unsur lain. Meskipun gas ini kurang penting diatmosfer, namun non biasanya digunakan untuk reklame da argon digunkan untuk bola lampu listrik.
Helium dan hydrogen sanat jarang diudara kecuali pada paras yang tinggi. Gas ini adalah paling ringan dan sering balon metereologi.
Ozone adalah gas yang sangat aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen. Gas ini terdapat terutma pada ketinggingan 20 dn 30 km. ozone dapat menyerap radiasi ultra violet yang mempunyai energy besar dan berbahaya bagi tubuh manusia.
Uap air (H2O) sangat penting dalam cuaca atau iklim, karena dapat berubah fase (wujud) menjadi fase cair atau fase padat melalui kondensasi dan deposisi.perubahan fase air memainkan peranan penting dalam fisika awan. Perubahan fase air yang mungkin, dapat dilukiskan pada gambar 1.1. Uap air merupakan senyawa kimia udara dalam jumlah besar yang tersusun daru dua bagian hidrogen dan satu bagian oksigen.uap air terdapat di atmosfer sebagai hasil penguapan dari laut, danau, kolam, sungai dan transpirasi tanaman.
Gambar 1.1 : perubahan fasa air.
Atmosfer selalu dikotori oleh debu. Debu ialah istilah yang dipakai untuk benda – benda yang sangat kecil sehingga sebagian tidak tampak kecuali dengan mikroskop. Jumlah debu berubah – ubah bergantung pada tempat. Dipegunungan,jumlah debu hanya beberapa ratus partikel tiap cm3. Tetapi di kota – kota besar, daerah industry dan daerah kering, jumlah debu dapat mencapai 5 juta partikel tiap cm3. Konsentrasi debu pada umumnya berkurang dengan ketinggian, meskipun debu meteoric dapat dapat di jumpai pada lapisan atmosfer atas. Sumber debu beraneka ragam yaitu asap, abu vulkanik, pembakaran bahan bakar, kebakaran hutan, bakteri, spora, tepung dan serbuk dari tanah yang terhembus ke atas, partikel garam yang masuk ke dalam atmosferdari percikan air laut, dsb. Partikel debu yang bersifat higroskopis akan bertindak sebagai inti kondensasi. Debu higroskopis yang penting ialah partikel garam, asap batu bara atau arang. Kabas (smog) singkatan dari kabut dan asap (smoke dan fog) adalah kabut tebal yang sering di jumpai pada industri yang disebabkan banyaknya kondensasi. Debu dapat menyerap, memantulkan dan menghamburkan radiasi yang datar. Debu atmosferik dapat tersapu turun ke permukaan bumi oleh curah hujan, tetapi kemudian atmosfer dapat terisi partikel debu kembali
3. Struktur Vertikal Atmosfer Bumi
Jika temperature dipakai dasar pembagian atmosfer, maka di jumpai troposfer, stratosfer, mesosfer dan termosfer, lihat gambar 1.2. lapisan troposfer dan stratosfer di pisahkan oleh lapisan tropopause. Lapisan stratosfer dan mesosfer di batasi oleh lapisan stratopouse dan batas antara lapisan mesosfer dan termosfer disebut lapisan mesopouse.

Gambar 1.2: pembagian lapisan atmosfer berdasarkan temperatur
Gejala cuaca (awan dan hujan) terjadi dilapisan troposfer. Pada troposfer terdapat penurunan temperature disebabkan troposfer sangat sedikit menyerap radiasi gelombang pendek dari matahari, sebaiknya permukaan tanah memberikan panas pada lapisan troposfer yang terletak diatasnya melalui konduksi, konveksi dan panas laten kondensasi yang dilapaskan oleh uap air atmosferik. Pertuakaran panas banyak terjadi pada troposfer bawah, karena itu tempertur turun dengan ketinggian mulai dari permukaan tanah. Penurunan temperatu bergabtung pada situasi meteorologik dan nilai antara 0,50C dan 10C tiap 100 m dengan nilai purata 0,650C tiap 100 m.
Udara troposfer atas sangat dingin dengan demikian lebih berat di bandingkan dengan udara diatas tropopause sehingg udara troposfer tidak dapat menembus tropopause. Ketinggian tropopause lebih besar dari daerah ekuator. Diekuator, tropopause terletak pada ketinggian 18 km dengan temperature -800 C, sedangkan kutup tropopause hanya mencapai ketinggian 6 km dengan tempertur berorde -40oC. karena tropopause lebih tinggi di ekuator dari pada di kutup maka stratosfer lebih tipis di ekuator dari pada di kutub, lihat gambar 1.3.

Gambar 1.3: tropopause dalam bidang meridian.
Kedudukan troposfer kadang – kadang sulit di tentukan. Ada definisi untuk ditentukan. Ada definisi untuk menentukan tinggi tropopause misalnya:
a.    Jika lapisan stratosfer di awali perubahan mendadak dari penurunan temperature menjadi kenaikan temperature maka tinggi tropopause adalah tinggi dari dasar temperature.
b.    Jika ada perubahan mendadak ke penurunan temperature yang kurang dari 20K/Km maka tinggi tropopause adalah tinggi dari dari perubahan mendadak tersebut.
Devenisi diatas adalah kompleks, kadang-kadang mengharuskan lebih dari satu tropopause dan biasanya disebut tropopause ganda. Tropopause yang lebih tinggi di tandai dengan suhu yang lebih dingin. Pernyataan ini dapat ditunjukkan pada table 1.2.
Table : tinggi tropopause dan tenperatur tropopause purata pada bulan januari dan juli 1979, stasion kemayoran Jakarta.
Lapisan atmosfer diatas tropopause disebut stratosfer. Kenaikan temperature pada lapisan stotosfer disebabkan oleh lapisan ozonosfer yang menyerap radiasi ultraviolet dari matahari. Stratosfer merupakan lapisan inversi sihingga pertukaran antara stratosver dan trofosfer melalui tropopause sangat kecil. Bagian atas stratosfer dibatasi oleh permukaan diskontinuitas temperatu yang disebut stratopause. Stratopause terletak pada ketinggian 60 km denagan temperature berode  00C.
Lapisan diatas stratopause disebut Mesosfer yang terletak dari ketinggian 60 sampai 85 km lapisan mesosfer ditandai dengan penurunan temperatur 0,40C setiap 100 m karena mesofer mempunyai radiasi negative. Bagian atas mesosfer di batasi oleh mesopause, mesopause terletak pada ketinggian 85 km.
Diatas mesopause terdapat lapisan termosfer terletak antara 85 dan 300 km yang di tandai dengan kenaikan temperature -1000 C sampai ratusan bahkan ribuan derajat, lihat gambar 1.4. bagian atas lapisan atas atmosfer di batasi oleh lapisan tremopause yang meluas dari ketinggian 300 km sampai rumbai – rumbai bumi yaitu 1000 km.
Temperature tropopause adalah konstan terhadap ketinggian tetapi berubah dengan waktu yaitu dengan isolasi (incoming solar radiation). Temperature malam hari berkisar 300 – 10000C dan pada siang hari 700 – 17000C. densitas termopause sangat kecil kira-kira 10-13 kali densitas atmosfer permukaan tanah.

ANGIN
Angin merupakan pergerakan udara dan timbul akibat pemanasan yang tetap dari udara dalam hubungannya dengan permukaan bumi, serat perputaran bumi pada porosnya (Skith, 1974).
Udara panas menjadi lebih ringan dan naik keatas akibat tekanan yang rendah. Keadaan ini akan segera dig anti oleh udara dingin dan berat yang bertekanan tinggi. Pergerakan mendatar dari bagian udara yang dingin ini yang menggantikan masa udara yang lebih panas disebut angin. Dalam hal ini angin akan menserkulasi oksigen, karbon dioksida, dan uap air.
Secara umum angin berfungsi dalam mengangkut udara dingin atau hangat, menggerakkan awan dank abut, mencampurkan udara sehingga perubahan suhu tidak terlalu mencolok. Dan mempengaruhi tumbuhan secara langsung maupun tidak langsung.
Pengaruh angin secara langsung bagi tumbuhan
Angin yang kuat mungkin membatasi pertumbukan tanaman dan mengakibatkan kerusakan fisik. Bentuk yang tidak normal dari struktur tumbuhan akibat angin sering terjadi pada tempat – tempat terbuka diperbukitan, pegunungan pada daerah gegernya dan juga dipedataran.
Di daerah garis lintang menengah dan tinggi, kombinasi angin dengan kebekuan akan menyebabkan penumpukan es pada tumbuhan yang akan mengakibatkan rusak sampai runtuhnya tumbuhan tadi.
Di daerah pantai, kombinasi angin dan partikel garam akan membatasi pertumbuhan berbagai jenis tumbuhan yang tidak tahap terhadap silinitas yang tinggi
Pengaruh angin tidak langsung pada tumbuhan
Angin mempengaruhi transpirasi dengan bergeraknya uap air dari sekitar tumbuhan, sehingga memberikan kesempatan terjadinya penguapan lebih lanjut. Situasi ini merupakan tekanan yang kuat bagi keseimbangan air, meskipun jumlah air dalam tanah cukup banyak. Pertumbuhan vertical akan terbatas sesuai dengan kemampuan mengisap dan mentransformasi air ke atas untuk mengimbangi transpirasi yang cepat, hasilnya mungkin akan membentuk tumbuhan yang kerdil.
Penahan angin
Untuk mengatasi pengaruh dari angin yang merusak tadi, sering dilakukan penahanan angin oleh deretan pohon sebagai windbreak atau shertelbelt. Deretan pohon ini berfungsi dalam  mengurangi kecepatn angin dan membantu kelembapan tanah. Secara umum penahan angin ini akanmereduksi tranpirasi dan evaporasi dll. Evek dari penahanan angin tergantung pada jalur hijau dan kerapatan.
Penyerbukan angin
Tepung sari yang akan ditiup angin akan menybar kemanamana dan tidak teratur dengan demikian penyerbukan ini kurang efisien dan kemungkinan jatuhnya tepung sari pada stigma yang sejenis rendah kemungkinan/peluangnya. Biasanya untuk mengimbangi hal ini, jumlah tepung sari yang dihasilkan untuk diterbangkan angin sangat banyak. Di ala mini ternyata banyak tumbuhan dalam proses penyerbukannya memakai angin sebagai medium, terutama Coniferae, Poales, Ranales, Glumiferae, dan Amantiferae.
Ciri-ciri morfologi tumbuhan yang teradaptasi untuk penyerbukan angin, misalnya:
1.    Bunga yang kecil dengan perhiasan bunga kurang baik pertumbuhannya.
2.    Stamen panjang dan stigma berbulu serta terbuka letaknya.
3.    Bunga biasanya uniseksual dan sering terletak pada bagian atas dari tumbuhan sehingga tidak terhalang.
4.    Tepung sari kering dan ringan serta jumlahnya yang banyak sekali dan kadang-kadang mengandung semacam zat perekat pada bagian eksinnya.

Fungsi Angin :
1.    Mengangkut udara dingin atau hangat
2.    Menggerakan awan dan kabut
3.    Mencampurkan udara sehingga perubahan suhu tidak terlalu mencolok
4.    Mempengaruhi tumbuhan secara langsung ataupun tidak langsung
Faktor Terjadinya Angin
Faktor terjadinya angin, yaitu : Gradien Barometris, letak tempat tersebut, ketinggian tempat tersebut, dan waktu.

  • Gradien Barometris

Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya angin semakin cepat.

  • Letak Tempat

kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari lainnya. Sebaliknya yang jauh dari garis khatulistiwa lebih lambat.

  • Tinggi Tempat

Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup

  • Waktu

Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari
Pengaruh angin secara langsung bagi tumbuhan
1.    Daerah Garis lintang menengah dan tinggi
Kombinaasi angin dengan kebekuan akan menyebabkan penumpukan es pada tumbuhan yang akan mengakibatkan rusak sampai runtuhnya tumbuhan tadi
2.    Daerah pantai
Kombinasi angin dan partikel garam akan membatasi pertumbuhan berbagai jenis tumbuhan yang tidak tahan terhadap silinitas yang tinggi.
3.    Daerah perbukitan, pergunungan, daratan
Angin yang kuat membatasi pertumbuhan tanaman dan menyebabkan kerusakan fisik. Bentuk yang tidak normal dan st ruktur tumbuhan akibat angin sering terjadi.
Pengaruh angin tidak langsung bagi tumbuhan
Angin mempengaruhi transpirasi dengan bergeraknya uap air dari sekitar tumbuhan, sehingga memberikan kesempatan terjadinya penguapan lebih lanjut. Situasi ini merupakan tekanan yang kuat bagi keseimbangan air, meskipun jumlah air dalam tanah cukup banyak. Pertumbuhan vertikal akan terbatas sesuai dengan kemampuan menghisap dan mentransformasikan air ke atas untuk mengimbangi traspirasi yang cepat, hasilnya mungkin akan membentuk tumbuhan yang kerdil.
Penahan Angin
Untuk mengatasi pengaruh dari angin yang merusak, sering dilakukan oleh penahanan angin oleh deretan pohon sebagai jalur hijau atau berfungsi sebagai Windbreak atau Shertelbelt.
Deretan pohon ini berfungsi dalam mengurangi kecepatan angin dan membantu menjaga kelembapan tanah. Secara umum angin ini akan mereduksi transpirasi dan evaporasi, mengurangi kerusakan oleh angin, dan mengurangi perpindahan tanah yang terangkut oleh angin. Efektifitas dari penahanan angin ini tergantung dari sistem penanaman jalur hijau dan kerapatannya.
Secara Umum Fungsi Penahan Angin secara langsung dalam bidang pertanian adalah :

  • Mengurangi stres pada tanaman sehingga meningkatkan pertumbuhan tanaman.
  • Mengurangi kerusakan tanaman yang disebabkan oleh angin.
  • Mengurangi erosi.
  • Mengurangi penguapan air dari tanaman dan tanah sehingga akan menghemat air.
  • Menstabilkan suhu dalam tanah; tanah tidak akan terlalu panas atau terlalu dingin. Suhu yang stabil baik bagi kesehatan akar tanaman dan hewan dalam tanah.

Secara Umum Fungsi Penahan Angin secara langsung dalam bidang pertanian adalah :

  • Mengurangi stres pada tanaman sehingga meningkatkan pertumbuhan tanaman.
  • Mengurangi kerusakan tanaman yang disebabkan oleh angin.
  • Mengurangi erosi.
  • Mengurangi penguapan air dari tanaman dan tanah sehingga akan menghemat air.
  • Menstabilkan suhu dalam tanah; tanah tidak akan terlalu panas atau terlalu dingin. Suhu yang stabil baik bagi kesehatan akar tanaman dan hewan dalam tanah.

Contoh Tumbuhan yang Digunakan Untuk Penahan Angin

Penyebaran Biji Oleh Angin
Angin merupakan medium yang baik untuk penyebaran migrula tumbuhan, dan merpakan proses yang efisen. Karena angin membawa migula sampai jarak yang jauh, maka secara ekologi merupakan factor yang penting. Dalam penyebaran melalui angin tumbuhan melakukan adaptasi morfologi.
1). Ukuran biji sangat kecil biji yang kecil dan ringan mudah disebarkan oleh angin. Misalnya ericeciae.
2). Biji berkomosa permukaan biji diperluas dengan adanya bulu-bulu yang hampir tidak menambah berat. Dengan demikian mudah dibawa oleh angin, cara ini lebih baik dibandinkan cara yang tadi.
Contohnya: salicaceae.
3). Biji bersayap, banyak tumbuhan dengan biji dengan sayap dan dapat mempengaruhi kecepatan untuk terbawa angin sehingga penyebarannya dapat menjangkau secara luas.
Contohnya: aceraceae.
4). Buah bersayap, misalnya pterocarus
5). Biji bergantung, biji tertutupi oleh stuktur yang pipih sehingga dapat berguling di tanah.
Contoh: pedaliaceae.
6). Stuktur khusus seperti pada spinifex littoralis, karangan bungan yang masak lepas dan mengglundung terbawa angin sambil menghamburkan biji yang telah masak

Dalam usaha penyebaran biji oleh angin ini berbagai bentuk adaptasi morfologi dilakukan oleh tumbuhan, misalnya:
1.    Ukuran biji sangat kecil         Orchidaceae, dan Ericeae
2.    Biji berkomosa         Salicaceae, Aspleciadaceae
3.    Biji bersayap       Aceraceae, Pinaceae, Bignoniaceae
4.    Buah bersayap        Dipterocarpaceae, Pterocarpus
5.    Biji berkantung       Chenopodiaceae, Pedaliaceae
6.    Struktur khusus       Spinifex littoralis

Faktor Biotik
Faktor biotik adalah semua komponen hidup dari suatu ekosistem, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan yang dapat mempengaruhi masyarakat tumbuhan baik secara langsung maupun tidak langsung.
1.    Beberapa bentuk hubungan antara tumbuhan
a.    Kompetisi
Merupakan hasil dari persaingan antara individu lainnya dalam hal pemenuhan kebutuhan akan nutrisi, air, cahaya, ruang, dan sebagainya. Jadi kompetisi akan timbul apabila individu tumbuhan mempunyai daur hidup akankeperluan lingkungan yang sama dengan individu-individu lainnya, baik untuk jenis yang sama maupun untuk jenis yang berbeda.
Contoh yang paling jelas adalah pergantian jenis-jenis tumbuhan selama suksesi dalam bentuk seral-seralnya, yaitu damarnis oportunis sampai kejenis keseimbangan.
b.    Liana
Liana merupakan tumbuhan yang berakar dalam tanah dan berusaha mempertahankan tegaknya batang dengan mempergunakan tumbuhan lain sebagai penyokong/ penolongnya. strategi yang dipergunakan adalah untuk mendapatkan sejumlah  cahaya yang melimpah untuk keperluan fotosintesisnya, sehingga letak daun-daunnya jauh tinggi di atas, dan juga perbungaanya, sedangkan akar tetap berada didalam tanah.
Batangnya mempunyai karakteristik anatomi yang khusus, yaitu terdiri dari dua bagian utama :
Bagian berkayu yang slindris atau dipisahkan oleh jaringan perenkhim yang vertikal.
Serabut-serabut silem yang panjang dan lebar.
Bagian berkayu beradaftasi untuk mempermudah pergerakan dan perputaran batang sehingga mudah untuk berubah bentuk untuk memanjat atau membelit.kadangkala juga dilengkapi oleh struktur lainnya untuk mempermudah panjatannya, seperti pada Cucurbitaceae dan Passifloraceae.
Contoh Liana

c.    Epifit
Kelompok tumbuhan yang memanfatkan tumbuhan lainnya untuk tempat hidup secara menempel, jadi berbeda dengan parasit mereka mempunyai akar untuk tempat mengisap air dan nutrisi yang terlarut., dan mampu menghasilkan makanan sendiri. Yang diperlukan oleh epifit ini adalah penedahan dari tumbuhan lain serta kelembapan, sehingga tidak tahan terhadap kekeringan. contohnya Orchidaceae ; Pteridaceae; Bromeliaceae.
d.    Lumut kerak
Organisme yang terbentuk karena adanya hubungan antara satu atau lebih jenis jamur (biasanya Ascomycetes atau Basidiomycetes) dengan satu atau lebih ganggang hijau atau biru yang bersel satu. Gangang delalu terdiri dari jenis yang dapat hidup bebas, tetapi jamurnya hanya khusus terdapat pada lumut kerak.
Lumut kerak ini merupakan contoh yang baik untuk simbiosis mutualisme, hubungannya saling menguntungkan. Beberapa pakar menganggap hubungan yang bersifat parasit ringan, karena jamurnya tidak bisa hidup bebas/ atau sendiri dengan ganggangnya mampu hidup tersendiri.
Jamur menerima seluruh makanannya dengan ganggang. selain melindungi jamur juga berguna bagi ganggang karena kemampuannya untuk mengikat N dan juga dalam penyerapan air.
Lumut kerak sangat bervariasi dalam sifat dan bentuknya dan tersebar secara luas hampir keseluruh muka bumi. Biasanya bersifat serofit dan sering hidup diatas batu yang tandus yang tidak memungkinkan tumbuhan lain untuk hidup dengan baik, dengan demikian lumut kerak ini merupakan tumbuhan pioner.

Contoh Tanaman

e.    Mikotrofi
Merupakan hubungan antara jamur dengan tumbuhan, biasanya jamur bersatu dengan beberapa bagian tumbuhan tinggi (akar), membentuk bagian yang disebut Mikoriza.
Dikenal ada dua bentuk mikoriza ini, yaitu :
Ektotrofi, miselia membentuk lapisan tebal menutupi permukaan akar, dan mempunyai hife yang menonjol keluar. Contohnya : Pinaceae, dan Amentiferae.
Endotrifi, hife masuk keprotoplast dari jaringan parenkhim dari akar dan sebagian keluar menembus tanah. Contohnya : Ericaceae, dan Orchidaceae.
2.    Pengaruh Hewan Pada Tumbuhan
a.    Perusakan
Hubungan ini timbul akibat peranan tumbuhan sebagai sumber pakan bagi hewan, baik seluruhnya maupun sebagian. disamping akibat yang bisa ditimbulkan akibat injak-injakan hewan perumput.
Dialam biasanya kedua prose situ terjadi bersamaan dan sering menjadi faktor pembatas untuk penyebaran tumbuhan dan juga dapat menghasilkan bentuk-bentuk morfologis khusus sebagai adaptasinya yang pada akhirnya akan  menghasilkan masyarakat tumbuhan yang berkarakteristik.
b.    Penyerbukan oleh hewan
Salah satu hubungan yang umum antara hewan dan tumbuhan adalah dalam proses penyerbukan atau pemindahan tepung sari ke kepala putik. serangga biasanya merupakan hewan penyerbuk atau pollinator utama tetapi kadang kala dapat juga dilakukan oleh hewan lainnya seperti burung, kelelawar, dan sudah terang manusia.
Timbuhan yang penyerbukan dilakukan oleh serangga dikenal dengan istilah entomofili biasanya memiliki karakteristik tersendiri, yaitu :
Perhiasan bunga berkembang dengan baik
Tepung sari berkumpul pada suatu kelompok
Putik berbentuk tingkat
Sering bunga dilengkapi dengan nektar
Serangga biasanya mengunjungi bunga untuk mengmbil madu dan tepung sari sebagai makanan. tepung sari melekat pada tubuhnyayang berbulu sehingga terjadi pemindahan dari satu bunga ke bunga yang lain dan mempunyai kesempatan tepung sari ini untuk menempel di kepala putik, maka terjadi hubungan yang bersifat simbiosis.
Contoh Gambar Penyerbukan Oleh Hewan

c.    Penyebaran oleh hewan
1)    Endozookori
Alat penyebar buah dimakan oleh hewan tetapi karena bijinya dilapisi oleh kulit luar yang keras maka tidak dapat dicernanya, yang kemudian dikeluarkannya bersama faeces. Contohnya : Kopi oleh luak, Rubus oleh berbagai jenis burung, dan Eran juga oleh luak.
2)    Epizookori
Alat penyebar dilengkapi oleh struktur khusus sehingga dapat menempel pada tubuh hewan (yang umumnya berbulu), sehingga biji atau buah terbawa ketempat yang jauh. Contohnya : Urena lobata, Bidens, sp, Andropogon aciculatus, dll.

DAFTAR PUSTAKA
Jumin, Hasan Basri. 1992. Ekologi Tanaman. Rajawali Press: Jakarta
Michael, P. 1995.  Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. UI Press: Jakarta.
Rahardjanto, Abdulkadir.  2001.  Ekologi Umum. Umm Press: Malang.
Rohman, Fatchur dan I Wayan Sumberartha.  2001.  Petunjuk Praktikum Ekologi Tumbuhan. JICA: Malang.
Syafei, Eden Surasana. 1990.  Pengantar Ekologi Tumbuhan.  ITB: Bandung.
Wolf, Larry dan S.J McNaughton. 1990.  Ekologi Umum.  UGM Press: Jogjakarta.

01/30/2009 - Posted by | Ekologi Tumbuhan

3 Komentar »

  1. seberapa jauh sich pengaruh intensitas cahaya terhdp fotosintss gol C3???

    trims y…

    Komentar oleh eman | 02/06/2010

  2. trims y

    Komentar oleh selly | 06/10/2010

  3. […] ATMOSFER DAN BIOTIKA […]

    Ping balik oleh PESTISIDA « michaelharatuarajagukguk | 06/16/2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: