BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

Pendekatan Reciprocal Teaching

Reciprocal teaching merupakan salah satu model pembelajaran yang memiliki manfaat agar tujuan pembelajaran tercapai melalui kegiatan belajar mandiri dan peserta didik mampu menjelaskan temuannya kepada pihak lain. Menurut Palinscar dan Brown ( Slavin, 2008: 89) penelitian terhadap reciprocal teaching menunjukkan bagaimana strategi pembelajaran langsung dapat meningkatkan pengaruh dari sebuah teknik yang berhubungan dengan pembelajaran kooperatif. Menurut Arends (1997: 266) reciprocal teaching adalah suatu prosedur pengajaran atau pendekatan yang dirancang untuk mengajarkan kepada siswa tentang strategi-strategi kognitif serta untuk membantu siswa memahami isi bacaan atau materi pembelajaran dengan baik.

Reciprocal teaching merupakan strategi belajar melalui kegiatan mengajarkan teman. Pada strategi ini siswa berperan sebagai “guru” menggantikan peran guru untuk mengajarkan teman-temannya (Muslimin Ibrahim, http://www.kpicenter.org/index). Sementara itu guru lebih berperan sebagai model yang menjadi contoh, fasilitator yang memberi kemudahan dan pembimbing yang melakukan scaffolding.Scaffolding adalah bimbingan yang diberikan oleh orang yang lebih tahu kepada orang yang kurang atau belum tahu, misalnya guru kepada siswa atau siswa yang pandai dengan siswa lain yang kurang pandai. Palinscar dan Brown (1984:117-175) menyatakan bahwa guru mengajar ketrampilan-ketrampilan kognitif yang penting kepada siswa dengan cara menciptakan pengalaman-pengalaman belajar. Guru mencontohkan tingkah laku tertentu kemudian membantu siswa untuk membangun ketrampilan-ketrampilan itu sendiri dengan memberikan rangsangan, dukungan, dan sarana-sarana yang mendukung.

Pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching mengajarkan strategi pemahaman mandiri sebagaimana yang diungkapkan oleh Palinscar dan Brown (1984:117-175), pada pendekatan reciprocal teaching, diajarkan beberapa strategi pemahaman mandiri yang spesifik, seperti meringkas atau merangkum (summarizing), membuat pertanyaan (question generate), dan menjelaskan atau mempresentasikan (clarifying). Hal tersebut juga dikemukakan oleh Alverman dan Phelps(1998), yaitu: “reciprocal teaching has features: instruction and practice of the four comprehension strategies—predicting, question generating, clarifying, and summarizing”.Merangkum yang dimaksud adalah aktivitas siswa dalam menemukan ide-ide pokok atau memahami suatu bacaan tertentu dalam buku paket. Hal tersebut sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Poerwadarminta (Syaiful Sagala, 2006 : 59), membaca yaitu : (1) membaca tujuan, (2) menangkap gagasan isi bacaan, (3) membaca dengan mata dan pikiran yang tenang, (4) latihan mempercepat waktu belajar, (5) membaca menurut urutan pikiran dalam pelajaran, dan (6) mengumpulkan istilah dan pengertian yang berkaitan dengan mata pelajaran yang dipelajari. Membuat pertanyaan dalam hal ini yang dimaksud adalah aktivitas siswa dalam membuat pertanyaan atau memberikan contoh soal beserta penyelesaiannya. Menjelaskan atau presentasi, dalam hal ini yang dimaksud adalah aktivitas siswa dalam menjelaskan materi yang telah dipelajari, menjelaskan contoh soal beserta penyelesaiannya atau mengkomunikasikan ide-ide mereka kepada siswa lain. Termasuk dalam aktivitas ini adalah mendiskusikan atau mengungkapkan mengenai materi yang kurang jelas atau kurang dipahami yang terdapat pada topik yang telah ditugaskan.

Melalui pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching, siswa diberi tugas untuk mempelajari suatu topik atau konsep yang terdapat dalam buku paket. Selanjutnya siswa dituntut untuk dapat memahami pokok atau inti pada topik tersebut, memberikan contoh soal dan penyelesaiannya, kemudian mempertanggungjawabkan tugas tersebut dengan mempresentasikan di kelas. Dengan demikian, siswa telah dilatih untuk belajar mandiri dengan memanfaatkan buku paket atau sumber-sumber lainnya yang telah tersedia.

Setiap pendekatan pembelajaran memiliki kelebihan-kelebihan masing-masing. Adapaun kelebihan-kelebihan dari Pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching sebagai berikut :

  1. Melatih kemampuan siswa belajar mandiri. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Paulina Panen (2001) yang menyatakan bahwa melalui pembelajaran reciprocal teaching ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan belajar mandiri, siswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan pengetahuannya sendiri, dan guru cukup berperan sebagai fasilitator, mediator, dan manajer dari proses pembelajaran. Reciprocal teaching juga melatih siswa untuk menjelaskan kembali kepada pihak lain. Dengan demikian, penerapan pembelajaran ini dapat dipakai untuk melatih siswa dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka.

  2. Selama kegiatan pembelajaran, siswa membuat rangkuman. Jadi siswa terlatih untuk menemukan hal-hal penting dari apa yang siswa pelajari dan ini merupakan ketrampilan penting untuk belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa reciprocal teaching dapat meningkatkan hasil belajar yang rendah.

  3. Selama kegiatan pembelajaran, siswa membuat pertanyaan dan menyelesaikan pertanyaan tersebut, sehingga dikatakan bahwa reciprocal teaching dapat mempertinggi kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.

10/01/2012 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , , , , , | 1 Komentar

1.Kemandirian Belajar

Kemandirian merupakan salah satu unsur kepribadian penting, karena diperlukan manusia untuk menyesuaikan diri secara aktif dalam lingkungannya. Kemandirian merupakan kesanggupan untuk berdiri sendiri, tidak saja secara ekonomi sosial, tetapi terutama secara moral dalam artian bertanggungjawab atas keputusan-keputusannya dalam perkara yang bersifat rasional maupun emosional (Cony Semiawan, 1991:42). Corno dan Mandinach yang dikutip oleh Kerlin menyatakan kemandirian belajar sebagai suatu kemampuan untuk mengolah dan memanipulasi suatu pengetahuan dalam proses belajar dan untuk memonitor dalam rangka meningkatkan proses belajar.

Kemandirian belajar menurut Haris Mudjiman (2007) adalah kegiatan belajar aktif yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki. Jerold E.Kemp (1994:155) menyatakan bahwa siswa yang ikut dalam program belajar mandiri akan lebih rajin, lebih banyak dan mampu lebih lama mengingat hal yang dipelajarinya dibandingkan dengan siswa yang mengikuti kelas konvensional. Menurut Kartono (1999:14) pribadi yang mandiri berarti mampu memiliki pandangan yang jelas tanpa mengabaikan saran dan nasehat, mampu mengambil keputusan sendiri, bebas dari pengaruh berlebihan dari orang lain, mampu bertindak sesuai dengan nilai baik yang dihayati dalam lubuk hatinya dan bilamana perlu melawan arus. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Joan Freeman dan Utami Munandar (1996 :142) yang menjelaskan bahwa tipe anak yang mandiri, mempunyai keberanian untuk bertindak berbeda dari teman-temannya. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh rasa percaya diri dan keinginan untuk sesekali berjalan di luar garis, sebagai pewujudan dari sikap kreatif.

Istilah kemandirian belajar berhubungan dengan beberapa istilah lain diantaranya self regulated learning, self regulated thinking, self directed learning, self efficacy, dan self –esteem. Pengertian kelima istilah terakhir di atas tidak tepat sama, namun mereka memiliki beberapa kesamaan karakteristik (Utari Sumarmo, 2004 : 1). Utari Sumarmo (2004: 4) memberikan tiga karakteristik kemandirian belajar, yaitu bahwa individu :

  1. Merancang belajar sendiri sesuai dengan tujuannya.

  2. Memilih strategi kemudian melaksanakan rancangan belajarnya.

  3. Memantau kemajuan belajarnya, mengevaluasi hasilnya dan dibandingkan dengan standar tertentu.

Schunk’s yang dikutip oleh Kerlin (1992) mendefinisikan kemandirian belajar sebagai suatu proses kognitif yang terdiri dari kemampuan penerimaan konsep, pemerolehan pengetahuan, dapat mengungkapkan pengetahuan yang dimiliki dan mengolah pengetahuan itu menggunakan kemampuan yang dimiliki dengan penuh rasa tanggung jawab untuk belajar. Schunk dan Zimmerman (Utari Sumarmo, 2004 :2) merinci kegiatan yang berlangsung pada tiap fase self regulated learning sebagai berikut :

  1. Fase merancang belajar : menganalisis tugas belajar, menetapkan tujuan belajar, dan merancang strategi belajar.

  2. Fase mengevaluasi, memuat kegiatan memeriksa bagaimana jalannya evaluasi strategi: apakah strategi telah berjalan dengan baik? ( evaluasi proses); hasil belajar apa yang telah dicapai? (evaluasi produk); dan sesuaikah strategi dengan tugas belajar yang dihadapi.

  3. Pada fase merefleksi: pada dasarnya fase ini tidak hanya berlangsung pada fase keempat dalam siklus self regulated learning, namun refleksi berlangsung pada tiap fase selama siklus berjalan.

10/01/2012 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , , , , , | Tinggalkan komentar

Potensi daum murbei sebagai pakan ternak

Komposisi Nutrien Daun Murbei

Informasi potensi produksi tanaman murbei telah banyak dilaporkan, namun informasi tersebut terkait dengan kebutuhan daun murbei sebagai pakan ulat sutera.Penelitian pemanfaatn murbei sebagai pakan ternak baru dijumpai sebagian kecil di India, Jepang dan Korea. Percobaan pemanfaatan daun murbei sebagai pengganti konsentrat unggas di Jepang telah dilaporkan oleh Machii et al (2002), sedangkan untuk bahan pakan ternak ruminansia, penelitian telah dilakukan antara lain oleh Singh dan Makkar (2002), yang meakukan pengujian secara in vitro. Sanchez (2002) melaporkan bahwa di Indonesia, tanaman murbei baru digunakan sebagai pakan ulat sutera, sedangkan penelitian atau pemanfaatan daum murbei sebagai pakan ternak belum dijumpai. Kondisi yang berbeda terjadi di Negara-negara bagian Amerika yang telah menggunakan daun murbei sebagai bahan pakan ternak.

Tanaman murbei mempunyai potensi sebagai bahan pakan yang berkualitas karena potensi produksi, kandungan nutrient dan daya adaptasi tumbuhnya yang baik (Singh & Makkar, 2002). Produksi daun murbei sangat bervariasi, tergantung pada varietas, lahan, ketersediaan air dan pemupukan. Martin et al (2002) melaporkan produksi biomassa murbei mencapai 25 ton BK/ha/tahun dan produksi daun sebesar 16 ton BK/ha/tahun, sedangkan Boschini (2002) melaporkan produksi daun sebesar 19 ton BK/ha/tahun.

Kandungan nutrient daun murbei meliputi 22-23% PK, 8-10% total gula, 12-18% mineral, 35% ADF, 45,6% NDF, 10-40% hemiselulosa, 21,8% selulosa (Datta et al, 2002). Kandungan nutrient daun beberapa varietas murbei disajikan pada Tabel 1. Kualitas daun murbei yang tinggi juga ditandai oleh kandungan asam aminonya yang lengkap. Pada daun murbei juga teridentifikasi adanya asam askorbat, karotene, vitamin B1, asam folat dan pro vitamin D (Singh & Makkar, 2002).

Tabel 1. Komposisi nutrien daun murbei

Komposisi

Nutrien

Varietas Murbei

Morus

Alba

Morus

Nigra

Morus

Multicaulis

Morus

Cathayana

Morus

Australis

Air (%)

84,28

83,17

77,11

79,55

83,89

Protein Kasar (%)

20,15

20,06

15,51

18,53

19,44

Serat Kasar (%)

13,27

16,19

12,55

12,89

12,82

Lemak Kasar (%)

3,62

3,63

3,64

3,69

4,10

Abu (%)

10,58

10,77

10,97

14,84

10,63

Sumber : Samsijah (1992).

Komposisi nutrien yang lengkap serta produksi daun yang tinggi, menjadikan tanaman murbei potensial dijadikan bahan pakan ternak, menggantikan konsentrat khususnya untuk ternak ruminansia (Doran et al, 2006). Selain kandungan nutriennya yang lengkap, tanaman murbei juga mengandung senyawa aktif 1-deoxynojirimycin (DNJ) yang berpotensi menjadi agen slow release RAC (Syahrir,dkk, 2010).

Senyawa DNJ ditemukan terdapat pada tanaman murbei sebanyak 0,24% (Oku et al, 2006). Senyawa ini mampu menghambat proses hidrolisis oligosakarida menjadi monomer-monomernya (Breitmeier, 1997; Arai et al,1998). Senyawa DNJ masuk ke sisi aktif enzim glukosidase (Romaniouk et al, 2004; Chapel et al, 2006), sehingga menghambat kinerja enzim untuk menghidrolisis substrat. Karena itu, senyawa DNJ diduga dapat melepas RAC secara perlahan (Syahrir,dkk, 2010). Khusus pada ternak ruminansia, mekanisme slow release RAC dalam system rumen akan menjaga kesinambungan penyediaan RAC, sehingga mikroba-mikroba penghasil enzim pencerna karbohidrat structural dapat berkembang optimal (Syahrir,dkk, 2010).

Potensi daum murnei sebagai pakan ternak

Tanaman murbei (Morus alba L)merupakan tanaman asli dari daerah utara cina namun sekarang telah dibudidaya di berbagai tempat baik daerah dengan iklim subtropics maupun tropis. Tanaman ini tergolong tanaman yang cepat tumbuh, berumur pendek dan memiliki tinggi 10-20 m. Pada saat masa pertumbuhan, panjang daunnya dapat mencapai 30 cm dan terdapat banyak lobus sedangkan pada saat dewasa, panjang daunnya hanya mencapai 5-15 cm serta tidak memiliki lobus. Daunnya selalu gugur di musim gugur serta selalu hijau di daerah beriklim tropis (Anonima, 2011).

Gambar 1. Tanaman Murbei (Morus alba)

Tumbuhan yang sudah dibudidayakan ini menyukai daerah-daerah yang cukup basa seperti dilereng gunung. Tetapi pada tanah yang berdrainase baik, tanaman murbei juga dapat ditemukan dalam keadaan tumbuh liar. Tinggi pohonnya sekitar 9 m , percabangan banyak, cabang muda berambut halus. Daunnya tunggal dengan letak berseling, bertangkai yang panjangnya 4 cm. Helai daun bulat telur sampai berbentuk jantung dengan ujung runcing dan pangkal tumpul. Tepi daunnya bergerigi dengan pertulangan menyirip agak menonjol dan permukaan atas dan bawah kasar. Panjang daunnya mencapai 2,5-20cm, sedangkan lebar daun 1,5-12 cm dan berwarna hijau. Bunganya majemuk bentuk tandan yang keluar dari ketiak daun. Buahnya banyak berupa buah buni, berair dan rasanya enak, tumbuhan ini dibudidayakan karena daunnya digunakan untuk makanan ulat sutra dan dapat disayur serta berkhasiat sebagai pembersih darah bagi orang yg sering bisulan. Bahkan daun murbei juga dapat dikeringkan menjadi the murbei (Anonima, 2011).

Tanaman murbei dapat diperbanyak dengan biji, stek atau okulasi. Perbanyakan dengan biji relatif lebih mahal, tetapi menghasilkan tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan perbanyakan melalui stek. Perbanyakan tanaman dengan stek membutuhkan 75.000 sampai 120.000 stek/ha, sedangkan perbanyakan dengan okulasi membutuhkan 4.000 tanaman/hektar. Teknik perbanyakan tanaman dengan okulasi secara ekslusif dilakukan di Jepang (Machii et al, 2002).

Tanaman murbei mencapai ketinggian 1,3 m pada umur 10 minggu (Kartiarso,dkk, 2009). Pemanenan pertama daun dilakukan pada umur 12 minggu setelah penanaman. Pemanenan dapat dilakukan sebanyak 10 kali/thn untuk daerah yang beririgasi, sedangkan pada daerah tadah hujan dapat dilakukan pemanenan sebanyak 6 sampai 7 kali (Kartiarso,dkk, 2009). Tanaman murbei dapat berproduksi dengan baik sampai berumur 15 tahun. Setelah itu, tanaman harus diremajakan.

Tanaman murbei mempunyai potensi sebagai bahan pakan yang berkualitas karena potensi produksi, kandungan nutrien dan daya adaptasi tumbuhnya yang baik (Singh dan Makkar, 2002). Produksi daun murbei sangat bervariasi, tergantung pada varietas, lahan, ketersediaan air dan pemupukan, dimana potensi produksinya mencapai 22 ton BK/ha/tahun. Potensi produksi tersebut lebih tinggi dibanding dengan leguminosa seperti gamal (Gliricidia sepium) dengan potensi produksi sebesar 7-9 ton BK/ha/tahun (Horne et al, 1994) dan lamtoro mini (Desmanthus virgatus) dengan potensi produksi sebesar 7-8 ton/BK/ha/tahun (Suyadi, dkk, 1989).

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

09/09/2012 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

Pemanfaatan Limbah Pasar Sebagai Pakan Ternak.

Sampah merupakan limbah yang mempunyai banyak dampak pada manusia dan lingkungan sekitar. Dampak sampah terhadap manusia dan lingkungan dapat dikategorikan dalam tiga aspek yaitu dampak terhadap kesehatan, lingkungan, dan dampak secara sosial ekonomi (Gelbert,dkk 1996).

Melihat dampak yang kurang baik, maka perlu penanganan serius terkait dengan masalah tersebut. Selama ini pengolahan sampah organik hanya menitikberatkan pada pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, padahal sampah dapat dikelola menjadi bahan bakar/sumber energi dan pakan ternak yang baik. Hal ini akan lebih bernilai ekonomis dan lebih menguntungkan.

Bila sampah organik langsung dikomposkan maka produk yang diperoleh hanya pupuk organik. Namun bila diolah menjadi pakan, sampah tersebut dapat menghasilkan daging pada ternak dan pupuk organik dari kotoran ternak. Dengan demikian nilai tambah yang diperoleh akan lebih tinggi sekaligus dapat memecahkan pencemaran lingkungan dan mengatasi kekurangan pakan ternak. Membuat pakan dari sampah antara lain dapat dimulai dari pemisahan sampah organik dan anorganik, dilanjutkan dengan pencacahan, fermentasi, pengeringan, penepungan, pencampuran dan pembuatan pellet (Bestari, dkk, 2011).

Ada beberapa jenis limbah sayuran pasar yang dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia diantaranya adalah bayam, kangkung, kubis, kecamba kacang hijau, daun kembang kol, kulit jagung, klobot jagung dan daun singkong.

Penggunaan sampah sebagai bahan pakan ternak sebetulnya sudah dilakukan cukup lama. Pada tahun 1954, sampah yang diberikan bersama-sama dengan limbah sungai ternyata mampu meningkatkan produksi susu dan berat badan ternak milik peternak Schendal dan Johson di Amerika. Bahkan di Amerika pupuk organik yang terbuat dari sampah dan kotoran sungai yang telah dikeringkan sering digunakan sebagai pakan ternak (Mara dan Cairncross, 1994).

Menurut hasil penelitian, diketahui bahwa sampah yang sering dianggap lebih banyak menyebabkan masalah karena mencemari lingkungan ternyata banyak mengandung mineral, nitrogen, fosfat, kalium, serta vitamin B-12. Vitamin B-12 terkandung dalam sampah karena adanya sejenis bakteri yang dapat menfermentasikan sampah dan mensintesis vitamin B-12. Unsur-unsur tersebut diatas merupakan unsur yang sangat diperlukan ternak. Sebagai pakan pendukung, tentu saja sampah tersebut akan lebih aman digunakan sebagai pakan apabila diproses dahulu, misalnya dengan cara pengeringan atau fermentasi (Widyawati dan Widalestari, 1996).

Limbah hayati pasar adalah sampah pasar yang terdiri dari bahan-bahan hayati yang dibuang karena tidak dapat dijual. Limbah ini banyak terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan yang sudah tua atau sudah busuk serta daun-daun lainnya. Sayur-sayuran seperti kentang, ketimun dan buncis mengandung banyak enzim. Enzim-enzim tersebut apabila tidak diinaktifkan akan dapat menimbulkan bau yang menyengat. Untuk menginaktifkan enzim-enzim penyebab bau busuk tersebut cukup dengan pengeringan sebelum difermentasikan. Mikroba tertentu dapat dipakai didalam proses fermentasi untuk mengawetkan pakan. Hasil fermentasi diperoleh sebagai akibat metabolism mikroba-mikroba pada suatu bahan pangan dalam keadaan anaerob. Perombakan yang kompleks pada fermentasi sayur-sayuran dihasilkan oleh serangkaian pertumbuhan bakteri asam laktat Leuconostoc mesentroides. Perombakan ini umumnya memulai proses fermentasi kemudian disempurnakan oleh berbagai species lactobacillus. Walaupun hasil fermentasi menunjukkan adanya kehilangan beberapa zat, namun hal ini diimbangi dengan banyak hal yang menguntungkan. Makanan yang telah difermentasi selain dapat disimpan lama juga kualitas nutrisinya biasanya meningkat (Ishak dan Amrullah, 1985).

09/09/2012 Posted by | Uncategorized | , , , , , | 1 Komentar

Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor (Slametto, 2003:16).

Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti (Hamalik, 2006:30).

Teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. Perincian menurut Munawan (2009:1-2) adalah sebagai berikut :

1. Ranah Kognitif

Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.

2. Ranah Afektif

Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.

3. Ranah Psikomotor

Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati). Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi.

Howard Kingsley pada tahun 1998 membagi 3 macam hasil belajar yaitu, keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian serta sikap dan cita-cita. Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut (Sudjana, 2006: 22).

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.

2.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri.  Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark pada tahun 1981 bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh  kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2006 : 39).

Belajar adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi dengan lingkungannya. Perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku (psikomotorik) (Ali, 2011:1).

Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif (Djamarah, 2011:1).

Dari beberapa pendapat di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif.

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

09/02/2012 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , , | 1 Komentar

Metode Syndicate Group

Pengertian Diskusi Syndicate Group Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Coller,  dkk pada tahun 1966. Coller merupakan perintis awal penggunaan diskusi syndicate group  pada eksperimennya di perguruan tinggi.Syndicate Groupadalah suatu kelompok (kelas) dibagi menjadi beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-6 orang. Masing-masing kelompok kecil melaksanakan tugas tertentu. Guru menjelaskan garis besarnya problema kepada kelas, ia menggambarkan aspek-aspek masalah, kemudian tiap-tiap kelompok (syndicate) diberi tugas untuk mempelajari suatu aspek tertentu. Guru menyediakan referensi atau sumber-sumber informasi lain.

Setiap sindicate bersidang sendiri-sendiri atau membaca bahan, berdiskusi, dan menyusun laporan yang berupa kesimpulan sindikat. Tiap laporan dibawa ke sidang pleno untuk didiskusikan lebih lanjut (Hasibuan & Moedjiono, 2006 : 21).Diskusi “model” kelompok-kelompok (Syndicate) biasa dilaksanakan bila peserta cukup banyak. Maksudnya sederhana saja agar masing-masing peserta mempunyai peluang yang besar untuk aktif berbicara dalam diskusi tersebut, namun jika ditemukan peserta yang pasif guru memberi motivasi agar berperan aktif dalam diskusi .

Kegiatan diskusi selalu diwarnai tanya jawab antar peserta. Hal ini memberi kesempatan seluas-luasnya kepada peserta untuk menyampaikan pendapat dalam diskusi, menambah bukti dan alasan, menolak suatu gagasan, memberi pendapat dalam diskusi, memberi tanggapan dan saran, dan partisipasi aktif lain. Dipihak lain, peserta juga dapat memperoleh informasi lengkap dan terperinci mengenai masalah yang didiskusikan. Dengan demikian, kalau kegiatan diskusi itu menghasilkan kesimpulan atau kesepakatan itu merupakan kesepakatan bersama.

Diskusi dapat dilakukan dalam bermacam-macam bentuk (tipe) dan dengan bermacam-macam tujuan. Berbagai bentuk diskusi yang terkenal adalah sebagai berikut :

a.  The social problema meeting(memecahkan masalah social)

Para siswa berbincang-bincang memecahkan masalah social di kelasnya atau sekolahnya dengan harapan setiap mahasiswa akan merasa “terpanggil” untuk mempelajari dan bertingkah laku sesuai dengan kaidah yang berlaku, seperti dengan dosen atau personel kampus lainnya, peraturan-peraturan di kelas atau di kampus, hak-hak dan kewajiban mahasiswa dan lain sebagainya.

b.  The open-ended meeting( masalah yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari dengan kehidupan mereka di sekolah) Para mahasiswa berbincang-bincang mengenai masalah apa saja yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari dengan kehidupan mereka disekolah, dengan sesuatu yang terjadi dilingkungan sekitar mereka, dan lain sebagainya.

c.  The educational-diagnosis meeting(berbincang-bincang mengenai pelajaran di kelas) Para mahasiswa berbincang-bincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud untuk saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran yang telah diterimanya agar masing-masing anggota memperoleh pemahan yang lebih baik atau benar (Suryosubroto, 2002 : 180).

2.2.1 Kegunaan Metode Diskusi Syndicate Group

Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi pengambilan kesimpulan atau pemecahan masalah. Mahasiswa berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil dibawah pimpinan dosen atau temannya untuk untuk berbagai informasi pemecahan masalah atau pengambilan putusan.

Diskusi kelompok telah terbukti kegunaannya sebagai alat untuk mencapai kebanyakan atau malahan semua tujuan itu. Tahapan Pelaksanaan Metode Diskusi Syndicate Group. Beberapa tahapan dalam pelaksanaan metode diskusi syndicate group : a) dosen mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan pengarahan seperlunya mengenai cara-cara pemecahannya. Dapat pula pokok masalah yang akan didiskusikan itu ditentukan bersama-sama oleh dosen dan mahasiswa. Yang penting, judul atau masalah yang akan didiskusikan harus dirumuskan sejelas-jelasnya agar dapat dipahami dengan baik oleh mahasiswa; b) dengan pimpinan guru, memilih pimpinan diskusi (ketua, sekretaris, pelapor), mengatur tempat duduk, ruangan, sarana, dan sebagainya. Pimpinan diskusi sebaiknya berada di tangan mahasiswa yang lebih memahami masalah yang akan didiskusikan, “berwibawa” dan disenangi oleh teman-temannya, lancar berbicara, dapat bertindak tegas, adil dan demokratis. Tugas pimpinan pada saat diskusi antara lain : (1) pengatur dan pengarah diskusi, (2) pengatur“lalu lintas” pembicaraan, (3)penengah dan penyimpul berbagai pendapat; c) para siswa berdiskusi dalam kelompoknya masin-masing, sedangkan guru berkeliling dari kelompok yang satu  ke kelompok yang lain (kalau ada lebih dari satu kelompok), menjaga ketertiban , serta memberikan dorongan dan bantuan agar setiap anggota kelompok berpartisipasiaktif, dan agar didiskusikan berjalan lancar.Setiapanggoata hendaknya tahu persis apa yang akan didiskusikandan bagaimana caranya berdiskusi. Diskusi harus berjalan dalam suasana bebas, setiap anngota tahu bahwa mereka mempunyai hak bicara yang sama; d) akhirnya siswa mencatat hasil diskusi, dan gurumengumpulkan laporan hasil diskusi dari setiap kelompok (Hasibuan & Moedjiono, 2006)

 IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

08/25/2012 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , | 1 Komentar

Metode Card Short

Card Short yakni strategi pembelajaran berupa potongan-potongan kertas yang dibentuk seperti kartu yang berisi informasi atau materi pelajaran. Pembelajaran aktif model Card Short merupakan pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa, dimana dalam pembelajaran ini setiap siswa diberi kartu indeks yang berisi informasi tentang materi yang akan dibahas, kemudian siswa mengelompok sesuai dengan kartu indeks yang dimilikinya. Setelah itu siswa  mendiskusikan dan mempresentasikan hasil diskusi tentang materi dari kategori  kelompoknya. Di sini pendidik lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan menjelaskan materi yang perlu dibahas atau materi yang belum dimengerti siswa setelah presentasi selesai. Card Short (sortir kartu) strategi ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek atau mereview ilmu yang telah diberikan sebelumnya atau mengulangi informasi. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamisir kelas yang kelelahan (Zaini 2004:53).

Card Sort (mensortir kartu) yaitu suatu strategi yang digunakan pendidik dengan maksud mengajak peserta didik untuk menemukan konsep dan fakta melalui klasifikasi materi yang dibahas dalam pembelajaran (Fatah, 2008 :185).

Metode Card Short, dengan menggunakan media kartu dalam praktek pembelajaran, akan membantu siswa dalam memahami pelajaran dan menumbuhkan motivasi mereka dalam pembelajaran, sebab dalam penerapan metode Card Short, guru hanya berperan sebagai fasilitator, yang memfasilitasi siswanya dalam pembelajaran, sementara siswa belajar secara aktif dengan fasilitas dan arahan dari guru. Card Sort yaitu motivasi dari guru; bagi kartu kosong secara acak; guru mencari kata kunci di papan; siswa mencari kata sejenis (satu tema) dengan temannya; diskusi kelompok berdasarkan temanya; menyusun kartu di papan dan masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya (Syaharuddin, 2008:1).

Strategi ini dapat diterapkan apabila guru hendak menyajikan materi atau topik pembelajaran yang memiliki bagian-bagian atau kategori yang luas. Caranya guru menuliskan materi  dan bagian-bagiannya ke dalam kertas karton atau yang lainnya secara terpisah. Kertas diacak dan setiap siswa diberikan kesempatan untuk mengambil satu kertas, atau beberapa siswa mengambil kertas tersebut lalu membagikannya satu persatu pada teman-temannya. Setelah siswa memegang kertas tersebut, kemudian mencari pasangan siswa lain dalam kelompok berdasarkan kategori yang tertulis. Jika seluruh siswa sudah dapat menemukan pasangannya berdasarkan kategori yang tepat, mintalah mereka berjajar secara urut kemudian salah satu menjelaskan kategori kelompoknya (Fadeh, 2009:39).

Salah satu ciri dalam metode Card Short yaitu pendidik lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan menjelaskan materi yang perlu dibahas atau materi yang belum dimengerti siswa setelah presentasi selesai. Sehingga materi yang telah dipelajari benar-benar difahami dan dimengerti oleh siswa. Ciri khas dari pembelajaran  aktif model Card Short ini adalah siswa mencari bahan sendiri atau materi  yang sesuai dengan kategori kelompok yang diperolehnya dan siswa mengelompok sesuai kartu indeks yang diperolehnya. Dengan demikian siswa menjadi aktif dan termotivasi dalam proses belajar mengajar (Fadeh, 2009:38).

a. Tujuan Metode Card Sort

Tujuan  dari  strategi  dan  metode  belajar menggunakan Card Short ini adalah  untuk  mengungkapkan  daya  ingat  terhadap  materi  pelajaran  yang telah dipelajari siswa (Wahyudi, 2009:1).

Tujuan dari strategi dan metode belajar menggunakan “memilah dan memilih kartu ”Card Short” ini adalah untuk mengungkapkan daya ingat atau recall terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari siswa. Sehingga siswa benar-benar memahami dan mengingat pelajaran yang telah diberikan (Hartono, 2006:1).

b. Aplikasi/Langkah-langkah Metode Card Sort

Melvin L. Silberman menjelaskan bahwa mengajarkan bukan semata persoalan menceritakan. Belajar bukanlah konsekuensi dari penuangan informasi ke dalam benak siswa. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. Pola belajar yang bisa membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif, agar belajar menjadi aktif siswa harus mengerjakan banyak sekali tugas. Mereka harus menggunakan otak, mengkaji gagasan, memecahkan masalah, dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah. Siswa bahkan sering meninggalkan tempat duduk mereka, bergerak leluasa  dan berfikir keras (moving about and thinking aloud) (Siberman. 2006:9).

Strategi belajar ”Memilah dan Memilih Kartu” Card Sort, banyak pakar pendidikan yang telah merumuskan langkah-langkah aplikasinya, diantaranya:

Adapun langkah-langkah aplikasi Melvin L Siberman (2006:169-170) yaitu:

1. Masing-masing siswa diberikan kartu indeks yang berisi materi pelajaran. Kartu indeks dibuat berpasangan berdasarkan definisi, kategori/kelompok, misalnya kartu yang berisi aliran empiris dengan kartu pendidikan ditentukan oleh lingkungan dan lain-lain. Makin banyak siswa makin banyak pula pasangan kartunya.

2. Guru menunjuk salah satu siswa yang memegang kartu, siswa yang lain diminta berpasangan dengan siswa tersebut bila merasa kartu yang dipegangnya memiliki kesamaan definisi atau kategori.

3. Agar situasinya agak seru dapat diberikan hukuman bagi siswa yang melakuan kesalahan. Jenis hukuman dibuat atas kesepakatan bersama.

4. Guru dapat membuat catatan penting di papan tulis pada saat prosesi terjadi.

Langkah-langkah aplikasi metode Card Short menurut Yasin Fatah (2008: 185) yaitu:

  1. Bagikan kertas yang bertuliskan informasi atau kategori tertentu secara acak.
  2. Tempelkan kategori utama di papan atau kertas di dinding kelas.
  3. Mintalah peserta didik untuk mencari temannya yang  memiliki kertas/kartu yang berisi yang sama untuk membentuk kelompok dan mendiskusikannya.
  4. Mintalah mereka untuk mempresentasikannya.

c. Kelebihan dan kelemahan metode Card Short menurut Wahyuni (2011:14)

1. Kelebihan

a. Guru mudah menguasai kelas

b. Mudah dilaksanakan

c. Mudah mengorganisir kelas

d. Dapat diikuti oleh siswa yang jumlahnya banyak

e. Mudah menyiapkannya

f. Guru mudah menerangkan dengan baik

2. Kelemahan

Adanya kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian murid, terutama apabila terjadi jawaban-jawaban yang menarik perhatiannya, padahal bukan sasaran (tujuan) yang diinginkan dalam arti terjadi penyimpangan dari pokok persoalan semula.

d. Hal- Hal yang Harus Diperhatikan dalam Penggunaan Card Sort

Tujuan strategi dan metode belajar menggunakan Card Short ini adalah memperkuat daya ingat terhadap materi yang telah dipelajari siswa (Wahyuni, 2011:14).

Untuk itu hal-hal yang harus diperhatikan dalam prosedur penggunaan metode Card Short menurut Wahyudi (2009:1) antara lain :

a)      Kartu-kartu tersebut jangan diberi nomor urut

b)      Kartu-kartu tersebut dibuat dalam ukuran yang sama

c)      Jangan memberi “tanda kode” apapun pada kartu-kartu tersebut

d)     Kartu-kartu  tersebut  terdiri  dari  “beberapa  bahasan”  dan  dibuat dalam jumlah yang banyak atau sesuai dengan jumlah siswa,

e)      Materi yang ditulis dalam kartu-kartu tersebut, telah diajarkan dan telah dipelajari  oleh  siswa. Metode  ini dapat mengaktifkan  siswa yang  kelelahan. Metode  dapat  digunakan  untuk  mengaktifkan siswa dalam mempelajari materi yang bersifat konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, dan mereview materi.

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

08/15/2012 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , , , , , | 8 Komentar

HASIL BELAJAR

1. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor (Slametto, 2003:16).

Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti (Hamalik, 2006:30).

Teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. Perincian menurut Munawan (2009:1-2) adalah sebagai berikut :

1. Ranah Kognitif

Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.

2. Ranah Afektif

Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.

3. Ranah Psikomotor

Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati). Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi.

Howard Kingsley pada tahun 1998 membagi 3 macam hasil belajar yaitu, keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian serta sikap dan cita-cita. Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut (Sudjana, 2006: 22).

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.

2.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri.  Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark pada tahun 1981 bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh  kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2006 : 39).

Belajar adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi dengan lingkungannya. Perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku (psikomotorik) (Ali, 2011:1).

Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif (Djamarah, 2011:1).

Dari beberapa pendapat di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif.

1. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor (Slametto, 2003:16).

Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti (Hamalik, 2006:30).

Teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. Perincian menurut Munawan (2009:1-2) adalah sebagai berikut :

1. Ranah Kognitif

Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.

2. Ranah Afektif

Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.

3. Ranah Psikomotor

Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati). Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi.

Howard Kingsley pada tahun 1998 membagi 3 macam hasil belajar yaitu, keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian serta sikap dan cita-cita. Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut (Sudjana, 2006: 22).

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.

2.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri.  Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark pada tahun 1981 bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh  kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2006 : 39).

Belajar adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi dengan lingkungannya. Perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku (psikomotorik) (Ali, 2011:1).

Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif (Djamarah, 2011:1).

Dari beberapa pendapat di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif.

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

08/15/2012 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | Tinggalkan komentar

BUAH SIMALAKAMA KENAIKAN BBM DAN KONDISI EKONOMI RAKYAT

 PENDAHULUAN

’Mohon maaf kepada rakyat Indonesia, (harga) BBM akan naik,’’ kata Jero Wacik di sela menghadiri pengarahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Raker 2012 Kementerian Luar Negeri.

Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) pada bulan April ini menyebabkan adanya pro dan kontra di masyarakat. Salah satu alasan pemerintah yang diungkapkan adalah naiknya harga minyak dunia sehingga subsidi BBM membebani anggaran APBN pemerintah. Kenaikan BBM adalah salah satu solusi yang akan dilaksanakan dan tentu saja membebani banyak masyarakat.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki berbagai sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia juga cukup besar baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dibandingkan Negara lainnya potensi pasar Indonesia cukup besar sebut saja negara tetangga seperti Singapura, Malaysia mereka sudah semakin maju. Bahkan Negara seperti Belanda, Swiss, Jepang mereka Negara yang tidak memiliki sumber daya alam yang besar tetapi kemajuannya luar biasa.

Mengapa Indonesia yang begitu banyak sumber daya alam dan manusianya belum mampu seperti mereka?

ISI

Kenaikan BBM

Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan komoditas yang memegang peranan sangat vital dalam semua aktifitas ekonomi. Dampak langsung perubahan harga minyak ini adalah perubahan-perubahan biaya operasional yang mengakibatkan tingkat keuntungan kegiatan investasi langsung terkoreksi. Secara sederhana tujuan investasi adalah untuk maksimisasi kemakmuran melalui maksimisasi keuntungan, dan investor selalu berusaha mananamkan dana pada investasi portofolio yang efisien dan relatif aman.

Kenaikan harga BBM bukan saja memperbesar beban masyarakat kecil pada umumnya tetapi juga bagi dunia usaha pada khususnya. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan pada pos-pos biaya produksi sehingga meningkatkan biaya secara keseluruhan dan mengakibatkan kenaikan harga pokok produksi yang akhirnya akan menaikkan harga jual produk. Multiple efek dari kenaikan BBM ini antara lain meningkatkan biaya overhead pabrik karena naiknya biaya bahan baku, ongkos angkut ditambah pula tuntutan dari karyawan untuk menaikkan upah yang pada akhirnya keuntungan perusahaan menjadi semakin kecil. Di lain pihak dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak tersebut akan memperberat beban hidup masyarakat yang pada akhirnya akan menurunkan daya beli masyarakat secara keseluruhan. Turunnya daya beli masyarakat mengakibatkan tidak terserapnya semua hasil produksi banyak perusahaan sehingga secara keseluruhan akan menurunkan penjualan yang pada akhirnya juga akan menurunkan laba perusahaan.

Kenaikan BBM Menyebabkan Inflasi

Kekhawatiran banyak kalangan atas dampak kenaikan harga bahan bakar minyak yang sangat drastis menjadi kenyataan. Angka laju inflasi yang diumumkan dua hari sebelum Idul Fitri betul-betul di luar dugaan hampir semua pemerhati ekonomi dan bahkan kalangan pemerintah sendiri.

Sedikit flshback kebelakang dengan mengacu pada inflasi kumulatif Januari-September 2005 sebesar 9,1 persen, inflasi bulan Oktober sebesar 8,7 persen tentu saja tergolong luar biasa sehingga membuat inflasi kumulatif Januari-Oktober menjadi 15,6 persen. Inflasi Oktober berdasarkan perhitungan “tahun ke tahun” (year on year) lebih tinggi lagi, yakni 17,9 persen. Berdasarkan angka-angka itu, laju inflasi tahun 2005 diperkirakan berkisar 16-18 persen atau titik tengahnya adalah 17 persen.

Di awal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), seorang menteri ekonomi menegaskan bisa menahan laju inflasi tahun 2005 di sekitar 10 persen. Lalu beberapa hari kemudian dikoreksi menjadi kira-kira 12 persen, selanjutnya kembali dikoreksi menjadi 14 persen. Kali ini dan untuk ke sekian kalinya pemerintah salah langkah. Hitung-hitungan pemerintah jelas keliru dan menyederhanakan masalah.

Memang disadari bahwa besarnya disparitas harga BBM di dalam dan luar negeri menimbulkan banyak masalah. Namun, sangat tidak realistis untuk menyelesaikan semua masalah itu sekaligus dengan hanya menggunakan satu jurus pamungkas, yakni kenaikan harga BBM sebesar 114 persen berdasarkan rata-rata tertimbang.

Padahal, kaidah Tinbergen (Tinbergen’s rule) mengatakan bahwa satu instrumen kebijakan hanya bisa secara efektif menyelesaikan satu masalah saja. Memang pemerintah menggulirkan beberapa obat penawar rasa sakit dalam bentuk paket insentif bagi dunia usaha yang meliputi paket fiskal, reformasi di bidang tata niaga dan transportasi, serta kebijakan di bidang perberasan.

Pemerintah juga mengucurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) bagi setiap keluarga miskin sebesar Rp 100.000 per bulan yang dibayarkan di muka sekaligus untuk tiga bulan. Dengan BLT ini bahkan pemerintah sangat yakin bisa menekan jumlah orang miskin—sungguh suatu perhitungan yang teramat matematik—statik yang seolah-olah menempatkan 220 juta penduduk Indonesia bagaikan mesin tanpa jiwa dan emosi di dalam laboratorium yang terisolasi.

Dengan mempertimbangkan bahwa paket insentif dan BLT sangat terbatas cakupannya dan mengingat pula belum semua terwujud, serta masalah-masalah baru yang muncul sehingga diragukan efektivitasnya, maka tohokan kenaikan harga BBM berpotensi menambah dan memperpanjang penderitaan rakyat. Tanda-tanda ke arah sana sudah semakin nyata.

Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga BBM pada 1 Oktober lalu berdampak seketika terhadap peningkatan pengangguran terbuka sebanyak 426.000 pekerja. Jajaran penganggur ini niscaya akan terus bertambah panjang dalam setahun ke depan karena gelombang PHK akan terus berlanjut setelah Lebaran dan Tahun Baru nanti.

Tak seperti krisis tahun 1998 yang membuat banyak perusahaan besar—terutama yang banyak berutang dalam mata uang asing, memiliki kandungan impor yang besar, dan berorientasi pada pasar dalam negeri—terempas, sementara usaha kecil dan menengah (UKM) dan atau sektor informal justru mampu bertahan, dampak kenaikan harga BBM kali ini lebih berat dirasakan oleh UKM dan bersifat seketika. Padahal, UKM inilah yang menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.

Usaha berskala menengah-besar diperkirakan mulai mengalami tekanan serius pada tahap selanjutnya. Salah satu penyebab utamanya ialah kenaikan tajam suku bunga pinjaman. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari keniscayaan Bank Indonesia untuk terus-menerus meredam instabilitas makro-ekonomi. Pada hari yang bersamaan dengan pengumuman angka inflasi oleh BPS, Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 125 basis poin menjadi 12,25 persen. Inilah kenaikan BI Rate tertinggi sejak diperkenalkan untuk pertama kalinya pada 5 Juli tahun ini.

Karena negeri kita tergolong sebagai small open-economy yang menerapkan rezim devisa bebas, sehingga membawa konsekuensi untuk menjaga interest rate differential dengan luar negeri, maka hampir bisa dipastikan bahwa Bank Indonesia akan terus menaikkan BI Rate.

Jika ekspektasi masyarakat terhadap inflasi “manteng” pada angka 17 persen, maka suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bertenor satu bulan hingga Desember akan bergerak cepat ke tingkat 15 persen. Jika pada angka ini posisi rupiah terus mengalami tekanan “berat”, maka boleh jadi suku bunga SBI akan terus dinaikkan. Berdasarkan pengalaman dua tahun terakhir saja, serta dengan mengambil selisih rata-rata suku bunga SBI bertenor satu bulan dan angka inflasi yang amat konservatif sebesar 1-1,5 persen, maka suku bunga SBI berpotensi terus naik mendekati 20 persen.

Menghadapi tekanan yang bertubi-tubi, termasuk kenaikan suku bunga pinjaman, membuat dunia usaha kian kalang kabut.

Kenaikan suku bunga bisa diredam asalkan pergerakan nilai tukar rupiah agak dibiarkan fleksibel. Karena, kiranya amat sulit mencapai target suku bunga rendah dan rupiah kuat bersamaan. Pilihan pahit ini harus dipilih mau yang paling sedikit biayanya bagi perekonomian atau yang mana.

Bagaimana jika kurs yang dibiarkan mengambang akan mengarah pada destabilizing speculation? Pilihan ekstrem kalau memang suku bunga tinggi lebih memukul perekonomian ialah mem-peg nilai rupiah. Sekalipun opsi ini sangat ditentang oleh penganut aliran ekonomi mainstream, tak ada salahnya untuk mulai menghitung-hitung untung-rugi dan prakondisi yang harus terpenuhi. Paling tidak pemberlakuannya bersifat darurat dan sangat sementara.

Tantangan jangka pendek ini harus dihadapi dengan sangat hati-hati. Segala tindakan pemerintah harus betul-betul terukur. Kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal. Secara teknis, kenaikan harga BBM tak mungkin lagi dikoreksi karena dampak terhadap kenaikan harga-harga boleh dikatakan sudah terjadi penuh.

Akibat kenaikan harga BBM yang tak kepalang, pekerjaan rumah pemerintah bukannya berkurang, malahan bertambah banyak dan lebih pelik serta lebih berisiko. Investor asing dan lembaga-lembaga internasional memuji langkah berani pemerintah. Para kreditor mengamini karena terang saja mereka merasa lebih nyaman jika APBN lebih banyak dialokasikan untuk pembayaran bunga dan cicilan utang. Jadi, apa bedanya antara memberi subsidi kepada rakyat dan membayar suku bunga lebih tinggi kepada kreditor asing?

Kita berharap pemerintah lebih peka pada derita rakyatnya sendiri. Kepentingan nasional harus di atas segala-galanya. Kita harus berdaulat secara politik dan ekonomi. Keadilan harus jadi acuannya. Banyak pilihan kebijakan yang masih tersedia untuk mewujudkannya asalkan kita mau mengubah pola pikir kita yang selama ini terlalu dibelenggu oleh setting perekonomian negara maju yang kelembagaannya sudah sedemikian sangat lengkap, dan tidak korup.

 Dampak Kenaikan BBM Pada Masyarakat Kecil

Walaupun dampak kenaikan harga BBM tersebut sulit dihitung dalam gerakan kenaikan inflasi, tetapi dapat dirasakan dampak psikologisnya yang relatif kuat. Dampak ini dapat menimbulkan suatu ekspektasi inflasi dari masyarakat yang dapat mempengaruhi kenaikan harga berbagai jenis barang/jasa. Ekspektasi inflasi ini muncul karena pelaku pasar terutama pedagang eceran ikut terpengaruh dengan kenaikan harga BBM dengan cara menaikkan harga barang-barang dagangannya. Dan biasanya kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok masyarakat terjadi ketika isu kenaikan harga BBM mulai terdengar.

Perilaku kenaikan harga barang-barang kebutuhan masyarakat setelah terjadi kenaikan harga beberapa jenis BBM seperti premium (bensin pompa), solar, dan minyak tanah dari waktu ke waktu relatif sama. Misalnya, dengan naiknya premium sebagai bahan bakar transportasi akan menyebabkan naiknya tarif angkutan. Dengan kenaikan tarif angkutan tersebut maka akan mendorong kenaikan harga barang-barang yang banyak menggunakan jasa transportasi tersebut dalam distribusi barangnya ke pasar. Demikian pula dengan harga solar yang mengalami kenaikan juga akan menyebabkan kenaikan harga barang/jasa yang dalam proses produksinya menggunakan solar sebagai sumber energinya.

Begitu seterusnya, efek menjalar (contagion effect) kenaikan harga BBM terus mendongkrak biaya produksi dan operasional seluruh jenis barang yang menggunakan BBM sebagai salah satu input produksinya yang pada akhirnya beban produksi tersebut dialihkan ke harga produk yang dihasilkannya. Kenaikan harga beberapa jenis BBM ini akan menyebabkan kenaikan harga di berbagai level harga, seperti harga barang di tingkat produsen, distributor/pedagang besar sampai pada akhirnya di tingkat pedagang eceran. Gerakan kenaikan harga dari satu level harga ke level harga berikutnya dalam suatu saluran perdagangan (distribution channel) adakalanya memerlukan waktu (time lag). Tetapi, yang jelas muara dari akibat kenaikan harga BBM ini adalah konsumen akhir yang notabene adalah berasal dari kebanyakan masyarakat ekonomi lemah yang membutuhkan barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari dengan membeli barang-barang kebutuhannya sebagian besar dari pedagang eceran. Dan biasanya kenaikan harga di tingkat eceran (retail price) ini lebih besar dibandingkan dengan kenaikan harga di tingkat harga produsen (producer price) maupun di tingkat pedagang besar (wholesale price).

Sebagai contoh, kenaikan harga beberapa jenis BBM bulan Mei 1998, terulang kembali di bulan Juni 2001 dengan beberapa skenario kenaikan harga beberapa jenis BBM (premium, solar, minyak tanah). Menurut salah satu sumber di Badan Pusat Statistik, untuk jenis barang BBM yang harganya ditentukan pemerintah, hampir 50 persen dari pengaruh kenaikan BBM sudah dihitung dalam penghitungan inflasi pada bulan Juni 2001. Misalnya bensin naik dari Rp 1.150/liter menjadi Rp 1.450/liter. Karena kenaikan BBM terjadi di bulan Juni, nilai yang digunakan dalam penghitungan inflasi bulan Juni adalah ((1150 + 1450)/2) = 1300 sehingga perubahan yang digunakan adalah perubahan dari harga Rp 1.150/liter menjadi Rp 1.300/liter atau naik 13,04 persen. Sementara untuk bulan Juli 2001, perubahan harga yang dihitung adalah dari harga bensin Rp 1.300/liter menjadi Rp 1.450/ liter atau naik 11,54 persen. Perlakuan ini juga berlaku untuk jenis barang BBM lainnya.

Dengan demikian, pada bulan Juli 2001, sumbangan inflasi dari BBM (bensin, solar, dan minyak tanah) akan mencapai 0,28 persen. Ditambah lagi sumbangan inflasi pelumas/oli yang apabila naik 15 persen akan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05 persen. Sumbangan inflasi dari BBM akan bertambah besar jika komponen BBM lainnya yang tidak ditetapkan pemerintah bergerak sesuai selera pasar. Tekanan inflasi akan semakin besar apabila pemerintah menaikkan tarif dasar listrik rata-rata.

Dampak ini hanya sebagian kecil saja yang terjangkau dari pandangan kita. Justru dampak tak langsung yang merupakan hasil multiplier effect dapat menyeret tingkat inflasi lebih tinggi lagi.

Biaya Keterlambatan

 Kenaikan harga BBM tidak hanya akan menghemat anggaran dan devisa juga akan mengurangi konsumsi BBM. Banyak studi yang menyatakan bahwa kenaikan harga BBM 1% akan menurunkan konsumsi BBM lebih dari 1% atau bersifat elastis. Kenaikan harga BBM juga akan memberi insentif bagi pengembangan bahan bakar gas. Konsumen akan mencari alternatif bahan bakar yang lebih murah, aman dan ramah lingkungan, tidak perlu diatur dan dibatasi.

Pengembangan BBG sejak lima tahun yang lalu tidak mengalami kemajuan berarti, karena pemerintah memberikan subsidi premium secara berlebihan dan harga BBG nonsubsidi tidak bisa bersaing. Jadi, dari sisi mikro, kenaikan BBM juga positif memberikan kesempatan pengembagan alternatif bagi BBG.

Dari sisi makro, dengan mempelajari pengalaman tahun 2005 dan 2008 maka yang paling penting adalah adanya kepastian kenaikan harga BBM segera. Setiap keterlambatan keputusan harga BBM akan menimbulkan beban anggaran dan devisa yang berlebihan, sehingga merugikan kondisi makro. Di sinilah pemerintah harus arif dan berwawasan luas untuk melihat permasalahannya. Kalau jernih melihatnya dan terencana dengan baik, maka masalah politik dan sosial akan dapat ditanggulangi.

PENUTUP

Sinyal kegamangan masyarakat tentang kenaikan harga BBM ini memang patut ditakar dengan tepat. Sebab, salah satu nilai perbandingan, bahwa penanganan penerapan kebijakan selalu saja tidak semulus seperti yang direncanakan. Contohnya saja, program pengalihat dari minyak tanah ke gas, hingga kini masalah sosialisasi , dampak sampingan ‘’teror tabung gas’’ dan infrastruktur pendukung menjadi PR yang belum terselesaikan.

Belum lagi, muculnya isu maraknya premanisme di kota-kota besar di negeri ini. Beberapa pakar mengatakan bahwa, salah satu penyebab maraknya premanisme karena beban ekonomi di masyarakat. Hanya dengan modal nekat dan nyali mereka menjadi kekuatan yang menakut di masyarakat.

Beberapa fakta di lapangan saat ini, agaknya memberikan indikasi bahwa kondisi ekonomi masyarakat, terutama rakyat kecil belum siap untuk menerima dampak turunan dari kenaikan harga BBM.

Meski begitu, rakyat kecil pun tidak akan mampu menolak karena berbeda persepsi tentang kondisi. Bagi masyarakat kecil bagaimana mereka menyelamatkan hidup keluarganya, dan bagi pemerintah bagaimana menyelamatkan ekonomi bangsa ini.

Lalu apa langkah ke depan? Ketika pemerintah siap. Haus siap menjalankan program kenaikan harga BBM dan siap pula dengan program antisipasi dampaknya. Bagi masyarakat? Dukung program pemerintah dan tidak mengambil keutungan sesaat di balik kebijakan itu, terutama masyarakat yang memiliki hubungan linier dengan kebijakan tersebut. Semoga.***

07/18/2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

PANGAN DAN ZAT GIZI

Pangan  terdiri  dari  atas unsur-unsur  kimiawi  yang  sangat  spesifik  bagi  setiap jenis  pangan  yang  disebut  zat  gizi.  Ada  6  zat  gizi  utama  yang  diperlukan tubuh, yaitu :

a.  Karbohidrat b.  Protein

c.  Lemak d.  Vitamin e.  Mineral f.           Air

2.1.  Pengelompokkan Pangan

Pangan      telah      dikelompokkan       menurut      berbagai       cara      yang      berbeda. Beberapa                       cara       pengelompokkannya                           adalah         menurut       FAO     dan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM).

FAO                                                    DKBM

1.  Padi-padian                                    1.  Serealia, umbi dan hasil olahannya

2.  Akar-akaran                                   2.  Kacang-kacangan, biji-bijian dan hasil olahannya

3.  Kacang-kacangan       dan      biji-     3.  Daging dan hasil olahannya bijian berminyak

4.  Sayur-sayuran                                4.  Telur

5.  Buah-buahan                                 5.  Ikan, Kerang, Udang, dan hasil olahannya

6.  Pangan hewani                              6.  Sayuran

7.  Lemak dan minyak                        7.  Buah-buahan

8.  Gula dan sirop                                8.  Susu dan hasil olahannya

9.  Lemak dan minyak

10. Serba-serbi

2.1.1   Serealia dan Umbi-umbian

Beras.     Komponen      utama      beras      adalah      karbohidrat      (77,6      –      78,9%) khususnya  dalam  bentuk  pati.  Berdasarkan  warnanya  di  samping  beras  putih terdapat  beras  merah,  dan  untuk  beras  ketan  terdapat  jenis  ketan  putih  dan ketan hitam.

Jagung.      Jagung       menempati       urutan       kedua       setelah       beras       dalam menghasilkan  kalori   dan  protein   yang   dikonsumsi   rakyat   banyak.   Sebagai sumber       zat        gizi,   jagung     mempunyai       nilai        gizi        yang                berarti,         khususnya kandungan protein dan lemaknya.

Umbi-umbian.  Yang  termasuk  ke  dalam  kelompok  umbi-umbian  antara  lain adalah  ubi  kayu,  ubi  jalar,  talas,  kentang  dan  ganyong.  Ubi  kayu  (Manihot esculanta           Pohl)   merupakan   sumber   karbohidrat   yang   murah,   kaya   akan mineral Ca dan P. Khusus  pada ubi kayu kuning kaya akan Vitamin A yaitu

385  SI  per  100  g  bahan.  Ubi  kayu  mengandung  racun  asam  sianida  (HCN) atau  sianogenik  glikosida.  Berdasarkan  kadar  HCN-nya  ubi  kayu  terbagi  atas dua jenis  yaitu  ubi kayu  manis  dan tidak  beracun  dengan  kadar  HCN  kurang dari 50 mg per  kg  ubi kayu  segar.  Kedua, jenis ubi kayu pahit, beracun  dan kandungan HCN-nya lebih besar dari 50 mg per kg ubi kayu segar.

2.1.2   Kacang-kacangan

Kedelai    (glycine     max     (L)     Merill)     termasuk      ordo      Polypetales,       famili Leguminose  dan  sub  famili  Papilionedea.  Dilihat  dari  segi  pangan  dan  gizi, kedelai  merupakan  sumber  protein  yang  paling  murah  di  dunia,  di  samping menghasilkan   minyak   dengan   mutu   yang   baik.   Berbagai   varietas   kedelai yang           ada       di           Indonesia          mempunyai    kadar      protein    30,53       sampai    44% sedangkan kadar lemaknya 7,5 sampai 20,9%.

Protein  kedelai  bermutu  lebih  baik  dibandingkan  kacang-kacangan  yang  lain karena   susunan   asam  amino   pada  kedelai   lebih  lengkap   dan  seimbang. Komposisi  asam  amino  essensial  pada  kedelai  dapat  dilihat  di  “Komposisi Zat Gizi Pangan Indonesia” Edisi 1990.

Di  samping  mengandung  zat  gizi  yang  berguna,  pada  kedelai  juga  terdapat senyawa         anti        gizi,        yaitu             antitripsin,           hemaglutinin,      asam     fitat,       dan oligosakarida  penyebab   timbulnya  flatulensi.   Dalam  pengolahan   zat-zat  anti gizi tersebut harus dihilangkan atau diinaktifkan.

Kacang   Hijau.   Seperti   halnya   kacang-kacangan   yang   lain,   kacang   hijau dikenal   sebagai  sumber  protein  nabati  karena  kandungan  proteinnya  cukup tinggi,  yaitu  sekitar  19,04  –  25,37%.  Tetapi  selain  itu  kandungan  karbohidrat yang  tinggi  di  dalam  kac ang  hijau  memungkinkan  pula  kacang  hijau  disebut sebagai sumber karbohidrat.

Kacang  Merah.   Kacang   merah  dikenal   pula  dengan   nama  kacang  jogo, termasuk   famili   Leguminosa,   sub   famili   Papilionadeae,   genus   Phaseolus, dan species vulgaris. Kandungan proteinnya cukup tinggi yaitu 23,1%.

2.1.3   Daging

Daging  merupakan   salah  satu  bahan  pangan  yang  penting  dalam  rangka pemenuhan  gizi   khususnya   pemenuhan   protein   hewani.   Walaupun   banyak bahan   nabati   yang   tinggi   kandungan   proteinnya,   namun   tidak   ada   bahan pangan  nabati  yang  mempunyai  kandungan  protein  sebaik  protein  daging.  Di samping itu         daging                 merupakan     sumber           zat            besi   (Fe)     dan     vitamin              B- kompleks,  terutama  vitamin  B12   yang  umumnya  jarang  terdapat  pada  bahan pangan nabati.

Pada   dasarnya   komponen-komponen   yang   menyusun   jaringan   otot   terdiri atas   air,   protein,  lemak,  karbohidrat,  mineral,  vitamin,  enzim  dan  hormon. Komposisi  ini  berbeda  sesuai  dengan  jenis  hewan,  ras,  umur,  jenis  kelamin, bagian  potongan  daging  dan  ransum  makanan.  Komposisi  rata-rata  zat  gizi daging dari berbagai jenis hewan dan olahannya dapat dilihat pada DKBM.

2.1.4   Telur

Telur     merupakan      salah     satu     bahan      pangan      yang     paling      bergizi      dan sempurna,           karena    mengandung                          zat-zat   gizi   yang   dibutuhkan   oleh   suatu makhluk   hidup   dalam   jumlah   yang   cukup.   Di   samping   itu  protein   telur merupakan   protein   yang   bermutu   tinggi   karena   memiliki   susunan   asam amino   yang  lengkap  sehingga  sering  dijadikan  patokan  dalam  menentukan mutu  protein  dari  berbagai  bahan  pangan  lainnya.  Skor  asam  amino  protein telur adalah 100 dan daya cerna 100.

Lemak  terutama  terdapat  pada  kuning  telur  (31,8-35,5%).  Pada  bagian  putih telur   kadar  lemaknya  sangat  rendah  (+  0,03%)  sehingga  dapat  diabaikan. Lemak  telur   tersusun   oleh   65,5%   trigliserida,   28,3%   fosfolipid   dan   5,2% kolesterol.

Karbohidrat   terdapat  dalam  keadaan  bebas  atau  berikatan  pada  putih,  98% dari   karbohidrat   yang   bebas   adalah   glukosa.   Pada   kuning   telur   terdapat karbohidrat  sebanyak  1,0%  yang  terdiri  dari  glukosa,  dan  sisanya  berikatan sebagai manosa-glukosamin.

Di  samping   nilai  gizi  telur  yang  tinggi,  sifat  fungsional  pada  telur  sangat penting            diketahui              sehubungan     dengan                    peranan            telur    dalam      proses pengolahan.   Sifat      fungsional           telur                       antara          lain               adalah              daya   busa,       daya koagulasi, daya pengemulsi, pembentukan warna dan cita rasa.

2.1.5   Ikan

Ditinjau  dari  aspek  gizi,  ikan  merupakan  bahan  pangan  sumber  protein  yang cukup   potensial   dan   dapat   dibandingkan   atau   disejajarkan   dengan   bahan pangan  hewani   lainnya  seperti  daging  sapi,  unggas,  telur  dan  susu.  Ikan mempunyai  kandungan   protein   sekitar   15-24  %  tergantung  jenis  ikan  dan mempunyai daya cerna yang relatif tinggi yaitu sekitar 95%.

Kandungan   gizi  penting  lainnya  pada  ikan  yang  sangat  berperanan   dalam menjaga   kesehatan   tubuh   adalah   “asam   lemak   omega   3”.   Asam   lemak omega  3  ini  khususnya  banyak  terdapat  pada  ikan  laut,  misalnya  lemuru.  Di samping  itu   ikan   juga   merupakan   sumber   zat  gizi   mineral   yang   sangat penting, yaitu Ca, P dan Fe.

2.1.6   Sayuran dan Buah-buahan

Sayuran  dan  buah-buahan  merupakan  sumber  vitamin  dan  mineral.  Kedua zat  gizi   tersebut  mempunyai  fungsi  penting  sebagai  pengatur  metabolisme tubuh. Selain itu penting untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Di  samping  menyediakan  vitamin  dan  mineral  berbagai  jenis  sayuran  dan buah-buahan  juga   mengandung   serat   makanan   dalam   jumlah   yang   relatif tinggi   (1-6%).  Serat   makanan   berguna   untuk  membantu   perncernaan   dan memperlancar        ekskresi,        mencegah        penyakit        kanker        kolon,        dan atherosklerosis.

Konsumsi          sayuran             berwarna           hijau      dan       kuning   jingga     dapat     membantu memenuhi  kebutuhan  tubuh  akan  vitamin,  khususnya  vitamin  A  dan  C  serta mineral.  Pada  umumnya  makin  tua  warna  sayuran  makin  tinggi  kandungan vitamin A dan mineral Fe.

Kadar  air sayuran  dan buah-buahan  umumnya  lebih  tinggi  dari  70% dan ada juga  yang  lebih  tinggi  dari  85%.  Sedangkan  kandungan  proteinnya  tidak  lebih dari 3,5% dan lemaknya kurang dari 0,5%.

Karbohidrat   dalam  sayuran  dan  buah-buahan  dapat  dikelompokkan  menjadi dua   yaitu   yang   dapat   dicerna   (gula   dan   pati)   dan   tidak   dapat   dicerna (selulosa).

2.1.7   Susu dan Hasil Olahannya

Susu  adalah  produk  berupa  cairan  putih  yang  dihasilkan  oleh  hewan  ternak mamalia       dan                   diperoleh            dengan   cara               pemerahan.               Hewan      perah      yang umumnya  dimaksud  adalah  sapi,  namun  hewan  lain  sebagai  sumber  susu yang belum       dimanfaatkan          secara        optimal           adalah   kerbau, kambing                  dan domba.

Komposisi  susu sapi : air 87%, protein 3,5%, lemak 3,7%, karbohidrat  4,9%, dan   kadar   abu   0,07%.   Kandungan   lemak   dan   protein   sangat   bervariasi. Protein  susu  berupa  asam-asam  amino  essensial  yang  lengkap  yang  kaya akan  lisin  dan  metionin  yang  kurang  terdapat  pada  bahan  pangan  serealia. Nilai daya cerna susu sebesar 97%.

Lemak   susu  adalah  asam  lemak  rantai  pendek   dan  jenuh  seperti   asam lemak  butirat  dan  kaproat.  Karbohidrat  pada  susu  adalah  laktosa  atau  gula susu  yang   merupakan  disakarida.  Abu  pada  susu  sebagian  terdapat  pada larutan dan  sebagian  pada  lemak.  Yang  terdiri  dari  Ca,  K, Mg,  Na,  F, Cl, S, Fe, Cu, Zn, Al, Mn, I, dll. sebagai “traces”.

2.2.  Zat Gizi dan Fungsi Zat Gizi

2.2.1   Karbohidrat

Karbohidrat       adalah       senyawa      organik       yang      terdapat       pada      tanaman mengandung   unsur   karbon   (C),   hidrogen   (H),   dan   oksigen   (O)   dengan perbandingan 2 : 1.

Rumus umumnya, yaitu : CnH2nO2  atau Cn(H2O)n.

Klasifikasi :

1.       Monosakarida (Gula sederhana) Terdiri dari :

a.     Glukosa (dekstrosa) b.            Fruktosa (Gula buah) c.       Galaktosa

2.    Disakarida (C11H22O11) a.            Sukrosa (Gula meja) b.       Maltosa (Gula Malt) c.            Laktosa (Gula Susu)

3.    Polisakarida a.       Pati

b.     Dekstrin c.     Glikogen d.        Selulosa

e.     Hemiselulosa

f. Pektin

Fungsi Karbohidrat

a.    Karbohidrat       sebagai       sumber      energi      utama.      Sel-sel      tubuh membutuhkan               ketersediaan                       energi         yang       konstan     (selalu tersedia),  terutama  dalam  bentuk  glukosa  serta  hasil  antaranya. Satu gram karbohidrat menyediakan 4 kalori.

b.   Pengatur metabolisme lemak.

Karbohidrat      dapat     mencegah     terjadinya      oksidasi      lemak     yang

tidak sempurna.

c.   Penghemat fungsi protein.

Agar  protein  dapat  kita  gunakan  sesuai  dengan  fungsinya,  maka kebutuhan    karbohidrat         harus                     selalu              dipenuhi              dalam        susunan menu sehari-hari.

d.   Karbohidrat      sebagai      sumber      energi      utama      bagi      otak     dan susunan syaraf.

e.   Simpanan karbohidrat sebagai glikogen.

f.     Pengatur peristaltik dan memberi muatan pada sisa makanan.

2.2.2   Lemak

Lemak      merupakan  ester  dari  gliserol  dan  asam  lemak.  Lemak  mempunyai unsur-unsur  organik  karbon,  hidrogen  dan  oksigen  yang  terikat  dalam  ikatan gliserida.

Klasifikasi Asam Lemak

² Berdasarkan ada atau tidaknya ikatan rangkap :

1.     Asam Lemak Jenuh (tidak ada ikatan rangkap) Contoh : asam butirat, asam kaproat dsb.

2.     Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal (satu ikatan rangkap)

Contoh : asam palmitoleat dan asam oleat.

3.     Asam Lemak Tak Jenuh Poli (lebih dari satu ikatan rangkap)

Contoh     :     asam     lemak     linoleat,      asam     lemak     linolenat,       asam arakidonat

² Berdasarkan banyaknya atom C pada rantai gliserida :

1.     Asam  lemak  berantai  pendek  :  mempunyai  atom  karbon  sebanyak

4 – 6 buah.

2.     Asam  lemak  berantai  sedang  :  mempunyai  atom  karbon  sebanyak

8 – 12 buah.

3.     Asam  lemak  berantai  panjang  :  mempunyai  atom  karbon  sebanyak

12 – 24 buah.

Selain  lemak  yang  termasuk  trigliserida  atau  asam  lemak  netral,  diketahui juga  kelompok  lain  yang  merupakan  ester  asam  lemak,  alkohol  serta  radikal lainnya dan turunan/derivat lemak.

Yang termasuk turunan/derivat lipida, adalah sterol, contoh :

1.     Kholesterol

Merupakan   bagian   yang   penting   dalam   sel   dan   jaringan-jaringan tubuh, otak, syaraf, ginjal, limpa, hati dan kulit.

2.     Ergosterol dan Kalsiferol

Merupakan   macam  sterol  lain  juga  sebagai   prekursor   vitamin  D

yang selalu didapatkan pada tumbuhan dan minyak hati ikan.

Fungsi Lemak

Lemak    mempunyai   bermacam-macam   fungsi     yang     berguna     bagi     tubuh. Beberapa diantaranya akan di bahas di bawah ini :

a.     Penghasil energi

Seperti  telah  dijelaskan,  diketahui  bahwa  sebagian  sumber  energi  yang pekat,  1  gram  lemak  menghasilkan  9  kalori  (2,25  kali  lebih  besar  dari energi  yang   dihasilkan   oleh  1  gram  protein   atau  karbohidrat).   Energi yang   berlebihan   dalam   tubuh   akan   disimpan   dalam   jaringan   adiposa sebagai energi potensial.

b.     Pembangun/pembentuk struktur tubuh

Cadangan  lemak  yang  normal  terdapat  di  bawah  kulit  dan  di  sekeliling organ  tubuh,  yang  berfungsi  sebagai  bantalan  pelindung  dan  menunjang letak organ tubuh .

c.    Protein sparer

Apabila      kebutuhan      energi      tubuh      dapat      dipenuhi      dari      lemak      dan karbohidrat, maka penggunaan protein dapat dihemat, sesuai fungsinya.

d.     Penghasil asam lemak essensial

Asam   lemak   essensial   yang   memegang   peranan   penting   bagi   tubuh yaitu linoleat, linolenat dan arakidonat.

e.     Carrier/pembawa vitamin larut dalam lemak

Vitamin  A,  D,  E  dan  K  membutuhkan  media  yang  mengandung  lemak untuk dapat dipergunakan tubuh.

f.     Fungsi lemak lainnya.

-      Sebagai  pelumas  di  antara  persendian  dan  membantu  pengeluaran sisa makanan.

-      Lemak  memberi  kepuasan  citarasa,  lebih  lambat  dicerna  sehingga dapat   menangguhkan   perasaan  lapar.  Lemak  juga  memberi  rasa dan keharuman yang lebih baik pada makanan.

-      Beberapa      macam     lipida       berfungsi      sebagai       agen      pengemulsi

(misalnya lesithin).

Kekurangan       asam     lemak                omega-3            menimbulkan     gangguan           saraf                  dan penglihatan.  Di  samping  itu  kekurangan  asam  lemak  essensial  menghambat pertumbuhan        pada      bayi     dan       anak-anak,             kegagalan          reproduksi          serta gangguan pada kulit, ginjal dan hati.

2.2.3   Protein

Molekul  protein  tersusun  dari  satuan-satuan  dasar  kimia,  yaitu  asam  amino dan   asam -asam  amino  ini  saling  berhubungan   dengan  suatu  ikatan  yang disebut ikatan peptida (-CONH-).

Klasifikasi Asam Amino :

² Berdasarkan pembentukkannya :

1.  Asam Amino Esensial

Asam  amino  ini  tidak  dapat  dibentuk  oleh  tubuh  sendiri,  sehingga harus  ditambahkan  dari  luar  Ada  8  asam  amino  untuk  orang  dewasa dan pada anak-anak ada 10 asam amino esensial.

2.  Asam Amino Semi Esensial

Asam amino yang dapat menghemat  pemakaian asam amino esensial tapi    tidak     sempurna           menggantikannya,       contoh                        :               sistin            dapat menghemat pemakaian metionin.

3.  Asam Amino Non Esensial

Asam   amino   ini   dapat   disintesa   tubuh   sepanjang   bahan   dasarnya memnuhi  bagi  pertumbuhannya.  Semua  asam  amino  diperlukan  tubuh untuk  kelangsungan  proses  fisiologi  normal  tubuh, tapi 8  – 10 macam di  antaranya   perlu  didapatkan  dalam  bentuk  jadi  dari  menu  sehari- hari.

² Berdasarkan macam asam amino yang membentuknya:

1.  Protein Sempurna (Complete Protein)

Protein  yang  mengandung   asam -asam  amino  esensial  lengkap  baik macam   maupun   jumlahnya,  sehingga  dapat  menjamin  pertumbuhan dan         mempertahankan    kehidupan          jaringan yang      ada.           Umumnya protein   hewani   merupakan   protein   sempurna   dan   mempunyai   nilai biologis   yang  tinggi,  contoh:  kasein  pada  susu,  albumin  pada  putih telur.

2.  Protein Tidak Sempurna (Incomplete Protein)

Protein  yang  tidak  mengandung  atau  sangat  sedikit  berisi  satu  atau lebih   asam-asam  amino  esensial.  Protein  ini  tidak  dapat  menjamin pertumbuhan           dan           mempertahankan       kehidupan          jaringan                         yang   ada, contoh: Zein pada jagung dan protein nabati lainnya.

3.  Protein Kurang Sempurna (Partially Incomplete Protein)

Protein  ini  mengandung   asam  amino  esensial  yang  lengkap,  tetapi beberapa  diantaranya  hanya  sedikit.  Protein  ini  tidak  dapat  menjamin pertumbuhan,  tetapi   dapat   mempertahankan   kehidupan   jaringan  yang sudah   ada,   contoh:   Legumin   pada   kacang-kacangan,   Gliadin   pada gandum.

Fungsi Protein

a.     Sebagai enzim

Protein merupakan salah satu komponen enzim. b.  Alat pengangkut dan alat penyimpanan.

Banyak  molekul  dengan  berat  molekul  kecil  serta  beberapa  ion  dapat

diangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu misalnya:

-       hemoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit

-       mioglobin mengangkut O2  dalam otot

-       transferin  mengangkut  ion  besi  dalam  plasma  darah  dan  disimpan dalam hati sebagai kompleks dengan ferritin.

c.    Pengatur pergerakan

Protein  merupakan  komponen  utama  daging,  gerakan  otot  terjadi  karena adanya dua molekul protein yang saling bergeseran.

d.     Penunjang mekanis

Kekuatan   dan   daya   tahan   robek   kulit   dan   tulang   disebabkan   adanya kolagen   yaitu  suatu  protein  yang  berbentuk  bulat  panjang  dan  mudah membentuk serabut.

e.     Pertahanan tubuh/imunisasi

Pertahanan   tubuh   biasanya   dalam   bentuk   antibodi   yaitu  suatu   protein khusus   yang   dapat   mengenal   dan   menempel   atau   mengikat   benda- benda asing  yang  masuk  ke dalam  tubuh seperti  virus,  bakteria  dan sel- sel asing lainnya.

f.     Media perambatan impuls syaraf

Protein      yang      mempunyai      fungsi      ini     biasanya       berbentuk      reseptor, misalnya             rodopsin,                yaitu       suatu   protein   yang         bertindak                               sebagai reseptor/penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata.

g.     Pengendalian pertumbuhan

Protein      ini      bekerja      sebagai       reseptor      (dalam      bakteri)      yag     dapat

mempengaruhi   fungsi  bagian-bagian  DNA  yang  mengatur  sifat  karakter bahan.

2.2.4   Vitamin

Vitamin  berasal  dari  kata  latin,  vita  yang  berarti  hidup.  Merupakan  kelompok gizi   yang   terbaru.   Umumnya   vitamin   ditentukan   baik   dengan   huruf   atau dengan nama misal vitamin A, B, C dan sebagainya.

Vitamin digunakan          tubuh     dalam    jumlah   yang      sedikit,   tetapi     tidak                  ada golongan               gizi        lain                         dapat      menggantikannya.         Vitamin-vitamin bekerja satu sama   lain  dan  dengan  zat  gizi  lainnya  dalam  memperlancar  fungsi  tubuh

secara     normal.      Sebagian      besar     fungsinya      berkaitan      dengan      fungsinya sebagai  enzim  pembantu  (ko-enzim) dalam  metabolisme  zat gizi  dan dalam melepaskan  energi.   Semua   vitamin   digolongkan  menurut  daya  melarutnya. Beberapa viamin larut dalam pelarut lemak, lainnya larut dalam air.

A. Vitamin Larut dalam Lemak

1.     Vitamin A

Vitamin   A  adalah  vitamin  yang  larut  dalam  lemak.  Vitamin  A  dalam bentuk  seperti  retinol  sebagai  pro  vitamin  (pendahulu)  dalam  zat  warna karetonoid   tanaman  yang  sebagian   besar  merupakan   karoten.  Sumber vitamin  A  jadi  yang  baik  mencakup  hewan  darat  dan  air,  minyak,  hati, kuning  telur,  kepala  susu,  lemak  mentega  dan  margarin  yang  diperkaya dengan vitamin A.

2.     Vitamin D

Fungsi  utama  vitamin  D,  yaitu  mengatur  penyerapan  kapur  dan  fosfor sebagai   bahan  penyusun  tulang  dan  gigi.  Kekurangan  vitamin  D  dapat menyebabkan kelainan tulang pada anak-anak dan orang dewasa

Kelebihan  vitamin  D  dapat  meyebabkan  keracunan.  Gejalanya            adalah lemah,     sakit      kepala,   kurang               nafsu    makan,     diare,        muntah-muntah, gangguan mental dan pengeluaran urin berlebihan.

3.     Vitamin E

Vitamin      E      tersebut       tidak      mempunyai      fungsi      yang      jelas      dalam metabolisme  manusia,   satu-satunya  fungsi  yang  terbukti  adalah  bahwa bahan  tersebut  bertindak  sebagai  antioksidan.  Sumber  yang  paling  kaya akan  vitamin   E   adalah  minyak  sayuran,  butiran  padi-padian  yang  utuh dan  sayuran  yang  berdaun  hijau.  Gejala  kekurangan  vitamin  E       adalah kehilangan  koordinasi   dan   refleks  otot,  serta  gangguan  penglihatan  dan berbicara.

Kelebihan vitamin E secara berlebihan dapat menimbulkan keracunan.

4.     Vitamin K

Vitamin ini          penting   dalam    pembentukkan   protein   penggumpal       darah (prothrombin)  di  dalam  hati.  Kekurangan  vitamin  K  menyebabkan  darah tidak   dapat   menggumpal,   sehingga   bila   ada   luka   atau   pada   operasi

terjadi     perdarahan..      Kelebihan      vitamin     K    menyebabkan     hemolisis      sel darah merah, sakit kuning (jaundice) dan kerusakan pada otak.

B. Vitamin Larut dalam Air

1.     Vitamin B-kompleks

Kebanyakan     merupakan     bagian     enzim     pembantu     dalam     tubuh     dan beberapa di antaranya bekerja untuk membantu metabolisme tubuh.

2.     Vitamin B1  (thiamin)

Gejala  klinik  kekurangan  thiamin  terutama  menyangkut  sistem  saraf  dan

jantung, yang dalam keadaan berat dinamakan beri-beri,

3.     Vitamin B2  (riboflavin)

Enzim   ini   penting   peranannya   dalam   metabolisme   karbohidrat,   lemak

dan  protein.  Kekurangan   riboflavin  menyebabkan   gangguan  pada  organ tubuh   Tanda-tanda  awal  kekurangan   riboflavin  antara  lain  mata  panas dan  gatal,  tidak  tahan  cahaya,  kehilangan  ketajaman  mata,  bibir,  mulut serta  lidah  sakit  dan  panas.  Di  samping  itu  dapat  pula  mengakibatkan bayi lahir sumbing dan gangguan pertumbuhan.

4.     Niacin

Fungsi  niacin  adalah  sebagai  bagian  yang  penting  dari  sistem  enzim yang  berhubungan  dengan  tranfer  hidrogen  pada  sel  hidup.                                                                  Berperanan penting  pada  metabolisme  karbohidrat,  protein  dan  lemak.  Sumber  niacin adalah   hati,  ginjal,  serealia  yang  telah  difortifikasi  dan  daun  hijau  tua, yeast daging sapi, ayam dan ikan.

Pada  tahap  awal  tanda-tanda  kekurangan  niasin  adalah  kelemahan  otot, anoreksia,  gangguan  pencernaan  dan  kulit  memerah.  Kekurangan  berat menyebabkan         pelagra              yang            mempunyai       karakteristik                             dermatitis, dimensia dan diare (3D dan bila diakhiri dengan mati/death 4D

5.     Vitamin B6  (piridoksin)

Vitamin  B6    juga     dalam  metabolisme  asam  lemak  tak  jenuh  (perubahan asam linoleat menjadi arakidonat).

Kekurangan       vitamin    B6          menimbulkan     gejala-gejala                    yang      berkaitan dengan            gangguan             metabolisme      protein,   seperti    lemah,               mudah tersinggung, dan sukar tidur.

6.     Vitamin C (asam askorbat)

Kekurangan   vitamin   C   dapat   menyebabkan   skorbut,   tanda-tanda  awal antara   lain  lelah,  lemah,  napas  pendek,   kejang  otot,  tulang,  otot  dan persendian   sakit   serta  kurang   nafsu  makan,   kulit  menjadi   kering  dan gatal,  warna  merah  kebiruan  di  bawah  kulit,  perdarahan  gusi,  kedudukan gigi  menjadi longgar, mulut    dan          mata         kering         dan       rambut            rontok. Kelebihan  vitamin  C  berupa  suplemen  dapat  menimbulkan          resiko  tinggi terhadap batu ginjal.

2.2.5   Mineral

Klasifikasi mineral

Mineral dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

1.   Mayor mineral (mineral makro) : > 0,05% dari berat badan.

Contohnya : Ca, P. Mg, K, Na, Cl, dan S.

2.   Minor mineral (mineral mikro) : < 0,05% dari berat badan.

Contohnya : Fe, I, Co, F, Mn, Cu, Zn, Mo, Se dan Cr.

Fungsi Mineral

1.  Sebagai  pem bentuk  struktur.  Bila  digunakan  untuk  membentuk  bahan pembangun yang akan menjadi bagian dari sel jaringan, misalnya :

a.  Jaringan keras seperti tulang, gigi. Contoh mineral Ca dan P. b.   Jaringan lunak sebagai otot daging: K, S dan P

c.  Komponen  penting  seperti  Fe,  Cu,  dan  Co  untuk  pembentukkan sel darah merah (bersama protein dan vitamin B12).

2.  Sebagai pengatur proses dan fungsi tubuh

a.  Menjaga tekanan osmose tubuh (Na, K dan Ca)

b.  Menjaga keseimbangan asam basa (Cl)

c.  Menjaga kontraktilitas otot (Ca, P)

d.  Menjaga fungsi syaraf (Ca, Mg)

e.  Memungkinkan terjadinya pembekuan darah (Ca)

f.    Memugkinkan terjadinya proses pencernaan (Cl)

g.  Aktivator reaksi metabolik berperanan sebagai enzim (Zn, M, Mn).

2.2.6   Air

Enam  puluh  sampai  tujuh  puluh  persen  dari  berat  tubuh  terdiri  dari  air. Kehilangan  air  sebanyak  10%  sudah  sakit  dan  kehilangan  air  sebanyak  20% sudah            fatal.      Air         adalah   kebutuhan          kedua    setelah   O2          untuk     menjaga kehidupan. Pada  jaringan  berlemak  20%  air,  otot  75%  air  dan  plasma  darah

90%  air.  Total  air  dalam  tubuh  orang  dewasa  sebanyak  45  liter.  Dua  per tiganya   terdapat   di   dalam   sel   sebagai   intraseluler   fluid   dan   sepertiganya terdapat di luar sel sebagai ekstraseluler fluid.

Fungsi Air :

1.     Sebagai pelarut

2.     Sebagai      bagian      dari      pelumas      di      persendian       dan      dalam      ruang abdomen/perut.

3.     Sebagai      pereaksi      kimiawi      dalam      tubuh      (pencernaan,       penyerapan,

sirkulasi      sebagai “Carrier”, ekskresi          membutuhkan air).

4.     Sebagai pengatur suhu/temperatur tubuh.

5.     Memelihara      bentuk       dan      susunan       tubuh,      menjaga       keseimbangan elektrolit.

2.2.7   Serat

Serat makanan (dietary fiber) dibedakan dengan serat kasar (crude fiber). Serat Makanan (Dietary Fiber)

Sumber      serat     adalah     sereal,      akar-akaran, umbi-umbian,           buah-buahan, sayuran.   Sifat      serat      dalam                  tubuh   adalah memberi        muatan              pada      usus sehingga memperbesar volume tinja dan memudahkan pengelurannya

2.3.      Metabolisme

Secara  garis  besar  metabolisme  dalam  sel  dapat  dibedakan  menjadi  dua, yaitu:

-      anabolisme atau reaksi penyusunan atau sintesis

anabolisme      adalah      penyusunan      senyawa      kimia     sederhana       menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks.

-      katabolisme atau pembongkaran atau pemecahan

katabolisme   adalah  reaksi  pemecahan   atau  penguraian   senyawa  kimia kompleks menjadi senyawa kimia yang lebih sederhana.

2.3.1   Metabolisme Karbohidrat

Glukosa  yang  berasal  dari  makanan,   oleh  darah  diangkut  ke  dalam   hati. Berkumpulnya          glukosa dalam    hati             menyebabkan    kadar     glukosa darah menjadi lebih tinggi dari normal  (kadar glukosa  normal  dalam darah ialah 100 mg  per   100  mililiter   darah).   Untuk   menghindarkan   hal  ini,  sebagian   dari glukosa diubah menjadi glikogen dengan bantuan hormon insulin.

Glikogen   itu   kemudian   dibagi-bagikan   ke   otot-otot   tubuh   menjadi   glikogen otot,  sebagian            lagi        tetap                 disimpan      dalam             hati        menjadi     glikogen hati, sedangkan     sebagian  lagi       diubah   menjadi lemak    dan            disimpan      sebagai cadangan tenaga.

Pembakaran     karbohidrat      terjadi      di    dalam     sel -sel      otot.     Telah     disebutkan bahwa  sebagian  glukosa  diubah  menjadi  glikogen  otot.  Bila  otot  berkontraksi dengan   bantuan   oksigen     yang             ada       dalam    darah,    glikogen                        ini       akan dioksidasikan   sehingga   terpecah   menjadi   CO2,   air  dan  tenaga.   Peristiwa oksidasi   dari   glikogen   inilah   yang   disebut   pembakaran   karbohidrat   untuk mendapatkan tenaga.

Bila  glikogen  otot  ini  habis,  maka  untuk  mendapatkan  tenaga  akan  diambil alihlah           glukosa darah.    Akibatnya              glukosa     darah      akan            turun         dan        untuk mencegah   hal   ini   glikogen   hati   dengan   bantuan   hormon   adrenalin   akan diubah  menjadi  glukosa.  Jika  glikogen  hati  ini  habis,  barulah  cadangan  lemak dimobilisasi untuk dibakar.

2.3.2   Metabolisme lemak

Dari  pembuluh  getah  bening,  zat  yang  berasal  dari  makanan  bersama-sama dengan  darah  akan  sampai  ke  dalam  hati.  Sebagian  zat  lemak  ini  diubah menjadi  zat  keton  di  dalam  hati,  selanjutnya  dikirim  ke  jaringan  tubuh  untuk dibakar       guna                  menghasilkan               tenaga.              Sebagian        lagi        dibawa   ke         tempat penyimpanan dan ditimbun sebagai c adangan lemak.

Apabila   tubuh   kehabisan   glikogen,   maka   lemak   badan   ini   akan   diambil kembali.   Mula-mula  lemak  badan  ini  diubah  menjadi  suatu  ikatan  dengan garam  fosfor  yang  disebut  fosfolipid,  lalu  diangkut  ke  dalam  hati  oleh  darah. Dalam   hati,   ikatan   lemak  dengan   fosfor  itu  dilepaskan   kembali   sehingga terbentuklah lemak bebas.

Lemak  bebas  ini kemudian  diubah  menjadi  zat  keton  dan  dibawa  oleh  darah ke   dalam   jaringan-jaringan   otot   untuk   dibakar   guna   mendapatkan   tenaga. Demikianlah pertukaran zat lemak berlangsung dalam tubuh.

Dikatakan  bahwa  bila  pembakaran  lemak  terjadi  terlalu  banyak  akan  timbul bahaya keracunan zat keton atau ketosis.

2.3.3   Metabolisme Protein

Kelenjar-kelenjar      ludah     di     dalam    mulut     tidak     membuat     enzim     protease. Enzim   protease   baru   terdapat                              dalam   lambung,   yaitu   pepsin.   Pepsin   ini mengubah protein menjadi albuminose dan pepton.

Kemudian   dalam   usus   12   jari   terdapat   enzim   tripsin   yang   berasal   dari pankreas,   dan   tripsin   mengubah   sisa-sisa   protein   yang  belum   sempurna diubah oleh pepsin menjadi albuminose dan pepton.

Setelah  tiba  dalam  usus  halus  di  mana  terdapat  enzim  erepsin,  albuminose dan   pepton  seluruhnya   diubah  menjadi  asam -asam  amino  oleh  enzim  ini yang siap  untuk  diserap  oleh  dinding  usus  halus.  Setelah  asam -asam amino yang  berasal  dari  protein  makanan  diserap  oleh  dinding  usus,  maka  asam- asam amino dibawa oleh darah ke dalam hati.

Asam -asam   amino   ini   dibagi -bagikan  oleh   hati   ke   jaringan-jaringan  tubuh untuk  mengganti  sel-sel  jaringan  yang  rusak.  Sebagian  dari  asam  amino  ini digunakan untuk membuat protein darah.

Jumlah  dan macam  asam amino  yang diperlukan  untuk sintesa  sel dari tiap- tiap    jaringan tidaklah sama.    Asam -asam          amino        yang         diperlukan                      untuk mengganti  protein  darah  tidak  sama  dengan  asam  amino  yang  diperlukan untuk membentuk sel-sel hati.

06/29/2012 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | , , , , , | 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 914 pengikut lainnya.