BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

Instrumen Penilaian Hasil Belajar

Belajar Iklan Di Facebook 468x60

A. Instrumen Penilaian Hasil Belajar
a. Penilaian Sikap

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP
PENILAIAN OBSERVASI

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 7 Bandung
Mata Pelajaran : Fisika (Peminatan)
Kelas/Semester : X-MIA/2
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan : Pada saat Pelaksanaan pembelajaran.
Kompetensi Dasar : 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin
tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;
bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif
dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan
percobaan dan berdiskusi.

Indikator : 1. Tanggung jawab 4. Obyektif
2. Memiliki rasa ingin tahu 5. Teliti
3. Jujur 6. Cermat
Rubrik:
Indikator sikap tanggung jawab dalam pembelajaran (dasa darma pramuka nomor 9 ) :
1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg/konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg/konsisten
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Indikator sikap memiliki rasa ingin tahu dalam kegiatan kelompok.( dasa darma pramuka no.6)
1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk memiliki sikap rasa ingin tahu dalam kegiatan kelompok.
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk memiliki sikap rasa ingin tahu dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk memiliki sikap rasa ingin tahu dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha untuk memiliki sikap rasa ingin tahu dalam kegiatan kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap jujur terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif. (sku no.1 dan dasa darma pramuka no.1 dan no.9)
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap jujur terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap jujur terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap jujur terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap jujur terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap obyektif terhadap proses pembelajara. (dasa darma pramuka no.9 dan sku no.14)
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap obyektif selama proses pembelajaran.
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap obyektif selama proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap obyektif selama proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap obyektif selama proses pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap teliti terhadap proses pembelajaran. (dasa darma pramuka no.8 dan sku no. 2 dan no. 3 )
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap teliti selama proses pembelajaran.
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap teliti selama proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap teliti selama proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan ada usaha untuk bersikap teliti selama proses pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap cermat dalam menyampaikan gagasan/ide/pendapat. (dasa darma pramuka no.7 dan sku no. 2, 3, 7 dan 14 )
1. Kurang baik jika sama sekali tidak cermat dalam mengemukakan pendapatnya saat diskusi (diam saja)
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit sikap cermat dalam mengemukakan pendapatnya tetapi masih belum ajeg/konsisten (hanya menyampaikan lewat kawannya supaya gagasannya tersampaikan)
3. Baik jika menunjukkan sudah ada sikap cermat dalam mengemukakan pendapatnya tetapi masih belum ajeg/konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah cermat dalam mengemukakan pendapatnyasecara terus menerus dan ajeg/konsisten.(mampu mengemukakan pendapatnya)

 

LEMBAR PENILAIAN SIKAP

PENILAIAN DIRI

 

Satuan Pendidikan   :  SMANegeri 7 Bandung

Mata Pelajaran         : Fisika (Peminatan)

Kelas/Semester        :  X-MIA/2

Tahun Pelajaran       :  2013/2014

Kompetensi Dasar    : 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin

tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;

bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif

dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari

sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan

percobaan dan berdiskusi.

Indikator:

  1. Memiliki motivasi internal selama proses pembelajaran (dasa darma pramuka no. 1, 2, 3 dan 6)
  2. Menunjukan tanggungjawab dalam menyelesaikan tugas kelompok (dasa darma prmuka no. 9)
  3. Menunjukkan sikap jujur dalam menerapkan aturan (dasa darma pramuka no.1 dan no.  9 serta sku no.1)
  4. Menunjukkan sikap teliti dalam menyelesaikan tugas individu maupun kelompok. (dasa darma pramuka no. 7 dan 8 serta sku no. 2 dan no.3)
  5. Menunjukkan  sikap kritis dalam mengemukakan gagasan, bertanya, atau menyajikan hasil diskusi. (sku no. 2, 3 , 7 dan 14)
  6. Menunjukkan sikap obyektif terhadap perbedaan pendapat/cara dalam menyelesaikan masalah. ( dasa darma 3, 4, 6, 7 dan 8 )

 

PENILAIAN DIRI
Nama                : …………………………….……………
Kelompok         : …………………………………………,
Untuk pertanyaan 1 sampai dengan 6, tulis masing-masing huruf sesuai dengan pendapatmu!
 
  • A = Selalu
 
  • B = Sering
 
  • C = Jarang
 
  • D = Tidak pernah
1   saya memiliki motivasi dalam diri saya sendiri selama proses pembelajaran
2 Saya bertanggungjawab dalam menyelesaikan tugas kelompok
3   Saya menunjukkan jujur dalam menerapkan aturan
 

4

Saya menunjukkan sikap teliti dalam menyelesaikan tugas individu maupun kelompok
 

5

6

  Saya menunjukkan sikap kritis dalam mengemukakan gagasan, bertanya, atau menyajikan hasil diskusi

Menunjukkan sikap obyektif terhadap perbedaan pendapat/cara dalam menyelesaikan masalah

Selama kegiatan pembelajaran, tugas apa yang kamu lakukan?
 

 

Pedoman Penskoran:

 
Skor 4, jika A = Selalu            Skor 2, jika C = Jarang  
Skor 3, jika B = Sering            Skor 1, jika D = Tidak pernah  

Skor Perolehan  =

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR PENILAIAN SIKAP

PENILAIAN ANTAR PESERTA DIDIK

 

Satuan Pendidikan  : SMANegeri 7 Bandung

Mata Pelajaran        : Fisika (Peminatan)

Kelas/Semester       : X-MIA/2

Kompetensi Dasar: 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin

tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;

bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif

dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari

sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan

percobaan dan berdiskusi.

Indikator:

  1. Tidak mencontek (jujur) hasil kerja teman ketika mengerjakan tugas individu materi elastisitas bahan dan gaya pegas. (dasa darma pramuka no.1 dan no.  9 serta sku no.1)
  2. Teliti dalam menyelesaikan masalah terkait materi elatisitas bahan dan gaya pegas. (dasa darma pramuka no. 7 dan 8 serta sku no. 2 dan no.3)
  3. Menunjukkan sikap kritis dalam diskusi kelompok maupun klasikal. (sku no. 2, 3 , 7 dan 14)
  4. Menunjukkan sikap kreatif dalam menyelesaikan tugas individu maupun kelompok terkait materi elastisitas bahan dan gaya pegas. (dasa darma pramuka no. 7)
  5. Menunjukan sikap beratngungjawab dalam menyelesaikan tugas individu maupun kelompok terkait materi elastisitas bahan dan gaya pegas. (dasa darma pramuka no.9)

Instrumen :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR PENILAIAN SIKAP

PENILAIAN JURNAL

 

Satuan Pendidikan    : SMANegeri7 Bandung

Mata Pelajaran           : Fisika (Peminatan)

Kelas/Semester         : X-MIA/2

 

Kompetensi Dasar   : 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin

tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;

bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif

dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari

sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan

percobaan dan berdiskusi.

 

Indikator:

  1. Menunjukkan sikap tanggungjawab dengan orang lain(dasa darma pramuka no.9)
  2. Menunjukkan sikap jujur (dasa darma pramuka no.1, 9, 10 dan sku no.1)
  3. Menunjukkan sikap terbuka dalam perbedaan (dasa darma pramuka no.4 serta sku no.3 dan 4)

 

Jangka Waktu Pengamatan :

 

Format Jurnal

 

 

 

 

 

LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tes Tulis (Bentuk Uraian)

Satuan Pendidikan    :   SMANegeri 7 Bandung

Mata Pelajaran           :   Fisika (Peminatan)

Kelas/Semester         :   X-MIA/2

Kompetensi dasar       :

3.6   Menganalisis sifat elastisitas bahan dalam kehidupan sehari hari

Indikator                   :

3.6.1    Menjelaskan karakteristik benda elastis dan tidak elastis

3.6.2   Menentukan tegangan, regangan, dan modulus elastisitas

 

Soal

 

 

 

 

 

No Kunci Jawaban Skor
 

 

 

 

 

 

Elastisitas adalah sifat benda yang cenderung mengembalikan keadaan ke bentuk semula setelah mengalami perubahan bentuk karena pengaruh gaya (tekanan atau tarikan) dari luar. Benda-benda yang memiliki elastisitas atau bersifat elastis, seperti karet gelang, pegas, dan pelat logam disebut benda elastis.

 

Adapun benda-benda yang tidak memiliki elastisitas(tidak kembali ke bentuk awalnya) disebut benda plastis.

Contoh benda plastis adalah tanah liat dan plastisin (lilin mainan).

Ketika diberi gaya, suatu benda akan mengalami deformasi, yaitu perubahan ukuran atau bentuk. Karena mendapat gaya, molekul-molekul benda akan bereaksi dan memberikan gaya untuk menghambat deformasi. Gaya yang diberikan kepada benda dinamakan gaya luar, sedangkan gaya reaksi oleh molekul-molekul dinamakan gaya dalam. Ketika gaya luar dihilangkan, gaya dalam cenderung untuk mengembalikan bentuk dan ukuran benda ke keadaan semula.

  25

 

 

 

 

 

25

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   2.  

10

 

 

10

 

10

 

20

   
Skor maksimum 100

 

 

LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

TES LISAN

 

Satuan Pendidikan    : SMANegeri7 Bandung

Mata Pelajaran          :  Fisika (Peminatan)

Kelas/Semester        : X-MIA/2

 

A. Kompetensi Dasar :

3

3.6 Menganalisis sifat elastisitas bahan dalam kehidupan sehari hari.

 

B. Indikator :

3.6.3   Menentukan konstanta pegas melalui percobaan Hukum Hooke.

3.6.4  Menyimpulkan hasil percobaan Hukum Hooke.

3

3.3

C. Rubrik Penilaian Tes Lisan

 

DAFTAR ALTERNATIF PERTANYAAN :

 

KRITERIA YANG DINILAI/

ALTERNATIF PERTANYAAN

SKOR MAKSIMAL
 

 

A

  • Menentukan konstanta pegas melalui percobaan hukum Hooke
  • Menghitung konstanta pegas bila pegas dirangkai seri dan paralel

5

5

 

 

 

 

B

  • Menyimpulkan hasil percobaan hukum Hooke
  • Menyimpulkan bunyi hukum Hooke
 

5

10

 

 

SKOR MAKSIMAL 25

 

 

PEDOMAN PENSKORAN

 

KRITERIA YANG DINILAI/

ALTERNATIF PERTANYAAN

SKOR MAKSIMAL
Siswa dapat  menyimpulkan  dengan benar dan lengkap bunyi hukum Hooke yang berkaitan dengan  hasil percobaan. 4
Siswa dapat  menyimpulkan dengan benar  bunyi hukum Hooke yang berkaitan dengan hasil percobaan, tapi kurang lengkap. 3
Siswa dapat menyimpulkan dengan benar  bunyi hukum Hooke yang berkaitan dengan hasil percobaan, tapi salah sebagian besar. 2
Siswa tidak dapat menyimpulkan dengan benar bunyi hukum Hooke yang berkaitan dengan hasil percobaan 1

 

 

 

 

 

 

 

Format Penilaian dengan Tes Lisan

 

NO Nama Siswa Bahan Elastis Gaya Pegas Skor Total Nilai
P1 P2 P3 P1 P2 P3
1 Ani                
2 Adi                
3                

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN

PENILAIAN PROJEK

 

 

Satuan Pendidikan         : SMANegeri7 Bandung

Mata Pelajaran               : Fisika (Peminatan)

Kelas/Semester             : X-MIA/2

Kompetensi dasar            :

4.6   Mengolah dan menganalisis hasil percobaan tentang sifat elastisitas suatu bahan

Indikato:

1.6.1    Melakukan percobaan Hukum Hooke

1.6.2    Mengolah dan menyajikan data percobaan hukum Hooke

1.6.3    Menyajikan hasil percobaan hukum Hooke

 

Materi     :Percobaan hukum Hooke

 

Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian

 

Kriteria Kelompok
4 3 2 1
1 Kesesuaian dengan percobaan hukum Hooke        
2 Ketepatan memilih bahan elasstisitas (pegas)        
3 Kreativitas        
4 Ketepatan waktu pengumpulan tugas        
5 Kerapihan hasil        
Jumlahskor  

         

Keterangan:4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup baik, 1 = kurang baik

Nilai Perolehan =x 100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN

PENILAIAN PORTOFOLIO

 

SatuanPendidikan    :  SMANegeri7 Bandung

Mata Pelajaran         :  Fisika  (Peminatan)

Kelas/Semester       :  X-MIA/2

 

Kompetensi dasar :

4.6   Mengolah dan menganalisis hasil percobaan tentang sifat elastisitas suatu bahan

 

Indikator          :

1.6.4    Melakukan percobaan susunan seri dan paralel pegas

1.6.5    Mengolah dan menyajikan data percobaansusunan seri dan paralel pegas

1.6.6    Menyajikan hasil percobaansusunan seri dan paralel pegas

 

 

Jenis Portofolio         :   

Individual dengan input dan bantuan kelompok kooperatif (terdiri dari 3 orang)

 

 

Tujuan Portofolio      :   

Memantau perkembangan kemampuan, keterampilan, dan komunikasi

 

Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian

Nama siswa:  …………………………………………………

Kelas           : ………………………………………………….

 

No Kategori Skor Alasan
1 1. Apakahportofoliolengkap dan sesuaidenganrencana?    
2 2. Apakahlembarisian yang dibuatsesuai?    
3 3. Apakahterdapaturaiantentangprosedurpengukuran/pengamatan yang dilakukan?    
4 Apakahisianhasilpengukuran/pengamatandilakukan secara benar?    
Apakah data dan fakta yang disajikanakurat?    
Apakahinterpretasi dan kesimpulan yang dibuat logis?    
Apakahtulisan disajikan secara menarik?    
Apakahbahasa yang digunakanuntukmenginterpretasikanlugas, sederhana, runtut dan sesuaidengankaidah EYD?    
Jumlah    

 

Kriteria:

5 = sangatbaik, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang,  dan 1 = sangatkurang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran

  1. Lembar Observasi dan kinerja presentasi

 

LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI

DAN KINERJA PRESENTASI

 

Mata Pelajaran: Fisika

Kelas/Program  :  X/MIA

Kompetensi       : KD 3.6 dan 4.6

Kelas                :  …………………..

 

No Nama Peserta didik Observasi Kinerja Presentasi Jml

Skor

NilaI
Akt tgjwb Kerjsm Prnsrt Visual Isi
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Abdul Syukur 4 4 3 4 3 3 21  
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                   

 

Keterangan pengisian skor

  1. Sangat tinggi
  2. Tinggi
  3. Cukup tinggi
  4. Kurang
    1. Pretes/postes

Pretes/Postes Pertama

  1. Berilah tanda ceklist pada kolom Benar atau Salah
No Pernyataan Benar Salah
Dalam keadaan apa pun benda elastis pasti kembali ke bentuk semula    
Karet selalu bersifat elastis    
Batang kayu selalu bersifat plastis    
Satuan stress identik dengan Pascal    
Kekuatan pegas dinyatakan dengan konstanta pegas    
Menurut Hooke makin besar gaya pegas, makin besar pertambahan panjangnya    

 

  1. Jawablah petanyaan berikut ini

 

  1. Sebuah pegas mula-mula panjangnya 20,0 cm, ditarik dengan gaya 2,1 N panjangnya menjadi 23,0 cm. Berapa besar konstanta pegas? Berapa besar gaya pegas saat panjang pegas yang ditarik menjadi 25,0 cm?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

  1. Contoh Tes Uraian

 

  1. A sign (m = 200 kg) hangs from the end of vertical steel girder with cross-sectional area of 0.5 cm2 and 50 cm of length. The additional of length is 2.5 cm in this situation
    1. What is the strain and stress on the girder?
    2. Calculate the modulus Young!

 

  1. Perhatikan data percobaan berikut

Perhatikan data percobaan tentang pegas yang diberi beban (g = 10 m.s-2).

Exp Mass (gram) Panjang pegas (cm)
1) 50 32.0
2) 100 34.5
3) 250 42.0
4) x 45.0
  1. Berapa konstanta pegas (k)!
  2. Perkirakan nila x pada percobaan ke 4!

 

  1. Sebuah pegas mula-mula panjangnya 27,0 cm. Ketika diberi beban 100 gram panjang pegas menjadi 29,5 cm. Berapa panjang pegas jika masa beban yang digantungkan 170 gram?

 

 

 

  1. Lembar Kerja Praktik

Timbang seluruh massa beban gantung kombinasi berikut dengan pengaitnya (Mo)

  1. Susun alat seperti gambar
  2. Baca skala yang ditunjukan mistar pada bagian bawah beban pada posisi awal (Lo)
  3. Ambil satu beban dan catat massanya (m), kemudian baca skala pada mistar (L)
  4. Lakukan percobaan dengan terus menerus mengambil masa beban. Lakukan pengukuran dengan cermat dan teliti. Kemudian masukan data percobaan ke dalam tabel berikut ini

Data Percobaan

Mo = …………….. kilogram

Lo = ……………..meter

 

Perc Ke Total masa yang diambil

(m)

Bacaan Mistar

(L)

0  
0,02  
   
   
   

 

  1. Buatlah grafik dengan m sebagai sumbu x dan L sebagai sumbu y
  2. Jawablah pertanyaan berikut ini
    1. Tuliskan persamaan grafik yang terbentuk
    2. Hitung gradiennya
    3. Amati data percobaan, kemudian hitung besar konstanta pegas (k)
    4. Tentukan titik potong sumbu X (Xo) dan titik potong sumbu Y (Yo)
    5. Jika sebuah tetapan Q = grad x k, hitunglah nilai tetapan Q!

Catatan:

Kontrol ketelitian dan kejujuran data adalah: grafik berbentuk turun, gradien negatif dan nilai Q mendekati nilai percepatan gravitasi.

  1. Buatlah laporan praktik dengan struktur seperti berikut. Gunakan laptop/komputer atau kalkulator (scientific calculator) untuk mendapatkan grafik dan persamaan garis yang akurat. Kirim laporan melalui email : sakimmpd@yahoo.com

Struktur laporan adalah sebagai berikut

  1. Judul
  2. Tujuan
  3. Landasan teori
  4. Alat dan bahan (sertakan dengan gambar atau foto)
  5. Langkah kerja
  6. Data percobaan
  7. Jawaban pertanyaan
  8. Kesimpulan
  9. Referensi

FORMAT PENILAIAN LAPORAN PRAKTIKUM

(PORTOFOLIO)

 

Mata Pelajaran      : Fisika

Kelas/Peminatan   : X/MIA-1

Materi Pokok                   : Elastisitas dan Gaya Pegas

 

No Nama Peserta didik Aspek Penilaian Skor rata-rata Nilai
Visual Ketelitian Kejujuran Penyajian Data Bentuk Regresi Jawaban Pertanyaan
Abdul Syukur 3 4 4 3 3 3 3,33 83
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 
                 

 

 

 

 

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

IKLAN

Ingin kaos bertema BELAJAR, PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN?, bosan dengan kaos yang ada?, ingin mengedukasi keluarga atau murid dengan pembelajaran. HANYA KAMI SATU-SATUNYA DI INDONESIA PERTAMA KALI KAOS BERTEMA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN COCOK DIPAKAI UNTUK SEMUA KALANGAN DAN MEMBERI KESAN EDUKASI DAN PEMBELAJARAN DALAM SETIAP PEMAKAIAANYA

like juga FP kami di https://www.facebook.com/Kaospembelajaran?ref=hl untuk melihat berbagai kolkesi kaos belajar kami

Fast Respon CP : 081938633462 dan 082331864747 WA: 081615875217

KAOS BELAJAR

07/10/2014 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | Tinggalkan komentar

Pendekatan Discoveri (Discovery Approach)

1. Pendekatan Discoveri (Discovery Approach)

a. Pengertian Pendekatan Discoveri (Discovery Approach)

Pendekatan (approach) lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan. Dalam suatu pendekatan didalamnya digunakan beberapa metode. Sedangkan dalam discovery approach ini, yang sering dipakai adalah metode eksperimen untuk mencapai suatu tujuan
pembelajaran.8

Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan
memberikan intruksi.9
Pendekatan discoveri atau discovery approach adalah pendekatan yang dipopulerkan pertama kali oleh Jerome Bruner. Pendekatan penemuan (discovery approach) sama dengan pendekatan

inquiry (inquiry approach), tetapi menurut Dettrick, G.W. (2001) kedua pendekatan tersebut berbeda. Konsep dibelakang pendekatan penemuan adalah bahwa motivasi siswa untuk belajar sains akan meningkat apabila ia mempunyai pengalaman seperti yang dialami para peneliti ketika menemukan suatu temuan ilmiah. Agar siswa dapat menemukan sendiri ia harus melakukan proses mental seperti
mengamati, klasifikasi, mengukur, meramalkan, dan menyimpulkan.10

Pendekatan discovery merupakan pendekatan mengajar yang memerlukan proses mental, seperti mengamati, mengukur, menggolongkan, menduga, menjelaskan, dan mengambil kesimpulan. Pada kegiatan discovery guru hanya memberikan masalah dan siswa disuruh memecahkan masalah melalui percobaan. Keterampilan mental yang dituntut lebih tinggi dari pada discovery antara lain: merancang dan melakukan percobaan, mengumpulkan dan menganalisis data, dan
mengambil kesimpulan.11

Ada juga beberapa ahli pendidikan yang memandang bahwa pendekatan discoveri adalah suatu strategi dimana guru mengijinkan agar siswa melakukan penemuan sendiri informasi dalam suasana tradisional.12
Sebagian para ahli ada juga yang berpendapat, discovery

merupakan suatu proses mental dimana anak atau individu mengasimilasikan konsep dan prinsip-prinsip. Discovery terjadi
apabila siswa terlibat secara aktif dalam menggunakan proses

mentalnya agar memperoleh pengalaman, sehingga memungkinkan untuk menemukan konsep atau prinsip.13
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan discovery adalah suatu pendekatan yang dimana siswa dituntut untuk melakukan penemuan sendiri suatu masalah dengan memerlukan proses mental, seperti mengamati, mengukur, menggolongkan, menduga, menjelaskan, dan mengambil kesimpulan.

b. Kelebihan Pendekatan Discoveri (Discovery Approach).

Pendekatan Discoveri memiliki beberapa keuntungan, yaitu: 1) pengetahuan yang diperoleh dapat bertahan lebih lama dalam ingatan, atau lebih mudah diingat, dibandingkan dengan cara-cara lain, 2) dapat meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berpikir, karena mereka harus menganalisis dan memanipulasi informasi untuk memecahkan permasalahan, 3) dapat membangkitkan keingintahuan siswa, memotivasi siswa untuk bekerja terus sampai mereka menemukan jawabannya.
Pendekatan discovery (discovery approach) sebagai sebuah teori belajar yang dapat didefinisikan sebagai belajar, yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan untuk mengorganisasikan sendiri. Sebagaimana pendapat
Bruner, bahwa: “Discovery learning can be defined as the learning

c. Implementasi Discovery Approach

Apabila dalam suatu proses pembelajaran digunakan pendekatan penemuan, berarti dalam kegiatan belajar mengajar siswa diberi kesempatan untuk menemukan sendiri fakta dan konsep tentang fenomena ilmiah. Penemuan tidak terbatas pada menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Pada umumnya materi yang akan dipelajari sudah ditentukan oleh guru, demikian pula situasi yang menunjang proses pemahaman tersebut. Siswa akan melakukan kegiatan secara langsung berhubungan dengan hal yang ditemukan.
Dengan pendekatan penemuan ini dibedakan menjadi penemuan terpimpin (guided discovery) dan penemuan terpimpin yang kurang terstruktur (less structured guided discovery), dan penemuan bebas (free discovery).
Pada penemuan terbimbing guru mengemukakan masalah, memberi pengarahan mengenai pemecahan, dan membimbing siswa dalam hal mencatat data. Sebagai contoh dalam proses memahami struktur tubuh serangga, guru menyiapkan kaca pembesar dan sejenis kumbang. Siswa diminta mengamati kumbang dengan menggunakan
kaca pembesar tersebut. Setelah beberapa lama mengamati, siswa

diminta melaporkan kesimpulan dan hasil pengamatannya. Jika ditemukan perbedaan kesimpulan antara beberapa kelompok, dilakukan diskusi bersama untuk membahas permasalahan tersebut. Siswa diberi kesempatan untuk mengulangi pengamatan secara lebih teliti sehingga pada akhirnya dapat dicapai kesepakatan mengenai penemuan mereka.
Pada penemuan terpimpin yang kurang terstruktur guru mengemukakan masalah, siswa diminta mengamati, mengeksploitasi dan melakukan kegiatan untuk memecahkan masalah.
Sedangkan pada penemuan bebas, dari memunculkan masalah sampai pemecahan masalahnya dilakukan sendiri oleh siswa. Penemuan bebas ini pada umumnya diarahkan bagi siswa yang lebih tua usianya dan lebih berpengalaman.15
Ada lima tahapan yang harus ditempuh dalam melaksanakan

pendekatan discovery (penemuan) yakni : (1) perumusan masalah untuk dipecahkan siswa. (2) menetapkan jawaban sementara atau lebih dikenal dengan istilah hipotesis. (3) siswa mencari informasi, data, fakta yang diperlukan untuk menjawab permasalahan/hipotesis. (4) menarik kesimpulan jawaban atau generalisasi, dan (5) mengaplikasikan kesimpulan/generalisasi dalam situasi baru.16

 

IKLAN

JASA PEMBUATAN RPP KURIKULUM 2013

JASA PEMBUATAN RPP KURIKULUM 2013, seperti kita ketahui pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya mempraktikan kurikulum 2013 untuk digunakan di seluruh sekolah di INDONESIA. diharapkan kedepannya semua guru dan siswa akan sepenuhnya menggunakan kurikulum 2013 ini.

permasalahannya tidak semua guru mampu dan punya waktu membuat perangkat pembelajaran untuk kurikulum 2013 ini, terutama dalam hal pembuatan RPP, dimana seperti kita ketahui RPP adalah jantung dari pembelajaran itu sendiri.

oleh karena dan mengingat hal tersebut maka CV ZAIFBIO ILMIAH membuka JASA PEMBUATAN RPP KURIKULUM 2013 untuk semua mata pelajaran dan smua jenjang pendidikan mulai dari SD< SMP<SMA. untuk anda para guru dan pelaku pendidikan yang kesulitan membuat rpp kurikulum 2013 serahkan saja ke kami pembuatannya, proses pembuatannya diusahakan secepat mungkin dan yang paling penting hasilnya BERKUALITAS

jika berminat untuk pemesanan hubungi pak ZAIF di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com

 

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

IKLAN

Ingin kaos bertema BELAJAR, PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN?, bosan dengan kaos yang ada?, ingin mengedukasi keluarga atau murid dengan pembelajaran. HANYA KAMI SATU-SATUNYA DI INDONESIA PERTAMA KALI KAOS BERTEMA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN COCOK DIPAKAI UNTUK SEMUA KALANGAN DAN MEMBERI KESAN EDUKASI DAN PEMBELAJARAN DALAM SETIAP PEMAKAIAANYA

 like juga FP kami di https://www.facebook.com/Kaospembelajaran?ref=hl untuk melihat berbagai kolkesi kaos belajar kami

Fast Respon CP : 081938633462 dan 082331864747  WA: 081615875217

 

KAOS BELAJAR

06/13/2014 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | Tinggalkan komentar

JASA PEMBUATAN RPP KURIKULUM 2013

JASA PEMBUATAN RPP KURIKULUM 2013, seperti kita ketahui pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya mempraktikan kurikulum 2013 untuk digunakan di seluruh sekolah di INDONESIA. diharapkan kedepannya semua guru dan siswa akan sepenuhnya menggunakan kurikulum 2013 ini.

permasalahannya tidak semua guru mampu dan punya waktu membuat perangkat pembelajaran untuk kurikulum 2013 ini, terutama dalam hal pembuatan RPP, dimana seperti kita ketahui RPP adalah jantung dari pembelajaran itu sendiri.

oleh karena dan mengingat hal tersebut maka CV ZAIFBIO ILMIAH membuka JASA PEMBUATAN RPP KURIKULUM 2013 untuk semua mata pelajaran dan smua jenjang pendidikan mulai dari SD< SMP<SMA. untuk anda para guru dan pelaku pendidikan yang kesulitan membuat rpp kurikulum 2013 serahkan saja ke kami pembuatannya, proses pembuatannya diusahakan secepat mungkin dan yang paling penting hasilnya BERKUALITAS

jika berminat untuk pemesanan hubungi pak ZAIF di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com

JASA PEMBUATAN RPP KURIKULUM 2013

JASA PEMBUATAN RPP KURIKULUM 2013

 

 

Belajar Iklan Di Facebook 728x90

06/12/2014 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , , , | 3 Komentar

DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR (DKB)

BAB VI :

DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR (DKB)

 

 

 

A.                                       Kedudukan Diagnostik Kesulitan Belajar dalam Belajar :

menemukan kesulitan belajar siswa dan menentukan kemungkinan cara mengatasinya dengan memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan belajar.

 

Faktor-Faktor Intern Yang Berpengaruh Pada Proses Belajar  :

  1. Sikap terhadap belajar
  2. Motivasi belajar
  3. Konsentrasi belajar
  4. Mengolah bahan belajar
  5. Menyimpan perolehan hasil belajar
  6. Menggali hasil belajar yang tersimpan
  7. Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil kerja
  8. Rasa percaya diri siswa
  9. Inteligensi dan keberhasilan belajar
  10. Kebiasaan belajar
  11. Cita-cita siswa.

 

Faktor-Faktor Ekstern Yang Berpengaruh Pada Aktivitas Belajar:  

  1. Guru sebagai pembina siswa belajar
  2. Prasarana dan sarana pembelajaran
  3. Kebijakan penilaian
  4. Lingkungan sosial siswa di sekolah
  5. Kurikulum sekolah.

(Dimyati dan Mudjiono, 1994 : 237 – 241)

 

Bila Siswa Tidak Memenuhi Kriteria Persyaratan Ketuntasan Materi Yang Ditetapkan  ] Kegiatan Diagnosis Ditujukan Kepada:

  1. Bakat
  2. Ketekunan dan tingkat usaha menguasai bahan yang dipelajarinya
  3. Waktu
  4. Kualitas pengajaran
  5. Kemampuan pemahaman  siswa
  6. Tingkat kesulitan

(Buku II Modul Diagnostik Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial,

Depdikbud Universitas Terbuka , 1984/1985 : 9)

 

B.     Pengertian Kesulitan Belajar

 

Prayitno (1995/1996:1-2) :

suatu kondisi dalam proses belajar mengajar yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar yang optimal.

Hambatan-hambatan tersebut mungkin dirasakan atau mungkin tidak dirasakan oleh siswa yang bersangkutan.

Jenis hambatan ini dapat bersifat psikologis, sosiologis dan fisiologis dalam keseluruhan proses belajar mengajar.

Alan O. Ross (1974 : 98) :

A learning difficulty represente a discrepancy between a chill’s estimated academic potential and his actual level of academic performance”.

 

Istilah :

Learning disorder (kekacauan belajar) :

keadaan di mana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan.

 

Learning disabilities (ketidakmampuan belajar) :

gejala dimana anak tidak mampu belajar atau menghindari belajar, sehingga hasilbelajar yangdicapai berada di bawah potensi intelektualnya.

 

Learning disfunction :

gejala dimana proses belajar tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya anak tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental, gangguan alat indra, atau gangguan-gangguan psikologis lainnya.

 

Underachiever :

tingkat potensi intelektual yang tergolong diatas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah.

 

Slow learner (lambat belajar) :

lambat dalam proses belajarnya, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan sekelompok anak lain yang memiliki taraf intelektual yang sama.

 

 

 

Manifestasi Gejala Kesulitan Belajar :

 

  1. Hasil belajar di bawah rata-rata nilai kelompok / potensinya.
  2. Hasil tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan
  3. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar
  4. Sikap-sikap yang kurang wajar

Misal : acuh tak acuh, menentang, berpura-pura, dusta dan sebagainya.

  1. Menunjukkan tingkah laku yang berkelainan

Misal : membolos, datang terlambat, tidak mengerjakan PR, mengganggu di dalam atau di luar kelas, tidak mau mencatat pelajaran, tidak teratur dalam kegiatan belajar, mengasingkan diri, tersisihkan, tidak mau bekerja sama, dsb.

 

  1. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar

Misal : pemurung, mudah tersinggung, pemarah, tidak atau kurang gembira dalam menghadapi situasi tertentu.

 

 

Kegagalan Belajar :

 

  1. Bila dalam batas waktu tertentu siswa tidak mencapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat penguasaan (mastery level), minimal dalam pelajaran tertentu seperti yang telah ditetapkan oleh orang dewasa atau guru (criterion referenced).

 

  1. Siswa tidak dapat mengerjakan atau mencapai prestasi yang semestinya (berdasarkan ukuran tingkat kemampuannya, inteligensi, bakat), padahal ia diramalkan (predicted) akan dapat mengerjakannya atau mencapai prestasi tersebut.

 

  1. Siswa tidak dapat mewujudkan tugas-tugas perkembangan, termasuk penyesuaian sosial, sesuai dengan pola organismiknya (his organismic pattern) pada fase perkembangan tertentu seperti yang berlaku bagi kelompok sosial dan usia yang bersangkutan (norm referenced).

 

  1. Siswa tidak berhasil mencapai tingkat penguasaan (mastery level) yang diperlukan sebagai prasyarat (prerequisiti) bagi kelanjutan (continuity) pada tingkat pelajaran berikutnya.

 

Burton (1952 : 622 – 624)

C.                                        Prosedur dan Teknik Diagnostik Kesulitan Belajar (DKB)

1                                                                             2                       Identifikasi     ——————————————>         Identifikasi

Kasus                                                                               Masalah

 

 

 

6

5                                                 4                                         3

Rekomendasi      <———-        Progosis         <———     Identifikasi

Referal                                                                         Faktor Penyebab

 

 

6

6                                                                           Pengulangan              Remedial     —————————————–>         Pengayaan

Pengukuhan

Percepatan

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LANGKAH-LANGKAH DKB

 

1. Identifikasi Kasus:

]menentukan siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar

 

Cara :

  1. Menandai siswa dengan membandingkan posisi atau kedudukan prestasi siswa dengan prestasi kelompok / kriteria tingkat keberhasilan yang telah ditetapkan.
  2. Teknik :

(1)  Meneliti nilai hasil ujian semester yang tercantum dalam laporan hasil belajar (buku leger) kemudian membandingkannya dengan nilai rata-rata kelompok / kriteria yang telah ditentukan.

(2)  Observasi

 

2. Identifikasi Masalah :

]menentukan atau melokalisasikan pada bidang studi apa dan pada aspek mana siswa tersebut mengalami kesulitan

 

Pada tahap ini kerjasama antara petugas bimbingan dan konseling, wali kelas, guru bidang studi akan sangat membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajarnya.

 

Cara dan alat yang dapat digunakan, antara lain:

 

  1. Cara langsung

1.     Tes diagnostik bidang studi

2.     Hasil ujian siswa sebagai bahan untuk dianalisis

3.     Memeriksa buku catatan atau pekerjaan siswa

 

  1. Bekerjasama dengan orang tua atau pihak lain dgn cara :

1.      Menggunakan tes diagnostik yang sudah standar

2.      Wawancara khusus oleh ahli yang berwewenang dalam bidang ini.

3.      Observasi

4.      Wawancara : guru pembimbing, wali kelas, orangtua teman

 

 

  1. Identifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

 

a. Faktor internal, yaitu faktor-faktor yang berasal dalam diri siswa itu sendiri. Hal ini antara lain, disebabkan oleh:

(1)   Kelemahan fisik, pancaindera, syaraf, cacat, sakit, dan sebagainya.

(2)   Kelemahan mental: faktor kecerdasan, seperti inteligensi dan bakat yang dapat diketahui dengan tes psikologis.

(3)   Gangguan-gangguan yang bersifat emosional.

(4)   Sikap kebiasaan yang salah dalam mempelajari materi pelajaran.

(5)   Belum memiliki pengetahuan dan kecakapan dasar yang dibutuhkan untuk memahami materi pelajaran lebih lanjut.

 

b. Faktor eksternal, yaitu  faktor yang berasal dari luar diri siswa, sebagai penyebab kesulitan belajar, antara lain:

(3)        Situasi  atau proses belajar mengajar yang tidak merangsang siswa untuk aktif antisipatif (kurang memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif “student active learning”).

(4)        Sifat kurikulum yang kurang fleksibel.

(5)        Beban studi yang terlampau berat.

(6)        Metode mengajar yang kurang menarik

(7)        Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar

(8)        Situasi rumah yang kurang kondusif untuk belajar.

 

  1. Prognosis/Diagnosis

Pada langkah ini, dapat menyimpulkan tentang:

  1. Apakah siswa masih dapat ditolong untuk dapat mengatasi kesulitan belajarnya atau tidak ?
  2. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa tersebut ?
  3. Kapan dan di mana pertolongan itu dapat diberikan ?
  4. Siapa yang dapat memberikan pertolongan ?
  5. Bagaimana caranya agar siswa dapat ditolong secara efektif ?
  6. Siapa sajakah yang perlu dilibatkan atau disertakan dalam membantu siswa tersebut, dan apakah peranan atau sumbangan yang dapat diberikan masing-masing pihak dalam menolong siswa tersebut ?

 

  1. Referal

Pada langkah ini, menyusun suatu rencana atau alternatif bantuan yang akan dilaksanakan. Rencana ini hendaknya mencakup:

  1. Cara-cara yang harus ditempuh untuk menyembuhkan kesulitan belajar yang dialami siswa yang bersangkutan.
  2. Menjaga agar kesulitan yang serupa jangan sampai terulang lagi.

Pengajaran Remedial

suatu proses kegiatan pelaksanaan program belajar mengajar khusus bersifat individual, diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar, yang bersifat mengoreksi (menyembuhkan) siswa yang mengalami gangguan belajar tersebut sehingga dapat mengikuti proses belajar mengajar secara klasikal kembali untuk mencapai prestasi optimal.

 

Prosedur Pengajaran Remedial

Dalam pelaksanaannya, pengajaran remedial mengikuti prosedur, sebagai berikut:

 

  1. Langkah pertama: Penelaahan Kembali Kasus

Guru menelaah kembali secara lebih dalam tentang siswa yang akan diberi bantuan. Dari DKB, guru menelaah lebih jauh untuk memperoleh gambaran definitif tentang siswa yang dihadapi, permasalahannya, kelemahannya, letak kelemahan, penyebab utama kelemahan, berat ringannya kelemahan, apakah perlu bantuan ahli lain, merencanakan waktu dan siapa yang melaksanakan.

 

  1. Langkah kedua: Alternatif Tindakan

Alternatif tindakan disesuaikan dengan karakteristik kesulitan siswa. Alternatif pilihan tindakan  bagi kasus yang mendapatkan kesulitan di dalam belajar, maka langsung saja melakukan remedial, dan jika ditemukan kasus yang memiliki kesulitan belajar dan memiliki masalah di luar itu, seperti masalah sosial psikologis dan sebagainya, maka sebelum diremedial kasus harus mendapatkan layanan konseling, layanan psikologis dan atau layanan psikoterapis terlebih dahulu.

 

  1. Langkah ketiga: Evaluasi Pengajaran Remedial

Pada akhir pengajaran remedial perlu dilakukan evaluasi, seberapa pengajaran remedial tersebut meningkatkan prestasi belajar. Tujuannya untuk mencapai tingkat kebehasilan 75% menguasai bahan. Jika belum berhasil, kemudian dilakukan diagnosis kembali, prognosis dan pengajaran remedial berikutnya; demikian seterusnya sampai beberapa siklus hingga tercapai tingkat keberhasilan tersebut.

Alternatif tindakan (langkah 2)  dapat berupa:

 

  1. Mengulang bahan yang telah diberikan dan diberi petunjuk-petunjuk:

(1)   Memahami istilah-istilah kunci/pokok yang ada dalam TIK.

(2)   Memberi tanda bagian-bagian penting yang merupakan kelemahan siswa.

(3)   Membuat pertanyaan-pertanyaan untuk mengarahkan siswa.

(4)   Memberi dorongan dan semangat belajar.

(5)   Menyediakan bahan-bahan lain untuk mempermudah.

(6)   Mendiskusikan kesulitan-kesulitan siswa.

 

  1. Memberi kegiatan lain yang setara dengan kegiatan belajar mengajar yang sudah ditempuh. Disini dimaksudkan untuk memperkaya bahan yang telah diberikan kepada siswa, misalnya:

(1)  Kegiatan apa yang harus dikerjakan siswa.

(2)  Bahan apa yang dapat menunjang kegiatan yang sedang dilakukan.

(3)  Bagian mana yang harus mendapat penekanan.

(4)  Pertanyaan diajukan untuk memusatkan pada inti masalah.

(5)  Cara yang baik untuk menguasai bahan.

 

  1. Tindakan yang berupa referal

Jika kesulitan belajar disebabkan oleh faktor sosial, pribadi, psikologis yang di luar jangkauan guru, maka guru melakukan alih tangan kepada ahli lain, misalnya: konselor, psikolog, terapis, psikiater, sosiolog, dan sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pendekatan dan Metode Pengajaran Remedial

 

Ada tiga pendekatan pengajaran remedial, yaitu:

 

  1. Pendekatan Pencegahan (preventive approach)

Sebelum proses belajar mengajar dimulai guru seharusnya berusaha dengan berbagai cara untuk mengetahui kondisi awal para siswa, dan memprediksi beberapa siswa yang mungkin akan mengalami kesulitan. Dengan demikian, guru dapat mencegah kesulitan berkembang secara berlarut-larut dengan menggunakan multi media, multi metode, alat peraga yang lengkap dan gaya mengajar yang menarik dalam proses belajar mengajar.

 

  1. Pendekatan Penyembuhan (curative approach)

Pendekatan ini diberikan terhadap siswa yang nyata-nyata telah mengalami kesulitan dalam mengikuti proses belajar mengajar. Gejalanya, prestasi belajar sangat rendah dibandingkan dengan kriteria, misalnya 75% penguasaan bahan.

 

  1. Pendekatan Perkembangan (developmental approach)

Guru dituntut senantiasa mengikuti perkembangan siswa secara sistematis. Caranya, guru secara terus menerus memonitor kegiatan siswa selama proses belajar mengajar. Setiap menemui hambatan, segera dipecahkan bersama siswa secara terus menerus.

 

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

IKLAN

Ingin kaos bertema BELAJAR, PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN?, bosan dengan kaos yang ada?, ingin mengedukasi keluarga atau murid dengan pembelajaran. HANYA KAMI SATU-SATUNYA DI INDONESIA PERTAMA KALI KAOS BERTEMA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN COCOK DIPAKAI UNTUK SEMUA KALANGAN DAN MEMBERI KESAN EDUKASI DAN PEMBELAJARAN DALAM SETIAP PEMAKAIAANYA

Jangan lupa kunjungi web kami di http://os-kaos.com/ untuk melihat berbagai koleksi kaos pendidikan dan pembelajaran dari kami like juga FP kami di https://www.facebook.com/Kaospembelajaran?ref=hl

Fast Respon CP : 081938633462 dan 082331864747  WA: 081615875217

KAOS BELAJAR

05/27/2014 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , , , | 1 Komentar

GENETIKA MIKROORGANISME

 

1)  PENDAHULUAN

GENOM

v  seluruh gen yang ada pada sel atau virus

v  prokariot biasanya mempunyai satu kumpulan gen (haploid) sebaliknya mikroba eukariot biasanya mempunyai dua kumpulan gen (diploid)

GENOTIP

v  kumpulan gen spesifik suatu organisme

FENOTIP

v  koleksi karakteristik suatu organisme yang dapat diamati

 

2)  DNA SEBAGAI MATERI GENETIK

a)       GRIFFITH (1928) mendemonstrasikan fenomena transformasi: bakteri nonvirulent dapat menjadi virulen ketika hidup, bakteri nonvirulent ketika dicampur dengan bakteri virulen yang mati

b)       AVERY, MacLEOD, AND McCARTY (1944) mendemonstrasikan bahwa yang mendasari transforming (materi yang bertanggung jawab dalam transformasi virulensi pada percobaan Griffithís) adalah DNA

c)       HERSHEY AND CHASE (1952) menunjukkan bahwa untuk bakteriofag T2, hanya DNA yang dibutuhkan untuk kemampuan infeksi; oleh karena itu, mereka membuktikan bahwa DNA adalah materi genetic

 

3)  STRUKTUR ASAM NUKLEAT

a)       STRUKTUR DNA

i.            DNA dibentuk dari nukleosida purin dan pirimidin yang mengandung gula 2′-deoxyribose dan digabung oleh jembatan fosfodiester

ii.            DNA biasanya double helix yang terdiri dari dua rantai nukleotida berpilin mengelilingi satu sama lainnya

iii.            adenine (A) purine pada salah satu untai DNA selalu berpasangan dengan thymine (T) pyrimidine pada untai yang lain, sementara guanine (G) purine selalu dipasangkan dengan cytosine (C) pyrimidine; jadi, dua untai dikatakan komplementer

iv.            Dua untai tidak diposisikan secara langsung berlawanan satu dengan lainnya; oleh karena itu, lekukan major dan lekukan kecil minor dibentuk olwh kerangka double helix

v.            Dua rantai polynucleotida antiparallel (yaitu, kerangaka gula fosfat mereka diorientasikan secara langsung berlawanan)

b)       STRUKTUR RNA

i.            RNA berbeda dengan DNA dalam hal komposisi gula ribosa yaitu 2′-deoxyribose

ii.            RNA berbeda dengan DNA dalam hal kandungan pyrimidine uracil (U) sebagai pengganti thymine

iii.            RNA berbeda dengan DNA dalam hal biasanya mengandung untai tunggal yang dapat berpilin dibaliknya, daripada untai ganda yang berpilin mengelilingi satu dengan lainnya

iv.            Tiga macam perbedaan nyata RNA: ribosomal (rRNA), transfer (tRNA), dan messenger (mRNA); mereka berbeda satu dengan lainnya dalam hal fungsinya, sisi sintesis pada sel eucaryotic , dan strukturnya

 

c)       ORGANISASI DNA PADA SEL

i.            Pada procaryotes, DNA ada sebagai sirkular tertutup, molekul supercoiled bergabung dengan protein dasar (seperti histon)

ii.            Pada eucaryotes, DNA lebih terorganisasi; ini bergabung dengan potein dasar (histon) dan terpilin kedalam unit yang berulang-ulang dikenal sebagai nukleosom

 

4)  REPLIKASI DNA

a)       POLA SINTESIS DNA

i.            Replikasi DNA adalah semiconservative: masing-masing untai DNA dibentuk, namun dua untai terpisah satu dengan lainnya dan bertindak sebagai template untuk produksi untai lainnya (berdasarkan aturan pasangan basa yang sudah diterangkan didepan)

ii.            Garpu Replikasi adalah daerah pada molekul DNA dimana terjadinya untai terpisah dan sintesis DNA baru

iii.            Replikon terdiri dari replikasi asli dan DNA yang direplikasi sebagai unit dari yang aslinya

iv.            Kromosom bakteri biasanya replikon tunggal

v.            Molekul kecil DNA sirkuler tertutup, seperti plasmid dan beberapa gen virus, bereplikasi melalui mekanisme putaran lingkaran

vi.            Molekul besar DNA linier eukariot menggunakan multiple replikon untuk replikasi yang efisien relatif molekul besar dalam masa waktu yang memungkinkan

b)       MECHANISME REPLIKASI DNA –YANG DIAMATI DI E. coli

i.            Protein DnaA mengikat pada sumber replikasi

ii.            Helicases membuka dua untai DNA dan seperti yang mereka lakukan topoisomerases (misalnya, DNA gyrase) mengurangi tekanan yang disebabkan oleh proses pembukaan untai

iii.            Single-stranded DNA binding proteins (SSBs) menjaga untai tunggal berpisah

iv.            Primases mensintesis molekul kecil RNA (kira-kira 10 nucleotida) yang akan berperan sebagai primer pada sintesis DNA

v.            DNA polymerase III mensintesis untai komplemen DNA berdasarkan aturan pasangan basa; pada satu untai (the leading strand), synthesis secara terus menerus, sementara pada untai lainnya (the lagging strand), fragmen-fragmen berseri dihasilkan melalui sintesis tidak terus menerus; komplek multiprotein disebut replisom mengatur semua proses ini

vi.            DNA polymerase I memindahkan primer dan mengisi celah-celah yang dihasilkan dari delesi RNA

vii.            DNA ligase bergabung dengan fragmen DNA untuk membentuk untai komplit DNA

viii.            Replikasi DNA replication sangat komplek; sedikitnya 30 protein dibutuhkan untuk replikasi kromosom E. Coli

ix.            Kecepatan sintesis DNA adalah 750 hingga 1,000 pasang basa per detik pada procaryotes, dan 50 hingga 100 pasang basa per detik pada eucaryotes

5)  KODE GENETIK

a)       UNTUK GEN PENGKODE POLYPEPTIDE, SEQUENCE BASA DNA DAPAT DISAMAKAN DENGAN SEQUENCE ASAM AMINO POLYPEPTIDE (COLINEARITY)

b)       PENYUSUNAN KODE GENETIK

i.            Setiap kodon yang spesifik bagian asam amino harus berupa tiga basa panjang untuk setiap 20 asam amino memiliki sedikitnya satu kodon;

ii.            Jadi kode genetik terdiri dari 64 kodon

c)       ORGANISASI KODE

i.            DEGENERACY – banyak asam amino dikode oleh lebih dari satu kodon

ii.            KODON SENSE – 61 codons spesifik asam amino

iii.            KODON STOP (NONSENSE) – tiga kodon (UGA, UAG, UAA) yang bukan asam amino spesifik, dan digunakan pada translasi (sintesis protein) signal terminasi

iv.            WOBBLE – menggambarkan bagaimana bebasnya basa berpasangan antikodon tRNA menjadi kodon mRNA; wobble mengeliminasi kebutuhan unique tRNA untuk setiap kodon karena dua posisi pertama cukup untuk menyusunikatan hidrogen antara mRNA dan aminoacyl-tRNAs

6)  STRUKTUR GEN

a)       GEN:

SEQUENCE LINEAR DARI NUCLEOTIDA YANG ADA DALAM GEN MOLEKUL ASAM AMINO, DAN TELAH DIPERBAIKI POIN AWAL DAN AKHIRNYA

  1. Mengkode polypeptida, tRNA, atau rRNA
  2. Memiliki elemen pengontrol (seperti, promoters) yang mengatur ekpresi gen; dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari gen itu sendiri, atau dapat dipertimbangkan sebagai sequence pengatur terpisah
  3. Dengan beberapa pengecualian, gen tidak overlapping
  4. Segment yang mengkode polipeptida tunggal juga disebut cistron
  5. Pada procaryotes-informasi berkode biasanya kontinyu meskipun beberapa gen bakteri diinterupsi; pada eucaryotes-kebanyakan gen memiliki sequences berkode (exons) yang diinterupsi oleh sequences tidak berkode (introns)

b)       GEN YANG MENGKODE PROTEIN

                                 i.            TEMPLATE STRAND – satu untai yang mengandung informasi berkode dan mengatur sintesis RNA

                               ii.            PROMOTER – sequence dari basa yang biasanya terletak di upstream dari daerah berkode; sebagai sisi yang dikenal/diikatan oleh RNA polymerase

SISI PENGENALAN  - sisi dari assosiasi inisial dengan RNA polymerase (35 basa upstream dari sisi inisiasi transcripsi)

SISI PENGIKAT (PRIBNOW BOX) – sequence yang menyukai pembukaan DNA sebelum transkripsi mulai (kira-kira 10 basa upstream dari sisi insiasi transkripsi)

CONSENSUS SEQUENCES – idealnya sequences basa ditemukan paling sering ketika membandingkan sequences dari bacteri yang berbeda

                             iii.            LEADER SEQUENCE

q  sequence terekam yang tidak diterjemahkan;

q  Mengandung consensus sequence yang dikenal sebagai sequence Shine-Dalgarno, yang bertindak sebagai sisi pengenalan untuk ribosom

                             iv.            DAERAH BERKODE

q  sequence yang segera memulai downstream dari leader sequence;

q  dimulai dengan sequence template 3’TAC5′, dimana menyebabkan terbentuk codon 5’AUG3‘ mRNA, kodon pertama yang ditranslasikan (pada bakteri spesifik N-formylmethionine, methionine pada archaea dan eucaryotes)

                               v.            DAERAH TRAILER

Daerah yang tidak diterjemahkan berlokasi secara langsung didownstream sekuen terminator translasi dan sebelum terminator transkripsi

                             vi.            SISI REGULATOR

Sisi dimana protein regulator pengenal DNA mengikat stimulus lain atau menghambat ekspresi gen

c)       GENE YANG MENGKODE tRNA DAN rRNA

                                 i.            GEN tRNA 

q  promoters, pemimpin, daerah berkode, dan daerah trailer ditemukan;

q   daerah tidak berkode dipindahkan setelah transkripsi;

q  Lebih dari satu tRNA dapat dibentuk dari transkripsi tunggal;

q  tRNAs dipisahkan oleh daerah spacer tidak berkode, yang dipindahkan setelah transkripsi

                               ii.            GEN rRNA

q  Memiliki promoters, leaders, daerah berkode dan daerah trailer;

q  Semua molekul rRNA digambarkan sebagai transkripsi tunggal besar yang dipotong setelah transkripsi, menghasilkan produk akhir rRNA

 

Struktur DNA, Replikasi, Transkripsi, dan Translasi

  1. Struktur DNA

q  Dua untai DNA saling melilit (double helix) dan dihubungkan oleh ikatan hidrogen di antara basa nitrogen didasarkan atas aturan pemasangan basa:

v  Sitosin-Guanin dihubungkan oleh tiga ikatan hidrogen (C   G)

v  Timin-Adenin dihubungkan oleh dua ikatan hidrogen (A   T)

q  Pemasangan basa dua untai DNA di atas disebut komplemen

q  Dua untai DNA adalah antiparalel satu satu sama lain, karena orientasi (polaritas) dua untai DNA saling berlawanan.

  1. Replikasi DNA

Pola replikasi

  1. Replikasi DNA, disebut juga sintesis DNA, adalah semikonservatif: masing-masing untai induk digunakan sebagai templat pembentukan untai baru sesuai aturan pemasangan basa
  2. Replikasi DNA dimulai pada tempat-tempat khusus yang disebut pangkal replikasi (origin of replication, ori)
  3. Kromosom prokariot hanya mempunyai satu ori, sedangkan kromosom eukariot mempunyai beberapa ori
  4. Setiap untai DNA baru disintesis melalui dua mekanisme:
    1. Sintesis kontinyu oleh DNA polimerase III dengan arah 5’ ke 3’ menghasilkan Leading strand
    2. Sintesis diskontinyu oleh DNA polimerase III dengan arah 5’ ke 3’ menghasilkan fragmen pendek (± 1000 nukleotida) yang disebut fragmen Okazaki pada Lagging strand

 

 

Pola replikasi

Protein yang berperan dalam replikasi dan mekanisme replikasi

Tipe RNA dan Fungsinya:

  1. mRNA: Messenger RNA,  membawa informasi untuk sintesis protein
  2. rRNA:  Ribosomal RNA, membentuk bagian ribosom.
  3. tRNA: Transfer RNA, membawa asam amino ke ribosom

Tahap-tahap Transcription

  1. RNA polimerase mengikat urutan DNA yang disebut promotor.
  2. RNA polymerase mensintesis RNA diarahkan oleh satu untai DNA cetakan
  3. DNA cetakan yang telah ditranskripsi dipilin kembali
  4. Sintesis RNA berakhir ketika RNA polimerase mencapai urutan DNA yang disebut terminator.
  5. Molekul RNA baru dan RNA polimerase terlepas dari DNA cetakan
  1. Translasi

q  mRNA digunakan untuk membuat protein.

q  mRNA dibaca pada kodon atau nucleotide triplets.

q  Kode Genetic:

Ada 64 kemungkinan kodon, 20 asam amino.

AUG:  Start codon (Methionine)

UAA, UGA, UAG:  Stop codons

q  Translasi terjadi di ribosom, yang  tersusun dari dua subunit (besar dan kecil).

q  Molekul tRNA memiliki anticodon, yang mengenali kodon.  Mereka membawa asam amino spesifik pada pertumbuhan rantai protein

Langkah-langkah Translasi

  1. Start codon (AUG) mengikat pada tRNA dengan methionine.
  2. Elongasi/ pemanjangan:  Subsequent asam amino ditambahkan dengan mentranslasi satu kodon saat itu juga.
  3. Ribosomes menyerang asam amino supaya rantai protein tumbuh dengan formasi ikatan peptida.
  4. Terminasi:  Ketika stop codon tercapai, translasi berhenti, dan kompleks ribosome-mRNA berpisah

Inisiasi pada Start Codon

Selama Elongasi satu Asam Amino ditambahkan saat itu juga

Elongasi:  Ribosom mendekati mRNA, membaca satu kodon saat itu juga

Terminasi: satu Stop Codon tercapai, komplek tidak berkumpul

  1. GEN: EKSPRESI DAN REGULASI
  1. TRANSKRIPSI – sintesis RNA di bawah arahan DNA
    1. Produk RNA komplementer dengan template DNA
    2. Nukleotida adenin pada template DNA mengatur penggabungan nukleotida uracil di RNA; sebaliknya, aturan pasangan basa sama seperti pada replikasi DNA
    3. Tiga tipe RNA diproduksi melalui transkripsi

q  mRNA membawa pesan yang mengatur sintesis protein

q  tRNA membawa asam amino selama sintesis protein

q  Molekul rRNA adalah komponen ribosom

  1. TRANSKRIPSI DI PROCARYOTES
    1. mRNA Procaryotic dapat mengkode satu polypeptida (monogenic) atau banyak polypeptides (polygenic); pada penambahan ke daerah berkode, molekul mRNA molecules dapat memiliki daerah yang tidak diterjemahkan

q  Sekuens pemimpin terdiri dari 25 hingga 150 basa pada akhir 5′ mRNA, dan mendahului kodon inisiasi

q  Daerah Spacer memisahkan segmen-segmen yang mengkode polipeptida individu pada mRNAs polikgenik

q  Daerah Trailer ditemukan pada akhir 3′ mRNA setelah kodon terminasi terakhir

  1. RNA polymerase (enzim subunit besar multi) bertanggung jawab pada sintesis RNA

q  Inti enzim (subunit a2,b, b’) mengkatalisis sintesis RNA

q  Subunit sigma (faktor sigma) tidak katalitik, namun membantu inti enzim mengikat DNA pada sisi yang cocok

  1. Promoter adalah daerah pada DNA dimana RNA polymerase terikat pada saat inisiasi transkripsi; sequences dipusatkan pada 35 dan 10 pasangan basa sebelum titik pemula transkripsi penting pada pengaturan RNA polymerase ke promotor
  2. Terminator adalah daerah pada DNA dimana sinyal terminasi dari proses transkripsi
  • TRANSKRIPSI DI EUCARYOTES
    1. Ada tiga RNA polymerases utama
  • q  RNA polymerase II-mengkatalisis sintesis mRNA; ini membutuhkan beberapa faktor inisiasi dan pengenalan promoter yang memiliki beberapa elemen penting (daripada hanya dua seperti yang terlihat pada procaryotes)

    q  RNA polymerase I-mengkatalisis sintesis rRNA (5.8S, 18S, dan 28S)

    q  RNA polymerase III-mengkatalisis tRNA dan sintesis 5S rRNA

    1. Transkripsi menghasilkan prekusor RNA monogenik besar (heterogeneous nuclear RNA; hnRNA) yang harus diproses melalui modifikasi posttranscriptional untuk memproduksi mRNA

    q  Asam Adenylic ditambahkan pada akhr 3′ untuk memproduksi sekuen polyA kira-kira panjangnya 200 nukleotida (ekor polyA)

    q  7-methylguanosine ditambahkan pada akhir 5′ melalui sambungan tri-phosphate linkage (tudung 5′)

    q  Dua modifikasi ini dipercaya untuk melindungi mRNA dari digesti eksonukleus

    1. Gen Eucaryotic dirobek atau disisipi sedemikian rupa sekuen diekspresikan (exons) dipisahkan dari satu dengan lainnya melalui sekuen terhalang (introns); introns diwakilkan pada transkripsi primer namun kemudian dipindahkan melalui proses disebut pemecahan RNA; beberapa pemecahan dikatalisis sendiri oleh molekul RNA disebut ribozim; gen tersisipi telah ditemukan pada cyanobacteria dan archaea, namun tidak pada procaryotes

    2)  TRANSLASI (SINTESIS PROTEIN)

    1. Translasi-sintesa rantai polipeptida diatur oleh sekuen nukleotida pada molekul mRNA
      1. Ribosom-Sisi translasi
      2. Polyribosome-komplek mRNA dengan beberapa ribosom
    1. Transfer RNA dan aktivasi asam amino
      1. Tahap pertama sintesis protein adalah penyerangan asam amino pada molekul tRNA (dikatalisis oleh aminoacyl-tRNA synthetase); proses ini berhubungan seperti aktivasi asam amino
      2. Setiap tRNA memiliki akseptor terakhir dan hanya dapat membawa asam amino spesifik; ini juga memiliki triplet antikodon yang komplementer dengan triplet kodon mRNA
      3. Ribosom-organella komplek dibangun dari beberapa molekul rRNA dan banyak polipeptida; memiliki dua subunits (pada prokariot: 50S dan 30S)
    2. Ribosom-organela komplek dibangun dari beberapa molekul rRNA dan banyak polipeptida; memiliki dua subunits (pada prokariot: 50S dan 30S)
    3. Inisiasi sintesis protein
      1. fMet-tRNA (pada bakteri, Met-tRNA pada archaea dan eukariot) mengikat subunit kecil ribosom; mereka mengikat mRNA pada kodon inisiator khusus (AUG); kemudian subunit besar ribosome mengikat
      2. Tiga protein faktor inisiator juga dibutuhkan pada (eukariot membutuhkan lebih banyak faktor inisiator)
    4. Elongasi rantai polipeptida
      1. Elongasi melibatkan penambahan sekuen asam amino untuk pertumbuhan rantai polipeptida; beberapa faktor perpanjangan polipeptida dibutuhkan untuk proses ini
      2. Ribosom memiliki tiga sisi untuk pengikatan molekul tRNA: sisi peptidyl (sisi P), sisi aminoacyl (sisi A), dan sisi exit (sisi E)
      3. Setiap asam amino baru diposisikan pada sisi A oleh tRNA ini, dimana memiliki antikodon yang komplementer dengan kodon molekul mRNA
      4. Enzim ribosomal peptidyl transferase mengkatalisis pembentukan ikatan peptida antara asam amino berdekatan; 23S rRNA adalah komponen utama dari enzim ini
      5. Setelah setiap asam amino ditambahkan pada rantai, translokasi terjadi dan dengan cara memindahkan ribosom pada posisi kodon selanjutnya pada sisi A
    5. Terminasi sintesis protein
      1. Berlangsung saat salah satu dari tiga kodon spesial ada (UAA, UAG, atau UGA)
      2. Tiga polipeptida melepaskan faktor pembantu dalam pengenalan kodon-kodon tersebut
      3. Ribosom menghidrolisis ikatan antara protein komplit dan tRNA akhir, dan protein dilepaskan dari ribosom, yang kemudian dipisahkan menjadi dua komponen subunit
    6. Sintesis Protein boros, menggunakan lima energi ikatan tinggi untuk menambahkan satu asam amino pada rantai
    7. Pelipatan Protein dan pengawal molekuler
      1. Pengawal Molekuler-protein penolong khusus yang membantu polipeptida baru dalam pelipatan menjadi bentuk yang tepat; telah banyak diidentifikasi dan mereka termasuk protein kejut panas dan protein tertekan; pada penambahan untuk membantu lipatan polipeptida, pengawal penting dalam transport atau protein melalui membran
      2. Penyesuaian Protein adalah fungsi langsung sekuen asam amino; protein memiliki pelipatan sendiri, secara struktural daerah bebas disebut domain
    8. Pemecahan Protein-sebelum pelipatan, bagian polipeptida dipindahkan; seperti pemecahan memindahkan sekuen campur tangan (inteins) dari sekuen (exteins) yang tetap dalam produk akhir

    3)  REGULASI SINTESIS mRNA

    1. Regulasi sintesis mRNA (dan dengan cara demikian sintesis enzim) menyediakan mekanisme regulasi masa lama yang sangat efektif dalam menghemat energi dan bahan dasar dan memelihara keseimbangan protein sel dalam merespon perubahan besar kondisi lingkungan; ini komplemen namun sedikit cepat daripada regulasi aktivitas enzim
    2. Induksi dan represi
      1. Sintesis enzim melibatkan jalur katabolik yang dapat diinduksi, dan substrat inisial dari jalur (atau beberapa turunannya) biasanya merupakan induser; induksi meningkatkan jumlah mRNA yang mengkode enzim
      2. Sintesis enzim melibatkan jalur anabolik adalah represibel dan produk akhir dari jalur biasanya bertindak sebagai korepresor; represi menurunkan jumlah mRNA yang mengkode enzim
    3. Kontrol Negatif
      1. Kecepatan sintesis mRNA dikontrol oleh protein represor, yang terikat pada sisi DNA yang disebut operator
      2. Pada sistem yang dapat diinduksi, protein represor aktif hingga loncatan ke induser (pengikatan induser menginaktifkan represor) dimana pada sistem represibel, represor tidak aktif hingga loncatan ke korepresor (pengikatan korepresor mengaktifkan represor)
      3. Pada bakteri, satu set gen struktural dikontrol oleh operator partikular dan promoter yang disebut operon
      4. Operon laktosa adalah contoh unggul regulasi negatif; pengikatan represor lac ke operator lac selain dapat menghambat pengikatan RNA polimerase atau mengeblok perpindahan RNA polimerase
    4. Kontrol Positif
      1. Kontrol Positif terjadi ketika operon dapat berfungsi hanya saat ada faktor pengontrol
      2. Operon lactosa diregulasi melalui protein aktifator katabolit/catabolite activator protein (CAP); aktivitas CAP diregulasi oleh cAMP; cAMP mengaktifkan CAP jadi ini mengikat sisi khusus DNA, menstimulasi transkripsi

    4)  ATENTUASI

    1. Ada dua titik penentuan untuk regulasi transkripsi dari jalur anabolik: inisiasi dan kontinuasi transkripsi; attenuasi mengatur kontinuasi transkripsi
    2. Pada sistem dimana transkripsi dan translasi rapat dipasangankan, peran ribosom pada daerah pemimpin mRNA dapat mengontrol kontinuasi transkripsi
      1. Jika ribosom secara aktif menerjemahkan daerah pemimpin (attenuator), yang terdiri dari beberapa kodon untuk produk asam amino dari operon, terminator transkripsi terbentuk dan transkripsi tidak akan diteruskan
      2. Jika ribosom  memperlambat selama translasi daerah pemimpin karena penyerangan tepat aminoacyl-tRNA tidak ada, terminator tidak terbentuk dan transkripsi tidak akan diteruskan

    5)  SISTEM REGULASI GLOBAL

    1. Ringkasan
      1. Sistem Regulasi Global-sistem yang mempengaruhi banyak gen dan jalur-jalur secara simultan, memperbolehkan untuk kedua regulasi bebas operon sama baiknya dengan kooperasi operon.
      2. Regulasi Global dapat didukung dengan beberapa mekanisme, termasuk penggunaan protein single regulastor (repressor atau activator) untuk meregulasi beberapa operon, penggunaan faktor sigma yang berbeda, dan penggunaan regulator nonprotein
      3. Regulon-kumpulan gen atau operon yang dikontrol oleh protein regulator biasa
    2. Represi Katabolit
      1. Pertumbuhan Diauxic-pola pertumbuhan biphasic yang terlihat ketika bakteri tumbuh pada dua gula yang berbeda (misalnya, glukosa dan laktosa)
      2. Pada E. coli, adanya glukosa (karbon yang disuka dan sumber energi) menyebabkan turunnya tingkat cAMP levels, menyebabkan deaktifnya CAP (regulator positif beberapa jalur katabolik, termasuk laktosa operon); deaktivasi CAP menyebabkan bakteri lebih memilih mengunakan glukosa daripada gula lain ketika keduanya ada di lingkungan
    3. Regulasi oleh faktor sigma dan kontrol sporulasi
      1. Bakteri memproduksi sejumlah faktor sigma; masing-masing memungkinkan RNA polymerase untuk mengenali dan mengikat promotor spesifik
      2. Perubahan faktor sigma dapat menyebabkan RNA polymerase merubah ekspresi gen
      3. Ini telah didemonstrasikan pada sejumlah sistem termasuk respon kecutan panas di E. coli dan sporulasi pada B. subtilis
    4. Regulasi oleh antisense RNA dan kontrol protein porin-RNA antisense komplementer dengan molekul RNA dan secara spesifik mengikat pada ini, dengan demikian menghalangi replikasi DNA, sintesis mRNA, atau translasi, bergantung pada alamiah target RNA

    6)  DUA-KOMPONEN SISTEM FOSFORILASI

    Sistem transduksi signal yang menggunakan transfer grup phosphoryl untuk mengkontrol transkripsi gen dan aktivitas protein

    1. Pada sistem regulasi sporulasi, transfer secara sekuen grup phosphoryl dari kinase sensor untuk regulator transkripsi, melalui dua protein lain, memperbolehkan bakteri merespon kondisi lingkungan
    2. Kemotaxis-pada sistem ini, attractants (atau repellants) dideteksi oleh protein kemotaksis, mengatur transfer grup phosphoryl ke protein yang meregulasi arah rotasi flagela bakteri

    7)  PENGENDALIAN SIKLUS SEL

    1. Sekuen lengkap peristiwa perpanjangan dari pembentukan sel baru hingga pembelahan berikutnya disebut siklus sel: ini membutuhkan koordinasi ketat replikasi DNA dan pembelahan sel
    2. Muncul menjadi kontrol terpisah dalam siklus sel, yang satu sensitif pada massa sel dan lainnya peka pada panjang sel
    3. Pada E. coli, regulasi replikasi DNA melibatkan protein DnaA, yang mengikat pada origin replikasi untuk replikasi inisiasi
    4. Inisiasi pembentukan septa membutuhkan terminasi replikasi DNA dan pencapaian panjang yang diharapkan; bagaimana ini terjadi tidak diketahui
    5. Pada pertumbuhan cepat kultur bakteri, inisiasi rentetan replikasi DNA dapat berlangsung sebelum rangkaian replikasi selesai

     

    IKLAN

    CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

    Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

    IKLAN

    Ingin kaos bertema BELAJAR, PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN?, bosan dengan kaos yang ada?, ingin mengedukasi keluarga atau murid dengan pembelajaran. HANYA KAMI SATU-SATUNYA DI INDONESIA PERTAMA KALI KAOS BERTEMA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN COCOK DIPAKAI UNTUK SEMUA KALANGAN DAN MEMBERI KESAN EDUKASI DAN PEMBELAJARAN DALAM SETIAP PEMAKAIAANYA

    Jangan lupa kunjungi web kami di http://os-kaos.com/ untuk melihat berbagai koleksi kaos pendidikan dan pembelajaran dari kami like juga FP kami di https://www.facebook.com/Kaospembelajaran?ref=hl

    Fast Respon CP : 081938633462 dan 082331864747  WA: 081615875217

     

    KAOS BELAJAR

    05/27/2014 Posted by | Genetika Dasar | , , , | Tinggalkan komentar

    POLA TANAM TUMPANGSARI

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Dalam bercocok tanam, terdapat beberapa pola tanam agar efisien dan memudahkan kita dalam penggunaan lahan, dan untuk menata ulang kalender penanaman. Pola tanam sendiri ada tiga macam, yaitu : monokultur, polikultur (tumpangsari), dan rotasi tanaman. Ketiga pola tanam tersebut memiliki nilai plus dan minus tersendiri. Pola tanam memiliki arti penting dalam sistem produksi tanaman. Dengan pola tanam ini berarti memanfaatkan dan memadukan berbagai komponen yang tersedia (agroklimat, tanah, tanaman, hama dan penyakit, keteknikan dan sosial ekonomi). Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia, biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan yang sepenuhnya tergantung dari hujan. Maka pemilihan jenis/varietas yang ditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan.
    Tumpangsari merupakan suatu usaha menanam beberapa jenis tanaman pada lahan dalam waktu yang sama, yang diatur sedemikian rupa dalam barisan-barisan tanaman. Penanaman dengan cara ini bisa dilakukan pada dua atau lebih jenis tanaman yang relatif seumur, misalnya jagung dan kacang tanah atau bisa juga pada beberapa jenis tanaman yang umurnya berbeda-beda. Untuk dapat melaksanakan pola tanam tumpangsari secara baik perlu diperhatikan beberapa faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh diantaranya ketersediaan air, kesuburan tanah, sinar matahari dan hama penyakit. Penentuan jenis tanaman yang akan ditumpangsarikan dan saat penanaman sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama pertumbuhan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari persaingan (penyerapan hara dan air) pada suatu petak lahan antar tanaman. Pada pola tanam tumpangsari sebaiknya dipilih dan dikombinasikan antara tanaman yang mempunyai perakaran yang relatif dalam dan tanaman yang mempunyai perakaran relatif dangkal.

    1.2 Tujuan
     Mengetahui dan memahami macam-macam pola tanaman
     Mengetahui dan memahami pola tanam berdasarkan kondisi lahan
     Mengetahui dan memahami penetapan awal musim pada tumpang sari
     Mengetahui contoh-contoh pola tanam
     Mengetahui keuntungan dan kelemahan pola tanam tumpangsari

    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Pola Tanam
    Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut:
    1. Tumpang sari (Intercropping), melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.
    2. Tumpang gilir (Multiple Cropping), dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kacang tanah, ubi kayu.
    3. Tanaman Bersisipan (Relay Cropping): pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.
    4. Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya, semua tercampur jadi satu Lahan efisien, tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung, kedelai, ubi kayu.

    2.2 Pola Tanam Rotasi
    Pola tanam rotasi merupakan pola tanam yang dikembangkan dengan cara mengganti setiap musim tanaman budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

    2.3 Teknik Pola Tanam Pergiliran Tanaman Pada Pertanian
    1. Polikultur (Tumpangsari)
    Polikultur (disebut Juga tumpangsari) adalah penanaman dua tanaman secara bersama-sama atau dengan interval waktu yang singkat, pada sebidang lahan yang sama. Tumpangsari merupakan sistem penanaman tanaman secara barisan di antara tanaman semusim dengan tanaman tahunan. Tumpangsari ditujukan untuk memanfaatkan lingkungan (hara, air dan sinar matahari) sebaik-baiknya agar diperoleh produksi maksimum.
    Sistem tumpangsari dapat diatur berdasarkan:
    – Sifat-sifat perakaran
    – Waktu penanaman
    Tujuan dari pada tanaman tumpangsari adalah:
    – Memanfaatkan tempat-tempat yang kosong
    – Menghemat pengolahan tanah
    – Memanfaatkan kelebihan pupuk yang diberikan kepada tanaman utamanya
    – Menambah penghasilan tiap kesatuan luas tanah
    – Memberikan penghasilan sebelum tanaman utama menghasilkan.
    Pengukuran sifat-sifat perakaran sangat perlu untuk menghindarkan persaingan unsur hara, air yang berasal dari dalam tanah. Sistem perakaran yang dalam ditumpangsarikan dengan tanaman yang berakal dangkal. Tanaman monokotil yang pada umumnya mempunyai sistem perakaran yang dangkal, karena berasal dari akar seminal dan akar buku. Sedangkan tanaman dikotil pada umumnya mempunyai sistem perakaran dalam, karena memiliki akar tunggang. Dalam pengaturan tumpang sari tanaman monokotil dengan tanaman dikotil dapat dilakukan kalau dipandang dari sifat perakarannya, misalnya tumpang sari jagung dengan jeruk manis. Jeruk manis dapat tumbuh dengan baik, sedangkan tanaman jagung tumbuh subur tanpa mengganggu kehidupan jeruk manis.
    Pengaturan tumpang sari harus diingat bahwa tanaman selalu mengadakan kompetisi dengan tanaman semusim yang dapat saling menguntungkan, misalnya antara kacang-kacangan dengan jagung. Jagung menghendaki nitrogen tinggi, sementara kacang-kacangan, karena kacangan dapat memfiksasi nitrogen dari udara bebas.

    2. Pergiliran Tanaman (Rotasi Tanaman)
    Rotasi atau pergiliran tanaman ialah pengaturan susunan urutan-urutan pertanaman yang sistematis pada suatu tempat tertentu. Lamanya rotasi itu biasanya antara dua sampai lima tahun. Apabila rotasinya dilakukan dalam waktu satu tahun, biasanya disebut tanaman pengisi (succession cropping). Sebagai contoh rotasi, misalnya ialah kentang-kubis-pupuk hijau-kentang.
    Tujuan dari pada rotasi ini adalah:
    – Memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.
    – Memberantas nematoda-nematoda jahat dan penyakit yang dapat hidup lama di dalam tanah, yang sulit diberantas dengan cara lain.
    – Menambah penghasilan tiap kesatuan luas tanah.
    – Merotasi tanaman budidaya.
    – Menjaga kesuburan lahan atau memperbaiki tekstur tanah.
    – Menghindari peledakan hama atau penyakit tanaman.
    – Penyesuaian lahan dengan setiap musimnya.
    – Cara pergiliran tanaman pada pertanian organik tidak dilaksanakan pada seluruh satuan luas yang bersamaan, melainkan perbaris atau bedengan dan saling berdekatan.
    Pemilihan jenis tanaman rotasi adalah penting sekali. Kesalahan penggunaan jenis tanaman rotasi dapat menurunkan hasil tanaman berikutnya, yang tidak mustahil malah merupakan tanaman inang (host plant) bagi penyakit-penyakit yang justru akan diberantas. Sebagai contoh dapat dikemukakan, bahwa hasil tanaman kubis akan rendah apabila ditanam sesudah kedelai, akan tetapi dapat tinggi sesudah jagung, padahal kedelai bersifat menyuburkan tanah.
    Tetapi sebaliknya tanaman selada, tomat, dan bawang merah, hasilnya akan rendah apabila ditanam sesudah jagung. Tanah-tanah yang mengandung nematoda tidak boleh ditanami Tephrosiaa sp, karena bersifat sebagai tanaman inang. Tanamilah dengan jenis-jenis pupuk hijau lainnya.

    2.4 Pola Tanam Berdasarkan Kondisi Lahan
    1. Lahan Kering (tegalan)
    Di lahan kering, palawija dapat ditanam secara monokultur atau tumpangsari. Ada dua alternatif pelaksanaannya. Alternatif pertama, awal musim hujan, lahan dapat ditanami palawija berumur pendek sebanyak satu kali. Penanaman dilakukan secara monokultur atau tumpangsari dengan saat tanam yang bersamaan. Saat akhir atau pertengahan musim hujan, lahan dapat ditanami palawija berumur pendek atau berumur panjang sebanyak satu kali tanam. Pelaksanaannya dilakukan secara monokultur atau tumpangsari dengan waktu tanam yang bersamaan. Alternatif kedua, pada awal musim hujan, lahan ditanami jagung. Kurang lebih 3 sampai 4 minggu sebelum panen, singkong ditanami di antara tanaman jagung.

    2. Lahan Sawah Tadah Hujan
    Di lahan tadah hujan, palawija bisa ditanam secara monokultur atau tumpangsari. Ada dua alternatif untuk pelaksanaannya. Alternatif pertama, pada awal musim hujan sampai pertengahan musim huajn, lahan ditanami padi sebanyak satu kali. Pada akhir atau pertengahan musim hujan, lahan ditanami palawija secara monokultur sebanyak satu kali. Sedangkan alternatif kedua pada awal musim hujan, lahan ditanami padi sebanyak satu kali. Pada akhir atau pertengahan musim hujan sampai musim kemarau lahan dapat ditanami palawija secara tumpangsari. Tumpangsari dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah tumpangsari dua tanaman berumur pendek. Misalnya, jagung dengan kacang kedelai, kacang tanah atau kacang hijau. Pada metode ini waktu tanam dilakukan bersamaan. Demikian pula waktu panennya. Karena terdapat tanaman lain, maka jarak tanam jagung harus lebih lebar. Cara kedua dilakukan antara dua tanaman dengan umur berbeda. Misalnya, ubi kayu dengan kacang tanah, kedelai atau kacang hijau. Metode ini waktu tanamnya bersamaan. Ketika tanaman yang berumur pendek sudah dipanen, singkong masih dibiarkan tumbuh sampai saatnya panen. Dengan cara ini, jarak tanam singkong harus lebih lebar.

    3. Lahan Sawah Beririgasi
    Di lahan sawah, palawija umumnya ditanami secara monokultur dengan pola tanam sebagai berikut. Pada awal musim hujan sampai akhir musim hujan, lahan ditanami padi sebanyak dua kali tanam. Pada musim kemarau, lahan dapat ditanami palawija berumur pendek sebanyak satu kali.
    Kerugian pola lahan sawah beririgasi tanam ini adalah
    – Pola pergiliran tanaman pada setiap daerah berbeda sebab masing masing daerah mempunyai kondisi iklim, tanah dan kecocokan tanaman untuk pergiliran yang berbeda pula sehingga tidak bisa di samaratakan.

    4. Lahan Rawa Pasang Surut
    Sebelum ditanam palawija, lahan rawa harus diolah dengan sistem sarjan. Pada sistem ini, sebagian lahan ditinggikan untuk ditanami palawija atau tanaman lain yang tidak tahan genangan air. Bagian yang lebih tinggi ini disebut guludan. Bagian yang lain, dibuat lebih rendah untuk ditanami padi. Bagian yang rendah ini disebut tabukan. Perbandingan luas tabukan dan guludan pasang tertinggi. Bagian guludan tidak boleh dilampaui air. Sementara itu, permukaan tanah tidak lebih rendah dari lapisan pirit. Lapisan ini merupakan akumulasi bahan-bahan beracun, sehingga bila terangkat ke permukaan akan sangat mengganggu pertumbuhan tanaman.
    Di lahan rawa, palawija juga ditanami secara monokultur atau tumpang sari. Aturannya sebagai berikut. Di lahan di bagian tabukan, ditanami padi dua kali setahun. Sedangkan di bagian guludan pada awal dan akhir musim hujan ditanami palawija berumur pendek (jagung dan kacang-kacangan). Atau, pada awal musim hujan ditanami palawija berumur pendek dan akhir musim hujan ditanami singkong.

    2.5 Penetapan Awal Musim
    Awal musim ditentukan jika curah hujan dalam satu dekade dan tiap dekade berikutnya lebih besar dari 50 mm untuk musim hujan sedangkan untuk musim kemarau kurang dari 50 mm. Lebih mudahnya dalam tiga dekade harus lebih besar dari 150 mm untuk musim hujan dan kurang dari 150 mm untuk musim kemarau. Dari data curah hujan pada tabel ceraca air yang disesuaikan dengan kriteria diatas maka awal musim hujan jatuh pada bulan nopember dekade pertama. Penetapan ini dikarenakan curah hujan pada bulan nopember dekade pertama dan dua dekade berikutnya masing-masing melebihi kriteia diatas 50 mm yaitu berturut-turut 56.31 mm, 61.81 mm, dan 74.31 mm sedangkan curah hujan sebelumnya masih rendah yaitu 45.37 mm. Penetapan awal musim kemarau jatuh pada bulan april dekade pertama. Penetapan ini dikarenakan curah hujan pada bulan april dekade pertama dan dua dekade sesudahnya masing-masing sesuai kriteia yaitu berturut-turut 42.14 mm, 37.64 mm, dan 28.64 mm sedangkan curah hujan sebelumnya masih tinggi yaitu 60.86 mm.

    2.6 Contoh Pola Tanam
    Pola tanam dapat disusun sesuai kebutuhan petani. Pemilihan jenis tanaman budidaya umumnya disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Diketahuinya ketersediaan air disuatu daerah dengan adanya neraca air maka penentuan pola
    tanam dalam satu tahun dapat diatur sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Penentuan pola tanam sangat dipengaruhi ketersediaan air. Maka dari itu, ketika waktu defisit air penentuan pola tanam akan berbeda jika air dapat ditambahkan ataupun tidak dapat diberikan penambahan air. Berikut akan diberikan lima contoh model pola tanam:

    1. Padi – Padi – Padi
    Jika air saat terjadi defisit dapat disediakan maka dapat dilakukan penanaman padi sepanjang tahun. Namun jika air sulit tersedia ketika defisit air maka masih memungkinkan dilakukan penanaman padi sepanjang tahun namun dengan beberapa kriteria. Jika dalam satu tahun akan ditanam padi sebanyak tiga kali maka varietas padi yang digunakan adalah varietas genjah agar umurnya lebih pendek sehingga saat surplus air dapat dimanfaatkan penanaman hingga panen. Awal bulan nopember merupakan awal musim hujan namun pada dekade pertama masih terjadi defisit air. Maka penanaman padi kesatu dapat mulai. Jika persiapan hingga panen memerlukan waktu empat bulan maka saat penanaman padi kedua yaitu pada bulan maret masih terdapat air namun bulan april hingga juni terjadi defisit air. Maka varietas padi yang ditanam mengunakan padi lahan kering. Penanaman padi ketiga pada bulan juli jika tetap tidak dapat diusahakan pengairan maka padi yang ditanam menggunakan varietas lahan kering.

    2. Padi – Padi – Palawija
    Penanaman dengan pola tanam padi-padi-palawija dapat dimulai dengan penanaman padi pertama saat awal musim yaitu awal nopember. Persiapan dimulai bulan oktober sehingga pada awal musim penanaman telah siap. Pada bulan pebruari penanaman padi kedua dapat dilaksanakan sehingga pada waktu defisit air yaitu pada bulan juni hingga oktober dapat digunakan untuk penanaman palawija dan pengolahan tanah.

    3. Padi – Padi – Bero
    Untuk memperbaiki keadaan tanah maka disamping dilakukan penanaman dapat juga dilakukan pemberoan. Jika padi ditanam dua kali seperti pola tanam padi-padi-palawija maka waktu penanaman palawija dapat digunakan untuk pemberoan dan pengolahan tanah. Waktu penanaman padi dapat disamakan dengan pola tersebut.

    4. Padi – Palawija – Bero
    Menurut rekomendasi Oldeman, pola tanam yang sesuai untuk tipe iklim ini yaitu hanya mungkin satu kali padi atau satu kali palawija setahun tergantung pada adanya persediaan air irigasi. Pola tanam ini sesuai dengan rekomendasi Oldeman maka penanaman padi dapat dilakukan saat terjadi surplus air yaitu pada bulan nopember hingga maret. Dengan waktu lima bulan ini maka pertumbuhan padi dapat dioptimalkan. Sedangkan penanaman palawija ini dapat disesuaikan dengan jenis palawija dengan kebutuhannya terhadapa air. Jika palawija yang ditanam tidak terlalu tahan kekeringan maka penanamannya dapat dilakukan bulan maret disesuaikan saat surplus air sehingga waktu untuk penanaman padi lebih dimajukan dan sisanya untuk palawija. Jika palawija yang ditanam tahan terhadap kekeringan maka penanamannya dapat dilakukan bulan april kemudian dilakukamn pemberoan.

    Padi – Padi
    Jika penanaman padi akan dilaksanakan dua kali dalam satu tahun tanpa kegiatan lagi. Maka penanaman padi pertama dilakuka saat surplus air yaitu bulan nopember hingga maret. Sedangkan penanaman padi kedua dapat digunakan padi lahan kering yang ditanam setelah padi kedua. Varietas padi dapat menggunakan varietas berumur panjang karena dalam satu tahun hanya dilakukan dua kali penanaman.

    BAB III
    PEMBAHASAN

    3.1 Keuntungan Pola Tanam Tumpangsari
    Keuntungan pola tanam tumpang sari inter cropping antara lain:
    • Efisiensi tenaga lebih mudah dicapai karena persiapan tanam, pengerjaan tanah, pemeliharaan, pemupukan dan pemungutannya lebih mudah dimekanisir
    • Banyaknya tanaman per hektar mudah diawasi dengan mengatur jarak diantara dan didalam barisan
    • Menghsilkan produksi lebih banyak untuk di jual ke pasar
    • Perhatian lebih dapat di curahkan untuk tiap jenis tanaman sehingga tanaman yang ditanam dapat dicocokkan dengan iklim, kesuburan dan tekstur tanah
    • Resiko kegagalan panen berkurang bila di bandingkan dengan monokultur
    • Kemungkinan merupakan bentuk yang memberikan produksi tertinggi karena penggunaan tanah dan sinar matahari lebih efisien
    • Banyak kombinasi jenis-jenis tanaman dapat menciptakan stabilitas biologis terhadap serangan hama dan penyakit.

    3.2 Kelemahan Pola Tanam Tumpangsari
    Kelemahan pola tanam tumpang sari inter cropping antara lain:
    • Persaingan dalam hal unsur hara
    Dalam pola tanam tumpangsari, akan terjadi persaingan dalam menyerap unsur hara antar tanaman yang ditanam. Sebab, setiap tanaman memiliki jumlah kebutuhan unsur hara yang berbeda-beda, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa salah satu tanaman akan mengalami defisiensi unsur hara akibat kkalah bersaing dengan tanaman yang lainnya.
    • Pemilihan komoditas
    Diperlukan wawasan yang luas untuk memilih tanaman sela sebagai pendamping dari tanaman utama, karena tidak semua jenis tanaman cocok ditanam berdampingan. Kecocokan tanaman-tanaman yang akan ditumpangsarikan dapat diukur dari kebutuhan unsur haranya, drainase, naungan, penyinaran, suhu, kebutuhan air, dll.
    • Permintaan Pasar
    Pada pola tanam tumpangsari, tidak selalu tanaman yang menjadi tanaman sela, memiliki permintaan yang tinggi. Sedangkan, untuk memilih tanaman sela yang cocok ditumpangsarikan dengan tanaman utama, merupakan usaha yang tidak mudah karena diperlukan wawasan yang lebih luaslagi. Maka dari itu, diperlukan strategi pemasaran yang tepat agar hasil dari tanaman sela tersebut dapat mendatangkan keuntungan pula bagi petani.
    • Memerlukan tambahan biaya dan perlakuan
    Untuk dapat melaksanakan pola tanam tumpangsari secara baik perlu diperhatikan beberapa faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh di antaranya ketersediaan air, kesuburan tanah, sinar matahari dan hama penyakit.
    Penentuan jenis tanaman yang akan ditumpangsari dan saat penanaman sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama pertumbuhan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh pertumbuhan dan produksi secara optimal.
    Kesuburan tanah mutlak diperlukan, hal ini dimaksudkan untuk menghindar persiangan (penyerapan hara dan air) pada satu petak lahan antar tanaman.
    Pada pola tanam tumpangsari sebaiknya dipilih dan dikombinasikan antara tanaman yang mempunyai perakaran relatif dalam dan tanaman yang
    mempunyai perakaran relatif dangkal.
    Sebaran sinar matahari penting, hal ini bertujuan untuk menghindari persiangan antar tanaman yang ditumpangsarikan dalam hal mendapatkan sinar matahari, perlu diperhatikan tinggi dan luas antar tajuk tanaman yang ditumpangsarikan. Tinggi dan lebar tajuk antar tanaman yang ditumpangsarikan akan berpengaruh terhadap penerimaan cahaya matahari, lebih lanjut akan mempengaruhi hasil sintesa (glukosa) dan muara terakhir akan berpengaruh terhadap hasil secara keseluruhan.
    Antisipasi adanya hama penyakit tidak lain adalah untuk mengurangi resiko serangan hama maupun penyakit pada pola tanam tumpangsari. Sebaiknya ditanam tanam-tanaman yang mempunyai hama maupun penyakit berbeda, atau tidak menjadi inang dari hama maupun penyakit tanaman lain yang ditumpangsarikan.

    BAB IV
    PENUTUP

    4.1 Kesimpulan
    • Teknik pergiliran tanaman ada dua macam, yaitu polikultur (tumpangsari) dan pergiliran tanaman (rotasi tanaman). Polikultur (disebut Juga tumpangsari) adalah penanaman dua tanaman secara bersama-sama atau dengan interval waktu yang singkat, pada sebidang lahan yang sama. Tumpangsari merupakan sistem penanaman tanaman secara barisan di antara tanaman semusim dengan tanaman tahunan. Tumpangsari ditujukan untuk memanfaatkan lingkungan (hara, air dan sinar matahari) sebaik-baiknya agar diperoleh produksi maksimum. Keuntungan pola tanam tumpang antara lain : efisiensi tenaga lebih mudah dicapai karena persiapan tanam, pengerjaan tanah, pemeliharaan, pemupukan dan pemungutannya lebih mudah dimekanisir; banyaknya tanaman per hektar mudah diawasi dengan mengatur jarak diantara dan didalam barisan; menghsilkan produksi lebih banyak untuk di jual ke pasar; perhatian lebih dapat di curahkan untuk tiap jenis tanaman sehingga tanaman yang ditanam dapat dicocokkan dengan iklim, kesuburan dan tekstur tanah; resiko kegagalan panen berkurang bila di bandingkan dengan monokultur; kemungkinan merupakan bentuk yang memberikan produksi tertinggi karena penggunaan tanah dan sinar matahari lebih efisien; banyak kombinasi jenis-jenis tanaman dapat menciptakan stabilitas biologis terhadap serangan hama dan penyakit. Sedangkan kelemahan dalam pola tanama tumpangsari, antara lain :Persaingan dalam hal unsur hara; sulit dalam memilih komoditas yang cocok dijadikan sebagai tanaman sela; sulit dalam menyesuaikan atara tanaman sela dengan permintaan pasar; memerlukan tambahan biaya dan perlakuan.

    04/14/2014 Posted by | BTT | , | Tinggalkan komentar

    TALAS DAN FERMENTASI

    Talas dalam sistematika tumbuhan menurut Gembong Tjitrosoepomo (1990:342-345) dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    a. Kingdom : Plantae
    b. Divisi : Spermatophyta
    c. Class : Dicotyledoneae
    d. Ordo : Arales
    e. Famili : Araceae
    f. Genus : Colocasia
    g. Spesies : Colocasia esculenta

    2014-04-04_002124

    Talas merupakan tanaman pangan berupa herba menahun. Talas termasuk dalam suku talas-talasan (Araceae), berperawakan tegak, tingginya 1 cm atau lebih dan merupakan tanaman semusim atau sepanjang tahun. Talas mempunyai beberapa nama umum yaitu Taro dan Old cocoyom (Kemal Prihatman, 2000:1)Talas merupakan tanaman dengan sistem perakaran serabut, liar dan pendek. Umbi dapat mencapai 4 kg atau lebih, berbentuk silinder atau bulat, berukuran 30cm x 15 cm, berwarna coklat. Daun berbentuk perisai atau hati, lembaran daunnya 20-50 cm panjangnya, dengan tangkai mencapai 1 meter panjangnya, warna pelepah bermacam-macam. Perbungaan terdiri atas tongkol, seludang dan tangkai. Bunga jantan dan bunga betina terpisah. Buah bertipe buah buni. Biji banyak, berbentuk bulat telur, panjangnya 2 mm (Arentyba, 2011:1).

    Talas merupakan umbi berbentuk silinder atau lonjong sampai agak bulat. Kulit talas bewarna kemerahan, bertekstur kasar dan terdapat bekas-bekas pertumbuhan akar. Warna daging putih keruh. Kandungan kimia dalam talas dipengaruhi oleh varietas, iklim, kesuburan tanah, dan umur panen. Umbi talas segar sebagian besar terdiri dari air dan karbohidrat. Talas berkembang biak dengan anakan, sulur umbi anakan atau pangkal umbi serta bagian pelepah daunnya (Arie Cyberedan, 2011:1).

    Talas merupakan sumber pangan yang penting karena selain merupakan sumber karbohidrat, protein dan lemak, talas juga mengandung beberapa unsur mineral dan vitamin sehingga dapat dijadikan bahan obat-obatan. Komposisi zat yang terkandung dalam 100 gram talas dapat dilihat pada Tabel 1

    2014-04-04_002331

    b. Fermentasi

    1) Pengertian Fermentasi

    Johan W. von Mollendorff (2008:14) mengungkapkan fermentasi merupakan proses perubahan biokimia dari substrat karena adanya aktivitas dari mikroba dan enzim yang dikeluarkan oleh mikroba tersebut. Pada proses fermentasi terjadi peningkatan nutrisi dan kualitas organoleptik.

    Fermentasi dapat terjadi karena adanya aktivitas mikroba penyebab fermentasi pada substrat organik sesuai. Menurut Winarno (1984:10) terjadinya proses fermentasi dapat menyebabkan perubahan sifat pangan sebagai akibat pemecahan kandungan-kandungan bahan pangan tersebut.

    Fermentasi pada dasarnya merupakan suatu proses enzimatik dimana enzim yang bekerja mungkin sudah dalam keadaan terisolasi yaitu dipisahkan dari selnya atau masih dalam keadaan terikat di dalam sel. Pada beberapa proses fermentasi yang menggunakan sel mikroba, reaksi enzim mungkin terjadi sepenuhnya di dalam sel
    mikroba karena enzim yang bekerja bersifat intraselular. Pada proses lainnya reaksi enzim terjadi di luar sel karena enzim yang bekerja bersifat ekstraseluler (Srikandi Fardiaz, 1988:6).

    Menurut Hidayat (2000:23) fermentasi tape yang paling baik terjadi pada kondisi mikroaerob, karena pada kondisi anaerob kapang tidak mampu tumbuh sehingga kapang tidak mampu menghidrolisis pati, sedangkan pada kondisi aerob, pertumbuhan kapang dan khamir berlangsung baik tetapi aroma yang dikehendaki
    tidak muncul. Keberhasilan proses fermentasi dipengaruhi beragam faktor dan kondisi lingkungan. Winarno dan Fardiaz (1984:63-65) mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan fermentasi

    a) Keasaman
    Makanan yang mengandung asam biasanya tahan lama, tetapi jika oksigen cukup jumlahnya dan kapang dapat tumbuh serta fermentasi berlangsung terus,maka daya tahan awet dari asam tersebut akan hilang. Tingkat keasaman
    sangat berpengaruh dalam perkembangan bakteri. Kondisi keasaman yang baik untuk pertumbuhan bakteri adalah 3,5 – 5,5.

    b) Mikroba
    Fermentasi biasanya dilakukan dengan kultur murni yang dihasilkan di laboratorium. Kultur ini dapat disimpan dalam keadaan kering atau dibekukan. Pembuatan makanan dengan cara fermentasi di Indonesia pada umumnya tidak menggunakan kultur murni sebagai contoh misalnya ragi pasar mengandung beberapa ragi diantaranyaSaccharomyces cereviseaeyang dicampur dengan tepung beras dan dikeringkan. Kultur murni biasa digunakan dalam fermentasi misalnyauntuk pembuatan anggur, bir, keju, sosis, dan lain-lainnya.

    c) Suhu
    Suhu fermentasi sangat menentukan macam mikroba yang dominan selama fermentasi. Setiap mikroorganisme memiliki suhu maksimal pertumbuhan, suhu minimal pertumbuhan dan suhu optimal. Suhu pertumbuhan optimal adalah suhu yang memberikan pertumbuhan terbaik dan perbanyakan diri tercepat.

    d) Alkohol
    Mikroorganisme yang terkandung dalam ragi tidak tahan terhadap alkohol dalam kepekatan (kadar) tertentu, kebanyakan mikroba tidak tahan pada konsentrasi alkohol 12 – 15 %

    e) Oksigen
    Oksigen selama proses fermentasi harus diatur sebaik mungkin untuk memperbanyak atau menghambat pertumbuhan mikroba tertentu, ragi yang menghasilkan alkohol dari gula lebih baik dalam kondisi anaerobik. Setiap mikroba membutuhkan oksigen yang berbeda jumlahnya untuk pertumbuhan atau membentuk sel-sel baru dan untuk proses fermentasi. Misalnya Saccharomycessp yang melakukan fermentasi terhadap gula jauh lebih cepat pada keadaan anaerobik, akan tetapi mengalami pertumbuhan lebik baik pada keadaan aerobiksehingga jumlahnya bertambah banyak

    \f) Substrat dan Nutrien
    Mikroorganisme memerlukan substrat dan nutrien yang berfungsi untuk menyediakan :
    a) Energi, biasanya diperoleh dari substansi yang mengandung karbon, yang salah satu sumbernya adalah gula.
    b) Nitrogen, sebagian besar mikroba yang digunakan dalam fermentasi berupa senyawa organik maupun anorganik sebagai sumber nitrogen. Salah satu contoh sumber nitrogen yang dapat digunakan adalah urea.
    c) Mineral, yang diperlukan mikroorganisme salah satunya adalah phospat yang dapat diambil dari pupuk TSP.
    d) Vitamin, sebagian besar sumber karbon dan nitrogen alami mengandung semua atau beberapa vitamin yang dibutuhkan. Defisiensi vitamin tertentu dapat diatasi dengan cara mencampur berbagai substrat sumber karbon atau nitrogen.

    2) Mekanisme Fermentasi
    Salah satu substrat utama yang dipecah dalam proses fermentasi adalah karbohidrat, karbohidrat banyak terdapat dalam bahan nabati berupa gula sederhana, heksosa, pentosa, pati, pektin, selulosa dan lignin. Pada umumnya karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi monosakarida, oligosakarida dan polisakarida. Monosakarida merupakan suatu molekul yang dapat tediri dari lima atau enam atom carbon (C), oligosakarida merupakan polimer dari 2–10 monosakarida, dan polisakarida merupakan polimer yang terdiri lebih dari 10 monomer monosakarida.

    Salah satu jenis polisakarida adalah pati yang banyak terdapat dalam serealia dan umbi–umbian. Selama proses pematangan, kandungan pati berubah menjadi gulagula pereduksi yang akan menimbulkan rasa manis (Winarno, 2002:17-18)Fermentasi gula oleh ragi dapat menghasilkan etil alkohol dan karbondioksida menjadi dasar dari pembuatan tape.

    Winarno dan Fardiaz (1990:68) berpendapat di dalam proses fermentasi, kapasitas mikroba untuk mengoksidasi tergantung dari jumlah aseptor elektron terakhir yang dapat dipakai. Sel–sel melakukan fermentasi menggunakan enzim–enzim yang akan mengubah hasil dari reaksi oksidasi, dalam hal ini yaitu asam menjadi senyawa yang memiliki muatan lebih positif, sehingga dapat menangkap elektron terakhir dan menghasilkan energi. Khamir lebih cenderung memfermentasi substrat karbohidrat untuk menghasilkan etanol bersama sedikit produk akhir lainnya jika tumbuh dalam keadaan anaerobik.

    Etanol memiliki nama lain alkohol, aethanolum dan etil alkohol merupakan cairan yang bening, tidak berwarna, mudah mengalir, mudah menguap serta mudah terbakar dengan api biru tanpa asap. Etanol dapat larut dalam air, kloroform, eter, gliserol, dan hampir dapat larut dalam semua jenis pelarut organik lainnya.

    IKLAN

    CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

    Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

    IKLAN

    Ingin kaos bertema BELAJAR, PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN?, bosan dengan kaos yang ada?, ingin mengedukasi keluarga atau murid dengan pembelajaran. HANYA KAMI SATU-SATUNYA DI INDONESIA PERTAMA KALI KAOS BERTEMA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN COCOK DIPAKAI UNTUK SEMUA KALANGAN DAN MEMBERI KESAN EDUKASI DAN PEMBELAJARAN DALAM SETIAP PEMAKAIAANYA

    Jangan lupa kunjungi web kami di http://os-kaos.com/ untuk melihat berbagai koleksi kaos pendidikan dan pembelajaran dari kami like juga FP kami di https://www.facebook.com/Kaospembelajaran?ref=hl

    Fast Respon CP : 081938633462 dan 082331864747 PIN BB: 7BD178A5 WA: 081615875217

    KAOS BELAJAR

    04/03/2014 Posted by | Biologi Umum | , , , , | Tinggalkan komentar

    SKRIPSI AKUNTANSI

    Skripsi Akuntansi. seperti kita ketahui, tugas akhir dari setiap mahasiswa ketika menginjak semester akhir adalah membuat skripsi. Nah disini permasalahan dan problematikanya, seringkali skripsi ini menjadi momok dan hantu yang sangat menakutkan bagi sebagian mahasiswa.

    Seperti kita ketahui akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian informasi kepada manajemen. Jurusan akuntansi ini peminantnya dari tahun ke tahun cukup meningkat, tidak hanya itu lulusannya juga meningkat dari tahun ke tahun, meskipun begitu tetap saja meski tegolong jurusan favorit namun menaklukan skripsi akuntansi yang menjadi tugas mahasiswa tetaplah bukan hal yang mudah.

    Untuk mengatasi permasalahan mahasiswa tersebut, sebenarnya jawabannya sangat sederhana sekali, yaitu para mahasiswa perlu skripsi akuntansi yang bagus dan bermutu untuk bahan referensi, karena dengan banyaknya referensi contoh skripsi akuntansi akan membuat mahasiswa mengetahui gambaran skripsi yang akan dibuat kedepannya akan seperti apa, selain itu dengan semakin banyaknya referensi skripsi akuntansi akan meminimalisir kesalahan yang mungkin akan dilakukan ketika mengerjakan skripsi.

    Di sini saya menyediakan puluhan contoh skripsi akuntansi yang sangat cocok dan berkualitas untuk digunakan sebagai referensi dalam pembuatan skripsi para mahasiswa jurusan akuntansi. contoh skripsi akuntansi yang ada meliputi, akuntansi keuangan, akuntansi perpajakan, hingga manajemen akuntansi yang kesemuanya sangat cocok dan berbobot untuk dijadikan sebagai bahan referensi bagi mahasiswa akuntansi untuk menyelesaikan skripsi mereka.

    Berikut ini contoh beberapa judul contoh skripsi akuntansi yang kami punya: PENGARUH PENGAWASAN FUNGSIONAL TERHADAP KINERJA PEMERINTAH DAERAH (Studi pada Inspektorat Provinsi Jawa Barat), ANALISIS PERBANDINGAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN TARIF TUNGGAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PAJAK PENGHASILAN TERHUTANG(Studi Kasus Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Tasikmalaya), ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH RIGHT ISSUE pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selain perbankan dan lembaga keuangan, PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (Studi kasus pada CV. MITRA TANINDO) dan masih banyak puluhan judul lainnya

    Jika berminat dan ingin membelinya segera hubungi saya di nomer 081938633462, harganya murah hanya 50rb saja anda sudah bisa mendapatkan puluhan judul contoh skripsi akuntansi berkualitas.

    03/21/2014 Posted by | Uncategorized | | 1 Komentar

    HAMA, GULMA, DAN PENYAKIT TANAMAN

    A. Hama

    Hama adalah hewan yang mengganggu atau merusak tanaman sehingga pertumbuhan dan perkembangannya terganggu. Hama dapat merusak tanaman secara langsung maupun tidak langsung. Gangguan atau serangan hama dapat terjadi sejak benih, pembibitan, pemanenan, hingga di gudang penyimpanan. Gangguan dan serangan itu dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hama yang menyerang tanaman ada beraneka ragam, misalnya wereng, gangsir, tikus, ulat tanah, lalat buah, walang sangit, dan kutu. Selain itu, tanaman juga dapat terserang berbagai macam penyakit. Penyakit tanaman dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, dan alga.

    Contoh hewan yang termasuk hama antara lain sebagai berikut.

    1. Wereng

    Wereng adalah sejenis kepik yang menyerang tumbuhan dan menyebabkan daun dan batang menjadi berlubang-lubang. Jika serangannya parah maka daun akan menguning, kering, dan akhirnya mati. Wereng dapat dikendalikan secara kimiawi, misalnya dengan penyemprotan menggunakan insektisida. Menyemprot dengan pestisida harus menggunakan baju lengan panjang, sarung tangan, penutup muka (masker), topi, sepatu, dan diupayakan tidak melawan arah angin.

    2014-03-16_001736

    2. Gangsir

    Gangsir merupakan binatang yang sering menyerang tanaman yang masih muda, misalnya tanaman yang baru dipindah dari persemaian. Gigitan gangsir menyebabkan tanaman mati karena batangnya putus atau patah. Potongan pangkal batang itu biasanya tidak dimakan tapi hanya diputus.
    Serangan gangsir biasanya terjadi pada malam hari. Gangsir membuat liang di dalam tanah sampai kedalaman 90 cm dengan ciri khas ada onggokan tanah di permukaan liang. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain dengan tidak menanam bibit yang terlalu muda karena disukai gangsir. Adapun pengendalian terhadap gangsir dapat dilakukan dengan menyiram larutan insektisida pada liang gangsir kemudian ditutup dengan tanah.

    3. Tikus

    Tikus merupakan hama tanaman yang sangat merugikan petani karena hal-hal sebagai berikut.
    a. Menyerang tanaman pada masa persemaian, pertumbuhan, pembungaan, panen, hingga masa penyimpanan.
    b. Sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi yang baik.
    c. Memiliki kemampuan berkembang biak yang tinggi dan penyebarannya cepat. Tikus betina dapat melahirkan 4 sampai dengan 12 anak dalam satu siklus reproduksi.
    d. Memakan bagian tanaman seperti biji-bijian, umbi tanaman, dan buah. Selain itu, tikus juga merusak batang tanaman. Tanda-tanda serangan tikus antara lain adanya kerusakan tanaman, ada jejak dan kotoran tikus, adanya bekas potongan-potongan pada tanaman yang dirusak tikus, serta adanya liang tikus. Pengendalian tikus dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.

    a. Pemberian racun tikus yang bersifat akut. Racun ini jika termakan oleh tikus dapat membunuh tikus hanya dalam beberapa jam.
    b. Gropyokan, yaitu memburu dan membunuh tikus secara beramai-ramai dalam sebuah desa atau wilayah kelompok tani.
    c. Emposan, yaitu dengan membakar campuran belerang dan jerami diarahkan ke dalam liang tikus. Sebelumnya
    lubang-lubang yang ada ditutup agar tidak ada tikus yang lari keluar melalui lubang lain.
    d. Pengendalian biologis dilakukan dengan melepaskan musuh alami, misalnya burung hantu, kucing, dan ular
    sawah.
    e. Penanaman padi secara serentak, yaitu agar serangan tikus tidak memusat pada salah satu wilayah persemaian.

    2014-03-16_001848

    4. Lalat buah
    Lalat buah biasanya menyerang tanaman pada waktu musim hujan. Lalat betina menusuk buah-buahan dengan alat peletak telur untuk memasukkan telurnya ke dalam daging buah. Telur akan menetas dan menjadi belatung yang memakan buah
    tersebut sehingga buah akan busuk dan rusak. Pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
    a. Sanitasi lingkungan dengan membersihkan semua buah yang rontok.
    b. Pemasangan perangkap berupa sex pheromon.
    c. Penyemprotan insektisida secara berselang-seling. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari ketika masih ada embun.

    2014-03-16_001949

    5. Walang sangit

    Walang sangit merupakan serangga hama tanaman padi. Setiap kali bertelur, serangga betina dapat menghasilkan 100–200 butir telur. Telur-telur tersebut diletakkan pada daun bendera tanaman padi. Telur yang telah menetas akan menjadi nimfa yang berwarna hijau dan berangsur-angsur menjadi coklat. Nimfa dan imago menyerang buah padi yang sedang matang susu dengan cara menghisap cairan buah sehingga menyebabkan buah menjadi hampa. Pengendalian terhadap wereng coklat dapat dilakukan dengan cara menanam secara serentak, sanitasi tanaman yang terserang, atau dengan penyemprotan insektisida dengan dosis yang sesuai.

    6. Artona

    Hama ini temasuk lepidoptera (kupu yang merusak tanaman ketika stadia larva). Artona menjadi hama bagi tanaman kelapa. Ulat yang baru menetas menyerang dengan menimbulkan gejala serangan titik-titik pada daun. Setelah agak besar, ulat menimbulkan gejala serangan garis-garis pada daun. Selanjutnya, ulat yang cukup besar memakan daun kelapa berikut tulang daunnya sehingga daun kelapa hanya tinggal lidinya saja. Pengendalian terhadap artona dilakukan dengan memangkas daun kelapa yang sudah terserang agar ulat dan kepompongnya ikut terbuang. Pengendalian hayati dengan melepas parasit Apanteles artonae. Pada areal pertanaman yang luas dapat dilakukan
    penyemprotan dengan larutan insektisida yang bersifat sistemik atau racun perut.

    2014-03-16_002031

    Upaya pengendalian dan pemberantasan hama tanaman secara garis besar dapat dilakukan melalui dua macam cara, yaitu secara kimiawi dan secara biologi.

    1. Pengendalian secara kimiawi
    Pengendalian hama secara kimiawi merupakan upaya pengendalian pertumbuhan hama tanaman menggunakan pestisida, yaitu zat kimia pembasmi hama tanaman. Pestisida terdiri atas insektisida, larvasida, fungisida, dan algasida

    a. Insektisida digunakan untuk memberantas serangga (insekta).
    b. Larvasida digunakan untuk memberantas larva (ulat).
    c. Fungisida digunakan untuk memberantas jamur (fungi).
    d. Algasida digunakan untuk memberantas ganggang (algae).

    Penggunaan pestisida harus dilakukan secara cermat dan hati-hati mengikuti aturan pakai. Hal ini karena pestisida terbuat dari zat kimia yang berbahaya. Dampak penggunaan pestisida antara lain sebagai berikut.

    a. Dapat membunuh hewan lain yang sebenarnya bermanfaat bagi manusia.
    b. Apabila masuk ke dalam bahan makanan dapat bersifat racun sehingga membahayakan kesehatan manusia.
    c. Dapat merusak keseimbangan ekosistem.

    Ada juga pengendalian hama secara kimiawi dengan menggunakan sistem fumigasi. Fumigasi adalah cara pengendalian hama dengan menggunakan gas beracun Methyl Bromide (CH3Br). Dengan dosis yang sesuai, fumigasi dapat membunuh rayap, tikus, kumbang, ngengat, dan lainlain. Fumigasi memiliki tingkat penetrasi yang tinggi dan dapat membunuh
    semua tingkat perkembangan hama tanpa mengotori bahan atau tanaman= yang difumigasi. Namun, karena bahan yang digunakan adalah senyawa beracun maka penggunaan lebih lanjut masih dipelajari lebih lanjut supaya
    tidak terjadi dampak yang merugikan.
    2. Secara biologi
    Pemberantasan hama secara biologi merupakan upaya pengendalian hama tanaman dengan menggunakan agen pemangsa alami (predator). Contoh berbagai hewan pemangsa hama tanaman antara lain lebah penyengat, semut rangrang, dan burung hantu.
    a. Ulat kupu artona diberantas dengan hewan semacam lebah penyengat.
    b. Kutu loncat diberantas dengan semut rangrang.
    c. Tikus diberantas dengan burung hantu.

    B. Gulma
    Gulma adalah tanaman pengganggu tanaman budi daya. Berbeda dengan hama dan penyakit tanaman, pengaruh yang
    diakibatkan oleh gulma tidak terlihat secara langsung dan berjalan lambat. Namun, secara keseluruhan kerugian yang
    ditimbulkan sangat besar. Gulma mampu berkompetisi kuat dengan tanaman budi daya untuk memenuhi kebutuhan unsur
    hara, air, sinar matahari, udara, dan ruang tumbuh. Contoh tumbuhan yang termasuk gulma, yaitu rumput teki, tanaman
    paku-pakuan, dan enceng gondok. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kerugian akibat persaingan antara tanaman budi daya dengan gulma antara lain sebagai berikut

    1. Pertumbuhan tanaman terhambat sehingga waktu mulai berproduksi lebih lama.
    2. Penurunan kuantitas dan kualitas hasil produksi.
    3. Gulma dapat menjadi sarang hama dan penyakit.
    4. Pengendalian gulma membutuhkan biaya yang mahal.
    Cara pengendalian gulma dilakukan melalui dua cara, yaitu:
    1. Cara tradisional dengan mencabuti gulma secara langsung.
    2. Cara modern dengan menyemprot menggunakan herbisida

    C. Penyakit Tanaman
    Selain hama dan gulma, ada lagi yang dapat menurunkan kualitas tanaman, yaitu penyakit tanaman. Penyakit tanaman dapat menyebabkan terganggunya daya tahan tubuh tanaman terhadap pengaruh luar. Secara umum, penyakit tanaman disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Berbagai contoh penyakit tanaman antara lain sebagai berikut.
    a. CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration)
    CVPD adalah penyakit yang merusak pembuluh tapis batang tanaman jeruk. Penyakit CVPD disebabkan oleh virus.
    b. TMV (Tobacco Mozaic Virus)
    TMV adalah virus mosaik yang menyerang tanaman tembakau. Daun tanaman tembakau yang terserang virus mosaik menjadi berwarna belang hijau muda sampai hijau tua. Ukuran daun menjadi relatif lebih kecil dibandingkan dengan ukuran daun normal. Apabila tanaman muda terserang virus ini, pertumbuhan tanaman terhambat dan akhirnya kerdil.
    c. Penyakit bulai
    Penyakit ini biasanya menyerang tanaman jagung. Penyebabnya adalah jamur dengan penyebaran menggunakan spora yang diterbangkan oleh angin.
    d. Penyakit virus belang
    Penyakit ini biasanya menyerang tanaman kedelai. Penyebabnya adalah virus dengan penyebaran melalui perantaraan angin.
    e. Penyakit kerdil rumput
    Penyakit ini biasanya menyerang tanaman padi. Penyebabnya virus dengan penyebaran melalui perantaraan hama wereng.
    Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan jalan mengendalikan hewan perantaranya, yaitu wereng. Cara pengendalian tersebut antara lain sebagai berikut.
    1) Menanam padi yang tahan terhadap hama wereng (VUTW).
    2) Memutuskan daur perkembangbiakan wereng dengan jalan mengupayakan rotasi tanaman, yaitu menanam dua jenis
    tanaman di satu lahan secara bergantian.
    3) Menanam padi secara serentak dalam areal yang luas dengan jenis padi yang ditanam sama. Hal ini dilakukan agar pemanenan dapat dilakukan serentak dalam satu waktu. Dengan demikianterdapat tenggang waktu, yaitu tidak terdapatnya tanaman padi sama sekali sehingga hama wereng tidak memperoleh makanan dan akhirnya mati.
    4) Membunuh wereng secara langsung menggunakan insektisida dengan dosis yang tepat. Dosis yang tepat sangat penting supaya hama wereng dapat diberantas tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem

    IKLAN

    CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

    Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

    IKLAN

    Ingin kaos bertema BELAJAR, PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN?, bosan dengan kaos yang ada?, ingin mengedukasi keluarga atau murid dengan pembelajaran. HANYA KAMI SATU-SATUNYA DI INDONESIA PERTAMA KALI KAOS BERTEMA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN COCOK DIPAKAI UNTUK SEMUA KALANGAN DAN MEMBERI KESAN EDUKASI DAN PEMBELAJARAN DALAM SETIAP PEMAKAIAANYA

    Jangan lupa kunjungi web kami di http://os-kaos.com/ untuk melihat berbagai koleksi kaos pendidikan dan pembelajaran dari kami like juga FP kami di https://www.facebook.com/Kaospembelajaran?ref=hl

    Fast Respon CP : 081938633462 dan 082331864747 PIN BB: 7BD178A5 WA: 081615875217

    KAOS BELAJAR

    03/15/2014 Posted by | BTT | | Tinggalkan komentar

    KAOS BELAJAR

    Kaos Belajar adalah kaos unik pertama di indonesia yang berbeda dengan kaos-kaos biasanya. Kenapa berbeda??ya di kala kaos lain menampilkan gambar-gambar seni, artis dan sebagainya, Kaos Belajar justru menampilkan materi-materi pembelajaran yang tertuang atau tercetak di atas kaos.

    Dalam era pendidikan yang semakin kompetitif ini, siswa tak hanya harus dibekali materi pembelajaran di dalam kelas, namun di dalam kehidupan sehari-hari pun siswa dapat dioptimasi program belajarnya, ya salah satunya dengan menggunakan KAOS BELAJAR dalam aktivitas kesehariannya ataupun dalam bergaya.

    Mengapa KAOS BELAJAR ini penting? Jawabannya sebenarnya sederhana, KAOS BELAJAR atau bisa juga kita sebut dengan KAOS PEMBELAJARAN atau juga KAOS PENDIDIKAN ini berisikan materi-materi pembelajaran, dengan memakai kaos ini, siswa akan menjadi semakin bergaya, beda, tampil trendy namun tidak ketinggalan juga terlihat smart alias pintar, hal ini dapat kita buktikan jika anda melihat apa itu sebenarnya Definisi Belajar, setelah membaca definisi belajar tersebut secara otomatis kita pasti akan paham dengan arti pentingnya kaos belajar ini terutama bagi siswa, guru dan warga sekolah lainnya.

    KAOS BELAJAR

    Melihat pentingnya hal diatas maka, os-kaos.com ini didirikan tujuannya, selain idealisme untuk ikut memajukan pendidikan di Indonesia, juga os-kaos.com ingin menunjukkan bahwa KAOS BELAJAR tidak norak dan cocok digunakan untuk semua kalangan dan satu hal yang paling penting kaos ini punya nilai edukasi tinggi yang pasti tidak akan dipunyai oleh kaos lainnya dari merek manapun KAMI JAMINNN ITU.

    Jangan lupa kunjungi web kami di http://os-kaos.com/ untuk melihat berbagai koleksi kaos pendidikan dan pembelajaran dari kami Fast Respon CP : 081938633462 dan 082331864747 WhatsApp : 081615875217

    03/12/2014 Posted by | KAOS BELAJAR | | Tinggalkan komentar

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 653 pengikut lainnya.