BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

NUTRISI MIKROORGANISME

OLEH: DR.H. AGUS KRISNO BUDIYANTO,M.KES

DOSEN PENDIDIKAN BIOLOGI UMM

Mikrobiologi berasal dari kata Yunani yaitu mikros adalah kecil atau renik, bio adalah hidup atau kehidupan, logos adalah ilmu atau pikiran. Jadi mikrobiologi berarti ilmu pengetahuan tentang makhluk hidup kecil atau jasad-jasad renik. Istilah lain yang digunakan selain makhluk hidup yang kecil atau renik adalah mikroorganisme. Mikroorganisme pertama kali ditemukan pada tahun 1632-1723 oleh seorang mahasiswa yang berkebangsaan Belanda dengan melakukan pengamatannya membuat mikroskop. Beliau adalah Antony Van Leeuwenhoek. Setelah penemuannya tentang adanya benda-benda kecil di dalam setetes air hujan itu perkembangan tentang dunia mikroorganisme kini semakin pesat. Seperti layaknya makhluk lain mikroorganisme juga memerlukan makanan. Untuk keperluan hidupnya, mikroorganisme membutuhkan bahan organik dan anorganik yang diambil dari lingkungannya. Bahan makanan tersebut dinamakan nutrien, sedangkan proses mengasimilasi makanannya disebut nutrisi. Nutrien adalah substansi anorganik dan organik yang dalam larutan melintasi membran sitoplasma (Nutrients is the chemicals from the environment of which a cell is built). Agar dapat mendapatkan nutrien dari makanan, sel harus mampu mencerna makanan itu, yaitu mengubah molekul-molekul protein, karbohidrat dan lipida yang komplek dan besar menjadi molekul yang sederhana dan kecil yang segera melarut sehingga dapat memasuki sel. Proses mengasimilasikan makanan itulah yang disebut nutrisi.
Persyaratan nutrisi bagi organisme secara umum adalah sebagai berikut.
Nutrisi sebagai sumber energi. Semua organisme hidup membutuhkan sumber energi. Beberapa bentuk kehidupan, seperti tumbuhan hijau, dapat menggunakan energi pancaran atau cahaya dan dinamakan fototrof. Yang lain, seperti hewan bergantung pada oksidasi atau kehilangan elektron dari suatu atom. Senyawa-senyawa kimia untuk memperoleh energinya. Makhluk –makhluk ini disebut kemotrof.
Semua organisme membutuhkan karbon, semua membutuhkan sedikitnya sejumlah kecil karbon dioksida, tetapi kebanyakan diantaranya juga membutuhkan beberapa senyawa karbon organik, seperti gula –gulaan dan karbohidrat lain
Semua organisme yang hidup memerlukan nitrogen. Tumbuhan menggunakan nitrogen dalam bentuk garam nitrogen anorganik seperti kalium nitrat (KNO3), sedangkan hewan membutuhkan senyawa nitrogen organik seperti protein dan produk-produk hasil peruraiannya Yaitu peptida dan asam-asam amino tertentu.
Semua organisme hidup membutuhkan belerang (sulfur) dan fosfot.
Semua organisme hidup membutuhkan beberapa unsur logam, natrium, kalium, kalsium, magnesium, mangan, besi, seng, tembaga dan kobalt untuk pertumbuhannya yang normal.
Semua organisme hidup membutuhkan air untuk fungsi-fungsi metabolisme dan pertumbuhannya.
Tabel 3.1 Tipe-tipe nutrisi utama bakteri

TIPE        SUMBER ENERGI    SUMBER KARBON     CONTOH GENUS                             UNTUK                UNTUK
PERTUMBUHAN     PERTUMBUHAN

Fototrof
Fotoautotrof           Cahaya         CO2            Chromatium
Fotoheterotrof            Cahaya         Senyawa organik         Rhodopseumdomonas
Kemotrof
Kemoautotrof        Oksidasi senyawa     CO2             Thiobacillus
organik
Kemoheterotrof        Oksidasi senyawa     Senyawa organic         Esherichia
organik

Proses nutrisi pada mikroorganisme secara umum dan mendasar dibagi menjadi dua cara yaitu Fototrof dan Heterotrof. Fototrof terjadi apabila mikroorganisme memanfaatkan cahaya sebagai sumber energinya, sedang heterotrof adalah mikroorganisme yang mensyaratkan senyawa organic sebagai sumber karbonnya. Sumber makanan atau nutrien yang di perlukan mikroorganisme banyak macamnya antara lain: sumber karbon, sumber nitrogen, ion-ion organik dan metabolit penting lainnya. Nutrien-nutrien tersebut akan di manfaatkan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Banyaknya jumlah nutrien akan mempengaruhi perkembangbiakan mikroorganisme selain syarat-syarat pertumbuhan lainnya. Fase pertumbuhan pada mikroorganisme diawali dengan fase tenggang yaitu periode penyesuaian pada lingkungan. Periode ini kemudian di ikuti oleh pembelahan sel dengan laju yang tetap. Fase pertumbuhan ini dinamakan fase log, karena peningkatan jumlah bersifat logaritma. Akhirnya pertumbuhan cenderung mendatar sampai ke fase stasioner, dan apabila laju kematian lebih besar dari pada laju perkembangbiakan, bakteri memasuki fase akhir yaitu fase kematian. Cepat lambatnya pertumbuhan mikroorganisme akan tergantung pada banyak faktor, terutama banyaknya zat makanan. Zat makanan tersebut meliputi:
1. Sumber karbon (karbihidrat dan lemak)
2. Sumber nitrogen (protein atau amoniak)
3. Ion-ion anorganik tertentu
4. Metabolit penting (vitamin)
5. Air
Mikroorganisme sebagai sel juga memerlukan sumber energi. Tanpa energi (kemampuan untuk melakukan pekerjaan), sel itu tidak dapat mensintesis protoplasma dan melanjutkan proses kehidupan lain, misalnya bakteri dapat memperoleh energi dari oksidasi kimia. Kebanyakkan bakteri memperoleh bahan-bahan tersebut dari bahan organik yaitu dengan merombaknya dan menggunakan apa yang diperlukannya. Proses ini melewati tiga tahap:
Perombakan bahan yang mengandung protein, karbohidrat dan lipida (Pencernaan ekstra seluler dengan menggunakan enzim ekstraseluler mikroorgqanisme).
Penyerapan bentuk material tersebut yang sedehana.
Bioenergi dan Biosintensi (protein, karbohidrat dan lipida dalam sel).
Terdapat satu perbedaan yang besar antara nutrisi hewan dan bakteri, kebanyakan manusia, hewan, hingga protozoa mampu menelan makanan padat. Banyak amoeba misalnya dapat menelan partikel makanan padat kedalam vakuolanya, partikel-partikel ini dirombak oleh enzim organisme itu dan diserap protoplasma untuk pengadaan energi dan pembentukan protoplasma baru. Nutrisi yang khas bagi hewan, yang di dalamnya makanan padat yang ditelan organisme itu disebut nutrisi holozoik sebaliknya bakteri tidak dapat menelan makanan padat. Bakteri dan jamur mendapatkan nutrisi dalam larutan air yang berarti bahwa pencernaan berlangsung diluar organisme, nutrisi semacam ini dinamakan nutrisi holofit. Sedangkan nutrisi sangat bermanfaat dalam proses pertumbuhan mikroorganisme. Karena jika nutrisi terhambat atau kurang memenuhi syarat, maka proses untuk tumbuh pada bakteripun terganggu dan terhambat.
Berdasarkan atas kebutuhan dan makanannya atau pada nutrisinya mikroorganisme dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu:
1. Mikroorganisme Metabolismei Autotrof
Jasad metabolisme autotrof dapat mensintesis sendiri kebutuhan hidupnya dari senyawa-senyawa anorganik dan ini merupakan karakteristik bagi tumbuhan yang mempunyai klorofil. Organisme yang tidak mempunyai klorofil harus mendapatkan energi dari oksidasi kimia. Anggota–anggota satu kelompok bakteri mempunyai suatu kemampuan yang menakjubkan untuk mengubah senyawa anorganik menjadi protein, lemak, asam, nukleat, vitamin dan sebagainya dan suatu kelebihan yang sangat tidak mungkin terjadi pada hewan. Bakteri ini disebut autotrof yang tidak dapat menggunakan senyawa organik apa saja.seperti organisme fotsintesis, organisme ini mengunakan karbon dioksida sebagai satu-satunya sumber karbon bagi sintesi selnya. Namun, yang seperti telah diketahui untuk mengubah karbon dioksida menjadi bahan sel diperlukan energi dan NADPH. Bakteri fotosintesis memperoleh energi yang dibutuhkan ini dari cahaya, tetapi organisme autotrof harus memperoleh energi dari oksidasi kimia. Sifat organisme autotrof yang tidak lazim adalah bahwa organisme ini mendapatkan energinya dari oksidasi senyawa anorganik. Walaupun hal ini kelihatan aneh proses penangkapan energi sama dengan yang dilakukankan untuk fosforilasi oksodatif. Jadi elektron yang dibebaskan dari oksidasi belerang, ammonia dan sebagiannya disalurkan melewati rantai taranspor elektron, yang menyebabkan protein menyebur dari membran. Pontensial yang terjadi diubah menjadi ikatan fosfat berenergi tinggi apabiala proton ini  memasuki sel kembali melewati saluran proton. Sekali ATP sudah terbentuk, jalir bio sintesisi sel menjadi sangat analog dengan jalur organisme potosintesis.
2. Mikroorganisme Metabolisme Heterotrof
Jasad yang heterotrof tidak mampu mensintesis makanannya sendiri sehingga hidupnya dapat sebagai saprofit dan parasit. Organisme heterotrof memerlukan senyawa organik lebih banyak dari organism lain. Organisme ini tidak dapat mengambil unsur – unsur dari atmosfer, namun apabila diberi persediaan satu substansi organik seperti glukosa untuk karbon, dan energi organisme tersebut dapat menggunakan bahan anorganik untuk keperluan yang lain. Berdasarkan pada penggolongan pola kehidupan tersebut diatas mikroorganisme termasuk dalam heterotrof dan yang lainnya termasuk autotrof. Perbedaan kedua golongan tersebut di atas menjadi kabur setelah diketahui bahwa growth faktor yang khas diperlukan pula oleh jasad-jasad yang menggunakan bahan organik sebagai makanan pokoknya. Jika kebutuhan faktor penumbuh kita pertimbangkan maka jasad-jasad bakteri-bakteri hidup dapat digolongkan berdasarkan sumber energi yang digunakan jasad bakteri tersebut menjadi jasad
bakteri yang fotoautotrof dan kemoautotrof.
Jasad Bakteri fotoautotrof menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi untuk pertumbuhannya, sedangkan jasad bakteri kemoautotrof mendapatkan energi dari hasil-hasil oksidasi reduksi tanpa adanya sinar matahari sebagai contoh dapat ditemukan disini adalah proses nitrifikasi pada amoniak atau garamnya yang terjadi didalam tanah sehingga terbentuklah senyawa nitrit yang dilakukan oleh bakteri nitrit. Disamping nutrisi yang memadai kondisi lain harus dipenuhi untuk menumbuhkan bakteri. Medium harus mempunyai pH yang tepat yaitu tidak boleh terlalu asam atau terlalu basa. Kebanyakan bakteri tidak tumbuh dalam kondisi terlalu basah dengan pengecualian basil kolera (vibrio cholerae) pada dasarnya tidak satupun dapat tumbuh baik pada pH lebih dari 8.
3.2 Pengelompokan Kehidupan Mikroorganisme Berdasarkan Nutrisinya
Pengelompokan kehidupan mikroorganisme berdasarkan zat gizi dibagi atas:
a. Sumber-sumber Energi
Dari segi transformasi energi untuk mendapatkan bentuk energi biokimia (ATP) dapat dibedakan menjadi dua jenis metabolisme dan secara prinsipal berbeda, yaitu:
1. Mikroorganisme Fototrof
Mikroorganisme yang untuk pertumbuhannya menggunakan energi sinar elektromaknetik (cahaya) disebut mikroorganisme fototrof (fotosintetik). Mikroorganisme fototrof mencakup dua kelompok besar,
yaitu:

a. Bakteri fototrof anaerob (Fotoautotrof)
Mikroorganisme autotrof yaitu bakteriyang membutuhkan karbondioksida (CO2) sebagai sumber karbonnya.
b. Bakteri fototrof aerob (Fotoheterotrof)
Mikroorganisme heterotrof yaitu bakteri yang mensyaratkan senyawa organik sebagai sumber karbonnya.
2. Mikroorganisme Kemotrof
Mikroorganisme yang untuk pertumbuhannya memperoleh energi dengan cara reaksi oksidasi-reduksi (redoks) dari substrat yang menjadi nutrien disebut khemotrof (khemosintetik). Energi biokimia ini diperoleh dengan oksidasi (respirasi) atau dengan peragian. Mikroorganisme kemotrof juga mencakup dua kelompok besar, yaitu:
a. Bakteri kemotrof anaerob (Kemoautotrof)
Dikatakan autotrof apabila sumber energi untuk pertumbuhannya berasal dari oksidasi senyawa anorganik.
b. Bakteri kemotrof aerob (Kemoheterotrof)
Dikatakan heterotrof apabila sumber energi untuk pertumbuhannya berasal dari oksidasi senyawa organik.
b. Donor Hidrogen Dan Sumber Karbon
Penggolongan kehidupan mikroorganisme dapat pula dibagi atas dasar sifat organik atau anorganik dan dari donor elektron yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Jasad-jasad yang menggunakan bahan-bahan anorganik seperti nitrogen, NH3, H2S atau S sebagai donor electron disebut jasad yang litotrof, sedangkan jasad hidup yang menggunakan senyawa organik sebagai donor elektronnya digolongkan dalam jasad yang organotrof. Kalau kita menggolongkan jasad hidup berdasarkan atas kombinasi dari tipe energi dan donor elektron yang diperlukan untuk pertumbuhan, maka jasad hidup dapat dibedakan sebagai berikut:
– Fotolitotrof
Jasad-jasad fotoliototrof menggunakan sinar matahari sebagai energi primer dan menggunakan senyawa anorganik sebagai donor elektron untuk pertumbuhan.
– Fotoorganotrof
Jasad-jasad yang tergolong fotoorganotrof sumber energinya tergantung pada sinar matahari dengan menggunakan senyawasenyawa organik sebagai donor elektron.
– Kemolitotrof
Jasad-jasad kemolitotrof menggunakan sumber energi dari hasil oksidasi reduksi dari senyawa anorganik dan menggunakan senyawa anorganik sebagai donor elektron.
– Kemoorganotrof
Jasad-jasad yang kemoorganotrof tergantung dari hasil-hasil oksidasi reduksi dari senyawa organik sebagai donor electron untuk pertumbuhannya jasad yang termasuk golongan ini merupakan jasad heterotrof dan mencakup sebagian besar jasad renik dan termasuk pula bintang-bintang tertentu.
c. Proses nutrisi donor hidrogen dan sumber karbon dibagi menjadi dua
jenis metabolisme, yaitu:
– Mikroorganisme autotrof
Suatu mikroorganisme dikatakan autotrof apabila mikroorganisme tersebut mampu memperoleh sebagian besar dari jumlah karbon sel dengan cara fiksasi CO2. Jasad autotrof dapat mensintesis sendiri kebutuhan hidup dari senyawa-senyawa anorganik dan ini merupakan karakteristik bagi tumbuhan yang mempunyai klorofil.
– Mikroorganisme heterotrof
Suatu mikroorganisme dikatakan heterotrof apabila mikroorganisme tersebut mampu memperoleh sebagian besar dari jumlah karbon selnya dari senyawa-senyawa organik. Jasad yang heterotrof tidak mampu mensintesis makanannya sendiri sehingga hidupnya dapat sebagai saprofit atau parasit.
Berdasarkan penggolongan pola tersebut di atas mikroorganisme sebagian besar termasuk dalam heterotrof dan yang lainnya termasuk autotrof. Perbedaan kedua golongan tersebut di atas menjadi kabur setelah diketahui bahwa growth faktor yang khas diperlukan pula oleh jasad-jasad yang menggunakan bahan-bahan organik sebagai makanan pokoknya jika kebutuhan faktor penumbuh kita pertimbangkan maka jasad-jasad hidup dapat digolongkan berdasarkan sumber energi yang digunakan jasad tersebut menjadi jasad yang fotoautotrof dan kemoautotrof. Jasad fotoautotrof menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi untuk pertumbuhannya, sedangkan jasad kemototrof memperoleh energi dari hasilhasil oksidasi reduksi tanpa adanya sinar matahari sebagai contoh dapat dikemukakan disini adalah proses nitrifikasi pada amoniak atau garamnya yang terjadi di dalam tanah sehingga terbentuklah senyawa nitrit yang dilakukan oleh bakteri nitrit.
3.3 Komponen-komponen dalam Nutrisi
Pertumbuhan mikroorganisme tergantung dari tersedianya air. Bahanbahan yang terlarut dalam air yang digunakan dalam mikroorganisme untuk membentuk bahan sel dan memperoleh energi adalah bahan makanan. Di dalam bahan makanan tersebut harus tersedia semua unsur yang ikut serta pada pembentukan bahan sel dalam bentuk sebagai senyawa yang dapat diolah.
1. Unsur (Mineral)
Dilihat dari susunan kimia selnya, maka kebutuhan unsur (mineral) dapat dibedakan dalam dua kelompok, yaitu:
a. Unsur makro: yang terdiri dari karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen,
belerang, fosfor, kalium, kalsium, besi, and magnesium yang terkandung dalam semua organisme.
b. Unsur mikro: yang terdiri dari mangan, seng, tembaga, kobalt, nikel dan
lain-lain yang diperlukan oleh mikroorganisme.
2. Sumber Karbon dan Energi
Organisme yang memperoleh energi dengan cara fotosintesis atau dengan cara mengoksidasi senyawa-senyawa anorganik dapat memanfaatkan CO2 sebagai sumber utama, Sedangkan karbon dari mikroorganisme / bakteri adalah senyawa yang mengandung karbon, kecuali beberapa plastik sintetik dan senyawa organik kompleks seperti pada beberapa pestisida. Tapi ada juga beberapa mikroorganisme yang memperoleh sumber karbon dengan metabolisme karbohidrat dan protein yang sederhana. Selain kebutuhan air salah satu dari kebutuhan yang paling penting untuk keperluan mikroorganisme adalah sumber karbon yang diperlukan oleh semua senyawa–senyawa organik yang menyusun tubuh sel–sel hidup mikroorganisme yang tergolong kemoeterotrof memperoleh karbon dari sumber energi berupa bahan–bahan organik seperti, protein, karbohidrat dan lipid. Golongan mikroorganisme kemoheterotrof memperoleh karbon dari karbondioksida dan juga mikroorganisme fotoautotrof mendapatkan karbondioksida.
4. Zat-zat Pelengkap
Mikroorganisme disamping memerlukan mineral, karbon sebagai makanan untuk memperoleh energi, juga memerlukan beberapa zat pelengkap dalam proses pertumbuhannya. Zat-zat pelengkap tersebut seperti asam amino, senyawa purin, dan senyawa pirimidin serta vitamin. Ketiga senyawa di atas yaitu asam amino, senyawa purin dan senyawa pirimidin merupakan kelompok protein dan asam nukleat, sedangkan vitamin merupakan kelompok koenzim. Zat-zat tersebut mempunyai fungsi sebagai eurimatik katalitik. Zat-zat tersebut diperlukan atau digunakan dalam jumlah yang relatif sedikit dan kecil.
5. Nitrogen
Nitrogen adalah salah satu unsur yang diperlukan oleh semua jasad hidup untuk sintesis protein asam nukleat dan senyawa–senayawa lain yang mengandung nitrogen. Atmosfer bumi mengandung hampir 80% N2 Atmosfer diatas setiap hektar tanah–tanah subur diperkirakan mengandung lebih dari 30000-ton nitrogen. Selama adanya pertumbuhan, mikroorganisme membebaskan enzim–enzim proteolitik–proteolitik yang dapat merombak senyawa–senyawa protein menjadi asam amino. Sejumlah nitrogen sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan, karena nitrogen tersebut terkandung di dalam protein dan asam nukleat. Dalam hal memperoleh nitrogen setiap organisme berbeda-beda, ada yang dengan cara menggunakan gas nitrogen dari udara dan ada juga yang menggunakan sumber nitrogen anorganik, seperti garam-garam ammonium. Tapi ada juga yang menggunakan sumber nitrogen organik, seperti glutamik dan asparagin.
6. Oksigen
Kebutuhan oksigen untuk oksidasi biologis yang terjadi dalam sel mikroorganisme dapat menggunakan senyawa–senyawa lain yang tergantung kepada jenis mikroorganismenya. Oksigen yang terdapat dalam senyawa–senyawa penyusun protoplasma, tidak berasal dari O2 udara, akan tetapi berasal dari senyaw–senyawa organik yang mengandung atom – atom oksigen dari air. Unsur oksigen tersedia dalam bentuk air. Selanjutnya oksigen juga terdapat dalam CO2 dan dalam banyak senyawa organik.
Fungsi utama oksigen adalah sebagai akselator elektron terminal pada respirasi aerob, pada peristiwa ini oksigen direduksi menjadi air. Oksigen yang berasal dari molekul oksigen hanya akan diinkorporasi kedalam substansi sel. Sedangkan sebagai sumber karbon menggunakan metana atau hirokarbon aroma.
Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, mikroorganisme dapat dikelompokkan dalam 4 golongan, yaitu:
1. Mikroorganisme Aerob
Mikroorganisme yang aerob ini membutuhkan adanya oksigen untuk metabolismenya. Pada mekanisme respirasi, mikroorganisme dapat menggunakan oksigen sebagai akseptor elektron atau akseptor hydrogen. Mikroorganisme yang termasuk dalam golongan ini hanya dapat hidup apabila ada oksigen untuk melangsungkan oksidasi biologis. Hal ini merupakan keuntungan luar biasa bagi organisme itu karena banyaknya energi yang tersedia dari oksidasi sempurna molekul glukosa lebih besar daripada energi yang diperoleh dari fermentasi glukosa hal ini terjadi halnya jalan bertahap setiap pasangan electron dari NADH ke oksigen melalui serangkaian pengangkut sitokrom menghasilkan pembentukan tiga molekul ATP ini dengan energi yang didapatkan dari oksidasi piruvat menjadi asetat memberikan hasil total 3 molekul ATP yang dibangkitkan dari metabolisme setiap molekul glukosa menjadi CO2 dan H2O. Apabila hal ini dibandingkan dengan hanya dua molekul ATP yang didapat pada fermentasi satu molekul glukosa menjadi etanol atau asam laktat, jelaslah bahwa metabolisme aerob lebih efisien dari pada fermentasi.
2. Mikroorganisme Anaerob
Mikroorganisme yang termasuk dalam golongan anaerob tidak dapat menggunakan O2 bebas sebagai akseptor hydrogen, bahkan adanya oksigen dapat menghambat pertumbuhannya karena oksigen dapat bersifat sebagai racun. Jasad-jasad hidup ini dapat hidup dengan melakukan fermentasi atau respirasi anaerob, dimana ion-ion anorganik seperti NO3 dan SO4 yang berperan sebagai akseptor hydrogen atau akseptor elektron. Mikroorganisme yang anaerob ini dapat diracuni oleh adanya oksigen, karena jasad ini tidak mempunyai enzim katalase dan super-super dismutase yang diperlukan untuk menguraikan senyaewa hydrogen peroksida yang bersifat racun dan ion-ion superioksida (O2), O2 dan O2 merupakan bentuk racun bagi mikroorganisme tertentu. Ada kelompok organisme terakhir yang terpisah karena organisme ini bukan aerob dan bukan pula fermentatif. Bakteri ini adalah anaerob obligan tetapi bukannya menggunnakan hasil antara metabolisme tersebut menggunakan ion–ion anorganik sebagai penerima elektron terakhir.
Organisme ini dapat dibagi lagi menjadi tiga tipe:
a. Pereduksi sulfat, mbenyusun organisme yang menggunakan
sulfat sebagai penerima elektron terakhir dengan mereduksinya sampai ketahap sulfida. Organisme ini memerlukan bahan organik karbon dan olehkarena itu bersifat heterotrof.
b. Pereduksi nitrit, kebanyakan organisme yang menggunakan
nitrit sebagai penerima elektron terakhir dapat dipandang sebagai anaerob fakultatif. Jadi organisme ini dapat menggunakan nitrat jika bahan itu tersedia, jika tidak
organisme ini Akan melakukan metabolisme aerob atau metabolisme fermentasi.
c. Bakteri metan, ada beberapa Meta yang dapat
menggunakan karbondioksida sebagai penerima electron dan dengan itu mereduksi menjadi metan.
3. Mikroorganisme Fakultatif Anaerob
Mikroorganisme yang yang termasuk dalam golongan fakultatif anaerob, dapat menyesuaikan hidupnya pada lingkungan yang tidak mengandung oksigen. Apabila oksigen terdapat dalam lingkungan hidupnya, maka jasad ini dapat tumbuh dengan memanfaatkan oksigen tersebut sebagai akseptor elektron akhir. Akan tetapi kalau tidak ada oksigen, jasad ini dapat melangsungkan fermentasi atau respirasi anaerob.
4. Mikroorganisme yang Mikroaerofil
Mikroorganisme yang termasuk golongan mikroaerofil, tidak dapat hidup dalam dalam suasana yang aerob ataupun anaerob dengan sempurna, karena oksigen bebas hanya diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit sekali atau hanya kira-kira 20% dalam atmosfer atau kurang dari persentasi oksigen dalam atmosfer. Pada media makanan padat didalam tabung reaksi, mikroorganisme dapat tumbuh pada suatu kedalaman dimana oksigen dapat masuk secara difusi kedalam medium.
RANGKUMAN
Klasifikasi mikroorganisme berdasarkan sumber energi: Fototrof (Cahaya matahari) dan Kemotrof (Senyawa organik).
Klasifikasi mikroorganismeberdasarkan sumber karbon: autrotrof (CO2) dan heterotrof (senyawa organik).
Klasifikasi mikroorganisme berdasarkan sumber donor elektron: litotrof (senyawa anorganik) dan Organotrof (senyawa organik).
Klasifikasi mikroorganisme berdasarkan kebutuhan oksigen: aerob (butuh O2) dan anaerob.

11/08/2010 Posted by | Uncategorized | 7 Komentar

SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI

OLEH: DR.H.M. AGUS KRISNO BUDIYANTO, M.KES

DOSEN PENDIDIKAN BIOLOGI UMM

SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI
1.1. Pendahuluan
Mikrobiologi merupakan suatu istilah luas yang berarti studi tentang organisme hidup yang terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata terlanjang. Dalam bahasa Yunani “Mikrobiologi” diartikan mikros yang berarti kecil, bios yang artinya hidup dan logos yang artinya kata atau ilmu. Dalam konteks pembagian ilmu modern, Mikrobiologi mencakup studi tentang bakteri (bakteriologi), jamur (mikologi), dan virus (virologi).
Di Indonesia sendiri, dunia mikrobiologi saat ini telah berkembang pesat dan mempunyai perhimpunan sendiri yakni Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (PERMI) adalah suatu organisasi profesi ilmiah dalam bidang mikrobiologi yang beranggotakan ilmuwan, pakar dan teknisi yang mempunyai keahlian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi bidang mikrobiologi serta ilmuwan lain yang berminat dalam bidang mikrobiologi.
Mikrobiologi adalah suatu kajian tentang mikroorganisme. Mikroorganisme itu sangat kecil, biasanya bersel tunggal, secara individual tidak Dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Walaupun beberapa pengaruh mikroorganisme telah diketahui dan juga telah dimanfaatkan selama ribuan tahun, tetapi baru 300 tahun yang lalu organisme- organisme mikroskopik terlihat dan dipelajari pertama kali.
Antonie Van Leeuwenhoek (1632-1723) ialah orang yang pertama kali mengetahui adanya dunia mikroorganisme itu. Pada tahun 1675 Antonie, membuat mikroskop dengan kualitas lensa yang cukup baik, sehingga dia bisa mengamati mikroorganisme yang terdapat pada air hujan yang menggenang dan air jambangan bunga. Dari air hujan yang menggenang di kubangan-kubangan dan dari air jambangan bunga, ia peroleh beraneka hewan bersel satu dengan menggunakan mikroskop buatan yang diperbesar hingga 300 kali. Ia tertarik dengan banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Selain itu ia juga menemukan adanya Hewan bersel satu ini kemudian diberi nama Infusoria atau “hewan tuangan”. Penemuan ini membuatnya lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumbuk lebih banyak lensa dan memasangnya di lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu memperbesar 200- 300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil pengamatannya tersebut dan mengirimkannya ke British Royal Society. Salah satu isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1674 ia menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah bentuk batang, coccus maupun spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri. Pentingnya penemuan tersebut tidak dihargai pada saat itu terlebih lagi Penemuan Leewenhoek tentang animalcules menjadi perdebatan darimana asal animalcules tersebut. Ada dua pendapat yang muncul, satu mengatakan animalcules ada karena proses pembusukan tanaman atau hewan, melalui fermentasi misalnya. Pendapat ini mendukung terori yang mengatakan bahwa Makhluk hidup berasal dari benda mati melalui proses abiogenesis. Konsep ini dikenal dengan ganaratio spotanea. Pendapat ini mengatakan bahwa animalcules tadi berasal dari animalcules sebelumnya seperti halnya organismea tingkat tinggi. Pendapat atau teori ini disebut dengan biogenesis. Mikrobiologi tidak berkembang sampai perdebatan tersebut terselesaikan dengan dibuktikannya kebenaran teori biogenesis. Pembuktian ini memerlukan berbagai macam eksperimen yang nampaknya sederhana dan perlu waktu lebih dari 100 tahun.. Baru setelah hampir 200 tahun berikutnya, seorang ahli Perancis, Louis Pasteur, Louis Pasteur (1822 – 1895) seorang ahli kimia yang menaruh perhatian pada mikroorganisme, Oleh karena itu ia tertarik untuk meneliti peran mikroba dalam industri anggur dan pembuatan alkohol dalam mempelajari proses fermentasi dan menunjukkan bahwa mikroorganismelah penyebab rasa asam yang tidak dikehendaki pada beberapa jenis anggur. Kenyataannya, ada satu jenis
mikroorganisme yang membantu pembuatan anggur, namun ada organisme lain yang menyebabkan rusaknya minuman anggur. Setelah gagasan ini diterima studi tentang organisme dengan proses metabolisme menjadi ilmu yang penting.
Antara tahun 1674 sampai 1683 ia terus menerus mengadakan hubungan
dengan lembaga “ Royal Society” di Inggris.Ia melaporkan hal-hal yang diamatinya dengan miskroskop itu kepada lembaga tersebut. Laporan-laporan itu disertai dengan gambar-gambar mikroorganisme yang beraneka ragam. Atas kecermatanketelitian pengamatan leeuwenhock nyata sekali pada gambar–gambar tersebut.Kemudian ia membuat sketsa bakteri dengan bentuk bola (kokus), silindris atau bentuk batang (basillus), spiral (spirilum). Akan tetapi arti penemuan leeuwcnhock tidak dihiraukan sebelum tahun 1800, ketika orang belum menyadari benar bahwa mikroorganisme adalah penyebab banyak penyakit atau menyebabkan perubahan kimia pada pahan – bahan disekitar kita yang tidak terhitung banyaknya. Dalam sejarah mikrobiologi, Leeuwenhoek dapat dipandang sebagai peletak dasar utama atau bapak mikrobiologi.
1.2 Pembahasan
Mikrobiologi mencangkup pengetahuan tentang virus (virologi), pengetahuan tentang bakteri (bakteriologi), pengetahuan tetang hewan bersel satu (Protozoologi), pengetahuan tentang jamur (Mikologi), terutama yang meliputi jamur-jamur rendah seperti Phycomycetes, dan juga Ascomycetes, serta Deuteromycetes. Lebih dari satu abad yang lalu Louis Pasteur dan beberapa rekannya meyakinkan profesi medis bahwa sebenarnya organisme yang kecil inilah yang menyebabkan penyakit. Informasi yang diperoleh dari mikrobiologi membawa kemajuan besar untuk mengawasi banyaknya penyakit menular. Disamping itu mikroorganisme telah digunakan untuk mempelajari berbagai proses biokimia yang diketahui terjadi pada bentuk kehidupan yang lebih tinggi. Jadi banyak fakta tentang metabolisme manusia yang diketahui oleh sekarang, mula-mula diketahui terjadi pada   bukan hanya studi tentang mikroorganisme penyebab penyakit, tetapi merupakan studi tentang semua aktifitas hayati mikroorganisme.
1.2 Perkembangan Studi Mikroorganisme
Studi pengaruh dan pemanfaatan mikroorganisme, sebenarnya sudah berlangsung selama ribuan tahun, tetapi baru 300 tahun yang lalu mikroorganisme dipelajari dan dikaji lebih mendalam.
1.2.1 Antonie Van Leeuwenhoek (1632-1723)
Antony van Leeuwenhoek (1632 – 1723) sebenarnya bukan peneliti atau ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah sebagai ‘wine terster’ di kota Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-serat pada kain. Sebenarnya ia bukan orang pertama dalam penggunaan mikroskop, tetapi rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang penemu mikrobiologi. Mikroorganisme untuk pertama kali diketahui oleh Leeuwenhoek dengan menggunakan karya ciptaannya yaitu mikroskop. Dengan sarana ini ia mengamati mikroorganisme dalam air hujan, air laut, bahan pengorekan dari sela-sela gigi, campuran yang sedang berfermentasi dan berbagai bahan lainnya, kemudian ia menamakan hewan temuan pertamanya ini “hewan kecil” (animalcule).
1.2..2 Teori Generatio Spontanea (Abiogenesis) dan Biogenesis
Teori Generatio Spontanea ini dikembangkan untuk menjelaskan adanya lalat pada daging yang membusuk. Tikus pada makanan ternak yang terurai, dan ular yang membusuk pada air yang menggenang. Pada abad XIX, muncul isu ilmu pengetahuaan mengenai asal–usul kehidupan. Setelah ditemukannya suatu dunia organisme yang tidak tampak dengan mata telanjang membangun minat terhadap perbedaan mengenai asal–usul kehidupan yaitu dari manakah asal jasad – jasad renik ini muncul. Oleh karena itu muncullah pertentangan dari para ahli dan ilmuwan, sehingga melahirkan dua aliran atau tokoh yaitu aliran Non Vital dan aliran Vital. Pada zaman Aristoteles lebih dari 2000 tahun yang lalu (300 sebelum isa almasih) muncul suatu pendapat, bahwa kehidupan berasal dari bahan atau benda mati yang mengalami penghancuran. Konsepsi ini dikenal sebagai teori sebagai spontan atau abiogenesis (abio,”tidak hidup”: genesis “asal”). Aristoteles berpendapat, bahwa organisme hidup (mahluk –mahluk kecil) terjadi daribenda mati. Banyak orang pada masa yang lalu tidak sependapat bahwa mikroorganisme menjelma melalui generasi spontan, tetapi tidak sedikit pula yang mendukung berlakunya generasi. Spontan bagi cacing, serangga,bahkan binatang seperti tikus dan katak.Ilmuwan-ilmuwan yang juga mengamati teori Generatio Spontanea antaralain:
1. Francesco Redi
Francesco Redi (1668), seorang fisikawan Italia merupakan orang pertama yang melakukan pembantahan teori generation spontania. Dia melakukan experimen dengan memasukkan daging ke dalam wadah yang ditutup dengan kain tipis yang berlubang halus untuk mencegah masuknyalalat, ia membuktikan bahwa belatung tidak terjadi secara mendadak pada daging yang membusuk. Lalatlah yang tertarik oleh daging yang membusuk, bertelur di atas kain tipis penutup wadah. Ketiadaan belatung yang tumbuh pada daging yang membusuk memberikan bukti yang menentukan untuk menentang perkembangan secara mendadak.. disamping itu dia melakukan serangkaian penelitian menggunakan daging segar yang telah dipanaskan terlebih dahulu. Redi memperhatikan bahwa ulat akan menjadi lalat dan lalat sela ia terdapat jauh dari sisa –sisa daging. Pada penelitiannya Redi menggunakan dua kerat daging segar yang diletakkan dalam dua wadah. Wadah yang satu ditutupi kain yang tembus udara dan yang satu tidak ditutupi. Setelah beberapa hari, pada daging tidak tertutup mulailah keluar belatungbelatung. Sementara itu pada daging yang tertutup tidak tumbuh belatung dari experimen itu maka Franscesco Redi menyimpulkan dan menunjukkan bahwa ulat yang ada dalam daging busuk adalah larva yang berasal dari telur lalat, bukan hasil dari generatio. Sehingga Tujuan dari penelitian Redi ini adalah untuk menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup perlu asal–usul dimana ia berasal. Teori Abiogenesis juga ditentang pula oleh Lazzaro Spallinzani.

2. John Needham (1713-1781)
Needhan (1713-1781), adalah seorang pendeta bangsa Irlandia. Selama tahun 1745-1750 ia mengadakan eksperimen–eksperimen atau percobaan dengan daging yang direbus. Ia juga mengadakan eksperimen-eksperimen dengan berbagai rebusan padi-padian, dan lain sebagainya. Meskipun air rebusan tersebut disimpannya rapat-rapat dalam botol tertutup, namun timbulah mikroorganisme dengan kata lain menurutnya kehidupan dapat timbul dari benda mati. Pendapat ini lebih dikenal sebagai teori Abiogenesis. Kemudian air tersebut disimpannyarapat- rapat dalam botol tertutup, dan mengamati bahwa terdapat mikroorganisme pada awal percobaan. Sehingga menyimpul bahwa jasad- jasad (mikroorganisme) tersebut terjadi secara spontan dari daging. Dengan kata lain bahwa adanya animalcules berasal dari air kaldu hasil. perebusan daging namun teori necdhan ini lalu dipatahkan oleh Lazzaro Spallanzani.
3. Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
Lazzaro Spallinzani (1729 – 1799), seorang biologiwan italia, dalam usahanya untuk membantah dan membuktikan bahwa konsepsi abiogenesis yang dikemukakan oleh Aristoteles dan Nedham itu tidak benar. Dia mengatakan bahwa perebusan dan kemudian penutupan botol–botol berisi air rebusan yang dilakukan needham itu tidak sempurna. Kemudian Spallanzani melakukan percobaan dengan merebus kaldu daging selama 1 jam dan menempatkannya pada toples yang disegel/ditutup rapat dan hasilnya menunjukkan tidak ditemukannya mikroorganisme dalam kaldu tersebut, karena dengan menutup botol tidak memungkinkan masuknya udara (oksigen) yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan mikroorganisme. Jadi ekperimen ini menentang teori abiogenesis. Hal ini juga tetap tidak dapat menyakinkan Needham bahwa mikroorganisme tidaklah muncul karena generasi spontan. Lazzaro menyimpulkan bahwa faktor yang menentukan kehidupan adalah potensi faktor biologis. Namun Needham bersikeras dan membantah bahwa pemanasan yang oleh Spallanzani menyebabkan bahan makan makhluk hidup rusak, dan udara atau oksigen itu hilang karena dikeluarkan dari toples selagi percobaan pemanasan sehingga generasi spontan mikroorganisme tidak dapat hidup dan muncul.
4. Franz Shchulze (1815-1873) dan Theodor Shcwann (1810-1882).
Hampir 100 tahun setelah percobaan Needham ada 2 peneliti Franz Shchulze (1815-1873) dan Theodor Shcwann (1810-1882). Mereka berdua yang mencoba memecahkan kontroversi tentang peran udara. Pada tahun 1836, Franz Schulze dengan experimennya melewatkan larutan asam kuat ke dalam tabung tertutup yang berisi daging yang telah dimasak. Tahun 1837, Theodor Schwann mengalirkan udara melalui pipa yang dipanai ke dalam tabung tertutup yang bersisi kaldu yang dipanasi dan membara ke dalam labu berisi kaldu daging yang dididihkan berjam-jam lamanya. Maka baik Schultze maupun Schwann tidak menemukan mikroorganisme di dalam kaldunya sebab mikroba telah mati oleh adanya asam kuat maupun oleh panas. Tetapi para pendukung teori generatio spontanea berpendapat bahwa adanya asam dan panas akan mengubah udara sehingga tidak mendukung pertumbuhan mikroba Namun tetap saja hal ini belum meyakinkan mereka yang menyokong konsepsi abiogenesis terhadap eksperimen kedua sarjana tersebut. Mereka mengatakan bahwa udara yang lewat asam ataupun pipa panas itu telah mengalami perubahan sedemikian rupa, sehingga tidak memungkinkan dan tidak mendukung timbulnya kehidupan makhlukmakhluk baru. Sampai akhirnya tahun 1954 peneliti menyelesaikan perdebatan tersebut dengan melakukan percobaan menggunakan tabung tertutup berisi kaldu yang telah dipanaskan. Ke dalam tabung tersebut dimasukkan pipa yang pada sebagiannya diisi dengan kapas dan ujungnya dibiarkan terbuka. Dengan demikian mikroba akan tersaring dan udara tetap bisa masuk. Dengan tidak ditemukannya mikroba dalam kaldu daging tersebut membuktikan bahwa teori generatio spontanea adalah salah.
5. H. Scroeder dan Th. Von Dusch
H. Scroeder dan Th. Von Dusch (1854) melakukan percobaan yang lebih meyakinkan dan memantapkan. Penelitian Schwan yaitu dengan melewatkan udara melalui tabung berisi kapas yang steril menuju ke dalam labu berisi kaldu yang sebelumnya dipanaskan. Dengan cara ini mikroorganisme disaring keluar dari udara oleh serat-serat kapas dan dengan demikian dicegah masuk ke dalam labu maka ia tidak mendapatkan mikroorganisme (jasad renik) baru yang tumbuh di dalam kaldu tersebut. Dengan demikian tumbanglah teori abiogenesis.
6. Louis Pasteur dan John Tyndall
Louis Pasteur (1822-1895), seorang ahli kimia yang mendapat pengakuan nasional tidak lama setelah memulai karirnya ketika ia menemukan rumus bangun asam tertarat. Kemudian Pasteur tertarik pada industri minuman anggur dan perubahan-perubahan yang terjadi selama proses fermentasi. Melalui penelitian fermentasi gula, Pasteur mengatakan bahwa faktor lingkungan sangat penting bagi kehidupan
mikroorganisme. Hal ini menandakan berakhirnya pertentangan konflik nonvital dan vital.
Berdasarkan hasil-hasil percobaan ilmuwan yang juga seorang biologiwan bernama Louis Pasteur ini, dapat meyakinkan khalayak, bahwa tidak ada kehidupan baru yang dapat timbul dari benda mati, maka muncullah teori “Biogenesis” yaitu “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” yang berarti “semua kehidupan itu berasal dari telur, dan semua telur itu berasal dari sesuatu yang hidup”. Louis Pasteur sebenarnya seorang sarjana kimia, akan tetapi berkat jasa-jasanya dalam bidang mikrobiologi demikian banyaknya, sehingga ia disebut seorang pelopor mikrobiologi.
@Pernyataan Louis Pasteur tersebut, belum memberi jawaban atas pertanyaan “darimana asal bakteri?”. Sesungguhnya, bahwa pertanyaan ini hingga sekarang belum terjawab, pertanyaan ini identik dengan pertanyaan“darimana asal kehidupan”. Jawaban atas semua ini bergantung pada pandangan hidup seseorang, dan dengan demikian terletak diluar bidang ilmu pengetahuan atau science. Seorang vitalist akan menjawab berlainan dengan paham gereja yang berlandaskan materialisme, sehingga akan menyebabkan timbulnya pemisahan antara ilmu dengan urusan agama dimana paham vital yang mengarah pada peranan adanya organisme dan paham non vital yang peranannya mengarah pada faktor diluar organisme. Pada masa pasteur terdapat salah seorang penyokong yang penuh dedikasi terhadap generasi spontan (Abiogenesis) pasteur ialah Felix Arhimede Pautcht, seorang naturalis Perancis. Dalam tahun 1859 ia menerbitkan laporan panjang lebar untuk membuktikan kejadiannya, tetapi ia tidak memperhitungkan sifat Louis Pasteur yang cerdik, keras kepala dan tak kenal lelah.Karena merasa jengkel akan logika dan data Pouchet, maka Louis Pasteur didalam tahun 1865 melakukan percobaan untuk lebih meyakinkan dan untuk mengakhiri pertikaian itu untuk selama-selamanya. Louis Pasteur mempersiapkan larutan nutrien (kaldu) didalam labu yang dilengkapi dengan lubang atau pipa panjang dan sempit berbentuk “leher angsa”. Pasteur sendiri meyakini bahwa sebuah sel pasti berasal dari sel lainnya. Dalam percobaannya menggunakan tabung berleher angsa, Pasteur memanaskan dengan merebus larutan nutrien (kaldu) itu dan udara tanpa perlakuan dan tanpa disaring kemudian dibiarkan lewat keluar masuk. Setelah sekian lama, ternyata tidak ada mikroorganisme yang tumbuh dalam larutan itu. Pada prinsipnya udara mampu masuk ke dalam tabung, namun partikel-partikel debu yang mengandung mikroorganisme tidak mencapai larutan nutrien karena partikel debu akan menempel dan mengendap dalam bagian lengkungan tabung “leher angsa” yang berbentuk huruf V dan aliran udara demikian berkurangnya sehingga partikel-partikel debu yang mengandung mikroorganisme tidak terbawa masuk ke dalam labu. Dalam hal ini mikroba beserta debu akan mengendap pada bagian tabung yang berbentu U sehingga tidak akan dapat mencapai kaldu. Ia juga membawa tabung tersebut ke pegunungan Pyrenes dan Alpen. Pasteur menemukan bahwa mikroorganime terbawa debu oleh udara dan ia menyimpilkan bahwa semakin bersih/murni udara yang masuk ke dalam bejana, semakin sedikit kontaminasi yang terjadi. Dari hasil experiment tersebut Pada tanggal 7 April 1864 ia mengatakan bahwa: For I have kept them and am still keeping from them, that one thing that is above the power of man to make; I have kept from them, the germ that float in the air, I have kept them from life.
Salah satu argumen klasik untuk menantang buiogenesis adalh bahwa panasang digunakan untuk mensterilkan udara atau bahan juga dianggap merusak ‘vital force’. Mereka yang mendukung teori abiogenesis berpendapat bahwa tanpa adanya kekuatan vital force tersebut mikroorganisma tidka dapat muncul serta spontan. Untuk merespon argumen tersebut John Tyndall mengatakan udara dapat dengan mudah dibebaskan dari mikroorganisma dengan cara melakukan percobaab dengan meletakkan tabung reaksi berisi kaldu steril ke dalam kotak tertutup. Udara dari luar masuk ke dalam kotak melalui pipa yang sudah dibengkokkan membentuk dasar U seperti spiral. Terbukti bahwa meskipun udara luar dapat masuk ke dalam kotak yang berisi tabung dengan kaldu di dalamnya, namun tidak ditemukan adanya mikroba. Hasil percobaan Pasteur dan Tyndall memacu diterimanya konsep biogenesis.
Di antara bukti-bukti yang paling penting ialah hasil percobaan John Tyndall pada awal tahun 1870-an, denan menciptakan sebuah kotak bebas debu, dan menempatkan tabung-tabung berisi kaldu steril didalamnya. Selama udara dalam kotak bebas dari debu maka selama itu pula kaldu akan mengendap dan tertahan pada tabung berleher angsa yang menuju ke dalam kotak, sehingga dari percobaan John Tyndall terbukti bahwa mikroorganisme terbawa oleh partikel-partikel debu.
Disamping percobaan abiogenesis Pasteur juga tertarik pada industry minuman anggur dan perubahan-perubahan yang terjadi selama proses
fermentasi. Pada zaman dahulu, orang memperbaiki mutu produk-produk fermentasinya dengan cara mencoba-coba, tanpa menyadari bahwa mutu sesungguhnya bergantung kepada penyediaan atau perbaikan kondisi bagi pertumbuhan mikroorganisme pelaku fermentasi tersebut. Barulah setelah Pasteur menelaah peranan mikroorganisme dalam proses fermentasi pada pembuatan anggur maka orang menjadi mengerti bahwa mikroorganisme itulah yang menyebabkan terjadinya fermentasi.
Dimana proses fermentasi terjadi karena enzim yakni zat yang dihasilkan sel hidup yang menyebabkan berlangsungnya reaksi-reaksi kimiawi tertentu. Untuk masa berpuluh-puluh tahun tetap dianut adalah tentang proses fermentasi. Proses tersebut adalah suatu proses kimia.Karena jasad pemrosesannya tidak nampak. Serta kalaupun kemudian adanya pertumbuhan jasad (misal ragi) pada permukaan larutan dianggap sebagai akibat proses fermentasi. Tetapi berkat penelitian tiga orang ahli, antara lain Pasteur pada tahun 1830, dapat diketahui dan dipastikan bahwa proses fermentasi adalah proses biologis dimana mikroorganisme (ragi) yang berperan. Ia setelah membuktikan ketidakbenaran teori spontan, jadi memastikan bahwa mikroorganisme merupakan penyebab fermentasi, ia siap membantu para pembuat minuman anggur dan bir Perancis, yang acapkali menghadapi kesukaran untuk menghasilkan produk bermutu tinggi. Setelah memeriksa banyak kelompok minuman anggur, maka dia menemukan berbagai macam mikroorganisme. Pasteur menetapkan bahwa dengan seleksi yang tepat terhadap mikroorganisme yang bersangkutan, maka dapat dipastikan bahwa akan diperoleh hasil yang baik dan merata secara konsisten. Untuk mencapai hal ini, maka mikroorganisme yang sudah ada dalam sari buah harus dihilangkan dan fermentasi yang baru dimulai dengan biakan, yaitu suatu pertumbuhan mikroorganisme yang diambil dari tong anggur yang dinilai baik. Pasteur menyarankan agar menghilangkan tipe-tipe mikroorganisme yang tidak diinginkan dengan pemanasan-yang tidak sampai merusaka aroma sari buah tetapi cukup tinggi untuk membunuh mikroorganisme. Ia mendapati bahwa perlakuan dengan suhu 62,80C selama setengah jam cukuplah untuk mencapai hal tersebut. Kini proses ini, dinamai pasteurisasi, digunakan secara meluas pada industri fermentasi, tetapi yang paling kita kenal ialah yang dimanfaatkan di industri hasil susu, untuk membunuh jasad-jasad renik penyebab penyakit yang terdapat dalam susu dan produk-produk susu. Bahkan sebelum Pasteur berhasil membuktikan bahwa bakteri menjadi sebab beberapa penyakit, banyak pengamatan yang cermat menentang keras adanya teori nutfah penyakit. Dalam tahun 1546 Francastoro dari Verona (1483-1553) menyatakan bahwa penyakit dapat disebabkan oleh jasad renik yang terlalu kecil untuk dapat dilihat yang dipindahkan (ditularkan) dari seseorang ke seseorang lain. Pada
tahun 1762 von Plnciz dari Vienna tidak hanya mengemukakan bahwa sesungguhnya makhluk hiduplah yang menjadi penyebab penyakit, tetapi juga berpendapat bahwa berbagai jasad renik menimbulkan bermacammacam penyakit pula. Konsepsi parasitisme, yakni adanya organism yang hidup pada atau didalam organisme lain dengan mengambil nutrient dari padanya, tersebar luas dalam tahun 1700-an. Dikarenakan keberhasilan Pasteur dalam memecahkan masalah fermentasi maka pemerintah Perancis memintanya untuk meneliti pebrine, penyakit pada ulat sutra yang menghancurkan industri sutra yang penting di Negara tersebut. Ternyata masalah itu rumit, dan selama bertahun mereka mencari-cari pemecahannya dengan susah payah. Akan tetapi, pada akhirnya ia berhasil mengisolasi jasad renik (suatu protozoa) penyebabnya. Pasteur bahkan meningkat lebih lanjut dan menganjurkan kepada para petani ulat sutra agar mereka menyeleksi ulat–ulat / baru yang sehat dan bebas penyakit untuk menghindari penyakit itu. Kemudian pasteur (1877) menangani masalah antraks. Penyakit pada sapi, domba, dan terkadang manusia. Setelah mengamati penyebab penyakit itu dari darah hewan yang mati karena penyakit tersebut. Maka ia menumbuhkannya dalam labu –labu di laboratorium. Walaupun sejak jaman dulu sudah banyak ahli yang mempunyai keyakinan bahwa penyebab penyakit dapat berpindah tempat dan menyebar dari satu orang ke orang lain, baik melalui udara, melalui air. Ataupun melalui pembawa lainnya. Baru oleh Fracastorius (1478-1553) dasar-dasar yang meyakinkan tentang perpindahan dan penyebaran jasad penyebab penyakit, mulai diungkapkan. Serta lebih kurang satu setengah abad kemudian oleh Kircher (1602-1680) cara-cara yang pasti tentang penularan, penyebaran dan perpindahan jasad penyebab penyakit lebihterperinci. Uraian, bahasan, dan batasan Kircher inilah yang kemudian dapat mengungkapkan berbagai jenis penyebab penyakit serta cara penyebaran dan penularannya, seperti yang kemudian dilanjutkan oleh Panum (1820-1885) ahli kedokteran Denmark untuk penyakit campak, Snow (1813-1858) dan Budd (1811-1880) tentang epidemi kolera Asia, dan sabagainya. Pada periode ini terjadinya gejala pembengkakan pada luka yang dibiarkan,kemudian diketahui, disebabkan oleh adanya pertumbuhan mikroorganisme pengubah darah menjadi nanah yang kemudia banyak hidup di sekitar dan didalam luka.
Menurut Pasteur, fermentasi asam laktat yang tidak ingin terjadi dari kontaminasi dengan bakteri berbentuk batang. Produksi etanol terjadi karena aktivitas sel khamir. Menurut penelitian yang dilakukan Pasteur bahwa jenis bakteri mampu mengubah gula menjadi produk akhir. Jadi suatu bakteri menyebabkan pembentukan asam laktat dari gula. Jenis lain membentuk asam butirat dan seterusnya. Pasteur menemukan bahwa proses fermentasi terjadi tanpa adanya udara. Ialah yang pertama menggunakan istilah aerob (aerobic) dan anaerob (anaerobic) yang artinya proses yang memerlukan udara dan proses yang yang tidak mungkin berlangsung jika tidak ada udara.
7. Robert Koch (1843-1910)
Di Jerman, Robert Koch (1843 – 1910) seorang profesional di bidang kesehatan mendapat hadiah mikroskop dari istrinya untuk hadiah ulang
tahunnya yang ke-28.. Koch adalah seorang dokter yang tenang dan sangat teliti, ia terkadang melalaikan praktek dokternya untuk mengejar ilmu baru yang sangat memukau yaitu bakteriologi. Selanjutnya ia mulai meneliti dunia mikroorganisma yang sudah dilihat oleh Pasteur. Baik Pasteur maupun Koch menjadi rival bersama yang sama-sama ingin mengetahui penyebab penyakit anthrax yang sangat merugikan peternak  sapi dan domba di Eropa. Koch akhirnya menemukan dari darah domba yang telah mati karena anthrax. Dengan sering meninggalkan prkateknya sebagai dokter, Koch membuktikan bahwa bakteri tersebut penyebab anthrax dengan cara memisahkan bakteri untuk batang tersebut dari bakteri lain yang ada kemudian menginjeksikannya ke dalam tikus yang sehat. Tikus selanjutnya menunjukkan perkembangan menuju anthrax dan bakteri yang diisolasi dari tikus menunjukkan kesamaan bakteri yang berasal dari domba yang sakit sebelumnya. Pada 1876, setelah meneliti selama 6 tahun Koch mengumumkan bahwa dia telah menemukan bakteri penyebab anthrax. Ia juga menyarankan bahwa ternak sakit supaya dibunuh dan dibakar atau dikubur yang dalam, setelah ia mengetahui bahwa spora yang dihasilkan oleh bakteri dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan di daerah peternakan. Dengan penemuan anthraxnya Koch merupakan orang pertama yang membuktikan mikroba tertentu merupakan agen penyakit tertentu. Selanjutnya Koch dan kawan-kawan menemukan bakteri penyebab tuberculosis dan cholera. Perkembangan teknik laboratorium untuk mempelajari mikroorganisma. Koch dan anggotanya banyak memberi kontribusi mengenai teknik-teknik tersebut. Diantaranya adalah prosedur pengecatan bakteri untuk pengamatan dengan mikroskop cahaya dan juga koch menemukan bakteri yang menimbulkan tuberkolosis dan kolera. Khusus mengenai Robert Koch yang sampai sekarang namanya tetap dikenang dan dihargai karena jasajasanya besarnya di bidang mikrobiologi kedokteran dan kemanusiaan. Berkat penelitian Koch ini maka ihwal dan penyebab penyakit TBC, tifus, difteri, kolera dan gonorhu serta antraks, dapat terungkap dan dipisahkan secara murni. Yang paling penting untuk diketahui adalah Postulat Koch yang menjadi dasar bagi seorang ahli untuk mencari, menemukan dan mengetahui jasad penyebab suatu penyakit didalam suatu wabah yang sedang berkecamuk. Tahap-tahap kerja Postulat tersebut mempunyai 4 dalil, yaitu :
Bahwa mikroorganisme yang disangka penyebab harus selalu didapatkan pada semua penderita penyakit dan tidak didapatkan pada bukan penderita atau yang masih sehat.
Bahwa mikroorganisme penyebab harus dapat dibiakkan secara murni di dalam media tanpa kehadiran bagian/jaringan jasad yang tadinya dikenai.
Bahwa biakan jasad yg sudah dibiakkan, bila diinokulasikan (disuntikkan) kepada hewan percobaan, akan menimbulkan gejala penyakit yg sama
Bahwa biakan jasad yang sudah diinokulasikan. Dapat diisolasi/dipisahkan kembali serta kalau kemudian dibiakkan akan mempunyai bentuk yang sama seperti asal.
Dalam perkembangan berikutnya, nama-nama seperti Ehrlich (1854- 1915), Von Behring dan Kitasato (1890), Metchnikoff (1883), Loeffer (1884) Park (1894) dan banyak nama-nama ahli di bidang mikrobiologi, merupakan nama yang ditulis dengan tinta emas di dalam sejarah perkembangan mikrobiologi. Seperti secara khusus untuk bidang mikroorganisme penyakit di Amerika Serikat oleh Rush (1813), Webster (1843), Spencer (1851), Welch (1894), McCoy (1910) dalam bidang penyakit sipilis, pes, kolera, tifus dan difteri. Virus misalnya, sudah sejak Pasteur dan Koch melakukan penelitian, masalahnya sudah ada dan di usahakan untuk diketahuinya. Tetapi baru ketika diumumkan hasil penelitian Iwanowski (1892) sarjana mikroorganisme Rusia, meneliti penyebab penyakit aneh pada daun tembakau (yang dikenal dengan nama TMV/tobacco mosaic virus) Dimitri Ivanovski menunjukkan bahwa agen yang menyebabkan penyakit mosaik pada tembakau dapat ditularkan melalui ekstrak tanaman yang sakit. Ekstrak terebut disaring dengan filter yang ditemukan oleh kawan-kawan Pasteur dimana filter tersebut diketahui dapat menyaring bakteri.
Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa agen tersebut mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil dari bakteri. Selanjutnya nama-nama ahli seperti Buist (1887), Negri (1903),Ricketts (1906), Woodruff dan Goodpasture (1930), Stanley (1937) banyak berkecimpung didalam penelitian dan
pengembangan virus. Pada tahun 1900 seorang ahli bedah bernama Walter reed (1851-1902) dengan menggunakan manusia sebagai volunteer membuktikan bahwa virus tersebut dibawa oleh nyamuk tertentu lainnya membawa protozoa penyebab malaria. Salah satu cara penting untuk mencegah penyakit tersebut adalah mengurus air yang tergenang yang digunakan nyamuk untuk tempat berkembang biak. Pada massa periode modern ditandai dengan diraihnya beberapa hadiah Nobel oleh para ahli mikrobiologi yang bergerak dalam bidang pengobatan dan kedokteran, seperti oleh Domagk (1939) untuk penemuan obat-obat sulfa sebagai obat ampuh untuk infeksi bakteri, oleh Flemming, Florey & Chain (1945) untuk penemuan antibiotika penisilin, oleh Waksman (1952) untuk penemuan antibiotik sterptomisin, oleh Stanley (1946) untuk penemuan protein-virus secara murni, dan oleh Enders, Welle Beadle (1954) untuk penemuan virus poliomyelitis sehingga pembuatan vaksin polio memungkinkan untuk dilakukan. Metode pencegahan dan pengobatan yang telah dikemukakan untuk memberantas penyakit karena mikroorganisme mencakup imunisasi (misalnya vaksinasi), antisepsis (cara-cara untuk meniadakan atau mengurangi kemungkinan infeksi), kemoterapi (perawatan pasien dengan bahan kimia), dan cara-cara kesehatan masyarakat (misalnya, pemurnian air, pembuangan limbah, dan pengawetan makanan). Pasteur melanjutkan penemuannya mengenai penyebab dan pencegahan penyakit-penyakit menular. Sekitar 1880 ia mengisolasi bakteri yang menjadi penyebab kolera ayam dan menumbuhkannya pada biakan murni. Untuk menunjukkan bahwa benar-benar dia telah mengisolasi bakteri penyebab penyakit tersebut maka ia menggunakan teknik-teknik dasar yang dikemukakan Koch.
Pada tahun 1880, Pasteur dengan menggunakan teknik dari Konch untuk mengisolasi dan membiakkan bakteri yang menyebabkan kolera pada ayam. Untuk membuktikan penemuannya, Pasteur membuat demonstrasi dihadapan publik tentang percobaannya yang telah dilakukan berulang kali di laboratorium. Dia menginjeksikan biakkan bakteri kolera pada ayam sehat dan menunggunya sampai ayam tersebut menunjukkan gejala penyakit. Akan tetapi hasilnya membuat Pasteur mendapat malu karena ayamnya tetap hidup dan sehat. Pasteur kemudian mengevaluasi langkah-langkah yang menyebabkan demonstrasi tersebut gagal. Dia menemukan bahwa secara kebetulan dia menggunakan biakan tua seperti yang telah dilakukan sebelumnya, dan satu kelompok adalah ayam yang tidak pernah di inokulasi. Selanjutnya kedua kelompok ayam tersebut diinjeksi dengan biakan segar. Hasilnya, kelompok ayam yang kedua mati sedang kelompok ayam yang pertama tetap sehat. Pertama hal ini membuatnya bingung, tetapi Pasteur segera menemukan jawabannya. Pasteur menemukan bahwa, bakteri jika dibiarkan tumbuh menjadi biakan tua menjadi avirulen yaitu kehilangan virulensinya atau kemampuan untuk menyebabkan penyakit. Tetapi bakteri avirulen ini masih dapat menstimulasikan sesuatu dalam tubuh host dan pada infeksi berikutnya manjadi imun atau tahan terhadap penyakit. Pasteur selanjutnya menerapkan prinsip imunisasi untuk mencegah anthrax. Pasteur menyebut bakteri yang telah avirulen tersebut engan vaccin dari bahasa latin vaccayang artinya sapi dan imunisasi dengan biakan tersebut dikenal dengan vaksinasi (istilah yang diturunkan dari bahasa Latin vacca yang berarti “sapi”) dan imunisasi dengan biakan bakteri diatenuasi disebutnya vaksinasi. Dengan demikian Pasteur telah menghormati Edward Jenner (1749- 1823). Dengan vaksinasi tersebut Pasteur mengenali atau mengetahui hasil kerja sebelumnya yang dilakukan oleh Edward Jenner (1749 – 1823) yang telah sukses memfaksinasikan para pekerjanya di peternakan yang telah terkena copox dari ternak sapinya tetapi tidak pernah berkembang menjadi serius. Jenner menduga bahwa karena terbiasa menghadapi cowpox akan mencegahnya dari serangan smallpox. Untuk membuktikan hipotesisnya ini Jener menginokulasi James Phipps pertama dengan materi yang menyebabkan cowpox yang diambil dari luka, kemudian dengan agen smallpox. Anak laki-laki tersebut tidak menunjukkan gejala smallpox. Nama Pasteur selanjutnya dikenal dimana-mana dan oleh banyak orang dianggap sebagai peneliti tentang mikroorganisme yang ajaib. Untuk itu ia diminta membuat vaksin pencegah hidrofobia atau rabies, penyakit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan anjing, kucing, atau binatang yang terinfeksi lainnya. Pasteur adalah seorang ahli kimia, bukan dokter dan Pasteur tidak biasa memperlakukan manusia. Disamping kenyataan bahwa penyebab penyakit rabies adalah belum diketahui, tetapi Pasteur mempunyai keyakinan yang kuat bahwa itu adalah mikroorganisma. Ia dapat membuat kelinci terkena penyakit setelah diinokulasi dengan saliva anjing. Selanjutnya Pasteur dan asistennya mengambil otak dan tulang belakang kelinci tersebut dan mengeingkannya dan membuatnya menjadi larutan. Anjing yang diinokulasi dengan campuran tersebut dapat terhindar dari rabies. Akan tetapi vaksinasi terhadap anjing sangat berbeda dengan manusia. Pada bulan Juli 1885, seorang anak laki-laki bernama Joseph Meister digigit oleh serigala dan keluarganya membujuk Pasteur untuk menginokulasi anak tersebut. Kekawatiran Pasteur dan orang-orang menjadi berkurang setelah anak laki-laki tersebut tidak mati. Selanjutnya Pasteur menjadi terkenal dan memperoleh banyak dana yang kemudian digunakan untuk mendirikan Institute Pasteur di Paris yang sangat terkenal.
Dalam waktu yang bersamaan. Elie Metchnikoff (1845-1916) yang bekerja di laboratorium Pasteur, mengamati bahwa leukosit, semacam sel dalam darah manusia, dapat memakan bakteri penyebab penyakit yang ada dalam tubuh. Pelindung terhadap infeksi ini dinamakan fagosit atau “pemakan sel” dan prosesnya disebut fagositosis. Dalam pengertian umum, kata sepsis berarti infeksi, antisepsis berkenaan dengan cara-cara pemberantasan atau pencegahan infeksi. Telah dikemukakan mengenai diperkenalkannya oleh Semmelweis tentang caracara aseptik selama kelahiran agar mengurangi terjadinya demam nifas karena mikroorganisme. Dalam tahun 1860-an seorang ahli bedah Inggris Joseph Lister (1827-1912) mencari cara-cara menjauhkan mikroorganisme dari luka dan torehan (insisi) yang dibuat para ahli bedah karena kematian akibat sebab-sebab   tinggi sekali. Dalam tahun 1864, misalnya, Lister mencatat 45 persen dari pasiennya sendiri meninggal setelah pembedahan. Desinfektan pada waktu itu belum dikenal, tetapi asam karbolat (fenol). Sudah diketahui membunuh bakteri,maka Lister menggunakan larutan encer asam tersebut untuk merendam perlengkapan bedah dan menyemprot ruang bedah.Luka dan torehan yang dilindungi dengan cara ini jarang terkena infeksi dan dengan cepat menjadi sembuh. Demikian gemilangnya keberhasilannya itu sehingga tekniknya dengan cepat diterima oleh para ahli bedah lain, dan praktek antisepsis inilah yang mendasari prinsip teknik asesptik masa kini yang digunakan untuk mencegah masuknya mikroorganisme kedalam luka atau insisi. Sekarang banyak sekali macam zat kimia, seperti alkohol dan larutan iodium, dan teknik fisik, seperti misalnya saringan udara, dan lampu ultraviolet germisidal(dapat membunuh kuman), yang digunakan menurunkan jumlah mikroorganisme di tempat –tempat seperti kamar bedah dan kamar anak- anak untuk bayi yang prematur. Pada peralihan abad ini telaah tentang mikrobiologi bercabang menjadi dua arah berbeda tetapi saling melengkapi; yang pertama berkenaan dengan penelitian lebih lanjut untuk menemukan kegunaan mikroorganisme dan yang kedua berkaitan dengan telaah terperinci ciri-ciri hayati jasad renik. Jasad-jasad renik ini acapkali diteliti untuk memperoleh informasi mengenai organisme lain yang tidak mudah diperoleh melalui percobaan-percobaan langsung pada organism tersebut. Penelitian ini dengan jasad renik telah menghasilkan banyak sumbangan yang luar biasa bagi biologi, biokimia dan kedokteran. Mikrobiologi yang merupakan bagian dari bidang biologi, tersusun oleh banyak disiplin (sub bidang). Pembagian disiplin ini tergantung kepada arah atau orientasinya, apakah terhadap taksonomi (susunan dan pengelompokan mikroorganisme), terhadap habitat (tempat hidup dan perkembangan mikroorganisme), terhadap problema (permasalahan yang ada atau ditimbulkan akibat mikroorganisme), sehingga sedikitnya akan ada 21 disiplin/sub bidang mikrobiologi yang dikenal sesuai keberadaannya. Berdasarkan kepada disiplin didalam bidang mikrobiologi, akan nampak jelas kaitan ilmu tersebut sebagai ilmu dasar dan ilmu terapan. Sebagai ilmu dasar karena di dalamnya tercakup pembahasan permasalahan yang berhubungan dengan bentuk, sifat, perkembangbiakan, penyebaran dan lingkungan yang mempengaruhinya. Sedang sebagai ilmu terapan, karena secara langsung jasad-jasad yang terdapat di dalam dapat berperan, baik di bidang yang menguntungkan seperti proses pembuatan dan peningkatan nilai gizi-nutrisi dan organileptik bahan makanan, industri farmasi, industri-kimia, bidang pertanian dan sebagainya. Juga secara langsung peranan jasad-jasad sebagai penyebab penyakit pada tanaman, hewan dan manusia, serta sebagai jasad penghasil toksin (racun) yang membahayakan. Bahkan peranan mikroorganisme di dalam lingkungan hidup, yang saat ini mulai dikembangkan adalah:
Sebagai jasad yang secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi lingkungan
Juga sebagai jasad yang secara langsung ataupun tidak langsung dipengaruhi oleh lingkungan,
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka pengembangan penggunaan mikroorganisme sebagai jasad parameter-alami (indikator–alami) terhadap perubahan didalam lingkungan, mulai banyak digunakan, khususnya akibat adanya pencemaran domestik (dari rumah tangga) ataupun non-domestik (dari pabrik, industri, pertanian dan sebagainya).
Mengkaji sejarah perkembangan mikrobiologi sangat menarik. Dimana dalam perjalanan sejarahnya tepatnya pada abad ke XIX, muncul isu tentang asal-usul  perbedaan pendapat dari para ilmuwan dan para peneliti pada zaman itu. Mereka tetap bersikeras dengan pendapat dan teori-teori masing-masing, sehingga secara tidak langsung, menyebabkan lahirnya dua paham aliran, yaitu paham aliran “non vital” atau Abiogenesis yang lebih dikenal dengan teori generatio spontania, dimana para ilmuwan yang mendukung teori ini berpendapat bahwa kehidupan itu asalnya atau kejadiannya secara tiba-tiba ada dengan sendirinya, dan mereka menganggap bahwa makhluk hidup (mikroorganisme) berasal dari benda mati. Adapun para ilmuwan penganut paham “non vital” diantaranya Antonie van Leeuwenhock yang diberi gelar sebagai bapak mikrobiologi atau orang pertama kali yang meletakkan dasar utama, Jhon Needlot dan John Nedham. Sedangkan para ilmuwan yang menganut paham aliran vital atau dikenal sebagai teori biogenesis adalah Lazzaro Spallazani, Schwan dan Schroder, mereka mengemukakan bahwa makhluk hidup ini berasal dari makhluk hidup yang sebelumnya. Mereka membantah dan menentang teori abiogenesis atau generasio spontanea dengan melakukan berbagai pembuktian dan percobaan. Dari sini terlihat bahwa timbulnya pertentangan-pertentangan dari para ilmuwan yang mengemukakan teori asal-usul kehidupan ialah salah satunya adanya factor pertentangan ahli-ahli ilmuwan dari paham gereja yang lebih berlandaskan atas unsur materialisme semata, dan adanya pemisahan ilmu pengetahuan dengan urusan agama yang terutama berhubungan dengan Tuhan sebagai sang Khalik yang menciptakan alam semesta. Sehingga teori-teori yang mengungkap tentang rahasia darimana sebenarnya asal-usul kehidupan itu berasal, sesungguhnya belum semuanya terbukti. Jawaban atas ini bergantung pada pandangan hidup seseorang, jika dikaitkan dengan segi spiritual yaitu aqidah Islam yaitu keyakinan dasar seseorang tentang adanya Allah SWT sebagai pencipta, dan pengatur seluruh alam semesta. Dialah yang maha kuasa atas segala sesuatunya, baik yang ada di langit dan di bumi semua berada di bawah pengawasan dan kekuasaan Allah SWT. Bukti-bukti tentang penciptaan alam semesta termasuk di dalamnya seluruh makhluk hidup di muka bumi, jelas tercantum dalam Al-Quran sebagaimana firman Allah yaitu:
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak menciptakan langit, lalu dijadikan- Nya tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu “(QS Al – Baqarah : 29)
“Yang kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dalam kekuasan-Nya. Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuranukurannya dengan serapi-rapinya sesuai dengan apa yang dikehendaki mudah bagi Allah” (QS Al-Furqon:2).
“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : “Jadilah! ”maka terjadilah ia. (QS Yaasiin :82).
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan ) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. Al-Hijr: 28-29 ).
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiaanya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) diantara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat Bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”. (Q.S. Al-Hajj: 5).
“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (Q.S. As-Sajadah: 4).
Dari penggalan bukti ayat-ayat Al-quran tersebut telah jelas bahwa kita sebagai orang yang beriman, yang yakin akan adanya sang Khalik harus percaya bahwa seluruh makhluk baik di langit dan di bumi, baik berukuran besar maupun kecil, bahkan sampai mikroorganisme (jasad renik) yang tidak dapat terlihat dengan mata telanjang adalah makhluk ciptaan Allah SWT, sehingga dengan mempelajari sejarah mikrobiologi. Secara tidak langsung pengetahuan tentang aqidah kitapun semakin bertambah. Sesungguhnya manusia hanyalah sedikit pengetahuannya, jika dibandingkan dengan ilmu Allah SWT yang maha luas dan tak terbatas.
1.3 Ringkasan
• Definisi mikrobiologi
Menurut bahasa mikrobiologi yang berasal dari bahasa yunani mikros yang berarti kecil, bios yang artinya hidup dan logos yang artinya ilmu. Dengan demikian dapat ditarik satu arti mikrobiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup yang berukuran kecil yang tidak dapat dilihat dengan kasap mata biasa serta memerlukan suatu benda untuk dapat melihatnya yang telah kita kenal dengan nama mikroskop yang mencakup bakteri, miko (jamur), viro (virus).
• Perkebangan Mikrobiologi
Mikrobiologi mulai ada dan dipelajari sekitar 300 tahun yang lalu, dimulai dari beberapa ilmuwan yang melakukan berbagai eksperimen untuk mengetahui keberadaan mikroba
• Antonie Van Leeuwenhock (1632-1723)
Tahun 1675 Antonie membuat mikroskop dengan kualitas lensa yang cukup baik, dengan menumpuk lebih banyak lensa sehingga dia bisa mengamati mikroorganisme yang terdapat pada air hujan yang menggenang dan air jambangan bunga, juga dari air laut dan bahan pengorekan gigi. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’. Selain itu ia juga menemukan adanya hewan bersel satu ini kemudian diberi nama Infusoria atau “hewan tuangan”. Maka muncul pendapat bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati ”biogenesis”. Konsep ini dikenal dengan ganaratio spotanea. Pendapat ini mengatakan bahwa animalcules tadi berasal dari animalcules sebelumnya.
@Louis Pasteur (1822 – 1895)
Mempelajari proses fermentasi dan menunjukkan bahwa mikroorganismelah penyebab rasa asam yang tidak dikehendaki pada beberapa jenis anggur. Ia membuat sketsa bakteri dengan bentuk bola (kokus), silindris atau bentuk batang (basillus), spiral (spirilum). Melalui penelitian fermentasi gula, Pasteur mengatakan bahwa faktor lingkungan sangat penting bagi kehidupan mikroorganisme. Louis Pasteur dapat meyakinkan khalayak, bahwa tidak ada kehidupan baru yang dapat timbul dari benda mati, maka muncullah teori “Biogenesis” yaitu “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” yang berarti “semua kehidupan itu berasal dari telur, dan semua telur itu berasal dari sesuatu yang hidup”. Untuk membunuh mikroorganisme. Pasteur mendapati bahwa perlakuan dengan suhu 62,80C selama setengah jam cukuplah untuk mencapai hal tersebut. Kini proses ini, dinamai pasteurisasi.
@Aristoteles
Pada zaman Aristoteles lebih dari 2000 tahun yang lalu (300 sebelum isa almasih) muncul suatu pendapat, bahwa kehidupan berasal dari bahan atau benda mati yang mengalami penghancuran. Teori ini disebut juga dengan Teori Generateo Spontanea. Merupakan suatu teori yang berpendapat bahwa makhuk hidup terjadi secara spontan.
@ Francesco Redi (1668)
Melakukan suatu penelitian menggunakan daging yang diletakan dalam suatu wadah dan diberi lubang kemudian ditutup kain.. Percobaan yang kedua ia menggunakan daging yang telah dipanaskan, dalam satu wadah ditutup dan satu wadah lain tidak diberi tutup. Pada daging tidak tertutup mulailah keluar belatung-belatung. Pada daging yang tertutup tidak tumbuh belatung dari experimen itu maka Franscesco Redi menyimpulkan dan menunjukkan bahwa ulat yang ada dalam daging busuk adalah larva yang berasal dari telur lalat, bukan hasil dari generatio.
@John Needham (1713 – 1781)
John Needhem mengadakan eksperimen dengan daging yang direbus juga berbagai rebusan padi-padian, dan lain sebagainya. Meskipun air rebusan tersebut disimpannya rapat-rapat dalam botol tertutup, namun timbulah mikroorganisme, dengan kata lain menurutnya kehidupan dapat timbul dari benda mati. Pendapat ini lebih dikenal sebagai teori Abiogenesis. menyimpul bahwa jasad (mikroorganisme) tersebut terjadi secara spontan dari daging.
@Lazzaro Spallanzani (1729 – 1799)
Spallanzani melakukan percobaan dengan merebus kaldu daging selama 1 jam,dan menempatkannya pada toples yang disegel/ditutup rapat dan hasilnya menunjukkan tidak ditemukannya mikroorganisme dalam kaldu tersebut, karena dengan menutup botol tidak memungkinkan masuknya udara (oksigen) yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan mikroorganisme dan ini menentang teori abiogenesis.
@Franz Shchulze (1815 – 1873) dan Theodor Shcwann (1810 – 1882)
Franz Schulze experimennya melewatkan larutan asam kuat ke dalam tabung tertutup yang berisi daging yang telah dimasak. Theodor Schwann mengalirkan udara melalui pipa yang dipanai ke dalam tabung tertutup yang bersisi kaldu yang dipanasi dan membara ke dalam labu berisi kaldu daging yang dididihkan berjamjam lamanya. Mereka berpendapat bahwa sebab mikroba telah mati oleh adanya asam kuat maupun oleh panas.
@H. Scroeder dan Th. Von Dusch (1854)
Penelitian Schwan yaitu dengan melewatkan udara melalui tabung berisi kapas yang steril menuju ke dalam labu berisi kaldu yang sebelumnya dipanaskan. Dengan cara ini mikroorganisme disaring keluar dari udara oleh serat-serat kapas dan dengan demikian dicegah masuk ke dalam labu maka ia tidak mendapatkan mikroorganisme (jasad renik) baru yang tumbuh di dalam kaldu tersebut. Hal ini menyebabkan tumbangnya teori abiogenesis.
@Robert Koch (1843-1910)
Koch membuktikan bahwa bakteri tersebut penyebab anthrax dengan cara memisahkan bakteri untuk batang tersebut dari bakteri lain yang ada kemudian menginjeksikannya ke dalam tikus yang sehat. Koch mengumumkan bahwa dia telah menemukan bakteri penyebab TBC, tifus, difteri, kolera dan gonorhu serta antraks. Seiring dengan perkembangan mikrobiologi, terdapat peranan mikroorganisme dalam proses fermentasi pada pembuatan anggur. Dimana proses fermentasi terjadi karena enzim yakni zat yang dihasilkan sel hidup yang menyebabkan berlangsungnya reaksi-reaksi kimiawi tertentu, proses biologis dimana mikroorganisme (ragi) yang berperan.
.

11/08/2010 Posted by | MIKROBIOLOGI | Tinggalkan komentar

MORFOLOGI DAN ANATOMI MIKROORGANISME

Planet Bumi kita ini dihuni oleh jutaan jenis mahluk hidup. Di antara jutaan jenis makhluk hidup ini ada yang terlihat oleh mata dan ada yang tak terlihat oleh mata. Mahluk hidup yang tidak dapat dilihat oleh mata tersebut berukuran amat kecil, disebut mikroorganisme. Untuk mengetahui atau mengamati mikroorganisme tersebut diperlukan alat bantu berupa alat pembesar, seperti loop, mikroskop biasa, dan mikroskop elektron. Mikroorganisme tersebut diantaranya adalah bakteri, jamur, dan virus. Secara umum, bakteri, jamur, dan virus mempunyai morfologi dan struktur anatomi yang berbeda. Di dalam kehidupannya beberapa mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus selalu dipengaruhi oleh lingkungannya dan untuk mempertahankan hidupnya mikroorganisme melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Adaptasi ini dapat terjadi secara cepat serta bersifat sementara waktu dan dapat pula perubahan itu bersifat permanent sehingga mempengaruhi bentuk morfologi serta struktur anatomi dari bakteri, jamur, dan virus. Untuk mengidentifikasikan suatu mikroorganime dapat dilakukan dengan mengetahui morfologi dan struktur anatominya. Oleh karena itu kita perlu mengetahui bentuk morfologi dan struktur anatomi dari bakteri, jamur, dan virus.
Bentuk umum mikroorganisme terdiri dari satu sel (uniseluler) seperti umum didapatkan pada bacteria, ragi dan mikroalgae. Dapat pula berbentuk filamen atau serat, yaitu rangkaian terdiri atas 2 sel atau lebih yang berbentuk rantai, seperti yang umum didapatkan pada fungi dan mikroalgae.bentuk filament pada kenyataannya dapat berupa filament semu kalau hubungan antara satu sel dengan yang lainnya tidak nyata atau tidak ada. Filament benar apabila hubungan satu sel dengan lainnya terdapat terdapat hubungan jelas, baik hubungan secara morfologis maupun secara fisiologis. Bentuk lainnya adalah koloni, yaitu gabungan dua sel atau lebih di dalam satu ruangan. Bentuk jaringan semu, yaitu susunan serat membentuk jaringan seperti yang didapatkan pada fungi atau jamur, tetapi jaringan tersebut tidak berfungsi seperti layaknya jaringan yang dimiliki oleh tumbuhan ataupun hewan.
2.1. BAKTERI
1. Morfologi
Bentuk tubuh bakteri terpengaruh oleh keadaan medium dan oleh usia. Maka untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri perlu diperhatikan bahwa kondisi bakteri itu harus sama, temperature dimana piaraan itu disimpan harus sama, penyinaran oleh sumber cahaya apapun harus sama, dan usia piaraan pun harus sama. Pada bakteri umumnya dikenal 3 macam bentuk yaitu kokus, basil, dan spiral.
a. Kokus
Kokus berasal dari kata coccus yang berarti bola, jadi kokus adalah bakteri yang bentuknya serupa bola-bola kecil. Beberapa kokus secara khas ada yang hidupnya sendiri-sendiri, ada yang berpasangan, atau rantai panjang bergantung. Caranya membelah diri dan kemudian melekat satu sama lain setelah pembelahan. Golongan kokus tidak sebanyak golongan basil. Kokus ada yang berdiameter 0,5 μm adapula yang diameternya sampai 2,5 μm. Pada bentuk kokus ada beberapa tipe morfologi diantaranya adalah:
1. Streptococcus
Kokus yang bergandeng-gandeng panjang serupa tali leher. Streptococcus dicirikan dengan sel-sel yang membelah menjadi dua kokus, yang pada pembelahan berikutnya tidak memisahkan diri, biasanya dengan meninggalkan dua kokkus yang melekat satu sama lain. Kokus yang senantiasa membelah dalam satu bidang namun tidak memisahkan diri membentuk rantai kokkus. Berdiameter 0,5 – 1,2 mikron
2. Sarcina
Kokus yang mengelompok serupa kubus,yaitu kokus membelah ke dalam tiga bidang yang tegak lurus satu sama lain membentuk paket kubus Berdiameter 4,0 – 4,5 mikron..
3. Staphylococcus
Kokus yang mengelompok merupakan suatu untaian yaitu kokus yang membelah dalam dua bidang yang membentuk dua gugusan yang tidak teratur bagaikan buah anggur. Berdimeter 0,8 – 1,0 mikron
4. Diplococcus
Kokus yang bergandengan dua-dua.
5. Tetracoccus
K okus yang mengelompokkan berempat.
b. Basil
Basil berasal dari kata bacillus yang artinya tongkat pendek atau batang kecil silindris. Bakteri yang berbentuk basil adalah bakteri yang bentuknya menyerupai tongkat pendek atau batang kecil silindris. Basil mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka ragam. Ujung beberapa basillus di antaranya ada yang berupa batang rokok dan ada yang berbentuk seperti cerutu. Basil juga sama seperti kokkus ada yang bergandeng-gandengan panjang yang disebut Streptobasil, ada yang bergandengan dua-dua yang disebut diplobasil dan ada yang terlepas satu sama lain. Ujung-ujung basil yang terlepasa satu sama lain itu tumpul, sedang ujung-ujung yang masih bergandengan itu tajam. Akan tetapi bila ditinjau dari segi pembelahan basil membelah hanya dalam satu bidang sehingga disebut sebagai sel tunggal. Beberapa basil ada yang bentuknya hampir sama dengan kokkus yaitu lebar dan panjangnya sama serta bentuknya lonjong sehingga disebut koko basil. Basil ada yang lebarnya antara 0,2 sampai 2,0 μ, sedang panjangnya ada yang satu sampai 15 μ.
c. Spiral
Spiral adalah bakteri yang bengkok atau tidak lurus atau berbentuk silinder. Bakteri yang berbentuk spiral itu tidak banyak terdapat. Spiral terbagi menjadi tiga bentuk diantaranya :
1. Vibrio atau bakteri koma
Batang melengkung seperti koma dan kadang membelit seperti huruf S. Mempunyai spiral yang pendek.
2. Spiril
Bentuknya seperti spiral atau seperti lilitan. Individu-individu sel yang tidak saling melekat.
3. Spirocheta
Bentuknya seperti spiral tetapi pergerakannya sangat aktif yang dimungkinkan karena adanya flagela yang membelit diketahui bentuk aslinya.
2. Anatomi bakteri
Struktur di luar dinding sel yang dapat dilihat pada mikroskop kekuatan tinggi dengan memfokuskan satu sel bakteri tunggal maka struktur yang dapat dilihat adalah:
a. Flagellum atau Flagella
Falgella merupakan bentuk seperti rambut dan teramat tipis mencuat menembus dinding sel dan bermula dari tubuh dasar suatu struktur granular tepat di bawah membran sel dalam sitoplasma, disebut flagellum (jamak,flagella). Flagellum terdiri dari tiga bagian: tubuh dasar, struktur seperti kait, dan sehelai filamen panjang di kluar dinding sel. Panjang flagellum biasanya beberapa kali lebih panjang dari selnya, namun diameternya jauh lebih kecil daripada diameter selnya, misalnya 10 sampai 20 nm. Flagel merupakan benang-benang protoplasma yang berpangkal pada titik tepat dibawah membran sel. Flagellum di buat dari subunit-subunit protein yang disebut untuk pergerakan (motilitas). Tidak semua bakteri punya flagellum, banyak spesies basillus dan spirilum memilikinya tapi flagellum jarang dijumpai pada kokus. Dari golongan kokus tidaklah banyak yang dapat bergerak (motil) karena sebagian golongan kokkus adalah bakteri non motil (tidak bergerak), kalaupun bakteri kokkus dapat bergerak biasanya hanya mempunyai satu sampai lima flagel saja. Sedangkan dari golongan spiril banyak dapat bergerak karena mempunyai flagel pada salah satu atau kedua ujung sel. Golongan basil yang dapat bergerak mempunyai flagel yang tersebar baik pada ujung-ujung maupun pada sisi.
Berdasarkan tempat kedudukan flagel tersebut bakteri dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.    Jika flagel hanya satu dan flagel itu melekat pada ujung sel maka bakteri tersebut monotrik
2.    Jika flagel yang melekat pada salah satu ujung itu banyak maka bakteri tersebut disebut lofotrik
3.    Jika banyak flagel yang melekat pada kedua ujung sel maka bakteri tersebut disebut amfitrik.
4.    Jika flagel tersebar dari ujung sampai pada semua sisi bakteri maka bakteri tersebut disebut peritrik.
5.    Jika bakteri tersebut tidak memiliki flagel sama sekali maka bakteri tersebut disebut atrik
Akan tetapi flagela bukanlah satu-satunya sarana untuk bergerak bagi bakteri. Beberapa tipe memperlihatkan gerakan melata. Bakteri-bakteri ini melata di atas permukaan dengan gelombang-gelombang yang dihasilkan di dalam protoplasma. Banyak bakteri yang dapat berenang dalam cairan dengan kecepatan yang mengagumkan mengingat ukuranukurannya yang sangat kecil.
b. Pili atau Pilus dan Fimbria atau Fimbriae
Pili atau pilus ini banyak dimiliki oleh bakteri gram negatif. Apendiks ini yang disebut pilus (jamak, pili) merupakan organ tambahan berbentuk benang yan berukuran lebih pendek, lebih lurus, dan jauh lebih kecil daripada flagela. Pilus F berfungsi dalam pemindahan DNA pada konjugasi bakteri atau sebagai pintu gerbang bagi masuknya bahan genetik, selama berlangsungnya perkawinan antar bakteri. Susunan kimia phili terdiri sari protein yang dinamakan pilia, yaitu heteropolimer dari 18 asam amino yang bersifat antigenic. Beberapa pili berfungsi sebagai alat untuk melekat pada permukaan yaitu pada jaringan-jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan sumber nutriennya fimbria ini termasuk golongan yang disebut lektin.
c. Kapsul (lapisan lendir)
Kebanyakan bakteri mempunyai lapisan lendir yang menyelubungi dinding sel seluruhnya. Jika lendir ini cukup tebal maka bungkus itu disebut kapsul atau lapisan lendir terdiri atas hasil metabolisme yang disekresikan misalnya : karbohidrat dan pada species tertentu mengandung ungsur N atau P. Lendir ini bukan suatu bagian integral dari sel melainkan suatu hasil pertukaran zat. Kapsul bakteri sangat penting artinya baik bagi bakterinya maupun bagi organisme lain Bagi bakteri, kapsul merupakan penutup lindung dan juga berfungsi sebagai gudang cadangan makanan. Kapsul bakteri-bakteri penyebab penyakit tertentu menambah kemampuan bakteri tersebut untuk menginfeksi. Bakteri yang mempunyai kapsul itu termasuk bakteri ganas (virulent). Bila bakteri itu kehilangan kapsulnya sama sekali, maka ia dapat kehilangan virulensinya dan dengan demikian kehilangan kemampuannya menyebabkan infeksi.
Selain berfungsi sebagai penutup lindung atau melindungi sel dan lingkungan dan sebagai gudang cadangan makanan, kapsul juga berfungsi sebagai antigen membantu mencegah ragositosis dan sebagai hasil pembuangan dari sel.
d. Selongsong
Beberapa spesies bakteri, terutama dari lingkungan air tawar dan marin atau tempat yang kotor atau tempat pembuangan limbah terbungkus di dalam selongsong atau tubul. Selongsong tersebut terdiri dari senyawasenyawa logam tidak larut, seperti feri dan mangan okside yang mengendap di sekeliling sel sebagai produk dari kegiatan metaboliknya. Senyawasenyawa logam ini dibentuk oleh sel dari senyawa-senyawa besi dan mangan terlarut yang ada di lingkungan tersebut. Selongsong itu dapat meluas di sekitar banyak sel yang berjajar dari ujung ke ujung, sehingga memberikan kesan pertumbuhan seperti filamen. Sesungguhnya sel-sel yang terbungkus selongsong itu terdapat tunggal secara berkala mereka menyembul dari suatu ujung terbuka selongsongnya. Dan mengawali lagi proses baru pembentukan selongsong. Selongsong bukanlah suatu bagian yang amat diperlukan sel. Bakteri berselongsong membentuk suatu kelompok utama mikroorganisme. Mereka banyak dijumpai di dalam habitat air tawar yang kaya akan bahan organic, juga di aliran air kotor dan di tempat-tempat pembuangan limbah.
e. Tangkai
Spesies-spesies bakteri tertentu dicirikan oleh pembentukan suatu embel-embel setengah kaku yang memanjang dari sel yang disebut tangkai. Diameter dari apendiks itu lebih kecil daripada diameter sel yang menghasilkannya.Tangkai ini berfungsi untuk melekat pada permukaan padat.karena memiliki suatu substansi yang lengket pada ujung yang jauh dari sel. Bakteri bertangkai banyak di jumpai di lingkungan air tawar dan marin. Di lingkungan semacam itu kemampuan untuk melekat pada permukaan padat amatlah penting bagi pertumbuhan dan ketahanan hidupnya.
f. Dinding sel
Dinding sel terletak dibawah substansi ekstraseluler seperti kapsul atau lendir dan diluar membran sitoplasma terletak di dinding sel adalah suatu struktur yang amat kaku yang memberikan bentuk pada sel. Fungsi utama dari dinding sel adalah menyediakan komponen struktural yang kaku dan kuat yang dapat menahan tekanan osmosis yang tinggi disebabkan kimia tinggi ion organik dalam sel. Tanpa adanya dinding sel, dalam kondisi normal bakteri akan menyerap air dan pecah. Semua dinding sel, peptidoglikan atau meruein komponen ini memberi kekakuan yang diperlukan untuk mempertahankan keutuhan sel. Peptidoglikan adalah molekul yang sangat besar terbuat dari N-asetil muramat dikaitkan tetrapeptida yang terdiri atas empat asam amino,yaitu : L-alanin, D-alanin, asam D-glutamat, dan lisin atau asam diaminopimelat, untuk menyediakan tambahan yang diperlukan bagi jembatan molekul asam amino yang dihubungkan secara menyilang tetrapeptida yang terkait pada asam N-asitil muramat. Sebagian besar komponen struktur dinding sel berkaitan silang oleh ikatan kovalen, dan setiap substansi yang menghalangi pembentukan atau pengangkutan masing-masing komponen ke dinding sel akan melemahkan struktur dan mematikan sel.
Funsi dinding sel yang paling menonjol adalah : memberi perlindungan pada lapisan protoplasma, berperan dalam reproduksi sel, turut mengatur pertukaran zat dari dalam dan luar sel, mempengaruhi kegiatan metabolisme.
Bakteri dari komponen dan struktur dinding selnya dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu bakteri gram-positif dan bakteri gram-negatif pengelompokan ini didasari teknik pewarnaan diferensial yang disebut pewarnaan gram.
1. Bakteri gram-positif
Bakteri gram-positif dinding selnya terdiri atas 60-100 persen peptodoglikan dan semua bakteri gram-positif memiliki polimer iurus asam N-asetil muramat dan N-asetil glukosamin dinding sel beberapa bakteri gram positif mengandung substansi asam teikoat yang dikaitkan pada asam muramat dari lapisan peptidoglikan. Asam teikoat ini berwujud dalam dua bentuk utama yaitu asam teikoat ribitoi dan asam teiokat gliserol fungsi dari asam teiokat adalah mengatur pembelahan sel normal. Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna ungu

2. Bakteri gram-negatif
Dinding sel gram negatif mengandung 10-20 % peptidoglikan, diluar lapisan peptidoglikan ada struktur membran yang tersusun dari protein fostolipida dan lipopolisakarida. Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna merah

CIRI                         Perbedaan Relatif
Gram Positif             Gram Negatif
Struktur dinding sel        Tebal (15-80 nm)         Tipis (10-15 nm)
Berlapis tunggal         Berlapis tiga (multi)
Komposisi dinding sel     Kandungan lipid rendah    Kandungan lipid tinggi
(1-4 %)             (11-22 %)
Peptidoglikan ada         Peptigodoglikan ada di
sebagai lapisan tunggal;     dalam lapisan kokus
komponen utama         sebelah dalam jumlahnya
merupaka lebih dari 50 %     sedikit merupakan sekitar
berat kering pada        10 % berat kering.
beberapa sel bakteri
Ada asam tekoat         Tidak ada asam tekoat
Kerentanan terhadap         Lebih rentan             Kurang rentan
Penisilin
Pertumbuhan dihambat     Pertumbuhan dihambat     Pertumbuhan tidak
oleh zat-zat warna dasar    dengan nyata             begitu dihambat
misalnya unggu kristal
Persyaratan nutrisi         Relatif rumit pada banyak     Relatif sederhana
spesies
Resistensi terhadap        Lebih resisten            Kurang resisten
gangguan fisik

Bakteri dapat kehilangan dinding sel akibat pengaruh antibiotik, misalnya penisilin. Sel bakteri tersebut disebut protoplas. Membran sitoplasma terletak didalam sitoplasma yang merupakan pembungkus dari protoplasma dan membran ini ikut menyusut bersamasama dengan menyusutnya protoplasma pada waktu mengalami plasmalisis membran stoplasma terdiri atas fospolifida (yang mengandung gliserol,asam lemak dan fosfat) dan protein terpadu didalamnya membrane sitoplasma memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah :
1.    Pada organisme aerob membran ini mengangkut elektron dan proton yang dibebaskan pada waktu oksidasi dan mengubah energi yang dihasilkan dari oksidasi menjadi energi kimia yang dapat digunakan oleh sel.
2.    Membran sitoplasma mengandung enzim yang diperlukan untuk sintesis dan pengangkutan peptidoglikan, asam teikoat dan komponen membran luar sel
3.    Mengeluarkan enzim hidrolistis luar sel
4.    Menjamin pemisahan material nukleus (DNA) ke sel anak pada waktu pembelahan sel.
5.    Mengatur pengangkutan sebagian besar senyawa yang memasuki dan meninggalkan sel.

h. Cairan sel atau sitoplasma
Cairan sel atau eitoplasma atau disebut juga protoplasma. Protoplasma 80 % terdiri atas air, selain itu protoplasama juga mengandung asam nukleat, protein, karbohidrat, lipida, ion organik, belerang, kalsium karbohidrat dan volutin yaitu suatu zat yang banyak mengandung asam ribonukleat (ARN) dan yang mudah menyerap zat warna tertentu.
i. Kromosom bakteri
Walaupun sel prokariot tidak memiliki pembungkus nukleus, kromosomnya terbuat dari asam deoksiribonukleat yang secara kimia sama dengan yang terdapat dalam sel berbagai molekul tunggal dalam sel juga terdapat potongan-potongan DNA yang disebut plasmid. Akan tetapi, karena sifat basofil sitoplasma, tidaklah mudah untuk melihat DNA yang sudah di warnai, kecuali jika sel sebelumnya dihidrolisis dengan asam lemak untuk menghilangkan asam ribonukleat sitoplasma.
j. Ribosom
Sitoplasma bakteri dipenuhi oleh ribosom-ribosom dalam jumlah yang besar ini menyebabkan tingginya laju aktivitas metabolisme bakteri fungsi dari ribosom adalah dalam sintesis protein komposisi kimia dari ribosom adalah 40 % protein dan 60% RNA.
k. Mesosom
Invaginasi (lekukan atau melipat kearah dalam membran sitoplasma akan biasanya menghasilkan suatu struktur, biasanya bentuknya tak menentu yang disebut mesosom. Mesosom selalu sinambung dengan membran siplasma, mereka sering dijimpai bermula pada titik tempat membran memulai invaginasi sebelum terjadinya pembelahan sel dan mereka jadi lekat pada daerah nukleus. Fungsi dari mesosom adalah dalam replikasi sel dengan bertindak sebagai organ pelekatan kromosom bakteri, juga berfungsi dalam sintesis dinding sel dan pembelahan nukleus.
l. Inkubasi Sitoplasma
Berbagai substansi kimiawi dapat menumpuk dan membentuk granul serta globul dalam sitoplasma yang disebut tubuh inklusi sel terdiri dari kepingan-kepingan kecil material yang tidak menjadi bagian untuk struktur sel kepingan ini terdiri dari satuan butiran yang beraneka ragam yaitu : glikogen, tetesan asam polihidroksibutirat, metafosfat anorganik, belerang, atau senyawa yang mengandung nitrogen. Satu inklusi yang umum tersusun dari polimer polimeta fosfat yang berbobot molekul tinggi. Butiran-butiran khusus ini yang rupanya bertindak sebagai fosfat dan sumber energi bagi sel butiran ini disebut butiran metakromat.
m. Kromatofor
Karena sel-sel prokariotik tidak mempunyai kloroplas maka pada bakteri terdapat kromatofor yang mewakili sistem membran khusus dalam berfotosintesis krmotofor terbentuk gelembung yang terdapat diseluruh sitoplasma kromaton tersebut berisi pigmen-pigmen yang berhubungan dengan fotosintesis.
n. Benang aksial
Benang aksial terdiri dari fibril yang dililitkan secara spiral disekelilingi organisme dan menempel pada kedua kutub sel. Benang aksial terletak di luar dinding sel yang tersusun atas fibril yang saling bertumpukan.Benang akasial berfungsi sebagai alat untuk menggerakan (motilitas) spirochaeta karena benang akasial ini hanya terdapat pada spirochaeta.
o. Spora
Pada spesies-spesies tertentu, ialah bentuk bakteri menghasilkan spora. Spora bakteri ialah bentuk bakteri yang sedang dalam usaha mengamankan diri dari pengaruh buruk dari luar. Spora bakteri mempunyai fungsi yang sama seperti kista pada amoeba. Jika keadaan lingkungan tidak menguntungkan maka bakteri akan membentuk spora, jika keadaan lingkungan membaik maka spora akan pecah.
Marga yang mempunyai kemampuan membentuk endospora hanya marga bacillus, clostridium, sporosarium, sporolactobacillus dan deslfotomaculum.. Endospora adalah tubuh kecil yang tahan lama yang terbentuk di dalam sel dan mampu tumbuh menjadi organisme vegetative yang baru. Apabila sel vegetatif membentuk endospora, sel ini membentuk enzim baru, memproduksi dinding sel yang sama sekali baru dan berubah bentuk, dengan kata lain sporulasi adalah bentuk sederhana diferensiasi sel. Bakteri yang mampu membentuk endospara dapat tumbuh dan bereproduksi selama banyak generasi sebagai sel vegetatif, namun pada beberapa tahapan didalam pertumbuhannya terjadi sintesis protopiasma baru didalam sitoplasma vegetatifnya yang dimaksudkan untuk menjadi spora.
Langkah-langkah utama didalam proses tersebut adalah sebagai berikut :
a)    Penjajaran kembali bahan DNA menjadi filamen dan invaginasi membawa sel ke dekat satu ujung sel membentuk suatu struktur yang disebut bakal spora.
b)    Pembentukan sederetan lapisan yang menutupi bakal spora, yaitu korteks spora diikuti dengan selubung spora berlapis banyak.
c)    Pelepasan spora bebas seraya sel mengalami irsis.
Salah satu ciri unik endospora bakteri ialah susunan kimiawinya semua endospora bakteri mengandung sejumlah besar asam dipikolinat (subtansi yang tidak terdeteksi pada sel vegetatif).

2.2 JAMUR
Penampilan fungi atau cendawan tidak asing lagi bagi kita semua. Kita telah melihat pertumbuhan berwarna biru dan hijau pada buah jeruk dan keju jadi
cendawan mempunyai berbagai macam penampilan, tergantung pada spesiesnya. Telaah mengenai cendawan disebut mikologi. Cendawan terdiri dari kapang dan khamir. Kapang bersifat filamentus sedangkan khamir biasanya uniseluler.
Jamur atau cendawan merupakan organisme yang heterotrofik. Mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, maka mereka disebut saprofit. Saprofit menghancurkan sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang kompleks. Menguraikannya menjadi zat-zat kimia yang lebih sederhana, yang kemudian dikembalikan ke dalam tanah dan akan meningkatkan kesuburan tanah. Jadi mereka bisa sangat menguntungkan manusia. Sebaliknya mereka juga dapat merugikan kita bilamana mereka membusukkan kayu, tekstil, makanan dan bahan-bahan lain. cendawan saprofitik juga penting dalam fermentasi industri misalkan pembuatan bir, minuman anggur dan produksi antibiotik seperti penisilin. Peragian adonan dan pemasakan beberapa keju juga tergantung kepada kegiatan cendawan.
1. Morfologi Jamur
Pada umumnya jamur dibagi menjadi 2 yaitu: khamir (Yeast) dan kapang (Mold).
a. Khamir.
Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar.khamir sangat beragam ukurannya,berkisar antara 1-5 μm lebarnya dan panjangnya dari 5-30 μm atau lebih.Biasanya berbentuk telur,tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas, namun sekalipun dalam biakan murni terdapat variasi yang luas dalam hal ukuran dan bentuk.Sel-sel individu, tergantung kepada umur dan lingkungannya. Khamir tidak dilengkapi
flagellum atau organ-organ penggerak lainnya.
1). Khamir Murni
Adalah khamir yang dapat berkembang biak dengan cara seksual dengan pembentukan askospora khamir ini diklasifikasikan sebagai Ascomycetes (Saccharomyces cerevisae, Saccharomyces carlbergesis, Hansenula anomala, Nadsonia sp).
2).Khamir Liar
Adalah khamir murni yang biasanya terdapat pada kulitanggur. Khamir ini mungkin digunakan dalam proses fermentasi, meskipun galur yang diperbaiki telah dikembangkan yang menghasilkan anggur dengan rasa yang lebih enak dengan bau yang lebih menyenangkan. Khamir liar yang ada dikulit anggur dimatikan dengan penambahan dioksida belerang pada buah anggur yang telah dihancurkan. Inokulum galur khamir yang dikehendaki ditambahkan kemudian untuk memfermentasi air perasan anggur.
3). Khamir Atas
Adalah khamir murni yang cenderung memproduksi gas sangat cepat sewaktu fermentasi,sehingga khamir itu dibawa kepermukaan. Khamir atas mencakup khamir yang digunakan dalam pembuatan roti,untuk kebanyakan anggur minuman dan bir inggris (Saccharomyces cereviceae).
4). Khamir Dasar
Adalah khamir murni yang memproduksi gas secara lebih lamban pada bagian awal fermentasi. Jadi sel khamir cenderung untuk menetap pada dasar. Galur terpilih digunakan dalam industri bir lager (Saccharomyces carlsbergensis).
5). Khamir Palsu atau Torulae
Adalah khamir yang didalamnya tidak terdapat atau dikenal tahap pembentukan spora seksual. Banyak diantaranya yang penting dari segi
medis (Cryptococcus neoformans, Pityrosporum ovale, Candida albicans).
b.Kapang.
Tubuh atau talus suatu kapang pada dasarnya terdiri dari 2 bagian miselium dan spora (sel resisten, istirahat atau dorman). Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen yang dinamakan hifa. Setiap hifa lebarnya 5-10 μm, dibandingkan dengan sel bakteri yang biasanya berdiameter 1 μm. Disepanjang setiap hifa terdapat sitoplasma bersama.
Ada 3 macam morfologi hifa:
1.    Aseptat atau senosit, hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau septum.
2.    Septat dengan sel-sel uninukleat, sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang atau sel-sel berisi nucleus tunggal. Pada setiap septum terdapat pori ditengah-tengah yang memungkinkan perpindahan nucleus dan sitoplasma dari satu ruang keruang yang lain.setiap ruang suatu hifa yang bersekat tidak terbatasi oleh suatu membrane sebagaimana halnya pada sel yang khas, setiap ruang itu biasanya dinamakan sel.
3.     Septat dengan sel-sel multinukleat, septum membagi hifa menjadi sel-sel dengan lebih dari satu nukleus dalam setiap ruang.
Kapang lendir merupakan sekumpulan mikroorganisme yang heterogen. Pada kapang lendir terdapar ciri-ciri hewan dan tumbuhan. Fase vegetatif atau somatic yang aselular dan merayap jelas mempunyai struktur dan fisiologi seperti binatang, struktur reproduktifnya seperti tumbuhan,yaitu menghasilkan spora yang terbungkus dinding yang nyata.gabungan fase seperti binatang dan seperti tumbuhan dalam satu daur hidup merupakan ciri pembeda kapang lendir. Ada 4 tipe kapang lendir yang berbeda dalam struktur dan fisiologi serta masing-masing mempunyai daur hidup yang khas yaitu kapang lendir sejati (Myxomycetes), kapang lendir endoparasit (Plasmodiophoromycetes), kapang lendir jaring (Labyrinthulales), kapang lendir selular (Acraciales).
Fungi atau cendawan adalah organisme heterotrof, mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya.Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, mereka disebut saprofit. Saprofit menghancurkan sisa tumbuhan dan hewan yang kompleks, menguraikannya menjadi zat-zat kimia yang lebih sederhana, kemudian dikembalikan kedalam tanah, dan selanjutnya meningkatkan kesuburannya. Jadi mereka sangat menguntungkan bagi manusia.sebaliknya mereka juga dapat merugikan kita bilamana mereka membusukkan kayu, tekstil, makanan dan bahan-bahan yang lain. Cendawan saprofitik juga penting dalam fermentasi industri, misalnya  pembuatan bir, minuman anggur dan produksi antibiotic seperti penisilin, peragian adonan dan pemasakan beberapa keju juga tergantung kepada kegiatan cendawan.
2. Anatomi Jamur
Jamur tersusun dari benang-benang yang panjang yang dihubungkan bersama dari ujung keujung.Benang-benang itu disebut hifa.Banyak jamur mempunyai dinding sekat (septat) dalam hifanya yang membagi masingmasing hifa menjadi banyak sel dengan nucleus pada masing-masing sel, susunan semacam ini disebut sebagai hifa bersekat.Dalam beberapa klas fungi, benang-benang itu tidak mempunyai septat jadi kelihatan sebagai satu sel panjang yang mengandung banyak nucleus.hifa semacam ini disebut hifa senosit.
Ukuran sel yang menyusun hifa berbeda dari satu jamur satu dengan yang lain.yang besar dapat memiliki garis tengah 10-20 μm (berbeda sekali dengan sel bakteri ,yang bergaris tengah reta-rata (mikrometer). Panjang benang dapat berbeda tergatung pada sejumlah faktor tergantung pada sejumlah faktor seperti bagaimana jamur itu ditumbuhkan. Jamur juga memiliki hifa yang saling mmbelit untuk membentuk masa benang ( masa ini disebut miselium ) yang cukup besar untuk dilihat dengan mata telanjang. Miselium yang berbulu inilah yang memungkinkan jamur dikenal dengan mudah. Berbagai pigmen yang teramati pada jamur terdapat hanya setelah sporaspora dibentuk.
Pada suatu koloni jamur dibedakan atas adanya hifa yang menjalar dan hifa yang tidak menjalar. Hifa yang tegak menghasilkan alat-alat pembiak yang disebut spora. Jamur yang sederhana yang terdiri dari anyaman hifa yang disebut prolenkim atau pseudoprolenkim. Prolenkim adalah jaringan hifa yang kendor. Pseudoprolenkim adalah jaringan hifa yang lebih padat dan seragam. Seringkali ada anyaman hifa yang padat sekali dan berguna untuk mengatasi keadaan yang buruk disebut rizomorf. Stroma adalah jaringan hifa yang cukup kuat atau padat dan berfungsi sebagai bantalan tempat tumbuhnya bermacam-macam bagian lainnya. Anyaman hifa sepadat rizomorf yang berguna untuk mengatasi keadaan buruk disebut sklerotin. Pada jamur yang terdiri atas hifa yang tidak bersekat-sekat, inti tersebar dan tidak terikat pada suatu tempat tertentu. Hifa yang berinti banyak disebut senisit ( coenocyte ). Pada jamur yang bersifat parasit, zat makan dari inang dapat terserap oleh sel-sel jamur dengan jalan osmosis lewat dinding inang dan inti jamur. Tetapi ada juga parasit-parasit yang membentuk semacam akar ( haustoria ) yang masuk ke dalam sel inang untuk mengambil makanannya. Bentuk haustoria ada yang berupa suatu gelembung bertangkai, tidak bertangkai dan atau berupa suatu hifa yang bercabang-cabang.
3. Reproduksi Jamur
Spora aseksual,yang berfungsi untuk penyebarkan spesies dibentuk dalam jumlah besar. Ada banyak spora aseksual :
a.Konidiospora atau konidium.
Konidium yang kecil dan bersel satu disebut mikrokonidium. Konidium yang besar lagi bersel banyak dinamakan makrokonidium. Konidium dibentuk diujung atau disisi suatu hifa.
b. Sporangiospora.
Spora bersel ini terbentuk di dalam kantung yang disebut sporangium diujung hifa khusus (sporangiosfor). Aplanospora ialah sporangiospora nonmotil. Zoospora ialah sporangiospora yang motil,motilitasnya disebabkan oleh adanya flagelum.
c. Oidium atau artrospora.
Spora bersel satu ini terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
d. Klamidospora.
Spora bersel satu yang berdinding tebal ini sangat resisten terhadap keadaan buruk,terbentuk dari sel-sel hifa somatik.
e. Blastospora.
Tunas atau kuncup pada sel-sel khamir disebut blastospora. Spora seksual, yang dihasilkan dari peleburan 2 nukleus. Terbentuk lebih jarang, lebih kemudian dan dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan spora aseksual. Juga,hanya terbentuk dalam keadaan tertentu. Ada beberapa tipe spora seksual :
a. Askospora.
Spora bersel satu ini terbentuk didalam pundi atau kantung yang dinamakan askus. Biasanya terdapat 8 askospora didalam setiap askus.
b. Basidiospora.
Spora bersel satu ini terbentuk diantara struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium.
c. Zigospora.
Zigospora adalah spora besar berdinding besar yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi,disebut juga gametangia,pada beberapa cendawan melebur.
d. Oospora.
Spora ini terbentuk didalam struktur betina khusus yang disebut ooginium. Pembuahan telur,atau oosfer,oleh gamet jantan yang terbentuk didalam anteredium menghasilkan oospora. Dalam setiap oogonium dapat ada satu atau beberapa oosfer.
Spora aseksual dan seksual dapat dikitari oleh struktur pelundung yang sangat terorganisasi yang disebut tubuh buah. Tubuh buah aseksual diantaranya ialah aservulus dan piknidium. Tubuh buah seksual yang umum disebut peritesium dan apotesium.

2.3. VIRUS
Virus adalah parasit intraselular obligat. Virus memberikan perhatian pada satuan biologi yang dalam keadaan sendiri tidak memiliki kehidupan, sebab virus memanifestasikan kehidupan sendiri yang diukur oleh reproduksi hanya setelah berhasil memasuki sel inang yang rentan. Jadi virus berada dalam daerah somatik samar-samar antara hidup dan tidak hidup. Statusnya bergantung kepada apakah virus berkembang biak didalam sel yang rentan atau apakah virus berada dalam ekstraselular. Pemilahan viru dapat dilakukan berdasarkan ukuran, bentuk, susunan kimiawi, kisaran organisme yang diserang kerusakan ditimbulkan pada sel dan mengubah sifat genetik.
Virus mempunyai ukuran dan bentuk yang beraneka ragam, tetapi pada umumnya jelas dibawah batas penglihatan mikroskop cahaya. Ukuran virus dapat ditentukan dengan beberapa teknik, virus menduduki kisaran 20 hingga 250 nm (satu nanometer adalah sepermilyar meter). Jadi bakteri yang panjangnya 1 nm sama dengan 1000 nm. Tiga teknik dasar yang digunakan untuk menentukan ukuran virus adalah :
1.    Filtrasi melalui membran yang degradasi yang ukuran pori membrannya diketahui.
2.    Sentrifugasi kecepatan tinggi (100.000 kali lebih besar dari gravitasi)
3.    Pengamatan langsung dengan mikroskop elektron
Virus dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
a. Virus Bakterial
Bakteriofage (atau sederhananya fage) yaitu virus yang menginfeksi bakteri dan hanya dapat bereproduksi didalam sel bakteri, ditemukan secara terpisah oleh Frederick W. T di Inggris pada tahun 1915 dan oleh Felix d’Herelle di institut Pasteur di Paris pada tahun 1917.
• Ciri-ciri umum
Virus bacterial tersebar luas di alam. Bagi kebanyakan (tidak semua) bakteri, ada fage. Dengan teknik yang sesuai, fage-fage ini dapat diisolasi dengan mudah di laboraturium. Bakteriofage seperti halnya semua virus, terdiri dari sebuah inti asam nukleat yang dikelilingi selubung protein. Virus bacterial terdapat dalam bentuk yang berbedabeda, meskipun banyak yang mempunyai ekor yang digunakannya untuk melewatkan asam nukleatnya ketika menginokulasi sel inang. Ada dua tipe utama virus bacterial yaitu litik atau virulen dan tenang (lisogenik) atau avirulen. Bila fage litik dan menginfeksi sel, sel tersebut memberikan
tanggapan dengan cara menghasilkan virus-virus baru dalam jumlah besar, yaitu pada akhir masa inkubasi, sel inang itu pecah atau mengalami lisis, melepaskan fage-fage baru untuk menginfeksi sel-sel inang yang lain. Hal ini disebut daur litik. Pada infeksi tipe tenang, akibatnya tidak sedemikian jelas. Asam nukleat virus itu dibawa dan direplikasikan didalam sel-sel bakteri dari satu generasi ke generasi yang lain tanpa terjadi lisis pada sel-selnya. Namun fage tenang dapat secara
mendadak menjadi virulen pada suatu generasi berikutnya dan menyebabkan lisis pada sel inangnya. Disamping itu, ada pula beberapa fage berbentuk filament yang hanya sekedar keluar dari sel tanpa mematikannya.
• Morfologi dan struktur
a. Morfologi
Mikroskop elektron telah memungkinkan ditentukannya ciri-ciri struktural virus bakterial. Semua fage mempunyai inti asam nukleat yang ditutupi oleh selubung protein atau kapsid. Kapsid ini tersusun dari sub unit – sub unit morfologis (seperti tampak pada mikroskop elektron) yang disebut kapsomer. Kapsomer terdiri dari sejumlah sub unit atau molekul protein yang disebut protomer. Struktur halus dan anatomis suatu bentuk morfologis umum bakteriofage yaitu satu kepala dan satu ekor.
Virus bakteri dapat dikelompokkan kedalam enam tipe morfologis, yaitu :
1.    Tipe yang paling rumit mempunyai kepala heksagonal, ekor yang kaku dengan seludang kontraktil dan serabut ekor.
2.    Serupa dengan yang pertama, tipe ini mempunyai kepala heksagonal tetapi tidak mempunyai seludang kontraktil, ekornya kaku dan mengenai serabut ekor ada yang mempunyai dan ada yang tidak.
3.    Tipe ini dicirikan oleh sebuah kepala heksagonal dan sebuah ekor yang lebih pendek daripada kepalanya. Ekornya itu tidak mempunyai seludang kontraktil dan mengenai serabut ekor ada yang mempunyai dan ada yang tidak.
4.     Tipe ini mempunyai sebuah kepala tanpa ekor dan kepalanya tersusun dari kapsomer besar.
5.    Tipe ini mempunyai sebuah kepala tanpa ekor, dan kepalanya tersusun dari kapsomer kecil.
6.    Tipe ini berbentuk filamen.
Tipe-tipe 1, 2 dan 3 menunjukkan morfologi yang unik bagi bakteriofage. Tipe-tipe morfologis dalam kelompok 4 dan 5 dijumpai pula pada virus tumbuhan dan hewan (termasuk serangga). Bentuk yang seperti filamen pada kelompok 6 dijumpai pada beberapa virus tumbuhan. Bentuk virus pada umumnya mengingatkan kita pada bentuk hablur, ada yang serupa kotak, berbidang banyak (polihedron), ada yang serupa bola dan ada yang serupa batang jarum. Tubuh virus terdiri atas kulit yang berupa protein sematamata dan isi tubuh ada yang berupa ADN saja atau ARN saja. Virus tanaman berisi ARN atau ADN, virus hewan dapat mengandung ARN atau ADN sedang fage berisi ADN
Bentuk dan isi berbagai virus dapat diikhtisarkan sebagai berikut :
VIRUS         UKURAN         BENTUK     ASAM NUKLEAT
Mosaik tembakau     180 X 300 Å         Jarum             ARN
Kerdil tomat         300 Å            Bola             ARN
Poliomielytis         270 Å             Bola             ARN
Influenza         800 Å             Bola             ARN
cacar             280 X 220 X 220 Å     Kotak             AND

b. Struktur fage
Fage seperti halnya semua virus, dijumpai dalam dua bentuk struktural yang mempunyai simetri kubus atau helikal. Pada penampilan keseluruhan, fage kubus adalah bentuk pada teratur,atau lebih spesifiknya polihedra (tunggal, polyhedron) sedangkanfage helikal berbentuk batang. Virus T (fage T) terdiri atas kepala, ekor, dan benang-benang ekor. Diameter kepala 50 – 65 mμ, sedang panjangnya sampai 100 mμ.
panjang ekor kira-kira 100 mμ juga ukuran ini berbeda bagi masingmasingT.
Beberapa Bakteriofage Escherichia coli
Kelompok bakteriofage yang diteliti paling ekstensif adalah fagekoli, dinamakan demikian karena menginfeksi Escherichia coli galur B yang non motil.
• Isolasi dan kultivasi virus bakterial
Virus bacterial mudah diisolasi dan dikultivasi pada biakan bakteri yang mudah dan sedang tumbuh aktif dalam kaldu atau cawan agar. Pada biakan cair, melisisnya bakteri dapat menyebabkan suatu biakan yang keruh menjadi jernih. Sedangkan pada biakan cawan agar, akan tampak oleh mata biasa daerah-daerah yang jernih atau plak (plaque). Persyaratan utama bagi isolasi dan kultivasi fage ialah harus adanya kondisi optimum untuk pertumbuhan organisme inangnya. Sumber bakteriofage yang paling baik dan paling umum ialah habitat inang. Sebagai contoh, fagekoli atau fage-fage lain yang patogenik bagi bakteri lain yang dijumpai didalam saluran pencernaan dapat diisolasi dengan paling baik dari limbah atau pupuk kandang. Hal ini dilakukan dengan sentrifugasi atau filtrasi bahan sumbernya dan penambahan kloroform untuk membunuh sel-sel bakterinya.
• Reproduksi virus bakterial
Banyak dari apa yang diketahui mengenai reproduksi bakteriofage telah diperoleh dari penelitian mengenai fage-fage T yang bernomor genap yang virulen pada E. coli (T2, T3, T6). Kita akan menggunakan fage-fage ini sebagai suatu model untuk membahas reproduksi fage.
Adsorpsi dan penetrasi
Langkah pertama pada reproduksi suatu bakteriofage ialah adsorpsi. Disini ujung ekor virus menjadi melekat pada dinding sel. Pelekatan itu khusus bagi virus-virus tertentu tersebut dan bakteri yang rentan mempunyai konfigurasi molekular yang komplementer pada situs-situs penerimanya yang berlawanan.
Bila terlampau banyak fage melekat pada bakteri itu dan menembusnya, maka mungkin terjadi lisis prematur, yang tidak di sertai pembentukan virus-virus baru. Penetrasi yang sesungguhnya oleh fage ke dalam sel inang bersifat mekanis, tetapi mungkin dipermudah oleh suatu enzim, lisozim, yang dibawa pada ekor fage yang mencernakan dinding sel. Penetrasi tercapai bila :
1.    Serabut ekor virus melekat pada sel dan ekor terikat erat pada diding sel.
2.    Seludang sel berkontraksi, mendorong inti ekor kedalam sel melalui dinding sel danmembran sel.
3.    Virus itu menginfeksikan DNAnya seperti sebuah alat suntik menyuntikkan vaksin.
Seludang proteinnya yang berbentuk kepala fage dan struktur ekor virus tetap tertinggal diluar sel. Setelah melakukan penetrasi virus berikutnya melakukan replikasi yang diikuti dengan siklus yang dimilliki (lisogenik atau litik).
• Lisogeni
Tidak semua infeksi pada sel bakteri fage berlangsung sebagaimana diuraikan diatas untuk menghasilkan lebih banyak partikel virus dan berakhiran dengan lisis. Suatu hubungan yang sama sekali berbeda dikenal sebagai lisogeni, dapat berkembang antara virus dan bakteri inangnya. Pada lisogeni DNA virus fage tenang itu tidak mengambil alih fungsi gen-gen sel tetapi menjadi tergabung ke dalam DNA inang dan menjadi profage pada kromosom bakteri, berlaku seperti gen. Pada keadaan ini bakteri itu bermetabolisme dan berbiak secara normal, dengan DNA virusnya diteruskan kepada setiap sel anak semua generasi
berikutnya. Tetapi, kadang-kadang karena alasan-alasan yang belum diketahui, DNA virus itu terlepas dari kromosom inang dan terjadilah daur litik. Proses ini disebut induksi spontan.
b. Virus Hewan dan Tumbuhan
Seperti halnya bakteriofage, virion hewan dan tumbuhan tersusun dari suatu inti asam nukleat yang terletak di tengah dikelilingi oleh suatu kapsid yang terbuat dari kapsomer-kapsomer. Semua virion memiliki struktur simetri sejati. Namun pada beberapa virus hewan, nukleokapsid (asam nukleat dan kapsid) dibungkus oleh suatu membran luar yang disebut sampul, yang terbuat dari lipoprotein dan menyembuntikan simetri ini. Virion yang mempunyai sampul peka terhadap pelarut lemak seperti eter dan kloroform. Kemampuan menginfeksinya dilumpuhkan oleh pelarut semacam ini. Virus yang tidak bercampur disebut virion bugil. Virus-virus ini tidak terpengaruh oleh pelarut lemak.
Virus-virus hewan dan tumbuhan sangat beragam ukuran serta bentuknya. tetapi tidak mempunyai morfologi berudu yang khas seperti pada beberapa
bakteriofage. Ukuran dan bentuk merupakan ciri khas bagi setiap tipe virus. Ukuran virion berkisar dari 10 sampai 300 nm.
1. Morfologi
Virus hewan dan tumbuhan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok, berdasarkan pada morfologi keseluruhan sebagai berikut :
a). Ikosahedral
Contoh-contohnya ialah poliovirus dan adenovirus masing-masing merupakan penyebab penyakit polio dan infeksi saluran pernafasan.
b). Helikal
Virus rabies merupakan salah satu contohnya, banyak virus tumbuhan yang berbentuk heliks.
c). Bersampul
Nukleokapsid bagian dalam virus ini yang dapat berbentuk ikosahedral ataupun helikal dikelilingi oleh sampul seperti membrane. Beberapa sampul mempunyai proyeksi permukaan yang disebut duri yang terbuat dari glikoprotein (protein dengan gugusan-gugusan karbohidrat). Kehadirannya biasanya dihubungkan dengan kemampuan virion beraglutinasi (menggumpal) dengan eritrosit atau sel-sel darah merah. Virion bersampul bersifat pleomorfik (terbentuk beragam) karena sampul itu tidak kaku. Didalam suatu virus bersampul seperti virus influenza, nukleokapsidnya bergelung didalam sampul.
d). Kompleks
Beberapa virus mempunyai struktur yang rumit sebagai contoh virus stomatitis vesiculer (patogen pada ternak) berbentuk peluru dan bagian luar virion mempunyai duri-duri seperti yang dijumpai pada sampul. Virus cacar (seperti virus vaksinia, virus yang avirulen atau tidak infektif yang digunakan untuk vaksinasi
terhadap penyakit cacar) tidak memiliki kapsid yang dapat dikenali dengan jelas. Tetapi mempunyai beberapa selubung yang mengelilingi asam nukleat.
2. Stuktur dan Komposisi
Seperti halnya bakteriofage virion hewan dan tumbuhan tersusun dari suatu inti asam nukleat yang terletak ditengah dikelilingi oleh kapsid, yang terbuat dari kapsomer-kapsomer. Semua virion mempunyai struktur simetri sejati, namun pada beberapa virus hewan nukleokapsid (asam nukleat dan kapsid) dibungkus oleh suatu membrane luar yang disebut sampul, yang terbuat dari lipoprotein dan menyembunyikan simetri ini. Virion yang mempunyai sampul peka terhadap pelarut lemak seperti eter dan kloroform. Kemampuan menginfeksinya dilumpuhkan oleh pelarut semacam ini. Virus yang tidak bersampul disebut virion bugil. Virus-virus ini tidak terpengaruh oleh pelarut lemak.
a. Asam nukleat
Seperti halnya bakteriofage virus-virus ini hewan dan tumbuhan mengandung DNA atau RNA. Tetapi virion yang sama tidak dapat mengandung kedua-duanya. Hal ini tentunya berbeda dengan semua bentuk kehidupan selular yang tanpa perkecualian, mengandung kedua tipe asam nukleat dalam setiap sel. Ada empat jenis asam nukleat yang mungkin yaitu :
– DNA berutasan tunggal
– RNA berutasan tunggal
– DNA berutasan ganda
– RNA berutasan ganda
Keempat tipe itu telah dijumpai pada virus hewan. Pada virus tumbuhan telah dijumpai RNA berutasan tunggal dan ganda dan juga DNA berutasan tunggal. Disamping itu, struktur asam nukleat di dalam virion dapat lurus atau bundar. Sebagai contoh virus simian pembentuk vakuola 40 (sv 40) yang di jumpai pada sel-sel ginjal kera, mempunyai DNA bundar berutasan ganda. Sedangkan virus herpes,mempunyai DNA lurus berutasan ganda.
b. Protein
Merupakan komponen kimiawi utama yang lain pada virus, dan merupakan bagian yang terbesar dari kapsid. Banyak virus yang kini telah diketahui mengandung suatu enzim atau enzim-enzim yang berfungsi dalam replikasi komponen-komponen asam nukleatnya. Beberapa virion dapat mengandung suatu enzim khusus yang menggunakan RNA virus sebagai model untuk mensintesis utasan RNA kedua yang dapat mengarahkan sel-sel inang untuk membuat virus. Virus tumor RNA mengandung suatu enzim yang mensintesis utasan DNA dengan menggunakan genom RNA virus sebagai acuan.
c. Lipid
Berbagai ragam senyawa lipid (lemak) telah ditemukan pada virus. Senyawa-senyawa ini meliputi fosfolipid, glikolipid, lemak-lemak alamiah, asam lemak aldehide lemak dan kolesterol, fosfolipid adalah substansi lipid yang predominan dan dijumpai pada sampul virus.
d. Karbohidrat
Semua virus mengandung karbohidrat karena asam nukleatnya itu sendiri mengandung ribose dan deoksiribose. Beberapa virus hewan bersampul, seperti virus influenza dan miksovirus yang lain, pada umumnya terdapat duri-duri yang terbuat dari glikoprotein. Keberadaan mikroorganisme merupakan bukti empiris (faktual) kebesaran Allah SWT sebagai Maha Pencipta. Berdasarkan Alqur’an tentang bukti-bukti kebesaran Allah SWT dalam kehidupan alam semesta seperti tersirat dalam surat AN NAHL ayat 13 dan surat THAAHAA ayat 6, yang berbunyi:
“Wamaadzaroalakum fil ardhi muhtalifan alwaa nuhu inna fii dzaalika la aayatal liqoumiyyadzakruuna”
dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.
“Lahumaafiisamaawaati wamaa fil ardhi wamaa baynahumaa wamaa tahtassaroo”.
Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.

11/08/2010 Posted by | MIKROBIOLOGI | 5 Komentar

“AEMA” SEBUAH PEMBUKTIAN PERAN NYATA MAHASISWA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI BANGSA

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kondisi ekonomi dalam negeri pada tahun 2009 hingga 2010 merupakan kondisi yang cukup kritis. Pasalnya, perlambatan ekonomi global saat ini baru akan terasa dalam dua atau tiga kuartal mendatang (BPS, 2009). Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan adalah ditahun 1997 dimana pada masa itulah awal terjadinya krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar pada level 4,7 persen, sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang 7,8 persen

Kondisi perekonomian Indonesia pada 2010 diperkirakan belum akan terlepas dari krisis global, bahkan diperkirakan semakin berat jika dibandingkan dengan tahun ini. Menurut pengamat ekonomi Martin Panggabean di Jakarta, Selasa kondisi tersebut disebabkan oleh belum membaiknya perekonomian global, semakin mahalnya mencari dana dari pasar, serta pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Ia mengatakan, pemerintah seharusnya tidak hanya membahas soal suku bunga. Namun juga harus mengantisipasi bagaimana ekspansi kredit, menanggulani PHK dan bagaimana pertumbuhan ekonomi 2010. Martin mencontohkan kondisi di Amerika Serikat. Probabilitas terjadinya depresi di AS meningkat antara 20%-30% sehingga pertumbuhan ekonomi negara adidaya itu akan minus 5% sampai 7%.

Selain itu, pada tahun 2004, kemiskinan telah kembali ke angka semula sebelum terjadinya krisis ekonomi, tetapi naik kembali di tahun 2005-2006. Beberapa tahun belakangan ini laju penurunan angka kemiskinan di Indonesia telah melambat. Diperkirakan 42 persen rakyat Indonesia hidup dengan PPP (purchasing power parity) antara AS$1-2 per hari. Angka penduduk sangat miskin (didefinisikan dengan PPP kurang dari AS$1 per hari) cukup rendah meskipun sesudah dibandingkan dengan standar negara-negara tetangga, yaitu 7,4 persen. Tetapi, jumlah penduduk yang berpendapatan PPP kurang dari AS$2 per hari adalah sebanyak 49 persen (UNDP, 2009).
Meskipun sekarang ini, Indonesia telah melampaui batasan untuk menjadi negara dengan pendapatan menengah, populasi dengan pendapatan kurang dari AS$2 per hari lebih kurang sama dengan negara-negara dengan pendapatan rendah seperti Vietnam. Oleh karena itu kemiskinan di Indonesia memiliki karakteristik yang sangat unik karena tingginya jumlah penduduk ’hampir miskin’. Keadaan ini juga dapat dilihat dari tingginya tingkat kerentanan untuk ’menjadi miskin’ (keluar masuknya penduduk dari dan dalam kemiskinan diakibatkan guncangan-guncangan yang ada).

Dengan demikian akan banyak terjadi PHK, termasuk di Indonesia. Hal-hal seperti ini yang perlu diantisipasi oleh pemerintah. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2010 hanya 1% hingga 2%, tingkat PHK semakin banyak, katanya. Pada tahun ini, ujarnya, Indonesia bisa sedikit optimistis karena pertumbuhan ekonomi ada pada angka 4% hingga 4,5%. Tetapi, masalah globalnya, di negara-negara maju itu tidak ada tanda-tanda krisis akan berakhir pada 2009. Namun, ujarnya, bila terjadi resesi berkepanjangan diikuti dengan deflasi, harga-harga aset dan harga komoditas dampaknya sudah pasti membesar pada 2010 (BPS, 2009).

Hal ini menyebabkan angka pengangguran di Indonesia pada 2010 diperkirakan masih akan berada di kisaran 10 persen. Target pertumbuhan ekonomi yang hanya sebesar 5,5 persen dinilai tidak cukup untuk menyerap tenaga kerja di usia produktif, padahal seharusnya Indonesia membutuhkan petumbuhan setidaknya 7,3 persen per tahun untuk mengurangi angka pengangguran. Pertumbuhan itu bisa dicapai kalau laju inflasi berkisar 4 hingga 6 persen. Suku bunga Indonesia pun setidaknya berada di angka 5-7 persen dan nilai tukar rupiah Rp 9.500-Rp 10.500 per USD. (juan/kmp). Secara nyata, angka pengangguran terbuka di Indonesia per Agustus 2008 mencapai 9,39 juta jiwa atau 8,39 persen dari total angkatan kerja. Angka pengangguran turun dibandingkan posisi Februari 2008 sebesar 9,43 juta jiwa(8,46 persen). Badan Pusat Statistik melakukan survei tenaga kerja setiap Februari dan Agustus setiap tahunnya (BPS, 2009).
Sesuai survei, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Arizal Ahnaf di Jakarta, menjelaskan, pengangguran terbuka didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 17,26 persen dari jumlah penganggur. Kemudian disusul lulusan Sekolah Menengah Atas (14,31 persen), lulusan universitas 12,59 persen, diploma 11,21 persen, baru lulusan SMP 9,39 persen dan SD ke bawah 4,57 persen. Arizal melanjutkan, jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor informal masih mendominasi angkatan kerja nasional. Survei menunjukkan, per Agustus terdapat 71,35 juta jiwa pekerja yang bekerja di sektor informal, dari total 102,55 juta jiwa angkatan kerja. Sekadar perbandingan, pada 2005, jumlah pengangguran mencapai 11,9 juta orang. Kemudian, turun menjadi sekitar 10,9 juta orang pada 2006. Penyebab naiknya jumlah pengangguran ini, ungkap Erman, karena ada angkatan kerja baru dari lulusan pendidikan sekitar 2,3 juta orang. Selebihnya adalah pengangguran yang disebabkan oleh beruntunnya bencana alam beberapa waktu belakangan (BPS, 2009).

Menurut Budiyanto (2007) mahasiswa merupakan Agent of Community Enpowerment, harus terlibat dalam pemecahan masalah pembangunan daerah dan nasional untuk kesejahteraan masyarakat dan harus mendapatkan pengalaman empirik untuk mengelola pemecahan masalah pembangunan daerah dan nasional untuk kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa juga merupakan aset bangsa sehingga dituntut untuk aspiratif, akomodatif, responsif, dan reaktif menjadi problem solver terhadap permasalahan pembangunan. Selain itu, mahasiswa sebagai Agent Of Change sepatutnya  memiliki semangat bekerja dan cita-cita tinggi untuk sukses dalam berbisnis seperti para pengusaha bahkan lebih. Di era globalisasi ini, mahasiswa lebih dituntut agar mampu mengembangkan potensinya sehingga memiliki daya saing tinggi dalam masyarakat sebagai bentuk pengabdian ketika berada di dunia masyarakat yang lebih kompleks daripada di kampus.

Oleh Karena itu, mahasiswa harus melaksanakan AEMA sebagai bukti eksistensi yang menunjukan bahwa mahasiswa mempunyai peran yang sangat tinggi dalam pembangunan ekonomi bangsa. AEMA merupakan peran-peran yang dilakukan oleh mahasiswa dalam membangun ekonomi bangsa yaitu sebagai aktor, edukator, motivator, dan akselerator yang kesemuanya bertujuan dalam membangun ekonomi bangsa dan menunjukan arti penting mahasiswa bagi bangsa.

Rumusan Masalah

Bagaimanakah “AEMA” dapat digunakan oleh mahasiswa dalam upaya membangun ekonomi bangsa?

Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui apakah “AEMA” dapat digunakan oleh mahasiswa dalam upaya membangun ekonomi bangsa?

PEMBAHASAN

Tantangan Mahasiswa Dalam dan Usaha Memajukan Ekonomi Bangsa

Pembangunan mahasiswa mempunyai peran strategis dalam mendukung peningkatan ekonomi Indonesia yang berkualitas. mahasiswa merupakan generasi penerus, penanggung jawab dan pelaku pembangunan masa depan. Kekuatan bangsa di masa mendatang tercermin dari kualitas sumber daya mahasiswa saat ini. Untuk itu, mahasiswa harus disiapkan dan diberdayakan agar mampu memiliki kualitas dan keunggulan daya saing guna menghadapi tuntutan, kebutuhan, serta tantangan dan persaingan di era global terutama dalam bidang ekonomi. Permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan ekonomi adalah :

  1. Masih rendahnya akses dan kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pendidikan;
  2. Masih rendahnya tingkat partisipasi angkatan kerja mahasiswa;
  3. Belum serasinya kebijakan kepemudaan di tingkat nasional dan daerah;
  4. Rendahnya kemampuan kewirausahaan di kalangan mahasiswa;
  5. Tingginya tingkat pengangguran terbuka mahasiswa;
  6. Maraknya masalah-masalah sosial di kalangan mahasiswa, seperti kriminalitas, premanisme, NAPZA, dan HIV/AIDS;
  7. Masih rendahnya pembinaan dan perhatian terhadap pemuda dan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP).

Semangat perjuangan sebenarnya sudah menjadi bagian penting dari mahasiswa Indonesia sejak dulu. Dari sanalah semangat kepemudaan harus dipupuk dan dipertahankan. Semangat kemahasiswaan seharusnya tak boleh hilang diterjang sebagai godaan dan tantangan. Seharusnya semakin banyak tantangan, maka semangat kemahasiswaan itu semakin membaja, semakin kuat dan semakin terlatih. Tantangan besar sesungguhnya yang dihadapi para mahasiswa dewasa ini adalah menghadapi globalisasi beserta dampak dan pengaruhnya yang terbilang luar biasa.

Mahasiswa sekarang lebih bangga jika dapat berperilaku kebarat-baratan, mulai dari gaya pakaian, makanan, bahkan sikap dan pandangan hidup. Stereotype gaya hidup hura-hura itu ditunjukkan secara gamblang lewat stasiun televisi mulai dari gaya sinetron dengan pendekatan serba hedonis, hingga acara kontes menyanyi seperti Indonesian Idol atau AFI (Akademi Fantasi Indosiar). mahasiswa sekarang lebih semangat memacu diri lewat “jalan pintas” menjadi penyanyi terkenal, artis lalu banyak penggemar dan kaya lewat profesi yang serba gemerlap. Cuma segelintir mahasiswa negeri ini yang lebih keras berupaya dalam hal prestasi dengan kegemilangan pengetahuan, penelitian, atau memeras otak dan keringat dari intelegensinya sehingga kelak bias membangun ekonomi bangsa. Kebanyakan mahasiswa justru ternina bobo oleh angan-angan kosong yang ditawarkan sistem kapitalisme, tanpa menyadari bahwa “perjuangan” mereka di jalur serba hedonis, hanya bisa dikategorikan dan menjadi sebuah perjudian atau harapan fatamorgana (Syaefudin, 2003).

Kesadaran kolektif untuk menjadikan peran mahasiswa dalam pembangunan ekonomi di tengah masyrakat lebih konkret lagi, perlu adanya kesadaran kolektif para pemuda pada perjuangan yang sesungguhnya. Mahasiswa perlu diberikan stimulant besar untuk dapat kembali ke jalan kebenaran, mempertahankan semangat perjuangan dan kepemudaan. Hal yang perlu pertama kali disikapi adalah tujuan ideal yang akan dicapai oleh para mahasiswa itu, bukan hanya sekedar tujuan antara “perjuangan” para mahasiswa dalam kontes menyanyi, mungkin dapat dikatakan sebagai upaya untuk dapat mencari eksistensi diri. Namun perlu diingat bahwa “perjuangan” itu hanya sekilas, menjadi eufora sesaat, tanpa ada makna yang lebih luas secara sosial dan bagi kemanusiaan. Mahasiswa perlu mendefinisikan kembali tujuan dan visi hidupnya secara kolektif. Dari sini kemudian akan ada kesadaran kolektif untuk melanjutkan peran yang diwariskan para mahasiswa sebelumnya. Sebab, hanya dengan semangat, kolektivitas, dan tekad yang kuat, bangsa ini dapat kembali berjaya dan bangkit dari keterpurukan. Jika dilihat berbagai catatan dan berbagai predikat yang disandang Indonesia, maka anak yang baru lahir pun mungkin akan malu menjadi orang Indonesia. Bahkan ada buku yang berjudul seperti itu: Aku Malu Menjadi Orang Indonesia. Berbagai “rekor” memang ditorehkan negeri ini, dengan label buruk. Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia saat ini berada pada peringkat ke-109 dari 174 negara di dunia. Sementara itu, Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand masing-masing berada pada peringkat ke-41 sampai 44. Posisi negeri ini bahkan di bawah Vietnam yang baru bangkit dari perang dengan Amerika. Jika diamati pula indeks pembangunan manusia Indonesia, maka akan dilihat fakta yang terus menurun dalam lima tahun belakangan ini. Pada tahun 1995, Indonesia menduduki peringkat ke 104 dunia, jauh di atas Vietnam yang saat itu berada di peringkat 120 dunia. Ironisnya, dalam tahun 2005 ini peringkat Indonesia merosot ke urutan 110 dunia sedangkan Vietnam naik menjadi peringkat 108 dunia. Utang luar negeri yang ditanggung Indonesia kini mencapai Rp 1.300 triliun lebih yang bila dibagi rata untuk seluruh penduduk Indonesia, mencapai rupiah 6,5 juta perorang. Transperancy Internasional yang bermarkas di Berlin pun mengumumkan peringkat indeks korupsi tahun 2005, dan Indonesia menempati ranking ke 137 dari 159 negara di dunia. “Luar Biasa”.

Indonesia mungkin dapat menjadi negara yang memaluka dalam berbagai hal, hingga saat ini. Namun ini tentu tak boleh dibiarkan berlarut. Bagaimanapun, harga diri bangsa sudah eksis dan didengungkan dari awal. Berkaca pada pepatah melayu lama, sekali layar terkembang, pantang surut kebelakang. Maka tentunya perlu dibentuk kesadaran kolektif terhadap bangsa ini mengenai eksistensi, kemandirian dan harga diri bangsa. Itu sebenarnya harus dimulai dari mahasiswa seperti halnya kemerdekaan bangsa, kebangkitan bangsa sejak kelahiran Boedi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan proklamasi kemerdekaan yang semuanya digerakkan oleh motor utama para pemuda dan mahasiswa. Tentunya diperlukan pemuda-pemuda yang tangguh, bukan para pemuda yang cengeng, atau bermental hedonis. Maka, “cita-cita ideal Bung Karno” mahasiswa pemuda tangguh Indonesia akan benar-benar mampu mengguncang dunia, bukan hanya sekedar orasi dan lips service semata (Adi, 2002).

“AEMA” Sebagai Bukti Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa

Mahasiswa Sebagai Aktor

Artinya, mahasiswa semestinya menjadi pionir-pionir dalam praktik ekonomi bangsa. Misalnya menjadi calon entrepreneur muda yang tangguh di kalangan mahasiswa yang mampu membangun usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan bekal kemampuan berwirausaha, di saat lulus nanti mahasiswa akan siap untuk terjun menghadapi dunia bisnis. Bukan hanya semasa mahasiswa, selepas kuliah nanti peran sebagai pionir semestinya tetap dilakukan Dengan adanya pionir-pionir ini yang seiring dengan waktu diharapkan semakin banyak, masyarakat yang dapat disejahterakan dan ikut secara langsung berperan bagi ekonomi bangsa. Dalam mengembangkan perannya sebagai actor dalam memajukan ekonomi bangsa, mahasiswa harus mengasah berbagai kemampuan yang dimilikinya, diantaranya adalah:

Mengasah Kemampuan Reflektif
Dalam mengembangkan perannya, mahasiswa Indonesia perlu mengasah kemampuan reflektif dan kebiasaan bertindak efektif. Perubahan pada ekonomi bangsa hanya dapat dilakukan karena adanya agenda refleksi (reflection) dan aksi (action) secara sekaligus. Daya refleksi kita bangun berdasarkan bacaan baik dalam arti fisik melalui buku, bacaan virtual melalui dukungan teknologi informasi maupun bacaan kehidupan melalui pergaulan dan pengalaman di tengah masyarakat. Makin luas dan mendalam sumber-sumber bacaan dan daya serap informasi yang kita terima, makin luas dan mendalam pula daya refleksi yang berhasil kita asah. Karena itu, faktor pendidikan dan pembelajaran menjadi sangat penting untuk ditekuni oleh setiap mahasiswa, terutama mahasiswa-mahasiswa masa kini (Masykur, 2001).
Membangun Kebiasaan Bertindak
Di samping kemampuan reflektif, mahasiswa Indonesia juga perlu melatih diri dengan kebiasaan untuk bertindak, mempunyai agenda aksi, dan benar-benar bekerja dalam arti yang nyata. Kemajuan ekonomi bangsa kita tidak hanya tergantung kepada wacana, ‘public discourse’, tetapi juga agenda aksi yang nyata. Jangan hanya bersikap “NATO”, “Never Action, Talking Only” seperti kebiasaan banyak kaum intelektual. Mahasiswa masa kini perlu membiasakan diri untuk lebih banyak bekerja dan bertindak secara efektif memajukan ekonomi bangsa daripada hanya berwacana tanpa implementasi yang nyata.
Melatih Kemampuan Kerja Teknis
Hal lain yang juga perlu dikembangkan menjadi kebiasaan di kalangan mahasiswa kita ialah kemampuan untuk bekerja teknis, detil atau rinci. “The devil is in the detail”, bukan semata-mata dalam tataran konseptual yang bersifat umum dan sangat abstrak. Dalam suasana ekonomi yang membuka luas ruang kebebasan dewasa ini, gairah berwiraswasta atau menjadi pengusaha di kalangan mahasiswa sangat bergejolak. Namun, dalam wacana perekonomian bangsa, biasanya berkembang luas kebiasaan untuk berpikir dalam konsep-konsep yang sangat umum dan abstrak. Akan tetapi, semua konsep-konsep yang bersifat umum dan abstrak itu baru bermakna dalam arti yang sebenarnya, jika ia dioperasionalkan dalam bentuk-bentuk kegiatan yang rinci (Alma, 2001).
Sebaiknya, mahasiswa Indonesia, untuk berperan produktif di masa depan, hendaklah melengkapi diri dengan kemampuan yang bersifat teknis dan mendetil agar dapat menjamin benar-benar terjadinya perbaikan dalam kehidupan bangsa dan negara kita ke depan.

Pemerintah pun  tidak tinggal diam untuk mendorong peran mahasiswa untuk memajukan ekonomi bangsa. Salah satunya adalah, dalam rangka untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta lapangan kerja dari pada pencari kerja, maka diperlukan suatu usaha nyata. Departemen Pendidikan Nasional telah mengembangkan berbagai kebijakan dan program untuk mendukung terciptanya lulusan perguruan tinggi yang lebih siap bekerja dan menciptakan pekerjaan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Cooperative Education (Co-op) telah banyak menghasilkan alumni yang terbukti lebih kompetitif di dunia kerja, dan hasil-hasil karya invosi mahasiswa melalui PKM potensial untuk ditindaklanjuti secara komersial menjadi sebuah embrio bisnis berbasis Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (Ipteks). Kebijakan dan program penguatan kelembagaan yang mendorong peningkatan aktivitas berwirausaha dan percepatan pertumbuhan wirausaha–wirausaha baru dengan basis IPTEKS sangat diperlukan.

Selain itu, dengan latar belakang tersebut di atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengembangkan sebuah Program Mahasiswa Wirausaha (Student Entrepreneur Program) yang merupakan kelanjutan dari program-program sebelumnya (PKM, Co-op, KKU,…) untuk menjembatani para mahasiswa memasuki dunia bisnis rill melalui fasilitasi start-up bussines. Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), sebagai bagian dari strategi pendidikan di Perguruan Tinggi, dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat kewirausahaan untuk memulai berwirausaha dengan basis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang sedang dipelajarinya. Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan magang, penyusunan rencana bisnis, dukungan permodalan dan pendampingan usaha. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UKM.

Mahasiswa Sebagai Edukator

Sebagai kelompok masyarakat terdidik, mahasiswa secara relatif lebih cepat memahami dan memiliki akses ke khasanah wacana ekonomi bangsa dan memahami lebih dalam permasalah yang ada pada perekonomian bangsa ketimbang kelompok masyarakat lain. Karenanya, mahasiswa harus mampu  mengedukasi masyarakat agar pemahamannya tentang ekonomi bangsa bisa meningkat hingga praktik untuk meningkatkan ekonomi bangsa di tengah masyarakat juga semakin berkembang. Tapi harus disadari, untuk bisa menjadi pionir dan mengedukasi masyarakat tentu diperlukan kesediaan mahasiswa untuk terus menerus mengkaji permasalahan ekonomi yang terjadi pada bangsa Indonesia (Gilbert, 2006).

Sebagai contoh, pertumbuhan ekonomi suatu negara pada dasarnya tidak terlepas dari meningkatnya jumlah penduduk yang berjiwa wirausaha (entrepreneur). Kurangnya jumlah masyarakat yang memiliki jiwa wirausaha di Indonesia, antara lain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang kewirausahaan, etos kerja yang kurang menghargai kerja keras, cepat puas dengan hasil kerja dan pengaruh penjajahan yang terlalu lama serta kondisi ekonomi yang belum membaik. Tahun 2008 lebih dari 10 juta orang tidak memiliki pekerjaan.

Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik), tercatat angka kemiskinan 15,4 persen, artinya 10.3 juta jiwa dari jumlah penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Dalam hal ini, sikap mental yang baik dalam mendukung pembangunan, khususnya pertumbuhan perekonomian, perlu ditanamkan pada diri individu masing-masing masyarakat. Sesuai yang dikemukakan oleh Charles Scrciber (Buchori Alma, 2001:15) berdasarkan hasil penelitian bahwa keberhasilan seseorang ditentukan oleh pendidikan formal hanya sebesar 15 % dan selebihnya (85 %) ditentukan oleh sikap mental atau kepribadian.

Selain itu, saat ini pengangguran tak hanya berstatus lulusan SD sampai SMA saja, tetapi banyak juga sarjana. Perusahaan semakin selektif menerima karyawan baru sementara tingkat persaingan semakin tinggi. Tidak ada jaminan seorang sarjana mudah memperoleh pekerjaan. Sebagai seorang mahasiswa yang ingin mengembangkan jiwa wirausaha (entrepreneur student). harus mampu belajar merubah sikap mental yang kurang baik dan perlu dimulai dengan kesadaran dan kemauan untuk mempelajari ilmu kewirausahaan, kemudian menghayati dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (Suparlan, 1984). Disinilah peran mahasiswa edukator sangat diperlukan dalam pengembangan ekonomi bangsa.

Mahasiswa Sebagai Motivator

Pembangunan ekonomi bangsa terutama di daerah-daerah sering menimbulkan rasa putus asa bagi masyarakat, terutama masyarakat yang gagal dalam berusaha untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Disinilah diperlukan motivasi terus menerus, terutama dari para mahasiswa untuk tidak mudah putus asa dalam membangun ekonomi bangsa yang dimulai dari masyarakat kecil dahulu, seperti dalam melakukan usaha-usaha kecil seperti UKM. Bila mahasiswa yang katanya cenderung idealistik saja putus asa dalam membangun kemandirian ekonomi bangsa, apa lagi masyarakat yang cenderung lebih pragmatis (Mc Celland, 1987).

Sebagai generasi intelektual dan sebagai motivator, mahasiswa diharapkan dapat berperan untuk mendorong pembangunan perkenomian di pedesaan. Terutama, dengan disiplin ilmu yang dimiliki selama kuliah di perguruan tinggi, mampu menjadi modal memotivasi masyarakat agar bekerja keras membangun desa. mahasiswa merupakan motivator dan fasilitator pembangunan karena ilmu yang dimiliki, harus diterapkan dalam kehidupan dalam masyarakat di desa. Mengingat mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang mempunyai kualitas baik, maka dituntut untuk selalu bersikap kritis dalam proses pembangunan ekonomi bangsa (Wacik, 2006).

Sebelum menjadi seorang motivator, pemahaman kewirausahaan juga harus dimiliki oleh mahasiswa karena mahasiswa sebagai penerus bangsa diharapkan mampu menjadi tulang punggung negara. Sehingga dengan hasil pendidikan yang dikuasainya mampu menciptakan lapangan kerja dan memotivasi masyarakat untuk megikuti jejaknya, bukan menambah jumlah pengangguran setelah ia lulus dari sebuah perguruan tinggi dan diharapkan mampu bekerja dengan baik, dilihat dari segi ilmu maupun teknis lapangan. Jadi, sebisa mungkin seorang mahasiswa dituntut untuk berpikir secara kreatif terhadap peluang bisnis yang ada di masyarakat dan berani mencoba untuk memulai usaha. Jangan bersikap apatis, karena sulit mencari pekerjaan setelah melamar ke mana- mana dan hasilnya selalu nihil. Mereka lupa bahwa sebenarnya  bekerja tidak hanya di perusahaan ataupun menjadi pegawai negeri, salah satunya menjadi seorang wirausaha dan mampu membuat wirausaha-wirausaha baru.

Jadi, yang harus dilakukan mahasiswa sebelum banar-benar terjun kepada masyarakat terutama menjadi motivator adalah memiliki sejumlah kriteria, antara lain: kemampuan (ability), kapasitas (capacity), keahlian/kecakapan (skill) dalam berkomunikasi, memotivasi, dan yang lainnya adalah; pengetahuan/wawasan (knowledge); pengalaman (experience); kemampuan mengembangkan pengaruh (influence); kemampuan menggalang solidaritas (Solidarity maker); serta kemampuan memecahkan masalah (decision making) (Haris, 2001).

Memiliki integritas (integrity), yakni memiliki kepribadian yang utuh/berwibawa (kharisma); bijaksana (wisdom); bersikap empatik; memiliki prinsip-prinsip yang utama dalam hidupnya; menjadi panutan (kelompok referensi utama); serta, mampu mengutamakan kepentingan lebih besar, ketimbang kepentingan kecil dan sempit (negarawan). Di atas semua itu, seorang pemimpin harus totalitas dalam mengerahkan segenap potensi yang ada pada dirinya untuk kemajuan organisasi (prinsip totality) lebih jauh dalam membangun daerah dengan potensi SDM dan SDA yang ada.

Mahasiswa Sebagai Akselerator

Mahasiswa tidak boleh puas sekadar  melihat sebagian wajah ekonomi bangsa. Harus ada upaya terus menerus dengan  mendorong percepatan (akselerasi) penerapan dan kesadaran membangun ekonomi bangsa hingga betul-betul terwujud di tengah masyarakat.

Mahasiswa Indonesia harus berani melakukan otokritik, sekaligus membenahi diri, meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya, dan siap berkiprah di tengah-tengah masyarakat, mewarnai di berbagai lini kehidupan bangsa. Bangsa ini membutuhkan peran dan sumbangsih kalangan mahasiswa secara nyata, sehingga tentu sesungguhnya tugas dan peran mahasiswa tidaklah ringan. Mahasiswa Indonesia diharapkan mampu mengambil setiap peluang yang ada dan memanfaatkannya secara baik, demi kemajuan bangsa. Masa depan bangsa ini terletak di tangan mahasiswa karena mahasiswa adalah Agen Peubah (Agent of Change) dan Agen Analisis (Agent of Analysis), yang senantiasa memprakarsai perubahan-perubahan untuk kemaslahatan dan menganalisis problematika bangsa salah satunya dalam bidang ekonomi.

Konteks Peran Pemuda dalam Memanifestasikan Perubahan Bangsa, pemuda hendaknya tidak lagi hanya terpaku pada persoalan-persoalan lokal dan nasional, tetapi tanpa menyadari konteks internasional. Ajakan John Nesbit perlu dilakukan: yaitu “Think Globally, Act Locally” bahwa walaupun kita bertindak lokal (nasioanal), tetapi cara berpikirnya adalah global. Bahwa pemuda hidup di dalam komunitas internasional, yang sedkit banyak akan membawa pengaruh bagi dinamika aneka kehidupan lokal dan nasional (Remi, 2002).

Sebagai akselerator, banyak orang mengatakannya sebagai agent perubahan, memiliki ide-ide cemerlang dan kapasitas intelektual, pembangun peradaban, hingga kata-kata lainnya yang menunjukan kepahlawanan mahasiswa. Disebutlah mahasiswa sebagai pengawal kemerdekaan republik Indonesia tahun 45, meruntuhkan rezim orde lama tahun 65, hingga melahirkan reformasi dan meruntuhkan rezim orde baru tahun 98. Semua itu, pada dasarnya adalah sebuah atribut yang melekat pada mahasiswa. Sama halnya dengan kata mahasiswa itu sendiri yang hanyalah berarti sebuah atribut dalam difrensiasi sosial yang terjadi di masyarakat. Mahasiswa pada dasarnya sama dengan kata pedagang, petani, atau pemulung sampah (Firdaus, 2004).

Sebagai agen akselerator transformasi. Mahasiswa, adalah kelompok usia produktif yang memiliki potensi yang sama untuk mendapatkan status sosial ekonomi yang relatif mapan dan akan masuk ke dalam kelas menengah. Padahal, peran elit ( the rulling class ) dan kelas menengah ( middle class) sangat siginifikan dalam menggerakkan dan mengarahkan perubahan sosial, sebagai salah satu pilar pembangunan. Dan, The Rulling Class ini dibentuk dari kelas menengah, yang terdiri dari kelompok-kelompok strategis dari kalangan intelektual, pengusaha, birokrat dan militer. Dengan kenyataan di atas, maka ada agenda strategis, dalam rangka memelopori akselerasi pembangunan ekonomi bangsa. Yaitu dengan mengelola dengan baik dan profesional seluruh insitusi mahasiswa, sebagai sarana perekrutan mahasiswa-mahasiswa potensial Indonesia dalam usia produktif.
Dengan kesiapan para mahasiswa maka, akselerasi pembangunan dapat dimaksimalkan. Harapan ini tentulah bukan sebuah khayalan. Sejarah Indonesia sendiri telah menghasilkan individu seperti ini, contohnya, M. Natsir. Percepatan pembangunan harus dimulai dengan perubahan mental dan cara berfikir. Walaupun pemerintahan saat ini sudah on the track, tapi jalannya masih lambat. Dengan kematangan mental dan perbedaan cara berfikir yang segar, the next rulling class siap membantu dan mempercepat pembangunan ekonomi negeri.

Mahasiswa memang menjadi komunitas yang unik di mana dalam catatan sejarah perubahan selalu menjadi garda terdepan dan motor penggerak perubahan. Mahasiswa di kenal dengan jiwa patriotnya serta pengorbanan yang tulus tanpa pamrih. Oleh karena itu dalam hal pembanguna ekonomi bangsa mahasiswa telah dan akan selalu menjadi garda terdepan dalam pembangunan ekonomi bangsa.

Mahasiswa Kunci Pembangunan Ekonomi Bangsa

Mahasiswa sebagai ujung tombak yang menjelma menjadi sebuah amunisi dari maju mundurnya sebuah bangsa harus senantiasa siap untuk selalu berkiprah dan memberikan sumbangsihnya untuk kemajuan Negara kita. Sebagai mana yang telah diharapkan oleh proklamator tanah negeri ini. Dengan harapan mudah-mudahan semua mahasiswa dan generasi penerus harapan bangsa, dapat menjelma menjadi Bil Gates-Bil Gates masa depan, yang senantiasa menjadi motor pergerakkan kemajuan bangsa.

Untuk itulah, maka kita wajib bekerja keras membangun bangsa agar kita dapat memiliki kebanggaan dan percaya diri. Kalau bangsa kita lemah, miskin, dan terbelakang, maka bangsa kita akan menjadi bangsa yang diremehkan oleh bangsa-bangsa lain. Pada akhirnya, kita ingin menegaskan kembali bahwa faham dan semangat kebangsaan masih tetap relevan dengan kehidupan kita sekarang. Namun, kita harus memberikan makna baru kepada faham dan semangat kebangsaan kita. Kalau dulu, faham dan semangat itu kita jadikan landasan untuk mengusir penjajah, sekarang harus kita jadikan sebagai landasan untuk membangun bangsa, agar kita menjadi bangsa yang maju, terhormat, dan bermartabat. Kalau dulu, pahlawan adalah yang gugur di medan pertempuran, kini pahlawan adalah yang mampu membawa rakyat menuju kesejahteraan yang hakiki. Kita semua tentu berharap para mahasiswa berada kembali di garis depan dalam menaklukkan dan memanfaatkan tantangan global

PENUTUP

Kesimpulan

AEMA, merupakan sebuah bentuk nyata yang dapat diberikan oleh mahasiswa dalam upaya membangun ekonomi bangsa yang terdiri dari peran sebagai aktor yang artinya, mahasiswa semestinya menjadi pionir-pionir dalam praktik ekonomi bangsa. Sebagai edukator mahasiswa harus mampu  mengedukasi masyarakat agar pemahamannya tentang ekonomi bangsa bisa meningkat hingga praktik untuk meningkatkan ekonomi bangsa di tengah masyarakat juga semakin berkembang. Sebagai motivator mahasiswa harus member motivasi terus menerus, pada masyarakat untuk tidak mudah putus asa dalam membangun ekonomi bangsa yang dimulai dari masyarakat kecil dahulu, seperti dalam melakukan usaha-usaha kecil seperti UKM. Dan, sebagai akselerator mahasiswa tidak boleh puas sekadar  melihat sebagian wajah ekonomi bangsa. Harus ada upaya terus menerus dengan  mendorong percepatan (akselerasi) penerapan dan kesadaran membangun ekonomi bangsa hingga betul-betul terwujud di tengah masyarakat.

Saran

Untuk mahasiswa, kesadara melakukan “AEMA” harus diaplikasikan langsung pada masyarakat, agar benar-benar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyaraat. Untu pemerintah agar semua usaha mahasiswa seperti melakukan AEMA untuk memajukan ekonomi bangsa, harus diberikan apresiasi yang lebih seperti dalam hal bantuan dana atau dalam berbagai hal yang mendukung pelaksanaan peran AEMA yang dilakukan oleh mahasiswa.

08/25/2010 Posted by | CONTOH LKTM | 1 Komentar

Strategi Pembangunan KB berbasis masyarakat sebagai upaya pembangunan keluarga berencana di Jawa Timur

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ancaman baby booming di tanah air kini semakin nyata. Berdasar data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), jika tahun ini program keluarga berencana stagnan, penduduk Indonesia diprediksi pada tahun  2015, penduduk Indonesia akan mencapai 255 juta jiwa (Pemkab Malang.go.id, 2009). Berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2000, jumlah penduduk Jawa Timur mencapai angka 34.508.611 jiwa. Jumlah ini menempatkan Jawa Timur sebagai propinsi kedua setelah Jawa Barat dalam hal jumlah penduduk terbanyak. Dengan kepadatan penduduk mencapai 761 jiwa/km2, di atas ratarata nasional yang sebesar 109 jiwa/km2 menjadikan wilayah ini termasuk wilayah padat, meski tidak sepadat DKI Jakarta (12.635 jiwa/km2), Jawa Barat (1.033 jiwa/km2),Jawa Tengah (959 jiwa/km2) dan DIY Yogyakarta (980 jiwa/km2) (East Java Mapping, 2004). Berdasarkan hasil Susenas 2006, jumlah rumahtangga di Jawa Timur tahun 2006 ada sebanyak 10.490.640 dengan jumlah penduduk 37.478.737 jiwa. Dengan demikian rata-rata banyaknya penduduk per rumahtangga  sebesar 3,57 orang. Dengan luas wilayah Jawa Timur sekitar 46.428 kilometer persegi, maka tingkat kepadatan penduduk Jawa Timur sebesar 807 jiwa per kilometer persegi (BPS Jatim, 2009).

Secara umum, laju pertumbuhan penduduk di Jawa Timur, termasuk Pacitan, masih bisa dikendalikan. Meskipun sekarang ini, program keluarga berencana nasional cenderung kurang tergarap dengan baik. Pun, di sejumlah kabupaten di Jatim, persentase pasangan usia subur menunjukkan angka yang cukup tinggi. Namun pertumbuhan penduduk justru menurun hingga kisaran 0,84 persen. Hanya, besarnya jumlah warga berusia 15 tahun hingga 35 tahun (usia subur), menjadi peluang terjadinya ledakan penduduk (Jawa Pos, 13 Mei 2009).

Ada kecenderungan, saat ini perkembangan KB stagnan. Penyebabnya adalah kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap program KB. Padahal, program KB menjadi tugas pemerintah daerah. Penduduk Indonesia akan mencapai 255 juta pada tahun 2015, apabila jumlah peserta KB tidak bertambah. Terjadinya stagnasi program KB dalam lima tahun terakhir ini, mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk Indonesia sekitar tiga juta setiap tahun. Dengan pertambahan ini, maka pada tahun 2008 penduduk Indonesia sudah mencapai 236,4 juta jiwa (BKKBN, 2009).

Menghadapi era globalisasi, dimana persaingan semakin ketat, mau tidak mau kita harus menciptakan manusia Indonesia yang kualitasnya tinggi. Dengan pertambahan jumlah penduduk yang tidak terkendali, kita tidak akan bisa meningkatkan kualitas manusia Indonesia, karena terbatasnya dana dan fasilitas yang tersedia. Jumlah penduduk yang besar membuat pemerintah tidak mampu mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat. Di berbagai daerah masih kita temukan anak-anak yang kekurangan gizi. Begitu juga dengan sektor-sektor lainnya, sehingga sulit menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas (Portal Indonesia, 2009).

Menurut Bank Dunia (2003), penyebab dasar kemiskinan adalah: (1) kegagalan kepemilikan terutama tanah dan modal; (2) terbatasnya ketersediaan bahan kebutuhan dasar, sarana dan prasarana; (3) kebijakan pembangunan yang bias perkotaan dan bias sektor; (4) adanya perbedaan kesempatan di antara anggota masyarakat dan sistem yang kurang mendukung; (5) adanya perbedaan sumber daya manusia dan perbedaan antara sektor ekonomi (ekonomi tradisional versus ekonomi modern); (6) rendahnya produktivitas dan tingkat pembentukan modal dalam masyarakat; (7) budaya hidup yang dikaitkan dengan kemampuan seseorang mengelola sumber daya alam dan lingkunganya; (8) tidak adanya tata pemerintahan yang bersih dan baik (good governance); (9) pengelolaan sumber daya alam yang berlebihan dan tidak berwawasan lingkungan.

Berdasarkan hasil pendataan Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Jawa Timur pada bulan Mei 2006 sebanyak 7,456 juta orang. Sementara dari hasil pendataan pada bulan Maret 2007 diperoleh perkiraan jumlah penduduk miskin Jawa Timur sebanyak 7,138 juta orang yang terdiri dari 2.565.700 orang di wilayah perkotaan dan 4.572.000 orang di wilayah pedesaan. pada Maret 2008, jumlah penduduk miskin di Jatim tercatat 6,651 juta jiwa. Sementara pada periode yang sama 2009 turun menjadi 6,02 juta jiwa. selama Maret 2008-Maret 2009, Garis Kemiskinan (GK) mengalami kenaikan sebesar 11,36, dari Rp169.112 per kapita per bulan menjadi Rp188.317 per kapita per bulan akibat tingginya inflasi yang sedang terjadi, dengan komposisi GK makanan Rp138.442 dan GK nonmakanan sebesar Rp49.874.

Berdasarkan kenyataan dan fakta-fakta diatas maka dapat diketahui bahwa peran keluarga berencana sangat penting untuk provinsi Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk secara umum dan jumlah penduduk miskin yang sangat tinggi, sehingga diperlukan langkah-langkah bersama untuk mensukseskan program keluarga berencana di provinsi Jawa Timur.

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa penting peran keluarga berencana bagi Jawa Timur dan memberikan solusi bagi Jawa Timur mengenai kegiatan keluarga berencana agar lebih efektif dan berguna bagi Jawa Timur.

1.3 Batasan Penulisan

Batasan masalah yang digunakan dalam penulisan adalah sebagai berikut:

  • Penulisan Ini hanya dibatasi pada manfaat keluarga berencana di Jawa Timur
  • Objek dalam penulisan ini hanyalah KB di Jawa Timur

BAB II

TELAAH PUSTAKA

2.1 Keluarga Berencana

KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), maksud daripada ini adalah: “Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Dengan kata lain KB adalah perencanaan jumlah keluarga. Pembatasan bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD dan sebagainya. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970’an (Wikipedia, 2009).

Sejak dicanangkan dan digalakan secara nasional oleh Presiden RI Ke-2 Soeharto pada tahun 1970, hingga kini Program Keluarga Berencana (KB) masih dipahami secara sempit oleh masyarakat sehingga tujuan akhir KB yaitu membentuk keluarga bahagia dan sejahtera belum benar-benar terwujud. Cita-cita luhur KB ini tersandung paradigma keliru tentang KB. Secara awam, masyarakat memahami KB sebagai program pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan pendudukan melalui perencanaan kelahiran dan jumlah anak sehingga masyarakat merasa telah turut menyukseskan program KB tatkala ia telah berhasil menjarangkan kehamilan dan membatasi jumlah anak paling banyak 2. Pemahaman yang keliru inilah yang menyebabkan keberhasilan KB hingga sekarang belum mampu membentuk keluarga yang benar-benar bahagia dan sejahtera. KB juga belum (jika tak mau dikatakan tidak) berhasil membentuk generasi yang berkualitas. Atau dengan kata lain program KB secara kuantitas telah berhasil menekan laju pertumbuhan jumlah peduduk namun secara kualitas tidak mampu mengangkat harkat dan martabat keluarga di Indonesia. Angka pengangguran pada usia produktif dan jumlah anak putus sekolah dari tahun ke tahun terus meningkat (Iqbal, 2009).

Jawa Timur

Jawa Timur adalah sebuah provinsi di bagian timur Pulau Jawa, Indonesia. Ibukotanya adalah Surabaya. Luas wilayahnya 47.922 km², dan jumlah penduduknya 37.070.731 jiwa (2005). Jawa Timur merupakan provinsi terluas diantara 6 provinsi di Pulau Jawa, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Jawa Timur berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Provinsi Jawa Tengah di barat. Wilayah Jawa Timur juga meliputi Pulau Madura, Pulau Bawean, Pulau Kangean serta sejumlah pulau-pulau kecil di Laut Jawa dan Samudera Hindia(Pulau Sempu dan Nusabarung). Jawa Timur dikenal sebagai pusat Kawasan Timur Indonesia, dan memiliki signifikansi perekonomian yang cukup tinggi, yakni berkontribusi 14,85% terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Jumlah penduduk Jawa Timur pada tahun 2005 adalah 37.070.731 jiwa, dengan kepadatan 774 jiwa/km2. Kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Kabupaten Malang, sedang kota dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Surabaya. Laju pertumbuhan penduduk adalah 0,59% per tahun (2004) (Wikipedia, 2009).

Berdasarkan hasil pendataan Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Jawa Timur pada bulan Mei 2006 sebanyak 7,456 juta orang. Sementara dari hasil pendataan pada bulan Maret 2007 diperoleh perkiraan jumlah penduduk miskin Jawa Timur sebanyak 7,138 juta orang yang terdiri dari 2.565.700 orang di wilayah perkotaan dan 4.572.000 orang di wilayah pedesaan. Dengan demikian selama sepuluh bulan terakhir terjadi penurunan jumlah penduduk miskin Jawa Timur sebanyak 318.000 orang atau dengan kata lain persentase penduduk miskin berkurang 1% poin dari, 19,94% pada Mei 2006 menjadi 18,93 % pada bulan Maret 2007. Penurunan tersebut sebagai hasil atau dampak dari berbagai program pengentasan kemiskinan serta peningkatan kegiatan ekonomi Jawa Timur secara umum (Anonymous, 2008).

2.2 Permasalahan di Jawa Timur

Ada berbagai permasalahan KB di Jawa Timur diantaranya adalah:

  1. 1. Masih tingginya laju pertumbuhan dan jumlah penduduk

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2000, jumlah penduduk Jawa Timur mencapai angka 34.508.611 jiwa. Jumlah ini menempatkan Jawa Timur sebagai propinsi kedua setelah Jawa Barat dalam hal jumlah penduduk terbanyak. Dengan kepadatan penduduk mencapai 761 jiwa/km2, di atas ratarata nasional yang sebesar 109 jiwa/km2 menjadikan wilayah ini termasuk wilayah padat, meski tidak sepadat DKI Jakarta (12.635 jiwa/km2), Jawa Barat (1.033 jiwa/km2),Jawa Tengah (959 jiwa/km2) dan DIY Yogyakarta (980 jiwa/km2) (East Java Mapping, 2004). Berdasarkan hasil Susenas 2006, jumlah rumahtangga di Jawa Timur tahun 2006 ada sebanyak 10.490.640 dengan jumlah penduduk 37.478.737 jiwa. Dengan demikian rata-rata banyaknya penduduk per rumahtangga  sebesar 3,57 orang. Dengan luas wilayah Jawa Timur sekitar 46.428 kilometer persegi, maka tingkat kepadatan penduduk Jawa Timur sebesar 807 jiwa per kilometer persegi (BPS Jatim, 2009).

Ada tiga wilayah di Jawa Timur yang kepadatan penduduknya mencapai ratarata 7.108 jiwa/km2, yaitu Kota Malang, Kota Mojokerto dan Kota Surabaya. Tingginya kepadatan di ketiga wilayah ini tidak lepas dari tingginya tingkat urbanisasi di ketiga wilayah tersebut. Untuk wilayah-wilayah dengan karakteristik demikian membutuhkan perhatian yang serius baik dari segi penyediaan infrastruktur maupun penataan mobilitas penduduknya. Rata – rata tingkat kepadatan di kabupaten/kota di Jawa Timur mencapai 1.734 jiwa/km2 (BPS Jatim, 2009).

2. Masih tingginya tingkat kelahiran penduduk

Faktor utama yang mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk adalah tingkat kelahiran. Salah satu faktor penyebabnya yaitu masih belum maksimalnya fungsi program Kelurga Berencana (KB) (Anonymous, 2009).

Persentase penduduk usia muda (0-14 tahun) cenderung mengalami penurunan dari sensus ke sensus, dari 41,17% pada Sensus. Penduduk 1971 menjadi 25,51% pada Sensus Penduduk Tahun 2000. Penurunan ini sedikit banyak mengindikasikan keberhasilan program Keluarga Berencana yang dicanangkan pemerintah. Meski mengalami penurunan yang cukup signifikan, bila kita bandingkan dengan Singapura, jumlah penduduk usia muda di Jawa Timur masih lebih tinggi, dimana di Singapura pada tahun 2000 komposisi penduduk usia muda hanya mencapai 16,5% dari total penduduk. Rendahnya minat pasangan muda di Singapora untuk memiliki anak ini membuat pemerintah Singapura mengeluarkan kebijakan pemberian tunjangan bagi pasangan yang hendak memiliki anak [Berita http://www.egov.gov.sg. Fenomena ini tentunya berbeda dengan propinsi Jawa Timur yang memiliki penduduk usia muda relatif tinggi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah propinsi Jawa Timur untuk lebih serius mempersiapkan generasi muda ini menjadi generasi yang tumbuh lebih sehat, cerdas dan berpotensi (Indra, 2007).

Selain itu, angka Dependency Ratio Jawa Timur juga turut berubah. Jumlah penduduk usia muda cenderung mengalami penurunan dari sensus ke sensus (BPS Jatim, 2009). Penurunan ini menyebabkan turunnya angka Dependency Ratio Jawa Timur dalam kurun waktu tersebut. Sementara itu, jumlah penduduk usia produktif dan usia tua cenderung meningkat, sebagai akibat pergeseran penduduk dari usia muda ke usia produktif dan dari usia produktif ke usia tua. Dependency Ratio penduduk Jawa Timur pada tahun 2000 mencapai 0,70. Angka ini turun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana pada tahun 1990 sebesar 0,87; tahun 1980 sebesar 1,03 dan tahun 1971 sebesar 1,11. Turunnya angka Dependency Ratio ini berarti jumlah beban tanggungan yang harus dipikul per penduduk usia produktif semakin sedikit. Bisa diartikan bila pada tahun 1971 seorang penduduk usia produktif harus mampu menanggung 1,11 orang penduduk yang lain, pada tahun 2000 seorang penduduk usia produktif hanya menanggung kurang dari 1 orang penduduk yang lain (0,70). Dependency ratio menyatakan rasio perbandingan antara kelompok penduduk usia tidak produktif (usia 0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) terhadap kelompok penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun). Rasio ini menyatakan seberapa berat beban tanggungan yang harus dipikul oleh jumlah penduduk usia produktif. Rumus Dependency Ratio adalah jumlah penduduk usia (0-14 tahun) dan usia (65 tahun ke atas) dibagi dengan jumlah penduduk usia 15 – 64 tahun (BPS, 2009).

  1. 3. Masih lemahnya ekonomi dan ketahanan keluarga

Berdasarkan hasil pendataan Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Jawa Timur pada bulan Mei 2006 sebanyak 7,456 juta orang. Sementara dari hasil pendataan pada bulan Maret 2007 diperoleh perkiraan jumlah penduduk miskin Jawa Timur sebanyak 7,138 juta orang yang terdiri dari 2.565.700 orang di wilayah perkotaan dan 4.572.000 orang di wilayah pedesaan. Dengan demikian selama sepuluh bulan terakhir terjadi penurunan jumlah penduduk miskin Jawa Timur sebanyak 318.000 orang atau dengan kata lain persentase penduduk miskin berkurang 1% poin dari, 19,94% pada Mei 2006 menjadi 18,93 % pada bulan Maret 2007. Penurunan tersebut sebagai hasil atau dampak dari berbagai program pengentasan kemiskinan serta peningkatan kegiatan ekonomi Jawa Timur secara umum (BPS, 2009).

Kondisi lemahnya ekonomi keluarga mempengaruhi daya beli termasuk kemampuan membeli alat dan obat kontrasepsi (Wirawan, 2008). Keluarga miskin pada umumnya mempunyai anggota keluarga cukup banyak. Kemiskinan menjadikan mereka relatif tidak memiliki akses dan bersifat pasif dalam berpartisipasi untuk meningkatkan kualitas diri dan keluarganya. Pada gilirannya, kemiskinan akan semakin memperburuk keadaan sosial ekonomi keluarga miskin tersebut. Demikian pula, tingkat partisipasi masyarakat terhadap pembinaan ketahanan keluarga, terutama pembinaan tumbuh-kembang anak, masih lemah. Hal di atas akan menghambat pembentukan keluarga kecil yang berkualitas (Gayuh, 2008).

4. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran pasangan usia subur dan remaja tentang hak-hak reproduksi dan kesehatan reproduksi

Pengetahuan remaja di Jawa Timur tentang kesehatan reproduksi ternyata masih sangat rendah. Menurut data Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan, 83,7 persen remaja kurang memahami kesehatan reproduksi. Hanya 3,6 persen yang tahu pentingnya kesehatan reproduksi ketidaktahuan remaja tentang kesehatan reproduksi itulah yang diduga memicu tingginya angka aborsi di Jatim. Penelitian yang sama menemukan bahwa 15 persen responden pernah berhubungan seks (bersetubuh). Sementara, 17 persen responden pernah melakukan aksi ”meraba-raba” saat berpacaran. Hasil lain, 30 persen responden pernah berciuman bibir dan berpelukan (Jawa Pos, 09 Mei 2009).

Menurut Is 2009, jumlah aborsi di Jawa Timur meningkat, sekarang ini saja sudah 70% dari Usia pasangan subur melalukan aborsi. Sebagian besar mereka, tergolong masyarakat dengan kategori miskin dan hanya mempunyai keterbatasan pendidikan. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat, orang tua, maupun remaja belum memahami hak-hak dan kesehatan reproduksi remaja (Ritya, 2009). Pemahaman dan kesadaran tentang hak dan kesehatan reproduksi remaja masih rendah dan tidak tepat. Masyarakat dan keluarga masih enggan untuk membicarakan masalah reproduksi secara terbuka dalam keluarga. Para anak dan remaja lebih merasa nyaman mendiskusikannya secara terbuka dengan sesama teman (Indra, 2007). Pemahaman nilai-nilai adat, budaya, dan agama yang menganggap pembahasan kesehatan reproduksi sebagai hal yang tabu justru lebih popular. Pendidikan kesehatan reproduksi remaja melalui jalur sekolah belum sepenuhnya berhasil (Astiti, 1994). Semua ini mengakibatkan banyaknya remaja yang kurang memahami atau mempunyai pandangan yang tidak tepat tentang masalah kesehatan reproduksi. Pemahaman yang tidak benar tentang hak-hak dan kesehatan reproduksi ini menyebabkan banyaknya remaja yang berperilaku menyimpang tanpa menyadari akibatnya terhadap kesehatan reproduksi mereka (Wirawan, 2008).

5. Rendahnya partisipasi pria dalam ber-KB

. Pencapaian kesertaan KB pria Propinsi Jawa Timur dapat dikatakan masih sangat rendah, khususnya pada masyarakat pedesaan. Rendahnya kesertaan KB pria dalam pelaksanaan program KB dan Kesehatan Reproduksi (KR) harus segera diatasi, mengingat pria merupakan penentu proses reproduksi itu sendiri. Pria merupakan partner reproduksi dan seksual, pria terlibat langsung dalam fertilitas dan kebanyakan pria adalah penanggung jawab sosial ekonomi keluarga (Hariastuti, 2008). Menurut Hariastuti, 2008  penyebab rendahnya partisipasi pria dalam ber-KB di Jawa Timur disebabkan beberapa hal diantaranya kebijakan dari tingkat yang lebih atas belum dapat sepenuhnya diterapkan di lapangan karena kondisi sarana dan prasarana yang kurang mendukung, misalnya keterbatasan kemampuan petugas pelayanan maupun tidak terpenuhinya standar pelayanan yang berkualitas. Hal lain perlu mendapat sorotan serius yaitu pola-pola kerja dengan paradigma lama program KB yang mengacu pada pencapaian target melalui penerapan ancaman, serta pandangan skeptis terhadap kemampuan masyarakat untuk mengadopsi informasi program. Pendekatan seperti ini akhirnya menyebabkan petugas di lini lapangan tidak memiliki cukup motivasi untuk menerapkan metode KIE, KIP/konseling sebagai perwujudan penghargaan terhadap hak-hak reproduksi. Selain itu, Akses terhadap pelayanan salah satu unsur pokok yang sangat erat hubungannya dengan kepuasan individu dan keberhasilan pencapaian program (BKKBN, 2009). Analisa hasil penelitian yang telah dilaksanakan, menunjukan bahwa alat kontrasepsi pria yang selama ini ada cukup terjangkau baik dari segi biaya maupun ketersediaannya. Meskipun demikian dibeberapa tempat sarana pelayanan KB pria masih sulit ditemukan karena kendala geografis yang tidak mendukung. Keterkaitan antara akses terhadap sarana pelayanan dengan kesertaan KB pria berdasarkan hasil temuan penelitian ini terbukti sangat kuat. Koefisien korelasi sebesar 0,283 dengan taraf signifikansi 0,004 menunjukkan keeratan hubungan antara kedua faktor tersebut. Selain itu, yang perlu mendapatkan perhatian lebih berdasar penelitian ini adalah perlunya pengembangan sarana pelayanan khusus pria dengan pertimbangan kebutuhan pria akan sarana pelayanan yang terjamin keamanan, kerahasiaan serta persepsi tentang minimnya permasalahan kesehatan yang muncul paska pelayanan kontrasepsi bagi pria (Ritya, 2009). Berdasarkan temuan dilapangan komplikasi paska pelayanan yang dialami pria terutama terjadi karena kurangnya kualitas pelayanan terutama pada unsur kompetensi petugas pelayanan (Winarni, 2005).

6. Masih kurang maksimalnya akses dan kualitas pelayanan KB

Saat ini di Jawa Timur belum semua fasilitas pelayanan kesehatan primer dapat melayani KB dan kesehatan reproduksi. Di samping hal tersebut, masih banyak pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi yang kurang efektif dan efisien untuk jangka panjang (Soekarno, 2009).

Salah satu contoh kurang maksimalnya akses dan kualitas pelayanan KB adalah di Kabupaten Jember yang kehilangan sedikitnya seratus petugas penyuluh keluarga berencana, atau sekitar 36 persen dari jumlah yang ada pada tahun 2008. Hilangnya sejumlah petugas tersebut merupakan konsekuensi dari perubahan struktur kelembagaan dan adanya petugas yang pensiun atau meninggal. Padahal, penyuluh lapangan KB dan penyuluh KB (PLKB dan PLB) merupakan ujung tombak keberhasilan program keluarga berencana. Pasalnya, dalam tugasnya mereka dibekali pendidikan dan pelatihan khusus (Winarni, 2005). Kondisi ini semakin diperkuat dengan pasca otonomi daerah, para penyuluh lapangan berstatus sarjana dialihkan oleh pemerintah daerah untuk pembangunan sektor lain, sehingga terjadi kekurangan tenaga PLKB/PKB (Wirawan, 2008).

2.3 Pola Kebijakan KB berbasis masyarakat di Jawa Timur

Arah kebijakan dalam rangka meningkatkan pembangunan kependudukan dan keluarga berencana dijabarkan dalam program-program pembangunan sebagai berikut:

1. Program Pengembangan Kebijakan Kependudukan

Program ini bertujuan untuk menyeserasikan kebijakan kependudukan yang berkelanjutan.

Kegiatan pokoknya adalah :

a. Pengembangan kebijakan dan program pembangunan yang berwawasan kependudukan meliputi aspek kuantitas, kualitas, dan mobilitas;

b. Pengintegrasian faktor kependudukan ke dalam pembangunan sektor lainnya.

2. Program Penataan Administrasi Kependudukan

Program ini bertujuan untuk menata administrasi kependudukan dalam upaya mendorong terakomodasinya hak-hak penduduk, tertib administrasi penduduk, tersedianya data dan informasi penduduk yang akurat dan terpadu.

Kegiatan pokoknya adalah :

a. Penyempurnaan sistem pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, dan pengelolaan informasi kependudukan melalui Sistem Administrasi Kependudukan (SAK);

b. Penataan kelembagaan administrasi kependudukan yang berkelanjutan;

c. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam bidang administrasi informasi kependudukan.

3. Program Pengembangan Keluarga Berencana

Program ini bertujuan untuk memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi yang berkualitas.

Kegiatan pokoknya adalah :

a. Pengembangan kebijakan tentang pelayanan KB, komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) peran serta masyarakat dalam KB dan kesehatan reproduksi;

b. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi;

c. Peningkatan penggunaan kontrasepsi yang efektif dan efisien;

d. Penyediaan alat, obat dan cara kontrasepsi dengan memprioritaskan keluarga miskin serta kelompok rentan lainnya; dan

e. Penyelenggaraan promosi dan pemenuhan hak-hak dan kesehatan reproduksi.

4. Program Kesehatan Reproduksi Remaja

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi.

Kegiatan pokoknya adalah :

a. Pengembangan kebijakan pelayanan kesehatan reproduksi remaja;

b. Penyelenggaraan promosi kesehatan reproduksi remaja, pemahaman dan pencegahan HIV/AIDS dan bahaya NAPZA;

c. Penguatan dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan program kesehatan reproduksi remaja yang mandiri.

5. Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas

Program ini bertujuan untuk membina kemandirian dan sekaligus meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.

Kegiatan pokoknya adalah :

a. Peningkatan kemampuan tenaga lapangan dan kemandirian kelembagaan KB yang berbasis masyarakat;

b. Pengelolaan data dan informasi keluarga berbasis data mikro.

BAB III

METODE PENULISAN

3.1 Sumber Data

Data dan fakta yang berhubungan dengan pembahasan tema ini didapatkan dengan tahapan-tahapan pengumpulan data dengan cara pembacaan kritis terhadap ragam literatur yang berhubungan dengan tema pembahasan.

Data yang digunakan adalah data dengan kriteria telah dipublikasikan kepada masyarakat melalui literatur yang diterbitkan, surat kabar, buletin, jurnal upun internet. Dengan demikian penulis mengelompokan atau menyeleksi data dan informasi berdasarkan ktegori dan relevansi untuk selanjutnya dianalisis dan disimpulkan.

3.2 Analisis Data

Dalam penulisan ini teknik analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif. Menurut Arikunto (1998), analisa deskriptif kualitatif adalah analisa yang digambarkan dengan kata-kata atau kalimat dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan.

Untuk menganalisa data dan informasi yang didapat, digunakan analisis isi (content analysis).  Analisis isi adalah suatu teknik yang sistematik untuk menganalisis makna pesan dan cara mengungkapkan pesan. Analisis isi selalu melibatkan kegiatan menghubungkan atau membandingkan penemuan berupa kriteria atau teori. Langkah yang dilakukan dalam menganalisis data pada penelitian ini menggunakan interaktive model dari Miles dan Huberman (Miles dan Huberman, 1994). Model ini terdiri dari 4 komponen yang saling berkaitan, yaitu (1) pengumpulan data, (2) penyederhanaan atau reduksi data, (3) penyajian data dan (4) penarikan dan pengujian atau verifikasi kesimpulan.

BAB IV

ANALISIS DAN SINTESIS

4.1 Analisis

Berdasarkan pustaka yang telah dikumpulkan didapatkan data bahwa pelu adanya upaya untuk membangkitkan pembangunan KB di Jatim (Winarni, 2005). Pemicu harus diadakanya upaya atau langkah-langkah startegis untuk meninkatkan pembangunan KB di Jawa Timur adalah masih tingginya jumlah penduduk di Jawa Timur dimana berdasarkan hasil Susenas 2006, jumlah rumahtangga di Jawa Timur tahun 2006 ada sebanyak 10.490.640 dengan jumlah penduduk 37.478.737 jiwa. Dengan demikian rata-rata banyaknya penduduk per rumahtangga  sebesar 3,57 orang. Dengan luas wilayah Jawa Timur sekitar 46.428 kilometer persegi, maka tingkat kepadatan penduduk Jawa Timur sebesar 807 jiwa per kilometer persegi (BPS Jatim, 2009). Selain  itu, masih rendahnya tingkat ekonomi masyarakat di Jawa Timur dimana berdasarkan hasil pendataan Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Jawa Timur pada bulan Mei 2006 sebanyak 7,456 juta orang. Sementara dari hasil pendataan pada bulan Maret 2007 diperoleh perkiraan jumlah penduduk miskin Jawa Timur sebanyak 7,138 juta orang yang terdiri dari 2.565.700 orang di wilayah perkotaan dan 4.572.000 orang di wilayah pedesaan. Dengan demikian selama sepuluh bulan terakhir terjadi penurunan jumlah penduduk miskin Jawa Timur sebanyak 318.000 orang atau dengan kata lain persentase penduduk miskin berkurang 1% poin dari, 19,94% pada Mei 2006 menjadi 18,93 % pada bulan Maret 2007.

Dengan demikian perlu dilakukan upaya atau langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pembangunajn KB di Jawa Timur agar tidak terjadi ledakan penduduk dan angka kemiskina yang semakin tinggi di jawa timur melalui strategi pembangunan KB berbasis masyarakat di Jawa Timur.

4.2 Sintesis

4.2.1 Pola Kebijakan KB berbasis masyarakat

Pola kebijakan Kb yang berbasis masyarakat adalah pola peningkatan KB yang didasarkan pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat (Anonymous, 2009). Pola ini harus dilakukan dengan dukungan dan partisipasi sepenuhnya dari masyarakat karena subjek dalam pola ini adalah masyarakat sehingga dituntut peran serta masyarakat dalam pola ini. Langkah-langkah dalam pola kebijakan KB berbasis masyarakat diantaranya adalah Program Pengembangan Kebijakan Kependudukan, Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Kecil, Program Kesehatan Reproduksi Remaja, Program Pengembangan Keluarga Berencana, dan Program Penataan Administrasi Kependudukan

4.2. 2 Program Pengembangan Kebijakan Kependudukan

Program ini bertujuan untuk menyeserasikan kebijakan kependudukan yang berkelanjutan. Kegiatan pokoknya adalah :

a. Pengembangan kebijakan dan program pembangunan yang berwawasan kependudukan meliputi aspek kuantitas, kualitas, dan mobilitas;

b. Pengintegrasian faktor kependudukan ke dalam pembangunan sektor lainnya.

4.2.3 Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Kecil

Keluarga merupakan tonggak utama untuk kemajuan masyarakat (Suyono, 2006). Oleh karena itu pelembagaan keluarga kecil mutlak diperlukan untuk meningkatkan upaya pembangunan KB (Mariyah, 1989). Program ini bertujuan untuk menata administrasi kependudukan dalam upaya mendorong terakomodasinya hak-hak penduduk, tertib administrasi penduduk, tersedianya data dan informasi penduduk yang akurat dan terpadu.  Kegiatan pokoknya adalah :

a. Penyempurnaan sistem pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, dan pengelolaan informasi kependudukan melalui Sistem Administrasi Kependudukan (SAK);

b. Penataan kelembagaan administrasi kependudukan yang berkelanjutan;

c. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam bidang administrasi informasi kependudukan.

4.2.4 Program Kesehatan Reproduksi Remaja

Pengetahuan remaja di Jawa Timur tentang kesehatan reproduksi ternyata masih sangat rendah. Menurut data Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan, 83,7 persen remaja kurang memahami kesehatan reproduksi. Hanya 3,6 persen yang tahu pentingnya kesehatan reproduksi ketidaktahuan remaja tentang kesehatan reproduksi itulah yang diduga memicu tingginya angka aborsi di Jatim. Oleh karena itu Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi. Kegiatan pokoknya adalah :

a. Pengembangan kebijakan pelayanan kesehatan reproduksi remaja;

b. Penyelenggaraan promosi kesehatan reproduksi remaja, pemahaman dan pencegahan HIV/AIDS dan bahaya NAPZA;

c. Penguatan dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan program kesehatan reproduksi remaja yang mandiri.

4.2.5 Program Pengembangan Keluarga Berencana

KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), maksud daripada ini adalah: “Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Dengan kata lain KB adalah perencanaan jumlah keluarga. Program ini bertujuan untuk memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi yang berkualitas. Kegiatan pokoknya adalah :

a. Pengembangan kebijakan tentang pelayanan KB, komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) peran serta masyarakat dalam KB dan kesehatan reproduksi;

b. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi;

c. Peningkatan penggunaan kontrasepsi yang efektif dan efisien;

d. Penyediaan alat, obat dan cara kontrasepsi dengan memprioritaskan keluarga miskin serta kelompok rentan lainnya; dan

e. Penyelenggaraan promosi dan pemenuhan hak-hak dan kesehatan reproduksi.

4.2.6 Program Penataan Administrasi Kependudukan

Program ini bertujuan untuk menata administrasi kependudukan dalam upaya mendorong terakomodasinya hak-hak penduduk, tertib administrasi penduduk, tersedianya data dan informasi penduduk yang akurat dan terpadu. Kegiatan pokoknya adalah :

a. Penyempurnaan sistem pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, dan pengelolaan informasi kependudukan melalui Sistem Administrasi Kependudukan (SAK);

b. Penataan kelembagaan administrasi kependudukan yang berkelanjutan;

c. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam bidang administrasi informasi kependudukan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

v     KB sangat penting bagi pembangunan di Jawa Timur

v     Alasan mengapa KB sangat penting di Jawa Timur diantaranya adalah: Masih tingginya laju pertumbuhan dan jumlah penduduk, . Masih kurang maksimalnya akses dan kualitas pelayanan KB, Rendahnya partisipasi pria dalam ber-KB, Kurangnya pengetahuan dan kesadaran pasangan usia subur dan remaja tentang hak-hak reproduksi dan kesehatan reproduksi, Masih lemahnya ekonomi dan ketahanan keluarga, dan Masih tingginya tingkat kelahiran penduduk.

v     Pola Kebijakan KB berbasis masyarakat yang dapat dilakukandi Jawa Timur diantaranya adalah: Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas, Program Kesehatan Reproduksi Remaja, Program Pengembangan Keluarga Berencana, Program Penataan Administrasi Kependudukan, Program Pengembangan Kebijakan Kependudukan

4.2 Saran

v     Pemerintah, terutama Pemprov Jawa Timur agar lebih meningkatkan kegiatan KB sebagai antisipasi adanya ledakan penduduk

v     Masyarakat diharapkan lebih rajin untuk ikut serta dalam program KB, agar bisa menciptakan keluarga yang sejahtera.

v     Pola kebijakan KB yang dapat dilakukan pemerintah harus selalu berbasiskan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Astiti,Tjok Istri Putra. 1994. Pengaruh Hukum Adat dan Program Keluarga Berencana Terhadap Nilai Anak Laki-Laki dan Perempuan pada Masyarakat yang Sedang Berubah.. Disertasi Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Mariyah, Emiliana.1989. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Kontrasepsi pada Masyarakat Jawa Timur. Tesis Program Pascasarjana S2 Gadjah Mada.

Sriudayani,Ida Ayu. 2003. Peran Perempuan Dalam pengambilan Keputusan di Dalam Keluarga Untuk Bidang KB-KR.Jakarta: Lembaga Puslitbang Ks-PKP BKKBN, http://www.pikas.bkkbn.go.id/ditfor/research detail.php, diakses pada tanggal 1 Juli 2009.

Winarni Endah.2005. Partisipasi Pria Dalam ber-KB ( Sumber data : SDKI 2002-2003); Jakarta, Lembaga Puslitbang KB-KR BKKBN, http://www.pikas.bkkbn.go.id/ditfor/researchdetail.php, diakses tanggal 1 Juli 2009.

Gayuh, Putranto. Telaah Geologi dan Kemiskinan Jawa Timur. (Online). http://gayuhputranto.wordpress.com/tag/buku/. Diakses Tanggal 2 Juli 2009.

Anonymous, 2009. KB Wujudkan Keluarga Berkualitas. (Online). Diakses Tanggal 1 Juli 2009. http://www.gadjahmada.edu/index.php?page=rilis&artikel=2156. Diakses Tanggal 1 Juli 2009.

Ritya, Gilberto. 2009. KB Aktif Belum Capai 70 Persen dari Total Pasangan Usia Subur (Online). http://hierobokilia.blogspot.com/2009/04/kb-aktif-belum-capai-70-persen-dari.html. Diakses Tanggal 1 Juli 2009.

Wikipedia. 2009. Keluarga berencana. (Online). http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga_Berencana. Diakses Tanggal 2 Juli 2009.

Wikipedia. 2009. Jawa Timur. (Online). http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur. Diakses Tanggal 2 Juli 2009.

Wirawan, 2008. Jember Kehilangan 100 Penyuluh KB. (Online). http://www.beritajatim.com/tag.php?tag=kb. Diakses Tanggal 1 Juli 2009.

BPS Jatim. 2009. Data Kependudukan Jawa Timur. (Online). www.bps.jatim.go.id. Diakses Tanggal 1 Juli 2009.

Jawa Pos. 13 Mei 2009. Ancam Ledakan Jumlah Penduduk

Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rinek

BKKBN. 2009. Problematika KB. (Online). http://www.bkkbn.go.id.artikel//23455/566.php. Diakses Tanggal 1 Juli 2009.

Soekarno, Rahardi. 2009. Gubernur Belum Puas Program KB Jatim. (Online). http://www.beritajatim.com/tag.php?tag=KB%20Gubernur%20Jatim. Diakses Tanggal 1 Juli 2009.

Anonymous. 2009. Tayangan Kb Di Tv Lokal, Upaya Mendongkrak Peserta Kb. (Online). http://www.bkkbn.go.id/Webs/DetailBerita.aspx?MyID=6817. Diakses Tanggal 1 Juli 2009.

BPS Jatim. 2009. Kependudukan. (Online). www.bps_jatim.go.id.kependudukan.99099///.53637. Diakses Tanggal 1 Juli 2009

Lampiran

BIODATA PENULIS

Nama                                : Huzaifah Hamid

Nim                                   : 07330075

T.T Lahir                          : Lokayong, 17 Agustus 1989

Jenis Kelamin                  : Laki-laki

Alamat                            : Jl. Tlogomas Barat no 48 Malang

HP                                     : 081334238462

Riwayat Pendidikan        :

  1. SDN Jepara I No 90 Surabaya lulus tahun 2001
  2. SMP Muhammadiyah 11 Surabaya lulus tahun 2004
  3. SMA Negeri 8 Surabaya lulus tahun 2007
  4. S1 Jurusan Pendidikan Biologi FKIP-UMM- Sekarang

Aktivitas Nonakademik:

1. Ketua Umum HMJ Biologi UMM 2008 – 2009

2.  Anggota UKM FDI UMM 2008 – Sekarang

08/25/2010 Posted by | CONTOH LKTM | Tinggalkan komentar

Belajar dan Pembelajaran

BBEELLAAJJAARR DDAANN PPEEMMBBEELLAAJJAARRAAN

BBEELLAAJJAARR ::

Belajar merupakan suatu kegiatan yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Sejak lahir manusia telah melakukan kegiatan belajar untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengembangkan dirinya. Oleh karena itu belajar sebagai suatu kegiatan telah dikenal dan bahkan sadar atau tidak telah dilakukan oleh manusia. Namun pengertian yang lengkap atau memenuhi keinginan semua orang, sampai sekarang boleh dikatakan belum ada. Hal ini tidak berarti kita tidak perlu dan tidak dapat memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan Belajar.

Para ahli telah mencoba menjelaskan pegertian belajar dengan mengemukakan berbagai rumusan atau definisi menurut sudut pandang masing – masing. Baik bentuk rumusan, maupun aspek – aspek yang ditekankan dalam belajar, berbeda antar ahli yang satu dengan yang lain. Namun demikian, satu hal yang perlu dikemukakan bahwa Pengertian Belajar dapat dibedakan menjadi 2 pengertian, yaitu : Pengertian Belajar Secara Populer (Umum) dan Pengertian Belajar Secara Khusus.

Pegertaian Belajar scr. Populer adalah pengertian belajar secara umum, tanpa mengacu kepada suatu aliran psikologi tertentu. (David R. Shaffer ; N.L.Gage ; W.S.Winkel ; etc)

Pengertian Belajar scr. Khusus adalah pengertian belajar yang sudah diwarnai atau dipengaruhi oleh suatu aliran psikologi tertentu. (Psikologi Behavioristik ; Psikologi Kognitif ; Psikologi Humanistik ; Psikologi Gestalt)

PEMBELAJARAN :

Kegiatan pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. Penggunaan istilah pembelajaran sebagai pengganti Mengajar relative baru. Penggunaan istilah ini mempunyai dasar yang kuat, yang menyangkut perubahan filosofi pendidikan yang lebih manusiawi. Dimana dalam istilah ini terasa ada pengakuan terhadap kemampuan mahasiswa untuk belajar, dan kemampuan ini akan terwujud apabila dibantu dan dibimbing oleh guru.

Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Dan tugas guru adalah mengkoordinasikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai usaha sadar pendidik untuk membantu peserta didik agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Disini pendidik berperan sebagai fasilitator yang menyediakan fasilitas dan menciptakan situasi yang mendukung peningkatan kemampuan belajar peserta didik.

Dalam perkembangannya, metode pembelajaran ini banyak mengalami perubahan dengan berbagai macam dari yang tradisional hingga yang muthakir. Metode pembelajaran muthakir yang berkembang saat ini diantaranya adalah “Metode Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences” (Dr. Howard Gardner,1983) dan “Sistem Pembelajaran Kontekstual (CTL= Contextual Teaching and Learning”, Elaine B. Johnson). Kedua metode tersebut dirasakan sangat sesuai dengan prinsip pembelajaran modern, dimana pada kedua metode tersebut berorientasi pada kemampuan dan keunikan peserta didik yang mempunyai potensi kondrati yang dibawa sejak lahir dan memerlukan bimbingan dalam pengembangannya. Kedua metode ini sama – sama didasari oleh pengakuan terhadap keunikan manusia, yang masing – masing mempunyai kemampuan yang berbeda – beda.

RAAGGAAMM PPEENNDDEEKKAATTAANN BBEELLAAJJAARR

PPeennddeekkaattaann BBeellaajjaarr yygg RReepprreesseennttaattiiff

BBanyak pendekatan belajar yang dapat anda ajarkan kepada mahasiswa untuk mempelajari bidang studi atau materi pelajaran yang sedang mereka tekuni dari yang paling klasik sampai yang paling modern, diantaranya :

11.. PPeennddeekkaattaann HHuukkuumm JJoosstt

• Perumpamaan pendekatan belajar dengan cara bertahap (mencicil/sedikit demi sedikit).

• Menurut Reber (1988), salah satu asumsi pendting yang mendasari Hukum Jost (Jost’s Law) adalah Siswa lebih sering mempraktikkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori – memori lama yang berhubungan dengan materi yang akan ditekuni.

Contoh :

Belajar dengan kiat 5 x 3 adalah lebih baik daripada 3 x 5 walaupun perkalian kedua kelipatan tersebut adalah sama.

Maksudnya : Mempelajari suatu materi dengan alokasi waktu 3 jam perhari selama 5 hari akan lebih efektif daripada mempelajari materi tersebut dengan alokasi waktu 5 jam sehari tetapi hanya selama 3 hari.

22.. PPeennddeekkaattaann BBaallllaarrdd && CCllaanncchhyy

• Menurut Ballard & Clanchy (1990), pendekatan belajar mahasiswa pada umumnya dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan (Attitude to Knowledge), yang terdiri atas :

a) Sikap Conserving (Melestarikan apa yang sudah ada)

Siswa / mahasiswa yang bersikap Conserving pada umumnya menggunakan pendekatan belajar Reproduktif (bersifat menghasilkan kembali fakta dan informasi).

b) Sikap Extending (Memperluas) Siswa / mahasiswa yang bersikap Extending biasaya menggunakan pendekatan Analitis (berdasarkan pemilihan & interpretasi fakta dan informasi) dan pendekatan Spekulatif (berdasarkan pemikiran mendalam) yang bukan saja bertujuan menyerap pengetahuan tetapi juga mengembangkannya.

• Perbandingan Pendekatan menurut Ballard dan Clanchy

RRAAGGAAMM PPEENNDDEEKKAATTAANN BBEELLAAJJAARR DDAANN CCIIRRII KKHHAASSNNYYAA
REPRODUKTIF ANALITIS SPEKULATIF
STRATEGI

􀂾 Menghafal

􀂾 Meniru

􀂾 Menjelaskan

􀂾 Meringkas

􀂾 Berpikir kritis

􀂾 Mempertanyakan

􀂾 Menimbang

􀂾 Berargumen

􀂾 Sengaja mencari kemungkinan dan penjelasan baru.

􀂾 Berspikulasi dan membuat hipotesis

PERTANYAAN

􀂙 Apa ….?

􀂙 Mengapa ….. ?

􀂙 Bagaimana …?

􀂙 Apa benar ….?

􀂙 Apa penting ..?

􀂙 Bagaimana kalau…………. ?

TUJUAN

Pembenaran / Penyebutan kembali

Pembentukan kembali materi kedalam pola baru / berbeda.

Menciptakan pengetahuan baru.

33.. PPeennddeekkaattaann BBiiggggss

• Menurut hasil penelitian Biggs (1991), pendekatan belajar siswa/mahasiswa dapat dikelompokkan ke dalam 3 Prototipe ( Bentuk Dasar ), yaitu :

a) Pendekatan Surface (Permukaan / Bersifat Lahiriah) Mau belajar karena dorongan dari luar (ekstrinsik), misalnya : takut tidak lulus yang menyebabkan dia malu. Sehingga gaya belajarnya santai, asal hafal dan tidak mementingkan pemahaman yang mendalam.

b) Pendekatan Deep (Mendalam) Mempelajari materi karena memang tertarik dan merasa membutuhkannya (instrinsik). Oleh karena itu gaya belajarnya serius dan berusaha mendalami materi secara mendalam serta memikirkan cara mengaplikasikannya. Bagi siswa seperti ini, lulus dengan nilai baik adalah penting, tetapi yang lebih penting adalah memiliki pengetahuan yang cukup banyak dan bermanfaat bagi kehidupannya.

c) Pendekatan Achieving (Pencapaian Prestasi Tinggi)

Dilandasi oleh motif ekstrinsik yang berciri khusus yang disebut Ego-Enhancement yaitu : ambisi pribadi yang besar dalam meningkatkan prestasi keakuan dirinya dengan cara meraih indeks prestasi setinggi – tingginya.

Memiliki keterampilan belajar (Study Skills) dalam arti : sangat cerdik dan efisien dalam mengatur waktu, ruang kerja dan penelaahan isi materi.

Berkompetisi dengan teman – teman dalam meraih nilai tertinggi adalah penting, sehingga sangat disiplin, rapid an sistematis serta berencana maju ke depan (plans ahead).

Table perbandingan prototipe pendekatan belajar menurut Biggs :

PENDEKATAN BELAJAR MOTIF & CIRI STRATEGI
Surface Approach

􀂙 Ekstrinsik

􀂙 Dengan ciri : menghindari kegagalan tetapi tidak belajar keras.

􀂙 Memusatkan pada rincian – rincian materi dan mereproduksi secara persis.

Deep Approach

􀂙 Instrinsik

􀂙 Dengan ciri : berusaha memuaskan keingintahuannya terhadap isi materi.

􀂙 Memaksimalkan pemahaman dengan berpikir, banyak membaca dan diskusi.

Achieving Approach

􀂙 Ego-Enhancement

􀂙 Dengan ciri : bersaing untuk meraih nilai prestasi tertinggi.

􀂙 Mengoptimalkan pengaturan waktu dan usaha (Study Skills)

METODE BELAJAR SQ3R

Suatu Metode Memahami Teks/Bacaan

Metode ini dikembangkan oleh Francis P. Robinson di Universitas Negeri Ohio Amerika Serikat, yang bersifat praktis dan dapat diaplikasikan dalam berbagai pendekatan belajar. SQ3R merupakan singkatan dari langkah – langkah mempelajari teks yang meliputi :

1. SSUURRVVEEYY :

Memeriksa atau meneliti atau mengindentifikasi seluruh teks dalam bacaan.

22.. QQUUEESSTTIIOONN ::

Menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks yang dipelajari.

33.. RREEAADD ::

Membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertayaan – pertanyaan yang telah disusun.

44.. RREECCIITTEE ::

Menghafal setiap jawaban yang telah ditemukan.

55.. RREEVVIIEEWW ::

Meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang tersusun.

PPEERRUUMMUUSSAANN TTUUJJUUAANN PPEEMMBBEELLAAJJAARRAANN && KKAAIITTAANNNNYYAA DDEENNGGAANN TTAAKKSSOONNOOMMII HHAASSIILL BBEELLAAJJAARR..

HHasil belajar yang dicapai oleh mahasiswa sangat erat kaitannya dengan rumusan tujuan pembelajaran yang direncanakan oleh guru sebalumnya. Hal ini dipengaruhi pula oleh kemampuan guru sebagai perancang (designer) belajar – mengajar. Untuk itu guru dituntut untuk menguasai Klasifikasi Tujuan Pendidikan ( Taxonomy of Educational Objectives ). Tujuan pembelajaran pada umumnya dikelompokkan ke dalam 3 kategori, yaitu :

1. Domain Kognitif,

Mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan (recall), pengetahuan, dan kemampuan intelektual.

2. Domain Afektif,

Mencakup tujuan – tujuan yang berhubungan dengan perubahan – perubahan sikap, nilai, perasaan dan minat.

3. Domain Psikomotor.

Mencakup tujuan – tujuan yang berhubungan dengan manipulasi dan kemampuan gerak (motor).

AA.. KKllaassiiffiikkaassii TTuujjuuaann KKooggnniittiiff ((BBlloooomm,,11995566)) ::

Domain Kognitif terdiri atas 6 bagian sebagai berikut :

1. Ingatan (recall) / Pengetahuan

Mengacu kepada kemampuan mengenal atau mengingat materi yang sudah dipelajari dari yang sederhana sampai pada teori – teori yang sukar.

Yang penting adalah kemampuan mengingat keterangan dengan benar.

2. Pemahaman

Mengacu kepada kemampuan memahami makna materi. Aspek ini satu tingkat diatas pengetahuan dan merupakan tingkat berpikir yang rendah.

3. Penerapan Mengacu kepada kemampuan menggunakan atau menerapkan materi yang sudah dipelajari pada situasi yang baru dan menyangkut penggunaan aturan atau prinsip.

4. Analisis

Mengacu kepada kemampuan menguraikan materi kedalam komponen – komponen atau factor penyebabnya dan mampu memahami hubungan diantara bagian yang satu dengan yang lainnya, sehingga struktur dan aturannya dapat lebih dimengerti.

5. Sintesis

Mengacu kepada kemampuan memadukan konsep atau komponen – komponen, sehingga membentuk suatu pola struktur atau bentuk baru.

6. Evaluasi

Mengacu kepada kemampuan memberikan pertimbangan terhadap nilai – nilai materi untuk tujuan tertentu. Evaluasi merupakan tingkat berpikir yang tinggi.

BB.. KKllaassiiffiikkaassii TTuujjuuaann AAffeekkttiiff ((KKrraatthhwwoohhll,, 11996644)) ::

Terbagi dalam 5 kategori, yakni :

1. Penerimaan

Mengacu pada kesukarelaan dan kemampuan memperhatikan dan memberikan respons terhadap stimulasi yang tepat. Penerimaan merupakan tingkat hasil belajar yang terendah dalam domain afektif.

2. Pemberian Respons

Dalam hal ini, mahasiswa mulai terlibat secara aktif, menjadi peserta dan tertarik.

3. Penilaian

Mengacu pada nilai – nilai pribadi yang ditandai dengan reaksi – reaksi seperti menerima, menolak atau tidak menghiraukan. Hal ini dapat terlihat dalam sikap dan apresiasi.

4. Pengorganisasian Mengacu kepada penyatuan nilai. Sikap – sikap yang berbeda yang membuat lebih konsisten dapat menimbulkan konflik – konflik internal dan akhirnya membentuk suatu system nilai internal mahasiswa yang tercermin dalam perilakunya.

5. Karakterisasi

Mengacu pada karakter dan gaya hidup seseorang. Tujuan dalam kategori ini ada hubungannya dengan ketentuan pribadi, social dan emosi mahasiswa.

CC.. KKllaassiiffiikkaassii TTuujjuuaann PPssiikkoommoottoorr ((DDaavvee,, 11997700)) ::

Terbagi dalam 5 kategori sebagai berikut :

1. Peniruan

Terjadi ketika mahasiswa mengamati suatu gerakan. Mahasiswa mulai memberi respons serupa dengan yang diamatai. Mengurangi koordinasi dan control otot – otot syaraf. Peniruan ini pada umumnya dalam bentuk global dan belum sempurna.

2. Manipulasi

Menekankan perkembangan kemampuan mengikuti pengarahan, penampilan, gerakan – gerakan pilihan yang menetapkan suatu penampilan melalui latihan. Pada tingkat ini, mahasiswa menampilkan sesuatu menurut petunjuk – petunjuk dan tidak hanya meniru tingkah laku saja.

3. Ketetapan

Memerlukan kecermatan, proporsi dan kepastian yang lebih tinggi dalam penampilan. Respons – respons lebih terkoreksi dan kesalahan – kesalahan dibatasi sampai pada tingkat minimum.

4. Artikulasi

Menekankan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan membuat urutan yang tepat dan mencapai yang diharapkan atau terbentuk konsistensi internal diantara gerakan – gerakan yang berbeda.

5. Pengalamiahan

Menuntut tingkah laku yang ditampilkan dengan paling sedikit mengeluarkan energi fisik maupun psikis. Gerakannya dilakukan secara rutin. Pengalamiahan merupakan tingkat kemampuan tertinggi dalam domain psikomotor.

08/25/2010 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | 2 Komentar

ANALISIS PENGADAAN AKTIVA TETAP ANTARA LEASING DENGAN PEMBIAYAAN KREDIT BANK

A. JUDUL PROGRAM

Analisis Investasi Aktiva Tetap Antara Leasing Dengan Pembelian Kredit

B. LATAR BELAKANG MASALAH

Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan Rokok Sumber Djaya, Wajak, Malang dengan judul ?Analisis Investasi Aktiva Tetap Antara Leasing dengan Pembiayaan Kredit Bank?. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan alternative pembiayaan mana yang lebih menguntungkan dalam pengadaan aktiva tetap antara leasing dengan pembiayaan kredit bank yang akan diterapkan oleh Perusahaan Rokok Sumber Djaya.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis sebagai berikut: Analisis produktivitas usaha, yaitu untuk mengetahui seberapa jauh jumlah kapasitas perusahaan dapat memenuhi permintaan. Analisis ini terdiri dari analisis penggunaan kapasitas, analisis least square dan analisis selisih. Analisis yang kedua adalah dengan membandingkan antara proyeksi laba bersih dari kedua alternative serta membandingkan beban dari keua alternative. Analisis yang terakhir adalah analisis kelayakan investasi, yaitu dengan mengukur COC,CCOC, NPV, IRR dan NBCR.

Hasil evaluasi yang telah dilakukan penulis terhadap perusahaan adalah permintaan perusahaan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun, perusahaan belum bisa memenuhi permintaan tersebut karena terbatasnya kapasitas produksi saat ini. Hal ini sangat merugikan perusahaan apabila perusahaan tidak menambah kapasitas produksinya. Salah satu usaha adalah dengan melakukan pembelian mesin produksi. Untuk membiayai pengadaan mesin produksi rokok terdapat dua alternative pilihan yaitu dengan melakukan leasing dan pembiayaan kredit bank.

Dari hasil proyeksi laba/rugi tahun yang akan datang, laba diperoleh perusahaan untuk alternative leasing pada tahun pertama Rp.2.730.424.518 tahun kedua Rp.2.720.080.303 dan tahun ketiga Rp.2.720.271.679 sedangkan laba bersih alternative pembiayaan kredit bank untuk tahun pertama sebesar Rp.2,796,666,293 tahun kedua Rp.2,805,921,991 dan tahun ketiga Rp.2,828,188,216. Cash In Flow perusahaan untuk alternative leasing pada tahun pertama Rp. 2,848,861,018 tahun kedua Rp. 2,838,516,803 dan tahun ketiga Rp.2,838,708,179 sedangakan Cash In Flow untuk alternative pembiayaan kredit bank pada tahun pertama Rp3,015,102,793 tahun kedua Rp. 3,024,358,491 dan tahun ketiga Rp. 3,046,624,716. Analisis yang terakhir adalah analisis kelayakan dengan mengukur NPV leasing sebesar Rp. 2.880.656.355 dan kredit bank Rp. 3.327.361.303, IRR leasing 50,54%dan IRR kredit bank 56,01% PP leasing 16,77 bulan dan PP kredit bank 15,82 bulan serta NBCR leasing 172,42% dan kredit bank 183,65%

Berdasarkan analisis diatas, alternative pembiayaan yang paling menguntungkan adalah  kredit bank untuk pengadaan mesin produksinya sehingga perusahaan dapat memenuhi permintaan pasar.

Semangat good governance akhir-akhir ini meningkat seiring dengan meningkatnya semangat reformasi di Indonesia. Meningkatnya good governance di Indonesia dipicu oleh keterpurukan ekonomi nasional yang melanda Indonesia dan beberapa negara tetangga, namun Negara-negara tetangga yang terkena krisis dapat pulih dengan cepat dibandingkan dengan Indonesi. Lambatnya pemulihan keterpurukan ekonomi Indonesia disebabkan oleh pemerintah orde baru yang mengabaikan penerapan good governance pada sistem pemerintahannya (Soelendro,2000).

RSD sebagai salah satu organisasi sektor publik dalam pengelolaannya juga harus dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas publik. Namun demikian, pengelolaan RSD belum sesuai dengan harapan masyarakat. Masyarakat belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dari RSD serta transparansi dan akuntabilitas publik masih rendah. Kondisi ini terjadi karena belum diimplementasikannya good governance secara optimal. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilaksanakan oleh Boz Allen, bahwa Indonesia merupakan negara yang pelaksanaan Good Corporate governance-nya paling rendah.

Kondisi ini baik secara langsung maupun tidak langsung berimbas pada paradigma Rumah Sakit Swasta sebagai salah satu organisasi sektor publik yang berorintasi pada profit oriented, dan kini harus merubah orientasinya dengan memadukan service public oriented dan profit oriented.

Layaknya sebuah unit usaha bisnis, rumah sakit merupakan suatu lembaga yang diorganisir dan dijalankan agar kelangsungan hidup serta perkembangannya dapat terpelihara dengan baik. Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang merupakan salah satu rumah sakit swasta yang menjalankan fungsinya untuk melayani kesehatan masyarakat untuk wilayah Malang dan sekitarnya. Seiring dengan meningkatnya tuntutan masyarakat mengenai kebutuhan akan jasa dan pelayanan yang berkualitas, maka hal ini merupakan tantangan bagi pihak manajemen rumah sakit untuk tetap eksis dalam kegiatan operasionalnya. Berdasarkan keadaan tersebut maka perusahaan diharapkan selalu mengadakan penilaian atas kinerja yang telah dicapai baik yang bersifat financial maupun non financial, sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi dalam pencapaian tujuan perusahaan secara maksimal.

Penelitian Prasetyono dkk (2007), mengenai Analisis Kinerja Rumah Sakit Daerah Pendekatan Balanced Scoecard Berdasarkan Komitmen Organisasi, Pengendalian Intern Dan Penerapan Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (Survei Pada Rumah Sakit Daerah di Jawa Timur). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa, Hubungan variabel komitmen organisasi dan pengendalian intern sebesar 0,629 good corporate governance sebesar 0,684 dalam kategori hubungan yang kuat, Terdapat korelasi yang signifikan antara komitmen organisasi dan pengendalian intern terhadap good corporate governance dengan skore yang sedang (0,488), Komitmen organisasi, pengendalian intern dan good corporate governance secara simultan variabel berpengaruh secara siginifikan terhadap kinerja RSD. Besarnya pengaruh secara simultan dalam kategorii sedang (42,3 %), Secara parsial komitmen organisasi, pengendalian intern dan good corporate governance berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja RSD.

Hasil penelitian Alexander dan Weiner (1998) dalam Pratolo (2006), tentang adopsi model corporate governance pada organisasi non profit, ditemukan bahwa, Kinerja organisasi secara positif berhubungan dengan adopsi model corporate governance oleh rumah sakit non profit, Ukuran organisasi secara positif berhubungan dengan adopsi model corporate governance oleh rumah sakit non profit, Kompetensi di pasar rumah sakit berhubungan secara negatif dengan adopsi model corporate governance oleh rumah sakit non profit, Banyak sumber daya di pasar rumah sakit berhubungan secara positif dengan adopsi model corporate governance oleh rumah sakit non profit, Rumah sakit non profit yang menjadi anggota asosiasi cenderung lebih mengadopsi model corporate governance, Rumah sakit non profit yang terstruktur secara corporate cenderung mengadopsi model corporate governance, Rumah sakit non profit pemerintah cenderung kurang mengadopsi model corporate governance dibandingkan rumah sakit non profit non pemerintah

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan penerapan good corporate governance dengan Prinsip-prinsip good corporate governance menurut OEDC (1998) dalam FCGI (2002: 1), yang meliputi keadilan (fairness), transparansi (transparancy), akuntabilitas (accountability), dan responsibilitas (responsibility) melalui pendekatan balanced scorecard yang yang mencakup empat perspektif yaitu, (keuangan, customers, proses bisnis intern serta pembelajaran dan pertumbuhan), sebagai tolak ukur kinerja Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang. Dari penelitian ini kita dapat mengukur kinerja dari RS aisiyah Malang setalah diterapkannya good corporate governace. Kegunaan penelitian bagi organisasi/rumah Sakit Islam Aisyiyah yaitu diharapkan dapat memberikan sesuatu pandangan teoritis dan taktis dalam hal pengukuran kinerja yang didasarkan pada strategi perusahaan melalui pendekatan balanced scorecard.

C. RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana penerapan metode leasing dalam perolehan aktiva tetap?
  2. Bagaimana penerapan metode pembelian kredit dalam perolehan aktiva tetap?
  3. Metode mana yang paling tepat digunakan perusahaan x untuk memperoleh untuk memperoleh aktiva tetap?
  4. Asumsi apa yang mendasari masing-masing metode agar penerapannya sesuai kondisi dalam peningkatan profitabilitas?

D. TUJUAN PROGRAM

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alternatif pembelian yang paling menguntungkan antara leasing dengan pembelian melalui kredit bank, ditinjau dari dampak atau pengaruh biaya yang dapat dikurangkan untuk masing-masing pilihan transaksi aktiva tetap terhadap pajak penghasilan yang dapat dihemat oleh perusahaan. Rancangan penelitian yang digunakan berupa studi kasus deskriptif dengan 2 dua jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.

Data berasal dari sumber yang asli atau disebut data primer. Sumber data digolongkan menjadi sumber informasi internal dari dalam perusahaan dan eksternal dari luar perusahaan. Alat yang digunakan untuk memperoleh data adalah daftar pertanyaan pedoman wawancara, sedangkan metode pengumpulan datanya adalah metode survei yaitu melalui interview atau wawancara secara langsung.

Perusahaan merupakan unit analisis dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan menggunakan logika penjodohan pola.

Penelitian ini membuktikan bahwa alternatif pembelian melalui sewa guna usaha dengan hak opsi finance lease merupakan alternatif yang paling menguntungkan karena penghematan pajak yang diperoleh perusahaan untuk altematif ini lebih besar dibandingkan altematif pembelian melalui kredit bank. Dengan demikian akan lebih menguntungkan bagi perusahaan jika memilih alternatif pembelian melalui sewa guna usaha dengan hak opsi finance lease sebagai dasar pengambilan keputusan dalam memperoleh aktiva tetap.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan good corporate governance di RS Aisyiyah Malang dengan Prinsip-prinsip good corporate governance yang menurut OEDC (1998) dalam FCGI (2002: 1) yaitu, keadilan (fairness), transparansi (transparancy), akuntabilitas (accountability), dan responsibilitas (responsibility) melalui pendekatan balanced scorecard yang yang mencakup empat perspektif yaitu, (keuangan, customers, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan), sebagai tolak ukur kinerja Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang.

Hal ini dilakukan untuk membuktikan keadilan (fairness), transparansi (transparancy), akuntabilitas (accountability), dan responsibilitas (responsibility) Yang selama ini diabaikan beberapa RS di Indonesia karena banyak instansi sektor publik  di Indonesia yang hanya berorientasi kepada profit oriented dan mengesampingkan service public oriented.

Penelitian ini menggunakan pendekatan balanced scorecard agar dapat memberikan manfaat kepada organisasi seperti, Menjelaskan visi organisasi, Menyelaraskan organisasi untuk mencapai visi organisasi, Mengintegrasikan perencanaan strategis dan alokasi sumber daya, Meningkatkan efektivitas manajemen dengan menyediakan informasi yang tepat untuk mengarahkan perubahan.

Informasi yang diberikan melalui pendekatan balanced scorecard ini meliputi aspek keuangan dan juga aspek non-keuangan. Kedua aspek ini dapat digunakan untuk mengukur kinerja karyawan yang ada di RS Aisyiyah Malang. Selain itu balanced scorecard dapat membantu manajer untuk mengukur secara komperhensif bagaimana organisasi mencapai kemajuan lewat sasaran-sasaran strategisnya.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Peneltian yang berudul “Analisis Investasi Aktiva Tetap Antara Leasing Dengan Pembelian Kredit ini diharapkan dapat menambah referensi ilmiah untuk penelitian selanjutnya.

F. KEGUNAAN PROGRAM

1. Aspek Ekonomi

Kegunaan program ini bagi masyarakat adalah untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang berbagai alternatif yang paling menguntungkan  bagi perusahaan  dalam rangka  pengadaan aktiva tetap. Dengan kita mengetahui alternatif yang pantas digunakan maka perusahaan dapat meminimalkan beban operasi perusahaan, sehingga akan meningkatkan profit perusahaan.

2. Aspek Iptek

kegunaan program ini bagi organisasi atau RS Aisyiyah Malang adalah untuk mendeskripsikan tentang bagaimana penerapan good corporate governance terhadap kinerja dari RS Aisyiyah Malang yang diukur melalui pendekatan balanced scorecard yang meliputi perspektif keuangan, customers, proses bisnis intern serta pembelajaran dan pertumbuhan.

G. TINJAUAN PUSTAKA

1. Penelitian Terdahulu

Penelitian Prasetyono dkk (2007), mengenai Analisis Kinerja Rumah Sakit Daerah Pendekatan Balanced Scoecard Berdasarkan Komitmen Organisasi, Pengendalian Intern Dan Penerapan Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (Survei Pada Rumah Sakit Daerah di Jawa Timur). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa, Hubungan variabel komitmen organisasi dan pengendalian intern sebesar 0,629 good corporate governance sebesar 0,684 dalam kategori hubungan yang kuat, Terdapat korelasi yang signifikan antara komitmen organisasi dan pengendalian intern terhadap good corporate governance dengan skore yang sedang (0,488), Komitmen organisasi, pengendalian intern dan good corporate governance secara simultan variabel berpengaruh secara siginifikan terhadap kinerja RSD. Besarnya pengaruh secara simultan dalam kategorii sedang (42,3 %), Secara parsial komitmen organisasi, pengendalian intern dan good corporate governance berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja RSD.

Hasil penelitian Alexander dan Weiner (1998) dalam Pratolo (2006), tentang adopsi model corporate governance pada organisasi non profit, ditemukan bahwa, Kinerja organisasi secara positif berhubungan dengan adopsi model corporate governance oleh rumah sakit non profit, Ukuran organisasi secara positif berhubungan dengan adopsi model corporate governance oleh rumah sakit non profit, Kompetensi di pasar rumah sakit berhubungan secara negatif dengan adopsi model corporate governance oleh rumah sakit non profit, Banyak sumber daya di pasar rumah sakit berhubungan secara positif dengan adopsi model corporate governance oleh rumah sakit non profit, Rumah sakit non profit yang menjadi anggota asosiasi cenderung lebih mengadopsi model corporate governance, Rumah sakit non profit yang terstruktur secara corporate cenderung mengadopsi model corporate governance, Rumah sakit non profit pemerintah cenderung kurang mengadopsi model corporate governance dibandingkan rumah sakit non profit non pemerintah

2. Kajian Pustaka

  1. a. Good Corporate Governance

United National Development Program (UNDP), mendifinisikan governance sebagai “the exercise of political, economic, and administrative authority to manage a national’s affair at all levels”, sedangkan World Bank lebih menekankan pada cara pemerintah mengelola sumber daya sosial dan ekonomi untuk kepentingan pembangunan masyarakat (Mardiasmo, 2004: 17). The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) juga mendifinisikan Corporate Governance sebagai suatu proses dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan perusahaan dengan tujuan utama meningkatkan nilai-nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap mempertahankan kepentingan stakeholder yang lain.

Pengertian Corporate Governance (Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Nomor : KEP-117/M-MBU/2002), adalah:

“suatu proses dan struktur yang digunakan oleh organisasi BUMN untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang sahan dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya, berlandaskan peraturan perudangan dan nilai-nilai etika”.

Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa corporate governance adalah suatu sistem yang mengatur bagaimana suatu perusahaan atau organisasi dijalankan (operasi) dan dikontrol atau sebagai tata kelola perusahaan (organisasi). Sistem ini mengatur secara jelas dan tegas hak dan kewajiban pihak-pihak yang terkait dalam perusahaan.

Prinsip-prinsip good corporate governance menurut OEDC (1998) dalam FCGI (2002: 1), meliputi keadilan (fairness), transparansi (transparancy), akuntabilitas (accountability), dan responsibilitas (responsibility).

  1. b. Kinerja

Kinerja Menurut Atkinson, dkk (1995: 51) sistem penilaian kinerja sebaiknya mengandung indikator kinerja yaitu (1) memperhatikan setiap aktivitas organisasi dan menekankan pada perspektif pelanggan, (2) menilai setiap aktivitas dengan menggunakan alat ukur kinerja yang mengesahkan pelanggan, (3) memperhatikan semua aspek aktivitas kinerja secara komprehensif yang mempengaruhi pelanggan, dan (4) menyediakan informasi berupa umpan balik untuk membantu anggota organisasi mengenai permasalahan dan peluang untuk melakukan perbaikan.

Menurut Hansen dan Mowen (1997: 396) penilaian kinerja perusahaan adalah:

“Activity performance measures exist both financial and non financial forms. These measures are designed to assess how well an activity was performed and the result achieved. They are also designed to reveal if constant improvement is being realized. Measures of activity performance centre on three major dimension: (1) efficiency, (2) quality, and (3) time.

  1. c. Balanced scorecard (BSC)

Menurut Kaplan dan Norton (1996:16), Balanced scorecard adalah suatu kerangka kerja baru untuk mengintegrasikan berbagai ukuran yang diturunkan dari strategi pemasaran. Sedangkan Mulyadi dan Setyawan (2000:222), Balanced scorecard adalah sekumpulan ukuran kerja yang mencakup empat perspektif: keuangan, customers, proses bisnis intern serta pembelajaran dan pertumbuhan. Balanced scorecard berarti bahwa dalam pengukuran kinerja  harus terdapat keseimbangan (balance) antara ukuran keuangan dan ukuran non keuangan (ukuran operasional).

  1. H. METODE PENELITIAN
    1. 1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan pada Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang, dengan alamat Jl. Sulawesi No. 16 Malang.

  1. 2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuatitatif, dimana penulis mencoba mengungkapkan masalah atau fakta yang ada dengan didukung oleh data yang berbentuk angka. Penelitian ini mendeskripsikan tentang 3 hal yaitu, 1) Bagaimana penerapan Good Corporate governance di RS Islam Aisyiyah, 2) Bagaimana kinerja RS Islam Aisyiyah  dengan pendekatan balanced scorecard, 3) Bagaimana Pengaruh Penerapan Good Corporate governance terhadap kinerja RS Islam Aisyiyah Malang.

  1. 3. Definisi Operasional Variabel
    1. a. Variabel Independen : Penerapan Good Corporate Governance

Corporate Governance adalah suatu sistem yang mengatur bagaimana suatu perusahaan atau organisasi dijalankan (operasi) dan dikontrol atau sebagai tata kelola perusahaan (organisasi). Sistem ini mengatur secara jelas dan tegas hak dan kewajiban pihak-pihak yang terkait dalam perusahaan.

Prinsip prinsip Good Corporate Governance menurut OEDC (1998) dalam FCGI (2002: 1), meliputi keadilan (fairness), transparansi (transparancy), akuntabilitas (accountability), dan responsibilitas (responsibility).

  1. b. Variabel Dependen : Kinerja RS Aisyiyah Malang

Kinerja Menurut Atkinson, dkk (1995: 51) sistem penilaian kinerja sebaiknya mengandung indikator kinerja yaitu (1) memperhatikan setiap aktivitas organisasi dan menekankan pada perspektif pelanggan, (2) menilai setiap aktivitas dengan menggunakan alat ukur kinerja yang mengesahkan pelanggan, (3) memperhatikan semua aspek aktivitas kinerja secara komprehensif yang mempengaruhi pelanggan, dan (4) menyediakan informasi berupa umpan balik untuk membantu anggota organisasi mengenai permasalahan dan peluang untuk melakukan perbaikan.

Sedangkan Menurut Hansen dan Mowen (1997: 396) penilaian kinerja perusahaan adalah: ukuran kemampuan aktivitas yang terdiri dari aspek keuangan dan aspek non-keuangan. Ukuran ini dirancang untuk menilai seberapa baik aktivitas yang telah dilakukan serta hasil yang dicapainya. Tercapainya suatu aktivitas dapat diukur melalui 3 aspek yaitu, efisiensi, kualitas dan waktu.

4.  Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan juga data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara yang dilakukakan kepada beberapa pasien dan juga staf ahli di RS Aisyiyah Malang. Sedangkan data sekunder berupa Dokumentasi  yang meliputi laporan keuangan tahunan dan daftar absensi pegawai dan daftar kepegawaian.

5.  Teknik Analisis Data

Tahapan pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut:

  1. a. Pengumpulan data

Data yang diperoleh berupa Laporan keuangan serta hasil dari wawancara di RS aisyiyah malang, Di masukakan kedalam sebuah tabulasi data yang menggunakan aplikasi Microsoft excel untuk memudahkan menganalisis data.

  1. b. Pengolahan data

Data yang didapat diolah mengunakan pendekaan balanced scorecard untuk menilai kinerja dari RS aisyiyah Malang.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian berdasarkan pada model pengukuran kinerja secara komprehensif, yaitu balanced scorecard:

1)      Perspektif keuangan

  1. Return on investment (ROI)
  1. Return on equity (ROE)

2)      Perspektif pelanggan

  1. Number of Complain

Number of Complain = x 100%

  1. Customer Acquisition

Customer Acquisition = x 100%

  1. BOR (Bed Occupancy Rate), adalah prosentase pamakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu.

BOR = x 100%

3) Perspektif bisnis internal

a. Quality of Place

Pada metoda ini pengukurannya dengan membandingkan antara kapasitas normal jumlah produksi yang seharusnya dapat memenuhi permintaan pasien dengan kapasitas sesungguhnya yang dimiliki rumah sakit.

  1. b. Inovation

Pada variabel ini pengukurannya dengan membandingkan antara rencana rehabilitasi fasilitas-fasilitas pada rumah sakit dengan realita (terlaksana atau tidak) rehabilitasi fisik tersebut.

4)      Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

  1. a. Training

b. Absenteeism

Absenteeism = x 100%

  1. c. Interpretasi hasil

Hasil pengolahan data diinterpretasikan serta dilakukan analisis.

  1. I. JADWAL KEGIATAN
Kegiatan Bulan Ke-
1 2 3 4
1. Tahap Persiapan
- Studi Pendahuluan dan Survey  Lapangan

- Perizinan

- Penyusunan Instrumen

XXX
XX
X
2. Tahap Perolehan Data
- Pengumpulan Data Penelitian

- Pengolahan Data

XXX
XX
3. Tahap Analisis Data
- Analisis Data dan interpretasi hasil X XXX
- Perumusan dan Hasil Kesimpulan XX
4. Tahap Pelaporan
- Penyusunan laporan penelitian

- Seminar hasil penelitian

X XX
XX
- Publikasi penelitian XX

  1. J. RANCANGAN BIAYA

Biaya-Biaya Penelitian
  1. 1. Biaya Habis Pakai

a)      XXXXXXXXXX

b)      XXXXXXXXXX

c)      XXXXXXXXXX

Jumlah

Rp.

Rp.

Rp.

Rp.

  1. 2. Peralatan Penunjang Penelitian

d)      XXXXXXXXXX

e)      XXXXXXXXXX

f)        XXXXXXXXXX

g)      XXXXXXXXXX

h)      XXXXXXXXXX

i)        XXXXXXXXXX

Jumlah

Rp.

Rp.

Rp.

Rp.

Rp.

Rp.

Rp.

  1. 3. Perjalanan

a)      Tahap Studi Pendahuluan dan perijinan:

XXXXXXXXX

XXXXXXXXX

b)      Tahap Pengumpulan Data:

XXXXXXXXX

Jumlah

Rp. XXXXX

Rp. XXXXX

Rp. XXXXX

Rp. XXXXX

4. Biaya lain-lain

a)      XXXXX

b)      XXXXXX

c)      XXXXXX

d)      XXXXXX

Jumlah

Rp. XXXXX

Rp.    XXXX

Rp.    XXXX

Rp. XXXX

Rp. XXXXX

Total Biaya Penelitian Rp. XXXXX

  1. K. Daftar Pustaka

Amanda, Irwan. 2009 ”Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Tolok Ukur Penilaian Kinerja Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang”. Skripsi Universitas Muhammadiyah Malang. Tidak Dipublikasikan.

Atkinson, Anthony A, dkk. 1995. Management Accounting. Second Edition. Prentice Hill. Richard D Irwin, Inc. Pillipines.

FCGI (Forum For Corporate Governance In Indonesia). 2002. Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance) The Essence of Good Corporate Governance : Konsep dan Implementasi Perusahaan Publik dan Korporasi Indonesia. Yayasan Pendidikan pasar Modal Indonesia & Synergy Communication. Jakarta.

Kaplan dan Norton, 1996, Balanced Scorecard, Penerbit PT. Erlangga: Jakarta

Kaplan, Robert & Norton. David P.1996. Translating Strategy Into Action The Balance Scorecard. Harvard Business School. Boston. Kaplan, Robert & Norton. David P.1996. Translating Strategy Into Action The Balance Scorecard. Harvard Business School. Boston.

Mardiasmo. 2002. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta, Andi.

Prasetyono dkk (2007), “Analisis Kinerja Rumah Sakit Daerah Pendekatan Balanced Scoecard Berdasarkan Komitmen Organisasi, Pengendalian Intern Dan Penerapan Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (Survei Pada Rumah Sakit Daerah di Jawa Timur)”Unviersitas Trunojoyo

Sekaran, Uma. 2006. Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Jakarta, Salemba Empat.

Ulum, Ihyaul. 2004. Akuntansi Sektor Publik. Malang, UMM Press.

Warsini, 2003. Penerapan Balanced Scorecard Dalam Rangka Menilai Kinerja Manajemen (Studi Kasus Hotel Purnama Kota Batu), Skripsi Universitas Muhammadiyah Malang. Tidak Dipublikasikan.

  1. L. LAMPIRAN

NAMA DAN BIODATA PENULIS

  1. Nama                             : Fajar Ardianur Ramli

Tempat, Tanggal lahir       : Balikpapan,10 September 1989

Alamat                            : Perum. Taman Embong Anyar 2 Blok M. No.9

Malang

No. Telpon/HP                : 085233224465

NIM                               : 07.620.253

Riwayat Pendidikan         : SDN 006 Balikpapan (1995-2001)

SMPN 3 Balikpapan (2001-2004)

SMAN 2 Balikpapan (2004-2007)

Universitas Muhammadiyah Malang (2007-sekarang)

  1. Nama                             :  Ferli Vian

Tempat Tanggal Lahir   :  Malang, 8 Januari 1990

Alamat                            :  Jl. Raya Kedok 141 Turen

No Telp/Hp                     :  08563533469

NIM                               :  08.620.326

Riwayat Pendidikan         :  SD Tamansiswa Turen (1996-2002)

SMPN 2 Ngawi (2002-2005)

SMAN 2 Ngawi (2005-2008)

Universitas Muhammadiyah Malang (2008-sekarang)

  1. Nama                             :  Emy Setyafani

Tempat Tanggal Lahir   :  Jakarta, 5 Juli 1990

Alamat                            :  Jl. Mayjend Pandjaitan 84E Klojen

No Telp/Hp                     :  085649533269

NIM                               :  09.620.090

Riwayat Pendidikan         :  SDIT Al-Irsyad Purwokerto (1995-2001)

SMPN 1 Kebomas-Gresik (2001-2004)

MA Mambaus Sholihin Suci Gresik (2004-2005)

SMAN Muhammadiyah Madiun (2005-2008)

Universitas Muhammadiyah Malang (2008-sekarang)

NAMA DAN BIODATA DOSEN PENDAMPING

Riwayat

Hidup

N a m a                         : IHYAUL ULUM MD.

Tempat, Tanggal Lahir : Lamongan, 02 Juli 1976

Jenis Kelamin                 : Laki – laki

A g a m a                       : I S L A M

Alamat Rumah               : Jl. Raya Apel 42 Sumbersekar, Dau, Malang

Telephon (0341) 7097377 – HP: 0812.331.7606

E-mail: ulum@umm.ac.id.

Alamat Kantor               : Jl. Raya TlogoMas No. 246 Malang 65145             Tel.(0341)464318Psw. 217; Fax.(0341)460782

E-mail: mas_ulum@yahoo.com

Pangkat/Golongan          :  Lektor/III-b

NIPUMM/NIP              : 107.0302.0382

Fakultas/Jurusan            : Ekonomi/Akuntansi

Pendidikan

Formal

Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi UMM; 1996-2000

Madrasah Aliyah (MA), Paciran, Lamongan, Jatim; 1992-1995

Madrasah Tsanawiyah (MTs), Paciran, Lamongan, Jatim; 1989-1992

Madrasah Ibtidaiyah (MI), Paciran, Lamongan, Jatim; 1984-1989

Pendidikan

Informal

Pelatihan Pra Jabatan Calon Dosen UMM, BP-SDM UMM; 9-11 Januari 2004

Pelatihan Keterampilan Dasar-Dasar Instruksional (PEKERTI), BP-SDM UMM; 19-25 Agustus 2002

Kursus Singkat “Filsafat Untuk Pencerahan Intelektual”, Pusat Studi Islam Dan Filsafat (PSIF) UMM, 15-18 Juli 2002

Pelatihan Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling Untuk Dosen Wali, UPT Bimbingan dan Konseling UMM; 2 Juli 2002

Pembekalan Kemampuan Dasar Mengajar Bagi Dosen Kontrak, BP-SDM UMM; 14-15 Pebruari 2001

Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Bogor; 1998

Diklat Dasar Jurnalistik, Universitas Brawijaya Malang; 10-13 Oktober 1997

Senior Course Lembaga Pengelola Latihan HMI Cab. Malang; 1997

Basic Training (LK I) HMI Komisariat Ekonomi UMM; 1996

Pendidikan Komputer Aplikasi Bisnis Modern, Concordia CC Surabaya; September-Desember 1995

Pengalaman Penelitian Harmonisasi Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan No. 01 tentang Penyajian Laporan Keuangan dengan International Public Sector Standards No. 1 tentang Presentation of Financial Statement” Dibiayai oleh DPP UMM; Semester Ganjil 2005-2006

Analisis Hubungan Peringkat Daya Tarik Investasi dengan PAD dan Pajak Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia” Dibiayai oleh DPP UMM; Semester Genap 2004-2005

Analisis atas Dana Perimbangan dan Pengaruhnya terhadap Belanja Daerah Provinsi di Indonesia” Dibiayai oleh DPP UMM; Semester Ganjil 2004-2005

Analisis atas Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pengaruhnya terhadap Belanja Rutin dan Belanja Pembangunan Kabupaten/Kota di Jawa Timur” Dibiayai oleh DPP UMM; Semester Genap 2003-2004

Studi Eksplorasi Tentang Kesiapan Akuntan Publik di Jawa Timur Berkaitan Dengan Penugasan Audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah” Penelitian Dosen Muda, 2004.

Studi Eksplorasi Tentang Kesiapan Akuntan Publik di Malang Berkaitan Dengan Penugasan Audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah” Dibiayai oleh DPP UMM; Semester Genap 2002-2003

Studi Komparasi atas IPSA 51.01, UU Politik tahun 1999, dan Draf RUU Politik tahun 2002”, Dibiayai oleh DPP UMM; Semester Ganjil 2002-2003

Telaah Kritis Terhadap UU Audit Parpol dan IPSA 51.01 Sehubungan Dengan Pelaksanaan Audit Dana Kampanye Pemilu 1999”, Skripsi di Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UMM; September 1999 s.d. Januari 2000

Buku & Diktat “Intellectual Capital; Konsep dan Kajian Empiris”, Graha Ilmu, 2009.

“Audit Sektor Publik, Sebuah Pengantar”, Bumi Aksara, 2009

“Akuntansi Sektor Publik (edisi revisi)”, UMM-Press, Malang, 2008

Akuntansi Sektor Publik (Sebuah Pengantar)”, UMM Press, Malang, 2004

Akuntansi Sektor Publik (Diktat)”, Cahaya Press Malang, 2002

Menyoal Pembersihan PKL”, Dalam “Malang Kota Dalam Sorotan” – Bunga Rampai, Wahyu Hidayat Riyanto (Editor), PSKL UMM, UMM Press, 1999

Artikel

Jurnal Ilmiah

‘Intellectual Capital Performance Sektor Perbankan di Indonesia’. Jurnal Akuntansi dan Keuangan (Universitas Petra Surabaya).Edisi Februari2009.

Intellectual capital dan kinerja keuangan perusahaan; sebuah analisis dengan pendekatan partial least squares. Proceeding Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XI Pontianak. 2008.

E-Government Accessibility Analysis of Local Government in East Java and its determinant (co-author). Proceeding Konferensi Penelitian Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik I, Surabaya. 2007.

“Analisis Hubungan Peringkat Daya Tarik Investasi dengan PAD Kabupaten/Kota di Indonesia”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik (JAKSP),  Volume 06 No. 2, Agustus 2005. ISSN: 1411 – 5921

“Analisis atas Dana Perimbangan dan Pengaruhnya terhadap Belanja Daerah Provinsi di Indonesia”, Jurnal “Humanity” Lemlit UMM, ISSN: 0216-8995, Vol 1/No 1 September 2005

Memahasiswakan Mahasiswa”, Jurnal Bestari UMM, Edisi Khusus, 2005.

Peranan IAI Dalam Mewujudkan Good Governance; Sebuah Kajian Atas Tuntutan Profesionalisme Akuntan Dalam Pelaksanaan Audit Laporan Keuangan Partai Politik”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan “BALANCE”, ISSN: 1693-3796, Volume 1/No. 2/April-September 2004

Tauhid Ekonomi; Melawan Arus Kapitalisme Global”:, Jurnal Bestari UMM, No. 34, Tahun XV, 2002

Konstruksi Nilai-Nilai Normatif Akuntansi Islam sebagai Jawaban atas Reduksi Nilai-Nilai Kemanusiaan Akuntansi Konvensional (Study Literatur Konsep Going Concern)” – bersama Bestari Dwi Handayani. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis MEDIAEKONOMI, Edisi 19, Tahun XII, Juni 2002. ISSN: 0854 – 2651

Antisipasi Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme Di Pemerintah Daerah Melalui Penegasan Akuntabilitas Publik”, Jurnal Ekonomi Dan Bisnis MEDIA EKONOMI, Edisi 17, Tahun XI, Juni 2001. ISSN: 0854 – 2651

Pengalaman LKTI Bank Syari’ah Dalam Kerangka Tauhid Ekonomi; Pilar Alternatif Untuk Memajukan Sektor Riil, Lomba Karya Tulis Bank Syari’ah, diselenggarakan oleh BNI Syari’ah, 17 Mei 2003

Peranan IAI Dalam Mewujudkan Good Governance; Sebuah Kajian Atas Tuntutan

Profesionalisme Akuntan Dalam Pelaksanaan Audit Laporan Keuangan Partai Politik, Lomba Karya Tulis Ilmiah Dalam Rangka Konggres IX IAI, 20 Juli 2002

Peluang Pasar (Domestik) Menuju Persaingan Bisnis Global, Seiring Dengan Refungsionalisasi Militer, Lomba Karya Tulis Manajemen Diselenggarakan Oleh HMJ Manajemen Fakultas Ekonomi UMM, 20 Oktober 1999

Restrukturisasi Perbankan Sebagai Pilar Utama Pembenahan Sektor Moneter, Lomba Karya Ilmiah Ekonomi Mahasiswa Indonesia, Diselenggarakan Oleh SEMA Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 15 Maret 1999

Pengalaman Profesional Tim audit Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) P2KP wilayah Malang dan Pasuruan, Januari 2005

Tim kompilasi laporan keuangan PT. Talles Malang, Maret – Mei 2005

Tim audit laporan keuangan SMK Muhammadiyah Malang, Nopember-Desember 2004

Demikian curriculum vitae ini saya buat dengan jujur dan sebenar-benarnya serta dapat saya pertanggungjawabkan.

Malang, 10 Mei 2010

Hormat Saya,

Ihyaul Ulum MD., SE., M.Si.

08/20/2010 Posted by | Contoh PKM | 1 Komentar

PREPARAT WHOLEMOUNT Kutu Daun Bunga (Triboliun confusum)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mikroteknik merupakan teknik pembuatan sediaan atau preparat secara  mikroskopis, tentunya pendekatan teoritis tidaklah memadai untuk memahami secara menyeluruh mengenai Mikroteknik, sebab yang namanya teknik lebih menekankan pemahaman pada wilayah aplikatifnya meskipun pada dasarnya landasan teoritis juga diperlukan dalam rangka memberikan beberapa petunjuk yang harus dilalui agar proses pembuatan sediaan sesuai dengan prosedural kerja dan alasan penggunaan ataupun pemilihan bahan yang akan digunakan dalam pembuatan sediaan Mikroskopis.

Salah satu teknik dalam pembuatan preparat adalah menggunakan metode wholemount. Wholemount ( Sedian Utuh ) yaitu penyiapan sediaan yang terdiri atas keseluruhan organ tubuh organisme secara utuh. Contoh dari tanaman yang dapat dibuat preparat menggunakan preparat whole mount adalah lumut, sori paku, daun dengan trikoma dan daun dengan stomata.

Pada praktikum kali ini menggunakan hewan Tribolium confusum dalam pembuatan preparat Wholemount hewan. Tribolium confusum lebih dikenal dengan nama Kumbang bunga (atau lebih dikenal awam sebagai kutu bunga) yang dikenal gemar menghuni daun-daun pada tanaman.

1.2 Tujuan

  1. Untuk mengetahui bentuk keseluruhan morfologi  dari hewan Tribolium confusum
  2. Untuk mengetahui bagaimana cara atau teknik pembuatan preparat dengan metode wholemount

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Arthropoda

Kelas               : Insecta

Ordo                : Coleoptera

Famili              : Pholipagaceae

Genus              : Tribolium

Spesies            : Tribolium confusum.

2.2 Morfologi Tribolium confusum

Kutu daun  mudah dikenali dengan bentuk tubuhnya yang cembung, bulat telur atau memanjang dengan tungkai bertarsi 5 ruas dan sungut 8-11 ruas dan berlembar. Tiga sampai tujuh ruas terakhir antena umumnya meluas menjadi struktur-struktur seperti lempeng yang dibentangkan sangat lebar atau bersatu membentuk satu gada ujung yang padat. Tibia tungkai depan membesar dengan tepi luar bergeligi atau berlekuk. (Borror et al., 1989).

2.3 Wholemount

Whole mounth merupakan metode pembuatan preparat yang nantinya akan diamati dengan mikroskop tanpa didahului adanya proses pemotongan. Jadi pada metode ini, preparat yang diamati adalah preparat yang utuh baik itu berupa sel, jaringan, organ maupun individu. Gambar yang dihasilkan oleh preparat whole mounth ini terlihat dalam wujud utuhnya seperti ketika organisme tersebut masih hidup sehingga pengamatan yang dapat dilakukan hanya terbatas terhadap morfologi secara umum saja. Metode pembuatan preparat yang digunakan untuk pengamatan secara menyeluruh, artinya mempelajari struktur vegetatif dan reproduktifnya tanpa melakukan penyayatan terhadap tanaman tersebut karena metode ini menggunakan semua bagian tanaman sebagai preparatnya. Tentu saja tanaman yang diamati haruslah berukuran kecil sehingga dapat termuat pada objek glass. Sedangkan pada tanaman yang agak besar bisa dilakukan pemangkasan agar menjadi lebih rapi dan kecil. Metode whole mounth mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan metode ini adalah dapat mengamati seluruh bagian tanaman dengan jelas tiap bagian-bagiannya. Sedangkan kelemahannya adalah metode ini hanya bisa dilakukan pada tanaman dengan ukuran yang kecil saja tidak bisa tanaman yang besar sehingga metode ini perlu terus dikembangkan dengan melakukan bebagai percobaan.( Joyner, 2008)

BAB III

PROSEDUR KERJA

3.1 Alat dan Bahan

Alat :

·               Botol flakon

·               Gelas arloji

·               Kaca benda

·               Kaca penutup

·               Mikroskop

Bahan :

·               Aquadest

·               KOH

·               Asam asetat 10%

·               Alkohol 50%, 70%, 80%, 100%

·               Minyak cengkeh

·               Xylol dan Enthellen

·                Hewan Tribolium confusum

3. 2 Cara Kerja

  1. Memfiksasi beberapa hewan yang akan  dijadikan preparat hewan (Triboluim confusum)
  2. Memindah bahan dalam gelas arloji
  3. Mensterilisasi dengan aquades selama 10 menit
  4. Menetesi dengan asam asetat 10% selama 30 menit
  5. Mencuci dengan aquades selama 10 menit
  6. Medehidrasi dengan alkohol 50%, 70%, 80%, 100%, 100% masing-masing selama 10 menit
  7. Menetesi dengan minyak cengkeh selama 30 menit
  8. Menetesi dengan Xylol 1 selama 30 menit, kemudian dipindah kegelas benda
  9. Menetesi dengan xylol 2 sebelum kering ditambahkan enthelen lansung ditutup dengan kaca penutup

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

4.1.1 Gambar Pengamatan

Gambar 1. Preparat Wholemount Tribolium confusum

Topik                                             : Preparat Wholemounth

Sub-Topik                                      : Wholemount  Tribolium confusum

Potret                                            : Fotostereometri

Perbesaran                                     : 400X

Tanggal Pengambilan Gambar      : 12 mei 2010

Keterangan:

  1. Mata                            6. Mulut
  2. Antena
  3. Sayap
  4. Kepala
  5. Ekor

4.2 Gambar Literatur

4.3 Pembahasan

Dalam praktikum kali ini kami menggunakan Tribolium confusum, sebagai hewan yang akan di buat Wholemount. Langkah pertama dalam pembuatan preparat Wholemount yang kami lakukan adalah mencari hewan Tribolium confusum, dan memilih hewan yang paling baik untuk dilakukan proses pembuatan preparat syarat utama untuk memilih hewan yang akan digunakan adalah yang masih memiliki morfologi yang utuh. Langkah selanjutnya dalam pembuatan preparat Wholemount adalah hewan yang digunakan yaitu Tribolium confusum dimasukan ke dalam botol Flakon dalam tahapan ini hewan yang dimasukkan diharapkan lebih dari 1 sehingga jika terjadi kesalahan dalam proses pembuatan atau ada hasil yang buruk maka masih ada hewan cadangan yang digunakan. Selanjutnya setelah hewan dimasukkan ke dalam botol Flakon maka langsung dilakukan fiksasi dengan cara ditetesi larutan KOH hingga hewan tadi kesemuanya terendam selama 24 Jam. Fiksasi ini bertujuan untuk mematikan hewan tersebut serta memfiksasi struktur yang terdapat pada Tribolium confusum sehingga struktur tersebut tidak mengalami perubahan yang signifikan setelah dimatikan. Keesokan harinya setelah dilakukan fiksasi maka bahan yang akan dibuat preparat yaitu hewan Tribolium confusum dipindahkan ke gelas arloji lalu ditetesi aquades selama 10 menit, perlakuan ini bertujuan untuk mencuci bahan dari sisa-sisa larutan KOH. Selanjutnya, ditetesi asam asetat selama 10% selama 30 menit, kemudian sesudah 30 menit dicuci lagi dengan menggunakan Aquades selama 10 menit.

Setelah itu kita melakukan Dehidrasi alkohol 30%, 50%, 70%, 80%, 100%, 100% masing-masing selama 10 menit, dehidrasi ini bertujuan untuk adalah menarik air dari jaringan tumbuhan sehingga mendapatkan preparat yang bagus. Setelah tahap ini tahap selanjutnya adalah menetesi dengan minyak cengkeh selama 30 menit. Setelah itu diberi Xylol murni 1 selama 15 menit, kemudian sesudah itu Xylol murni 2, ketika diberi Xylol murni 2 ini preparat harus dijaga agar Xylol yang digunakan tidak kering, kemudian dilakukan pengamatan di bawah mikroskop jika hasilnya memuaskan maka langsung diberi Enthelen dan langsung ditutup dengan menggunakan kaca penutup.

Pada pembuatan preparat Wholemount dengan media Tribolium confusum ini hasil yang didapatkan sangat bagus namun sedikit kurang maksimal. Ketidakmaksimalan ini dapat dilihat pada bentuk hewan yang tidak melihatkan tangan dan kakinya, meskipun sebenarnya tangan dan kaki yang dimiliki oleh Tribolium confusum tetap utuh namun sayang, tertutup oleh tubuhnya.

BAB V

KESIMPULAN

  • Wholemount adalah metode pembuatan preparat yang digunakan untuk melihat sediaan utuh atau keseluruhan organisme baik itu hewan maupun tumbuhan,
  • Syarat utama bahan yang digunakan dalam pembuatan preparat Wholemount adalah berukuran kecil dan bentuknya masih utuh
  • Bahan yang digunakan dalam pembuatan preparat Wholemount kali ini adalah Tribolium confusum yang secara morfologi terdiri atas tangan, kaki, kepala, antena, perut, dan ekor
  • Pada pembuatan preparat Wholemount dengan media Tribolium confusum ini hasil yang didapatkan sangat bagus namun sedikit kurang maksimal. Ketidakmaksimalan ini dapat dilihat pada bentuk hewan yang tidak melihatkan tangan dan kakinya, meskipun sebenarnya tangan dan kaki yang dimiliki oleh Tribolium confusum tetap utuh namun sayang, tertutup oleh tubuhnya.

DAFTAR PUSTAKA

·         Anonymous. 2009. Kumbang. (Online). http://en.wikipedia.org/wiki/Beetle. Diakses Tanggal 02 Juni 2010.

·         Anonymous. 2008. Kutu Daun. (Online). http://forum.upi.edu/v3/index.php?PHPSESSID=3d8b4c6aae2e3c01acdcab6c5beb35b1&topic=15678.msg49751#msg49751. Diakses Tanggal 02 Juni 2010

·         Wahyuni, Sri. 2008. Buku petunjuk praktikum biologi terapan III. Lab Biologi  UMM. Malang.

  • Yatim, Wildan. 1996. Histologi. Bandung : Tarsito

·         Gandahusada, Srisari. 2000. Parasitologi Kedokteran. Fakultas Kedokteran UI.  Jakarta.

06/29/2010 Posted by | MIKROTEKNIK | Tinggalkan komentar

KONSEP AL-QURAN TENTANG JIHAD

BAB I

PENDAHULUAN

  1. I. Latar Belakang

Kenyataan umat Islam pada awal millennium ke-3 ini adalah sebagai umat terpinggirkan, tertindas dan terjajah hak-haknya. Hal ini menyebabkan sebagian anggota dari umat yang mempunyai ghirah agama yang tinggi berbekal dengan ilmu yang diperolehnya mencari cara yang tercepat untuk mengembalikan izzah umat, dengan niat berjihad mereka melancarkan serangan-serangan terhadap seluruh kepentingan kekuatan kufur dan syirik dalam bentuk pemboman titik-titik penting simbol kekuatan durjana.

Ijtihad fardi yang diikuti dengan praktik dari sebagian anggota umat ini menambah coreng hitam dikening umat sebagai “umat teroris”, andai gelar ini di berikan karena keiltizaman (komitmen) kita dengan Kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dapat dipastikan tidak seorang muslim sejatipun yang menolaknya bahkan diperintahkan meneror kekuatan syirik dan kufur dalam bentuk I`dadul quwwah. Tetapi jika gelar ini dianugerahkan lantaran ijtihad fardi dari sebagian umat yang perlu dikaji ulang, maka disini setiap individu umat harus memberikan nasehat sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Makalah ini hanyalah setetes air untuk memadamkan api yang menjilati tubuh umat ini,
﴿ إن أريد إلا الإصلاح ما استطعت ﴾

”Aku tidak bermaksud kecuali melakukan perbaikan semampuku” (QS Huud: 88).

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah cara mengidentifikasi ayat-ayat yang berkaitan dengan jihad?
  2. Bagaimanakah pengertian jihad dan ragamnya dalam konsep al-quran?
  3. Bagaimanakah urgensi dan adab dalam jihad?

1.3   Tujuan

  1. Dapat mengidentifikasi ayat-ayat yang berkaitan dengan jihad
  2. Dapat menjelaskan pengertian jihad dan ragamnya dalam konsep alquran
  3. Dapat mengetahui urgensi dan adab dalam berjihad

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Ayat-ayat Al-quran Yang Berkaitan dengan Jihad

A. Surat Al-kahfi ayat 103-104

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِاْلأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً (103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Katakanlah, apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS. Al Kahfi: 103-104)

B. Surat An-Nisaa’ ayat 59,83, 90 dan 95

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ.
“ Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu.” [QS. An Nisa’ :59].

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوْ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ.
“ Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).” [QS. An Nisa’ :83].

فَإِنِ اعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ فَمَا جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلاً

Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk melawan dan membunuh) mereka. (QS. An-Nisaa`: 90)

لاَ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلاًّ وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai udzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk, satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. (QS. An-Nisaa`: 95)

C. Surat At-taubah ayat 29, 33, 38-39 dan ayat 122

قَاتِلُوا الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (QS. At-Taubah: 29)

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya. (QS. At-Taubah: 33)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى اْلأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ اْلآَخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي اْلآَخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ (38) إِلاَّ تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلاَ تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu. Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menyiksa dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. At-Taubah: 38-39)

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS.  At-Taubah: 122)

D. Surat Al-anfal ayat 15-16 dan Al-anfal ayat 39,46, 60,66,73, 95

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلاَ تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ (15) وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلاَّ مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Hai orang-orang beriman, apabila kamu bertemu orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah meraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (QS. Al-Anfal: 15-16)

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Anfal: 39)
مَالاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ
“ Kewajiban yang tidak sempurna kecuali dengan sarana, maka sarana tersebut hukumnya juga wajib.”

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

“ Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain. JIka kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” [QS. Al Anfaal : 73].

وَأَطِيعُوا اللهَ وَرَسُولَهُ وَلاَتَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ

“ Dan ta’atlah kepada Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantahan (berpecah belah), yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu.” [QS. Al Anfaal :46].

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS. Al-Anfal: 60)

Dan firmanNya:

اْلآَنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِئَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Anfal: 66)

إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ

Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. (QS. Al-Anfal: 95)

E. Surat Al-baqarah ayat 190,193 dan ayat 217, 256,286

Firman Allah:

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُوا

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. (QS Al Baqarah: 190)

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. (QS. Al Baqarah: 193)

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). (QS. Al Baqarah: 256)

لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah: 286)

Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.” (QS Al-Baqarah ayat 217)

F. Surat Al-furqan ayat 51-52

وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا (51) فَلاَ تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا

Dan andaikata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang besar. (QS. Al-Furqan: 51-52)

G. Surat At-Taghabun Ayat 16

Juga firmanNya:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لأَنْفُسِكُمْ

Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. (QS. At-Taghabun: 16)

H. Surat Ash-shaf ayat 4

” إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَانٌ مَّرْصُوصٌ “
“ Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” [QS. Ash Shaf :4].

  1. I. Surat Fathir ayat 6

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا

Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu). (QS. Fathir: 6)

J. Surat As-Sajdah ayat 24

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِئَايَاتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. As-Sajdah: 24)

K. Surat Al-Maidah Ayat 33-34

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan dimuka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan akhirat mereka akan mendapatkan siksaan yang besar. Kecuali orang-orang yang taubat (diantara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka: maka ketahuilah bahwasannya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Maidah 33-34)

L. Surat Al-Hujarat Ayat 9

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah, jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS Al-Hujarat 9)

M. Surat Al-Fath Ayat 16

Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal:” Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam)…(QS Al-Fath 16)

2.2 Tafsir Ayat-Ayat Al-Quran

  1. A. Al-Quran (18) Al Kahfi ayat: 103-104

Menganggap dirinya mati syahid padahal amalannya jauh dari kebenaran dan jauh dari aturan syariat Allah. Padahal sudah dimaklumi, amalan tidak diterima Allah sebagai amal sholih kecuali dengan dua syarat yaitu ikhlas dan mengikuti syariat Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.

  1. B. Al-Quran (04) An-Nisaa’
  • An-Nisaa’ 59 dan 83: Allah Ta’ala memerintahkan kaum muslimin untuk mentaati para pemegang urusan mereka, baik ulama urusan syar’I maupun umara’ urusan dunia, perang-. Perintah ini berarti juga perintah untuk mengangkat pemimpin dan mentaati mereka. Dalam disiplin ilmu ushul fiqih, hal ini disebut dengan isyaratu nash. Maka urusan jihad sebagai sebuah urusan penting dalam dien juga harus dikerjakan lewat kepemimpinan seorang imam (khlaifah saat khilafah masih tegak) atau amir (pimpinan) organisasi jihad ketika khilafah tidak ada.
  • An-Nisaa’ Ayat 90

Mereka menyatakan, yang membiarkan dan tidak memerangi kita tentunya tidak kita perangi. Telah kamu ketahui bahwa ini terjadi pada keadaan kaum muslimin lemah diawal hijrohnya mereka ke Madinah, kemudian dinasakh dengan ayat pedang dan selesai perkaranya. Atau bisa juga difahami bahwa hal ini ada pada keadaan lemah kaum muslimin, sehingga bila telah kuat maka diperintahkan untuk berperang, sebagaimana pendapat lainnya yang telah kamu ketahui, yaitu tidak menggunakan nasakh. Dengan demikian jelaslah kebatilan pendapat ini dan pendapat ini tidak memiliki dasar dan sisi kebenarannya

  • An-Nisaa’ Ayat 95: Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang tidak turut berperang tidak berdosa dengan adanya orang lain yang berperang.
  1. C. Al-Quran (09) At-taubah
  • At-Taubah ayat 29: Sebagaimana telah dinyatakan dalam pembahasan pengertian Jihad bahwa lafaz Jihad fie Sabilillah dinyatakan secara mutlak maka tiada lain yang dimaksud adalah jenis Jihad ini, yaitu Jihadul-Kuffar. Oleh itu jika status hukum Jihad ini sudah menjadi fardu a’in maka kewajiban ini tidak dapat diganti dengan dakwah dan infaq atau amal-amal lainnya selain Jihad.  Adapun yang dimaksud dengan kaum Kuffar ialah Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani), Majusi, Shobiah dan Non Muslim lainnya.  Ahli Kitab diarahkan untuk membuat pilihan : memeluk Islam, atau masuk jaminan kaum muslimin dengan membayar Jizyah atau Perang.
  • At-Taubah ayat 33: Telah dimaklumi bahwa lawan agama yang terbesar adalah syirik, sehingga memerangi orang musyrik termasuk jihad yang terbesar, sebagaimana yang ada pada jihad Al Sabiqun Al Awalun.
  • At-Taubah ayat 38-39: Jika imam telah mengumumkan perang umum, maka wajib bagi seluruh rakyatnya untuk berperang
  • At-Taubah ayat 122: Juga karena Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengutus sariyah (pasukan perang tanpa dipimpin langsung oleh beliau) sedangkan beliau dan sisa para sahabat bermukim dimadinah tidak keluar berperang. Hal ini cukup jelas menunjukkan jihad menyerang orang kafir tidaklah fardhu a’in.
  1. D. Al-Quran (08) Al-Anfal
  • Al-Anfal 15-16 : Jika terjadi peperangan dan berhadap-hadapan dua barisan. Diwajibkan berperang bagi seseorang yang ikut serta dan menyaksikan peperangan dan dilarang lari dari perang dengan syarat jumlah musuh tidak lebih dari tiga kali lipat kaum muslimin
  • Al-Anfal 39 : Adapun dalil jihad al tholab dan dakwah adalah adanya tentara dan sariyah yang Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam utus untuk mendakwahi dan memerangi orang agar masuk islam
  • Al-Anfal 46,73: Wajib kepada kaum muslimien untuk menempuh semua sebab kekuatan dan kemenangan baik materi maupun ruhani (mental, maknawi), sehingga dapat menakuti musuh-musuh kaum muslimin. Di antara sebab kekuatan dan kemenangan adalah ; terorganisir, perencanaan, kepemimpinan dan ketaatan, yang mana jihad tidak berjalan dengan benar tanpa ada unsure tersebut dan unsure tersebut termasuk permulaan yang dlorury untuk I’dad yang sesuai dengan syar’i.
  • Al-Anfal 60: Ayat ini menunjukan perlunya persiapan dan kekuatan sebelum berperang dan berjihad. Oleh karena itu, jihad berperang disyariatkan secara bertahap dalam beberapa marhalah.
  • Al-Anfal 66: Kaum kafir tidak melebihi kelipatan kaum muslimin, apabila lebih maka boleh mundur
  • Al-Anfal 95: Dan seandainya ini hakekatnya adalah berita, tentu pengembalian kita dari satu orang yang mengalahkan sepuluh orang kepada satu orang yang mengalahkan dua orang, bukanlah merupakan satu keringanan. Juga karena berita Allah pasti benar dan tidak menyelihi isi berita tersebut. Telah jelas bahwa kemenangan dan kesuksesan tidak didapatkan kaum muslimin dalam setiap peperangan yang jumlah musuhnya sama atau kurang dari kaum muslimin, sehingga jelaslah bahwa ini adalah perintah dan kewajiban dan belum ada satupun ayat yang memansukhkannya, tidak dalam Al Qur’an ataupun dalam sunnah, sehingga wajib berhukum dengannya
  1. E. Al-Quran (02) Al-Baqarah
  • Al-Baqarah 190:  Syeikh bin Baz menjawab dengan menyatakan bahwa ayat ini tidak menunjukkan perang untuk bertahan (Jihad Al Daf’u), namun maknanya adalah: memerangi orang yang terlibat dalam peperangan, seperti orang yang kuat lagi mukallaf dan membiarkan orang yang tidak terlibat seperti wanita, anak-anak dan semisalnya
  • Al-Baqarah 193: Sehingga jelaslah kebatilan pendapat ini. Kemudian seandainya benar pendapat mereka maka ayat ini telah dimansukh (dihapus hukumnya) oleh ayat pedang.
  • Al-Baqarah 217 : Mengenai hukuman bagi perempuan yang murtad, Jumhur Fuqaha sepakat bahwa ia harus dibunuh juga kecuali menurut Mazhab Hanafi berpendapat bahwa ia harus ditahan masuk Islam kembali atau ditahan sampai mati.
  • Al-Baqarah 256: Beliau menjawab bahwa ayat ini tidak bisa dijadikan dalil, karena ayat ini khusus untuk ahli kitab dan majusi dan sejenisnya. Mereka tidak dipaksa masuk islam jika telah menunaikan jizyah (upeti), ini adalah salah satu pendapat ulama dalam makna ayat. Pendapat kedua menyatakan bahwa ayat ini mansukh dengan ayat pedang. Dan (yang benar) tidak butuh nasakh, bahkan ia adalah khusus untuk ahli kitab sebagaimana ada dalam tafsir dari beberapa ulama sahabat dan salaf. Sehingga ayat ini khusus untuk ahli kitab dan sejenisnya, mereka tidak dipaksa apabila telah menunaikan jizyah (upeti), demikian juga orang yang disamakan hukumnya dengan mereka dari kalangan majusi dan yang lainnya apabila telah menunaikan upeti maka tidak dipaksa (masuk Islam). Juga karena yang rojih (pendapat yang kuat) menurut para ulama hadits dan ushul bahwa tidak menggunakan nasakh  apabila memungkinkan komprominya. Apalagi telah diketahui bahwa cara kompromi memungkinkan dalam hal ini. Apabila mereka enggan juga masuk islam dan bayar jizyah maka diperangi sebagaimana dijelaskan ayat-ayat yang lainnya.
  • Al-Baqarah 286: Jihad Al Tholab dan Dakwah hanya dilakukan pada keadaan kuat dan mampu, karena jihad  merupakan bagian dari ibadah dan ibadah tidak diwajibkan kecuali bagi yang mampu.
  1. Al-Quran (25) Al-Furqan ayat 51-52 : Jika demikian, maka pada asalnya jihad untuk menjadikan dien (agama) seluruhnya untuk Allah, dengan cara menjadikan ibadah hanya kepadaNya saja sebagai agama (dien) yang tampak dan menang dan menjadikan ibadah kepada selain Allah kalah lagi tertutup atau batil dan hilang, sebagaimana ada pada kaum munafiqin dan ahli dzimmah. Karena tidak mungkin jihad dilakukan sampai seluruh hati menjadi baik, lalu petunjuk hati hanya ada ditangan Allah dan hanya ada ketika dien (agama) yang menang adalah agama Allah
  2. Al-Quran (64) Taghabun ayat 16: Jihad Al Tholab dan Dakwah hanya dilakukan pada keadaan kuat dan mampu, karena jihad merupakan bagian dari ibadah dan ibadah tidak diwajibkan kecuali bagi yang mampu,
  3. H. Al-Quran (35) Fathir ayat 6:

Jihad melawan syetan ini hukumnya fardhu ‘ain juga karena berhubungan langsung dengan setiap peribadi manusia

  1. I. Al-Quran (37) AS-Shaf ayat 4:
  2. Al-Quran (32) As-Sajdah ayat 24: Allah menjelaskan bahwa kepemimpinan agama hanyalah didapatkan dengan kesabaran dan yakin, lalu dengan kesabaran ia menolak syahwat dan keinginan rusak dan dengan yakin ia menolak keraguan dan syubhat.
  3. Al-Quran (05) Al-Maidah ayat 33-34: Jihadul Muhabirin al-Mufsidin
    1. Al-Quran (49) Al-Hujarat ayat 9: Jihadul Bughat al-Kharijin

M. Al-Quran (48) Al-Fath ayat 16:   Adapun bagi kaum Kuffar lainnya selain Ahli Kitab dan kaum Murtad dari Islam, mereka diarahkan untuk memilih diantara dua pilihan : masuk Islam atau Perang.

2.3 Pengertian Jihad dan Ragamnya

  1. 1. Pengertian jihad

Jihad secara bahasa berarti mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan secara istilah syari’ah berarti seorang muslim mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya untuk memperjuangkan dan meneggakan Islam demi mencapai ridha Allah SWT. Oleh karena itu kata-kata jihad selalu diiringi dengan fi sabilillah untuk menunjukkan bahwa jihad yang dilakukan umat Islam harus sesuai dengan ajaran Islam agar mendapat keridhaan Allah SWT.

Imam Syahid Hasan Al-Banna berkata, “Yang saya maksud dengan jihad adalah; suatu kewajiban sampai hari kiamat dan apa yang dikandung dari sabda Rasulullah saw.,” Siapa yang mati, sedangkan ia tidak berjuang atau belum berniat berjuang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah”.

Adapun urutan yang paling bawah dari jihad adalah ingkar hati, dan yang paling tinggi perang mengangkat senjata di jalan Allah. Di antara itu ada jihad lisan, pena, tangan dan berkata benar di hadapan penguasa tiran.

Dakwah tidak akan hidup kecuali dengan jihad, seberapa tinggi kedudukan dakwah dan cakupannya yang luas, maka jihad merupakan jalan satu-satunya yang mengiringinya. Firman Allah,” Berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad” (QS Al-Hajj 78).

Dengan demikian anda sebagai aktifis dakwah tahu akan hakikat doktrin ‘ Jihad adalah Jalan Kami’

  1. 2. Tujuan Jihad

Jihad fi sabilillah disyari’atkan Allah SWT bertujuan agar syari’at Allah tegak di muka bumi dan dilaksanakan oleh manusia. Sehingga manusia mendapat rahmat dari ajaran Islam dan terbebas dari fitnah. Jihad fi sabilillah bukanlah tindakan balas dendam dan menzhalimi kaum yang lemah, tetapi sebaliknya untuk melindungi kaum yang lemah dan tertindas di muka bumi. Jihad juga bertujuan tidak semata-mata membunuh orang kafir dan melakukan teror terhadap mereka, karena Islam menghormati hak hidup setiap manusia. Tetapi jihad disyariatkan dalam Islam untuk menghentikan kezhaliman dan fitnah yang mengganggu kehidupan manusia. (QS an-Nisaa’ 74-76).

  1. 3. Macam-Macam Jihad

Jihad fi Sabilillah untuk menegakkan ajaran Islam ada beberapa macam, yaitu:

Jihad dengan lisan, yaitu menyampaikan, mengajarkan dan menda’wahkan ajaran Islam kepada manusia serta menjawab tuduhan sesat yang diarahkan pada Islam. Termasuk dalam jihad dengan lisan adalah, tabligh, ta’lim, da’wah, amar ma’ruf nahi mungkar dan aktifitas politik yang bertujuan menegakkan kalimat Allah.

Jihad dengan harta, yaitu menginfakkan harta kekayaan di jalan Allah khususnya bagi perjuangan dan peperangan untuk menegakkan kalimat Allah serta menyiapkan keluarga mujahid yang ditinggal berjihad.

Jihad dengan jiwa, yaitu memerangi orang kafir yang memerangi Islam dan umat Islam. Jihad ini biasa disebut dengan qital (berperang di jalan Allah). Dan ungkapan jihad yang dominan disebutkan dalam al-Qur’an dan Sunnah berarti berperang di jalan Allah.

  1. 4. Pembagian Jihad

Pembagian jihad dari jenis lawan yang dihadapi, yaitu:

  1. a. Jihadun Nafsi

Yaitu Pembinaan/Tarbiyyah manusia terhadap dirinya untuk menta’ati Allah, menolak fitnah syahwat dan syubhat, dan melaksanakan ketaatan walupun ia amat berat dan tidak disukai oleh hawa nafsunya. Ibnul Qayyim membagi Jihadun-Nafsi ini menjadi empat martabat (bagian):

1)   Jihadun Nafsi (Jihad terhadap diri) untuk memahami petunjuk.

2)   Jihadun Nafsi (Jihad terhadap diri) untuk mengamalkan.

3)   Jihadun Nafsi (Jihad terhadap diri) untuk menyeru (Dakwah), untuk mengajari orang yang belum mengetahui.

4)   Jihadun Nafsi (Jihad terhadap diri) untuk bersabar menghadapi kesulitan kesulitan dakwah (menyeru) kepada Allah dan bersabar menghadapi gangguan makhluk, dan juga menanggung semuanya itu karena Allah.

Oleh karena pentingnya jenis Jihad ini, terdapat keterangan didalam hadist yang menunjukan pengertian Jihad secara ringkas dan singkat:

Fudulah bin Ubaid ra berkata ”Rasulullah saw pada Hajjatul Wada’ (Ibadah Haji yang terakhir) bersabda : “ketahuilah kukhabarkan kepada kalian orang Mu’min ialah orang yang menyebabkan orang lain merasa aman baik harta maupun jiwanya, Muslim ialah orang yang orang lain selamat dari lidah dan tangannya, Mujahid ialah orang yang berjihad terhadap dirinya dalam menta’ati Allah dan Muhajir ialah orang yang meninggalkan kesalahan dan dosa.” (HR Ahmad)

  1. b. Jihadus Syaitan

Yaitu Jihad melawan syaitan dengan menolak syahwat dan syubhat yang dilontarkan (godaan syaitan) kepada manusia. Jihad terhadap syaitan dengan menolak syubhat yaitu dengan ilmu yang manfa’at dan warisan para nabi sehingga membuahkan keyakinan yang teguh kedalam hati. sedangkan Jihad terhadap syaitan dengan menolak syahwat dan segala keinginan yang merusak yaitu dengan perasaan takut kepada Allah dan banyak mengingat perjumpaan dengannya dan kedudukannya dihadapan Allah SWT.

  1. c. Jihadul Kuffar

Yaitu Jihad menghadapi orang kafir dengan memerangi dan membunuh mereka, dan mengerahkan segala yang diperlukan dalam peperangan baik berupa harta, jiwa dan yang lainnya sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW.:

“Perangilah orang-orang musyrik itu dengan hartamu, diri dan lisanmu.” (HR Abu Daud, An Nasa’i, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi, Baghawi dan Ibnu Asakir dari Anas ra)

Ia bertanya lagi : “Apakah Jihad itu? Beliau menjawab: “Engkau perangi orang-orang kafir jika engkau menjumpai dimedan perang.” Ia bertanya lagi : “Jihad macam mana yang paling utama?” Beliau menjawab : “Sesiapa yang dilukai anggota badannya dan dialirkan darahnya.” (HR Ahmad)

Firman Allah:

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (Agama Allah), (yaitu orang-orang) yagn diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar Jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tundu.” (QS At-Taubah ayat 29).

Abu Buraidah dari ayahnya, berkata, “Jika Rasulullah saw menyuruh seorang komandan perang atau sariyah, maka beliau berwasiat khas kepadanya agar bertakwa kepada Allah dan mewasiatkan kebaikan kepada orang-orang Muslim yang bersamanya, kemudian beliau bersabda :

“Berperanglah kalian dengan nama Allah dan di jalan Allah. Perangilah orang-orang yang kufur kepada Allah. Berperanglah dan janganlah berlebih lebihan, berkhianat dan mendendam. Janganlah membunuh anak kecil. Jika kamu menghadapai musuh dari kalangan orang-orang musryik, maka serulah mereka kepada tiga hal. Mana saja diantara tiga hal itu yang mereka penuhi, maka terimalah dan tahanlah dirimu untuk tidak memerangi mereka. Kemudian serulah mereka kepada Islam. Jika mereka memenuhinya, maka terimalah dan tahanlah dirimu untuk tidak memerangi mereka. Kemudian serulah mereka agar berpindah dari daerah mereka ke daerah Muhajirin. Beritahukanlah mereka bahwa jika mereka mau melaksanakannya, maka mereka akan mendapatkan seperti yang didapatkan orang-orang Muhajirin dan berkewajiban seperti kewajiban orang-orang Muhajirin. Jika mereka menolak untuk berpindah dari sana, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa mereka seperti orang asing bagi orang-orang Muslim. Hukum Allah berlaku atas mereka seperti yang berlaku atas orang-orang Mukmin. Mereka tidak mendapatkan sedikitpun dari harta rampasan perang dan Fa’i, kecuali jika mereka berperang bersama-sama orang Muslim. Jika mereka menolak hal itu maka mintalah Jizyah dari mereka. Jika mereka memenuhi seruanmu, maka terimalah dan tahanlah dirimu untuk tidak memerangi mereka. Jika mereka tetap menolak, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka” (HR Muslim dan Ahmad).

  1. d. Jihadul Bughat al-Kharijin

Firman Allah:

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah, jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (QS Al-Hujarat 9).

  1. e. Jihadul Muhabirin al-Mufsidin

`Firman Allah:

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan dimuka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan akhirat mereka akan mendapatkan siksaan yang besar. Kecuali orang-orang yang taubat (diantara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka: maka ketahuilah bahwasannya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Al-Maidah 33-34).

  1. f. Jihadul Munafiqin

Yaitu Jihad menghadapi orang-orang munafiq dengan lisan, menegakkan hujjah atas mereka, mencegah mereka dari sikap kekafiran yang tersembunyi, menjauhkan segala permainan dan langkah-langkah mereka, dan menolak terhadap perbuatan dan perilaku mereka dsb. Dan Jihad terhadap mereka ini merupakan satu jenis dari Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar. (Insya Allah uraiannya akan dibahas dalam makalah tersendiri).

  1. g. Jihaduz Zalimin

yaitu Jihad terhadap orang-orang Fasik, Zalim, Ahli bid’ah dan pelaku kemungkaran. Dan Jihad terhadap mereka ini termasuk satu jenis Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar. (Insya Allah uraiannya akan dibahas dalam makalah tersendiri)

Jihad Dalam persepektif  Hukum Islam

Tidak diragukan lagi bahwa jihad adalah amal kebaikan yang Allah syari’atkan dan menjadi sebab kokoh dan kemuliaan umat islam. Sebaliknya (mendapatkan kehinaan) bila mereka meninggalkan jihad di jalan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang shohih:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

”Dari Ibnu Umar beliau berkata: Aku mendengar Rasululloh bersabda, “Apabila kalian telah berjual beli ‘inah, mengambil ekor sapi dan ridho dengan pertanian serta meninggalkan jihad maka Allah akan menimpakan kalian kerendahan (kehinaan). Allah tidak mencabutnya dari kalian sampai kalian kembali kepada agama kalian” (HR Abu Daud).

Ibnu Taimiyah menyatakan ”Tidak diragukan lagi bahwa jihad dan melawan orang yang menyelisihi para rasul dan mengarahkan pedang syariat kepada mereka serta melaksanakan kewajiban-kewajiban disebabkan pernyataan mereka untuk menolong para nabi dan rasul dan untuk menjadi pelajaran berharga bagi yang mengambilnya sehingga dengan demikian orang-orang yang menyimpang menjadi kapok, termasuk amalan yang paling utama yang Allah perintahkan kepada kita untuk menjadikannya ibadah mendekatkan diri kepadaNya.

Namun amal kebaikan ini harus memenuhi syarat ikhlas dan sesuai dengan syariat islam. Karena keduanya adalah syarat diterima satu amalan. Disamping juga jihad bukanlah perkara mudah bagi jiwa dan memiliki hubungan dengan pertumpahan darah, jiwa dan harta yang menjadi perkara agung dalam Islam sebagaimana disampaikan Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَ أَعْرَاضَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا إِلَى يَوْمِ تَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ قَالُوا نَعَمْ قَالَ اللَّهُمَّ اشْهَدْ فَلْيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ فَلاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ

”Sesungguhnya darah, kehormatan dan harta kalian diharamkan atas kalian (saling mendzoliminya) seperti kesucian hari ini, pada bulan ini dan di negri kalian ini sampai kalian menjumpai Robb kalian, ketahuilah apakah aku telah menyampaikan? Mereka menjawab: Ya. Maka beliau pun berkata: Ya Allah persaksikanlah, maka hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena terkadang yang disampaikan lebih mengerti dari yang mendengar langsung. Maka janganlah kalian kembali kufur sepeninggalku, sebagian kalian saling membunuh sebagian lainnya” (Muttafaqun ‘Alaihi).

Demikian agungnya perkara jihad ini menuntut setiap muslim melakukannya untuk menggapai cinta dan keridhoan Allah. Tentu saja hal ini menuntut pelakunya untuk komitmen terhadap ketentuan dan batasan syari’at, komitmen terhadap batasan dan hukum Al Qur’an dan Sunnah Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, merealisasikan target dan tujuan syari’at tanpa meninggalkan satu ketentuan dan batasannya, agar selamat dari sikap ekstrim dan berlebihan sehingga jihadnya menjadi jihad syar’i diatas jalan yang lurus dan dia mendapatkan akibat dan pahala yang besar diakhirat nanti. Hal itu karena ia berjalan diatas cahaya ilahi, petunjuk dan ilmu dari Al Qur’an dan sunnah NabiNya shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk belajar mengenai konsep islam tentang jihad secara benar dan bertanya kepada para ulama pewaris nabi tentang hal-hal yang belum ia ketahui. Apalagi dalam permasalahan yang sangat penting dan berbahaya ini, dan di masa kaum muslimin tidak mengenal syari’atnya dengan benar. Sebab bisa jadi yang dianggap jihad syar’i sebenarnya adalah jihad bid’ah.

  1. 5. Tujuan Jihad

Satu kepastian bahwa Allah tidak mewajibkan dan mensyariatkan sesuatu tanpa adanya maksud atau tujuan yang agung. Demikian juga jihad disyariatkan untuk tujuan-tujuan tertentu yang telah dijelaskan para ulama dalam pernyataan-pernyataan mereka. Di sini akan disampaikan sebagian pernyataan tersebut agar dapat kita petik maksud dan tujuan jihad dalam Islam.

  1. Syeikh Islam Ibnu Taimiyah menyatakan ”Maksud tujuan jihad adalah meninggikan kalimat Allah dan menjadikan agama seluruhnya hanya untuk Allah”.
  2. Beliau juga menyatakan ”Maksud tuuan jihad adalah agar tidak ada yang disembah kecuali Allah, sehingga tidak ada seorang pun yang berdoa, sholat, sujud dan puasa untuk selain Allah. Tidak berumroh dan berhaji kecuali ke rumahNya (Ka’bah), tidak disembelih sembelihan kecuali untukNya dan tidak bernazar dan bersumpah kecuali denganNya…”.
  3. Syeikh Abdurrahman bin Nashir Al Sa’di menyatakan ”Jihad ada dua jenis; pertama jihad dengan tujuan untuk kebaikan dan perbaikan kaum mukminin dalam aqidah, akhlak, adab (prilaku) dan seluruh perkara dunia dan akhirat mereka serta pendidikan mereka baik ilmiyah dan amaliyah”. Jenis ini adalah induk jihad dan tonggaknya, serta menjadi dasar bagi jihad yang kedua yaitu jihad dengan maksud menolak orang yang menyerang islam dan kaum muslimin dari kalangan orang kafir, munafiqin, mulhid dan seluruh musuh-musuh agama dan menentang mereka.
  4. Syeikh Abdulaziz bin Baaz menyatakan ”Jihad terbagi menjadi dua yaitu jihad Al Tholab (menyerang) dan jihad Al Daf’u (Bertahan)”. Maksud tujuan keduanya adalah menyampaikan agama Allah dan mengajak orang mengikutinya, mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya islam dan meninggikan agama Allah di muka bumi serta menjadikan agama ini hanya untuk Allah semata, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an dalam surat Al Baqarah:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ

”Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim” (QS. Al-Baqarah: 193).

Dan dalam surat Al Anfal:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ

”Dan peranglah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah” (QS. Al-Anfal: 39).

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam sendiri menyatakan:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ اْلإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

”Aku diperintahkan memerangi manusia hingga bersaksi dengan syahadatain, menegakkan sholat dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah berbuat demikian maka darah dan harta mereka telah terjaga dariku kecuali dengan hak islam, dan hisab mereka diserahkan kepada Allah” (Muttafaqun Alaihi).

Dari keterangan di atas, jelaslah bahwa tujuan disyariatkannya jihad adalah untuk menegakkan agama Islam dimuka bumi ini dan bukan untuk dendam pribadi atau golongan sehingga dibutuhkan sekali pengetahuan tentang konsep islam dalam jihad baik secara hukum, cara berjihad dan ketentuan harta rampasan perang sebagai satu konsekwensi dari pelaksanaan jihad.

  1. 6. Keutamaan Jihad dan Mati Syahid

Beberapa ayat Alquran memberikan keutamaan tentang berjihad. Di antaranya, (QS an-Nisaa’ 95-96)(QS as-Shaff 10-13).

Rasulullah SAW bersabda: Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW ditanya: ”Amal apakah yang paling utama?” Rasul SAW menjawab: ”Beriman kepada Allah”, sahabat berkata:”Lalu apa?” Rasul SAW menjawab: “Jihad fi Sabilillah”, lalu apa?”, Rasul SAW menjawab: Haji mabrur”. (Muttafaqun ‘alaihi)

Dari Anas ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Pagi-pagi atau sore-sore keluar berjihad di jalan Allah lebih baik dari dunia seisinya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dari Anas ra bahwa nabi SAW bersabda: ”Tidak ada satupun orang yang sudah masuk surga ingin kembali ke dunia dan segala sesuatu yang ada di dunia kecuali orang yang mati syahid, ia ingin kembali ke dunia, kemudian terbunuh 10 kali karena melihat keutamaan syuhada.” (Muttafaqun ‘alaihi)

”Bagi orang yang mati syahid disisi Allah mendapat tujuh kebaikan: 1. Diampuni dosanya dari mulai tetesan darah pertama. 2. Mengetahui tempatnya di surga. 3. Dihiasi dengan perhiasan keimanan. 4. Dinikahkan dengan 72 istri dari bidadari. 5. Dijauhkan dari siksa kubur dan dibebaskan dari ketakutan di hari Kiamat. 6. Diletakkan pada kepalanya mahkota kewibawaan dari Yakut yang lebih baik dari dunia seisinya. 7. Berhak memberi syafaat 70 kerabatnya.” (HR at-Tirmidzi)

  1. 7. Hukum Jihad Fi Sabilillah

Hukum Jihad fi sabilillah secara umum adalah Fardhu Kifayah, jika sebagian umat telah melaksanakannya dengan baik dan sempurna maka sebagian yang lain terbebas dari kewajiban tersebut. Allah SWT berfirman:

“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (QS at-Taubah 122).

Jihad berubah menjadi Fardhu ‘Ain jika:

1. Muslim yang telah mukallaf sudah memasuki medan perang, maka baginya fardhu ‘ain berjihad dan tidak boleh lari.

”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.” (QS al-Anfal 15-16).

2. Musuh sudah datang ke wilayahnya, maka jihad menjadi fardhu ‘ain bagi seluruh penduduk di daerah atau wilayah tersebut .

”Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS at-Taubah 123)

3. Jika pemimpin memerintahkan muslim yang mukallaf untuk berperang, maka baginya merupakan fardhu ‘ain untuk berperang. Rasulullah SAW bersabda:

”Tidak ada hijrah setelah futuh Mekkah, tetapi yang ada adalah jihad dan niat. Dan jika kamu diperintahkan untuk keluar berjihad maka keluarlah (berjihad).” (HR Bukhari)

  1. 8. Kata-Kata Jihad

Khubaib bin Adi ra. berkata ketika disiksa oleh musuhnya, “Aku tidak peduli, asalkan aku terbunuh dalam keadaan Islam. Dimana saja aku dibunuh, aku akan kembali kepada Allah. Kuserahkan kepada Allah kapan saja Ia berkehendak. Setiap potongan tubuhku akan diberkatinya”.

Al-Khansa ra. berpesan kepada 4 anaknya mengantarkan mereka untuk jihad, “Wahai anak-anakku ! Kalian tidak pernah berkhianat pada ayah kalian. Demi Allah, kalian berasal dari satu keturunan. Kalianlah orang yang ada dalam hatiku. Jika kalian menuju ke medan perang, jadilah kalian pahlawan. Berperanglah ! Jangan kembali. Aku membesarkan kalian untuk hari ini”.

Abdullah bin Mubarak berkata pada saudaranya Fudail bin Iyadh yang sedang asyik ibadah di tahan suci,” Wahai ahli ibadah di dua tahan Haram, jika engkau melihat kami, niscaya engkau akan tahu bahwa engkau hanya bermain-main dalam ibadah. Barangsiapa membasahi pipinya dengan air mata. Maka, leher kami basah dengan darah”.

Demikianlah jihad  adalah satu-satunya jalan menuju kemuliaan di dunia dan di akhirat. Ampunan Allah, surga Adn, Pertolongan dan Kemenangan

2.4 Urgensi  Dan Adab Dalam Berjihad

  1. 1. Urgensi Jihad

Di tengah gemerlapnya kehidupan duniawi begitu banyak godaan dan tipuan yang dapat melepaskan seorang muslim dari agamanya secara sadar atau tidak. Mengapa, karena pada dasarnya Ad Diin sendiri bermakna kepatuhan dan ‘ibadat mengandung arti penghambaan. Berapa banyak masyarakat muslim saat ini terjebak kedalam Din-Din dan penghambaan kepada selain Allah SWT. Penghambaan atau kecenderungan manusia kepada manusia lainnya dengan mengalahkan penghambaan dan kecenderungan manusia kepada tuhannya. Kecintaan manusia kepada materi yang menyebabkan cintanya tersebut lebih tinggi diatas segalanya bahkan mengalahkan kecintaan dia kepada Rabbnya. Karena sesungguhnya setiap Din akan menguasai setiap penghambanya. Di Sinilah pentingnya jihad bukan hanya menyadarkan kembali hakikat penghambaan namun juga menjadi tiang tegaknya peradaban manusia sesuai kaida-kaidah yang di ridhoi oleh Allah SWT. Dengan jihad juga membedakan manusia yang benar imannya dengan manusia yang imannya tergadaikah oleh dunia. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah bahkan menyatakan bahwa barangsiapa yang tidak ada niat berjihad di jalan Allah maka matinya berada dalam salah satu cabang kemunafikan.

Dengan jihad akan ada semangat perubahan menuju perbaikan. Karena sesungguhnya tak ada perubahan tanpa perjuangan. Terlebih lagi dengan kondisi ummat Islam yang sangat memprihatinkan dalam segala bidang kehidupannya, jihad menjadi obor semangat yang akan membawa perubahan mendasar berfikir, bersikap dan berbuat setiap muslim.

  1. 2. Adab Dalam Berjihad

Islam adalah agama akhlak. Islam mengatur kehidupan setiap muslim dari mulai pekerjaan yang kecil sampai yang besar, dari mulai masuk kamar mandi sampai mengatur negara. Semuanya mempunyai akhlak yang harus dipenuhi. Begitu pula dengan berjihad, terdapat adab-adab yang harus dipenuhi dalam melaksanakannya, diantaranya :

1. Menyeru kaum kafir untuk memeluk agama Islam sebelum memerangi mereka. Harus ada usaha memberikan pengertian dan pemahaman terhadap agama Islam secara benar agar mereka mau masuk kedalamnya. Apabila mereka menolak untuk masuk kedalam Islam, alternatif kedua adalah mereka diharuskan membayar jizyah atau upeti. Ketika mereka telah membayar jizyah maka tidak boleh sedikitpun hak-hak mereka sebagai manusia dikurangani atau bahkan dihapus. Mereka berhak menjalani kehidupan mereka bahkan agama mereka secara bebas. Namun ketika mereka tidak mau memilih Islam dan tidak mau membayar jizyah, barulah perang sebagai alternatif terakhir menjadi pilihannya.

2. Harus memenuhi dan menepati segala bentuk perjanjian yang terjadi antara kaum muslimin dengan kaum kafir.

3. Harus menjaga kehormatan darah manusia kecuali dengan alasan yang haq, menjaga darah kaum yang lemah sepeti anak-anak, wanita dan kaum renta.

4. Dilarang merusak atau menyakiti orang-orang yang telah terbunuh.

5. Dilarang melakukan perusakan, pembakaran, penebangan pohon, menyembelih hewan yang bukan untuk dimakan kecuali semua itu dilakukan untuk menghancurkan mentalitas musuh (Q.S Al Hasyr: 5)

Balasan Berjihad

Allah memberikan balasan kebaikan yang sangat istimewa terhadap orang-orang yang berjihad dijalan-Nya secara ikhlas. Sebagaimana dalam sabda rasulullah dalamperang Badr :

Perang Badar al-Kubra, Rasulullah saw. telah bersabda:“Bersegeralah (ke suatu tempat) yang di situ kalian (dapat) meraih surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” Maka Umair bin al-Humam bertanya, ‘Apakah benar luasnya seluas langit dan bumi?’ ‘Ya’, jawab Rasulullah, seraya ‘Umair berkata, ‘wah, wah, wah (hebat sekali).’ Maka Rasulullah saw. Kemudian berkata, ‘Apa yang mendorongmu berkata ‘wah, wah, wah’? Jawabnya, ‘Karena aku berharap menjadi penghuninya’. Maka Rasulullah bersabda, ‘Kamu pasti menjadi penghuninya.’ Kemudian laki-laki itu memecahkan sarung pedang lalu mengeluarkan beberapa butir kurma. Memakannya sebagian dan membuang sisanya seraya berkata, ‘Apabila aku masih hidup sampai aku menghabiskan kurma tersebut maka kehidupan ini terlalu lama’. Bergegas ia maju ke baris depan, memerangi musuh (agama) hingga ia mati syahid.” (Shahih Muslim No. 1901, dan Tafsir Ibnu Katsir II/325)

Untuk masalah ini, dijelaskan dalam hadis Rasulullah saw. : “Barang siapa mati karena ia membela dirinya, maka ia mati syahid. Dan barang siapa yang mati disaat membela hartanya, maka ia syahid, dan barang siapa mati untuk membela kehormatannya, maka mereka syahid” (HR Bukhari jilid V hlm. 88, HR. Muslim No. 141)

Nasihat Bagi Ummat Islam

Jihad semestinya menjadi ruh bagi setiap gerak kehidupan setiap muslim. Dengan jihad, agama ini dimunculkan dan dengan jihad pula agama ini hanya akan tegak. Dari sinilah nanti akan terbentuk sebuah masyarakat Islam dan seterusnya akan terbentuk khilafah islamiyyah.

Penanaman  jihad dengan segala aspeknya sesuai syariah hendaknya dilakukan oleh setiap da’I dimana saja mereka berada. Dan penanaman pemahaman yang terbaik adalah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah dalam membina generasi bintang, generasi para sahabat. Pembinaan (tarbiyah) yang menyeluruh akan menempa diri setiap muslim menjadi manusia muslim yang memahami hakikat jihad dalam Islam dan mengobarkan semangat jihad sesuai tuntunan Rasulullah yang dapat menggetarkan musuh-musuh Islam.

Saudaraku, Perjuangan masih panjang. Jalan berliku penuh onak masih akan kita jumpai. Darah yang keluar dari sela-sela jari kita mungkin akan keluar dari dada kita. Luruskan dan rapatkan barisan. Bersihkan niat dari segala kekotoran. Bisa jadi, kita tak merasakan waktu yang kita citakan, tetapi tongkat estafet haruslah tetap berjalan. Perteguh iman, pertajam kesadaran..Perbanyak ‘perbekalan’… Jangan sampai kita kehabisan di tengah jalan.

Saudaraku, Kematian bukanlah kehinaan. Kematian adalah keindahan dan kemuliaan. Persiapkan diri agar bumi Allah ini mau menerima kita.

Al-Bukhary mentakhrij dari Abu Hurairah r.a, dia berkata, ‘Aku mendengar Nabi SAW bersabda, ‘Demi yang diriku ada di tangan-Nya, sekiranya tidak ada orang-orang Mukmin yang tidak suka jika aku meninggalkan mereka dan aku tidak mendapatkan apa yang kubebankan kepada mereka, tentu aku selalu ikut dalam pasukan perang fi sabilillah. Demi diriku yang ada di tangan-Nya, aku benar-benar suka terbunuh di jalan Allah, kemudian aku dihidupkan lagi, lalu aku terbunuh lagi, lalu dihidupkan lagi, terbunuh lalu dihidupkan lagi, lalu terbunuh.’

Terakhir ada dua kata kunci yang perlu diingat dalam melakukan perubahan ini, yang pertama adalah pembinaan (tarbiyah) sehingga akan memberikan pemahaman dan motivasi yang langgeng. Musthafa Masyhur pernah berkata, ”Tarbiyah bukan segalanya, tapi segalanya tidak ada tanpa tarbiyah.” Dan yang kedua adalah kerja keras dengan beramal, karena Allah hanya menilai amal dan usaha kita bukan hasil dari usaha kita.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

  1. Pengertian Jihad

Jihad secara bahasa berarti mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan secara istilah syari’ah berarti seorang muslim mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya untuk memperjuangkan dan meneggakan Islam demi mencapai ridha Allah SWT. Oleh karena itu kata-kata jihad selalu diiringi dengan fi sabilillah untuk menunjukkan bahwa jihad yang dilakukan umat Islam harus sesuai dengan ajaran Islam agar mendapat keridhaan Allah SWT.

  1. Macam-Macam Jihad yaitu:

Jihad dengan lisan

Jihad dengan harta

Jihad dengan jiwa

  1. Pembagian jihad dari jenis lawan yang dihadapi yaitu:

Jihadun Nafsi

Jihadus Syaitan

Jihadul Kuffar

Jihadul Murtaddien

Jihadul Bughat al-Kharijin

Jihadul Muhabirin al-Mufsidin

Jihadul Munafiqin.

Jihaduz Zalimin

  1. Hukum Jihad Fi Sabilillah:

Hukum Jihad fi sabilillah secara umum  adalah Fardhu Kifayah, jika sebagian umat telah melaksanakannya dengan baik dan sempurna maka sebagian yang lain terbebas dari kewajiban tersebut.

Jihad berubah menjadi Fardhu ‘Ain jika:

-          Muslim yang telah mukallaf  sudah memasuki medan perang, maka baginya fardhu ‘ain berjihad dan tidak boleh lari.

-          Musuh sudah datang ke wilayahnya, maka jihad menjadi fardhu ‘ain bagi seluruh penduduk di daerah atau wilayah tersebut

-          Jika pemimpin memerintahkan muslim yang mukallaf untuk berperang, maka baginya merupakan fardhu ‘ain untuk berperang

  1. Adab Dalam Berjihad:

Menyeru kaum kafir untuk memeluk agama Islam sebelum memerangi mereka.

Harus memenuhi dan menepati segala bentuk perjanjian yang terjadi antara kaum muslimin dengan kaum kafir.

Harus menjaga kehormatan darah  manusia kecuali dengan alasan yang haq, menjaga darah kaum yang lemah sepeti anak-anak, wanita dan kaum renta.

Dilarang merusak atau menyakiti orang-orang yang telah terbunuh.

Dilarang melakukan perusakan, pembakaran, penebangan pohon, menyembelih hewan yang bukan untuk dimakan kecuali semua itu dilakukan untuk menghancurkan mentalitas musuh (Q.S Al Hasyr: 5)

  1. Urgensi Jihad

Di tengah gemerlapnya kehidupan duniawi begitu banyak godaan dan tipuan yang dapat melepaskan seorang muslim dari agamanya secara sadar atau tidak. Mengapa, karena pada dasarnya Ad Diin sendiri bermakna kepatuhan dan ‘ibadat mengandung arti penghambaan. Berapa banyak masyarakat muslim saat ini terjebak kedalam Din-Din dan penghambaan kepada selain Allah SWT. Penghambaan atau kecenderungan manusia kepada manusia lainnya dengan mengalahkan penghambaan dan kecenderungan manusia kepada tuhannya. Kecintaan manusia kepada materi yang menyebabkan cintanya tersebut lebih tinggi diatas segalanya bahkan mengalahkan kecintaan dia kepada Rabbnya. Karena sesungguhnya setiap Din akan menguasai setiap penghambanya. Di Sinilah pentingnya jihad bukan hanya menyadarkan kembali hakikat penghambaan namun juga menjadi tiang tegaknya peradaban manusia sesuai kaida-kaidah yang di ridhoi oleh Allah SWT. Dengan jihad juga membedakan manusia yang benar imannya dengan manusia yang imannya tergadaikah oleh dunia.


DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2010. Jihad. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Diakses tanggal 13 Juni 2010

Anonymous. 1998. Pembahagian Jihad Dari jenis lawan yang dihadapi. file://localhost/D:/aini%20nitip/jenis.htm. Diakses Tanggal 13 Juni 2010

As’ad Aliy, 1996. Fathul Muin.Menara Kudus

As-Safi Dwi Mingguan,2002 Wasilah – wasilah  Jihad www.islib.com Diakses tanggal 13 Juni 2010

Hamka, 2003.Tafsir Al Azhar . Jakarta

Maskadov Aslant,2010. Jihad Thoifah manshurah. Jakarta

Mohamad fais bin mohd yuso, 2009.Menghidupkan Ruh Jihad Dikalangan Umat Islam ,Share Twitter Facebook.Diakses tanggal 13 Juni 2010

Purba, Asnan, 2010. Urgensi Jihad dalam Islam. Medan

Shihab, M.Quraish, 1996. Wawasan Al-Quran,Bandung:Mizan, Cet

Saputra, Prayogi,  Hasyim ,2009 http://ustadzkholid.com/manhaj/jihad-dalam-perspektif-hukum-islam/ Diakses tanggal 13 Juni 2010

Santoso ,Iman, Lc,2010 http://www.dakwatuna.com/wap Diakses tangga l 3 Juni 2010

Shalih Al-Utsaimin bin  Syaikh Muhammad, 2008.  Jihad-Jihad Yang Fardhu ‘Ain http://ustadzkholid.com/manhaj/jihad-jihad-yang-fardhu-ain/ Diakses tanggal 13 juni 2010

Yunus,Mahmud. 1957. Tafsir qur’an karim. Hidakarya agung:Jakarta

http://ustadzkholid.com/manhaj/konsep-syariat-tentang-jihad-memerangi-orang-kafir/

06/25/2010 Posted by | Uncategorized | 6 Komentar

MEMAHAMI KONSEP ISLAM TENTANG HARTA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Adalah fitrah manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik secara lahiriyah maupun batiniah. Hal ini mendorong manusia untuk senantiasa berupaya memperoleh segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan lahiriyah identik dengan terpenuhinya kebutuhan dasar (basic needs) berupa sandang, pangan dan papan. Tapi manusia tidak berhenti sampai disitu, bahkan cenderung terus berkembang kebutuhan-kebutuhan lain yang ingin dipenuhi. Segala kebutuhan itu seolah-olah bisa terselesaikan dengan dikumpulkannya Harta sebanyak-banyaknya.

Istilah HARTA, atau al-mal dalam al-Qur’an maupun Sunnah tidak dibatasi dalam ruang lingkup makna tertentu, sehingga pengertian al-Mal sangat luas dan selalu berkembang. Kriteria harta menurut para ahli fiqh terdiri atas : pertama,memiliki unsur nilai ekonomis.Kedua, unsur manfaat atau jasa yang diperoleh dari suatu barang.

Nilai ekonomis dan manfaat yang menjadi kriteria harta ditentukan berdasarkan urf (kebiasaan/ adat) yang berlaku di tengah masyarakat.As-Suyuti berpendapat bahwa istilah Mal hanya untuk barang yang memiliki nilai ekonomis, dapat diperjualbelikan, dan dikenakan ganti rugi bagi yang merusak atau melenyapkannya.

Dengan demikian tempat bergantungna status al-mal terletak pada nilai ekonomis (al-qimah) suatu barang berdasarkan urf. Besar kecilnya al-qimah dalam harta tergantung pada besar ekcilnya anfaat suatu barng. Faktor manfaat menjadi patokan dalam menetapkan nilai ekonomis suatu barang. Maka manfaat suatu barang menjadi tujuan dari semua jenis harta.

1.2 Rumusan masalah 
a. Bagaimanakah konsep islam tentang harta?
b. Adakah hubungan antara ayat-ayat alqur’an dengan harta?
c. Bagaimana metode memperoleh dan membelanjakan harta?
1.3 Tujuan
a)    Dapat mengidentifikasi ayat-ayat alqur’an yang berkaitan dengan harta.
b)   Dapat memahami konsep islam tentang harta.
c)    Dapat mengetahui metode memperoleh dan membelanjakan harta.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN HARTA

Istilah HARTA, atau al-mal dalam al-Qur’an maupun Sunnah tidak dibatasi dalam ruang lingkup makna tertentu, sehingga pengertian al-Mal sangat luas dan selalu berkembang. Kriteria harta menurut para ahli fiqh terdiri atas : pertama,memiliki unsur nilai ekonomis.Kedua, unsur manfaat atau jasa yang diperoleh dari suatu barang.

Nilai ekonomis dan manfaat yang menjadi kriteria harta ditentukan berdasarkan urf (kebiasaan/ adat) yang berlaku di tengah masyarakat.As-Suyuti berpendapat bahwa istilah Mal hanya untuk barang yang memiliki nilai ekonomis, dapat diperjualbelikan, dan dikenakan ganti rugi bagi yang merusak atau melenyapkannya.

Dengan demikian tempat bergantungna status al-mal terletak pada nilai ekonomis (al-qimah) suatu barang berdasarkan urf. Besar kecilnya al-qimah dalam harta tergantung pada besar ekcilnya anfaat suatu barng. Faktor manfaat menjadi patokan dalam menetapkan nilai ekonomis suatu barang. Maka manfaat suatu barang menjadi tujuan dari semua jenis harta.

2.2 PANDANGAN ISLAM MENGENAI HARTA

Pandangan Islam mengenai harta dapat diuraikan sebagai berikut:

Pertama, Pemiliki Mutlak terhadap segala sesuatu yang ada di muka bumi ini adalah ALLAH SWT. Kepemilikan oleh manusia bersifat relatif, sebatas untuk melaksanakan amanah mengelola dan memanfaatkan sesuai dengan ketentuanNya (QS al_Hadiid: 7). Dalam sebuah Hadits riwayat Abu Daud, Rasulullah bersabda:

Seseorang pada Hari Akhir nanti pasti akan ditanya tentang empat hal: usianya untuk apa dihabiskan, jasmaninya untuk apa dipergunakan, hartanya darimana didapatkan dan untuk apa dipergunakan, serta ilmunya untuk apa dipergunakan’’.

Kedua, status harta yang dimiliki manusia adlah sebagai berikut :

1. harta sebagai amanah (titipan) dari Allah SWT. Manusia hanyalah pemegang amanah karena memang tidak mampu mengadakan benda dari tiada.

2. Harta sebagai perhiasan hidup yang memungkinkan manusia bisa menikmatinya dengan baik dan tidak berlebih-lebihan ( Ali Imran: 14). Sebagai perhiasan hidup harta sering menyebabkan keangkuhan, kesombongan serta kebanggaan diri.(Al-Alaq: 6-7).

3. Harta sebgai ujian keimanan. Hal ini menyangkut soal cara mendapatkan dan memanfaatkannya, apakah sesuai dengan ajaran Islam atau tidak (al-Anfal: 28)

4. harta sebagai bekal ibadah, yakni untuk melaksankan perintahNyadan melaksanakan muamalah si antara sesama manusia, melalui zakat, infak, dan sedekah.(at-Taubah :41,60; Ali Imran:133-134).

Ketiga, Pemilikan harta dapat dilakukan melalui usaha (‘amal) ataua mata pencaharian (Ma’isyah) yang halal dan sesuai dengan aturanNya. (al-Baqarah:267)

‘’Sesungguhnya Allah mencintai hambaNya yang bekerja. Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah yang halal untk keluarganya maka sama dengan mujahid di jalan Allah’’ (HR Ahmad).

‘’Mencari rezki yang halal adalah wajib setelah kewajiban yang lain’’(HR Thabrani)

‘’jika telah melakukan sholat subuh janganlah kalian tidur, maka kalian tidak akan sempat mencari rezki’’ (HR Thabrani).

Keempat, dilarang mencari harta , berusaha atau bekerja yang melupakan mati (at-Takatsur:1-2), melupakan Zikrullah/mengingat ALLAH (al-Munafiqun:9), melupakan sholat dan zakat (an-Nuur: 37), dan memusatkan kekayaan hanya pada sekelompok orang kaya saja (al-Hasyr: 7)

Kelima: dilarang menempuh usaha yang haram, seperti melalui kegiatan riba (al-Baqarah: 273-281), perjudian, jual beli barang yang haram (al-maidah :90-91), mencuri merampok (al-Maidah :38), curang dalam takaran dan timbangan (al-Muthaffifin: 1-6), melalui cara-cara yang batil dan merugikan (al-Baqarah:188), dan melalui suap menyuap (HR Imam Ahmad).

2.3 KEPEMILIKAN HARTA

Di atas telah disinggung bahwa Pemilik Mutlak harta adalah Allah SWT. Penisbatan kepemilikan kepada Allah mengandung tujuan sebagai jaminan emosional agar harta diarahkan untuk kepentingan manusia yang selaras dengan tujuan penciptaan harta itu sendiri.

Namun demikian, Islam mengakui kepemilikan individu, dengan satu konsep khusus, yakni konsep khilafah. Bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi yang diberi kekuasaan dalam mengelola dan memanfaatkan segala isi bumi dengan syarat sesuai dengan segala aturan dari Pencipta harta itu sendiri.

Harta dinyatakan sebagai milik manusia, sebagai hasil usahanya. Al-Qur’an menggunakan istilah al-milku dan al-kasbu (QS 111:2) untuk menunjukkan kepemilikan individu ini. Dengan pengakuan hak milik perseorangan ini, Islam juga menjamin keselamatan harta dan perlindungan harta secara hukum.

Islam juga mengakui kepemilikan bersama (syrkah) dan kepemilikan negara. Kepemilikan bersama diakui pada bentuk-bentuk kerjasama antar manusia yang bermanfaat bagi kedua belah pihak dan atas kerelaan bersama. Kepemilikan Negara diakui pada asset-asset penting (terutama Sumber Daya Alam) yang pengelolaannya atau pemanfaatannya dapat mempengaruhi kehidupan bangsa secara keseluruhan.

2.4. METODE MEMPEROLEH DAN MEMBELANJAKAN HARTA

Untuk memperoleh harta dapat ditempuh dengan beberapa cara dengan prinsip sukarela, menarik manfaat dan menghindarkan mudarat bagi kehidupan manusia, memelihara nilai-nilai keadilan dan tolong menolong serta dalam batas-batas yang diizinkan syara’(hukum ALLAH)

Di antara cara memperoleh harta dapat disebutkan yang terpenting:

a. Menguasai benda-benda mubah yang belum menjadi milik seorang pun.

b. Perjanjian-perjanjian hak milik seperti jual-beli, hibah (pemberian/.hadiah), dan wasiat

c. Warisan sesuai dengan aturan Islam

d. Syuf’ah, hak membeli dengan paksa atas harta persekutuan yang dijual kepada orang lain tanpa izin para anggota persekutuan yang lain.

e. Iqtha, pemberian dari pemerintah

f. Hak-hak keagamaan seperti bagian zakat, bagi ‘amil, nafkah istri, anak, dan orang tua.

Cara memperoleh harta yang dilarang ialah yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut di atas, yaitu memperoleh harta dengan cara-cara yang mengandung unsur paksaan dan tipuan yang bertentanga dengan prinsip sukarela, seperti merampas harta orang lain, menjual barang palsu, mengurangi ukuran dan timbangan, dan sebagainya. Kemudian memperoleh hartanya dengan cara yang justru mendatangkan mudharat/keburukan dalam kehidupan masyarakat, seperti jual beli ganja, perjudian, minuman keras, prostitusi,dan lain sebagainya. Atau memperoleh harta dengan jalan yang bertentangan dengan nilai keadilan dan tolong menolong, seperti riba, meminta balas jasa tidak seimbang dengan jasa yang diberikan. Juga menjual barang dengan harga jauh lebih tinggi dari harga yang sebenarnya, atau bisa dikatakan mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Mengenai pembelanjaan harta, Islam mengajarkan agar membelanjakn hartanya mula-mula untuk mencukupkan kebutuhan dirinya sendiri, lalu untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang menjadi tanggungannya, barulah memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam pemenuhan kebutuhan ini, Islam mengharamkan bermegah-megah dan berlebih-lebihan (Israf dan mubazir). Karena sifat ini cenderung kepada penumpukan harta yang membekukan fungsi ekonomis dari harta tersebut.

Untuk itulah pada satu takaran tertentu harta dikenai wajib zakat. Zakat merupakan implementasi pemenuhan hak masyarakat dan upaya memberdayakan harta pada fungsi ekonomisnya.

Ringkasnya, aturan dalam memperoleh harta dan membelanjakan harta, didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

1. Prinsip Sirkulasi dan perputaran. Artinya harta memiliki fungsi ekonomis yang harus senantiasa diberdayakan agar aktifitas ekonomi berjalan sehat. Maka harta harus berputar dan bergerak di kalangan masyarakat baik dalam bentuk konsumsi atau investasi.sarana yang diterapkan oleh syari’at untuk merealisasikan prinsip ini adalah dengan larangan menumpuk harta, monopoli terutama pada kebutuhan pokok, larangan riba, berjudi, menipu.

2. Prinsip jauhi konflik. Artinya harta jangan sampai menjadi konflik antar sesama manusia. Untuk itu diperintahkan aturan dokumentasi, pencatatan/akuntansi, al-isyhad/saksi, jaminan (rahn/gadai).

3. Prinsip Keadilan. Prinsip keadilan dimaksudkan untuk meminimalisasi kesenjangan sosial yang ada akibat perbedaan kepemilikan harta secara individu. Terdapat dua metode untuk merealisasikan keadilan dalam harta yaitu perintah untuk zakat infak shadaqah, dan larangan terhadap penghamburan (Israf/mubazir).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menegur:

يَقُولُ الْعَبْدُ: مَالِي! مَالِي!

إِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلاَثٌ: مَا أَكَلَ فَأَفْنَى

أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى

وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ.

Seorang hamba berkata: “Hartaku! Hartaku!”

Sesungguhnya yang menjadi (harta) miliknya tidak lain hanya tiga:

(1) Apa yang dia makan hingga habis,

(2) Apa yang dipakai hingga lusuh dan

(3) Apa yang dia sedekahkan maka ia disimpan sebagai pahala untuk akhirat.

Apa jua selain itu (bukanlah hartanya kerana) dia akan pergi (mati)

dan meninggalkannya kepada manusia.[3]

Muslim dalam Shahihnya, hadis no: 2959 (Kitab al-Zuhud wa al-Raqa’iq).

Bahaya harta, tergantung sifat dan perbuatan kita terhadapnya:

1. Lebih banyak harta, lebih keras hisabnya

Nabi SAW bersabda, ”Harta sebagai kenikmatan yang akan dimintai pertanggungan jawabnya.” (Tirmidzi, Ibnu Majah)

Allah SWT berfirman, ”Kemudian pasti kamu akan ditanya tentang semua nikmat yang telah kamu rasakan di dunia.” (At-Takatsur:8)

Sabda Nabi SAW, ”Halalnya dunia itu hisab dan haramnya itu adzab.” (Ibnu Abidunya)

2. Timbul penyakit cinta dunia dan melalaikan Akherat

Sabda Nabi SAW, ”Kemanisan dunia adalah kepahitan akherat. Dan pahitnya dunia adalah manisnya akherat.” (Thabrani, Baihaqi, Hakim)

Sabda Nabi SAW lainnya, ”Cinta dunia adalah induk segala kesalahan.” (Baihaqi)

Pada hakikatnya semua harta yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah. Sebagaimana dalam firmanNya :

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( Q.S Al Baqarah 284 )

Orang – orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. dan kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). ( Q.S Al – Maidah : 18 )

Orang – orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.( Q.S Al Baqarah : 120 )

Konsekwensi logis dari ayat di atas adalah:

  1. Manusia bukanlah pemilik mutlak tapi dibatasi oleh hak – hak Allah, maka wajib baginya untuk mengeluarkan sebagian kecil hartanya untuk berzakat dan ibadah lainnya.
  2. Harta perorangan boleh digunakan untuk umum dengan syarat pemiliknya memperoleh imbalan yang wajar.
  3. Cara – cara pengambilan manfaat harta mengarah kepada kemakmuran bersama. Pelaksanaannya dapat diatur oleh masyarakat melalui wakil – wakilnya

Pada dasarnya harta mempunyai sifat yang saling bertolak belakang. Kadang-kadang dapat menyelamatkan pemiliknya, namun tak sedikit pula mencelakakan. Oleh sebab itu Islam telah mengatur bagaimana caranya seorang muslim dapat memanfaatkan harta yang dimilikinya itu agar berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat. Belumlah lengkap jika harta itu hanya dinikmati untuk kepentingan duniawi dan sama sekali tidak berpengaruh pada kehidupan akhirat. Keduanya harus mendapat porsi yang seimbang.

Harta bukanlah suatu tujuan hidup. Bukan suatu sebab untuk mencapai kebahagiaan. Kalau seseorang menempatkan harta sebagai tujuan hidup dan menganggap segalagalanya, maka ia akan sering mendapatkan kesulitan daripada kedamaian hati.

Tujuan hidup adalah melaksanakan suatu kewajiban-kewajiban. Adapun harta benda yang kita miliki merupakan sarana untuk mendukung pelaksanaan kewajiban-kewajiban itu. Kita beribadah perlu harta. Orang tak akan bisa membangun masjid, menyantuni yatim piatu, berzakat dan bersedekah dan berangkat haji tanpa didukung oleh sarana harta benda.

Kadang-kadang orang menjadi tergila-gila oleh harta benda. Ia membanting tulang dan memeras keringat, tak kenal siang atau malam, tak kenal kawan atau lawan asal tujuannya tercapai. Kalau harta sudah didapat, Ia ingin lebih banyak lagi… dan ingin terus bertambah. Kesibukannya memburu harta membuat dirinya lupa terhadap kewajiban. Ibadahnya menjadi malas. Bahkan hatinya menjadi kikir. Harta yang terkumpul sangat dicintainya sehingga enggan mengeluarkan sedekah atau berzakat. Orang-orang yang demikian ini justru menjadi budak Hartanya sendiri.

Sangatlah beruntung orang kaya yang mampu mengendalikan harta kekayaannya. Dimanfaatkan untuk jalan kebaikan, gemar bersedekah, berzakat, menunaikan ibadah haji, infak, menyantuni yatim piatu dan sebagainya. Semakin banyak hartanya semakin sering pula ia bersyukur kepada ,Allah. Ibadahnya pun menjadi lebih tekun. Orang-orang yang demikian ini sadar kalau harta yang didapatkan semata-mata karena kemurahan Allah sehingga dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Dalam kitabnya, Al Maal Fil Islam, DR. Muhammad Mahmud Bably berpendapat bahwa harta tercela menurut Islam yaitu harta yang dijadikan obyek tujuan, dan bagi pemilik harta menjadikan harta itu sebagai perlindungan terhadap harta yang ditimbunnya atau yang disembunyikannya. Kemudian menahan terhadap orang lain dan pemanfaatan harta yang seharusnya beredar dari tangan yang satu ke tangan lainnya. Sehingga akan timbul sifat kikir atau memejamkan mata. Sebagaimana pula agama Islam melarang sifat yang berlebih-lebihan dan sifat mubadzir, dan Islam mengajak kepada sifat cukup atau seimbang dalam segala hal.

Allah berfirman, “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir tetapi (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

Oleh sebab itu untuk mendapatkan rejeki yang halal, harta yang barokah dan terus bertambah maka mulai sekarang kita harus berhati-hati dalam berikhtiar. Mencari, nafkah atau rejeki itu gampang-gampang susah. Kadang-kadang seseorang sudah berhati-hati, namun suatu ketika Ia lengah sehingga memungut harta yang tidak halal, atau cara mencarinya melanggar syariat Islam.

Sesungguhnya harta yang baik adalah jika diperoleh dari cara yang halal dan dimanfaatkan menurut tempatnya. Sebuah hadis riwayat lbnu Umara ra. dijelaskan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Dunia itu bagaikan tumbuh tumbuhan yang menarik. Barangsiapa yang mencari harta dunia dari harta yang halal, kemudian dibelanjakan sesuai dengan haknya, maka Allah Taala akan memberi pahala dan akan dimasukkan ke surga. Dan barangsiapa yang mencari harta dunia, bukan dari harta yang halal dan dibelanjakan bukan pada haknya, maka Allah akan menempatkan ke dalam tempat yang hina. Dan banyak orang yang ambisi dalam mencari di jalan Allah dan Rasulnya yang masuk ke dalam api neraka pada hari Kiamat.”

Harta itu pada hakikatnya halal. Namun bisa saja berubah menjadi tercela dan mencelakakan pemiliknya. Sebab jika seseorang mencarinya dengan cara yang tidak halal, maka kedudukan harta itu menjadi haram. Apabila harta haram itu dimakan maka sari-sari makanan akan bercampur menjadi darah. Kalau sudah bercampur dengan darah dan setiap saat mengalir ke sekujur tubuh, maka sulitlah seseorang untuk mensucikan sesuatu yang haram itu. Pada akhirnya kelak di akhirat akan menjadi siksaan baginya.

Perlulah disadari bahwa sesungguhnya harta itu pada dasarnya merupakan sarana dan ladang bagi kehidupan akhirat. Barangsiapa yang mendapatkannya dengan cara halal, lalu dimanfaatkan untuk kebaikan, misalnya menafkahi keluarga, sebagian disisihkan untuk fi sabilillah, maka harta akan menjadi sangat bermanfaat. Kelak akan menjadi penolong di akhirat.

Tak sedikit pula orang yang secara berlebih-lebihan beramal sedekah. Ia mendapatkan harta dan cara yang tidak halal, kemudian terkumpul dan menjadi kaya. Jika berzakat diundangnya wartawan untuk mengekspos amalannya itu. Jika menyumbang pembangunan masjid, ia berharap panitia mengumumkannya. Lalu masyarakat memuji-mujinya sebagai orang yang sangata dermawan. Dan ia merasa sangat puas mendengar pujian itu. Maka amalan dan penggunaan harta seperti itu sangat dicela oleh Allah. Selain cara mendapatkan harta itu tidak halal, hatinya juga dicemari oleh riya’, mengharap pujian dari sesama manusia. Itulah yang dimaksudkan dalam hadis bahwa banyak orang yang ambisi mencari jalan Allah namun yang didapatkan hanyalah api neraka.

Harta menurut pandangan Islam merupakan suatu kebaikan; bukan suatu keburukan. Ada sebagian golongan orang yang menilai bahwa harta dunia itu hanyalah menjadi penghalang bagi amal ibadah Mereka Kemudian menghindarinya. Berpakaian compangcamping makan hanya sesuap. Ia lebih banyak berpuasa dan sama sekali tidak memiliki harta yang disimpannya Orang-orang “sufi” menilai lain terhadap harta benda itu sehingga mereka selalu mengaggap sebagai suatu keburukan. Padahal sebenarnya harta benda itu merupakan suatu kebajkan.

Orang-orang yang lemah iman akan menilai, hartanya dengan angka matematika. Mereka hanya menggunakan logika; akalnya. Padahal akal manusia itu tidak menjangkau ilmu dan kehendak Allah. Mereka mengira dengan berperilaku kikir, hartanya akan awet dan tidak berkurang Mereka bekerja keras membanting tulang. Dengan semakin rajin bekerja, hartanya semakin bertambah Akhirnya ia menjadi kikir sekali. Sebab dengan bersikap kikir dia yakin hartanya akan terpelihara Namun jika dibuat untuk bersedekah atau dikeluarkan untuk zakat, menurut perhitungan matematika hartanya akan berkurang.

Mereka lupa bahwa harta atau rejeki itu bukan hanya semata-mata karena jerih payahnya Banyak orang yang bekerja membanting tulang, tetapi yang didapat hanya Sedikit. Ada pula yang bekerja dengan ringan, tanpa mengeluarkan keringat namun kekayaannya semakin banyak. Jadi Allahlah yang sangat berperan dalam memberi harta itu. Manusia hanya berikhtiar saja. Mereka tidak menyadari bahwa harta yang dikeluarkan untuk sedekah itu sesungguhnya tidaklah berkurang, melainkan terus bertambah. Secara logika, hal yang demikian ini tidak dapat dijangkau oleh akal manusia Namun kenyataannya, orang-orang yang gemar bersedekah bukan bertambah miskin, namun hartanya semakin banyak. Orang-orang yang mau berpikir dan punya kadar keimanan tinggi, tentu akan menggunakan harta yang menjadi miliknya itu secara benar. Rasulullah saw, bersabda, “Hanya ada dua hal yang tidak termasuk sifat dengki, yaitu seorang yang diberi harta kemudian terdorong untuk menunaikan secara benar. Dan seseorang yang diberi ilmu oleh Allah kemudian ia menghukumi dengan ilmunya serta mengajarkannya.” HR. Bukhari.

Orang yang tergila-gila terhadap harta benda, menganggap bahwa harta itu adalah segala-galanya. Kecintaannya mengalahkan anak dan istrinya. Bahkan demi harta, tak Sedikit orang mengorbankan akidahnya. Tepatlah jika Allah berfirman bahwa harta benda itu sesungguhnya adalah perhiasan kehidupan dunia bagi orang-orang yang tertipu dan bagi yang suka menjadi budakharta itu sendiri dan mereka yang melupakan perbuatan demi akhirat. Dalam surat Al-Kahfi ayat 46 dijelaskan, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.”

Banyak ayat-ayat di dalam Al-Quran yang menyinggung masalah kesenangan manusia terhadap harta benda. Karena mereka tergila-gila sehingga lupa dan keluar dari tujuan hidup yang sebenarnya. Mereka terlena, mengira dunia adalah kehidupan yang penuh dengan kesenangan-kesenangan. Mereka tidak ingat lagi kalau ada kampung yang lebih kekal yaitu akhirat. Mereka terlena jika kelak ada surga dan neraka. Surga tempat kebahagiaan yang kekal dan neraca tempat siksaan yang tiada berakhir.

Sesungguhnya seorang mukmin tidak dikatakan sebagai mukmin yang sebenar-benarnya kecuali jika dia telah menundukkan dirinya untuk menerima dan menjalankan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara kewajiban paling besar dari kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan, adalah kewajiban menunaikan zakat.

Bahkan kewajiban ini merupakan rukun Islam yang ketiga dan senantiasa diiringkan penyebutannya dengan kewajiban shalat dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu wajib bagi setiap muslim yang terpenuhi pada dirinya syarat-syarat yang mewajibkan zakat untuk menunaikannya. Seperti orang yang memiliki emas atau perak, maka wajib baginya untuk mengeluarkan zakatnya apabila emas dan perak yang dimilikinya telah mencapai nishab serta setelah melewati haul (yaitu satu tahun) juga masih mencapai nishab. Adapun besarnya zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5% (dua setengah persen) dari berat emas atau perak yang dimilikinya.

Begitu pula orang yang memiliki uang senilai nishab emas atau perak, maka wajib untuk dikeluarkan zakatnya apabila setelah satu tahun jumlah uang yang dimilikinya masih mencapai nishab. Namun apabila uang yang dimilikinya tidak pernah mencapai nishab maka tidak ada kewajiban untuk dikeluarkan zakatnya, meskipun dia mendapatkan gaji setiap bulannya.

Begitu pula jika uang yang dimilikinya telah mencapai nishab, namun sebelum satu tahun uang tersebut (sebagian atau seluruhnya) telah dipakai sehingga tidak lagi mencapai nishab atau sebelum melewati satu tahun si pemilik uang tersebut meninggal dunia, maka tidak ada kewajiban untuk dikeluarkan zakatnya. Adapun lebih lengkapnya tentang hal-hal yang berkaitan dengan zakat maka bisa dipelajari atau ditanyakan dalam majelis-majelis ilmu.

Kewajiban zakat, memiliki faedah dan maslahat yang besar. Di antaranya adalah sebagai bentuk bantuan kepada fakir miskin dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Begitu pula, untuk membersihkan jiwa orang yang mengeluarkannya sehingga memiliki sifat kasih sayang, kepedulian, serta terbebas dari sifat yang tercela seperti bakhil, kikir, dan semisalnya. Disamping itu, kewajiban zakat ini juga bisa menghilangkan pada diri fakir miskin sifat iri, dengki, serta menginginkan apa yang dimiliki orang lain. Sehingga dengan ditunaikannya kewajiban zakat ini, akan terwujud hubungan yang penuh kasih sayang dan saling menghormati terutama di antara orang yang kaya dengan fakir miskin.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam firman-Nya:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, yang dengan zakat itu kamu akan membersihkan mereka (dari akhlak yang jelek) dan menyucikan mereka (sehingga memiliki akhlak yang mulia) serta berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(At-Taubah:103)

Termasuk juga dari hikmahnya adalah bahwa kewajiban zakat akan menjadi sebab bertambahnya atau semakin barakahnya harta orang yang mengeluarkannya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan apa saja yang kamu keluarkan (di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala), maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Saba’:39)

Ketahuilah bahwasanya seorang muslim yang mengingkari kewajiban zakat, sebagaimana diterangkan para ulama, dia dihukumi sebagai orang kafir yang keluar dari agamanya. Adapun orang yang meyakini kewajibannya namun tidak mau mengeluarkan zakat karena bakhil atau pelit, maka dipaksa untuk mengeluarkannya zakatnya.

Namun apabila dipaksa juga tidak bisa dilakukan, maka penguasa berhak untuk memeranginya, sebagaimana hal ini telah dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu‘anhum.

Demikian hukuman bagi orang yang tidak mau mengeluarkan zakatnya di dunia. Bahkan mungkin pula Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menimpakan berbagai musibah sebagai hukuman lainnya atas mereka di dunia. Adapun hukumannya di akhirat, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah sebutkan di dalam firman-Nya:
وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا ءَاتَاهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Maka janganlah sekali-kali orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi, dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Ali ‘Imran: 180)

Berkaitan dengan ayat ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ آتَاهُ اللهُ مَالاً فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيْبَتَانِ يُطَوِّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ (يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ) ثُمَّ يَقُوْلُ: أَنَا مَالُكَ، أَنَا كَنْزُكَ…

“Barangsiapa yang diberi harta oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala namun tidak mau menunaikan zakatnya, pada hari kiamat hartanya akan dijadikan sebagai ular jantan yang aqra’ (banyak mengandung racun pada kepalanya), yang berbusa pada kedua sudut mulutnya. (Ular itu) dikalungkan pada lehernya pada hari kiamat, kemudian akan mencengkeram (tangan orang tersebut) dengan kedua rahangnya kemudian berkata: ‘Aku hartamu, aku harta simpananmu…’.” (HR. Al-Bukhari)

Di dalam ayat lainnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ. يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, serta tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah harta benda kalian yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri. Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kalian simpan itu’.” (At-Taubah: 34-35)

Ayat ini pun telah dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalamsabdanya:
مَا مِنْ صَاحِبِ ذََهَبٍ وَلاَ فِضَّةٍ لاَ يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلاَّ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِيْ ناَرِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِيْنُهُ وَظَهْرُهُ، كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيْدَتْ لَهُ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيُرَى سَبِيْلُهُ، إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ

“Tidaklah orang yang memiliki emas ataupun perak, yang tidak menunaikan haknya darinya (mengeluarkan zakatnya) kecuali pada hari kiamat nanti akan dijadikan lempengan-lempengan dari neraka kemudian dipanaskan di dalam neraka lalu dibakarlah dahi, lambung, dan punggungnya. Setiap lempengan itu dingin, akan dipanaskan kembali (untuk menyiksanya) pada hari yang satu hari ukurannya 50.000 tahun, sehingga diputuskan hukuman di antara hamba. Maka diketahui jalannya, ke surga atau ke neraka.” (Muttafaqun ‘alaih, dan ini lafadz Al-ImamMuslimrahimahullahu)

Sebagimana ibadah yang lainnya, zakat juga merupakan kewajiban yang telah ditetapkan aturannya di dalam syariat. Baik yang berkaitan dengan jenis harta yang harus dizakati maupun orang-orang yang berhak menerimanya. Oleh karena itu, tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk menetapkannya dari dirinya sendiri tanpa ada landasan dari Al-Qur’an ataupun hadits yang shahih. Seperti menetapkan adanya zakat pada harta yang berupa rumah, tanah, kendaraan, dan yang semisalnya, padahal tidak ada dalil yang menunjukkan hal tersebut. Meskipun hal ini bukan berarti tidak menganjurkan pemiliknya untuk bersedekah membantu meringankan saudaranya yang tidak mampu. Bahkan hal ini tentunya sangat dianjurkan. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala akan bersama dengan orang-orang yang berbuat baik.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan dalam haditsnya:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اللَهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُوْلُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tidaklah ada satu hari pun yang seorang hamba berada di dalamnya kecuali pada pagi harinya turun dua malaikat, salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah kepada orang yang bersedekah pemberian yang lainnya.’ Sedangkan yang satunya lagi mengatakan: ‘Ya Allah, berikanlah kepada orang yang tidak bersedekah kehancuran apa yang dimilikinya.” (Muttafaqun ‘alaih)
Adapun tentang siapa saja yang berhak menerima zakat, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan di dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, para muallaf (yang dilembutkan) hati mereka (untuk menerima Islam), untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang terlilit hutang, untuk orang-orang yang berjihad, dan untuk musafir yang mendapatkan kesulitan dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 60)

Dari ayat tersebut, kita mengetahui bahwa orang yang kaya atau telah mampu untuk memenuhi kebutuhannya sehari-harinya untuk makan, minum, serta tempat tinggal dan semisalnya, tidak boleh baginya untuk menerima zakat.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ سَأَلَ النَّاسَ تَكَثُّرًا فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا، فَلْيَسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ

“Barangsiapa meminta-minta kepada orang untuk memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya tidaklah yang dia minta kecuali bara api. Maka mungkin dia meminta sedikit atau dia meminta banyak (tergantung sebanyak apa dia memintanya).” (HR. Muslim)

Disamping itu, menurut pendapat sebagian besar para ulama, zakat juga tidak boleh diberikan untuk pembangunan masjid, madrasah serta untuk membiayai acara-acara taklim atau pengajian, dan yang semisalnya.

Jangan sampai kita menyalahgunakan harta zakat atau membuat aturan baru terkait dengan kewajiban yang mulia ini. Bahkan kita harus senantiasa ingat bahwa sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun sejelek-jelek perkara adalah aturan ibadah yang diada-adakan, dan perbuatan tersebut adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.

2.5. Ayat-Ayat Al Qur’an Beserta Artinya dan Tafsir Yang Menerangkan Tentang Harta

QS. ALI IMRAN

Ayat : 186

* žcâqn=ö7çFs9 þ’Îû öNà6Ï9ºuqøBr& öNà6Å¡àÿRr&ur  ÆãèyJó¡tFs9ur z`ÏB z`ƒÏ%©!$# (#qè?ré& |=»tGÅ3ø9$# `ÏB öNà6Î=ö6s% z`ÏBur šúïÏ%©!$# (#þqä.uŽõ°r& ”]Œr& #ZŽÏWx. 4 bÎ)ur (#rçŽÉ9óÁs? (#qà)­Gs?ur ¨bÎ*sù šÏ9ºsŒ ô`ÏB ÏQ÷“tã ͑qãBW{$# ÇÊÑÏÈ

Artinya :

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. jika kamu bersabar dan bertakwa, Maka Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

TAFSIR AL-QUR’AN

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw, dan pengikutnya akan ujian sebagaimana mereka telah uji dengan kesulitan di peperangan Uhud. Mereka akan diuji lagi mengenai harta dan dirinya. “sesungguhnya kamu akan diuji mengenai hartamu dan dirimu. Kamu akan berkorban dengan hartamu menghadapi musuhmu untuk menjunjung tinggi jerajat umatmu. Kamu akan meningkatkan perjuangan yang mengakibatkan hilangnya keluarga, teman-teman seperjuangan yang dicintai untuk membela yang hak. Kamu akan difitnah oleh orang yang diberi kitab dan dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Kamu akan mendengar dari mereka hal-hal yang menyakitkan hati, mengganggu ketentraman jiwa seperti fitnah zina yang dilancarkan oleh mereka terhadap siti’aisyah. Ia tertinggal dari rombongan Nabi saw ketika kembali dari satu peperangan, disuatu tempat karena mencari kalungnya yang hilang, kemudian datang safwan bin Mu’atta menjemputnya. Orang-orang yang munafik menuduh ‘Aisyah berzina dengan safwan.

TAFSIR AL- MISBAH

Perlu digarisbawahi dari redaksi ayat di atas, bahwa Allah menjadikan ujian dalam hal yang berkaitan dengan agama, sebagai ujian yang paling berat. Harta dan jiwa, pada tempatnya dikorbankan, jika agama telah tersentuh kehormatannya.

Di atas dikemukakan bahwa ayat ini mengandung hiburan. Hal ini dapat diuraikan dari dua segi. Yang pertama, karena ayat ini menetapkan bahwa ujian merupakan keniscayaan untuk semua orang. Sehingga siapa yang dihadapkan pada ujian , hendaknya dia menyadari bahwa dia bukan orang pertama dan terakhir mengalaminya. Ujian dan bencana yang dialami banyak orang akan menjadi lebih ringan dipikul dibandigkan bila ujian itu menimpa seorang. Yang kedua, penyampaian tentang keniscayaan ujian, merupakan persiapan mental menghadapinya, sehingga kedatangannya yang telah terduga itu, menjadikannya lebih ringan untuk dipikul.

QS : AL-ANFAL

Ayat : 28

(#þqßJn=÷æ$#ur !$yJ¯Rr& öNà6ä9ºuqøBr& öNä.߉»s9÷rr&ur ×puZ÷GÏù žcr&ur ©!$# ÿ¼çny‰YÏã íô_r& ÒOŠÏàtã ÇËÑÈ

Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar

TAFSIR AL-QUR’AN

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan pula agar supaya kaum muslimin mengetahui bahwasanya harta dan anak-anak mereka itu adalah cobaan. Maksudnya ialah bahwa Allah memberikan harta benda dan anak-anak yang banyak itu menambah ketaqwaan kepada Allah. Menyukuri nikmatnya serta melaksaanakan hak dan kewajiban seperti yang telah ditentukan Allah. Apabila seseorang muslim di berikan harta kekayaan oleh Allah kemudian ia mensyukuri nikmat itu dengan membelanjakan menurt ketentuan-ketentuan Allah berarti memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah di tentukan Allah terhadap mereka. Tetapi apabila dengan kekayaan yang mereka peroleh kemudian mereka bertambah tamak dan berusaha menambah kekayaannya dengan cara yanng tidak khalal serta enggan menafkahkan hartanya berarti orang yang demikian ini adalah orang yang mengingkari nikmat Allah.

TAFSIR AL-MISBAH

Dan ketahuilah, bahwa harta kamu sedikit atau banyak dan demikian juga anak-anak kamu hanyalah hal-hal yang dijadikan oleh Allah sebagai cobaan untuk menguji kesungguhan kamu mensyukuri nikmat Allah dan memenuhi panggilan Rasul. Ia juga menjadi cobaan untuk melihat kesungguhan kamu menyerahkan amanat yang beriman dititipkan manusia kepada kamu. Karena itu jangan sampai anak dan harta menjadikan kamu melanggar, sehingga kamu mendapat siksa, dan ketahuilah bahwa kalau bukan sekarang, maka sebentar lagi kamu akan memperoleh ganjaran sebagai imbalan kesyukuran kamu karena sesungguhnya di sisi Allah terdapat pahala yang amat besar.

QS AL-MA’ARIJ

Ayat : 24-25

šúïɋ©9$#ur þ’Îû öNÏlÎ;ºuqøBr& A,ym ×Pqè=÷è¨B ÇËÍÈ È@ͬ!$¡¡=Ïj9 ÏQrãósyJø9$#ur ÇËÎÈ

Artinya :

(24).  Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, (25).  Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

TAFSIR AL-QUR’AN

Dismping mengerjakan salat untuk mengingat dan menghambakan diri kepada Allah, manusia memperintahkan agar selalu meneliti harta yang telah dianugrahkan Allah kepadanya; apakah dalam harta itu telah atau belum ada hak orang miskin yang meminta-minta, dan orang miskin yang tidak mempunyai sesuatu apa pun. Jika ada hak mereka, segera mengeluarkan hak itu. Karena dia percaya bahwa selama ada hak orang lain dalam hartanya itu, berarti hartanya belum lagi suci, Allah SWT. Berfirman: ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.

TAFSIR AL-MISBAH

Ayat-ayat di atas menyatakan bahwa: dan orang-orang dalam harta mereka ada hak yakni bagian tertentu yang mereka peruntukkan bagi orang-orang yang butuh yang meminta dan yang tidak mempunyai apa-apa tetapi enggan dan malu meminta dan juga orang-orang yang mempercayai keniscayaan hari pembalasan, sehingga mempersiapkan bekal.

Sementara ulama memahami makna baqqun ma’lum atau hak tertentu dalam arti zakat, karena zakat adalah kewajiban yang telah tertentu kadarnya. Ulama lain memahaminya dalam arti kewajiban yang ditetapkan sendiri oleh yang bersangkutan selain zakat dan yang mereka berikan secara suka rela dan jumlah tertentu kepada fakir miskin. Ini karena ayat di atas dikemukakan dalam konteks pujian, dan tentu saja pendapat kedua ini lebih menonjol sifat terpujinya. QS :

AT-TAUBAH

Ayat : 103

õ‹è{ ô`ÏB öNÏlÎ;ºuqøBr& Zps%y‰|¹ öNèdãÎdgsÜè? NÍkŽÏj.t“è?ur $pkÍ5 Èe@|¹ur öNÎgø‹n=tæ ( ¨bÎ) y7s?4qn=|¹ Ö`s3y™ öNçl°; 3 ª!$#ur ìì‹ÏJy™ íOŠÎ=tæ ÇÊÉÌÈ

Artinya :

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

TAFSIR AL-QUR’AN

Menurut riwayat Ibnu Jarir bahwa Abu Lubabah dan kawan-kawannya yang mengikatkan diri ditiang-tiang masjid dating kepada Rasulullah SAW seraya berkata: Ya Rasulullah, inilah harta benda kami yang merintangi kami untuk turut berperang. Ambillah harta itu dan bagi-bagikanlah, serta mohonkanlah ampun untuk kami atas kesalahan kami. Rasulullah menjawab: Aku belum diperintahkan untuk menerima hartamu itu, maka turunlah ayat ini. Perintah Allah SWT pada permulaan ayat ini dituinjukan kepada Rasul- Nya, yaitu agar Rasullullah SAW mengambil sebagian dari harta benda mereka itu sebagai sedekah atau zakat, untuk menjadi bukti tentang benarnya taubat mereka, karena sedekah atas zakat tersebut akan membersihkan diri mereka dari dosa yang timbul karena mangkirnya mereka dari peperangan dan untuk mensucikan diri mereka dari sifat “ cinta harta” yang mendorong mereka untuk mangkir dari peperangan itu. Selain itu sedekah atau zakat tersebut akan membersihkan diri mereka pula dari semua sifat-sifat jelek yang timbul karena harta benda, seperti kikir, tamak, dengki, dan sebagainya.

TAFSIR AL-MISBAH

Menurut Ulamah perintah ayat ini sebagai perintah wajib atas penguasa untuk memungut zakat. Tetapi mayoritas ulamah memahaminya sebagai perintah sunnah. Ayat ini juga menjadi alasan bagi ulamah untuk menganjurkan para penerima zakat agar mendoakannya setiap yang memberi zakat dan menitipkannya untuk disalurkan kepada yang berhak.

Allah berfirman “Allah menerima taubat dari hamba-hambanya dan mengambil sedekah-sedekah ”mengisyaratkan bahwa kehidupan atau hubungan timbale balik hendaknya didasarkan oleh take and give. Memang, dalm kehidupan nyata, hal tersebut seyogyanya terjadi, yakni sebanyak anda menerima, sebnyak itu pula anda memberi.

QS : AZ-ZARIYAT

Ayat 19

þ’Îûur öNÎgÏ9ºuqøBr& A,ym È@ͬ!$¡¡=Ïj9 ÏQrãóspRùQ$#ur ÇÊÒÈ

Artinya :

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.

TAFSIR AL-QUR’AN

Ayat ini menjelaskan bahwa di samping mereka melaksanakan shalat yang wajib dan sunnah, mereka juga selalu mengeluarkan infaq fisabilillah dengan mengeluarkan zakat wajib atau sumbangan derma atau sokongan sukarela karena mereka memandang bahwa harta-harta mereka itu ada hak fakir miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta bagian karena merasa malu untuk meminta.

Ibnu jarir meriwayatkan sebuah hadist dari Abu hurairah ra bahwa Nabi Muhammad saw pernah menerangkan siapa yang tergolong orang miskin itu. Dengan sabdanya yang berarti’’ Bukanlah orang miskin itu yang dapat ditolak atau disuruh pulang dengan pemberian sebiji atau dua biji kurma atau sesuap atau dua suap makanan. Beliau ditanya,’’(jika demikian). Siapakah yang dinamakan miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang tidak mempunyai apa yang diperlakukan dan yang tidak dikenal tempatnya sehingga tidak diberikan sedekah kepadanya itulah orang yang mahrum tidakdapat bagian”. 265)

Di dalam Al-qur’an terdapat tiga kelompok ayat yang selalu berdampingan tidak dapat dipisahkan yaitu perintah untuk shalat dan mengeluarkan zakat. Perintah supaya taat kepada Allah dan Rasullnya, dan perintah untuk bersyukur kepada Allah dan kedua ibu bapak. Setelah Allah SWT menerangkan sifat-sifat orang yang bertakwa, maka Allah menjelaskan bahwa mereka itu melihat dengan hati nurani tanda-tanda kekuasaan Allah pada alam kosmos. Pada alam semesta yang melintang disekelilingnya, di bumi dan di langit sehingga memiliki ketenangan jiwa sebagai tanda seorang yang sudah makrifat kepada Allah SWT.

TARSIR AL-MISBAH

Ayat diatas mengisyaratkan tiga keistimewaan siapa yang dilukiskan sifatnya disini. Pertama mereka hanya tidur sedikit di waktu malam pada saat orang biasanya tidur. Ini mereka isi dengan ibadah kepada Allah SWT antara lain dengan salat tahajud. Yang kedua, setelah malam akan berakhir yakni menjelang subuh mereka beristighfar. Ini mengisyaratkan betapa besar rasa takut mereka kepada Allah, kendati ibadah mereka sudah sedemikian banyak. Dan yang ketiga adalah mewajibkan atas diri mereka sendiri pengeluaran harta di mana orang biasannya kikir mengeluarkan yang diwajibkan atasnya.

QS AN-NISA’

Ayat : 29

$yg•ƒr’¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãYtB#uä Ÿw (#þqè=à2ù’s? Nä3s9ºuqøBr& Mà6oY÷t/ È@ÏÜ»t6ø9$$Î/ HwÎ) br& šcqä3s? ¸ot»pgÏB `tã <Ú#ts? öNä3ZÏiB 4 Ÿwur (#þqè=çFø)s? öNä3|¡àÿRr& 4 ¨bÎ) ©!$# tb%x. öNä3Î/ $VJŠÏmu‘ ÇËÒÈ

Artinya :

29.  Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

TARSIR AL-QUR’AN

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan pula bagaimana seharusnya setiap orang yang beriman bersikap terhadap hak-hak dan milik orang lain. Allah SWT melarang mengambil harta orang lain dengan jalan yang batil(tidak benar), kecuali dengan perniagaan yang suka sama  suka.

Menurut ulama tafsir, larangan memakan harta orang lain dalam ayat ini mengandung pengertian yang luas dan dalam, antara lain :

  1. Agar islam mengakuai adanya hak milik perorangan yang berhak mendapatkan perlindungan dan  tidak dapat diganggu gugat.
  2. Hak milik perorangan itu apabila banya, wajib dikeluarkan zakatnya dan kewajiban lainnya untuk kepentingan agama, negara dan sebagainya.
  3. Sekalipun seseorang mempunyai harta yang banyak dan banyak pula orang yang memerlukannya dari golongan –golongan yang memerlukannya dan golongan-golongan yang berhak menerima zakatnya, tetapi harta orang itu tidak boleh diambil begitu saja tanpa seijin pemiliknya atau tanpa menurut prosedur yang sah.

Kemudian Allah menerangkan bahwa mencari harta di bolehkan dengan cara berniaga atau berjual beli berdasar suka sama suka tanpa suatu paksaan. Karena jual beli yang dilakukan dengan paksaan tidak sah walaupun ada bayaran atau penggantinya.

Kemudian ayat 29 ini diakhiri dengan penjelasan : bahwa Allah melarang orang-prang yang beriman memakan harta yang batil dan membunuh orang lain atau membunuh diri sendiri itu karena kasih sayang Allah kepada hamba Nya,demi kebahagiaan hidup mereka di dunia dan akhirat.

TAFSIR AL-MISBAH

Allah mengigatkan, wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan, yakni memperoleh harta yang merupakan sarana kehidupan kamu, di antara kamu dengan jalan perniagaan yang berdasarkan kerelaan di antara kamu, kerelaan yang tidak melanggar ketentuan agama. Karena harta benda mempunyai kedudukan di bawah nyawa, bahkan terkadang nyawa dipertaruhkan untuk memperoleh atau mempertahankankannya, maka pesan ayat ini selanjutnya adalah dan janganlah kamu membunuh diri kamu sendiri, atau membunuh orang lain secara tidak hak karena orang lain adalah sama dengan kamu, dan bila kamu membunuhnya kamupun terancam dibunuh, sesungguhnya Allah terhadap kamu Maha penyayang.

QS : AL-ANFAL

Ayat : 28

(#þqßJn=÷æ$#ur !$yJ¯Rr& öNà6ä9ºuqøBr& öNä.߉»s9÷rr&ur ×puZ÷GÏù žcr&ur ©!$# ÿ¼çny‰YÏã íô_r& ÒOŠÏàtã ÇËÑÈ

Artinya :

Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

TAFSIR AL-QUR’AN

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan pula agar supaya kaum muslimin mengetahui bahwasanya harta dan anak-anak mereka itu adalah cobaan. Maksudnya ialah bahwa Allah   memberikan harta benda dan anak-anak yang banyak itu menambah ketaqwaan kepada Allah. Menyukuri nikmatnya serta melaksaanakan hak dan kewajiban seperti yang telah ditentukan Allah. Apabila seseorang muslim di berikan harta kekayaan oleh Allah kemudian ia mensyukuri nikmat itu dengan membelanjakan menurt ketentuan-ketentuan Allah berarti memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah di tentukan Allah terhadap mereka. Tetapi apabila dengan kekayaan yang mereka peroleh kemudian mereka bertambah tamak dan berusaha menambah kekayaannya dengan cara yanng tidak khalal serta enggan menafkahkan hartanya berarti orang yang demikian ini adalah orang yang mengingkari nikmat Allah.

TAFSIR AL-MISBAH

Kegembiraan itu dilukiskan oleh Nabi Muhammad saw. Dalam satu ilustrasi’’ Seorang musafir di tengah padang pasir kehilangan unta dan bekalnya. Letih sudah dia mencari, sampai harapannya pupus, dan dia tertidur di bawah naungan sebuah pohon. Tapi, ketika matanya terbuka, tiba-tiba dia menemukan di hadapannya unta dan bekalnya yang hilang itu. Betapa gembiranya, sampai-sampai sambil memegang kendali untanya, dia berseru keseleo lidah, “Wahai Tuhan, Engakau hambaku dan aku Tuhan-Mu.” Kegembiraan Allah menerima taubat hamba-Nya, melebihikegembiraan sang musafir. Demikian sabda Nabi saw. Sebagai diriwayatkan oleh pakar hadits Imam Muslim.

QS AL-BAQOROH

Ayat : 188

Ÿwur (#þqè=ä.ù’s? Nä3s9ºuqøBr& Nä3oY÷t/ È@ÏÜ»t6ø9$$Î/ (#qä9ô‰è?ur !$ygÎ/ ’n<Î) ÏQ$¤6çtø:$# (#qè=à2ù’tGÏ9 $Z)ƒÌsù ô`ÏiB ÉAºuqøBr& Ĩ$¨Y9$# ÉOøOM}$$Î/ óOçFRr&ur tbqßJn=÷ès? ÇÊÑÑÈ

Artinya :

188.  Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu Mengetahui.

TAFSIR AL-QUR’AN

Pada ayat ini allah melarang agar jangan memakan harta orang lain dengan jalan yang batil. Yang dimaksud dengan “memakan”disini ialah mempergunakan atau memanfaatkan sebagaimana yang biasa dipergunakan dalam bahasa arab dan bahasa lainnya dan yang dimaksud dengan “batil”ialah dengan cara yang tidak menurut hukum yang telah ditentukan Allah.

Para ahli tafsir mengatakan banyak hal-hal yang dilarang, yang termasuk dalam lingkungan bagian pertama dari ayat ini , antara lain :

  1. Memakan Riba’
  2. Menerima zakat bagi orang yang tidak berhak menerimanya
  3. Makelar-makelar yang melaksanakan penipuan terhadap pembeli atau penjual

Kemudian pada ayat ke dua atau bagian terakir dari ayat ini Allah SWT melarang membawa urusan harta kepada hakim dengan maksud untuk mendapatkan sebagian harta dari orang lain dengan caa yang batil, dengan menyogok atau memberikan sumpah palsu atau saksi palsu.

Rasulullah saw bersabda :

Artinya :

“sesungguhnya saya adalah manusia, dan kamu membawa perkara untuk saya selesaikan. Barangkali diantara kamu ada yang lebih pintar berbicara sehingga saya memenangkannya, berdasarkan alasan-alasan yang kedengarannya baik ”maka barang siapa yang mendapatkan keputusan hukum dari saya untuk mendapatkan bagian dari harta saudaranya (yang bukan haknya)kemudian ia mengambil harta itu, maka ini berarti saya memberikan sepotong api neraka kepadanya” (mendengar ucapan itu)keduanya saling bertangisan dan masing-masing berkata : saya bersedia meng ihlaskan harta bagian saya untuk teman saya. Lalu Rosulullah memerointahkan : “pergilah kamu berdua dengan penuh dengan rasa persaudaraan dan lakukanlah undian dan terimalah bagianmu masing-masing menurut hasil undian itu dengan penuh keihlasan.”

Kesimpulan :

  1. Tidak boleh memakan harta orang lain dengan cara yang tidak sah
  2. Tidak boleh menyogok dan menerima sogokan untuk memperoleh sesuatu yang tidak sah, dan membuat sumpah palsu dan menjadi saksi palsu.

TAFSIR AL-MISBAH

Salah satu yang terlarang, dan sering dilakukan dalam masyarakat, adalah menyogok. Dalam ayat ini diibaratkan dengan perbuatan menurunkan timba ke dalam sumur untuk memperoleh air. Timba yang turun tidak terlihat oleh orang lain, khususnya yang tidak berada di dekat dumur. Penyogok menurunkan keinginannya kepada yang berwenang memutuskan sesuatu, tetapi secara sembunyi-sembunyi dan dengan tujuan mengambil sesuatu secara tidak ah. Janganlah kamu memakan harta kamu di antara kamu dengan jalan yang batil dan menurunkan timbamu kepada hakim, yakni yang berwenang memutuskan, dengan tujuan supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta orang lain itu dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu telah mengetahui buruknya perbuatan itu.

Sementara ulama memahami penutup ayat ini sebagai isyarat tentang bolehnya member sesuatu kepada yang berwenang bila pemberian itu tidak bertujuan dosa, tetapi bertujuan mengambil hak pemberi sendiri. Dalam hal ini, yang berdosa adalah yang menerima bukan yang member. Demikian tulis al-Biqa’I dalam tafsirnya. Hemat penulis, isyarat yang dimaksud tidak jelas bahkan tidak benar, walau ada ulama lain yang membenarkan ide tersebut sepertia ash-Shan’ani dalam buku hadistnya, Subul as-salam

QS AL-MUNAFIQUN

Ayat : 9

$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw ö/ä3Îgù=è? öNä3ä9ºuqøBr& Iwur öNà2߉»s9÷rr& `tã ̍ò2ό «!$# 4 `tBur ö@yèøÿtƒ y7Ï9ºsŒ y7Í´¯»s9’ré’sù ãNèd tbrçŽÅ£»y‚ø9$# ÇÒÈ

Artinya :

(9). Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.

TAFSIR AL-QUR’AN

Allah SWT menerangkan bahwa janganlah karena kesibukan mengurus harta benda yang memperhatikan persoalan anak-anak menyebabkan manusia itu lalai dari kewajiban kepada Allah atau tidak memuanaikan kewajiban yang telah diwajibkan atasnya. Hendaknya perhatian mereka itu terhadap dunia dan akhirat seimbang, sebagaimana tertuang dalam sebuah Asar, yang artinya kerjakanlah urusan duniamu, seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya, dan kerjakanlah urusan akhiratmu, seakan-akan mati pada esok harinya.7)

Allah SWT bersabda yang artinya “tiadalah lebih baik diantara kamu orang yang meninggalkan dunianya untuk akhiratnya, dan tidak pula (orang meninggalkan) akhiratnya karena urusan dunianya, sehingga ia melakukan kedua-duanya, karena sesungguhnya dunia itu jalan ke akhirat dan janganlah kamu sekalian menjadi beban atas manusia.72)

Disini letak keistimewaan dan keunggulan agama yang dibawa oleh junjungan kita Nabi Muhammadsaw yaitu agama islam. Agama yang tidak menghendaki umatnya matrialistis, yang semua pikiran dan usahannya hanya ditujukan untuk mengumpulkan kekayaan dan kenikmatan dunia, seperti halnya orang-orang yahudi. Agama yang tidak pula membenarkna umtnyahanya mementingkan akhirat saja, tenggelam dalam kerohanian, menjauhkan diri dari kelezatan hidup, membujang terus dan tidak kawin sebagaimana halnya orang-orang nasrani.

Allah berfirman dalam ayat yang bersamaan, yang artinya “katakanlah;” siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkannya untuk hamba-hambanya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?”.73) dan dalam ayat yang lain pula Allah berfirman yang artinya “Hai anak adam pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.

Allah swt menegaskan pada akhir ayat ini bahwa orang-orang yang sangat mementingkan urusan dunia dan meninggalkan kebahagiaan akhirat, berarti telah mengundang murka Allah. Mereka akan merugi karena menukar sesuatu yang kekal abadi dengan sesuatu yang akan fana dan hilang lenyap.

QS AT-TAGHABUN

Ayat 15

!$yJ¯RÎ) öNä3ä9ºuqøBr& ö/ä.߉»s9÷rr&ur ×puZ÷GÏù 4 ª!$#ur ÿ¼çny‰YÏã íô_r& ÒOŠÏàtã ÇÊÎÈ

Artinya :

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.

TAFSIR AL-QUR’AN

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa cinta terhadap harta anak adalah cobaan. Kalau kita tidak hati-hati, akan mendatangkan bencana. Tidak sedikit orang, karena cintannya yang berlebihan kepada harta dan anaknya., berani berbuat yang bukan-bukan, melanggar ketentuan agama. Dalam ayat ini harta didahulukan dari anak Karena ujian dan bencana harta itu lebih besar, sebagaimana firman Allah dalam ayat yang lain yang artinya “ Ketahuila! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas karena dia melihat dirinya serba cukup.104)

Kalau manusia itu dapat menahan diri, tidak akan berlebih cintannya kepada harta dan anaknya, tetapi cintannya kepada Allah lebih besar daripada cintanya kepada yang lainnya. Maka ia akan mendapat pahala yang besar dan berlipat ganda.

TAFSIR AL-MISBAH

Kata fitnah yang penulis terjemahkan dengan ujian, dipahami oleh Thahir ibn ‘Asyur dalam arti “kegoncangan hati serta kebingungannya akibat adanya situasi yang tidak sejalan dengan siapa yang menghadapi situasi itu.” Karena itu ulama ini menambahkan makna sabab (penyebab) sebelum kata fitnah yakni harta dan anak-anak dapat menggoncangkan hati seseorang. Ulama ini kemudian member contoh dengan keadaan Rasull saw. Yakni satu ketika beliau sedang melakukan khutbah Jum’at, tiba-tiba cucu beliau Sayidinna al-Hasan dan Sayyidina al-Husain ra. Dating berjalan terbata-bata, terjatuh lalu berdiri. Maka rasul saw. Turun dari mimbar dan menariknya lalu beliau membaca “innama Amwalukum Wa auladukum ftnah” dan bersabda; “Aku melihat keduannya, dan aku tidak sabar”, kemudian setelah itu beliau melanjutkan khutbah beliau (HR. Abu daud melalui Buraidah)

BAB III

KESIMPULAN

  • Istilah HARTA, atau al-mal dalam al-Qur’an maupun Sunnah tidak dibatasi dalam ruang lingkup makna tertentu, sehingga pengertian al-Mal sangat luas dan selalu berkembang. Kriteria harta menurut para ahli fiqh terdiri atas : pertama,memiliki unsur nilai ekonomis.Kedua, unsur manfaat atau jasa yang diperoleh dari suatu barang.
  • Pandangan Islam mengenai harta dapat diuraikan sebagai berikut:
  • Pertama, Pemiliki Mutlak terhadap segala sesuatu yang ada di muka bumi ini adalah ALLAH SWT.
  • Kedua, status harta yang dimiliki manusia adlah sebagai berikut :1. harta sebagai amanah (titipan) dari Allah SWT. Manusia hanyalah pemegang amanah karena memang tidak mampu mengadakan benda dari tiada.2. Harta sebagai perhiasan hidup yang memungkinkan manusia bisa menikmatinya dengan baik dan tidak berlebih-lebihan ( Ali Imran: 14). Sebagai perhiasan hidup harta sering menyebabkan keangkuhan, kesombongan serta kebanggaan diri.(Al-Alaq: 6-7). 3. Harta sebgai ujian keimanan. Hal ini menyangkut soal cara mendapatkan dan memanfaatkannya, apakah sesuai dengan ajaran Islam atau tidak (al-Anfal: 28) 4. harta sebagai bekal ibadah, yakni untuk melaksankan perintahNyadan melaksanakan muamalah si antara sesama manusia, melalui zakat, infak, dan sedekah.(at-Taubah :41,60; Ali Imran:133-134).
  • Ketiga, Pemilikan harta dapat dilakukan melalui usaha (‘amal) ataua mata pencaharian (Ma’isyah) yang halal dan sesuai dengan aturanNya. (al-Baqarah:267)
  • Keempat, dilarang mencari harta , berusaha atau bekerja yang melupakan mati (at-Takatsur:1-2), melupakan Zikrullah/mengingat ALLAH (al-Munafiqun:9), melupakan sholat dan zakat (an-Nuur: 37), dan memusatkan kekayaan hanya pada sekelompok orang kaya saja (al-Hasyr: 7)
  • Kelima: dilarang menempuh usaha yang haram, seperti melalui kegiatan riba (al-Baqarah: 273-281), perjudian, jual beli barang yang haram (al-maidah :90-91), mencuri merampok (al-Maidah :38), curang dalam takaran dan timbangan (al-Muthaffifin: 1-6), melalui cara-cara yang batil dan merugikan (al-Baqarah:188), dan melalui suap menyuap (HR Imam Ahmad).
  • Di antara cara memperoleh harta dapat disebutkan yang terpenting: a. Menguasai benda-benda mubah yang belum menjadi milik seorang pun. b. Perjanjian-perjanjian hak milik seperti jual-beli, hibah (pemberian/.hadiah), dan wasiat. c. Warisan sesuai dengan aturan Islam. d. Syuf’ah, hak membeli dengan paksa atas harta persekutuan yang dijual kepada orang lain tanpa izin para anggota persekutuan yang lain. e. Iqtha, pemberian dari pemerintah. f. Hak-hak keagamaan seperti bagian zakat, bagi ‘amil, nafkah istri, anak, dan orang tua.
  • Ayat-Ayat Al Qur’an Harta QS. ALI IMRAN Ayat : 186, QS : AL-ANFAL Ayat : 28, QS AL-MA’ARIJ Ayat : 24-25 QS. AT-TAUBAH Ayat : 103, QS : AZ-ZARIYAT Ayat 19, QS AN-NISA’ Ayat : 29, QS : AL-ANFAL Ayat : 28, QS AL-BAQOROH Ayat : 188, QS AL-MUNAFIQUN Ayat : 9, QS AT-TAGHABUN Ayat 15.

06/25/2010 Posted by | Uncategorized | 6 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 945 pengikut lainnya.