BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus sp.)

Pendahuluan

Dalam kehidupan manusia jamur atau cendawan dapat mendatangkan keuntungan maupun kerugian. Manfaat langsung, misalnya beberapa jamur dapat dijadikan bahan makanan, seperti jamur merang, jamur kuping, jamur kancing, jamur sitake dsb. Manfaat tidak langsung yaitu banyak jamur yang menjadi bagian di dalam pembuatan obat-obatan tradisional (misalnya jamu) atau obat-obatan modern. Jamur yang tergolong bermanfaat tidak langsung, antara lain: bolets, supa kakabu didalam ramuan jamu ataupun obat gosok atau balur, sedangkan yang sudah popular sejak ribuan tahun adalah jamur ling-zhie dalam bentuk serbuk, pil, kapsul ataupun produk olahan didalam ramuan obat tradisional. Selain mendatangkan keuntungan, beberapa jenis jamur juga merugikan, misalnya sebagai penyebab penyakit pada tumbuhan, hewan maupun manusia. Pertumbuhan jamur pada bambu ataupun kayu yang dijadikan bahan bangunan juga merugikan karena dapat mengakibatkan kerusakan.

Secara luas, cendawan diidentifikasi berdasarkan sifat fase seksualnya menjadi empat kelas utama, yaitu Ascomycetes, Basidiomycetes, Phycomycetes, dan fungi Imperfecti (cendawan tidak sempurna). Jamur adalah fungi berfilamen dengan Ascomycetes dan, Basidiomycetes. Perbedaan utama kelompok tersebut adalah bahwa spora seksual Ascomycetes berkembang dalam sebuah kantong asci dan tersebar ketika dinding asci pecah. Basidomycetes menghasilkan struktur yang berbeda, yaitu basidum tempat spora seksual terbentuk dan tersebar. Karena tidak mengandung klorofil, jamur tidak melakukan fotosintesis, dan karena itu tergantung pada sumber energi lain. Beberapa jenis jamur bersifat parasit, yang lain saprofit dan sebagian lagi hidup bersimbiosis dengan tanaman lain. Sebagian besar jamur membentuk fruiting bodies (tubuh jamur) di atas tanah (epigeal), pada jamur lain, fruiting bodies terbentuk di bawah tanah (hipogeal). Spesies saprofit memperoleh makanan dari bahan organik tak hidup. Umumnya, cendawan tersebut menghasilkan fruiting bodies (ascocarp dan basidiocarp), dan disebut jamur pada saat kondisi suhu, kelembaban, dan hara spesifik terpenuhi.

Tidak semua jamur dapat dimakan, ada jamur yang tidak baik-santap dan atau beracun. Sebelum dimakan jamur harus diidentifikasi dan diperiksa keamanannya. Dari spesies yang baik-santap, sebagian dibudidayakan sedang yang lain dikumpulkan dari alam liar. Jamur yang ditemukan di alam liar telah dikonsumsi selama berabad-abad, dan hampir dimanapun dianggap sebagai makanan lezat yang mahal harganya. Karena ketidakpastian akan keberadaan dan produksinya di alam liar, jamur ini tidak dianggap sebagai sumber pangan pokok dan dapat diandalkan. Jamur umumnya merupakan pelengkap hidangan yang disukai karena tekstur dan aromanya. Bergantung pada frekuensi dan jumlah yang dikonsumsi, jamur dapat merupakan sumber gizi yang penting.

Dari 2000 spesies jamur yang dapat dimakan hanya sekitar 25 jenis yang dibudidayakan sebagai bahan pangan manusia. Jamur yang sudah dibididayakan dan dikembangkan manusia sebagai berikut:

Nama Umum Spesies
Jamur abalon

Pleurotus abalonus

Jamur kepala beruang Hericium erinaceus
Jamur tanah hitam Tuber melanosporum
Jamur kancing/ champignon Agaricus bisporus/ A. bitorquis
Jamur bulan/ canterele Cantharellus cibarius
Smut jagung Ustilago maydis
Jamur gajih/ Enoki/enokitake Flammulina velutipes
Jamur kompos Agaricus campestris
Jamur kepala monyet Hericium coralloides
Morel Morchella hortensis/ M. esculenta, dll
Nameko Pholiota nameko
Jamur tiram Pleurotus ostreatus dan spesies lain
Jamur pinus Tricholama matsutake
Jamur gimbal Coprinus fumetarius
Jamur kayu/shitake Lentinula edodes
Jamur merang/padi Volvariella volvacea
Jamur stropharia Stropharia rugoso-annualata
Jamur kulit pernis/ Lingzhi Ganoderma lucidum
Jamur kuping putih/ perak Tremella fuciformis
Jamur kuping kayu Auricularia polytricha

Sebagai bahan makanan jamur mengandung banyak vitamin, seperti tiamin (vitamin B1, riboflavin (vitamin B2) niasin, vitamin C, biotin dsb. Selain itu juga mengandung mineral seperti: K, P, Ca, Cu, Mg serta beberapa unsur mikro lainnya.

Botani Jamur Tiram (kerang)

Jamur tiram atau fruiting bodies cendawan, memiliki tudung (pileus) mirip kulit kerang dengan bilah lembaran-lembaran tipis pada permukaan bawahnya, tempat spora disebarkan, dan letaknya yang eksentrik pada batangnya (stipe). Bagian bawah yang berwarna putih dan melekat pada media adalah miselium.

Pertumbuhan miselium optimum terjadi pada suhu sekitar 27ºC. namun respon perkembangan tubuh buah jamur terhadap suhu memang berbeda-beda menurut spesies dan strain. Kelompok strain suhu tinggi lebih menyukai suhu 25-30ºC dan kelompok strain suhu rendah optimum pada suhu 12-15ºC.

Miselium sangat toleran terhadap CO2 dan akan tumbuh pada lingkungan yang mengandung 15-20% CO2, tetapi tubuh buah tidak toleran terhadap kondisi ini. Pada kadar CO2 lebih tinggi dari 0,06% batang jamur akan memanjang dan pertumbuhan tudung buah berkurang atau terhambat.

Kelembaban udara juga mempengaruhi pertumbuhan bibit, miselium dan badan buah. Kelembaban udara berkisar antara 80-90, kalau kurang maka substrat akan mengering dan pertumbuhan badan buah akan terganggu atau terhambat.

Cahaya kurang penting untuk pertumbuhan miselium, bahkan pertumbuhan miselium lebih baik pada kondisi gelap. Namun cahaya sekalipun dalam waktu singkat diperlukan dalam perkembangan primodia, absennya cahaya akan mengurangi besarnya tudung dan intensitas cahaya rendah akan menyebabkan tudung berwarna pucat.

Budidaya Jamur Tiram

Berdasarkan tingkat produksi di dunia, maka jamur tiram merupakan urutan nomor 6 setelah jamur kuping. Negara penghasil tiram adalah Cina, Taiwan, Jepang, Thailand, Pakistan, Indonesia, Singapura, Jerman, dan Nederland. Di Indonesia sejak awal tahun 1980 an perusahaan jamur telah berdiri yaitu jamur shitake, jamur kuping, dan jamur tiram. Dalam skala menengah ke atas dengan produksi rata-rata per hari antara 100-250 kg jamur segar. Walaupun kendala utama yang harus dihadapi adalah langkanya tenaga terampil, kurangnya bibit yang baik, penguasaan teknologi terbatas, modal yang terbatas serta pangsa pasar.

Hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya jamur tiram menyangkut faktor penentu, antara lain lokasi dengan ketinggian dan persyaratan lingkungan tertentu, sumber bahan baku untuk media tanam atau substrat, dan sumber bibit (kalau mungkin bibit unggul), juga sarana dan prasarana yang memadai.

Bagi para pemula sebaiknya tidak membuat log sendiri, karena membutuhkan investasi besar dan biasanya karena kurang terampil resiko kontaminasi pada saat penbuatan media tinggi, bisa lebih dari 5%. Padahal menurut ketentuan, nilai kontaminasi kurang dari 3%.

Budidaya jamur ini umumnya menggunakan kantong silinder, tabung atau blok (batang kayu yang pres). Batang kayu alami kadang masih digunakan, meskipun jarang. Banyak macam produk limbah pertanian atau industri bisa digunakan antara lain: serbuk gergaji, jerami, limbah kapas, bagas tebu, daun pisang, tongkol jagung, dan koran bekas. Semua bahan tersebut sering digunakan dan biasanya ditambah nutrisi lain seperti dedak, jagung, kapur, dan pupuk.

Bibit jamur yang ditanam pada media memerlukan waktu 3-4 minggu untuk menyempurnakan penetrasi. Dengan budidaya dalam plastik pembungkus biasanya dibuka dan medium diterangi. Penyiraman yang tepat sangat penting selama periode pertumbuhan jamur karena dapat menjadi banyak flush (panen raya atau bersamaan)

Dalam pengendalian hama penyakit pada budidaya jamur ini banyak dilakukan secara preventif, dengan mengisolasi media yang terkontaminasi jamur lain pada tempat tersendiri. Sedangkan dengan menjaga keberhasilan di dalam dan lingkungan sekitar kumbung jamur, maka hama akan terkontrol. Adapun hama yang sering dijumpai adalah rayap, lalat, siput tanpa cangkang (slug), nematoda, dan tungau.

Panen jamur dilakukan sebelum tepi tudung mulai mengeriting, dengan dicabut dari medium, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati, agar tudumg tidak pecah dan media tidak terbawa. Jamur tiram sangat mudah keringdan umur pasca panennya pendek jika tidak disimpan pada suhu rendah dan kelembaban tinggi. Jamur yang tidak dikonsumsi segar diolah melalui pengeringan udara atau pengalengan dalam larutan garam.

Keuntungan Komparatif

Suatu keunggulan yang spesifik dari jamur bila dibandingkan tanaman lain maupun dalam mengubah selulosa atau lignin menjadi polisakarida dan protein yang bebas kolesterol. Jamur tersebut umumnya jamur kayu (jamur tiram) dan jamur merang. Oleh karena itu sebagian masyarakat tertentu memiliki jenis jamur tersebut sebagai variasi menu makanan sehari-hari untuk menghindari kadar kolesterol yang tingggi dalam darah, sehingga dapat mengurangi serangan darah tinggi (stroke) yang dapat muncul sewaktu-waktu. Aspek keuntungan lain yang nyata bila dibandingkan dengan bahan makanan dari makanan lain adalah nilai gizi, khususnya protein berkisar antara 10,5-30,4; lemak 1,6-2,2; serat 7,5-8,7; Thiamin 4,8 mg/100 g BK; Riboflavin 4,7mg; Niasin 105,8 mg; Calsium 33 mg; Fosfor 134,8 mg; Besi 15,2 mg dan Na 83,7 mg.

Jamur-jamur tersebut dapat diolah sebagai makanan dalam bentuk segar atau kering ataupun makanan ringan, seperti kripik, krupuk, dan chiki jamur. Contoh bentuk olahan dalam bentuk segar adalah botok jamur, pepes jamur, soto, sup tumis, bakso, abon, bakwan dll.

Sumber Pustaka:

1.         Tahir Pasribu, dkk, 2002, Aneka Jamur Unggulan yang Menembus Pasar. PT Gramedia. Jakarta.

2.        suriawiria U, 2000, Sukses Beragrobisnis Jamur Kayu (Shitake, Kuping, Tiram). Penebar Swadaya. Jakarta.

3.        Vincent E.R dan Mas Yamaguchi, 1999, Sayuran Dunia Jilid 3. ITB. Bandung.

Berbagai Macam Formula dalam Budidaya Jamur

1.      Formula 1

Serbuk gergaji kayu ……………………………………………   10.000 g

Bekatul …………………………………………………………..     1.000 g

Gipsum ………………………………………………………….         150 g

Kapur ……………………………………………………………           50 g

TSP ………………………………………………………………          50 g

2.      Formula 2

Serbuk gergaji kayu ……………………………………………   10.000 g

Bekatul …………………………………………………………..          50 g

Tepung jagung …………………………………………………            4 g

Magnesium sulfat ………………………………………………             1g

Kalsium sulfat ……………………………………………………         10 g

pH media ……………………………………………………….        5,0-5,5

3.      Formula 3

Serbuk gergaji kayu ……………………………………………   10.000 g

Sisa kapas atau sisa kertas …………………………………..         100 g

Bekatul …………………………………………………………..           50 g

pH media ………………………………………………………..              5,0

4.      Formula 4

Serbuk gergaji kayu ……………………………………………           50%

Bekatul …………………………………………………………..             5%

Tepung jagung …………………………………………………              4%

Gips ……………………………………………………………..              1%

Air bersih ………………………………………………………..       50-60%

Ph ………………………………………………………………..        4,5-5,5

Cara Perawatan Jamur Kayu

Media jamur yang dipenuhi dengan miselium siap ditumbuhkan untuk membentuk badan buah. Pembentukan tubuh buah dilakukan dengan membuka plastik pembungkus media, sehingga miselium cukup mendapatkan oksigen.

Pembukaan plastik media dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya:

Ø      Tutup plastik yang terdiri dari ring dan kapas/kertas dilepas dan plastik digulung ke bawah.

Ø      Seluruh bagian atas plastik disayat dan dibuang.

Ø      Pada beberapa sudut disayat untuk membuat lubang tanpa membuka tutup kertas.

Ø      Tutup kertas dibuang tanpa membuka plastik dan ring.

Dua minggu setelah plastik dibuka biasanya akan terbentuk tubuh buah. Tubuh buah jamur yang telah berumur 2-3 hari siap untuk dipanen.

Temperatur, jamur kayu membutuhkan suhu 25-30º C untuk pertumbuhan miselium dan 15-30º C untuk pertumbuhan badan buah. Temperatur 0º C akan menghentikan metabolisme jamur.

Cahaya, cahaya yang dibutuhkan adalah cahaya baur atau tidak langsung, bukan cahaya langsung. Sinar matahari langsung menyebabkan pertumbuhan kurang baik, sinar ini mengandung UV, infra merah yang akan merusak sel jamur.

Kelembaban udara, kelembaban dibutuhkan untuk pertumbuhan miselium dan buah sekitar 60-80%. Sedang untuk pertumbuhan badan buah dikehendaki kelembaban lebih dari 80%. Apabila kelembaban terlalu rendah, penyerapan nutrisi dari media akan terganggu. Kondisi lingkungan yang diinginkan jamur pada berbagai fase tumbuh dapat dilihat pada tabel berikut.

Jenis Jamur

Kondisi Optimal Pertumbuhan

Inkubasi

Growing

Suhu (ºC)

rH (ºC)

Suhu (ºC)

rH (ºC)

Pleurotus abalone

20-25 90-95 18-24 95-100
Pleurotus ostreotus 22-28 90-98 16-22 95-100
Auricularia polytrica 20-25 80-90 28-30 95-100
Lentinula edodes 21-27 95-100 16-18 95-100

Perawatan yang perlu dilakukan selama pertumbuhan buah adalah menjaga ruangan agar lembab dengan melakukan pengabutan.

Pembuatan Keripik Jamur

Bahan untuk bumbu

Bawang putih halus 1 sdm

Garam 1 sdt

Ketumbar halus 1 sdt

Air 250 ml

Bahan campuran tepung

500 g tepung beras

1 bungkus tepung hong kue

1 sdt baking powder

2 bungkus royco/masako

Cara pembuatan

  1. Jamur basah 1 kg dipotong-potong menjadi 2 bagian.
  2. Direndam dalam bumbu 2 menit.
  3. Ditiriskan dan diperas.
  4. Masukkan dalam campuran tepung sampai rata.
  5. Goreng setengah matang dalam minyak yang sudah panas.
  6. Ditiriskan selama 8 jam/1hari.
  7. Goreng lagi sampai matang/kering.

 

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit????

Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan???
Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek?????

Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah?????

Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462

INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA

TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES

PAK ZAIF

03/17/2012 Posted by | Bioteknologi | 3 Komentar

“Stress Pada Ikan”

Stres pada ikan merupakan proses yang sangat kompleks. Terdapat banyak misteri yang mengelilingi penyebab stress pada ikan dan masih banyak konsep tentang stress yang belum jelas. Hampir semua pengetahuan tentang stress ikan berdasarkan hasil penelitian pada ikan-ikan komersial dan masih berkutat pada hal-hal yang sangat mendasar. Ketika publik berbicara tentang stress, selalu tentang tekanan mental dan emosi, namun ternyata stress merupakan konsekuensi dari aktivitas biokimia dan fisiologi. Stress menyebabkan respon internal hormon yang sama terhadap semua hewan vertebrata termasuk ikan. Lalu apa sebenarnya stress itu, apakah mudah untuk didefinisikan? Pertama, Kita harus membedakan antara sumber stress. Yang merujuk pada penyebab stress dan reaksi internal yang menyebabkannya. Definisi sederhana stress pada ikan dapat menyebabkan stimulus yang dibutuhkan untuk respon fisiologi oleh hewan dan upaya untuk beradaptasi dengan rangsangan tersebut.

Stres dapat digambarkan sebagai respon fisiologis untuk stressor. Dengan kata lain, stres adalah kondisi fisiologis internal yang disebabkan oleh kondisi eksternal. Stres juga dapat digambarkan sebagai respon hormonal internal dari sebuah organisme hidup yang disebabkan oleh lingkungan atau faktor eksternal lainnya yang menyebabkan kendisi fisiologis organisme dalam kondisi yang tidak normal. Stres dapat mengganggu keseimbangan fisiologis ikan atau homeostasis dengan mempercepat aliran energi dalam sistem.

Kriteria stress seperti akut atau kronis, parah dan ringan. Tingkat stres yang mempengaruhi setiap ikan tertentu ditentukan oleh parahnya stres, durasi dan kesehatan ikan. Respirasi dalam air membutuhkan konsumsi energi lebih banyak daripada di udara.
Tingkat konsentrasi gas dalam air umumnya bervariasi dan jauh lebih besar daripada di udara. Gerakan ikan dalam air memerlukan lebih banyak energi metabolik. Meskipun ikan dilengkapi organ dengan baik untuk beradaptasi pada lingkungan air, tentunya masih mengkonsumsi sejumlah besar energi metabolik. Stres mempengaruhi ikan dalam dua cara: menghasilkan efek yang mengganggu keseimbangan homeostatik dan menginduksi respon perilaku dan fisiologis adaptif. Seiring dengan pelepasan hormon stres dan perubahan fisiologis dan kimia, lalu diikuti dengan modifikasi perilaku. Perubahan ini pada dasarnya adaptif dan berfungsi untuk meningkatkan kelangsungan hidup ketika terancam oleh situasi berbahaya.

Dalam lingkungan alam, respon stress melindungi ikan dan menjamin kelangsungan hidup mereka. Salah satu contohnya adalah ketika pemangsa mengancam ikan. Ketika ikan merasa terancam, respon stress utama adalah untuk melepaskan katekolamin ke dalam aliran darah. Hal ini akan menciptakan dorongan energi yang membantu ikan menghindari atau melarikan diri pemangsa. Stress kronis dapat menyebabkan kehilangan resfon adaptif dan menjadi disfungsional. Ikan menanggapi bahan kimia dan penyebab stres lainnya pada tingkat intensitas jauh di bawah yang dapat dideteksi oleh hewan terrestrial. Ikan lebih sensitif terhadap stres daripada vertebrata lainnya karena homeostasis fisiologisnya terikat erat dan tergantung pada air di lingkungan sekitarnya. Gangguan air dan homeostasis ion selama stres adalah karena hubungan yang sangat dekat antara cairan tubuh dalam insang dan air ambien. Bioavailabilitas bahan kimia yan tinggi dalam air adalah juga merupakan factor penyebab stress. Ikan yang terkena polusi melalui permukaan insang .

Ikan merespon stres pada tiga tingkatan. Respon stres ini terintegrasi meliputi: tingkat primer, sekunder dan tersier. Tanggapan utama adalah pelepasan hormon stres, corticosteriods dan katekolamin, ke dalam aliran darah. Respons sekunder adalah efek dari hormon-hormon pada tingkat sel termasuk mobilisasi dan realokasi energi, gangguan osmotik dan peningkatan denyut jantung, pengambilan oksigen dan transfer. Tanggapan tersier melampaui tingkat sel untuk seluruh binatang. Ini menghambat respon kekebalan, reproduksi, pertumbuhan dan kemampuan untuk mentolerir stres tambahan. Respon hormon stres internal pada ikan memiliki banyak kesamaan dengan yang mamalia. Indikator yang paling banyak diterima dari stres adalah tingkat kortisol plasma darah. Dua tindakan utama kortisol pada ikan adalah mengatur keseimbangan hydromineral atau osmotik dan metabolisme energi. Beberapa mempertimbangkan peran corticosteriods akan melindungi tubuh dari mekanisme pertahanan tubuh yang berlebihan.

Hormon kortikosteroid dan katekolamin dilepaskan sebagai respon terhadap stresor dalam upaya untuk beradaptasi atau menghindari penyebab stres. Meskipun kedua jenis hormon stres yang dilepaskan ke aliran darah merupakan bagian dari respon stress yang terintegrasi untuk stres akut dan kronis namun mereka memainkan peran yang berbeda. Katekolamin atau CA adalah hormon utama dirilis untuk merespon “fight or flight” terhadap stres akut. Corticosteriods, didominasi kortisol, hormon utama yang dirilis dalam menanggapi stres kronis. Hormon katekolamin epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin) berhubungan dengan reaksi langsung terhadap stres, dan dilepaskan ketika situasi membutuhkan respon balik . Pelepasan hormon katekolamin ke dalam aliran darah menyebabkan peningkatan denyut jantung, gula darah, pernapasan, penyerapan oksigen, dan aliran darah ke insang. Ini mempersiapkan ikan untuk lebih baik dalam mengatasi terhadap ancaman wilayah dan keselamatan. Respon ini biasanya pendek dalam durasi dan dianggap stres akut. Corticosteriods, terutama kortisol, yang berhubungan dengan stres kronis merupakan upaya hewan untuk beradaptasi. Kortisol dilepaskan sebagai respon terhadap semua stres, namun efeknya menjadi lebih besar. Dalam akuarium, faktor-faktor umum yang dapat menyebabkan respon stres kronis akan mencakup hal-hal seperti kualitas air yang buruk, suhu yang tidak tepat, atau racun. Ketika stres terjadi terus-menerus atau kronis dan tidak dapat dihindari, seperti akuarium, respon hormonal dan tingkah laku akan berakhir dan menjadi alat untuk beradaptasi dan mempertahankan kelangsungan hidup. Pada titik ini, respon ikan menjadi maladaptif.

03/11/2012 Posted by | Ekologi Hewan | Tinggalkan komentar

Psikologi Sosial Hewan

Pernahkah anda menyadari suatu hewan ternak, sapi misalnya. Mengapa mereka begitu mudah untuk diperintah sesuai dengan keinginan sang petani atau pemiliknya. Apabila kita menjawab secara logika mungkin jawabanya “karena sapi itukan sudah terlatih setiap hari”. Benarkah sesingkat ini jawabannya?? Bagaimana jika dipandang dari sudut psikologi dari hewan tersebut??

Sapi adalah binatang yang cerdas, selalu ingin tahu, tidak hanya menggunakan instingnya tapi juga pikiran dan perasaannya dalam menghadapi dan mengatasi keadaan yg dihadapinya. Mereka mempunyai daya ingat yang sangat baik, serta kemampuan beradaptasi yang memadai. Dengan memanfaatkan kelebihan tersebut, sapi sangat bisa di latih dan dibiasakan dengan keadaan yg anda inginkan. Perlakukan Sapi secara konsisten, maka mereka akan mengerti apa yang anda inginkan, sebaliknya anda pun akan mengerti apa yang mereka inginkan, sehingga hubungan timbal balik yang harmonis bisa tercipta.

Sapi merupakan hewan yang sangat sosial dan seringkali membentuk hubungan dekat dengan temannya. Seperti contoh ini, “Saat sapi betina bersama pasangan yang ia sukai, tingkat stres dalam hal detak jantung sangat berkurang dibanding saat sapi bersama sapi asing,” papar McLennan. Hasil temuan ini bisa sangat bermanfaat bagi para peternak, termasuk meningkatkan produksi susu dan mengurangi stres pada binatang yang sangat penting bagi kesejahteraan. Oleh karena itu dengan hal seperti itu dapat kita ketahui bahwa bukan manusia saja yang bisa mengalami hal-hal seperti itu hewan juga bisa mengalami hal seperti itu sehingga hal tersebut termasuk dalam psikologi hewan yang harus diketahui oleh semua orang termasuk peternak sapi, “Jika tidak”

Stress pada sapi yaitu respon fiologis, psikologis dan perilaku, untuk mengadaptasi dan mengatur tekanan dari dalam maupun luar tubuh. Tekanan ini bisa berupa kejadian, situasi atau suatu obyek yang dilihat sebagai unsur yang menimbulkan stress dan menyebabkan reaksi stress sebagai hasilnya tekanan sangat bervariasi bentuk dan macamnya, mulai dari sumber-sumber psikososial dan perilaku seperti frusstasi, cemas dan kelebihan sumber-sumber bioekologi dan fisik seperti bising, polusi, dan temperatur, dan gizi. Tekanan tersebut secara langsung akan mengakibatkan, penurunan nafsu makan, menghambat kenaikan berat badan, meningkatkan kasus penyakit pernafasan, kotoran menjadi lebih basah, dan pada kondisi yang lebih buruk akan menyebabkan kematian.

Jadi kesimpulannya: tidak hanya manusia tetapi hewan juga punya naluri sosial dan hubungan timbal balik. Jadi perlakukanlah hewan dengan penuh kasih sayang. Bagaimapun juga merekapun makhluk ciptaan Allah SWT yang patut kita lindungi serta kita sayangi.

03/11/2012 Posted by | Ekologi Hewan | Tinggalkan komentar

LOWONGAN GURU BP

Dibutuhkan Lowongan untuk guru BP di SMP PGRI 01 KARANGPLOSO KAB. MALANG, jika berminat segera kirimkan lamaran ke alamat JL P.B SUDIRMAN NO 73 Kec. Karangploso Kab. Malang

03/05/2012 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

INVERTEBRATA / AVERTEBRATA

Semua hewan yang tidak memiliki tulang belakang dikelompokkan dalam Invertebrata (avertebrata). Hewan invertebrata ada yang tersusun oleh satu sel (uniselluler) dimana seluruh aktivitas kehidupannya dilakukan oleh sel itu sendiri. Sedangkan hewan invertebrata yang tersusun oleh banyak sel (multiselluler/metazoa) sel selnya mengalami deferensisasi dan spesialisasi membentuk jaringan dan organ tubuh dan aktivitasnya semakin komplek.

Perkembangan embrio hewan metazoa melalui tahap tahap tertentu. Secara embriologi, hewan ada yang memiliki dua lapisan kulit, hewan demikian dinamakan diploblastik. Untuk hewan yang memiliki tiga lapisan kulit dalam tubuhnya dinamakan triploblastik. Struktur tubuh, dan sistem sistem yang ada pada hewan invertebrata berbeda beda, makin tinggi tingkatannya semakin komplek struktur dan sistem tubuhnya.

  1. A.    PORIFERA

Porifera adalah hewan yang berlubang lubang (berpori), hidup diair tawar, dirawa, dilaut yang dangkal , air jernih dan tenang. Tubuhnya tersusun atas jaringan diploblastik ( dua lapisan jaringan ). Lapisan luar tersusun oleh sel epidermis dan lapisan dalam tersusun atas sel sel leher (koanosit). Tubuh menyerupai vas bunga, memiliki rongga tubuh (spongosol) dan lubang keluar (oskulum), tubuh lunak, permukaannya berpori (ostium).

Porifera memiliki dua lapisan jaringan, yaitu:

a. Lapisan luar, tersusun atas sel sel yang berbentuk pipih, berfungsi sebagai epidermis. Sel ini dinamakan pinakosit.

b. Lapisan dalam, tersusun atas sel sel berbentuk corong dan memiliki flagel. Sel ini dinamakan koanosit.

1. Klasifikasi Porifera

Porifera terdiri atas 4 Kelas, yaitu :

  1. Calcarea

Sel koanosit besar, kerangka tubuh dari CaCO3 , hidup dilaut dangkal.
Contoh : Scypha

  1. Hexactinellida

Tubuh enam cabang atau kurang, rangka dari silikat. Contoh : Pheronema

  1. Demospongiae

Hidup diair tawar, perairan yang terkena cahaya matahari, kerangka tubuh dari silikat,    spongin, atau campuran keduanya. Contoh : Spongia

  1. Selenospongiae

Memiliki spikula yang tersusun atas silikat.

2. Manfaat Porifera

Porifera menguntungkan manusia karena sponnya dapat digunakan untuk alat gosok tubuh. Tubuh Porifera yang mati dapat digunakan sebagai hiasan

B. COELENTERATA

Colenterata merupakan hewan yang memiliki rongga. Termasuk hewan  diploblastik, tubuh simetri radial. Lapisan selnya terdiri dari ektoderm dan endoderm. Antara ekstoderm dan endoderm terdapat mesoglea. Pada tubuh bagian atas terdapat mulut, yang dikelilingi tentakel. Pada permukaan tentakel terdapat knidoblas (sel penyengat / nematosis). Hidup di air tawar maupun air laut.Tubuhnya dapat melekat pada dasar perairan.

Coelenterata memiliki dua bentuk, yaitu :

a. Polip, hidup soliter (menyendiri) tetapi ada yang berkoloni, tidak dapat bergerak bebas,melekat pada dasar perairan.

b. Medusa, dapat menghasilkan dua macam gamet yaitu gamet jantan dan betina. Medusa dapat melepaskan diri dari induk dan berenang bebas didalam air. Bentuk seperti payung dengan tentakel yang melambai lambai.

  1. 1.      Klasifikasi Coelenterata.

Coelenterata dibedakan menjadi 3 Kelas, yaitu :

  1. Hydrozoa

Hidup soliter berbentuk polip, sedang yang berkoloni berbentuk polip dan medusa.

Contoh : Hydra, Obelia, Physalia.

  1. Scyphozoa

Hidup menempel pada dasar perairan, memiliki benuk medusa. Medusa berukuran besar, banyak terdapat ditepi pantai sebagai ubur ubur. Tentakelnya mengandung nematosis yang dapat mengeluarkan racun.

Contoh : Aurelia aurita (Ubur-ubur).

  1. Anthozoa

Sering dinamakan binatang bunga atau anemon laut, tubuh berbentuk polip, hidup diair laut yang jernih. Dapat menghasilkan kerangka yang keras dari kapur. Kerangka inilah yang merupakan batu / terumbu karang. Ada juga yang kerangka luarnya dari zat tanduk.

 Contoh : Anemon, Euplexaura antipathes (Akar bahar).

  1. 2.      Manfaat Coelenterata

Ubur ubur dapat dimakan, anemon laut, mawar laut dapat digunakan sebagai hiasan dalam akuarium.

Dilaut hewan ini membentuk terumbu karang, sebagai tempat berlindung ikan dan tempat wisata.

C. PLATYHELMINTHES ( Cacing pipih)

 Cacing merupakan hewan yang tubuhnya lunak, tidak bercangkang, tubuh simetri bilateral. Hidup dialam bebas, parasit pada organisme. Cacing memiliki tiga lapisan kulit, yaitu :

1. Ektoderm, lapisan luar berkembang menjadi kulit.

2. Mesoderm, lapisan tengah berkembang menjadi otot, dan beberapa organ tubuh.

3. Endoderm, lapisan dalam berkembang menjadi usus.

Tubuh cacing pipih dorsoventral (pipih kearah punggung dan perut), tidak berbuku buku. Tempat hidup disungai, di danau, dilaut , parasit pada tubuh organisme lain.

  1. 1.      Klasifikasi Platyhelminthes.

Platyhelminthes, terdiri dari 3 kelas, yaitu :

  1. Turbellaria (Cacing berbulu getar).

Turbellaria merupakan cacing pipih, dapat bergerak dengan bulu getar. Hidup bebas , diair tawar yang jernih dan belum tercemar.

 Contoh : Planaria

  1. Trematoda (Cacing Isap).

Cacing pipih yang hidup parasit pada hewan dan manusia.Memiliki alat penghisap yang dilengkapi dengan kait untuk melekatkan diri pada tubuh inang. Contoh :

  1. Fasciola

Sering disebut cacing hati, Fasciola hepatica hidup dihati domba dan Fasciola gigantica hidup di hati sapi.

  1. Chlonorchis

Cacing hati yang hidup pada manusia. Banyak terdapat didaerah Cina, Jepang, Vietnam. Cacing dewasa hidup disaluran empedu dan keluar bersama feses. Jika telur termakan siput akan berkembang menjadi sporokista, kemudian menjadi redia. Redia menghasilkan serkaria dan keluar dari tubuh siput, berenang mencari inang ikan air tawar. Serkaria hidup pada otot ikan berupa metaserkaria. Jika ikan yang mengandung metaserkaria dimakan manusia maka metaserkaria akan masuk saluran pencernaan makanan dan akhirnya ke empedu.

  1. Schistosoma

Disebut cacing darah, hidup pada vena. Inang berupa manusia,babi, biri-biri, sapi dan binatang mengerat. Di Indonesia cacing ini ditemukan di Sulawesi.

  1. Cestoda (Cacing Pita)

Cestoda memiliki tubuh pipih, beruas-ruas, kulit dilapisi kitin, parasit pada hewan dan manusia. Ruas-ruas (segmen) tubuh disebut proglotid, setiap proglotid mampu melakukan aktivitas sendiri. Segmen pertama untuk menempel pada usus inang dinamakan skoleks (kepala). Semakin kebelakang proglotid semakin besar dan dewasa.
Contoh : Taenia saginata sebagai inang sementara sapi, Taenia solium sebagai inang sementara babi.

  1. 2.      Manfaat Platyhelminthes

Cacing pipih kebanyakan merugikan bagi manusia. Karena umumnya bersifat parasit.

D. NEMATHELMINTHES

 Tubuh tersusun 3 lapisan (triploblastik),tidak beruas, gilig, pada bagian depan terdapat mulut, ukuran tubuh kecil. Kulit halus dan licin dan dilapisi kutikula. Hidup dialam bebas, air, tanah, parasit pada manusia dan hewan.

Contoh :

  1. Ascaris lumbricoides ( Cacing Usus ).

Hidup dalam usus manusia, kedua ujung meruncing, berwarna merah muda. Cacing jantan kecil dan ekornya bengkok, yang betina besar dan ekor lurus.

  1. Ancylostoma duodenale (Cacing Tambang )

 Cacing ini hidup diusus manusia, menghisap darah penderita, dapat menginfeksi melalui kulit kaki. Ancylostoma duodenale hidup di Afrika, sedangkan Necator americanus hidup di Amerika.

  1. Enterobius vermicularis ( Cacing Kremi )

Disebut juga Oxyuris vermicularis, menyebabkan rasa gatal pada dubur. Penularan mudah sekali dan tidak dperlukan inang perantara.

  1. Trichinella spiralis

Hidup pada usus manusia. Pada usus manusia cacing dewasa dapat menghasilkan larwa yang dapat menembus saluran peredaran darah.

  1. Wuchereria bancrofti (Cacing Filaria )

Disebuit juga cacing Filaria, bentuk gilig memanjang seperti benang. Hidup dalam pembuluh getah bening di kaki, sehingga cacing dapat menyumbat pembuluh limfe. Akibatnya kaki menjadi bengkak dan membesar seperti kaki gajah. Penyakit karena cacing Filaria dinamakan Elephantiasis.

E. ANNELIDA

Bentuk tubuh gilig, memanjang, tersusun atas ruas atau segmen. Segmen segmen yang sama dinamakan metameri. Tubuh tersusun triploblastik. Annelida terdiri 3 kelas, yaitu :

  1. Polychaeta

Cacing ini banyak memiliki rambut, beruas-ruas, tiap ruas memiliki parapodia dan seta, memiliki sadel (klitelum),hidup dilaut. Contoh : Eunice viridis (Cacing Palolo), Lysidice oele (Cacing Wawo)

  1. Oligochaeta

Anggota cacing ini memiliki sedikit seta, sering disebut cacing berambut sedikit. Pada bagian depan terdapat ruas yang warnanya berbeda dinamakan klitelum yang tersusun tiga ruas, didalamnya terdapat kelenjar yang berguna membungkus telur.
Contoh : Pheretima sp. , Lumbricus sp. (keduanya merupakan cacing tanah)

  1. Hirudinea

Merupakan cacing penghisap darah atau golongan lintah, tubuh beruas-ruas, pipih, berwarna hitam kecoklatan,hidup diair dan didarat.
Contoh : Hirudo medicinalis (hidup diair), Haemadipsa javanica (Pacet, hidup didarat).

F. MOLLUSCA

 Tubuh lunak, tidak beruas-ruas, simetri bilateral, memiliki lapisan mantel yang berfungsi memproduksi zat kapur sebagai bahan cangkang, memiliki cangkang atau tidak. Cangkang terbuat dari zat kapur, terletak diluar tubuh, ada juga yang didalam tubuh.

Molusca terdiri 5 kelas, yaitu :

  1. Amphieura

Tubuh pipih, tidak ditemukan bagian kepala , memiliki punggung yang dilindungi cangkang.

Contoh : Chiton, Chaetopleura apiculata, Neomenia carimata

  1. Gastropoda

Bergerak menggunakan perut,tubuh memiliki cangkang yang melintir, kepala dibagian depan, pada bagian kepala terdapat tentakel panjang yang terdapat bintik mata dan tentakel pendek berfungsi sebagai indera pembau dan peraba. Hidup di darat, air tawar, air laut. Bersifat hermafrodit, perkawinan silang. Pembuahan terjadi ditubuh betina.

 Contoh : Achatina fulica (bekicot), Lymnea (siput sawah), Melania (sumpil)

  1. Scaphopoda

Memiliki cangkok berbentuk silinder, kedua ujung terbuka, kaki muncul dari ujung cangkang yang berfungsi untuk menggali pasir. Hidup dilaut, terpendam dipasir atau lumpur.
Contoh : Dentalium vulgare

  1. Bivalvia

Disebut juga Pelecypoda, hewan ini memiliki dua cangkang yang setangkup. Kedua cangkang diikat oleh jaringan ikat yang berfungsi sebagai engsel. Cangkang tersusun atas :

1. Periostrakum : lapisan terluar, tipis, terdiri zat tanduk

2. Prismatik : lapisan tengah, tersusun CaCo3 ¬

3. Nakreas : lapisan terdalam, mengkilap, merupakan lapisan mutiara.

Contoh :

1. Ostrea ( tiram )

2. Panope generosa ( kerang raksasa )

3. Meleagrina ( kerang mutiara )

4. Corbicula ( remis )

5. Anodonta ( kijing )

5. Cephalopoda

Cephalopoda menggunakan kepala sebagai alat gerak, memiliki tentakel pada kepala, terdapat sepasang mata yang tidak berkelopak. Didekat kepala terdapat corong (sifon) yang dapat menyemprotkan air. Pada bagian perut terdapat kantung tinta.
Cephalophoda terdiri dari 2 ordo, yaitu :

1. Tetrabranchiata, contoh : Nautilus

2. Dibranchiata, contoh : Loligo (cumi-cumi), Sepia (ikan sotong), Octopus (gurita)

Manfaat Mollusca

1. Menghasilkan daging sebagai sumber protein.

2. Penghasil mutiara

3. Untuk hiasan

G. ARTHROPODA

 Tubuh bersegmen, alat gerak bersegmen, rangka luar berupa kutikula. Hidup didarat, air tawar, air laut, pohon -pohon, menempel pada hewan piaraan. Arthropoda terdiri dari 4 kelas, yaitu :

  1. 1.      Crustacea (Kelas Udang).

Hidup diair, tubuh terdiri dari kepala-dada (Cephalothorax), badan belakang ( Abdomen).

Contoh :

a. Neptunus pelagicus (rajungan)

b. Portunus sexdentalus (kepiting)

c. Penaeus (udang windu)

d. Cambarus virilis (udang air tawar)

  1. 2.      Arachnoidea

Ditemukan didalam atau dipermukaan tanah, tubuh terdiri kepala-dada, abdomen. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat pedisel (bagian menyempit).

Contoh :

a. Thelyphonus condutus (kalajengking)

b. Araneus (laba-laba)

c. Dermacentor (tungau)

d. Sarcoptes scabies (caplak)

  1. 3.      Myriapoda

Hewan berkaki banyak, tubuh beruas ruas, terdiri dari kepala (caput), perut (abdomen), tidak memiliki dada, ditemukan didalam atau permukaan tanah.

Contoh : Julus terristris (Keluwing), Scolopendra sp.(Lipan).

  1. 4.      Insecta / Hexapoda

Tubuh terdiri atas kepala (caput), dada (thorax), perut (abdomen). Hidup bebas dialam, hidup parasit, dapat beradaptasi dengan segala kondisi.

 

Klasifiksi Insecta / Hexapoda :

  1. Apterygota

Serangga tidak bersayap, tidak bermetamorfosis, kepala, dada, perut tidak jelas perbedaannya, mulut menggigit. Contoh : Lepisma (kutu buku)

  1. Pterygota

Serangga bersayap, terdiri dari beberapa ordo antara lain :

1. Odonata contoh : Capung

2. Orthoptera contoh : Stagmomantis (belalanng sembah)

3. Isoptera/Archiptera contoh: Helmithermes sp.(rayap).

4. Hemiptera contoh : Cimex (kutu busuk), Leptocorisa acuta (walang sangit)

5. Homoptera contoh : Pediculus capitis (kutu kepala)

6. Coleoptera contoh : Dysticus marginalis (kepik air)

7. Lepidoptera contoh : Attacus atlas (Kupu Gajah)

8. Diptera contoh : Musca domestika (lalat rumah), Culex sp.

9. Shiponoptera contoh : Clenocephalus felis (kutu kucinng)

10. Hymenoptera contoh : Apis cerana (lebah madu), Xylocopa sp.

Peran Serangga bagi Manusia :

a. Yang Menguntungkan

1. Lebah madu menghasilkan madu.

2. Ulat sutera, penghasil benang sutera

3. Membantu penyerbukan

4. Pengendali populasi hama secara biologis (serangga predator).

5. Membantu mengurai sampah

b. Yang Merugikan

1. Larva Lepidoptera merusak daun tanaman.

2. Nyamuk dan lalat penular penyakit

3. Walang sangit merusak padi

4. Wereng merusak padi

H. ECHINODERMATA

 Hewan yang memiliki kulit berduri, kulit keras terbuat dari zat kapur maupun kitin, tubuh simetri radial, memiliki lima lengan, mulut dibawah dan anus diatas, hidup dilaut dengan air yang jernih, dan tidak bergelombang.

  1. 1.      Klasifikasi Echinodermata

Echinodermata terdiri atas 5 kelas, yaitu :

  1. a.      Asteroidea

Bentuk seperti bintang, organ organ bercabang kelima lengan, warna hitam, biru kecoklatan, merah jingga. Banyak dijumpai dipantai.

 Contoh : Astropecten irregularis, Crossaster supposus, Culcita sp.

  1. b.      Ophiuroidea

Lengan panjang menyerupai ular, sering disebut bintang ular laut, tidak memiliki anus. Warna kehitam hitaman, terdapat disela sela bebatuan.

 Contoh : Ophiolepsis sp. (Bintang Ular)

  1. c.       Crinoidea

Mirip dengan tumbuhan, memiliki 5 lengan yang bercabang cabang, melekat pada bebatuan.

Contoh : Antedon, Ptilocrinus pinnatus (Lilia Laut)

  1. d.      Echinoidea

Tubuh dipenuhi duri yang terbuat dari zat kapur, ada yang pendek dan ada yang panjang, bentuk bulat, tidak memiliki lengan.

 Contoh : Deadema saxatile (Landak Laut).

  1. e.       Holothuroidea

Tubuh tidak berduri, kulit halus dan lunak, bentuk tubuh seperti ketimun, warna coklat, kehitaman dan putih, banyak dijumpai ditepi pantai.

 Contoh : Holothuria atra (Teripang Hitam)

  1. 2.      Manfaat Echinodermata

1. Bintang laut untuk hiasan.

2. Teripang untuk bahan kerupuk.

3. Sebagai pembersih pantai

02/07/2012 Posted by | Uncategorized | 12 Komentar

GERAK PADA TUMBUHAN

Tumbuhan juga melakukan gerak, tetapi gerak yang dilakukan tumbuhan tidak seperti hewan dan manusia. Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas, biasanya gerakannya tidak berpindah tempat (kecuali yang bersel satu). Bagaimana cara kita membuktikan bahwa tumbuhan juga melakukan gerak? Gerakan yang dilakukan hanya dilakukan oleh bagian tertentu, misalnya bagian ujung tunas, ujung akar, atau bagian lembar daun tertentu kecuali tumbuhan bersel satu. Gerakan tumbuhan dapat diamati dengan adanya pertumbuhan tanaman yang menuju atau ke arah tertentu. Sebagai contoh jika kita menancapkan sebatang kayu atau ranting di dekat tanaman mentimun atau tanaman lain yang merambat, maka selang beberapa waktu ranting kayu tersebut telah dibelit oleh tanaman mentimun atau tanaman yang merambat lainnya. Demikian pula akar-akar yang menembus tanah menuju ke tempat yang lembap atau berair. Peristiwa tersebut merupakan contoh bahwa tumbuhan bergerak. Jadi, gerakan tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan adanya kepekaan terhadap rangsang atau iritabilita yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut. Bagaimana terjadinya iritabilita pada tumbuhan? Seperti makhluk hidup lainnya, tumbuhan juga memiliki kepekaan terhadap rangsang tertentu. Untuk menanggapi rangsangan tersebut tumbuhan melakukan gerakan yang mungkin menuju ke arah rangsang, menjauhi rangsang, atau hanya sekedar melakukan gerak tanpa menunjukkan ke arah tertentu. Gerak pada tumbuhan yang tergolong iritabilita dibedakan menjadi tiga, yaitu tropisme, taksis, dan nasti. Gerakan ini karena pengaruh rangsang dari luar yang disebut gerak esionom.

A.Gerak Esionom
Gerak pada tumbuhan yang termasuk gerak esionom ada tiga macam, yaitu sebagai berikut.
1.Tropisme
Tropisme adalah gerakan dari sebagian tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang dari luar. Jika gerakan tumbuhan tersebut mendekati rangsang disebut tropi positif, tetapi jika gerakan menjauhi rangsang disebut tropi negatif. Berdasarkan jenis rangsangnya, tropisme dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.
a.Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Apabila gerak tumbuhan tersebut menuju ke arah cahaya, berarti tumbuhan tersebut melakukan gerak fototropisme positif. Tetapi apabila gerakan tumbuhan itu menjauhi arah cahaya, maka disebut fototropisme negatif. Sebagai contoh tumbuhan yang melakukan gerak fototropisme positif adalah pertumbuhan tunas tanaman biji-bijian (pada umumnya menuju ke arah cahaya).
b.Kemotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang zat kimia. Jika geraknya mendekati rangsang disebut kemotropisme positif tetapi jika gerakannya menjauhi rangsang disebut kemotropisme negatif.

c.Geotropisme adalah gerakan bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan menuju ke bawah berarti termasuk gerak geotropisme positif. Contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar yang selalu menuju ke bawah atau ke dalam tanah, sedangkan pertumbuhan batang yang selalu mengarah ke atas merupakan contoh gerakan geotropisme negatif.

d.Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan menuju ke arah yang basah atau berair. Arah pertumbuhan mendekati tempat yang berair disebut gerak hidrotropisme positif, sedangkan apabila arah pertumbuhan tanaman menjauhi tempat yang berair disebut gerak hidrotropisme negatif. Salah satu contoh hidrotropisme positif adalah arah pertumbuhan ujung akar di dalam tanah yang selalu menuju ke tempat yang mengandung air.
e.Tigmotropisme adalah gerak dari bagian tumbuhan akibat persinggungan. Contoh sulur markisa yang membelit dan batang mentimun yang membelit tanaman lain

2.Nasti
Nasti adalah gerak dari sebagian tubuh tumbuhan sebagai tanggapan terhadap rangsang yang datang dari luar, tetapi arah gerak tidak ditentukan oleh datangnya rangsang. Nasti dapat dibedakan menjadi enam.
a.Seismonasti adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan sentuhan. Contoh: gerak menutupnya daun putri malu (Mimo pudica) karena disentuh.

b.Niktinasi adalah gerak tidur dari tumbuh-tumbuhan karena adanya rangsang gelap. Contoh: menutupnya daun petai cina, turi, dan si kecut pada saat malam hari.
c.Fotonasti adalah gerak bagian tumbuh-tumbuhan sebagai reaksi terhadap rangsang dari luar yang arah dan pola geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang, melainkan ditentukan oleh struktur tumbuhan sendiri. Contoh: bunga kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis) yang mekar pada siang hari dan menguncup pada malam hari.
d.Termonasti adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh perubahan suhu. Contoh: bunga tulip (di Eropa) mekar jika suhu naik dan menutup jika suhu turun.
e.Haptonasti adalah gerak bagian tumbuhan karena sentuhan. Contoh: daun tumbuhan insektifora, jika ada serangga yang menyentuh, daun menutup, sehingga serangga tertutup daun kemudian dicerna dengan enzim.

f.Nasti kompleks, adalah gerak nasti yang dipengaruhi oleh banyak rangsang yaitu rangsang cahaya, zat kimia, panas, dan air. Gerakan ini terjadi pada proses membuka dan menutupnya stomata.

3.Taksis
Taksis adalah gerak seluruh tubuh tumbuhan karena adanya rangsang dari luar. Berdasarkan rangsang penyebab, taksis dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a.Fototaksis adalah gerak seluruh tubuh tumbuhan karena rangsang cahaya. Contoh: gerak Euglen yang selalu mendekati cahaya.
b.Kemotaksis adalah gerak seluruh tubuh tumbuhan karena rangsang zat kimia. Contoh: gerak sperma- tozoid ke arkegonium pada tumbuhan lumut.

B.Gerak Endonom
Gerak endonom adalah gerak yang disebabkan oleh rangsang dari dalam. Gerak endonom disebut juga gerak otonom atau gerak spontan. Contohnya, gerak kloroplas dalam sel tumbuhan Hydrilla verticillata, pecahnya buah polong-
polongan, membukanya kotak-kotak sporangium tumbuhan paku.

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit????

Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan???
Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek?????

Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah?????

Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462

INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA

TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES

02/05/2012 Posted by | Morfologi Tumbuhan | 20 Komentar

PUBERTAS PADA REMAJA

Berdasarkan usiamu, sekarang kamu telah memasuki tahap remaja. Kamu tentu dapat merasakan adanya perubahan fisik dan tingkah laku yang pasti berbeda dibandingkan sewaktu duduk di sekolah dasar. Semua remaja mengalami pubertas. Pubertas adalah perubahan menjadi dewasa yang ditandai adanya perubahan fisik dan emosional (psikis). Masa pubertas disebut juga akil balig. Pada masa ini telah tercapai kematangan seksual yaitu sistem reproduksi telah mampu membuat sel-sel kelamin (gamet). Hal ini dipengaruhi oleh produksi hormon kelamin dan kelenjar hipofisis. Secara biologis, kamu telah siap untuk bereproduksi, namun belum tentu demikian bila ditinjau
secara segi psikis, sosial, ekonomi, dan lain-lain. Tingkat perkembangan pada setiap orang berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh faktor keturunan, produksi hormon, konsumsi makanan, dan penyakit. Gejala pubertas dapat ditinjau secara fisik dan psikis (kejiwaan/emosional).

1.Pubertas Secara Fisik
Pubertas secara fisik dapat dilihat dari perubahan tubuh, meliputi perubahan tanda kelamin primer dan sekunder. Perkembangan tubuh remaja laki-laki dan perempuan berbeda karena pengaruh hormon yang dihasilkan. Laki-laki menghasilkan hormon androgen, sedangkan perempuan menghasilkan hormon estrogen. Ciri-ciri pubertas secara fisik dapat diuraikan sebagai berikut.
a.Ciri kelamin primer
1)Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan perempuan mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur (ovarium).
2)Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah” yang mengeluarkan sperma atau air mani. Pada perempuan ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.
b.Ciri kelamin sekunder
Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1)Mulai tumbuh jakun.
2)Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.
3)Tumbuh kumis atau jenggot.
4)Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
5)Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
6)Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
7)Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori- pori tampak membesar.
8)Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka.
Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1)Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul.
2)Pinggul melebar.
3)Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
4)Suara lebih nyaring.
5)Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka.
c.Perubahan proporsi tubuh, tampak dari bertambahnya tinggi badan, berat badan, panjang kaki, dan tangan, sehingga ukuran seluruh badan bertambah.

2.Pubertas Secara Psikis
Selain terjadi perubahan secara fisik, pada masa pubertas juga terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi kondisi psikologis dan tingkah lakunya. Ciri-ciri pubertas secara psikis dapat diuraikan sebagai berikut.
a.Mencari identitas diri
Dalam usaha mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan karena dirasa membelenggu kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum dewasa namun remaja tidak mau dikatakan sebagai anak-anak. Remaja sering melakukan hal coba-coba karena rasa ingin tahu yang sangat besar.
b.Mulai tertarik kepada lawan jenis
Masa remaja adalah masa persiapan menuju dewasa. Wajar bila remaja mempunyai ketertarikan dengan lawan jenis. Namun demikian pernikahan pada usia remaja belum diperbolehkan karena secara mental belum siap. Kehamilan pada usia remaja dapat berpengaruh negatif baik pada diri remaja maupun bayi yang dikandungnya.

02/04/2012 Posted by | Uncategorized | 5 Komentar

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RRP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit????

Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan???
Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek?????

Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah?????

Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu  untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462

INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462

TERIMA KASIH DAN SALAM SUKSES

 

PAK ZAIF

01/30/2012 Posted by | Uncategorized | 4 Komentar

BLOG

2.5 Blog

            2.5.1 Definisi Blog

            Blog berasal dari asal kata web log. Web artinya Internet, dan log artinya adalah catatan. Secara harfiah, blog bisa didefinisikan sebagai catatan harian yang ditulis dan dipublikasikan di Internet. Salah satu di antara definisi paling awal tentang blog dicetuskan oleh Rebecca Blood, pemilik blog http://www.rebeccablood.net dan penulis buku The Weblog Handbook, menurut Rebecca blog adalah sebuah halaman web, dengan tulisan terbaru diletakkan di bagian isi paling atas, isinya sering diperbarui – kadang-kadang beberapa kali dalam sehari. Seringkali di sisi dari halaman web tersebut ada sebuah daftar link (tautan) yang merujuk ke halaman sejenis.

Sedangkan beberapa pakar lainnya mengungkapkan hal yang hampir sama mengenai definisi dari blog. Sebagai contoh menurut Lindahl dan Blount (2003). Dalam artikel yang dimuat dalam majalah computer IEEE ini, keduanya menyebutkan  bahwa blog adalah suatu situs yang menggunakan format catatan (log) bertanggal (date and time) yang digunakan untuk menerbitkan informasi secara berkala (periodical).

Enterprise (2008) mengatakan bahwa blog merupakan suatu alat bantu yang sangat potensial untuk meningkatkan intensitas interaksi antara para mahasiswa dengan rekan satu kampus atau dengan blogger serta komunitas lain yang ada di dunia maya.

Sementara itu, Du dan Wagner (2005) mengatakan bahwa blog merupakan teknologi yang mampu memfasilitasi para pelajar untuk mengekspresikan diri secara kreatif, visible (terindeks oleh mesin pencari seperti Google sehingga lebih mudah ditemukan oleh netter yang membutuhkan informasi yang ada dalam blognya), dan accountable (menjaga integrasi dirinya dengan apa yang ditulisnya dalam blog sehingga dapat memerangi tradisi tumpang nama).

            2.5.2 Jenis Blog

Secara umum, blog dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Blog sebagai buku harian

Salah satu jenis tulisan yang banyak terdapat di blog adalah kisah yang dialami oleh penulis dalam kehidupan sehari-harinya. Tulisan tersebut bisa menggambarkan pribadi penulisnya sehingga blog juga bisa berfungsi sebagai buku harian.

2. Blog sebagai linkfest

Salah satu fitur yang terdapat dalam sebuah blog adalah tautan (link) yang memungkinkan penggunannya untuk mencantumkan link-link dari halaman website tertentu. Dengan demikian blog dapat menghubungkan pengunjungnya untuk mengakses alamat situs lain secara lain dari sebuah blog. Hal ini memudahkan para pengguna Internet untuk mendapatkan informasi lebih akurat.

3. Blog sebagai clubhouses

Blog bisa menjadi sebuah wadah perkumpulan untuk orang-orang yang memiliki kesamaan hobi atau paradigma akan suatu hal. Melalui perkumpulan ini setiap orang dapat saling bertukar ide dan pikiran tentang hal-hal yang diminati. Secara tidak langsung blog menjadi media penghubung yang cukup terarah melalui wadah perkumpulan ini.

4. Blog sebagai soapboxes

Opini seseorang mengenai informasi terkini yang sedang tejadi di sekitarnya seringkali dituangkan dalam bentuk tulisan di sebuah blog. Berita tentang teknologi, sosial, politik, dan ekonomi banyak ditemukan di blog sehingga blog menjadi sebuah gudang informasi yang relevan untuk diakses.

5. Blog sebagai newsroom

Blog berperan sebagai media elektronik yang menyebarluaskan berita yang sedang terjadi. Perubahan kecenderungan manusia untuk mengakses berita dari media cetak menjadi media elektronik menjadikan tulisan-tulisan dalam blog sebagai sumber-sumber berita terkini secara online.

            2.5.3 Fitur-fitur Blog

Blog dilengkapi oleh beberapa fitur yang dapat mendukung kegiatan penggunanya dalam blog tersebut. Setiap situs memiliki fitur-fitur yang berbeda dan tidak semua penulis blog membutuhkan setiap fitur yang disediakan. Secara umum, setiap blog memiliki fitur post, komentar, tautan (link), blogroll, sidebar, sindikasi, dan blog aggregator.

1. Post

Post atau entri blog adalah sebuah tulisan yang terpisah dengan tulisan-tulisan lainnya yang ada di dalam blog. Tulisan ini merupakan bagian utama yang menggambarkan isi dari sebuah blog.

2. Komentar

Komentar merupakan fasilitas yang memberi kesempatan bagi para pengunjung sebuah blog untuk memberikan tanggapan mengenai tulisan dalam blog.

3. Tautan (link)

Sebuah tulisan yang menghubungkan antara sebuah halaman website dengan halaman yang lain. Apabila sebuah tautan diklik dengan mouse komputer, maka halaman website baru akan terbuka.

4. Blogroll

Blogroll adalah kumpulan tautan atau link dari halaman blog atau halaman web yang sering dikunjungi oleh pemilik blog.

5. Sidebar

Sidebar merupakan bagian dari sebuah halaman blog yang berada di samping kiri, kanan atau keduanya. Sidebar juga biasanya berisi informasi-informasi tambahan tentang blog milik blogger.

6. Sindikasi

Setiap blog memiliki fasilitas yang disebut RSS (Really Simple Syndication). Dengan menggunakan fasilitas RSS ini, isi dari sebuah blog bisa disindikasi dan dibaca di tempat lain tanpa harus mengunjungi blog tersebut.

7. Blog Aggregator

Blog aggregator adalah sebuah halaman web yang mengambil sindikasi dari blog-blog yang telah dimasukkan di dalamnya, sehingga pada saat blog-blog tersebut menampilkan entri blog terbaru, entri tersebut juga akan tampil di blog aggregator. Biasanya, tujuan dari adanya blog aggregator adalah untuk membuat sebuah komunitas blogger yang memudahkan para anggota komunitasnya untuk saling membaca blog-nya masing-masing.

Semua fitur-fitur tersebut dapat digunakan untuk membangun sebuah blog yang dapat memberi manfaat bagi orang lain dan dapat meningkatkan interaksi sesama manusia di dunia maya. Untuk memudahkan pemahaman tentang struktur dan fitur yang terdapat dalam sebuah blog, penulis akan memberikan contoh tampilan sebuah blog, yaitu www.ayongeblog.com

Gambar 2.2 Struktut Umum Sebuah Blog

            2.5.4 Metode-metode Pengajaran dengan Memanfaatkan Blog

Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan oleh para guru dan siswa dalam memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran alternatif dalam rangka Go Blog Action. Masing masing metode ini menekankan peran guru, sebagai fasilitator pembelajaran, aktif menulis dan mencari sumber informasi dari berbagai sumber (Adri, 2008).

  1. a.      Metode Pertama: Blog Guru sebagai Pusat

Pembelajaran metode ini adalah metode paling sederhana dari pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran dan sangat mungkin diterapkan pada sekolah yang tidak terlalu memiliki fasilitas komputer dan Internet yang memadai. Para siswa tidak perlu membuat blog dan pusing-pusing mengisinya secara rutin karena seluruh topik pembelajaran beserta diskusi dan interaksinya sudah terpusat di satu tempat.

Pada metode ini, para guru harus memiliki blog-nya masing-masing yang akan diisi secara rutin dengan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Melalui fasilitas komentar, para siswa beserta gurunya bisa berdiskusi secara aktif mengenai topik tersebut. Guru dan siswa juga bisa saling memperkaya wawasan dan informasinya masing-masing dengan cara memberi link pada komentar tersebut yang menuju website lain yang relevan dengan materi tersebut.

Selain diisi oleh materi-materi pembelajaran, guru bisa juga memberikan tugas-tugas sekolah bagi para siswa di blog-nya. Tugas-tugas tersebut bisa saja dikerjakan di atas kertas dan dikumpulkan di kelas atau dikumpulkan kembali via Internet. Satu hal yang pasti, para siswa dapat memanfaatkan pencarian informasi di Internet untuk membantunya mengerjakan tugas-tugas tersebut.

               Tidak berhenti hanya di materi pembelajaran dan tugas sekolah, blog juga memungkinkan para penulisnya untuk memasukkan animasi, lagu, video, dan fasilitas multimedia lainnya (Kurniawan, 2008). Guru bisa memanfaatkan beragamnya konten-konten di berbagai website di dunia untuk memberikan variasi dalam proses pembelajaran. Salah satu contoh konkretnya, misalnya, guru bisa menampilkan video yang menarik dan bermanfaat, yang diambil dari YouTube, sebuah situs untuk saling berbagi video dari orang-orang di seluruh dunia.

Untuk mendorong para siswa untuk aktif berdiskusi, guru bisa memberi semacam insentif tambahan nilai bagi para siswa yang aktif di blog gurunya dan memberikan komentar-komentar yang bermanfaat bagi siswa lainnya (Anwas, 2000).

Dengan adanya blog yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja, proses pembelajaran tidak berhenti hanya sampai di kelas saja. Di rumah, di warnet, atau dimanapun, para siswa bisa melanjutkan proses pembelajarannya dengan cara membaca tulisan dari gurunya di blog, sekaligus berdiskusi di sana (Saefudin, 2007).

Keuntungan dari metode ini adalah metode ini relatif cepat dan mudah bagi para siswa, karena para siswa tidak perlu membuat blognya masing-masing. Selain itu, karena semua interaksi dilakukan di blog sang guru, setiap aktivitas yang dilakukan oleh para siswa tersebut dapat dipantau dengan mudah oleh guru tersebut. Hal ini akan meminimalisir adanya kalimat-kalimat negatif dari para siswa tersebut di blog-nya (Graham, 2005). Guru tentu saja harus mempromosikan blog-nya di kelas setiap kali dia mengajar, agar para siswa mengetahui tentang blog tersebut.

  1. Metode Kedua: Blog Guru dan Blog Murid yang Saling Berinteraksi

Bagi sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas komputer dan Internet, atau bagi sekolah yang berada di kota-kota besar sehingga para siswa dan gurunya lebih sering mengakses Internet, metode kedua ini sangat tepat untuk diterapkan (Enterprise, 2008). Karena siswa-siswa dan guru memiliki kesempatan lebih banyak untuk menggunakan Internet, para siswa dan guru ini seharusnya mampu mengelola blog mereka masing-masing.

Menurut Rouf (2007), pada dasarnya, metode kedua ini cukup mirip dengan metode pertama, karena blog milik sang guru masih memegang peran yang sangat penting sebagai fasilitator dan pengarah para murid dalam kurikulum pendidikan. Satu hal yang membedakan metode kedua dengan metode pertama adalah bahwa para siswa harus memiliki blog-nya masing-masing.

Kelebihan yang cukup signifikan dari metode kedua ini dibandingkan dengan metode pertama adalah bahwa para siswa akan memiliki semangat yang lebih dalam berkompetisi dengan teman-temannya. Tentu saja iklim kompetisi ini harus ditumbuhkan oleh guru dengan cara memberi berbagai bonus baik itu bonus nilai maupun bonus di dunia nyata bagi siswa yang blog-nya diurus dengan rutin dan serius (Santosa, 2005).

Menurut Adri (2008), pada tahap awal, apabila para siswa tidak memiliki blog dan mungkin saja tidak tertarik untuk memiliki blog, guru harus mendorong para siswa untuk memiliki blog. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa-siswanya dan dituliskan di blog-nya masing-masing. Apabila hal ini dilakukan secara berkala, setiap siswa pun akan terbiasa menulis dan membaca. Hal ini akan membuat para siswa menjadi selangkah lebih maju secara intelektual.

Terdapat sebuah contoh dari guru yang telah melakukan cara ini, yaitu Awan Sundiawan, yang memiliki blog dengan alamat awan965.wordpress.com. Pak Awan adalah guru di SMA Kosgoro Kuningan, Jawa Barat. Ia pernah memberikan beberapa tugas yang harus dikerjakan oleh para siswanya untuk kemudian ditulis di blognya.

Seperti data yang didapat dari salah satu halaman blog milik Pak Awan, dari lima kelas yang dipegang oleh Pak Awan, masingmasing kelas menyumbang sekitar 30 orang blogger. Walaupun tidak semua blogger di masing-masing kelas tersebut kemudian rutin menulis dan menjadi blogger aktif, cara ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan blog kepada siswa SMA.

  1. Metode Ketiga: Komunitas Blogger Pembelajar 

Metode ini adalah metode pengembangan lebih jauh dari dua metode sebelumnya. Dalam dua metode tersebut, pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran lewat blog adalah guru dan siswa dari satu sekolah yang sama (Kurniawan, 2008). Dengan metode ketiga ini, para guru dan siswa yang berada dari sekolah yang berbeda-beda dapat saling berinteraksi, berdiskusi, dan belajar di dalam sebuah blog saja. Blog tersebut dapat dikatakan sebagai pusat pembelajaran (learning center).

Metode ini membawa banyak manfaat bagi para guru dan siswa yang terlibat di dalamnya. Selain manfaat-manfaat penggunaan blog seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa manfaat tambahan yang didapatkan oleh para guru dan siswa yang berada di sekolah yang berbeda, antara lain adalah: Pertama, terbentuknya jaringan antar guru dan siswa dari sekolah yang berbeda tersebut. Murid maupun guru yang sebelumnya tidak saling mengenal satu sama lain, dapat saling mengenal melalui aktivitas interaksi mereka di blog bersama ini. Manfaat yang pertama ini terasa semakin signifikan apabila disandingkan dengan fakta bahwa para siswa ini gemar untuk berinteraksi lewat situs-situs jejaring sosial. Kedua, semakin banyak pihak yang terlibat dalam sebuah diskusi, isi tulisan maupun diskusi pun akan semakin kaya dan bervariasi. Bisa jadi, komunitas pembelajar yang difasilitasi lewat sebuah blog ini akan mencetuskan suatu ide yang dapat menghasilkan gagasangagasan baru.

Secara teknis, ada beberapa alternatif cara yang bisa digunakan untuk membentuk suatu komunitas blog pembelajar: Pertama, salah seorang guru memiliki inisiatif untuk membuat blog dan mengajak rekan-rekannya sesama guru untuk ikut menulis di blog tersebut. Selanjutnya, masing-masing guru tersebut juga mengajak para siswanya untuk menggunakan blog tersebut sebagai media pembelajaran.  Ketiga, dengan menggunakan teknologi blog aggregator, blog milik masing-masing guru yang sudah ada sebelumnya disindikasi ke dalam suatu blog yang difungsikan sebagai komunitas pembelajarnya. Salah satu contoh blog milik para guru yang menggunakan metode ini adalah blog.pengajar.web.id, walaupun blog tersebut tidak 100% difungsikan sebagai sarana pembelajaran

            2.5.5 Hasil Penelitian Mengenai Blog

            Ada beberapa penelitian yang berhubungan dengan blog  yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya diantaranya:

  1. Penelitian Maryati (2009) yang merupakan tugas akhir skripsi dari Universitas Negeri Yogyakarta berjudul: pemanfaatan blog sebagai sumber belajar untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika kelas VII B SMP Negeri 2 Mlati Sleman. Dalam penelitian ini hasil dan kesimpulan yang didapatkan adalah  pemanfaatan blog sebagai sumber belajar mampu meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika kelas VIIB SMP Negeri 2 Mlati Sleman. Penelitian ini hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis karena sama-sama menggunakan pemanfaatan blog namun penelitian yang penulis lakukan adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sedangkan penelitian di atas hanya pada motivasi belajar.
  2. Penelitian Luthfi (2009) yang merupakan Jurnal FPTK UPI. Edisi15/I/Januari 2009 berjudul: Pemanfaatan teknologi web sebagai media interaktif dan pengaruhnya terhadap minat belajar bagi mahasiswa. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa, teknologi Web menjadi garda terdepan dalam jembatan penyampaian dan penyebaran informasi. Kemudian Adanya media e-Learning, e-Book, dan Web Blog telah terbukti menjadi alternatif bagi kalangan pendidikan dalam berinteraksi dalam proses pembelajaran, dan edia TIK juga telah dianggap berhasil dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar bagi para siswa atau mahasiswa. Pada penelitian ini yang diteliti oleh Luthfi berbeda dengan yang diteliti oleh penulis. Pada penelitian diatas teknologi media pembelajaran yang digunakan tidak hanya menggunakan blog tetapi juga menggunakan e-learning dan e-book  dan yang diteliti adalah peningkatan minat, sedangkan yang diteliti oleh penulis adalah murni menggunakan media blog dan untuk peningkatan aktivitas dan hasil belajar biologi.
  3. Penelitian Himmah (2009) yang merupakan penelitian dari jurusan matematika UMM berjudul: Penggunaan Blog Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas VIII SMPN I Batu. Penelitian ini sangat berbeda dengan penelitian yang penulis lakukan. Penelitian ini bukan PTK meskipun sama menggunakan Blog namun hanya sebatas apakah Blog efektif sebagai sumber belajar.

2.5.6 Strategi Pembelajaran Menggunakan Media Blog

Implementasi penggunaan media blog dalam pembelajaran harus dimulai dari para gutu, para guru harus memiliki blog-nya masing-masing yang akan diisi secara rutin dengan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Melalui fasilitas komentar, para siswa beserta gurunya bisa berdiskusi secara aktif mengenai topik tersebut. Guru dan siswa juga bisa saling memperkaya wawasan dan informasinya masing-masing dengan cara memberi link pada komentar tersebut yang menuju website lain yang relevan dengan materi tersebut.

Selain diisi oleh materi-materi pembelajaran, guru bisa juga memberikan tugas-tugas sekolah bagi para siswa di blog-nya. Tugas-tugas tersebut bisa saja dikerjakan di atas kertas dan dikumpulkan di kelas atau dikumpulkan kembali via Internet. Satu hal yang pasti, para siswa dapat memanfaatkan pencarian informasi di Internet untuk membantunya mengerjakan tugas-tugas tersebut.

               Tidak berhenti hanya di materi pembelajaran dan tugas sekolah, blog juga memungkinkan para penulisnya untuk memasukkan animasi, lagu, video, dan fasilitas multimedia lainnya (Kurniawan, 2008). Guru bisa memanfaatkan beragamnya konten-konten di berbagai website di dunia untuk memberikan variasi dalam proses pembelajaran. Salah satu contoh konkretnya, misalnya, guru bisa menampilkan video yang menarik dan bermanfaat, yang diambil dari YouTube, sebuah situs untuk saling berbagi video dari orang-orang di seluruh dunia.

Untuk mendorong para siswa untuk aktif berdiskusi, guru bisa memberi semacam insentif tambahan nilai bagi para siswa yang aktif di blog gurunya dan memberikan komentar-komentar yang bermanfaat bagi siswa lainnya (Anwas, 2000).

Dengan adanya blog yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja, proses pembelajaran tidak berhenti hanya sampai di kelas saja. Di rumah, di warnet, atau dimanapun, para siswa bisa melanjutkan proses pembelajarannya dengan cara membaca tulisan dari gurunya di blog, sekaligus berdiskusi di sana (Saefudin, 2007).

Cara penyusunan Blog sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Siswa diberikan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada materi yang akan dipelajari.
  2. Siswa mengakses blog dengan alamat www.biologimuda.blogspot.com
  3. Siswa mempelajari dan membaca setiap petunjuk yang tertulis pada LKS
  4. Siswa mengerjakan LKS yang sebagian petunjuk ada pada halaman blog
  5. Siswa bertanya kepada guru jika mendapatkan kesulitan
  6. Siswa menjelaskan hasil pekerjaannya secara lisan kepada teman lain
  7. Siswa berdiskusi jika ada jawaban berbeda dari siswa lain
  8. Siswa mempelajari materi yang ada pada halaman blog
  9. Siswa mengerjakan soal latihan dan
  10. Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari

 

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit????

Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan???
Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek?????

Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah?????

Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462

INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA

TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES

12/02/2011 Posted by | PTK | 4 Komentar

MEDIA PEMBELAJARAN

2.4 Media Pembelajaran

            Menurut Arsyad (2002), kata media berasal dari bahasa latin ‘medius’ yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’, atau ‘pengantar’. Menurut Bovee yang dikutip Ena (2001), media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan. Selain itu beberapa ahli mengemukakan bahwa media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Media dalam kawasan teknologi pendidikan merupakan sumber belajar yang berupa gabungan dari bahan dan peralatan. Bahan di sini merupakan barangbarang yang biasanya disebut perangkat lunak atau software yang di dalamnya terkandung pesan-pesan untuk disampaikan dengan mempergunakan peralatan (Sadiman, 2004).

Sedangkan Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi pembelajaran yang ada dalam kurikulum yang dituangkan oleh pengajar atau fasilitator atau sumber lain ke dalam simbol-simbol komunikasi, baik simbol verbal maupun symbol non verbal atau visual.

Sehingga menurut Heinich (2006) media pembelajaran adalah media-media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan pembelajaran atau mengandung maksud-maksud pembelajaran. Sedangkan menurut Sadiman (2004) mengemukakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan si-belajar. Hal ini bisa berupa perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada perangkat keras. Demikian pula menurut Sudjana (2007) media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan si belajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah suatu media yang berfungsi untuk membawakan pesan pembelajaran.

Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong pembelajar untuk melakukan praktik-praktik dengan benar.

Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media. Hubbard mengusulkan sembilan kriteria untuk menilainya (Ena, 2001). Kriteria pertamanya adalah biaya. Biaya memang harus dinilai dengan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan media itu. Kriteria lainnya adalah ketersediaan fasilitas pendukung seperti listrik, kecocokan dengan ukuran kelas, keringkasan, kemampuan untuk diubah, waktu dan tenaga penyiapan, pengaruh yang ditimbulkan, kerumitan dan yang terakhir adalah kegunaan. Semakin banyak tujuan pembelajaran yang bisa dibantu dengan sebuah media semakin baiklah media itu.

Kriteria di atas lebih diperuntukkan bagi media konvensional. Thorn mengajukan enam kriteria untuk menilai multimedia interaktif (Ena, 2001). Kriteria penilaian yang pertama adalah kemudahan navigasi. Sebuah program harus dirancang sesederhana mungkin sehingga pembelajar tidak perlu belajar komputer lebih dahulu. Kriteria yang kedua adalah kandungan kognisi, kriteria yang lainnya adalah pengetahuan dan presentasi informasi. Kedua kriteria ini adalah untuk menilai isi dari program itu sendiri, apakah program telah memenuhi kebutuhan pembelajaran si pembelajar atau belum. Kriteria keempat adalah integrasi media dimana media harus mengintegrasikan aspek dan ketrampilan materi yang harus dipelajari. Untuk menarik minat pembelajar, program harus mempunyai tampilan yang artistik maka estetika juga merupakan sebuah kriteria. Kriteria penilaian yang terakhir adalah fungsi secara keseluruhan. Program yang dikembangkan harus memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh pembelajar. Sehingga pada waktu seorang selesai menjalankan sebuah program dia akan merasa telah belajar sesuatu.

Dari sisi manfaat menurut Kemp & Dayton (2005) dampak positif dari penggunaan media pembelajaran adalah sebagai berikut:

a. Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku.

b. Pengajaran bisa lebih menarik.

c. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik dan penguatan.

d. Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat

e. Kualitas hasil pelajaran dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media pengajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik dan jelas.

f. Pengajaran dapat diberikan kapan dan di mana diinginkan atau diperlukan terutama jika media pengajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.

g. Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.

h. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif; beban guru untuk penjelasan yang berulang-ulang mengenai isi pelajaran dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek penting lain dalam proses belajar mengajar.

12/02/2011 Posted by | PTK | 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 951 pengikut lainnya.