BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

Metode Syndicate Group

Pengertian Diskusi Syndicate Group Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Coller,  dkk pada tahun 1966. Coller merupakan perintis awal penggunaan diskusi syndicate group  pada eksperimennya di perguruan tinggi.Syndicate Groupadalah suatu kelompok (kelas) dibagi menjadi beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-6 orang. Masing-masing kelompok kecil melaksanakan tugas tertentu. Guru menjelaskan garis besarnya problema kepada kelas, ia menggambarkan aspek-aspek masalah, kemudian tiap-tiap kelompok (syndicate) diberi tugas untuk mempelajari suatu aspek tertentu. Guru menyediakan referensi atau sumber-sumber informasi lain.

Setiap sindicate bersidang sendiri-sendiri atau membaca bahan, berdiskusi, dan menyusun laporan yang berupa kesimpulan sindikat. Tiap laporan dibawa ke sidang pleno untuk didiskusikan lebih lanjut (Hasibuan & Moedjiono, 2006 : 21).Diskusi “model” kelompok-kelompok (Syndicate) biasa dilaksanakan bila peserta cukup banyak. Maksudnya sederhana saja agar masing-masing peserta mempunyai peluang yang besar untuk aktif berbicara dalam diskusi tersebut, namun jika ditemukan peserta yang pasif guru memberi motivasi agar berperan aktif dalam diskusi .

Kegiatan diskusi selalu diwarnai tanya jawab antar peserta. Hal ini memberi kesempatan seluas-luasnya kepada peserta untuk menyampaikan pendapat dalam diskusi, menambah bukti dan alasan, menolak suatu gagasan, memberi pendapat dalam diskusi, memberi tanggapan dan saran, dan partisipasi aktif lain. Dipihak lain, peserta juga dapat memperoleh informasi lengkap dan terperinci mengenai masalah yang didiskusikan. Dengan demikian, kalau kegiatan diskusi itu menghasilkan kesimpulan atau kesepakatan itu merupakan kesepakatan bersama.

Diskusi dapat dilakukan dalam bermacam-macam bentuk (tipe) dan dengan bermacam-macam tujuan. Berbagai bentuk diskusi yang terkenal adalah sebagai berikut :

a.  The social problema meeting(memecahkan masalah social)

Para siswa berbincang-bincang memecahkan masalah social di kelasnya atau sekolahnya dengan harapan setiap mahasiswa akan merasa “terpanggil” untuk mempelajari dan bertingkah laku sesuai dengan kaidah yang berlaku, seperti dengan dosen atau personel kampus lainnya, peraturan-peraturan di kelas atau di kampus, hak-hak dan kewajiban mahasiswa dan lain sebagainya.

b.  The open-ended meeting( masalah yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari dengan kehidupan mereka di sekolah) Para mahasiswa berbincang-bincang mengenai masalah apa saja yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari dengan kehidupan mereka disekolah, dengan sesuatu yang terjadi dilingkungan sekitar mereka, dan lain sebagainya.

c.  The educational-diagnosis meeting(berbincang-bincang mengenai pelajaran di kelas) Para mahasiswa berbincang-bincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud untuk saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran yang telah diterimanya agar masing-masing anggota memperoleh pemahan yang lebih baik atau benar (Suryosubroto, 2002 : 180).

2.2.1 Kegunaan Metode Diskusi Syndicate Group

Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi pengambilan kesimpulan atau pemecahan masalah. Mahasiswa berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil dibawah pimpinan dosen atau temannya untuk untuk berbagai informasi pemecahan masalah atau pengambilan putusan.

Diskusi kelompok telah terbukti kegunaannya sebagai alat untuk mencapai kebanyakan atau malahan semua tujuan itu. Tahapan Pelaksanaan Metode Diskusi Syndicate Group. Beberapa tahapan dalam pelaksanaan metode diskusi syndicate group : a) dosen mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan pengarahan seperlunya mengenai cara-cara pemecahannya. Dapat pula pokok masalah yang akan didiskusikan itu ditentukan bersama-sama oleh dosen dan mahasiswa. Yang penting, judul atau masalah yang akan didiskusikan harus dirumuskan sejelas-jelasnya agar dapat dipahami dengan baik oleh mahasiswa; b) dengan pimpinan guru, memilih pimpinan diskusi (ketua, sekretaris, pelapor), mengatur tempat duduk, ruangan, sarana, dan sebagainya. Pimpinan diskusi sebaiknya berada di tangan mahasiswa yang lebih memahami masalah yang akan didiskusikan, “berwibawa” dan disenangi oleh teman-temannya, lancar berbicara, dapat bertindak tegas, adil dan demokratis. Tugas pimpinan pada saat diskusi antara lain : (1) pengatur dan pengarah diskusi, (2) pengatur“lalu lintas” pembicaraan, (3)penengah dan penyimpul berbagai pendapat; c) para siswa berdiskusi dalam kelompoknya masin-masing, sedangkan guru berkeliling dari kelompok yang satu  ke kelompok yang lain (kalau ada lebih dari satu kelompok), menjaga ketertiban , serta memberikan dorongan dan bantuan agar setiap anggota kelompok berpartisipasiaktif, dan agar didiskusikan berjalan lancar.Setiapanggoata hendaknya tahu persis apa yang akan didiskusikandan bagaimana caranya berdiskusi. Diskusi harus berjalan dalam suasana bebas, setiap anngota tahu bahwa mereka mempunyai hak bicara yang sama; d) akhirnya siswa mencatat hasil diskusi, dan gurumengumpulkan laporan hasil diskusi dari setiap kelompok (Hasibuan & Moedjiono, 2006)

 IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

08/25/2012 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , | 1 Komentar

Metode Card Short

Card Short yakni strategi pembelajaran berupa potongan-potongan kertas yang dibentuk seperti kartu yang berisi informasi atau materi pelajaran. Pembelajaran aktif model Card Short merupakan pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa, dimana dalam pembelajaran ini setiap siswa diberi kartu indeks yang berisi informasi tentang materi yang akan dibahas, kemudian siswa mengelompok sesuai dengan kartu indeks yang dimilikinya. Setelah itu siswa  mendiskusikan dan mempresentasikan hasil diskusi tentang materi dari kategori  kelompoknya. Di sini pendidik lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan menjelaskan materi yang perlu dibahas atau materi yang belum dimengerti siswa setelah presentasi selesai. Card Short (sortir kartu) strategi ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek atau mereview ilmu yang telah diberikan sebelumnya atau mengulangi informasi. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamisir kelas yang kelelahan (Zaini 2004:53).

Card Sort (mensortir kartu) yaitu suatu strategi yang digunakan pendidik dengan maksud mengajak peserta didik untuk menemukan konsep dan fakta melalui klasifikasi materi yang dibahas dalam pembelajaran (Fatah, 2008 :185).

Metode Card Short, dengan menggunakan media kartu dalam praktek pembelajaran, akan membantu siswa dalam memahami pelajaran dan menumbuhkan motivasi mereka dalam pembelajaran, sebab dalam penerapan metode Card Short, guru hanya berperan sebagai fasilitator, yang memfasilitasi siswanya dalam pembelajaran, sementara siswa belajar secara aktif dengan fasilitas dan arahan dari guru. Card Sort yaitu motivasi dari guru; bagi kartu kosong secara acak; guru mencari kata kunci di papan; siswa mencari kata sejenis (satu tema) dengan temannya; diskusi kelompok berdasarkan temanya; menyusun kartu di papan dan masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya (Syaharuddin, 2008:1).

Strategi ini dapat diterapkan apabila guru hendak menyajikan materi atau topik pembelajaran yang memiliki bagian-bagian atau kategori yang luas. Caranya guru menuliskan materi  dan bagian-bagiannya ke dalam kertas karton atau yang lainnya secara terpisah. Kertas diacak dan setiap siswa diberikan kesempatan untuk mengambil satu kertas, atau beberapa siswa mengambil kertas tersebut lalu membagikannya satu persatu pada teman-temannya. Setelah siswa memegang kertas tersebut, kemudian mencari pasangan siswa lain dalam kelompok berdasarkan kategori yang tertulis. Jika seluruh siswa sudah dapat menemukan pasangannya berdasarkan kategori yang tepat, mintalah mereka berjajar secara urut kemudian salah satu menjelaskan kategori kelompoknya (Fadeh, 2009:39).

Salah satu ciri dalam metode Card Short yaitu pendidik lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan menjelaskan materi yang perlu dibahas atau materi yang belum dimengerti siswa setelah presentasi selesai. Sehingga materi yang telah dipelajari benar-benar difahami dan dimengerti oleh siswa. Ciri khas dari pembelajaran  aktif model Card Short ini adalah siswa mencari bahan sendiri atau materi  yang sesuai dengan kategori kelompok yang diperolehnya dan siswa mengelompok sesuai kartu indeks yang diperolehnya. Dengan demikian siswa menjadi aktif dan termotivasi dalam proses belajar mengajar (Fadeh, 2009:38).

a. Tujuan Metode Card Sort

Tujuan  dari  strategi  dan  metode  belajar menggunakan Card Short ini adalah  untuk  mengungkapkan  daya  ingat  terhadap  materi  pelajaran  yang telah dipelajari siswa (Wahyudi, 2009:1).

Tujuan dari strategi dan metode belajar menggunakan “memilah dan memilih kartu ”Card Short” ini adalah untuk mengungkapkan daya ingat atau recall terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari siswa. Sehingga siswa benar-benar memahami dan mengingat pelajaran yang telah diberikan (Hartono, 2006:1).

b. Aplikasi/Langkah-langkah Metode Card Sort

Melvin L. Silberman menjelaskan bahwa mengajarkan bukan semata persoalan menceritakan. Belajar bukanlah konsekuensi dari penuangan informasi ke dalam benak siswa. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. Pola belajar yang bisa membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif, agar belajar menjadi aktif siswa harus mengerjakan banyak sekali tugas. Mereka harus menggunakan otak, mengkaji gagasan, memecahkan masalah, dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah. Siswa bahkan sering meninggalkan tempat duduk mereka, bergerak leluasa  dan berfikir keras (moving about and thinking aloud) (Siberman. 2006:9).

Strategi belajar ”Memilah dan Memilih Kartu” Card Sort, banyak pakar pendidikan yang telah merumuskan langkah-langkah aplikasinya, diantaranya:

Adapun langkah-langkah aplikasi Melvin L Siberman (2006:169-170) yaitu:

1. Masing-masing siswa diberikan kartu indeks yang berisi materi pelajaran. Kartu indeks dibuat berpasangan berdasarkan definisi, kategori/kelompok, misalnya kartu yang berisi aliran empiris dengan kartu pendidikan ditentukan oleh lingkungan dan lain-lain. Makin banyak siswa makin banyak pula pasangan kartunya.

2. Guru menunjuk salah satu siswa yang memegang kartu, siswa yang lain diminta berpasangan dengan siswa tersebut bila merasa kartu yang dipegangnya memiliki kesamaan definisi atau kategori.

3. Agar situasinya agak seru dapat diberikan hukuman bagi siswa yang melakuan kesalahan. Jenis hukuman dibuat atas kesepakatan bersama.

4. Guru dapat membuat catatan penting di papan tulis pada saat prosesi terjadi.

Langkah-langkah aplikasi metode Card Short menurut Yasin Fatah (2008: 185) yaitu:

  1. Bagikan kertas yang bertuliskan informasi atau kategori tertentu secara acak.
  2. Tempelkan kategori utama di papan atau kertas di dinding kelas.
  3. Mintalah peserta didik untuk mencari temannya yang  memiliki kertas/kartu yang berisi yang sama untuk membentuk kelompok dan mendiskusikannya.
  4. Mintalah mereka untuk mempresentasikannya.

c. Kelebihan dan kelemahan metode Card Short menurut Wahyuni (2011:14)

1. Kelebihan

a. Guru mudah menguasai kelas

b. Mudah dilaksanakan

c. Mudah mengorganisir kelas

d. Dapat diikuti oleh siswa yang jumlahnya banyak

e. Mudah menyiapkannya

f. Guru mudah menerangkan dengan baik

2. Kelemahan

Adanya kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian murid, terutama apabila terjadi jawaban-jawaban yang menarik perhatiannya, padahal bukan sasaran (tujuan) yang diinginkan dalam arti terjadi penyimpangan dari pokok persoalan semula.

d. Hal- Hal yang Harus Diperhatikan dalam Penggunaan Card Sort

Tujuan strategi dan metode belajar menggunakan Card Short ini adalah memperkuat daya ingat terhadap materi yang telah dipelajari siswa (Wahyuni, 2011:14).

Untuk itu hal-hal yang harus diperhatikan dalam prosedur penggunaan metode Card Short menurut Wahyudi (2009:1) antara lain :

a)      Kartu-kartu tersebut jangan diberi nomor urut

b)      Kartu-kartu tersebut dibuat dalam ukuran yang sama

c)      Jangan memberi “tanda kode” apapun pada kartu-kartu tersebut

d)     Kartu-kartu  tersebut  terdiri  dari  “beberapa  bahasan”  dan  dibuat dalam jumlah yang banyak atau sesuai dengan jumlah siswa,

e)      Materi yang ditulis dalam kartu-kartu tersebut, telah diajarkan dan telah dipelajari  oleh  siswa. Metode  ini dapat mengaktifkan  siswa yang  kelelahan. Metode  dapat  digunakan  untuk  mengaktifkan siswa dalam mempelajari materi yang bersifat konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, dan mereview materi.

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

08/15/2012 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | , , , , , | 9 Komentar

HASIL BELAJAR

1. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor (Slametto, 2003:16).

Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti (Hamalik, 2006:30).

Teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. Perincian menurut Munawan (2009:1-2) adalah sebagai berikut :

1. Ranah Kognitif

Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.

2. Ranah Afektif

Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.

3. Ranah Psikomotor

Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati). Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi.

Howard Kingsley pada tahun 1998 membagi 3 macam hasil belajar yaitu, keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian serta sikap dan cita-cita. Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut (Sudjana, 2006: 22).

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.

2.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri.  Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark pada tahun 1981 bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh  kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2006 : 39).

Belajar adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi dengan lingkungannya. Perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku (psikomotorik) (Ali, 2011:1).

Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif (Djamarah, 2011:1).

Dari beberapa pendapat di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif.

1. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor (Slametto, 2003:16).

Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti (Hamalik, 2006:30).

Teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. Perincian menurut Munawan (2009:1-2) adalah sebagai berikut :

1. Ranah Kognitif

Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.

2. Ranah Afektif

Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.

3. Ranah Psikomotor

Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati). Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi.

Howard Kingsley pada tahun 1998 membagi 3 macam hasil belajar yaitu, keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian serta sikap dan cita-cita. Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut (Sudjana, 2006: 22).

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.

2.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri.  Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark pada tahun 1981 bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh  kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2006 : 39).

Belajar adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi dengan lingkungannya. Perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku (psikomotorik) (Ali, 2011:1).

Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif (Djamarah, 2011:1).

Dari beberapa pendapat di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif.

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

08/15/2012 Posted by | Belajar Dan Pembelajaran | Tinggalkan komentar

BUAH SIMALAKAMA KENAIKAN BBM DAN KONDISI EKONOMI RAKYAT

 PENDAHULUAN

’Mohon maaf kepada rakyat Indonesia, (harga) BBM akan naik,’’ kata Jero Wacik di sela menghadiri pengarahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Raker 2012 Kementerian Luar Negeri.

Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) pada bulan April ini menyebabkan adanya pro dan kontra di masyarakat. Salah satu alasan pemerintah yang diungkapkan adalah naiknya harga minyak dunia sehingga subsidi BBM membebani anggaran APBN pemerintah. Kenaikan BBM adalah salah satu solusi yang akan dilaksanakan dan tentu saja membebani banyak masyarakat.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki berbagai sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia juga cukup besar baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dibandingkan Negara lainnya potensi pasar Indonesia cukup besar sebut saja negara tetangga seperti Singapura, Malaysia mereka sudah semakin maju. Bahkan Negara seperti Belanda, Swiss, Jepang mereka Negara yang tidak memiliki sumber daya alam yang besar tetapi kemajuannya luar biasa.

Mengapa Indonesia yang begitu banyak sumber daya alam dan manusianya belum mampu seperti mereka?

ISI

Kenaikan BBM

Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan komoditas yang memegang peranan sangat vital dalam semua aktifitas ekonomi. Dampak langsung perubahan harga minyak ini adalah perubahan-perubahan biaya operasional yang mengakibatkan tingkat keuntungan kegiatan investasi langsung terkoreksi. Secara sederhana tujuan investasi adalah untuk maksimisasi kemakmuran melalui maksimisasi keuntungan, dan investor selalu berusaha mananamkan dana pada investasi portofolio yang efisien dan relatif aman.

Kenaikan harga BBM bukan saja memperbesar beban masyarakat kecil pada umumnya tetapi juga bagi dunia usaha pada khususnya. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan pada pos-pos biaya produksi sehingga meningkatkan biaya secara keseluruhan dan mengakibatkan kenaikan harga pokok produksi yang akhirnya akan menaikkan harga jual produk. Multiple efek dari kenaikan BBM ini antara lain meningkatkan biaya overhead pabrik karena naiknya biaya bahan baku, ongkos angkut ditambah pula tuntutan dari karyawan untuk menaikkan upah yang pada akhirnya keuntungan perusahaan menjadi semakin kecil. Di lain pihak dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak tersebut akan memperberat beban hidup masyarakat yang pada akhirnya akan menurunkan daya beli masyarakat secara keseluruhan. Turunnya daya beli masyarakat mengakibatkan tidak terserapnya semua hasil produksi banyak perusahaan sehingga secara keseluruhan akan menurunkan penjualan yang pada akhirnya juga akan menurunkan laba perusahaan.

Kenaikan BBM Menyebabkan Inflasi

Kekhawatiran banyak kalangan atas dampak kenaikan harga bahan bakar minyak yang sangat drastis menjadi kenyataan. Angka laju inflasi yang diumumkan dua hari sebelum Idul Fitri betul-betul di luar dugaan hampir semua pemerhati ekonomi dan bahkan kalangan pemerintah sendiri.

Sedikit flshback kebelakang dengan mengacu pada inflasi kumulatif Januari-September 2005 sebesar 9,1 persen, inflasi bulan Oktober sebesar 8,7 persen tentu saja tergolong luar biasa sehingga membuat inflasi kumulatif Januari-Oktober menjadi 15,6 persen. Inflasi Oktober berdasarkan perhitungan “tahun ke tahun” (year on year) lebih tinggi lagi, yakni 17,9 persen. Berdasarkan angka-angka itu, laju inflasi tahun 2005 diperkirakan berkisar 16-18 persen atau titik tengahnya adalah 17 persen.

Di awal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), seorang menteri ekonomi menegaskan bisa menahan laju inflasi tahun 2005 di sekitar 10 persen. Lalu beberapa hari kemudian dikoreksi menjadi kira-kira 12 persen, selanjutnya kembali dikoreksi menjadi 14 persen. Kali ini dan untuk ke sekian kalinya pemerintah salah langkah. Hitung-hitungan pemerintah jelas keliru dan menyederhanakan masalah.

Memang disadari bahwa besarnya disparitas harga BBM di dalam dan luar negeri menimbulkan banyak masalah. Namun, sangat tidak realistis untuk menyelesaikan semua masalah itu sekaligus dengan hanya menggunakan satu jurus pamungkas, yakni kenaikan harga BBM sebesar 114 persen berdasarkan rata-rata tertimbang.

Padahal, kaidah Tinbergen (Tinbergen’s rule) mengatakan bahwa satu instrumen kebijakan hanya bisa secara efektif menyelesaikan satu masalah saja. Memang pemerintah menggulirkan beberapa obat penawar rasa sakit dalam bentuk paket insentif bagi dunia usaha yang meliputi paket fiskal, reformasi di bidang tata niaga dan transportasi, serta kebijakan di bidang perberasan.

Pemerintah juga mengucurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) bagi setiap keluarga miskin sebesar Rp 100.000 per bulan yang dibayarkan di muka sekaligus untuk tiga bulan. Dengan BLT ini bahkan pemerintah sangat yakin bisa menekan jumlah orang miskin—sungguh suatu perhitungan yang teramat matematik—statik yang seolah-olah menempatkan 220 juta penduduk Indonesia bagaikan mesin tanpa jiwa dan emosi di dalam laboratorium yang terisolasi.

Dengan mempertimbangkan bahwa paket insentif dan BLT sangat terbatas cakupannya dan mengingat pula belum semua terwujud, serta masalah-masalah baru yang muncul sehingga diragukan efektivitasnya, maka tohokan kenaikan harga BBM berpotensi menambah dan memperpanjang penderitaan rakyat. Tanda-tanda ke arah sana sudah semakin nyata.

Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga BBM pada 1 Oktober lalu berdampak seketika terhadap peningkatan pengangguran terbuka sebanyak 426.000 pekerja. Jajaran penganggur ini niscaya akan terus bertambah panjang dalam setahun ke depan karena gelombang PHK akan terus berlanjut setelah Lebaran dan Tahun Baru nanti.

Tak seperti krisis tahun 1998 yang membuat banyak perusahaan besar—terutama yang banyak berutang dalam mata uang asing, memiliki kandungan impor yang besar, dan berorientasi pada pasar dalam negeri—terempas, sementara usaha kecil dan menengah (UKM) dan atau sektor informal justru mampu bertahan, dampak kenaikan harga BBM kali ini lebih berat dirasakan oleh UKM dan bersifat seketika. Padahal, UKM inilah yang menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.

Usaha berskala menengah-besar diperkirakan mulai mengalami tekanan serius pada tahap selanjutnya. Salah satu penyebab utamanya ialah kenaikan tajam suku bunga pinjaman. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari keniscayaan Bank Indonesia untuk terus-menerus meredam instabilitas makro-ekonomi. Pada hari yang bersamaan dengan pengumuman angka inflasi oleh BPS, Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 125 basis poin menjadi 12,25 persen. Inilah kenaikan BI Rate tertinggi sejak diperkenalkan untuk pertama kalinya pada 5 Juli tahun ini.

Karena negeri kita tergolong sebagai small open-economy yang menerapkan rezim devisa bebas, sehingga membawa konsekuensi untuk menjaga interest rate differential dengan luar negeri, maka hampir bisa dipastikan bahwa Bank Indonesia akan terus menaikkan BI Rate.

Jika ekspektasi masyarakat terhadap inflasi “manteng” pada angka 17 persen, maka suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bertenor satu bulan hingga Desember akan bergerak cepat ke tingkat 15 persen. Jika pada angka ini posisi rupiah terus mengalami tekanan “berat”, maka boleh jadi suku bunga SBI akan terus dinaikkan. Berdasarkan pengalaman dua tahun terakhir saja, serta dengan mengambil selisih rata-rata suku bunga SBI bertenor satu bulan dan angka inflasi yang amat konservatif sebesar 1-1,5 persen, maka suku bunga SBI berpotensi terus naik mendekati 20 persen.

Menghadapi tekanan yang bertubi-tubi, termasuk kenaikan suku bunga pinjaman, membuat dunia usaha kian kalang kabut.

Kenaikan suku bunga bisa diredam asalkan pergerakan nilai tukar rupiah agak dibiarkan fleksibel. Karena, kiranya amat sulit mencapai target suku bunga rendah dan rupiah kuat bersamaan. Pilihan pahit ini harus dipilih mau yang paling sedikit biayanya bagi perekonomian atau yang mana.

Bagaimana jika kurs yang dibiarkan mengambang akan mengarah pada destabilizing speculation? Pilihan ekstrem kalau memang suku bunga tinggi lebih memukul perekonomian ialah mem-peg nilai rupiah. Sekalipun opsi ini sangat ditentang oleh penganut aliran ekonomi mainstream, tak ada salahnya untuk mulai menghitung-hitung untung-rugi dan prakondisi yang harus terpenuhi. Paling tidak pemberlakuannya bersifat darurat dan sangat sementara.

Tantangan jangka pendek ini harus dihadapi dengan sangat hati-hati. Segala tindakan pemerintah harus betul-betul terukur. Kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal. Secara teknis, kenaikan harga BBM tak mungkin lagi dikoreksi karena dampak terhadap kenaikan harga-harga boleh dikatakan sudah terjadi penuh.

Akibat kenaikan harga BBM yang tak kepalang, pekerjaan rumah pemerintah bukannya berkurang, malahan bertambah banyak dan lebih pelik serta lebih berisiko. Investor asing dan lembaga-lembaga internasional memuji langkah berani pemerintah. Para kreditor mengamini karena terang saja mereka merasa lebih nyaman jika APBN lebih banyak dialokasikan untuk pembayaran bunga dan cicilan utang. Jadi, apa bedanya antara memberi subsidi kepada rakyat dan membayar suku bunga lebih tinggi kepada kreditor asing?

Kita berharap pemerintah lebih peka pada derita rakyatnya sendiri. Kepentingan nasional harus di atas segala-galanya. Kita harus berdaulat secara politik dan ekonomi. Keadilan harus jadi acuannya. Banyak pilihan kebijakan yang masih tersedia untuk mewujudkannya asalkan kita mau mengubah pola pikir kita yang selama ini terlalu dibelenggu oleh setting perekonomian negara maju yang kelembagaannya sudah sedemikian sangat lengkap, dan tidak korup.

 Dampak Kenaikan BBM Pada Masyarakat Kecil

Walaupun dampak kenaikan harga BBM tersebut sulit dihitung dalam gerakan kenaikan inflasi, tetapi dapat dirasakan dampak psikologisnya yang relatif kuat. Dampak ini dapat menimbulkan suatu ekspektasi inflasi dari masyarakat yang dapat mempengaruhi kenaikan harga berbagai jenis barang/jasa. Ekspektasi inflasi ini muncul karena pelaku pasar terutama pedagang eceran ikut terpengaruh dengan kenaikan harga BBM dengan cara menaikkan harga barang-barang dagangannya. Dan biasanya kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok masyarakat terjadi ketika isu kenaikan harga BBM mulai terdengar.

Perilaku kenaikan harga barang-barang kebutuhan masyarakat setelah terjadi kenaikan harga beberapa jenis BBM seperti premium (bensin pompa), solar, dan minyak tanah dari waktu ke waktu relatif sama. Misalnya, dengan naiknya premium sebagai bahan bakar transportasi akan menyebabkan naiknya tarif angkutan. Dengan kenaikan tarif angkutan tersebut maka akan mendorong kenaikan harga barang-barang yang banyak menggunakan jasa transportasi tersebut dalam distribusi barangnya ke pasar. Demikian pula dengan harga solar yang mengalami kenaikan juga akan menyebabkan kenaikan harga barang/jasa yang dalam proses produksinya menggunakan solar sebagai sumber energinya.

Begitu seterusnya, efek menjalar (contagion effect) kenaikan harga BBM terus mendongkrak biaya produksi dan operasional seluruh jenis barang yang menggunakan BBM sebagai salah satu input produksinya yang pada akhirnya beban produksi tersebut dialihkan ke harga produk yang dihasilkannya. Kenaikan harga beberapa jenis BBM ini akan menyebabkan kenaikan harga di berbagai level harga, seperti harga barang di tingkat produsen, distributor/pedagang besar sampai pada akhirnya di tingkat pedagang eceran. Gerakan kenaikan harga dari satu level harga ke level harga berikutnya dalam suatu saluran perdagangan (distribution channel) adakalanya memerlukan waktu (time lag). Tetapi, yang jelas muara dari akibat kenaikan harga BBM ini adalah konsumen akhir yang notabene adalah berasal dari kebanyakan masyarakat ekonomi lemah yang membutuhkan barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari dengan membeli barang-barang kebutuhannya sebagian besar dari pedagang eceran. Dan biasanya kenaikan harga di tingkat eceran (retail price) ini lebih besar dibandingkan dengan kenaikan harga di tingkat harga produsen (producer price) maupun di tingkat pedagang besar (wholesale price).

Sebagai contoh, kenaikan harga beberapa jenis BBM bulan Mei 1998, terulang kembali di bulan Juni 2001 dengan beberapa skenario kenaikan harga beberapa jenis BBM (premium, solar, minyak tanah). Menurut salah satu sumber di Badan Pusat Statistik, untuk jenis barang BBM yang harganya ditentukan pemerintah, hampir 50 persen dari pengaruh kenaikan BBM sudah dihitung dalam penghitungan inflasi pada bulan Juni 2001. Misalnya bensin naik dari Rp 1.150/liter menjadi Rp 1.450/liter. Karena kenaikan BBM terjadi di bulan Juni, nilai yang digunakan dalam penghitungan inflasi bulan Juni adalah ((1150 + 1450)/2) = 1300 sehingga perubahan yang digunakan adalah perubahan dari harga Rp 1.150/liter menjadi Rp 1.300/liter atau naik 13,04 persen. Sementara untuk bulan Juli 2001, perubahan harga yang dihitung adalah dari harga bensin Rp 1.300/liter menjadi Rp 1.450/ liter atau naik 11,54 persen. Perlakuan ini juga berlaku untuk jenis barang BBM lainnya.

Dengan demikian, pada bulan Juli 2001, sumbangan inflasi dari BBM (bensin, solar, dan minyak tanah) akan mencapai 0,28 persen. Ditambah lagi sumbangan inflasi pelumas/oli yang apabila naik 15 persen akan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05 persen. Sumbangan inflasi dari BBM akan bertambah besar jika komponen BBM lainnya yang tidak ditetapkan pemerintah bergerak sesuai selera pasar. Tekanan inflasi akan semakin besar apabila pemerintah menaikkan tarif dasar listrik rata-rata.

Dampak ini hanya sebagian kecil saja yang terjangkau dari pandangan kita. Justru dampak tak langsung yang merupakan hasil multiplier effect dapat menyeret tingkat inflasi lebih tinggi lagi.

Biaya Keterlambatan

 Kenaikan harga BBM tidak hanya akan menghemat anggaran dan devisa juga akan mengurangi konsumsi BBM. Banyak studi yang menyatakan bahwa kenaikan harga BBM 1% akan menurunkan konsumsi BBM lebih dari 1% atau bersifat elastis. Kenaikan harga BBM juga akan memberi insentif bagi pengembangan bahan bakar gas. Konsumen akan mencari alternatif bahan bakar yang lebih murah, aman dan ramah lingkungan, tidak perlu diatur dan dibatasi.

Pengembangan BBG sejak lima tahun yang lalu tidak mengalami kemajuan berarti, karena pemerintah memberikan subsidi premium secara berlebihan dan harga BBG nonsubsidi tidak bisa bersaing. Jadi, dari sisi mikro, kenaikan BBM juga positif memberikan kesempatan pengembagan alternatif bagi BBG.

Dari sisi makro, dengan mempelajari pengalaman tahun 2005 dan 2008 maka yang paling penting adalah adanya kepastian kenaikan harga BBM segera. Setiap keterlambatan keputusan harga BBM akan menimbulkan beban anggaran dan devisa yang berlebihan, sehingga merugikan kondisi makro. Di sinilah pemerintah harus arif dan berwawasan luas untuk melihat permasalahannya. Kalau jernih melihatnya dan terencana dengan baik, maka masalah politik dan sosial akan dapat ditanggulangi.

PENUTUP

Sinyal kegamangan masyarakat tentang kenaikan harga BBM ini memang patut ditakar dengan tepat. Sebab, salah satu nilai perbandingan, bahwa penanganan penerapan kebijakan selalu saja tidak semulus seperti yang direncanakan. Contohnya saja, program pengalihat dari minyak tanah ke gas, hingga kini masalah sosialisasi , dampak sampingan ‘’teror tabung gas’’ dan infrastruktur pendukung menjadi PR yang belum terselesaikan.

Belum lagi, muculnya isu maraknya premanisme di kota-kota besar di negeri ini. Beberapa pakar mengatakan bahwa, salah satu penyebab maraknya premanisme karena beban ekonomi di masyarakat. Hanya dengan modal nekat dan nyali mereka menjadi kekuatan yang menakut di masyarakat.

Beberapa fakta di lapangan saat ini, agaknya memberikan indikasi bahwa kondisi ekonomi masyarakat, terutama rakyat kecil belum siap untuk menerima dampak turunan dari kenaikan harga BBM.

Meski begitu, rakyat kecil pun tidak akan mampu menolak karena berbeda persepsi tentang kondisi. Bagi masyarakat kecil bagaimana mereka menyelamatkan hidup keluarganya, dan bagi pemerintah bagaimana menyelamatkan ekonomi bangsa ini.

Lalu apa langkah ke depan? Ketika pemerintah siap. Haus siap menjalankan program kenaikan harga BBM dan siap pula dengan program antisipasi dampaknya. Bagi masyarakat? Dukung program pemerintah dan tidak mengambil keutungan sesaat di balik kebijakan itu, terutama masyarakat yang memiliki hubungan linier dengan kebijakan tersebut. Semoga.***

07/18/2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

PANGAN DAN ZAT GIZI

Pangan  terdiri  dari  atas unsur-unsur  kimiawi  yang  sangat  spesifik  bagi  setiap jenis  pangan  yang  disebut  zat  gizi.  Ada  6  zat  gizi  utama  yang  diperlukan tubuh, yaitu :

a.  Karbohidrat b.  Protein

c.  Lemak d.  Vitamin e.  Mineral f.           Air

2.1.  Pengelompokkan Pangan

Pangan      telah      dikelompokkan       menurut      berbagai       cara      yang      berbeda. Beberapa                       cara       pengelompokkannya                           adalah         menurut       FAO     dan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM).

FAO                                                    DKBM

1.  Padi-padian                                    1.  Serealia, umbi dan hasil olahannya

2.  Akar-akaran                                   2.  Kacang-kacangan, biji-bijian dan hasil olahannya

3.  Kacang-kacangan       dan      biji-     3.  Daging dan hasil olahannya bijian berminyak

4.  Sayur-sayuran                                4.  Telur

5.  Buah-buahan                                 5.  Ikan, Kerang, Udang, dan hasil olahannya

6.  Pangan hewani                              6.  Sayuran

7.  Lemak dan minyak                        7.  Buah-buahan

8.  Gula dan sirop                                8.  Susu dan hasil olahannya

9.  Lemak dan minyak

10. Serba-serbi

2.1.1   Serealia dan Umbi-umbian

Beras.     Komponen      utama      beras      adalah      karbohidrat      (77,6      –      78,9%) khususnya  dalam  bentuk  pati.  Berdasarkan  warnanya  di  samping  beras  putih terdapat  beras  merah,  dan  untuk  beras  ketan  terdapat  jenis  ketan  putih  dan ketan hitam.

Jagung.      Jagung       menempati       urutan       kedua       setelah       beras       dalam menghasilkan  kalori   dan  protein   yang   dikonsumsi   rakyat   banyak.   Sebagai sumber       zat        gizi,   jagung     mempunyai       nilai        gizi        yang                berarti,         khususnya kandungan protein dan lemaknya.

Umbi-umbian.  Yang  termasuk  ke  dalam  kelompok  umbi-umbian  antara  lain adalah  ubi  kayu,  ubi  jalar,  talas,  kentang  dan  ganyong.  Ubi  kayu  (Manihot esculanta           Pohl)   merupakan   sumber   karbohidrat   yang   murah,   kaya   akan mineral Ca dan P. Khusus  pada ubi kayu kuning kaya akan Vitamin A yaitu

385  SI  per  100  g  bahan.  Ubi  kayu  mengandung  racun  asam  sianida  (HCN) atau  sianogenik  glikosida.  Berdasarkan  kadar  HCN-nya  ubi  kayu  terbagi  atas dua jenis  yaitu  ubi kayu  manis  dan tidak  beracun  dengan  kadar  HCN  kurang dari 50 mg per  kg  ubi kayu  segar.  Kedua, jenis ubi kayu pahit, beracun  dan kandungan HCN-nya lebih besar dari 50 mg per kg ubi kayu segar.

2.1.2   Kacang-kacangan

Kedelai    (glycine     max     (L)     Merill)     termasuk      ordo      Polypetales,       famili Leguminose  dan  sub  famili  Papilionedea.  Dilihat  dari  segi  pangan  dan  gizi, kedelai  merupakan  sumber  protein  yang  paling  murah  di  dunia,  di  samping menghasilkan   minyak   dengan   mutu   yang   baik.   Berbagai   varietas   kedelai yang           ada       di           Indonesia          mempunyai    kadar      protein    30,53       sampai    44% sedangkan kadar lemaknya 7,5 sampai 20,9%.

Protein  kedelai  bermutu  lebih  baik  dibandingkan  kacang-kacangan  yang  lain karena   susunan   asam  amino   pada  kedelai   lebih  lengkap   dan  seimbang. Komposisi  asam  amino  essensial  pada  kedelai  dapat  dilihat  di  “Komposisi Zat Gizi Pangan Indonesia” Edisi 1990.

Di  samping  mengandung  zat  gizi  yang  berguna,  pada  kedelai  juga  terdapat senyawa         anti        gizi,        yaitu             antitripsin,           hemaglutinin,      asam     fitat,       dan oligosakarida  penyebab   timbulnya  flatulensi.   Dalam  pengolahan   zat-zat  anti gizi tersebut harus dihilangkan atau diinaktifkan.

Kacang   Hijau.   Seperti   halnya   kacang-kacangan   yang   lain,   kacang   hijau dikenal   sebagai  sumber  protein  nabati  karena  kandungan  proteinnya  cukup tinggi,  yaitu  sekitar  19,04  –  25,37%.  Tetapi  selain  itu  kandungan  karbohidrat yang  tinggi  di  dalam  kac ang  hijau  memungkinkan  pula  kacang  hijau  disebut sebagai sumber karbohidrat.

Kacang  Merah.   Kacang   merah  dikenal   pula  dengan   nama  kacang  jogo, termasuk   famili   Leguminosa,   sub   famili   Papilionadeae,   genus   Phaseolus, dan species vulgaris. Kandungan proteinnya cukup tinggi yaitu 23,1%.

2.1.3   Daging

Daging  merupakan   salah  satu  bahan  pangan  yang  penting  dalam  rangka pemenuhan  gizi   khususnya   pemenuhan   protein   hewani.   Walaupun   banyak bahan   nabati   yang   tinggi   kandungan   proteinnya,   namun   tidak   ada   bahan pangan  nabati  yang  mempunyai  kandungan  protein  sebaik  protein  daging.  Di samping itu         daging                 merupakan     sumber           zat            besi   (Fe)     dan     vitamin              B- kompleks,  terutama  vitamin  B12   yang  umumnya  jarang  terdapat  pada  bahan pangan nabati.

Pada   dasarnya   komponen-komponen   yang   menyusun   jaringan   otot   terdiri atas   air,   protein,  lemak,  karbohidrat,  mineral,  vitamin,  enzim  dan  hormon. Komposisi  ini  berbeda  sesuai  dengan  jenis  hewan,  ras,  umur,  jenis  kelamin, bagian  potongan  daging  dan  ransum  makanan.  Komposisi  rata-rata  zat  gizi daging dari berbagai jenis hewan dan olahannya dapat dilihat pada DKBM.

2.1.4   Telur

Telur     merupakan      salah     satu     bahan      pangan      yang     paling      bergizi      dan sempurna,           karena    mengandung                          zat-zat   gizi   yang   dibutuhkan   oleh   suatu makhluk   hidup   dalam   jumlah   yang   cukup.   Di   samping   itu  protein   telur merupakan   protein   yang   bermutu   tinggi   karena   memiliki   susunan   asam amino   yang  lengkap  sehingga  sering  dijadikan  patokan  dalam  menentukan mutu  protein  dari  berbagai  bahan  pangan  lainnya.  Skor  asam  amino  protein telur adalah 100 dan daya cerna 100.

Lemak  terutama  terdapat  pada  kuning  telur  (31,8-35,5%).  Pada  bagian  putih telur   kadar  lemaknya  sangat  rendah  (+  0,03%)  sehingga  dapat  diabaikan. Lemak  telur   tersusun   oleh   65,5%   trigliserida,   28,3%   fosfolipid   dan   5,2% kolesterol.

Karbohidrat   terdapat  dalam  keadaan  bebas  atau  berikatan  pada  putih,  98% dari   karbohidrat   yang   bebas   adalah   glukosa.   Pada   kuning   telur   terdapat karbohidrat  sebanyak  1,0%  yang  terdiri  dari  glukosa,  dan  sisanya  berikatan sebagai manosa-glukosamin.

Di  samping   nilai  gizi  telur  yang  tinggi,  sifat  fungsional  pada  telur  sangat penting            diketahui              sehubungan     dengan                    peranan            telur    dalam      proses pengolahan.   Sifat      fungsional           telur                       antara          lain               adalah              daya   busa,       daya koagulasi, daya pengemulsi, pembentukan warna dan cita rasa.

2.1.5   Ikan

Ditinjau  dari  aspek  gizi,  ikan  merupakan  bahan  pangan  sumber  protein  yang cukup   potensial   dan   dapat   dibandingkan   atau   disejajarkan   dengan   bahan pangan  hewani   lainnya  seperti  daging  sapi,  unggas,  telur  dan  susu.  Ikan mempunyai  kandungan   protein   sekitar   15-24  %  tergantung  jenis  ikan  dan mempunyai daya cerna yang relatif tinggi yaitu sekitar 95%.

Kandungan   gizi  penting  lainnya  pada  ikan  yang  sangat  berperanan   dalam menjaga   kesehatan   tubuh   adalah   “asam   lemak   omega   3”.   Asam   lemak omega  3  ini  khususnya  banyak  terdapat  pada  ikan  laut,  misalnya  lemuru.  Di samping  itu   ikan   juga   merupakan   sumber   zat  gizi   mineral   yang   sangat penting, yaitu Ca, P dan Fe.

2.1.6   Sayuran dan Buah-buahan

Sayuran  dan  buah-buahan  merupakan  sumber  vitamin  dan  mineral.  Kedua zat  gizi   tersebut  mempunyai  fungsi  penting  sebagai  pengatur  metabolisme tubuh. Selain itu penting untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Di  samping  menyediakan  vitamin  dan  mineral  berbagai  jenis  sayuran  dan buah-buahan  juga   mengandung   serat   makanan   dalam   jumlah   yang   relatif tinggi   (1-6%).  Serat   makanan   berguna   untuk  membantu   perncernaan   dan memperlancar        ekskresi,        mencegah        penyakit        kanker        kolon,        dan atherosklerosis.

Konsumsi          sayuran             berwarna           hijau      dan       kuning   jingga     dapat     membantu memenuhi  kebutuhan  tubuh  akan  vitamin,  khususnya  vitamin  A  dan  C  serta mineral.  Pada  umumnya  makin  tua  warna  sayuran  makin  tinggi  kandungan vitamin A dan mineral Fe.

Kadar  air sayuran  dan buah-buahan  umumnya  lebih  tinggi  dari  70% dan ada juga  yang  lebih  tinggi  dari  85%.  Sedangkan  kandungan  proteinnya  tidak  lebih dari 3,5% dan lemaknya kurang dari 0,5%.

Karbohidrat   dalam  sayuran  dan  buah-buahan  dapat  dikelompokkan  menjadi dua   yaitu   yang   dapat   dicerna   (gula   dan   pati)   dan   tidak   dapat   dicerna (selulosa).

2.1.7   Susu dan Hasil Olahannya

Susu  adalah  produk  berupa  cairan  putih  yang  dihasilkan  oleh  hewan  ternak mamalia       dan                   diperoleh            dengan   cara               pemerahan.               Hewan      perah      yang umumnya  dimaksud  adalah  sapi,  namun  hewan  lain  sebagai  sumber  susu yang belum       dimanfaatkan          secara        optimal           adalah   kerbau, kambing                  dan domba.

Komposisi  susu sapi : air 87%, protein 3,5%, lemak 3,7%, karbohidrat  4,9%, dan   kadar   abu   0,07%.   Kandungan   lemak   dan   protein   sangat   bervariasi. Protein  susu  berupa  asam-asam  amino  essensial  yang  lengkap  yang  kaya akan  lisin  dan  metionin  yang  kurang  terdapat  pada  bahan  pangan  serealia. Nilai daya cerna susu sebesar 97%.

Lemak   susu  adalah  asam  lemak  rantai  pendek   dan  jenuh  seperti   asam lemak  butirat  dan  kaproat.  Karbohidrat  pada  susu  adalah  laktosa  atau  gula susu  yang   merupakan  disakarida.  Abu  pada  susu  sebagian  terdapat  pada larutan dan  sebagian  pada  lemak.  Yang  terdiri  dari  Ca,  K, Mg,  Na,  F, Cl, S, Fe, Cu, Zn, Al, Mn, I, dll. sebagai “traces”.

2.2.  Zat Gizi dan Fungsi Zat Gizi

2.2.1   Karbohidrat

Karbohidrat       adalah       senyawa      organik       yang      terdapat       pada      tanaman mengandung   unsur   karbon   (C),   hidrogen   (H),   dan   oksigen   (O)   dengan perbandingan 2 : 1.

Rumus umumnya, yaitu : CnH2nO2  atau Cn(H2O)n.

Klasifikasi :

1.       Monosakarida (Gula sederhana) Terdiri dari :

a.     Glukosa (dekstrosa) b.            Fruktosa (Gula buah) c.       Galaktosa

2.    Disakarida (C11H22O11) a.            Sukrosa (Gula meja) b.       Maltosa (Gula Malt) c.            Laktosa (Gula Susu)

3.    Polisakarida a.       Pati

b.     Dekstrin c.     Glikogen d.        Selulosa

e.     Hemiselulosa

f. Pektin

Fungsi Karbohidrat

a.    Karbohidrat       sebagai       sumber      energi      utama.      Sel-sel      tubuh membutuhkan               ketersediaan                       energi         yang       konstan     (selalu tersedia),  terutama  dalam  bentuk  glukosa  serta  hasil  antaranya. Satu gram karbohidrat menyediakan 4 kalori.

b.   Pengatur metabolisme lemak.

Karbohidrat      dapat     mencegah     terjadinya      oksidasi      lemak     yang

tidak sempurna.

c.   Penghemat fungsi protein.

Agar  protein  dapat  kita  gunakan  sesuai  dengan  fungsinya,  maka kebutuhan    karbohidrat         harus                     selalu              dipenuhi              dalam        susunan menu sehari-hari.

d.   Karbohidrat      sebagai      sumber      energi      utama      bagi      otak     dan susunan syaraf.

e.   Simpanan karbohidrat sebagai glikogen.

f.     Pengatur peristaltik dan memberi muatan pada sisa makanan.

2.2.2   Lemak

Lemak      merupakan  ester  dari  gliserol  dan  asam  lemak.  Lemak  mempunyai unsur-unsur  organik  karbon,  hidrogen  dan  oksigen  yang  terikat  dalam  ikatan gliserida.

Klasifikasi Asam Lemak

² Berdasarkan ada atau tidaknya ikatan rangkap :

1.     Asam Lemak Jenuh (tidak ada ikatan rangkap) Contoh : asam butirat, asam kaproat dsb.

2.     Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal (satu ikatan rangkap)

Contoh : asam palmitoleat dan asam oleat.

3.     Asam Lemak Tak Jenuh Poli (lebih dari satu ikatan rangkap)

Contoh     :     asam     lemak     linoleat,      asam     lemak     linolenat,       asam arakidonat

² Berdasarkan banyaknya atom C pada rantai gliserida :

1.     Asam  lemak  berantai  pendek  :  mempunyai  atom  karbon  sebanyak

4 – 6 buah.

2.     Asam  lemak  berantai  sedang  :  mempunyai  atom  karbon  sebanyak

8 – 12 buah.

3.     Asam  lemak  berantai  panjang  :  mempunyai  atom  karbon  sebanyak

12 – 24 buah.

Selain  lemak  yang  termasuk  trigliserida  atau  asam  lemak  netral,  diketahui juga  kelompok  lain  yang  merupakan  ester  asam  lemak,  alkohol  serta  radikal lainnya dan turunan/derivat lemak.

Yang termasuk turunan/derivat lipida, adalah sterol, contoh :

1.     Kholesterol

Merupakan   bagian   yang   penting   dalam   sel   dan   jaringan-jaringan tubuh, otak, syaraf, ginjal, limpa, hati dan kulit.

2.     Ergosterol dan Kalsiferol

Merupakan   macam  sterol  lain  juga  sebagai   prekursor   vitamin  D

yang selalu didapatkan pada tumbuhan dan minyak hati ikan.

Fungsi Lemak

Lemak    mempunyai   bermacam-macam   fungsi     yang     berguna     bagi     tubuh. Beberapa diantaranya akan di bahas di bawah ini :

a.     Penghasil energi

Seperti  telah  dijelaskan,  diketahui  bahwa  sebagian  sumber  energi  yang pekat,  1  gram  lemak  menghasilkan  9  kalori  (2,25  kali  lebih  besar  dari energi  yang   dihasilkan   oleh  1  gram  protein   atau  karbohidrat).   Energi yang   berlebihan   dalam   tubuh   akan   disimpan   dalam   jaringan   adiposa sebagai energi potensial.

b.     Pembangun/pembentuk struktur tubuh

Cadangan  lemak  yang  normal  terdapat  di  bawah  kulit  dan  di  sekeliling organ  tubuh,  yang  berfungsi  sebagai  bantalan  pelindung  dan  menunjang letak organ tubuh .

c.    Protein sparer

Apabila      kebutuhan      energi      tubuh      dapat      dipenuhi      dari      lemak      dan karbohidrat, maka penggunaan protein dapat dihemat, sesuai fungsinya.

d.     Penghasil asam lemak essensial

Asam   lemak   essensial   yang   memegang   peranan   penting   bagi   tubuh yaitu linoleat, linolenat dan arakidonat.

e.     Carrier/pembawa vitamin larut dalam lemak

Vitamin  A,  D,  E  dan  K  membutuhkan  media  yang  mengandung  lemak untuk dapat dipergunakan tubuh.

f.     Fungsi lemak lainnya.

-      Sebagai  pelumas  di  antara  persendian  dan  membantu  pengeluaran sisa makanan.

-      Lemak  memberi  kepuasan  citarasa,  lebih  lambat  dicerna  sehingga dapat   menangguhkan   perasaan  lapar.  Lemak  juga  memberi  rasa dan keharuman yang lebih baik pada makanan.

-      Beberapa      macam     lipida       berfungsi      sebagai       agen      pengemulsi

(misalnya lesithin).

Kekurangan       asam     lemak                omega-3            menimbulkan     gangguan           saraf                  dan penglihatan.  Di  samping  itu  kekurangan  asam  lemak  essensial  menghambat pertumbuhan        pada      bayi     dan       anak-anak,             kegagalan          reproduksi          serta gangguan pada kulit, ginjal dan hati.

2.2.3   Protein

Molekul  protein  tersusun  dari  satuan-satuan  dasar  kimia,  yaitu  asam  amino dan   asam -asam  amino  ini  saling  berhubungan   dengan  suatu  ikatan  yang disebut ikatan peptida (-CONH-).

Klasifikasi Asam Amino :

² Berdasarkan pembentukkannya :

1.  Asam Amino Esensial

Asam  amino  ini  tidak  dapat  dibentuk  oleh  tubuh  sendiri,  sehingga harus  ditambahkan  dari  luar  Ada  8  asam  amino  untuk  orang  dewasa dan pada anak-anak ada 10 asam amino esensial.

2.  Asam Amino Semi Esensial

Asam amino yang dapat menghemat  pemakaian asam amino esensial tapi    tidak     sempurna           menggantikannya,       contoh                        :               sistin            dapat menghemat pemakaian metionin.

3.  Asam Amino Non Esensial

Asam   amino   ini   dapat   disintesa   tubuh   sepanjang   bahan   dasarnya memnuhi  bagi  pertumbuhannya.  Semua  asam  amino  diperlukan  tubuh untuk  kelangsungan  proses  fisiologi  normal  tubuh, tapi 8  – 10 macam di  antaranya   perlu  didapatkan  dalam  bentuk  jadi  dari  menu  sehari- hari.

² Berdasarkan macam asam amino yang membentuknya:

1.  Protein Sempurna (Complete Protein)

Protein  yang  mengandung   asam -asam  amino  esensial  lengkap  baik macam   maupun   jumlahnya,  sehingga  dapat  menjamin  pertumbuhan dan         mempertahankan    kehidupan          jaringan yang      ada.           Umumnya protein   hewani   merupakan   protein   sempurna   dan   mempunyai   nilai biologis   yang  tinggi,  contoh:  kasein  pada  susu,  albumin  pada  putih telur.

2.  Protein Tidak Sempurna (Incomplete Protein)

Protein  yang  tidak  mengandung  atau  sangat  sedikit  berisi  satu  atau lebih   asam-asam  amino  esensial.  Protein  ini  tidak  dapat  menjamin pertumbuhan           dan           mempertahankan       kehidupan          jaringan                         yang   ada, contoh: Zein pada jagung dan protein nabati lainnya.

3.  Protein Kurang Sempurna (Partially Incomplete Protein)

Protein  ini  mengandung   asam  amino  esensial  yang  lengkap,  tetapi beberapa  diantaranya  hanya  sedikit.  Protein  ini  tidak  dapat  menjamin pertumbuhan,  tetapi   dapat   mempertahankan   kehidupan   jaringan  yang sudah   ada,   contoh:   Legumin   pada   kacang-kacangan,   Gliadin   pada gandum.

Fungsi Protein

a.     Sebagai enzim

Protein merupakan salah satu komponen enzim. b.  Alat pengangkut dan alat penyimpanan.

Banyak  molekul  dengan  berat  molekul  kecil  serta  beberapa  ion  dapat

diangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu misalnya:

-       hemoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit

-       mioglobin mengangkut O2  dalam otot

-       transferin  mengangkut  ion  besi  dalam  plasma  darah  dan  disimpan dalam hati sebagai kompleks dengan ferritin.

c.    Pengatur pergerakan

Protein  merupakan  komponen  utama  daging,  gerakan  otot  terjadi  karena adanya dua molekul protein yang saling bergeseran.

d.     Penunjang mekanis

Kekuatan   dan   daya   tahan   robek   kulit   dan   tulang   disebabkan   adanya kolagen   yaitu  suatu  protein  yang  berbentuk  bulat  panjang  dan  mudah membentuk serabut.

e.     Pertahanan tubuh/imunisasi

Pertahanan   tubuh   biasanya   dalam   bentuk   antibodi   yaitu  suatu   protein khusus   yang   dapat   mengenal   dan   menempel   atau   mengikat   benda- benda asing  yang  masuk  ke dalam  tubuh seperti  virus,  bakteria  dan sel- sel asing lainnya.

f.     Media perambatan impuls syaraf

Protein      yang      mempunyai      fungsi      ini     biasanya       berbentuk      reseptor, misalnya             rodopsin,                yaitu       suatu   protein   yang         bertindak                               sebagai reseptor/penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata.

g.     Pengendalian pertumbuhan

Protein      ini      bekerja      sebagai       reseptor      (dalam      bakteri)      yag     dapat

mempengaruhi   fungsi  bagian-bagian  DNA  yang  mengatur  sifat  karakter bahan.

2.2.4   Vitamin

Vitamin  berasal  dari  kata  latin,  vita  yang  berarti  hidup.  Merupakan  kelompok gizi   yang   terbaru.   Umumnya   vitamin   ditentukan   baik   dengan   huruf   atau dengan nama misal vitamin A, B, C dan sebagainya.

Vitamin digunakan          tubuh     dalam    jumlah   yang      sedikit,   tetapi     tidak                  ada golongan               gizi        lain                         dapat      menggantikannya.         Vitamin-vitamin bekerja satu sama   lain  dan  dengan  zat  gizi  lainnya  dalam  memperlancar  fungsi  tubuh

secara     normal.      Sebagian      besar     fungsinya      berkaitan      dengan      fungsinya sebagai  enzim  pembantu  (ko-enzim) dalam  metabolisme  zat gizi  dan dalam melepaskan  energi.   Semua   vitamin   digolongkan  menurut  daya  melarutnya. Beberapa viamin larut dalam pelarut lemak, lainnya larut dalam air.

A. Vitamin Larut dalam Lemak

1.     Vitamin A

Vitamin   A  adalah  vitamin  yang  larut  dalam  lemak.  Vitamin  A  dalam bentuk  seperti  retinol  sebagai  pro  vitamin  (pendahulu)  dalam  zat  warna karetonoid   tanaman  yang  sebagian   besar  merupakan   karoten.  Sumber vitamin  A  jadi  yang  baik  mencakup  hewan  darat  dan  air,  minyak,  hati, kuning  telur,  kepala  susu,  lemak  mentega  dan  margarin  yang  diperkaya dengan vitamin A.

2.     Vitamin D

Fungsi  utama  vitamin  D,  yaitu  mengatur  penyerapan  kapur  dan  fosfor sebagai   bahan  penyusun  tulang  dan  gigi.  Kekurangan  vitamin  D  dapat menyebabkan kelainan tulang pada anak-anak dan orang dewasa

Kelebihan  vitamin  D  dapat  meyebabkan  keracunan.  Gejalanya            adalah lemah,     sakit      kepala,   kurang               nafsu    makan,     diare,        muntah-muntah, gangguan mental dan pengeluaran urin berlebihan.

3.     Vitamin E

Vitamin      E      tersebut       tidak      mempunyai      fungsi      yang      jelas      dalam metabolisme  manusia,   satu-satunya  fungsi  yang  terbukti  adalah  bahwa bahan  tersebut  bertindak  sebagai  antioksidan.  Sumber  yang  paling  kaya akan  vitamin   E   adalah  minyak  sayuran,  butiran  padi-padian  yang  utuh dan  sayuran  yang  berdaun  hijau.  Gejala  kekurangan  vitamin  E       adalah kehilangan  koordinasi   dan   refleks  otot,  serta  gangguan  penglihatan  dan berbicara.

Kelebihan vitamin E secara berlebihan dapat menimbulkan keracunan.

4.     Vitamin K

Vitamin ini          penting   dalam    pembentukkan   protein   penggumpal       darah (prothrombin)  di  dalam  hati.  Kekurangan  vitamin  K  menyebabkan  darah tidak   dapat   menggumpal,   sehingga   bila   ada   luka   atau   pada   operasi

terjadi     perdarahan..      Kelebihan      vitamin     K    menyebabkan     hemolisis      sel darah merah, sakit kuning (jaundice) dan kerusakan pada otak.

B. Vitamin Larut dalam Air

1.     Vitamin B-kompleks

Kebanyakan     merupakan     bagian     enzim     pembantu     dalam     tubuh     dan beberapa di antaranya bekerja untuk membantu metabolisme tubuh.

2.     Vitamin B1  (thiamin)

Gejala  klinik  kekurangan  thiamin  terutama  menyangkut  sistem  saraf  dan

jantung, yang dalam keadaan berat dinamakan beri-beri,

3.     Vitamin B2  (riboflavin)

Enzim   ini   penting   peranannya   dalam   metabolisme   karbohidrat,   lemak

dan  protein.  Kekurangan   riboflavin  menyebabkan   gangguan  pada  organ tubuh   Tanda-tanda  awal  kekurangan   riboflavin  antara  lain  mata  panas dan  gatal,  tidak  tahan  cahaya,  kehilangan  ketajaman  mata,  bibir,  mulut serta  lidah  sakit  dan  panas.  Di  samping  itu  dapat  pula  mengakibatkan bayi lahir sumbing dan gangguan pertumbuhan.

4.     Niacin

Fungsi  niacin  adalah  sebagai  bagian  yang  penting  dari  sistem  enzim yang  berhubungan  dengan  tranfer  hidrogen  pada  sel  hidup.                                                                  Berperanan penting  pada  metabolisme  karbohidrat,  protein  dan  lemak.  Sumber  niacin adalah   hati,  ginjal,  serealia  yang  telah  difortifikasi  dan  daun  hijau  tua, yeast daging sapi, ayam dan ikan.

Pada  tahap  awal  tanda-tanda  kekurangan  niasin  adalah  kelemahan  otot, anoreksia,  gangguan  pencernaan  dan  kulit  memerah.  Kekurangan  berat menyebabkan         pelagra              yang            mempunyai       karakteristik                             dermatitis, dimensia dan diare (3D dan bila diakhiri dengan mati/death 4D

5.     Vitamin B6  (piridoksin)

Vitamin  B6    juga     dalam  metabolisme  asam  lemak  tak  jenuh  (perubahan asam linoleat menjadi arakidonat).

Kekurangan       vitamin    B6          menimbulkan     gejala-gejala                    yang      berkaitan dengan            gangguan             metabolisme      protein,   seperti    lemah,               mudah tersinggung, dan sukar tidur.

6.     Vitamin C (asam askorbat)

Kekurangan   vitamin   C   dapat   menyebabkan   skorbut,   tanda-tanda  awal antara   lain  lelah,  lemah,  napas  pendek,   kejang  otot,  tulang,  otot  dan persendian   sakit   serta  kurang   nafsu  makan,   kulit  menjadi   kering  dan gatal,  warna  merah  kebiruan  di  bawah  kulit,  perdarahan  gusi,  kedudukan gigi  menjadi longgar, mulut    dan          mata         kering         dan       rambut            rontok. Kelebihan  vitamin  C  berupa  suplemen  dapat  menimbulkan          resiko  tinggi terhadap batu ginjal.

2.2.5   Mineral

Klasifikasi mineral

Mineral dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

1.   Mayor mineral (mineral makro) : > 0,05% dari berat badan.

Contohnya : Ca, P. Mg, K, Na, Cl, dan S.

2.   Minor mineral (mineral mikro) : < 0,05% dari berat badan.

Contohnya : Fe, I, Co, F, Mn, Cu, Zn, Mo, Se dan Cr.

Fungsi Mineral

1.  Sebagai  pem bentuk  struktur.  Bila  digunakan  untuk  membentuk  bahan pembangun yang akan menjadi bagian dari sel jaringan, misalnya :

a.  Jaringan keras seperti tulang, gigi. Contoh mineral Ca dan P. b.   Jaringan lunak sebagai otot daging: K, S dan P

c.  Komponen  penting  seperti  Fe,  Cu,  dan  Co  untuk  pembentukkan sel darah merah (bersama protein dan vitamin B12).

2.  Sebagai pengatur proses dan fungsi tubuh

a.  Menjaga tekanan osmose tubuh (Na, K dan Ca)

b.  Menjaga keseimbangan asam basa (Cl)

c.  Menjaga kontraktilitas otot (Ca, P)

d.  Menjaga fungsi syaraf (Ca, Mg)

e.  Memungkinkan terjadinya pembekuan darah (Ca)

f.    Memugkinkan terjadinya proses pencernaan (Cl)

g.  Aktivator reaksi metabolik berperanan sebagai enzim (Zn, M, Mn).

2.2.6   Air

Enam  puluh  sampai  tujuh  puluh  persen  dari  berat  tubuh  terdiri  dari  air. Kehilangan  air  sebanyak  10%  sudah  sakit  dan  kehilangan  air  sebanyak  20% sudah            fatal.      Air         adalah   kebutuhan          kedua    setelah   O2          untuk     menjaga kehidupan. Pada  jaringan  berlemak  20%  air,  otot  75%  air  dan  plasma  darah

90%  air.  Total  air  dalam  tubuh  orang  dewasa  sebanyak  45  liter.  Dua  per tiganya   terdapat   di   dalam   sel   sebagai   intraseluler   fluid   dan   sepertiganya terdapat di luar sel sebagai ekstraseluler fluid.

Fungsi Air :

1.     Sebagai pelarut

2.     Sebagai      bagian      dari      pelumas      di      persendian       dan      dalam      ruang abdomen/perut.

3.     Sebagai      pereaksi      kimiawi      dalam      tubuh      (pencernaan,       penyerapan,

sirkulasi      sebagai “Carrier”, ekskresi          membutuhkan air).

4.     Sebagai pengatur suhu/temperatur tubuh.

5.     Memelihara      bentuk       dan      susunan       tubuh,      menjaga       keseimbangan elektrolit.

2.2.7   Serat

Serat makanan (dietary fiber) dibedakan dengan serat kasar (crude fiber). Serat Makanan (Dietary Fiber)

Sumber      serat     adalah     sereal,      akar-akaran, umbi-umbian,           buah-buahan, sayuran.   Sifat      serat      dalam                  tubuh   adalah memberi        muatan              pada      usus sehingga memperbesar volume tinja dan memudahkan pengelurannya

2.3.      Metabolisme

Secara  garis  besar  metabolisme  dalam  sel  dapat  dibedakan  menjadi  dua, yaitu:

-      anabolisme atau reaksi penyusunan atau sintesis

anabolisme      adalah      penyusunan      senyawa      kimia     sederhana       menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks.

-      katabolisme atau pembongkaran atau pemecahan

katabolisme   adalah  reaksi  pemecahan   atau  penguraian   senyawa  kimia kompleks menjadi senyawa kimia yang lebih sederhana.

2.3.1   Metabolisme Karbohidrat

Glukosa  yang  berasal  dari  makanan,   oleh  darah  diangkut  ke  dalam   hati. Berkumpulnya          glukosa dalam    hati             menyebabkan    kadar     glukosa darah menjadi lebih tinggi dari normal  (kadar glukosa  normal  dalam darah ialah 100 mg  per   100  mililiter   darah).   Untuk   menghindarkan   hal  ini,  sebagian   dari glukosa diubah menjadi glikogen dengan bantuan hormon insulin.

Glikogen   itu   kemudian   dibagi-bagikan   ke   otot-otot   tubuh   menjadi   glikogen otot,  sebagian            lagi        tetap                 disimpan      dalam             hati        menjadi     glikogen hati, sedangkan     sebagian  lagi       diubah   menjadi lemak    dan            disimpan      sebagai cadangan tenaga.

Pembakaran     karbohidrat      terjadi      di    dalam     sel -sel      otot.     Telah     disebutkan bahwa  sebagian  glukosa  diubah  menjadi  glikogen  otot.  Bila  otot  berkontraksi dengan   bantuan   oksigen     yang             ada       dalam    darah,    glikogen                        ini       akan dioksidasikan   sehingga   terpecah   menjadi   CO2,   air  dan  tenaga.   Peristiwa oksidasi   dari   glikogen   inilah   yang   disebut   pembakaran   karbohidrat   untuk mendapatkan tenaga.

Bila  glikogen  otot  ini  habis,  maka  untuk  mendapatkan  tenaga  akan  diambil alihlah           glukosa darah.    Akibatnya              glukosa     darah      akan            turun         dan        untuk mencegah   hal   ini   glikogen   hati   dengan   bantuan   hormon   adrenalin   akan diubah  menjadi  glukosa.  Jika  glikogen  hati  ini  habis,  barulah  cadangan  lemak dimobilisasi untuk dibakar.

2.3.2   Metabolisme lemak

Dari  pembuluh  getah  bening,  zat  yang  berasal  dari  makanan  bersama-sama dengan  darah  akan  sampai  ke  dalam  hati.  Sebagian  zat  lemak  ini  diubah menjadi  zat  keton  di  dalam  hati,  selanjutnya  dikirim  ke  jaringan  tubuh  untuk dibakar       guna                  menghasilkan               tenaga.              Sebagian        lagi        dibawa   ke         tempat penyimpanan dan ditimbun sebagai c adangan lemak.

Apabila   tubuh   kehabisan   glikogen,   maka   lemak   badan   ini   akan   diambil kembali.   Mula-mula  lemak  badan  ini  diubah  menjadi  suatu  ikatan  dengan garam  fosfor  yang  disebut  fosfolipid,  lalu  diangkut  ke  dalam  hati  oleh  darah. Dalam   hati,   ikatan   lemak  dengan   fosfor  itu  dilepaskan   kembali   sehingga terbentuklah lemak bebas.

Lemak  bebas  ini kemudian  diubah  menjadi  zat  keton  dan  dibawa  oleh  darah ke   dalam   jaringan-jaringan   otot   untuk   dibakar   guna   mendapatkan   tenaga. Demikianlah pertukaran zat lemak berlangsung dalam tubuh.

Dikatakan  bahwa  bila  pembakaran  lemak  terjadi  terlalu  banyak  akan  timbul bahaya keracunan zat keton atau ketosis.

2.3.3   Metabolisme Protein

Kelenjar-kelenjar      ludah     di     dalam    mulut     tidak     membuat     enzim     protease. Enzim   protease   baru   terdapat                              dalam   lambung,   yaitu   pepsin.   Pepsin   ini mengubah protein menjadi albuminose dan pepton.

Kemudian   dalam   usus   12   jari   terdapat   enzim   tripsin   yang   berasal   dari pankreas,   dan   tripsin   mengubah   sisa-sisa   protein   yang  belum   sempurna diubah oleh pepsin menjadi albuminose dan pepton.

Setelah  tiba  dalam  usus  halus  di  mana  terdapat  enzim  erepsin,  albuminose dan   pepton  seluruhnya   diubah  menjadi  asam -asam  amino  oleh  enzim  ini yang siap  untuk  diserap  oleh  dinding  usus  halus.  Setelah  asam -asam amino yang  berasal  dari  protein  makanan  diserap  oleh  dinding  usus,  maka  asam- asam amino dibawa oleh darah ke dalam hati.

Asam -asam   amino   ini   dibagi -bagikan  oleh   hati   ke   jaringan-jaringan  tubuh untuk  mengganti  sel-sel  jaringan  yang  rusak.  Sebagian  dari  asam  amino  ini digunakan untuk membuat protein darah.

Jumlah  dan macam  asam amino  yang diperlukan  untuk sintesa  sel dari tiap- tiap    jaringan tidaklah sama.    Asam -asam          amino        yang         diperlukan                      untuk mengganti  protein  darah  tidak  sama  dengan  asam  amino  yang  diperlukan untuk membentuk sel-sel hati.

06/29/2012 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | , , , , , | 1 Komentar

PENGENALAN ILMU GIZI

Komoditas      pertanian      berpengaruh terhadap     status   gizi     dan    kesehatan penduduk  terutama   melalui   produksi   pangan   yang   dikonsumsinya.   Pangan yang   dimaksud  meliputi  pangan  nabati  (berasal  dari  tanaman)  dan  pangan hewani     (berasal      dari      hewan).      Dengan      kata     lain      komoditas      pertanian merupakan  sumber  pangan  bagi  manusia  yang  akan  memberikan  zat  gizi yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia.

Berkaitan   dengan   fungsinya   bagi   tubuh,   pangan   dapat   berperan   sebagai sumber        zat         kalori/energi                (karbohidrat,              lemak,              dan         protein),               sumber     zat pembangun  (protein),  dan  sumber  zat  pengatur  (vitamin  dan  mineral).  Oleh karena itu pangan dikatakan mempunyai fungsi sebagai triguna makanan.

Pada  beberapa   komoditas   pertanian   terdapat   juga  komponen   kimia  alami yang apabila   termakan             oleh              manusia     dapat          mengganggu   proses metabolisme  dalam  tubuh  kita.  Komponen  tersebut  dinamakan  zat  anti  gizi, misalnya   antitripsin     pada        kedelai   dapat             mengganggu       penyerapan        protein pada  tubuh  kita,  HCN  (asam  sianida)   pada  beberapa  jenis  singkong  dapat menimbulkan keracunan bila langsung dimakan.

Kekurangan   dan   kelebihan   pangan   yang   dikonsumsi   dapat   menyebabkan gangguan               terhadap                  kesehatan     tubuh manusia.           Kurangnya pangan           yang dikonsumsi   menyebabkan   tubuh   tidak   akan   mendapatkan   zat   gizi  sesuai dengan kebutuhannya.     Dalam             jangka     panjang           kondisi   ini          akan mengakibatkan   penyakit      kurang gizi          berupa      kekurangan      energi-protein (KEP),  kekurangan  Vitamin  A  (KVA),  kekurangan  zat  besi  (anemi  gizi)  dan penyakit kekurangan iodium (GAKI).

Meningkatnya       status         ekonomi       terutama        di       masyarakat       perkotaan mengakibatkan     meningkatnya                   konsumsi           makanan        yang            berlemak       yang melebihi  kebutuhan   tubuhnya.   Kondisi   ini   menimbulkan   permasalahan   gizi lebih   pada  sebagian  masyarakat  perkotaan.  Tanda  orang  yang  mengalami kelebihan     gizi    adalah      kegemukan     (obesitas).      Penyakit     yang     ditimbulkan akibat  kegemukan   ini   diantaranya   adalah   jantung   koroner,   kencing   manis, tekanan darah tinggi (hipertensi), kanker.

Permasalahan  gizi  yang  timbul  di  masyarakat  penyebabnya  sangat  komplek. Oleh  karena  itu  pemecahan  permasalahan  kurang  gizi  dan  gizi  lebih,  perlu

melibatkan      antar     departemen      diantaranya       Pertanian,      Kesehatan,      Bulog, Perhubungan     dan                            sebagainya.                  Perlu            pemahaman       faktor-faktor      yang menyebabkan  timbulnya  permasalahan  gizi,  selain  itu  penting  pula  dipahami secara   jelas  potensi-potensi   zat  gizi  yang  terdapat   dalam  tiap  komoditas pertanian serta perannya bagi kesehatan tubuh.

Kata gizi sebetulnya merupakan kata relatif baru. Kata itu kira-kira baru pertama kali digunakan sekitar tahun 1957. Kata gizi berasal dari bahasa Arab gizawi yang artinya nutrisi. Kata tersebut oleh ahli bahasa, agama dan

ahli gizi disempurnakan menjadi kata gizi. Dalam perkembangan selanjutnya dikenal istilah ilmu gizi.

Ilmu  Gizi  (Nutrition  Science)  adalah  ilmu  yang mempelajari segala sesuatu tentang  makanan  dalam  hubungannya  dengan  kesehatan  optimal.  Kata  ”gizi” berasal  dari  bahasa  arab  ghidza,  yang  berarti  “makanan”.  Di  satu  sisi  ilmu gizi   berkaitan   dengan   makanan   dan   di   sisi   yang   lainnya   dengan   tubuh manusia.

Secara  klasik  kata  gizi  hanya  dihubungkan   dengan  kesehatan  tubuh,  yaitu untuk   menyediakan   energi,   membangun,   dan   memelihara   jaringan   tubuh, serta  mengatur  proses -proses  kehidupan  dalam  tubuh.  Tetapi,  sekarang  kata gizi  mempunyai  pengertian  yang  lebih  luas,  yaitu  bisa  dihubungkan  dengan potensi   ekonomi   seseorang,   karena   gizi   berkaitan   dengan   perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas kerja.

Ruang lingkup ilmu gizi cukup luas dimulai dari :

Ø Cara produksi pangan,

Ø Perubahan-perubahan  yang  terjadi  pada  tahap  pasca  panen  dari mulai penyediaan pangan,

Ø Distribusi dan pengolahan pangan, konsumsi makanan,

Ø Cara-cara    pemanfaatan      makanan      oleh     tubuh      dalam      keadaan sehat/sakit.

Konsumsi     makanan     sangat    dipengaruhi      oleh     kebiasaan makan,         perilaku makan,  dan  keadaan  ekonomi.  Selain  itu  ilmu  gizi  juga  berkaitan  dengan ilmu-ilmu                yang          lainnya       seperti    mikrobiologi,          kimia                   pangan, biokimia, agronomi, peternakan, antropologi, sosiologi, psikologi, ekonomi dll.

Perkembangan  ilmu  gizi  sekitar  400  SM  menurut  Hipocrates  mengibaratkan bahwa           makanan           sebagai             energi    yang      dibutuhkan         manusia.            Anak-anak membutuhkan  energi  yang  lebih  banyak  daripada  orang  dewasa  (makanan)

Kemudian  Magendie  mampu  membedakan  zat  gizi  karbohidrat,  lemak  dan protein.          Pada     tahun     (1803-1873)           Liebig   menemukan   bahwa karbohidrat, lemak,   dan   protein   dioksidasi   oleh   tubuh   dan   menghasilkan   panas/kalori Dan   selanjutnya tahun    1899             ditemukan         juga        oleh   Attwater   dan   Bryant menerbitkan Daftar Komposisi Bahan Makanan pertama.

Kemudian  dari  perkembangan  di  atas  ditemukan  juga  berbagai  macam  zat gizi   yang   diperlukan   oleh   tubuh,   salah   satunya   mineral.   Menurut   Ringer bahwa                cairan        tubuh           memerlukan            konsentrasi                 mineral     tertentu.    Ia mengemukakan  bahwa   larutan   yang   mengandung   natrium   klorida,   kalium, dan   kalsium  klorida  diperlukan  untuk  mempertahankan   integritas  fungsional jaringan. Kemudian ditemukan juga zat gizi lainnya, yaitu vitamin.

Pada  kondisi  sekarang  ilmu  gizi  juga  mengalami  perkembangan  yang  pesat misalnya                    ditemukannya      pengaruh      keturunan     terhadap             kebutuhan        gizi, pengaruh           gizi            terhadap            perkembangan   otak                   dan    perilaku,          terhadap kemampuan  bekerja  dan  produktivitas   serta  daya  tahan  terhadap  penyakit infeksi.   Di   samping  itu  ditemukan  pula  pengaruh  stress,  faktor  lingkungan seperti            polusi    dan       obat-obatan               terhadap    status          gizi,            serta      pengakuan terhadap                 faktor-faktor               gizi                      yang        berperan  dalam          pencegahan      dan pengobatan  terhadap   penyakit  degeneratif  seperti  penyakit  jantung,  diabetes mellitus, hati, dan kanker.

Bila dikelompokan ada 3 fungsi zat gizi dalam tubuh :

1.     Memberi energi

Zat  gizi  yang  tergolong  ini  adalah  karbohidrat,  lemak  dan  protein.  Ketiga zat  gizi  itu  terdapat  dalam  jumlah  paling  banyak  dalam  bahan  pangan. Dalam           fungsi    sebagai       zat            pemberi             energi,   ketiga    zat               gizi         tersebut dinamakan zat pembakar.

2.     Pertumbuhan dan pemelihara jaringan tubuh

Protein,  mineral,  dan  air  adalah  bagian  dari  jaringan  tubuh.  Oleh  karena itu,    diperlukan          untuk     membentuk          sel-sel             baru,       memelihara,      dan mengganti  sel-sel  yang  rusak.  Dalam  fungsi  ini  ketiga  zat  gizi  tersebut dinamakan zat pembangun.

3.     Mengatur metabolisme tubuh

Protein,  mineral,  air  dan  vitamin  diperlukan  untuk  mengatur  metabolisme tubuh.  Protein  mengatur  keseimbangan  air  dalam  sel,  bertindak  sebagai buffer  dalam  upaya  memelihara  netralitas  tubuh  dan  membentuk  antibodi

sebagai   penangkal   organisme   yang   bersifat   infektif   dan   bahan   asing yang   masuk  ke  dalam  tubuh.   Mineral   dan  vitamin   diperlukan   sebagai pengatur   dalam   proses -proses  oksidasi,  fungsi  normal  syaraf  dan  otot serta   banyak   proses   lainnya   termasuk   proses   menua.   Air   diperlukan untuk   melarutkan   bahan-bahan   dalam   tubuh,   seperti   di  dalam   darah, cairan  pencernaan, jaringan,             dan             mengatur           suhu      tubuh,              peredaran darah,  pembuangan  sisa-sisa  dll.  Dalam  hal  ini  protein,  mineral,  air,  dan vitamin dinamakan zat pengatur.

06/29/2012 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | Tinggalkan komentar

Download Buku BSE PKN SMA Kelas 10, 11, dan 12

Untuk paara guru PKN yang kesulitan mendapatkan link download buku BSE PKN untuk tingkat SMA/MA/SMK sekarang saya menyediakan link downloadnya semoga bermanfaat:

1. PKN SMA KELAS 10 : http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&ved=0CEkQFjAD&url=http%3A%2F%2Fdownload.bse.kemdikbud.go.id%2Ffullbook%2F20121405142717.pdf&ei=qL3eT5aNMsTsrAfVrYDSDQ&usg=AFQjCNHk1sYcJura63GAhNHqmVjQR_oJmA&sig2=kaE7A1Ya96rfv_26EyTv2w

2. PKN SMA KELAS 11: http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&ved=0CEsQFjAE&url=http%3A%2F%2Fdownload.bse.kemdikbud.go.id%2Ffullbook%2F20121405152509.pdf&ei=qL3eT5aNMsTsrAfVrYDSDQ&usg=AFQjCNE9fsXuLiCv7m5322s5fzsp7fadlQ&sig2=UE2Rdm6U7qX9Ex3DxlxyCw

3. PKN SMA KELAS 12: http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&ved=0CE0QFjAC&url=http%3A%2F%2Fdownload.bse.kemdikbud.go.id%2Ffullbook%2F20121405161935.pdf&ei=Pr7eT-TrLY_jrAemutjRDQ&usg=AFQjCNGD6Lx_mG5YtDIU6E2GytjL38pHWw&sig2=vsVtzzOIS9v1UZqosWivoQ

 

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

 

06/17/2012 Posted by | Uncategorized | , | 10 Komentar

BAKTERI

Pernahkah kalian berpikir bahwa di dalam tubuh kita ini terdapat berjuta-juta bakteri yang bersimbiosis mutualisme, parasitisme, ataupun saprofit dengan tubuh kita? Bakteri dapat kita jumpai di berbagai tempat. Di tubuh kita misalnya, bakteri terdapat di permukaan kulit, dalam sistem pencernaan, dalam kotoran gigi yang membusuk, ataupun di kulit kepala kita.

Tubuh bakteri yang sangat kecil dan cara hidup yang beraneka ragam memungkinkan bakteri untuk hidup di mana saja sehingga bakteri dapat ditemukan di mana-mana, misalnya, di dalam tanah, dalam air, dalam sisa-sisa makhluk hidup, dalam tubuh manusia, bahkan dalam sebutir debu. Luasnya distribusi bakteri ini menyebabkan bakteri sering disebut juga dengan kosmopolit.

Pada umumnya, bakteri bersifat heterotrof dan dapat hidup sebagai saprofit atau parasit. Ada juga bakteri yang dapat membuat makanan sendiri yang disebut bakteri autotrof. Untuk lebih jelasnya, marilah kita perdalam dengan kajian di bawah ini.
1. Ciri-Ciri Bakteri
Bakteri merupakan makhluk hidup bersel satu yang berukuran sangat kecil dan mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Bakteri dapat berbentuk batang, spiral, atau bola. Bentuk tubuh ini dapat dijadikan dasar klasifikasi bakteri.
Ukuran bakteri yang paling besar kira-kira 100 m. Ada pula yang kurang dari 1 m dan yang terkecil kira-kira berukuran 0,1 m (1 mikron = 0,001 mm). Bakteri hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Ukuran bakteri yang lebih kecil dari 0,1 m hanya dapat diamati dengan mikroskop elektron. Sekumpulan bakteri dapat membentuk koloni. Contohnya, pada makanan yang telah busuk, koloni bakteri dapat terlihat dalam bentuk cairan kental, lengket seperti lendir yang berwarna putih kekuningan.

Bakteri tidak mengandung klorofil sehingga tidak dapat membuat makanan sendiri. Berdasarkan sumber zat makanannya, bakteri dibagi menjadi bakteri autotrofdan heterotrof. Bakteri heterotrof terbagi menjadi bakterisaprofitdan parasit. Berdasarkan kebutuhan oksigen-nya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerobdan anaerob.

2. Struktur Tubuh Bakteri
Bakteri berukuran sangat kecil sehingga struktur tubuhnya sulit untuk diamati. Tubuh bakteri berupa sel tunggal, dinding selnya tersusun dari hemiselulosa dan senyawa semacam pektin yang lebih mendekati pada sel hewan. Dinding sel dilapisi selaput mirip gelatin yang menyebabkan dinding sel berlendir. Isi sel berupa protoplas dengan membran plasma dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma tersebar butiran-butiran nukleotida yang mengandung DNA, belum terdapat inti dengan membran inti seperti pada sel umumnya. Belum terdapat plastida dan zat warna. Sebagian bakteri ada yang mempunyai karotenoida.

Jika dilihat dari struktur luarnya, bentuk bakteri akan beraneka ragam, yaitu berbentuk batang, spiral, dan bola. Bentuk tubuh ini dapat dijadikan dasar klasifikasi bakteri. Jika bakteri cocus membelah diri pada satu bidang dan tetap saling melekat berpasangan dua dua, disebut diplococus, contohnya, Diplococus bacillus. Jika selnya membelah diri pada satu bidang dan tetap melekat berbaris seperti rantai, disebut streptococus, misalnya, Spirillum.Jika selnya membelah diri pada dua bidang dan secara khas membentuk kelompok terdiri dari empat sel, disebut tetracocus (Pediococcus cerevisiae). Jika selnya membelah diri pada tiga bidang dalam suatu pola tak teratur seperti anggur, disebut stafilcocus, misalnya, Staphylococcus aureus. Jika selnya membelah diri pada tiga bidang dalam suatu pola teratur membentuk penataan seperti kubus, disebut sarsina, misalnya, Sarcina ventriculi. Bakteri yang berbentuk spiral biasanya tidak berkelompok. Spirillum dibedakan menjadi (1) bentuk spiral (berupa lengkung lebih dari setengah lingkaran), misalnya, Spirillum minor, (2) koma (berupa lengkung kurang dari setengah lingkaran, pendek, dan tidak lengkap), misalnya, Vibrio comma, dan (3) spiroseta (berupa spiral yang halus dan lentur), misalnya, Treponema pallidium. Plasma bakteri banyak mengandung vakuola-kecil yang berisi cadangan makanan, seperti glikogen, amilosa, lemak, zat putih telur, dan vulotin.

Umumnya, bakteri bergerak pasif, tetapi ada juga yang dapat bergerak aktif dalam medium cair. Pada fase tertentu, bakteri tersebut dapat membentuk rambut-rambut plasma yang dapat menembus dinding plasma. Rambut plasma ini disebut bulu cambukatau flagel. Jumlah flagel dapat berbeda-beda, misalnya, monorik(satu flagel pada salah satu kutubnya), subpolar(dua flagel masing-masing di bawah kutubnya), lofotrik(ada seberkas flagel pada salah satu kutubnya), dan peritrik (flagel menyebar di seluruh permukaan sel). Dengan mikroskop, terlihat tiga struktur utama di luar dinding sel walaupun tidak semua bakteri memiliki ketiga struktur tersebut. Ketiga struktur tersebut adalahflagel,pili, dan kapsul. Mengenai flagel, telah dijelaskan di atas. Sekarang kalian juga perlu mengetahui tentang pili dan kapsul. Pili (fimbriae),berupa filamen atau benang, lebih kecil, lebih banyak, dan lebih pendek daripada flagel. Pili hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan tidak berhubungan dengan pergerakan. Fungsi pili adalah sebagai pintu gerbang bagi masuknya materi genetik selama perkawinan dan berfungsi membantu untuk melekatkan diri pada jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan sumber nutriennya. Kapsul atau lapisan lendir merupakan bahan kental yang mengelilingi dinding sel bakteri. Kapsul penting bagi bakteri karena merupakan pelindung dan sebagai penyimpan cadangan makanan. Pada bakteri penyebab penyakit, kapsul dapat berfungsi meningkatkan kemampuan bakteri dalam menginfeksi inangnya atau dengan kata lain meningkatkan daya virulensi.

Selain tiga struktur utama di luar tubuh bakteri, terdapat struktur dalam tubuh bakteri. Setelah kapsul ditemukan tubuh bakteri yang batas terluarnya adalah dinding sel, kemudian di bawahnya terdapat membran sel. Membran sel pada bagian tertentu membentuk mesosom, lalu bagian dalam tubuh terdapat sitoplasma dan struktur-struktur di dalam sitoplasma.

3. Reproduksi Bakteri
Bakteri dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri pada lingkungan yang tepat atau sesuai. Proses pembelahan diri pada bakteri terjadi secara biner melintang. Pembelahan biner melintang adalah pembelahan yang diawali dengan terbentuknya dinding melintang yang memisahkan satu sel bakteri menjadi dua sel anak. Dua sel bakteri ini mempunyai bentuk dan ukuran sama (identik). Sel anakan hasil pembelahan ini akan membentuk suatu koloni yang dapat dijadikan satu tanda pengenal untuk jenis bakteri. Misalnya, bakteri yang terdiri dari sepasang sel (diplococcus), delapan sel membentuk kubus (sarcina), dan berbentuk rantai (streptococus). Reproduksi bakteri dapat berlangsung dengan sangat cepat. Pada keadaan optimal, beberapa jenis bakteri dapat membelah setiap 20 menit. Dalam satu jam bakteri dapat berkembang biak menjadi berjuta-juta sel. Coba kamu hitung kalau setiap 20 menit bakteri dapat membelah, berapa jumlah bakteri yang dihasilkan dari 1 bakteri dalam waktu 24 jam. Diskusikan dengan guru dan teman-temanmu, apa yang akan terjadi kalau perkembangbiakan bakteri ini terus-menerus berlangsung tanpa ada faktor yang membatasinya?

Pada kondisi yang kurang menguntungkan, sel-sel bakteri dapat mempertahankan diri dengan pembentukan spora. Akan tetapi, ada pula jenis bakteri yang akan mati karena perubahan faktor lingkungan. Faktor lingkungan ini adalah cahaya matahari yang terus-menerus, kenaikan suhu, kekeringan, dan adanya zat-zat penghambat dan pembunuh bakteri, seperti antibiotika dan desinfektan. Keadaan tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun populasi bakteri sangat besar, tetap saja dapat dikendalikan oleh faktor-faktor penghambat sehingga peranan bakteri di alam sebagai salah satu peng-urai dapat seimbang dengan makhluk hidup produsen dan konsumen.

Dalam keadaan normal, spora akan tumbuh kembali menjadi satu sel bakteri. Bakteri tidak melakukan pembiakan seksual yang sebenarnya, seperti yang terjadi pada makhluk hidup eukariot, karena bakteri tidak mengalami penyatuan sel kelamin. Meskipun demikian, pada bakteri terjadi pertukaran materi genetikdengan sel pasangannya. Oleh karena itu, perkembangbiakan bakteri yang terjadi dengan cara ini disebut perkembangbiakan paraseksual. Perkembangbiakan parasekual bakteri dapat terjadi dengan tiga cara, yaitu transformasi,konjugasi, dan transduksi.

a. Transformasi adalah pemindahan potongan materi genetik atau DNA dari luar ke sel bakteri penerima. Dalam proses ini, tidak
terjadi kontak langsung antara bakteri pemberi DNA dan penerima.

b. Konjugasiadalah penggabungan antara DNA pemberi dan DNA penerima melalui kontak langsung. Jadi, untuk memasukkan DNA dari sel pemberi ke sel penerima, harus terjadi hubungan langsung.

 c. Transduksi adalah pemindahan DNA dari sel pemberi ke sel penerima dengan perantaraan virus. Dalam hal ini, protein virus yang berfungsi sebagai cangkang digunakan untuk pembungkus dan membawa DNA bakteri pemberi menuju sel penerima.

4. Macam-Macam Bakteri
Dalam subbab ini akan dibahas tentang bakteri berdasarkan cara memperoleh makanannya dan kebutuhan oksigennya.
a. Berdasarkan Cara Memperoleh Makanannya
1) Bakteri Heterotrof
Bakteri heterotrofadalah bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat membuat makanan
sendiri. Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan parasit. Bakteri saprofitadalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati, misalnya, sampah, bangkai, atau kotoran. Bakteri ini sering disebut sebagai bakteri pembersih karena dapat menguraikan sampah-sampah organik sehingga menguntungkan bagi manusia, contohnya, bakteri Eschericia coli yang berperan sebagai pembusuk sisa makanan dalam usus besar dan bakteri Lactobacillus garicusyang berperan dalam pembuatan yogurt.
Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. Bakteri ini biasanya bersifat merugikan makhluK hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini, antara lain, kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, TBC disebabkan oleh bakteri Mycobac-terium tuberculosis, disentri disebabkan oleh bakteri Shigella dysenterriae, sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, dan radang paru-paru (pneumoniae) disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae.

Penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat melalui makanan, minuman, pernapasan, ataupun kontak langsung dengan penderita, baik secara langsung maupun tidak langsung.

2) Bakteri Autotrof
Bakteri autotrofa dalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri. Berdasarkan asal energi yang digunakan, bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri yang bersifat kemoautotrof dan bakteri yang bersifat fotoatotrof. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia, misalnya,
proses oksidasi senyawa tertentu. Contohnya, bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH3, bakteri nitrat dengan mengoksidkan HNO
2, bakteri belerang dengan mengoksidkan senyawa belerang, Nitosococcus, dan Nitrobacter.

Bakteri fotoautotrofadalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari cahaya matahari. Bakteri ini adalah bakteri yang mengandung zat warna hijau sehingga dapat melakukan fotosintesis, seperti tumbuhan hijau. Contohnya bakteri-bakteri yang mempunyai zat warna, antara lain, dari golongan Thiorhodaceae(bakteri belerang berzat warna).

b. Berdasarkan Kebutuhan Oksigennya
Berdasarkan kebutuhan oksigennya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerobdan bakteri anaerob.
1) Bakteri Aerob
Bakteri aerobadalah bakteri yang hidupnya memerlukan oksigen bebas. Bakteri yang hidup secara aerob dapat memecah gula menjadi air, CO2 , dan energi. Bakteri aerob secara obligatadalah bakteri yang mutlak memerlukan oksigen bebas dalam hidupnya, misalnya, bakteri Nitrosomonas.
2) Bakteri Anaerob
Bakteri anaerobadalah bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen bebas, misalnya, bakteri asam susu, bakteri Lactobacillus bulgaricus, dan Clostridium tetani. Akan tetapi, jika bakteri tersebut dapat hidup tanpa kebutuhan oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa adanya oksigen, bakteri itu disebut bakteri anaerob fakultatif.

 

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

06/06/2012 Posted by | MIKROBIOLOGI | 2 Komentar

PROSEDUR MITIGASI LINGKUNGAN

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Secara umum mitigasi lingkungan adalah merupakan upaya-upaya untuk mencegah dampak negatif yang diperkirakan akan terjadi atau  telah terjadi karena adanya rencana kegiatan atau menanggulangi dampak negatif yang timbul sebagai akibat adanya suatu kegiatan/usaha. Mitigasi Lingkungan dalam konteks mencegah atau mengendalikan dampak negatif dari suatu rencana kegiatan dapat dilakukan melalui proses analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan/atau Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).

Pembangunan kawasan transmigrasi yang selama ini dilaksanakan pada dasarnya merubah ekosistem alami yang bersifat stabil menjadi ekosistem buatan/binaan yang tidak stabil. Lahan dengan kelerengan tertentu ( > 3 %) yang dibuka. dan curah hujan yang tinggi akan menyebabkan terjadinya erosi sehingga tanah menjadi tidak subur. Perubahan vegetasi hutan yang heterogen menjadi tanaman budidaya pertanian yang homogen akan menyebabkan timbulnyahamapenyakit tanaman atau organisme pengganggu. Kondisi ini menuntut adanya upaya pengelolaan lingkungan agar fungsi lingkungan di kawasan transmigrasi tetap lestari.

Dalam rangka pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup pada pembangunan kawasan transmigrasi, melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sumberdaya Kawasan Transmigrasi telah menetapkan kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Hal ini berarti mengintegrasikan aspek lingkungan hidup pada setiap tahapan proses pembangunan kawasan transmigrasi.

Sebagai implementasi kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi yang berwawasan lingkungan, setiap akan mebangun kawasan transmigrasi yang baru (PTB) maka upaya mitigasi lingkungan dilakukan melalui proses AMDAL atau UKL/UPL. Bagi pengembangan kawasan transmigrasi yang sudah ada (PTA) dengan tidak merubah rencana usaha, maka mitigasi dampak lingkungan negatif yang telah terjadi dilakukan melalui proses penanggulangan masalah lingkungan.

B.Tujuan

Dalam upaya memberikan advokasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan mitigasi lingkungan di kawasan transmigrasi, maka dipandang perlu untuk segera disusun Pedoman Mitigasi Lingkungan sebagai acuan dalam pelaksanaannya.

Tujuan menyusun Pedoma Pelaksanaan Mitigasi Lingkungan Bidang Ketransmigrasian adalah menyediakan suatu pedoman sebagai salah satu acuan bagi pelaksanaan mitigasi lingkungan dikawasan transmigrasi.

  1. C.                        Prinsip-Prinsip Mitigasi Lingkungan  

Untuk mengimplementasikan mitigasi dampak lingkungan perlu dirumuskan terlebih dahulu program mitigasi lingkungan. Program mitigasi lingkungan  yang dirumuskan memuat  prinsip-prinsip pokok sebagai berikut :

  1. Program mitigasi lingkungan berupa prinsip-prinsip atau persyaratan untuk menanggulangi dampak lingkungan
  2. Program mitigasi lingkungan dirumuskan secara rinci, sehingga dapat dipakai sebagai dasar pelaksanaan kegiatan mitigasi lingkungan. Apabila upaya mitigasi lingkungan ditempuh melalui penerapan teknologi tertentu, maka harus disertakan desain teknologinya berupa Detail Desaign Engineering ( rancangan rinci rekayasa)
  3. Dalam upaya mitigasi lingkungan mencakup pula upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian para transmigran atau stakeholder dalam mitigasi lingkungan melalui bimbingan teknis
  4. Upaya mitigasi lingkungan mencakup pula pembentukan organisasi pelaksanaan mitigasi lingkungan
  5. D.    Pengertian
  1. Mitigasi lingkungan adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah atau menanggulangi dampak negatif lingkungan akibat adanya rencana atau pelaksanaan suatu kegiatan
  2. Dampak lingkungan hidup adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan

          Yang termasuk dalam langkah-langkah mitigasi lingkungan adalah:

  1. Menghindarkan impak suatu kegiatan dengan melakukan pembatalan, modifikasi atau menghilangkan beberapa tahapan tertentu.
  2. Memperkecil impak dengan membatasi skala kegiatan.
  3. Memperbaiki suatu yang merusak lingkungan dengan melakukan restorasi, repairing atau rehabilitasi.
  4. Mengurangi atau menghilangkan impak yang sedang terjadi dengan pengelolaan yang tepat dan effisien.
  5. Memberikan kompensasi suatu impak melalui relokasi, pembangunan fasilitas baru, pembuktian yang masuk akal (sound proofing), penyejukan (airconditioning).
  6. Memberikan perlakuan yang sebaik-baiknya terhadap semua yang terkena dampak.
  7. Melakukan daur ulang material.
  8. Memanfaatkan teknologi yang paling minimal menghasilkan limbah.
  9. Organisasi lingkungan hidup adalah kelompok orang yang terbentuk atas kehendak dan keinginan sendiri ditengah masayarakat yang kegiatannya dibidang lingkungan hidup.
  10. Dampak besar dan penting adalah perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh suatu usaha dan atau kegiatan
  11. Pemrakarsa adalah orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu rencana usaha dan atau kegiatan yang (akan) dilaksanakan.

PENDEKATAN MITIGASI LINGKUNGAN

Untuk mencegah atau menanggulangi dampak lingkungan negatif dapat menggunakan salah satu atau beberapa pendekatan lingkungan secara teknologi, sosial ekonomi maupun kelembagaan dan Stakeholder.

Pendekatan Teknologi

Mitigasi lingkungan melalui pendekatan teknologi adalah cara-cara atau penggunaan teknologi untuk menanggulangi dampak negatif lingkungan. Teknologi yang akan diterapkan oleh masyarakat (transmigran) harus mempertimbangkan kemampuan dan keahlian transmigran serta budaya setempat.

Contoh :

1.    Penanggulangan erosi dengan sistem terasering

2.    Pemberantasanhamapenyakit tanaman dengan cara pemberantasanhamaterpadu.

Pendekatan Sosial Ekonomi Budaya

Ketergantungan sistim sosial pada lingkungan sekitarnya perlu dicermati karena dapat meningkatkan eksploitasi lingkungan dan sumber daya alam lokasi. Selain itu, kemungkinan terjadinya intrusi dan akulturasi budaya di kawasan transmigrasi dapat memicu terjadinya konflik sosial. Peralihan sistem ekonomi lokal dan mata pencaharian menimbulkan terjadinya kesenjangan sosial.

Pendekatan Sosial Ekonomi Budaya merupakan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam menanggulangi dampak lingkungan melalui upaya-upaya sosial atau tindakan-tindakan yang bermotifkan sosial ekonomi misalnya;

  1. Melibatkan masyarakat disekitar lokasi kegiatan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan mitigasi lingkungan
  2. Memprioritaskan penyerapan tenaga kerja setempat dalam mitigasi lingkungan
  3. Menjalin interaksi sosial yang harmonis antara transmigran dengan penduduk sekitar.

Pendekatan Kelembagaan dan Stakeholder.

Kelembagaan merupakan salah satu unsur penting yang menentukan keberlanjutan dan berjalannya suatu program secara berkesinambungan. Kerjasama dan hubungan baik antara lembaga terkait dan stakeholders sangat diperlukan dalam penyusunan pedoman mitigasi lingkungan. Berbagai entitas terkait tersebut  meliputi: (1). Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sumberdaya Kawasan Transmigrasi, Direktorat Bina Cipta Keserasian Lingkungan ); (2). Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup; (3). Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Universitas; (4). Pemerintah Daerah; (5). Komite Perumus Independen; (6) Lembaga Swadaya Masyarakat; (7) Anggota Masyarakat; (8) Pelaksana; dan (9) Pengawas.

  1. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sumberdaya Kawasan Transmigrasi, Direktorat Bina Cipta Keserasian Lingkungan).

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrsi melalui Direktorat Bina Cipta Keserasian Lingkungan merupakan institusi yang bertanggung jawab langsung pada semua permasalahan yang timbul akibat kegiatan transmigrasi baik langsung maupun tidak langsung termasuk juga dampak lingkungan yang terjadi.

  1. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup (KMNLH)

Kerjasama dan dukungan dari KMNLH diperlukan terutama dalam pembangunan kawasan transmigrsi baru ( PTB ), dimana upaya mitigasi lingkungannya dilakukan melalui proses AMDAL atau UKL/UPL.

  1. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Universitas.

Fungsi Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Universitas adalah untuk mebantu pelaksanaan inventarisasi data dan analisa dampak lingkungan yang terjadi di kawasan transmigrasi. Kompetensi dan keahlian lembaga ini dapat membantu dalam penelitian dan analisa secara komprehensip dan terpadu.

    d.   Pemerintah Daerah.

Partisipasi pemerintah daerah diperlukan karena program-program mitigasi lingkungan harus sesuai dengan program-program pemerintah daerah agar terjadi kesesuaian. Kerjasama dengan pemerintah daerah mutlak diperlukan untuk memperoleh dukungan dan masukan program yang sesuai dengan daerah setempat.

    e.   Komite Perumus Independen

Perlu dibentuk komite khusus yang bertanggung jawab terhadap penyusunan Program Mitigasi Lingkungan. Komite ini harus netral agar dapat menerima input dan saran serta kepentingan dari pihak untuk diakomodasi dalam Program Mitigasi Lingkungan. Anggota komite harus mampu bekerja sama dan memeiliki hubungan yang baik dengan stakeholders lainnya. Anggota komite dapat merupakan konsorsium dari beberapa instansi erkait, tetapi dapat juga individu yang kompeten dengan tetap melakukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti KMNLH, Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Universitas, LSM, Pemda, dan anggota masyarakat

    f.   Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM )  

Peran LSM dalam pelaksanaan program mitigasi lingkunan adalah sebagai pendamping dan motor penggerak bagi masyarakat lokal baik asli maupun pendatang untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaan mitigasi lingkungan. LSM lokal memiliki banyak masukan mengenai kondisi daerah serta program yang sesuai dan dapat ditetapkan.

    g.   Anggota Masyarakat.

Anggota masyarakat dalam hal ini adalah penduduk asli daerah maupun pendatang yang harus didorong untuk bersama-sama dan bahu membahu melaksanakan program mitigasi lingkungan.

    h.  Pelaksana

Pelaksana adalah institusi yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan mitigasi lingkungan.

    i.   Pengawas    

Pengawas adalah institusi atau unit kerja yang berperan sebagai pengawas/pengendali mitigasi lingkungan.

Pendekatan Kelembagaan dan Stakeholders adalah berupa mekanisme kelembagaan yang akan ditempuh dalam rangka menanggulangi dampak penting lingkungan, misal :

1.      Kerjasama dengan instansi-instansi yang berkepentingan dengan mitigasi lingkungan.

2.     Pengawasan terhadap kinerja mitigasi ligkungan oleh instansi yang berwenang.

3.     Pelaporan hasil mitigasi lingkungan secara berkala kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Upaya pendekatan-pendekatan tersebut dapat ditingkatkan melalui optimasi beberapa faktor, seperti sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sistem komunikasi.

Optimasi terhadap faktor-faktor tersebut harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan Program Mitigasi Lingkungan oleh Komite Perumus Independen.

1. Optimasi Sumber Daya Manusia.

Optimasi Sumber Daya Manusia dapat dilakukan melalui pembinaan , baik terhadap para transmigran maupun pendamping, pengelola dan perencana program transmigrasi. Untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam semua tahap pelaksanaan transmigrasi diperlukan pemahaman yang menyeluruh terhadap aspek lingkungan dan kelestarian alam, aspek teknis, serta aspek sosial budaya.

2.  Optimasi Sumber Daya Alam

Pemanfaatan Sumber Daya Alam harus seoptimal mungkin dengan tetap melaksanakan pemantauan terhadap potensi dampak yang terjadi. Parameter yang mungkin terkena dampak, seperti parameter lingkungan fisik dan kelestarian flora/fauna serta sistem penilaian perlu ditentukan perumusan Program Mitigasi Lingkungan.

3.  Pengembangan Metode Komunikasi yang Tepat.

Agar pelaksanaan Mitigasi Lingkungan dapat berjalan lancar perlu ditetapkan metode komunikasi yang sesuai, berikut beberapa metode komunikasi yang dapat dilakukan :

1).  Melakukan identifikasi terhadap masalah yang mungkin timbul dan banyak menjadi polemik di kawasan

      transmigrasi yang sudah berjalan sebagai bahan acuan bagi proyek transmigrasi yang akan dilaksanakan;

2).  Menerapkan metoda dan iklim komunikasi yang sesuai untuk setiap masalah yang timbul;

3).  Menciptakan suasana yang kondusif sehingga semua transmigran dapat bersikap terbuka terhadap

      masalah dan tantangan yang ada;

4).  Melibatkan masyarakat setempat dan para transmigran sebagai mitra dan bersikap jujur serta terbuka,

 5). Melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan sumber lain yang dapat dipercaya oleh masyarakat dan

      transmigran, seperti : sesepuh daerah, ketua adat, pemuka agama, dan lain-lain ;

6).  Membentuk posko-posko penyuluhan, pembinaan dan pemantauan baik sebagai sarana komunikasi bagi

     transmigran maupun sebagai pusat informasi dan media konsultasi semua permasalahan yang berkatian

     dengan lingkungan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang sesuai.

         4.   Keterkatian antara Stakeholder dalam Perumusan Program Mitigasi Lingkungan. 

PROSEDUR MITIGASI LINGKUNGAN

Mitigasi lingkungan dilakukan melalui serangkaian proses sebagai berikut :

1.    Indentifikasi Dampak Lingkungan

Kegiatan ini dimaksud untuk mengidentifikasikan segenap dampak lingkungan (primer, sekunder, tersier) yang timbul sebagai akibat adanya kegiatan pembangunan kawasan transmigrasi. Identifikasi dampak lingkungan ini dengan menggunakan data sekunder, wawancara maupun pengamatan di lapangan

2.    Evaluasi Dampak Lingkungan

Kegiatan evaluasi dampak lingkungan ini bertujuan untuk menentukan dampak lingkungan yang relevan untuk segera ditangani.

3.     Perumusan Program

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyusun dan menentukan prioritas program mitigasi lingkungan yang akan dilaksanakan.

4.     Perumusan Parameter Keberhasilan Program Mitigasi Lingkungan.

Berdasarkan program Mitigasi Lingkungan yang disusun perlu juga dirumuskan suatu parameter keberhasilan yang sangat spesifik di setiap lokasi transmigrasi untuk mempermudah proses evaluasi terhadap pelaksanaan Mitigasi Lingkungan.

5.     Pelaksanaan Mitigasi Lingkungan

Kegiatan ini mencakup aspek teknis dan pengorganisasian pelaksanaan program serta pelaporan.Bagan alir Prosedur Mitigasi Lingkungan seperti terlampir

UPAYA MITIGASI LINGKUNGAN

Upaya mitigasi lingkungan secara garis besar terdiri atas 2 (dua) tahap yaitu :

1.Program Mitigasi Lingkungan

Untuk setiap dampak lingkungan yang akan ditangani diuraikan secara lengkap dan berurutan dari dampak lingkungan yang ditanggulangi sampai dengan institusi pengelola sebagai berikut :

a.       Dampak lingkungan yang ditanggulangi.

Pada bagian ini diuraikan komponen lingkungan yang merupakan dampak lingkungan yang harus ditanggulangi sebagai akibat adanya kegiatan tertentu dari pembangunan kawasan transmigrasi.

b.      Sumber dampak

Pada bagian ini supaya disebutkan jenis kegiatan pembangunan kawasan yang merupakan penyebab timbulnya dampak atau merupakan dampak turunan (uraikan).

c.      Usulan Mitigasi Lingkungan

Supaya dikemukanan secara jelas dan sistematis upaya-upaya mitigasi lingkungan untuk menanggulangi atau mengendalikan dampak negatif lingkungan. Upaya mitigasi yang diusulkan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Memuat prinsip-prinsip atau syarat-syarat untuk menanggulangi atau mengendalikan dampak lingkungan
  • Merumuskan secara rinci sehingga dapat dipakai sebagai acuan pelaksanaan mitigasi lingkungan. Apabila usulan mitigasi lingkungan berupa penerapan teknologi tertentu supaya disertakan Detail Design Engineeringnya.
  • Apabila dalam melaksanakan mitigasi lingkungan diperlukan keterampilan/pengetahuan secara khusus supaya diusulkan upaya-upaya untuk peningkatan kemampuan dan kemandirian bagi pelaksana mitigasi lingkungan

d.      Ruang, Waktu dan Biaya Mitigasi Lingkungan

Pada bagian ini supaya dikemukanan :

  • Wilayah, kawasan kegiatan mitigasi lingkungan
  • Periode/kapan dan berapa lama kegiatan mitigasi lingkungan
  • Berapa biaya mitigasi lingkungan yang diperlukan dan darimana sumbernya.

e.      Institusi Mitigasi Lingkungan

Mengingat banyaknya pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembangunan kawasan transmigrasi, maka dalam pelaksanaan mitigasi lingkungan supaya disebut secara jelas tentang :

  • Pelaksanaan Mitigasi lingkungan

Cantumkan institusi/pelaksana yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan mitigasi lingkungan

  • Pengawasan

Sebutkan isntitusi/unit kerja yang berperan sebagai pengawas/pengendali mitigasi lingkungan

  • Pelaporan

Cantumkan secara jelas instansi/unit kerja yang berkepentingan dengan hasil mitigasi lingkungan

2. Pelaksanaan Program 

    1)  Pengorganisasian

Pada bagian ini supaya dibuat pengorganisasian dan penatalaksanaan/mekanisme kerja terhadap pelaksanaan mitigasi lingkungan

    2)  Pelaporan

  • Pada bagian ini supaya dikemukan tentang efektifitas mitigasi lingkungan yang dilaksanakan dan kendala-kendala yang dihadapi
  • Sistemtika Pelaporan

SISTEMATIKA PELAPORAN

MITIGASI LINGKUNGAN

BAB I PENDAHULUAN

         1.1. Latar Belakang

         1.2. Tujuan dan Kegunaan

BAB II METODOLOGI

         2.1.  Metode Identifikasi

         2.2.  Metode Pengumpulan dan Analisa Data

         2.3.  Metode Evaluasi

BAB III DAMPAK LINGKUNGAN YANG HARUS DITANGANI

         3.1. Kondisi Lingkungan

         3.2. Dampak Lingkungan

BABIV PROGRAM MITIGASI LINGKUNGAN

Untuk setiap dampak lingkungan yang ditangani supaya diuraikan dengan urutan pengkajian sebagai berikut :

1.    Dampak Lingkungan

2.    Sumber Dampak

3.    Tolok Ukur Dampak

4.    Tujuan Mitigasi Lingkungan

5.    Usulan mitigasi lingkungan

6.    Lokasi Mitigasi Lingkungan

7.    Waktu dan Biaya Mitigasi Lingkungan

8.    Institusi Mitigasi Lingkungan

PENUTUP

Pedoman mitigasi lingkungan di kawasan transmigrasi disusun dalam rangka perwujudan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Direktorat Bina Cipta Keserasian Lingkungan sekaligus mengimplementasikan kebijakan Dirktorat Jenderal Pemberdayaan Sumberdaya Kawasan Transmigrasi tentang pembangunan transmigrasi yang berwawasan lingkungan.

Pedoman ini sifatnya masih berupa pedoman umum mitigasi lingkungan di kawasan transmigrasi. Pedoman tersebut memuat tentang bagaimana merencanakan/memprogramkan kegiatan mitigasi lingkungan di lokasi transmigrasi yang sudah ada (PTA) yaitu :

1.      Prinsip-Prinsip Mitigasi Lingkungan

2.      Pendekatan Mitigasi Lingkungan.

3.      Prosedur Mitigasi Lingkungan.

4.      Upaya Mitigasi Lingkungan

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

04/21/2012 Posted by | Pengetahuan Lingkungan | Tinggalkan komentar

OKSIGEN TERLARUT (DO), ANALISIS OKSIGEN TERLARUT (DO), dan KEBUTUHAN OKSIGEN BIOLOGI (BOD

OKSIGEN TERLARUT (DO)

Oksigen dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan. Disamping itu, oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik dalam proses aerobik. Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal sari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan tersebut. Kecepatan difusi oksigen dari udara, tergantung sari beberapa faktor, seperti kekeruhan air, suhu, salinitas, pergerakan massa air dan udara seperti arus, gelombang dan pasang surut. ODUM (1971) menyatakan bahwa kadar oksigen dalam air laut akan bertambah dengan semakin rendahnya suhu dan berkurang dengan semakin tingginya salinitas. Pada lapisan permukaan, kadar oksigen akan lebih tinggi, karena adanya proses difusi antara air

dengan udara bebas serta adanya proses fotosintesis. Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar oksigen terlarut, karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen yang ada banyak digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik Keperluan organisme terhadap oksigen relatif bervariasi tergantung pada jenis, stadium dan aktifitasnya. Kebutuhan oksigen untuk ikan dalam keadaan diam relatif lebih sedikit apabila dibandingkan dengan ikan pada saat bergerak atau memijah. Jenis-jenis ikan tertentu yang dapat menggunakan oksigen dari udara bebas, memiliki daya tahan yang lebih terhadap perairan yang kekurangan oksigen terlarut. Kandungan oksigen terlarut (DO) minimum adalah 2 ppm  dalam keadaan nornal dan tidak tercemar oleh senyawa beracun (toksik). Kandungan oksigen terlarut minimum ini sudah cukup mendukung kehidupan  organisme. Idealnya, kandungan oksigen terlarut tidak boleh kurang dari 1,7 ppm selama waktu 8 jam dengan sedikitnya pada tingkat kejenuhan sebesar 70 %. KLH menetapkan bahwa kandungan oksigen terlarut adalah 5 ppm untuk kepentingan wisata bahari dan biota laut. Oksigen memegang peranan penting sebagai indikator kualitas perairan, karena oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik. Selain itu, oksigen juga menentukan khan biologis yang dilakukan oleh organisme aerobik atau anaerobik. Dalam kondisi aerobik, peranan oksigen adalah untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik dengan hasil akhirnya adalah nutrien yang pada akhirnya dapat memberikan kesuburan perairan. Dalam kondisi

anaerobik, oksigen yang dihasilkan akan  lebih sederhana dalam bentuk nutrien dan gas. Karena proses oksidasi dan reduksi inilah maka peranan oksigen terlarut sangat penting untuk membantu mengurangi beban pencemaran pada perairan secara alami maupun secara perlakuan aerobik yang ditujukan untuk memurnikan air  buangan industri dan rumah tangga. Sebagaimana diketahui bahwa oksigen berperan sebagai pengoksidasi dan pereduksi bahan kimia beracun menjadi senyawa lain yang lebih sederhana dan tidak beracun. Disamping itu, oksigen juga sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk pernapasan. Organisme tertentu, seperti mikroorganisme, sangat berperan dalam menguraikan senyawa kimia beracun rnenjadi senyawa lain yang Iebih sederhana dan tidak beracun. Karena peranannya yang penting ini, air buangan industri dan limbah sebelum dibuang ke lingkungan umum terlebih dahulu diperkaya kadar oksigennya.

ANALISIS OKSIGEN TERLARUT (DO)

Oksigen terlarut dapat dianalisis atau ditentukan dengan 2 macam cara, yaitu :

1. Metoda titrasi dengan cara WINKLER

2. Metoda elektrokimia

1. Metoda titrasi dengan cara WINKLER

Metoda titrasi dengan cara WINKLER secara umum banyak digunakan untuk menentukan kadar oksigen terlarut. Prinsipnya dengan menggunakan titrasi iodometri. Sampel yang akan dianalisis terlebih dahulu ditambahkan larutan MnCl2 den Na0H – KI, sehingga akan terjadi endapan Mn02. Dengan menambahkan H2SO4 atan HCl maka endapan yang terjadi akan larut kembali dan juga akan membebaskan molekul iodium (I2) yang ekivalen dengan oksigen terlarut. Iodium yang dibebaskan ini selanjutnya dititrasi dengan

larutan standar natrium tiosulfat (Na2S203) dan menggunakan indikator larutan amilum (kanji). Reaksi kimia yang terjadi dapat dirumuskan sebagai berikut :

2. Metoda elektrokimia

Cara penentuan oksigen terlarut dengan metoda elektrokimia adalah cara langsung untuk menentukan oksigen terlarut dengan alat DO meter. Prinsip kerjanya adalah menggunakan probe oksigen yang terdiri dari katoda dan anoda yang direndam dalarn larutan elektrolit. Pada alat DO meter, probe ini biasanya

menggunakan katoda perak (Ag) dan anoda timbal (Pb). Secara keseluruhan, elektroda ini dilapisi dengan membran plastik yang bersifat semi permeable terhadap oksigen. Reaksi kimia yang akan terjadi adalah :

Aliran reaksi yang terjadi tersebut tergantung dari aliran oksigen pada katoda. Difusi oksigen dari sampel ke elektroda berbanding lurus terhadap konsentrasi oksigen terlarut. Penentuan oksigen terlarut (DO) dengan cara titrasi berdasarkan metoda WINKLER lebih analitis apabila dibandingkan dengan cara alat DO meter. Hal yang perlu diperhatikan dalam titrasi iodometri ialah penentuan titik akhir titrasinya, standarisasi larutan tiosulfat dan pembuatan larutan standar kaliumbikromat yang tepat. Dengan mengikuti prosedur penimbangan kaliumbikromat dan standarisasi tiosulfat secara analitis, akan diperoleh hasil penentuan oksigen terlarut yang lebih akurat. Sedangkan penentuan oksigen terlarut dengan cara DO meter, harus diperhatikan suhu dan salinitas sampel yang akan diperiksa. Peranan suhu dan salinitas ini sangat vital terhadap akurasi penentuan oksigen terlarut dengan cara DO meter. Disamping itu, sebagaimana lazimnya

alat yang digital, peranan kalibrasi alat sangat menentukan akurasinya hasil penentuan. Berdasarkan pengalaman di lapangan, penentuan oksigen terlarut dengan cara titrasi lebih dianjurkan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Alat DO meter masih dianjurkan jika sifat penentuannya hanya bersifat kisaran.

KEBUTUHAN OKSIGEN BIOLOGI (BOD)

Kebutuhan oksigen biologi (BOD) didefinisikan sebagai banyaknya oksigen yang diperlukan oleh organisme pada saat pemecahan bahan organik, pada kondisi aerobik. Pemecahan bahan organik diartikan bahwa bahan organik ini digunakan oleh organisme sebagai bahan makanan dan energinya diperoleh dari proses oksidasi. Parameter BOD, secara umum banyak dipakai untuk menentukan tingkat pencemaran air buangan. Penentuan BOD sangat penting untuk menelusuri aliran pencemaran dari tingkat hulu ke muara. Sesungguhnya penentuan BOD merupakan suatu prosedur bioassay yang menyangkut pengukuran banyaknya oksigen yang digunakan oleh organisme selama organisme tersebut menguraikan bahan organik yang ada dalam suatu perairan, pada kondisi yang harnpir sama dengan kondisi yang ada di alam. Selama pemeriksaan BOD, contoh yang diperiksa harus bebas dari udara luar untuk rnencegah kontaminasi dari oksigen yang ada di udara bebas. Konsentrasi air buangan/sampel tersebut juga harus berada pada suatu tingkat pencemaran tertentu, hal ini untuk menjaga supaya oksigen terlarut selalu ada selama pemeriksaan. Hal ini penting diperhatikan mengingat kelarutan oksigen dalam air terbatas dan hanya berkisar ± 9 ppm pads suhu 20°C.  Penguraian bahan organik secara biologis di alam, melibatkan bermacam-macam organisme dan menyangkut reaksi oksidasi dengan hasil akhir karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Pemeriksaan BOD tersebut dianggap sebagai suatu prosedur oksidasi dimana organisme hidup bertindak sebagai medium untuk menguraikan bahan organik menjadi CO2 dan H2O. Reaksi oksidasi selama pemeriksaan BOD merupakan hasil dari aktifitas biologis dengan kecepatan reaksi yang berlangsung sangat dipengaruhi oleh jumlah populasi dan suhu. Karenanya selama pemeriksaan BOD, suhu harus diusahakan konstan pada 20°C yang merupakan suhu yang umum di alam. Secara teoritis, waktu yang diperlukan untuk proses oksidasi yang sempurna sehingga bahan organik terurai menjadi CO2 dan H2O adalah tidak terbatas. Dalam prakteknya dilaboratoriurn, biasanya berlangsung selama 5 hari dengan anggapan bahwa selama waktu itu persentase reaksi cukup besar dari total BOD. Nilai BOD5 hari merupakan bagian dari total BOD dan nilai BOD 5 hari merupakan 70 – 80% dari nilai BOD total. Penentuan waktu inkubasi adalah 5 hari, dapat mengurangi kemungkinan hasil oksidasi ammonia (NH3) yang cukup tinggi. Sebagaimana diketahui bahwa, ammonia sebagai hasil sampingan ini dapat dioksidasi menjadi nitrit dan nitrat, sehingga dapat mempengaruhi hasil penentuan BOD.

 Oksidasi nitrogen anorganik ini memerlukan oksigen terlarut, sehingga perlu diperhitungkan. Dalam  praktek untuk penentuan BOD yang berdasarkan pada pemeriksaan oksigen terlarut (DO), biasanya dilakukan secara langsung atau dengan cara pengenceran. Prosedur secara umum adalah menyesuaikan

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF

04/16/2012 Posted by | ANFISMAN | 3 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 653 pengikut lainnya.