BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

HASIL BELAJAR BIOLOGI

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2009). Siswa yang belajar akan mengalami perubahan sebagai hasil belajar yang telah dilakukan. Hasil belajar merupakan sesuatu yang diperoleh, didapatkan atau dikuasai setelah proses belajar yang biasanya ditunjukkan dengan nilai atau skor.

Menurut Howard Kingsley dalam Sudjana (2009) hasil belajar dibagi menjadi tiga macam, yaitu: (a) keterampilan dan kebiasaan, (b) pengetahuan dan pengertian, (c) sikap dan cita-cita. Masing-masing jenis hasil belajar dapat diisi dengan bahan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Sedangkan Gagne dalam Sudjana (2009) membagi lima kategori hasil belajar, yaitu: (a) informasi verbal, (b) keterampilan intelektual, (c) strategi kognitif, (d) sikap, dan (e) keterampilan motoris.

  1. Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis.kemampuan merespons secara spesifik terhadap rangasangan spesifik. Kemampuan tersebut tidak memerlukan manipulasi simbol, pemecahan masalah maupun penerapan aturan.
  2. Keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan lambang. Keteraampilan intelektual terdiri dari kemampuan mengategorisasikan, kemampuan analisis-sintetis, fakta-konsep dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan.
  3. Strategi positif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah.
  4. Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut. Sikap berupa kemampuan menginternalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai. Sikap merupakan kemampuan menjadikan nilai-nilai sebagai standar perilaku.
  5. Keterampilan motoris yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani (Suprijono, 2010).

Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom. Benyamin Bloom membagi hasil belajar ke dalam tiga ranah yang dikenal dengan taksonomi Bloom, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Yang  dimaksud  dengan ranah-ranah ini oleh Bloom adalah perilaku-perilaku  yang memang diniatkan untuk ditunjukkan   oleh   siswa   atau   pelajar   dalam   cara-cara   tertentu. Ranah kognitif berkaitan dengan tujuan-tujuan pembelajaran yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, mengetahui dan memecahkan masalah. Ranah afektif berkaitan dengan tujuan-tujuan yang berhubungan dengan perasaan, emosi, nilai, dan sikap yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. Ranah psikomotor berkaitan dengan keterampilan motorik, manipulasi bahan atau objek.

Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah yang termasuk dalam ranah kognitif. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berfikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi. Keenam jenjang yang dimaksud adalah: (1) Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge), (2) Pemahaman (comprehension), (3) Penerapan (application), (4) Analisis (analysis), (5) Sintesis (synthesis) dan (6) Penilaian (evaluation). Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi (Haris & Jihad, 2009).

Pengetahuan (knowledge), adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali (recall) atau mengenali kembali tentang nama, istilah ide, rumus-rumus dan sebagainya. Tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakannya. Pengetahuan atau ingatan ini adalah proses berfikir yang paling rendah.

Pemahaman (comprehension) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dengan dapat melihatnya dari berbagai segi. Seorang siswa dapat dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang apa yang dipelajari dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan berfikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan atau hafalan.

Penerapan atau aplikasi (application) adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau mengggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori dan sebagainya, dalam situasi yang baru dan kongkrit.

Analisis (analysis) adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan, atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan diantara bagian-bagian atau faktor-faktor yang satu dengan faktor-faktor yang lainnya.

Sintesis (synthesis) adalah kemampuan berfikir yang merupakan kebalikan dari proses berfikir analisis. Sintesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yang berstruktur atau berbentuk pola baru.

Penilaian/ penghargaan/ evaluasi (evaluation) adalah merupakan jenjang berfikir paling tinggi dalam ranah kognitif menurut taksonomi Bloom. Penilaian atau evaluasi disini merupakan kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu situasi, nilai atau ide, misalnya seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan, maka ia akan mampu memilih satu pilihan yang terbaik, sesuai dengan patokan-patokan atau kriteria-kriteria yang ada.

Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan Internalisasi. Ranah psikomotoris berkenaan dengan hasil belajar ketrampilan dan kemampuan bertindak. Ada 6 aspek ranah psikomotoris, yaitu:

  1. Gerakan refleks
  2. Keterampilan gerakan dasar
  3. Kemampuan perseptual
  4. Keharmonisan atau ketepatan
  5. Gerakan ketrampilan kompleks
  6. Dan gerakan ekspresif dan interpretatif

Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru disekolah, karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pelajaran.

Hasil  belajar  merupakan  peristiwa  yang  bersifat  internal  dalam  arti sesuatu yang  terjadi pada diri  seseorang. Peristiwa  tersebut dimulai dari adanya perubahan  kognitif  yang  kemudian  berpengaruh  pada  perilaku. Dengan demikian  perilaku  seseorang  didasarkan  pada  tingkat  pengetahuan  terhadap sesuatu yang dipelajari yang kemudian dapat diketahui melalui  tes, dan pada akhirnya muncul hasil belajar dalam bentuk nilai riil atau non riil.

About these ads

11/21/2011 - Posted by | PTK

1 Komentar »

  1. artikelnya sangat bermanfaat pak .. semoga berkah ilmunya pak

    Komentar oleh lesprivat sp | 06/01/2013


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 741 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: