BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

PHYLUM ARTHROPODA

BAB I

CIRI-CIRI UMUM

 

  1. Ciri-ciri Umum Phylum Arthropoda

Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas, dan podos yang berarti kaki. Jadi Arthropoda dapat diartikan hewan yang kakinya beruas-ruas. Merupakan hewan kelompok terbesar dalam arti jumlah species maupun penyebarannya. Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda.

Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu:

a)      Crustacea atau Udang-udangan

b)      Insecta atau serangga (Hexapoda)

c)      Myriapoda atau lipan (kaki seribu)

d)     Arachnida atau labah-labah

Adapun ciri-ciri umum dari Arthropoda antara lain adalah sebagai berikut:

1)      Tubuh beruas-ruas yang terbagi atas kepala (caput), dada (thoraks), dan badan belakang (abdomen). Beberapa diantaranya ada yang memiliki kepala dan dada yang bersatu (cephalothoraks).

2)      Bentuk tubuh simetris bilateral

3)      Rangka luar keras tersusun atas zat kitin

4)      Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas

5)      System peredaran darah terbuka (system lakuner) dan alat peredarannya berupa jantung dan pembuluh-pembuluh darah terbuka

6)      Alat pernapasan berupa trakea, insang, dan paru-paru yang merupakan lembaran (paru-paru buku)

7)      Alat pencernaan makanan lengkap terdiri atas mulut, kerongkongan usus, dan anus

8)      Sistem reproduksi terpisah, artinya ada hewan jantan dan ada hewan betina. Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual (partenogenesis dan paedogenesis)

9)      System saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena

10)  Hidupnya di darat, air tawar dan laut.

BAB II

KLASIFIKASI PHYLUM ARTHROPODA

 

  1. A.       Crustacea atau Udang-udangan

a)        Ciri-ciri Crustacea

1)    Pada kepalanya terdapat lima pasang alat gerak sebagai berikut:

  • Tiga pasang rahang yaitu, satu pasang Mandi Bula, satu pasang maksila petama, dan satu pasang maksila kedua.
  • Dua pasang antena dengan alat-alat tambahan disekitarya yang bersifat tipikal biramus (bercabang dua)

2)   Peredaran darahnya terbuka dan tidak memiliki pembuluh darah kapilar

3)   Sebagian besar anggotanya bernafas dengan insang, tetapi hewan yang ukuran tubuhnya kecil bernapas dengan seluruh permukaan tubuhnya

4)   Hewan ini dapat dibedakan antara hewan jantan dan hewan betina

5)   Kakinya terdapat hampir di seluruh permukaan tubuhnya

6)    Kepalanya terbentuk sebagai persatuan segmen.

b)       Klasifikasi / Sistematika

Kelas insecta terbagi atas 2 subkelas yaitu:

1)      Subkelas Malacostrata(udang tingkat tinggi) yang memiliki ciri-ciri sebagai brikut:

  • Tubuhya terdiri atas cephalothoraks
  • Cara perkembangbiakannya dengan telur hasil pembuahan yang menetas menjadi larva yang disebut Nauplius
  • Bernafasnya dengan insang berbentuk bulu-bulu halus
  • Hewan ini tidak berwarna.
  1. Klasifikasi Malacostrata

Subkelas Malacostrata dibagi menjadi 3 ordo sebagai berikut:

v  Ordo Isopoda

  • Pada umumnya hidup di laut, tetapi ada pula yang hidup di air tawar dan darat
  • Ada beberapa diantaranya yang menggerek kayu

v  Ordo Stomatopoda

  • Hidupnya di laut
  • Anggotanya terdiri atas crustacea yang bentuk tubuhnya seperti belalang sembah
  • Di belakang kepalanya terdapat karapaks yang merupakan rangka luar
  • Warna tubuhnya menyolok

v  Ordo Decapoda

  • Anggotanya meliputi udang, kepiting, dan ketam
  • Tiga pasang anggota gerak paling depan pada thoraksnya berubah fungsi menjadi rahang
  • Lima pasang anggota gerak lainnya pada thoraks menjadi kaki sehinga disebut hewan berkaki sepuluh
  • Kepala dan thoraksnya menjadi satu yang dilindungi oleh kaparaks.

Contoh :

  • Cabarus sp (udang air tawar)
  • Panulirus sp (udang laut lobster)
  • Penacus sp (udang windu / udang air payau)

2)      Subkelas Entomostraca (udang tingkat rendah) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Merupakan mikroorganisme
  • Hidupnya sebagai plankton yang dapat bergerak bebas
  • Ø Hewan ini tidak memiliki insang sehingga bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.

b)   Klasifikasi Entomostraca

Subkelas Entomostraca dibagi menjadi beberapa ordo sebagai berikut:

v Ordo Branciopoda

  •     Tubuhnya sangat kecil dan hidupnya di air tawar
  •     Pada umumnya bertubuh pucat dan transparan.

Contoh:

  • Daphnia Pulex (kutu air)
  • Lepidurus
  • Notostraca

 

  • Estheria
  • Conthrostraca

v Ordo Ostracoda

  •     Hidupnya di air laut dan air tawar
  •     Beberapa jenis diantaranya hidup sebagai plankton

v  Ordo Copepoda

  •     Merupakan ordo terbesar di Enromostraca
  •     Hidupnya di air laut, tawar dan hidup sebagai plankton

v  Ordo Cirripedia

  •     Hidupnya di laut
  •     Pada umumnya hidupnya melekat pada suatu tempat

c)      System Organ Crustacea

v   System pernapasannya berupa insang kecuali yang bertubuh sangat kecil dengan seluruh permukaan tubuh

v   System pencernaan terdiri atas 3 bagian yaitu: tembolok untuk menampung makanan, lambung otot (ampela), dan lambung kelenjar.

v    Sistem reproduksinya diesis (berkelamin satu). Pembuahan terjadi secara eksternal. Telur menetas menjadi larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang dan bersilia.

d)     Habitat

Hewan ini sebagian besar hidup di air yaitu danau, laut, dan sungai. Di laut hewan ini hidup mulai dari pantai hingga laut dalam. Namun ada juga yang hidup di air tawar dan di darat.

e)      Peranan Crustacea bagi kehidupan manusia

Berbagai Crustacea menguntungkan bagi manusia dalam beberapa bidang seperti berikut ini:

  • Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misalnya udang, lobster, dan kepiting.
  • Bidang Ekologi; Entomostraca yang berperan sebagai zooplankton menjadi sumber makanan misalnya anggota Branchiopoda, Ostracoda, dan Copepoda.

Selain menguntugkan, ada beberapa Crustacea yang merugikan antara lain:

  • Merusak lambung kapal (perahu), misalnya anggota Isopoda.
  • Parasit pada ikan, kura-kura, dan sebagainya misalnya anggota Cirripedia dan Copepoda.
  • Merusak pematang sawah atau saluran irigasi, misalnya ketam.

 

  1. B.     Insecta atau Serangga

Anggotanya sangat besar dan bervariasi sehingga dipelajari dalam cabang ilmu biologi tersendiri yang disebut Entomologi (entomos = serangga, logos = ilmu), yaitu ilmu yang mempelajari tentang serangga.

a)      Ciri-ciri Insecta

1)      Sebagian anggotanya hidup di darat dan sebagian kecil saja yang hidup di air tawar. Jarang sekali hewan ini yang hidup di dalam air laut.

2)      Ukuran tubuhnya bervariasi, ada yang bersifat mikroskopis sampai ada yang beberapa sentimeter panjangnya.

3)      Tubuhnya terdiri atas caput (kepala), thoraks (dada), dan abdomen (perut).

4)      Pada kepalanya terdapat:

  • Ø Sepasang mata faset (mata majemuk) tetapi ada yang bermata tunggal
  • Ø Sepasang antena sebagai alat peraba
  • Ø Empat pasang alat mulut dan mempunyai empat bentuk mulut, yaitu:

Alat mulut menggigit pada semut

Alat mulut menggigit dan menjilat pada lebah

Alat mulut mengisap pada kupu-kupu

Alat mulut menusuk dan mengisap pada nyamuk

5)      Thoraks (dada) terbagi atas 3 segmen, yaitu:

  • Prothoraks (bagian depan), terdapat sepasang kaki jalan dan kadang-kadang ada sepasang sayap
  • Mesothoraks (bagian tengah), terdapat sepasang kaki jalan dan kadang-kadang ada sepasang sayap
  • Metathoraks (bagian belakang), terdapat sepasang kaki jalan.

6)      Pada abdomennya biasanya terdapat 6-11 segmen, dan satu ataupun dua sayap.

7)      Alat pencenaan makanannya terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus, usus akhir, dan anus. Penghancuran makanan terjadi dalam lambung otot.

8)      Pada serangga betina terdapat ovipositor yang berguna untuk menyimpan telur.

9)      Pada segmen pertama dari abomennya memiliki membran hympanum untuk mendengar

10)  Hewan ini tidak mempunyai zat warna merah, tetapi ada sel darah dan pembuluh darah.

11)  System saraf tangga tali

12)  Hewan ini mengalami metamorfosis (perubahan bentuk tubuh menuju kedewasaan) sebagai berikut:

  • Metamorfosis sempurna

Telur         larva         kepompong (pupa)      imago (dewasa).

Contoh:  kupu-kupu, lalat, dan tawon.

  • Metamorfosis tidak sempurna

Telur         larva         nimfa          imago

Contoh:  jangkrik, lipas, dan belalang.

  • Tidak mengalami metamorfosis

Telur         imago (dewasa)

Contoh: Lepisma (kutu buku)

b)      Klasifikasi / Sistematika

Kelas Insecta dibagi menjadi 2 subkelas sebagai berikut:

1)      Subkelas Apterygota yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Tubuh berwarna perak dan tidak memiliki sayap
  • Tidak mengalami metamorfosis
  • Thoraks dan abdomen tidak memiliki batas yang jelas.
  1. Klasifikasi Apterygota

Subkelas kelas Apterygota dibagi menjadi 2 ordo sebagai berikut:

v  Thysaruna, yaitu Apterygota yang memiliki antena panjang.

Contoh:

  • Lepisma Saccharina(kutu buku)
    • Mempunyai kemampuan merusak buku dan pakaian yang dikanji
    • Menghasilkan enzim selulosa yang berguna untuk mengubah selulosa menjadi gula sederhana.

v  Collembola

  • Hidup di tanah terutama di hutan yang lembab
  • Antenanya berbuku-buku
  • Abdomen belakang berbentuk seperti garpu dan berfungsi untuk meloncat.

2)      Subkelas Pterygota

Pterygota dibedakan antara Exopterygota dan Endopterygota.

v Exopterygota, memiliki sayap yang merupakan tonjolan luar dari dinding tubuh dan metamorfosisnya tidak sempurna.

v Endopterygota, sayapnya berkembang dari penonjolan ke dalam dari dalam dinding dan metamorfosisnya tidak sempurna.

Subkelas Pterygota dibagi menjadi 10 ordo sebagai berikut:

v  Ordo Archiptera atau Isoptera (bersayap asli)

  •    Termasuk Exopterygota
  •    Mempunyai dua pasang sayap yang tipis dan berukuran sama
  •    Metamorfosisnya tidak sempurna
  •    Mempunyai alat mulut menggigit.

Contoh:

  • Aeshna (capung) dan Reticulitermis(anai-anai)
    • Rayap membentuk susunan masyarakat (polimorfisme), yaitu raja, ratu, prajurit (tentara), dan pekerja (tidak bersayap)
    • Rayap prajurit dan pekerja mandul
    • Di dalam usus rayap terdapat flagellata yang mencerna selulosa.

v  Ordo Neuroptera (bersayap jala)

  •   Termasuk Endopterygota
  •   Mempunyai dua pasang sayap tipis seperti selaput dan pembuluh serupa jalan
  •   Metamorfosisnya sempurna
  •   Mempunyai alat mulut menggigit.

Contoh:  Myrmeleon frontalis (undur-undur)

v  Ordo Orthoptera (bersayap lurus)

  •   Termasuk Exopterygota
  •   Mempunyai bagian sayap yang bagian depannya tebal dan bagian belakangnya tipis
  •   Metamorfosisnya tidak sempurna
  •   Mempunyai alat mulut menggigit

Contoh:

  •   Blatta orientalis (kecoak)
  •   Manthis religiosa (belalang sembah)
  •   Gyrlius domestica (jangkrik)
  •   Gyrllotalpa hirsute (anjing tanah)
  •   Branchytrupes (gangsir)

v  Ordo Rinchota

Ordo Rinchota dibagi menjadi dua familia sebagai berikut:

Hemiptera

  • Termasuk Exopterygota
  • Memiliki dua pasang sayap, sayap depannya seperti kulit dan sayap belakangnya seperti selaput tipis
  • Mempunyai mulut menusuk dan mengisap
  • Metamorfosisnya tidak sempurna

Contoh:

  • Podops vermiculata (walang colelat)
  • Leptopcorisa acuta (wlang sangit)
  • Cymex rotundatus (kutu busuk)

Homoptera

  •  Termasuk Expterygota
  • Memiliki dua pasang sayap yang keduanya merupakan selaput
  • Pada waktu istirahat sayap dilipat
  • Metamorfosisnya tidak sempurna

Contoh:

  • Nilaparvata lugegens (wereng)
  • Pediculus capitis (kutu kepala)
  • Aphis medicaginis (kutu daun)
  • Coccidae (kutu perisai)

v  Ordo Coleoptera

  • Termasuk Endopterygota
  • Mempunyai dua pasang sayap, sayap depan disebut elytra yang tebal dan mengilap karena zat tanduk
  • Sayap belakangnya tipis berupa selaput

Contoh:

  •   Chrysochrosa fulminans (samber lilen)
  •   Coccinella sp. (kepik emas)
  •   Orhyctes rhinoceros (kumbang tanduk)
  •   Hydrous picicornis (kepik)
  •   Xylotropes gideon (kumbang kelapa)
  •   Calandra oryzae (kumbang beras)
  •   Lampryris (kunang-kunang)

v  Ordo Hymenoptera (bersayap selaput)

  •   Termasuk Endopterygota
  •   Mempunyai dua pasang sayap yang tidak sama
  •   Mempunyai alat mulut menggigit dan menjilat

Contoh:

  •   Apis indica (lebah madu)

Ada yang hidup menyendiri dan ada yang hidup berkelompok serta susunan masyakat lebah , yaitu:

Lebah pekerja yang bertugas membuat sarang, mengumpulkan madu, serat mengurus telur dan larva.

Lebah tentara

Lebah jantan

Lebah ratu

  •   Oechophylla smaragdina (semut rangrang)
  •   Delichoderus bituberculatus (semut hitam)

v  Ordo Diptera (bersayap dua)

  •   Termasuk Endopterygota
  •   Mempunyai dua pasang sayap tipis
  •   Metamorfosisnya sempurna

Contoh:

  •   Culex sp.
  •   Aedes aegepty
  •   Anopheles dudlowi
  •   Glossina morsitans (lalat tse-tse)
  •   Drosophila melanogaster (lalat buah)
  •   Anopheles sundaicus (vector penyakit malaria)
  •   Musca domestica (lalat rumah)
  •   Mansonia sp.

v  Ordo Siphonoptera

  •   Termasuk Endopterygota
  •   Tidak bersayap dan bermata tunggal
  •   Metamorfosisnya sempurna
  •   Mempunyai alat mulut menusuk dan mengisap

Contoh:

  •   Ctenocephalus cannis (kutu anjing)
  •   Ctenocephalus felis (kutu kucing)
  •   Pulex irritan (pinjal manusia)
  •   Xenopsylla cheopsis (kutu tikus)

v  Ordo Lepidoptera

  •   Termasuk Endopterygota
  •   Mempunyai alat mulut mengisap
  •   Metamorfosisnya sempurna
  •   Mempunyai dua pasang sayap tipis beraneka ragam warna

Contoh:

  •   Acharonitra lachesis (kupu-kupu tengkorak)
  •   Bombyx mori (ngengat sutera)
  •   Attacus atlas (kupu-kupu gajah)
  •   Cricula trifenestrata (kupu-kupu kenari)
  •   Hyblaea puera (kupu-kupu ulat jati)

 

 

 

c)      System Organ Insecta

v    System pernapasan pada serangga disebut system trakea. Pernapasan sistem trakea terdiri atas pembuluh-pembuluh yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan bermuara pada stigma atau spirakel. Udara pernapasan keluar dan masuk ke dalam tubuh Insecta melalui stigma. Stigma merupakan lubang yang terdapat di sepanjang sisi kiri dan kanan tubuh.

v    System pencernaannya dimulai dari mulut yang terdiri atas bibir atas dan bawah, rahang serta gigi. Dari mulut makanan masuk ke kerongkongan lalu ke tembolok. Dari tembolok makanan yang telah disimpan beberapa waktu masuk ke empedal yang berdinding gigi kitin. Selanjutnya makanan masuk ke lambung. Pada lambung terdapat enam pasang kelenjar pencernaan yang menghasilkan enzim. Makanan yang telah dicerna menjadi sari-sari makanan diserap oleh usus dan diedarkan keseluruh tubuh oleh hemolimfa. Sisa pencernaan sementara disimpan di rectum berupa feses. Selanjutnya, dikeluarkan melalui anus.

v    System reproduksinya, kadang-kadang mengalami parthenogenesis maupun paedogenesis. Partenogenesis adalah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid, misalnya lebah. Sedangkan paedogenesis adalah parthenogenesis yang berlangsung di tubuh larva.

d)     Habitat

Hewan ini sebagian besar hidup di darat dan sebagian kecil saja yang hidup di air tawar. Namun, jarang sekali hewan ini yang hidup di air laut.

e)      Peranan Insecta Bagi Kehidupan Manusia

Beberapa peranan Insecta yang menguntungkan, antara lain:

v    Untuk dimakan, misalnya laron, gangsir, dan larva lebah (tempayak = gana); serangga ini dapat diperoleh secara musiman.

v    Untuk obat-obatan tradisional, misalnya madu (Apis dorsata, Apis indica, Apis melifera)

v    Untuk bahan pakaian sutera, misalnya kepompong Bombyx mori

v    Membantu proses penyerbukan berbagai macam tumbuhan (kupu-kupu, kumbang dan lebah)

v    Di bidang Ekologi, Insecta merupakan rantai makanan yang sangat penting dari berbagai konsumen

v    Berbagai Insecta tanah berperan sebagai “traktor alami”.

 

 

Beberapa peranan Insecta yang merugikan antara lain:

v   Sebagai penular berbagai macam penyakit sepeti tifus, kolera dan disentri yang disebabkan oleh lalat dan kecoa

v   Hama putih pada berbagai tanaman, misalnya oleh Pseudococcus cintri, Aspidiotus perniciosus (dari ordo Rhynchota)

v   Parasit pada manusia (mengisap darah), misalnya nyamuk, kutu kepala dan kutu busuk

v   Hama padi misalnya wereng dan walang sangit

v   Merusak tanaman budidaya, misalnya belalang, kumbang kelapa, sexava, dan berbagai jenis ulat

v   Merusak bahan makanan yang disimpan (tepung, kedelai) oleh berbagai Coloeoptera, misalnya kepik.

  1. C.    Myriapoda atau Kelabang

a)      Ciri-ciri Myriopoda

1)   Tubuh terdiri atas kepala (chepalo) dan perut (abdomen) tanpa dada (thoraks)

2)   Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus)

3)   Penambahan jumlah segmen terjadi pada setiap pergantian kulit

4)   Alat gerak pada kelompok hewan chilopoda adalah satu pasang kaki di setiap segmen perut kaki, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang kaki pada tiap segmen perut, kecuali segmen terakhirnya.

b)      Klasifikasi / Sistematika

Myriapoda terdiri atas 2 subkelas, yaitu:

1)   Subkelas Chilopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Ø Mencakup berbagai macam lipan (kelabang) yang memiliki panjang hingga 26 cm
  • Ø Chilopoda memangsa hewan kecil dengan cara melumpuhkannya dengan gigi yang beracun.

2)   Subkelas Diplopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Ø Mencakup berbagai macam lengkibang (luing)
  • Ø Diplopoda hidup di tempat-tempat lembab dan gelap
  • Ø Makanan hewan ini berupa sayur-mayur, vegetasi yang sudah mati atau lumut.

 

c)      Habitat

Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat. Terutama di tempat yang banyak mengandung sampah, misalnya di kebun dan di bawah batu-batuan.

d)     System Organ Myriapoda

v  System pernapasannya berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas, kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya.

v  System pencernaan, saluran pencernaanya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen I, sedangkan Diplopoda bersifat herbivor, pemakan sampah atau daun-daunan.

v  System reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi internal). Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar.

e)      Peranan Myriapoda Bagi Kehidupan Manusia

Myriapoda dapat dikatakan tidak memberi keuntungan bagi kehidupan manusia. Bahkan ada beberapa yang dianggap mengganggu meski tidak membahayakan. Namun, Myriapoda ternyata mempunyai andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus.

 

  1. D.    Arachnida atau Labah-labah

a)      Ciri-ciri Arachnida

1)   Pada umumnya hidup di darat, tetapi ada juga yang hidup dalam air

2)   Ukuran tubuhnya mikroskopis sampai beberapa sentimeter panjangnya

3)   Tubuhnya terdiri atas chepalothoraks dan abdomen serta tidak mempunyai antena

4)   Jumlah matanya bervariasi dan biasanya mempunyai delapan mata sederhana

5)   Pada bagian depan chepalothoraksnya terdapat mulut yang mempunyai enam pasang alat tambahan, yaitu:

  • Sepasang pedipalpus (seperti kaki yang berakhir pada cakar) untuk memegang mangsanya
  • Sepasang kelisera (berupa gunting dan capit) untuk melumpuhkan musuhnya
  • Empat pasang kaki untuk berjalan.

6)   Bernafas dengan paru-paru buku atau trakea atau dengan kedua-duanya

7)   Ada beberapa Arachnida yang tidak memiliki alat penapasan khusus.

b)      Klasifikasi / Sistematika

Arachnida terdiri atas 3 ordo, yaitu:

1)    Scorpionida

  • Ø Mencakup segala macam kala, seperti kalajengking, kala buku dan kala labah-labah
  • Ø Pedipalpusnya berbentuk seperti capit besar, sedangkan kelisera-keliseranya kecil.

2)      Arachnoida

  • Ø Mencakup segala macam labah-labah
  • Ø Setiap labah-labah paling tidak membuat tiga macam benang untuk fungsi yang berlainan.

3)      Acarina

  • Ø Tubuhnya tidak berbuku-buku
  • Ø Mencakup caplak dan tungau

c)      Habitat

Pada umumnya Arachnida hidup di darat. Namun, ada juga yang hidup dalam air.

d)     System Organ Arachnida

v  System pernapasan berupa paru-paru yang terletak di daerah perut depan.

v  Sistem pencernaan dimulai dari mulut, perut, usus halus, usus besar, kantung, feses dan anus. Alat pencernaan dilengkapi dengan lima pasang usus buntu yang terletak di bagian depan dan hati di bagian abdomen.

v  System reproduksi, terjadi secara seksual, yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi di dalam tubuh betinanya (fertilasi internal). Hewan jantan dan hewan betina terpisah (diesis). Ada ovipar, ovovivipar, dan vivipar.

 

e)      Peranan Arachnida Bagi Kehidupan Manusia

Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga, terutama serangga hama. Namun, hewan-hewan Arachnida lebih banyak merugikan manusia, terutama hewan-hewan Acarina, yaitu:

v  Sarcoptes scabei, menyebabkan gatal atau kudis pada manusia

v  Prosoptes equi, menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, dan kuda

v  Otodectes cynotis, (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing

v  Dermacentor variabilis sebagai vektor demam Rocky Mountain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hadisusanto, Suwarno. 2005. Biologi Kelas X. Jilid Ib SMA. Jakarta: Sunda Kelapa Pustaka.

Maryati, Sri. 2004. Buku Penuntun Biologi SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

About these ads

10/27/2011 - Posted by | Fisiologi Hewan

4 Komentar »

  1. Nice

    Komentar oleh LINDA RAHMANIA | 12/01/2012

  2. Ttg samber lilin (chrysochrosa fulminans) apa makanannya dan bagaimana mengembang biakannya. saat ini harganya perekor hidup 500 rb sampai 1 juta-an.

    Komentar oleh Hanagi | 03/18/2013

  3. terima kasih ..
    materi ini sangat membantu

    Komentar oleh Nanda Anantdha | 03/25/2013

  4. Terimakasih .Sangat bermanfaat

    Komentar oleh Cosme Salsinha | 01/03/2014


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 951 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: