BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

“ TELUR AMARA POLKADOT” Telur Asin Macam Rasa Enak dan Bergizi”.

A. Judul Program

“ TELUR  AMARA POLKADOT”  Telur Asin Macam Rasa Enak dan  Bergizi”.

B. Latar Belakang

Di Indonesia sekitar 1,67 juta anak di bawah lima tahun (balita) berstatus penderita gizi buruk (malnutrisi). Berdasarkan data WHO yang mengelompokan prevelensi gizi kurang, Indonesia tahun 2004 tergolong negara dengan status kekurangan gizi yang tinggi karena 5.119.935 (28,47%) dari 17.983.244 balita di Indonesia termasuk kelompok gizi kurang dan gizi buruk. Gizi buruk ini salah satunnya diakibatkan karena kurangnya konsumsi protein hewani oleh masyarakat.

Tingkat konsumsi protein hewani di Indonesia sangat rendah, bahkan masih di bawah standar yang ditetapkan oleh Badan Pangan Dunia (FAO).  Berdasarkan ketetapan FAO,  standar  konsumsi protein hewani bangsa Indonesia minimal sebesar 6 gr/kapita/hari. Namun, saat ini masyarakat di Indonesia baru mengonsumsi protein hewani sebanyak 4,19 gr/kapita/hari. Sumber protein hewani yaitu susu, daging, ikan, telur dan keju mengandung asam amino esensial lengkap, lemak relatif tinggi dan mengandung laktosa.

Konsumsi telur penduduk Indonesia rendah, yakni 2,7 kg/kapita/tahun, sedangkan Malaysia mencapai 14,4 kg, Thailand 9,9 kg dan Fhilipina 6,2 kg. Bila satu kilogram telur rata-rata terdiri atas 17 butir, maka konsumsi telur penduduk Indonesia adalah 46 butir/kapita/tahun atau 1/8 butir telur per hari. Padahal penduduk Malaysia setiap tahunnya memakan 245 butir telur atau 2/3 butir telur per hari..

Rendahnya konsumsi protein menyebabkan terganggunya pertumbuhan, meningkatnya resiko terkena penyakit, mempengaruhi perkembangan mental, dan menurunkan produktivitas tenaga kerja. Kasus malnutrisi yang sangat parah pada usia balita dapat menyebabkan bangsa ini mengalami loss generation. Kekurangan protein mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan, ketidakseimbangan cairan tubuh dan penurunan daya tahan tubuh terhadap infeksi karena makanan kita tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh untuk energi dan protein.

Penyebab rendahnya konsumsi protein hewani dikarenakan rendahnya taraf perekonomian penduduk Indonesia. Kurangnya sosialisasi tentang pentingnya konsumsi protein hewani bagi tubuh. Selain itu, sumber-sumber protein hewani relative harganya mahal jika dibandingkan dengan protein nabati.

Menurut Budiyanto (2007) mahasiswa merupakan Agent of Community Enpowerment, harus terlibat dalam pemecahan masalah pembangunan daerah dan nasional untuk kesejahteraan masyarakat dan harus mendapatkan pengalaman empirik untuk mengelola pemecahan masalah pembangunan daerah dan nasional untuk kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa juga merupakan aset bangsa sehingga dituntut untuk aspiratif, akomodatif, responsif, dan reaktif menjadi problem solver terhadap permasalahan pembangunan. Selain itu, mahasiswa sebagai Agent Of Change sepatutnya  memiliki semangat bekerja dan cita-cita tinggi untuk sukses dalam berbisnis seperti para pengusaha bahkan lebih. Di era globalisasi ini, mahasiswa lebih dituntut agar mampu mengembangkan potensinya sehingga memiliki daya saing tinggi dalam masyarakat sebagai bentuk pengabdian ketika berada di dunia masyarakat yang lebih kompleks daripada di kampus.

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai makanan, tepung telur, obat, dan lain sebagainya. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti : besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat. Kelemahan telur yaitu memiliki sifat mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori telur. Oleh sebab itu usaha pengawetan sangat penting untuk mempertahankan kualitas telur (Anonymous, 2000).

Jumlah dan komposisi asam amino telur  sangat lengkap dan berimbang, sehingga hampir seluruh bagiannya dapat digunakan untuk pertumbuhan maupun penggantian sel-sel yang rusak Hasil penelitian mendapatkan, sebutir telur mempunyai kegunaan protein (net protein utilization) 100% dibandingkan dengan daging ayam (80%) dan susu (75%). Hampir semua lemak dalam sebutir telur itik terdapat pada bagian kuningnya, mencapai 35%, sedangkanm di bagian putihnya tidak ada sama sekali. lemak pada telur terdiri dari trigliserida (lemak netral), fosfolipida (umumnya berupa lesitin), dan kolesterol.

Ketersediaan bahan baku di malang………………………..

“TELUR AMARA POLKADOT” adalah telur asin yang berasal dari telur itik, dimana diolah dengan berbagai macam  rasa seperti rasa Bawang, BBQ, cabai, balado, dan jagung bakar  manis. Sedangkan polkadot, karena kulit luar telur bermotif bintik-bintik hal ini dimaksudkan untuk menarik konsumen. Cara pengolahannya dimulai dari pemilihan telur yang bermutu, lalu telur dicuci dan dikeringkan, telur diamplas untuk mengecilkan pori-pori,  mengolah variasi rasa dengan cara di blender, membuat adonan pengasin yang terdiri dari  bubuk batu bata dan garam, mencampur variasi rasa dengan adonan,membungkus telur dengan adonan satu persatu hingga rata, menyimpan telur atau mendiamkan selama 15 hari, setelah 15 hari telur dicuci, direbus dengan daun jati atau kulit bawang putih  untuk memberi motif kulit cangkang telur bintik-bintik sampai masak, setelah itu dilakukan pengemasan dan pemberian label . “TELUR AMARA POLKADOT” mempunyai daya tahan lama, tekstur menarik, rasa menggoda,  dan bergizi tinggi.

Prospek usaha in adalah menciptakan makanan instan yang mengandung protein tinggi bagi konsumsi masyarakat dan mahasiswa UMM.

Berangkat dari wacana dan peluang tersebut maka disusunlah proposal PKMK ini. Pemilihan telur sebagai komoditas untuk dijadikan usaha karena permintaan pasar yang tinggi akan kebutuhan telur asin yang relatif harganya yang murah. Selain itu, telur asin mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga baik digunakan untuk mencukupi kebutuhan akan gizi masyarakat.

Produk ini dinamakan “ TELUR AMARA POLKADOT” yang merupakan padanan kata telur asin macam rasa yang berbentuk polkadot, usaha ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa wirausaha bagi mahasiswa. Selain itu juga, usaha ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

  1. C. Perumuan Masalah.

Dari latar belakang di atas dapat dikemukanan permasalahan yaitu:

  1. Bagaiman cara produksi telur asin macam rasa polkadot?
  2. Bagaimana bentuk usaha dari “ TELUR AMARA POLKADOT”?
  3. Bagaiman cara pemasaran dari usaha “ TELUR AMARA POLKADOT”?
  4. Bagaiman cara pengembangan “ TELUR AMARA POLKADOT” di masa yang akan datang?

D. Tujuan Program

Tujuan dari program ini adalah:

  1. Untuk memproduksi telur asin macam rasa polkadot yang kaya akan gizi.
  2. Untuk membuat bentuk usaha yang tepat bagi usaha “ TELUR AMARA POLKADOT”.
  3. Untuk memasarkan usaha “ TELUR AMARA POLKADOT” kepada masyarkat sebagi alternatif lauk.
  4. Untuk cara pengembangan “ TELUR AMARA POLKADOT” dimasa yang akan mendatang.
  1. E. Luaran yang Diharapkan.

Luaran yang diharpkan dari usaha “ TELUR AMARA POLKADOT” ini adalah:

  1. Dapat menghasilkan produk “ TELUR AMARA POLKADOT” dengan meningkatkan nilai organoleptik dan penambahan suplemen dan zat aditif dalam produk agar diterima masyarakat dengan sifat telur tahan lama.
  2. Dapat menghasilkan produk jasa, dimana sebagi pendamping dalam pembentukan usaha kepada masyarakat dalam pengembangan produk ini
  3. Produk dapat dipatenkan dalam hal cara atau metode pengolahan telur macam rasa polkadot yang unik.
  1. F. Kegunan Program

Usaha ini memeiliki berbagai macam keguanann diantranya:

  1. 1. Aspek Ekonomis

Dapat memberi lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat,. Dalam produksi telur asin macam rasa dibutuhkan tenaga kerja yang banyak.

  1. 2. Aspek Akademis

Memberikan kesempatan kepada mahasiswa FKIP Biologi UMM mengaplikasikan kegiatan kuliah untuk diangkat ke dalam kegiatan kewirausahaan, menerapkan mata kuliah dari Jurusan Pendidikan Biologi bidang studi kewirausahaan, pengolahan pangan, dan ilmu gizi.

3. Aspek Ketenagakerjaan

Masyarakat di Malang suka mengkonsumsi telur asin sebagai lauk maupun cemilan, akan tetapi telur asin berbagai macam rasa jarang dijual. Alternatif untuk membuat telur asin yang aneka rasa, kami membuat telur asin dengan rasa Bawang, BBQ, cabai, balado, dan jagung bakar manis. Selain itu, untuk menarik konsumen telur asin macam rasa dibut dengan kulit luar telur yang unik yaitu bermotif bulat-bulat seperti polkadot. Keadaan masyarakat yang membutuhkan protein hewani yang bergizi tinggi dan murah, maka dengan adanya usaha “ TELUR AMARA POLKADOT”  cocok dikembangkan di sekitara kampus UMM dan kota malang.

Kondisi ini bisa dimanfaatkan deangan mengembangkan usaha melalui penambahan alat dan tenaga kerja bahkan membuka cabang usaha. Selain itu, usaha ini dapat menjadi  sarana bagi pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

4. Aspek Gizi Masyarakat.

Memberikan alternatif lauk instan yang mengandung protein hewani tinggi bagi masyarakat dan mahasiswa UMM serta masyarakat Malang pada umumnya.

  1. G. Gambaran Umum Rencana Usaha

G.1 Gambaran Umum Kondisi Masyarakat.

Salah satu permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah merebaknya kasus gizi buruk (malnutrisi) dan busung lapar pada anak-anak usia bawah lima tahun (balita). Sekitar 1,67 juta anak bawah lima tahun (balita) (8% dari anak usia 0-4 tahun) berstatus sebagai penderita gizi buruk (malnutrisi). Kasus malnutrisi ini disebabkan kurangnya asupan kalori-protein yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan anak-anak. Dimana konsumsi protein hewani penduduk Indonesia masih sangat rendah yakni 4,5 gram/kapita/hari, sementara konsumsi protein hewani masyarakat dunia adalah 26 gram/kapita/hari (Rusfidra, 2008).

Tingkat konsumsi protein hewani di Indonesia sangat rendah, bahkan masih di bawah standar yang ditetapkan oleh Badan Pangan Dunia (FAO)  Berdasarkan ketetapan FAO, standar  konsumsi protein hewani bangsa Indonesia minimal sebesar 6 gr/kapita/hari. Namun, saat ini masyarakat di Indonesia baru mengonsumsi protein hewani sebanyak 4,19 gr/kapita/hari. Sumber protein hewani yaitu susu, daging, ikan, telur dan keju mengandung asam amino esensial lengkap, lemak relatif tinggi dan mengandung laktosa (Siswono, 2005) (http://www.gizi.net).

Rendahanya konsumsi protein pada anak akan memyebabkan terganggunya pertumbuhan, meningkatnya resiko terkena penyakit, mempengaruhi perkembangan mental, menurunkan performans anak di sekolah dan menurunkan produktivitas tenaga kerja setelah dewasa. Kasus malnutrisi yang sangat parah pada usia balita dapat menyebabkan bangsa ini mengalami loss generation. Akibat berikutnya adalah rendahnya daya saing SDM bangsa ini dalam percaturan global antar bangsa.

Penyebab rendahnya konsumsi protein hewani dikarenakan rendahnya taraf perekonomian penduduk Indonesia. Kurangnya sosialisasi tentang pentingnya konsumsi protein hewani bagi tubuh. Selain itu, sumber-sumber protein heawani relative harganya mahal jika dibandingkan dengan protein nabati. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber protein hewani yang mudah, enak, bergizi dan murah.

G.2 Gambaran Umum Telur

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai makanan, tepung telur, obat, dan lain sebagainya. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti : besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat. telur. Macam-macam telur adalah telur ayam, telur bebek atau itik, telur puyuh dan lain-lain.

Telur itik mempunyai kandungan protein lebih banyak terdapat pada vagina kuning telur 17 %, sedangkan bagian putihnya terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Sebutir telur mempunyai kegunaan protein (net protein utilization) 100% dibandingkan dengan daging ayam (80%) dan susu (75%). Berarti jumlah dan komposisi asam aminonya sangat lengkap dan berimbang, sehingga hampir seluruh bagiannya dapat digunakan untuk pertumbuhan maupun penggantian sel-sel yang rusak. Hampir semua lemak dalam sebutir telur itik terdapat pada bagian kuningnya, mencapai 35%, sedangkan di bagian putihnya tidak ada sama sekali. lemak pada telur terdiri dari trigliserida (lemak netral), fosfolipida (umumnya berupa lesitin), dan kolesterol. Kandungan nilai gizi telur itik secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam. Perbandingan nilai gizi telur itik dan telur ayam dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 1. Data Nilai Gizi Telur Itik dan Telur Ayam Per 100 Gram Telur

Jenis Telur Kalori (kkal) Lemak (g) Protein (g) Kalsium (mg) Besi (mg) Vit.A(SI)
Telur itik 163 14.3 13.1 56 2.8 1 230
Telur ayam 189 11.5 12.8 54 2.7 900
Sumber: Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan

Kelemahan telur yaitu memiliki sifat mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori telur. Oleh sebab itu usaha pengawetan sangat penting untuk mempertahankan kualitas. Pengawetan telur dapat dilakukan dengan cara pengasian. Kulit telur (cangkang) tersusun atas senyawa kalsium karbonat (CaCO3). Kulit ini berpori-pori, sehingga gas dan air dapat menembusnya. Sifat inilah menyebabkan telur dapat diasinkan. Telur itik yang mempunyai kandungan ptotein yang tinggi cocok untuk dilakukan pengasianan.

Kebiasaan masyarakat dan mahasiswa  mengkonsumsi telur asin sebagai lauk merupakan potensi penting untuk pemasaran Produk TELUR  AMARA POLKADOT”.  Selain itu, rata-rata telur asin yang dijual di Malang hanya memiliki rasa asin saja. Sehingga “ TELUR  AMARA POLKADOT” yaitu telur asin yang memiliki gizi protein tinggi, aneka rasa dan tekstur yag unik sangat cocok dikembangkan disekitar kampus UMM dan Malang.

Rencana usaha “ TELUR  AMARA POLKADOT” ynag mempunyi protein tinggi mempunyai peluang baik untuk dikembangkan lebih jauh. Analisis usaha  ini meliputi beberapa hal, yaitu :

1.  Produk “ TELUR  AMARA POLKADOT” merupakan telur asin aneka rasa yang bertekstur unik diperkirakan akan memperoleh sambutan yang baik dari masyarakat dan mahasiswa sekitar kampus. Produk ini dapat digunakan sebagai makanan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan protein hewani. Kedepannya produk ini akan lebih berkembang dan ditingkatkan teknologi yang lebih canggih dan modern, sanitasi, higienitas alat dan bahan, serta tambahan jumlah pekerja.

2. Promosi

Promosi Produk “ TELUR  AMARA POLKADOT” dilakukan melalui brosur, selebaran, media surat kabar , dan media elektronik agar produk lebih dikenal oleh masyarakat.

3. Harga

Harga yang ditawarkan Produk “ TELUR  AMARA POLKADOT” sangat terjangkau oleh masyarakat. Hal ini disebabkan bahan baku berupa telur itik mudah didapatkan dipasaran.

4. Tempat

Lokasi produk “ TELUR  AMARA POLKADOT” dipusatkan di kota Malang. Sedangkan untuk pemasarannya dilkukan dilingkungan sekitar kampus meliputi toko-toko, warung makan, kantin kampus, dan kopkar kampus. Kedepannya produk diharapkan akan semakin meluas dengan bertambahnya angka penjualan sehinnga membutuhkan tempat prodiksi yang luas dan jumlah tenaga kerja yang besar.

Tabel 2. Analisis Usaha TELUR  AMARA POLKADOT

A. Investasi
No Bahan-bahan Jumlah Satuan(kg) Total
1.

2.

Bahan-bahan:

a. Telur itik

b. Batu Bata

c. Garam

d. Bawang putih

e.  Rasa BBQ

f.  Cabai

g.  Balado

h. Jagung bakar manis

Labeling dan Packaging

500 butir

100 biji

7,5  kg

2  kg

1,5 kg

2  kg

1,5 kg

1,5 kg

50  bungkus

Rp.      900,00./butir

Rp.      500,00

Rp.   2.000,00

Rp.   7.000,00

Rp. 45.000,00

Rp. 20.000,00

Rp. 45.000,00

Rp. 45.000,00

Rp.   1.000,00

Rp.    450.000,00

Rp.      50.000,00

Rp.      15.000,00

Rp       14.000,00

Rp       67.500,00

Rp       40.000,00

Rp      67.500,00

Rp      67.500,00

Rp      50.000,00

Total Biaya Rp. 821.500,00
B. Biaya Promosi dan Pemasaran
1

2

Transportasi 2 orang x Rp. 50.000,00 (2 bulan)

Komunikasi 5 orang x Rp.  20.000,00 (2 bulan )

Rp. 100.000,00

Rp. 100.000,00

Total biaya Rp. 200.000,00
C. Penerimaan
a. AMARA POLKADOT “ per butir

  • Rasa bawang putih 50 butir
  • Rasa cabai 50 butir
  • Rasa BBQ  50 butir
  • Rasa balado 50 butir
  • Rasa jagung bakar manis 50 butir

b.AMARA POLKADOT “per kotak 5 butir.

  • Rasa bawang putih 8 kotak
  • Rasa cabai  8 kotak
  • Rasa BBQ  8 kotak
  • Rasa balado 8 kotak
  • Rasa jagung bakar manis 8 kotak
  • Rasa campuran (bawang putih, cabai, balodo, BBQ, jagung bakar manis) 10 kotak

@Rp 2.000,00

@Rp 2.000,00

@ Rp 2.500,00

@ Rp. 2.500,00

@ Rp. 2.500,00

@Rp. 11.000,00

@Rp. 11.000,00

@ Rp 14.000,00

@ Rp 14.000,00

@Rp. 14.000,00

@Rp. 13.000,00

Rp  100.000,00

Rp  100.000,00

Rp.  125.000,00

Rp.  125.000,00

Rp.  125.000,00

Rp.   88.000,00

Rp.   88.000,00

Rp. 112.000,00

Rp. 112.000,00

Rp. 112.000,00

Rp. 130.000,00

Jumlah Rp. 1.217.000,00
D. Keuntungan C – (A+B)

1.217.000– (821.500+200.000)

Rp.    195.500,00

R O I (Return Of Investment) =         Laba Usaha       x100%
Modal Produksi

=          Rp.195.500   x 100 %  =19,13%

Rp. 1.021.500

H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM

Untuk melaksanakan kegiatan ini maka perlu metode yang tepat dan sistematis agar dicapai hasil yang maksimal. Adapun metode yang kami formulasikan adalah sebagai berikut:

  1. Pelatihan Produksi dilakukan untuk menghasilkan produk yang bermutu
  2. Uji Ketahanan Pangan: Setiap ”TELUR  AMARA POLKADOT” yang sudah jadi akan dilihat kelayakan konsumsi dan kesesuaian, serta kesepakatan hasil. Setelah disorting, akan di beri label khusus sebagai upaya profesionalisme. Di dalam label berisi: nama produk, manfaat, kandungan gizi, masa kadaluarsa, tempat produksi, dan tahun pembuatan.
  3. Pengemasan: Produk dikemas dengan rapat dan aman sehingga tidak terkontaminasi dengan udara luar, serta dimaksudkan agar produk dapat bertahan lama. Selain itu pengemasan akan dilakukan semenarik mungkin, agar konsumen lebih tertarik dengan produk.
  4. Pemasaran: Sasaran pasar adalah masyarakat, mahasiswa, dan pelajar sekolah terutama yang berada di Kota Malang. Namun, sasaran awal adalah mahasiswa dan masyarakat di sekitar kampus UMM.
  5. Promosi baik di media cetak maupun media elektronik bertujuan untuk memperkenalkan produk yang baru kepada masyarakat sehingga masyarakat tersebut mengetahui segala tentang produk yang ditawarkan.
  6. Evaluasi: Evaluasi akan segera dilakukan setelah pemasaran awal di dalam kampus. Langkah itu  akan dilakukan sebagai pedoman pemasaran yang strategis dan profesional di masyarakat.
  • CARA PENGOLAHAN PRODUK TELUR  AMARA POLKADOT

Bahan:

-        Telur itik                                  500    butir

-        Batu bata                                 100    biji

-        Garam                                         7,5 kg

-        Bawang putih                              3    kg

-        Rasa BBQ                                   1,5 kg

-        Cabai                                           2    kg

-        Keju                                            1,5 kg

-        Rasa balado                                 1,5 kg

-        Air                                           secukupnya

-        Minyak tanah                                5 liter

Alat:

-        Lampu neon                            1 buah

-        Lap kain                                  4 buah

-        Amplas                                    5 lembar

-        Ember plastik                          8 buah

-        Kuali                                       5 buah

-        Blender                                   1 buah

-        Kompor gas                             1 buah

-        Gas LPG                                 2 tabung

-        Panci                                       4 buah

-        Alat pengaduk                                    4 buah

-        Toples                                    10 buah

-        Stampel                                   5 buah

Cara pembuatan:

-        Menyeleksi telur dengan tes telur diatas lampu neon

-        Membersihkan telur itik dengan cara mencuci dan mengelap dengan air hangat lalu mengeringkan.

-        Mengamplas seluruh permukaan cangkang telur itik untuk mengecilkn pori-pori.

-        Mengolah variasi rasa, dengan diblender dan direbus.

-        Membuat adonan pengasinan yang terdiri dari bubuk batu bata, garam dengan perbandingan sama (1:1). Adonan dicampurkan dengan variasi rasa dan sedikit air,lalu adonan dibuat pasta.

-        Membungkus telur dengan adonan satu persatu hingga rata. Permukaan telur tebal kira-kira 1-2 mm

-        Menyimpan telur dalam kuali selama 15 hari.

-        Setelah 15 hari, telur dicuci dan dibersihkan.

-        Telur direbus dengan daun jati atau kulit bawang putih sampai matang.

-        Dilakukan pengemasan dan pemberian label.

Skema Pembuatan telur asin macam rasa polkadot:

Dicampurkan

I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM

Tabel 3. Jadwal Kegiatan Program

Kegiatan Bulan Ke-
1 2 3 4 5
1. Persiapan
ü  Perijinan x
ü  Persiapan dan Penetapan lokasi usaha x
ü  Persiapan alat dan bahan usaha xx
ü  Promosi dan strategi pengadaan usaha xxx
ü  Evaluasi tahap pertama x
2. Pelaksanaan
ü  Penjaringan konsumen x xxxx
ü  Pelayanan dan pemasaran xxx xx
ü  Pengembangan usaha dan investasi xxx xx
ü  Evaluasi tahap kedua x
3. Kegiatan Bimbingan
ü  Pelaporan kegiatan usaha xxx
ü  Monitoring dengan evaluasi pelaksanaan usaha x
ü  Pengembangan usaha berdasarkan hasil monitoring xxx


L. RENCANA PEMBIAYAAN

Tabel 4. Estimasi Dana Kegiatan

No Jenis Kegiatan Anggaran
A. Pra Kegiatan
1 Perijinan Rp.     150.000,00
2 Persiapan lokasi Rp.     200.000,00
3 Persiapan Alat dan Bahan Rp.     150.000,00
4 Promosi/publikasi Rp.     500.000,00
5 Pengadaan proposal Rp.     200.000,00
B. Pelaksanaan
1 Bahan Habis Pakai:

Telur itik 500 butir x Rp 900/butir

Batu Bata 100 biji x Rp.  500,00/biji

Garam 7,5 kg x Rp 2000

Bawang putih 2 kg x Rp 7.000,00

Rasa BBQ 1,5 kg x Rp 45.000,00

Cabai 2 kg x Rp 20.000,00

Balado 1,5 kg x Rp 45.000,00

Jagung bakar manis 1,5 x Rp 45.000,00

Lampu neon    2 buah x Rp 50.000,00

Rak telur          2 buah x Rp.100.000,00

Lap kain          6 buah x Rp 10.000,00

Amplas            5 lembar x Rp  5.000,00

Ember plastik 12 buah x Rp 30.000,00

Kuali               6 buah x Rp 50.000,00

Blender           1 buah x Rp 400.000,00

Kompor gas     2 buah             x Rp 500.000,00

Gas LPG         2 tabung x Rp 75.000,00

Panci               5 buah x Rp 180.000,00

Alat pengaduk            4 buah x Rp 10.000,00

Toples  besar    10 buah x Rp 50.000,00

Stempel            5 buah x Rp 20.000,00

Uang listrik  selama produksi

Labelling + Pengemasan 50 bungkus x Rp. 1.000,00

Rp. 450.000,00

Rp.   50.000,00

Rp.   15.000,00

Rp.   14.000,00

Rp.   67.500,00

Rp.   40.000,00
Rp.   67.500,00

Rp.    67.500,00

Rp.  100.000,00

Rp. 200.000,00

Rp.    60.000,00

Rp.    25.000,00

Rp.  360.000,00

Rp.  300.000,00

Rp.  400.000,00

Rp. 1.000.000,00

Rp.  150.000,00

Rp.  900.000,00

Rp.    40.000,00

Rp.  500.000,00

Rp.    100.000,00

Rp.   100.0000,00

Rp.    50.000,00

2 Transportasi  (5 bulan) Rp.     450.000,00
3 Komunikasi  (5 bulan) Rp.     250.000,00
4 Dokumentasi Rp.     500.000,00
5 Promosi Rp.     250.000,00
6 Administrasi dan managemen Rp      300.000,00
C. Laporan
1 Penyusunan laporan Rp.     350.000,00
2 Penggandaan laporan Rp.     250.000,00
3 Laporan akhir Rp.      350.000,00
Jumlah Rp

M. Lampiran

– Analisis SWOT Usaha TELUR  AMARA POLKADOT

  1. a. Kelebihan (Strenght)

Konsumsi makanan yang mengandung protein hewani sangat dibutuhkan masyarakat untuk pertumbuhan, keseimbangan cairan tubuh, dan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Telur banyak dikonsumsi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. Selain itu, telur mempunyai kandungan gizi yang tinggi sebanding dengan daging. Banyak para pengusaha memanfaatkan peluang pasar tersebut dengan membuat telur asin. Namun di Malang terutama di sekitar kampus UMM belum ada produksi telur yang memiliki aneka rasa. Sehingga produk TELUR  AMARA POLKADOT”  mempunyai peluang tinggi untuk digemari masyarakat dan mahasiswa karena produk ini menawarkan 5 rasa yaitu rasa bawang, BBQ, cabai, balado, dan jagung bakar manisyang mempunyai rasa enak, bergizi, dan juga mempunyai cangkang kulit telur yang unik yaitu bercorak. Telur asin aneka rasa ini cocok digunakan masyarakat dan mahasiswa sebagai cemilan maupun untuk lauk makanan.

  1. b. Kelemahan (Weakness).

Usaha telur asin aneka rasa ini membutuhkan waktu yang lama dalam pemprosesnya. Dalam  1 proses hanya bisa membuat 2 rasa. Rasa selanjutnya dilanjutkan hari berikutnya. Hal ini terjadi karena waktu proses yang lama dan seharusnya proses ini membutuhkan tenaga SDM yng cukup banyak.

  1. c. Kesempatan (Opportunity)

Dengan pertimbangan modal usaha yang dapat ditekan seminimal mungkin, maka usaha ini diharapkan akan menghasilkan keuntungan yang sangat tinggi dibandingkan dengan produk yang sejenis. Selain itu, konsumsi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang tinggi maka produk memungkinkan untuk dikembangkan dan akan merekrut tenaga kerja yang banyak.

  1. d. Tantangan atau Ancaman (Thread)

Tantangan yang akan dihadapi oleh pengusul diantaranya adalah kesiapan konsumen dalam menerima produk ini karena dari hasil survei banyak pedagang menjual telur asin lebih murah, sehingga pengusul memiliki hambatan dalam hal pendistribusian.

About these ads

05/05/2010 - Posted by | Contoh PKM

8 Komentar »

  1. sudah praktek blum// hasil prakte giman /// thanks

    Komentar oleh gren | 06/13/2010

  2. tenkyuw bngt bwt info yg ada…. hehe ^-^

    Komentar oleh angela | 08/25/2010

  3. [...] “ TELUR AMARA POLKADOT” Telur Asin Macam Rasa Enak dan Bergizi”. [...]

    Ping balik oleh tELOur | smile ala family it's me | 10/13/2010

  4. Dh,
    saya tertarik untuk belajar praktik pembuatan telor asin aneka rasa. apakah bisa ? mohon infonya.
    Teimakasih,
    harianto

    Komentar oleh harianto | 12/29/2010

  5. waw,telur asin aneka rasa sangat menggugah selera

    Komentar oleh dian chandra | 02/27/2011

  6. ijin membuat sendiri ya
    kalo bisa sharing dong

    Komentar oleh galih | 04/30/2012

  7. Saya pernah memproduksi telur asin dan memasarkannya warung lingkungan kost-kostan, tapi pemasarana seperti ini lambat. Jika ada yang mau membantu memasarkan saya berencana memproduksi lagi. Telur asinnya kualitas tinggi, kuning telurnya sampai berminyak, warna putih telurnya putih bersih.

    Komentar oleh pipih sofiah | 04/11/2013

  8. saya sudah pernah membuat yang rasanya pedas tapi gagal telur asin tersebut tidak ada rasa pedasnya sedikitpun mhon bntuane aq tnggu di email q budi7395@gmail.com

    Komentar oleh budi | 02/17/2014


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 940 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: