BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

KORELASI ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PEMILAHAN SAMPAH KERING DAN BASAH DI DESA PENDEM KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU

KORELASI ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PEMILAHAN SAMPAH KERING DAN BASAH DI DESA PENDEM KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU

Slamet Riyanto1, Mardianto Dawim2, Aulia Rahmawati1

1Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

2Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang

ABSTRAK

Sampah merupakan bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktifitas manusia maupun proses alam yang masih belum memiliki nilai ekonomi. Berdasarkan sumbernya, sampah dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu sampah domestik dan sampah non domestik. Sampah domestik memberikan kontribusi yang besar terhadap jumlah sampah yang masuk ke TPA. Penghasil sampah domestik terbesar adalah rumah tangga, yang terdiri dari sampah kering dan sampah basah. Dampak pencampuran antara sampah kering dan basah sanngat berbahaya. Sementara itu, DKP masih memberlakukan metode Open Dumping, oleh karena itu teknik pengelolaan sampah yang efektif, ramah lingkungan dan kesehatan perlu digali mengingat peningkatan jumlah sampah berbanding lurus dengan peningkatan jumlah penduduk. Salah satu alternative pengelolaan sampah yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemilahan sampah, tetapi pemilahan sampah merupakan perilaku yang baru dalam masyarakat oleh karena itu studi pengetahuan dan sikap masyarakat perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengambarkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah, setra mencari hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif, populasinya adalah ibu rumah tangga yang bermukim di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu. Sistem pengambilan sampelnya menggunakan teknik random sampling (96 responden). Penelitian ini bertujuan mengambarkan pengetahuan dan sikap masyarakat Desa Pendem terhadap pengelolaan sampah, dalam hal ini pemilahan sampah kering dan basah. Selain itu juga akan dicari seberapa besaran hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pemilahan sampah.

Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pada umumnya pengetahuan masyarakat sebagian besar baik (28,13%), tetapi nilai sikap pengelolaan sampah sebagian besar masyarakat memiliki sikap tidak baik (33,33%). Korelasi antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pemilahan sampah memiliki hubungan linier positif, dan hubungan yang terjadi kurang erat atau rendah tetapi masih dianggap signifikan (r = 0,353; p<0,05). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap tetapi hubungannya tidak erat, dalam hal ini berlaku asumsi bahwa orang yang memiliki pengetahuan tinggi terhadap pemilahan sampah belum tentu melakukan pemilahan sampah, begitupula sebaliknya.

Kata kunci : pengetahuan, sikap, pengelolaan sampah.

PENDAHULUAN

Sampah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktifitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomi (E. Colink, 1996). Jumlah sampah yang terus meningkat di TPA selama ini kiranya dapat kita tinjau dari sistem pengelolaan sampah. Adapun macam pengelolaan sampah ada banyak sekali, diantaranya dengan dibakar, digunakan untuk kompos, makanan ternak, bahan bakar, dihanyutkan kesungai, ataupun dipendam. Bila dicermati, sebenarnya pengelolaan sampah saat ini belum menyelesaikan masalah secara  optimal. Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat hanya bertujuan untuk mengurangi jumlah timbunan sampah tanpa memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan.

Sedangkan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Dinas Kebersihan selama ini hanya dalam konteks pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat lain yang kemudian akan menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan di sekitar TPA berada yang didukung pula dengan perilaku masyarakat yang masih mencampur antara sampah kering dan sampah basah.

Di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu, jenis sampah yang dihasilkan sebagian besar adalah sampah rumah tangga yang terdiri dari sisa sayuran, makanan, plastik, botol dan sisa-sisa kemasan. Pengelolaan sampah oleh masyarakat setempat yaitu: dengan dibakar, pemendaman,  dibuang ke sungai dan dibuang ke tempat pembuangan yang dikelola oleh Dinas Kebersihan Kota Batu.

Masyarakat Desa Pendem saat ini masih belum melaksanakan pemisahan antara sampah kering dan sampah basah, hal ini dimungkinkan masyarakat masih belum memiliki pengetahuan tentang pengelolaan sampah yang efektif, ramah lingkungan dan memberikan nilai tambah pada sampah itu sendiri. Dalam kaitannya dengan pengelolaan sampah rumah tangga, pengetahuan tentang pengelolaan sampah akan berpengaruh terhadap pembentukan sikap pengelolaan sampah pula.

Pengertian Pengetahuan

Menurut bahasa pengetahuan adalah hasil tahu diri manusia yang bukan sekedar menjawab pertanyaan what melainkan akan menjawab why dan how (Notoadmodjo, 1993). Menurut istilah, Bloom dalam Subiyanto (1988) menyatakan bahwa pengetahuan adalah hasil belajar kognitif yang mencakup hal-hal yang pernah dipelajari dan disimpan dalam ingatan. Sedangkan tingkat pengetahuan seseorang dapat diperoleh dari hasil belajar terhadap suatu hal baik dari buku, alam sekitar, orang lain atau pengalaman pribadi.

Pengertian Sikap

Menurut para ahli, banyak batasan tentang sikap berdasarkan sudut pandang yang berbeda begitupula dengan definisinya. Louis Thustone pada tahun 1931 ia berkata secara sederhana mengenai sikap yaitu perasaan menyukai atau menolak suatu obyek psikologi.

Pengertian Sampah

Menurut kamus istilah lingkungan hidup, sampah mempunyai definisi sebagai bahan yang tidak mempunyai nilai, bahan yang tidak berharga untuk maksud biasa, pemakaian bahan rusak, barang yang cacat dalam pembikinan manufaktur, materi berkelebihan, atau bahan yang ditolak.

Jenis Sampah

Sampah jika ditinjau dari segi jenisnya diantaranya yaitu:

  1. Sampah yang dapat membusuk atau sampah basah (garbage). Garbage adalah sampah yang mudah membusuk karena aktifitas mikroorganisme pembusuk.
  2. Sampah yang tidak membusuk atau sampah kering (refuse). Sampah jenis ini tidak dapat didegradasikan oleh mikroorganisme, dan penanganannya membutuhkan teknik yang khusus. Contoh sampah jenis ini adalah ketas, plastik, dan kaca,
  3. Sampah yang berupa debu atau abu. Sampah jenis ini biasanya hasil dari proses pembakaran. Ukuran sampah ini relatif kecil yaitu kurang dari 10 mikron dan dapat memasuki saluran pernafasan.
  4. Sampah yang berbahaya terhadap kesehatan Sampah jenis ini sering disebut sampah B3, dikatakan berbahaya karena berdasarkan jumlahnya atau konsentrasinya atau karena sifat kimiawi atau fisika atau mikrobanya dapat:
    1. Meningkatkan mortalitas dan mobilitas secara bermakna atau menyebabkan penyakit yang tidak reversibel ataupun sakit berat tidak dapat pulih ataupun reversibel atau yang dapat pulih.
    2. Berpotensi menimbulkan bahaya pada saat ini maupun dimasa yang akan datang terhadap kesehatan atau lingkungan apabila tidak diolah, ditransport, disimpan dan dibuang dengan baik. Sampah yang masuk dalam tipe ini tergolong sampah yang beresiko menimbulkan keracunan baik manusia maupun fauna dan flora di lingkungan tersebut, Slamet (1994).

Sedangkan Hadiwiyono, (1983) mengelompokkan sampah berdasarkan dua karakteristik, yaitu:

1)      Kimia

  1. Organik

Sampah yang mengandung senyawa organik atau sampah yang tersusun dari umsur karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan pospor.

  1. Anorganik

Sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, jika bisapun membutuhkan waktu yang sangat lama.

2)      Fisika

  1. Sampah basah (garbage)

Garbage tersusun dari sisa-sisa bahan-bahan organik yang mudah lapuk dan membusuk.

  1. Sampah kering (rubbish)

Sampah kering dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu jenis logam seperti besi, seng,aluminium dan jenis non logam seperti kertas dan kayu.

  1. Sampah lembut

Sampah lembut memiliki ciri khusus yaitu berupa partikel-partikel kecil yang ringan dan mudah terbawa oleh angin.

  1. Sampah besar (bulkywaste)

Sampah jenis ini memiliki ukuran yang relatif lebih besar, contohnya sampah bekas mesin kendaraan.

  1. Sampah berbahaya (hazardous waste)

Sampah jenis ini terdiri dari :

-          Sampah patogen (biasanya sampah jenis ini berasal dari kegiatan medis)

-          Sampah beracun (contoh sampah sisa pestisida, isektisida, obat-obatan, sterofom)

-          Sampah ledakan, misiu, sisa bom dan lain-lain

-          Sampah radioaktif dan bahan-bahan nuklir.

Sumber Sampah

Berdasarkan sumbernya, Wibowo. Arianto dan Djajawinata. T. Darwin, (2007) membagi sampah menjadi dua kelompok yaitu:

  1. Sampah domestik

Adalah sampah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia secara langsung, contohnya sampah rumah tangga, pasar, sekolah dan sebagainya.

  1. Sampah non domestik

Adalah sampah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia secara tidak langsung, contohnya sampah pabrik, industri dan pertanian.

Sifat Sampah

Berdasarkan sifat pokoknya, sampah dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Degradabel yaitu sampah yang mudah diuraikan oleh jasad hidup atau mikroorganisme.
  2. Non degradabel adalah sampah secara alami sukar diuraikan.

Pengelolaan Sampah

Tehnik-teknik yang dapat digunakan untuk menajemen pengelolaan sampah adalah sebagai berikut:

  1. Penumpukan

Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik.

  1. Pengkomposan

Cara pengkomposan merupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi. Sampah biologis, basah atau organik dapat dijadikan kompos dengan cara menimbun sampah tersebut di tanah untuk jangka waktu tertentu hingga membusuk.

  1. Pembakaran

Metode ini dapat dilakuakn hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis.

  1. Sanitary Landfill

Metode ini hampir sama dengan penumpukan, tetapi cekungan yang telah penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang sangat luas.

  1. Pangan dan Makanan Ternak

Sampah yang berupa buah-buahan dan sayur-sayuran yang belum sepenuhnya rusak dapat dijadikan makanan ternak atau binatang lain yang dikembangbiakkan.

  1. Landfill

Jenis pengelolaan sampah ini adalah membuang dan menumpuk sampah di tanah yang rendah pada area yang terbuka.

  1. Pulverisation

Pulverisation adalah metode pembuangan sampah langsung ke laut lepas setelah dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil.

  1. Open dumping

Open dumping adalah teknik atau metode pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA hanya dengan menumpuk sampah dihamparan tanah yang luas dan selanjutnya tidak dilakukan pengelolaan khusus.

  1. Incineration / Incinerator

Metode incineration adalah pembakaran sampah baik dengan cara sederhana maupun modern secara masal. Teknologi ini memungkinkan hasil energi pembakaran diubah menjadi energi listrik.

Profil Desa Pendem

Wilayah yang dijadikan obyek dalam penelitian ini adalah Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu. Desa Pendem terletak di daerah pemerintahan kota Batu, tepatnya di Kecamatan Junrejo. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai lokasi penelitian ini, berikut akan peneliti paparkan mengenai luas dan batasan wilayah Desa Pendem, komposisi penduduk Desa Pendem.

Luas dan Batasan Wilayah Desa Pendem

Sumber: Data Demografi Desa Pendem Kecamatan Junrejo

Komposisi Pendudukan Desa Pendem

Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Sumber: Data Demografi Desa Pendem Kecamatan Junrejo

METODE PENDEKATAN

Jenis penelitian yang dipergunakan adalah studi kasus, dimana penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu. Langkah yang digunakan adalah survey lapangan dengan wawancara langsung. Data yang digunakan adalah perpaduan data primer dan sekunder, namun mayoritas adalah data primer yang kami dapat dari wawancara langsung dan data yang didapatkan kemudian dibuktikan dengan penyebaran angket. Dalam penelitian, model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitalif.

HASIL

Dalam penelitian ini, membahas tentang pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kecenderungan memilah sampah kering dan basah.

Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir

NO PENDIDIKAN TERAKHIR Σ %
1. SD 20 20,83%
2. SMP 30 31,25%
3. SMA 31 32,29%
4. PT 15 15,63%
JUMLAH 96 100%

Sumber: Data Olahan Penelitian

Perilaku Pemilahan Sampah

PERILAKU KESEHARIAN PEMILAHAN SAMPAH Σ %
Selalu 15 15,63%
Sering 7 7,29%
Kadang-kadang 10 10,42%
Tidak pernah 64 66,67%
Jumlah 96 100%

Sumber: Data Olahan Penelitian

PEMBAHASAN

Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah dibutuhkan untuk mengukur sejauh mana pemahaman masyarakat berkaitan pengelolaan sampah, terutama dalam hal melakukan pemilahan sampah. Hasil yang diperoleh ini jika dihubungkan dengan proses atau tingkatan pendidikan dan hasil belajar sangatlah berkaitan. Dimana tingkat pendidikan masyarakat sebagian besar berpendidikan setingkat SMA (32,29%), dan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Pendem sebagian besar ada pada level sangat baik (28,13%). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan pendidikan sesuai dengan pernyataan Dani, S (1997) yang menyatakan bahwa dasar pembentuk pengetahuan adalah pengalaman, dan jika pengalaman, dan jika pengalaman disusun secara sistematis akan menjadikan ilmu. Pengetahuan pada hakikatnya terdiri dari sejumlah faktor dan teori yang memungkinkan seseorang untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Tingkat pendidikan dan pengetahuan tidak dapat dijadikan patokan untuk seseorang yang memiliki pengetahuan tinggi, sebab pengetahuan dapat diperoleh dari pengalaman diri sendiri atau orang lain, baik diperoleh secara tradisional atau cara modern.

Sikap adalah perasaan menyukai atau menolak obyek psikologi (Louis Thuston). Dalam hal pengelolaan sampah, pendeskripsian atau pengambaran tentang sikap diperlukan untuk mengetahui sejauh mana potensi yang akan diperoleh jika suatu obyek akan diberlakukan.

Distribusi Sikap Responden terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

PERILAKU KESEHARIAN PEMILAHAN SAMPAH Σ %
Tidak baik 32 33,33%
Kurang baik 17 17,71%
Cukup baik 15 15,63%
Baik 17 17,71%
Sangat Baik 15 15,63%
Jumlah 96 100%

Sumber: Data Olahan Penelitian

Hasil tabulasi data diatas mengambarkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki sikap pengelolaan sampah dalam hal ini adalah pemilahan sampah masih rendah, dimana diperoleh jumlah tertinggi untuk sikap yang tidak baik sebanyak 32 responden (33,33%). Sikap terjadi atas dasar kesadaran yang melandasi aksi atau perbuatan seseorang secara sadar. Begitupula dengan sikap masyarakat terhadap pemilahan sampah sebagai suatu kesadaran yang memiliki tiga dimensi waktu. Tiga dimensi waktu itu adalah masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Dari tiga dimensi waktu yang mempengaruhi pola sikap masyarakat dapat disimpulkan bahwa pola sikap seseorang dibentuk dan disusun oleh sejumlah proses perjalanan yang telal lalu.

Dimensi waktu yang mempengaruhi sikap masyarakat Desa Pendem dalam sikapnya mengelola sampah, dipengaruhi oleh interaksi sosial pula. Disini berlaku asumsi bahwa antara perilaku masyarakat yang satu dengan yang lain akan saling mempengaruhi, artinya sebenarnya ada sebagian masyarakat memiliki pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan melakukan pemilahan sampah, tetapi karena lingkungan tempat masyarakat tinggal tersebut tidak mendukung maka perilaku pemilahan sampah tidak lagi dilakukan. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah pengalaman pribadi, media masa, institusi atau lembaga pendidikan atau lembaga agama serta faktor emosi individu tersebut.

Hasil uji statistik antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dengan menggunakan uji statistik produk momen menunjukkan adanya hubungan yang rendah antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga (r = 0,353; p<0,05).

Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Pada grafik di atas terlihat adanya hubungan linier positif antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah, disini hubungan yang terjadi kurang erat atau rendah tetapi dianggap masih signifikan (r = 0,353; p<0,05). Hasil analisis pada grafik 1 sesuai dengan pendapat Azwar (2001) dan Notoatmojo (1983) dalam bukunya masing-masing menyatakan bahwa sikap seseorang terhadap obyek dalam hal ini pemilahan sampah yang berhubungan dengan pengetahuan dan sikap merupakan perasaan mendukung atau tidak mendukung terhadap obyek tersebut. Sehingga dapat diasumsikan bahwa responden dengan skor pengetahuan yang lebih tinggi belum tentu memiliki sikap yang baik terhadap pengelolaan sampah atau pemilahan sampah yang tinggi pula.

Hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga yang dalam hal ini adalah pemilahan sampah, secara statistik tidak bermakna atau ada hubungannya tetapi kurang erat. Meskipun demikian hal tersebut tidak dapat dibenarkan seratus persen karena banyaknya keterbatasan peneliti terutama dalam penelitian sikap secara psychobehaviour, sehingga diperlukan lagi penelitian-penelitian lebih lanjut mengenai pengetahuan dan sikap yang berhubungan dengan pengelolaan sampah.

Nilai korelasi antara pengetahuan dan sikap masyarakat dalam mengelola sampah yang kurang erat atau rendah tetapi masih diangap signifikan (r = 0,353; p<0,05). Dari pernyataan tersebut dapatlah kita ketahui bahwa perilaku memilah sampah tidak berhubungan dengan tingkat pendidikan, dan pengetahuan atau pemahaman. Akan tetapi, terdapat perbedaan pendapat mengenai tingkat kesulitan memilah sampah pada responden yang memilah sampah dan tidak memilah sampah. Bagi responden yang belum memilah sampah, tingkat kesulitan adalah sebuah persepsi yang cenderung negatif. Persepsi seseorang dapat diubah dengan pengadaan penyuluhan ataupun pemberian pengetahun terhadap suatu obyek permasalahan.

KESIMPULAN

Dari hasil pengumpulan, pengamatan dan tabulasi data diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pada umumnya pengetahuan masyarakat Desa Pendem terhadap pengelolaan sampah rumah tangga bervariasi.
  2. Sikap masyarakat Desa Pendem terhadap pengelolaan sampah rumah tangga sebagian besar memiliki sikap yang tidak baik sebanyak 33,33%, selebihnya memiliki sikap kurang baik sebanyak 17,71%, cukup baik sebanyak 15,63%, baik 17,71% dan sangat baik sebanyak 15,63%.
  3. Ada hubungan linier positif antara pengetahuan dan sikap masyarakat Desa Pendem terhadap pengelolaan sampah, dan hubungan yang terjadi kurang erat atau rendah tetapi masih dianggap signifikan. Jadi dapat diartikan bahwa seseorang yang memiliki pengetahuan tinggi terhadap pengelolaan sampah rumah tangga belum tentu memiliki sikap yang baik terhadap pengelolaan sampah rumah tangga, begitupula sebaliknya.

Peningkatan sikap masyarakat terhadap pemilahan sampah kering dan basah dapat dilakukan dengan cara:

  1. Pemerintah Desa Pendem seyogyanya lebih memperhatikan potensi pemanfaatan sampah rumah tangga, dan menyediakan sarana dan prasarana bagi pemilahan sampah tingkat desa sebagai sumbangsih meminimalisasi penumpukan sampah di TPA dan TPS serta mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah.
  2. Penyuluhan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batu sangat dibutuhkan oleh masyarakat, mengingat masalah sampah adalah masalah bersama dan sumber sampah adalah masyarakat.
  3. Masyarakat lebih proaktif dalam mempelajari dan melakukan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta tidak membebankan pengelolaan sampah sepenuhnya pada DKP Kota Batu.
  4. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kecenderungan pemilahan sampah yang berhubungan dengan faktor-faktor luar dari sikap masyarakat itu sendiri untuk mengubah perilaku masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Azwar, Suharsimin. 2001. Sikap Manusia Teori dan Pengukuran. Bina Cipta. Yogyakarta.

E. Coling. 1986. Istilah Lingkungan Untuk Manajemen.

Hadiwiyono. 1983. Penerangan dan Pemanfaatan Sampah. Idayu. Jakarta.

Notoatmodjo, S. 1983. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rineka Cipta. Jakarta.

Slamet, J.S. 1994. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Jogjakarta.

Subiyanto. 1988. Evaluasi Pendidikan dan Pengetahuan Alam. DEKDIKBUD

Wibowo Ananta dan Djajawinata. T.D. Penanganan Sampah Perkotaan Terpadu. www.google.com

BIODATA KETUA DAN ANGGOTA KELOMPOK

Ketua Kelompok

a. Nama Lengkap              : Slamet Riyanto

b. Tempat Tanggal Lahir   : Lamongan, 24 Oktober 1987

c. Agama                           : Islam

d. Alamat                          : Jalan Pondok RT. 01 RW. 05 Paciran Lamongan

e. No HP                           : 085746000292

f. Riwat Pendidikan Formal

NO JENJANG NAMA INSTITUSI TAHUN
1. SD/MI MIM Pondok Modern Muhammadiyah 1994-2000
2. SMP/MTs MTs Muhammadiyah 01 2000-2003
3. SMAN SMAN 01 Paciran 2003-2006
4. S1 Universitas Muhammadiyah Malang 2006-sekarang

Anggota Kelompok

  1. a. Nama Lengkap              : Mardianto Dawim

b. Tempat Tanggal Lahir   : Rawa Bening, 07 Juni 1988

c. Agama                           : Islam

d. Alamat                          : Jalan Wahidin Desa Perintis Rimbo Bujang,                       TEBO, Jambi.

e. No HP                           : 085267795700

f. Riwat Pendidikan Formal

NO JENJANG NAMA INSTITUSI TAHUN
1. SD/MI SDN 246 Rimbo Bujang 1994-2000
2. SMP/MTs SMPN 01 Rimbo Bujang 2000-2003
3. SMAN SMAN 02 TEBO 2003-2006
4. S1 Universitas Muhammadiyah Malang 2006-sekarang
  1. a. Nama Lengkap  : Aulia Rahmawati

b. NIM                        : 05360144

c. Agama                     : Islam

d. Alamat Rumah        : Jln. Tirto Utomo Gg. VII No. 1

e. Nomor hand phone : 085259369333

f. Riwat Pendidikan Formal

NO JENJANG NAMA INSTITUSI TAHUN
1. SD/MI SDN Mriyunan Gresik 1992-1998
2. SMP/MTs ITTC Gontor for Girls 1998-2001
3. SMAN ITTC Gontor for Girls 2001-2004
4. S1 Universitas Muhammadiyah Malang 2005-sekarang

BIODATA DOSEN PEMBIMBING

  1. Nama Lengkap                  : Dra. Thathit Manon Andini, M. Hum.
  2. 5. Pangkat                             : Lektor
  3. 7. Fakultas/ Prodi                  : FKIP/ Pendidikan Bahasa Inggris
  4. 8. Pendidikan Formal            :                                                           Tahun Lulus
2.      Jenis Kelamin                    :  Perempuan
3.      Alamat                              : Jl.Tlogo Indah IA No. 9 Malang 65144
4.      Gol/Pangkat                      : III-C/ Penata Muda Tk. I
6.      NIP-UMM                                    : 104.9109.0244
  • SD                   : SDN Kuwik I                                   1976
  • SMP                : SMPN I Pare                                    1980
  • SMA                : SMAN II Kediri                               1983
  • S1                    : Universitas Negeri Jember (UNEJ)   1990
  • S2                    : Universitas Sebelas Maret (UNS)     2005
  1. 9. Pengalaman Menjabat
No Jabatan Tahun
1.

2

3

Sekretaris Jurusan Bahasa Inggris -FKIP-UMM

Ketua Jurusan Bahasa Inggris – FKIP – UMM

Pembantu Dekan III – FKIP – UMM

1995 – 1998

1998 – 2001

2005 – Sekarang

10. Penelitian

No Judul Penelitian Tahun
1.

2.

3.

4.

Langkah – Langkah dalam Penerjemahan yang Dilakukan Oleh Para Penerjemah di Malang.

A Study on Linguistic Difficulties in Translating Text Into Indonesian Faced by Students of English Department, Faculty of Teacher Training and Education, University of Muhammadiyah Malang.

Grammatical Problems Encountered by Students in Translating English into Indonesian.

Grammatical Problems Encountered by Students in Translating English Text into Indonesian and Indonesian Text into English.

2005

2005

2006

2007

About these ads

01/25/2010 - Posted by | Contoh PKM

2 Komentar »

  1. saya ingin bertukar pikiran dengan penulis, kapan dan dimana ya? jika mungkin

    Komentar oleh karim | 02/18/2010

  2. Maaf anda orang batu juga ya???

    Komentar oleh zaifbio | 02/19/2010


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 943 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: