BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

SISTEM SARAF MANUSIA

Rasa nikmat dan lezat dari setiap makanan yang dirasakan dipengaruhi oleh adanya rangsangan pada lidah. Ungkapan rasa sakit seperti mengucapkan kata “aduh” juga terkait rangsangan pada bagian tertentu tubuh kita. Oleh karena itu, rangsangan (stimulus) diartikan sebagai segala sesuatu yang menyebabkan perubahan pada tubuh atau bagian tubuh tertentu. Sedangkan alat tubuh yang menerima rangsa ng an tersebut dinamakan indra (reseptor). Adanya reseptor, memungkinkan rangsangan dihantarkan menuju sistem saraf pusat. Di dalam saraf pusat, rangsangan akan diolah untuk dikirim kembali menuju efektor, seperti otot dan tulang oleh suatu sel saraf sehingga terjadi tanggapan (respons).

Sementara itu, rangsangan yang menuju tubuh dapat berasal dari bau, rasa (seperti pahit, manis, asam, dan asin), sentuhan, cahaya, suhu, tekanan, dan gaya berat. Rangsang an semacam ini akan diterima oleh indra penerima yang disebut reseptor luar (eksteroseptor).

Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam tubuh misalnya rasa lapar, kenyang, nyeri, maupun kelelahan akan diterima oleh indra yang dinamakan reseptor dalam (interoseptor). Tentu semua rangsangan ini dapat kita rasakan karena pada tubuh kita terdapat sel-sel reseptor.

1. Sel Saraf (Neuron)

Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang disebut sel saraf (neuron). Setiap neuron tersusun atas badan sel, dendrit, dan akson (neurit).

Badan sel merupakan bagian sel saraf yang mengandung nukleus (inti sel) dan tersusun pula sitoplasma yang bergranuler dengan warna kelabu. Di dalamnya juga terdapat membran sel, nukleolus (anak inti sel), dan retikulum endoplasma. Retikulum endoplasma tersebut memiliki struktur berkelompok yang disebut badan Nissl.

Pada badan sel terdapat bagian yang berupa serabut de ngan penjuluran pendek. Bagian ini disebut dendrit. Dendrit memiliki struktur yang bercabang-cabang (seperti pohon) dengan berbagai bentuk dan ukuran. Fungsi dendrit adalah menerima impuls (rangsang) yang datang dari reseptor. Kemudian impuls tersebut dibawa menuju ke badan sel saraf. Selain itu, pada badan sel juga terdapat penjuluran panjang dan kebanyakan tidak bercabang. Namanya adalah akson atau neurit. Akson berperan dalam menghantarkan impuls dari badan sel menuju efektor, seperti otot dan kelenjar. Walaupun diameter akson hanya beberapa mikrometer, namun panjangnya bisa mencapai 1 hingga 2 meter.

Supaya informasi atau impuls yang dibawa tidak bocor (sebagaiisolator), akson dilindungi oleh selubung lemak yang kemilau. Kita bisa menyebutnya selubung mielin. Selubung mielin dikelilingi oleh sel-sel Schwan. Selubung mielin tersebut dihasilkan oleh selsel pendukung yang disebut oligodendrosit. Sementara itu, pada akson terdapat bagian yang tidak terlindungi oleh selubung mielin. Bagian ini disebut nodus Ranvier, yang berfungsi memperbanyak impuls saraf atau mempercepat jalannya impuls.

Berdasarkan struktur dan fungsinya, neuron dikelompokkan dalam tiga bagian, yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan interneuron.

Neuron sensorik merupakan neuron yang memiliki badan sel bergerombol membentuk simpul saraf atau ganglion (jamak = ganglia). Dendritnya berhubungan dengan neurit neuron lain, sedangkan neuritnya berkaitan dengan dendrit neuron lain. Fungsi neuron sensorik yakni meneruskan impuls (rangsangan) dari reseptor menuju sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Oleh karena itu, neuron sensorik disebut pula neuron indra.

Sementara itu, neuron motorik merupakan neuron yang berperan meneruskan impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan melakukan respon tubuh. Karena perannya ini, neuron motorik disebut pula neuron penggerak. Dendrit neuron motorik berhubungan dengan neurit neuron lain, adapun neuritnya berkaitan dengan efektor (otot dan kelenjar).

Antara neuron sensorik dan neuron motorik dihubungkan oleh interneuron atau neuron adjustor dengan letak yang berada pada otak dan sumsum tulang belakang. Interneuron merupakan neuron yang membawa impuls dari sensorik atau interneuron lain. Karena itu, interneuron disebut pula neuron konektor.

2. Impuls

Sel-sel saraf bekerja secara kimiawi. Sel saraf yang sedang tidak aktif mempunyai potensial listrik yang disebut potensial istirahat. Jika ada rangsang, misalnya sentuhan, potensial istirahat berubah menjadi potensial aksi. Potensial aksi merambat dalam bentuk arus listrik yang disebut impuls yang merambat dari sel saraf ke sel saraf berikutnya sampai ke pusat saraf atau sebaliknya. Jadi, impuls adalah arus listrik yang timbul akibat adanya rangsang.

3. Sinapsis

Dalam pelaksanaannya, sel-sel saraf bekerja bersama-sama. Pada saat datang rangsang, impuls mengalir dari satu sel saraf ke sel saraf penghubung, sampai ke pusat saraf atau sebaliknya dari pusat saraf ke sel saraf terus ke efektor. Hubungan antara dua sel saraf disebut sinapsis.

Ujung neurit bercabang-cabang, dan ujung cabang yang berhubungan dengan sel saraf lain membesar disebut bongkol sinaps (knob). Pada hubungan dua sel saraf yang disebut sinaps tersebut, dilaksanakan dengan melekatnya neurit dengan dendrit atau dinding sel. Jika impuls sampai ke bongkol sinaps pada bongkol sinaps akan disintesis zat penghubung atau neurotransmiter, misalnya zat asetilkolin.

Dengan zat transmiter inilah akan terjadi potensial aksi pada dendrite yang berubah menjadi impuls pada sel saraf yang dihubunginya. Setelah itu, asetilkolin akan segera tidak aktif karena diuraikan oleh enzim kolin esterase menjadi asetat dan kolin.

4. Mekanisme Penghntaran Impuls Saraf

Seperti halnya jaringan komputer, sistem saraf mengirimkan sinyalsinyal listrik yang sangat kecil dan bolak-balik, dengan membawa informasi dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Sinyal listrik tersebut dinamakan impuls (rangsangan). Ada dua cara yang dilakukan neuron sensorik untuk menghantarkan impuls tersebut, yakni melalui membran sel atau membran plasma dan sinapsis.

4.1 Penghantaran Impuls Saraf melalui Membran Plasma

Di dalam neuron, sebenarnya terdapat membran plasma yang sifatnya semipermeabel. Membran plasma neuron tersebut berfungsimelindungi cairan sitoplasma yang berada di dalamnya. Hanya ion-ion tertentu akan dapat bertranspor aktif melewati membran plasma

menuju membran plasma neuron lain.

Apabila tidak terdapat rangsangan atau neuron dalam keadaan istirahat, sitoplasma di dalam membran plasma bermuatan listrik negatif, sedangkan cairan di luar membran bermuatan positif. Keadaan yang demikian dinamakan polarisasi atau potensial istirahat. Perbedaan muatan ini terjadi karena adanya mekanisme transpor aktif yakni pompa natrium-kalium. Konsentrasi ion natrium (Na+) di luar membrane plasma dari suatu akson neuron lebih tinggi dibandingkan konsentrasi di dalamnya. Sebaliknya, konsentrasi ion kalium (K+) di dalamnya lebih besar daripada di luar. Akibatnya, mekanisme transpor aktif terjadi pada membran plasma.

Kemudian, apabila neuron dirangsang dengan kuat, permeabilitas membran plasma terhadap ion Na+ berubah meningkat. Peningkatan permeabilitas membran ini menjadikan ion Na+ berdifusi ke dalam membran, sehingga muatan sitoplasma berubah menjadi positif. Fase seperti ini dinamakan depolarisasi atau potensial aksi.

Sementara itu, ion K+ akan segera berdifusi keluar melewati membrane Fase ini dinamakan repolarisasi. Perbedaan muatan pada bagian yang mengalami polarisasi dan depolarisasi akan menimbulkan arus listrik.

Nah, kondisi depolarisasi ini akan berlangsung secara terus-menerus, sehingga menyebabkan arus listrik. Dengan demikian, impuls saraf akan terhantar sepanjang akson. Setelah impuls terhantar, bagian yang mengalami depolarisasi akan meng alami fase istirahat kembali dan tidak ada impuls yang lewat. Waktu pemulihan ini dinamakan fase refraktori atau undershoot.

5. Susunan Sistem Saraf

5.1 Susunan Saraf Tidak Sadar

1. Sistem Saraf Pusat

Tanpa sistem saraf pusat, kemungkinan kita menjadi makhluk yang tak berdaya dan tidak bisa melakukan apapun. Sebab, di dalam sistem saraf pusat tubuh kita terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Dua bagian tubuh inilah yang menjadi sentral pusat koordinasi tubuh kita.

Pada manusia, otak dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh suatu tulang. Tulang yang melindungi otak adalah tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Kedua organ penting ini juga dilindungi oleh suatu lapisan pembungkus yang tersusun dari jaringan pengikat. Lapisan ini disebut meninges. Meninges terbagi menjadi tiga lapisan, meliputi lapisan dalam disebut piameter; lapisan tengah disebut arachnoid; dan lapisan dalam disebut durameter.

Di antara piameter dan arachnoid terdapat ruangan yang berisi cairan, disebut ruang sub-arachnoid. Cairannya dinamakan cairan serebrospinal. Fungsi cairan ini adalah sebagai bantalan yang meredam guncangan saat terjadi benturan pada otak dan sumsum tulang belakang. Di dalam otak dapat terjadi benturan misalnya antara otak dengan tulang kepala. Sedangkan pada sumsum tulang belakang, benturan yang terjadi antara sumsum tulang belakang dengan tulang belakang.

  1. Otak

Otak merupakan benda lengket yang lunak, bermi nyak, dan kenyal. Jutaan saraf menghubungkannya dengan seluruh tubuh, syaraf tersebut membawa pesan baik menuju otak atau dari otak. Beratnya sekitar 1,6 kg pada laki-laki dan 1,45 kg pada perempuan. Perbedaan ini terjadi semata-mata karena bentuk otak laki-laki yang lebih besar dan berat. Sementara, berat ini tidak terkait dengan kecerdasan seseorang. Namun, banyaknya jumlah hubungan sel dalam otaklah yang menunjukkan kecerdasan.

Otak manusia terdiri atas dua belahan (hemisfer) yang besar, yakni belahan kiri dan belahan kanan. Oleh karena terjadi pindah silang pada tali spinal, belahan otak kiri mengendalikan sistem bagian kanan tubuh, sebaliknya belahan kanan mengendalikan sistem bagian kiri tubuh. Tali spinal (sumsum tulang belakang) merupakan tali putih kemilau yang berasal dari dasar otak hingga tulang belakang.

Saat masih embrio, otak manusia terdapat tiga bagian yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Setelah dewasa, otak depannya terbagi menjadi telensefalon dan diensefalon. Sementara, otak belakangnya terbagi menjadi metensefalon dan mielensefalon. Bagian dorsal metensefalon membentuk serebelum, sedangkan mielensefalon menjadi medula oblongata.

Antara bagian tengah sumsum tulang belakang dan otak terdapat saluran yang saling berhubungan, yang disebut ventrikel. Ventrikel membagi otak menjadi empat ruangan. Di dalam ventrikel, terdapat cairan serebrospinal yang dapat bertukar bahan dengan darah dari pembuluh kapiler pada otak.

(1) Otak depan (Prosensefalon)

Pada bagian depan otak manusia terdapat bagian yang paling menonjol disebut otak besar atau serebrum (cerebrum). Serebrum ini terbagi menjadi belahan (hemisfer) serebrum kanan dan kiri. Permukaan luar serebrum (korteks serebrum) berwarna abu-abu karena mengandung banyak badan sel saraf. Selain itu, pada bagian dalam (medula) otak depan terdapat lapisan yang berwarna putih, karena mengandung dendrit dan akson.

Korteks serebrum berkaitan dengan sinyal saraf ke dan dari berbagai bagian tubuh. Karenanya, pada korteks serebrum terdapat area sensorik yang menerima impuls dari reseptor pada indra. Di samping itu, bagian tersebut terdapat juga area motorik yang mengirimkan perintah pada efektor. Selain itu, terdapat terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motorik dan sensorik serta berperan dalam berbagai aktivitas misalnya berpikir, menyimpan

ingatan, dan membuat keputusan.

Otak depan manusia terbagi atas empat lobus (bagian), meliputi lobus frontalis (bagian depan), lobus temporalis (bagian samping), lobus oksipitalis (bagian belakang), dan lobus parietalis (bagian antara depan-belakang). Pada bagian kepala manusia, lobus frontalis berada pada bagian dahi; lobus temporalis berada pada bagian pelipis; lobus oksipitalis berada pada bagian belakang kepala; dan lobus parietalis berada pada bagian ubun-ubun.

Lobus-lobus ini memiliki fungsi yang beragam. Lobus frontalis berfungsi sebagai pusat berpikir; lobus temporalis sebagai pusat pendengaran dan berbahasa; lobus oksipitalis sebagai pusat penglihatan; dan lobus parietalis sebagai pusat sentuhan dan gerakan.

Otak depan juga mencakup bagian-bagian yang lain, seperti talamus, hipotalamus, kelenjar pituitari, dan kelenjar pineal.Sebelum diterima area sensorik serebrum, semua  rangsangan akan diproses terlebih dahulu oleh talamus. Hanya rangsangan penciuman saja yang tidak diterima oleh talamus tersebut. Sedangkan fungsi talamus yang lain misalnya mengatur suhu dan kandungan air dalam darah, kemudian juga mengkoordinasi aktivitas yang terkait emosi.

Hipotalamus merupakan bagian yang berfungsi mengatur suhu tubuh, selera makan, dan tingkah laku. Selain itu, hipotalamus juga mengontrol kelenjar pituitari, yakni kelenjar hormon yang berperan dalam mengontrol kelenjar-kelenjar homon lainya, seperti kelenjar tiroid, kelenjar adrenalin, dan pankreas.

(b) Otak Tengah (Mesenfalon)

Otak tengah manusia berbentuk kecil dan tidak terlalu mencolok. Di dalam otak tengah terdapat bagian-bagian seperti lobus optik yang mengatur gerak bola mata dan kolikulus inferior yang mengatur pendengaran. Otak tengah berfungsi menyampaikan impuls antara otak depan dan otak belakang, kemudian antara otak depan dan mata.

(c) Otak Belakang (Rombesenfalon)

Otak belakang manusia tersusun atas dua bagian utama yakni otak kecil (serebelum) dan medula oblongata. Serebelum adalah bagian yang berkerut di bagian belakang otak, dan terdiri atas dua. belahan yang berliku-liku sangat dalam. Fungsinya adalah sebagai pusat keseimbangan dalam tubuh, koordinasi motorik/gerakan otot, dan memantau kedudukan posisi tubuh. Adanya serebelum memungkinkan kita belajar gerakan yang terlatih dan saksama, seperti menulis atau bermain musik tanpa berpikir.

Di antara kedua belahan serebelum terdapat suatu bagian yang berisi serabut saraf. Bagian tersebut dinamakan jembatan varol (pons varolii). Fungsinya ialah menghantarkan impuls dari bagian kiri dan kanan otak kecil. Selain itu, jembatan varol juga menghubungkan korteks otak besar dengan otak kecil, dan antara otak depan dengan sumsum tulang belakang.

Sementara itu, medula oblongata (sumsum lanjutan) tampak seperti ujung bengkak pada tali spinal. Letaknya di antara bagian tertentu otak dengan sumsum tulang belakang. Medula oblongata berfungsi saat terjadi proses pengaturan denyut jantung, tekanan darah, gerakan pernapasan, sekresi ludah, menelan, gerak peristaltik, batuk, dan bersin.

Serebelum, jembatan varol, dan medula oblongata membentuk batang otak. Batang otak merupakan bagian otak sebelah bawah yang berhubungan dengan sumsum tulang belakang. Batang otak berfungsi mengontrol berbagai proses penting bagi kehidupan, seperti bernapas, denyut jantung, mencerna makanan, dan membuang kotoran.

b) Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang atau tali spinal merupakan tali putih kemilau berbentuk tabung dari dasar otak menuju ke tulang belakang. Pada irisan melintangnya, tampak ada dua bagian, yakni bagian luar yang berpenampakan putih dan bagian dalam yang berpenampakan abu-abu dengan berbentuk kupu-kupu. Bagian luar sumsum tulang belakang berwarna putih, karena tersusun oleh akson dan dendrit yang berselubung mielin. Sedangkan bagian dalamnya berwarna abu-abu, tersusun oleh badan sel yang tak berselubung mielin dari interneuron dan neuron motorik.

Apabila sumsum tulang belakang diiris secara vertikal, bagian dalam berwarna abu-abu terdapat saluran tengah yang disebut ventrikel dan berisi cairan serebrospinal. Ventrikel ini berhubungan juga dengan ventrikel di dalam otak. Bagian dalamnya mempunyai dua akar saraf yaitu akar dorsal yang berisi saraf sensorik ke arah punggung, dan akar ventral yang berisi saraf motorik ke arah perut.

Sumsum tulang belakang memiliki fungsi penting dalam tubuh. Fungsi tersebut antara lain menghubungkan impuls dari saraf sensorik ke otak dan sebaliknya, menghubungkan impuls dari otak ke saraf motorik; memungkinkan menjadi jalur terpendek pada gerak refleks. Mekanisme penghantaran impuls yang terjadi pada tulang belakang yakni sebagai berikut; rangsangan dari reseptor dibawa oleh neuron sensorik menuju sumsum tulang belakang melalui akar dorsal untuk diolah dan ditanggapi. Selanjutnya, impuls dibawa neuron motorik melalui akar ventral ke efektor untuk direspons.

2) Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi dinamakan pula sistem saraf perifer. Sistem saraf tepi merupakan bagian dari sistem saraf tubuh yang meneruskan rangsangan (impuls) menuju dan dari system saraf pusat. Karena itu, di dalamnya terdapat serabut saraf sensorik (saraf aferen) dan serabut saraf motorik (saraf eferen).

Serabut saraf sensorik adalah sekumpulan neuron yang menghantarkan impuls dari reseptor menuju sistem saraf pusat. Sedangkan serabut saraf motorik berperan dalam menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat menuju efektor (otot dan kelenjar) untuk ditanggapi.

Berdasarkan asalnya, sistem saraf tepi terbagi atas saraf kranial dan saraf spinal yang masing-masing berpasangan, serta ganglia (tunggal: ganglion). Saraf kranial merupakan semua saraf yang keluar dari permukaan dorsal otak. Saraf spinal ialah semua saraf yang keluar dari kedua sisi tulang belakang. Masing-masing saraf ini mempunyai karakteristik fungsi dan jumlah saraf yang berbeda. Sementara itu, ganglia merupakan kumpul an badan sel saraf yang membentuk simpul-simpul saraf dan di luar sistem saraf pusat.

b. Sistem Saraf Tak Sadar

Sistem saraf tak sadar merupakan sekumpulan saraf yang mengatur aktivitas yang tidak kita pikirkan terlebih dahulu. Misalnya saja, pergerakan paru-paru dan jantung. Kita tidak pernah berkehendak supaya aktivitas gerakan paru-paru dan jantung terjadi dengan koordinasi oleh sistem saraf pusat. Oleh karena itu, sistem saraf sadar disebut juga sistem saraf otonom. Organ yang beraktivitas dan dikontrol oleh sistem saraf sadar, meliputi kelenjar keringat, otot perut, pembuluh darah, dan alat-alat reproduksi.

Menurut karakteristik kerjanya, sistem saraf sadar terbagi atas dua saraf, meliputi saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Masing-masing saraf ini dapat bekerja pada organ yang sama, namun kerja yang dilakukan saling berlawanan (antagonis). Sebagai contoh, saat saraf simpatik memengaruhi sebuah organ untuk mening katkan aktivitas organ tertentu, justru saraf parasimpatik malah menurunkannya. Perbedaan ini terjadi karena neurotransmiter yang dihasilkan kedua saraf tersebut berbeda. Noradrenalian merupakan neurotransmiter saraf simpatik, sedangkan asetilkolin ialah neurotransmiter saraf parasimpatik.

Pada saraf simpatik dan saraf parasimpatik terdapat penghubung antara sistem saraf pusat dan efektor, yang dinamakan ganglion. Ganglion saraf simpatik berada dekat sumsum tulang belakang. Serabut praganglion saraf simpatik berukuran pendek, sementara serabut pascaganglionnya berukuran panjang. Sebaliknya, saraf parasimpatik memiliki serabut praganglion yang berukuran panjang dan serabut pascaganglion yang pendek.

About these ads

01/14/2010 - Posted by | ANFISMAN

80 Komentar »

  1. ini sangat bermanfaat bagi saya :)

    Komentar oleh heni haryati | 04/05/2010

  2. kk, bagian sumsung tulang belakang yang menghantarkan impuls saraf apa ya??

    Komentar oleh falazu21 | 06/02/2010

  3. kok penjelasan saraf parasimpatik cuma sedikit ?

    Komentar oleh rasika | 08/14/2010

  4. thanks bgt tas info’y y

    Komentar oleh habib cawang | 08/20/2010

  5. kereen,makasih kak,sangat membantu,kalau perlu ditambah gambar,ogkeeeeeeeee

    Komentar oleh cynta permata | 08/31/2010

  6. ka,, mau nnya dund..
    knp setiap sel saraf mempunyai potensial listrik..??
    maksih ka..

    Komentar oleh ^^ | 09/03/2010

  7. ka,, tau ga ttg hukum all or not ?
    apa sih itu?
    maksih ya k..

    Komentar oleh ^^ | 09/03/2010

  8. makasi yah infonya

    Komentar oleh nova | 09/19/2010

  9. thanks ya ats info ‘y

    Komentar oleh rani jkt | 10/14/2010

  10. aduh,,,terlalu panjang neh materinya.bisa kirim di e-milku ga,kaitannya saraf simpatik dan parasimpatik terhadap sistem indera,sistem pencernaan dan sistem gerak..plizzzzzzzzzzzzzzzzzz cepat noah

    Komentar oleh yuki tetsuki | 11/02/2010

  11. koq cmn tulisan doang mn gambar gambar sel saraf’A

    Komentar oleh :-( | 11/03/2010

  12. hay mau tanya dong… ??
    apa yang dimaksud dengan isalator dan nutrif juga prosesnya???

    Komentar oleh nike | 11/17/2010

  13. mas ada nggak saraf yang melemahkan/ membuat manusia lumpuh
    kalo ada E-mail saya tq..

    Komentar oleh ujang | 11/27/2010

  14. ujangzapo@yahoo.co.id
    hehehe lupa…

    Komentar oleh ujang | 11/27/2010

  15. perbedaan saraf parasimpatik dengan saraf simpatik dibagian organ pelipis sama sekresi salvia apah yah -___-“??!

    Komentar oleh Juliantvxq | 03/03/2011

  16. Jempol dh buat orang yg mnjlskn tntamg saraf . . .

    Komentar oleh Lhyena | 03/29/2011

  17. asyik bagettt!!!!!!!!!! bisa bantu nyelesaiin tugas quw!!!!!!!!
    makasi bangetttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh tata | 04/03/2011

  18. aq butuh sistem neuromuscular nii,, sistem syaraf otot.. apa sii???
    tugas faal nuiii… huhhu -.-“??

    Komentar oleh utheari | 05/18/2011

  19. makasih infonya..
    sangat berguna :)

    Komentar oleh Sungielf | 08/02/2011

  20. kk mkasih penjelasannya
    tp aq mw nanya nech
    1.apa yg dmksud serabut saraf?
    2. selundang meilin bersegmen disebut apa
    mkasih ^_^

    Komentar oleh Wenda Karin | 09/05/2011

  21. makasih infonya :)

    Komentar oleh mutiara dea | 10/31/2011

  22. terimakasih atas info yang di berikan

    Komentar oleh mutiara dea | 10/31/2011

  23. Makasih banyak ya, buat ilmu yang udh diberikan ini…
    Saya sangat terbantu untuk mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh guru di sekolah saya…
    Terima kasih ya, sekali lagi :)

    Komentar oleh Putri Humaira - SMP N 1 RSBI B.ACEH | 11/08/2011

  24. thankkkzzzzzzzzzzzzz……………..

    Komentar oleh melany | 11/17/2011

  25. saya mnta tlg jalur sel saraf tentang kecerdasan manusia,,terutama untuk anak nerkebutuhan khusus (anak kesulitan belajar)

    terima kasih,,

    oia,,artikel’a kerennnzzzzz…..

    Komentar oleh Kartika Putri S. | 11/22/2011

  26. infonya berguna banget , thanks :)

    Komentar oleh Nurul Asyifaa | 12/03/2011

  27. saya ingin bertanya, bagaimana mekanisme gerak manusia pada saat menulis ? ^^

    Komentar oleh dyta rizki octavia | 12/30/2011

  28. sangat bermanfaat…

    Komentar oleh Wenny | 02/20/2012

  29. serabut saraf sensorik fungsinya untuk apa?

    Komentar oleh rahma nurul khotimah (@rahmaa_chan) | 02/26/2012

  30. makasih…. Insya Allah berkah

    Komentar oleh mohhammad faishal | 02/28/2012

  31. saya ingin bertanya, apa sebutan dari serabut saraf yg keluar dari pusat saraf

    Komentar oleh aditya restu rahayu | 03/05/2012

  32. trimakasih infonya gan

    Komentar oleh veri muha | 03/09/2012

  33. share sistem syaraf manusia

    Komentar oleh Niyha SiiComell Bff | 03/14/2012

  34. kk kalau fungsi ujung syaraf apa

    Komentar oleh Azka Nax Tratas | 03/27/2012

  35. ada bgusx kalau buat makalah sj….

    Komentar oleh sukmawati | 03/28/2012

  36. (y)

    Komentar oleh EmiLya MarLissa | 03/29/2012

  37. trimakasih infonya
    sangat bagus :)

    Komentar oleh Desy Crystianti | 04/12/2012

  38. baguz smua isi ya aq jd dpat ngerjain dari sini….

    Komentar oleh frizko dhotmando poerbah | 04/16/2012

  39. .tHaNk yOu vEry mUch…..
    .ats ilmunya…ini sngat membntu tuk mnyelesaikan tugas ku….mmmm…boleh ga’ saya pggil ka2…? soalnya saya anak pramuka,,,kbiasaan pggil ka2…blh ya?

    Komentar oleh Ayu Soraya | 04/30/2012

  40. thanks karena materinya tuh bagus banget…sangat berguna

    Komentar oleh wenda lestari | 05/04/2012

  41. makasih, blog ini sngt mmbntu!!!!

    Komentar oleh lala | 05/25/2012

  42. Terimakasih, benar-benar membantu

    Komentar oleh Irvi Firqotul A | 06/25/2012

  43. tolong kasih gambarnya dong, biar lebih jelas dan lengkap gitu ..

    Komentar oleh umi fadzilah | 07/20/2012

  44. makaasih banget, tugas akuh jdi sdikit lebih ringan :)

    Komentar oleh staala | 08/01/2012

  45. thanks ya .. atas info nya .. sangat membantu .. :)

    Komentar oleh dio | 09/18/2012

  46. terlalu banyak penjelasannya bikin lama membacanya

    Komentar oleh inra | 09/28/2012

  47. kak, bagian otak yang manakah yang mengatur pusat fikiran?

    Komentar oleh andin | 10/05/2012

  48. Reblogged this on HyunSung.

    Komentar oleh hyunsungimnida | 10/10/2012

  49. matur agunging panuwun,,,,,,,,,,,

    Komentar oleh hidayat | 10/23/2012

  50. trims,bwt tugas kliping sklh gue nih

    Komentar oleh agam | 11/03/2012

  51. Artikel tentang SISTEM INDRA ada nggak?
    bener” butuh nih…

    Komentar oleh Mahensi | 11/09/2012

  52. makasih materi ini sangat bermaanfat bagi saya

    Komentar oleh vinsentia | 11/20/2012

  53. makasih yaaa…
    bisa bntu nyelesaiin tugas shinta..

    Komentar oleh shinta move | 12/11/2012

  54. terimakasiihh,, :) sangat membantu,, :)

    Komentar oleh azmia hanifa | 12/30/2012

  55. thanks for Info
    Visit my blog

    Komentar oleh adrian | 01/18/2013

  56. thanks for info

    Komentar oleh asriani | 04/08/2013

  57. wah bermanfaat bgt ilmunya, makasih
    tp maaf msh kurng lengkap, gada sumber pustakanya.. :)

    Komentar oleh tha | 04/17/2013

  58. ini masih kurang lengkap, penjelasan mengenai jumlah saraf pada sistem saraf tepi tidak disebutkan, penjelasan mengenai fungsi dari saraf simpatik dan parasimpatik tidak begitu jelas membuat ambigu, tapi udah cukup bagus

    Komentar oleh khan | 04/21/2013

  59. waah….terimakasih banyak atas saluran ilmunya , sehingga dapat menambah wawasan saya ttg ilmu biologi semoga bermanfaat umumnya untuk rekan & sahabat , khususnya untuk saya diri pribadi :)

    Komentar oleh Alfiyah Rahmah | 04/29/2013

  60. mksh atas infonya

    Komentar oleh siti marlina | 05/08/2013

  61. Info yg sangat bagus, aku lg mencari hubungan kerja otak besar dan otak kecil ketika jembatan varol belum terhubung sehingga menimbulkan organ sadar tapi otak besar tdk mampu menyampaikan perintah.

    Komentar oleh Suyoto | 06/04/2013

  62. trims atas infonya aku jdi tahu tentang saraf pada manusia

    Komentar oleh fariz | 06/09/2013

  63. rangsangan yg diterima ole reseptor dari luar kemudian dbawa oleneuron dsebut?

    Komentar oleh syauqy mahfudz | 08/01/2013

  64. g0ods….!!!:)

    Komentar oleh Mella Rizky | 09/03/2013

  65. sebutkan perbedaan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi pada manusia, berikan masing-masing contohnya

    Komentar oleh Raditya | 09/09/2013

  66. Bacaan ini sangat berguna sekali bagi yang membacanya. dan sekarang saya pun mendapatkan pengetahuan banyak tentang sel saraf (neuron) pada manusia.

    I like it. :D

    Komentar oleh Panji Komara | 09/19/2013

  67. Ilmunya ke serap banget..!!
    (Y)

    Komentar oleh Panji Komara | 09/19/2013

  68. golongan sistem saraf apa aja yah????????

    Komentar oleh emielda | 10/03/2013

  69. terimakasih atas infonya :)

    Komentar oleh Lulu | 10/23/2013

  70. kerja sel saraf ketika seseorng sedang membaca buku gmna sich min..
    please blz y min.

    Komentar oleh sefti | 10/23/2013

  71. Lengkap dah materinya gan, membantu tugas sekolah dan ujian :D

    Makasih sekali lagi..

    Komentar oleh Materi e-Learning SMP | 01/09/2014

  72. zaif elekkkkkkkkkkkkkkk :P

    Komentar oleh sukma | 04/06/2014

  73. hola elek

    Komentar oleh zaifbio | 04/14/2014

  74. trims,
    membantu tugas liburan

    Komentar oleh murni | 04/17/2014

  75. wihhh kumplit banget…terimakasih yaaa atas penjelasannya :D

    Komentar oleh shampo noni bsy | 06/17/2014

  76. neuron penghubung ga ada yahc

    Komentar oleh Aziem BrownCast | 09/12/2014

  77. Kak perbedaan otak dengan sumsum tulang belakang pada sistem saraf pusat apa yaaaa????

    Komentar oleh Fie | 09/26/2014

  78. Makasih infonya kak, sangat membantu sekali buat anak kelas 3 smp seperti saya :)

    Komentar oleh Sasuke :* (@AnisaAmalia25) | 10/09/2014

  79. kenapa yah neuron adjustor sedikit sekali penjelasannya???

    Komentar oleh dylan | 11/01/2014


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 953 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: