BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

PENERAPAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) PADA SISWA KELAS III IPA SMA MUHAMMADIYAH 2 & 3 BATU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN Nata De Apple DAN CUKA APEL (Upaya Memahamkan Pelajaran Biologi Bab Bioteknologi)

A. JUDUL : PENERAPAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) PADA SISWA KELAS III IPA SMU MUHAMMADIYAH 2 & 3 BATU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN Nata de Apple DAN Cuka Apel (Upaya pemahaman daan penerapan pelajaran Bologi Bab Bioteknologi)

B. LATAR BELAKANG
Saat ini, pembelajaran biologi SMA kelas III IPA khususnya marteri bioteknologi di sekolah umumnya tidak mengacu pada penyiapan siswa untuk memiliki pengetahuan dasar dan keterampilan yng dibutuhkan. Kebanyakan guru masih menggunaan pendekatan expository, dimana guru cenderung memberikan onformasi yang berupa teorri, generalisasi, hokum atau dalil-dalil beserta bukti-bukti yang mendukung. Guru membantu siswa memahami pelajaran hanya dengan mreview informasi yang adsa pada buku teks. Begitu juga seperti yang terjadi pada SMA 2 & 3 Batu selama ini.
SMA Muhammadiyah 2 & 3 Batu merupakan salah satu sekklah menengah di kecamatan Bumiaji kota Batu, dan lokasinya dekat dengan perkebunan apel. Dari hasil pengamatan observasi penulis, di SMA Muhammadiyah 2 & 3 Batu mata pelajaran Bilogi hanya diajar oleh seorang guru , mulai dari kelas I sampai kelas III. Tentunya hal ini membuat jadual untuk guru tersebut sabgat padat (jam mengajarnya bertambah). Yang mana SMA Muhammadiyah 2 kelas III IPA terdiri dari 75 orang siswa yang terbagi menjadi 2 kelas. Sedangkan di SMA muhammadiyah 3 kels III IPA berjumlaag 69 siswa yang terbagi menjadi2 kelas juga.
Dari hasil wawancara dengan salah satu guru Bilogi di SMA 2 & 3 Batu, selama ini maeri bioteknolog hanya diberikan kepada siswa dengan memberikan knsep-konsep tentang Bioteknilogi. Siswa diberikan penjelasan serta diberikan tugas utuk mencari contoh penerapan bioteknologi tanpa melbatkan siswa secara langsung dalam proses penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari, yang nantinya dapat menjadi bekal bagi siswa setelah lulus dari SMA. Hal ini berimbas pada motivasi belajar siswa yang menurun teritama saat ujuan tengah semsster (UTS). Hal ini dikarenakan siswa merasa belum memahami maeri khususnya bioteknologi, yang hanya diberikan secara teoritis saja, tanpa ada pengalaman belajar penerapanya dalam dunia nyata.
Fasilitas yang diberikan kepoada siswa pada kedua SMA Muhammadiyah tersebut, terutama laboratorium Biologi untuk menunjaanga kegiatan praktikum biologi juga belum ersedia dalam satu ruangan tersendiri, akn tetapi masih bercampur dfengan kegiatan praktikum kimia, dan fisika. Sehingga dalam penyampaian matri biologi banyak yang hanya diberikan secara teorits saja tanpa adanya praktikum atau pengalamam belajar yang diberikan oleh guru, hal ini terjadi karena keterbatasan sarana dan prasarana untuk keegiatan praktikum di sekolahan tersebut.
Padahal dalam pembelajaran bologi itu sendiri yang diukur bukan hanya pemahaman konsep tetapi juga keterampilan saiuns yang harus dimiliki oleh siswa, sehingga siswa pun dituntut untuk mmenerapkan pembeljran dalam kehidupan sehari-hari. Unuk itu dalam pembelajaran biologi perlu diterapkannya pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) yang merupakan gabungan dari pendekatan konsep, keterampilan proses, CBSA, inkuiri, dan diskoveri, serta pendekatan lingkungan ((Susilo, 1999).
Pendekatan Sain Teknologi Masyarakat (STM) adalah pegajaran sains yang tidak hanya menekankan pada konsep-konsep sains saja, tetapi juga menekankan pada peranan sain dan teknologi didalam berbagai kehidupan masyarakat dean menumbuhkn rasa tanggungjawab sosial siswa terhadap dampak sains dan teknologi yang terjadi di masyarakat (Hadiat, 1993).
Masalah-masalah atau isu-isu yang terjadi dilingkungan sekolah terutama dalam bidang bioteknologi selami ini tidak pernah disentuh atu diperhatikan oleh guru ataupun siswa sendiri, karena dalam proses belajar dan mengajar biologi selama ini masih mengggunakan pendekatan penguasaan konsep, sehingga dalam menyampaikan pembelajaran guru terfokus pada buku teks yang telah tersedia. Padahal dalam pembeljaran bioteknologi penerapan sain dan teknologi masyarakatb (STM) pada siswa sangat penting sekali, misalnya seperti melalui penerapan pembuatan Nata De Apple dan cuka Apel, yang mana pengetahuan tentang penerapan bioteknologi kepada sswa ini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi kehidupan yang akan datang atau setelah lulus darri SMA. Salian itu juga dapat memicu kreatifitas siswa untuk menerapkan teknologi sebagai pemecahan masalah yang terdapat d daerah sekitar sekolah ataupun tempat tinggalnya, sebagaimana SMA Muhammadiyah 2 & 3 batu yang dapat memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat di kota Batu, yaitu buah apel sendiri.

C. RUMUSAN MASALAH
1. Siswa kelas III SMA Muhammadiyah Batu kesulitan dalam memahami materri Bioteknologi.
2. Bagaimanakah respon siswa kelas III IPA SMAaa Muhammadiyah 2 & 3 Batu terhadap penerapan sains teknologi masyarakat melalui pembuatan nata de Apple dan cuka apel dalam memahami dfan mengaplikasikan materi bioteknologi?
3. Bagaimanakah prestasi belajar SMA kelas III IPAa SMA Muhammadiyah 2 & 3 Batu khususnya materi Bioteknologi melalui pembuatan nata de apple dan nata cuka apel?
4. Penerapan Sains Teknologi Masyarakat yang diberikan hanya pelatihan pembuatan produk dalam bidang biuoteknologi pangan.

D. TUJUAN PROGRAM
1. Memahamkan siswa kelas III IPA SMA Muhammadiyah 2 & 3 Batu tentang penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari melalui pelatihan pembuatan Nata de Apple dan cuka Apel sesuai dengan potensi daerah yang terdapat disekitar sekolah.
2. Memicu kreatifitas siswa untuk menangani permasalahan yang terdapat disekitar sekolah, khususnya dalam penerapan bidang bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari malalui pelatihan pembuatan nata de Appple dan cuka Apel.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Dari hasil program PKMT, luaran yang diharapkan adalah:
1. Dihasilkannya desain pembelajaran materi bioteknologi melalui penerapan sains Teknologi Masyarakat dengan memberikan pelatihan pembuatan nata de Apple dan Cuka Apel.
2. Dihasilkannya teknologi tepat guna untuk menyelaesaikan permasalahan yang terdapat dalam kehidupsan sehari-hari sebagai penerapan pembelajaran Bioteknologi khususnya Bioteknologi bdang pangan (Nata de Apple dan Cuka apel).

F. KEGUNAAN PROGRAM
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi khalayak sasaran antara lain:
1. Dari segi IPTEK
a. Menambah wawasan bagi siswa tentang penerapan Bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bioteknonologi dalam bidang pangan melalui penerapan sains teknologi masyarakat dengan memberikan platihan pembuatan nata de apple dan cuka apel.
b. Menambah hasanah keilmuan tentang penerapan sains teknologi masyarakat kususnyan di bidang Bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.
2. Dari segi Ekonomi: bias menambah pendapatan siswa ketika diaplikasikan di luar sekolah

G. TINJAUAN PUSTAKA
G. 1 Hakekat Proses Belajar Mengajar
Proses belajar mengjar merupakan proses inti dari pendidikan formal di sekolah, di dalamnya terjad nteraksi antara beberapa komponen pengajaran. Secara umum belajar dpat diartikan sebagai proses perubahan, akibat interaksi antara indidvidu dengan lingkungan. Hal ini mencakup pengetahuan, pemahaman, keterapmilan sikap dan sebagainya. Sedangkan pengertian mengajar adala segala uppaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bag siswa untuk terjadinya proses blajar mengajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang tel;ah dirumuskan (Ali, 2002).
Belajar itu terjadi dalam keidupan sehari-hari, tidak hanya di sekolah saja, dan belajar itu dapat dilakukan setiap orang, mulai dari anaka-anak sampai dengan orang dewasa. Robert M. Gagne di dalam Ali (2002), mengemukakan untyuk dapat memilih cara belajar yang tepat, guru harus mengenal berbagai tipe belajar, antara lain:
1. Belajar konsep (Conscept learning)
Konsep merupakan symbol berpikir, hal in diperoleh dar hasil membuat saran terhadap fakta atau realita dan hubungan antara berbagai fakta.
2. Belajar Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Seseorang dapat menyelesaikan masalah yang sederhana melalui melaluin kebiasaan maupun instink seperti halnya binatang, akan tetapi dalam situasi yang sangat sulit, cara it tidak mungln lagi digunakan. Maka dapat ditempuh langkah-langkah cara belajar ilmiah dalam pemecahan masalah.

G. 2 Hakekat Pendidikan Biologi
Pendidikan biologi menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Karena itu, siswa perlu untuk mngembangkan sejumlah keterampilan proses supaya mampu untu menjelajahi danb memaami alam sektar. Keterampilan proses ini meliputi keterampilan mengamati dengan seluruh indera, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara benar dengan selalu mempertimbangkan kaselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, menggolongkan, menafsirkan data dan mengkomunikasikan hasil temuan secara beragam, menggali dan memilih informasi secara faktualyang relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari (Depdiknas, 2002).
Bekerja secara ilmiah tidak sekedar menumpulkan fakta, membangun teori , atau proses mental dan keterampilan manipulatif. Sains merupakan cara-cara untuk memahami gejala alam yang teruus berkembang. Sains merupakan produk keingnan manusia untuk berimajinasi dan berkreasi. Keadaan manusia dan makhluk lainya di alam sangant dipengaruhi oleh perilku manusi (Depdiknas, 2002).
Depdiknas (2002), dalam kurikulum berbnasis kompetensi (KBK) mengemukakan bahwa fungsi dan tujuan mata pelajaran biologi adalah:
 Fungsi dan tujuan
• Menanamlan keyakinan terhadap tuhan Yang Maha Esa
• Mengembangkan keterampilan, sikap dan nilai ilmiah
• Mempersiapkan sswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi.
 Tujuan Pembelajran biologi adala agar siswa:
• Mengenal berbagai macam gejala alam, konsep dan keterkaitannya satu sama lain.
• Mengembangkan keterapilan proses.
• Menerapkn konsep-konsep Biologi dalam kehidupan sehari-hari.
• Meyadari keteraturan alam untuk mengagungan kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

G. 3 Pendekatan sains teknologi Masyarakat (STM)
Penggunaan pendekatan sains teknologi dan masyarakat (STM) di sekolah dapat mendorong siswa untuk dapat berpartisipasi langsung dan proaktf dalam upaya pemecahan isu-isu atau masalah yang diadapi serta menyadari implikasi social dan manfaat sains dalam kehidupan nyata sehari-hari, melalui pendekatan Sains teknologi masyarakat (STM), para guru sains di sekolah dapat mendorong terbentknya nilai-nilai dan kesadaran akan tanggung jawab pribadi dan social pada peserta didik sebagai warga negara da warga masyarakat.
Hal tersebut diatas akan tumbuh pada diri siswa apabila siswa mengerti gejala sains yang dipelajari di sekolah dengan peranannya di dalam keidupan nyata. Oleh karena itu alas an yang mendukung diterapkanya pendekatan Sains Teknologi dan masyarakat (STM) adalah terdapatnya suau teori belajar yang menitik beratkan pada pentingnya pengalaman siswa serta penbgetahuan yang telah dimlikinya (Depdiknas, 2002).
Penerapan pendekatan sains Teknologi dan masyarakat (STM) dalam pembeljaran biasanya digunakan dengan bantuan buku petunjuk atau yang disebut dengan perangkat unit sains teknologi. Perangkat tersebut dapat dibuat oleh guru itu sendiri atau meggunakan perangkat yng sudah ada yaitu, menerapkan teknlogi sederhana dalam membantu siswa utnuk memahami maeri pelajaran (Susanto, 1990).
G.4 Pembuatan Nata dan Cuka Apel Sebagai Upaya Penerapan STM
G.4.1 Tinjauan Nata
Nata berasal dari bahasa latin “Natae” yang berarti mengapung-apung. Alaban (1962) dalam Damayanti (2002) mendefinisikan nata sebagai suatu lapisan yang berbentuk padat pada permukaan medium yang mengandung gula. Produk nata tersebut dapat berasal dari bahan-bahan seperti air kelapa, sari nanas, sari jeruk, sari pisang, dan tomat.
Nata merupakan suatu bahan makanan hasil fermentasi oleh bakteri (Acetobacter xylinum) yang kaya akan selulosa, bersifat kenyal, transparan dan rasanya menyerupai kolang kaling. Nata merupakan selulosa bakteri yang terbentuk akibat aktifitas bakteri. Selulosa ini merupakna produk bakteri untuk membentuk slime (menyerupai kapsul) yang pada akhirnya bakteri tersebut terjebak dalam masa fibrilar selulosa tersebut (Budiyanto, 2000).
G.4.2 Pembuatan Nata
Teknik pembuatan nata secara umum dimulai dari penyiapan medium fermentasi sampai dengan pengolahan nata. Medium fermentasi dibuat dalam bentuk cair, sehingga jika bahan calon medium fermentasi berupa zat padat maka harus dihancurkan dan dibuat larutan. Medium fermentasi tersebut kemudian disaring untuk menghilangkan kotoran-kotoran kasarnya dan kemudian direbus pada suhu 80-100oC selama 10-15 menit sambil diaduk. Selama perebusan dilakukan penambahan gula pasir 10%, asam asetat glasial (98%) sampai dengan pH medium mencapai 4-5, amonium sulfat (NH2)2SO4 0,6%, kalium bihidrogenophospat (K2HPO4) 0,5%, magnesium sulfat (MgSO4) 0,02%, pepton atau yeast 0,25%. Setelah medium dingin dilakukan penyaringan yang kedua. Selanjutnya medium fermentasi tersebut diletakkan dalam tempat fermentasi. Kemudian diinokulasi dengan starter dengan konsentrasi 10-15% dan diperam selama 2-4 minggu. Setelah pemeraman selesai maka dilakukan pemanenan dan dicuci bersih dan dilakukan pemotongan sesuai dengan selera, netralisasi rasa asam pada nata dilakukan dengan merendam dalam air, kemudian dimasak dalam larutan gula (50%) (Masitoh, 2005).
G.4.3 Tinjauan Tentang Cuka Apel
Cuka atau (Vinegar) berasal dari istilah bahasa Perancis “Vinaigre” yang berarti “anggur asam” (Plezar dan Chan, 1988).
Cuka apel adalah produk fermentasi asam asetat dari sari buah apel. Produk ini merupakan suatu larutan cuka dalam air yang mengandung cita rasa, zat warna dan substansi yang terekstrak, asam buah, ester-ester, garam-garam organik dari buah, yang berbeda-beda sesuai dengan asalnya (Desrosier, 1988).
Menurut Ranken and Kill (1993), cuka apel adalah produk yang dihasilkan dari dua proses fermentasi berturut-turut, yaitu fermentasi alkohol yang merubah gula menjadi alkohol dan fermentasi asetat oleh mikroorganisme kelompok Acetobacter, merubah alkohol menjadi asam asetat.
Buah Biji-Bijian

Umbi-umbian enzim
(C6H10O5)n H2O asam x C6H12O6 + y C12H22O11
Pati glukosa maltosa
Mono-Disakarida
Fermentasi alkohol

C6H12O6 khamir
Glukosa/ 2C2H5OH + 2CO2
Fruktosa anaerobik etil alkhol karbondioksida
Etil Alkohol

Acetifikasi (oksidasi Etanol)

bakteri
C2H5OH + O2 CH3COOH + H2O
Etanol udara cuka air

Cuka Apel
Gambar 1. Skema Proses Cuka Apel
H. METODE PELAKSANAAN
Secara garis besar kegiatan ini meliputi tiga tahap yaitu 1) Tahap pengenalan dan pelatihan (training) pembuatan produk Nata dan cuka, 2) Tahap praktek (demonstrasi) pembuatan Nata dan cuka, 3) Tahap Evaluasi.
Berikut deskripsi dari tiga tahap pelaksanaan program ini:
H.1 Tahap persiapan
Tahap ini meliputi persiapan alat dan bahan. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan:
Alat yang digunakan:
 Panci
 Kompor gas
 Nampan plastik
 Kertas Koran
 Gelas ukur
 Bunsen
Bahan yang digunakana:
 Buah apel
 Starter nata
 Starter Saccaromyces cereviseae
 Starter Acetobacter acetii
 Gula pasir
 Garam inggris
 Dan bahan pendukung pembuatan nata dan cuka

H.2 Tahap praktek atau demo pembuatan nata dan cuka
Tahap ini mengenalkan siswa/peserta bagaimana cara membuat nata dan cuka yang langsung dilaksanakan di sekolah (tempat yang ditentukan).
Adapun langkah pelaksanaan secara umum:
 cara pembuatan nata dengan bahan baku apel sub grade, meliputi: a) cara menyiapkan bahan baku cair, b) cara memasak dan mencampur bahan-bahan pembuat nata, c) cara inokulasi starter (pemberian bibit nata), d) penyimpanan dan perawatan pembuatan nata.
 Cara pembuatan cuka dengan cara bahan baku apel sub grade, meliputi: a) cara penyiapan bahan baku cair, b) cara inokulasi starter Saccaromyces cereviseae (fermentasi alkohol), c) cara inokulasi starter Acetobacter acetii (fermentasi asam cuka)

H.3 Tahap evaluasi
Tahap ini bertujuan untuk mengetahui hasil training/pelatihan nata dan cuka (panen hasil) dan mengetahui respon siswa mengenai manfaat pelatihan ini. Adapun langkah pelaksanaan secara umum:
 Panen hasil pembuatan nata dan cuka.
 Cara pengolahan nata dan cuka.
 Penyebaran angket, mengenai tanggapan siswa akan manfaat kegiatan ini untuk menjadi bahan evaluasi.
Table 1. Ringkasan Metode Pelaksanaan
Kegiatan Metode Alat dan bahan/media
Tahap persiapan:
 Perijinan
 Persiapan alat dan bahan
survey

-

Training pembuatan nata dan cuka:
 Penjelasan mengenai STM
 Aplikasi STM oleh siswa di dalam masyarakat
 Penjelasan mengenai nata dan cuka, manfaat dan cara membuatnya. Ceramah dan Tanya jawab Makalah, Slide Proyektor dan Poster
praktek pembuatan produk nata dan cuka dengan bahan baku apel praktek langsung (demonstrasi), Tanya jawab Alat dan bahan yang dibutuhkan pembutan nata dan cuka
Panen hasil dan Evaluasi:
 Cara mengolah produk nata dan cuka.
 Tanggapan siswa mengenai manfaat kegiatan ini Quisioner dan Tanya jawab Angket terstruktur

I. JADUAL KEGIATAN
No Kegiatan Bulan I Bulan II
I II III IV I II III IV
1 Tahap persiapan:
a. Sosialisasi program kegiatan
b. Penyiapan alat dan bahan
x
x

x
2 Tahap pelaksanaan:
a. Training/pelatihan:
 Pemberian materi
 Diskusi (Tanya jawab)
b. Praktek langsung
x
x
x
x
3 Tahab monitoring/Pendamping x x x x
4 Evaluasi kegiatan x x x x
5 Penyusunan laporan akhir x x x

J. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA
1. Ketua Pelaksana
a. Nama Lengkap : Moh. Iriyanto
b. NIM : 04330004
c. Fakultas/Program studi : KIP/Pendidikan Biologi
d. Preguruan Tinggi : UniversitasMuhammadiyah Malang
e. Waktu untuk Kegiatan PKM : 10 jam/Minggu
2. Anggota Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Ulfa Yahya
b. NIM : 04330029
c. Fakultas/Program studi : KIP/Pendidikan Biologi
d. Preguruan Tinggi : UniversitasMuhammadiyah Malang
e. Waktu untuk Kegiatan PKM : 10 jam/Minggu
3. Anggota Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Ahmad Zayyadi
b. NIM : 04330012
c. Fakultas/Program studi : KIP/Pendidikan Biologi
d. Preguruan Tinggi : UniversitasMuhammadiyah Malang
e. Waktu untuk Kegiatan PKM : 10 jam/Minggu
4. Anggota Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Retno Arys k
b. NIM : 04330009
c. Fakultas/Program studi : KIP/Pendidikan Biologi
d. Preguruan Tinggi : UniversitasMuhammadiyah Malang
e. Waktu untuk Kegiatan PKM : 10 jam/Minggu
5. Anggota Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Qurrotu Aini
b. NIM : 07330072
c. Fakultas/Program studi : KIP/Pendidikan Biologi
d. Preguruan Tinggi : UniversitasMuhammadiyah Malang
e. Waktu untuk Kegiatan PKM : 10 jam/Minggu
K. NAMA DAN BIDATA DOSEN PENDAMPING
a. Nama lengkap dan gelar : Drs. Nur Widodo, M.Kes
b. Pangkat dan Golongan / NIP :Ketua Jurusan Biologi dan IV/131.953.393
c. Jabatan Struktural : Ketua Jurusan Biologi
d. Fakultas / Program studi : FKIP / Pendidikan Biologi
e. Perguruan Tinggi : Univrsitas Muhammadiyah Malang
f. Bidang Keahlian : Kesehatan
g. Waktu untuk Kegiatan PKM : 10 Jam / Minggu
L. BIAYA
1. Bahan Habis Pakai
No Bahan/alat Satuan Jumlah Harga(Rp) Total(Rp)
1 Starter Nata buah 30 Rp 25.000 Rp 750.000
2 Buah Apel kg 50 Rp 5.000 Rp 250.000
3 Starter cuka (A. asetii) buah 20 Rp 25.000 Rp 500.000
4 Saccaromyces sp. ampul 5 Rp 75.000 Rp 375.000
5 Gula kg 20 Rp 6.000 Rp 120.000
6 NPK kg 2 Rp 20.000 Rp 40.000
7 Garam Inggris kg 2 Rp 5.000 Rp 10.000
Jumlah Rp2.045.000
2. Peralatan Penunjang PKM
No Bahan/alat Satuan Jumlah Harga(Rp) Total(Rp)
1 Sewa aerator buah 5 Rp 15.000 Rp 75.000
2 Beli botol kaca buah 100 Rp 1.500 Rp 150.000
3 Sewa kompor gas buah 3 Rp100.000 Rp 300.000
4 Sewa panic buah 6 Rp 50.000 Rp 300.000
5 Selang meter 10 Rp 5.000 Rp 50.000
6 Gas elpiji buah 3 Rp 70.000 Rp 210.000
7 Sewa gelas ukur buah 10 Rp 2.000 Rp 20.000
Jumlah Rp1.105.000
3. Perjalanan

No Kegiatan Tujuan Jumlah Total
1 Analisis Situasi SMA. muhammadiyah 3 x 2 pp x Rp. 25.000 Rp. 150.000
2 Perjalanan Kegiatan Penelitian SMA. Muhammadiyah 3 x 10 pp x Rp. 25.000 Rp. 750.000
Jumlah Rp. 900.000

Lain-Lain

1. Perlengkapan
No Bahan Satuan Jumlah Harga Total
1 Kertas HVS Pak 5 Rp. 15.000 Rp. 50.000
2 Poster Buah 1 Rp. 120.000 Rp. 120.000
3 Buku tulis Buah 6 Rp. 5.000 Rp. 30.000
4 Tinta + print Buah 1 Rp. 200.000 Rp. 200.000
5 Flas Dish Buah 1 Rp. 100.000 Rp. 100.000
Jumlah Rp. 500.000

2. Dokumentasi
No alat jumlah Harga total
1 Sewa komputer 1 Rp. 200.000 Rp. 200.000
2 Sewa kamera 1 Rp. 100.000 Rp. 200.000
3 Sewa Handycame 1 Rp. 200.000 Rp. 200.000
4 Dokumentasi 2 rol Rp. 25.000 Rp. 50.000
5 Cuci cetak foto 2 rol @ 36 Rp. 1000 Rp. 100.000
6 Laporan 8 Rp. 25.000 Rp. 200.000
jumlah Rp. 950.000

3. Konsumsi

No Kebutuhan jumlah
1 Konsumsi pelaksana Rp 500.000,-
jumlah Rp 500.000,-

• Total biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan ini Rp 6.000.000,- (Enam juta rupiah)

M. DAFTAR PUSTAKA

Ali Mohammad. 2002.Guru Dalam Proses Belajar Mengajar, Penerbit PT. Sinar Baru Algesindo office,Bandung .(hal. 124-125)

Budiyanto, A,K. 2000. Mikrobiologi Terapan. UMM Press.Malang. (hal. 202-203)

Damayanti R.P.2002. Pembuatan Nata Sari Buah Pepaya (Carica papaya L) Tinjauan Dari pHAwal Dan Konsentrasi Sukrosa.Skripsi.Jurusan Teknik Hasil Pertanian.Fakultas Teknologi Pertanian.Universitas Brawijaya. Malang. (hal. 23)

Depdiknas. 2001. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran biologi untuk SMTA. Departemen Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembanga Pusat Kurikulum, Jakarta. (hal. 24-26 )

Desrosier, N.W. 1988 Teknologi Pengawetan Pangan. Edisi Ketiga.Universitas Indonesia. Jakarta (hal. 123-125)

Hadiat. 1993. Pendidikan Sains, Teknologidan Masyarakatdi Indonesia, P3G IPA, Bandung (hal. 48-50)

Masitoh, S. 2005 Analisa Nata dari Berbagai Bahan Baku dengan Penambahan Gula Kelapa. Skipsi. Jurusan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Malang. (hal. 36)

Pelczar, M.J dan Chan, E.C.S. 1988. Dasar –Dasar Mikrobiologi. Jilid 2.Diterjemahkan oleh Ratna Sri Hadioetomo, dkk. Universitas Indonesia Press. Jakarta. (hal. 69-72)

Ranken, M.D and Kill,R.C. 1993. Food Industries Manual. Blackie Academic & Professional. London. (hal. 341-342)

Susilo Herawati. 1999. Dasar –Dasar Pendidikan MIPA, Penerbit Universitas Negeri Malang, Malang (hal. 31-33)

About these ads

07/12/2009 - Posted by | Contoh PKM

2 Komentar »

  1. Boleh tahu dimana kita bisa memperoleh Starter cuka (A. asetii) buah? bisa tidak kami order starter tersebut dan minta kirim ke alamat kami(di kota Pontianak)? Terimakasih

    Komentar oleh susilo | 08/25/2010


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 951 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: