BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

“Perancangan Prototype Meja Bangku Ergonomis untuk Murid Sekolah Dasar Kelas Satu dan Dua”

. JUDUL PROGRAM
“Perancangan Prototype Meja Bangku Ergonomis untuk Murid Sekolah Dasar Kelas Satu dan Dua”

B. LATAR BELAKANG MASALAH
Di Indonesia secara umum tidak dilakukan analisa fenomena dasar ergonomis untuk fasilitas belajar di Sekolah Dasar, menurut Kromer, murid sekolah akan mengalami suatu kondisi discomfort antaral lain: cepat lelah, mudah ngantuk , tekanan pada jaringan tulang belakang berkisar 500 sampai 700 N ( Kroemer, 1995) dari gejala diatas akan berkembang menderita cedera jaringan otot sehingga akan menghambat prestasi akademis di Sekolah. Dari survey awal pada murid Sekolah Dasar Kelas satu dan dua SD Tlogomas I Malang dan MI Miftahul Huda Batu, bahwa banyak murid kelas satu duduk di bangku untuk murid kelas empat keatas sehingga posisi duduk seperti dalam gambar 3 sampai 7.
Dari hasil survey tersebut, akan dilakukan perancangan dan pembuatan prototype bangku ergonomis, untuk murid kelas satu dan dua Sekolah Dasar. Data yang diperlukan adalah pengamatan dimensi antrophometri secara mendetail tentang murid kelas satu dan dua pada saat posisi posisi duduk, dan berdiri dan dengan pengamatan foto. Pada posisi ini dilakukan pengamatan tentang posisi kaki, leher, tulang belakang, dan lengan.
Hasil yang diharapkan dari penelitian perancangan prototype meja dan bangku ergonomis ini adalah bahwa murid sekolah dasar dapat duduk dengan posisi yang ergonomis sehingga memberikan rasa menurut comfort Kroemer (1995) antara lain; 1. Impresif antara lain warm, softness, luxurious, plush, spacious, supported, dan safe (duduk ada penopang pada tulang belakang, lengan leher dan kaki) 2. Energy tekanan pda jaringan tulang belakang dibawah 300N . 3. Relaksasi (relaxed, resful, at ease, calm) , artinya semua jaringan otot dan tulang adalah bekerja sesuai dengan kondisi alamiah, tidak ada pemaksaan.

C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas maka masalah yang diteliti adalah adalah “Bagaimana Merancang dan membuat prototype meja dan bangku ergonomis untuk murid Sekolah Dasar kelas Satu dan Dua.

D. TUJUAN PROGRAM
Adapun dari tujuan penelitian ini, tujuan sebagai berikut :
1. Mendapatkan data antrophometry muid sekolah dasar kelas satu dan dua.
2. Merancang meja bangku ergonomis Sekolah Dasar kelas Satu dan Dua.
3. membuat prototype meja bangku ergonomis untuk Sekolah Dasar kelas Satu dan Dua.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran penelitian ini antara lain :
1. Hasil Pengembangan rancangan prototype bangku Sekolah Dasar yang ergonomis.
2. Pembuatan hasil rancangan prototype bangku Sekolah Dasar yang ergonomis.
3. Penerapan Rancangan prototype bangku Sekolah Dasar yang ergonomis, sehingga siswa kelas satu dan dua murid lebih nyaman dalam duduk untuk belajar , karena posisi jaringan otot: leher, tulang belakang, lengan, bahu, kaki dan murid sesuai dengan data antrophometrinya.

F. KEGUNAAN PROGRAM
Kegunaan Penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Aspek akademis : Menerapkan dan mengkombinasikan teori-teori beberapa mata kuliah Analosa Perancangan Kerja dan Ergonomi.
2. Aspek Siswa Sekolah dasar kelas satu dan Dua: membuat prototype produk meja bangku ergonomis untuk murid Sekolah Dasar kelas satu dan dua.
3. Menerapkan meja bangku ergonomis untuk murid Sekolah Dasar kelas satu dan dua.
G TINJAUAN PUSTAKA
Repetitive Strain Injury, RSI atau cedera karena ketegangan sistem jaringan otot secara berulang, yang diakibatkan sistem jaringan otot dan persendian gagal melakukan adaptasi dengan peralatan atau mesin. Contoh pada pada operator komputer adalah kondisi orang duduk dimana kondisi jaringan otot: punggung, lengan, leher dan jemari dipaksakan untuk menekan anak keyboard (lihat gambar 1) dan mengamati tulisan di monitor. Maksud pada jari dipaksakan pada proses mengetik pada keyboard sehinga jaringan otot lengan dan jari dipaksakan meregang (melebihi batas beban jaringan otot yang diperbolehkan) untuk mencapai posisi huruf tertentu kemudian menekannya.

Gambar 1 . Pemaksaan Jaringan Otot untuk Bekerja pada Lengan dan Jari (lihat garis panah) untuk Menekan Huruf pada Key Board Komputer

Gambar 2 Rancangan meja, bangku Ergonomis
Jika dilakukan pengamatan pada jari kita, posisi jari yang paling enak atau nyaman tanpa beban meregang adalah pada posisi jari enak menekuk kedalam, dan jika jari dipaksa meregang, yang akan menyebabkan ketegangan (peregangan/ strain) pada jaringan otot jari dan lengan. Kondisi ini sangat tidak disadari, dan jika berlangsung terus menerus akan menyebabkan cedera (injury), karena jaringan otot akan mengalami perobekan jika hal ini berlangsung lama akan menyebabkan peradangan, dan kegiatan ini terus berjalan (repetitive) maka akan menyebabkan kelumpuhan karena tidak berfungsinya saraf dan otot disebabkan jaringan parut mendominasinya. Kondisi pekerja di Indonesia khususnya siswa SD, kondisinya akan lebih parah karena tidak ada klinik khusus yang menangani kasus Repetitive Strain Injury, RSI. Kondisi siswa SD kelas satu sampai kelas tiga, pekerjaan mereka adalah duduk sangat lama. Pada saat duduk dengan kecenderungan posisi siswa adalah:
1. Pertama jaringan otot leher (leher dipaksakan menegakkan tulang lehernya, dengan menahan berat kepala yang ditekuk mendekati sudut 30o, untuk proses menulis dan membaca, sehingga sistem jaringan otot leher mengalami ketegangan, karena harus menahan berat kepala, lihat gambar 2.

Gambar 3. Posisi Kepala dan Leher Siswa SD Saat Proses Belajar

Gambar 3. Posisi Tulang Belakang Siswa SD Saat Proses Belajar Tanpa Bersandar Pada Pungung Kursi
Gambar 4 Posisi Lengan Atas dan Bawah Siswa SD Saat Proses Belajar

Gambar 5 Meja Bangku Konvensional SD Muhammadiyah 8 Dau Gambar 6 Meja Bangku Konvensional MI Miftahul Huda Batu

2. Kedua adalah jaringan otot punggung (jaringan otot tulang belakang dipaksakan duduk tanpa disanggah bantal punggung (back supporting chair), sehingga sistem jaringan otot tulang belakang mengalami peregangan berlebihan untuk menahan beban berat tubuh bagian atas, lihat gambar 3).
3. Ketiga adalah sistim jaringan otot bahu, lengan dan jari tangan yang dipaksa untuk melakukan kegiatan menulis dan membaca dimana jarak antara kursi dengan meja bisa terlalu tinggi (murid terpaksa menaikkan lengannya untuk kegiatan ini, lihat gambar 4, sehingga terjadi peregangan otot disekitar bahu lengan dan jari tangan).
4. Keempat adalah sistem jaringan otot kaki, dimana kondisi kaki murid bisa menggantung karena kursi terlalu tinggi, sehingga sistem jaringan otot kaki mengalami ketegangan akibat membawa beban kaki.

ERGONOMI
Definisi Ergonomi
Istilah ergonomi berasal dari kalimat latin ergon, yang berarti kerja dan nomos, artinya aturan/ hukum alam, sehingga ergonomi adalah aturan kerja, yaitu aturan kerja yang diterapkan pada proses kerja antara manusia dan alat kerja dimana alat kerja dapat membantu kenyamanan (kondisi alamiah dari posisi pekerja dalam melakukan pekerjaannya, misalnya duduk dengan konsisi enak tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, tangan, punggung ada sandaran) dan produktivitas bagi pekerjanya. Perkembangan ergonomi terjadi sekitar pertengahan abad ke-20 mulai berkembang disiplin ilmu tentang perancangan peralatan dan fasilitas kerja yang berdasarkan kondisi fisiologi, yang dikenal dengan Ergonomi, negara di Eropa Barat dikenal dengan istilah Human Factor Engineering atau Human Engineering.) definisi ergonomi yang disebut sebagai “human factor” menurut Sritomo W (1995 : 56) :
1. Penekanan pada keberadaan manusia dan interaksinya dengan produk, perlengkapan, fasilitas, prosedur dan lingkungan kerjanya sehari-hari.
2. Tujuan “human factor” yaitu :
a.Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja, termasuk didalamnya usaha memaksimalkan keselamatan kerja dan meningkatkan produktifitas kerja.
b.Untuk meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan termasuk pengembangan keselamatan kerja pengurangan kelelahan dan ketegangan kerja epningkatan kenyamanan dan kepuasan kerja serta pengembangan akulitas hidup.

Gambar Analogi“Mountain of Cumulative trauma partly obscured fog”

Gambar 5. Penelitian Tentang Kursi Ergonomis Dalam OPERATOR COMPUTER
Sumber: TU-Delft Dalam Peter Vink

Gambar meja dan bangku untuk siswa
Kiri adalah kondisi tidak Ergonomis tanpa sandaran kepala dan gambar kanan Kursi ergonomis dengan sandaran kepala, tulang belakang serta posisi kaki yang rileks.

Gambar Atribut kenyamanan dan tidak kenyamanan pada posisi duduk

Gambar tekanan pada tulang belakang
Aspek-Aspek Dalam Perancangan Fasilitas Ergonomi
Dalam melakukan perancangan suatu alat yang ergonomis melibatkan banyak aspek atau faktor yang harus diperhatikan karena fokus utama ergonomi adalah manusia sehingga dalam melakukan perancangan suatu peralatan harus didasarkan pada kemampuan dan keterbatasan terutama yang berkaitan dengan aspek pengamatan, kognitif, fisik ataupun psikologisnya.
Menurut Sritomo Wignjosuebroto (1995 : 58) penelitian ergonomi akan meliputi hal-hal yang berkaitan dengan :
1. Anatomi (struktur), fisiologi (bekerjanya) dan antropometri (ukuran) tubuh manusia.
2. Psikologi yang fisiologis mengenai berfungsinya otak dan sistem syaraf yang berperan dalam tingkah laku manusia.
3. Kondisi-kondisi kerja yang dapat menciderai baik dalam waktu yang pendek maupun panjang ataupun membuat celaka manusia dan sebaliknya ialah kondisi-kondisi kerja yang dapat membuat nyaman kerja manusia.

ANTROPOMETRI
Pengertian Antropometri
Pengukuran antropometri pada dasarnya adalah pengukuran jarak antara dua titik pada tubuh manusia seperti dalam dengan menggunakan suatu alat ukur yang dinamakan antropometer yang dirancang secara khusus untuk mengetahui ukuran-ukuran tubuh manusia atau juga bisa juga digunakan alat ukur standart.
Pengukuran dimensi tubuh atau kondisi fisik satu orang responden dengan lainnya adalah berbeda, hal ini karena faktor-faktor: suku/ ras, umur, jenis kelamin, serta posisi tubuh (posture). Menurut Sritomo Wignjosoebroto (1995 : 62 & 63) pengukuran dimensi tubuh itu sendiri dibedakan dengan dua cara yaitu :
1. Pengukuran dimensi struktur tubuh (static anthropometry) yaitu dimensi tubuh yang diukur dalam berbagai posisi standart dan tidak bergerak (tetap tegak sempurna)
2. Pengukuran dimensi fungsional tubuh (dynamic anthropometry) yaitu pengukuran yang dilakukan terhadap posisi tubuh pada saat berfungsi melakukan gerakan-gerakan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan yang harus diselesaikan.
Data antropometri ini nantinya akan merupakan pedoman untuk menentukan bentuk, ukuran, dan dimensi yang tepat berkaitan dengan produk yang dirancang dan manusia yang akan menggunakan/ mengoperasikan produk tersebut.
Rancangan Kursi Kerja Secara Umum
Didalam melakukan perancangan kursi kerja kita harus tetap memperhatikan ukuran antopometri sebagai dasar untuk melakukan desain dan memperhatikan kegiatan/ jenis pekerjaan menulis dan membaca, misalnya jarak meja dengan mata, leher, lengan, lutut pekerja, tulang belakang dan yang lainnya (seperti dalam gambar 6). Kriteria dalam melakukan desain terhadap kursi kerja diantaranya :
1) Tinggi kursi sebaiknya dirancang sesuai dengan ketinggian alas duduk dari

Gambar 6. Kursi Kerja Ergonomis untuk operator komputer

Hal ini penting karena ukuran kursi yang tidak tepat akan berakibat kurang baik terhadap pemakainya baik dari segi desain maupun kesehatan, yang akan dapat mengakibatkan sirkulasi darah terganggu dan kaki cepat lelah.
2) Dari segi kekuatan sebaiknya kursi kerja dirancang sedemikian rupa agar kuat dan serasi dengan menekankan kekuatan pada bagian-bagian yang mudah retak dan sebaiknya dilengkapi dengan sistem mur baut ataupun keling pasak.
3) Sandaran punggung (belakang) ini akan membantu dalam menjaga jaringan otot tulang belakang dan keseimbangan posisi duduk. Dalam pendesainan diharapkan sedapat mungkin sandaran punggung ini disesuaikan/ mendekati kontur tulang belakang. Sandaran punggung ini didasarkan pada ukuran lebar punggung dengan faktor kelonggaran tertentu.
4) Ketinggian sandaran punggung disesuaikan dengan ukuran tinggi siku duduk dengan persentile 95 %.
5) Lebar kursi ditentukan dengan maksud untuk memberikan penyangga pada pinggul sehingga perlu dibuat agak lebar untuk memberikan perasaan nyaman pada pemakainya. Lebar kursi ini diukur dari tepi pinggul ke tepi lainnya dengan menambah kelonggaran dari ketebalan pakaian.
6) Panjang alas duduk diharapkan tidak mengganggu/ menghambat aktifitas yang dilakukan oleh pengguna kursi.
7) Bahan yang digunakan dalam desain kursi ini diharapkan adalah bahan yang mudah dibentuk sesuai dengan desain yang telah dirancang disamping itu bahan juga harus yang mudah didapatkan, tetapi juga harus tetap diperhatikan faktor kekuatannya. Untuk tempat duduk dan sandaran punggung sedapat mungkin diberi material yang cukup lunak dengan harapan dapat mengurangi kelelahan / menghambat segera munculnya rasa lelah dan capek.
Akibat Yang Ditimbulkan Dari Desain Kursi Yang Tidak Ergonomis
Desain kursi yang tidak sesuai dengan dimensi tubuh pemakainya (tidak ergonomis) akan membawa pengaruh yang kurang baik bagi pemakainya itu sendiri yang pada akhirnya akan berpengaruh pada efektifitas dan efisiensi kerja mereka. Akibat dari desain kursi yang tidak ergonomis ini antara lain :
1. Alas kursi yang terlalu pendek akan menimbulkan tekanan pada pertengahan paha, seperti ditunjukkan pada gambar 7.
2. Begitu juga alas tempat duduk yang terlalu panjang juga tidak ergonomis karena berakibat adanya tekanan pada pertemuan betis dan paha atau lipatan lutut sehingga hal ini akan memberikan ketidaknyamanan pada pemakainya, seperti pada gambar 8.
3. Dan apabila alas tempat duduk terlalu rendah akan menimbulkan kelelahan pada tungkai sehingga cenderung mendorong badan ke belakang yang berakibat timbulnya tekanan pada pinggang, seperti ditunjukan gambar 19.
4. Alas tempat duduk yang terlalu tinggi juga tidak baik bagi pemakainnya karena hal ini mengakibatkan tekanan pada telapak kaki, seperti ditunjukkan gambar 10.

Gambar 7. Akibat Alas Kursi Yang Terlalu Pendek
(Sumber : Julius Panero, 1980 : 64)

Gambar 8. Akibat Alas Kursi Yang Terlalu Lebar
(Sumber : Julius Panero, 1980 : 64)

Gambar 9. Akibat Alas Kursi Yang Terlalu Sempit
(Sumber : Julius Panero, 1980 : 64)

Gambar 10. Akibat Alas Kursi Yang Terlalu Tinggi
(Sumber : Julius Panero, 1980 : 64)

Besarnya pencayahaan (Lux) akan berpengaruh terhadap produktifitas pekerja, dengan metode desain ekperimaen di peroleh penerangan 300 Watt, memiliki produktifitas tertinggi jika dibandingkan dengan diatas atau dibawah 300 Watt.( Heri Mujayin, Kholik 2005)
Produktivitas tertinggi pekerja adalah diperoleh warna dinding ruang kerja Kuning dengan penelrangan sebesar 9,675 Lux, kemudian warna hijau dan biru, Produktivitas terendah diperoleh oleh Luminansi warna dinding ruang kerja Hitam sebesar dengan penerangan sebesar 0,8 Lux. (Cukup Santosa, 2004)

H. METODOLOGI PENELITIAN
H.1 Diagram Alir Penelitian
Langkah-langkah untuk menyelesaikan penelitian adalah sebagai berikut:

Diagram Alir Penelitian
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
1. Studi Lapangan
Studi Lapangan dilakukan dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi dan mengetahui kondisi kursi yang akan diteliti, dan study pendahuluan di SD MI Miftahul Huda Batu dan SD Muhammadiyah 8 Dau

2. Studi Literatur
Studi literatur digunakan untuk mempelajari teori dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan masalah diteliti.
3. Perumusan Masalah dan Tujuan Masalah
Setelah studi literatur langkah selanjutnya adalah identifikasi terhadap permasalahan yang ada.. Penentuan tujuan penelitian sangat penting karena dugunakan untuk menentukan kemana arah pengerjaan penelitian yang akan diselesaikan.
H.2 Pengumpulan Data
H. 2.1 Data Hasil penelitian tahap Pertama
dari data penelitian tahap paertama diperoleh :
1. Data Antrophometri murid kelas satu dan dua, adalah seperti dalam dibawah ini:
2. Gambar rancangan bangku hasil perhitungan antrophometri adalah

Tinggi bahu (B) : ….cm
Lebar pantat duduk (D) :…cm,
Panjang paha duduk (E) : ….cm
Tinggi lutut (F) : …cm

Panjang lengan bawah (G) :….cm
Panjang lengan atas (H) :.. cm
Tinggi badan : cm
]

Gambar Data Antrophometri Murid SD/ MI Kelas satu dan Dua

I.3 Pengolahan Data Dengan Perhitungan Percentil
Pemakaian nilai-nilai percentIl yang umum diaplikasikan dalam perhitungan data anthropometri (Sritomo; 2003) dapat dijelaskan dalam tabel seperti berikut ini:
Macam Percentil dan cara perhitungannya
Percentil Perhitungan
1 –st
2.5-th
5-th
10-th
50-th
90-th
95-th
97,5 th
99-th -2.325
-1.96
-1.645
-1.28

-1.28
-1.645
– 1.96
-2.325

I.3.1 Perancangan Meja dan Perancangan Bangku
Disini produk dirancang dan dibuat unmtuk mereka yang berukuran sekitar rata-rata, terlebi dahulu harus tetapkan anggota tubuh yang mana yang nantinya akan difungsikan untuk mengoperasikan rancangan tersebut kemudian menenkan dimensi tubuh yang penting dalam proses perancangan tersebut, selanjutnya tentukan populasi terbesar yang diantisipasasi, diakomodasikan dan menajdi target utama pemakai rancanagn prosuk tersebut.
I.4 Pembuatan Prototype Meja dan Bangku Ergonomis
dari penelitian tahap pertama. Hasilnya adalah beberapa gambar desain yang paling sesuai untuk meja dan bangku ergonomis murid sekolah dasar kelas satu dan dua. Kriteria sesuai adalah berdasarkan dimensi antrophometri dan kepraktisan hasil desain.
Dari desain gambar tersebut akan dipilih satu gambar desain yang akan dibuatkan prototype meja dan bangku ergonomis murid sekolah dasar kelas satu dan dua. Bahan dari meja dan bangku ini adalah dari pipa baja dan kayu.
I.5 Aplikasi Pembuatan Prototype Meja dan Bangku Ergonomis
Data anthropometri yang menyajikan data ukuran dari berbagai macam anggota tubuh manusia dalam percentiler tertentu akan sangat besar manfaatnya pada saat suatu rancangan produk ataupun fasilitas kerja akan dibuat. Agar rancangan suatu produk nantinya bisa sesuai dengan ukuran tubuh manusia yang akan mengoperasikannya, maka prinsip-prinsip apa yang harus diambil didalam aplikasi data anthropometri tersebut harus ditetapkan terlebih dahulu.
I.6 Pembahasan
Dari data diatas akan dilakukan pengolahan, sehingga dari hasil pengolahan data akan dihasilkan meja bangku ergonomis di sekolah dasar, dengan ditandainya bahwa maereka duduk di meja bangku bisa dengan lebih nyaman. Dengan beberapa pengamatan yang dilakukan antara lain:
1. posisi duduk, dengan memperhatikan letak dan posisi lengan atas dan bawah pada saat menulis dan membaca apakah masih terlihat ada gejala pemaksaan kerja pada jaringan otot .
2. Pengamatan posisi duduk, dengan memperhatikan letak dan posisi kaki pada saat menulis dan membaca apakah masih terlihat ada gejala pemaksaan kerja pada jaringan otot.
3. Pengamatan posisi duduk, dengan memperhatikan letak dan posisi tulang belakang pada saat menulis dan membaca apakah masih terlihat ada gejala pemaksaan kerja pada jaringan otot.
4. Pengamatan posisi duduk, dengan memperhatikan letak dan posisi leher pada saat menulis dan membaca apakah masih terlihat ada gejala pemaksaan kerja pada jaringan otot.
I.7 Kesimpulan dan Saran
Pada tahap ini didapatkan kesimpulan akhir, dimana kesimpulan digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Selain itu diberikan saran-saran permasalahan penelitian diatas.

J. JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Kegiatan ini akan dilakasanakan MI Miftahul Huda Batu Malang yang akan direncanakan selesai dalam kurun waktu 3 bulan (Oktober – Desember 2007), dengan jadwal sebagai berikut :
Table 3. Kegiatan Penelitian
No Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Survei lokasi X
2 Pengumpulan Data dan Pendefinisian Model Sistem Alur Proses Produksi X X X
3 Pengolahan Data X X X X
4 Pembahasan X X
5 Laporan akhir X X

A. BIODATA PELAKSANA KEGIATAN
a. Ketua Peneliti
Nama Lengkap : Frasis Tiyasari
NIM : 05540054
Fakultas / Program Studi : Teknik / Teknik Industri
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu Kegiatan : 12 Jam / Minggu
b. Anggota 1 (satu)
Nama Lengkap : Ninik Masturoh
NIM : 05540078
Fakultas / Program Studi : Teknik / Teknik Industri
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu Kegiatan : 12 Jam / Minggu
c. Anggota 2 (dua)
Nama Lengkap : Zainul Falih
NIM : 04540052
Fakultas / Program Studi : Teknik / Teknik Industri
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu Kegiatan : 12 Jam / Minggu

K. BIODATA DOSEN PENDAMPING
Nama Lengkap : Ir. Lukman, MT
Golongan Pangkat / NIP : IV A / 108.9303.291 :
Jabatan Funsional : Lektor Kepala
Jabatan Struktural : Kepala Laboratorium Industri
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Bidang Keahlian : Ilmu Teknologi dan Rekayasa
Waktu Kegiatan : 8 Jam / Minggu

L. PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN
No Uraian Jumlah
1 Bahan Habis pakai
a. Disket CD RW
b. Kertas HVS A4 3 rim
c. Injection ink
d. Sewa computer + printer
e. Foto Copy
f. Alat tulis
Rp 50.000
Rp 100.000
Rp 100.000
Rp 350. 000
Rp 100.000
Rp 100.000 Rp 800.000
2 Perjalanan
a. Biaya perjalanan untuk observasi lapangan ( Rp. 50.000 x 3 x 2 kali )
b. Biaya perjalanan untuk pengumpulan data (Rp. 50.000 x 3 x 6 kali )
c. Konsumsi dan Akomodasi
d. Biaya perjalanan supervisi
Rp 300.000

Rp 200.000

Rp 450.000
Rp 300.000 Rp 1.250.000
3 a. Bahan pustaka
b. Download Internet Rp 400.000
Rp 200.000 Rp 600.000
4 Dokumentasi Rp 250.000 Rp 250.000
5 Laporan Penelitian
a. Penggandaan
b. Penjilidan
c. Pengiriman
d. Operasional pembuatan laporan
e. Lain-lain
Rp 400.000
Rp 80.000
Rp 70.000
Rp 300.000
Rp 250.000

Rp 1.100.000
6 Pembuatan Prototype
a. Pembuatan Bangku
b. Pembuatan Meja
Rp 1.250.000
Rp 750.000 Rp.2.000.000

M. LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
Acerni Aleigh ,Charleston, 2004: Business Journal.
Amick Benjamin C , Office Ergonomics, University of Texas-Houston School of Public.
Bailey, Robert Ph.D, Human Performance Engineering using Human Factors/ Ergonomics to Achieve Computer System Usability, Prentice Hall, 1989.
Biman Das, Arijit KS. Industrial Work Station Design: A Systematic Ergonomic Approach, Journal Applied Ergonomics UK, Elservaer Science Ltd.
Bridger Rober S, Patrick S, Willams S. Marras, 1998, Spade design Lumbar motion risk low back injury and digging, Ohio State Univesity Columbus USA. IOS Press.
David L. Goestsch, 2002, Occupational Safety And Health for Technologies, Engineer and Manager, Prentice Hall fourth edition.
Eko Nurmianto, Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Guna Widya Jakarta.
, Intisari, Febuari 1995.
(IEA) International Ergonomic Association, 2003: Ergonomics for Children and Educational Environments, 2003 IEA Congress, Seoul Korea Education for Children in Ergonomics Technical Committee.
Gerth Alan, 2004,“Office ergonomics A Preventative Approach, Purdue University.
International Journal, 2004Industrial Ergonomics, ELSEVIER,
Julius Panero, Martin Zelnik. Human Demension And Interior Space. The Architecture Press Ltd. London.
Linton,SJ. Hellsing, A-L. Halme,T. dan Akerstedt,K. 1994,The Effects of Ergonomically Designed Scholl Furnioture on Pupils attitudes, symtoms and behaviour, Journal Aplied Ergonomic , Vo. 25, No.5 halaman 200-309.
Kholik Heri Mujayin, 2004, Pengaruh Pencahayaan Ruang Kerja Terhadap Hasil dan Fisiologi Kerja (Study Experimental pada proses perakitan mainan anak-anak).
Kroemer Karl, Henrike Kroemeer,Katrin Kroemer, Elbert, Ergonomic How to Design For ease And Efficiency, Prentice Hall International, 2 nd edition. MacLeod Dan, 1995, The Ergonomics Edge Improving Safety, Quality, and Productivity, Van Nostrand Reinhold.
Mendenhall William.1992, Statistic For Engineering And The Science. Singapore.
2002,Work–Related Musculoskeletal Disorder Injuries in Minnesota a Presentation to The Ergonomics Task Force, Minestosa Departement of Labor and Industry June.
Purwanto, Wahyu. 1991, Peraancangan Cangkul Ergonomis Untuk Meningkatkan Kapasiotas Kerja Aktual Petani dalam Mengolah Tanah Sawah di Daerah Istimewa Yogyakarta,Thesis, ITB.
Salammia LA,” 1998, Analisis Ergonomi Dalam Perancangan Fasilitas Kerja Unit Finisshing Untuk Pemintalan Tikar Palastik dari Bahan Limbah Di PT. Teja Jaya Utama “ Thesis ITS.
Sastrowinoto,Suyatno, 1985, Meningkatkan Produktivitas dengan Ergonomi, Jakarta PT.Pustaka Binaman Pressindo,.
Sanders Mark S, Mc. Cormiek E.J. Human Faktor in Engineering and Design. Sixth Edition. MC Graw Hill. Singapore. 1987.
Santoso Cukup, 2004, Pengaruh warna dinding ruang kerja, gender dan shift terhadap produktivitas (study kasus di laboratorium analisa dan perancangan kerja Teknik industri umm).
Sritomo Wignjosoebroto, 1995, Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Guna Widya Jakarta..
Sunarto Hadi, 2004, Perancangan Ayunan Ynag Ergonomis Untuk Memberikan Kenyamanan dan Keamanan Dalam Bermain di Taman Kanak-kanak, Tugas Akhir TI – UMM.
Thomas Robert E. 2004., Industrial and Systems Engineering, Auburn University Overview of Occupational Safety & Ergonomics.
Walpole Rodald Raymond H Myers,1995, Ilmu Peluang dan Statistika Untuk Insinyur dan Ilmuwan, edisi keempat, penerbit ITB.
William Inger,2002, Proceedings of the XVI Annual International Occpational Ergonomic and Savety Conference.
Vink Peter, 2002, Comfort-Ergonomie-Productonwerp, Faculty of Design, Contruction and Production , Delft University of Technology.

About these ads

07/12/2009 - Posted by | Contoh PKM

14 Komentar »

  1. salam kenal mas, eh iya taw ttg ergonomi kaki dan bagian2 yg penting gak?

    Komentar oleh awal sholeh CAD | 08/21/2009

  2. bagaimana untuk memberikan motivasi belajar bagi anak SD?
    cara seperti ap?

    Komentar oleh hanif | 10/15/2009

  3. salam kenal pak dari sy. Sy dosen hiperkes fkm unair boleh tdk sy dpt copy hasil penelitiannya? untuk sy jadikan acuan penulisan jurnal tentang penerapan ergonomi di sekolah.

    Komentar oleh neffrety | 10/28/2009

  4. Boleh pak ambil aja semoga dapat bermanfaat untuk penulisan jurnalnya bapak

    Komentar oleh zaifbio | 10/29/2009

  5. saya boleh tidak minta desain prototype meja dan kursinya?saya mahasiswa dari universitas 17 agustus 1945 surabaya.ini merupakan tugas yang di berikan oleh dosen saya.mohon bantuannya.

    Komentar oleh budi prasetyo | 11/01/2009

  6. saya boleh tidak minta desain prototype meja dan kursinya?saya mahasiswa dari uns .ini merupakan tugas yang di berikan oleh dosen saya.mohon bantuannya.
    saya tunggu balasannya,,,

    Komentar oleh ontan kusumawati | 03/10/2010

  7. saya boleh minta desain prototype meja dan kursinya gag? sya mhasiswa dr unsoed

    Komentar oleh ilyassinaga | 04/11/2010

  8. salam kenal, saya dosen desain interior UNS.saya ingin sekali membuat penelitian yang sama dengan pengambilan sampel lokasi yang lebih luas. Namun penelitian saya ini di mix kan dengan analisa estetika atau desain dengan mempertimbangan prinsip desain, estetis. bolehkah saya melihat hasil prototype hasil penelitian saudara?terimakasih

    Komentar oleh lulu | 04/29/2010

  9. pak huzaifah pa blh saya minta desain prototype kursi yang anda buat acuan dalam sya mengerjakan tugas dari dosen saya , di mohon dengan sangat . saay tunggu mas tolong dikirim secepatnya ya mas?

    Komentar oleh lufin rohmansyah | 05/13/2010

  10. perkenalkan saya Rohmana dari Anamhor (pembuat alat ukur dan penyedian alat laboratorium ergonomi) mengenai penelitian yang Bapak sampaikan sangat membantu para anak SD, tetapi ada satu hal yang saya ingin tahu berapa biaya untuk membuat meja dan kursi yang bapak rancang??? dan kalo ga keberatan mohon di kirim gambarnya. terima kasih.

    Komentar oleh Rohmana | 08/15/2010

  11. Aww.saya sangat tertarik dgn penelitiannya,kebetulan saya mau melihat dari aspek kes anak SD dikaitkan dgn fasilitas ergonomis yg digunakan, bisa nda dikirimkan desain kursi dan mejanya yg ergonomis, ukuran antropometi yang dijadikan acuan standar pembentukan kursi/meja,dan referensi yg digunakan. Trims bantuannya

    Komentar oleh fatmawaty | 12/04/2010

  12. mohon kiriman gbr prototipy anda untuk bahan acuan disertasi saya,thank’s b4.

    Komentar oleh neffrety | 12/29/2010

  13. mas, ini penelitiannya pake tools apa ja?? ada simulasi lebih dlu ga utk tau kondisi eksisting udah ideal atau belum? pake software apa ya?? bisa lihat prototype usulan yang udh jadi belum?

    Komentar oleh Ega | 05/25/2011

  14. We are a gaggle of volunteers and opening a brand new scheme in our community.
    Your site offered us with valuable info to work on. You’ve performed a formidable process and our
    whole neighborhood can be thankful to you.

    Komentar oleh seamless secure | 08/09/2014


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 941 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: