BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

USAHA KERAJINAN BAHAN DAUR ULANG Sebagai peluang usaha dan kesempatan bekerja bagi pemulung jalanan

A. JUDUL KEGIATAN
USAHA KERAJINAN BAHAN DAUR ULANG
Sebagai peluang usaha dan kesempatan bekerja bagi pemulung jalanan

B. LATAR BELAKANG
Ketika dunia di kendalikan oleh kebebasan, kebutuhan akan kebebasan di rasakan akan menjadi sebuah kewajiban untuk diperoleh oleh setiap orang, maka persaingan yang tidak sehat dapat kita rasakan. Sejauh rasa saling memiliki dan menghargai masih ada, kesenjangan sosial dapat sedikit di reduksi dengan saling mengerti dan memahami satu sama lain. Begitu juga dengan kebutuhan untuk mencapai hidup yang layak. Semua orang pasti setuju, bila pikiran dan niat dari berbagai upaya yang kita lakukan setiap hari adalah sebagai upaya untuk mencapai kehidupan yang layak.
Namun dibalik aktivitas tersebut, manusia meninggalkan hal yang tidak seharusnya ditinggalkan, misalnya apabila seseoarang tengah berjalan-jalan sambil menghisap sebatang rokok. Maka dengan sadar atau tidak karena telah terbiasa, mereka membuang seenaknya puntung rokok tersebut.
Fenomena sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari gaya hidup masyrakat. Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (volume Candi Borobudur = 55.000 m3). [Bapedalda, 2000]. Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung. Kota metropolitan lebih banyak menghasilkan sampah dibandingkan dengan kota sedang atau kecil.
Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif-alternatif pengelolaan. Landfill bukan merupakan alternatif yang sesuai, karena landfill tidak berkelanjutan dan menimbulkan masalah lingkungan. Malahan alternatif-alternatif tersebut harus bisa menangani semua permasalahan pembuangan sampah dengan cara mendaur-ulang semua limbah yang dibuang kembali ke ekonomi masyarakat atau ke alam, sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap sumberdaya alam. Untuk mencapai hal tersebut, ada tiga asumsi dalam pengelolaan sampah yang harus diganti dengan tiga prinsip?prinsip baru. Daripada mengasumsikan bahwa masyarakat akan menghasilkan jumlah sampah yang terus meningkat, minimisasi sampah harus dijadikan prioritas utama. Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang tercampur seperti yang ada saat ini. Dan industri-industri harus mendesain ulang produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah.
Program-program sampah kota harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar berhasil, dan tidak mungkin dibuat sama dengan kota lainnya. Terutama program-program di negara-negara berkembang seharusnya tidak begitu saja mengikuti pola program yang telah berhasil dilakukan di negara-negara maju, mengingat perbedaan kondisi-kondisi fisik, ekonomi, hukum dan budaya. Khususnya sektor informal (tukang sampah atau pemulung) merupakan suatu komponen penting dalam sistem penanganan sampah yang ada saat ini, dan peningkatan kinerja mereka harus menjadi komponen utama dalam sistem penanganan sampah di negara berkembang.
Salah satu contoh sukses adalah zabbaleen di Kairo, yang telah berhasil membuat suatu sistem pengumpulan dan daur-ulang sampah yang mampu mengubah/memanfaatkan 85 persen sampah yang terkumpul dan mempekerjakan 40,000 orang. Secara umum, di negara Utara atau di negara Selatan, sistem untuk penanganan sampah organik merupakan komponen-komponen terpenting dari suatu sistem penanganan sampah kota.
Hambatan terbesar daur-ulang, bagaimanapun, adalah kebanyakan produk tidak dirancang untuk dapat didaur-ulang jika sudah tidak terpakai lagi. Hal ini karena selama ini para pengusaha hanya tidak mendapat insentif ekonomi yang menarik untuk melakukannya.
Perluasan Tanggungjawab Produsen (Extended Producer Responsibility – EPR) adalah suatu pendekatan kebijakan yang meminta produsen menggunakan kembali produk-produk dan kemasannya. Kebijakan ini memberikan insentif kepada mereka untuk mendisain ulang produk mereka agar memungkinkan untuk didaur-ulang, tanpa material-material yang berbahaya dan beracun. Namun demikian EPR tidak selalu dapat dilaksanakan atau dipraktekkan, mungkin baru sesuai untuk kasus pelarangan terhadap material-material yang berbahaya dan beracun dan material serta produk yang bermasalah. Di satu sisi, penerapan larangan penggunaan produk dan EPR untuk memaksa industri merancang ulang ulang, dan pemilahan di sumber, komposting, dan daur-ulang di sisi lain, merupakan sistem-sistem alternatif yang mampu menggantikan fungsi-fungsi landfill atau insinerator.
Masalah ini juga terjadi di kota Malang, kota yang terletak di Jawa Timur yang berpenduduk lebih dari 768.000 jiwa (2003) ini dikenal sebagi kota pelajar. Meski tidak menyandang sebagai Ibukota Propinsi seperti halnya Semarang, Jogjakarta, Bandung, Surabaya ataupun Jakarta. Bahkan dalam hal ini kota Malang telah menjelma sebagai salah satu kota tujuan para siswa untuk menimba ilmu. Inilah nilai lebih kota dengan kepadatan 6.171 jiwa/km². Tetapi dengan seiring bertambahnya penduduk kota Malang, keberadaan merekapun menyisakan masalah, mereka memproduksi sampah setiap harinya.
Di kota Malang terdapat juga permasalahan jalanan, selain sampah yang dihasilkan oleh penduduk kota ini setiap harinya, satu lagi yang sedikit menyedihkan adalah banyak pekerja anak yang libur saat jam sekolah, mereka memiliki beraneka ragam profesi, seperti: pengamen, pemulung dan bahkan ada yang sudah terjerumus pada lingkaran pergaulan yang tidak semestinya mereka berada disana.
Inilah fakta dari kondisi yang ada, apalagi keberadaan mereka merupakan sebuah ironi dari kota yang menyandang predikat sebagai kota pelajar. Menurut Dinas Sosial kota Malang, ada sekitar 555 orang anak jalanan yang tersebar di 5 kecamatan, yaitu Kedung Kandang, Lowokwaru, Klojen, Blimbing dan Sukun (Desember,2005). Meskipun, Jumlah ini tidak dapat menjadi acuan untuk memastikan berapa anak usia sekolah yang libur saat jam sekolah. Sulit untuk menentukan apa sebenarnya penyebab utama meningkatnya anak jalanan. Tak dapat diingkari bahwa keadaan ekonomi adalah salah satu penyebabnya. Banyak anak yang terpaksa bekerja untuk membantu orang tua membiayai sekolah atau memenuhi kebutuhan keluarga (Mansyur, dalam Zuriah N,1998). Di Indonesia, dalam Repelita VI diperkirakan jumlah anak di bawah usia 15 tahun yang terpaksa bekerja masih cukup tinggi, sekitar 2,4 juta jiwa, yang terdiri dari 1,4 juta anak laki-laki dan 1 juta anak perermpuan (Subekti, dalam Zuriah N,1998).
Dari pihak keluarga sendiri kadang merasa bangga apabila anaknya ikut membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara bekerja, karena bagi keluarga tersebut berarti mereka memiliki anak yang baik dan penurut ( Budisantoso, dalam Zuriah N,1998). Namun tidak juga dapat diingkari bahwa anak bekerja karena keinginannya sendiri. Mereka sadar bahwa tanpa sekolahpun mereka dapat bekerja dan menghasilkan uang, selain itu pengetahuan yang di dapat di sekolah tidak menjamin untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi (White dan Candraningsih, dalam Zuriah N,1998).
Dari alasan inilah, seharusnya kita memberikan solusi alternatif dimana aktivitas kreativitas yang berbasis pemanfaatan sumber daya alam yang selama ini terbuang, dapat dimanfaatkan dengan cerdas dan efisien oleh pemulung jalanan. Seperti: membuat pigura daur ulang, lampion dari sisa tusuk ice cream, dan lain-lain.

C. RUMUSAN MASALAH
Adapun masalah yang akan dipecahkan oleh program ini adalah:
1. Bagaimana kerajinan bahan daur ulang dapat menjadi solusi untuk menanggulangi masalah sampah?
2. Dapatkah kerajinan bahan daur ulang menjadi solusi alternatif sebagai peluang usaha dan kesempatan bekerja bagi pemulung jalanan?

D. TUJUAN PROGRAM
Adapun tujuan dari kegiatan ini, adalah:
1. Mengetahui kerajinan bahan daur ulang dapat menjadi solusi untuk menanggulangi masalah sampah
2. Memberikan solusi alternatif berupa pemanfaatan bahan daur ulang sebagai peluang usahadan kesempatan bekerja bagi pemulung jalanan.

E. LUARAN YANG DI HARAPKAN
Adapun luaran yang di harapkan dari program kreativitas mahasiswa ini adalah sebagai berikut:
1. Terciptanya produk daur ulang dengan aneka desain yang memiliki nilai jual lebih di masyarakat.
2. Tertanggulanginya masalah pengangguran.
3. Tertanggulanginya masalah limbah lokal di kota Malang.
4. Terjadinya hubungan kemitraan antara mahasiswa pelaksana dengan para pemulung jalanan, sebagai bantuan wirausaha bagi mereka.
5. Kerajinan daur ulang dapat di ekspor ke luar negeri.

F. KEGUNAAN PROGRAM
Adapun kegunaan dari program “kerajinan daur ulang” ini, adalah:
1. Bagi lingkungan sosial
• Membantu. menanggulangi masalah pengangguran
• Menumbuhkan sikap kreatif bagi pemulung jalanan dalam berwirausaha
• Membantu menangulangi sampah di kota Malang
• Memfasilitasi potensi diri pemulung jalanan, dalam berkreasi.

2. Bagi mahasiswa pelaksana
• Memberikan kesempatan untuk mengembangkan wawasan dalam berinteraksi sosisal.
• Mengembangkan kemampuan dalam bekerja sama,baik dengan peserta, pendamping maupun dengan anggota tim.

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Setiap hari, sampah dihasilkan lingkungan tempat dimana kita berada,baik secara langsung atau tidak. Bila di biarkan begitu saja, maka kita adalah bagian dari manusia yang tidak peduli pada lingkungan, kita hanya dapat membuang tanpa ada daya analisa tentang manfaat dari limbah tersebut.
Penanggulang sampah, dapat di bakar atau dapat juga di manfaatkan untuk keterampilan yang mempunyai nilai jual. Keberadaan sampah di kota-kota besar seharusnya dapat di manfaatkan secerdas mungkin, dengan daur ulang dan merubahnya kepada sesuatu barang yang dapat menghasilkan Profit.Tentunya dengan berpatokan kepada prinsip kemitraan dengan para pemulung yang setiap harinya mengais rezeki dari sampah-sampah tersebut. Hal ini juga bisa di jadikan sebagai lahan pekerjaan bagi mereka.
Penjualan prodak daur ulang dapat dijual di pinggir-pinggir jalan, momen perayaan ulang tahun kota atau daerah dan bisa di tempat-tempat perbelajaan-perbelanjaan lainnya. Bila permintaan pasar sudah terbilang tinggi maka kegiatan wirausaha ini dapat melakukan manuver pemasaran ketingkat nasional dan bahkan internasional.

H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
1. Persiapan program
a. Penyuluhan dan/ atau strategi pasar
Untuk mencapai hasil yang diharapkan, diperlukan bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung atau tidak langsung. Kegiatan uni juga bertujuan untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang peluang usaha kerajianan bahan daur ulang ini.
b. Survei pasar
Setelah mencapai satu pengertian dan pemahaman antara satu dan lainnya, selajutnya diperlukan untuk mengetahui berapa jumlah otlet dan/ atau toko yang menjual kerajinan bahan daur ulang. Pada tahap ini juga di perlukan daya analisa yang kuat untuk mengetahui potensi pasar yang masih belum tersentuh sehingga kita dapat mempelajarinya untuk dijadikan masukan untuk usaha kerajinan bahan daur ulang ini.
2. Penjualan
a. Pemilihan bahan
b. Penyiapan tempat, peralatan dan perlengkapan
c. Pembuatan desain produk
d. Kegiatan produksi dan penjualan
e. Perintisan jaringan pemasaran
3. Pasca program
a. Evaluasi program dan penyusunan rencana tindak lanjut
b. Pembuatan laporan akhir

I. JADWAL KEGIATAN
kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.Persiapan program
Penyuluhan, strategi pasar X
Survei pasar X
2. Penjualan
Pemilihan bahan X
Penyiapan perlengkapan X
Pembuatan desain produk X X
Kegiatan produksi dan penjualan X X X X
Perintisan jaringan pemasaran X X
3. Pasca program
Evaluasi program X
Pembuatan laporan akhir X

J. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA
1. Ketua Pelaksana Kegiatan
Nama : Rivi Abdul Jabar
NIM : 04360025
Fakultas/Program Studi : Bahasa Inggris
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk kegiatan PKM : 5 jam/minggu
Alamat : Pesma Al-Hikam, Jl Cengger Ayam 25 Malang
Telepon : 0856 8 18 00 18
Pengalaman :
• Panitia pemilu raya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM 2005
• Ketua bidang Advokasi Himpunan Mahasiswa Jurusan “Progressio” UMM 2005-2006
• Senat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM 2006-2007
• Wakil Sekertaris umum bidang PKTP Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat K I P, UMM 2005-2006
• Loisan Officer PIMNAS XIX di Universitas Muhammadiyah Malang
• Ketua Tim PKMM “Pembinaan Vocational Skill sebagai Ramuan Mujarab untuk Anak Jalanan” Dikti 2007

2. Anggota pelaksana
Nama : Lailatul Rif’ah
NIM : 06360154
Fakultas/Program Studi : Bahasa Inggris
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk kegiatan PKM : 5 jam/minggu
Alamat : Jl Raya Mulyoagung Jetis 55b Malang
Telepon : 08564972094
Pengalaman :
• Anggota International Language Forum 2007-2008
• Panitia Rektor cup 2006-2007
• Panitia English Fiesta se-Jawa Timur 2006-2007

Nama : Galvin Tejo Sumarto
NIM : 04360008
Fakultas/Program Studi : Bahasa Inggris
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk kegiatan PKM : 5 jam/minggu
Alamat : Jl Akik 46, Tlogomas Malang
Telepon : 0818548530
Pengalaman :
• Peserta Student day, Universitas Muhammadiyah Malang 2004
• Peserta P2KK, Universitas Muhammadiyah Malang 2004
Nama : Nurlaili Fajrin
NIM : 04360037
Fakultas/Program Studi : Bahasa Inggris
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Waktu untuk kegiatan PKM : 5 jam/minggu
Alamat : Jl. Notojoyo 18, Malang
Telepon : 08574603711
Pengalaman :
• Peserta Student day, Universitas Muhammadiyah Malang 2004
• Peserta P2KK, Universitas Muhammadiyah Malang 2004
• Anggota Taekwondo , Universitas Muhammadiyah Malang 2004-2008

K. NAMA DAN BIODATA DOSEN PENDAMPING
1. Nama Lengkap : Santi Prastiyowati S.Pd
2. NIP : 104 0509 0428
3. Golongan Pangkat : III A
4. Jabatan : Asisten Ahli
5. Fakultas/ Program studi : Keguruan dan Ilmu Pendidikan/ Bahasa Inggris
6. perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang

L. BIAYA
1. Persiapan PKM
Kesekretariatan
• Percetakan proposal Rp. 20.000,-
• Penggandaan proposal
15 x Rp. 5000,- Rp. 75.000,-
• Kertas 3 Rim Rp. 90.000,-
• Tinta Printer Rp. 60.000,-
Rp.245.000,-

Dokumentasi
• 3 rol film x Rp. 25.000,- Rp. 75.000,-
• Baterai Rp. 20.000,-
• Cuci cetak 3 x Rp 20.000,- Rp. 60.000,-
Rp. 155.000,-
2. Pelaksanaan PKM
• Bahan pengawet Rp. 400.000,-
• Cat warna Rp. 500.000,-
• Alat pemotong Rp. 150.000,-
• Alat pengukur Rp. 50.000,-
• Alat perekat Rp. 150.000,-
• Serbuk pasir Rp. 350.000,-
• Manik-manik Rp. 300.000,-
• Alat packing Rp. 200.000,-
• Alat pertukangan Rp. 200.000,-
Rp.2.300.000,-
3. Penunjang PKM
• Transfortasi lokal Rp. 200.000,-
• Transortasi pemasaran Rp. 400.000,-
• Telepon dan faximile Rp. 700.000,-
• Survey pasar Rp. 400.000,-
• Promosi media cetak Rp. 500.000,-
• Pengadaan brosur Rp. 300.000,-
• Sewa tempat pemasaran Rp. 800.000,-
Rp. 3.300.000,-

Jumlah Rp. 6.000.00,-

07/07/2009 Posted by | Contoh PKM | 3 Komentar

USAHA DAUR ULANG KAIN PERCA SEBAGAI INOVASI PRODUK RUMAH TANGGA

A. JUDUL PROGRAM
”Usaha Daur Ulang Kain Perca Sebagai Inovasi Produk Rumah Tangga.”

B. LATAR BELAKANG MASALAH
Dunia usaha sudah semakin berkembang saat ini. Kemunculan berbagai perusahaan – baik kecil maupun besar – sudah merupakan fenomena yang biasa. Fenomena ini mengakibatkan tingkat persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Persaingan bagi perusahaan dapat berpengaruh positif yaitu dorongan untuk selalu meningkatkan mutu produk yang dihasilkan, akan tetapi persaingan juga menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan, yaitu produk mereka akan tergusur dari pasar apabila perusahaan gagal meningkatkan mutu dan kualitas produk-produk yang dihasilkan. Selain itu penguasaan teknologi dan kemampuan komunikasi juga sangat dibutuhkan untuk terus dapat bertahan dalam dunia bisnis saat ini maupun di masa depan.
Sekarang ini terbukti keinginan dan kemampuan untuk membuka usaha pun tidak didominasi lagi kalangan swasta lagi, mahasiswa bahkan lebih pintar mencari peluang bisnis yang cocok untuk masyarakat. Tentu saja dengan meminimalisir biaya namun produknya menjanjikan di masa yang akan datang. Contohnya saja bisnis catering, counter hp ataupun laundry yang usahanya mayoritas di masyarakat namun tetap dicoba untuk dijalankan. Disini penulis mencoba mencari peluang bisnis yang agak sedikit berbeda dengan usaha-usaha lain namun produknya tetap dibutuhkan oleh masyarakat, yaitu kebutuhan akan produk rumah tangga.
Perusahaan bergerak dalam industri rumah tangga, pada dasarnya didirikan adalah bertujuan untuk mencari keuntungan serta untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen akan suatu produk yang berkualitas dan bermutu. Keuntungan akan digunakan oleh perusahaan untuk bertahan hidup atau bahkan untuk bisa berkembang. Sedangkan penciptaan kualitas dan mutu yang baik dengan biaya rendah adalah syarat utama jika perusahaan menginginkan keuntungan yang terus meningkat. Untuk mencapai semua itu dibutuhkan kerja keras dan keahlian dalam mengolah sumber daya perusahaan.
Sasaran utama pasar adalah masyarakat umum yaitu masyarakat rumah tangga bahkan mahasiswa. Masyarakat rumah tangga menurut penulis masih sangat menjanjikan untuk menjadi konsumen karena mereka adalah kalangan yang paling besar mendominasi dari sebagian konsumen. Bahkan mereka selalu menginginkan peralatan-peralatan rumah tangga untuk menghiasi isi tempat tinggal mereka. Mungkin saat ini banyak industri rumah tangga yang berkembang membuat peralatan rumah tangga seperti : gorden, taplak meja, sarung bantal, karpet, alas tempat makan, dll. Pasar inilah yang akan penulis masuki, namun penulis membuat inovasi dan kreasi sendiri dengan memanfaatkan bahan baku produk rumah tangga dari kain perca (sisa kain yang telah tidak dipakai). Mengingat masih minim produsen yang memakai bahan dasar kain perca untuk membuka usaha, biayanya pun relatif murah, tidak terlalu menyita waktu karena pekerjaan ini dapat dilakukan di sela-sela waktu luang,selain itu memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai lagi untuk mengurangi sampah.
Fakta diatas sudah cukup memberikan alasan mengapa penulis terjun ke dalam bisnis ini. Diharapkan dari usaha rumah tangga ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangganya, tentu saja dengan produknya yang berbeda dari produk lain karena penggunaan bahan dasar yang berbeda dan unik.

C. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana bentuk usaha daur ulang kain perca sebagai produk rumah tangga yang akan dirancang?
2. Bagaimana teknis pelaksanaan usaha yang dijalankan?
3. Bagaimana bentuk evaluasi pelaksanaanya?

D. TUJUAN PROGRAM
Pengajuan proposal ini pun memiliki tujuan, diharapkan setelah proposal ini disetujui penulis dapat (1) mengembangkan usaha daur ulang kain perca di lingkungan masyarakat, (2) memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk rumah tangga, (3) menciptakan produk rumah tangga yang lebih inovatif, (4) menciptakan lapangan pekerjaan bagi remaja-remaja putri dan ibu rumah tangga yang memiliki ketrampilan menjahit.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan ini, diharapkan dapat menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat. Dari kegiatan ini pun, akan dapat dilihat bahwa usaha ini mampu bersaing dengan usaha produk rumah tangga yang lebih dahulu ada sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha ini pantas untuk dikembangkan.

F. KEGUNAAN PROGRAM
F.1 Aspek Ketenagakerjaan
Dengan alternative bahan baku produk yang berbeda dari produk lain tentu saja dapat menyerap tenaga kerja, hal ini karena tingkat kreatifitas dan ketrampilan tenaga ahli juga dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk. Apalagi jika permintaan konsumen tinggi, memungkinkan pengembangan usaha.
F.2 Aspek Ekonomi
Dari latar belakang pemilihan bahan baku, maka biaya penggunaan bahan baku juga dapat ditekan sehingga harga jual yang ditawarkan produk akan lebih murah atau paling tidak sama dengan harga pasar. Dengan harga yang sama namun konsumen sudah dapat memperoleh barang yang lebih berkualitas.
F.3 Aspek Lingkungan
Kain perca merupakan sampah non organic yang sulit dihancurkan oleh bakteri sehingga pendaurulangan kain perca tentu saja dapat mengurangi jumlah sampah di masyarakat.

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Dalam hal ini penulis juga mengasumsikan sebagai masyarakat rumah tangga yang senantiasa memerlukan peralatan rumah tangga. Sehingga dapat diketahui seberapa besar kebutuhan dan selera konsumen untuk tahap awalnya bila sebelumnya produk rumah tangga banyak yang memakai bahan dasar kain mampu memenuhi kebutuhan konsumen, maka seiring perkembangan zaman timbul untuk beralih lebih inovatif dan kreatif dengan mendaur ulang kain perca sebagai bahan dasar produk rumah tangga. Mengingat juga banyak manfaat yang dapat diambil selain cara memperolehnya mudah dan mengurangi sampah yang akan timbul juga menekan biaya bahan baku. Optimis bahwa produk ini juga akan lebih disukai oleh konsumen.
Input dari usaha ini adalah dengan memanfaatkan kain perca yaitu sisa sisa kain yang tidak digunakan. Dengan kain perca tersebut kita dapat memproduksi produk-produk rumah tangga seperti sprei, gorden, taplak meja, keset, sarung bantal dll. Kain perca tersebut akan kita olah menjadi produk-produk seperti tersebut diatas dengan menambahkan hiasan-hiasan atau renda-renda agar lebih menarik. Kita dapat meraih keuntungan yang cukup besar dari usaha ini karena bahan yang digunakan tidak terlalu sulit untuk didapatkan selain itu harganya juga sangat terjangkau.
Selain produk-produk diatas kita juga menerima pesanan sesuai permintaan konsumen baik model, ukuran maupunjumlah.

H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
1. Melakukan pendekatan kepada pengusaha konveksi atau penjahit rumah tangga.
2. Mempromosikan kain perca sebagai produk rumah tangga
3. Melakukan pembinaan terhadap ibu rumah tangga maupun remaja putri yang memiliki ketertarikan dan minat terhadap pengembangan usaha yang sejenis atau yang berminat bergabung terhadap usaha in

I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Jadwal Kegiatan Program
Kegiatan Bulan ke
1 2 3 4
1. Persiapan
• Persiapan dan penetapan lokasi usaha x
• Persiapan alat dan bahan usaha xx
• Promosi dan strategi pengadaan usaha xxx
• Evaluasi tahap pertama x
2. Pelaksanaan
• Pembuatan hasil produksi xxxx
• Penjaringan konsumen/pemakai jasa x xx
• Evaluasi Tahap Kedua x
3. Kegiatan Bimbingan
• Pelaporan Kegiatan Usaha xx
• Monitoring dengan evaluasi pelaksanaan Usaha x
• Pengembangan Usaha berdasarkan monitoring xxx

J. NAMA BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA PENELITIAN
Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama : Nuning Pusva Yunita
b. Nim : 04.620.281
c. Fakultas/Programstudi: FE/Akuntansi
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Alamat Rumah : Karang Indah BH-21 Tuban
f. No. handphone : 08563615370
g. Waktu untuk PKM : 9 jam /minggu

Anggota Pelaksana
a. Nama : Ummatul khoiroh
b. Nim : 04.620.306
c. Fakultas/Programstudi: FE/Akuntansi
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Alamat Rumah : Jl. Kh. A.Dahlan No.13 Rowokangkung- Lumajang
f. No. handphone : 085234154820
g. Waktu untuk PKM : 9 jam /minggu
a. Nama : Meilani Kartika Sari
b. Nim : 06.620.064
c. Fakultas/Programstudi: FE/Akuntansi
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Alamat Rumah : Dusun Sanggrahan Jugo-Kesamben Blitar
f. No. handphone : 08123788885
g. Waktu untuk PKM : 9 jam /minggu

a. Nama : Eko Jatmiko
b. Nim : 03.610.070
c. Fakultas/Programstudi:FE/Manajemen
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Alamat Rumah : Jl Tlogomas Gg IX/22 Malang
f. No. handphone : 08563601525
g. Waktu Untuk PKM : 9 jam/minggu

K. NAMA DAN BIODATA DOSEN PENDAMPING
a. Nama Lengkap : Dra Ratna Utami, MM
b. NIP : 107.9009.0176
c. Golongan Pangkat : III C
d. Jabatan Fungsional : Lektor
e. Jabatan Struktural : Sekretaris BPI
f. Fakultas/Program Studi : FE/Akuntansi
g. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
h. Bidang Keahlian : Akuntansi
i. Waktu untuk Kegiatan : 5 jam/perminggu

L. RENCANA PEMBIAYAAN

No Jenis Kegiatan Anggaran
A. Pra Kegiatan
1. Persiapan lokasi Rp 50.000,-
2. Promosi Rp 300.000,-
B. Pelaksanaan
1. Mesin jahit @ 2 buah
Mesin Obras @ 1 buah
Kain perca
Keperluan jahit(benang,jarum,dll) Rp 1.500.000,-
Rp 2.000.000,-
Rp 200.000,-
Rp 100.000,-
2. Transportasi Rp 300.000,-
3. Telephone Rp 50.000,-
4. Listrik Rp 50.000,-
5. Biaya sewa lokasi Rp 150.000,-
6. Biaya gaji tenaga tambahan Rp 150.000,-
C. Laporan
1. Penyusunan laporan Rp 100.000,-
2. Penggandaan proposal Rp 100.000,-
Jumlah Rp 5.050.000,-

M. LAMPIRAN
M.1 Analisa SWOT Usaha Daur Ulang Kain Perca Sebagai Inovasi Produk Rumah Tangga
M.1.1 Kelebihan (Strenghten)
Meningkatnya jumlah permintaan masyarakat akan produk rumah tangga mendasari penulis untuk menciptakan usaha ini. Diharapkan dari usaha ini ke depan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga para ibu rumah tangga dan remaja-remaja putri. Alasan utama penggunaan bahan baku dari produk rumah tangga ini krena kain perca mudah didapat, biaya pengadaan bahan baku murah dan dapat mengurangi jumlah sampah. Tentunya usaha ini juga masih jarang dikembangkan sehingga penulis juga optimis usaha produk ini dapat diterima pasar terlebih dilihat dari bahan bakunya yang membedakan dengan barang-barang produksi sama yang lebih dahulu berkembang.

M.1.2 Kelemahan (Weakness)
Karena usaha daur ulang kain perca sebagai produk rumah tangga merupakan usaha yang baru dirintis dan selama ini konsumen masih belum familiar dengan produk rumah tangga yang berbahan baku kain perca sehingga masih terdapat kesulitan dalam mencari pangsa pasar (konsumen) yang tertarik dengan inovasi daur ulang kain perca.

M.1.3 Kesempatan (Opportunity)
Dengan pertimbangan modal usaha yang bisa ditekan seminimal mungkin, usaha ini dapat menghasilkan keuntungan yang relative lebih banyak dari usaha produk-produk rumah tangga yang sama. Kemungkinan harga jual lebih tinggi dari harga jual produk yang sejenis memberikan keuntungan buat penulis, namun hal ini sesuai dengan proses produksinya yang membutuhkan kreatifitas dan ketrampilan khusus. Tanggapan pasar yang diharapkan terbuka dan bisa menerimanya memungkinkan usaha ini dapat berkembang dengan baik. Dengan berkembangnya usaha ini nantinya akan membuka peluang-peluang untuk merekrut tenaga-tenaga kerja baru.

M.1.4 Tantangan atau Ancaman (Threaten)
Selama ini usaha-usaha sejenis juga banyak yang berkembang di pasar sehingga menjadi ancaman dari usaha kain perca sebagai produk rumah tangga akan memiliki banyak pesaing.

M.2 Analisa BEP
M.2.1 BEP untuk Produk Keset
Fixed Cost
Gaji Pegawai Rp. 300.000,-
Sewa Tempat Rp. 150.000,-
Total Rp. 450.000,-
Variable Cost
Bahan baku Rp. 2.000,-
Bahan Penolong Rp. 1.000,-
Total Rp. 3.000,-
BEP: Fixed cost + (Variable Cost x Jumlah produk)=Harga jual x jumlah produk
450.000 + (3.000x)=5.000x
5.000x – 3.000x=450.000
X = 450.000 =225 produk
2.000

M.2.2 BEP untuk Produk Tutup Kulkas
Fixed Cost
Gaji Pegawai Rp. 300.000,-
Sewa Tempat Rp. 150.000,-
Total Rp. 450.000,-
Variable Cost
Bahan baku Rp. 10.000,-
Bahan Penolong Rp. 6.000,-
Total Rp. 16.000,-
BEP: Fixed cost + (Variable Cost x Jumlah produk)=Harga jual x jumlah produk
450.000 + (16.000x)=25.000x
25.000x – 16.000x=450.000
X = 450.000 =50 produk
9.000

M.2.3 BEP untuk Produk Sarung Bantal Kursi
Fixed Cost
Gaji Pegawai Rp. 300.000,-
Sewa Tempat Rp. 150.000,-
Total Rp. 450.000,-
Variable Cost
Bahan baku Rp. 15.000,-
Bahan Penolong Rp. 10.000,-
Total Rp. 25.000,-
BEP: Fixed cost + (Variable Cost x Jumlah produk)=Harga jual x jumlah produk
450.000 + (25.000x)=40.000x
40.000x – 25.000x=450.000
X = 450.000 =30 produk
15.000

M.2.4 BEP untuk Produk Sprei Ukuran Singgle
Fixed Cost
Gaji Pegawai Rp. 300.000,-
Sewa Tempat Rp. 150.000,-
Total Rp. 450.000,-
Variable Cost
Bahan baku Rp. 20.000,-
Bahan Penolong Rp. 15.000,-
Total Rp. 35.000,-
BEP: Fixed cost + (Variable Cost x Jumlah produk)=Harga jual x jumlah produk
450.000 + (35.000x)=50.000x
50.000x – 35.000x=450.000
X = 450.000 =30produk
15.000

M.2.5 BEP untuk Produk Sprei Ukuran double
Fixed Cost
Gaji Pegawai Rp. 300.000,-
Sewa Tempat Rp. 150.000,-
Total Rp. 450.000,-
Variable Cost
Bahan baku Rp. 30.000,-
Bahan Penolong Rp. 20.000,-
Total Rp. 50.000,-
BEP: Fixed cost + (Variable Cost x Jumlah produk)=Harga jual x jumlah produk
450.000 + (50.000x)=80.000x
80.000x – 50.000x=450.000
X = 450.000 =15 produk
30.000

M.3 Gambaran Produk Usaha Daur Ulang Kain Perca
Istilah kain perca umum dijumpai merupakan sisa-sisa kain yang tidak dipakai lagi. Sebelumnya mungkin banyak para pengusaha konveksi atau para penjahit yang membuang kain perca, namun dalam usaha ini penulis justru menggunakannya sebagai bahan baku produk rumah tangga. Produk-produk yang ditawarkan hampir sama dengan produk rumah tangga dari bahan baku kain biasa pada umumnya. Misalnya: taplak meja, sprei, sarung bantal+guling, gorden, keset, dll. Untuk tahap awalnya penulis mungkin hanya memproduksi dalam skala kecil seperti taplak meja, sarung bantal+guling, keset ataupun sesuai permintaan konsumen.
Dari produk-produk tersebut dapat ditambahkan renda-renda kecil ataupun hiasan-hiasan di sekelilingnya sebagai upaya mempercantik produk yang dihasilkan. Bisa juga kain perca dibentuk menjadi bulatan-bulatan yang memanjang di setiap produk. Hal ini disesuaikan dengan kreasi dari pembuat produk atau selera konsumen.

07/07/2009 Posted by | Contoh PKM | 23 Komentar

KULIT KENTANG MAKANAN LEZAT MIKROORGANISME

A. JUDUL PROGRAM
“Kulit kentang Makanan lezat Mikroorganisme”
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Universitas Muhammaddiyah Malang (UMM) adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Jawa Timur, dengan jumlah mahasiswa yang masih aktif kurang lebih 20.000 mahasiswa yang tersebar dalam 12 (dua belas) fakultas, yaitu fakultas Ekonomi, Pertanian, Hukum, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Sosial Politik, Teknik, Peternakan, Kedokteran, Psikologi, , Keperawatan, Farmasi dan Agama Islam. Setiap tahun UMM meluluskan sebanyak 3000 – 4000 mahasiswa dari dua belas fakultas tersebut.
Berdasarkan data Biro Administrasi Akademik (BAA), para lulusan tersebut tidak semua segera terserap dalam lapangan pekerjaan. Hanya sekitar 55 % lulusan mendapat pekerjaan sesuai dengan profesinya dan kurang dari satu tahun. Sebagian besar harus menunggu selama 1-2 tahun atau lebih baru mendapat pekerjaan sesuai dengan profesinya.
Kesulitan mencari kerja sesuai dengan profesi itu, tentu akan semakin berat dihadapi oleh para lulusan dari fakultas-fakultas tertentu, seperti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang mencetak tenaga-tenaga kependidikan. Fakultas ini di UMM setiap tahun meluluskan  435 mahasiswa ternyata hanya 90,5 % yang terserap sebagai tenaga guru di lembaga pendidikan. Penyebabnya selain menyempitnya lapangan pekerjaan sebagai guru juga adanya lulusan non kependidikan yang menyeberang menjadi guru padahal mereka tidak punya akta mengajar.
Sebenarnya lulusan fakultas keguruan secara profesional tidak harus menjadi guru di lembaga formal. Mereka dapat bekerja di bidang lain yang seirama dengan profesi guru yaitu sabagai tutor atau pengajar di lembaga non formal, misalnya: tutor di lembaga kursus, tutor private study, pemandu wisata dan lain-lain. Selain itu, mereka dapat berwirausaha pada berbagai bidang yang bertolak belakang dari profesi itu tetapi masih bersandar pada pengetahuan teoritis dan praktis yang diperoleh selama kuliah, misalnya membuat produk yang konsumtif dan bermanfaat bagi kemajuan pendidikan terutama dalam bidang penelitian.
Salah satu produk konsumtif yang punya prospek bisnis bagus di tengah krisis ekonomi adalah pembuatan media untuk pertumbuhan mikroorganisme. Dilihat dari proses teknologinya, pembuatan media pertumbuhan mikroorganisme dapat dikerjakan di dalam laboratorium kampus dan industri rumah tangga terutama bagi masyarakat yang bidang usahanya berkaitan dengan pengolan kentang. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan limbah kulit kentang dan dapat menambah penghasilan bagi mereka. Media pertumbuhan banyak jenisnya baik dalam bentuk cair atau sintetis, namun harganya relatif mahal dan terkadang suatu instansi kehabisan stok sehingga nantinya akan mengakibatkan suatu penelitian akan terhambat bahkan berhenti sampai media yang dibutuhkan tersedia.
Dari sisi kurikuler pembuatan media pertumbuhan mikroorganisme sudah diajarkan secara teori dan praktek dalam mata kuliah ”mikrobiologi umum ” yang berbobot 3 sks pada Program Studi Biologi. Sehingga cukup potensial bila dijadikan sebagai karya alternatif bagi mahasiswa UMM untuk melakukan aktifitas kewirausahaan berbasis pada sains dan teknologi yang terintegrasi secara kurikuler. Artinya, mereka diberi latihan berwirausaha dengan membuat media perumbuhan mikroorganisme yang prosesnya pernah dipelajari selama menempuh mata kuliah reguler dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang ada di laboratorium kampus dan tentunya juga peka terhadap lingkungan sekitar yaitu dengan memanfaatkan limbah home industri.
Mikroorganisme sangat penting sekali dan terkait erat dengan kehidupan manusia, karena mikroba (jasad renik) tersebar merata diseluruh belahan bumi dan ada dimana-mana.oleh karena itu mikroba memiliki korelasi yang erat dan mempunyai peranan yang penting dengan kehidupan manusia, yang dapat memberikan pengaruh merugikan maupun menguntungkan. Diantara mikroba yang merugikan antara lain penyebab penyakit, penyebab kebusukan makanan dan penyebab keracunan makanan. Sedangkan mikroba yang menguntungkan antara lain agen pembusuk alami yang akan mendekomposisi sampah-sampah, agen pembusuk didalam saluran pencernaan alami dan agen pengikat nitrogen dari udara yang dapat digunakan sebagai bahan nutrien bagi tumbuhan.
Seiring dengan semakin majunya tekhnologi terutama dalam perkembangan ilmu mikrobiologi, maka banyak penelitian-penelitian yang berkaitan dengan mikrobiologi semakin meluas pada hampir semua bagian bidang diantaranya pada industri pertanian, industri makanan dan industri medis atau kesehatan. Penelitian-penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis mikroba baik yang merugikan atau menguntungkan dengan cara membuat isolat, yang kemudian dari penelitian tersebut dapat menginformasikan mikroba yang merugikan dan yang menguntungkan. Selain itu juga dengan penelitian dalam bidang mikrobiologi ini dapat membuat suatu formula yang bermanfaat seperti menemukan suatu formula obat sebagai antibiotik, antiseptis, kemoterapi, vaksinasi dan menemukan jenis mikroba yang berperan penting dalam kehidupan.
Pembiakan mikroba dalam laboratorium memerlukan medium yang berisi zat hara serta lingkungan pertumbuhan yangs sesuai dengan mikroorganisme. Zat hara digunakan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan, sintesis sel, keperluan energi dalam metabolisme dan pergerakan. Lazimnya medium biakan berisi air, sumber energi, zat hara sebagai sumber karbon, nitrogen, sulfur, fosfat, oksigen, hidrogen serta unsur-unsur sekelumit. Dalam bahan dasar medium dapat pula ditambahkan faktor pertumbuhan berupa asam amino, vitamanin dan nuleotida.
Mikroba sama halnya dengan makhluk hidup lainnya yang memerlukan nutrisi untuk pertumbuhannya. Pengetahuan akan nutrisi ini akan membantu di dalam mengkultivasi, mengisolasi dan mengidentifikasi mikroba. Mikroba memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda-beda di dalam persyaratan pertumbuhannya. Ada mikroba yang hanya biasa hidup pada media yang mengandung sulfur dan ada pula yang tidak mampu hidup. Karakteristik persyaratan pertumbuhan mikroba inilah yang menyebabkan bermacam-macamnya media penunjang pertumbuhan mikroba.
Dasar makanan yang paling baik untuk mikroorganisme adalah medium yang mengandung zat-zat organik seperti rebusan daging, sayur-sayuran, sisa-sisa makanan atau ramuan-ramuan yang dibuat oleh manusia. Berdasarkan sifat-sifat mikroba terhadap induk semangnya medium terdiri dari media hidup yang pada umumnya dipakai dalam Laboratorium Virologi. Media mati terdiri dari media padat, media setengah padat dan media cair. Pada medi mati juga dikenal adanya media sintetis. Media sintetis merupakan media yang mempunyai kandungan dan isi bahan yang telah diketahui secara rinci. Media sintetis sering digunakan di laboratorium untuk mempelajari sifat faali dan genetika mikroorganisme.
Namun media sintetis harganya relatif lebih mahal dan karena banyak yang menggunakan maka stok di Laboratorium sering kehabisan. Sedangkan dalam pemesanannya tidak gampang karena harus menunggu. Hal inilah yang sering terjadi dalam proses penelitian dan ahirnya akan menghambat suatu penelitian. Sehingga diperlukan adanya alternatif lain agar penelitian-penelitian yang ada tetap berjalan. Salah satunya adalah membuat media pertumbuhan dari bahan – bahan yang mudah didapat bahkan dapat memanfaatkan bahan baku yang sudah tidak digunakan lagi / limbah. Hal ini dimaksudkan selain agar mengurangi pencemaran tetapi juga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari limbah tersebut. Salah satu limbah yang dapat digunakan adalah limbah kentang.
Kentang adalah sejenis sayur-sayuran yang biasanya bagian yang digunakan adalah isinya, sedangkan kulitnya akan dibuang saja. Hal ini akan menimbulkan pencemaran apabila kulit kentang ini dibuang pada sungai yang nantinya akan membusuk oleh karena limbah ini harus diolah agar lebih bermanfaat. Limbah kentang yang digunakan adalah kulit kentang, dimana pada kulit kentang ini masih banyak kandungan-kandungan yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroorganisme antara lain air, sumber energi yaitu karbohidrat dan protein, vitamin dan berbagai sumber mineral.
Selain dasar pertimbangan dan alasan-alasan diatas yang menjadi landasan awal munculnya gagasan pembuatan media pertumbuhan mikroorganisme ini adalah semakin banyaknya penelitian dibidang mikrobiologi. Dimana pada tahun 2007 yang melakukan penelitian di Laboratorium Biologi terutama dibidang mikrobiologi ini meningkat sebesar 65% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Para peneliti terutama berasal dari mahasiswa UMM baik jurusan biologi, pertanian dan perikanan dan beberapa dari Universitas lain. Selain itu juga dengan dibukanya fakultas Farmasi pada tahun 2005 memberi peluang besar untuk usaha dalam bidang riset ini. Pembuatan media pertumbuhan dari limbah kulit kentang ini sebagai alterantif, membantu para peneliti dan memperlancar penelitian di Laboratorium dan diharapkan dapat memberikan peluang bagi mahasiswa dan masyarakat pada umumnya. Alasan lain yang mendukung gagasan adalah adanya prasarana alat dan sediaan bahan untuk membuat media pertumbuhan mikroorganisme di dalam laboratorium Biologi UMM tetapi hanya dimanfaatkan untuk keperluan kuliah praktikum reguler.
Oleh sebab itu, dengan memanfaatkan sarana dan prasarana Laboratorium tersebut untuk membat media pertumbuhan mikroorganisme dalam suatu wadah kewirausahaan bagi mahasiswa, akan dapat mewujudkan empat aspek yaitu : 1) kemitraan himpunan mahasiswa jurusan dengan unit Laboratorium biologi di UMM; 2) meningkatkan manfaat fasilitas belajar yang ada di dalam kampus; 3) memalui Laboratorium universitas dapat membina pengetahuan serta ketrampilan tambahan pada mahasiswa di bidang riset yaitu pembuatan media pertumbuhan mikroorganisme; 4) memberikan pengalaman usaha kepada mahasiswa serta memberikan kesempatan menerapkan ketrampilan akademiknya untuk direalisasi ke dalam pengalaman praktis.
Untuk merealisasikan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PMKK) yang direncanakan tersebut, memerlukan pembimbing yang memiliki tiga kualifikasi; 1). Berkemampuan dalam bidang mikrobiologi, 2). Berpengalaman dalam membuat media dari berbagai bahan baku / menyelenggarakan mata kuliah mikrobiologi umum, dasar-dasar ilmu gizi, dan mikrobiologi terapan, dan 3). Memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan PMKK.
Demi kelancaran dan pengemabangan usaha ini maka perlu adanya kerja sama dari berbagi pihak terutama yang bergerak dalam bidang penelitian secara in-vitro. Pelaksana PMKK bekerja sama dengan Laboratorium Biologi yang berkolaborasi dengan Laboratorium Biotek UMM.

C. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana bentuk usaha kulit kentang sebagai media pertumbuhan mikroorganisme ?
2. Bagaimana tehnik pelaksanaan usaha yang dijalankan ?
3. Bagaimana perhitungan hasil usahanya di sekitar kampus UMM ?

D. TUJUAN PROGRAM
• Terciptanya wahana wirausaha dan ketrampilan bagi mahasisawa FKIP pada umumnya dan khususnya mahasiswa program studi Pendidikan Biologi untuk menghasilkan produk yang berperan dalam bidang penelitian riset yaitu memberikan alternatif dalam mengganti bahan media untuk pertumbuhan mikroorganisme secara in-vitro dengan memanfaatkan limbah kulit kentang.
• Menghapus anggapan bahwa peluang profesi lulusan FKIP hanya dalam profesi guru di sekolah ataupun perguruan tinggi. Tetapi lebih luas lagi mereka dapat menghasilkan produk komersial yang berkualitas berupa media pertumbuhan mikroba.
• Memberikan pengalaman praktis mengelola usaha dibidang riset sehingga mereka memiliki pengalaman manajemen mulai dari proses awal sampai pemasaran produk

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Setelah kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMP) ini dilaksanakan, maka luaran yang diharapkan adalah:
• Dapat menghasilkan sebuah produk yang bernilai ekonomis dengan menggunakan sesuatu yang tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.
• Jenis produk yang menjadi unggulan PKMK ini adalah media pertumbuhan mikroba dari kulit kentang sebagai salah satu alternatif media untuk pertumbuhan mikroorganisme.
• Diharapkan mahasiswa FKIP umumnya dan mahasiswa Biologi khususnya dapat mengembangkan budaya wirausaha mahasiswa.

F. KEGUNAAN PROGRAM
Adapun kegunaan dari kegiatan pembuatan media pertumbuhan mikroorganisme sebagai produk PKMK adalah :
• Aspek Ekonomi : Pemanfaatan limbah kulit kentang sebagai bahan media pertumbuhan mikroorganisme dapat memberikan tambahan pendapatan kepada mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan, dengan modal yang relatif rendah.
• Aspek akademik : 1) Memberikan kesempatan kepada mahasiswa FKIP UMM mengaplikasikan kegiatan kuliah untuk diangkat kedalam kewirausahaan, 2) menerapkan mata kuliah dari jurusan biologi bidang studi kewirausahaan, mikrobiologi umum, mikrobiologi terapan dan ilmu gizi.
• Aspek Ketenagakerjaan : memberikan alternatif lapangan pekerjaan kepada para mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi.

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Masyarakat kampus terutama para peneliti di bidang mikrobiologi diasumsikan sebagai masyarakat yang konsumtif dalam penggunaan media pertumbuhan mikroorganisme ini. Peningkatan penelitian di bidang mikrobiologi ini memberikan peluang usaha yang menjanjikan dan menguntungkan. Peluang tersebut semakin nampak dengan peningkatan yang mencapai 65% penelitian di laboratorium biologi pada tahun 2007.
Penelitian di Laboratorium Biologi didominisasi oleh mahasiswa UMM yang sedang melakukan penelitian untuk skripsi maupun penelitian – penelitian ilmiah lainnya. Penelitian ini berasal dari berbagai jurusan seperti biologi, perikanan, pertanian, kedokteran, farmasi dan biotek. Selain dari mahasiswa UMM juga ada yang berasal dari Universitas lainnya yaitu sekitar 5 penelitian setiap bulannya.
Dengan semakin meningkatnya penelitian otomatis penggunaan media pertumbuhan mikroorganisme juga semakin meningkat dan hal ini tentunya akan menyebabkan semakin sulit dan mahalnya media yang sering digunakan yaitu media sintetis. Hal ini memberikan peluang besar dengan memanfaatkan limbah kulit kentang sebagai media pertumbuhan media mikroorganisme sebagai media alternatif karena tentunya para peneliti tidak ingin penelitiannya akan terhambat.
Pada umumnya penelitian mikroorganisme menggunakan cawan petri sebagai tempat media dalam proses pembiakan atau menumbuhkan mikroorganisme, satu cawan petri membutuhkan 15 ml. Dengan menggunakan media sintetis berarti 1 cawan petri membutuhkan o,5 gr. Sedangkan 1 gr media sintetis adalah Rp. 5000.000. hal ini berarti jika membutuhkan cawan petri sebanyak 67 membutukan media sebanyak 33,5 gr = Rp. 167.500. Pada penggunaan media pertumbuhan mikroorganisme dari kulit kentang untuk 67 cawan petri membutuhkan biaya sebesar Rp.132.000, dengan harga yang relatif lebih murah ini akan menarik banyak konsumen. Usaha ini sangat cocok untuk dikembangkan karena banyaknya penelitian apalagi bahan yang digunakan mudah didapat yaitu limbah kulit kentang.

H. METODOLOGI PELAKSANAAN dan EVALUASI KEGIATAN
Metode pelaksanaan dan evaluasi kegiatan PKMK ini terdiri dari beberapa tahapan antara lain :
a. Pembuatan media pertumbuhan mikrooraganisme
Pembuatan media pertumbuhan organisme ini dilakukan di laboratorium Biologi UMM. Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan media antara lain:
 Alat
Alat yang digunakan dalam pelaksanaan pembuatan media pertumbuhan mikroorganisme :
1. Gelas ukur
2. Erlenmeyer
3. Kompor gas
4. Blender
5. Corong
6. Kain Saring
7. Beaker glas
8. Panci
9. Autoklaf
10. Baskom
11. Hot plate
12. Botol
13. Aluminium foil
14. Karet
15. Inkubator
16. Kertas coklat
17. Kertas label
 Bahan
Bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pembuatan media pertumbuhan mikroorganisme ini adalah:
1. Kentang
2. Bactoagar
3. Dekstrosa
4. Aquades
5. Alkohol 90%
 Metode pengolahan
Bagian kentang yang digunakan adalah kulit kentang, adapun tehnik pembuatannya adalah :
1. Mencuci kentang sampai bersih
2. Mengupas kentang dan memisahkan dengan kulitnya
3. Merebus kulit kentang dengan 1000 ml air, sampai air berwarna kuning
4. Memisahkan kulit kentang dengan air rebusan
5. Menambahkan larutan bactoagar, dekstrosa
6. Melarutkan larutan tersebut sampai mendidih sambil diaduk sampai merata
7. Memasukkan larutan media ke dalam botol
8. Mesterilkannya dalam autoklaf
9. Memberikan label dan tanggal pembuatan media
10. Menyimpan larutan media di dalam inkubator
b. Pemasaran
 Pemasaran dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan laboratorium biologi dan Laboratorium Biotek. Dimana kedua laboratorium ini banyak menerima mahasiswa dalam melakukan penelitian secara in-vitro dengan menggunakan media pertumbuhan, Selain itu juga para peneliti juga banyak berasal dari beberapa Univesitas lain yang juga melakukan penelitiannya di laboratorium Universitas Muhammadiyah Malang.
 Melakukan pendekatan secara organisatoris terhadap pihak-pihak kampus terutama laboratorium-laboratorium yang banyak melakukan penelitian di bidang mikrobiologi
 Mempromosikan kepada mahasiswa-mahasiswa yang akan melakukan penelitian terutama penelitian skripsi
 Dalam pemasaran produk media pertumbuhan ini diupayakan dapat terjual sebanyak mungkin dengan harga yang mudah dijangkau karena harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan media dari bahan sintetis sedangkan kualitasnya sama.
 Sasaran pasar adalah masyarakat, mahasiswa, dan para pelajar sekolah. Namun sasaran awal adalah masyarakat di sekitar kampus UMM.
c. Evaluasi
Evaluasi akan segera dilakukan setelah pemasaran awal di dalam kampus, langkah itu akan dilakukan sebagai modal awal untuk melakukan membuat pedoman pemasaran yang strategis dan profesional dalam pemasaran.

I. JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM
Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Persiapan
a. Perijinan Penelitian
b. Persiapan lokasi
c. Persiapan alat dan bahan
d. Promosi dan strategi pengadaan usaha
e. Evaluasi tahap pertama

x

x

x
x

x
x

1. Pelaksanaan
a. Sterilisasi alat dan bahan
b. Pembuatan media
c. Pembuatan labelling
d. Promosi
e. Pemasaran awal
f. Evaluasi setelah pemasaran

X

x
x
x

x
x

x
x
2. Kegiatan Bimbingan
a. Konsultasi hasil pemasaran
b. Evaluasi dan monitoring
c. Pelaporan
d. Pengembangan usaha berdasarkan hasil monitoring

x
x

x

x
x

x

J. Nama dan Biodata Ketua Serta Anggota
1. Ketua Pelaksana Kegiatan :
a. Nama Lengkap : Musdalifah
b. NIM : 03330013
c. Alamat : Jl. Raya. Margoutomo No 11 – Malang.
d. Fakultas / Program Studi : KIP / Pendidikan Biologi
e. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
f. Waktu untuk Kegiatan PKM : 12 minggu
g. Riwayat Pendidikan :
 SD Negeri I Komis, lulus tahun 1994
 SLTP Negeri I kedungdung, lulus tahun 1997
 SMA Negeri 1 kedungdung, Lulus tahun 2003
1. Anggota Kelompok
1. a. Nama Lengkap : Sri nurhayati
b. NIM : 03330013
c. Alamat : Jl. Tlogomas 48 A – Malang
d. Fakultas / Program Studi : KIP / Pendidikan Biologi
e. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
f. Waktu untuk Kegiatan PKM: 12 minggu
g. Riwayat Pendidikan :
 SD Negeri I Samatan, lulus tahun 1994
 SLTP Negeri I Proppo, lulus tahun 1997
 SMK Negeri 3 Pamekasan, Lulus tahun 2003

2. a. Nama Lengkap : Jun Shafiyah
b. NIM : 06330064
c. Alamat : Jl. Margoutomo No 11 – Malang
d. Fakultas / Program Studi : KIP / Pendidikan Biologi
e. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
f. Waktu untuk Kegiatan PKM : 12 minggu
g. Riwayat Pendidikan :
 MIM I Godog, lulus tahun 2000
 SLTP M 8 Laren, lulus tahun 2003
 MAN Lamongan, Lulus tahun 2006

3. a. Nama Lengkap : Wulan Septina W
b. NIM : 06330024
c. Alamat : Jl. Raya Tlogomas Barat No 1 – Malang
d. Fakultas / Program Studi : KIP / Pendidikan Biologi
e. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
f. Waktu untuk Kegiatan PKM : 12 minggu
g. Riwayat Pendidikan :
 SDN Raja 3 Pangkalan Bun, lulus tahun 2000
 SMP Negeri I Pangkalan Bun, lulus tahun 2003
 SMA Negeri I Pangkalan Bun, Lulus tahun 2006

K. Nama dan Biodata Dosen Pendamping
Nama Lengkap dan gelar : DR.H.Moch.Agus Krisno B,M.Kes.
Golongan Pangkat dan NIP : III/d, Penata Tk I, 104.8909.0118
Jabatan Fungsional : Lektor
Jabatan Struktural : -
Fakultas / Program Studi : FKIP/Pendidikan Biologi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Bidang Keahlian : Biologi
Waktu Untuk Kegiatan PKM : 8 jam /minggu

L. RANCANGAN ANGGARAN BIAYA
Adapun rancangan biaya pada kegiatan PKMK adalah sebagai berikut

No Jenis Kegiatan Anggaran (Rp)
A. Pra Kegiatan
1. Perijinan Rp. 200.000
2. Persiapan Lokasi Rp. 200.000
3. Persiapan Alat dan Bahan Rp. 500.000
4. Pengadaan proposal Rp. 300.000
B. Pelaksanaan
1. Bahan kimia pembuatan media Rp. 900.000
2. Biaya promosi Rp. 300.000
3. Transportasi lokal Rp. 300.000
4. Telepon dan Faksimili Rp. 500.000
5. Dokumentasi Rp. 500.000
6. Jasa sewa alat di Laboratorium Rp. 807.000
7. Rental Komputer Rp. 423.000
8. Internet Rp. 420.000
9. Labeling Rp. 350.000
C. Laporan
Penyusunan laporan Rp. 300.000
Jumlah Rp. 6.000.000

07/07/2009 Posted by | Contoh PKM | 2 Komentar

MEMBANGUN JIWA MANDIRI MAHASISWA MELALUI USAHA TUKAR TAMBAH DAN REPARASI PERANGKAT KOMPUTER DI LINGKUNAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

1. JUDUL PROGRAM

Membangun Jiwa Mandiri Mahasiswa Melalui Usaha Tukar Tambah dan Reparasi Peralatan Komputer Bekas di Lingkungan Universitas Muhammdiyah Malang

2. LATAR BELAKANG MASALAH
Kemampuan dan kemauan untuk membuka usaha bukan hanya didominasi kalangan swasta, mahasiswa seharusnya memiliki etos kerja selayaknya seorang pengusaaha atau wiraswasta. Memasuki era pasar bebas, mahasiswa dituntut untuk lebih kompetitif dan menguasai berbagai macam teknologi. Harapan dengan penguasaan teknologi tersebut mahasiswa mampu mengembangkan potensi diri dan mengaplikasikannya didalam dunia usaha. Dewasa ini, mahasiswa harusnya lebih kreatif dalam berpikir, dalam artian bukanlah zamannya lagi mahasiswa datang dikampus hanya untuk kuliah, menyerahkan tugas lalu pulang makan dan tidur. Harusnya diluar perkuliahan mahasiswa mencari aktivitas pendukung yang bermanfaat, baik dari segi materi ataupun imateri. Apabila aktifitas tersebut adalah kegiatan yang digemari. Selain hobi mahasiswa dapat tersalurkan, bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan tentunya wawasan pasti bertambah. Salah satu hobi tersebut adalah di bidang Teknologi khusunya Elektronika Komputer.
Tahun 2007 Universitas Muhammdiyah Malang memiliki jumlah mahasiswa kurang lebih 21.850 (Buku Panduan Informasi Perkuliahan UMM). Sudah tidak dipungkiri sebagian besar (>80 %) dari jumlah mahasiswa diatas memiliki komputer sendiri-sendiri (Hasil Survei Kos-Kosan, 2005). Setiap tahun mahasiswa baru masuk (± 3500) di UMM dan setiap tahun pula UMM mewisuda mahasiswanya. Mahasiswa baru tersebut akan berusaha memiliki komputer sendiri. Saat ini untuk mendapatkan komputer baru Pentium 4 mahasiswa harus mengeluarkan uang minimal Rp. 3.000.000 ( Harga Komuter Tergantung Spesifikasi Yang Diminta Dan Nilai Tukar Rupiah). Bagi mahasiswa yang orang tuanya mampu, uang Rp. 3.000.000 tidaklah masalah, namun bagi mahasiswa yang orang tuanya kurang mampu, harga komputer tersebut mungkin cukup mahal. Belum lagi teknologi-teknologi terbaru didalam dunia komputer yang setiap tahun bermunculan. Berbagai perusahaan-perusahan dunia, produsen perangkat keras komputer dunia selalu berlomba-lomba memperkenalkan produk-produk terbarunya. Sehingga tak jarang kita jumpai di media masa maupun media elektronik tentang produk-produk terbaru mereka. Seiring dengan kemunculan teknologi-teknologi terbaru tersebut, maka tidak menutup kemungkinan konsumen-konsumen yang mampu dari segi finansial akan mengganti komputer mereka dengan teknologi terbaru. Selain itu juga dengan banyaknya teknologi didunia komputer maka akan banyak pula kerusakan-kerusakan yang terjadi pada peralatan atau unit komputer tersebut. Olehnya itu penulis mencoba melakukan terobosan dengan membuka Usaha Tukar Tambah dan Reparasi Perangkat Komputer di Lingkungan Universitas Muhammdiyah Malang.

3. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana bentuk usaha tukar tambah dan reparasi perangkat komputer yang akan dirancang?
2. Bagaimana teknis pelaksanaan usaha dijalankan?
3. Bagaimana perhitungan hasil usaha di lingkungan sekitar kampus UMM?
4. Bagaimana bentuk evalauasinya?

4. TUJUAN PROGRAM

Setiap aktivitas amnusia yang dialakukan secara sadar, pastilah memiliki tujuan, begitu pula dengan pengajuan proposal ini. Diharapkan setelah proposal ini disetujui, penulis bisa (1) mengembangkan usaha tukar tambah dan reparsi komputer disekitar kampus Universitas Muahmmdiyah malang, (2) melayani mahasiswa yang membeli komputer bekas maupun maupun mahasiswa yang akan tukar tambah komputernya dengan komputer baru, (3) mengaplikasikan ilmu di bidang komputer dan elektronika sebagai penunjang daripada perkuliahan, (4) serta memembuka lapangan pekerjaan bagi mahasiswa sehingga dapat mengurangi ketergantungan kepada orang tua, (5) serta membangun jiwa mandiri dan wirausaha untuk setiap lulusan.

5. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Kelak luaran daripada Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan ini adalah berupa sebuah komputer yang dirakit dari komponen-komponen bekas bahkan komponen-komponen rusak yang sebelumnya telah diperbaiki, yang diperuntukan bagi calon konsumen dengan garansi selama 1 (satu) bulan / unitnya. Adapun pendapatan bersih dari usaha ini sekitar Rp. 3.000.000 / bulan.
6. KEGUNAAN PROGRAM

6.1 Aspek Ekonomi
Masyarakat kampus khusunya mahasiswa akan terbantu dengan adanya usaha ini. Karena dengan adanya usaha ini sekiranya mahasiswa yang kurang mampu untuk membeli komputer baru yang harganya agak mahal, dapat memilih alternative untuk memilih membeli sebuah komputer bekas (second) bergaransi, yang mana harganya sudah pasti dibawah harga komputer baru. Pada umumnya harga komnputer ini mulai dari Rp.1.500.000 per unit (Harga Bisa Berubah Tergantung Spesifikasi Yang Diminta).
Di sini kami menyediakan 2 (dua) jenis paket rakitan komputer, yakni komputer bekas dan komputer baru. Seterusnya konsumen tinggal menyesuaikan dengan kondisi keuanganya komputer mana yang sanggup dibelinya. Dari sinilah mahasiswa yang kurang mampu dari segi ekonomi dapat memiliki sebuah komnputer bekas yang kualitasnya tidak jauh berbeda dengan komputer baru.
Dalam setiap perakitan komputer bekas kami dapat memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan komputer baru. Untuk komputer bekas kami bisa mendaptkan keuntungan maksimal Rp. 500.000 / unitnya, sedangkan untuk komputer baru keuntungan maksimalnya Rp. 300.000 / unitnya. Jika jumlah permintaan konsumen akan perakitan komputer bekas mencapai 4 unit / bulanya, dan komputer baru 6 unit / bulannya, maka kami dapat memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp. 3.800.000 / bulannya. Keuntungan ini belum termasuk biaya perbaikan lain-lain.

6.2 Aspek Ketenagakerjaan
Usaha ini dapat berjalan dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit. Dengan bermodalkan 2 (dua) atau 3(tiga) orang saja usaha ini sudah bisa berjalan selayaknya sebuah CV.
6.3 Aspek Keilmuan dan Keterampilan
Mahasiswa yang terjun di dunia usaha secara langsung, khususnya mahsiswa Teknik Elekrtro yang mahir dan berpengalaman dibidang elektronika, sehingga mereka yang terjun langsung dapat mengaplikasikan dan mengasa disiplin ilmunya, khusunya di bidang elektronika. Sehinnga selain membawa gelar sarjana saat lulus, maka merekapun sudah memiliki bekal keterampilan dalam berwirausaha.

7. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Setiap tahun jumlah mahasiswa baru yang masuk di Universitas Muhammdiyah Malang ( ± 3.500 maba ), dan pasti ( >80 % ) akan membutuhkan komputer. Mereka hanya bisa memiliki sebuah komputer dari pemberian atau membeli. Berdasar dari kedua moment di atas kita dapat membaca adanya peluang usaha. Mahasiswa yang menerima komputer bekas biasanya akan mengupdate atau menambah beberapa perangkat keras komputernya dengan teknologi yang baru saat itu, bahkan tak jarang pula mereka menukar tambah komputernya dengan komputer baru. Selanjutnya bagi mahasiswa yang membeli komputer baru maupun bekas di sini kami bisa melayaninya.
Bagi masyrakat kampus yang salah satu perangkat komputernya (hardware) rusak di sini bisa diperbaiki bahkan akan dibeli jika pihak konsumen menjualnya. Bukan hanya itu, di sini melayani penginstalan ulang komputer rusak. Bahkan untuk penginstalan ulang kami tidak tanggung-tanggung mendatangi kos-kosan mahasiswa. Mereka tinggal menghubungi nomor telepon yang telah disediakan. Apalagi pada saat ini kerusakan komputer baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) sangatlah banyak dan beragam. Kerusakan ini pada umunya disebakan oleh virus. Jika setiap penginstalan ulang dipatok harga Rp.30.000 dan dalam sehari ada dua komputer yang diinstal ulang, maka dapat dikalkulasi pendapatan perhari minimal Rp.60.000, sehingga perbulannya didapat Rp.1.800.000. Sementara modal awal untuk penginstalan ulang tidak ada. Jika ada order perbaikan perangkat keras (hardware) seperti Motherboot, VGA-Card, Flashdisk, Printer dan sebagainya yang biaya perbaikan minimalnya Rp.35.000 per unit. Jika kerusakan dalam sehari ada 1 (satu) unit saja, maka perbulannya didapat Rp.1.050.000. Jika dalam jangka waktu sebulan ada pesanan perakitan komputer baru ataupun bekas, dimana kentungannya minimal perakitannya mulai Rp.200.000 per unitnya, sehingga dapat dikalkulasi pemasukan selama sebulan minimal adalah Rp.2.050.000.
Selain dari keuntungan materil tersebut, waktu mahasiswa ntuk menyelesaikan semua order di atas tidak akan menggagu proses perkuliahan. Hal ini bisa kita lihat, waktu untuk penginstalan ulang komputer memerlukan waktu kurang lebih 2 (dua) jam, waktu penyediaan perangkat sampai dengan perakiatn kurang lebih 4 (empat) jam, sedangkan yang cukup memakan waktu lama adalah waktu memperbaiki kerusakan pada perangkat kerasnya (hardware), minimal 8 jam bahkan sampai sehari penuh tergantung parah atau tidaknya kerusakannya. Akan tetapi bisa disisati dengan membuat perjanjian beberapa hari.
Jika kita melihat dari keseluruhan peluang yang ada di atas, maka bisa dikatakan usaha ini sangatlah cocok untuk dikembangkan. Walaupun sudah banyak yang membuka usaha perakitan komputer di kota Malang, akan tetapi usaha tukar tambah dan reparasi seperti ini belum banyak tersedia di kota Malang. Apalagi di lingkungan sekitar kampus Universitas Muhammdiyah Malang. Selain itu usaha tukar tambah dan reparasi perangkat komputer ini, dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak Bintang Fajar Club (BFC), sebagai agen penjual perangkat-perangkat komputer (hardware) dengan harga murah.

8. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
a. Melakukan pendekatan secara organisatoris terhadap pihak kampus dalam hal ini bagian perlengkapan di lingkungan universitas, fakultas ataupun jurusan serta organisasi-organisasi (Unit Kegiatan Mahasiswa), himpunan-himpunan mahasiswa jurusan yang ada di lingkungan bidang kemahasiswaan.
b. Mempromosikan usaha tukar tambah dan reparasi perangkat komputer kepada mahsiswa yang ada dilembaga-lembaga intra kampus.
c. Membagikan selebaran kepada mahasiswa serta menempel pengumuman di tempat-tempat yang banyak dikunjungi oleh mahasiswa.
d. Melakukan pelatihan reparasi dan perakitan kepada mahasiswa yang memiliki ketertarikan dibidang ini, sehingga diharapkan mahasiswa yang sudah mengikuti pelatihan ini dapat mengembangkan usaha sejenis.

9. JADWAL KEGIATAN PROGRAM

Jadwal Kegiatan Program
Kegiatan Bulan ke-
1 2 3 4
1. Persiapan
Perijinan Usaha x
Persiapan dan penetapan lokasi usahaa x
Persiapan peralatan dan bahan usaha xx
Promosi dan strategi pengadaan Usaha xxx x
Evalusi tahap 1 (pertama) x

2. Pelaksanaan
Penjaringan konsumen/pemakai jasa xxxx xxx
Pelayanan jasa dan konsumen xx xxxx
Pengembangan usaha dan investasi xx
Evaluasi tahap 2 (kedua) x
Pelaporan kegiatan usaha x
Tabel 1

10. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA KELOMPOK

Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama : Laode .M. Ali Akbar .A.
b. NIM : 05530039
c. Fakultas/Program Studi : Teknik / Elekronika
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammdiyah Malang
e. Alamat Rumah : Jl. Basuki Rachmat No.1, Kec. Katobu, Kab. Muna,
Raha – Sulawesi Tenggara
f. Nomor hand phone : 085234876809
g. Waktu PKM : 12 jam/ Minggu

Anggota Pelaksana
a. Nama : Amir Ruslan
b. NIM : 05530043
c. Fakultas/Program Studi : Teknik / Elekronika
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammdiyah Malang
e. Alamat Rumah : Jl. Sebelah Barat SMUN I Pakong
Pamekasan-Madura
f. Nomor hand phone : 081805076206
g. Waktu PKM : 12 jam/ Minggu

a. Nama : Dina Yulida
b. NIM : 06530039
c. Fakultas/Program Studi : Teknik / Elekronika
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammdiyah Malang
e. Alamat Rumah : Jl. Pada Karya Gg. Partisipasi II No.1 Tanah Grogot,
Kab. Pasir
f. Nomor hand phone : 08990308065
g. Waktu PKM : 12 jam/Minggu

11. NAMA DAN BIODATA DOSEN PENDAMPING
a. Nama Lengkap : Ir. Nur Alif M, MT
b. NIP : 108 920 30257
c. Golongan Pangkat : III B
d. Jabatan Fungsional : Ass
e. Jabatan Struktural : Kepala Lab.
f. Fakultas/Program Studi : Teknik/Elektronika
g. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammdiyah Malang
h. Bidang Keahlian : Elektro
i. Waktu Untuk Kegiatan : 12 jam/Minggu

11. RENCANA PEMBIAYAAN
No Jenis Kegiatan Anggaran
A. Pra Kegiatan
1 Perijinan Rp. 100.000
2 Persiapan lokasi Rp. 50.000
3 Persiapan alat dan bahan Rp. 800.000
4 Publikasi Rp. 200.000
5 Pengadaan proposal dan seminar Rp. 200.000
B. Pelaksanaan
1 Solder Rp. 50.000
Multitester Rp. 100.000
Windows Xp 2 Rp. 2.000.000
2 Transportasi Rp. 400.000
3 Telepon (4 bulan) Rp. 400.000
4 listrik (4 bulan) Rp. 800.000
5 Administrasi dan managemen Rp 200.000
C.Laporan
1 Penyusunan laporan Rp. 200.000
2 Penggandaan laporan Rp. 100.000
3 Seminar Rp. 400.000
Jumlah Rp. 6.000.000

Tabel 2

13. LAMPIRAN
13.1 Analisis Usaha Tukar Tambah dan Reparasi Perangkat Komputer
Bagi masyarakat kampus khususnya mahasiswa dapat menjual peralatan komputer atau komputer yang masih layak pakai atau dapat menukarnya dengan peralatan yang baru. Biasanya harga disesuaikan dengan jenis barang yang dijual dan melihat bagaimana kondisi kelayakan barang. Sedangkan bagi mereka yang ingin mengupdate komputernya dengan komputer baru akan lebih mudah, tinggal melakukan negosiasi antara pemilik barang dan pembeli. Selanjutnya jika sudah ada kesepakatan kedua bela pihak maka harga komputer baru akan dikurangi dengan nilai jual komputer lama, selanjutnya sisanya dibayar dengan uang. Misalnya harga komputer baru Pentium IV(empat) Rp.3.000.000 (Harga Bisa Berubah Tergantung Spesifikasi Yang Diminta), sementara harga jual komputer lama Rp.1.500.000 (Harga Disesuaikan Dengan Kondisi Barang), sehingga untuk membeli komputer baru kita cukup mengeluarkan uang sebesar Rp. 1.800.000.

Perbandingan komputer baru dengan komputer bekas
Pertimbangan
Spesifikasi Komputer (paket) Komputer Baru
Komputer Bekas
Keterangan

Biaya Pengadaan
Pentium IV LGA 3.06 HZ
DDR II 512 MB, ASUS P5VD2 PC 5300,SEGATE Rp. 2.800.000
Rp. 1.500.000
Harga Sewaktu-waktu bisa berubah
Harga Pasar
80 G,CD-RW Lite On, Cassing Mentari, Monitor Rp. 3.000.000 Rp. 2.000.000
Keuntungan Bersih 15 In Frac, Key+Mouse+Speaker Rp. 300.000 Rp. 500.000
Garansi +Stavol 220 Volt 1 Tahun 1 Bulan
Tabel 3
13.2 Analisis SWOT Usaha Tukar Tambah dan Reparasi Perangkat Komputer
13.2.1 Kelebihan (Strenghten)
Jumlah mahasiswa UMM saat ini kurang lebih 21.850 (Sumber Buku Panduan Informasi Perkuliahan UMM 2007), dari jumlah mahasiswa yang sebanyak ini, mahasiswa yang memiliki komputer pribadi bisa diprediksikan sebanyak 80 %. Nilai ini bersumber dari hasil survey kos-kosan yang dilakukan oleh penulis bulan Desember 2005, dengan cara mengambil sampel pada 50 orang mahasiswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa komputer saat ini adalah kebutuhan utama yang semestinya dimiliki oleh setiap mahasiswa. Dari kesekian jumlah diatas tidak menutup kemungkinan mahasiswa yang sudah memiliki komputer akan mengalami kerusakan, bahkan akan mengganti komputer mereka dengan komputer teknologi terbaru saat ini. Karena masih kurangnya Toko Komputer yang berada disekitar kampus yang menerima tukar tambah komputer bahakan pembelian peralatan komputer bekas, olehnya itu peneliti berusaha menawarkan alternative baru yaitu usaha tukar tambah dan reparasi komputer. Tawaran usaha ini sangat memungkinkan seorang konsumen dapat memperbaiki atau memperoleh komputer dengan biaya yang relatif murah. Pengemabangan usaha ini sangatlah beragam. Pengusul program bisa menerima tawaran lain selain tukar tambah dan reparasi perealatan komputer. Tawaran yang bisa dikerjakan meliputi, (1) perakitan komputer baru atau bekas, (2) perbaikan peralatan tambahan komputer seperti printer, (3) pengisian aplikasi telpon seluller (handphone).
13.2.2 Kelemahan (Wekness)
Usaha ini sebenarnya membutuhkan modal awal yang sangat besar, yaitu modal untuk pembelian peralatan komputer bekas. Bila dikalkulasikan dana yang dibutuhkan adalah 6 juta rupiah. Karena keterbatasan etimasi dana yang diajukan, maka penyusul menyiasatinya dengan bekerjasama dengan rekanan, yakini pihak BFC (Bintang Fajar Club) sebagai agen penjualan peralatan (hadware) bekas mapun baru.
13.2.3 Kesempatan (Oportunity)
Dengan modal usaha yang bisa ditekan semaksimal mungkin, usaha ini bisa menghasilkan keuntungan yang reratif banyak. Tanggapan pasar diharapkan terbuka dan bisa menerimanya, memungkinkan usaha ini bisa berkembang dengan baik. Bisa kita saksikan bersama lokasi atau tempat usaha berada pada daerah strategis, yakni di Kampus UMM, yang diasumsikan bahwa mahasiswa sebagai masyarakat konsumtifnya.
13.2.4 Tantangan atau Ancaman (Threaten)
Tantangan dan ancaman kedepan adalah akan banyaknya usaha-usaha sejenis yang akan didirikan disekitar kampus. Selain itu tantangan global perkembangan teknologi komputer yang semakin cepat. Olehnya itu dalam usaha sangatlah diperlukan sumber daya manusia yang bermutu dan berkompeten dibidang teknologi komputer.

13.3 Gambaran Produk Usaha Tukar Tambah dan Reparasi Peralatan Komputer
Usaha ini memiliki kemiripan dengan usaha perakitan komputer pada umumnaya. Akan tetapi perbedaannya adalah, didalam usaha ini pengusul memberikan pelayanan lebih kepada pihak konsumen. Disamping pengusul menyedikan layan serupa seperti diatas, pengusul menyedikan layanan tambahan seperti (1) reparasi atau perbaikan peralatan komputer, (2) tukar tambah komputer bekas dengan komputer baru.
Masukan dari usaha ini adalah berupa peralatan (hardware) komputer bekas bahkan peralatan (hardware) komputer rusak, yang kemudian diperbaiki selanjutnya dirakit lalu dijual kembali dengan garansi 7 (tujuh) hari sampai dengan 1 (bulan).
13.4 Contoh Model Promosi dan Selebaran
UMM-COMPUTER & ACCESSORIES
Jl Raya Tlogomas No 246 Telp (0341) 7090052 Psw 127 Hp:(085234876809)
E-mail : laode_ali86yahoo.com

“Spesifikasi bisa disesuakn kebutuhan”
Juga Melayani Tukar Tambah (upgrade), Service Monitor, Mainboard, Memory, Hard Disk, Flash Disk, Speaker, Stavolt, Printer

07/07/2009 Posted by | Contoh PKM | Tinggalkan komentar

Pengembangan Warung Teplok di Sekitar Kampus III Universitas Muhammadiyah malang

JUDUL PROGRAM
Pengembangan Warung Teplok di Sekitar Kampus III UMM
2. LATAR BELAKANG MASALAH
Semakin sempitnya lapangan pekerjaan membuat seseorang harus berpikir lebih
kreatif dan inovatif dalam membaca peluang usaha yang ada, khususnya sebagai
mahasiswa yang kelak mempunyai tanggung jawab sosial yang besar terhadap
masyarakat. Mahasiswa sebagai agen of change diharapkan mampu menambah lapangan
kerja baru yang inovatif dan konstruktif terhadap jiwa kemandirian mahasiswa dan
masyarakat sekitar kampus.
Kemampuan untuk membaca keadaan sekitar lingkungan kampus memang
bukan hal yang mudah, terutama masalah perekonomian di sekitar kampus yang
dominasi pasarnya ditujukan untuk kalangan mahasiswa yang nota bene masih
berpenghasilan kecil. Akan tetapi, bukan berarti peluang usaha tertutup bagi pemodal
kecil, mengingat mayoritas mahasiswa yang kost adalah pasar yang sangat potensial. Hal
inilah yang menjadi titik tolak atau latar belakang ide Warung Teplok yang kebanyakan
masih belum disadari oleh kita sebagai mahasiswa yang juga berpeluang untuk
mendirikan suatu usaha yang minim modal untuk membangun kemandirian. Sekecil
apapun bentuk usaha, apabila inovatif bukan mustahil akan bisa berkembang dan bisa
menjadi usaha yang besar yang bisa menyerap tenaga kerja.
Dalam hal ini, konsep dasar Warung Teplok adalah tradisional food center
sebagai usaha yang berbasis pada penjualan makanan yang relatif murah. Ide ini bertitik
tolak pada suatu keyakinan bahwa “selama orang masih butuh makan maka usaha warung
makan tidak akan gulung tikar”. Dalam pemenuhan kebutuhan makan ini kebanyakan
dari mereka mahasiswa membeli di warung yang memiliki variasi menu yang cukup .Jadi
mereka bisa memilih menu yang ditawarkan sesuai dengan keinginan. Selain itu harga
ekonomis menjadi pertimbangannya. Misalkan satu menu makanan di warung-warung
pada umumnya membutuhkan antara Rp.4.000 sampai Rp.4.500. Misalnya dalam satu
hari kebutuhan makan mahasiswa tiga kali, maka biaya yang dikeluarkan untuk makan
sebesar Rp.12.000, jadi hanya dalam satu bulan uang yang harus dikeluarkan untuk
makan kurang lebih Rp. 360.000. contoh asumsi harga tersebut dirasa masih terlalu
mahal sehingga Warung Teplok dihadirkan sebagai solusinya karena biaya produksi yang
kecil sangat ditekankan bagi pelaksana produksi yaitu masyarakat sebagai mitra usaha.
Usaha Warung Teplok ini bersifat kemitraan yaitu suatu usaha yang didirikan oleh
konseptor sebagai penyedia ide dan modal yang kemudian pelaksanaannya dilaksanakan
oleh masyarakat sekitar yang berminat untuk menjalankan usaha ini dengan suatu
kesepakatan bersama. Kesepakatan bersama ini menyangkut hak dan kewajiban antara
konseptor dan pelaksana usaha yang bersifat saling menguntungkan. Kerjasama antara
kedua belah pihak menjadi roda penggerak utama untuk kelangsungan usaha ini. Warung
ini menyediakan berbagai variasi menu dari pihak yang menitipkan barang (consignor)
atau makanannya pada warung ini. Jadi harganya pun otomatis lebih murah jika
dibanding warung-warung pada umumnya. Di samping menyediakan menu dengan harga
yang ekonomis, warung teplok memberikan kemudahan consignor dalam meningkatkan
volume penjualan. Artinya, saluran distribusi dari produsen ke konsumen bisa
berlangsung secara kontinyu.
Pada intinya Penulis sebagai konseptor tertarik untuk mendirikan usaha
Warung Teplok ini karena beberapa hal, diantaranya, (1) untuk merintis usaha kecil yang
inovatif, kreatif dan konstruktif bagi pengembangan jiwa kewirausahaan yang mandiri
untuk mahasiswa sebagai pemodal kecil, (2) Warung Teplok sebagai peluang usaha baru
yang potensial dan unik, (3) mendatangkan profit bagi konseptor dan mitra kerjanya yaitu
masyarakat sehingga dapat mengurangi pengangguran dan menambah penghasilan
masyarakat.
3. RUMUSAN MASALAH :
 Bertambahnya jumlah mahasiswa maka bertambah pula perimntaan akan
makanan yang murah dan berkualitas.
 Minimnya jiwa kewirausahaan yang berdampak pada kemandirian mahasiswa.
 Kurangnya bidang usaha yang dapat membantu mengurangi pengangguran dan
menambah penghasilan masyarakat sekitar
4. TUJUAN USAHA
Tujuan penulis untuk mengajukan proposal ini diantaranya adalah (1) untuk
merintis usaha kecil yang inovatif, kreatif dan konstruktif bagi pengembangan jiwa
kewirausahaan yang mandiri untuk mahasiswa sebagai pemodal kecil, (2) Warung
Teplok sebagai peluang usaha baru yang potensial dan unik, (3) mendatangkan profit
bagi konseptor dan mitra kerjanya yaitu masyarakat sehingga dapat mengurangi
pengangguran dan menambah penghasilan masyarakat.
5. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan ini, diharapkan bisa mengatasi
masalah penganguran dan ketidakmandirian di lingkungan mahasiswa dan masyarakat
sekitar. Di samping bertujuan untuk mencari profit, usaha ini juga bertujuan untuk
menambah kemandirian serta jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa yang
mempunyai tanggung jawab bagi diri dan masyarakat sekitarnya yang tanggap akan
masalah perekonomian khususnya pengangguran di wilayah sekitar kampus Universitas
Muhammadiyah Malang. Harapannya, usaha warung teplok bisa berkembang dan bisa
tetap bertahan bersama dengan usaha warung yang sudah ada untuk meningkatkan
tingkat perekonomian dan pemerataan pendapatan masyarakat sekitar.
6. KEGUNAAN PROGRAM
6.1 Aspek Ekonomi
Masyarakat sekitar kampus dapat terbantu dengan adanya usaha warung teplok ini
guna peningkatan tingkat perekonomian dan pemerataan pendapatan masyarakat sekitar.
Mereka bisa membuka usaha ini hanya dengan menyediakan tempat serta perlengkapan
yang dibutuhkan. Bagi mahasiswa keberadaan warung ini sangat dinanti karena bisa
menghemat uang saku, mengingat harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Bagi
konseptor dapat meningkatkan kemandirian dalam menambah penghasilan.
6.2 Aspek Ketenagakerjaan
Keberadaan Warung Teplok ini secara tidak langsung akan berimbas pada
pemberdayaan masyarakat terutama bagi pengangguran. Warung Teplok ini memberikan
kesempatan kerja bagi pengangguran yang ada di lingkungan sekitarnya, khususnya bagi
pemuda-pemuda yang masih belum memiliki pekerjaan.
6.3 Aspek Sosial
Interaksi antara masyarakat kampus (mahasiswa) dengan warga sekitar dapat
terjalin dengan baik. Karena adanya warung teplok ini akan membuat suatu komunitas
baru dimana selain mahasiswa itu sendiri, warga sekitar pun dapat datang ke Warung
Teplok ini. Sehingga secara tidak langsung komunikasi antara kedua belah pihak juga
terjadi dan menimbulkan hubungan sosial mereka dapat terjalin lebih baik lagi.
7. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Usaha Warung Teplok ini bersifat kemitraan yaitu suatu usaha yang didirikan
oleh konseptor sebagai penyedia ide dan modal yang kemudian pelaksanaannya
dilaksanakan oleh masyarakat sekitar yang berminat untuk menjalankan usaha ini dengan
suatu kesepakatan bersama. Kesepakatan bersama ini menyangkut hak dan kewajiban
antara konseptor dan pelaksana usaha yang bersifat saling menguntungkan. Kerjasama
antara kedua belah pihak menjadi roda penggerak utama untuk kelangsungan usaha ini.
Warung ini menyediakan berbagai variasi menu dari pihak yang menitipkan barang
(consignor) atau makanannya pada warung ini. Jadi harganya pun otomatis lebih murah
jika dibanding warung-warung pada umumnya. Di samping menyediakan menu dengan
harga yang ekonomis, warung teplok memberikan kemudahan consignor dalam
meningkatkan volume penjualan. Artinya, saluran distribusi dari produsen ke konsumen
bisa berlangsung secara kontinyu.
8. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Dalam menjalankan usaha ini, pertama-tama penulis akan mendatangi warga
setempat untuk mengadakan sosialisasi masalah hubungan kemitraan yang terjalin dalam
usaha ini. Penulis nantinya yang akan berjualan di gerobak dan masyarakat dapat
menitipkan beberapa makanan karena usaha ini bersifat konsinyasi dimana beberapa
masyarakat sekitar yang membuat makanan seperti tempe goreng, tahu goreng, ketela
goreng, pisang goreng, nasi, dan lain sebagainya dapat menitipkan makanan-makanan
yang telah mereka buat. Untuk minuman, seperti kopi, teh, susu dan sebagainya dapat
dibuat langsung di tempat.
Karena usaha ini dinamakan Warung Teplok, maka usaha ini akan buka pada malam
hari saja dimana nantinya penerangan yang ada hanya beberapa lampu teplok. Sehingga
suasana yang remang-remang juga akan menjadi salah satu ciri khas dari warung teplok
ini.
Dengan adanya hubungan kemitraan, maka dalam usaha ini terdapat system bagi hasil
bagi ketiga belah pihak yaitu, penjaga atau yang berjualan di gerobak maupun warga
yang telah menitipkan makanan pada Warung Teplok ini.
9. JADWAL KEGIATAN
Minggu
ke 1
Minggu
ke 2
Minggu
ke 3
Minggu
ke 4
Minggu
ke 5
Minggu
ke 6
Minggu
ke 7
Pembentukan team
PKM
X
Persiapan
· Perijinan
· Pencarian
judul
X
X
Pelaksanaan
· Penyusunan
proposal
· Bimbingan
· Pelaporan
perkembangan
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
Penyelesaian
· Evaluasi
· Revisi
X X
X
X
X
10. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA KELOMPOK
Ketua Pelaksana Kegiatan
Nama : Irwan Sa`ban
NIM : 05620141
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/ Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat Rumah : Jl. Watu Gilang IV/28c Malang
No. Telp/Hp : 08563571531
Waktu untuk PKM : 13 jam/ minggu
Anggota Pelaksana
1. Nama : Aviani Widyastuti
NIM : 05620138
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/ Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat Rumah : Perum Landungsari Asri Blok F/41 Malang
No. Telp/Hp : 085648530129
Waktu untuk PKM : 10 jam/ minggu
2. Nama : Dedy Setiyawan
NIM : 0562248
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/ Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat Rumah : Jl. Tlogo Al-Kautsar no 15
No. Telp/Hp : 085648077123
Waktu untuk PKM : 10 jam/ minggu
3. Nama : Lazuarna Rahmawati
NIM : 06620281
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/ Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat Rumah : Jl. Margobasuki Gang 3/18 Malang
No. Telp/Hp : 081335651880
Waktu untuk PKM : 10 jam/ minggu
11. NAMA DAN BIODATA DOSEN PENDAMPING
Nama Lengkap : Dr. Ahmad Djuanda MM, Ak
NIP : 131899819
Golongan Pangkat : III C
Jabatan Fungsional : Lektor
Jabatan Struktural : Ka BPI
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/ Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Maalang
Bidang Keahlian : Akuntansi
Waktu untuk Kegiatan : 5jam/ minggu
12. ANGGARAN BIAYA
NO. RINCIAN ANGGARAN
1. Peralatan
· Gerobak 2 buah @ Rp
1.500.000
· Alat-alat dan bahan
Rp 3.000.000
Rp 1.000.000
2. Penunjang
· Sewa tempat 6 bulan (2
tempat) @ Rp 600.000
· Promosi (pamflet)
· Sosialisasi ke masyarakat
Rp 1.200.000
Rp 300.000
Rp 100.000
3. Perjalanan
· Transportasi Rp 100.000
4. Lain-lain
· Penyusunan dan
penggandaan laporan
Rp. 300.000
Total Rp 6.000.000
13. LAMPIRAN
· Perhitungan BEP
Fix cost per bulan :
Sewa tempat Rp 200.000 per bulan
Pembuatan gerobak dan penyediaan peralatan Rp 170.000
Lain-lain Rp 30.000
Total fix cost Rp 400.000
Variable cost :
1. Produk minuman
kopi + gula Rp 1.200 HJ = 2.000
teh + gula Rp 500 HJ = 800
teh + gula + es Rp 800 HJ = 1.000
susu Rp. 800 HJ = 1.000
jeruk + gula Rp 800 HJ = 1.000
Jeruk + gula + es Rp 900 HJ = 1.200
Total Rp 5.000 Rp 7.000
2. Produk makanan
Mie instant Rp 1.000 HJ = 1.500
Mie instant + Telor Rp 1.600 HJ = 2.000
Total Rp 2.600 Rp 3.500
BEP = Fix cost + Variable cost x jumlah produk = harga jual produk x jumlah
produk
BEP produk minuman : 400.000 + 5.000X = 7.000X
7.000X – 5.000X=400.000
2.000X= 400.000
X = 200 gelas
BEP produk makanan : 400.000 + 2.600X = 3.500X
3.500X – 2.600X = 400.000
900X = 400.000
X = 444 piring
· Analisis SWOT
1. Strength : – Dana yang diberikan oleh pemerintah sebagai langkah awal
dalam merintis usaha Warung Teplok.
– Masyarakat yang akan diberdayakan untuk menjalankan usaha
Warung Teplok
– Nyaman Unik karena mengangkat tema tradisional yang kental
Weakness : – Tempat kecil
– Manajerial yang yang tidak mapan
Oportunity : – Usaha yang belum ada di Malang
– Belum ada pesaing
Threats : – Masyarakat belum terbiasa dengan Warung Teplok
-Persepsi masyarakat yang menganggap Warung Teplok
ketinggalan zaman

07/07/2009 Posted by | Contoh PKM | 2 Komentar

USAHA PERCETAKAN DAN SABLON BERBASIS JOB ORDER DI LINGKUNAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

1. JUDUL PROGRAM

Usaha Percetakan dan Sablon Berbasis Job Order
di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang

2. LATAR BELAKANG MASALAH
Kemampuan dan kemauan untuk membuka usaha tidak hanya didominasi oleh kalangan swasta saja, tetapi mahasiswa juga diharapkan memiliki semangat untuk memperdalam ketrampilan dalam bidang bewiraswasta. Diharapkan mahasiswa memiliki kemauan untuk mendirikan sebuah usaha yang sesuai bidangnya dan tidak mengganggu aktifitas kuliah. Usaha percetakan ini ditujukan untuk mahasiswa yang mempunyai kemauan untuk berwiraswata.
Tahun 2007 Universitas Muhammdiyah Malang memiliki jumlah mahasiswa kurang lebih 21.850 (Buku Panduan Informasi Perkuliahan UMM). Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kebutuhan logistic bagi masyarakat kampus meningkat. Lembaga Intra Kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ) akan dipadati anggota dan kegiatan. Di Universitas Muhammadiyah Malang terdapat 169 Lembaga Intra Kemahasiswaan termasuk di dalamnya terdapat 24 Unit Kegiatan mahasiswa ( UKM ). Jadi bisa dipastikan kebutuhan logistic masyarakat kampus meningkat. Belum lagi dengan kebutuhan Laboratorium dalam pembuatan baju laboratorium, jadi bisa dipastikan masyarakat kampus membutuhkan percetakan dengan harga terjangkau, kwalitas terjamin dan waktu yang cukup singkat.
Dengan fenomena yang terjadi menimbulkan inisiatif untuk membantu masyarakat kampus dalam memenuhi kebutuhan logistic. Dengan diterimanya dan disetujuinya proposal ini diharapkan dapat segera dirintis usha percetakan dan sablon berbasis Job Order ( produksi sesuai pesanan ) agar dapat segera membantu memenuhi kebutuhan masyarakat kampus terhadap logistic. Usaha ini memakai system Job Order karena diharapkan usaha ini dapat memberikan kepercayaan kepada konsumen dan tidak mengganggu aktifitas kuliah anggota di kampus, dan juga menekan biaya produksi.

3. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana membenruk usaha ini yang lebih efisien dan profitable dibanding usaha sejenis di luar kampus ?
2. Bagaimana mengelola usaha ini yang dapat menurunkan biaya produksi tanpa meninggalkan kwalitas?
3. Strategi apa yang digunakan agar usaha ini bisa berkelanjutan?

4. TUJUAN PROGRAM
Usaha ini didirikan dengan berbasis Job Order ( produksi sesuai pesanan ). Usaha ini bertujuan memproaktifkan mahasiswa dan memberikan kesempatan bagi anggota untuk berwraswasta. Usaha ini dijalankan oleh mahasiswa sendiri, usaha ini memberikan beberapa penawaran seperti : harga terjangkau dengan waktu yang cukup cepat dan kwalitas terjamin, karena usaha ini menjalin kerja sama dengan percetakan luar yang telah berpengalaman. Sebenarnya usaha ini mirip dengan usaha percetakan yang ada di luar, tetapi perbedaanya usaha ini dikerjakan oleh para mahasiswa dengan cara sewa alat cetak dan sablon, jadi usaha ini dapat menekan biaya produksi. Selain itu kwalitas terjamin, karena selain menjalin kerja sama dengan percetakan diluar, dalam usaha ini juga dilakukan kontrol kwalitas yang sesuai dengan bidang Teknik Industri. Usaha ini juga menggunakan strategi regenerasi dan rekrutmen anggota untuk meneruskan usaha ini kedepan, Jadi ada jaminan usaha ini untuk bisa berkelanjutan. Usaha ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi beban financial anggota

4. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran daripada Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan ini adalah berupa Usaha mahasiswa yang berupa usaha percetakan dan sablon berbasis Job Order yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan logistic masyarakat kampus dan membantu mengurangi beban financial anggota dan dapat berkembang menjadi usaha mahasiswa yang cukup besar dan dapat memberikan suatu sumbangsih kepada Universitas Muhammadiyah Malang.

5. KEGUNAAN PROGRAM

5.1 Aspek Ekonomi
Masyarakat kampus khusunya mahasiswa akan terbantu dengan adanya usaha ini. Karena dengan adanya usaha ini mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ), dan Lembaga Intra Kemahasiswaan tidak perlu jauh – jauh keluar untuk mencari percetakan yang dapat membantu dalam menyiapkan logistik kegiatan mereka dengan harga yang cukup terjangkau, kwalitas terjamin, dan waktu yang tidak terlalu lama.

5.2 Aspek Ketenagakerjaan
Usaha ini diharapkan akan dapat membantu memperlancar semua kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, serta dapat memenuhi kebutuhan semua masyarakat kampus terhadap kebutuhan logistik.Usaha ini ditujukan untuk mahasiswa Teknik Industri untuk membantu mahasiswa lebih mengenal bidang usaha dan sedikit membantu mengurangi beban financial mereka.

5.3 Aspek Keilmuan dan Keterampilan
Mahasiswa yang ikut bergabung di dalam komunitas ini secara tidak langsung menambah ilmu yang telah di dapat selama kuliah, lebih mengenal usaha dan mendapatkan pengalaman dalam berwiraswasta

6. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Masyarakat kampus khususnya mahasiswa akan lebih mudah dalam mengadakan suatu kegiatan kemahasiswaan, seperti baksos, camp, diklat organisasi, PESMABA, Praktikum, dan lain – lain.Setiap tahun jumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah malang bertambah, jadi bisa dipastikan bahwa kebutuhan masyarakat kampus terhadap logistik untuk membantu kegiatan yang akan dilaksanakan pasti ikut meningkat.

Usaha ini dirancang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan waktunya disesuaikan dengan waktu kuliah mahasiswa yang tergabung dalam komunitas ini, jadi apabila proposal ini disetujui dan usaha ini dapat diwujudkan, kegiatan ini tidak akan mengganggu proses kuliah mahasiswa dan kegiatan mahasiswa yang lain. Usaha ini dirintis untuk mengisi waktu luang mahasiswa dengan menambah pengalaman berwiraswasta tanpa mengganggu aktifitas mahasiswa dan diharapkan dapat membantu beban financial mahasiswa.
Jika di lhat dari kebutuhan pasar di atas dan beberapa peluang kedepan yang ada di atas, maka bisa dikatakan usaha ini sangatlah penting untuk segera diwujudkan dan di kembangkan di linkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Walaupun sudah banyak terdapat percetakan diluar, akan tetapi belum ada usaha percetakan dan sablon yang terdapat di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang dan juga dengan harga yang cukup terjangkau, karena yang menjalankan usaha ini adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang sendiri.

7. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
a. Melakukan pendekatan secara organisatoris terhadap pihak kampus dalam hal ini bagian perlengkapan di lingkungan universitas, fakultas ataupun jurusan serta organisasi-organisasi (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan Lembaga Intra Kemahasiswaan dan semua masyarakat kampus yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang.
b. Mempromosikan usaha ini kepada seluruh masyarakat kampus dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di kampus, seperti : Radio UMM FM dan Koran Kampus BESTARI
c. Membagikan selebaran kepada mahasiswa serta menempel pengumuman di tempat-tempat yang banyak dikunjungi oleh mahasiswa.
d. Melakukan Regenerasi dari mahasiswa Teknik Industri yang berminat untuk bergabung dalam komunitas ini sebagai penerus usaha ini kedepan.

8. KELAYAKAN USAHA
Usaha ini dirasa sangat layak untuk secepatnya didirikan, karena dilihat dari aspek manapun usaha ini sangat mendukung. Usaha mahasiswa yang dapat membantu perkembangan mahasiswa kedepan dan dapat membantu semua kegiatan yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang.

8.1. Segi Teknis
Secara teknis usaha ini tidak perlu dipertimbangkan lagi, karena yang menjalankan adalah mahasiswa sendiri dengan sewa alat dan bekerja sama dengan percetakan diluar kmpus, jadi usaha ini bisa menekan biaya produksi tanpa meninggalkan kwalitas. Selain itu usaha ini berbasis Job Order ( produksi sesuai pesanan ), jadi bisa menyelesaikan produksi lebih cepat dan tepat waktu. Usaha ini juga diyakini dapat berkelanjutan dan berkembang di Universitas Muhammadiyah Malang dengan program regenerasi anggota. Dengan beberapa sistem yang diterapkan, dapat diyakini bahwa usaha ini dapat bersaing dengan usaha percetakan yang lain di waktu yang akan datang.

8.2. Segi Ekonomis
Dengan berbagai system yang digunakan usaha ini secara teknis, maka dapat diyakini usaha ini termasuk dengan biaya terjangkau, karena dapat menekan biaya produksi tanpa memperlambat waktu penyelesaian dan meninggalkan kwalitas. Diyakini juga bahwa dengan system yang digunakan, usaha ini akan mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari semua masyarakat kampus.

9. ANALISA USAHA
Usaha ini juga menggunakan metode Profitability Index ( B/C Ratio ) yaitu metode menghitung perbandingan antara nilai penerimaan – penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai investasi. Kalau Profitability Index ( PI ) nya positif, maka proyek dikatakan menguntungkan, tetapi kalau negatif dikatakan tidak menguntungkan.
Secara umum persamaan B/C Ratio ( PI ) adalah sebagai berikut :
B/C = Manfaat Ekivalen / Ongkos Ekivalen
Dimana : Manfaat Ekivalen = Pendapatan setelah dikurangi dengan semua biaya produksi dan operasional.
Ongkos Ekivalen = Nilai Investasi
Contoh :
1. Perhitungan biaya dari pembuatan kaos.
 Bahan baku ( kaos ) = Rp 14000,-
 Cat Sablon = Rp 4000,-
 Biaya tenaga kerja = Rp 1500,-
 Biaya transportasi = Rp. 1500,-
Total Rp. 21000,-
Biaya Penjualan Rp. 23000,-
Keuntungan Rp. 2000,-
Dari contoh di atas sudah dapat diketahui bahwa usaha ini menghasilkan keuntungan Rp. 2000 / kaos. Tetapi harga tersebut masih bisa lebih murah bila konsumen memesan kaos dalam jumlah yang besar. Selain itu maih ada jenis kaos yang lain yang harganya lebih murah atau lebih mahal, disesuaikan dengan jenis kain kaosnya dan banyaknya cat sablon yang digunakan.

2. Perhitungan
Sebuah usaha percetakan dan sablon mendapatkan pesanan kaos dengan jumlah 100 buah dalam waktu kurang lebih 2 minggu. Kaos yang dipesan yaitu kaos dengan harga Rp. 23000 / kaos. Modal Investasi yang di anggarkan sebesar Rp.1.000.000,-

Perhitungan dengan menggunakan metode Profitability Index
 Biaya Bahan baku Rp. 14000,- X @ 100 = Rp. 1.400.000,-
 Cat Sablon = Rp. 85.000,-
 Biaya tenaga kerja Rp. 1500,- X @ 15 orang X 14 = Rp. 315.000,-
 Biaya transportasi = Rp. 150.000,-
Total =Rp.1.950.000 ,-
Biaya Penjualan 100 X @ 22500 =Rp.2.300.000,-
Keuntungan yang di dapat =Rp.350.000,-

B/C = Manfaat Ekivalen / Ongkos Ekivalen

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa Profitability Index bernilai positif, jadi usaha ini bisa dikatakan menguntungkan. Keuntungan yang di dapat dari perhitungan bisa lebih banyak, karena mendapat sponsor dan keringanan biaya bahan baku karena pembelian dalam jumlah banyak.
Karena itu usaha ini memang layak untuk dirintis didirikan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang.
10. JADWAL KEGIATAN PROGRAM

Jadwal Kegiatan Program
Kegiatan Bulan ke-
1 2 3 4
1. Persiapan
Perijinan Usaha x
Persiapan dan penetapan lokasi usaha x
Pemantapan system dan penjaringan anggota xx
Promosi dan strategi pengadaan Usaha xxx x
Evalusi tahap 1 (pertama) x

2. Pelaksanaan
Penjaringan konsumen/pemakai jasa xxxx xxx
Pelayanan jasa dan konsumen xx xxxx
Pengembangan usaha dan investasi xx
Evaluasi tahap 2 (kedua) x
Pelaporan kegiatan usaha x

11. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA KELOMPOK

Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama : Fuad Hanafi
b. NIM : 05540054
c. Fakultas/Program Studi : Teknik / Industri
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Alamat Rumah : Rt 02/04 Sumberjati Kademangan Blitar,
f. Nomor hand phone : 085648501339
g. Waktu PKM : 12 jam/ Minggu

Anggota Pelaksana
a. Nama : Aris Soepriyanto
b. NIM : 04540043
c. Fakultas/Program Studi : Teknik / Industri
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Alamat Rumah : Jl. Kyai Amir Labruk Kidul no 31
Sumber Suko Lumajang
f. Nomor hand phone : 081331267861
g. Waktu PKM : 12 jam/ Minggu

a. Nama : Herdavia Dini Priska
b. NIM : 06540007
c. Fakultas/Program Studi : Teknik / Industri
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Alamat Rumah : Perum Bermis Jl. Anggur blok C no 52,
Pasarkemis Tangerang
f. Nomor hand phone : 085233037789
g. Waktu PKM : 12 jam/Minggu
12. NAMA DAN BIODATA DOSEN PENDAMPING

a. Nama Lengkap : Drs. Ahmad Mubin, ST, MT
b. NIP : 131883025
c. Golongan Pangkat : III – D / Penata Tk. I
d. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala
e. Jabatan Struktural : Kepala Biro Kemahasiswaan
f. Fakultas/Program Studi : Teknik/Industri
g. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
h. Bidang Keahlian : Manajemen Industri
i. Waktu Untuk Kegiatan : 12 jam/Minggu

13. RENCANA PEMBIAYAAN
Etimasi Dana Kegiatan

No Jenis Kegiatan Anggaran
A. Pra Kegiatan
1 Perijinan Rp. 100.000
2 Persiapan lokasi Rp. 100.000
3 Persiapan alat dan bahan Rp. 250.000
4 Publikasi dan Penjaringan anggota Rp. 300.000
5 Pengadaan proposal dan seminar Rp. 200.000
B. Pelaksanaan
1 Alat percetakan Rp. 200.000
Alat Sablon Rp. 200.000
Software Desain Rp. 1.700.000
2 Transportasi Rp. 350.000
3 Telepon (4 bulan) Rp. 350.000
4 listrik (4 bulan) Rp. 800.000
5
Administrasi dan managemen Rp 200.000
C.Laporan
1 Penyusunan laporan Rp. 200.000
2 Penggandaan laporan Rp. 150.000
3 Seminar Rp. 400.000
Jumlah Rp. 5.500.000

14. LAMPIRAN
14.1 Analisis SWOT Usaha Tukar Tambah dan Reparasi Perangkat Komputer
14.1.1 Kelebihan (Strenghten)
Jumlah mahasiswa UMM saat ini kurang lebih 21.850 (Sumber Buku Panduan Informasi Perkuliahan UMM 2007), dari jumlah mahasiswa yang sebanyak ini, dapat diambil kesimpulan bahwa kebutuhan masyarakat kampus terhadap logistic akan ikut meningkat. Dengan fenomena yang terjadi sangat dibutuhkan percetakan dengan biaya terjangkau, cepat dan kwalitas yang baik. Usaha ini menawarkan semua yang dibutuhkan oleh pasar dalam memenuhi kebutuhan logistik.
14.1.2 Kelemahan (Wekness)
Usaha ini sebenarnya membutuhkan modal awal yang sangat besar, bila diakumulasikan untuk merintis usaha ini dibutuhkan biaya yang tidak kurang dari 6 juta. Karena biaya yang cukup besar, untuk merintis usaha ini telah menjalin kerja sama dengan percetakan luar yang telah berpengalaman. Usaha ini sangat membutuhkan dukungan dari semua masyarakat kampus.
14.1.3 Kesempatan (Oportunity)
Dengan modal usaha yang bisa ditekan semaksimal mungkin dengan menjalin kerja sama dengan percetakan luar, maka diharapkan usaha ini dapat dirintis dan berkembang dan juga dapat membantu mengurangi beban financial anggota. Usaha ini juga memberikan kesempatan kepada anggota untuk berwiraswasta sejak dini.
14.1.4 Tantangan atau Ancaman (Threaten)
Tantangan dan ancaman kedepan adalah akan banyaknya usaha-usaha sejenis yang akan didirikan disekitar kampus. Selain itu persaingan pasar yang terus – menerus mengalami perkembangan, oleh karena itu usaha ini sangat diperlukan ketekunan dan system yang berkembang. Untuk awal usaha ini memakai system Job Order 9 produksi sesuai pesanan

14.2 Gambaran Produk Usaha Tukar Tambah dan Reparasi Peralatan Komputer
Usaha ini memiliki kemiripan dengan usaha percetakan dan sablon pada umumnya. Akan tetapi perbedaannya adalah usaha ini memberikan penawaran lebih kepada konsumen, yaitu produk dengan kwalitas terjamin, harga cukup terjangkau dan dengan waktu yang cukup cepat.
Masukan dari usaha ini adalah berupa logistic yang berupa baju, kaos, jaket, stiker, baju laboratorium dan lain – lain.

07/07/2009 Posted by | Contoh PKM | 2 Komentar

Penampungan Barang Bekas Sebagai Usaha Mandiri Mahasiswa Di Lingkungan Sekitar Kampus UMM

1. JUDUL PROGRAM
Penampungan Barang Bekas Sebagai Usaha Mandiri Mahasiswa Di Lingkungan Sekitar Kampus UMM

2. LATAR BELAKANG MASALAH
Seiring perkembangan zaman semakin banyak kebutuhan yang diperlukan manusia untuk bisa terus eksis. Kehidupan manusia yang terus berkembang akan selalu diikuti dengan pemenuhan segala kebutuhannya. Mulai dari tempat tinggal (rumah), sandang (pakaian), dan pangan (makanan). Ke tiga kebutuhan pokok tersebut akan selalu dipenuhi manusia dalam rangka agar terus bisa beraktivitas.
Selain ke tiga kebutuhan pokok yang harus dipenuhi tersebut, manusia juga mempunyai kebutuhan sekunder yang dapat terpenuhi jika kebutuhan primer telah terpenuhi. Kebutuhan sekunder tersebut sebenarnya tidak harus dipenuhi, tetapi manusia selalu berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan sekunder tersebut dengan segala cara. Manusia selalu marasa perlu untuk memenuhi segala kebutuhan sekunder tersebut. Bila sudah punya rumah, selanjutnya pasti merasa perlu interior beserta perabotannya. Jika semuanya telah terpenuhi, maka manusia berkeinginan untuk menambah perabotan yang lebih bagus lagi dan seterusnya.
Semakin majunya teknologi tentu saja hal itu diikuti dengan semakin banyaknya kebutuhan yang diperlukan manusia untuk menjalankan aktifitas sehari-harinya. Sudah barang tentu manusia akan membeli barang-barang (peralatan) yang diperlukan untuk kehidupan sehari-harinya seperti, peralatan memasak, membeli koran, pakaiannya, dan material logam yang digunakan untuk jaga-jaga. Dan tentu itu semuanya akan menjadi sebuah barang yang masa pakaiya ada batasnya atau istilahnya nanti barang itu akan menjadi sebuah barang bekas bila tak terpakai lagi.
Melihat fenomena yang ada, penulis/pengusul mencoba untuk membuat peluang usaha yang dikembang ditengah aktivitas kuliah. Usaha yang akan dijalankan tak menjadi masalah bagi mahasiswa untuk melakukannya sebagai kegiatan yang positif dan berguna sebagai bekal ke depannya untuk bisa bersaing dengan yang lainnya. Penulis mencoba mendirikan sebuah usaha sampingannya yaitu, dengan mendirikan sebuah penampungan barang bekas yang ditujukan bagi masyarakat sekitar kampus UMM, tak terkecuali mahasiswa UMM tentunya.
Melihat kecenderungan masyarakat sekitar kampus UMM yang memiliki perabotan rumah tangga dan peralatan pendukungnya, maka sudah pasti itu bisa dijadikan sebagai sebuah potensi yang perlu digali. Aktivitas masyarakat sekitar kampus UMM yang memiliki kehidupan dinamis akan menjadikannya untuk terus membeli barang-barang kebutuhannya yang selalu meningkat. Tentunya barang-barang yang telah dibeli itu mempunyai masa pakai yang nantinya akan menjadi sebuah barang bekas jika tidak dipakai lagi.
Selain itu, mahasiswa UMM yang tinggal di kontrakan atau kost pasti mempunyai perabotan yang dibutuhkan saat kehidupan sehari-harinya. Jika mereka sudah lulus, maka barang-barang tersebut pasti akan ditinggal di tempat kostnya dan akan menjadi barang tak terpakai dan dibiarkan seperti sebuah sampah. Barang-barang tersebut pasti sebenarnya masih mempunyai nilai pakai, hanya saja biasanya pemiliknya ogah untuk membawa barang-barang tersebut. Apalagi jika mahasiswa tersebut berasal dari luar jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, dan lainnya, pasti mereka malas untuk membawa banyak barang untuk perjalanan jarak jauh.
Tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar kampus UMM yang relatif hidup sejahtera dan memiliki tingkat ekonomi yang cukup, membuat mereka selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan sekundernya secara terus menerus. Ditambah lagi, gaya hidup masyarakat kampus yang konsumtif menjadikannya sebuah peluang untuk ditindaklanjuti menjadi sebuah usaha untuk menampung barang-barang bekas.
Suatu permasalahan akan muncul bila setiap masyarakat memiliki barang-barang bekas yang sudah tak terpakai lagi, misalnya, barang-barang yang sudah tidak dipakai akan menjadi sampah bila dibiarkan menumpuk. Problem tersebut biasanya terjadi bila barang itu sudah tergantikan dengan yang baru dan masa pakainya yang sudah melewati batas. Penulis berusaha untuk mencari solusi dengan cara membuat suatu tempat penampungan barang bekas, sehingga masyarakat yang mempunyai masalah dengan tumpukan barang bekas dapat mengatasinya dengan menjual barang tersebut pada penulis.
Yang mendasari penulis untuk membuat sebuah usaha penampungan barang bekas dikarenakan melihat realita yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar kampus UMM. Mereka kadang-kadang kebingungan dengan barang bekasnya dan perabotan lain yang tak terpakai, namun itu masih bisa dimanfaatkan atau diolah ulang. Seandainya masyarakat tahu barangnya masih memiliki nilai jual dan masih bermanfaat, maka tak mungkin mereka membuangnya secara percuma dan hanya menjadi sampah saja.
Perabotan dan barang bekas yang tak terpakai pemiliknya oleh penulis dianggap sebagai sebuah peluang usaha untuk dilirik, karena memiliki potensi yang luar biasa besar bila dikembangkan secara serius dan mendalam. Daripada dibuang percuma dan mengotori lingkungan sekitarnya, seyogyanya masyarakat pasti akan lebih senang bila ada tempat usaha yang mau menampung barang bekas tersebut. Di samping mereka mendapatkan uang ganti rugi juga tak perlu lagi repot mencari tempat sampah.
Penulis lebih tertarik untuk mengembangkan usaha penampungan barang bekas ini dengan berbagai alasan dan pertimbangan yang direncanakan secara matang, di antaranya, (1) memberdayakan ekonomi masyarakat, (2) memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjual barang bekasnya daripada dibuang disembarang tempat, (3) mengurangi pencemaran dan ikut menjaga kebersihan lingkungan, (4) membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, (5) sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa untuk lebih mengenal dunia kewirausahaan, dan (6) dapat dijadikan sebagai gantungan hidup yang menggiurkan karena usaha secara matematika memiliki tingkat keuntungan yang relatif besar dan resikonya kecil.

3. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana bentuk usaha penampungan barang bekas yang akan dirancang?
2. Bagaimana teknik pelaksanaan usaha yang dijalankan?
3. Bagaimana perhitungan hasil usahanya penampungan barang bekas?
4. TUJUAN PROGRAM
1. Mengadakan usaha penampungan barang bekas yang pertama di lingkungan kampus UMM
2. Menciptakan sebuah media pembelajaran kewirausahaan baru bagi mahasiswa, sehingga menjadikan mahasiswa mandiri dalam hal finansial, serta mengurangi ketergantungan pada orang tua.
3. Membantu mahasiswa dan masyarakat di lingkungan sekitar kampus UMM dalam rangka memanfaatkan barang-barang bekas yang tak terpakai lagi, serta dapat di komersilkan.

5. LUARAN YANG DIHARAPAKAN
Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahan (PKMK) yang dibuat tim penulis ini diharapkan mendapatkan sebuah tempat (counter) khusus yang nantinya akan dijadikan sebagai basis penampungan barang bekas. Adanya sebuah tempat yang representatif dan strategis yang diperuntukan bagi kelangsungan usaha ini akan dapat menjadi tolok ukur kesuksesan usaha ini ke depannya. Apabila tempat yang tersedia sangat ‘mumpuni’, maka usaha yang dirintis ini akan dapat eksis dan berkembang pesat, serta banyak calon konsumen yang menjual barangnya ke tempat ini. Dari kegiatan ini, akan dilihat apakah usaha ini akan mampu bersaing dengan usaha lain yang memiliki konsep hampir sama. Namun, karena usaha yang ada ini merupakan yang pertama kali dan konsep yang diusung agak berbeda dengan penampungan barang bekas umumnya yang sudah ada, maka usaha ini pantas dan layak untuk diadakan dan dikembangkan. Karena usaha ini dapat memberikan keuntungan bagi ke dua belah pihak (pembeli dan konsumen),

6. KEGUNAAN PROGRAM
6.1. Aspek Ekonomi
Masyarakat sekitar kampus UMM dapat terbantu dengan adanya kehadiran usaha baru ini. Mereka dapat menjual barang-barang bekas miliknya yang sudah tak terpakai dengan menukarkannya pada usaha penampungan barang bekas ini. Tentu usaha yang kita dirikan ini akan memberikan harga yang layak dan bersaing sebagai kompensasi barang bekas yang dijual konsumen. Dengan begitu diharapkan orang tersebut di kemudian hari orang akan kembali menjual barangnya di usaha penampungan yang penulis jalankan.

6.2. Aspek Ketenagakerjaan
Banyaknya waktu luang yang terbuang sia-sia pada mahasiswa sungguh lah sebuah fenomena yang membuat miris. Menyadari kondisi tersebut, penulis merasa perlu untuk memberikan sumbangsih yang nyata bagi kebaikan mahasiswa agar dapat belajar di luar perkuliahannya. Dengan berdirinya usaha penampungan barang bekas, maka bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran mahasiswa yang ingin praktek langsung bagaimana rasanya dunia kerja itu sesungguhnya.
Bagi penulis sendiri pembuatan usaha tersebut bisa dijadikan sebagai sarana pemberdayaan pemuda pengangguran yang nantinya akan direkrut kerja sebagai tenaga kontrak yang diperbantukan. Kondisi itu akan dapat meningkat bila nantinya usaha ini direspon masyarakat dan berkembang sesuai harapan penulis.

7. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Mahasiswa adalah orang yang cenderung konsumtif dan sering kali membeli sesuatu dan membelanjakan uangnya tuk beli barang yang diinginkannya. Mereka juga biasanya banyak mempunyai barang yang telah dimilikinya, tapi sudah tak terpakai kembali, contohnya kertas fotokopian yang sudah menumpuk.
Banyaknya kertas yang banyak dan tak terpakai tersebut membuat kertas tersebut banyak dibuang dan dibiarkan tergeletak sia-sia karena banyak mahasiswa yang tak tahu kalau tumpukan kertas tersebut kalau dijual memiliki nilai ekonomi tersendiri. Meskipun aspek ekonominya tak seberapa besar, namun bila itu terjadi pada hampir kebanyakan mahasiswa dan diakumulatifkan betapa besarnya potensi yang ada. Belum lagi, ditambah dengan keberadaan masyarakat umum yang tentu juga memiliki perabotan lain yang bisa dijual ke penampungan.
Banyaknya mahasiswa UMM dari luar kota yang saat kuliah di sini banyak sekali yang membeli perabotan untuk dipakai di kost atau kontrakannya. Tentu saja barang peralatan tersebut ada masa pakainya. Bila sudah lulus mereka tak akan membawanya pulang karena merepotkan dan kalau pun dibuang dan dibiarkan saja, itu sungguh disayangkan.
Jika sebelumnya mereka (mahasiswa) selalu membuang barang-barang bekasnya yang sudah tak diperlukan lagi ke tempat sampah atau membiarkannya tergeletak tak karuan. Dengan berdirinya usaha penampungan barang bekas ini, mereka tak perlu lagi membuang perabotannya secara percuma, melainkan bisa dijual ke tempat usaha barang bekas ini.
Dengan demikian, mahasiswa tak perlu lagi memusingkan barang bekasnya tersebut, Di samping itu, bila ada tempat penampungan barang bekas, maka mahasiswa tak perlu bingung, karena dengan membawanya ke penampungan mereka malahan mendapatkan materi. Tempat usaha penampungan sendiri rencananya bertempat di kontrakan penulis.
Input dari barang bekas ini adalah pendapatan yang diterima dari penjualan barang-barang yang tak terpakai lagi (bekas). Barang tersebut dipisahkan sesuai dengan jenisnya, seperti kertas, kardus, botol, dan material logam lainnya. Setelah dipisahkan, barang tersebut di timbang beratnya sesuai dengan spesifikasinya. Dari hasil penimbangan, maka itulah yang dijadikan sebagai patokan penulis untuk memberikan uang pada konsumen. Namun, sebelumnya penulis sudah membuat daftar harga dari tiap jenis barang yang dijual konsumen pada usaha yang penulis buat. Di bawah ini adalah daftar tabel harga beli yang ditetapkan penulis.
Asumsi keuntungan usaha yang di dapatkan
Nama barang Harga beli dari konsumen Harga jual ke pabrik Keuntungan
Besi Rp. 1500/kg Rp. 2000/kg Rp. 500/kg
Botol beling Rp. 200/biji Rp. 300/biji Rp. 100/biji
Botol plastik Rp. 1700/kg Rp. 2000/kg Rp. 300/kg
Kardus Rp. 1000/kg Rp. 1400/kg Rp. 400/kg
Kertas Rp. 900/kg Rp. 1200/kg Rp. 300/kg
Tabel 1

Misal, ada konsumen yang menjual perkakas yang terbuat dari besi yang sudah karatan. Sesuai dengan yang tercantum di daftar harga barang, besai tersebut perkilonya dihargai Rp 1.500. Apabila besi tadi ditimbang beratnya 10 kg, maka penulis tinggal memberikan harga sesuai dengan berat timbangan dikalikan dengan harga yang tertera, 10 x 1.500 = Rp 15.000. Uang itulah yang didapatkan konsumen tersebut dari hasil penjualannya pada penampungan yang penulis dirikan.
Tiap bulan sekali penulis akan didatangi pengusaha penampungan barang bekas skala besar untuk mengangkut barang yang ada di penampungan yang penulis dirikan. Sebelumnya penulis memang telah bekerjasama dan menjalin link dengan pengusaha skala besar tersebut untuk mengambil barang bekas yang penulis tampung. Karena hanya dengan cara tersebut, usaha yang penulis dirikan bisa terus eksis dan berkembang. Jika tak dilakukan, uang yang ada tak bisa berputar dan penulis akan kesulitan dalam pembiayaan.
Di samping itu, dari transaksi bulanan tersebut usaha yang penulis dirikan akan mendapatkan keuntungan yang besar dari penampungan besar tersebut. Seperti tercantum dalam daftar harga yang ada di atas, terdapat selisih harga yang cukup besar antara pembelian dari konsumen dengan penjualan pada penampungan besar tersebut. Dari kegiatan itulah, penulis dapat menggerakkan ekonomi usaha penampungan barang bekas mandiri ini.
Contoh sederhananya, dengan asumsi apabila usaha yang penulis dirikan selama sebulan membeli dari konsumen sebanyak 300 kg kertas, maka penulis mengeluarkan biaya untuk membayar konsumen tersebut sebanyak Rp 270.000. Dengan menjual lagi pada penampungan besar, kertas dari penulis dihargai sekilonya Rp 1.200, maka uang yang didapatkan penulis sebesar Rp 360.000. Keuntungan kasarnya yang penulis dapatkan adalah sebesar Rp 90.000.
Belum lagi bila mengikutkan hitungan besi (logam) yang dijual konsumen pada penampungan yang penulis buat. Umpama tiap bulannya usaha penampungan tersebut menerima sekitar 350 kg rongsokan besi, tentu uang yang harus dibayarkan pada konsumen sebesar Rp 525.000. Jumlah tersebut didapatkan dari hasil total berat barang yang diterima penampungan dengan dikalikan harga beli dari konsumen yang tarifnya Rp 1.500 per kilonya.
Sementara itu, jumlah berat rongsokan besi yang 350 kg tersebut oleh penulis dijual lagi penampungan yang lebih besar. Di penampungan yang berskala besar, besi tiap kilonya dihargai Rp 2.000. Jadi penulis akan mendapatkan jumlah uang sebanyak Rp 700.000 dari hasil penjualannya, sehingga laba kotor yang didapatkan penulis sebanyak Rp 175.000 per bulannya.
Sebuah keuntungan yang menurut penulis sangat besar dan menguntungkan sehingga layak untuk diseriusi. Belum lagi bila kita berbicara barang yang lainnya, dimana keuntungan yang didapatkan bisa lebih besar daripada ilustrasi di atas. Karena itu baru memasukkan dua item barang saja, padahal secara umum di penampungan tersebut ada lima barang bekas yang diterima dari konsumen.
Dengan menggunakan perhitungan skala terkecil dan minimum, diasumsikan tiga jenis barang lain yang belum dihitung tadi perbulannya menerima keuntungan kotor tiap itemnya sebanyak Rp 50.000. Itu di dapat dari hasil perhitungan penampungan yang membayar konsumen sebanyak Rp 250.000. Dan hasil penjualannya kembali mendapatkan uang sebesar Rp 350.000. Dari hasil tersebut didapatlah keuntungan sebanyak Rp 100.000 per bulannya dari ke tiga item tersebut.
Mengapa ke tiga item tersebut menggunakan asumsi keuntungan lebih sedikit disbanding dua item di atas? Sebab sudah jelas, ke dua barang yang diuraikan di atas tersebut paling banyak dijumpai dan kemungkinan besar masyarakat banyak yang menjualnya ke penampungan. Sementara ke tiga item barang yang menggunakan asumsi keuntungan kecil, disebabkan tiga item barang tersebut kemungkinan yang didapatkan penampungan dari masyarakat juga lebih kecil jumlahnya. Sehingga wajar bila perhitungan yang dibuat juga mengikuti asas hukum dagang permintaan dan penawaran.
Dari asumsi yang dibuat penulis tersebut, maka keuntungan yang didapatkan dari usaha penampungan barang bekas tersebut adalah berjumlah Rp 365.000 per bulannya. Itu memang masih keuntungan kotornya dan belum dipotong pengeluaran lainnya.
Dalam kesehariannya, usaha yang penulis dirikan ini mempekerjakan 1 orang tenaga kontrak yang per bulannya dibayar sebanyak Rp 200.000. Pembayaran yang dikeluarkan untuk menggaji pekerja tersebut sudah sesuai dan layak untuk diberikan. Karena pekerjaannya yang tak terlalu berat (cuma mengangkat dan menimbang barang), juga disebabkan dalam seharinya usaha ini cuma buka lima jam, antara pukul 08.00-13.00 WIB dan seminggunya cuma buka enam hari saja. Hari minggunya libur atau tutup. Sehingga di luar jam tersebut, pekerja kontrakan tersebut dapat nyambi bekerja di lain tempat.
Di atas jam 13.00 WIB, giliran dari tim penulis yang jaga dan sekaligus merangkap sebagai pekerja di penampungan tersebut. Dipilihnya jam satu siang dikarenakan jam segitu kuliah sudah selesai, serta penulis dapat mencurahkan sepenuhnya tenaganya untuk mengabdikan dirinya di penampungan ini. Penulis sendiri tiap harinya meluangkan waktunya sekitar dua jam tiga puluh menit (dua setengah jam) untuk mensukseskan program tersebut. Sehingga pukul 15.30 WIB, penampungan tersebut ditutup.
Dengan modal awalnya yang berjumlah Rp 1.100.000, dan pendapatan usaha yang didapat per bulannya mencapai Rp 1.4100.000, serta pengeluaran usahanya sebanyak Rp 1.045.000, maka keuntungan bruto yang didapatkan adalah Rp 365.000 per bulannya. Dengan dipotong pembayaran uang pegawai kontrak sejumlah Rp 200.000, keuntungannya tinggal Rp 165.000. Jumlah terakhir tersebut adalah keuntungan bersihnya, karena pengeluaran lain yang tak terduga sudah dimasukkan dianggaran lain yang sudah dibuat penulis.
Apabila per bulannya keuntungan netto yang diraup dari penampungan barang bekas ini sebanyak Rp 165.000, dan dengan modal awal yang disediakan khusus untuk membiayai usaha ini sebanyak Rp 1.100.000, maka modal akan kembali di bulan ke tujuh. Jadi Break Event Point (BEP) yang diperoleh penulis akan didapatkan pada bulan ke tujuh sejak usaha ini pertama kali dibuka. Tentu saja kondisi itu tercapai bila keadaannya sesuai dengan asumsi yang diilustrasikan penulis seperti contoh di atas, serta tak ada kondisi luar biasa yang dapat mengganggu jalannya usaha ini. Bila kondisinya normal saja, kemungkinan usaha ini akan berkembang dan balik modal sesuai dengan yang diuraikan oleh penulis.
Output dari pembuatan tempat penampungan barang bekas adalah penulis mendapatkan sebuah keuntungan bisnis dari adanya kegiatan tersebut, serta dapat melatih jiwa kewirausahaan pada tim penulis. Penulis juga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang menjual barangnya yang tak terpakai ke penampungan, serta mereka juga mendapatkan uang dari penulis (sebagai pemilik penampungan) atas barang yang mereka jual.
Bila kondisi tersebut terjadi, diharapkan mahasiswa dapat meninggalkan tempat kos atau kontrakannya dengan bersih tanpa menyisakan barang yang tak terpakai. Selain itu, mereka bisa mendapatkan tambahan finansial berupa uang dan dapat balik ke daerahnya dengan perasaan tenang, serta kebersihan juga akan terjaga karena barang bekas sudah tak tergeletak disembarangan tempat.
Kegiatan penampungan barang bekas ini oleh penulis akan diinformasikan dan dipublikasikan dengan cara penyebaran pamflet dan leaflet kepada masyarakat dan mahasiswa di sekitar kampus UMM. Juga tak ketinggalan di setiap fakultas dan lembaga intra yang ada di universitas bisa dibidik dan dijadikan sebagai pemakai jasa usaha ini. Mereka bisa dijadikan sebagai konsumen yang potensial untuk ‘dipelihara’ keberadaannya karena potensinya yang besar untuk menjual barang bekasnya pada usaha yang penulis dirikan.

8. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
a. Melakukan pendekatan secara personal, persuasif, dan terorganisir pada mahasiswa, masyarakat sekitar lingkungan kampus, dan pihak berwenang kampus yang dijadikan sebagai calon konsumen pengguna jasa yang kita tawarkan yaitu penampungan barang bekas.
b. Mempromosikan usaha penampungan barang bekas mandiri ini, sebagai sebuah solusi adanya tempat penampungan atas barang yang tak terpakai oleh calon konsumen. Serta memberikan kesempatan pada konsumen untuk melihat proses pelaksanaan usaha penampungan ini.
c. Usaha penampungan ini akan menjual lagi barang bekas yang di dapat dari konsumen tersebut pada penampungan skala besar.
Konsumen

Usaha Penampungan Mandiri

Penampungan Skala Besar

9. JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM
Jadwal Kegiatan Program
Kegiatan Bulan ke
1 2 3 4
1. Persiapan
■ Perijinan √
■ Penentuan tempat usaha √
■ Persiapan alat-alat pendukung usaha √
■ Publikasi dan promosi √
2. Pelaksanaan
■ Penyaringan dan penetapan pemakai jasa √
■ Pemberian kupon tanda transaksi √ √ √ √
■ Peningkatan pelayanan √ √ √
■ Pengembangan tempat usaha √
■ Evaluasi hasil usaha √ √
3. Kegiatan Usaha
■ Pembukuan hasil usaha √ √ √
■ Evaluasi sistem usaha √ √
■ Pemberdayaan dan peningkatan usaha √ √
Tabel 2

10. BIODATA KETUA DAN ANGGOTA KELOMPOK
Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama : Erik Purnama Putra
b. NIM : 05810139
c. Fakultas : Psikologi
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Alamat Rumah : Brigif Linud 18 Kemantren Jabung, Malang
f. Nomor Handphone : 085649773675
g. Waktu untuk PKM : 15 jam/minggu

Anggota Pelaksana Kegiatan
a. Nama : Dewi Pratiwi
b. NIM : 05810214
c. Fakultas : Psikologi
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Alamat Rumah : Perum. Landungsari Asri No. A-15, Malang
f. Nomor Handphone : 081334314882
g. Waktu untuk PKM : 15 jam/minggu

a. Nama : Puteriani Aulia
b. NIM : 06810064
c. Fakultas : Psikologi
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Alamat Rumah : Jl. Raya Tlogomas Gg. 15C No.12, Malang
f. Nomor Handphone : 085234943930
g. Waktu untuk PKM : 15 jam/minggu

11. NAMA DAN BIODATA DOSEN PENDAMPING
a. Nama : M. Shohib
b. NIP-UMM : 109 0303 0387
c. Golongan Pangkat : III A
d. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli
e. Jabatan Struktural : Pembantu Dekan III Fakultas Psikologi UMM
f. Fakultas : Psikologi
g. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
g. Waktu untuk PKM : 15 jam/minggu

12. RENCANA PEMBIAYAAN
Estimasi dana kegiatan usaha
No Jenis Kegiatan Anggaran
A. Pra Kegiatan
1 Perijinan Rp. 100.000
2 Persiapan tempat usaha Rp. 100.000
3 Persiapan alat dan material penunjang usaha Rp. 200.000
4 Persiapan pembuatan media promosi Rp. 300.000
5 Pengenalan usaha pertama pada konsumen Rp. 200.000
B. Pelaksanaan
1 Modal usaha Rp 1.100.000
2 Pembelian timbangan dan peralatan pendukung usaha Rp. 1.100.000
3 Administrasi Rp. 300.000
4 Uang lelah penjaga (lembur) Rp. 600.000
4 Listrik Rp. 200.000
6 Biaya komunikasi (beli pulsa) Rp. 200.000
7 Akomodasi Rp. 100.000
C. Laporan
1 Penyusunan pertanggungjawaban laporan Rp. 250.000
2 Penggandaan laporan Rp. 200.000
Jumlah Rp 5.950.000
Tabel 3

13. LAMPIRAN
13.1 Analisis SWOT Usaha Penampungan Barang Bekas di Sekitar Kampus
13.1.1 Keunggulan (Strenghten)
Pembuatan usaha penampungan barang bekas ini sangatlah potensial untuk dikembangkan dan diseriusi. Melihat potensi besar yang belum tergali dan belum banyaknya usaha sejenis yang berdiri merupakan sebuah peluang untuk ditindaklanjuti apakah usaha ini akan mampu bertahan dan berkembang pesat. Kehidupan masyarakat sekitar kampus yang beragam dan memiliki ekonomi yang relatif mampu adalah salah satu faktor penunjang usaha ini bisa eksis.
Saat ini, masyarakat sekitar kampus hampir selalu mempunyai barang atau perabotan bekas yang memang tak terpakai lagi. Kebanyakan oleh mereka, barang tersebut dibuang begitu saja atau ditumpuk sampai banyak, kemudian biar diambil pemulung karena mereka malas untuk membuangnya langsung.
Penulis disini memahami realita tersebut dengan memberikan sebuah lontaran ide dan solusi kreatif untuk mengatasinya. Pembuatan usaha penampungan barang bekas adalah jawaban tepat dari permasalahan yang sedang terjadi di masyarakat sekitar kampus UMM.
Pengembangan usaha ini sangatlah mudah dan tak memperlukan sebuah ketrampilan khusus untuk menjalankannya. Hampir semua mahasiswa dapat menggunakan jasa yang penulis tawarkan karena harga yang kita berikan mampu bersaing dan belum ada saingannya di sekitar kampus.
Begitu juga masyarakat yang tentu dapat menjual barang bekas dan peabotan sisanya yang tak terpakai ke tempat kita. Tawaran jasa yang diberikan di usaha penampungan barang bekas meliputi, (1) penjualan kertas, koran, kardus, dan semacamnya yang diterima dari masyarakat (2) menerima besi bekas atau logam dan sejenisnya, (3) membeli botol minuman bekas segala macam dari masyarakat dengan harga yang berbeda tergantung keunikannya.

13.1.2 Kelemahan (Weakness)
Usaha yang penulis usulkan ini membutuhkan tempat yang representatif untuk dijadikan basis usahanya. Bila penulis memaksakan menyewa counter untuk dijadikan sebagai tempat, maka biaya yang harus dikeluarkan besar dan hampir semua modal akan tersedot ke sumber ini.
Tenaga SDM untuk menjalankan usaha penampungan ini yang diharapkan dari mahasiswa sendiri sulit untuk diharapkan karena usaha ini sifatnya rendahan dan tak semua orang mau melakukannya, tak terkecuali mahasiswa. Tak dipungkiri, mahasiswa akan merasakan gengsi bila terlibat dalam usha ini.
Untuk menyiasatinya, penulis mencoba alternatif lain dengan mengontrak tenaga dari luar bila dari mahasiswanya sendiri merasa keberatan dan tak ada respon untuk ikut bergabung menjalankan usaha ini. Namun, itu semua akan terkendala pada biaya yang ada karena tenaga kontrak juga akan menghabiskan anggaran yang begitu banyak.

13.1.3 Kesempatan (Oppurtunity)
Dengan modal usaha yang ada, penulis tak bisa menargetkan untung yang melimpah dan balik modal seketika, tetapi melihat belum adanya persaingan usaha yang sejenis, maka keuntungan itu akan terus mengalir bila masyarakat memakai jasa usaha ini. Pasar yang sudah ada dan belum tergarapnya potensi secara maksimal menjadi sebuah kesempatan yang besar bagi penulis untuk mengembangkan usaha penampungan barang bekas ini.

13.1.4 Tantangan Dan Ancaman (Treaten)
Berkaitan dengan usaha penampungan barang bekas ini, penulis merasakan ada masalah pada networking dikarenakan masih baru dan belum semua masyarakat mengerti usaha yang dirintis ini. Akan tetapi, hambatan tersebut bisa diatasi dengan mengadakan media promosi berupa pamflet agar masyarakat tahu usaha penampungan barang bekas ini. Namun pembuatan pamflet juga memerlukan dana sehingga akan menjadi kendala lagi. Ditambah dengan promosi dari mulut ke mulut diharapkan dapat membantu mempromosikan usaha ini.

13.2 Gambaran Usaha Penampungan Barang Bekas Mandiri
Penampungan barang bekas ini memang sudah ada di tiap-tiap wilayah, tapi usaha yang dilakukan penulis lebih melihat pada masyarakat sekitar kampus yang memiliki tingkat konsumerisme tinggi dalam pembelian barang-barang. Daerah yang penulis pilih adalah daerah sekitar kampus UMM yang masyarakatnya mayoritas dihuni mahasiswa yang tinggalnya dengan sistem kontrak atau kost.
Melihat realita mahasiswa yang merupakan konsumen buku dan kertas-kertas seperti fotocopian, maka hal tersebut bisa menjadi peluang pasar bagi pendirian usaha penampungan barang bekas. Selain barang dari mahasiswa, masih ada juga barang bekas dari masyarakat penghuni asli daerah sini yang tentu saja memiliki perabotan yang tak kalah banyaknya dengan mahasiswa. Di samping itu, penulis juga menyorot keberadaan tiap fakultas dan lembaga intra yang ada di kampus UMM untuk dijaring dan dijadikan pemakai jasa penampungan barang bekas.
Usaha penampungannya sendiri adalah dengan membuat sebuah counter khusus yang dijadikan sebagai tempat penampungan barang bekas yang dijual konsumen pada pengusul program. Konsumen yang datang untuk menjual barangnya ditimbang dahulu berapa berat barangnya dan melihat spesifikasinya barang yang dijual tersebut. Antara konsumen dengan pengusul sendiri sama-sama tahu berat barang yang ditimbang agar menghindari kecurangan.
Setelah ditimbang berat barangnya, pengusul memberikan uang kompensasi pada konsumen tersebut dengan mengalikan berat barang tersebut dengan harga yang tertera pada list harga yang telah ditetapkan dan dibuat pengusul. Contoh, konsumen menjual barang berupa kertas koran sebanyak 10 kg (sudah ditimbang), kemudian pengusul melihat harga kertas tersebut yang perkilonya Rp 900. Dengan kondisi tersebut, pengusul akan membayar konsumen tersebut sebesar Rp 9.000. Begitu seterusnya usaha ini akan dijalankan sebagaimana mestinya.
Tentu dengan berdirinya usaha penampungan mandiri ini akan menguntungkan ke dua belah pihak. (1) konsumen akan untung dengan mendapatkan uang dari hasil penjualannya, (2) pengusul program juga mendapatkan hasil yang menggembirakan bila banyak konsumen yang menjual barangnya pada usaha ini, karena barang tersebut dijual lagi pada penampung besar. Dari penjualan tersebut pengusul mendapatkan keuntungan materi yang cukup besar bila barang yang dijual juga banyak, dan (3) barang bekas yang tak terpakai dan sedianya akan dibuang, ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi.

07/07/2009 Posted by | Contoh PKM | 3 Komentar

“ROSELLA-C” SIRUP KELOPAK BUNGA ROSELLA BERVITAMIN C

A. JUDUL PROGRAM
“ROSELLA-C” SIRUP KELOPAK BUNGA ROSELLA BERVITAMIN C

B. LATAR BELAKANG
Saat ini, di pasaran banyak beredar jenis minuman yang telah diolah dengan berbagai cara dengan tujuan memberikan variasi dalam menu sehari-hari. Beberapa diantaranya seringkali diberi pewarna untuk menarik konsumen agar mereka membelinya. Salah satu alternatif untuk membuat minuman yang bervitamin tetapi tidak berbahaya bagi tubuh manusia adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) sebagai bahan baku pembuatan minuman.
Salah satu produk konsumtif yang sedang trend dan punya prospek bisnis bagus di tengah krisis ekonomi adalah pembuatan minuman sehat yang terjangkau, misalnya sirup. Dilihat dari proses teknologinya, pembuatan jenis minuman ini masih dapat dikerjakan di dalam laboratorium kampus dan industri rumah tangga (home industri). Di pasaran sudah banyak beredar minuman sehat dalam bentuk cair, serbuk, padat, atau campuran dalam berbagai merek. Namun, harganya relatif mahal dan kurang memperhatikan kesehatan
Selama ini tumbuhan Rosella dikenal sebagai salah satu penghasil serat bermutu, yang bisa dimanfaatkan adalah daun, buah dan bunganya. Sampai saat ini Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) dimanfaatkan kelopak bunganya sebagai bahan pembuatan teh. Saat ini masyarakat Indonesia mulai mengembangkan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) menjadi minuman teh yang sehat dan sambutan konsumen dengan adanya teh dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) tersebut cukup memuaskan.
Dengan adanya teh dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L), maka kemungkinan dibuatnya jenis minuman lain dengan bahan baku kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) semakin besar. Dalam hal ini sirup dapat dijadikan alternative sebagai minuman sehat selain teh Ini dikarenakan sirup dengan bahan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) banyak mengandung vitamin C. Sirup kelopak bunga Rosella juga tidak membahayakan tubuh manusia karena tidak menggunakan bahan pewarna sintetis.
Sirup dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) mempunyai proses produksi yang tidak rumit. Walaupun produk minuman dari bahan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) seperti teh sudah membanjiri pasar, karakteristik konsumen Indonesia yang ingin mencoba minuman menyehatkan dengan bahan dasar yang sama tetapi dalam bentuk yang berbeda seperti sirup memberikan peluang yang menjanjikan. Keistimewaan sirup Rosella, selain mengandung kandungan vitamin cukup tinggi, rasanya pun enak. Daya jual sirup dengan bahan baku kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) di Indonesia dipastikan cukup tinggi karena sirup ini sangat menyehatkan bagi orang yang meminumnya serta tidak membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu berdasarkan uraian diatas maka program ini dilakukan untuk mengetahui alternatif produksi pembuatan sirup dengan bahan baku alami. Kegiatan program ini berjudul “Rosella-C” Sirup Kelopak Bunga Rosella Bervitamin C.

C. RUMUSAN MASALAH
• Bagaimanakah pembuatan sirup bervitamin C dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L)?
• Bagaimana bentuk usaha minuman sirup kelopak bunga rosella yang dapat dikembangkan di kota Malang?
• Bagaimana pelaksanaan dari usaha minuman sirup kelopak bunga Rosella?
• Bagaimana teknik monitoring yang dijalankan unutk memperlancar usaha ini?
• Bagaimanakah pengembangan usaha minuman sirup kelopak bunga Rosella untuk selanjutnya?

D. TUJUAN PROGRAM
Program ini bertujuan untuk
• Terciptanya wahana wirausaha dan ketrampilan bagi mahasisawa FKIP pada umumnya dan khususnya mahasiswa program studi Pendidikan Biologi untuk menghasilkan produk yang berbasis bidang produksi minuman sehat yaitu berupa sirup kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L)
• Bahwa peluang profesi lulusan FKIP hanya dalam profesi guru di sekolah ataupun perguruan tinggi. Tetapi lebih luas lagi mereka dapat menghasilkan produk komersial yang berkualitas berupa minuman menyehatkan yang sangat diperlukan untuk kesehatan masyarakat dan sekaligus sebagai menambah diversifikasi jenis minuman sehat alami.
• Memberikan pengalaman praktis mengelola usaha dibidang produk minuman sehat sehingga mereka memiliki pengalaman manajemen mulai dari proses awal sampai pemasaran produk.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Dari kegiatan ini diharapkan dapat menambah variasi minuman sehat yang ada dalam masyarakat. Selain itu dapat dijadikan alternative minuman sehat karena Rosella-C kaya akan vitamin C dan yang penting mampu bersaing dengan produk-produk minuman bervitamin yang lain.

F. KEGUNAAN PROGRAM
• Aspek ekonomi: pemanfaatan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) sebagai bahan buatan PKMK dapat menambah diversifikasi jenis minuman sehat di pasaran sehingga masyarakat memilki alternatif dengan menyesuaikan kemampuan.
• Aspek akademik: 1) Memberikan kesempatan kepada mahasiswa FKIP UMM mengaplikasikan kegiatan kuliah untuk di angkat kedalam kegiatan kewirausahaan, 2) Menerapkan mata kuliah dari Jurusan Pendidikan Biologi bidang studi kewirausahaan, pengolahan pangan, dan ilmu gizi.
• Aspek ketenagakerjaan: memberikan alternatif lapangan pekerjaan kepada para mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi.

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Pada saat ini di pasaran banyak beredar jenis minuman yang menawarkan beberapa rasa dengan berbagai variasi. Kebanyakan minuman yang beredar adalah minuman yang mengandung zat pewarna dan pemanis. Hal ini menimbulkan keprihatinan karena bahan-bahan aditif tersebut dapat merusak kesehatan manusia. Akan tetapi, saat ini telah banyak muncul minuman yang memanfaatkan bahan-bahan alami misalnya dari bagian-bagian tumbuhan untuk dimanfaatkan sebagai minuman yang menyehatkan. Kota malang yang akan dijadikan sebagai tempat produksi merupakan lokasi yang bisa dijadikan tempat pemasaran dari sirup berbahan baku kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L). Selain itu juga, Malang sebagai lokasi produksi sekaligus pemasaran merupakan daerah yang cocok untuk pengembangan Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L). Pemanfaatan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) sebagai sirup diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal pemenuhan minuman menyehatkan. Kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat menggambarkan tuntutan dasar yang harus dipenuhi. Hal ini menyebabkan para pengusaha minuman bersaing untuk menarik konsumen dengan menawarkan berbagai jenis minuman menyehatkan. Akan tetapi, tidak sedikit diantara mereka yang menggunakan bahan-bahan sintetis hanya untuk menarik keuntungan (profit) semata. Oleh karena itu dengan adanya “Rosella-C” Sirup Kelopak Bunga Rosella Bervitamin C diharapkan bisa menjadi alternative minuman yang menyehatkan dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.
Keadaan umum masyarakat terhadap sirup
Pengobatan alternatif dewasa ini sedang digemari masyarakat. Karena pengobatan ini tidak membutuhkan biaya yang sangat mahal dan tidak menimbulkan efek samping jika dibandingkan dengan menkonsumsi obat-obatan kimia yang banyak beredar dimasyarakat. Seruan dunia kesehatan “back to nature” begitu keras terdengar karena dinilai aman untuk dikonsumsi. Hal ini menyebabkan pengobatan alternatif dan obat-obatan yang berasal dari bahan alam mudah kita jumpai. Salah satunya adalah sirup dengan menggunakan bahan baku kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) yang banyak mengandung vitamin C. Minuman ini dipercaya dapat mengobati beberapa penyakit dan dapat menjaga ketahanan tubuh karena bahan yang digunakan merupakan bahan yang banyak mengandung vitamin C.
Rencana usaha pembuatan sirup dengan bahan baku bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) mempunyai peluang usaha yang bagus untuk dikembangkan lebih jauh. Analisis usaha pembuatan sirup ini meliputi beberapa hal yaitu :
• Produk
Produk sirup dari bahan baku bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) merupakan jenis penemuan maju yaitu menciptakan produk baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Produk ini diperkirakan akan memperoleh sambutan bagus di masyarakat dengan berdasarkan pada produk lain dengan bahan baku yang sama tetapi bentuk yang berbeda yaitu teh. Selain itu juga, produk ini bisa dinikmati oleh masyarakat karena menyehatkan dan tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Dinamakan “ROSELLA-C” karena sirup ini terbuat dari kelopak bunga Rosella yang banyak mengandung vitamin C.
• Promosi
Kegiatan promosi yang dapat dilakukan untuk mengenalkan produk sirup dengan bahan baku bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu :
o Promosi melalui surat kabar yaitu mengenalkan produk dengan menerbitkannya dalam surat kabar sehingga dikenal oleh masyarakat luas.
o Promosi melalui media elektronik yaitu mengenalkan produk dengan menggunakan media elektronik melalui iklan.
• Harga
Produk sirup dengan bahan baku bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) akan ditawarkan kepada masyarakat selaku konsumen dengan harga yang mudah dijangkau oleh masyarakat yaitu Rp. 9.000,-. Hal ini disebabkan karena bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan sirup ini berbahan alami yang dapat diperoleh di alam.
• Tempat
Lokasi produksi pembuatan sirup dengan bahan baku bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) dipusatkan di Kota Malang sebagai tempat pengembangan bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L). Sedangkan untuk saluran distribusinya dilakukan di daerah Malang dan sekitarnya.
Strategi pengembangan usaha
Strategi pengembangan usaha sirup dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) antara lain dapat ditempuh dengan cara:
• Ada upaya sosialisasi pengembangan dan cara pembuatan sirup kelopak bunga Rosella kepada masyarakat petani bunga Rosella khususnya dan petani secara umumnya. Hal ini dimungkinkan karena proses pembuatan sirup yang mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal.
• Mempromosikan produk dalam bentuk multimedia dan mediamasa agar dapat di akses oleh berbagai pihak.
• Untuk meningkatkan daya tawar petani, diperlukan kelembagaan kelompok petani dalam bentuk formal. Pembentukan kelompok hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang lebih demokratis, dilandasi atas kepentingan dan persepsi yang sama diantara petani.
• Berupaya mencari peluang ekspor karena selama ini peluang ekspor sirup belum dilakukan oleh siapapun. Peranan pemerintah daerah maupun pusat dapat memfasilitasinya dengan memberikan kesempatan kepada pengusaha untuk mengikuti pameran-pameran nasional, regional maupun internasional.

Tabel 1. Analisis Usaha Sirup Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L)

A. Investasi
No. Bahan-bahan Jumlah Satuan Total
1.

2. Bahan-bahan:
a. Kelopak bunga Rosella
b. Gula Pasir
Peralatan:
a. Kemasan
b. Labeling
5 Kg

10 Kg

100 botol
100
Rp. 15.000

Rp. 7.000

Rp. . 1.000
Rp. 1.000
Rp. 75.000

Rp. 70.000

Rp. 100.000
Rp. 100.000
Total Biaya Rp. 345.000
B. Biaya Produksi
1.
2. Transport
Komunikasi Rp. 200.000
Rp. 200.000
Total biaya Rp. 400.000
C. Penerimaan
a. Sirup Rosella botol besar 100 botol
@ Rp. 9.000
Rp. 900.000

Jumlah Rp. 900.000
D. Keuntungan C – (A+B)
900.000 – (365.000+400.000)
Rp. 155.000

R O I (Return Of Investment) = Laba Usaha x 100%
Modal Produksi

= Rp. 155.000 x 100 % = 20,3 %
Rp. 765.000

Setelah melakukan pembuatan sirup dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) diharapkan tingkat kehidupan masyarakat kota Malang akan meningkat.

H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Program ini diorientasikan pada studi kelayakan akan usaha pemanfaatan kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) sebagai sirup (minuman bervitamin C), apakah akan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tanpa mengabaikan faktor keamanan pangan dan sekaligus beberapa potensi pengembangan bisnis ini dijadikan kewirausahaan bagi masyarakat luas. Teknis pelaksanaan program adalah lebih menekankan akan diversifikasi atau modifikasi bahan baku dengan bahan penunjang terkait proporsi bahan untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan Sirup kelopak bunga Rosella antara lain:
Alat:
Alat yang digunakan dalam pelaksanaan pembuatan sirup kelopak bunga Rosella ini adalah:

1. Gelas ukur
2. Erlenmeyer
3. Kompor gas
4. Blender
5. Corong
6. Kain Saring
7. Panci email
8. Botol dan tutup botol yang telah steril
9. Autoclave
10. Baskom

Bahan:
Bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pembuatan sirup dari kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) ini adalah:

1. Kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L)
2. Gula pasir
3. Asam sitrat
4. Natrium Benzoat
5. Garam dapur
6. Air

Metode pengolahan
Bagian tumbuhan Rosella (Hibiscus rosa sabdariffa L) yang digunakan sebagai bahan pembuatan sirup adalah kelopak bunganya. Adapun teknik pembuatan sirup dengan bahan baku kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) adalah :
• Melepaskan kelopak bunga Rosella dari tangkainya
• Memotong kelopak bunga Rosella tersebut
• Menghaluskan (memblender) potongan kelopak bunga Rosella sampai halus
• Menambahkan air, asam sitrat, natrium benzoat, gula pasir dan garam dapur.
• Mengaduk bahan-bahan tersebut sampai rata hingga semua bahan tercampurkan.
• Memanaskan bahan-bahan yang telah tercampurkan hingga mendidih dan mengental.
• Menyaring hasilnya ke dalam baskom dan memasukkan ke dalam botol.
• Jika terdapat endapan, maka dapat digunakan sebagai selai.
• Melakukan proses packing (pengemasan) dan labeling.

Bagan Teknik Pembuatan Sirup “ROSELLA-C”

Kelopak bunga

Memotong kelopak bunga

Memblender bahan

Menambahkan air, asam sitrat, natrium benzoate, gula dan garam

Menyaring Mendidihkan hingga agak pekat

Memasukkan ke dalam Menyaring
botol dan menutup rapat

Merebus botol dalam air mendidih Memasukkan hasil ke dalam botol
(mensterilkan) selama ±30 menit

I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Tabel 2. Jadwal Kegiatan Program
Kegiatan Bulan Ke-
1 2 3 4 5
1. Persiapan
 Perijinan X
 Persiapan dan Penetapan lokasi usaha X
 Persiapan alat dan bahan usaha Xx
 Promosi dan strategi pengadaan usaha Xxx
 Evaluasi tahap pertama X
2. Pelaksanaan
 Penjaringan konsumen X xxxx
 Pelayanan dan pemasaran xxx Xx
 Pengembangan usaha dan investasi Xxx Xx
 Evaluasi tahap kedua X
3. Kegiatan Bimbingan
 Pelaporan kegiatan usaha xxx
 Monitoring dengan evaluasi pelaksanaan usaha X
 Pengembangan usaha berdasarkan hasil monitoring Xxx

J. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA
1. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Dwi Utariningsih
b. NIM : 06330029
c. Fakultas/Program Studi : K.I.P/Pendidikan Biologi
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Waktu Untuk Kegiatan PKM : 8 jam/Minggu
3. Anggota Pelaksana I
a. Nama Lengkap : Rita Novita Wijayanthi
b. NIM : 06330037
c. Fakultas/Program Studi : K.I.P/Pendidikan Biologi
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Waktu Untuk Kegiatan PKM : 8 jam/Minggu
3. Anggota Pelaksana II
a. Nama Lengkap : Siti Rahmatullaili
b. NIM : 05330058
c. Fakultas/Program Studi : K.I.P/Pendidikan Biologi
d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
e. Waktu Untuk Kegiatan PKM : 8 jam/Minggu

K. BIODATA DOSEN PENDAMPING
a. Nama Lengkap dan gelar : DR.H.Moch.Agus Krisno B,M.Kes.
b. Golongan Pangkat dan NIP : III/d, Penata Tk I, 104.8909.0118
c. Jabatan Fungsional : Lektor
d. Jabatan Struktural : -
e. Fakultas / Program Studi : FKIP/Pendidikan Biologi
f. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
g. Bidang Keahlian : Biologi
h. Waktu Untuk Kegiatan PKM : 8 jam /minggu

12. RENCANA PEMBIAYAAN
Tabel 3. Estimasi Dana Kegiatan
No Jenis Kegiatan Anggaran
A. Pra Kegiatan
1 Perijinan Rp. 200.000,00
2 Persiapan lokasi dan Sewa Laboratorium Rp. 400.000,00
3 Persiapan Alat dan Bahan Rp. 250.000,00
4 Promosi/publikasi Rp. 700.000,00
5 Pengadaan proposal Rp. 200.000,00
B. Pelaksanaan
1 Kelopak Bunga Rosella (5 kg) @ Rp. 15.000,-
Gula Pasir (10 kg)@ 7.000,-
Minyak gas LPG
Kompor Gas
Peralatan
Labelling (100buah) @ Rp. 1.000,-
Pengemasan (100 botol) @ Rp.1.000 Rp. 75.000,00
Rp. 70.000,00
Rp. 350.000,00
Rp. 600.000,00
Rp. 300.000,00
Rp. 100.000,00
Rp. 100.000,00
2 Transportasi (5 bulan) Rp. 200.000,00
3 Telepon (5 bulan) Rp. 200.000,00
4 Dokumentasi (5 bulan) Rp. 600.000,00
5 Administrasi dan managemen Rp. 500.000,00
C. Laporan
1 Penyusunan Laporan Rp. 300.000,00
2 Penggandaan laporan Rp. 200.000,00
3 Laporan akhir Rp. 350.000,00
Jumlah Rp. 5.065.000,00

M. LAMPIRAN
1. Daftar riwayat hidup ketua dan anggota kelompok
2. Surat pernyataan kesediaan bekerjasama dari pengusaha kecil
3. Denah detail lokasi pengusaha kecil atau mitra kerja

07/07/2009 Posted by | Contoh PKM | 9 Komentar

PENGEMBANGAN RUMAH LOAK SEBAGAI ALTERNATIF PENYEDIAAN KEBUTUHAN MAHASISWA DAN MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS UMM

1. JUDUL PROGRAM
Pengembangan Rumah Loak sebagai Alternatif Penyediaan Kebutuhan Mahasiswa dan Masyarakat Sekitar Kampus UMM

2. LATAR BELAKANG MASALAH
Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu universitas besar di Indonesia, memiliki banyak mahasiswa yang berasal dari berbagai penjuru daerah di nusantara. Fenomena ini dapat dijadikan sebagai peluang untuk berwirausaha. Biasanya, hampir seluruh mahasiswa yang berasal dari luar daerah yang baru masuk ke Malang tidak pernah membawa barang yang termasuk dalam kategori besar dan berat dari daerah asalnya. Misalnya seperti meja, kursi, lemari, rak buku, dan lain-lain. Mereka hanya akan membeli barang-barang tersebut di Malang. Permasalahan muncul ketika mahasiswa-mahasiswa ini telah selesai kuliah dan berniat kembali ke daerahnya masing-masing. Pertanyaan yang mucul adalah akan dikemanakan barang-barang tersebut.
Berdasarkan wawancara informal yang dilakukan oleh penulis terhadap beberapa mahasiswa luar daerah di UMM, terdapat tiga pilihan yang menjadi pertimbangan. Pertama, barang-barang tersebut akan dibawa pulang dengan konsekuensi biaya angkut yang mahal dan tingkat kerepotan yang tinggi. Dengan kata lain, tindakan ini merupakan tindakan yang tidak efektif dan efisien. Pilihan yang kedua adalah mewariskan barang-barang tersebut kepada adik kost. Namun jika dihitung untung dan ruginya, tindakan ini merupakan tindakan yang kurang pas bagi hampir sebagian besar mahasiswa. Hal ini disebabkan barang-barang tersebut masih memiliki nilai ekonomis atau masih layak pakai, bahkan masih memiliki kualitas yang sama dengan barang yang ada di toko/pasar. Pilihan yang ketiga adalah dengan menjual kembali barang-barang tersebut dengan harga yang lebih miring. Permasalahan yang muncul pada pilihan ketiga ini adalah kemana harus menjual barang-barang tersebut. Hal ini disebabkan karena di sekitar kampus UMM, bahkan kampus- jual beli barang bekas layak pakai ini.
Lulusnya mahasiswa lama tentu saja diiringi dengan masuknya mahasiswa baru. Pada masa awal perkuliahan ini, biasanya biaya perkuliahan sangat tinggi. Mahasiswa diharuskan untuk membayar SPP, DPP, pengadaan buku, dan lain-lain. Padahal, mahasiswa baru juga harus memenuhi kebutuhan hidup nya, baik itu berupa biaya tempat tinggal maupun biaya pengadaan perabotan kamar. Fenomena ini tentu dapat dijadikan sebagai peluang berwirausaha, yaitu dengan menyediakan usaha rumah loak di sekitar kampus. Dengan adanya rumah loak ini, mahasiswa lama dapat terbantu dalam menjual barang-barang nya. Bagi mahasiswa baru, usaha rumah loak ini akan sangat membantu dalam mengurangi biaya yang sangat tinggi di awal perkuliahan. Mahasiswa baru dapat memenuhi kebutuhan hidupnya berupa perabot maupun barang elektronik dengan lebih mudah, cepat, dan harga yang lebih miring. Sedangkan bagi masyarakat, usaha ini dapat dijadikan sebagai lapangan pekerjaan.
Pada dasarnya, jual beli barang bekas sudah menjadi bisnis yang menarik di luar negeri. Di Indonesia usaha ini baru dirintis oleh sebagian kecil orang, padahal prospek nya cukup cerah, apalagi jika berada di lingkungan kampus dimana mayoritas mahasiswa lebih berfikir ekonomis, yaitu ingin mendapatkan barang berkualitas bagus dengan harga yang murah. Bertolak dari pemikiran tersebutlah, penulis menilai perlunya keberadaan rumah loak sebagai alternatif penyediaan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus UMM.

3. RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana desain usaha rumah loak yang akan dirancang?
b. Bagaimana sistem usaha yang akan dijalankan?
c. Bagaimana perhitungan hasil usaha nya di lingkungan sekitar kampus UMM?
d. Bagaimana kemungkinan resiko yang akan ditanggung dari usaha ini?
e. Bagaimana bentuk evaluasi pelaksanaannya?

4. TUJUAN PROGRAM
a. Mengembangkan usaha rumah loak di lingkungan sekitar kampus UMM.
b. Membantu mahasiswa lama yang telah lulus untuk menjual barang bekasnya.
c. Membantu mahasiswa baru untuk mendapatkan barang murah dengan kualitas yang masih bagus.
d. Menciptakan lapangan tenaga kerja bagi masyarakat menengah ke bawah sekitar kampus UMM.

5. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Program Kreativitas Mahasiswa ini, diharapkan mampu mengatasi dan membantu mahasiswa baru serta masyarakat umum untuk menyediakan barang-barang bekas yang layak pakai, seperti rak buku, almari, kipas angin, rice cooker, kaca cermin, serta alat-alat yang lain. Selanjutnya usaha ini diharapkan mampu bersaing dengan usaha-usaha lain yang sejenis.

6. KEGUNAAN PROGRAM
6.1 Aspek Ekonomi
Mahasiswa tentu akan sangat terbantu dengan adanya usaha ini. Bagi mahasiswa lama maupun mahasiswa yang telah lulus, mereka tidak perlu lagi bingung mau diapakan barang-barang yang dimiliki. Mereka dapat menjual barang-barang nya tersebut melalui rumah loak ini dengan harga yang pantas. Bagi mahasiswa baru, usaha rumah loak ini dapat membantu mereka memperoleh barang dengan harga yang murah namun masih memiliki kualitas yang bagus/layak pakai.
6.2 Aspek Ketenagakerjaan
Usaha rumah loak ini akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar kampus UMM, khususnya masyarakat golongan menengah ke bawah yang masih belum memiliki pekerjaan. Penulis yakin, usaha ini memiliki prosfek yang cerah sehingga kemungkinan untuk membuka cabang di lingkungan sekitar kampus di Kota Malang sangat besar. Dengan demikian, lapangan kerja baru akan semakin bertambah dan jumlah pengangguran akan semakin berkurang.
6.3 Aspek Sosial
Keberadaan rumah loak ini diharapkan mampu mengatasi masalah sosial yang ada disekitar kampus seperti mengurangi angka pengangguran yang semakin hari semakin meningkat yang disebabkan oleh semakin sempitnya lapangan pekerjaan. Bagi mahasiswa keberadaan rumah loak ini mampu menjembatani kepentingan antara mahasiswa yang telah lulus dengan mahasiswa baru yang membutuhkan barang bekas yang masih layak pakai.

7. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Usaha loak yang umumnya ada saat ini biasanya ditemukan di lorong jembatan atau lorong pasar yang apak, panas, dan berdebu seperti pasar loak Taman Puring atau Jatinegara di Jakarta. Sedangkan usaha rumah loak yang akan dibangun ini merupakan kebalikan dari usaha loak yang ada pada umumnya. Tempat yang disediakan akan disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, yaitu di dekat kampus dan dibuat senyaman mungkin. Barang bekas yang dijual merupakan barang-barang keperluan mahasiswa dengan harga yang terjangkau oleh kantong mahasiswa.
Sistem yang diterapkan dalam usaha ini adalah sistem titip jual, dimana mahasiswa yang ingin menjual barang menitipkan dulu di rumah loak ini. Apabila barang telah terjual, maka akan dipotong komisi sebesar 20% dari harga jual barang. Apabila dalam jangka waktu 3 bulan barang belum laku terjual, maka penitip dikenakan biaya sebesar Rp 4.000,00 sebagai biaya sewa tempat. Usaha ini juga menyediakan jasa angkut barang dengan biaya Rp 2.000,00 untuk jarak maksimal 500 m, dan berlaku kelipatannya.
Di UMM, pelaksanaan wisuda setiap tahunnya diadakan dalam 3 periode. Diasumsikan dalam satu tahun tersebut mahasiswa yang lulus berjumlah 3000 orang dengan jumlah mahasiswa yang berasal dari luar daerah sebesar 1500 orang. Jika 1000 mahasiswa saja akan menitip barangnya dengan nilai nominal Rp 20.000,00 di rumah loak dan laku dalam jangka waktu 3 bulan, maka komisi yang akan diperoleh sebesar Rp 4.000.000,00 (1000 orang x Rp 20.000 x 20%). Padahal komisi tersebut belum ditambahkan dengan biaya angkut dan nominal harga barang di atas Rp 20.000,00.
Dari gambaran di atas maka dapat dilihat bahwa usaha ini sangat memiliki prospek yang cerah, di samping untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa, usaha ini juga merupakan usaha yang baru sehingga kemungkinan untuk berkembang sangat besar. Selain itu, resiko yang ditanggung dari usaha ini hanya sedikit karena barang-barang yang dijual didapatkan dengan sistem titip jual. Artinya kalaupun barang tidak laku, maka hanya mengalami rugi tempat karena tidak bisa ditempati barang lain.

8. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
a. Melakukan pendekatan personal terhadap mahasiswa luar daerah di UMM (teknik mulut ke mulut). Teknik ini merupakan salah satu jenis promosi yang sangat manjur karena akan cepat tersebar di kalangan mahasiswa.
b. Menyebarkan brosur di kost-kostan sekitar kampus UMM.
c. Melakukan pembinaan terhadap mahasiswa yang memiliki ketertarikan dengan usaha yang sejenis.

9. JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Kegiatan Bulan ke-
1 2 3 4 5
1. Persiapan
a. Perijinan x
b. Persiapan dan penetapan lokasi x
c. Persiapan alat dan bahan usaha x x
d. Promosi dan pengadaan usaha x x x
e. Evaluasi tahap pertama x
2. Pelaksanaan
a. Penjaringan konsumen x x x
b. Pelayanan jasa x x x x x x X x
c. Evaluasi tahap kedua x
3. Kegiatan Bimbingan
a. Pelaporan kegiatan usaha x x x
b. Monitoring dengan evaluasi
pelaksanaan usaha x
c. Pengembangan usaha berdasarkan hasil monitoring x x x
10. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA KELOMPOK
Ketua Pelaksana Kegiatan
Nama : Dewi Syahrina
NIM : 04620005
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat Rumah : Perum. Bukit Cemara Tujuh Blok. B No.1
No. Telp/Hp : 081931888021
Waktu untuk PKM : 9 jam

Anggota Pelaksana
1. Nama : Ali Yusuf
NIM : 04620289
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat Rumah : Jl. Tirto Utomo Gg.VI No.16, Dau, Malang
No. Telp/Hp : 081334010414
Waktu untuk PKM : 9 jam

2. Nama : Randy Prima Herlambang
NIM : 04620138
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat Rumah : Jln. Pabrik Es Kasri, Dsn. Besongol, Ds. Sumberejo, Kec. Pandaan, Kab Pasuruan
No. Telp/Hp : 085649505396
Waktu untuk PKM : 9 jam

3. Nama : Desy Ayu Pirmasari
NIM : 04620006
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat Rumah : Jl. Tlogo Mas 15 C No. 10 C
No. Telp/Hp : 081348078571
Waktu untuk PKM : 9 jam

4. Nama : Umar Hadi Triyoso
NIM : 03620253
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat Rumah : Perum Embong Anyar II Blok C 15
No. Telp/Hp : 08124903242
Waktu untuk PKM : 9 jam

11. NAMA DAN BIODATA DOSEN PENDAMPING
Nama Lengkap : Susenohaji, SE, M.Si
NIP : 107.9911.0347
Golongan Pangkat : IIIA/ Penata Muda
Jabatan Fungsional : Asisten Ahli
Jabatan Struktural : Kepala Laboratorium Akuntansi
Fakultas/Jurusan : Ekonomi/ Akuntansi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Bidang Keahlian :Kewirausahaan Masyarakat, Manajemen, dan Akuntansi Sektor Publik
Waktu untuk Kegiatan : 5 jam

12. RENCANA PEMBIAYAAN

No. Jenis Kegiatan Anggaran
A Pra Kegiatan
1 Perizinan Rp 100.000,00
2 Persiapan Lokasi (Sewa tempat 4 bulan) Rp 1.400.000,00
3 Persiapan Alat dan Bahan Rp 1.000.000,00
4 Promosi/Publikasi Rp 300.000,00
5 Pengadaan Proposal dan Seminar Rp 200.000,00
B Pelaksanaan
1 Sewa Mobil Pick Up (4 bulan) Rp 500.000,00
2 Bensin untuk Pick Up Rp 400.000,00
3 Listrik, Air, dan Telpon (4 bulan) Rp 500.000,00
4 Administrasi dan Management Rp 150.000,00
5 Upah Karyawan 2 orang (4 bulan) Rp 800.000,00
C Laporan
1 Penyusunan Laporan Rp 200.000,00
2 Penggandaan Laporan Rp 150.000,00
3 Seminar Rp 300.000,00
Jumlah Rp 6.000.000,00

07/07/2009 Posted by | Contoh PKM | 1 Komentar

Warung “AKTIVIS” sebagai peluang Usaha mahasiswa

A. Latar Belakang

Fenomena “nyangkruk” dan “ngopi” bagi masyarakat bukan menjadi suatu hal yang asing lagi untuk disaksikan dilingkungan sekitar kita. Terlebih bagi para akademisi yang menuntut ilmu di perguruan tinggi atau yang lebih dikenal dengan sebutan mahasiswa. Warung kopi seolah menjadi kampus alternatif bagi para mahasiswa. Dengan segelas kopi seharga dua batang rokok, mahasiswa bisa duduk berjam-jam untuk membicarakan apa saja yang tidak dibatasi oleh dimensi waktu dan ruang kuliah. Mulai dari perhelatan politik kampus, membedah kebijakan universitas yang dipandang tidak berpihak pada mahasiswa, hingga pada persoalan politik-kenegaraan yang sedang menghangat.
Berbeda pada saat diperkuliahan, di Warung Kopi para mahasiswa tidak perlu takut mengeluarkan gagasannya, sebab di warung kopi kebebasan berbicara benar-benar dilindungi. Ancaman nilai, Drop Out, tidak akan mampu menghentikan cangkru’an di warung-warung kopi. Mahasiswa terus melakukan diskusi, pagi, siang, sore, dan bahkan, hingga larut malam, para mahasiswa silih berganti datang ke warung kopi.
Mahasiswa yang biasanya tergabung dalam suatu organisasi yang memiliki satu visi dan misi yang sama biasanya duduk bersama sesuai dengan kelompoknya, para aktivis organisasi ekstra kemahasiswaan duduk menurut organisasinya masing-masing, aktivis lembaga intra semacam HMJ, BEM atau Senat selalu duduk bersama teman seprofesinya, demikian pula pada mahasiswa pecinta alam dan aktivis sanggar. Bahkan tidak ketinggalan turut meramaikan ritual warung kopi adalah vokalis ternama band-band kampus dengan gitaris dan drumernya yang selalu menenteng drum stick kemana-mana.
Namun dalam realita yang sesungguhnya, dari sekian banyak organisasi tersebut sebenarnya terdapat suatu perbedaan idealisme antar organisasi yang menyebabkan adanya persaingan. Persaingan yang sehat akan berdampak positif bagi perkembangan organisasi tersebut. Namun jika persaingan yang terjadi adalah persaingan yang tidak sehat, maka pada titik tertentu bisa berimbas pada terjadinya konflik antar organisasi dan hal tersebut adalah yang sangat disayangkan jika konflik tersebut berujung pada sebuah pertikaian.
Melihat budaya yang menjamur pada mahasiswa aktivis tersebut yang gemar melakukan kegiatannya diwarung kopi mulai dari ngobrol biasa dan diskusi ringan hingga pada rapat organisasi dan bedah buku maka kami berinisiatif untuk membuat suatu “Warung Kopi Aktivis” yang memiliki kekhususan dibanding warung kopi yang lainnya sekaligus mampu sebagai tempat islah antar organisasi.

B. Rumusan Masalah
Pembuatan Warung Kopi Aktifis sebagai peluang usaha Mahasiswa

C. Tujuan Kegiatan
Tujuan utama dari pengadaan warung aktivis ini adalah :
– Melatih jiwa kewirausahaan mahasiswa
– Memberi pemasukan pendapatan bagi mahasiswa
– Melatih jiwa kepemimpinan mahasiswa
Bagi Konsumen
– Sebagai sarana bagi mahasiswa aktivis dan umum untuk bersosialisasi secara positif
– Tempat pengembangan wacana pendidikan dan pemikiran Civitas Akademika dan Khalayak umum
– Sebagai sarana pemersatu (islah) antar organisasi yang berselisih haluan
– Sebagai sarana informasi transformasi antar masyarakat dan mahasiswa

D. Luaran yang di harapkan
Usaha Warung ini selain diharapkan sebagai wirausaha yang menjanjikan juga diharapkan mampu memberi wadah positif bagi mahasiswa aktivis dan umum, selain sebagai tempat pengembangan wacana dan keilmuan bagi mahasiswa, warung aktifis ini diharapkan juga dapat menjadi tempat islah antar organisasi untuk dapat menyatukan semangat menuju pembangunan bangsa yang berkesinambungan.

E. Kegunaan Program
Usaha Warung aktivis ini merupakan ajang bagi para mahasiswa untuk mempraktekkan teori yang selama ini telah di dapatkan dalam perkuliahan. Dapat dikatakan juga sebagai praktek kerja langsung. Pembukaan Warung aktifis ini juga memberikan manfaat kepada mahasiswa umum dan masyarakat yaitu menyediakan sarana dan tempat untuk bersosialisasi dengan relasi mereka.

F. Gambaran Umum Rencana Usaha
Dalam usaha warung “aktifis” ini merupakan sebuah ide yang muncul dengan melihat fenomena pada mahasiswa terutama mahasiswa aktifis yang gemar melakukan aktifitas sosial organisasi diwarung kopi. Aktifitas mahasiswa tersebut meliputi interaksi sosial secara umum seperti hanya sekedar berkumpul, bercanda, aktifitas diskusi ringan mengenai suatu permasalahan sosial atau organisasi, rapat internal organisasi hingga pada kegiatan bedah buku yang dikemas secara sederhana diwarung kopi.
Usaha warung Aktifis ini merupakan usaha dengan modal, tenaga kerja dan fasilitas yang berkapasitas sedang. Bertempat didaerah yang strategis bagi mahasiswa aktivis, mudah dijangkau karena tidak jauh dari kampus. Dalam usaha ini produk yang dihasilkan adalah minuman dan makanan dengan harga yang sesuai dengan kantong mahasiswa. Untuk minuman dalam hal ini adalah kopi, teh, susu, dan minuman dalam kemasan. Untuk penjualan kopi terdapat kekhususan, dimana terdapat berbagai macam kopi tradisional yang telah dikenal oleh masyarakat memiliki cita rasa yang khas. diantaranya :
1. Kopi Gresik
2. Kopi Bali
3. Kopi Blitar
4. Kopi Riau
5. Kopi Madura
Untuk menu makanan, dipilih makanan ringan sebagai teman minum kopi. Hal ini disesuaikan dengan konsep dasar bahwa Kafe ini bukan warung makan tetapi sejenis Warung kopi. Menu makanan ringan yang disajikan antara lain:
1. Ketan
2. Gorengan
3. Mie Instan
4. Roti bakar dengan berbagai rasa.
Karena usaha ini merupakan usaha yang berkapasitas sedang, maka Perlengkapan yang dibutuhkan juga sederhana. Peralatan yang digunakan dalam usaha ini meliputi dispenser, galon air, kompor, alat penggorengan, alat pemanggang roti, gelas piring dan lain lain. Sedangkan personel dalam bisnis ini meliputi 5 orang tenaga kerja yang diantaranya merangkap sebagai divisi pemasaran, operasional, dan keuangan. Karena personel sedapat mungkin diambil dari kalangan mahasiswa kelompok sendiri yang telah berpengalaman dan memilki keahlian dan penguasaan terhadap bidangnya masing-masing. Namun tidak menutup kemungkinan jika pada kondisi selanjutnya terdapat kekurangan personel, maka akan ditambahkan lagi jumla personel dari kalangan mahasiswa aktifis juga.
Dalam Usaha ini terdapat kekhususan yang membedakan warung ini dengan kafe atau warung kopi yang lain, yaitu terdapatnya kegiatan-kegiatan yang mendukung pada pengembangan wacana dan intelektual mahasiwa, diantaranya:
– Adanya bedah buku dengan mengundang penulisnya langsung dalam waktu sebulan sekali
– Diskusi sosial tentang fenomena sosial yang sedang hangat terjadi dengan mengundang pemateri yang ahli dibidangnya
– Dialog akademik dengan tokoh-tokoh pendidikan atau mahasiswa antar kampus
– Adanya pemutaran film-film dan diskusi dalam satu kali dalam seminggu
– Pengadaan koran tiap hari
– Pemutaran lagu-lagu pergerakan (umum), lagu-lagu perjuangan indonesia dan lagu-lagu hiburan.

G. Metode Pelaksanaan Program
I. Tahap Persiapan
Pada tahapan ini meliputi ;
a. Pengkondisian team
b. Pembagian job description dan job specification pada masing-masing anggota team dan anggota perbantuan. Termasuk disini adalah pada team khusus yang bertugas pada persiapan kegiatan khusus di warung aktifis.
c. Persiapan segala keperluan termasuk bahan jual dan perlengkapan dapur
d. Pengkondisian tempat dan penataan fisik
e. Pengkondisian mesin dan peralatan

II. Tahap Publikasi dan Pemasaran
Publikasi dan pemasaran dilakukan melalui :
a. Media Brosur
b. Metode Personal Selling
c. Melalui Hubungan Kemasyarakatan

III. Tahap Pelaksanaan Program dan Evaluasi
Pelaksanaan program dilakukan secara terorganisir dan melakukan evaluasi harian dan mingguan guna melakukan analisis baik dari factor internal team maupun analisis kompetitor yang kemungkinan muncul. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengevaluasi guna mempertahankan keunggulan bersaing dengan menonjolkan kelebihan-kelebihan yang menjadikan warung aktifis ini berbeda dengan warung yang lain.

H. Jadwal Kegiatan

Tahap Jenis kegiatan Rincian kegiatan
I PERSIAPAN Pengkondisian Team
Pembagian job description dan job specification pada masing-masing anggota team dan anggota perbantuan

Persiapan segala keperluan termasuk bahan jual dan perlengkapan dapur
Pengkondisian tempat dan penataan fisik
Pengkondisian mesin dan peralatan
II Publikasi dan Pemasaran Pembuatan media brosur di berbagai kampus dan kesekretariatan organisasi, sosialisasi warung aktifis pada mahasiswa secara person to person melalui anggota team yang juga anggota suatu organisasi
III Pelaksanaan Program dan Evaluasi Pelaksanaan Program sekaligus melakukan evaluasi, analisis kompetitor dan rencana tindak lanjut pada tiap minggunya untuk peyelenggaraan kegiatan-kegiatan khusus yang dilakukan di warung aktifis.
Keterangan

- Pada tiap tahapan dilakukan secara terorganisir, bekerja secara individual sesuai dengan job des dan job spec masing-masing namun tetap kolektif untuk kemajuan bersama.
– Pada tahapan I dan II memerlukan waktu satu minggu (7 Hari), selanjutnya dilakukan pelaksanaan program
– Pada tahapan pelaksanaan program, tidak menutup kemungkinan untuk dadakan perubahan sesuai dengan kondisi yang dihadapi pada saat pelaksanaan program.

Jadwal Pelaksanaan

No Bulan ke
1 2 3 4
01 Persiapan Pengkondisian tim X
Pembagian job des dan Job Spec X
Persiapan keperluan perlengkapan X
Pengkondisian tempat X
02 Publikasi Publikasi X X X X
03 Pelaksanaan X X X
04 Evaluasi X X X

I. Nama dan Biodata Ketua dan Anggota

Ketua Kelompok
Nama : Devi Marlian Suciati
TTL : Bandung, 29 September 1986
NIM : 04810005
Fakultas : Psikologi
Alamat di Malang : Perum Landung Sari Asri Blog G No. 31 Malang.
Alamat Asli : Jl. Pinus no 6 Tangkerang Utara, Pekanbaru Riau
No telp/HP : 081334415592

Riwayat Pendidikan :
o SD 016 Sekip, Pekanbaru Riau
o SLTP N10 Pekanbaru Riau
o SMU N8 Pekanbaru Riau

Riwayat Organisasi :
– OSIS SLTP 10 periode 1998-1999
– Ikatan Mahasiswa Riau

Anggota Kelompok
Nama : Herlina Kurnia Astuti
TTL : Gresik, 29 Agustus 1986
NIM : 04810094
Fakultas : Psikologi
Alamat di Malang : Tlogomas Gg. 15B No. 03 Malang.
Alamat Asli : Jl. Rambe No. 69 Gumeno Manyar Gresik
No telp/HP : 081803881521
Email : lyna_re@yahoo.com

Riwayat Pendidikan :
o MI Nurul Ulum Gumeno Gresik
o SLTP YP Sunan Dalem Gumeno Gresik
o SMU N 1 Cerme Gresik
o Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang
Riwayat Organisasi :
 OSIS SLTP (1998-1999)
 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Muhammadiyah Malang
 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’
 Sekretaris Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi (2005-2006)
 Pemimpin Umum Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Psikologi UMM (2006-2007)

Aktifitas non Akademik
 Peserta Sekolah Masyarakat Sipil (SMS) kota Malang yang diselenggarakan oleh yayasan Averroes Malang
 Pendamping Pelatihan Pengembangan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) Universitas Muhammadiyah Malang

Nama : M. Khairul Muannam
TTL : Blitar, 09 September 1987
NIM : 05120006
Fakultas : Agama Islam/ Syariah
Alamat di Malang :.Jl Tirto Utomo Gg 8 no 159 b
Alamat Asli : Sidorejo Ponggok Blitar
No telp/HP : 0813345279

Riwayat Pendidikan :
o MIN Sidorejo Blitar
o MTSN 1 Sidorejo Blitar
o MA Maarif Udan Awu
o Fakultas Agama Islam UMM
Riwayat Organisasi :
 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Muhammadiyah Malang
 Seekretaris Umum Anak Cabang Ponggook Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’
 Ketua Bidang Minat Bakat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (2005-2006)
 Staf Mentri dalam negri BEM UMM (2007-2008)

Nama : Abdul Karim Abraham
TTL : Blitar, 09 September 1987
NIM : 06260083
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Alamat di Malang :.Jl Tirto Utomo Gg 8 no 159 B
Alamat Asli : Singaraja Bali
No telp/HP : 0813345279
Riwayat Pendidikan :
o SDN 6 Pejakatan
o SMP Ibrahimi Situbondo
o MA Nurul Hikam Situbondo
o Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Malang
Riwayat Organisasi :
 Ikatan Santri Salafiyah Syafiiyah IKSASS BALI
 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Muhammadiyah Malang
 Sekretaris Mentri departemen sosial dan ekonomi BEM UMM (2007-2008)
J. Nama dan Biodata Dosen Pendamping

Nama : Siti Maimunah, S. Psi
Tempat/Tgl lahir : Malang, 20 Mei 1977
Alamat
a. Rumah : Jl. Candi III E/ 147
Telp : 081.2330.6297
b. Kantor : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.
Jl. Tlogomas 246 Malang
Telp: 0341-464318 Psw.170

Riwayat Pendidikan :
1. Program S2 : Magister Sumber Daya Manusia
2. Program S1 : Psikologi

Riwayat Pekerjaan :
– Dosen Kopertis Wilayah VII/ Jawa Timur

Penelitian / Karya tulis :
– Perbedaan perilaku lekat anak antara ibu yang bekerja dan yang tidak bekerja
– Hubungan antara IQ, EQ, & SQ dengan gaya kepemimpinan
– Kecemasan ibu hamil menjelang persalinan pertama

K. Anggaran Biaya

No Jenis Pengeluaran Rincian jumlah
1 Sewa Tempat Rp. 3.000.000
2 Perlengkapan Tempat
Karpet plastik 25 meter Rp. 13.000 Rp. 325.000
Wearles 1 buah Rp. 125.000
Meja mini 35 buah Rp. 10.000 Rp. 350.000
3 Perlengkapan dapur
Kompor biasa, kompor Gas
dan elpiji 1 buah
Rp. 450.000
Dispenser 2 buah Rp. 75.000 Rp.150.000
galon air 2 buah Rp. 25.000 Rp. 50.000
Alat penggorengan 2 buah Rp. 20.000 Rp. 40.000
Alat pemanggang roti 1 buah Rp. 50.000 Rp. 50.000
Panci 2 buah Rp. 15.000 Rp. 30.000
Gelas 30 buah Rp. 2000 Rp. 60.000
Cangkir kopi 50 buah Rp. 2000 Rp.100.000
Piring plastik 50 buah Rp. 1500 Rp. 75.000
Mangkok 50 buah Rp. 2000 Rp.100.000
3 Belanja awal bahan
Kopi Gresik 2 Kg Rp. 35.000 Rp. 70.000
Kopi Blitar 1 Kg Rp. 35.000 Rp. 35.000
Kopi Bali 1 Kg Rp. 40.000 Rp. 40.000
Kopi Madura 1 Kg Rp. 40.000 Rp. 40.000
Kopi Riau 1 Kg Rp. 50.000 Rp. 50.000
Kopi nescafe 20 bks Rp. 700 Rp. 14.000
Kopi capucino 12 bks Rp. 800 Rp. 9.600
Susu 2 kaleng Rp. 7000 Rp. 14.000
Teh 2 bks Rp. 2500 Rp. 5.000
Roti tawar 3 dus Rp. 7000 Rp. 21.000
Pisang Rp. 10.000
Mie instan 2 dus Rp. 25.000 Rp. 50.000
Ketan 1 Kg Rp. 15.000 Rp. 15.000
4 Publikasi
Pamflet 1 Rim .
Rp. 200.000
5 Lain-lain
Minyak goreng 5 Kg Rp. 7000 Rp. 35.000
Gas elpiji 1 buah Rp. 60.000000 Rp. 60.000
Sabun cuci 1 buah Rp. 4300
Serbet 35 buah Rp. 1000 Rp. 35.000
Taplak meja plastik 40 buah Rp. 1500 Rp. 60.000
Tempat tissue 7 buah Rp. 2500 Rp. 17.500
Langganan koran
(kompas & jawa pos) 1 bulan Rp. 50.000 Rp. 100.000
Buku bacaan Rp. 100.000
Fee pemateri Rp. 100.000
Jumlah Pengeluaran Rp. 6.000.000

L. Lampiran
Lampiran 1
1. Perencanaan Kegiatan
1. Proses produksi
Usaha ini melayani konsumen sesuai dengan pesanan yang masuk. Sebelumnya kami sudah menyediakan daftar menu yaitu segala macam sajian yang kami tawarkan dimana kami juga menyertakan rincian harganya. Dari situ, konsumen dapat lansung memilih dan memesan sesuai selera dan sesuai dengan keadaan kantong.
2. Penataan fisik
Tata letak yang kami tawarkan didasarkan pemikiran bahwa penjualan yang terjadi bervariasi tergantung sejauh mana produk dapat menarik perhatian konsumen. Oleh sebab itu, kami mencoba untuk menampilkan produk yang kami miliki dalam bentuk display,karena semakin banyak display dapat dipastikan bahwa konsumen akan tertarik
3. Mesin dan Perlatan
Peralatan yang kami gunakan meliputi:
1. dipenser
2. galon air mineral
3. kompor
4. alat-alat penggorengan
5. gelas
6. piring dan lain-lain

2. Rencana Pemasaran
Harga
Sesuai dengan target pasar yang ingin dicapai,maka harga yang diberikan disesuaikan dengan keadaan kantog para konsumen, artinya murah, meriah tetapi tetap mengutamakan kualitas. Adapun daftar menu dan rincian harganya adalah sebagai berikut:
a. Aneka Minuman
1. Aneka Kopi Spesial
– Kopi Gresik Rp. 1700
– Kopi Bali Rp. 1700
– Kopi Blitar Rp. 1700
– Kopi Riau Rp. 1700
– Kopi Madura Rp. 1700
– Kopi Hitam Rp. 1500
2. Aneka Teh
– Teh Tawar Rp. 700
– Teh Manis Rp. 1000
– Teh Hijau Rp. 1200
– Teh Jahe Rp. 1200

3. Aneka Susu
– Susu putih Rp. 1700
– Susu Coklat Rp. 1700
4. Lain-lain
– STMJ Rp. 3500
– Teh Susu Rp. 2200
– Kopi Jahe Rp. 1700

b. Aneka Makanan
1. Roti Bakar aneka Rasa Rp. 2500
2. Pisang Bakar Rp. 1500
3. Aneka Mie
– Mie Kuah Rp. 2300
– Mie Goreng Rp. 2300
– Mie Goreng Spesial Rp. 3000
4. Aneka Gorengan
– Pisang Goreng Rp. 250
– Roti Goreng Rp. 250
– Molen Rp. 100
– Tempe& Tahu Goreng petis Rp. 250

3. Perencanaan Produksi
a. Proses produksi
Bisnis ini melayani konsumen sesuai dengan pesanan yang masuk. Sebelumnya kami sudah menyediakan daftar menu yaitu segala macam sajian yang kami tawarkan diman kami juga menyertakan rincian harganya. Dari situ, konsumen dapat lansung memilih dan memesan sesuai selera dan keadaan kantong.
b. Penataan fisik
Tata letak yang kami tawarkan didasarkan pemikiran bahwa penjualan yang terjadi bervariasi tergantung sejauh mana produk dapat menarik perhatian konsumen. Oleh sebab itu, kami mencioba untuk menampilkan produk yang kami miliki dalam bentuk display,karena semakin banyak display dapat dipastikan bahwa konsumen akan tertarik
c. Rencana pemasaran
1. Harga
Sesuai dengan target pasar yang ingin dicapai,maka harga yang diberikan disesuaikan dengan keadaan kantog para konsumen, artinya murah, meriah tetapi tetap mengutamakan kualitas.
2. Ramalan produk
Proyeksi penjualan dan harga jual pada bulan pertama akan mendapatkan keuntungan
Dengan prediksi bahwa pada tiap harinya akan terdapat minimal 60 pengunjung., maka pada satu bulan terdapat 1800 pengunjung.

Berikut ini adalah Kertas Kerja dalam melakukan perhitungan keuangan dan ekonomi:

Proyeksi penjualan dan harga jual kopi biasa
Bulan Kuantitas(gelas) Hrg jual/gelas Total
1 300 Rp. 1.500 Rp. 450.000
2 300 Rp. 1.500 Rp. 450.000
3 300 Rp. 1.500 Rp. 450.000
4 300 Rp. 1.500 Rp. 450.000

Proyeksi penjualan dan harga jual kopi “khas”
Bulan Kuantitas(gelas) Hrg jual/gelas Total
1 400 Rp. 1.700 Rp. 680.000
2 400 Rp. 1.700 Rp. 680.000
3 400 Rp. 1.700 Rp. 680.000
4 400 Rp. 1.700 Rp. 680.000

Proyeksi dan harga jual mie instant
Bulan Kuantitas Hrg jual Total
1 600 Rp. 2.300 Rp. 1.380.000
2 600 Rp. 2.300 Rp. 1.380.000
3 600 Rp. 2.300 Rp. 1.380.000
4 600 Rp. 2.300 Rp. 1.380.000

Proyeksi dan harga jual Roti bakar
Bulan Kuantitas Hrg jual Total
1 50 Rp. 2.500 Rp. 125.000
2 50 Rp. 2.500 Rp. 125.000
3 50 Rp. 2.500 Rp. 125.000
4 50 Rp. 2.500 Rp. 125.000

Proyeksi dan harga jual Gorengan
Bulan Kuantitas Hrg jual Total
1 1500 Rp. 250 Rp. 375.000
2 1500 Rp. 250 Rp. 375.000
3 1500 Rp. 250 Rp. 375.000
4 1500 Rp. 250 Rp. 375.000

Dari perhitungan proyeksi tersebut, pendapatan kotor pada bulan pertama adalah Rp.3.010.000. jika di kalkulasikan selama 4 bulan maka pendapatan yang akan diperoleh adalah Rp 12.040.000.

3. Rencana Pengorganisasian

Oleh karena skala dalam usaha ini tergolong sedang, maka sistem pengorganisasian dilakukan dengan sederhana. Struktur organisasi yang ada dalam warung adalah sebagai berikut :

Pembagian tugas masing – masing bagian, terdiri sebagai berikut:

1. Pemimpin warung
Pengambilan keputusan utama dalam Warung
2. Divisi pemasaran
Membuat strategi pemasaran dan promosi serta bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rencana pemasaran dan promosi.
3. Divisi operasional
Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasional Dejavu, termasuk didalamnya peralatan dan perlengkapan operasional,serta menu.
4. Divisi keuangan
Bertugas membuat sistem dan laporan keuangan serta melakukan pencatatan terhadap aliran kas masuk dan keluar.

Pada proses pelaksanaannya, semua pihak juga turut membantu pelaksanaan proses operasional. Jika pada perkembangan selanjutnya dirasa terdapat kekurangan tenaga kerja, maka kami akan mencari tenaga kerja tambahan.

07/07/2009 Posted by | Contoh PKM | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 945 pengikut lainnya.