BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

Pada handout ini akan dibahas mengenai hal-hal berikut:
 Konsep dasar model-model pembelajaran
 Model interaksi sosial
 Model pemrosesan informasi
 Model Personal (Personal Models)
 Model Modifikasi Tingkah Laku (Behavioral)

4.1 Konsep Dasar Model-Model Pembelajaran
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain (Joyce, 1992). Selanjutnya Joyce menyatakan bahwa setiap model pembelajaran mengarah kepada desain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

Soekamto, dkk (dalam Nurulwati, 2000) mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah: “Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.” Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Eggen dan Kauchak bahwa model pembelajaran memberikan kerangka dan arah bagi guru untuk mengajar.

Joyce & Weil (1992) berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk mernbentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efesien untuk mencapai tujuan pendidikan.

Model pembelajaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
• Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari para ahli tertentu. Sebagai contoh, model penelitian kelompok disusun oleh Herbert Thelen dan berdasarkan teori John Dewey. Model ini dirancang untuk melatih partisipasi dalam kelompok secara demokratis.
• Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu. Misalnya model berfikir induktif dirancang untuk mengembangkan proses berfikir induktif.
• Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar di kelas. Misalnya model Synectic dirancang untuk memperbaiki kreativitas dalam pelajaran mengarang.
• Memiliki bagian-bagian model dalam pelaksanaan, yaitu: (1) urutan langkah-langkah pembelajaran(syntax), (2) adanya prinsip-prinsip reaksi, (3) sistem sosial, dan (4) sistem pendukung. Keempat bagian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan melaksanakan suatu model pembelajaran.
• Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak tersebut meliputi: (1) dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur dan (2) dampak pengiring, yaitu hasil belajar jangka panjang.
• Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedomaan model pembelajaran yang dipilihnya

Para ahli menyusun model pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan, teori-¬teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisis sistem, atau teori-teori lain (Joyce & Weil, 1992), Lebih lanjut Joyce & Weil mempelajari model-model pembelajaran berdasarkan teori belajar yang dikelompokkan menjadi empat model pembelajaran; 1. model interaksi sosial, 2. model pemrosesan informasi, 3. model personal (personal models), dan 4. model modifikasi tingkah laku (behavioral)

4.2 Model Interaksi Sosial
Model interaksi sosial menekankan pada hubungan personal dan sosial kemasyarakatan diantara peserta didik. Model tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan peserta didik. untuk berhubungandengan orang lain, terlibat dalam proses-proses yang demokratis dan bekerja secara produktif dalam masyarakat. Model ini didasari oleh teori belajar Gestalt (field-theory). Model interaksi sosial menitikberatkan pada hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat (learning to life to¬gether). Teori pembelajaran

Gestalt dirintis oleh Max Wertheimer (1912) bersama dengan Kurt Koffka dan W. Kohler. Mereka mengadakan eksperimen mengenai pengamatan visual dengan fenomena fisik. Percobaannya yang dilakukan memproyeksikan titik-titik cahaya (keseluruhan lebih penting dari pada bagian).
Pokok pandangan Gestalt adalah objek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai suatu keseluruhan yang terorganisasikan. Makna suatu objek/peristiwa adalah terletak pada keseluruhan bentuk (Gestalt) dan bukan bagian-bagiannya. Pembelajaran akan lebih bermakna bila materi diberikan secara utuh bukan bagian-bagian.

Aplikasi teori Gestalt dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.
• Pengalaman insight. Dalam proses pembelajaran peserta didik hendaknya memiliki kemampuan insight yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu objek. Guru hendaknya mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah dengan insight.
• Pembelajaran yang bermakna. Kebermaknaan unsur-unsur yang terkait dalam suatu objek akan menunjang pembentukan pemahaman dalam proses pembelajaran. Content yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas baik bagi dirinya maupun bagi kehidupannya di masa yang akan datang.
• Perilaku bertujuan. Perilaku terarah pada suatu tujuan. Perilaku di samping ada kaitan dengan SR-bond, juga terkait erat dengan tujuan yang hendak dicapai. Pembelajaran terjadi karena peserta didik memiliki harapan tertentu. Oleh sebab itu, pembelajaran akan berhasil bila peserta didik mengetahui tujuan yang akan dicapai.
• Prinsip ruang hidup (Life space). Prinsip ini dikembangkan oleh Kurt Lewin (teori medan field theory). Prinsip ini menyatakan bahwa perilaku peserta didik terkait dengan lingkungan/medan tempat ia berada. Materi yang disampaikan hendaknya memiliki kaitan dengan situasi lingkungan tempat peserta didik berada (CTL).

Model interaksi sosial ini mencakup strategi pembelajaran sebagai berikut.
• Kerja Kelompok bertujuan mengembangkan keterampilan berperan serta dalam proses bermasyarakat dengan cara mengembangkan hubungan interpersonal dan discovery skill dalam bidang akademik.
• Pertemuan kelas bertujuan mengembangkan pemahaman mengenai diri sendiri dan rasa tanggungjawab baik terhadap diri sendiri maupun terhadap kelompok.
• Pemecahan masalah sosial atau Inquiry Social bertujuan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah-masalah sosial dengan cara berpikir logis.
• Model laboratorium bertujuan untuk mengembangkan kesadaran pribadi dan keluwesan dalam ¬kelompok.
• Bermain peran bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik menemukan nilai-nilai sosial dan pribadi melalui situasi tiruan.
• Simulasi sosial bertujuan untuk membantu peserta didik mengalami berbagai kenyataan sosial serta menguji reaksi mereka.

Tabel 4.4 Rumpun Model Interaksi Sosial
No Model Tokoh Tujuan
1. Penentuan Kelompok Herbert Telen
& John Dewey • Perkembangan keterampilan untuk partisipasi dalam proses sosial demokratis
• Aspek perkembangan pribadi merupakan hal yang penting dalam model ini
2. Inkuiri Sosial Byron Massialas & Benjamin Cox • Pemecahan masalah sosial, terutama melalui penemuan sosial dan penalaran logis
3. Metode Laboratori Bethel Maine (National Teaching Laboratory) • Perkembangan keterampilan antar pribadi dan kelompok melalui kesadaran dan keluwesan pribadi
4. Jurisprudensial Donald Oliver & James P. Shaver • Dirancang terutama untuk mengajarkan kerangka acuan jurisprudensial sebagai cara berfikir dan penyelesaian isu-isu sosial.
5. Bermain Peran Fainnie Shatel & George Fhatel • Dirancang untuk mempengaruhi peserta didik agar menemukan nilai-nilai pribadi dan sosial.
• Perilaku dan nilai-nilainya diharapkan peserta didik menjadi sumber bagi penemuan berikutnya.
6. Simulasi Sosial Sarene Bookock & Harold Guetzkov • Dirancang untuk membantu peserta didik mengalami bermacam-macam proses dan kenyataan sosial, dan untuk menguji reaksi mereka, serta untuk memperoleh konsep keterampilan pembuatan keputusan

4.3 Model Pemrosesan Informasi
Model pemrosesan informasi ditekankan pada pengambilan, penguasaan, dan pemrosesan informasi. Model ini lebih memfokuskan pada fungsi kognitif peserta didik.

Model ini didasari oleh teori belajar kognitif (Piaget) dan berorientasi pada kemampuan peserta didik memproses informasi yang dapat memperbaiki kemampuannya. Pemrosesan Informasi merujuk pada cara mengumpulkan/menerima stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep, dan menggunakan simbol verbal dan visual. Teori pemrosesan informasi/kognitif dipelopori oleh Robert Gagne (1985). Asumsinya adalah pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil komulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi yang kemudian diolah sehingga menghasilkan output dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi interaksi antara kondisi internal (keadaan individu, proses kognitif) dan kondisi-kondisi eksternal (rangsangan dari lingkungan). Interaksi antar keduanya akan menghasilkan hasil belajar. Pembelajaran merupakan keluaran dari pemrosesan informasi yang berupa kecakapan manusia (human capitalities) yang terdiri dari: (1) informasi verbal, (2) kecakapan intelektual, (3) strategi kognitif, (4) sikap, dan (5) kecakapan motorik.

Robert M. Gagne mengemukakan ada delapan fase proses pembelajaran. Kedelapan fase itu sebagai berikut.
• Motivasi yaitu fase awal memulai pembelajaran dengan adanya dorongan untuk melakukan suatu tindakan dalam mencapai tujuan tententu (motivasi intrinsik dan ekstrinsik).
• Pemahaman yaitu individu menerima dan memahami Informasi yang diperoleh dari pembelajaran. Pemahaman didapat melalui perhatian.
• Pemerolehan yaitu individu memberikan makna/mempersepsi segala Informasi yang sampai pada dirinya sehingga terjadi proses penyimpanan dalam memori peserta didik.
• Penahanan yaitu menahan informasi/hasil belajar agar dapat digunakan untuk jangka panjang. Hal ini merupakan proses mengingat jangka panjang.
• Ingatan kembali yaitu mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpan, bila ada rangsangan
• Generalisasi yaitu menggunakan hasil pembelajaran untuk keperluan tertentu.
• Perlakuan yaitu perwujudan perubahan perilaku individu sebagai hasil pembelajaran
• Umpan balik yaitu individu memperoleh feedback dari perilaku yang telah dilakukannya.
Ada sembilan langkah yang harus diperhatikan guru di kelas dalam kaitannya dengan pembelajaran pemrosesan informasi.
• Melakukan tindakan untuk menarik perhatian peserta didik
• Memberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran dan topik yang akan dibahas
• Merangsang peserta didik untuk memulai aktivitas pembelajaran
• Menyampaikan isi pembelajaran sesuai dengan topik yang telah dirancang
• Memberikan bimbingan bagi aktivitas peserta didik dalam pembelajaran
• Memberikan penguatan pada perilaku pembelajaran
• Memberikan feedback terhadap perilaku yang ditunjukkan peserta didik
• Melaksanakan penilaian proses dan hasil
• Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya dan menjawab berdasarkan pengalamannya

Model Proses Informasi meliputi beberapa pendekatan/strategi pembelajaran di antaranya sebagai berikut.
• Mengajar induktif, yaitu untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan membentuk teori
• Latihan inquiry, yaitu untuk mencari dan menemukan informasi yang memang diperlukan
• Inquiry keilmuan, yaitu bertujuan untuk mengajarkan sistem penelitian dalam disiplin ilmu, diharapkan dapat memperoleh pengalaman dalam domain-domain disiplin ilmu lainnya.
• Pembentukan konsep, yaitu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir individu mengembangkan konsep dan kemampuan analisis.
• Model pengembangan, bertujuan untuk mengembangkan intelegensi umum, terutama berfikir logis, aspek sosial dan moral.
• Advanced Organizer Model yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan memproses informasi yang efesien untuk menyerap dan menghubungkan satuan ilmu pengetahuan secara bermakna

Implikasi teori belajar kognitif (Piaget) dalam pembelajaran diantaranya seperti di bawah ini.
 Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru hendaknya menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. Anak akan dapat belajar dengan baik apabila ia mampu menghadapi lingkungan dengan baik.
 Guru harus dapat membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan belajar sebaik mungkin (fasilitator, ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani).
 Bahan yang harus dipelajari hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing dan berilah peluang kepada anak untuk belajar sesuai dengan tingkat perkembangannya.

 Di kelas, berikan kesempatan pada anak untuk dapat bersosialisi dan berdiskusi sebanyak mungkin.

Tabel 4.5 Rumpun Model Pemrosesan Informasi
No. Model Tokoh Tujuan
1. Model Berfikir Induktif Hilda Taba • Dirancang untuk pengembangan proses mental induktif dan penalaran akademik atau pembentukan teori.
2. Model Latihan Inkuiri Richard Suchman • Dirancang untuk mengajar peserta didik menghadapi penalaran kausal dan untuk lebih fasih serta tepat dalam mengajukan pertanyaan, membentuk konsep, dan hipotesis.
• Model ini pada mulanya digunakan dalam sains, tetapi kemampuan-kemampuan ini berguna untuk tujuan-tujuan pribadi dan sosial.
3. Inkuiri Ilmiah Joseph J. Schwab • Dirancang untuk mengajarkan sistem penelitian dari suatu disiplin, tetapi juga diharapkan mempunyai efek dalam kawasan-kawasan lain (metode-metode sosial mungkin diajarkan dalam upaya meningkatkan pemahaman sosial dan pemecahan masalah sosial).
4 Penemuan Konsep Jerome Bruner • Dirancang terutama untuk mengembangakan penalaran induktif, dan perkembangan dan analisis konsep.
5 Pertumbuhan Kognitif Jean Piaget Irving Sigel Edmund Sulivan Lawrence Kohlberg • Dirancang untuk meningkatkan perkembangan intelektual, terutama penalaran logis, dan dapat diterapkan pada perkembangan sosial dan moral.
6 Model Penata Lanjutan David Ausubel • Dirancang untuk meningkatkan efisiensi kemampuan pemrosesan informasi untuk menyerap dan mengaitkan bidang-bidang pengetahuan.
7 Memori Harry Lorayne Jerry Lucas • Dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengingat.

4.4 Model Personal (Personal Models)
Model personal menekankan pada pengembangan konsep diri setiap individu. Hal ini meliputi pengembangan proses individu dan membangun serta mengorganisasikan dirinya sendiri. Model memfokuskan pada konsep diri yang kuat dan realistis untuk membantu membangun hubungan yang produktif dengan orang lain dan lingungannya.

Model ini bertitik tolak dari teori Humanistik, yaitu berorientasi pada pengembangan individu. Perhatian utamanya pada emosional peserta didik dalam mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya. Model ini menjadikan pribadi peserta didik mampu membentuk hubungan harmonis serta mampu memproses informasi secara efektif. Tokoh humanistik adalah Abraham Maslow (1962), R. Rogers, C. Buhler dan Arthur Comb. Menurut teori ini, guru harus berupaya menciptakan kondisi kelas yang kondusif, agar peserta didik merasa bebas dalam belajar mengembangkan dirin baik emosional maupun intelektual. Teori humanistik timbul sebagai cara untuk memanusiakan manusia. Pada teori humanistik ini, pendidik seharusnya berperan sebagai pendorong bukan menahan sensivitas peserta didik terhadap perasaanya. Implikasi teori ini dalam pendidikan adalah sebagai berikut.
• Bertingkah laku dan belajar adalah hasil pengamatan.
• Tingkahlaku yang ada dapat dilaksanakan sekarang (learning to do).
• Semua individu memiliki dorongan dasar terhadap aktualisasi diri.
• Sebagian besar tingkahlaku individu adalah hasil dari konsepsinya sendiri.
• Mengajar adalah bukan hal penting, tapi belajar bagi peserta didik adalah sangat penting.
• Mengajar adalah membantu individu untuk mengembangkan suatu hubungan yang produktif dengan lingkungannya dan memandang dirinya sebagai pribadi yang cakap.

Model pembelajaran personal ini meliputi strategi pembelajaran sebagai berikut.
• Pembelajaran non-direktif, yaitu bertujuan untuk membentuk kemampuan dan perkemban pribadi (kesadaran diri, pemahaman, dan konsep diri).
• Latihan kesadaran, yaitu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal atau kepada peserta didik.
• Sinetik, yaitu untuk mengembangkan kreativitas pribadi dan memecahkan masalah secara kreatif
• Sistem konseptual, yaitu untuk meningkatkan kompleksitas dasar pribadi yang luwes.

Tabel 4.6 Rumpun Model Personal

No. Model Tokoh Tujuan
1. Pengajaran non-Directif Carl Rogers • Menekankan pada pembentukan kemampuan untuk perkembangan pribadi dalam arti kesadaran diri, pemahaman diri, kemandirian dan konsep diri.
2. Latihan Fritz Perls Willian Schutz • Meningkatkan kemampuan seseorang untuk kesadaran eksplorasi diri dan
• Banyak menekankan pada perkembangan kesadaran dan pemahaman antarpribadi
3. Sinerktik William Gordon • Mengembangkan pribadi dalam kreativitas dan pemecahan masalah kreatif
4. Penemuan Konsep Jerome Bruner • Sistem-sistem David Hun dirancang untuk meningkatkan kekomplekan Konseptual dan keluwesan pribadi.
5. Pertemuan Kelas Willian Glasser • Mengembangkan pemahaman diri dan tanggung jawab kepada diri sendiri serta kelompok sosial.

4.5 Model Modifikasi Tingkah Laku (Behavioral)
Model behavioral menekankan pada perubahan perilaku yang tampak dari peserta ddik sehingga konsisten dengan konsep dirinya. Sebagai bagian dari teori stimulus-respon. Model behaviorial menekankan bahwa tugas-tugas harus diberikan dalam suatu rangkaian yang kecil, berurutan dan mengandung perilaku tertentu.
Model ini bertitik tolak dari teori belajar behavioristik, yaitu bertujuan mengembangkan sistem yang efisien untuk mengurutkan tugas-tugas belajar dan membentuk tingkah laku dengan cara memanipulasi penguatan (reinforcement). Model ini lebih menekankan pada aspek perubahan perilaku psikologis dan perlilaku yang tidak dapat diamanti karakteristik model ini adalah penjabaran tugas¬-tugas yang harus dipelajari peserta didik lebih efisien dan berurutan.

Ada empat fase dalam model modifikasi tingkah laku ini, yaitu:
• fase mesin pengajaran.
• penggunaan media.
• pengajaran berprograma (linier dan branching)
• operant conditioning, dan operant reinforcement.

Implementasi dari model modifikasi tingkah laku ini adalah meningkatkan ketelitian pengucapan pada anak. Guru selalu perhatian terhadap tingkah laku belajar peserta didik. Modifikasi tingkah laku anak yang kemampuan belajarnya rendah dengan reward, sebagai reinforcement pendukung. Penerapan prinsip pembelajaran individual dalam pembelajaran klasikal.

Tabel 4.7 Rumpun Model Modifikasi Tingkah Laku (Behavioral)
No. Model Tokoh Tujuan
1. Manajemen Kontingensi B.F. Skinner Menekankan pada pembelajaran fakta-fakta, konsep, dan keterampilan
2. Kontrol diri B.F. Skinner Menekankan pada pembelajaran perilaku/keterampilan sosial.
3. Relaksasi (santai) Rimm & Masters Wolpe Menekankan pada Tujuan-tujuan pribadi
4. Pengurangan Ketegangan Jerome Bruner Mengurangi ketegangan dan kecemasan
5. Perternuan Kelas Willian Glasser Mengembangkan pemahaman diri dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan kelompok sosial.

Rangkuman
• Model pembelajaran adalah: “Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar
• Model pemrosesan informasi ditekankan pada pengambilan, penguasaan, dan pemrosesan informasi. Model ini lebih memfokuskan pada fungsi kognitif peserta didik.
• Model personal menekankan pada pengembangan konsep diri setiap individu. Hal ini juga meliputi pengembangan proses individu pembangunan dan pengorganisasian dirinya sendiri. Model ini memfokuskan pada konsep diri yang kuat dan realistis untuk membantu peserta didik membangun hubungan yang produktif dengan orang lain dan lingungannya.
• Model interaksi sosial menekankan pada hubungan personal dan sosial kemasyarakatan di antara peserta didik. Fokusnya pada peningkatan kemampuan peserta didik. untuk berhubungandengan orang lain, terlibat dalam proses-proses yang demokratis dan bekerja secara produktif dalam masyarakat.
• Model behavioral menekankan pada perubahan perilaku yang tampak dari peserta ddik sehingga konsisten dengan konsep dirinya. Sebagai bagian dari teori stimulus-respon, model behaviorial menekankan bahwa tugas-tugas harus diberikan dalam suatu rangkaian yang kecil, berurutan, dan mengandung perilaku tertentu.

 

IKLAN

CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK, KARYA ILMIAH, PPT PEMBELAJARAN, RPP, SILABUS, DLL))

Ingin membuat PTK tapi merasa sulit????

Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan???
Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek?????

Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah?????

Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu, ingin membuat PTK saya bantu, membuat Karya Ilmiah saya bantu, membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462

INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail.com. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA

TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES

PAK ZAIF

 

07/01/2009 - Posted by | SBM

15 Komentar »

  1. thanks……………………….banget buat penjelasannya………

    Komentar oleh LIDYA | 11/21/2009

  2. Tulisan Anda sangat berguna bagi guru. terima kasih saya telaapat banyak mendapat informasi tentang model mengajar dari tulisan Anda.

    Komentar oleh dingding haerudin | 01/19/2010

  3. Thanks bgt ya dah bantu..

    Komentar oleh Ryan | 03/06/2010

  4. SAYA MOHON SATU MODEL PEMBELAJARAN UNTUK MATERI BIOLOGI SMA/MA YANG TERGAMBAR PADA RENCANA PEMBELAJARAN

    Komentar oleh Dandan Lubis | 06/16/2010

  5. mohon agar ditampilkan model bermain peran

    Komentar oleh tya | 08/03/2010

  6. Allhamdllh…
    jazakallahu atas infonya..
    tugas saya bisa terbantu atas blog antum..
    skali lg jazakallahu

    Komentar oleh Fitri Dahlia | 10/02/2010

  7. perbanyak data2x ya

    Komentar oleh nius | 10/07/2010

  8. Wa….mantap banget gan…Makasi…Thanks All Artikel…

    Komentar oleh Dedi | 12/07/2010

  9. Terimakasih y…………..

    Komentar oleh Alyla Lillah | 11/24/2011

  10. bisa minta daftar pustaka nya??? plis tolong bantu… makasih

    Komentar oleh wulan | 12/13/2011

  11. saya ingin tahu judul buku yang membahas secara detail tentang model pembelajaran induktif, tlg bantu ya….thanks

    Komentar oleh yuli | 02/12/2012


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 936 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: