BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

SIMBIOSIS FUNGI ENDOFIT DENGAN INANG

Sebagian besar mikroorganisme pada tingkat tertentu dalam hidupnya dipengaruhi oleh kegiatan mikroorganisme lain. Pengaruh tersebut dapat terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu dari fenomena antagonisme yaitu antibiosis. Dalam hal ini salah satu dari dua populasi organisme yang berinteraksi menghasilkan senyawa antibiotik.

Antibiotik adalah substansi kimia alamiah hasil metabolisme sekunder mikroorganisme, yang mempunyai kemampuan baik menghambat pertumbuhan maupun membunuh mikroorganisme lain. Definisi tersebut sangat terbatas, karena sekarang banyak molekul yang diperoleh melalui sintesis kimia, mempunyai  aktivitas terhadap mikroorganisme.          Sekarang istilah antibiotika berarti semua substansi baik yang berasal dari alam maupun sintetik yang mempunyai toksisitas selektif terhadap satu atau beberapa mikroorganisme tujuan, tetapi mempunyai toksisitas cukup lemah terhadap inang (manusia, hewan, atau tumbuhan) dan dapat diberikan melalui jalur umum.

Walaupun masa jaya penemuan antibiotika telah berlalu, dimulai sejak tahun 1939 sampai 1959, tetapi penelitian dibidang ini bangkit kembali sejak tahun 1965 dengan penemuan antibiotika semisintetik seperti β-laktamin. Masa kini, bioteknologi antibiotika diarahkan untuk menemukan antibiotika baru dengan mengeksploitasi dunia mikroba, mencari galur yang beragam dari habitat yang beragam, seleksi galur dan perbaikan genetik, tekhnik media dan kultur, biosintesa molekul, fisiologi produksi antibiotika dan optimalisasi, serta modelisasi fermentasi industri. Disamping itu digalakkan mencari antibiotika yang dapat mengatasi AIDS, HIV dan virus hepatitis B (Sudirman, 1994).

Salah satu organisme penghasil antibiotika yang sedang banyak dibicarakan sekarang ini adalah fungi endofit. Fungi endofit biasanya terdapat dalam suatu sistem jaringan seperti daun, ranting, atau akar tumbuhan. Fungi ini dapat menginfeksi tumbuhan sehat pada jaringan tertentu dan mampu menghasilkan mikotoksin, enzim serta antibiotika (Carrol,1988 ; Clay, 1988). Asosiasi beberapa fungi endofit dengan tumbuhan inang mampu melindungi tumbuhan inangnya dari beberapa patogen virulen, baik bakteri maupun jamur (Bills dan Polyshook, 1992).

P E M B A H A S A N

A. Fungi Endofit

Fungi endofit adalah fungi yang terdapat di dalam sistem jaringan tumbuhan, seperti daun, bunga, ranting ataupun akar tumbuhan (Clay, 1988).  Fungi ini menginfeksi tumbuhan sehat pada jaringan tertentu dan mampu menghasilkan mikotoksin, enzim serta antibiotika (Carrol, 1988 ; Clay, 1988).

Asosiasi fungi endofit dengan tumbuhan inangnya, oleh Carrol (1988) digolongkan dalam dua kelompok, yaitu mutualisme konstitutif dan induktif. Mutualisme konstitutif merupakan asosiasi yang erat antara fungi dengan tumbuhan terutama rumput-rumputan. Pada kelompok ini fungi endofit menginfeksi ovula (benih) inang, dan penyebarannya melalui benih serta organ penyerbukan inang. Mutualisme induktif adalah asosiasi antara fungi dengan tumbuhan inang, yang penyebarannya terjadi secara bebas melalui air dan udara. Jenis ini hanya menginfeksi bagian vegetatif inang dan seringkali berada dalam keadaan metabolisme inaktif pada periode yang cukup lama.

Ditinjau dari sisi taksonomi dan ekologi, fungi ini merupakan organisme yang sangat heterogen. Petrini et al. (1992) menggolongkan fungi endofit dalam kelompok Ascomycotina dan Deuteromycotina. Keragaman pada jasad ini cukup besar seperti pada Loculoascomycetes, Discomycetes, dan Pyrenomycetes. Strobell et al. (1996), mengemukakan bahwa fungi endofit meliputi genus Pestalotia, Pestalotiopsis, Monochaetia, dan lain-lain. Sedangkan Clay (1988) melaporkan, bahwa fungi endofit dimasukkan dalam famili Balansiae yang terdiri dari 5 genus yaitu Atkinsonella, Balansiae, Balansiopsis, Epichloe dan Myriogenospora. Genus Balansiae umumnya dapat menginfeksi tumbuhan tahunan dan hidup secara simbiosis mutualistik dengan tumbuhan inangnya. Dalam simbiosis ini, fungi dapat membantu proses penyerapan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis serta melindungi tumbuhan inang dari serangan penyakit, dan hasil dari fotosintesis dapat digunakan oleh fungi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. (Bacon, 1991 ; Petrini et al., 1992 ; Rao, 1994).

B. Produksi Senyawa Antibiotika Oleh Fungi Endofit

Banyak kelompok fungi endofit yang mampu memproduksi senyawa antibiotika yang aktif melawan bakteri maupun fungi patogenik terhadap manusia, hewan dan tumbuhan, terutama dari genus Coniothirum dan Microsphaeropsis (Petrini et al., 1992). Penelitian Dreyfuss et al. (1986), menunjukkan aktivitas yang tinggi dari penisilin N, sporiofungin A, B, serta C yang dihasilkan oleh isolat-isolat endofit Pleurophomopsis sp. dan Cryptosporiopsis sp. yang diisolasi dari tumbuhan  Cardamin heptaphylla Schulz. Lebih lanjut, suatu penelitian yang dilakukan oleh Tscherter dan Dreyfuss (1982) dalam Petrini et al. (1992) menghasilkan suatu kesimpulan bahwa galur-galur endofit Cryptosporiopsis pada umumnya merupakan penghasil senyawa antibiotika berspektrum lebar. Isolat fungi endofit Xylaria spp. juga memiliki potensi besar dalam penelitian-penelitian industri farmasi maupun pertanian. Suatu strain Xylaria yang diisolasi dari tumbuhan epifit di Amerika Selatan dan Meksiko dilaporkan dapat menghasilkan suatu senyawa antibiotika baru dari kelompok sitokalasin (Dreyfuss et al., 1986).

Penelitian Brunner dan Petrini ( 1992) yang melakukan seleksi pada lebih dari 80 spora fungi endofit, hasilnya menunjukkan bahwa 75 % fungi endofit mampu menghasilkan antibiotika. Fungi endofit Xylotropik, suatu kelompok fungi yang berasosiasi dengan tumbuhan berkayu, juga merupakan penghasil metabolit sekunder. Pada suatu studi perbandingan yang dilakukan terhadap berbagai fungi, lebih dari 49 % isolat Xylotropik yang diuji menunjukkan aktivitas antibiotika, sedangkan fungi pembandingnya hanya 28 % (Petrini et al., 1992).

Fungi endofit juga mampu menghasilkan siklosporin A, yang berpotensi sebagai antifungal dan bahan imunosupresif (Borel et al., 1976 ; Petrini et al., 1992). Siklosporin dihasilkan oleh strain Acremonium luzulae (Fuckel) W. Gams, yang diisolasi dari buah strawberry (Moussaif et al., 1977). Senyawa antibiotika lainnya seperti sefalosporin mulanya dihasilkan oleh satu strain Cephalosporium dan Emericellopsis (Acremonium). Selanjutnya juga ditemukan pada fungi Anixiopsis, Arachnomyces,Diheterospora, Paecilomyces, Scopulariopsis dan Spiroidium (Morin dan Gorman, 1982).

Fungi endofit Acremonium coenophialum yaitu yang berasosiasi dengan rumput-rumputan dapat menghambat pertumbuhan patogen rumput Nigrospora sphaerica, Periconia sorghina dan Rhizoctonia cerealis (White and Cole, 1985). Fungi endofit lainnya seperti Taxomyces andreanae dapat menghasilkan senyawa taxol yang berguna sebagai obat anti kanker (Strobel et al., 1996). Menurut Bacon (1988), fungi endofit yang mempunyai nilai komersial dalam bidang farmasi, antara lain Balansia spp. dan Acremonium coenophialum.

Kesimpulan

Fungi endofit dapat menjalin kehidupan bersama dengan tumbuhan inang, dan mampu melindungi tumbuhan inang dari beberapa patogen virulen, diantaranya adalah Acremonium coenophialum. Berbagai senyawa antibiotika yang sangat berguna yang dihasilkan oleh fungi endofit antara lain siklosporin oleh Acremonium luzulae, dan senyawa taxol oleh Taxomyces andreanae.

02/09/2009 Posted by | BTR, MIKROBIOLOGI | 3 Komentar

LINGKUNGAN DAN PROSES ADAPTASI PERTAHANAN MIKROORGANISME DALAM KEHIDUPAN

Abstrak

Semua makhluk hidup sangat bergantung pada lingkungan sekitar, demikian juga jasat renik. Makhluk-makhluk halus ini tidak dapat sepenuhnya menguasai faktor-faktor lingkungan, sehingga untuk hidupnya sangat bergantung kepada lingkungan sekitar. Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan mikroorganisme meliputi faktor-faktor abiotik (fisika dan kimia), dan faktor biotik. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan apa sajakah yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme terutama dalam hal fisik, kimia, dan biologi. Kesimpulan dari penulisan ini adalah faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme diantaranya adalah pengaruh temperatur, zat warna, dan parasitisme

Kata kunci: Lingkungan, Biotik, Abiotik

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Semua makhluk hidup sangat bergantung pada lingkungan sekitar, demikian juga jasat renik. Makhluk-makhluk halus ini tidak dapat sepenuhnya menguasai faktor-faktor lingkungan, sehingga untuk hidupnya sangat bergantung kepada lingkungan sekitar. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan diri dari faktor lingkungan adalah dengan cara menyesuaikan diri (adaptasi) kepada pengaruh faktor dari luar. Penyesuaian mikroorganisme terhadap faktor lingkungan dapat terjadi secara cepat dan ada yang bersifat sementara, tetapi ada juga perubahan itu bersifat permanen sehingga mempengaruhi bentuk morfologi serta sifat-sifat fisiologik secara turun menurun.

Kehidupan mikroba tidak hanya dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. Misalnya, bakteri termogenesis menimbulkan panas di dalam medium tempat tumbuhnya. Beberapa mikroba dapat pula mengubah pH dari medium tempat hidupnya, perubahan ini dinamakan perubahan secara kimia.

Aktivitas mikroba dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungannya. Perubahan lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi mikroba. Beberapa kelompok mikroba sangat resisten terhadap perubahan faktor lingkungan. Mikroba tersebut dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan kondisi baru tersebut. Faktor lingkungan meliputi faktor-faktor abiotik (fisika dan kimia), dan faktor biotik.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diambil rumusan masalah yaitu:

ü  Faktor-faktor fisik apa sajakah yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme ?

ü  Faktor-faktor kimia apa sajakah yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme ?

ü  Faktor-faktor biologi apa sajakah yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme ?

Tujuan Penulisan

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan apa sajakah yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme terutama dalam hal fisik, kimia, dan biologi.

Manfaat Penulisan

Penulisan ini memberikan beberapa manfaat. Aspek akademis memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat tentang faktor-faktor dan pengaruh lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. Aspek ekonomi, dengan mengetahui faktor-faktor dan pengaruh lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme, masyarakat atau juga pihak industri dapat mengembangbiakan mikroorganisme untuk dimanfaatkan dalam berbagai hal yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

PEMBAHASAN

1. Faktor-faktor Fisik

a.       Pengaruh temperatur

Temperatur  merupakan salah satu faktor yang penting di dalam kehidupan. Beberapa jenis mikroba dapat hidup di daerah temperatur yang luas sedang jenis lainnya pada daerah yang terbatas. Pada umumnya batas daerah tempetur bagi kehidupan mikroba terletak di antara 0oC dan 90oC, sehingga untuk masin -masing mikroba dikenal nilai temperatur minimum, optimum dan maksimum. Temperatur minimum suatu jenis mikroba ialah nilai paling rendah dimana kegiatan mikroba asih berlangsun. Temperatur optimum adalah nilai yang paling sesuai /baik untuk kehidupan mikroba. Temperatur maksimum adalah nilai tertinggi yang masih dapat digunakan untuk aktivitas mikroba tetapi pada tingkatan kegiatan fisiologi yang paling minimal.

Daya tahan mikroba terhadap temperatur tidak sama untuk tiap-tiap spesies. Ada spesies yng mati setelah mengalami pemanasan beberapa menit didalam medium pada temperature 60oC; sebaliknya bakteri yang membentuk spora seperti genus Bacillus dan genus Clostridium tetap hidup setelah dipanasi dengan uap 100oC atau lebih selama 30 menit. Oleh karena itu, proses sterilisasi untuk membunuh setiap spesies bakteri yakni dengan pemanasan selama 15-20 menit dengan tekanan 1 atm dan temperatur 121oC di dalam otoklaf.

Mengenai pH medium kenapa berpengaruh terhadap daya tahan mikroba terhadap pemanasan bahwa sedikit perubahan pH menuju asam atau basa sangat berpengaruh terhadap pemanasan. Sehubungan dengan hal ini, maka buah-buahan yang masam lebih mudah disterilkan dari pada sayur mayur atau daging.

Golongan bakteri yang dapat hidup pada batas-batas temperature yang sempit, misalnya Gonococcus yang hanya dapat hidup pada kisaran 30-40oC. golongan mikroba yang memiliki batas temperatur minimum dan maksimum tidak telalu besar, disebut stenotermik. Tetapi Escherichia coli tumbuh pada kisaran temperatur 8-46oC, sehingga beda (rentang) antara temperatur minimum besar, inilah yang disebut golongan euritermik. Bila mikroba dipiara dibawah temperatur minimum atau sedikit diatas temperatur maksimum tidak segera mati, melainkan dalam keadaan dormansi (tidur).

Berdasarkan daerah aktivitas temperatur, mikroba di bagi menjadi 3 golongan, yaitu:

a.       Mikroba psirkofilik (kryofilik) adalah golongan mikroba yang dapat tumbuh pada daerah temperatur antara 0 C sampai 30 C, dengan temperatur optimum 15 C. kebanyakan golongan ini tumbuh d tempat-tempat dingin, baik di daratan maupun di lauatan.

b.      Mikroba mesofilik adalah golongan mikroba yang mempunyai temperatur optimum pertumbuhan antara 25 C-37 C minimum 15 C dan maksimum di sekitar 55 C. umumnya  hidup di dalam alat pencernaan, kadang-kadang ada juga yang dapat hidup dengan baik pada temperatur 40 C atau lebih.

c.       Mikroba termofilik adalah golongan mikroba yang dapat tumbuh pada daerah temperature tinngi, optimum 55C-60 C, minmum 40 C, sedangkan maksimum 75 C. golongan ini terutama terdapat di dalam sumber-sumber air panas dan tempat-tempat lain yang bertemperatur lebih tinggi dari 55 C.

Grafik pertumbuhan mikroba pada berbagai kisaran suhu pertumbuhan

Temperatur tinggi melebihi temperatur maksimum akan menyebabkan denaturasi protein dan enzim. Hal ini akan menyebabkan terhentinya metabolisme. Dengan nilai temperatur yang melebihi maksimum, mikroba akan mengalami kematian. Titik kematian termal suatu jenis mikroba (Thermal Death Point) adalah nilai temperatur serendah-rendahnya yang dapat mematikan jenis mikroba yang berada dalam medium standar selama 10 menit dalam kondisi tertentu. Laju kematian termal (thermal Deat Rate) adalah kecepatan kematian mikroba akibat pemberian temperatur. Hal ini karena tidak semua spesies mati bersama-sama pada suatu temperatur  tertentu. Biasanya, spesies yang satu lebih tahan dari pada yang lain terhadap suatu pemanasan, oleh karena itu masing-masing spesies itu ada angka kematian pada suatu temperatur. Waktu kematian temal (Thermal Death Time) merupakan waktu yang diperlukan untuk membunuh suatu jenis mikroba pada suatu temperatur yang tetap.

Faktor-faktor yang mempengaruhi titik kematian termal antara lain ialah waktu, temperatur, kelembaban, bentuk dan jenis spora, umur mikrroba, pH dan komposisi medium. Contoh waktu kematian thermal (TDT/ thermal death time) untuk beberapa jenis bakteri adalah sebagai berikut :

Nama mikroba

Waktu

(menit)

Suhu (0C)

Escherichia coli

20-30

57

Staphylococcus aureus

19

60

Spora Bacilus subtilis

20-50

100

Spora Clostridium botulinum

100-330

100

b.      Kelembaban dan Pangaruh Kebasahan serta Kekeringan

Mikroba mempunyai nilai kelembaban optimum. Pada umumnya untuk pertumbuhan ragi dan bakteri diperlukan kelembaban yang tinggi di atas 85%, sedangkan untuk jamur di perlukan kelembaban yang rendah dibawah 80%. Banyak mikroba yang tahan hidup di dalam keadaan kering untuk waktu yang lama, seperti dalam bentuk spora, konidia, artospora, klamidospora dan kista.

Setiap mikroba memerlukan kandungan air bebas tertentu untuk hidupnya, biasanya diukur dengan parameter aw (water activity) atau kelembaban relatif. Mikroba umumnya dapat tumbuh pada aw 0,998-0,6. bakteri umumnya memerlukan aw 0,90- 0,999. Mikroba yang osmotoleran dapat hidup pada aw terendah (0,6) misalnya khamir Saccharomyces rouxii. Aspergillus glaucus dan jamur benang lain dapat tumbuh pada aw 0,8. Bakteri umumnya memerlukan aw atau kelembaban tinggi lebih dari 0,98, tetapi bakteri halofil hanya memerlukan aw 0,75. Mikroba yang tahan kekeringan adalah yang dapat membentuk spora, konidia atau dapat membentuk kista.  Tabel berikut ini memuat daftar aw yang diperlukan oleh beberapa jenis bakteri dan jamur :

Nilai aw

Bakteri

Jamur

1,00

Caulobacter

Spirillum

-

0,90

Lactobacilus

Bacillus

Fusarium

Mucor

0,85

Staphylococcus

Debaromyces

0,80

-

Penicillium

0,75

Halobacterium

Aspergillus

0,60

-

Xeromyces

Bakteri sebenarnya mahluk yang suka akan keadaan basah, bahkan dapat hidup di dalam air. Hanya di dalam air yang tertutup mereka tak dapat hidup subur; hal ini di sebabkan karena kurangnya udara bagi mereka. Tanah yang cukup basah baiklah bagi kehidupan bakteri. Banyak bakteri menemui ajalnya, jika kena udara kering. Meningococcus, yaitu bakteri yang menyebabkan meningitis, itu mati dalam waktu kurang daripada satu jam, jika digesekkan di atas kaca obyek. Sebaliknya,spora-spora bakteri dapat bertahan beberapa tahun dalam keadaan kering.

Pada proses pengeringan, air akan menguap dari protoplasma. Sehingga kegiatan metabolisme berhenti. Pengeringan dapat juga merusak protoplasma dan mematikan sel. Tetapi ada mikrobia yang dapat tahan dalam keadaan kering, misalnya mikrobia yang membentuk spora dan dalam bentuk kista. Adapun syarat-syarat yang menentukan matinya bakteri karena kekeringan itu ialah:

* Bakteri yang ada dalam medium susu, gula, daging kering dapat bertahan lebih lama daripada di dalam gesekan pada kaca obyek. Demikian pula efek kekeringan kurang terasa, apabila bakteri berada di dalam sputum ataupun di dalam agar-agar yang kering.

* Pengeringan di dalam terang itu pengaruhnya lebih buruk daripada pengeringan di dalam gelap.

* Pengeringan pada suhu tubuh (37°C) atau suhu kamar (+ 26 °C) lebih buruk daripada pengeringan pada suhu titik-beku.

* Pengeringan di dalam udara efeknya lebih buruk daripada pengeringan di dalam vakum ataupun di dalam tempat yang berisi nitrogen. Oksidasi agaknya merupakan faktor-maut.

c.       Pengaruh perubahan nilai osmotik

Tekanan osmose sebenarnya sangat erat hubungannya dengan kandungan air. Apabila mikroba diletakkan pada larutan hipertonis, maka selnya akan mengalami plasmolisis, yaitu terkelupasnya membran sitoplasma dari dinding sel akibat mengkerutnya sitoplasma. Apabila diletakkan pada larutan hipotonis, maka sel mikroba akan mengalami plasmoptisa, yaitu pecahnya sel karena cairan masuk ke dalam sel, sel membengkak dan akhirnya pecah.

Berdasarkan tekanan osmose yang diperlukan dapat dikelompokkan menjadi (1) mikroba osmofil, adalah mikroba yang dapat tumbuh pada kadar gula tinggi, (2) mikroba halofil, adalah mikroba yang dapat tumbuh pada kadar garam halogen yang tinggi, (3) mikroba halodurik, adalah kelompok mikroba yang dapat tahan (tidak mati) tetapi tidak dapat tumbuh pada kadar garam tinggi, kadar garamnya dapat mencapai 30 %.

Contoh mikroba osmofil adalah beberapa jenis khamir. Khamir osmofil mampu tumbuh pada larutan gula dengan konsentrasi lebih dari 65 % wt/wt (aw = 0,94). Contoh mikroba halofil adalah bakteri yang termasuk Archaebacterium, misalnya Halobacterium. Bakteri yang tahan pada kadar garam tinggi, umumnya mempunyai kandungan KCl yang tinggi dalam selnya. Selain itu bakteri ini memerlukan konsentrasi Kalium yang tinggi untuk stabilitas ribosomnya. Bakteri halofil ada yang mempunyai membran purple bilayer, dinding selnya terdiri dari murein, sehingga tahan terhadap ion Natrium.

d.      Kadar ion hidrogen (pH)

Mikroba umumnya menyukai pH netral (pH 7). Beberapa bakteri dapat hidup pada pH tinggi (medium alkalin). Contohnya adalah bakteri nitrat, rhizobia, actinomycetes, dan bakteri pengguna urea. Hanya beberapa bakteri yang bersifat toleran terhadap kemasaman, misalnya Lactobacilli, Acetobacter, dan Sarcina ventriculi. Bakteri yang bersifat asidofil misalnya Thiobacillus. Jamur umumnya dapat hidup pada kisaran pH rendah. Apabila mikroba ditanam pada media dengan pH 5 maka pertumbuhan didominasi oleh jamur, tetapi apabila pH media 8 maka pertumbuhan didominasi oleh bakteri. Berdasarkan pH-nya mikroba dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu (a) mikroba asidofil, adalah kelompok mikroba yang dapat hidup pada pH 2,0-5,0, (b) mikroba mesofil (neutrofil), adalah kelompok mikroba yang dapat hidup pada pH 5,5-8,0, dan (c) mikroba alkalifil, adalah kelompok mikroba yang dapat hidup pada pH 8,4-9,5. Contoh pH minimum, optimum, dan maksimum untuk beberapa jenis bakteri adalah sebagai berikut :

Nama mikroba

pH

minimum

optimum

maksimum

Escherichia coli

Proteus vulgaris

Enterobacter aerogenes

Pseudomonas aeruginosa

Clostridium sporogenes

Nitrosomonas spp

Nitrobacter spp

Thiobacillus Thiooxidans

Lactobacillus acidophilus

4,4

4,4

4,4

5,6

5,0-5,8

7,0-7,6

6,6

1,0

4,0-4,6

6,0-7,0

6,0-7,0

6,0-7,0

6,6-7,0

6,0-7,6

8,0-8,8

7,6-8,6

2,0-2,8

5,8-6,6

9,0

8,4

9,0

8,0

8,5-9,0

9,4

10,0

4,0-6,0

6,8

Untuk menumbuhkan mikroba pada media memerlukan pH yang konstan, terutama pada mikroba yang dapat menghasilkan asam. Misalnya Enterobacteriaceae dan beberapa Pseudomonadaceae. Oleh karenanya ke dalam medium diberi tambahan buffer untuk menjaga agar pH nya konstan. Buffer merupakan campuran garam mono dan dibasik, maupun senyawa-senyawa organik amfoter. Sebagai contoh adalah buffer fosfat anorganik dapat mempertahankan pH diatas 7,2. Cara kerja buffe adalah garam dibasik akan mengadsorbsi ion H+ dan garam monobasik akan bereaksi dengan ion OH-.

e.       Tegangan muka

Tegangan muka mempengaruhi cairan sehingga permukaan cairan tersebut menyerupai membran yang elastis. Seperti telah diketahui protoplasma mikroba terdapat di dalam sel yang dilindungi dinding sel, maka apabilaada perubahan tegangan muka dinding sel akan mempengaruhi pula permukaan protoplasma. Akibat selanjutnya dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba dan bentuk morfologinya. Zat-zat seperti sabun, deterjen, dan zat-zat pembasah (surfaktan) seperti Tween80 dan Triton A20 dapat mengurangi tegangan muka cairan/larutan. Umumnya mikroba cocok pada tegangan muka yang relatif tinggi.

f.       Tekanan hidrostatik

Tekanan hidrostatik mempengaruhi metabolisme dan pertumbuhan mikroba. Umumnya tekanan 1-400 atm tidak mempengaruhi atau hanya sedikit mempengaruhi metabolisme dan pertumbuhan mikroba. Tekanan hidrostatik yang lebih tinggi lagi dapat menghambat atau menghentikan pertumbuhan, oleh karena tekanan hidrostatik tinggi dapat menghambat sintesis RNA, DNA, dan protein, serta mengganggu fungsi transport membran sel maupun mengurangi aktivitas berbagai macam enzim. Tekanan diatas 100.000 pound/inchi2 menyebabkan denaturasi protein. Akan tetapi ada mikroba yang tahan hidup pada tekanan tinggi (mikroba barotoleran), dan ada mikroba yang tumbuh optimal pada tekanan tinggi sampai 16.000 pound/inchi2 (barofil). Mikroba yang hidup di laut dalam umumnya adalah barofilik atau barotoleran. Sebagai contoh adalah bakteri Spirillum.

g.      Pengaruh Sinar

Kebanyakan bakteri tidak dapat mengadakan fotosintesis, bahkan setiap radiasi dapat berbahaya bagi kehidupannya. Sinar yang nampak oleh mata kita, yaitu yang bergelombang antara 390 m μ sampai 760 m μ, tidak begitu berbahaya; yang berbahaya ialah sinar yang lebih pendek gelombangnya, yaitu yang bergelombang antara 240 m μ sampai 300 m μ. Lampu air rasa banyak memancarkan sinar bergelombang pendek ini. Lebih dekat, pengaruhnya lebih buruk. Dengan penyinaran pada jarak dekat sekali, bakteri bahkan dapat mati seketika, sedang pada jarak yang agak jauh mungkin sekali hanya pembiakannya sajalah yang terganggu. Spora-spora dan virus lebih dapat bertahan terhadap sinar ultra-ungu. Sinar ultra-ungu biasa dipakai untuk mensterilkan udara, air, plasma darah dan bermacam-macam bahan lainya. Suatu kesulitan ialah bahwa bakteri atau virus itu mudah sekali ketutupan benda-benda kecil, sehingga dapat terhindar dari pengaruh penyinaran. Alangkah baiknya, jika kertas-kertas pembungkus makanan, ruang-ruang penyimpan daging, ruang-ruang pertemuan, gedung-gedung bioskop dan sebagainya pada waktu-waktu tertentu dibersihkan dengan penyinaran ultra-ungu.

2. Faktor-faktor Kimia

a. Fenol Dan Senyawa-Senyawa Lain Yang Sejenis

Larutan fenol 2 sampai 4% berguna bagi desinfektan. Kresol atau kreolin lebih baik khasiatnya daripada fenol. Lisol ialah desinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol; lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan-desinfektan yang lain. Karbol ialah lain untuk fenol. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap, sehingga desinfektan menjadi menarik.

b. Formaldehida (CH2O)

Suatu larutan formaldehida 40% biasa disebut formalin. Desinfektan ini banyak sekali digunakan untuk membunuh bakteri, virus, dan jamur. Formalin tidak biasa digunakan untuk jaringan tubuh manusia, akan tetapi banyak digunakan untuk merendam bahanbahan laboratorium, alat-alat seperti gunting, sisir dan lain-lainnya pada ahli kecantikan.

c. Alkohol

Etanol murni itu kurang daya bunuhnya terhadap bakteri. Jika dicampur dengan air murni, efeknya lebih baik. Alcohol 50 sampai 70% banyak digunakan sebagai desinfektan.

d. Yodium

Yodium-tinktur, yaitu yodium yang dilarutkan dalam alcohol, banyak digunakan orang untuk mendesinfeksikan luka-luka kecil. Larutan 2 sampai 5% biasa dipakai. Kulit dapat terbakar karenanya , oleh sebab itu untuk luka-luka yang agak lebar tidak digunakan yodium-tinktur.

e. Klor Dan Senyawa Klor

Klor banyak digunakan untuk sterilisasi air minum. Persenyawaan klor dengan kapur atau natrium merupakan desinfektan yang banyak dipakai untuk mencuci alat-alat makan dan minum.

f. Zat Warna

Beberapa macam zat warna dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Pada umumnya bakteri gram positif iktu lebih peka terhadap pengaruh zat warna daripada bakteri gram negative. Hijau berlian, hijau malakit, fuchsin basa, kristal ungu sering dicampurkan kepada medium untuk mencegah pertumbuhanbakteri gram positif. Kristal ungu juga dipakai untuk mendesinfeksikan luka-luka pada kulit. Dalam penggunaan zat warna perlu diperhatikan supaya warna itu tidak sampai kena pakaian.

g. Obat Pencuci (Detergen)

Sabun biasa itu tidak banyak khasiatnya sebagai obat pembunuh bakteri, tetapi kalau dicampur dengan heksaklorofen daya bunuhnya menjadi besar sekali. Sejak lama obat pencuci yang mengandung ion (detergen) banyak digunakan sebagai pengganti sabun. Detergen bukan saja merupakan bakteriostatik, melainkan juga merupakan bakterisida. Terutama bakteri yang gram positif itu peka sekali terhadapnya. Sejak 1935 banyak dipakai garam amonium yang mengandung empat bagian. Persenyawaan ini terdiri atas garam dari suatu basa yang kuat dengan komponen-komponen. Garam ini banyak sekali digunakan untuk sterilisasi alat-alat bedah, digunakan pula sebagai antiseptik dalam pembedahan dan persalinan, karena zat ini tidak merusak jaringan, lagipula tidak menyebabkan sakit. Sebagai larutan yang encer pun zat ini dapat membunuh bangsa jamur, dapat pula beberapa genus bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Agaknya alkil-dimentil bensil-amonium klorida makin lama makin banyak dipakai sebagai pencuci alat-alat makan minum di restoran-restoran. Zat ini pada konsentrasi yang biasa dipakai tidak berbau dan tidak berasa apa-apa.

h. Sulfonamida

Sejak 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan lagi pula tidak merusak jaringan manusia. Terutama bangsa kokus seperti Streptococcus yang menggangu tenggorokan, Pneumococcus, Gonococcus, dan Meningococcus sangat peka terhadap sulfonamida. Penggunaan obat-obat ini, jika tidak aturan akan menimbulkan gejalagejala alergi, lagi pula obat-obatan ini dapat menimbulkan golongan bakteri menjadi kebal terhadapnya. Khasiat sulfonamida itu terganggu oleh asam-p-aminobenzoat. Asam-p-aminobenzoat memegang peranan sebagai pembantu enzim-enzim pernapasan, dalam hal itu dapat terjadi persaingan antara sulfanilamide dan asam-paminobenzoat. Sering terjadi, bahwa bakteri yang diambil dari darah atau cairan tubuh orang yang habis diobati dengan sulfanilamide itu tidak dapat dipiara di dalam medium biasa. Baru setelah dibubuhkan sedikit asam-p-aminobenzoat ke dalam medium tersebut, bakteri dapat tumbuh biasa. Berikut ialah rumus bangun sulfonamide dan asam-p-aminobenzoat.

Rumus bangun sulfonamide dan asam-p-aminobenzoat

i. Antibiotik

Antibiotik yang pertama dikenal ialah pinisilin, yaitu suatu zat yang dihasilkan oleh jamur Pinicillium. Pinisilin di temukan oleh Fleming dalam tahun 1929, namun baru sejak 1943 antibiotik ini banyak digunakan sebagai pembunuh bakteri. Selama Perang Dunia Kedua dan sesudahnya bermacam-macam antibiotik diketemukan, dan pada dewasa ini jumlahnya ratusan. Genus Streptomyces menghasilkan streptomisin, aureomisin, kloromisetin, teramisin, eritromisin, magnamisin yang masing-masing mempunyai khasiat yang berlainan. Akhir-akhir ini orang telah dapat membuat kloromisetin secara sintetik, obat-obatan ini terkenal sebagai kloramfenikol. Diharapkan antibiotik-antibiotik yang lain pun dapat dibuat secara sintetik pula.

Ada yang kita kenal beberapa antibiotik yang dapat dihasilkan oleh golongan jamur, melainkan oleh golongan bakteri sendiri, misalnya tirotrisin dihasilkan oleh Bacillus brevis, basitrasin oleh Bacillus subtilis, polimiksin oleh Bacillus polymyxa.Antibiotik yang efektif bagi banyak spesies bakteri, baik kokus, basil, maupun spiril, dikatakan mempunyai spektrum luas. Sebaliknya, suatu antibiotik yang hanya efektif untuk spesies tertentu, disebut antibiotik yang spektrumnya sempit. Pinisilin hanya efektif untuk membrantas terutama jenis kokus, oleh karena itu pinisilin dikatakan mempunyai spektrum yang sempit. Tetrasiklin efektif bagi kokus, basil dan jenis spiril tertentu, oleh karena itu tetrasiklin dikatakan mempunyai spektrum luas. Sebelum suatu antibiotik digunakan untuk keperluan pengobatan, maka perlulah terlebih dahulu antibiotik itu diuji efeknya terhadap spesies bakteri tertentu.

j. Garam – Garam Logam

Garam dari beberapa logam berat seperti air raksa dan perak dalam jumlah yang kecil saja dapat menumbuhnkan bakteri, daya mana disebut oligodinamik. Hal ini mudah sekali dipertunjukkan dengan suatu eksperimen.

Sayang benar garam dari logam berat itu mudah merusak kulit, maka alat-alat yang terbuat dari logam, dan lagi pula mahal harganya. Meskipun demikian orang masih bisa menggunakan merkuroklorida (sublimat) sebagai desinfektan. Hanya untuk tubuh manusia lazimnya kita pakai merkurokrom, metafen atau mertiolat. ONa HgOH SHgCH2.CH3 CH3 NO3 COONa metafen mertiolat

Rumus bangun merkurokrom, metafen atau mertiolat

Persenyawaan air rasa yang organik dapat pula dipergunakan untuk membersihkan biji – bijian supaya terhindar dari gangguan bangsa jamur. Nitrat perak 1 sampai 2% banyak digunakan untuk menetesi selaput lendir, misalnya pada mata bayi yang baru lahir untuk mencegah gonorhoea. Banyak juga orang mempergunakan persenyawaan perak dengan protein. Garam tembaga jarang dipakai sebagai bakterisida, akan tetapi banyak digunakan untuk menyemprot tanaman dan untuk mematikan tumbuhan ganggang di kolam-kolam renang.

3. Faktor-faktor Biologi

a. Netralisme

Netralisme adalah hubungan antara dua populasi yang tidak saling mempengaruhi. Hal ini dapat terjadi pada kepadatan populasi yang sangat rendah atau secara fisik dipisahkan dalam mikrohabitat, serta populasi yang keluar dari habitat alamiahnya. Sebagai contoh interaksi antara mikroba allocthonous (nonindigenous) dengan mikroba autochthonous (indigenous), dan antar mikroba nonindigenous di atmosfer yang kepadatan populasinya sangat rendah. Netralisme juga terjadi pada keadaan mikroba tidak aktif, misal dalam keadaan kering beku, atau fase istirahat (spora, kista).

b. Komensalisme

Hubungan komensalisme antara dua populasi terjadi apabila satu populasi diuntungkan tetapi populasi lain tidak terpengaruh. Contohnya adalah:

- Bakteri Flavobacterium brevis dapat menghasilkan ekskresi sistein. Sistein dapat digunakan oleh Legionella pneumophila.

- Desulfovibrio mensuplai asetat dan H2 untuk respirasi anaerobic Methanobacterium.

c. Sinergisme

Suatu bentuk asosiasi yang menyebabkan terjadinya suatu kemampuan untuk dapat melakukan perubahan kimia tertentu di dalam substrat. Apabila asosiasi melibatkan 2 populasi atau lebih dalam keperluan nutrisi bersama, maka disebut sintropisme. Sintropisme sangat penting dalam peruraian bahan organik tanah, atau proses pembersihan air secara alami.

d. Mutualisme (Simbiosis)

Mutualisme adalah asosiasi antara dua populasi mikroba yang keduanya saling tergantung dan sama-sama mendapat keuntungan. Mutualisme sering disebut juga simbiosis. Simbiosis bersifat sangat spesifik (khusus) dan salah satu populasi anggota simbiosis tidak dapat digantikan tempatnya oleh spesies lain yang mirip. Contohnya adalah Bakteri Rhizobium sp. yang hidup pada bintil akar tanaman kacang-kacangan. Contoh lain adalah Lichenes (Lichens), yang merupakan simbiosis antara algae sianobakteria dengan fungi. Algae (phycobiont) sebagai produser yang dapat menggunakan energi cahaya untuk menghasilkan senyawa organik. Senyawa organik dapat digunakan oleh fungi (mycobiont), dan fungi memberikan bentuk perlindungan (selubung) dan transport nutrien / mineral serta membentuk faktor tumbuh untuk algae.

Lichenes

e. Kompetisi

Hubungan negatif antara 2 populasi mikroba yang keduanya mengalami kerugian. Peristiwa ini ditandai dengan menurunnya sel hidup dan pertumbuhannya. Kompetisi terjadi pada 2 populasi mikroba yang menggunakan nutrien / makanan yang sama, atau dalam keadaan nutrien terbatas. Contohnya adalah antara protozoa Paramaecium caudatum dengan Paramaecium aurelia.

f. Amensalisme (Antagonisme)

Satu bentuk asosiasi antar spesies mikroba yang menyebabkan salah satu pihak dirugikan, pihak lain diuntungkan atau tidak terpengaruh apapun. Umumnya merupakan cara untuk melindungi diri terhadap populasi mikroba lain. Misalnya dengan menghasilkan senyawa asam, toksin, atau antibiotika. Contohnya adalah bakteri Acetobacter yang mengubah etanol menjadi asam asetat. Thiobacillus thiooxidans menghasilkan asam sulfat. Asam-asam tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri lain. Bakteri amonifikasi menghasilkan ammonium yang dapat menghambat populasi Nitrobacter.

g. Parasitisme

Parasitisme terjadi antara dua populasi, populasi satu diuntungkan (parasit) dan populasi lain dirugikan (host / inang). Umumnya parasitisme terjadi karena keperluan nutrisi dan bersifat spesifik. Ukuran parasit biasanya lebih kecil dari inangnya. Terjadinya parasitisme memerlukan kontak secara fisik maupun metabolik serta waktu kontak yang relatif lama. Contohnya adalah bakteri Bdellovibrio yang memparasit bakteri E. coli. Jamur Trichoderma sp. memparasit jamur Agaricus sp.

h. Predasi

Hubungan predasi terjadi apabila satu organisme predator memangsa atau memakan dan mencerna organisme lain (prey). Umumnya predator berukuran lebih besar dibandingkan prey, dan peristiwanya berlangsung cepat. Contohnya adalah Protozoa (predator) dengan bakteri (prey). Protozoa Didinium nasutum (predator) dengan Paramaecium caudatum (prey), dapat dilihat di gambar sebagai berikut.

KAJIAN RELIGI

Di dalam Al-Quran secara tersirat Allah SWT telah menyiratkan akan pentingnya pengaruh lingkungan bagi kehidupan makhluk hidup yang ia ciptakan termasuk mikroorganisme yang juga merupakan salah satu contoh makhluk hidup ciptaan Allah SWT, hal ini tersirat dalam beberapa ayat di dalam Al-Quran diantaranya dalam :

Ø  Q.S AL BAQARAH 164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Ø  Q.S AL FURQAAN 61. Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.

Dari beberapa ayat diatas dapat kita ketahui bahwa Allah SWT mengisyaratkan bahwa faktor lingkungan sangat berperan dalam kehidupan mikroorganisme. Hal ini diisyaratkan oleh Al Quran dengan angin dan cahaya matahari yang merupakan salalh satu faktor lingkungan yang berperan dalam kehidupan mikroorganisme sangat mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penulisan “Lingkungan dan Proses Adaptasi Pertahanan Mikroorganisme Terhadap Kehidupan” dapat diambil kesimpulan bahwa:

a.       Faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme, yaitu pengaruh temperatur, kelembaban dan pengaruh kebasahan serta kekeringan, pengaruh perubahan nilai osmotic, kadar ion Hidrogen (pH), tegangan muka, tekanan,  hidrostatik, pengaruh sinar.

b.      Faktor lingkungan kimia yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme, yaitu Fenol Dan Senyawa-Senyawa Lain Yang Sejenis, Formaldehida (CH2O), alcohol, yodium, Klor Dan Senyawa Klor, zat warna, Obat Pencuci (Detergen), Sulfonamida, antibiotik, garam-garam logam.

c.       Faktor lingkungan biologi yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme, yaitu netralisme, komensalisme, sinergisme, mutualisme (simbiosis), kompetisi, Amensalisme (Antagonisme), parasitisme, predasi.

SARAN

Berdasarkan penulisan “Lingkungan dan Proses Adaptasi Pertahanan Mikroorganisme Terhadap Kehidupan” maka dapat disarankan bahwa masyarakat ataupun pihak industri yang ingin memanfaatkan jasa dari mikroorganisme harus selalu memperhatikan pengaruh lingkungan yang dibutuhkan mikroorganisme untuk proses kehidupannya. Hal ini sangat diperlukan agar masyarakat ataupun pihak industri dapat memanfaatkan semaksimal mungkin jasa dari mikroorganisme tersebut untuk meningkatkan pendapatan atau juga untuk kepentingan lainnya yang bermanfaat dalam kehidupannya, tanpa menganggu kehidupan dari mikroorganisme tersebut.

DARTAR PUSTAKA

Anonymous. 2006. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Mikroba. (Online). (http://rachdie.blogsome.com/2006/10/14/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba/) Diakses Tanggal 17 Desember 2008.

Dwijoseputro. 1995. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan

Jawetz. 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba Medika. Jakarta.

Schlegel, Hans. 1994. Mikrobiologi Umum Edisi Keenam. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Stanier Roger. Edward Alderberg dan John Ingraham. 1982. Dunia Mikroba 1. Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Suriawiria U. 1995. Pengantar Mikrobiologi Umum. Bandung: Angkasa.

Waluyo, Lud. 2005. Mikrobiologi Umum. Universitas Muhammadiyah Malang Prees. Malang.


02/08/2009 Posted by | MIKROBIOLOGI | 6 Komentar

Lebah dan pengusaha

Di antara makhluk paling memukau di alam ini adalah lebah madu, makhluk mungil yang menghidangkan kita sebuah minuman yang sempurna, yaitu madu yang dihasilkannya.

Lebih Hebat dari Ahli Matematika

Lebah madu hidup sebagai koloni dalam sarang yang mereka bangun dengan sangat teliti. Dalam tiap sarang terdapat ribuan kantung berbentuk heksagonal atau segi enam yang dibuat untuk menyimpan madu. Tapi, pernahkah kita berpikir, mengapa mereka membuat kantung-kantung dengan bentuk heksagonal?

Para ahli matematika mencari jawaban atas pertanyaan ini, dan setelah melakukan perhitungan yang panjang dihasilkanlah jawaban yang menarik! Cara terbaik membangun gudang simpanan dengan kapasitas terbesar dan menggunakan bahan bangunan sesedikit mungkin adalah dengan membuat dinding berbentuk heksagonal.

Mari kita bandingkan dengan bentuk-bentuk yang lain. Andaikan lebah membangun kantung-kantung penyimpan tersebut dalam bentuk tabung, atau seperti prisma segitiga, maka akan terbentuk celah kosong di antara kantung satu dan lainnya, dan lebih sedikit madu tersimpan di dalamnya. Kantung madu berbentuk segitiga atau persegi bisa saja dibuat tanpa meninggalkan celah kosong. Tapi di sini, ahli matematika menyadari satu hal terpenting. Dari semua bentuk geometris tersebut, yang memiliki keliling paling kecil adalah heksagonal. Karena alasan inilah, walaupun bentuk-bentuk tersebut menutupi luasan areal yang sama, material yang diperlukan untuk membangun bentuk heksagonal lebih sedikit dibandingkan dengan persegi atau segitiga. Singkatnya, suatu kantung heksagonal adalah bentuk terbaik untuk memperoleh kapasitas simpan terbesar, dengan bahan baku lilin dalam jumlah paling sedikit.

Hal lain yang mengagumkan tentang lebah madu ini adalah kerjasama di antara mereka dalam membangun kantung-kantung madu ini. Bila seseorang mengamati sarang lebah yang telah jadi, mungkin ia berpikir bahwa rumah tersebut terbangun sebagai blok tunggal. Padahal sebenarnya, lebah-lebah memulai membangun rumahnya dari titik yang berbeda-beda. Ratusan lebah menyusun rumahnya dari tiga atau empat titik awal yang berbeda. Mereka melanjutkan penyusunan bangunan tersebut sampai bertemu di tengah-tengah. Tidak ada kesalahan sedikitpun pada tempat di mana mereka bertemu.

Lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan lainnya pada saat membangun rumahnya. Suatu rongga dengan rongga di belakangnya selalu dibangun dengan kemiringan tiga belas derajat dari bidang datar. Dengan begitu, kedua sisi rongga berada pada posisi miring ke atas. Kemiringan ini mencegah madu agar tidak mengalir keluar dan tumpah.

Berkomunikasi dengan Menari

Untuk mengisi kantung-kantung ini dengan madu, lebah harus mengumpulkan nektar, yakni cairan manis pada bunga. Ini adalah tugas yang sangat berat. Penelitian ilmiah terkini mengungkapkan bahwa untuk memproduksi setengah kilogram madu, lebah harus mengunjungi sekitar empat juta kuntum bunga. Mendapatkan bunga-bunga ini pun adalah pekerjaan berat tersendiri. Oleh karenanya, koloni lebah memiliki sejumlah lebah pemandu dan lebah pencari makan.

Bagaimana lebah pencari makan menemukan bunga di wilayah yang begitu luas dibanding ukuran tubuh mereka?

Bagaimana mereka menemukan jalan kembali ke sarang tanpa tersesat? Bagaimana mereka memberitahu lebah-lebah lain tentang arah sumber bunga? Tatkala kita berusaha menjawab beragam pertanyaan ini, kita akan sampai pada kenyataan yang sungguh menakjubkan.

Ketika seekor lebah telah menemukan sumber bunga, maka tugas berikutnya dari lebah pemandu ini adalah untuk kembali ke sarang dan memberitahu lebah-lebah lain tentang lokasi di mana ia menemukan kumpulan bunga tersebut. Segera setelah lebah pemandu kembali ke sarangnya, ia mulai memberitahukan lokasi sumber bunga yang ia temukan kepada lebah-lebah lain. Pertama, ia membiarkan lebah-lebah lain mencicipi sedikit nektar yang ia kumpulkan dari bunga untuk memberitahu mereka tentang kualitas nektar tersebut. Lalu ia memulai tugas utamanya, yakni menjelaskan arah menuju sumber bunga. Ia melakukan ini dengan cara yang sangat unik, yaitu dengan tarian. Lebah pemandu mulai menari di tengah-tengah sarang dengan menggoyangkan badannya. Sulit dipercaya, tapi gerakan dalam tarian ini memberikan lebah-lebah lain informasi tentang lokasi sumber bunga. Misalnya, jika tarian berupa garis lurus ke arah bagian atas sarang, maka sumber makanan tepat mengarah ke arah matahari. Jika bunga berada pada arah sebaliknya, lebah akan membuat garis ke arah tersebut. Jika lebah menari ke arah kanan, maka ini menunjukkan bahwa sumber bunga berada tepat sembilan puluh derajat ke arah kanan.

Tetapi ada satu pertanyaan, lebah menjelaskan arah tersebut berdasarkan posisi matahari, padahal posisi matahari terus berubah. Setiap empat menit matahari bergeser satu derajat ke barat, faktor yang mungkin menurut anggapan orang diabaikan lebah dalam penentuan arah ini. Tapi, pengamatan menunjukkan bahwa lebah-lebah ini juga memperhitungkan pergerakan matahari. Ketika lebah pemandu memberitahu arah lokasi bunga, dalam setiap empat menit, sudut yang mereka beritahukan juga bertambah satu derajat ke barat. Berkat perhitungan yang luar biasa ini, para lebah tidak pernah tersesat.

Lebah pemandu tak hanya menunjukkan arah sumber bunga, tetapi juga jarak ke tempat tersebut. Lama waktu tarian dan jumlah getaran memberi petunjuk kepada lebah-lebah lain tentang jarak ini secara akurat. Mereka membawa perbekalan sari-sari makanan yang sekedar cukup untuk menempuh jarak ini, dan kemudian memulai perjalanan.

Perilaku mengagumkan dari para lebah ini telah diuji dalam sebuah penelitian di California. Dalam penelitian ini, tiga wadah berisi air gula diletakkan di tiga tempat yang berbeda. Sesaat kemudian, lebah-lebah pemandu menemukan sumber makanan tersebut. Lebah pemandu yang mendatangi wadah pertama diberi tanda titik; yang mendatangi wadah kedua ditandai dengan garis, dan yang mendatangi wadah ketiga diberi tanda silang. Beberapa menit kemudian, lebah-lebah dalam sarang tampak mengamati dengan cermat para lebah pemandu ini. Para ilmuwan lalu memberi tanda titik pada lebah-lebah yang mengamati lebah pemandu bertanda titik, dan demikian halnya, mereka juga memberi lebah-lebah lain tanda yang sama dengan yang ada pada lebah pemandu yang mereka amati. Beberapa menit kemudian, lebah-lebah bertanda titik mendatangi wadah pertama, yang bertanda garis tiba di wadah kedua dan yang bertanda silang di wadah ketiga. Jadi, terbukti bahwa lebah-lebah dalam sarang menemukan arah berdasarkan informasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh lebah-lebah pemandu.

Segala fakta ini hendaknya direnungkan dengan seksama. Dari mana lebah-lebah memperoleh kemampuan berorganisasi yang menakjubkan? Bagaimana seekor serangga mungil yang tak memiliki kecerdasan atau sarana berpikir mampu bertugas sebagai pencari makanan? Bagaimana ia dapat berpikir untuk mencari sumber makanan dan kemudian memberitahukannya kepada rekan-rekan sesarangnya? Bahkan jika ia dianggap mampu memikirkannya, bagaimana ia dapat menciptakan tarian untuk memberitahu yang lain tentang lokasi dan jarak sumber makanan? Bagaimana lebah-lebah dalam sarang mampu memahami arti gerakan dan getaran rumit dari lebah-lebah pemandu ?

Teori Evolusi Darwin yang mengklaim bahwa kehidupan di bumi terjadi secara kebetulan, tak mampu menjawab beragam pertanyaan ini. Segala keahlian khusus lebah ini menunjukkan bahwa Penciptanya telah memberikan semua sifat ini kepada mereka.

Allah menciptakan, dan mengilhami mereka untuk melakukan pekerjaan mereka. Fakta ini dinyatakan dalam Alquran: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan, bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl, 16: 68-69)

Dari berbagai macam keistimewaan lebah diatas dapat disamakan dengan cirri-ciri yang harus dimiliki oleh pengusaha diantaranya:

1.      Sabar

Sebagai seorang pengusaha kita harus mengikuti kesabaran yang dimiliki oleh lebah dimana mereka dengan sabar menyelesaikan sarang mereka hingga terbentuk sarang yang didalamnya terdapat madu yang merupakan hasil kerjasama dari lebah secara berkelompok begitu juga seorang pengusaha harus sabar dalam membangun usaha nya karena usaha tidak bisa dibangun dengan mudah dan cepat.

2.      Kerja keras

Lebah bekerja keras dalam membangun sarang yang dia miliki bagaimana lebah mennncarinya di bunga satu ke bunga yang lainnya hingga akhirnya terbentuk sarang. Begitu juga dengan pengusaha harus bekerja keras dalam membangun bisnisnya harus membangun dari yang terkecil dahulu dengan sabar kemudian akhirnya akan menjadi usaha yang besar seperti sarang dari lebah yang awalnya kecil lalu menjadi besar.

3.      Kerja sama

Lebah dalam membangun sarangnya selalu bekerja sama dengan lebah lainnya dalam satu koloni mereka mempunyai pembagian kerja yang jelas antara lebah yang bertugas mencari madu, melindungi sang ratu dll. Hal ini juga harus dimiliki oleh seorang pengusaha dimana dalam membangun bisnis nya harus bekerja sama dengan berbagai pihak dan ada pembagian yang jelas dalam membangun bisnisnya seperti: ada yang bertugas di bidang pemasaran, keuangan dll. Sehingga bisnis yang ia alami akan menjadi besar.

4.      Bermanfaat

Lebah mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia diantaranya, menghasilkan madu, propolis dll. Singkat kata lebah mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Sepert itulah seharusnya seorang pengusaha dia harus berguna bagi semua orang, berguna bagi lingkungan dll. Sehingga bisnis yang ia jalani akan tetap bertahan dan tidak mudah goyah.

02/08/2009 Posted by | KWD | 1 Komentar

BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) BUAH ALTERNATIF PENYEMBUH KANKER RAHIM

ABSTRAK

Pada 2007, penderita kanker rahim tertinggi kedua di Indonesia dan di dunia. Penyembuhan yang biasa dilakukan sering berefek negatif, diantaranya menyebabkan mual, muntah, leukopenia, stomatitis, dan lain-lain. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari buah merah sebagai bahan hayati lokal dalam mengobati penyakit kanker rahim. Melalui riset in vitro, 50 %  sel kanker rahim dapat dimatikan oleh buah merah. Kesimpulan penulisan ini adalah buah merah sangat berpotensi dalam mengobati penyakit kanker rahim, mekanisme kerja buah merah membunuh sel-sel kanker melalui senyawa tokoferol, alfatokoferol, dan betakarotin, buah merah dimanfaatkan melalui sarinya untuk pengobatan sel kanker rahim

Kata Kunci: Buah Merah, Obat Alternatif, Kanker Rahim

PENDAHULUAN

Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali dan akan terus membela diri, selanjutnya menyusup ke jaringan disekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta saraf tulang belakang (Mangan, 2005). Secara garis besar kanker dibagi menjadi 4 jenis, antaralain: Karsinoma, Sarkoma, Leukimia, dan Limfoma.

Kanker merupakan masalah besar di dunia. Setiap tahun dijumpai hampir 6 juta penderita baru yang diketahui mengidap kanker, dan lebih dari 4 juta diantaranya meninggal. Kematian akibat kanker mencakup 10% dari jumlah total kematian. Separuh dari mereka yang terserang kanker, dan dua pertiga dari mereka yang meninggal akibat kanker, berada di negara berkembang. (Kardinan, 2003: hal.12). Jumlah penderita kanker saat ini semakin meningkat, dan menempati urutan keenam sebagai penyebab kematian. Data Depkes menyebutkan, sekitar enam persen atau 13,2 juta jiwa penduduk Indonesia menderita penyakit kanker dan kanker merupakan penyebab kematian ke-5 di Indonesia, setelah jantung, stroke, saluran pernafasan dan diare.

Kanker Rahim (uterus) adalah kanker yang sering terjadi di endometrium, tempat dimana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia 60-70 tahun. Kanker rahim tergolong penyakit terbanyak diderita kaum perempuan. Penyakit tersebut bahkan sangat mematikan. Biasanya beragam jenis kanker, termasuk kanker rahim, muncul karena adanya pertumbuhan sel yang abnormal. Pertumbuhan sel tersebut muncul karena adanya mutasi gen. Ada berbagai faktor pemicu kanker, baik dari dalam tubuh sendiri maupun dari luar. Faktor luar pemicu kanker adalah lingkungan, zat karsinogenik, dan lain-lain.

Berdasarkan data 2001, penyakit kan­ker merupakan penyebab kematian keli­ma di Indonesia dan terus meningkat. Sedangkan berdasarkan data Globocan, Inter­na­tio­nal Agency for Research on Cancer (IARC) 2002, kanker rahim menempati urutan kedua dengan temuan kasus baru 9,7 persen dan jumlah kematian 9,3 persen dari seluruh kanker pada perempuan di dunia (Anoymous, 2007). Data dari instalasi Kanker Terpadu Tulip di RS Sardjito Yogyakarta menunjukkan dari tahun ke tahun terjadi kenaikan kasus kanker leher rahim (4,9%) dan usia penderita terbanyak 46-50 tahun. WHO mencatat setiap tahun, di dunia terdapat 490 ribu perempuan menderita kanker ini, dan 240 ribu di antaranya meninggal. Pada 2007, penderita kanker tertinggi kedua di Indonesia adalah kanker rahim. Meski belum diketahui pasti insiden kanker di Indonesia, namun berdasarkan data Globocan tersebut, pada 2002 didapatkan perkiraan  penderita kanker payudara sebesar 26 per 100.000 perempuan dan kanker leher rahim sebesar 16 persen per 100.000 perempuan (Anoymous, 2008).

Secara umum penyembuhan yang biasa dilakukan untuk penyakit kanker adalah sebagai berikut: pembedan (operasi), penyinaran (radioterapi), dan kemoterapi. Namun penyembuhan tersebut bisa berefek negatif, yakni memperburuk kondisi pasien diantaranya menyebabkan mual, muntah, leukopenia, stomatitis, dan lain-lain. Seperti yang disampaikan dr. Abidin Widjanarko, Sub bagian Hematologi-Onkologi Medik Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI dan RS Kanker Dharmais. Selain itu vaksin untuk mencegah kanker yang diproduksi oleh dua perusahaan obat berskala internasional, Merck dan GlaxoSmithKline, harga jualnya di Indonesia masih sangat mahal yaitu pertiga kali dosis suntikan sekitar Rp 3,5 juta.

Kenyataan tersebut menuntut perlunya cara alternatif yang aman untuk pengobatan kanker dengan menggunakan bahan hayati. Salah satu bahan hayati lokal yang berpotensi untuk pengobatan kanker adalah buah merah (Pandanus conoideus Lam.) Buah ini mengandung Tokoferol, Alfatokoferol, Betakaroten, Protein, Kalsium, Besi, Fosfor, Vitamin C, Asam Palmitoleat, Asam oleat, Asam linoleat, dan  Asam alfa linolenat( Anymous, 2005). Kandungan kimia terbesar dari buah merah adalah Tokoferol, alfatokoferol, dan betakaroten, yang mempunyai fungsi sebagai antioksidanyang mampu menangkal radikal bebas. Ketiga senyawa inilah yang membantu proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, dan HIV/AIDS. Senyawa antioksidan ini bekerja menekan dan membunuh sel-sel kanker yang berbahaya.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut: (1) apakah buah merah berpotensi sebagai obat penyakit kanker khususnya kanker rahim; (2) bagaimana mekanisme kerja buah merah dalam membunuh sel-sel kanker rahim; (3) bagaimana pemanfaatan buah merah sebagai obat dalam membunuh sel-sel kanker rahim? Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui potensi dari buah merah sebagai bahan hayati lokal dalam mengobati penyakit kanker rahim.

Penulisan ini memberikan beberapa manfaat. Aspek akademis memberikan informasi ilmiah pada masyarakat tentang manfaat buah merah sebagai obat untuk penyembuhan penyakit kanker terutama kanker rahim, yang berasal dari bahan hayati lokal Indonesia. Aspek ekonomi, pemanfaatan buah merah sebagai obat penyembuhan kanker rahim dapat menghemat biaya.

PEMBAHASAN

Potensi Buah Merah Sebagai Obat Kanker

Karakteristik Buah Merah

Buah merah (Pandanus conoideus Lam.) termasuk family Pandanaceae. Buah merah umumnya berbentuk panjang lonjong atau agak persegi. Panjang buah 30-120 cm. Diameter buah 10-25 cm. Buah ini umumnya berwarna merah, merah kecokelatan, dan ada pula yang berwarna kuning. Kulit buah bagian luar menyerupai buah nangka. Di Papua, beberapa daerah yang menjadi sentra buah merah adalah daerah-daerah yang berada di sepanjang lereng pegunungan Jayawijaya. Di antaranya Kelila, Bokondini, Karubaga, Kobakma, Kenyam, dan Pasema.

Di Papua terdapat lebih dari 30 jenis buah merah, tetapi ada 4 kultivar yang banyak dikembangkan yaitu :

1.      Kultivar merah panjang, memiliki buah berbentuk silindris, ujung tumpul, dan pangkal menjantung. Panjang buah mencapai 96-102 cm dengan diameter 15-20 cm. bobot buah mencapai 7-8 kg

2.      Kultivar merah pendek, memiliki buah berbentuk silindris, ujung me-lancip, dan pangkal menjantung. Panjang buah mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, bobot buah 2-3 kg.

3.      Kultivar merah coklat, memiliki buah berbentuk silindris, ujung tumpul, dan pangkal menjantung. Panjang buah 27-33 cm, diameter 6,9-12 cm, dan bobot buah 2-3 kg.

4.      Kultivar kuning, memiliki buah berbentuk silindris, ujung tumpul dengan pangkal menjantung. Panjang buah 35-42 cm, diameter 11-12 cm, dan bobot buah 2-3 kg.

Namun, yang banyak digunakan sebagai obat adalah buah merah panjang. Di daerah asal buah merah yaitu Papua, buah ini dikenal dengan nama sait, mongka memyeri, atau barkum. Saat ini buah merah masih termasuk endemik Papua. Buah merah banyak tumbuh di kawasan hutan sekunder dengan kondisi lembab (Mangan, 2005)

Kajian Kimia dan Farmakologis

Buah merah banyak mengandung bahan-bahan yang diperlukan dalam pengobatan penyakit. Sampel sari buah merah barugum yang berhasil diteliti oleh Fakultas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan kandungan senyawa kimia seperti yang tertera di Tabel berikut ini.

Tabel 1. Kandungan Senyawa Kimia Buah Merah

No Bahan Kimia Kandungan
1 Tokoferol 511 ppm
2 Alfatokoferol 351 ppm
3 Betakaroten 59,7 ppm
4 Protein 0,27 %
5 Kalsium 9,730 mg
6 Besi 17,885mg
7 Fosfor 0,774%
8 Vitamin C 0,088 ug/g
9 Asam Palmitoleat 1091 mg
10 Asam oleat 66057 mg
11 Asam linoleat 5532 mg
12 Asam alfa linolenat 589 mg

Sementara itu, penelitian I Made Budi terhadap buah merah yang dimuat di buku Buah Merah (Penebar Swadaya, 2004) menunjukkan basil seperti di 2 tabel berikut ini.

Tabel 2. Kandungan Senyawa Kimia Buah Merah

No Bahan Kimia Kandungan
1 Tokoferol 511 ppm
2 Alfatokoferol 351 ppm
3 Betakaroten 59,7 ppm
4 Protein 0,27 %
5 Kalsium 9,730 mg
6 Besi 17,885mg
7 Fosfor 0,774%
8 Vitamin C 0,088 ug/g
9 Asam Palmitoleat 1091 mg
10 Asam oleat 66057 mg
11 Asam linoleat 5532 mg
12 Asam alfa linolenat 589 mg

Tokoferol, alfatokoferol, dan betakaroten yang terkandung dalam buah merah dalam proses penyembuhan penyakit berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Ketiga senyawa ini membantu proses penyembuhan penyakit kanker. Senyawa antioksidan ini bekerja menekan dan membunuh sel-sel kanker yang berbahaya. Keberadaan ketiga senyawa ini membuat buah merah sangat berpotensi dalam mengobati penyakit kanker (Anoymous, 2007)

Peran buah merah dalam membantu penyembuhan kanker ini karena kandungan tokoferol dan betakarotennya yang relatif tinggi. Kedua senyawa kimia ini bekerja sama sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebagai antioksidan, kedua senyawa ini berperan mencegah dan menekan pembiakan sel-sel kanker. Omega 3 yang terkandung di dalam buah merah juga bisa berfungsi memperbaiki jaringan sel yang rusak, sehingga sangat disarankan bagi penderita kanker payudara.

Mekanisme Kerja Buah Merah Sebagai Obat Kanker Rahim

Tokoferol, alfatokoferol, dan betakaroten yang terkandung dalam buah merah dalam proses penyembuhan penyakit berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Ketiga senyawa inilah yang membantu proses penyembuhan penyakit kanker. Senyawa antioksidan ini bekerja menekan dan membunuh sel-sel kanker yang berbahaya. Omega 3 yang terkandung di dalam buah merah juga bisa berfungsi memperbaiki jaringan sel yang rusak (Anymous, 2008)

Menurut Made, semua bahan yang terkandung dalam buah merah merupa-kan senyawa-senyawa obat yang aktif. Misalnya, betakaroten dan tokoferol (vitamin E) dikenal sebagai senyawa antioksidan yang ampuh. Betakaroten ber-fungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada arteri. Jadi aliran darah ke jantung dan otak berlangsung tanpa sumbatan. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi. Betakaroten meningkatkan jumlah sel-sel pembunuh alami dan memperbanyak aktivitas sel-sel T helpers dan limposit. Ada studi yang membuktikan, bahwa konsumsi betakaroten 30-60 mg/hari selama 2 bulan membuat tubuh memiliki sel-sel pembunuh alami lebih banyak (Bagoes Illen, 2007)

Bertambahnya sel-sel pembunuh alami akan menekan kehadiran sel-sel kanker. Mereka ampuh menetralisir radikal bebas-senyawa karsinogen penyebab kanker. Jika antioksidan tersedia setiap saat dalam darah sel-sel tubuh terlindung dari kerusakan akibat radikal bebas. Berdasarkan penelitian Made, buah merah menghasilkan antioksidan yang bersifat antikanker dan tokoferol atau vitamin E.

Peran buah merah sebagai antikarsinogen makin lengkap dengan keha-diran tokoferol. Senyawa ini berperan dalam memperbaiki sistem kekebalan tu-buh. Tokoferol juga mengurangi morbiditas dan mortalitas (kematian) sel-sel ja-ringan, sehingga akan menangkal dan mematikan serbuan radikal bebas. Kolesterol dalam darah pun dapat dinetralisir oleh tookferol. Selain itu, buah merah mengandung omega-9 dan omega-3 dalam dosis tinggi. Sebagai asam lemak tak jenuh, ia gampang dicerna dan diserap sehingga memperlancar proses metabolisme. buah merah meluruhkan LDL (kolesterol yang mengakibatkan penumpukan flek di dalam pembuluh) dan meningkatkan kadar HDL (kolesterol yang memperlancar proses peredaran darah). Efeknya, terjadi keseimbangan kolesterol di dalam darah

Betakaroten dan Alfa tokoferol dikenal sebagai antioksidan sekunder yang berfungsi menangkap radikal bebas dan mencegah terjadinya reaksi berantai. Reaksi inilah yang menghambat terjadinya penumpukan flek pada arteri, sehingga aliran darah ke jantung dan otak menjadi lancer. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi. Ia meningkatkan jumlah sel-sel pembunuh alami dan memperbanyak aktivitas sel-sel T helpers dan limposit

Setahun terakhir, banyak yang membuktikan khasiat buah merah. Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo dari jurusan Farmasi Universitas Indonesia membuktikannya melalui riset in vitro. Sang guru besar itu memanfaatkan sel L 1210 dan HeLa – masing-masing penyebab kanker leukemia dan kenker rahim. Sel kanker dimasukkan ke media di cawan dan diinkubasikan. Buah merah diberikan bertahap dari dosis terkecil hingga menyebabkan kematian 50% sel kanker. Penghambatan  pertumbuhan sel kanker dihitung dengan microplate reder. Kemam-puan buah merah mematikan 50% sel, indikator adanya aktivitas antikanker. Hasil riset menunjukkan, sari buah merah terbukti antikanker leukemia. Nilai LC50 mencapai 20,04ug/ml. Artinya, untuk mematikan 50% total sel kanker, perlu sari buah merah berdosis 20,04ug/ml. Sedangkan nilai LC50 untuk sel HeLa 240ug/ml. (Anymous, 2008)

Berdasarkan penelitian farmasi UI yang menguji efek farmakologis buah merah didapatkan hasil uji toksitas menunjukkan LD50 mencit jantan 2,687 g/kg bb. dan menci betina 6,714 g/kg bb. Hal ini menunjukkan dosis buah merah yang banyak dianjurkan cukup aman (Anymous, 2007)

Dari beberapa hasil penelitian di atas dapat diketahui bahwa buah merah sangat efektif dalam mengobati kanker terutama kanker rahim hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo dari jurusan Farmasi Universitas Indonesia yang membuktikannya melalui riset in vitro. Selain itu, dari segi keamanan buah merah cukup aman dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Pemanfaatan Buah Merah Sebagai Obat Kanker.

Pemanfaatan buah merah untuk mengobati penyakit kanker umumnya dalam bentuk sari buah merah yang tersedia dalam bentuk cair (tincture). Proses pembuatan sari buah merah ini sebagai berikut:

1.      Memilih buah yang benar-benar matang yaitu kulit buah berwarna merah menyala dan jarak antar tonjolan cukup jarang.

2.      Buah dibelah, lalu dikeluarkan empelurnya, selanjutnya dipotong-potong, kemudian dicuci dengan air hingga bersih.

3.      Daging buah dikukus dengan api sedang sekitar 1-1,5 jam. Setelah matang dan daging buah lunak, diangkat dan didinginkan.

4.      Tambahkan sedikit air, lalu diperas hingga menjadi seperti pasta. Saring pasta untuk memisahkan bijinya.

5.      Pasta dimasak kembali dalam wajan selama 4-5 jam. Setelah mulai mendidih, pasta tetap dibiarkan di atas api selama 10 menit hingga muncul minyak berwarna kehitaman di atas permukaan pasta.

6.      Angkat dan diamkan selama 1 hari. Minyak yang terbentuk diambil perlahan-lahan dengan menggunakan sendok, pindahkan minyak ke wadah transparan seperti gelas atau mangkuk, lalu diamkan selama 2 jam hingga minyak dan air benar-benar terpisah.

7.      Kemudian pisahkan minyak ke wadah lain dengan menggunakan sendok. Diamkan lagi selama 2 jam. Jika sudah tidak ada air yang tercampur, berarti proses pengolahan sudah berakhir. Dari satu buah akan diperoleh sari buah merah sebanyak 150-200 ml.

(Redaksi Trubus, 2005).

Dosis untuk terapi pengobatan penyakit kanker, sari buah merah diminum 3×1 sendok teh setelah makan, sedangkan untuk memelihara kesehatan cukup 2×1 sendok teh sehari. Dalam proses penyembuhan sangat dianjurkan buah merah dikombinasikan bersama herbal lain yang berkhasiat membunuh kanker secara langsung seperti keladi tikus, dan sambiloto. Selain itu, juga perlu dikonsumsi bersama dengan suplemen makanan lain seperti spirulina sehingga proses penyembuahan kanker lebih cepat. Saat mengkonsumsi buah merah, hindari pengencer dari aspirin atau golongan warfarin (Mangan, 2005).

               Penderita kanker  stadium 2-4 dianjurkan mengonsumsi 1 sendok makan 3 kali sehari sesudah makan. Jika sedang menjalani kemoterapi, konsumsi sari buah merah dilakukan 2 hari sesudahnya. Dosis 2 x sehari, masing - masing 1 sendok makan.

Kajian Religi

Bila dikaji dari sisi religius, Allah SWT sangat menganjurkan menggunakan tumbuh-tumbuhan dalam mengobati suatu penyakit, hal ini seperti tersirat dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai berikut:

Q.S Al An’am ayat 141: “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

Q.S Al Baqarah ayat 57:”Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”[53]. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang  “menganiaya diri mereka sendiri”.

Q.S Al Baqarah ayat168: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Q.S An Nahl ayat114:”Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”.

Q.S Al Maa’idah ayat 88:”Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”

Dari ayat-ayat di atas dapat kita ketahui bahwasanya Allah SWT, menganjurkan umatnya untuk makan-makanan yang halal lagi baik diantarannya adalah mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat-obatan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penulisan tentang “BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) BUAH ALTERNATIF PENYEMBUH KANKER RAHIM” maka dapat disimpulkan bahwa:

1.      Buah merah sangat berpotensi sebagai obat kanker terutama kanker rahim, hal ini karena buah merah mengandung senyawa Tokoferol, Alfatokoferol, dan Betakaroten  sebagai senyawa dalam mengobati penyakit kanker terutama kanker rahim.

2.      Mekanisme buah merah dalam membunuh sel-sel kanker yaitu senyawa Tokoferol, alfatokoferol, dan  Betakaroten akan menekan dan membunuh sel-sel kanker. Omega 3 akan memperbaiki jaringan sel yang rusak akibat kanker.

3.      Pemanfaatan buah merah sebagai obat kanker dengan cara diambil sarinya.

SARAN

Berdasarkan penulisan ini, disarankan pada pemerintah lebih mempopuler-kan khasiat buah merah sebagai alternatif obat penyakit kanker. Masyarakat juga diharapkan lebih memanfaatkan potensi hayati lokal sebagai obat yaitu buah merah karena telah teruji khasiatnya dalam mengobati kanker dan harganya lebih murah dari pada pengobatan medis.

DAFTAR PUSTAKA

Anoymous.2008.Buah Merah Mengatasi Berbagai Penyakit Degeratif.(Online). (http://id.88db.com/id/Members/Member_Info.page?mid=75430). Diakses tanggal 20 Juni 2008

Anoymous.2008. Dicanangkan, Program Nasionai Deteksi Kanker Rahim dan Payudara. (Online). (http://www.kompas.com/index.php/kesehatan/news). Diakses tanggal 26 Juni 2008

Anoymous.2008.Fakta Terbaru Buah Merah.(Online).(http://www.ditplb.or.id/2006/index.php?menu=profile&pro=iduser=5). Diakses tanggal 22 Juni 2008

Anoymous.2007.Bukti Ilmiah Sari Buah Merah.(Online). (http://www.deherba.com/sekilas-buah-merah-2.html). Diakses tanggal 20 Juni 2008

Anoymous.2007. KandunganBuah Merah. (Online).

(http://www.deherba.com/tentang -kami-2.html). Diakses tanggal 18 Juni 2008

Anoymous.2007. Wanita Indonesia Rentan Kena Kanker Rahim. (Online). (http:// www.rmexpose.com). Diakses tanggal 26 Juni 2008

Anoymous.2005. Sari buah merah yang belakangan diketahui dapat menyembuhkan berbagai penyakit. (Online). (http://www.jokam.com/jokam_plugins/forum/forum.php). Diakses tanggal 21 Juni 2008

Illen, Bagoes.2007.Ada Harapan Dari Sari Buah Merah.(Online).(http://students.ukdw.ac.id/~22053818/isi.html). Diakses tanggal 19 Juni 2008

Kardinan, Agus dkk. 2003. Tanaman Obat Penggempur Kanker. Depok: Agromedia

Mangan, Yelia.2005. Cara Bijak Menaklukkan Kanker. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka

Redaksi Trubus. 2005. Panduan Praktis Buah Merah Bukti Empiris dan Ilmiah.

Penebar Swadaya. Jakarta. 105 hlm

02/08/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | 4 Komentar

POTENSI SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens) SEBAGAI OBAT PENYAKIT KANKER PARU-PARU

ABSTRAK

Di Indonesia penyakit kanker paru menduduki peringkat ke-3 atau ke-4 diantara penyakit keganasan di rumah-rumah sakit. Cara alamiah dalam mengobati kanker yaitu menggunakan tumbuhan sarang semut. Penulisan ini bertujuan mengetahui kemampuan sarang semut sebagai obat alternatif penyakit kanker yang berasal dari potensi lokal Indonesia. Dalam uji in vitro, Sarang Semut ampuh mengatasi sel kanker paru-paru. Kesimpulan penulisan ini sarang semut berpotensi dalam mengobati penyakit kanker karena mengandung zat yang penting bagi penyembuhan penyakit kanker yaitu flavonoid. Mekanisme kerja dari sarang semut adalah melalui flavonoid. Pemanfaaatan tumbuhan sarang semut sebagai obat kanker terdapat dalam bentuk serbuk dan kapsul

Kata Kunci: Sarang Semut, Obat Alternatif, Kanker

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kanker sebenarnya merupakan suatu tumor atau neoplasma atau neoblastama, yang terdiri dari tumor jinak (benign, benigna) dan tumor ganas (malignant, maligna, kanker). Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal(Anoymous, 2000). Golongan ini terdiri dari ratusan jenis, tetapi ada empat golongan utama, seperti: sarkoma, karsinoma, leukemia dan limfoma

Kanker merupakan masalah besar di dunia. Setiap tahun dijumpai hampir 6 juta penderita baru yang diketahui mengidap kanker, dan lebih dari 4 juta diantaranya meninggal. Kematian akibat kanker mencakup 10% dari jumlah total kematian. Separuh dari mereka yang terserang kanker, dan dua pertiga dari mereka yang meninggal akibat kanker, berada di negara berkembang. (Kardinan, 2003: hal.12). Kanker tercatat sebagai penyebab kematian yang dominan pada anak-anak usia 3-14 tahun. Menurut American Cancer Society, penyebab kematian terbesar pada wanita adalah kanker payudara (19%), kanker paru-paru (19%), serta kanker kolon dan rektum (15%). Sementara pada pria, didominasi oleh kanker paru (34%), kanker kolon dan rektum (12%), serta kanker prostat (10%). Diperkirakan, 80-90% kanker disebabkan oleh faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan dan makanan (Anonymous, 2008). Data Depkes menyebutkan, sekitar enam persen atau 13,2 juta jiwa penduduk Indonesia menderita penyakit kanker dan kanker merupakan penyebab kematian ke-5 di Indonesia, setelah jantung, stroke, saluran pernafasan dan diare.

Kanker yang banyak menimbulkan kematian di seluruh belahan dunia adalah kanker paru. Dari tahun ke tahun jumlahnya meningkat baik di Negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang maupun di Negara berkembang termasuk Indonesia. Di Amerika Serikat kematian karena kanker paru mencapai 36% dari seluruh kematian kanker pada laki-laki, dan merupakan urutan pertama penyebab kematian pada laki-laki (Manggunnegoro, 1990). Di Indonesia penyakit kanker paru menduduki peringkat ke-3 atau ke-4 diantara penyakit keganasan di rumah-rumah sakit. Atmanto (1992) menyatakan kanker paru merupakan penyakit dengan keganasan tertinggi diantara jenis kanker lainnya di Jawa Timur dengan angka Case Fatality Rate (CFR) sebesar 24,1%. Pada tahun 1998 di RS kanker Dharmais, kanker paru menempati urutan kedua tebanyak setelah kianker payudara yaitu sebanyak 75 kasus (Nasar, 2000)

Hingga kini pengobatan neoplastik atau kanker dapat dilakukan dengan dengan 3 cara yaitu: pembedahan, radiasi, dan dengan pemberian obat anti neoplastik atau anti kanker. Namun, ke-3 cara pengobatan diatas banyak member-kan efek samping kepada pasien sepetri terjadi komplikasi, dan penekanan fungsi sumsum tulang.

Kenyatan tersebut menuntut perlunya cara alternatif yang aman untuk memberantas kanker dengan menggunakan bahan alami, dimana bahan dasarnya menggunakan tanaman. Salah satu yang berpotensi sebagai obat alami adalah tumbuhan sarang semut. Sarang semut mengandung senyawa Flavonoid, Tanin, dan Poliefenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh (Subroto, Ahkam dan Hendro Saputro, 2008). Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut (Anonymous, 2008).

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diambil rumusan masalah yaitu:

-          Bagaimana potensi tumbuhan sarang semut dalam membasmi penyakit kanker terutama kanker paru-paru?

-          Bagaimana mekanisme kerja dari tumbuhan sarang semut dalam memberantas penyakit kanker paru-paru ?

-          Bagaimana pemanfaatan tumbuhan sarang semut sebagai obat dalam memberantas penyakit kanker paru-paru ?

Tujuan Penulisan

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sarang semut sebagai obat alternatif untuk penyembuhan penyakit kanker yang berasal dari potensi lokal Indonesia.

Manfaat Penulisan

Penulisan ini memberikan beberapa manfaat. Aspek akademis memberikan informasi ilmiah pada masyarakat tentang manfaat sarang semut sebagai obat alternatif untuk penyembuhan penyakit kanker terutama kanker paru-paru yang berasal dari potensi lokal Indonesia. Aspek ekonomi, pemanfaatan sarang semut sebagai obat alternatif penyembuhan kanker paru-paru dapat menghemat biaya.

PEMBAHASAN

Potensi Sarang Semut

Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendens) merupakan salah satu tumbuhan epifit dari Hydnophytinae (Rubiaceae) yang dapat berasosiasi dengan semut. Tumbuhan ini bersifat epifit, artinya tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain, tetapi tidak hidup secara parasit pada inangnya, hanya sebagai tempat menempel.

Genus tumbuhan sarang semut dibagi menjadi beberapa spesies berdasarkan struktur umbinya. Ditemukan sebanyak 26 spesies sarang semut. Semua spesies dari tumbuhan tersebut memilki batang menggelembung dan berongga-rongga serta dihuni oleh semut. Tumbuhan ini dapat ditanam dengan mudah tanpa adanya semut dan etap membentuk batang menggelembung dan berongga-rongga secara normal.

Penyebaran dan Ekologi

Penyebaran tumbuhan sarang semut banyak ditemukan, mulai dari Semenanjung Malaysia hingga Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua, Papua Nugini, Cape York hingga Kepulauan Solomon. Di Propinsi Papua, tumbuhan sarang semut dapat dijumpai, terutama di daerah Pegunungan Tengah yaitu di hutan belantara Kabupaten Jayawijaya. Kabupaten Tolikara, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Paniai. Secaa ekologi, tumbuhan sarang semut tersebar dari hutan bakau dan pohon-pohon di pinggir pantai hingga ketinggian 2.400 m di atas permukaan laut (dpl). Tumbuhan sarang semut paling banyak ditemukan di padang rumput. Tumbuhan sarang semut jarang ditemukan di hutan tropis dataran rendah, tetapi lebuh banyak ditemukan di hutan dan daerah pertanian terbuka dengan ketinggian sekitar 600 m dpl.

Kajian Kimia dan Farmokologi

Uji penapisan kimia dari tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotic (Subroto, Ahkam dan Hendro Saputro, 2007)

Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian­-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker.

Tabel 1. Komposisi dan Kandungan Senyawa Aktif

Tumbuhan Sarang Semut

No

Parameter

Satuan

Nilai

01

Energi

Kkal/ 100 g

350,52

02

Kadar air

g/ 100 g

4,54

03

Kadar abu

g/100 g

11,13

04

Kadar lemak

g/ 100 g

2,64

05

Kadar protein

g/100 g

2,75

06

Kadar karbohidrat

g/100 g

78,94

07

Tokoferol

mg/100 g

31,34

08

Total fenol

g/100 g

0,25

09

Kalsium (Ca)

g/100 g

0.37

10

Natrium (Na)

mg/100 g

68,58

11

Kalium (K)

g/100 g

3,61

12

Seng (Zn)

mg/100 g

1,36

13

Besi (Fe)

mg/100 g

29,24

14

Fosfor (P)

g/100 g

0,99

15

Magnesium (Mg)

g/100 g

1,50

Seperti dalam tabel di atas tumbuhan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor, dan magnesium.

Analisis antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan sarang semut dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC50 sebesar 48,6 ppm. Sementara alfa­tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut. Alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96% dan persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi­konsentrasi yang lebih tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam radikal bebas hingga mendekati 100%.

Sarang Semut Sebagai Obat Kanker Paru-Paru

Tumbuhan sarang semut  diperkenalkan pertama kali di pedalaman Papua yang biasa digunakan sebagai obat oleh warga setempat selain buah merah, tanaman ini sudah digunakan secara turun temurun. Tanaman ini diolah sebagai campuran bubur dan juga sebagi minuman dengan tujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh (Anoymous, 2007). Masyarakat Wamena, Papua, umumnya merebus 1 sendok makan sarang semut dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas.

Sejak tahun 2001, Hendro Saputro mulai memproduksi tumbuhan sarang semut dalam bentuk serbuk sebagai obat tradisional. Secara mengejutkan ekstrak rebusan air (deoktum) dari tumbuhan sarang semut tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit berat seperti tumor, kanker, jantung, TBC dan lain lain. Bukti empiris tersebut membuat semakin banyak masyarakat yang ingin memanfaatkan sarang semut untuk mengobati berbagai penyakit. Khusus untuk penyakit kanker tumbuhan sarang semut telah dilakukan ujicoba untuk mengetahui keampuhannya.

Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid Sarang Semut. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.

Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Penelitian­-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker terutama knekr paru-paru. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut (Anoym ous,2007).

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh mengatasi sel kanker terutama kanker paru-paru (Anoymous, 2007). Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari Universit National of Hochiminch City dan koleganya Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga orang sejawat Qui itu bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University

Dalam penelitiannya Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut yang berbobot 2-3 kg, kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus. Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya menakjubkan, Sarang Semut mempunyai aktivitas antiproliferasi. Dalam dunia kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal. Kanker memang berarti pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali. Antiproliferasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu. Seperti dikutip Biology Pharmaceutical Bulletin, Qui Kim Tran dan rekan-rekannya menuturkan bahwa seluruh ekstrak Sarang Semut menekan proliferasi sel tumor manusia. Dalam uji itu terbukti tingkat efektivitas EC50 mencapai 9,97 mg/ml pada ekstrak methanol. Artinya hanya dengan dosis kecil, 9,97 mg/ml, ekstrak Sarang Semut mampu menekan 50% laju pertumbuhan sel kanker. Sedangkan EC50 pada ekstrak air 22,3 mg/ml; campuran methanol-air, 11,3 mg/ml. Riset tersebut meneguhkan pengalaman empiris banyak orang yang sembuh dari kanker. Selain itu, Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif, katanya. Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antipenuaan. Bila kita mengkonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, dengan adanya tokoferol akan mengatasinya, ujar ahli Ahmad Sulaeman PhD. Doktor ahli nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln itu mengungkapkan, peran vitamin E bagi kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.

Dalam segi keamanan konsumen, riset ilmiah yang telah dilakukan oleh Muhammad Ahkam Subroto, doktor alumnus University of New South Wales Sydney, Australia, telah menjamin keamanan dari herba ini. Riset itu membuktikan, konsumsi 3 kali 1 sendok makan Sarang Semut per hari masih sangat aman. Hasil riset tersebut medapati angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindungi. Dimana kriteria obat yang bagus jika dosis efektif berjauhan dengan LD50. Dari hasil uji yang dilakukan oleh para ahli terdahulu dapat kita ketahui bahwa ternyata sarang semut sangat efektif dalam membasmi kanker terutama kanker paru-paru, selain itu dari segi keamanan sarang semut sangat aman digunakan sebagai obat dalam membasmi penyakit terutama kanker paru-paru karena hasil riset mendapati angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga sangat aman bagi konsumen.

Ramuan Sarang Semut untuk Mengobati Kanker Paru-Paru

Sebagai obat biasanya sarang semut digunakan dalam bentuk serbuk. Proses pembuatan serbuk sarang semut ini adalah: kupas kulit dari umbi sarang semut, belah umbi tersebut menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, iris potongan-potongan umbi tersembut dengan mesin iris, keringkan irisan potongan-potongan umbi tesebut dengan oven pengering pada suhu 700 C selama 3×24 jam, giling irisan dengan mesin gilig sesuai ukuran mesh yang dikehendaki, lakukan sterilisasi bubuk kering tersebut, kemas bubuk kering tersebut dalam kantong alumunium foil.

Selain dalam bentuk serbuk, sarang semut juga bisa dikemas dalam bentuk kapsul, mengenai proses pembuatan kapsul adalah sebagai berikut: ekstra bubuk kering sarang semut dengan air atau etanol (pilih salah satunya) menggunakan mesin ekstraktor hingga menjadi bubuk kering ekstrak, lakukan sterilisasi bubuk kering hasil ekstraksi, masukkan bubuk hasil ekstraksi ke dalam kapsul, kemas kapsul bubuk kering ekstrak dalam botol. Adapun dosis pemakaian yang direkomendasikan secara umum untuk berbagai penyakit terutama kanker paru-paru yaitu: sarang semut hasil rebusan, untuk penyembuhan, minumlah satu gelas air (250 cc) air hasil rebusan sarang semut secara teratur 2-3 kali sehari hingga sembuh. Jika dalam bentuk kapsul ukuran 500 mg, dosis pengobatan untuk setiap penyakit adalah 1-2 kapsul sekali minum 3 kali sehari.

Kajian Religius

Bila dikaji dari sisi religius, pemannfaatan tumbuhan untuk mengobati penyakit dalam perspektif Islam berdasarkan ayat-ayat suci Al Qur’an, dapat tersirat dalam surat-surat sebagai  berikut.

Q.S Al An’am

141. Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

Q.S Al Baqarah

57. Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

Q.S Al Baqarah

168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Q.S An Nahl

114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.

Q.S Al Maa’idah

88. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

Dari ayat-ayat diatas dapat kita ketahui bahwa adanya penyakit-penyakit ini pastilah ada obatnya karena sesungguhnya Allah SWT dalam penciptaanya selalu memberikan manfaat kepada umatnya. Seperti telah di sebutkan dalam ayat diatas bahwa Allah sudah menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan untuk di ambil manfaatnya.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penulisan “Sarang Semut (Myrmecodia pendens) Tumbuhan Unik Penggempur Kanker” dapat diambil kesimpulan bahwa:

-          Tumbuhan sarang semut sangat berpotensi digunakan dalam mengobati penyakit kanker terutama kanker paru-paru karena banyak mengandung zat yang penting bagi penyembuhan penyakit kanker terutama kandungan flavonoid.

-           Mekanisme kerja dari sarang semut adalah melalui flavonid. Mekanisme kerja flavonoid yang sudah terungkap dalam membasmi penyakit kanker terutama kanker paru-paru, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

-          Pemanfaaatan tumbuhan sarang semut sebagai obat kanker biasanya dalam bentuk serbuk dan kapsul

SARAN

Berdasarkan penulisan ini maka dapat disarankan bahwa masyarakat diharapkan lebih memilih mengkonsumsi sarang semut dalam mengobati penyakit kanker karena khasiatnya telah teruji, murah dan lebih aman dibandingkan dengan melalui pengobatan yang konvesional

DAFTAR PUSTAKA

Anoymous. 2008. Apa itu Kanker. (Online). http://kanker.roche.co.id/berita_kanker_terbaru.php. Diakses tanggal 22 Juni 2008.

Anoymous. 2008. Sarang Semut sang Obat. (Online). http://smilegung.multiply.com/journal/item/21/Sarang_Semut_sang_Obat. Diakses tanggal 21 Juni 2008.

Anoymous. 2007. Bukti Ilmiah Sarang Semut.(Online). http://www.deherba.com/bukti-ilmiah-sarang-semut-2.html. Diakses tanggal 20 Juni 2008.

Anoymous. 2007. Kandungan Sarang Semut. (Online). http://www.deherba.com/kandungan-sarang-semut.html. Diakses tanggal 20 Juni 2008.

Anoymous. 2007. Sekilas Sarang Semut. (Online). http://www.deherba.com/sekilas-sarang-semut-2.html. Diakses tanggal 21 Juni 2008.

Anoymus. 2000. Kanker. (Online). http://www.Satumed.com/SemuaBeritaTentangKanker. Diakses tanggal 21 Juni 2008.

Kardinan, Agus dkk. 2003. Tanaman Obat Penggempur Kanker. Depok: Agromedia.

Mangunnegoro, H. 1990. Menyongsong Era Kanker Paru di Indonesia. Dalam:Yunus, F et al (eds). Simposium Kanker Paru Diagnosis dan Terapi. 10/3. 1990. Bagian Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta:  1-8

Nasar, I.M. 2000. Situasi Penyakit Kanker di Akhir Abad ke-20 dan Problemanya. Dalam: Simatupang, A. et al (eds). Prosiding Seminar Sehari Onkologi. Lembaga Penelitian Universitas Kristen Indonesia. Jakarta:1-8

Subroto, Ahkam dan Hendro Sapitro. 2007. Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Jakarta: PT Agromedia Pustaka.

02/08/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | 19 Komentar

PENYAKIT KANKER

BAB I

PENDAHULUAN

Visi pembangunan bidang kesehatan yaitu Indonesia Sehat 2010, diharapkan akan menjadikan masyarakat Indonesia untuk dapat hidup dalam lingkungan sehat dan ber perilaku hidup sehat. Indonesia sehat 2010 dimaksudkan juga untuk mendorong agar masyarakat dapat menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata guna mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Manusia yang sehat tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat rohani. Sehingga tubuh sehat dan ideal dari segi kesehatan meliputi aspek fisik, mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit (Definisi Sehat WHO Tahun 1950). Semua aspek tersebut akan mempengaruhi penampilan atau performance setiap individu, dalam melakukan aktivitas sehari hari seperti bekerja, berkarya, berkreasi dan melakukan hal-hal yang produktif serta bermanfaat.

Kesehatan, pendidikan dan pendapatan setiap individu merupakan tiga faktor utama yang sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu setiap individu berhak dan harus selalu menjaga kesehatan, yang merupakan modal utama agar dapat hidup produktif, bahagia dan sejahtera. Kanker dimulai dari satu sel tak normal yang mulai memperbanyak diritanpa terkontrol. Kelompok sel semacam itu membentuk kanker dan mendesak jaringan yang sehat. Sel kanker yang matang pecah dan anak sebarnya dibawa aliran darah menyebar ke bagian lain tubuh dan membentuk kanker baru. Jumlah Penderta kanker penyebab utama kedua kematian orang dewasa di belahan Barat, dan merupakan salah satu penyebab utama kematian anak-anak akibat penyakit yang berumur antara 1 hingga 14 tahun.

Meskipun demikian, penyakit ini jarang menyerang orang muda. Di inggris raya, kanker menyerang kira-kira 1 dari antara 650 anak-anak. Laju kematian sesuai umur per 100.000 jumlah penduduk dari semua penderita kanker laki-laki adalah 246,5 di Hungaria (salah satu yang tertinggi), sedangkan di Meksiko laju ini hanya mencapai 83,5 (salah satu yang terendah). Bagi wanita, lajunya adalah 139,8 di Denmark dan 62,3 di Mauritius. Laju bagi Inggris dan Wales adalah 179,2 bagi laki-laki dan 125,7 bagi wanita; di Amerika Serikat, laju ini adalah 164,4 bagi laki-laki dan dan 110,6 bagi wanita. Untuk bentuk kanker tertentu, perbedaan laju antar negara dapat mencapai 40 kali lipat. Penelitian terhadap populasi yang berimigrasi dari satu wilayah geografis ke yang lainnya memperlihatkan bahwa perbedaan ini adalah sebagai akibat dari perbedaan gaya hidup, dan bukan karena faktor etnis. Hal ini konsiten dengan temuan lainnya yang memperlihatkan  bahwa kebanyakan kanker terutama berhubungan dengan penyebab yang berasal dari lingkungan dan bukan diakibatkan faktor keturunan, meskipun keduanya dapat saling berinteraksi.

Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak kanker dari faktor lingkungan lainnya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kanker

Kanker adalah pertumbuhan jaringan yang baru sebagai akibat dari proliferansi (pertumbuhan berlebihan) sel abnormal secara terus menerus yang memiliki kemampuan untuk menyerang dan merusak jaringan lainnya. Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal.

Golongan ini terdiri dari ratusan jenis, tetapi ada tiga golongan utama yaitu:

1.  Sarkoma yang tumbuh dari jaringan penyambung dan penyokong, seperti tulang, tulang rawan, saraf, pembuluh darah, otot dan lemak.

2.      Karsinoma, bentuk kanker yang paling umum menyerang manusia, tumbuh dari jaringan epitelia (jaringan bersel yang menutupi permukaan), seperti kulit dan lapisan rongga dan organ tubuh, dan jaringan kelenjar, seperti jaringan payudara dan prostat. Karsinoma dengan struktur berlapis-lapis yang menyerupai kulit disebut sebagai karsinoma sel skuamosa (sel tanduk). Sedangkan yang menyerupai jaringan kelenjar disebut sebagai adenokarsinoma.

3.      Leukimia dan limfoma, merupakan bentuk kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah dan dicirikan oleh pembesaran kelenjar getah bening, penyerangan terhadap limpa dan sumsum tulang, dan produksi sel darah putih yang belum matang secara berlebihan.

Hampir semua kanker membentuk benjolan (tumor), tetapi tidak semua benjolan bersifat kanker, atau ganas; sebagian besar bersifat jinak (tidak berbahaya). Ciri tumor jinak adalah pertumbuhan yang sangat terpusat dan biasanya dipisahkan dari jaringan tetangganya oleh sebuah kapsul yang mengelilinginya. Pertumbuhan tumor jinak biasanya lambat, dan dari segi struktur biasanya sangat menyerupai jaringan asal. Dalam beberapa kasus, tumor jinak dapat membahayakan pasien jika menghalangi, menekan atau memindahkan struktur tetangganya, seperti pada otak. Sejumlah tumor jinak seperti polipdi usus besar, dapat bersifat pra-kanker. Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal.

Penelitian terhadap populasi yang berimigrasi dari satu wilayah geografis ke yang lainnya memperlihatkan bahwa perbedaan ini adalah sebagai akibat dari perbedaan gaya hidup, dan bukan karena faktor etnis. Hal ini konsiten dengan temuan lainnya yang memperlihatkan  bahwa kebanyakan kanker terutama berhubungan dengan penyebab yang berasal dari lingkungan dan bukan diakibatkan faktor keturunan, meskipun keduanya dapat saling berinteraksi.

2.2. Faktor terjadinya kanker yaitu:

1. Stres atau goncangan jiwa. Penanganan terhadap stres mesti dilakukan sesegera mungkin, baik untuk mencegah maupun terapi bagi penderita kanker. Pola hidup sehat dan menghindari stres adalah salah satu sarana untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. Banyak konsumsi sayuran dan vitamin C. Sebanyak 80 persen kasus penyakit kanker sebenarnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat diindentifikasi dan kemungkinan besar dapat dicegah. Demikian kutipan pernyataan dari Institute Kanker Nasional AS. Tiga puluh persen kasus kanker disebabkan oleh rokok dan sekitar 35 – 50 persen kasus kanker disebabkan oleh makanan. Jadi, pola makan sehari-hari ternyata turut menentukan tinggnya risiko terkena kanker.

2.  Mengkonsumsi alkohol, merokok, paparan sinar radioaktif, dan konsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dalam jangka panjang adalah sejumlah faktor risiko.

3. Keturunan (seseorang yang memiliki anggota keluarga terkena kanker payudara, maka ia memiliki risiko yang sama dan jika ada anggota keluarga yang terkena kanker payudara maka anggota keluarga lainnya mesti melakukan pemeriksaan dengan mamografi)

Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa kita diperintahkan untuk makan makanan yang halal dan tidak boleh makan secara berlebihan. Sesuai dengan ayat Al Qur’an yang dijelaskan dalam surat (Al-Maidah : 87).

ياايهاالذ ين امنو لاتحرمؤاطيبت مااخل الله لكم ولا تعتذؤا ان الله لايحب المعتذ ين

وكلؤاممارزقكم الله حللا طيباواتقواالله الذي انتم به مؤمنؤن

Artinya :

” Hai orang – orang beriman, janganlah kamu haramkan apa – apa yang baik yang Allah telah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang melampui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya “. (Almaidah : 87)

Maksud dari ayat tersebut, Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang makan dan minum yang melampaui batas, banyak oarang yang disekitarmu membutuhkan makanan dan minuman dan Allah SWT, menganjurkan kepada umatnya supaya makan dan minum yang halal yang telah diberikan oleh Allah SWT.

2.3. Macam-macam Kanker

1. Kanker Serviks

Kanker  serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim atau sering juga disebut mulut rahim, yakni suatu daerah yang menghubungkan rahim (uterus) dengan vagina. Kanker ini adalah jenis kanker yang biasanya tumbuh lambat pada wanita dan mempengaruhi mulut rahim, bagian yang menyambungkan antara rahim dan vagina. Kanker ini sifatnya tidak diturunkan melainkan dipengaruhi oleh aktivitas seksual dan kanker serviks adalah kanker nomor 2 yang paling sering menyerang dan mematikan perempuan di seluruh dunia. Setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks.  Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut.

a.       Gejala-gejala awal munculnya kanker serviks yaitu:

1.      Pendarahan vagina yang tidak normal seperti :

-          Pendarahan di antara periode menstruasi yang regular

-          Periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya

-          Pendarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul (seperti pendarahan sesudah melakukan hubungan intim, pendarahan saat haid, atau pendarahan sesudah menopause). Tetapi tidak semua perdarahan di vagina juga disebabkan oleh kanker leher rahim, penyebabnya bisa juga karena infeksi, hormon yang tidak seimbang, atau gangguan haid.

2.      Rasa sakit saat berhubungan seksual

3.      Gejala lain yang juga dapat diwaspadai adalah adanya kelainan pada vagina       (seperti keluarnya cairan berwarna kekuningan dan berbau), atau gejala-gejala sakit/nyeri pada pinggul, sakit/nyeri pada kaki. Kadang penderita akan merasakan nyeri dan mengalami gangguan buang air kecil dan buang air besar).

Berdasarkan penelitian-penelitian tentang kanker leher rahim, dipastikan bahwa faktor risiko tinggi diketahui adalah wanita yang melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan, berhubungan seks pertama kali pada usia muda dan memiliki sejarah merokok. Menurut pernyataan yang dikeluarkan dari WHO, 99 persen berhubungan erat dengan virus HPV (human papilloma virus). Dimana virus HPV ini dapat ditularkan melalui kontak dengan daerah genital, baik melalui hubungan seksual, mereka yang berhubungan seksual pada usia sangat muda (18-28 tahun) serta sering berganti pasangan seksual memiliki resiko tinggi untuk terkena infeksi HPV. Namun perlu diingat bahwa setiap perempuan beresiko untuk terinfeksi HPV walaupun setia pada satu pasangan. Pasangan yang terinfeksi akan menjadi sumber infeksi HPV bagi wanita lainnya dan dengan sentuhan oral, atau tangan, atau penularan dari ibu ke bayi yang dilahirkan. Dari 120 tipe HPV yang telah diketahui, 30-40 diantaranya menyerang anogenital (area kelamin termasuk kulit penis, mulut vagina dan anus). Ada banyak tipe-tipe HPV, yang termasuk dalam tipe rendah yakni HPV 6 dan 11 tidak menyebabkan kanker, hanya menyebabkan kutil di sekitar kemaluan, sedangkan tipe tinggi, HPV 16 dan 18 menyebabkan kanker serviks. Selain pada perempuan, virus HPV juga bisa terdapat pada laki-laki meski angka kejadiannya rendah. Virus ini lebih sering didapati pada organ genital perempuan, karena virus ini mudah tumbuh pada suasana lembab. Meski terinfeksi HPV, secara klinis tidak ada kelainan yang terlihat pada laki-laki, namun pada stadium lanjut akan muncul kutil kelamin (genital warts) atau jengger ayam pada penis dapat dicegah dengan vaksinasi. Dari berbagai penyakit kanker yang mengancam hidup perempuan, kanker leher rahim (serviks) merupakan satu-satunya kanker yang sudah diketahui penyebabnya dan bisa dicegah penularannya. Pada dasarnya tubuh kita memiliki sistem kekebalan alami untuk membersihkan virus-virus yang masuk, 80 persen virus HPV akan dibersihkan oleh sistem imun kita, namun 20 persen ada kemungkinan menjadi infeksi persisten (menetap) dan beresiko menjadi kanker serviks dan betapa pentingnya pencegahan dini. Berbagai pencegahan kanker serviks, yang bisa dilakukan misalnya melakukan edukasi mengenai kesehatan organ reproduksi pada remaja, menggunakan kondom sebelum berhubungan atau bersikap setia pada satu pasangan, serta melakukan vaksinasi yang kini sudah tersedia di Indonesia. Di berbagai negara, pemberian vaksinasi HPV sudah mulai dilakukan pada remaja perempuan berusia mulai dari 12 tahun. Di Indonesia, vaksin ini sudah bisa dilakukan mulai dari kelompok usia 18 tahun. Vaksinasi dilakukan selama tiga kali, penyuntikan kedua berselang dua bulan sejak vaksin pertama disuntikkan, dan vaksinasi ketiga disuntikkan pada bulan keenam. Salah satu vaksin HPV yang sudah mendapat pengakuan di 84 negara adalah Vaksin Quadrivalent HPV. Selain memiliki sertifikat halal dari IFANCA, vaksin ini dapat membantu mencegah kanker servicks serta penyakit penyerta lainnya seperti displasia servicks dan genital wart. Pemberian vaksin sangat penting dilakukan pada remaja karena pada usia ini leher rahim sedang dalam proses pematangan sehingga terjadi perubahan sel. Jika ada virus HPV yang masuk, maka dapat berkembang menjadi menjadi sel yang abnormal dan ganas. Selain mencegah kanker serviks, vaksin HPV juga terbukti mencegah timbulnya kutil pada area genital. Sayangnya, tidak semua orang akan mampu mencegah dirinya terkena kanker servick. Berhubung harga vaksin HPV masih tergolong mahal, yakni berkisar Rp 900.000 – Rp. 1.000.000 untuk satu kali suntik. Walau sudah divaksin, bukan berarti bebas dari kanker servicks, ada baiknya untuk tetap selalu melakukan deteksi dini dan secara rutin melakukan pap smear (dapat mendeteksi adanya sel yang tidak normal pada serviks sedini mungkin).

2. Kanker Paru-paru

Keganasan di rongga torak mencakup kanker paru, tumor mediastinum, metastasis tumor di paru dan mesotelioma ganas (keganasan di pleura). Kasus keganasan rongga toraks terbanyak adalah kanker paru. Di dunia, kanker paru merupakan penyebab kematian yang paling utama di antara kematian akibat penyakit keganasan. Laki-laki adalah kelompok kasus terbanyak meskipun angka kejadian pada perempuan cendrung meningkat, hal itu berkaitan dengan gaya hidup (merokok). Kanker paru-paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer) dan metastasis tumor di paru. Metastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh sebagai akibat  penyebaran (metastasis) dari tumor primer organ lain.  Definisi khusus untuk  kanker paru primer yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. Meskipun jarang dapat ditemukan kanker paru primer yang bukan berasal dari epitel bronkus misalnya bronchial gland tumor. Tumor paru jinak yang sering adalah hamartoma.

a.       Faktor Resiko :

§  Laki-laki (Usia lebih dari 40 tahun) perokok

§  Tinggal/bekerja di lingkungan yang mengandung zat karsinogen atau polusi

§  Paparan industri / lingkungan kerja tertentu

§  Perempuan perokok pasif

§  Riwayat pernah mendapat kanker organ lain atau anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru (masih dalam penelitian).

§  Uberkulosis paru (scar cancer), angka kejadiannya saanat kecil.

Orang-orang yang termasuk dalam kelompok atau terpapar pada faktor risiko di atas dan mempunyai tanda dan gejala respirasi yaitu batuk, sesak napas, nyeri dada disebut golongan risiko tinggi (GRT) maka sebaiknya segera dirujuk ke dokter spesialis paru. Perhatian khusus harus diberikan kepada pasien yang masuk dalam kelompok risiko dengan diagnosis TB-paru (tuberkulosis paru) dan mendapat pengobatan obat anti-tuberkulosis (OAT). Mereka harus dievaluasi ketat. Jika dalam evaluasi 1 bulan pertama menunjukkan perburukan sebaiknya dipikirkan ke arah kemungkinan kanker paru dan dirujuk  ke dokter spesialis paru. Khusus yang disertai keluhan nyeri yang persisten di bahu /lengan /dada dengan “infiltrat” di puncak paru , bila nyeri tidak hilang dalam 1 – 2 minggu pengobatan kanker paru segera dievaluasi secara amat terarah.

b.      Tanda dan Gejala Keluhan utama: Batuk-batuk dengan/tanpa dahak (dahak putih, dapat juga purulen) lebih dari 3 minggu dan batuk darah, sesak napas, suara serak, nyeri dada yang persisten, sulit/sakit menelan, benjolan di pangkal leher, sembab muka dan leher, kadang-kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang hebat.

c.       Diagnosis Kanker Paru-paru

Prosedur diagnosis untuk kanker paru dilakukan hingga didapat diagnosis pasti (jenis histologis) dan dapat ditentukan stage penyakit hingga dapat dipikirkan modaliti  terapi  yang tepat. Selain itu harus dipertimbangkan keadan umum pasien (performance status) dan kemampuan keuangan. Prosedur diagnostik untuk mendapatkan sel kanker dapat dilakukan dari cara paling sederhana hingga tindakan invasif tergantung kondisi pasien. Pilihan itu antara lain biopsi jarum halus jika ada massa superfisial, pungsi dan biopsi pleura jika ada efusi pleura, bronkoskopi disertai dengan bilasan, sikatan, kuretase, biopsi massa intrabronkus, dll sebagai  usaha untuk mendapatkan jenis histologis. Prosedur diagnostik untuk menentukan stage penyakit antara lain, foto toraks, CT-scan toraks sampai kelenjar suprarenal dan  bronkoskopi. Pemeriksaan CT-scan (MRI) kepala dan bone scan dilakukan jika ada keluhan (atas indikasi) atau pasien yang akan dibedah. Tumor marker tidak dilakukan untuk diagnosis kanker paru tetapi hanya bermanfaat untuk evalausi hasil terapi. Pada kondisi tertentu diagnosis tidak dapat ditegakkan meskipun telah dilakukan berbagai prosedur diagnosis, maka torakotomi eksplorasi dapat dilakukan.

Jenis Histologis Kanker Paru-paru dibagi atas dua kelompok yaitu :

Ø   Kanker paru jenis karsinoma sel kecil (KPKSK) atau small cell lung cancer (SCLC)

Ø   Kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) atau non-small cell lung cancer (NSCLC), mencakup adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel besar (large cell ca) dan karsinoma adenoskuamosa. Meskipun kadang ditemukan jenis lain dengan frekuensi  yang sangat jarang misal karsinoid dll.

d.  Pengobatan Pada Kanker Paru-paru

1. Radioterapi

2. Kemoterapi

3. Pembedahan

4. Targeted Therapy.

3. Kanker Kulit

Sinar Matahari merupakan sumber energi bagi seluruh kehidupan di dunia, namun sinar matahari dengan spektrum antara 400-200 nm berbahaya bagi kulit manusia. Sinar ini kita kenal dengan nama sinar Ultra Violet (UV), dan terdiri dari tiga jenis, yaitu UV A (400-320 nm), UB B (320-290 nm) dan UV C (290-200 nm). Alhamdulillah sinar UV C yang sangat berbahaya tidak mencapai permukaan bumi karena terserap oleh molekul-molekul gas di atmosfir. Sedangkan sinar UV dengan spektrum yang lebih panjang, yaitu UV A dan UV B, dapat menembus atmosfir dan mencapai permukaan bumi meskipun bumi tertutup awan. Oleh sebab itu kita tetap akan terekspos sinar UV meskipun cuaca berawan ataupun mendung dan Setiap tahun lebih dari 1 juta warga di AS didiagnosa mengidap penyakit kanker kulit, sebagian besar berusia di atas 50 tahun. Kanker kulit terutama berasal dari radiasi sinar ultraviolet. Radiasi sinar ultraviolet di bawah terik matahari yang menyebabkan lumpuhnya sistem kekebalan tubuh merupakan satu faktor utama terjadinya kanker kulit.

1.      Lindungi tubuh dari sinar matahari, terutama antara jam 10 pagi sampai jam 4 sore.

2.      Gunakan pakaian untuk menutupi kulit, misalnya pakaian lengan panjang, baju panjang, atau celana panjang sehingga kulit seminimal mungkin terekspos sinar UV dan gunakan penutup kepala atau topi yang lebar agar wajah terlindung dari sengatan sinar matahari.

3.      Untuk bagian kulit yang tidak tertutup, gunakan cream pelindung sinar matahari dengan SPF minimal 15 dan ulangi penggunaan cream pelindung sinar matahari terutama jika melakukan kegiatan yang menimbulkan keringat, atau kulit menjadi basah

4.      Gunakan sun-glasses untuk melindungi mata dan mencegah timbulnya kanker kulit pada retina mata, jika memungkinkan, sebaiknya berteduh dan menghindari sinar UV buatan (artificial) contohnya lampu UV, atau produk kecantikan seperti tanning pil, tanning bed, atau tanning lotion.

5.      Hindari permukaan yang dapat memantulkan sinar matahari seperti logam, karena permukaan seperti itu dapat memantulkan sampai 85% sinar matahari.

v     Dampak sinar UV pada kulit manusia efek jangka pendek :

1.       Kulit berubah warna menjadi kecoklatan (Suntan). Ketika kulit terkena sinar UV maka defense mechanism dalam tubuh kita akan memproduksi pigmen melanin yang mengubah warna kulit menjadi kecoklatan. Perubahan ini akan mengakibatkan penuaan dini pada kulit.

2.       Kulit terbakar sinar matahari (Sunburn). Kulit akan terbakar jika terkena paparan radiasi sinar UV secara berlebihan. Efek dari sunburn ini tidak langsung timbul namun baru terasa setelah 14-24 jam kemudian. Bersamaan dengan efek sunburn, ada kemungkinan kulit jadi melepuh yang merupakan indikasi dari luka bakar tingkat.

v  Dampak sinar UV pada kulit manusia Efek jangka panjang :

1.      Kulit menjadi rusak karena penuaan dini, timbul keriput, penebalan kulit, kulit menjadi kering, timbul flek-flek hitam, dan permukaan kulit menjadi tidak rata.

2.      Timbulnya kanker kulit jenis Basal-cell carcinoma, Squamous-cell  carcinoma, atau Melanoma. Kanker kulit yang umum ditemui adalah Basal-cell dan Squamous-cell carcinoma. Kanker jenis ini insha Allah mudah disembuhkan. Namun kanker kulit jenis Melanoma jika tidak diketahui secara dini akan berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian.

Untuk menjaga agar kulit tetap sehat maka perawatan kulit dari luar saja tidak cukup. Perawatan kulit dari dalam, yaitu melalui makanan adalah lebih utama karena dari makananlah kita mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mengganti sel-sel kulit yang telah rusak atau mati. Pada musim panas, ada baiknya kita memperhatikan asupan air minum serta makanan yang mengandung antioksidan khususnya Vitamin E dan Vitamin C. Air diperlukan untuk mencegah kulit menjadi kering (skin dehydration) karena penguapan air melalui kulit cenderung meningkat di udara panas. Asupan makanan yang mengandung Vitamin E dan Vitamin C diperlukan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar UV. Kedua vitamin tersebut bekerja secara sinergi. Ketika sinar UV menembus kulit, Vitamin E yang berfungsi sebagai sebagai penjaga pintu kulit akan tumbang dioksidasi oleh sinar UV. Vitamin C kemudian memproduksi kembali vitamin E sehingga kulit kita tetap ada penjaganya. Jenis makanan :Vitamin E (RDA 15 mg, UL 1,000 mg) : tomat, apel (dengan kulit), mangga, pear, alpukat, wortel, lettuce, bayam, ubi jalar, kacang almond, hazelnuts, selai kacang, kacang, cottonseed oil, safflower oil, olive oil. Vitamin C (RDA 75 mg, UL 2,000 mg) : Papaya, orange juice (fresh), lemon juice (fresh), kiwi, orange, strawberry, melon, pineapple, grapefruit, green/red pepper (mentah), broccoli (mentah), kale (rebus), tomat, kentang , ubi jalar. Sun Protection Factor (SPF) adalah senyawa-senyawa aktif yang mampu mengabsorbsi spektrum sinar matahari antara 440-290 nm. Untuk perlindungan yang optimal, gunakan SPF bernilai minimal 15, tetapi jika kita mempunyai kulit yang sensitive atau ada riwayat keluarga yang menderita kanker kulit, sebaiknya gunakan SPF dengan nilai yang lebih tinggi. Semakin tinggi nilai SPF, semakin baik kemampuan sunscreen. Namun tidak berarti setelah menggunakan SPF bernilai tinggi kita bisa seenaknya berada di luar dalam jangka waktu yang lama. Produk-produk yang mengklaim sebagai “all day protection” atau “broad spectrum sunblock” akan segera dievaluasi oleh FDA karena dianggap menimbulkan pengertian yang salah. Senyawa aktif SPF bekerja dengan menyerap sinar UV. Jadi jika kita menggunakan sunscreen di bagian wajah, maka bisa kita bayangkan sinar UV yang diserap oleh sunscreen terakumulasi di wajah kita. Akan lebih aman jika kita menggunakan sunscreen dengan nilai 15 (optimal) kemudian secara berkala dibersihkan, misalkan dengan berwudhu. Jika kita sholat tepat waktu, maka wudhu merupakan timing yang tepat untuk sekaligus membersihkan seluruh wajah, tangan, dan kaki, lalu kita gunakan sunscreen kembali sampai saat wudhu berikutnya. Sunscreen juga dapat di re-apply setiap dua jam sekali terutama jika kita melakukan kegiatan di luar yang menyebabkan kulit menjadi basah karena keringat atau karena berenang. Penggunaan sunscreen semata sebenarnya tidak cukup untuk memberikan perlindungan dari radiasi sinar UV. Dengan mengacu pada slogan “slip, slop, slap” yang diterapkan pada Autralian Skin Cancer prevention campaign, the American Cancer Society menganjurkan agar setiap orang yang berada di bawah matahai untuk slip on a shirt, slop on sun-screen and slap on a hat, atau terjemahan bebasnya kira-kira, “pakailah baju, sun-screen, dan topi” untuk mengurangi resiko terkena kanker kulit. Menggunaan pakaian untuk melindungki kulit memang penting, karena sinar UV A dengan spektrum yang lebih panjang nampaknya mampu menembus kulit lebih dalam. Pilih bahan yang mampu melindungi kulit kita. Jika suatu bahan tekstil tembus cahaya (tipis), berarti bahan tsb tidak dapat melindungi kulit dari radiasi sinar UV. Bahan warna terang bersifat memantulkan cahaya (panas), sedangkan bahan warna gelap cenderung menyerap panas.

Dengan demikian pada musim panas sebaiknya kita mengurangi penggunaan bahan berwarna gelap agar tidak kepanasan, sebaliknya pada musim dingin bahan warna gelap lebih dianjurkan. Hindari penggunaan pakaian yang ketat karena akan menggangu proses penguapan air melalui kulit. Difusi air melalui kulit disebut “insensible water loss” karena proses difusi terjadi tanpa kita sadari. Padahal pada hari yang panas, kita bisa kehilangan air sekitar 450 sampai 700 mL per hari karena proses penguapan air melalui kulit.

4. Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas di dalam payudara. Setiap tahun lebih dari 185.000 wanita didiagnosa menderita kanker payudara dan insiden penyakit ini semakin meningkat dinegara-negara maju (developed countries). Sekitar 43.500 kematian akibat kanker payudara setiap tahunnya yang menjadikan penyakit ini sebagai penyebab kematian terbesar kedua setelah kanker paru pada wanita di Amerika Serikat. Sembilan puluh persen dari kanker payudara biasanya ditemukan oleh wanita itu sendiri melalui “pemeriksaan payudara sendiri”. Dinegara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesiapun angka penderita kanker payudara dan kanker lain sudah demikian tingginya dibandingkan dengan 2-3 dekade yang lalu. Hal ini mungkin disebabkan antara lain oleh gaya hidup yang jauh berbeda, pola makan, polusi lingkungan, penggunaan insektisida, zat-zat pengawet, pewarna, penyedap makanan, serta stress yang berkepanjangan. Semuanya ini mungkin turut mengambil andil dalam berkembangnya penyakit kanker dan penyakit degeneratif lainnya seperti penyakit jantung koroner, diabetes, penyakit rheumatoid, dsb. Dinegara-negara yang konsumsi lemaknya tinggi, menunjukkan angka kanker usus dan payudara yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara yang tidak begitu tinggi konsumsi lemaknya. Kanker payudara termasuk diantara penyakit kanker yang paling banyak diperbincangkan karena keganasannya yang seringkali berakhir dengan kematian. Kanker payudara akan memperlihatkan kekhasannya dalam menyerang penderitanya. Kedanasan kanker ini ditunjukkannya dengan menyerang sel-sel nomal isekitarnya, terutama sel-sel yang lemah. Sel kanker ajan tumbuh pesat sekali, sehingga payudara penderita akan membesar tidak seprti biasanya

a.       Tanda-tanda dan Gejala

  • Adanya benjolan atau penebalan didalam atau sekitar payudara atau pada daerah ketiak.
  • Adanya perobahan besar atau bentuk dari payudara
  • Adanya cairan (discharge) atau rasa sakit pada puting susu, atau puting tertarik kedalam
  • Kulit payudara terlihat seperti kulit jeruk
  • Adanya perobahan penampilan kulit payudara, areola, atau puting susu, atau adanya perobahan pada perabaan kulit payudara (misalnya terasa panas, bengkak, merah ataupun bersisik

Penyebab kanker payudara sebenarnya hingga dewasa ini belum diketahui dengan pasti, namun yang jelas adalah penyakit ini bergantung pada hormon. Wanita yang kandung telurnya tidak berfungsi dan yang tak pernah mendapat terapi hormon tampaknya tidak pernah mendapat kanker payudara. Negara yang tinggi konsumsi lemak dalam dietnya, menunjukkan angka kanker payudara yang lebih tinggi dari negara-negara yang tidak tinggi konsumsi lemaknya. Yang paling beresiko untuk mendapat kanker payudara, Orang dengan kondisi atau yang mempunyai karakteristik berikut ini akan mempunyai resiko yang lebih tinggi dari rata-rata untuk mendapat kanker payudara yaitu:

  • Wanita (99 % kanker payudara terjadi pada wanita dan hanya 1% saja pada pria bertambahnya usia.
  • Ada riwayat tumor jinak payudara
  • Adanya riwayat keluarga yang menderita kanker payudara (ibu, adik, ini amat jelas pada wanita yang belum menopause (premenopausal women).
  • Wanita yang mendapat haid terlalu dini dan wanita yang mendapat menopause terlambat
  • Kemungkinan mereka yang menggunakan pil kontrasepsi yang terlalu lama (namun hal ini masih kontroversial).
  • Mereka yang mendapat dosis tinggi radiasi mengion sebelum usia 35 tahun dan adanya riwayat kanker colon (usus besar), tiroid, endometrium (rahim) atau kandung telur.
  • Mereka yang dietnya mengandung lemak hewani yang tinggi, konsumsi alkohol yang berlebih-lebihan, dan juga kemungkinan mereka yang obesitas. Mereka yang mempunyai perobahan dalam gene tertentu. Mereka yang melakukan implan payudara. Meskipun ada faktor-faktor resiko seperti itu, namun 70 % hingga 80% wanita yang menderita kanker payudara tidak sama sekali mempunyai faktor-faktor resiko yang diketahui tersebut.

Penemuan (diagnosa) dini amat penting. Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan serta pemeriksaan ginekologi tahunan memegang peran yang menentukan dalam deteksi dini suatu kanker payudara. Zat-zat nutrisi serta pembatasan konsumsi lemak terutama yang berasal dari hewan juga amat berperan dalam program pencegahan.

b. Pengobatan

§  Terapi Radiasi: penggunaan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker dan mencegahnya untuk terus bertumbuh.

§  Kemoterapi: penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.

§  Terapi Hormon, yang bertujuan untuk menjaga agar sel-sel kanker tidak mendapat hormon-hormon yang diperlukannya untuk bertumbuh (untuk menghalangi pertumbuhan sel-sel kanker).

§  Pemberian Antibiotik – antitumor

§  Pemberian anti-estrogen, seperti tamoxifen yang akan memblok kerja estrogen pada jaringan payudara.

§  Pemberian monoclonal antibodies untuk memblok reseptor protein yang dihasilkan dalam jumlah yang besar pada wanita-wanita yang mengalami kanker payudara.

§  Pemberian progestogen dosis tinggi (hormon steroid)

§  Terapikomplementer dan Terapi Alternatif Rencana pengobatan yang komprehensif (yang menyeluruh) dari suatu kanker payudara mungkin akan memasukkan pula serangkaian terapi komplementer dan alternatif. Psikoterapi dan kelompok-kelompok pendukung mungkin dapat membantu untuk meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup.

c.       Terapi komplementer, termasuk: Nutrisi

Menghentikan mengkonsumsi ternak-ternak unggas yang dibiakkan secara non-organik, daging (red meat), gula, white flour dan makanan-makanan yang diproses, kopi, coklat dan cola.

§  Konsumsilah sayuran dari keluarga crucifera, seperti broccoli, kol, bunga kol, dsb.

§  Konsumsilah hanya makanan-makanan yang ditumbuhkan secara organic (bila mungkin)

§  Masukkanlah dalam diet anda makanan-makanan seperti, wartel, uwi (yams), bawang putih (garlic), sayuran-sayuran berwarna hijau, tomat, jeruk, apel, anggur.

§  Konsumsilah diet yang tinggi serat.

§  Gunakan produk-produk kedele, seperti tahu, tempe, susu kedele, dsb.

Supplemen-supplemen yang bermanfaat, ternasuk:

  • Coenzym Q10
  • Calcium d-glucarate
  • Vitamin A, vitamin E, vitamin C, (antioksidan).
  • Selenium (antioksidan).
  • Bromelain
  • Melatonin

d.      Ramuan Herbal

Penggunaan ramuan herbal tertentu dapat mengurangi gejala-gejala, serta dapat membantu pembuangan toksin (racun) serta menetralisir radikal bebas, membantu menguatkan sistim kekebalan tubuh dan juga sebagiannya mempunyai efek anti-kanker. Bahan-bahan berikut dapat dimasukkan kedalam rencana pengobatan: Kombinasi Cimicifuga racemosa (black cohosh), Trifolium pratense (red clover), Medicago sativa (Alfalfa), Larrea tridentata (chaparral), serta Astragalus membranaceus (herbalene = fu zheng) sebagai dasarnya, dan ditambah dengan dua atau tiga jenis bahan-bahan berikut dengan jumlah yang sama: Ramuan herbal biasanya tersedia sudah dalam bentuk ekstrak kering (pil, capsul atau tablet), dalam bentuk teh (disedu seperti teh) ataupun tinctura (ini biasanya ekstraksi dengan alkohol terkecuali disebutkan lain). Dosis untuk yang disedu seperti teh adalah 1 sendok teh bumbung disedu dengan 1 gelas air mendidih dan dibiarkan 10 -15 menit baru diminum (bila yang digunakan akar-akaran maka waktu sedu perlu lebih lama sampai 20 menit)

e.       Homeopati
Biasanya praktisi homeopati akan mempertimbangkan gejala-gejala yang anda alami beserta keadaan umum anda agar dapat menciptakan regimen yang tepat buat masing-masing penderita. Sebagian ramuan homeopati yang paling sering dilakukan yang mungkin dapat membantu mengurangi gejala kanker payudara adalah :

§  Arsenicum untuk mengatasi kecemasan (anxiety) dan neg (nausea),   disertai dengan kegelisahan dan perasaan sakit dan panas.

§   Ipecac untuk meredakan neg yang tak reda dengan muntah.

§  Nux vomica untuk meredakan rasa sakit yang menusuk di perut yang disertai perasaan marah dan mungkin juga kolleps

f.       Akupunktur

Sebagian praktisi akupunktur memilih meng-akupunktur penderita kanker payudara setelah pengobatan konvensional selesai. Sementara yang lain memilih melakukan akupunktur dan / atau terapi herbal bersama-sama dengan kemoterapi atau radiasi. Praktisi akupunktur mengobati penderita kanker payudara berdasarkan assesmen kelebihan atau kekurangan qi yang terletak diberbagai meredian masing-masing penderita. Banyak penderita kanker mengalami defisiensi qi di meredian limpa dan ginjal.

g.      Transfer Factor

Kita menderita sakit apabila sistem kekebalan yang berfungsi menjaga agar tubuh kita terhindar dari serangan-serangan musuh, baik yang datang dari luar (seperti bakteri, virus, jamur, parasit, dsb), maupun yang datang dari dalam tubuh sendiri (seperti radikal bebas, toksin-toksin dari limbah metabolisme, sel-sel kanker, dsb), tidak berfungsi dengan semestinya. Hampir semua penyakit yang kita alami, terkecuali akibat trauma, luka dan sebagainya dan dapat kita telusuri disebabkan oleh ketidak mampuan sistem kekebalan tubuh kita (immune system) memerangi agen-agen musuh yang mengancam dan merusak sel-sel tubuh kita. Ini berarti, bahwa kesehatan kita amat tergantung kepada baik tidaknya fungsi dari sistem kekebalan tubuh kita. Karena itu, bila sistem kekebalan tubuh, kita tingkatkan sedemikian rupa, sehingga dapat bekerja dengan efektif melawan agen-agen penyebab penyakit, maka kita akan terhindar dari menderita sakit. Transfer factor, yang baru dapat di ekstraksi dari colostrums sapi (susu pertama yang dihasilkan setelah melahirkan) dan dari kuning telor pada abad 21 ini, adalah suatu bahan pembawa pesan (immune messengers) yang dapat menstimulasi dan meningkatkan kerja dari sistem kekebalan tubuh, serta sekali gus pula mengendalikan reaksi sel-sel kekebalan tubuh yang berlebihan (over-reaction), sehingga sistem kekebalan tubuh kita menjadi waspada dan dapat berfungsi secara efektif untuk melindungi tubuh dari serangan-serangan musuh. Transfer factor, dapat meningkatkan aktivitas sel-sel Natural Killer (NK-cells), yaitu suatu sel kekebalan tubuh, yang berfungsi meronda dan membunuh semua sel-sel yang bukan merupakan bagian dari sel-sel tubuh kita yang normal, termasuk sel-sel kanker hingga 400 %. Karena itu pemberian transfer factor, merupakan suatu harapan baru untuk lebih meng-efektif-kan sistem kekebalan tubuh kita.

h.      Pencegahan Kanker payudara dapat dicegah dengan cara:

o   Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama

o   Hindari banyak merokok dan mengkonsumsi alkohol

o   Lakukan pemeriksaan payudara sendiri, setiap bulan

o   Hindari terlalu banyak terkena sinar-x atau jenis-jenis radiasi lainnya

o   Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Sebaiknya sering mengkonsumsi kedelai serta produk olahannya, seperti tahu, tempe, dan susu kacang kedelai, sebab kedelai mengandung phyto estrogen, yaitu genistein, yang bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara

o   Lakukan olahraga secara teratur

o   Hindari terlampau banyak makan makanan berlemak tinggi

o   Atasi stress dengan baik, misalnya lewat relaksasi dan meditas

o   Makanlah lalap kunir puti (temu mangga) lebih kurang dua ruas jari setiap hari

Rasa Nyeri luar biasa pada penyakit kanker yang berkepanjangan merupakan salah satu penderitaan yang harus ditanggung oleh penderita penyakit kanker. Penanganan rasa nyeri ini, dalam dunia kedokteran modern ternyata merupakan salah satu masalah yang paling sulit diatasi. Dari pengamatan, kesulitan penanganan masalah rasa nyeri tersebut disebabkan oleh adanya faktor subyektif dan psikologis. Disamping itu sebagian obat yang digunakan untuk menanggulangi nyeri dapat menyebabkan ketergantungan terhadap obat itu dan memicu penyakit aterogenik. Yang paling beresiko terserang penyakit kanker payudara yaitu: Jika dalam keluarga ada penderita kanker payudara, mendapat haid pertama pada usia sangat muda, atau terlambat mengalami manepause, tidak pernah menyusui anak, kegemukan, tidak pernah melahirkan anak, pernah mendapat terapi hormon dan mendapat radiasi pada payudara.

Beberapa makanan dan minuman yang dianjurkan untuk menghindari atau mengurangi konsumsinya: tauge, vetsin, tape, es, cabai, kurangi garam, lengkeng, Aaohol, nenas, sawi putih, daging merah, rokok, nangka, durian, soft drink, kangkung dan ikan asin. Anjuran dalam Masa Pengobatan Kanker Payudara. Terdapat beberapa bahan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Konsumsinya boleh hanya satu jenis bahan saja atau campuran dari beberapa bahan. Jika kita sedang terserang kanker payudara, dianjurkan untuk meminum jus bahan-bahan makanan berikut, lakukan dua kali satu gelas setiap hari, Wortel, Lobak, Pisang raja, Belimbing manis, Seledri, Brokoli, Kubis, Apel, dan Bawang putih Minum juga susu kedelai setengah gelas, lakukan dua kali sehari, atau konsumsi selalu 100 gram tempe setiap hari. Aneka Sayuran Hijau Pencegah Kanker:Buncis, Daun singkong, Kacang panjang dan Daun pepaya.

5. Kanker Tiroid

Kanker tiroid adalah suatu keganasan pada tiroid yang memiliki 4 tipe ; papiler, folikuler, anaplastik atau meduler. Kanker jarang menyebabkan pembesaran kelenjar, lebih sering menyebabkan pertumbuhan kecil (nodul) di dalam kelenjar. Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak dan biasanya kanker tiroid bisa disembuhkan. Kanker tiroid seringkali membatasi kemampuan menyerap yodium dan membatasi kemampuan menghasilkan hormon tiroid; tetapi kadang kanker menghasilkan cukup banyak hormon tiroid sehingga terjadi hipertiroidisme.

Nodul tiroid cenderung bersifat ganas jika:

  • Hanya ditemukan satu
  • Skening tiroid menunjukkan bahwa nodul tidak berfungsi
  • Nodulnya padat dan isinya bukan cairan (kistik)
  • Nodulnya keras dan pertumbuhannya cepat

.           Tipe-tipe Kanker Tiroid

1.       Kanker papiler 60-70% dari kanker tiroid adalah kanker papiler. 2-3 kali lebih sering terjadi pada wanita. Kanker papiler lebih sering ditemukan pada orang muda, tetapi pada usia lanjut kanker ini lebih cepat tumbuh dan menyebar. Resiko tinggi terjadinya kanker papiler ditemukan pada orang yang pernah menjalani terapi penyinaran di leher. Kanker ini diatasi dengan tindakan pembedahan, yang kadang melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di sekitarnya. Nodul dengan diameter lebih kecil dari 1,9 cm diangkat bersamaan dengan kelenjar tiroid di sekitarnya, meskipun beberapa ahli menganjurkan untuk mengangkat seluruh kelenjar tiroid. Pembedahan hampir selalu bisa menyembuhkan kanker ini. Diberikan hormon tiroid dalam dosis yang cukup untuk menekan pelepasan TSH dan membantu mencegah kekambuhan. Jikanodulnya lebih besar, maka biasanya dilakukan pengangkatan sebagian besar atau seluruhkelenjar tiroid dan seringkali diberikan yodium radioaktif, dengan harapan bahwa jaringan tiroid yang tersisa atau kanker yang telah menyebar akan menyerapnya dan hancur. Dosis yodium radioaktif lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa keseluruhan kanker telah dihancurkan dan kanker papiler hampir selalu dapat disembuhkan.

2.       Kanker Folikuler 15% dari kanker tiroid adalah kanker folikuler. Kanker folikuler juga lebih sering ditemukan pada wanita. Kanker folikuler cenderung menyebar melalui aliran darah, menyebarkan sel-sel kanker ke berbagai organ tubuh. Pengobatan untuk kanker ini adalah pengangkatan sebanyak mungkin kelenjar tiroid dan pemberian yodium radioaktif untuk menghancurkan jaringan maupun sel kanker yang tersisa.

3.        Kanker anaplastik, kurang dari 10% kanker tiroid merupakan kanker anaplastik. Kanker ini paling sering ditemukan pda wanita usia lanjut. Kanker anaplastik tumbuh sangat cepat dan biasanya menyebabkan benjolan
yang besar di leher. Sekitar 80% penderita meninggal dalam waktu 1 tahun. Pemberian yodium radioaktif tidak berguna karena kanker tidak menyerap yodium radioaktif. Pemberian obat anti kanker dan terapi penyinaran sebelum dan setelah pembedahan memberikan hasil yang cukup memuaskan.

4.       Kanker meduler, pada kanker ini kelenjar tiroid menghasilkan sejumlah besar
kalsitonin (hormon yang dihasilkan oleh sel-sel tiroid tertentu).
Karena juga bisa menghasilkan hormon lainnya, maka kanker ini
menyebabkan gejala-gejala yang tidak biasa. Kanker cenderung menyebar melalu sistem getah bening ke kelenjar getah bening dan melalui darah ke hati, paru-paru dan tulang. Pada sindroma neoplasia endokrin multipel, kanker meduler bisa terjadi bersamaan dengan kanker endokrin lainnya.Pengobatannya meliputi pengangkatan seluruh kelenjar tiroid. Lebih dari 2/3 penderita kanker meduler yang merupakan bagian dari sindroma neoplasia endokrin multipel, bertahan hidup 10 tahun; jika kanker meduler berdiri sendiri, maka angka harapan hidup penderitanya  tidak sebaik itu. Kadang kanker ini diturunkan, karena itu seseorang yang memiliki hubungan darah dengan penderita kanker meduler, sebaiknya menjalai penyaringan untuk kelainan genetik. Jika hasilnya negatif, maka hampir dapat dipastikan orang tersebut tidak akan menderita kanker meduler.

Jika hasilnya positif, maka dia akan menderita kanker meduler; sehingga
harus dipertimbangkan untuk menjalani pengangkatan tiroid meskipun
gejalanya belum timbul dan kadar kalsitonin darah belum meningkat.
Kadar kalsitonin yang tinggi atau peningkatan kadar kalsitonin yang
berlebihan setelah dilakukan tes perangsangan, juga membantu dalam
meramalkan apakah seseorang akan menderita kanker meduler.

5.       Penyebab : Kanker tiroid lebih sering ditemukan pada orang-orang yang pernah
menjalani terapi penyinaran di kepala, leher maupun dada.

6.       Faktor resiko lainnya adalah adanya riwayat keluarga yang menderita
kanker tiroid dan gondok menahun.

7.       Gejala terdapat pembesaran kelenjar tiroid atau pembengkakan leher. Suara penderita berubah atau menjadi serak. Bisa terjadi batuk atau batuk berdarah, serta diare atau sembelit.

8.       Diagnosa, pertanda awal dari kanker tiroid biasanya adalah benjolan yang tidak
terasa nyeri di leher. Skening tiroid bisa menentukan apakah nodulnya berfungsi atau tidak, karena nodul yang tidak berfungsi cenderung bersifat ganas. Pemeriksaan USG bisa membantu menentukan apakah nodulnya padat atau
berisi cairan. Contoh, nodul biasanya diambil dengan jarum untuk keperluan bopsi merupakan cara terbaik untuk menentukan apakah nodulnya jinak atau tidak.

6. Kanker Penis

Kanker penis adalah keganasan pada penis dan penyebabnya diduga adalah smegma(cairan berbau yang menyerupai keju, yang terdapat di bawah kulit depan glans penis). Tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Pria tidak disunat yang tidak menjaga kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis dan pria yang pernah menderita herpes genitalis memiliki resiko tinggi menderita kanker penis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada penis tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil. Biopsi dilakukan untuk memperkuat diagnosis.

1.Gejalanya berupa:

Ø luka pada penis

Ø luka terbuka pada penis

Ø  nyeri penis dan perdarahan dari penis (pada stadium lanjut).

2.       Pengobatan

  • Pengobatan kanker penis bervariasi, tergandung kepada lokasi dan beratnya tumor (Kemoterapi)
  • Kemoterapi bisa dilakukan sebagai tambahan terhadap pengangkatan tumor (Pembedahan)
  • Jika tumornya terbatas pada daerah kecil di ujung penis, dilakukan penektomi parsial (pengangkatan sebagian kecil penis).
  • Untuk stadium lanjut dilakukan penektomi total disertai uretrostomi (pembuatan lubang uretra yang baru di daerah perineum).
  • Terapi penyinaran (Terapi penyinaran dilakukan setelah pengangkatan tumor yang terlokalisir dan tumor yang belum menyebar. Efek samping dari terapi penyinaran adalah nafsu makan berkurang, lelah, reaksi kulit (misalnya iritasi dan kemerahan), cedera atau luka bakar pada rektum, sistitis dan hematuria) Penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8minggu.

2.4. Kanker Yang Banyak ditemukan Pada Anak

Pengobatan kanker pada anak pada dasarnya sama dengan kanker pada orang dewasa. Yakni kombinasi antara operasi, radioterapi dan kemoterapi serta transplantasi sumsum tulang. Khusus untuk leukemia dan limfoma pengobatan utama adalah kemoterapi. Kemoterapi atau radioterapi umumnya diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor serta sesudah operasi untuk membasmi sisa sel tumor dan anak sebar. Sebagai upaya proteksi diri, pola makan anak pun perlu diperhatikan. Orang tua dianjurkan untuk tidak memberi makanan yang banyak mengandung lemak dan protein pada anak, sebab makanan tersebut dapat merangsang tumbuhnya sel kanker. Bagi para ibu hamil juga dianjurkan untuk tidak menyantap makanan yang mengandung bahan kimia dan sedapat mungkin menghindari radiasi.

1. Leukemia

Leukemia atau kanker darah merupakan penyakit kanker yang paling banyak dijumpai pada anak. Jumlahnya kurang lebih mencapai 30% dari seluruh penyakit kanker pada anak. Angka kejadian tertinggi terjadi pada anak usia 3-6 tahun.

Gejala yang perlu diwaspadai yaitu:

§  Pucat dibarengi lesu atau lemah. Umumnya kondisi ini berkaitan   dengan nafsu makan yang berkurang.

§  Demam yang tidak jelas penyebabnya.

§  Perdarahan abnormal yang mudah dilihat pada kulit.

§  Nyeri pada anggota gerak (tulang) dan perut terasa keras atau membengkak dan kelenjar getah bening juga membengkak

2. Tumor Otak

Tumor otak yang menyerang bagian otak, baik tumor ganas maupun jinak akan memberikan masalah yang sama beratnya karena otak terletak dalam rongga tengkorak yang luasnya terbatas. Dampak yang ditimbulkan kedua jenis tumor tersebut sama, yaitu merusak struktur serta fungsi susunan saraf.

Gejala yang harus diwaspadai yaitu:

o   Sakit kepala disertai mual atau muntah yang menyembur, penglihatan berkurang atau terganggu, dan ada penurunan kesadaran atau perubahan perilaku.

o   Ciri khusus pada byi adalah ubun_ubun besarnya menonjol

o   Terdapat gangguan berbicara atau keseimbangan anggota gerak melemah (lumpuh) atau kejang.

3. Retinoblastoma

Kanker di retina mata paling sering dijumpai pada anak berusia antara 6 bulan sampai 2 tahun.

Gejala yang harus diwaspadai yaitu:

o   Bercak putih di bagian tengah mata (retina) yang seolah bersinar bila kena cahaya (seperti mata kucing), penglihatan terganggu atau mata menjadi juling dan pada stadium lanjut, bola mata tampak menonjol.

4. Kelenjar Getah Bening

Penyakit ini mempunyai angka kejadian tertinggi pada anak usia 5-7 tahun.

Gejala yang harus diwaspadai yaitu:

  • Pembesaran dan pembengkakan kelenjar getah bening yang progresif di leher, ketiak, atau selangkangan. Umumnya gejala tersebut tidak disertai tanda infeksi.
  • Anak menjadi lemah dan nafsu makan berkurang

5. Neuroblastoma

Kanker saraf simpatis primitif  ini dapat timbul di berbagai tubuh. Bagain yang paling sering mengalaminya adalah kelenjara anak ginjal (adrenal suprarenal).

Gejala yang patut diwaspadai:

  • Kelopak mata membengkak dan biru, bola mata menonjol atau kelopak tampak turun
  • Munculnya benjolan-benjolan di kepala, kelumpuhan mendadak, pincang yang disebabkan patah tulang tanpa sebab, perut membesar dan keras.

6. Kanker Ginjal

Yang paling banyak dijumpai pada anak adalah tumor wilms (nefroblastoma). Angka kejadian yang tertinggi pada usia 3-4 tahun.

Gejala yang diwaspadai yaitu: Gejala dini kanker ginjal sulit dideteksi. Namun, biasanya ditandai dengan kencing yang berdarah, rasa tidak enak di dalam perut, dan bila telah cukup besar dapat teraba sebagian perutnya yang membesar dan keras.

7. Kanker Otot Lurik (Rabdomiosarkoma)

Kanker yang berasal dari jaringan otot lurik ini dapat terjadi di mana saja. Pada anak biasanya terjadi di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat, dan vagina. Karenanya, gejala yang muncul sangat tergantung pada wilayah yang diserang. Kanker otot lurik pada rongga mata ditandai dengan mata yang menonjol. Di telinga menyebabkan nyeri pada telinga yang dapat disertai perdarahan. Bila mengenai otot lurik dari anggota gerak, maka terjadi pembengkakan.

8. Kanker tulang

Merupakan salah satu kanker yang banyak dijumpai pada anak. Biasanya antara usia 10­20 tahun. Gejala yang patut diwaspadai yaitu pembengkakan tulang yang progresif, disertai rasa nyeri dan demam dan ada pula yang disertai trauma (benturan) seperu jatuh yang tidak jelas sebagai pemicunya.

2.5. Terapi Diet Pada Kanker

Dalam usaha mencegah dan mengobati tumbuhnya kanker, diperlukan pengetahuan tentang penyebab munculnya kanker dalam tubuh. Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya kanker yaitu:

1. Pentingnya zat pencegah kanker pada sayuran & buah

Sayuran tidak hanya tinggi serat dan rendah lemak, tetapi juga banyak mengandung zat pencegah kanker. Karotenoid, pigmen yang memberi warna gelap pada buah dan sayuran hijau misalnya, terbukti bisa membantu mencegah kanker. Betakaroten yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau tua dan jingga membantu mencegah kanker paru-paru, kanker ginjal, kanker mulut, kanker kerongkongan (esophagus), kanker pangkal tenggorok (larynx), dan kanker payudara.Sayuran seperti kol, brokoli, kale, kembang kol, dan brussel sprout mengandung flavonoid dan indole yang juga bersifat antikanker. Sedangkan kandungan vitamin C di dalam buah-buahan dan beberapa sayuran juga bisa menurunkan 0risiko kanker kerongkongan dan kanker perut. Vitamin C berlaku sebagai antioksidan yang menetralkan bahan kimia penyebab kanker yang terbentuk di dalam tubuh. Mineral selenium yang ditemukan pada kelompok padi-padian juga memiliki efek antioksidan seperti halnya vitamin C dan vitamin E dan Konsumsi cukup sayuran dan buah-buahan (5 porsi setiap hari)

2. Tingkatkan konsumsi makanan berserat

Seorang dokter dari Inggris, Dennis Burkitt, pada tahun 1970 mengamati bahwa makanan kaya serat bisa mengurangi penyakit pada saluran pencernaan.Makanan kaya serta juga membantu mencegah kanker payudara, karena serat bisa mengikat hormon estrogen dan membantu mengeluarkannya dari dalam tubuh. Dengan demikian, estrogen tidak kembali ke aliran darah, sehingga tidak menyebabkan peningkatan kadar estrogen di dalam tubuh. Kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Serat banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan, polong-polongan, kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kedelai, tempe), lentil, dan makanan pokok seprti beras serta gandum yang diproses minimal (whole grain). Pada umumnya, bahan pangan nabati yang masih alami dan tidak terlalu banyak diolah masih banyak mengandung serat. Banyaknya konsumsi serat yang dianjurkan adalah antara 20 dan 30 g setiap hari. Serat sebaiknya bersumber dari makanan, bukan dari suplemen.

3.  Turunkan konsumsi lemak

Berdasarkan penelitian, masyarakat yang konsumsi lemaknya tinggi, juga tinggi tingkat kematiannya akibat kanker kolon dan kanker payudara. Walaupun jumlah lemak secara total mempengaruhi, namun ada bukti bahwa lemak hewan lebih merusak daripada lemak tumbuhan. Jika mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, sereal. Jika mengkonsumsi daging sapi, pilihlah yang rendah lemak. lebih baik pilih ikan atau ayam kampung, jika mengkonsumsi susu dan olahannya, pilih yang berlemak rendah (low fat) dan secara umum, kurangi konsumsi gula, garam, lemak dan jauhi alkohol

4.  Hindari alkohol

Meminum minuman berlakohol secara berlebihan bisa meningkatkan risiko kanker payudara, kanker mulut, kanker faring (phrynx, saluran antara rongga hidung, rongga mulut, dan kerongkongan), dan kanker kerongkongan (esophagus). Apa lagi jika ditambah dengan kebiasaan merokok, bisa juga meningkatkan risiko kanker perut, kanker hati, dan kanker usus besar (kolon).

5. Hindari terlalu sering memasak makanan pada suhu tinggi

Memasak makanan seperti daging atau ikan dengan cara digoreng dengan panas tinggi bisa memunculkan zat-zat yang bersifat karsinogenik (menimbulkan kanker). Daging yang dibakar, dipanggang, diasap, atau diberi bahan pengawet nitrit juga bisa membentuk zat karsinogen. Jadi, lebih aman memasak dalam suhu yang lebih rendah misalnya dikukus, direbus atau dimasak sekejap.

6. Batasi camilan lezat tapi tidak sehat

Terkadang kita tergoda mengkonsumsi camilan yang rasanya lezat namun tidak sehat seperti cake, permen, serta aneka dessert yang umumnya terbuat dari lemak jenuh. Jika sulit menghindar, makanlah dalam porsi kecil sambil tingkatkan konsumsi makanan yang sehat.

7.   Nutrisi bagi penderita kanker yang sedang menjalani terapi

Para penderita kanker yang sedang menjalani terapi juga tetap dianjurkan mengkonsumsi makanan yang sehat dan gizi seimbang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita kanker yang mengkonsumsi makanan sehat selama terapi umumnya lebih tahan menghadapi efek samping dari terapi dan beberapa terapi kanker bisa bekerja lebih efektif pada pasien yang tubuhnya mendapat cukup nutrisi. Mengkonsumsi makanan yang sehat juga memungkinkan tubuh mempertahankan kesehatan otot-ototnya, membangun jaringan sel yang baru, dan menjaga diri dari serangan infeksi dengan lebih baik.

Para peneliti di Amerika Serikat pada pertengahan Januari 2002 melakukan penelitian tentang diet rendah lemak. Diet ini sangat berpotensi menurunkan tingkat hormon remaja putri dalam masa puberitas dan kemungkinan dapat memperkecil resiko kanker payudara. Lebih dari separuh wanita yang dirawat karena mengidap kanker payudara menderita kekambuhan. Dan para dokter seringkali tidak bisa meramalkan secara tepat, wanita mana yang akan menderita kekambuhan kembali dari penyakitnya tersebut. Kini para ilmuan Italia telah membuat suatu penemuan yang dapat membantu lebih banyak wanitauntuk selamat dari kanker payudara. Hasil penelitian awal dari Dr. Pier Francesco Ferrucci, seorang ahli spesialis kanker di European Institute of Oncologist di Milian, Italia, menunjukkan bahwa suatu kunci untuk mengenali para wanita yang penyakit kankernya memiliki kemungkinan untuk kambuh, mungkin adalah sebuah protein yang disebut Maspian, yang diproduksi oleh sel-sel payudara.

Dia menemukan bahwa para wanita yang memiliki kadar maspian yang tinggi di dalam sumsum tulangnya, cenderung bebas dari penyakit tersebut selama 2 tahun, sementara mereka yang memiliki konsentrasi maspian yang rendah memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk kambuh kembali.

Sebelumnya, para ilmuwan memang telah menemukan bahwa maspin tampaknya dapat menghalangi pertumbihan tumor ketika kanker payudara mulai terbentuk, kemungkinan dengan menghalangi pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah yang memberi makan pada sel-sel kanker. Tetapi penelitian baru ini merupakan langkah yang lebih maju dengan menemukan kadar maspin yang rendah juga terkait dengan pertumbuhan penyakit ini pada mulanya. Efek maspin terutama kuat pada para wanita dengan penyakit kanker yang berat, dimana kanker telah menyusupi  20 kelenjar getah bening atau lebih. Dari 10 wanita yang masuk kategori tersebut, sebanyak 8 oarang memiliki maspin dalam sumsum tulangnya, dan 2 orang yang lain tidak ada. Dua tahun setelah diaknosa tersebut, 8 pasien tersebut tidak ada yang kambuh penyakitnya, sedangkan dua pasien yang lain mengalami kekambuhan. Seorang menjadi menderita kanker hati, dan yang lain kanker paru-paru.

Para wanita selama ini, terutama yang berusia separuh baya senantiasa disarankan untuk menjalani pemeriksaan mamografi untuk menghindari diri dari beberapa kemungkinan terkena kanker payudara stadium lanjut. Ternyat Screening (pemeriksaan penyaringan) terhadap para wanita ini ternyata tidaklah menyelamatkan lebih banyak nyawa dari pada melakukannya setiap tiga tahun, demikian disebutkan oleh sebuah penelitian di European Breast Conference di Brussels.

Penelitian ini melibatkan 76.000 wanita berusia antara 50 sampai 60 tahun. Mereka menjalani satu pemeriksaan mamografi dan kemudian setengahnya dites setiap tahun, sementara lainnya mendapatkan tes hanya setelah tiga tahun, seperti yang dilakukan saat ini di Inggris. Penelitian ini berlangsung selama empat tahun. Hasil-hasilnya menunjukkan bahwa pemeriksaan penyaringan tahunan menemukan lebih banyak tumor kecil, namun tidak menemukan lebih banyak wanita yang telah terjangkit penyakit ini dalam stadium lanjut.

Para peneliti harus memperkirakan berapa banyak wanita yang akan meninggal sepuluh tahun setelah kanker itu didiagnosa, berdasarkan kemungkinan progresifitas dari tumor-tumor yang teridentifikasi itu. Mereka meramalkan bahwa 32,9 persen dari para wanita yang diperiksa setiap tahun dan 35,4 persen dari mereka yang diperiksa setiap tiga tahun diperkirakan akan meninggal karena kanker payudara. Meski penyebab kanker payudara belum diketahui pasti, tapi sejumlah faktor resiko sudah dikemukakan oleh para dokter, supaya upaya antisipasi bisa dilakukan jauh-jauh hari. Kalau pun sel kanker sudah muncul, setidaknya penanganan atau pengelolaan tehadap faktor-faktor resiko bisa menghambat penyebaran sel tersebut. Salah satu faktor resiko tersebut adalah stres atau goncangan jiwa. Dibandingkan wanita yang kerja dipertanian jarang yang terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang tinggal di kota. Padahal, papara pestisida konon justru meningkatkan resiko terkena kanker dan hasil temuan menunjukkan bahwa bertani, melindungi wanita yang bekerja di pertanian dari kanker payudara, jika dibandingkan dengan populasi umumnya.

Para ahli dari berbagai disiplin dari UNC-CH ini meneliti 862 pasien kanker payudara yang tinggal di 24 kawasan North Carolina dan membandingkan dengan 790 wanita lainnya yang tidak menderita kanker payudar, kata Duell. Mereka memiliki semua data dari catatan kesehatan, sejarah pekerjan, termasuk juga semua data informasi pekerjaan pertanian sejak mereka berumur tujuh tahun, penggunaan pestisida informasi mengenai tanaman dan ternak.

Hasil analisis semua data, yang dilaporkan selengkapnya dalam jurnal Epidemiology edisi september 2000,menunjukkan wanita yang bertani lebih dari 23 tahun, resikonya terkena kanker payudara 40 % lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah tinggal di pertanian. Mereka yang bekerja di pertanian dengan jangka waktu yang lebih lama, mendapatkan perlindungan dari kanker payudara lebih besar, sedangkan yang tidak terlalu lama perlindungannya lebih rendah. Mengapa itu terjadi para ahli belum dapat menyimpulkan. Faktor yang mungkin penting adalah wanita di pertanian cenderung melahirkan anak lebih cepat dan memiliki anak lebih banyak. Mereka mencapai fase puberitas lebih lambat dan memasuki fase menopauses lebih awal. Meraka juga jenderung merokok dan meminum minuman beralkohol dibandingkan wanita lainnya. Tetapi secara statistik faktor itu dikontrol, tetap tidak mempengaruhi efek perlindungan dari pekerjaan pertanian. Para ahli tidak bisa menetapkan efek aktifitas fisik, yang oleh sejumlah ahli diperkirakan mengurangi resiko terkena kanker payudara.

Tingkat kematian akibat kanker telah jauh berkurang pada orang-orang yang berumur di bawah 50 tahun, dan kemudian besar hal ini disebabkan karena gaya hidup dan lingkungan yang lebih sehat yang telah mengurangi penghirupan jangka panjang akan zat penyebab kanker. Diagnosa yang lebih dini, yang sudah tentu penting dalam semua kasus kanker, dan perbaikan pengobatan di dunia medis turut menjadi faktor penentu. Penurunan ini diharapkan dapat berlangsung juga di kelompok umur yang lebih tua seperti yang terjadi pada umur yang lebih muda ini. Dr Sutjipto, Sp.B.Onk dari RS kanker Dharmais, Jakarta mengemukakan bahwa  salah satu pasiennya menderita kanker payudara akibat stres yang diderita, Ia sama sekali tidak mempunyai kelainan genetik atau sanak saudara yang menderita kanker payudara. Menurut Sutjipto, kondisi kanker pasien tersebut berada pada stadium 2, artinya kemungkinan sembuh atau rentang harapan hidupnya masih cukup panjang. Namun stres terus-menerus yang dialami membuatnya bertahan hidup hanya sampai tahun ke-2. Karena itu stres tidak bisa dianggap enteng. Penanganan terhadap stres mesti dilakukan sesegera mungkin, baik untuk mencegah maupun terapi bagi penderita kanker. Faktor resiko lainnya adalah menstruasi pada usia dini (usia 11 tahun kebawah). Penelusuran ilmiah menunjukkan angka kejadian kanker payudara akan lebih tinggi pada orang yang mengalami menstruasi pada usia 11 tahun ke bawah dibandingkan mereka yang mengalaminya pada usia 13 tahun. Sementara menopause yang terlambat maupun belum menikah atau belum melahirkan juga merupakan faktor resiko. Konsumsi alkohol, merokok, paparan sinar radio aktif, dan konsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dalam jangka panjang adalah sejumlah faktpr resiko juga. Faktor lainnya adalah keturunan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga terkena kanker payudara, maka ia memiliki risiko yang sama. Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 mempunyai kaitan erat dengan resiko kanker payudara, ovarium atau keduanya, sebesar 50-85 persen. Karena itu, Sutjipto menganjurkan jika ada anggota keluarga yang terkana kanker payudara maka anggota keluarga lainnya mesti melakukan pemeriksaan dengan mamografi. Kenaikan berat badan merupakan pertanda awal seorang wanita berisiko atas kanker payudara. Dalam studinya, kenaikan 70 pounds berisiko dua kali terkena kanker payudara. The American Cancer Society mencatat bahwa wanita yang mengalami kenaikan berta badan antar 21 hingga 30 pounds setelah berusia 18 tahun akan berisiko 40 persen terkena kanker payudara ketimbang wanita yang hanya mengalami kenaikan 5 pounds atau kurang. Pada usia 18 tahun, wanita yang memiliki kenaikan berat badan 70 pounds akan memilki resiko dua kali  lebih besar ketimbang mereka yang mengalami kenaikan hanya lima pounds. Setiap kejadian kenaikan berat badab sejak berusia 18 tahun akan sangat berhubungan engan resiko terkena kanker payudara seiring post-menopause. Riset yang dilakukan oleh The American Cancer Society berdasrka hasil survey yang dilkukan mulai tahun 1992 atas wanita yang berusia 50 tahun hingga 74 tahun. Kepada mereka ditanyakan selisih berat badan sekarang dan saat mereka berusia 18 tahun. Setelah itu berat badan mereka dipantau selama beberapa tahun. Heather Spencer Feigelson juga mencatat bahwa wanita yang menggunakan terpi hormon tidak menunjukkan efek yang sama. Karena biasanya wanita yang menggunakan terapi hormon aipastikan akan mengalami kenaikan resiko terken kanker payudara karena naiknya tingkat hormon estrogen. Wanita kurus dan tidak berlemak yang tidak melakukan terapi hormon memiliki tingkat estrogen yang rendah, demikian pernyataan dari para peneliti. Sehingga wanita jenis ini akan memiliki resiko paling rendah terkena kanker payudara. Pengguaan terapi hormon pada wanita yang kurus dan gemuk dipastikan akan membuat tambahan estrogenik, meski demikian para peneliti tidak bisa menjelaskansecara detail mengapa dan bagaimana kenaikan berat badan itu memicu rsiko kanker payudara. Menurut catatan tim yang berbasis di atlanta itu, kanaikan berat badan tercatat merupakan penyebab kanker nomor dua dalam semua jenis kanker. Biasanya seorang wanita penderita kanker payudara harus menjalani operasi pengangkatan payudara mereka untuk bisa memperpanjang hidup mereka agar kanker tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Menurut penatalaksanaan kanker payudara terkini terbitan RS kanker Dharmais, perempuan dengan resiko standar bisa melakukan mamografi pada usia 40 tahaun keatas. Namun perempuan dengan resiko tinggi, khususnya dengan mutasi BRCA1 dan BRCA2, mamografi sebaiknya dimulai pada usia 25 tahun atau pada usia 5 tahun lebih muda dari anggota keluarga termuda yang mempunyai riwayat kanker payudara. Misalnya jika sang kakak menderita kanker pada usia 26 tahun, maka adiknya dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2 dianjurkan memulai pemeriksaan mamografi pada usia 21 tahun. Sel kanker payudar yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam padakelenjar payudar. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel aknker payudar dapat bersembunyi si dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

Perkembangan kanker terdiri dari tiga stadium yaitu antara lain:

1.      Stadium I ( stadium dini). Besarnya tumor tidak lebih dari 2-2,25 cm, dan tidak terdapat penyebaran (metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini, untuk memeriksa ad atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus diperiksa di labotarium.

2.      Stadium II (tumor sudah lebih besar dari 2-2,25 cm, dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah bening di ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh hanya 30-40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal).

3.       Stadium III (tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh, dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudar sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang-kadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah. Usaha ini hanya untuk menghambat proses perkembngan sel kaker dalam tubuh serta untuk meringankan penderitaan penderita semaksimal mungkin).

Menurut Sutjipto mengatakan tidak ada acara yang pasti untuk menangkal atau menyembuhkan kanker. Namun pola hidup sehat dan menghindari sters adalah salah satu saran untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. “Banyak konsumsi sayuran dan vitamin C, hilangkan stres, hindari rokok dan jangan terlalu gemuk. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi buah-buah dan sayuran bisa menurunkan resiko kanker payudara. Pasalnya, makanan dari tumbuhan kaya dengan nutrien antioksidan yang mencegah kerusakan sel-sel yang bisa menyebabkan kanker. Usahakan untuk mengonsumsi paling sedikit 5 porsi buah-buahan atau sayuran perhari. Penelitian lain menunjukkan lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun bisa melindungi kita dari kanker payudara, sedangkan lemak jenuh seperti terdapat di dalam daging dan mentega dapat meningkatkan resiko, menurut David J. Hunter, M.D., Direktur Harvard Center for Cancer Prevention di Boston.

Para ahli yang mengamati kebiasaan makan pasiaen kanker payudara dan perempuan yang sehat juga menemukan perempuan yang mengkonsumsi steak well done (sangat matang) beresiko 4 kali lebih tinggi terkena penyakit ini dibandingkan yang lebih suka steak medium, begitu menurut sebuah penelitian tahun 1998 yang dimuat di journal of the National Cancer Institute. Penelitian tahun 1997 yang diterbitkan jurnal kedokteran Inggris, The Lancet juga menemukan konsumsi kedelai yang banyak mengandung senyawa phytoestrogen akan menurunkan resiko kanker payudara. Kanker payudara tidak akhir segalanya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menikmati hidup lebih panjang. Satu terapi penting lainnya, lupakanlah bahwa anda adalah seorang penderita kanker payudara karena semakin anda memikirkannya maka semakin berat derita yang dirasakan dan semakin lemah fisik Anda. Jadi mengapa mesti tenggelam dalam kesedihan ketika masih banyak kegembiraan lain yang menunggu keterlibatan anda. Hasil penelitian ini, menurut para peneliti, menunjukkan bahwa konsumsi lemak yang tinggi seperti cara makan Amerika bukan saja mempengaruhi berat badan tetapi mempengaruhi masa pubertas para remaja putri dan akhirnya beresiko menimbulkan kanker payudara. Akan tetapi terlalu dini untuk mengatakan jika para remaja putri mengikuti program diet rendah lemak ini dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara. Untuk itu, mereka ingin melakukan penelitian kepada remaja pada saat tumbuh-berkembang menjadi dewasa.

Menurut Joanne Dorgan dan rekan dari “Fox-Chase Cancer Center” di Philadelpia, mereka telah mengujihampir 300 remaja putri dan memberi mereka diet rendah lemak dalam takaran sedang, kemudian memeriksa tingkat hormon dalam darah mereka sepanjang tahun. Hasilnya sangat mencolok dan hasil penelitian itu langsung disiarkan dalam Jurnal Lembaga Kanker Nasional Amerika, pertengahan Januari lalu. Joanne Dorgan, salah seorang penyakit menular dalam wawancara telepon dengan Reuters mengatakan, ketika merencanakan penelitian ini, diprediksikan  akan mendapatkan perbedaan yang kecil dalam hormon , namun tenyata dia sangat takjub saat mendapatkan perubahan yang menyolok hanya dengan diet rendah.

Berkat  Joanne Dorgan, para remaja putri di Amerika sangat antusias untuk mengikuti penelitian itu lebih luas lagi. Mereka berpendapat, dengan diet rendah lemak secara ringan akan aman dari kanker payudara. Remaja putri ini berusia sekitar 8-10 tahun pada awal penelitian dan pada saat menjalani pemeriksaan akhir, mereka rata-rata sudah berusia 16 tahun. Remaja putri ini memiliki hormon yang sangat rendah dan pada wanita dewasa. Keadaan ini berkaitan dengan resiko kecil terkena kanker payudara. Setengah dari gadis-gadis ini bersama keluarganya mendapat saran mengenai pengaturan makan untuk mendapatkan 28 persen kalori dari lemak dan mereka lebih banyak mengkonsumsi serat.

Menurut hasil penelitian, setelah lima tahun menjalani diet hormon estradiol mereka lebih rendah 29,8 persen dari kebanyakan remaja putri sebayanya,hormon esteron 20,7 persen lebih rendah dan tingkat estogen sulfat lebih rendah 28,7 persen selama paruh pertama siklus haid. Sementara itu pada paruh kedua siklus haidnya dibandingkan dengan gadis-gadis yang tidak melakukan diet rendah lemak, tingkat testoteron menjadi 27 % lebih tinggi. Perbedaan hormon estrogen ini berkaitan dengan kanker payudara. Setelah tujuh tahun, gadis-gadis yang mengikuti program diet itu tingkat progesteronnya turun separuh selama paruh kedua siklus haid, seperti gadis-gadis yang tidak mengikuti diet. “seluruh parameter ini pada wanita yang lebih dewasa dapat menunjukkan resiko kecil terkena kanker payudara. Kami berpikir bahwa temuan ini sangat menyolok, teristimewa hanya dengan pengaturan lemak secara ringan. Kami pun tidak menemukan dampaknya pada haid, tetapi semula kami berpikir bahwa kemungkinan hal ini disebabkan penelitian ini dimulai terlambat,” kata Dorgan.

Penelitian lain yang berkaitan dengan diet lemak-tinggi pada kanak-kanak dilakukan pada awal masa haid mereka. Tim Dorgan sedang mencari dana untuk melanjutkan penelitian pada gadis-gadis tersebut yang kini berusia 20-an tahun guna mengikuti kemungkinan terjadinya perkembangan lebih lanjut. Meraka ingin membandingkan siapa yang diantara mereka yang tetap melakukan diet. Dorgan juga ingin melihat apakah tulang gadis-gadis itu mendapat pengaruh, mengingat tingkat ekstrogen yang tinggi dapat memadatkan tulang. Para peneliti juga ingin mempelajari payudara mereka untuk memeriksa jika terjadi perubahanyang dapat mengarah pada resiko kanker payudara. (Zul/sumber: AS). Para ahli selama ini seringkali menghubungkan antara diet dan muatan lemak tinggi mungkin menyebabkan kanker payudara. Tapi menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Richard Wiseman, mungkin hal ini tidak berhubungan langsung. Tapi diet dengan muatan tinggi bisa merampas zat gizi yang penting dalam tubuh guna memerangi penyakit tersebut.

Kanker payudara paling sering dialami oleh wanita di Indonesia, setelah kanker mulut rahin.  Di Indonesia, setiap tahun ada 100 wanita dari 100.000 penduduk yang terkena kanker payudara.Pengobatan kanker payudara biasanya memang memanfaatkan kombinasi terapi, misalnya dengan pembedahan, kemoterapi, radioterapi, antibodi monoklonial dan terapi hormonal. Kalau tetapi primer adalah dengan pembedahan dan operasi untuk mengangkat tumor, terutama pada stadium awal, lalu baru disusul dengan kemoterapi.  Kalau stadiumnya sudah lanjut, sebenarnya kemoterapilah yang lebih berperan. Ahli penyakit dalam menambahkan meski seluruh tumor yang ada di payudara sudah diangkat, tidak berarti penderitaannya bisa sembuh total.  Dalam beberapa kasus selalu saja ada sisa sel kanker yang tertinggal dan tidak terdeteksi, sehingga akhirnya menimbulkan kekambuhan.  Sebab itu sangat penting dilakukan terapi ajuvan, yaitu menggunakan radioterapi, kemoterapi, dan terapi horm

2.6.Serat Mencegah Kanker

Upaya pencegahan penyakit kanker semakin diperhatikan. Perilaku hidup merupakan salah satu penyebab utama timbulnya kanker, di luar faktor keturunan, lingkungan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Faktor perilaku hidup itu terutama menyangkut pola makan sehari-hari.

Serat makanan (diatery fiber) adalah komponen dalam tanaman yang tidak tercerna secara enzimatik menjadi bagian-bagian yang dapat diserap di saluran pencernaan. Serat secara alami terdapat dalam tanaman. Serat terdiri atas berbagai substansi yang kebanyakan di antaranya adalah karbohidrat kompleks.

Serat makanan dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

1.       Serat larut (soluble fiber) misal pektin, gum, gel, dan mucilages selulosa,

2.       dan serat tidak larut (insoluble fiber) yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin.

Para ahli belakangan mengidentifikasikan bahwa 80 – 90% dari berbagai bentuk kanker berkaitan erat dengan makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Kanker payudara dan prostat diduga karena mengkonsumsi lemak yang terlalu banyak. Alkohol juga disebut-sebut sebagai biang keladi mencuatnya kanker payudara. Sejumlah studi epidemiologi membuktikan, munculnya penyakit kanker pada saluran pencernaan erat hubungannya dengan berbagai paparan dari jenis makanan tertentu. Sedangkan kanker tenggorokan (esofagus) berkaitan dengan tingginya konsumsi alkohol dan bisa juga karena kebiasaan merokok. Kanker lambung dihubungkan juga dengan tingginya konsumsi makanan pengawet yang berkadar garam tinggi. Sedangkan kanker kolon (usus besar) dan rektum disebabkan oleh tingginya konsumsi lemak dan minuman beralkohol (terutama bir). Kanker hati diduga akibat percemaran makanan oleh aflatoksin dan juga konsumsi alkohol yang tinggi. Beberapa ahli berpendapat, infeksi virus hepatitis B juga merupakan penyebab timbulnya kanker hati. Sementara itu kanker paru-paru dan kandung kencing terutama disebabkan oleh paparan tembakau (rokok) serta beberapa zat kimia dari berbagai cemaran industri.

Di samping zat-zat yang merugikan dalam kandungan gizi makanan tertentu, terdapat pula zat-zat gizi yang terkenal sebagai zat antikarsinogen, yaitu zat yang bersifat protektif (melindungi seseorang yang mengkonsumsinya dari timbulnya kanker). Termasuk golongan ini terutama sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A, betakaroten, vitamin C, dan vitamin E. Juga zat gizi lain yang saat ini terkenal berpotensi mencegah penyakit kanker seperti selenium (Se), asam folat, niasin (vitamin B3), vitamin D, seng (zinc), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg). Serat yang merupakan bagian dari pangan nabati yang tidak dapat dicerna oleh tubuh juga berperan penting dalam pemeliharaan kesehatan tubuh dan dapat mencegah timbulnya kanker kolon.

Fungsi serat itu penting karena dapat menarik air dari sekitar pembuluh darah sehingga melunakkan faeses dan mendorong pengeluaran yang efisien melalui usus. Sumber makanan yang mengandung serat adalah biji-bijian, kulit dan daging, buah-buahan serta sayuran seperti seledri, kol, kembang kol, bayam dll. Antioksidan merangsang kekebalan. Betakaroten, vitamin C, vitamin E, dan selenium dikenal sebagai zat antioksidan yang dapat merangsang sistem imun tubuh untuk melawan radikal bebas yang membentuk karsinogen (substansi yang dapat menimbulkan kanker). Mekanisme antioksidan dalam menghambat terjadinya kanker ini termasuk mencegah pembentukan karsinogen dan mengalangi rusaknya sel normal lainnya. Pada percobaan terhadap binatang terbukti, antioksidan menghambat kerusakan kromosom, tahap promosi tumor, transformasi sel, dan rangsangan terbentuknya kanker secara kimia atau radiasi. Betakaroten banyak terdapat pada sayuran berwarna kuning seperti wortel, sedangkan vitamin C banyak dijumpai pada buah-buahan macam jeruk, jambu biji, dll. Vitamin E banyak terdapat pada sereal, minyak nabati, jagung, sayuran berdaun hijau, dan buah-buahan. Selenium terdapat pada daging, kerang, sereal, dan produk ternak.

Menurut beberapa penelitian, wanita penderita kanker serviks (mulut rahim) kadar asam folat dalam darahnya menurun. Hal ini tidak selalu berarti bahwa kadar asam folat yang rendah mencetuskan atau menyebabkan penyakit kanker. Dengan suplementasi asam folat, perubahan abnormal sel-sel di mulut rahim (cervical dysplasia) yang bisa berkembang menjadi kanker mulut rahim, dapat dicegah. Asam folat ini banyak terdapat pada sayuran hijau (brokoli, bayam, asparagus), biji-bijian, hati, kacang polong, buncis. Suplementasi vitamin B3 atau niasin dilaporkan juga dapat mencegah kanker. Vitamin ini biasanya diberikan pula pada penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, untuk mengurangi efek toksis (peracunan) dari kemoterapi itu sendiri. Penelitian Popov bahkan menyatakan, pemberian kombinasi niasin dan aspirin pada penderita kanker kandung kemih ternyata menurunkan angka kekambuhan dan meningkatkan perpanjangan waktu hidup penderita kanker. Niasin banyak terkandung dalam daging sapi, ayam, kacang-kacangan, ikan, daging tak berlemak, telur, dan alpukat. Sedangkan penelitian ahli lain, Garland dkk. dan Colston dkk menunjukkan, suplementasi vitamin D dalam bentuk aktifnya (1,25- dihidroksi) dapat menghambat multiplikasi (pelipatgandaan) sel kanker. Semakin tinggi vitamin D dalam darah (dalam bentuk 25-hidroksi vitamin D), semakin rendah risiko terjadinya kanker kolon. Vitamin ini banyak dijumpai pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras, dan ikan. Seng mencegah kanker, Kalsium berperan dalam proses proliferasi (perkembangbiakan) sel pada lapisan mukosa kolon manusia. Karena itu masukan kalsium yang cukup tinggi dapat mengurangi risiko terjadinya kanker kolon. Studi yang pernah dilakukan oleh seorang peneliti Rusia menunjukkan, suplementasi kalsium yang diberikan kepada penderita tumor tulang dapat meningkatkan efektivitas pengobatan kanker dengan terapi radiasi. Kalsium banyak terdapat pada susu, yoghurt, keju, bayam, dan brokoli. Penelitian yang pernah dilakukan pada hewan percobaan menunjukkan, kekurangan magnesium pada diet hewan ini dapat meningkatkan perkembangan terjadinya kanker tenggorokan dan kanker kulit luar. Ditemukan bahwa seseorang yang menderita kanker tenggorokan memiliki kadar seng yang rendah dalam darahnya.

Namun hal ini masih belum diketahui pasti apakah kekurangan seng merupakan sebab atau akibat dari kanker ini. Menurut Garafalo, seorang ahli lain, dalam tindakan pembedahan terhadap kanker dianjurkan agar berhati-hati sebab bisa memperparah defisiensi seng, bahkan sampai pada tingkat yang permanen. Apalagi bila pasien sudah sangat rendah kadar seng dalam serumnya sebelum operasi. Dalam kasus kanker prostat pada pria juga ditemukan kadar seng yang rendah dalam kelenjar prostat dan terjadi sekresi kelenjar prostat itu sendiri. Sehingga para ahli juga beranggapan seng ini merupakan proteksi dalam melawan penyakit kanker prostat. Makanan sehari-hari yang banyak mengandung seng dapat ditemukan misalnya pada makanan berasal dari hewan seperti daging ayam, sapi, telur dan juga pada biji-bijian, roti, susu dan produk olahannya. Belakangan dikenal pula beberapa substansi tertentu yang bermanfaat mencegah kanker seperti alkilgliserol yang banyak terdapat pada minyak hati ikan hiu, ko-enzim Q10, asam butirat, tulang rawan faktor antiangiogenesis (dari ikan hiu) yang berfungsi mencegah pembentukan darah baru dalam penyebaran sel kanker. Juga omega-3 dari minyak ikan, omega-6 serta beberapa ekstrak tumbuh-tumbuhan seperti bromelain berasal dari batang pohon nanas, bawang putih (Allium sativum), bawang bombai (Allium cepa) dan substansi lentinan berasal dari jamur shiitake asal Jepang. Bakteri Lactobacillus acidophilus juga dikenal sebagai bakteri yang normal dalam usus besar manusia dan berfungsi menormalisasikan aktivitas enzim-enzim yang dihasilkan dari bakteri lain. Kadar lemak yang tinggi dan rendah serat yang banyak ditemui pada diet makanan Barat menyebabkan terganggunya aktivitas enzim dalam bentuk kotoran di usus besar yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar. Karsinogen dalam makanan zat-zat yang terkandung dalam makanan (faktor diet) dapat menyebabkan promotor untuk menimbulkan keganasan yang tidak secara langsung menimbulkan tumor. Zat-zat ini digolongkan sebagai karsinogen. Selain karsinogen ada pula prokarsinogen yang bersifat mengubah zat kimiawi sehingga merupakan pencetus kanker. Karsinogen dalam makanan dapat ditemukan misalnya pada hasil pengolahan yang menimbulkan zat karsinogen plosiklik hidrokarbon akibat proses pengasapan makanan, zat kimia nitrosamin, zat fisik karena radiasi nuklir, ataupun zat biologi yang ada di alam seperti racun dalam tembakau. Zat-zat racun tersebut akan merusak keutuhan struktur sel dan intinya menjadi ganas sehingga bersifat mutagenik (sel-sel normal setelah dicemari racun atau pencemaran lingkungan menjadi sel ganas yang berkembang biak tanpa kendali). Selain itu zat karsinogen dapat timbul akibat pengolahan makanan yang tidak tepat. Misalnya, pemanasan yang terlampau lama dan terlalu tinggi suhunya (menimbulkan zat trans-fatty acid), cara menggoreng yang berlebihan serta pengawetan dengan pengasinan. Makanan yang tercemar oleh jamur Aspergillus flatus yang menghasilkan racun aflatoksin seperti pada kacang tanah busuk dan keju kedaluwarsa juga bersifat karsinogen. Penggunaan minyak (jelantah) yang sudah berulang kali mengandung zat radikal bebas seperti peroksida, epioksida, dan lain-lain yang juga bersifat karsinogenik dan mutagenik yang mengubah sel normal menjadi ganas. Pada percobaan terhadap binatang, konsumsi makanan yang kaya akan gugus peroksida ini dapat menimbulkan kanker usus. Pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin, yang banyak dipakai dalam makanan jajanan menurut penelitian epidemiologi dapat pula menimbulkan tumor kandung kemih. Zat pengawet makanan seperti formaldehida sebagai pengawet bakso atau tahu, penggunaan zat pewarna tekstil (bukan untuk makanan) seperti methanyl yellow pada krupuk, tahu dll. serta rhodamin, warna merah pada sirup menurut penelitian juga dapat merangsang timbulnya kanker hati. Mengingat banyak zat makanan di sekitar kita yang dapat merangsang timbulnya penyakit kanker, hendaknya kita sedapat mungkin menghindari makanan yang kurang bersih, lewat masa kedaluwarsa atau diolah dengan tidak semestinya. Walaupun dalam kehidupan sehari-hari cukup sulit untuk menghindarinya, paling tidak kita berusaha menjauhinya.

Awalnya, serat hanya diketahui bermanfaat untuk mencegah konstipasi. Pada awal tahun 1970-an, beberapa ilmuwan menyatakan bahwa serat memiliki manfaat lain untuk kesehatan. Salah seoarang ilmuwan tersebut adalah dr Denis Burkit, seorang dokter berkebangsaan Inggris, yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengobati dan melakukan penelitian medik di Afrika. Burkit dan koleganya mengamati bahwa sejumlah penyakit-termasuk penyakit jantung koroner, diabetes, appendicitis, homerrhoid, konstipasi kronik, dan kanker kolon-adalah lazim ditemukan di negara-negara maju tetapi jarang di Afrika. Burkit dan kawan-kawan menduga bahwa kandungan serat yang tinggi pada makanan tradisional masyarakat Afrika melindungi mereka dari penyakit tersebut. Burkit berpendapat,  kandungan serat yang rendah pada makanan masyarakat di negara maju berperan dalam timbulnya beragam penyakit. Hipotesis serat makanan yang diajukan oleh Burkit dan kawan-kawan masih mendapat perhatian besar para ahli dewasa ini.

Berbagai penelitian mengenai serat makanan makin memberi petunjuk bahwa hubungan antara serat makanan dan kesehatan tidak sesederhana yang diperkirakan oleh Burkit. Salah satu kesulitan membuka tabir misteri pengaruh serat pada kesehatan adalah fakta bahwa serat merupakan campuran substansi yang kompleks. Di dalam tubuh, serat yang berbeda memiliki efek yang berbeda pula dan serat dikonsumsi tidak sendirian. Pangan yang kaya serat juga mengandung komponen lain yang juga berperan dalam pencegahan penyakit. Beberapa manfaat dari pangan yang kaya serat justru berasal dari vitamin, mineral, dan komponen aktif lain yang dikandungnya, bukan dari seratnya. Selain itu, efek kesehatan berkaitan dengan pangan berserat tinggi terjadi karena penggantian makanan yang kurang menyehatkan menjadi lebih menyehatkan dan mengganti makanan berlemak dan berkalori tinggi menjadi makanan berlemak dan berkalori rendah-yang umumnya mengandung serat yang tinggi. Serat dan konstipasi salah satu bukti paling jelas manfaat serat adalah pada penanganan konstipasi (sembelit).  Serat mencegah dan mengurangi konstipasi karena ia menyerap air ketika melewati saluran pencernaan sehingga meningkatkan ukuran feses. Akan tetapi jika asupan air rendah, serat justru akan memperparah konstipasi atau bahkan dapat menyebabkan gangguan pada usus besar. Tambahan dua gelas air-dari kebutuhan enam gelas air per hari-diperlukan untuk mengimbangi peningkatan konsumsi serat. Telah lama diduga bahwa asupan serat yang tinggi dapat mengurangi risiko kanker kolon. Beberapa mekanisme efek pelindungannya telah diketahui. Pertama, serat meningkatkan ukuran feses dan menyelubungi komponen penyebab kanker di dalam feses. Kedua, serat mempersingkat waktu lewatnya sisa pencernaan pada saluran pencernaan sehingga mengurangi paparan dinding usus terhadap karsinogen. Akhirnya, fermentasi serat terlarut oleh bakteri menghasilkan komponen yang protektif terhadap kanker kolon. Walaupun penelitian epidemologik telah menunjukkan hubungan antara asupan serat dan penurunan risiko kanker kolon, para ahli belum dapat memastikan bahwa penurunan risiko tersebut hanya disebabkan oleh serat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek sayuran lebih kuat daripada efek serat pada penurunan risiko kanker kolon. Oleh karena itu, penggunaan suplemen serat makanan yang dimurnikan untuk mencegah kanker kolon tidak dianjurkan. Makanan seimbang-terdiri atas sayur, buah, dan biji-bijian-adalah lebih baik daripada suplemen serat murni. Pengaruh serat pada kadar kolesterol darah masih mengundang perdebatan dan membingungkan. Beberapa jenis serat dapat menurunkan kadar kolesterol darah, sementara serat yang lain tidak. Berbagai penelitian sampai dengan pertengahan tahun 1990, menyimpulkan bahwa efek serat pada penurunan kolesterol darah adalah sedang (modest).  Salah satu hal yang memunculkan peran pangan yang berserat tinggi pada penurunan kolesterol darah adalah kenyataan bahwa pangan yang berserat tinggi adalah pangan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol pada kadar yang rendah. Fakta ilmiah mendukung bahwa pangan yang berserat tinggi memiliki efek yang lebih menguntungkan daripada serat per se dalam pencegahan dan penanganan penyakit kronik. Walaupun beberapa jenis suplemen serat dapat berperan dalam penanganan penyakit tertentu (konstipasi kronik dan diabetes), para ahli lebih menganjurkan untuk mengonsumsi pangan sumber serat dan seimbang daripada mengonsumsi suplemen serat.

Kadar Serat Makanan dalam Sayuran

Jenis sayuran

Jumlah serat per 100 g (dalam g)

Wortel rebus

Kangkung

Brokoli rebus

Labu

Jagung manis

Kol kembang

Daun bayam

Kentang rebus

Kubis rebus

Tomat

3,3

3,1

2,9

2,7

2,8

2,2

2,2

1,8

1,7

1,1

Kadar Serat Makanan dalam Buah-buahan

Jenis buah-buahan

Jumlah serat per 100 g (dalam g)

Almond

Kacang goreng

Pisang

Durian

Apel

Jeruk

Pepaya

Mangga

Nenas

Manggis

Semangka

8,8

8,0

4,6

4,4

2,7

2,7

2,5

2,0

1,7

1,4

0,4

2.7. Teh Mencegah Kanker

Teh hijau menjadi sangat berkhasiat karena mengandung Catechin polyphenol; sejenis antioksidan yang sangat kuat, sehingga bisa menekan pertumbuhan sel kanker, tanpa merusak jaringan yang sehat. Unsur polyphenol yang sama juga diketahui efektif menurnkan kadar LDL dan memperbaiki sifat pembekuan darah yang tidak normal. Sebenarnya polyphenol yang sama dalam teh juga terkandung dalam anggur merah yang selalu diminum oleh orang Prancis setelah makan. Jenis unsur kimia inilah yang melindungi jantung orang Prancis, sekalipun mereka selalu mengonsumsi makanan berkadar lemak tinggi. Dibandingkan dengan jenis teh lain, seperti; teh hitam dan oolong, maka kandungan polyphenol pada teh hijau jauh lebih tinggi. Sekalipun berasal dari pohon yang sama, tahapan oksidasi saat membuat teh hijau, menyebabkan polyphenol terbentuk. Sedangkan kedua jenis teh yang lain, dibuat dengan metode fermentasi yang mengubah kandungan teh menjadi unsur lain, yang juga efektif untuk mengatasi keluhan kesehatan yang lain. Doktor Carol Koprowski dari South California of University mengatakan, teh dapat menurunkan penyakit kanker jenis tertentu. Dalam penelitian yang paling banyak diteliti adalah teh hijau, teh hijau mengandung antioksidan yang dapat mencegah sel agar tidak rusak. Dengan mengonsumsi teh hijau secara nyata dapat menghambat pengaruh kanker payudara, sedang teh hitam tidak. Baik teh hijau atau hitam semuanya merupakan teh dari bibit Asia, hanya saja proses pengolahannya tidak sama. Teh hitam diolah melalui proses peragian, sedang teh hijau tidak melalui proses peragian tapi dapat menjaga kandungan multifenol teh, menurut ahli, ini dikarenakan teh hijau kaya dengan kandungan antioksidan. Selain itu, hasil penelitian juga mendapati, mereka yang mengonsumsi teh hijau secara teratur memiliki hormon betina yang lebih rendah, dan jika secara teratur mengonsumsi teh hitam, hormon wanita dalam darahnya lebih tinggi. Umumnya, hormon wanita yang tingg diiringi dengan rasio kanker payudara. Konsepsi dengan Teh sebagai pengganti obat dalam terapi sudah ribuan tahun sejarahnya di China. Namun, hingga beberapa tahun terakhir ini, masyarakat Barat baru mulai menyadari kelebihan teh yang berpontensial bagi kesehatan. Kini, masyarakat Barat menganggap teh sebagai hormon untuk mengobati stres, sebagai obat mujarab berbagai penyakit lainnya. Apalagi dari hasil penelitian baru-baru ini ditemukan, bahwa dengan mengonsumsi segelas teh setiap malam dapat menurunkan rasio mengidap dua jenis penyakit kanker kulit yang umum. Setiap tahun, lebih dari 1 juta warga di AS didiagnosa mengidap penyakit kanker kulit, sebagian besar berusia di atas 50 tahun. Kanker kulit terutama berasal dari radiasi sinar ultraviolet. Radiasi sinar ultraviolet di bawah terik matahari yang menyebabkan lumpuhnya sistem kekebalan tubuh merupakan satu faktor utama terjadinya kanker kulit. Hasil percobaan membuktikan, multifenol yang banyak terdapat dalam teh hijau dan mengandung EGGCG (epigallocatechin-3-gallae) dapat melindungi kulit terhindar dari radiasi yang kuat, sekaligus menghambat terjadinya kanker kulit. Rasio mengidap kanker kulit yang umum bagi mereka yang kerap mengonsumsi teh (di atas satu gelas/malam) menurun 20% hingga 30% dibanding mereka yang tidak mengonsumsi teh. Para penggemar teh yang telah puluhan tahun mengonsumi teh (minimal 2 gelas/hari), hasilnya tampak lebih nyata.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa:

  • Kanker adalah pertumbuhan jaringan yang baru sebagai akibat dari proliferansi (pertumbuhan berlebihan) sel abnormal secara terus menerus yang memiliki kemampuan untuk menyerang dan merusak jaringan lainnya. Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal.
  • Faktor terjadinya kanker yaitu:

1.   Stres atau goncangan jiwa. Penanganan terhadap stres mesti dilakukan sesegera mungkin, baik untuk mencegah maupun terapi bagi penderita kanker. Pola hidup sehat dan menghindari stres adalah salah satu sarana untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. Banyak konsumsi sayuran dan vitamin C. Sebanyak 80 persen kasus penyakit kanker sebenarnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat diindentifikasi dan kemungkinan besar dapat dicegah. Demikian kutipan pernyataan dari Institute Kanker Nasional AS. Tiga puluh persen kasus kanker disebabkan oleh rokok dan sekitar 35 – 50 persen kasus kanker disebabkan oleh makanan. Jadi, pola makan sehari-hari ternyata turut menentukan tinggnya risiko terkena kanker.

2. Mengkonsumsi alkohol, merokok, paparan sinar radioaktif, dan konsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dalam jangka panjang adalah sejumlah faktor risiko.

3.   Keturunan (seseorang yang memiliki anggota keluarga terkena kanker payudara, maka ia memiliki risiko yang sama dan jika ada anggota keluarga yang terkena kanker payudara maka anggota keluarga lainnya mesti melakukan pemeriksaan dengan mamografi).

  • Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya kanker yaitu:

Ø  Pentingnya zat pencegah kanker pada sayuran & buah

Ø  Tingkatkan konsumsi makanan berserat

Ø  Turunkan konsumsi lemak

Ø  Hindari alkohol

Ø  Hindari terlalu sering memasak makanan pada suhu tinggi

Ø  Batasi camilan lezat tapi tidak sehat

Ø  Nutrisi bagi penderita kanker yang sedang menjalani terapi

  • Serat dan teh juga dapat mengobati berbagai penyakit serius yang menimpa manusia.
  • Pengobatan yang dilakukan untuk menghilangi kanker yaitu:

1.      Terapi

2.      Kemotrapi

3.      Pembedahan

3.2 Saran

  • Setelah diketahui mengenai diet therapy kanker diharapkan pembaca tahu dan memahami apa yang dimaksud dengankanker, apa dampaknya, dan bagaimana pencegahannya.
  • Masyarakat mereflaksikan makanan sehat didalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto.MAK. 2002. Gizi Dan Kesehatan.UMM Press Malang.

Budiyanto. MAK. 2002. Dasar – dasar Ilmu Gizi. UMM Press Malang.

< CLASS = ” WN ” Penulis : Dr. Noviani ( Dokter Ahli Akupuntur ).

Fiastuti Witjaksono Dokter Gizi Medik, Pengurus Indonesian Society For The Study Of Obesity ( ISSO ) / Himpunan Obesitas Indonesia ( HISOBI ).

Sulistijani, Dino A. 1999. Sehat Dengan Menu Berserat. PT Trubus Agriwidya. Jakarta.

http// Jaknecus.com/yahoo.2004. Kenaikan Berat Badan Prediksi Kanker Payudara

http//Saturnet.com, satumail.2004. Semua Berita Tentang Kanker Payudara.

http//Saturnet.com,2004. Terapi Kanker Payudara Hindari stres dan Perbanyak Konsumsi Sayuran

Sutjipto,Dr.2003. Terapi Kanker Payudara. Sinar Harapan Press. Jakarta

Zulkarnaen.2003. Diet Rendah Lemak Turunkan Hormon Remaja Putri. Pikiran Rakyat Press. Jakarta

02/08/2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

DIET THERAPY DIABETES MELITUS

BAB I

PENDAHULUAN

Meningkatnya pendapatan perkapita dan perubahaan gaya hidup terutama di kota besar telah menyebab naiknya angka kekerapan penyakit degeneratif, dimana salah satunya adalah diabetes mellitus (DM). Di Indonesia, penderita diabetes diperkirakan 3 juta orang atau 1,5%  dari 200 juta penduduk .Bahkan pada 2020 mendatang diperkirakan ada sekitar 3,5 juta pasien DM di Indonesia. Jika seseorang sudah divonis menderita DM mau tidak mau harus merubah hidupnya agar kadar gula dalam darahnya bisa terkendali dan si penderita bisa tetap merasa nyaman dengan penyakitnya

Diabetes mellitus adalah suatu keadaan dimana terdapat kadar gula yang berlebihan dalam peredaran darah , dan ini terjadi karena badan kekurangan suatu hormone yang disebut insulin, dan hormone itu yang diperlukan untuk menukar gula kedalam tenaga pada badan kita. . Akibatnya ialah glukosa bertumpuk di dalam darah (hiperglikemia) dan akhirnya diekskresikan lewat kemih tanpa digunakan (glycosuria). Karena itu produksi kemih sangat meningkat dan pasien harus sering kencing (poliuria), merasa amat haus (polidipsia), berat badan menurun dan berasa lelah. Penyakit diabetes juga sebagai penyakit keturunan atau kadang bisa muncul diluar factor keturunan

Menurut laporan terakhir WHO didunia kini terdapat sekitar 120 juta penderita diabetes mellitus dan diperkirakan akan naik menjadi 250 juta pada tahun 2025. Kenaikan ini antara lain karena factor usia harapan hidup semakin meningkat, diet kurang sehat, kegemukan serta gaya hidup modern. Di Indonesia menurut survey 1993 prevanlensi penyakit diabetes dikota-kota besar 6-20 tahun yaitu 0,26%, usia di atas 20 tahun 1,43%, dan usia diatas 40 tahun 4,16%, sedangkan dipedesaan usia diatas 70 tahun 1,47%. Diperkirakan seluruh penderita diabetes di Indonesia sekitar 2,5 juta orang.

Berdasarkan penelitian dari fakultas kedokteran UNDIP semarang diketahui Indonesia menduduki rangking pertama tertinggi didunia, karena balakangan ini jumlah penderita mellitus meningkat menjadi 21%.

Menurut ( Budiyanto, 2001) pengobatan penyakit untuk penyakit ini selalu berupa obat atau suntikan. Diabetes mellitus juga dilakukan melalui makanan . bila pada pemberian makanan juga disertai pemberian obat atau suntikan diabetes, maka pengaturan makanan harus disesuaikan dengan pemberian obat.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1       Diet therapy pada penderita Diabates Mellitus

2.1.1    Pengertian Diabetes  Mellitus

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak pada produktifitas dan dapat menurunkan Sumber Daya Manusia. Penyakit Diabetes Mellitus juga disebut penyakit kencing Manis.Hal ini ada hubungannya dengan keadaan air seni pasien yang banyak mengadung gula sebagai akibat tidak dapat berlangsungnya proses pemakaian gula didalam tubuh secara normal. Penyakit ini tidak hanya berpengaruh secara individu, tetapi sistem kesehatan suatu negara. Walaupun belum ada survei nasional, sejalan dengan perubahan gaya hidup termasuk pola makan masyarakat Indonesia diperkirakan penderita Diabetes mellitus (DM) ini semakin meningkat, terutama pada kelompok umur dewasa keatas pada seluruh status sosial ekonomi.

Diabetes mellitus merupakan penyakit endokrin yang paling umum ditemukan. Penyakit itu ditandai oleh naiknya kadar gula darah (hiperglikemia) dan tingginya kadar gula dalam darah (glikosuria). Perkataan diabetes berasal dari bahasa Yunani (Diabetes) yang berarti “Bocor ” sedangkan kata mellitus berasal dari bahasa Latin (Mellitus) yang berarti “madu”, mungkin diambil sebagai nama penyakit itu untuk menggambarkan tingginya kandungan gula dalam urin penderita. Dalam bahasa Indonesia penyakit itu disebut sebagai penyakit ” kencing manis “.

Umumnya penyakit diabetes dianggap sebagai penyakit keturunan. Jika seseorang menderita diabetes biasanya ia juga mengetahui siapa sanak keluarganya yang juga menderita penyakit yang sama.

Berdasarkan usia penderitanya, penyakit diabetes ada 2 macam yaitu :

1.  Penyakit Diabetes yang ditemukan pada usia muda ( paling banyak ditemukan pada usia antara 10-12 tahun ), disebut Juvenile Diabetes

2.  Penyakit Diabetes yang ditemukan pada orang dewasa diatas 30 tahun disebut Adult Diabetes

2.1.2    Penyebab Diabetes mellitus

Penyakit ini disebabkan oleh adanya kerusakan kelenjar pancreas ataupun alat dalam pancreas, untuk melakukan fungsinya secara wajar, terutama dalam membagi insulin yang memproses gula dalam tubuh dengan baik sehingga kurang aktifnya produksi hormone insulin dari sel kelenjar langerhans pada organ pancreas . macetnya produksi ini bisa karena menyusutnya jumlah sel penghasil hormon insulin sejak seseorang dilahirkan (bawaan; keturunan), serangan virus, atau penyakit dengan degenerative. Bahkan juga akibat penyakit autoimun.

Ada 2 macam type DM :

1.  DM type I. atau disebut IDDM (Insulin Dependent Diabetes Melitus). yang tergantung pada insulin.DM ini disrebabkan akibat kekurangan insulin dalam darah yang terjadi karena kerusakan dari sel beta pancreas. Gejala yang menonjol yaitu sering kencing (terutama malam hari), sering lapar, dan sering haus,sebagian penderita DM type ini berat badannya normal atau kurus.Biasanya terjadi pada usia muda dan memerlukan insulin seumur hidup.

2.  DM type II atau disebut NIDDM (Non-Insulin Dependent Diabetes Melitus). yang tidak tergantung insulin. DM ini disebabkan insulin yang ada tidak dapat bekerja dengan baik, kadar insulin dapat normal, rendah atau bahkan meningkat tetapi fungsi insulin untuk metabolisme glukosa tidak ada atau kurang.Akibat glukosa dalam darah tetap tinggi sehingga terjadi hiperglikemia, 75% dari penderita DM type II dengan obesitas atau sangat kegemukan dan biasanya  diketahui setelah usia 30 tahun.

Faktor penyebab diabetes mellitus adalah factor keturunan dan diabetes berkaitan erat dengan kegemukan, meskipun mekanismenya belum diketahui dengan jelas dan umur pun juga merupakan factor pada orang dewasa karena semakin bertambahnya umur kemampuan jaringan mengambil glukosa darah semakin menurun.

2.1.3 Gejala-gejala penderita Diabetes Mellitus

Untuk mengetahui apakah seorang menderita DM yaitu dengan memeriksakan kadar gula dalam darah. Kadar gula darah normal adalahPada saat : Puasa  (nucthter) : 80 -<110 mg/dl dan Setelah makan     : 110-<160 gr/dl

Gejala akut yang ditunjukkan pada satu penderita dengan penderita yang lain selalu tidak sama. Namun ada gejala yang khas yang sering kurang dirasakan.

Adapun gejala-gejala yang ditunjukkan oleh penderita DM  adalah sebagai berikut :

1.  Sering kencing (pelyuria), teritama dalam malam hari.

2.  Sering haus (polidipsia) dan makan (poliphgia)

3.  Berat badan menurun meskipun banyak makan.

4.  Sering merasa leleh dan mengantuk.

5.  Gatal-gatal dan bila ada luka sikar sembuh.

6.  Nyeri otot.

7.  Menurunnya gairah sek.

Sedangkan pada diabetes kronis biasanya gejala timbul secara perlahan, antara lain:

1.  Sering kesemutan

2.  Kulit terasa panas atau seperti tertusuk jarun

3.  Rasa tebal di kulit

4.  Mudah kram

5.  Mengantuk

6.  Mata kabur

7.  Gatal sekitar kemaluan (terutama wanita)

8.  Gigi mudah goyang dan lepas

9.  Kemampuan seksual menurun bahkan impotent

Pada ibu hamil sering terjadi keguguran yang mengakibatkan kematian janin dalam kandungan. Kalau bayi dilahirkan selamat pun berta lahir bayi lebih dari 4 kg.Diabetes mellitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.

Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).

DM dapat dicegah dengan menerapkan hidup sehat sedini mungkin yaitu dengan mempertahankan pola makan sehari-hari yang sehat dan seimbang dengan meningkatkan konsumsi sayuran, buah dan serat, membatasi makanan yang tidak tinggi karbohidrat protein dan lemak, mempertahankan BB  yang normal sesuai dengan umur dan tinggi badan serta olah raga teratur sesui dengan umur dan kemampuan

2.1.4 Tes Untuk Mengetahui Diabetes Millitus

Penyakit diabetes mellitus dapat diketahui dengan cara memeriksa kandungan gula dalam darah. Pemeriksaan kandunga gula darah yang paling sering dilakukan adalah kandungan darah setelah puasa (fasting blood glucose test), atau kandunagn gula darah 2 jam sehabis makan (postprandial blood glucose test). Kadar gula setelah puasa biasanya berkisar antara 70 mg – 100 mg per 100 ml darah. Demikian juga halnya dengan kandungan gula darah pada pemeriksaan 2 jam seterlah makan.apabila kandungan darah yang ditemukan pada kedua test itu berkisar antara 110 mg – 120 mg per 100 ml darah, harus diulakukan test lebih lanjut karena kandungan gula darah sedemikian itu sudah merupakan petunjuk adanya penyakit diabetes mellitus.

Oral Glucose Tolerance Test (OGIT) merupakan test yang lebih lanjut terhadap adanya penyakit diabetes. Untuk melakukan test ini penderita diharuskan puasa selama 24 jam. Kemudian penderita diberi minuman air dengan kadar gula sebanyak 75-100 gr. Sebelum diberi minum, darah dan urin penderita diambil terlebih dulu untuk diperiksa kandungan gulanya. Pemeriksaan berikutnya adalah berturut-turut setelah jarak waktu ½ jam, 1 jam dan 1 ½ jam. Dalam hal-hal tertentu periksaan dilakukan setelah waktu 3 jam.

Dalam keadaan normal kandungan gula darah akan menurun sesuai dengan jarak waktu setelah pemberian caira gula. Komisi diabetes dari WHO merekomendasikan konsentrasi glukosa darah baik setelah puasa ataupun setelah 2 jam diberi glukosa sebagai berikut;

Sampel darah

Konsentrasi glukosa  (mg / 100 ml)

Bukan diabetes

Penderita diabetes

Darah vena < 110 >130
Darah kapiler <120 >140
Plasma darah <135 >155

Bagi penderita yang sudah  jelas menunjukkan tanda diabetes, dianjurkan untuk dapat memeriksa sendiri adanya gula dalam urin. Untuk itu diperlukan peralatan sederha berupa tabung reaksi, pipet kecil, dan larutan benedict sebagai pereaksi.

Larutan Benedict sebanyak 5 ml dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian ditambah dengan 8 tetes urin yang akan diperiksa, dengan menggunakan pipet. Campuran dipanaskan sambil dikocok di atas api sampai mendidih. Dapat juga bagian bawah tabumg dimasukkan ke dalam air mendidih selama 5 menit. Jika campuran dalam tabung berubah warna, maka berarti terdapat gula dalam urin yang diperiksa.

Arti perubahan warna campuran urin dengan larutan Benedict yang dipanaskan itu adalah sebagai berikut :

Perubahan warna Tafsiran
Warna larutan tetap biru tua Gula negatif
Warna larutan berubah hijau Ada gula : +
Warna larutan berubah kekuning-kuningan Ada gula : ++
Warna larutan berubah hijau coklat Ada gula : +++
Warna larutan berubah merah coklat Ada gula : ++++

Koma meninggal

KETOASIDOSIS

Kegagalan fungsi ginjal

Dehidrasi seluler

volume urin berkurang

Osmotik diuresis (kehilangan air dan elektrolit)

Jumlah N dan Na dibuang lewat urin naik

KETONURIA

Konsentrasi nitrogen dan natrium naik

GLUKOSURIA

Ketogenesis

meningkat

Sebagai bahan untuk glukoneogenesis

Merangsang glukoneogenesis

HIPERGLIKEMIA

Jumlah asam amino masuk hati bertambah

Jumlah asam lemak bebas masuk hati bertambah

Pelepasan asam amino meningkat (proteolisis)

Pengambilan glukosa oleh sel menurun

Pelepasan asam lemak  bebas meningkat (lipolisi)

Defisiensi

insulin

Bagan Gangguan Metabolisme pada Penderita Penyakit DM

2.1.5 Bahaya yang Menyertai Diabetes Mellitus

Komplikasi DM dapat bersifat akut atau kronis.

Komplikasi akut

Komplikasi akut terjadi jika kadar glukosa darah seseorang meningkat atau menurun dengan tajam dalam waktu relatif singkat. Kadar glukosa darah bisa menurun drastis jika penderita menjalani diet yang terlalu ketat. Perubahan yang besar dan mendadak dapat berakibat fatal.

Dalam komplikasi akut dikenal beberapa istilah sebagai berikut:

1.  Hipoglikemia yaitu keadaan seseorang dengan kadar glukosa darah di bawah nilai normal. Gejala hipoglikemia ditandai dengan munculnya rasa lapar, gemetar, mengeluarkan keringat, berdebar-debar, pusing, gelisah, dan penderita bisa menjadi koma.

2.  Ketoasidosis diabetik-koma diabetik yang diartikan sebagai keadaan tubuh yang sangat kekurangan insulin dan bersifat mendadak akibat infeksi, lupa suntik insulin, pola makan yang terlalu bebas, atau stres.

3.  Koma hiperosmoler non ketotik yang diakibatkan adanya dehidrasi berat, hipotensi, dan shock. Karena itu, koma hiperosmoler non ketotik diartikan sebagai keadaan tubuh tanpa penimbunan lemak yang menyebabkan penderita menunjukkan pernapasan yang cepat dan dalam (kusmaul).

4.  Koma lakto asidosis yang diartikan sebagai keadaan tubuh dengan asam laktat yang tidak dapat diubah menjadi bikarbonat. Akibatnya, kadar asam laktat dalam darah meningkat dan seseorang bisa mengalami koma.

Komplikasi kronis

Komplikasi kronis diartikan sebagai kelainan pembuluh darah yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung, gangguan fungsi ginjal, dan gangguan saraf. Komplikasi kronis sering dibedakan berdasarkan bagian tubuh yang mengalami kelainan, seperti kelainan di bagian mata, mulut, jantung, urogenital, saraf, dan kulit.

2.1.6    Pengobatan

Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan, tetapi semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang adalah semakin berkurang.Seseorang yang obesitas yang menderita diabetes tipe II tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolah raga secara teratur. Tetapi kebanyakan penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olah raga yang teratur. Karena itu biasanya diberikan terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik per-oral. Pengobatan diabetes meliputi obat-obatan, olah raga dan diet .

1.    Diet

Penderita DM sangat dianjurkan untuk menjalankan diet sesuai yang dianjurkan, yang mendapatkan pengobatan anti diuretik atau insulin, harus mentaati diet terus menerus baik dalam jumlah kalori, komposisi dan waktu makan harus diatur. Ketaatan ini sangat diperlukan juga pada saat : undangan atau pesta, melakukan perjalanan,melakukan olah raga dan aktivitas lain.

2.    Obat-obatan

Tablet atau suntikan anti diabetes diberikan, namun therapy diit tidak boleh dilupakan dan pengobatan penyakit lain yang menyertai/ suntikan insulin.

3.    Olah raga

Dengan olah raga teratur sensitifikas sel terhadap insulin menjadi lebih baik,sehingga insulin yang ada relatif kurang, dapat dipakai denagan lebih efektif. Penderita  Dm sebaiknya konsultasi gizi pada dokter atau nitrutionis (ahli gizi) setiap 6 bulan sekali untuk mengatur pola diit dan makan guna mengakomodasikan pertumbuhan dan perubahgandan berat badan sesuai pola hidup.

Obat-obat hipoglikemik per-oral

Apabila perencanaan makanan, latihan jasmani dan penurunan berat badan tidak cukup berhasil penurunan kadar glukosa darah sampai ke batas normal barulah penderita memerlukan obat. Obat untuk penderita Dmdikenal sebagai obat hipoglikemik. Golongan sulfonilurea seringkali dapat menurunkan kadar gula darah secara adekuat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Contohnya adalah glipizid, gliburid, tolbutamid dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya.

Obat lainnya, yaitu metformin, tidak mempengaruhi pelepasan insulin tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulinnya sendiri. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus. Obat hipoglikemik per-oral biasanya diberikan pada penderita diabetes tipe II jika diet dan oleh raga gagal menurunkan kadar gula darah secara adekuat. Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian. Jika obat hipoglikemik per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.

Berdasarkan mekanisme kerjanya obat hipoglikemik digolongkan dalam obat hipoglikemik dengan mekanisme kerja sebagai berikut:

1.  Melalui traktus gastrointestinal seperti pengunaan obat guargum (galakto manar), alpa glukosidase inhibitor (acanbose, miglitol), biguanides (metformin, phenformin), dan amilin analogue. Obat bekerja dengan cara memperlambat proses pencernaan kabohidrat menjadi glukosa sehingga kadar glukosa darah setelah makan tidak meningkat sekaligus.

2.  Merangsang sekresi insulin seperti pada penggunaan obat sulfonilarca (generasi-3: glimepinde), linoglinde, midaglizole, chloroquine, M-16209, C5-045, repaglinide, GLP-1, dan beberapa lainya lagi. Obat golongan ini merangsang pengeluaran insulin dari pankreas tidak hanya sewwaktu kadar glukosa darah naiksetelah makan tetapi terjadi sepanjang waktu dalam masa kerjanya. Itulah sebabnya obat golongan ini  tidak diberikan malam hari karena ditakutkan terjadi hiperglikimia sewaktu tidur.

3.  Menekan produksi glukosa hepar, seperti penggunaan obat pada proinsulinglukagon inhibitor (somatostatin), gluco neogesis inhibitor (hydrosine, dicloro asetase, metformin) C5-045 dan methilpalmoxirate.

4.  Meningkatkan ambilan glukosa yang bergantung insulin pada sel perifer seperti pada pengguna obat sulfonilurea.

5.  Meningkatkan ambilan glukosa tanpa bergantung pada insulin seperti pada penggunaan obat penghambat oksidase asam lemak.

Obat Pilihan

Antidiabetika Oral Kombinasi Metformin dan Glibenklamid

Kombinasi ini sangat cocok digunakan untuk penderita diabetes melitus tipe 2 pada pasien yang hiperglikemianya tidak bisa dikontrol dengan single terapi (metformin atau glibenklamid saja), diet, dan olahraga. Di samping itu, kombinasi ini saling memperkuat kerja masing-masing obat, sehingga regulasi gula darah dapat terkontrol dengan lebih baik. Kombinasi ini memiliki efek samping yang lebih sedikit, apabila dibandingkan dengan efek samping apabila menggunakan monoterapi (metformin atau glibenklamid saja). Metformin dapat menekan potensi glibenklamid dalam menaikkan berat badan pada pasien diabetes melitus tipe 2, sehingga cocok untuk pasien diabetes melitus tipe 2 yang mengalami kelebihan berat badan (80% dari semua pasien diabetes melitus tipe 2 adalah terlalu gemuk dengan kadar gula tinggi sampai 17-22 mmol/l).

Nama Generik :

Metformin Hidroklorida

Indikasi : menekan nafsu makan, tidak meningkatkan berat badan, indikasi lain penggunaannya dalam kombinasi dengan sulfonilurea adalah untuk pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hasil yang tidak memadai hanya dengan pemberian terapi sulfonilurea.

Dosis : 3 kali sehari 500 mg, atau 2 kali sehari 850 mg, diminum yang diberikan pada waktu makan. Bila perlu dosis dinaikkan dalam waktu 2 minggu sampai maksimal 3 kali sehari 1g.

Efek Samping : agak sering tejadi dan berupa gangguan lambung-usus, antara lain anorexia (kehilangan nafsu makan), mual, muntah, keluhan abdominal, diare terutama pada dosis di atas 1,5 g/hari. Efek tersebut berhubungan dengan dosis dan cenderung terjadi pada awal terapi dan bersifat sementara.

Kontraindikasi : kontraindikasi pada pasien yang menderita penyakit ginjal, alkoholisme, penyakit hati.

Perhatian : Berhubung kekurangan data mengenai keamanannya, maka metformin tidak dianjurkan selama kehamilan dan laktasi. Sebagai gantinya selalu disuntik dengan insulin.

Glibenklamid beluman

Indikasi : digunakan untuk diabetes melitus tipe 2 dimana kadar gula darah tidak dapat dikontrol hanya dengan diet saja.

Dosis : dosis awal 2,5 mg per hari atau kurang, rata-rata dosis pemeliharaan adalah 5-10 mg/hari, dapat diberikan sebagai dosis tunggal. Tidak dianjurkan memberikan dosis pemeliharaan lebih dari 20mg/hari.

Efek samping : hipoglikemia yang dapat terjadi secara terselubung dan adakalanya tanpa gejala yang khas, agak terjadi gangguan lambung-usus (mual, muntah, diare), sakit kepala, pusing, merasa tidak enak di mulut, gangguan kulit alergis.

Kontraindikasi : pasien usia lanjut, gangguan hati dan ginjal, wanita hamil dan menyusui.

Peringatan : dapat menimbulkan kenaikkan berat badan atau hipoglikemia.

Nama dagang di Indonesia :

Glucovance® dari Merck

Bentuk Sediaan : tablet (film coated)

Komposisi :    per tab 1,25mg/250mg mengandung glibenklamid 1,25 mg, metformin HCl 250 mg.

per tab 2,5mg/500mg mengandung glibenklamid 2,5 mg, metformin HCl 500 mg.

per tab 5mg/500mg mengandung glibenklamid 5 mg, metformin HCl 500 mg.

Indikasi : terapi tahap kedua untuk diabetes melitus tipe 2 yang tidak dapat dikontrol dengan diet, olahraga, dan sulfonilurea atau metformin.

Kontraindikasi : gangguan fungsi ginjal, penyakit jantung kongestif, hipersensitif terhadap metformin HCl atau glibenklamid atau sulfonilurea lain, asidosis metabolik akut atau kronik, gangguan fungsi hati, intoksikasi akut alkohol, alkoholisme, porfiria, laktasi.

Dosis awal : 1,25 mg/250 mg 1-2 kali per hari atau 2,5 mg/500 mg dua kali sehari bersama makanan

Efek Samping : infeksi saluran nafas atas, diare, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, pusing.

Resiko khusus : pregnancy risk factor B, tidak boleh digunakan pada wanita hamil dan menyusui.

Sasaran Terapi

Sasaran terapi untuk diabetes melitus tipe 2 adalah kadar glukosa darah, komplikasi, dan pola hidup penderita diabetes melitus tipe 2. Terapi harus meminimalkan gejala dan menghindari komplikasi, dan memungkinkan pasien untuk hidup normal.

Tujuan Terapi

Tujuan terapi jangka pendek untuk penderita diabetes melitus tipe 2 adalah untuk mengurangi tanda dan gejala yang muncul, seperti poliuria (banyak buang air kecil), polidipsia (banyak minum), dan polifagia (banyak makan) dan untuk menormalkan kadar glukosa darah. Kira-kira 80% dari semua pasien tipe-2 adalah terlalu gemuk dengan kadar gula tinggi sampai 17-22 mmol/l, sehingga kadar gula darah perlu dikontrol dengan nilai normal (4-7 mmol/l).

Tujuan terapi jangka panjang adalah memperlambat laju perkembangan komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Komplikasi mikrovaskular seperti retinopati (penyakit mata), neuropati (kerusakan pada saraf), nefropati (kerusakan ginjal). Komplikasi makrovaskular adalah seperti penyakit kaki, keadaan ini merupakan akibat penyakit pembuluh darah perifer (kaki yang dingin dan nyeri), dan peningkatan kecenderungan untuk terinfeksi, sehingga terbentuk ulkus, gangren dan kaki charcot (kaki hangat/panas dengan kerusakan sendi).

Untuk mencapai kedua tujuan ini adalah sangat penting mengusahakan regulasi yang optimal. Regulasi yang optimal dimaksudkan bahwa sepanjang hari kadar gula darah pada penderita diabetes sangat berfluktuasi, sehingga hendaknya kadar gula darah dikendalikan dengan nilai normal (4-7 mmol/l). Kontrol glikemik yang baik menghambat timbul dan berkembangnya semua penyakit mikrovaskular, penyakit makrovaskular jarang terjadi pada pasien yang tekanan darahnya dapat terkontrol dengan baik (<140/90 mmHg).

Strategi Terapi

Nonfarmakologis

Strategi terapi nonfarmakologis untuk diabetes melitus tipe 2 adalah dengan diet, gerak badan, dan mengubah pola hidup (misalnya dengan berhenti merokok, bagi penderita yang merokok). Diet dilakukan terlebih pada pasien yang kelebihan berat badan. Makanan juga dipilih secara bijaksana, terutama pembatasan lemak total dan lemak jenuh untuk mencapai normalitas kadar glukosa darah, dan juga hindari makan makanan yang banyak mengandung gula berlebih. Gerak badan secara teratur dapat dilakukan, yaitu seperti jalan kaki, bersepeda, atau olahraga. Berhenti untuk tidak merokok, karena nikotin dapat mempengaruhi secara buruk penyerapan glukosa oleh sel.

Farmakologis

Pada saat ini terdapat 5 macam kelas obat hipoglikemik oral untuk pengobatan DM tipe II, yaitu sulfonilurea, biguanid, meglitinid, α-glukosidase inhibitor, dan agonis receptor γ (thiazolidin atau glitazon). Obat hipoglikemik oral diindikasikan untuk pengobatan pasien DM tipe II yang tidak mampu diobati dengan melakukan diet dan aktivitas fisik. Biguanid dan thiazolidinedion dikategorikan sebagai sensitizer insulin, dengan cara menurunkan resistensi insulin. Sulfonilurea dan meglitinid dikategorikan sebagai insulin secretagogues karena kemampuannya merangsang pelepasan insulin endogen.

Contoh :

Sulfonilurea                          : sulfonilurea generasi pertama (acetohexamid, clorproramid, tolbutamid, talazamid) dan generasi kedua (glimepirid, gilipizie, dan glibenklamid)

Meglitinid                            : nateglinid, repaglinid

Biguanid                              : metformin

Thiazolidinedion                  : pioglitazon dan resiglitazon

Alfa glukosidase inhibitor    : acarbose dan miglitol.

Sulfonilurea dan biguanid tersedia paling lama dan secara tradisional merupakan pilihan pengobatan awal untuk diabetes tipe 2.

Terapi Sulih Insulin

Insulin disuntikkan dibawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri. Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda:

1.    Insulin kerja cepat

Insulin ini seringkali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam.
Insulin kerja cepat seringkali digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disutikkan 15-20 menit sebelum makan.

2.    Insulin kerja sedang

Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimun dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama 18-26 jam. Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.

3.    Insulin kerja lama.

Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam.
Pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung kepada:

a.  Keinginan penderita untuk mengontrol diabetesnya

b.  Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan menyesuaikan dosisnya

c.  Aktivitas harian penderita

d.  Kecekatan penderita dalam mempelajari dan memahami penyakitnya

e.  Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari.

Sediaan yang paling mudah digunakan adalah suntikan sehari sekali dari insulin kerja sedang. Tetapi sediaan ini memberikan kontrol gula darah yang paling minimal. Kontrol yang lebih ketat bisa diperoleh dengan menggabungkan 2 jenis insulin, yaitu insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang. Suntikan kedua diberikan pada saat makan malam atau ketika hendak tidur malam.Kontrol yang paling ketat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai suntikan insulin kerja cepat tambahan pada siang hari. Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan dibawahnya pada tempat suntikan.

Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam. Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk). Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.

2.2 Peranan gizi pada penderita Diabetes Mellitus

DM adalah gangguan metabolisme karbohidrat yang merupakan salah satu unsur gizi makro. Gangguan metabolisme ini juga menyebabkan gangguan metabolisme zat gizi lain yaitu protein, lemak, vitamin, dan mineral yang mana proses metabolisme tubuh itu saling berinteraksi antar semua unsur zat gizi. Oleh karena itu, DM adalah merupakan salah satu dari  “Nutrition Related Desease” dimana gangguan salah satu metabolisme zat gizi dapat menimbulkan penyakit.

Terapi diet adalah penatalaksanaan gizi paling penting pada penderita DM. Tanpa pengaturan jadwal dan jumlah makanan serta kualitas makanan sepanjang hari, sulit mengontrol kadar gula darah agar tetap  dalam batas normal. Bila dibiarkan dalam jangka waktu lama, akan mengakibatkan komplikasi baik akut atau kronis, yang pada akhirnya dapat membahayakan keselamatan DM  sendiri atau mempengaruhi produktifitas kerja. (contoh : pada penderita DM yang mengalami luka gangren yang harus diamputasi karena kadar gulanya selalu tinggi sengga lukanya tidak dapat sembuh).

Strategi gizi atau perencanaan makanana yang tepat merupakan pengobatan diabetes yang penting. Tujuan perencanaan makanan adalah mempertahankan kadar glukosa darah senormal mungkin serta mengusahakan agar berat badan penderita mencapai batas-batas normal.dahulu banyak makanan yang dipotog atau dibatasi bagi penderita DM. Sejak ditemukan insulin dan tablet hipoglikomik lainnya sususna makanan penderita sudah mendekati makanan orang normal.yang penting jumlah kalori yang didapat dari makanan tidak lebih dari jumlah yang diharapkan ahli gizi.

Dalam membuat susunan menu pola perencanaan makanan, seorang ahli gizi tentunya akan mengusahakan mendekati kebiasaan makan sehari-hari, sederhana, bervariasi, dan mudah dilaksanakan, seimbang dan sesuai kebutuhan.di samping menu harus diperhatikan juga cara hidup, selera, dan adat istiadat penderita.bila menyusun menu yang sukar dilaksanakan dan tidak sesuai dengan selera makan maka perencanaan makan tentunya tidak akan berhasil dan akan ditinggalkan oleh penderita. Kebutuhan kalori pada pria juga lebih besar dibanding wanita. Demikian juga untuk orang pada masa petumbuhan, orang dengan aktivitas tinggi dan sebagainya.

Jadwal makan penderita DM juga diusahakan lebih sering dari 3X sehari, dengan porsi makan yang lebih kecil. Hal ini untuk mencegah naiknya glukosa darah yang sekaligus tinggi, disamping mencegah hipoglikemia bagi penderita yang memakai suntikan insulin.

  • Peranan gizi pada IDDM

IDDM adalah tipe Diabetes Melitus yang jarang dijumpai diantara masyarakat dari beberapa suku bangsa antara lain di daerah Asia dan Pasifik.Gamble (1980) mengemukananbahwa saat mula terjadinya DM yang bersifat musiman menunjukkan adanya kaitan dengan penyakit infeksi. Hal ini melahirkan hipotesa yang mengatakan bahwa penyakit infeksi merupakan agen pemercepat terjadinya kerusakan jaringan pankreas, sehingga tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang dibutuhkan.Sampai kini belum diperoleh informasi yang dapat memberikan petunjuk adanya kaitan antara gizi dengan IDD. Akan tetapi timbulnya gejala IDDM pada hewan percobaan setelah pemberian alloxan dan streptozotocin tidak menyingkirkan kemungkina terjadinya IDDM padamanusia apabila dietnya terkontaminasi oleh racun yang mempunyai strukutr kimia serupa. Duamacam toksin yang dilaporkan dapat menyebabkan IDDM adalah pembasmi hewan pengerat(radentisida), misalnya vacor, dan bahan pengawet makanan, misalnya N-nitroso-compoind (Zimmet, 1982).

  • Peranan gizi pada penderita NIDMM

Peningkatan efisiensi tenaga fisik dengan pemanfaatan perlatan mekanik sebagai dampak positif kemajuan, diikuti oleh penurunan kegiatan fisik individu yang bersangkutan yang menjadi  awal terjadinya obesitas. Diantara masyarakat maju yang demikianlah angka prevalensi NIDDM cukup menonjol. Dalam hal ini rupanya adanya ketidak-seimbanganantara masukan zat gizi melalui makanan, kebutuhan zat gizi tubuh, kemampuan jaringan mencerna zat gizi yang tersedia dan ketersediaan bahan-bahan pembantu metabolisme zat gizi, misalnya hormon insulin, berakibat pada timbulnya gejala DM. Sesuai dengan klasifikasinya, penanganan NIDDM tidak memerlukan insulin. Dengan pengaturan kembali keseimbangan antara masukan zat gizi terhadap kebutuhan dan kemampuan jaringan tubuh, gejala DM akan teratasi. Intake lemak seseorang dapat dipakai sebagai petunjuk terjadinya NIDDM. Menurut peneliti penemuan ini perlu ditinjau kembali dengan penelitian lanjutan. Interaksi antara gizi, aktivitas fisik dan ukuran tubuh bersifat kompleks, dan akan sulit membedakan apakah mekanisme faktor yang satu lebih menonjol dibandingkan dengan yang lain, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, bahwa perubahan gaya hidup seseorang dapat mempengaruhi timbulnya NIDDM sudah dilaporkan oleh beberapa peneliti antara lain oleh Watkin (1986).

2.2.1 Kebutuhan Gizi Bagi Penderita Diabetes Mellitus

Perencanaan makan hendaknya dengan kandungan zat gizi yang cukup dan disertai pengurangan total lemak terutama lemak jenuh. Pengetahuan porsi makanan sedemikian rupa sehingga supan zat gizi tersebar sepanjang hari. Penurunan berat badan ringan atau sedang (5 – 10 kg), sudah terbukti dapat meningkatkan kontrol diabetes, walaupun berat badan idaman tidak dicapai.

Penurunan berat badan dapat diusahakan dicapai dengan baik dengan penurunan asupan energi yang moderat dan peningkatan pengeluaran energi. Dianjurkan pembatasan kalori sedang yaitu 250-500 Kkal lebih rendah dari asupan rata-rata sehari.

Kebutuhan zat gizi dapat diuraikan sebagai berikut:

1.         Protein

Hanya sedikit data ilmiah untuk membuat rekomendasi yang kuat tentang asupan protein orang dengan diabetes. ADA pada saat ini menganjurkan mengkonsumsi 10% sampai 20% energi dari protein total. Menurut konsensus pengelolaan diabetes di Indonesia kebutuhan protein untuk orang dengan diabetes adalah 10 – 15% energi.

Perlu penurunan asupan protein menjadi 0,8 g/kg perhari atau 10% dari kebutuhan energi dengan timbulnya nefropati pada orang dewasa dan 65% hendaknya bernilai biologi tinggi.

2.         Total Lemak

Asupan lemak dianjurkan < 10% energi dari lemak jenuh dan tidak lebih 10% energi dari lemak tidak jenuh ganda, sedangkan selebihnya yaitu 60- 70% total energi dari lemak tidak jenuh tunggak dan karbohidrat. Distribusi energi dari lemak dan karbohidrat dapat berbeda-beda setiap individu berdasarkan pengkajia gizi dan tujuan pengobatan. Anjuran persentase energi dari lemak tergantung dari hasil pemeriksaan glukosa, lipid, dan berat badan yang diinginkan.

Untuk individu yang mempunyai kadar lipid normal dan dapat mempertahankan berat badan yang memadai (dan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak dan remaja) dapat dianjurkan tidak lebih dari 30% asupan energi dari lemak total dan < 10% energi dari lemak jenuh. Dalam hal ini anjuran asupan lemak di Indonesia adalah 20 – 25% energi.

Apabila peningkatan LDL merupakan masalah utama, dapat diikuti anjuran diet dislipidemia tahap II yaitu < 7% energi total dari lemaj jenuh, tidak lebih dari 30% energi dari lemak total dan kandungan kolesterol 200 mg/hari.

Apabila peningkatan trigliserida dan VLDL merupakan masalah utama, pendekatan yang mungkin menguntungkan selain menurunkan berat badan dan peningkatan aktivitas adalah peningkatan sedang asupan lemak tidak jenuh tunggal 20% energi dengan < 10% masing energi masing-masing dari lemak jenuh dan tidak jenuh ganda sedangkan asupan karbohidrat lebih rendah. Perencanaan makan tinggi lemak tidak jenuh tunggal dapat dilakukan antara lain dengan penggunaan nuts, alpukat dan minyak zaitun. Namun demikian pada individu yang kegemukan peningkatan asupan lemak dapat memperburuk kegemukannya. Pasien dengan kadar trigliserida > 1000 mg/dl mungkin perlu penurunan semua tipe lemak makanan untuk menurunkan kadar lemak plasma dalam bentuk kilomikron.

3.         Lemak Jenuh dan Kolesterol

Tujuan utama pengurangan konsumsi lemak jenuh dan kolestrol adalah untuk menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu < 10% asupan energi sehari seharusnya dari lemak jenuh dan asupan makanan kolesterol makanan hendaknya dibatasi tidak lebih dari 300 mg perhari. Namun demikian rekomendasi ini harus disesuaikan dengan latar belakang budaya dan etnik.

4.         Karbohidrat dan Pemanis

Rekomendasi tahun 1994 lebih menfokuskan pada jumlah total karbohidrat dari pada jenisnya. Rekomendasi untuk sukrosa lebih liberal, menilai kembali fruktosa dan lebih konservatif untuk serat. Buah dan susu sudah terbukti mempunyai respon glikemik menyerupai roti, nasi dan kentang. Walaupun berbagai tepung-tepungan mempunyai respon glikemik yang berbeda, prioritas hendaknya lebih pada jumlah total karbohidrat yang dikonsumsi dari pada sumber karbohidrat. Anjuran konsumsi karbohidrat untuk orang dengan diabetes di Indonesia adalah 60 – 70% energi.

5.         Sukrosa

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa penggunaan sukrosa sebagai bagian dari perencanaan makan tidak memperburuk kontrol glukosa darah pada individu dengan diabetes tipe 1 dan 2.

Sukrosa dan makanan yang mengandung sukrosa harus diperhitungkan sebagai pengganti karbohidrat makanan lain dan tidak hanya dengan menambahkannya pada perencanaan makan.

Dalam melakukan substitusi ini kandungan zat gizi dari makanan-makanan manis yang pekat dan kandungan zat gizi makanan yang mengandung sukrosa harus dipertimbangkan, demikian juga adanya zat gizi-zat gizi lain pada makanan tersebut seperti lemak yang sering dimakan bersama sukrosa. Mengkonsumsi makanan yang bervariasi memberikan lebih banyak zat gizi dari pada makanan dengan sukrosa sebagai satu-satunya zat gizi.

6.         Pemanis

a.  Fruktosa menaikkan glukosa plasma lebih kecil dari pada sukrosa dan kebanyakannya karbohidrat jenis tepung-tepungan. Dalam hal ini fruktosa dapat memberikan keuntungan sebagai bahan pemanis pada diet diabetes. Namun demikian, karena pengaruh penggunaan dalam jumlah besar (20% energi) yang potensial merugikan pada kolesterol dan LDL, fruktosa tidak seluruhnya menguntungkan sebagai bahan pemanis untuk orang dengan diabetes. Penderita dislipidemia hendaknya menghindari mengkonsumsi fruktosa dalam jumlah besar, namun tidak ada alasan untuk menghindari makanan seperti buah dan sayuran yang mengnadung fruktosa alami ataupun konsumsi sejumlah sedang makanan yang mengandung pemanis fruktosa.

b.  Sorbitol, mannitol dan xylitol adalah gula alkohol biasa (polyols) yang menghasilkan respon glikemik lebih rendah dari pada sukrosa dan karbohidrat lain. Penggunaan pemanis tersebut secra berlebihan dapat mempunyai pengaruh laxatif.

c.  Sakarin, aspartam, acesulfame adalah pemanis tak bergizi yang dapat diterima sebagai pemanis pada semua penderita DM.

7.         Serat

Rekomendasi asupan serat untuk orang dengan diabetes sama dengan untuk orang yang tidak diabetes. Dianjurkan mengkonsumsi 20 – 35 g serat makanan dari berbagai sumber bahan makanan. Di Indonesia anjurannya adalah kira-kira 25 g/hari dengan mengutamakan serat larut.

8.         Natrium

Anjuran asupan untuk orang dengan diabetes sama dengan penduduk biasa yaitu tidak lebih dari 3000 mg, sedangkan bagi yang menderita hipertensi ringan sampai sedang, dianjurkan 2400 mg natrium perhari.

2.2.2 Bawang Putih dan Diabetes Mellitus

Informasi yang menguak khasiat bawang putih sebagai obat tradisional sudah sejak zaman nenek moyang kita.bawang putih sudah banyak digunakan sebagai obat kuat, penangkaldan obat berbagai penyakit. Bawang putih memiliki manfaat dan kegunaan yang besar bagi kehidupan manusia, bagian utama dan paling penting dari tanaman bawang putih adalah umbinya. Umbi bawang putih mengandung zat hara belerang, besi, kalsium, fosfat disamping zat organis lemak, protein dan karbohidrat. Tiap 100 gram umbi bawang yang dikonsumsi, edible portion, sebagian besar terdiri dari air.

Tabel komposisi dan kandungan gizi bawang putih(per 100 gram bahan)

Bahan Gizi

Jumlah Umbi

Jumlah Daun

Energi

Protein

Lemak

Karbohidrat

Serat

Abu

Kalsium(Ca)

Fosfat(P2O5)

Zat besi(Fe)

Natrium(Na)

Kalium

Vitamin A

Vitamin B1

Vitamin B2

Vitamin C

Niacin

122 kalori

7 gram

0,3 gram

24,90 gram

1,10 gram

1,60 gram

12 mg

109 mg

1,20 mg

13 mg

346 mg

-

0,23 mg

0,08 mg

7 mg

0,40 mg

12 kal

2,10 gram

0,5 gram

9 gram

1,5 gram

1,10 gram

116 mg

56 mg

0,4 mg

4 mg

285 mg

1140 SI

0,08 mg

0,10 mg

38 mg

0,7 mg

Yang khas terdapat dalam umbi bawang putih adalah sejenis minyak atsiri dengan bau khas bawang putih yang disebut Allicin.Sulfur amino acidallinoleh enzimallisin liase diubah menjadi asam pirufat, amonia dan anti microba. Selanjutnya allisin mengalami perubahan menjadi diallil sulfida. Senyaw allisin dan diallil sulfida inilah yang banyak memiliki banyak kegunaan dobel khasiat obat.  Kandungan allisin dan diallin sulfida dapat digunakan sebagai bakteriosida yang menghambat perkembangan cendawan dan maupun mikroba lainnya. Selain allisin bawang putih juga mengandung antara lain :

1.  Allisin sejenis aasam amino yang membentuk allicin. Daya anti biotik bawang putih efeknya bergantung pada allicin.

2.  Gurwitch rays (Sinar Gurwitch) : sinar atau radiasi ini dapat merangsang pertumbuhan sel tubuh dan mempunyai daya peremajaan.

3.  Antihaemolitytic factor atau faktor anti lesu darah/ Kekurangan SDM

4.  Antianthnitic factor atau faktor anti rematik

5.  Allithiamine sumber ikatan biologis yang aktif serta vitamin B1.

6.  Anti toksin, anti oksi ini dapat memperkuat daya tubuh terhadap penyakit asma.

7.  Scordirin, kerja scodirin seperti enzim oksido-reduktase fungsinya dapat mempercepat pertumbuhan tubuh, peningkatan berat badan, peningkatan energi dan faktor pengobatan penyakit radiovasculer.

8.  Sugar regulating factor yang bermanfaat bagi pengobatan penunjang diabetes.

9.  Selenium, sejenis mikromineral yang sifatnya dapat menghindari penggumpalan darah yang mengakibatkan penyumbatan-penyumbatan darah, jantung dan otak.

Bawang putih merupakan salah satu bahan yang baik untuk dikonsumsi terutama bagi penderita Diabetes karena bawang putih mengandung sugar regulating factor, yang bermanfaat untuk mengendalikan bahkan menurunkan kadar gula seorang penderita diabetes. Penyakit diabetes memang tidak dapat disembuhkan, akan tetapi kita dapat mengendalikannya agar tidak sampai timbul komplikasi seperti jantung koroner yaitu dengan mengkonsumsi bawang putih. Karena selain mengandung sugar regulating factor, bawang putih juga mengandung selenium yaitu sejenis mikromineral yang sifatnya dapat menghindarkan penggumpalan darah yang dapat menimbulkan penyumabatn pembuluh darah, jantung dan otak sehingga baik untuk mencegah adanya komplikasi.selain itu juga sangat  besar kegunaanya bagi kehidupan. Para ahli kesehatan mengungkap hasil penelitian bawang putih antara lain sebagai obat pencegah penyakit kanker misalnya kanker lambung dan kanker usus. Sari bawang putih sangat berkhasiat untuk mengobati maag dan juga obat tipus, dimana sarinya dapat membunuh kuman-kuman yang menghambat jalannya pencernaan.kandungan minyak dalam bawang putih berkhasiat membersihkan darah dan mengurangi rasa sakit pada bagian tubuh.bawang putih sering digunakan sebagi obat penyakit asma, menurunkan berat badan, mengontrol kolesterol,gangguan suara serak, nyeri haid, flu, kencing sedikit, demam, batuk rejan, tuberculosa, dan lain-lain.dan menurut Eldon Amonkar dari California University menyatakan bahwa emulsi minyak bawang putih dapat membunuh jentik-jentik 100% dari lima jenis nyamuk.

2.2.3 Petunjuk Penderita Diabetes Mellitus yang berpuasa

Pada dasarnya penderita diabetes boleh berpuasa tetapi tergantung seberapa penyakitnya. Tapi menurut penelitian, sebagian penderita diabetes termasuk dalam kategori yang boleh berpuasa.

Beberapa petunjuk umum menurut dr Imam Subekti SpPD KMED dan dr Benyamin Lukito SpPD yang perlu diperhatikan bagi pasien diabetes :

1.    Didalam perencanaan, jumlah asupan kalori sehari selama  bulan puasa kira-kira sama dengan jumlah asupan kalori sehari-hari yang dianjurkan sebelum puasa. Yang perlu diatur adalah pembagian porsi makan sebagai berikut : 40 % dikomsumsi waktu sahur, 50 % waktu berbuka puasa dan 10 % malam sebelum tidur (sesudah sholat tarawih).

2.    Makan sahur sebaiknya dilambatkan. Selalu memonitor kadar gula dalam darah secara teratur sesuai dengan kebutuhan.

3.    Lakukan aktivitas fisik sehari-hari dengan wajar seperti biasa. Dianjurkan untuk istirahat setelah dzuhur.

4.    Pasien DM dengan kadar gula darah terkendali berdasarkan pengaturan dan olah raga saja, tidak ada masalh untuk berpuasa.

5.    Pasien DM yang membutuhkan obat hipoglikemik oral (OHO) dan diabetesnya terkendali dapat berpusa dengan sedikit perubahan dalam pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan jadwal minum obat.

6.    Pasien DM yang memerlukan suntikan insulin dua kali atau lebih tidak dianjurkan untuk berpuasa.

7.    Kemungkinan hipoklikemia terutama terjadi pada waktu sore hari menjelang berbuka puasa harus dikenal dan diarahkan

2.3       Prinsip perencanaan makan orang dengan Diabetes di Indonesia

1.         Kebutuhan Kalori

Kebutuhan kalori sesuai untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal komposisi energi adalah 60 – 70% dari karbohidrat, 10 – 15% dari protein dan 20 – 25% dari lemak. Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan orang dengan diabetes. Diantaranya adalah dengan memperhitungkan berdasarkan kebutuhan kalori basal yang besarnya 25-30 kalori/kg BB ideal, ditambah dan dikurangi bergantung pada beberapa faktor yaitu jenis kelamin, umur,aktifikasi, kehamilan/laktasi, adanya komplikasi dan berat badan. Sedangkan cara yang lebih gampang lagi adalah dengan pegangan kasar, yaitu untuk pasien kurus 2300 – 2500 kalori, normal 1700 – 2100 kalori dan gemuk 1300 – 1500 kalori.

Kebutuhan Kalori Orang dengan Diabeter

2.         Perhitungan Berat Badan Idaman.

Dengan rumus Brocca yang dimodifikasi adalah sebagai berikut :

Berat badan idaman = 90% x (TB dalam cm – 100) x 1 kg.

Bagi pria dengan tinggi badan dibawah 160 cm dan wanita di bawah 150 cm, atau bagi mereka yang berumur lebih dari 40 tahun, rumus dimodifikasi menjadi.

Berat badan ideal = (TB dalam cm – 100) x 1 kg.

Sedangkan menurut Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu berat badan (kg) TB2 sebagai berikut :

Berat ideal :

BMI 21 untuk wanita

BMI 22,5 untuk pria.

Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori antara lain:

a.     Jenis Kelamin

Kebutuhan kalori pada wanita lebih kecil daripada pria, untuk ini dapat dipakai angka 25 kal/kg BB untuk wanita dan angka 30 kal/kg BB untuk pria.

b.    Umur

Pada bayi dan anak-anak kebutuhan kalori adalah jauh lebih tinggi daripada orang dewasa, dalam tahun pertama bisa mencapai 112 kg/kg BB. Umur 1 tahun membutuhkan lebih kurang 1000 kalori dan selanjutnya pada anak-anak lebih daripada 1 tahun mendapat tambahan100 kalori untuk tiap tahunnya.Penurunan kebutuhan kalori diatas 40 tahun harus dikurangi 5% untuk tiap dekade antara 40 dan 59 tahun, sedangkan antara 60 dan 69 tahun dikurangi 10%, diatas 70 tahun dikurangi 20%.

c.     Aktifitas Fisik atau Pekerjaan.

Jenis aktifitas yang berbeda membutuhkan kalori yang berbeda pula. Jenis aktifitas dikelompokan sebagai berikut :

Keadaan istirahat : kebutuhan kalori basal ditambah 10%.

Ringan               : pegawai kantor, pegawai toko, guru, ahli hukum, ibu rumah tangga, dan lain-lain kebutuhan harus ditambah 20% dari kebutuhan basal.

Sedang              : pegawai di insdustri ringan, mahasiswa, militer yang sedang tidak perang, kebutuhan dinaikkan menjadi 30% dari basal.

Berat                 : petani, militer dalam keadaan latihan, penari, atlit, kebutuhan ditambah 40%.

Sangat berat      : tukang beca, tukang gali, pandai besi, kebutuhan harus ditambah 50% dari basal.

d.    Kehamilan/Laktasi.

Pada permulaan kehamilan diperlukan tambahan 150 kalori/hari dan pada trimester II dan III 350 kalori/hari. Pada waktu laktasi diperlukan tambahan sebanyak 550 kalori/hari.

e.     Adanya komplikasi. Infeksi,

Trauma atau operasi yang menyebabkan kenaikan suhu memerlukan tambahan kalori sebesar 13% untuk tiap kenaikkan 1 derajat celcius.

f.     Berat Badan.

Bila kegemukan/terlalu kurus, dikurangi/ditambah sekitar 20-30% bergantung kepada tingkat/kekurusannya.

2.3.1    Daftar Makanan Penukar

Daftar bahan makanan penukar adalah suatu daftar nama bahan makanan dengan ukuran tertentu dan dikelompokkan berdasarkan kandungan kalori, protein, lemak dan hidrat arang. Setiap kelompok bahan makanan dianggap mempunyai nilai gizi yang kurang lebih sama .

Dikelompokkan menjadi 8 kelompok bahan makanan yaitu :

1.  Golongan 1     :  bahan makanan sumber karbohidrat.

2.  Golongan 2     :  bahan makanan sumber protein hewani.

3.  Golongan 3     :  bahan makanan sumber protein nabati.

4.  Golongan 4     :  sayuran.

5.  Golongan 5     :  buah-buahan.

6.  Golongan 6     :  Susu.

7.  Dolongan 7     :  Minyak

8.  Golongan 8     :  makanan tanpa kalori.

2.3.2 Pengaturan Makanan untuk penderita Diabetes Mellitus

Menurut ( Budiyanto, 2001) pengobatan penyakit untuk penyakit ini selalu berupa obat atau suntikan. Diabetes mellitus juga dilakukan melalui makanan . bila pada pemberian makanan juga disertai pemberian obat atau suntikan diabetes, maka pengaturan makanan harus disesuaikan dengan pemberian obat.

1.  Pemberian makanan pada pasien diabetes mellitus pada umumnya adalah sebagai berikut :

a.  Makanan dan olah raga ( dianjurkan pada pasien yang gemuk)

b.  Makanan dan pemberian tablet diabetes mellitus ( dianjurkan pada pasien dengan berat badan sedang)

c.  Makanan dan suntikan insulin ( Dianjurkan pada apsien remaja)

2.         Tujuan diet pada penyakit Diabetes Mellitus

a.  Menyesuaikan kemampuan tubuh untuk mengelola makanan

b.  Menurunkan kadar gula darah agar mencapai standart yang normal

c.  Mempertahankan tubuh supaya dapat melakukan pekerjaan sehari-hari

3.         Syarat-syarat Diet untuk pasien Diabetes Mellitus

a.     Kalori rata-rata 30-35 kalori per kg berat badan

b.  Jumlah kalori yang diberikan sedikit dibawah normal dan sedapat mungkin diusahakan dan dipertahankan berat badab normal

c.  Protein cukup 1 gram per kg berat badan

d.  Lemak antara 30-35% dari jumlah kalori sehari

e.  Vitamin serta mineral yang cukup

Sementara itu Dr. David ( Majalah Intisari 1/30/97 ) menganjurkan kepada penderita DM di Indonesia, gunakan komposisi 68% kalori karbohidrat , 20% kalori lemak, dan 12% kalori protein . pada dasarnya , diet diabetes terdiri terdiri atas 3 kali makan antara (snack) dengan jarak 3 jam . contohnya :

1.         Pukul 06.30-makan pagi

2.         Pukul 09.30-makanan kecil atau buah

3.         Pukul 12.30-makan siang

4.         Pukul 15.30-makanan kecil atau buah

5.         Pukul 18.30-makan malam

6.         Pukul 21.30-makanan kecil atau buah

Setiap kali makan dalam jumlah porsi kecil sampai sedang agar tidak membebani pancreas. Buah-buahan yang dianjurkan, papaya,kedondong, pisang, apel, tomat, semangka yang kurang manis. Yang dilarang, sawo, mangga, jeruk, rambutan, durian,anggur. Dalam melaksanakan diet  diabetes sehari-hari hendaknya mematuhi pedoman diet 3J, yakni jumlah kalori, jadwal diet, dan jenis makanan yang boleh dan yang tidak.

Penentuan gizi penderita DM dilaksanakan berdasarkan BBR (berat badan relative) dengan rumus :

Dimana:

BB       =          Berat badan (kg)

TB       =          Tinggi baddan (cm)

2.4 Pandangan  Islam terhadap Diabetes Mellitus

Dari uraian di atas, sangat jelas  bahwa factor paling potensial yang menjadi penyebab penyakit diabetes mellitus yaitu ( bawaan; keturunan dan obesitas). Terkait dengan keturunan sebenarnya bisa dicegah dengan selektif ketika mencari pasangan atau jodoh. Dengan demikian seseorang tidak akan malahirkan generasi yang membawa bibit penyakit diabetes mellitus.

Sedangkan terkait dengan obesitas maka etika makan dalam islam adalah solusi yang paling utama. Ajaran islam mencakup seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali masalah makan. Oleh karena itu bagi kaum muslimin, ,makanan di samping berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, juga berkaitan dengan ruhani, iman, dan ibadah juga dengan identitas diri, bahkan dengan perilaku.

Dalam Al-Qur’an An Nahl (16):114

Artinya:

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.

Dalam Al-Qur’an Al-Araaf (7):31

Artinya:

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Dalam Al-Qur’an An-Nahl (16):115

Artinya:

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

2.5 Peran Pemerintah dan DPRD/DPR terkait dengan Diabetes mellitus

Peran pemerintah dan DPRD/DPR terkait dengan Diabetes mellitus dapat terlihat pada pembagunan bidang kesehatan. Dengan adanya undang-undang tentang otonomi daerah maka peran Kabupaten/ kota menjadi sangat menentukan keberhasilan pembangunan termasuk pembangunan bidang kesehatan.

Namun demikian, secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan bidang kesehatan masih kurang memadai. Perhatian utama dan sebagian besar pemerintah daerah ditujukan pada upaya pembangunan infrastruktur, sarana-prasarana dan pengembangan wilayah (INPRASWIL).

Pembangunan yang bersifat non-fisik dan tidak dapat dilihat hasilnya dalam waktu dekat seperti pembangunan kesehatan umumnya kurang mendapat perhatian. Disamping itu, sering alokasi anggaran kesehatan tidak memihak kepada kepentingan rakyat banyak , tetapi untuk keperluan sekelompok penduduk perkotaan atau mungkin hanya mengutungkan penentu kebijakan saja.

Tidak jarang pemerintah daerah dan DPRD, di daerah miskin sekalipun lebih mengutamakan pendirian rumah sakit baru dengan peralatan canggih dan mahal dari pada memperbanyak, memperbaiki, melengkapi peralatan dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia Puskesmas yang sudah ada. Advokasi terhadap pemerintah dan para wakil rakyat daerah lalu menjadi sangat dibutuhkan

BAB III

KESIMPULAN


1.        Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak pada produktifitas dan dapat menurunkan Sumber Daya Manusia. Penyakit Diabetes Mellitus juga disebut penyakit kencing Manis.

2.        Berdasarkan usia penderitanya, penyakit diabetes ada 2 macam yaitu :

3.        Penyakit Diabetes yang ditemukan pada usia muda ( paling banyak ditemukan pada usia antara 10-12 tahun ), disebut Juvenile Diabetes

4.        Penyakit Diabetes yang ditemukan pada orang dewasa diatas 30 tahun disebut Adult Diabetes

5.        Penyakit ini disebabkan oleh adanya kerusakan kelenjar pancreas ataupun alat dalam pancreas , untuk melakukan fungsinya secara wajar, terutama dalam membagi insulin yang memproses gula dalam tubuh dengan baik sehingga kurang aktifnya produksi hormone insulin dari sel kelenjar langerhans pada organ pancreas . factor keturunan dan diabetes berkaitan erat dengan kegemukan.

6.        Adapun gejala-gejala yang ditunjukkan oleh penderita DM  adalah sebagai berikut : sering kencing (pelyuria), sering haus (polidipsia) dan makan (poliphgia),berat badan menurun meskipun banyak makan ,Sering merasa leleh dan mengantuk,gatal-gatal dan bila ada luka sikar sembuh,nyeri otot,menurunnya gairah sek.

7.        Penyakit diabetes mellitus dapat diketahui dengan cara memeriksa kandungan gula dalam darah. Pemeriksaan kandungan gula darah yang paling sering dilakukan adalah kandungan darah setelah puasa (fasting blood glucose test), atau kandunagn gula darah 2 jam sehabis makan (postprandial blood glucose test). Kadar gula setelah puasa biasanya berkisar antara 70 mg – 100 mg per 100 ml darah.

8.        Bahaya yang menyertai Diabetes Mellitus menyangkut komplikasi akut dan kronis.

9.        Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Pengobatan diabetes meliputi obat-obatan, olah raga dan diet.

10.    Strategi gizi atau perencanaan makanana yang tepat merupakan pengobatan diabetes yang penting. Tujuan perencanaan makanan adalah mempertahankan kadar glukosa darah senormal mungkin serta mengusahakan agar berat badan penderita mencapai batas-batas normal.dahulu banyak makanan yang dipotog atau dibatasi bagi penderita DM.

11.    Bawang putih merupakan salah satu bahan yang baik untuk dikonsumsi terutama bagi penderita Diabetes karena bawang putih mengandung sugar regulating factor, yang bermanfaat untuk mengendalikan bahkan menurunkan kadar gula seorang penderita diabetes.

12.    Pada dasarnya penderita diabetes boleh berpuasa tetapi tergantung seberapa penyakitnya. Tapi menurut penelitian, sebagian penderita diabetes termasuk dalam kategori yang boleh berpuasa.

13.    Daftar bahan makanan penukar adalah suatu daftar nama bahan makanan dengan ukuran tertentu dan dikelompokkan berdasarkan kandungan kalori, protein, lemak dan hidrat arang.

14.    factor paling potensial yang menjadi penyebab penyakit diabetes mellitus yaitu ( bawaan; keturunan dan obesitas).sehingga dalam pandangan islam,terkait dengan keturunan sebenarnya dapat dicegah dengan selektif ketika mencari pasanagn atau jodoh. Sedangkan terkait dengan obesitas maka etika makan dalam islam adalah solusi yang paling utama,

15.    Peran pemerintah dan DPRD/DPR terkait dengan Diabetes mellitus dapat terlihat pada pembagunan bidang kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Badrus, 2002. Penyakit Kencing Manis. online. (http://www.sabah org.my/BM/nasihat/artikel kesehatan/penyakit kencing manis.htm. diakses tanggal 06 mei 2008.

Budiyanto, M, A,K. 2002. Gizi dan Kesehatan. UMM Press. Malang

Budiyanto,M,A,K. 2004. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. UMM Press. Malang

Hismani, 2008. Peranan Gizi bagi penderita Diabetes Mellitus. online.(http://www.sabah org.my/BM/nasihat/artikel kesehatan/penyakit kencing manis.htm. diakses tanggal 06 mei 2008.

Moehyi, S. 1992. Pengetahuan Makanan dan Diit Untuk Penyembuhan Penyakit.   Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Jokoprawiro, A. 1999. Diabetes Millitus Klasifikasi Diagnosis dan Terapi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta


02/07/2009 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

DIET TERAPHY PADA PENYAKIT JANTUNG

BAB I

PEDAHULUAN

Saat ini penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi pembunuh no.1 di Indonesia dan jumlah penderitanya terus bertambah. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa penyakit kardiovaskular akan menjadi penyebab terbesar kasus kematian di seluruh dunia pada tahun 2020.

Di Indonesia Penyakit jantung adalah pembunuh nomor 3. Pertama segolongan masyarakat menjadi lebih waspada untuk menjaga kesehatan jantungnya. Kedua golongan ini yang bersikap masa bodoh karena merasa bahwa merasa stiap orang akhirnya akan meninggal dunia. Jantung adalah organ tubuh yang bekerja paling kuat. Setiap harinya organ tubuh ini memompa ±16.000 liter darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah sepanjang sekitar 90.000 km. Walaupun relatif kecil namun organ ini bekerja dua kali lebih keras dari pada betis pelari sprint atau otot lengan petinju kelas berat. Tidak ada otot kecuali otot rahim wanita yang bekerja siang dan malam selama 70 tahun atau lebih seperti jantung. Berikut ini terdapat beberapa anjuran yang akan berguna bagi pemeliharaan kesehatan jantung. Namun, yang perlu ditekankan bahwa dengan mengikuti anjuran – anjuran bukan berarti kita akan kebal terhadap penyakit jantung, sebab sampai sekarang belum ada sesuatupun yang dapat memberi kekebalan seperti itu.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Penyakit jantung

Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah, beberapa contoh pentakit jantung seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, sakit di dada (biasa disebut “angina”) dan penyakit jantung rematik (Wisasi, 2008).

Sabda Nabi SAW:

“Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, bila ia baik maka sehatlah seluruh tubuh itu, dan jika ia rusak maka akan sakitlah seluruh tubuh itu. Sesungguhnya itu adalah jantung”. (HR Bukhari dan Muslim)

Penyakit-penyakit kardiovaskuler (pembuluh darah) antara lain:

a         Aterosklerosis adalah suatu proses dimana suatu plak (gumpalan) yang terutama terdiri dari lemak mengendap sepanjang dinding dalam pembuluh darah arteri. Kebanyakan penyakit jantung (seperti penyakit jantung koroner) terjadi akibat aterosklerosis, dimana terjadi akumulasi plak didalam dinding arteri.

Beberapa teori pembentukan terjadinya aterosklerosis (penyakit jantung):

i. Teori reaksi terhadap kerusakan jaringan yaitu adanya reaksi kerusakan terhadap    endhotelium dengan terbentuknya deposit yang diisi dengan zat – zat lemak dan zat yang lainnya.

ii. Teori monoclonal yaitu adanya isoenzim dijumpai pada lesi dan multiplikasi sel ploriferasi membentuk ateroma.

iii. Teori lisosomal yaitu enzim lisosomal dapat meniadakan degradasi dari sel – sel untuk melanjutkan pembentukan dari ateroma.

b        Infark miokard adalah sebutan lain dari serangan jantung, terjadi bila sebagian dari otot jantung tidak menerima oksigen yang cukup, terutama akibat sumbatan arteri koroner. Karena sel-sel otot jantung, memerlukan oksigen untuk kehidupannya, maka daerah otot jantung yang mendapat suplai darah yang mengalami sumbatan akan mengalami kematian jaringan. Daerah otot jantung yang mengalami kematian jaringan ini disebut sebagai area infark. Area yang mengalami infark tidak berfungsi secara normal, seperti layaknya otot jantung yang sehat. Kondisi  ini mungkin dapat pulih kembali bila aliran darah yang menuju area infark diperbaiki atau pembuluh darah arteri yang mengalami sumbatan dikoreksi dengan pembedahan atau obat-obatan sedini mungkin. Bila terlambat, maka pembuluh darah koroner yang tersumbat tidak dapat diperbaiki lagi, sehingga kematian jaringan bersifat menetap dan akan menyebabkan penyulit lain seperti payah jantung kongestif.  Jantung merupakan sebuah pompa yang kuat yang bertanggung jawab mengalirkan darah menuju alat-alat vital diseluruh tubuh melalui suatu jaringan kompleks dari pembuluh darah arteri dan vena. Oleh karena itu sangat penting dijaga agar jantung anda  dan pembuluh-pembuluh darahnya tetap berada dalam kondisi yang baik.

c         Payah Jantung Kongestif adalah suatu keadaan dimana jantung tidak mampu memompa darah yang cukup untuk kebutuhan jaringan diseluruh tubuh. Jaringan yang tidak cukup menerima suplai oksigen untuk memenuhi kebutuhannya akan menjadi lemah, mengalami gangguan fungsi dan bahkan kematian jaringan. Penurunan kemampuan jantung untuk memompakan darah dapat terjadi akibat berbagai sebab, antara lain infark miokard atau aterosklerosis. Bila terjadi kegagalan fungsi jantung, maka akan terjadi hambatan aliran darah didalam pembuluh2 darah. Akibatnya sebagian darah akan kembali menuju jantung, menyebabkan kongesti  dan peningkatan tekanan didalam sirkuit pulmonal dan atau sirkuit sistemik. Gejala dan tanda-tandanya sebagai berikut:

- Sesak nafas terutama pada saat aktifitas fisik, namun bila berat, sesak bahkan dapat terjadi pada saat istirahat.

- Pembengkakan hati, perut dan tungkai karena timbunan cairan.

d. Penyakit Jantung Koroner adalah penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis) pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

e.  Hipertensi yaitu pengaruh tekanan darah tinggi terhadap sistem kardiovaskular dapat meningkatkan risiko kerusakan pada jantung, ginjal, mata dan bahkan otak. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat menimbulkan payah jantung, gagal ginjal, kebutaan dan stroke (Shahab, 2008)

Gangguan- gangguan/Penyakit pada organ jantung  antara lain:

a         Abnormal Heart Rhythms, normalnya jantung berdetak 60 sampai 100 kali tiap menit (atau sekiar 100 ribu kali setiap harinya). Jantung yang bedetak tidak normal biasanya disebut arryhytmia (sering juga disebut dysrhythmia). Jantung yang berdetak terlalu lambat (dibawah 60 kali per menit) disebut bradyarrhythmias. Sedangkan yang berdetak di atas 100permenitdisebuttachyarrhytmias.

b.  Heart Failure atau gagal jantung merupakan yang paling menakutkan. Bukan berarti jantung tidak dapat bekerja sama sekali, hanya saja jantung tidak berdetak sebagaimana mestinya.

c. Heart Valve Disease yaitu rusaknya katup jantung. Katup jantung terdapat pada setiap bilik jantung (jantung kita memiliki 4 buah bilik) yang berfungsi mengatur aliran darah searah menuju jantung.

d.  Congenitas Heart Disease atau biasa disebut kelainan pada jantung. Menyerang 8 sampai 10 anak dari tiap 1000 kelahiran. Gejala awal biasanya terldeteksi saat kelahiran atau pada masa kanak-kanak. Di Amerika sekitar 500 ribu orang mengalami kelainan jantung pada masa pertumbuhannya dan bertambah sektar 20 ribu orang tiap tahunnya.

e.  Cardiomyopathies menyerang pada otot jantung itu sendiri. Orang -orang yang terserang penyakit ini biasanya mengalamai pembesaran, pengecilan jantung secara tidak normal dan atau bahkan menjadi kaku. Menyebabkan jantung memompa secara tidak normal (menjadi lebih lemah). Tanpa penanganan yang baik cardiomyopathies akan menyebabakan penyakit yang lebih buruk seperti gagal jantung atau menyebabkan jantung berdetak tidak normal.

f.  Pericarditis adalah radang yang mengelilingi lapisan jantung. Jarang terjadi, biasanya disebabkan oleh infeksi.

Yayasan Jantung Indonesia baru mulai mengampanyekan pentingnya kesadaran perempuan terhadap bahaya sakit jantung beberapa bulan lalu. Sebagian besar orang berpikir sakit jantung adalah masalah pria, Kenyataannya justru penyakit jantung lebih fatal pada perempuan. Pasien perempuan dengan gagal jantung memiliki risiko kematian lebih tinggi dibanding pria. Demikian pula halnya dengan infark miokard (serangan jantung) pada wanita. Fenomena ini mungkin karena perempuan cenderung lebih tua saat mendapat infark sehingga mengalami penyulit lainnya. Pencegahan utama adalah mengubah gaya hidup, meliputi perubahan diet untuk mengatur berat badan dan pembatasan lemak, selain tentunya olah raga teratur dan berhenti merokok.

Penderita kadar kolesterol tinggi khususnya LDL adalah sasaran utama untuk menderita penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner. Fakta menunjukan 80% pasien penyakit jantung meninggal mendadak karena penyakit jantung koroner, dan bahkan 50% di antaranya tanpa gejala sebelumnya. Penyakit ini disebabkan oleh kadar kolesterol LDL berlebihan yang membentuk plak aterosklerosis pada pembuluh darah koroner jantung dan mengakibatkan otot jantung tidak menerima aliran darah. Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Selain LDL, faktor risiko lain yang harus diukur dan diketahui adalah:

1.      Merokok

Lebih dari 57% setiap rumah tangga masyarakat kita mempunyai sedikitnya seorang perokok dalam rumahnya, dan 91,8% perokok kita itu merokok di rumah. Karenanya diperkirakan terdapat sekitar 43 juta anak-anak dan ibu rumah tangga yang terkena paparan asap rokok secara terbuka sebagai perokok pasip yang bahayanya lebih besar diderita oleh mereka yang bukan perokok.

2.      HDL rendah (< 40 mg/dl)

3.      Hipertensi (tekanan darah tinggi): 140/90 atau sedang dalam pengobatan antihipertensi

4.      Usia Pria > 45 tahun, dan wanita > 65 tahun

5.      Adanya riwayat keluarga langsung/sedarah yang menderita penyakit jantung/stroke:

Jika Pria :             < 55 tahun

Jika Wanita :        < 65 tahun (Masino,2005)

Tanda-tanda penyakit jantung

Gejala-gejala penyakit jantung dapat dideteksi dengan satu atau gabungan tanda-tanda berikut :

1. Sakit di dada seperti ditusuk. Sakit ini seringkali hanya dirasakan sesaat, pada beberapa orang dirasakan agak lama. Sakit ini oleh banyak orang sering disebut angin duduk.

2. Sakit di dada biasanya disertai dengan sesak napas.

3. Mudah letih.

4. Telapak tangan berkeringat

Untuk melakukan deteksi lebih akurat penyakit jantung melalui test treatmill.

Penyakit jantung dan stroke dapat dicegah dengan merubah gaya hidup. Berikut ini beberapa tips untuk mencegah datangnya penyakit stroke dan penyakit jantung, yaitu:

  1. Berhenti merokok sedini mungkin. Nikotin, karbon monoksida (CO) dan zat lainnya yang terkandung dalam rokok berpotensi menimbulkan kerusakan dinding pembuluh darah. Hal ini akan mempermudah kolesterol untuk melekat pada di dinding pembuluh darah yang mengalami kerusakan sehinga membentuk plak. Risiko terkena serangan jantung akan meningkat 50% jika menghisap 4 batang setiap hari.
  2. Berolahraga secara teratur. Ketika melakukan aktivitas fisik, jantung akan berdenyut lebih cepat untuk meningkatkan jumlah darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh sehingga meningkatkan kadar HDL/kolesterol baik dan menurunkan LDL/kolesterol jahat. Selain itu berolahraga juga membantu mengurangi berat badan.
  3. Memperbaiki kualitas makanan dan cara makan dengan mengurangi pemasukkan lemak terutama lemak jenuh (tersaturasi). Disarankan pemasukkan lemak tidak melebihi 30% dari kalori total dan lemak jenuh tidak melebihi dari total 8-10% dari total pemasukkan kalori.

Surat Al-A’raf ayat 31:

Artinya:

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan

  1. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Mengkonsumsi porsi makanan kaya akan buah dan sayuran yang mengandung anti oksidan, beta karoten vitamin C dan E, dan elemen selenium (ex: wortel, buah sitrun dan brokoli). Sebab makanan tersebut dapat di percaya sebab terdapat kemungkinan meningkatnya antioksidan bisa memperlambat atau mencegah proses penyumbatan artei dan menjaga agar tidak terjadi penumpukan plake di dinding arteri.

Surat Al-Baqarah ayat 22:

Artinya:

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

Surat Al-Baqarah ayat 168

Artinya:

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu

  1. Minum tiga gelas jus jeruk setiap hari. Hal ini dapat meningkatkan HDL sebesar 21%, dalam waktu empat minggu. Menurut ElZbieta Kurowska, Ph.D dari University of Westrn Ontario, kandungan flovonoid, bisa disebut hesperidin, dalam jus jeruk yang berpengaruh pada naiknya kadar HDL (Budiyanto, 2002).
  2. Hindari stres yang berlebihan. Stres bisa menyebabkan peningkatan kadar hormon epinefrin yang mengakibatkan naiknya tekanan darah dan denyut jantung sehingga mempermudah kerusakan pada dinding pembuluh darah.
  3. Hindari pola hidup tidak sehat. Pola hidup yang tidak sehat dapat memicu timbulnya penyakit diabetes, darah tinggi dan kolesterol tinggi serta obesitas, faktor-faktor ini merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung.
  4. Mengkonsumsi neutriceutical/herba pilihan. Seperti Omega 3, yang terbukti mampu menekan LDL/kolesterol jahat, serta Spirulina yang memiliki kandungan antioksidan dan karotenoid dalam jumlah tinggi. Antioksidan akan mencegah timbulnya plak pada pembuluh darah akibat oksidasi radikal bebas.

9.      Hal-hal tersebut tadi oleh Yayasan Jantung Indonesia menjadi perhatian bidang penyuluhan yang harus terus mengingatkan kepada masyarakat melalui Panca Usaha Jantung Sehat  :

S eimbang gizi
E nyahkan rokok
H indari stres
A wasi tekanan darah
T eratur berolah raga

2.2 Kolesterol dan Penyakit Jantung Koroner

Kolesterol adalah salah satu turunan lemak. Bila kadar kolesterol dalam tubuh cukup, maka zat ini sangat berguna bagi tubuh untuk menjalankan fungsi beberapa organ tubuh seperti empedu, hormon, prekursor vitamin D, dan menggerakan fungsi beberapa bahan makanan. Oleh karena itu, apabila tubuh mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung kolesterol secara berlebihan maka kolesterol dalam darah cenderung akan meningkat. Kolesterol darah yang berlebihan ini dapat mengakibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang kemudian dapat menyebabkan penyakit jantung.
Bahan makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi adalah : kuning telur, hati, otak, paru, usus, kepiting, kerang-kerangan, dan lain-lain (Wisasi, 2008).

Penyakit Jantung Koroner adalah penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis) pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Salah satu penyebab jantung koroner adalah kebiasaan makan makanan berlemak tinggi terutama lemak jenuh. Agar lemak mudah masuk dalam peredaran darah dan diserap tubuh maka lemak harus diubah oleh enzim lipase menjadi gliserol. Sebagian sisa lemak akan disimpan di hati dan di metabolisme menjadi kolesterol pembentukan asam empedu yang berfungsi sebagai pencerna lemak. Semakin banyak konsumsi lemak, berarti semakin meningkat pula kadar kolesterol dalam darah. Penumpukan kolesterol tersebut dapat menyebabkan (arteriosklerosis) atau penebalan pada pembuluh nadi koroner (arteria koronaria). Kondisi ini mengakibatkan kelenturan pembuluh nadi menjadi berkurang. Serangan jantung koroner pun akan lebih mudah terjadi ketika pembuluh nadi koroner mengalami penyumbatan. Ketika itu pula aliran darah yang membawa oksigen ke jaringan dinding jantung pun terhenti. Penyakit ini dulunya sering disebut penyakit orang tua, karena memang dulu cuma orang-orang tua saja yang berusia 50 tahunan yang rentan terkena penyakit ini. Namun sekarang ini ada kecenderungan juga diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, terutama pada orang muda perkotaan modern.

Selain mengurangi konsumsi makanan berlemak jenuh tinggi, peningkatan konsumsi makanan berserat setiap hari ternyata mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah yang berarti pula menurunkan risiko serangan penyakit mematikan ini. Dari hasil penelitian para ilmuwan dari National Heart, Lung and Blood Institut di Bethesda, Maryland, Amerika dikatakan bahwa setiap penurunan1% kolesterol dalam darah akan menurunkan risiko serangan jantung koroner sebesar 2%.

Serat makanan yang efektif menurunkan kolesterol adalah serat yang larut dalam air. Jenis serat ini mudah difermentasikan oleh bakteri kolon (laktobacillus) menjadi asam lemak rantai pendek (short-chain faity acid) dan gas (flatus). Asam lemak rantai pendek tersebut mampu mengikat asam empedu didalam usus. Berkurangnya asam empedu akan memperlambat penyerapan lemak. Hal ini berarti pula akan menurunkan kadar kolesterol darah. Selanjutnya, kelebihan asam empedu di pencernaan akan dibuang bersama – sama feses. Untuk memudahkan pengeluaran feses perlu dibantu dengan konsumsi serat tidak larut air.

James Anderson dari Universitas kentucky, Amerika Serikat, membuktikan bahwa pemberian 90g oatmeal atau kacang-kacangan setiap hari pada penderita kolesterol tinggi, mampu menurunkan kolesterol darah hingga 20%. Penurunan lemak darah itu berasal dari pengurangan konsumsi lemak selama diet sebanyak 5% dan 15% sisanya merupakan angka penurunan kolesterol karena penambahan serat larut air dalam menu diet. Data tersebut juga diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Van Horn dari American Heart Association. Menurut Horn dengan mengkonsumsi 60g makanan mengandung serat larut air seperti oatmeal atau kacang – kacangan tiap hari, dapat menurunkan kolesterol darah sebanyak 5,6 – 6,5 mg.

Penyakit Jantung Koroner terjadi karena penyempitan/ penyumbatan pembuluh darah koroner yang berfungsi mendistribusikan darah dan oksigen ke otot jantung. Penyumbatan (plak aterosklerosis) disebabkan tertumpuknya endapan lemak (terutama kolesterol LDL), sel-sel otot polos pembuluh darah dan matriks ekstraseluler lainnya di sepanjang dinding arteri sebagai hasil proses yang berlangsung bertahun-tahun. Jika aliran darah berkurang secara bermakna, maka penderita perlu segera mendapat tindakan medis. Keluhan penderita PJK bervariasi. Umumnya angina pectoris, rasa sakit di dada seperti tertekan benda berat yang kadang menjalar ke lengan, rahang, dan punggung. Ada pula penderita yang mengeluh leher seperti tercekik atau merasa sakit di ulu hati. Keluhan biasanya terjadi saat penderita melakukan aktivitas fisik atau stres yang membuat jantung berdenyut lebih kencang dan menuntut lebih banyak oksigen. Makanan khusus untuk penyakit jantung koroner bertujuan memberikan makanan rendah dalam kalori bagi pasien yang gemuk. Rendah dalam kolesterol bila ditemui kadar kolesterol tinggi. Kadar kolesterol normal adalah 150-250 mg %.

Penurunan kolesterol hingga kurang dari 300 mg/ hari telah dianjurkan pada langkah pertama diet.

KONSUMSI

TARGET KADAR KOLESTEROL YANG DICAPAI

Makanan hewani << Telur dan kacang-kacangan < < 300 mg/hari
Makanan hewani <<< Telur dan kacang-kacangan <<< < 200 mg/hari

Ketentuan-ketentuan yang digunakan untuk menunjukan nilai normal kadar kolesterol menurut Dr.Samsuridjal( Kompas, 2004) adalah:

a.  Kadar kolesterol total yang diinginkan dan diharapkan aman adalah dibawa 200mg/dl.

b. Kadar yang sudah mulai meningkat dan harus diwaspadai untuk mulai dikendalikan  adalah 200-239mg/dl.

c.  Kadar yang tinggi dan berisiko bagi pasien adalah sama atau diatas 240mg/dl.

Ikan Cegah Penyakit Jantung Koroner

Sebagai sumber protein hewani, ikan memang sempurna. Dengan harga yang relativ murah, ikan kaya akan protein, vitamin, mineral esensial, rendah kolesterol dan kadungan asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak anak.Banyak manfaat dari mengkonsumsi ikan, hingga hari pangan se dunia yang ke 16, pemerintah mengangkat tema Melalui Konsumsi Ikan Kita Tingkatkan Status Gizi Masyarakat. Sayangnya konsumsi ikan di kalangan masyarakat kita belum membudaya. Konsumsi ikan masarakat Indonesia per kapita per tahunnya masih tergolong rendah yaitu sekitar 19.14 kg. Hanya daerah Maluku dan Sulawesi Utara yang konsumsinya di atas 50 kg/kp/tahun. Sangat disayangkan, mengingat Indonesia sebagai negara maritim yang kaya akan hasil perikanan.

Ikan digolongkan menjadi ikan air tawar, ikan air laut dan ikan migrasi. Dilihat dari komposisi zat gizinya, ketiga jenis ikan ini sama kayanya akan nutrisi. Umumnya ikan kaya akan protein, lemak, kalsium, fosfor, besi dan retinol. Nutiri esensial ini sangat penting bagi tubuh, terutama anak dan remaja di masa pertumbuhan. Nilai cerna protein ikan sangat tinggi yaitu lebih dari 90%. Kondisi ini menjadikan ikan sangat mudah dicerna dan baik untuk lansia, anak-anak dan bayi. Mengingat kelompok balita dan lansia adalah usai rentan. Balita memiliki sistem pencernaan yang belum sesempurna orang dewasa. Sedangkan manula organ pencernaan yang fungsinya mulai menurun. Dua kelompok ini sangat disarankan mengkonsumsi ikan untuk mencukupi kebutuhan protein tubuh.

Keunggulan lain dari ikan adalah rendahnya kandungan kolesterolnya. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi kesehatan, mengingat lemak jenuh merupakan salah satu pemicu tersumbatnya pembuluh darah penyebab penyakit jantung koroner. Dengan rajin mengkonsumsi ikan merupakan salah satu cara diet tepat sebagai penangkal penyakit jantung koroner. Seperti bangsa Eskimo yang makan ikan 300-400 g/hari ditemukan masarakatnya rendah kasus penyakit jantung. Vitamin dan mineral juga banyak terdapat di dalam daging ikan. Golongan vitamin yang banyak terkandung di dalam ikan adalah golongan vitamin yang larut di dalam lemak, seperti vitamin A dan D. Sedangkan mineral yang dominan adalah fosfor, besi, kalsium, selenium dan iodium. Vitamin dan mineral ini bermanfaat baik bagi tubuh, seperti menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro. Berikut tabel komposisi zat gizi dari beberapa jenis ikan air tawar dan laut.

Ikan

protein

lemak

kalsium

fosfor

besi

Kakap

20.0 g

0.7 g

20 mg

200 mg

1.0 mg

Peda

28.0 g

4.0 g

174 mg

316 mg

3 .1 mg

Teri kering

33.3 g

2.9 g

1209 mg

1225 mg

3.0 mg

Bandeng

20.0 g

4.8 g

20 mg

150 mg

2.0 mg

Ikan mas

16.0 g

2.0 g

20 mg

150 mg

2.0 mg

Lele

18.2 g

2.2 g

34 mg

116 mg

0.2 mg

Kembung

22.0 g

1.0 g

20 mg

200 mg

1.0 mg

Sumber: Oey Kam Nio. Daftar Analisis Bahan Makanan.1995

Anak Obesitas Rentan Penyakit Jantung

Sebuah kampanye peringatan dari World Heart Organization mengungkapkan anak-anak gemuk atau obesitas memilki resiko tiga hingga lima kali lebih besar kemungkinan mengalami serangan jantung atau stroke. Hal ini diperparah buruknya pola makan dan jarangnya berolah raga sehingga serangan jantung dan stroke atau stroke bisa dialami diusia-usia dini. Jumlah anak yang mengalami obesitas meningkat tiga kali lipat dalam 20 tahun dimana angka tersebut sebesar 10% nya terjadi pada anak berusia 6 tahun dan meningkat menjadi 17% pada mereka yang berusia 15 tahun.

Menurut World Heart Federation obesitas, pola makan yang buruk, merokok dan tidak berolah raga menjadi factor serius kerusakan kesehatan remaja mendatang. Karena itu, federasi jantung dunia menghimbau untuk melindungi anak dari lingkungan pemicu serangan jantung dengan mengajarkan kebiasaan makan yang sehat dan membatasi makan-makanan yang tidak sehat.

Selain obesitas, organisasi juga memperingati resiko rokok terhadap masa depan kesehatan jantung anak-anak. Anak-anak yang menghisap asap cenderung menderita banyak penyakit dari perokok aktif dan 25% lebih besar terkena resiko kanker paru-paru dan penyakit jantung dan 80% lebih besar terhadap resiko stroke.

Dampak Obesitas pada Anak:

o   Gangguan psiko-sosial, misalnya rendah diri karena diolok-olok teman akibat berbagai perbedaan dengan sesama

o   Pertumbuhan fisik yang lebih cepat. Usia tulang juga menjadi lebih cepat disbanding dengan umur biologiknya.

o   Gangguan pernafasan umpamannya tidur mrndengkur, sering mengantuk disiang hari atau infeksi saluran nafas.

o   Obesitas berlanjut sampai usia dewasa terutama apabila dimulai pada masa prapubertas.

o   Penyakit degeneratif maupun metabolic seperti darah tinggi, jantung koroner, kencing manis, dan kelebihan kolesterol maupun lemak protein .

Dalam penelitian yang dilakukannya oleh seorang dokter selama tiga bulan, mereka mengamati kecenderungan anak-anak usia 6-12 tahun di tiga sekolah dasar (SD) swasta di Jakarta. Hasilnya, antara lain, ia mendapati sekitar 27,5% murid di ketiga SD itu mengalami kelebihan bobot tubuh. Jumlah mereka 254 anak, 157 laki-laki dan 97 perempuan. Peneliti juga mencoba memantau prevalensi faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner pada anak-anak yang kegemukan itu. Termasuk juga pola makan mereka umumnya. Selama penelitian itu, peneliti mengukur tinggi, berat badan, lingkar pinggang, dan lingkar pinggul. Untuk variabel independennya, digunakan tiga parameter antropometrik, yakni lingkar pinggang, rasio pinggang terhadap tinggi, dan rasio pinggang terhadap pinggul. Sedangkan variabel dependennya adalah total kolesterol, kolesterol HDL, kolesterol LDL, indeks atherogenic, gaya hidup, tekanan darah sistolik (SBP), dan tekanan darah diastolik (DBP).

Hasil penelitian itu cukup mengejutkan. Bukan saja angka 27,5% anak-anak usia SD itu mengalami obesitas. Yang lebih mengkhawatirkan, tekanan darah sistolik sebagian mereka yang kegemukan itu (sekitar 33,1%) meningkat. Sebagian lagi, sebanyak 20%, memperlihatkan kenaikan tekanan darah diastolik. Dengan kata lain, pada anak-anak itu sudah tampak risiko terkena penyakit jantung koroner. Ternyata sebanyak 64% anak yang diteliti melahap kalori 20% lebih besar dari batas yang disarankan badan kesehatan dunia, WHO. Badan dunia tersebut selama ini sudah mematok, kebutuhan kalori yang normal pada anak-anak adalah 1.800-2.000 kalori per hari. Sebanyak 72% dari mereka yang diteliti melahap lemak 30% lebih banyak dari kebutuhan yang normal.

Untuk jumlah kasus anak obese, hasil penelitian itu tak meleset jauh dari angka yang dilansir dr. Rachmad Sugih. Ahli gizi dari FK-UI ini menyatakan, prevalensi obesitas di negeri ini pada 2002 berkisar 22%-24%. Dengan kata lain, sekitar 48-53 juta penduduk Indonesia mengalami kegemukan. Padahal, menurut Rachmad, tiga tahun sebelumnya, prevalensi obesitas ini baru sekitar 15%-20%.

Meningkatnya kasus-kasus obesitas ini memang bukan hanya ada di Indonesia. Badan kesehatan dunia, WHO, bahkan menyatakan masalah kelebihan bobot tubuh ini sudah menjadi epidemi dunia. Menurut laporan Newsweek edisi 11 Agustus silam, kasus obesitas di dunia meningkat 50% dalam sepuluh tahun terakhir ini. Pada lembaga obesitas internasional di London, Inggris, memperkirakan sebanyak 1,7 milyar orang di bumi ini mengalami kelebihan berat badan. Menurut laporan itu, Panama dan Kuwait tercatat sebagai dua negara dengan prevalensi obesitas tertinggi di dunia, yakni sekitar 37%. Setelah itu Peru (32%) dan Amerika Serikat (31%). Di Brasil, lonjakan obesitas yang cukup mengejutkan justru pada anak-anak, dengan kenaikan kasus sebesar 239%. Data kenaikan obesitas di Amerika Serikat pun dikeluarkan oleh badan pusat statistik kesehatan nasional, NCHS. Menurut lembaga itu, hampir sepertiga penduduk negeri itu tergolong obese. Jumlahnya yang sekitar 31% pada 2000 itu meningkat dua kali lipat dibanding dua dekade sebelumnya yang hanya sekitar 15%.

Di Eropa, kasus serupa dialami Inggris. Menurut angka yang dilansir dalam konferensi obesitas internasional di Milan, Italia, pada 6 September silam, “negeri pizza” itu menjadi negara nomor wahid dalam kasus obesitas pada anak-anak, dengan angka prevalensi 36%. Di bawahnya, menurut Tim Obesitas Internasional, adalah Spanyol, dengan prevalensi 27%. Kasus serupa juga dihadapi Inggris, negara lainnya yang cukup terancam dengan kasus obesitas pada anak-anak. Malah, sebuah penelitian obesitas pada anak di negeri itu memperlihatkan persentase dan hasil tak jauh berbeda dengan penelitian dr. Damayanti. Hasil riset di Inggris ini menyebutkan, 26% dari semua anak obese usia 11-14 tahun yang diteliti sudah memperlihatkan beberapa faktor risiko terkena penyakit jantung koroner. Faktor-faktor itu, antara lain, gejala tekanan darah tinggi dan meningkatnya kadar lemak jahat (Salim, 2003).

Obesitas alias kegembrotan memang kerap didekatkan dengan penyakit jantung. Dari kasus-kasus penyakit jantung di dunia, sekitar 21% terkait dengan masalah bobot tubuh sangat berlebihan ini. Kaitan obesitas dengan penyakit jantung terletak pada adanya unsur enzim lipase dalam lemak. Di dalam pembuluh darah, lipid berbentuk trigliserida yang bisa berasal dari beragam makanan, termasuk yang mengandung karbohidrat. Jika kalori dalam tubuh tidak segera digunakan, trigliserida akan bertumpuk di sel-sel lemak, tak terkecuali di jantung.

2.3 Lemak dan Penyakit Jantung

Lemak adalah salah satu sumber tenaga. Satu gram lemak dapat menghasilkan 9 kkal. Namun, konsumsi lemak yang berlebihan dapat merugikan kesehatan tubuh.

Adapun jenis-jenis lemak  sebagai berikut:

Lemak dalam makanan dapat berbentuk padat maupun cair (minyak). Kedua bentuk lemak ini dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu lemak jenuh dan lemak tidak jenuh. Lemak tidak jenuh dibagi menjadi dua jenis yaitu lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda.

a         Lemak jenuh : adalah lemak yang dalam struktur kimianya mengandung asam lemak jenuh. Apabila lemak jenis ini dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, maka dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Bahan makanan yang mengandung lemak jenuh adalah : Minyak kelapa, keju keras, lemak hewani. Lemak tak jenuh tunggal : lemak jenis ini mempunyai pengaruh sedikit terhadap peningkatan kadar kolesterol darah. Bahan makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal adalah minyak zaitun, minyak biji kapas, minyak wijen, minyak kelapa sawit.

b        Lemak tak jenuh ganda : lemak jenis ini mempunyai pengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol darah. Bahan makanan yang mengandung lemak tak jenuh ganda adalah : minyak jagung, minyak repeseed, minyak kedelai, minyak kacang tanah, minyak biji bunga matahari, minyak ikan (Wisesa, 2008).

Ada tiga macam sumber utama lemak dalam makanan yaitu :

  • Lemak yang tak kelihatan : adalah lemak yang secara alamiah terdapat dalam bahan makanan. Bahan makanan yang mengandung tinggi lemak tak kelihatan sssadalah daging, telur, biji-bijian dan kacang-kacangan.
  • Lemak kasat mata : adalah lemak yang terlihat oleh mata biasa, seperti minyak goreng, gajih, margarin dan lain-lain.
  • Lemak yang ditambahkan : adalah lemak yang secara komersial ditambahkan ke dalam makanan, seperti pastry, ice-cream, pie, cake (kue) atau makanan yang digoreng (Wisessa, 2008)

Lemak mengangkut beberapa vitamin ke seluruh tubuh. Lemak dipakai untuk membuat hormon dan dinding sel, melindungi organ tubuh dan melumasi beberapa bagian tubuh yang bergerak. Namun terlalu banyak lemak dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pankreatitis. Sebagian besar lemak di tubuh kita berbentuk sebagai trigliserida. Kolesterol adalah bentuk lemak yang lain. Agar dapat diangkut oleh darah, lemak dibungkus oleh molekul protein. Kumpulan lemak yang terbungkus protein ini disebut lipoprotein. Ukuran lipoprotein berbeda-beda. Yang lebih kecil disebut lipoprotein dengan daya larut rendah (low density lipoprotein/LDL) atau lipoprotein dengan daya larut sangat rendah (very low density lipoprotein/VLDL). Molekul ini mengangkut lemak dari hati ke bagian tubuh lain. Terlalu banyak LDL atau VLDL dapat menyebabkan lemak menumpuk di dinding pembuluh nadi. Penyempitan ini dapat menyebabkan pengiriman oksigen ke otot jantung berkurang, dengan akibat serangan jantung.Lipoprotein yang lebih besar disebut lipoprotein dengan daya larut tinggi (high density lipoprotein/HDL). HDL dianggap sebagai lipoprotein yang ‘baik’ karena mengeluarkan lemak dari pembuluh darah dan mengembalikannya ke hati untuk diproses lagi. Kadar HDL yang tinggi melindungi kita dari penyakit jantung.

Faktor Resiko Yang Menyebabkan Penyakit Jantung

Di bawah ini terdapat beberapa faktor resiko yang berperan terhadap terjadinya penyakit jantung koroner :

Faktor resiko terkena penyakit jantung yang berhubungan dengan lemak :

  • Hyperlipidemia or dyslipidemia merupakan peningkatan kadar lemak dan atau lipoprotein di dalam darah.
  • Hyperkolesterolimia adalah penigkatan kadar kolesterol melebihi batas normal (>=240 mg/dl). Hiperkolesterolemia merupakan faktor utama pembentukan ateroskerosis yang mengawali terjadinya penyakit kardiovaskuler. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hiperkolesterolemia, salah satu diantaranya adalah merokok.
  • Hypertrigeliseridemia yaitu peningkatan kadar trigliserida darah di atas batas normalnya. Menurut National Cholesterol Educational Program, Expert Panel on Adult Treatment Panel III (2002) bahwa kadar trigliserida darah normal yaitu kurang dari 150 mg/dl. American Heart Association Scientific Statement dalam jurnal Circulation (2004) menyebutkan bahwa hipertrigliseridemia bisa menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner, walaupun tidak “sehebat” kolesterol LDL tinggi. Selain itu, hipertrigliseridemia bersama obesitas dapat menyebabkan perlemakan hati (fatty liver), insulin resisten pemicu terjadinya penyakit kencing manis. Hipertrigliseridemia bisa terjadi karena asupan trigliserida eksogen dan produksi trigliserida endogen serta pembebasan trigliserida dari jaringan lemak tubuh yang berlebihan. Selain itu, hipertrigliseridemia sering terjadi pada orang yang menderita obesitas. Trigliserida eksogen berasal dari makanan yang mengandung lemak tinggi. Makanan sumber trigliserida utama yaitu minyak goreng, makanan tipis-tipis dan camilan digoreng, lemak hewani, butter, margarine, keju. Makanan sumber trigliserida tinggi lainnya adalah kulit, sop buntut, sop kaki (kikil), jerohan seperti otak, lidah, hati, usus, babat. Trigliserida endogen diproduksi hati dari makanan sumber karbohidrat sederhana dan karbohidrat olahan. Makanan sumber karbohidrat sederhana banyak pada gula pasir, teh manis, sirup, minuman ringan manis, juice, permen, coklat, ice-cream, cake. Sedangkan makanan sumber karbohidrat olahan adalah makanan asal tepung terigu dan tepung beras seperti martabak, donat, kue-kue, cookies, crackers, cake, roti putih tidak berserat, mie, bihun. Agar trigliserida menjadi normal yaitu kurang dari 150 mg/dl, Anda harus mengurangi asupan trigliserida eksogen, mencegah produksi trigliserida endogen dan menambah penggunaan trigliserida. Selain itu, Anda juga bisa mencegah terjadinya hipertrigliseridemia dengan cara mempertahankan berat badan ideal. Asupan trigliserida eksogen dikurangi dengan cara Anda menghindari konsumsi makanan sumber lemak tinggi seperti makanan tipis dan camilan digoreng, lemak hewani, butter, margarine, keju, kulit, sop buntut, sop kaki (kikil), jerohan seperti otak, lidah, hati, usus, babat. Produksi trigliserida endogen dicegah dengan cara Anda menghindari konsumsi makanan sumber karbohidrat sederhana dan karbohidrat olahan tinggi seperti gula pasir, teh manis, sirup, minuman ringan manis, juice, permen, coklat ice-cream, cake, makanan asal tepung terigu dan tepung beras seperti martabak, donat, kue-kue, cookies, crackers, cake, roti putih tidak berserat, mie, bihun. Penggunaan trigliserida untuk mencegah hipertrigliseridemia bisa dilakukan dengan cara menambah penggunaan energi di dalam tubuh. Anda bisa melakukan olahraga kesegaran jasmani untuk menambah penggunaan energi. Olahraga aerobik sesuai kaidah-kaidah kedokteran olahraga seperti jalan kaki, jogging, senam, renang merupakan olahraga kesegaran jasmani yang menggunakan trigliserida sebagai sumber energi. Makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah makanan alamiah, gizi seimbang, beragam dan bervariasi sesaui kebutuhan. Anda bisa mengonsumsi makanan berupa gabungan dan kombinasi nasi atau roti gandum berserat, lauk pauk asal hewani rendah lemak dan kolesterol seperti ikan, lauk pauk asal nabati seperti tahu, tempe, dan sayuran. Makanan selingan yang baik adalah buah-buahan segar, seperti buah apel, jeruk, melon, pepaya, nenas. Selain itu, Anda bisa mengonsumsi susu rendah lemak dengan takaran encer (Primana,2008).

Mengukur Trigliserida

Tingkat trigliserida dalam darah meningkat cepat setelah kita makan. Kita harus puasa makan sedikitnya delapan jam sebelum contoh darah kita diambil untuk tes tersebut. Banyak orang dengan HIV mempunyai tingkat trigliserida yang sangat tinggi, terutama yang memakai PI. Tingkat trigliserida di bawah 1,7 dianggap normal. Tingkat di atas 11 dapat menyebabkan pankreatitis.

Mengukur Kolesterol

Kolesterol total mencakup LDL yang ‘buruk dan HDL yang ‘baik’. Kolesterol total tidak begitu cepat berubah setelah kita makan, jadi darah untuk tes ini dapat diambil kapan saja. Tingkat kolesterol total di bawah 5,2 dianggap baik, dan di atas 6,2 dianggap buruk. HDL adalah kolesterol baik. Kolesterol ini dapat diukur pada contoh darah yang diambil tanpa puasa. Semakin tinggi tingkat HDL semakin baik. Tingkatnya di atas 1,0 dianggap baik. LDL adalah kolesterol buruk. Tingkat LDL dihitung memakai rumusan yang mencakup tingkat trigliserida. Contoh darah yang diambil setelah puasa dipakai untuk mengukur tingkat trigliserida atau untuk menghitung kolesterol LDL. Tingkat LDL di bawah 2,6 dianggap baik, sedangkan bila di atas 4,1 menunjukkan risiko tinggi terhadap penyakit jantung. Analisis terhadap hasil uji coba klinis yang baru dilakukan menemukan bahwa, untuk pasien berisiko tinggi penyakit jantung, LDL sebaiknya diturunkan di bawah 1,8.

2.4 Serat dan Penyakit Jantung

Serat dalam bahan pangan yang tidak dicerna mempunyai sifat yang positif bagi gizi dan metabolisme. Serat merupakan komponen dari jaringan tanaman yang tahan terhadap proses hidrolisis oleh enzim lambung dan usus kecil. Serat tersebut berasal dari dinding sel dan berbagai sayuran dan buah – buahan. Secara kimia dinding sel tersebut terdapat dalam jenis karbohidrat seperti: sellulosa, hemi sellulosa, pectin, dan non karbohidrat seperti: polimer lignin. Senyawa pectin berfungsi sebagai bahan perekat antara dinding sel yang satu dengan yang lainnya.

Fungsi serat ternyata melibatkan asam empedu, jika mengkonsumsi serat yang tinggi maka pengeluaran asam empedu akan mengeluarkan lebih banyak kolesterol dan lemak yang dikeluarkan bersama feses. Dalam hal ini fungsi serat adalah mencegah adanya penyerapan kembali asam empedu kolesterol dan lemak, sehingga serat dikatakan mempunyai efek hipolidemik yang sangat bermanfaat bagi penderita hiperkolesterolemia yang dapat berkembang menjadi gangguan fungsi jantung. Serat makanan merupakan bagian makanan yang tidak dapat dicerna oleh cairan pencernaan (enzim), sehingga tidak menghasilkan energi atau kalori. Serat makanan ini termasuk golongan karbohidrat yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa, pektin dan gum. Selulosa dan hemiselulosa tedapat pada bekatul atau sekam padi, kacang-kacangan, dan hampir pada semua buah dan sayuran. Serat dapat mengurangi kolesterol dalam darah, dan mengurangi penyakit aterosklerosis. Serat yang dapat diurai di dalam usus halus berubah menjadi cairan yang lengket atau selaput lendir, kekentalan dan kesempurnaan lapisan lendir merupakan selapis penghalang yang bersifat membatasi kecepatan daya serap usus kecil. Para pakar menganggap bahwa jumlah serat mempunyai kaitan tertentu dengan kekentalan kolesterol plasma. Karena serat dapat bersatu dengan asam empedu dan dikeluarkan bersama tinja berupa bilirubin. Bagi yang pemasukan seratnya kurang, maka enzim empedu yang dikeluarkan pada tinja juga sedikit, sehingga kolesterol meningkat, dan menambah risiko terjangkitnya pengerasan pembuluh darah dan penyakit jantung.

Pada orang yang banyak mengkonsumsi karbohidrat dengan glychemic index yang tinggi (GI) akan dapat mengganggu kesehatan tubuhnya dalam hal ini adalah penyakit jantung yang dapat mengakibatkan kematian pada penderita. Penjelasan ilmiahnya adalah, bahwa ketika karbohidrat dipecah dan glukosa dilepaskan kedalam darah, kehadiran glukosa ini memberi tanda pada pancreas untuk mengeluarkan insulin, yaitu suatu hormon yang mengankut glukosa kedalam sel – sel tubuh. Jika karbohidrat mempunyai GI yang tinggi maka gluosa akan menyebar ke dalam sistem tunuh dan insulin juga akan dikeluarkan dengan cepat yang ini akan berdampak dengan membanjirnya hormon insulin, jika terjadi berulang kali dapat menaikkan kadar glukosa dalam darah. Dalam sebuah penelitian “British Medical Journal” menunjukkan bahwa pada orang – orang yang pada glukosanya lebih tinggi dari normal mempunyai resiko 2,5 X lebih besar menibggal karena penyakit jantung. Beberapa penelitian pada manusia telah menemukan hubungan berbalikan antara asupan serat dan risiko penyakit jantung koroner. Beberapa peneliti menduga bahwa serat mencegah penyakit jantung melalui perannya dalam mencegah kegemukan, penggumpalan darah, dan aterosklerosis. peneliti lain masih meragukan bahwa serat per se bukan faktor pelindung yang sebenarnya. mereka beranggapan bahwa mengonsumsi makanan berserat tinggi merupakan ciri dari gaya hidup dan pola makan sehat yang berperan pada menurunnya resiko penyakit jantung.

Rata-rata negara di dunia ini menetapkan sebanyak 30 gr  kebutuhan akan serat setiap harinya. Makanan berserat tinggi sangat penting bagi tubuh, karena tidak tercerna oleh enzim yang disekresikan oleh tubuh. Burkitt dkk.(1974) adalah yang pertama kali menunjukkan hubungan antara konsumsi serat denga insiden kanker kolon, kemudian berkembang ke kardiovaskuler dan penyakit lainnya. Juka dikemukakan bahwa vegetarian yang mengkonsumsi lebih banyak serat makanan tidak banyak penyakitnya (mereka juga secara umum mengkonsumsi sedikit protein hewan, lebih banyak vitamin dan sedikit kolesterol). Yang termasuk dalam kategori serat adalah selulose dan hemi selulose dari dinding sel tanaman, pectin (bagian dari buah – buahan yang digiling) yang semuanya termasuk dalam karbohidrat. Serat yang berasal dari golongan karbohidrat sangat penting untuk menggantikan kolesterol yang hilang akibat penurunan lemak jenuh. Makanan yang mengandung serat adalah serealia, gandum jagung, dedak, kacang – kacangan, sayur serta buah -buahan.

Kandungan Serat pe 100 gram Makanan
Jenis Makanan Kandungan Serat dalam Gram
Kacang Kedelai

Kacang Tanah

Kacang Hijau

Jagung

Kedelai Bubuk

Kecap Kental

Tahu

Susu Kedelai

Taoge

Tempe

4,9

2

4,1

2,9

2,5

0,6

0,1

0,1

0,7

0

Sumber : IPB

Kandungan Serat Per 100 Gram Buah
Jenis Buah Kandungan Serat dlm Gram
Alpukat

Anggur

Apel

Belimbing

Jambu biji

Jeruk bali

Jeruk sitrun

Mangga

Melon

Nanas

Pepaya

Pisang

Semangka

Sirsak

Srikaya

1,4

1,7

0,7

0,9

5,6

0,4

2

0,4

0,3

0,4

0,7

0,6

0,5

2

0,7

Sumber : IPB

Kandungan Serat pada 100 gram Sayuran
Jenis Sayuran Kandungan Serat dalam gram
Bayam

Kangkung

Daun Pepaya

Daun Singkong

Kol

Sawi Hijau

Seledri

Selada

Tomat

Paprika

Cabai

Buncis

Kacang Panjang

Bawang Putih

Bawang Merah

Kentang

Lobak

Wortel

Brokoli

Kembang Kol

Asparagus

Jamur

0,8

1

2,1

1,2

1,2

1,2

0,7

0,6

1,2

1,4

0,3

1,2

2,5

1,1

0,6

0,3

0,7

0,9

0,5

0,9

0,6

1,2

Sumber : IPB

Ada korelasi langsung antara kadar serat diet (selulose dan hemiselulose) dengan gerak laju zat – zat makanan ingesta melalui saluran pencernaan. Diperkirakan serat dapat melembekkan feses, sehingga mengurangi tekanan pada dinding kolon dan mempercepat pengeluaran feses.  Pengkonsumsian serat yang terlarut dalam jumlah tinggi sekitar 15-30 gr/hari, telah menunjukkan kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol darah dengan cara mengikatnya dengan garam – garam dan asam – asam empedu yang terbentuk dari kolesterol. Pengikat ini mencegah terjadinya aterosklerosis. Serat terlarut dapat ditemukan pada gandum, elai, kacang-kacangan dan beberapa buah-buahan dan sayur-sayuran. Serat seharusnya ditambahkan secara bertahap untuk mencegah adanya gejala ketidakberesan dalam gastrointestinal yang dapat terjadi seiring dengan fungsinya.

Kebutuhan dan Sumber Serat

Ada kesepakatan umum, orang dewasa mestinya mengonsumsi serat 20 – 35 g per hari atau 10 – 13 g per 1.000 kkal menu. Bagi masyarakat AS dianjurkan mengonsusmi serat makanan 25 g per 2.000 kkal menu atau 30 g per 2.500 kkal menu sehari. Kenyataannya, asupan serat makanan pada masyarakat AS lebih rendah dari anjuran, umumnya 10 – 15 g per hari. Asupan serat 20 – 35 g setara 9 – 13 buah apel atau 12 – 16 potong roti gandum per hari. Selain itu bila asupan makanan seseorang adalah 2000 kkal, maka kebutuhan seratnya adalah antara 20 hingga 26 gram setiap hari.Asupan serat orang Asia tidak jauh berbeda. Rata-rata konsumsi serat penduduk Indonesia adalah 10,5 gram (Hasil riset Puslitbang Gizi Depkes RI tahun 2001). Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Indonesia baru memenuhi kebutuhan seratnya sekitar 1/3 dari kebutuhan ideal rata-rata 30 gram setiap hari. Yang mengherankan, rata-rata konsumsi serat masyarakat Yogjakarta jauh lebih tinggi dibanding konsumsi serat masyarakat Jawa Barat. Ini merupakan salah satu bukti bahwa untuk memenuhi kebutuhan serat sebaiknya dipenuhi dari beragam menu makanan, tidak hanya dari lalapan saja (Anonymous,2008). Pada masyarakat Singapura, berdasarkan survei 1983, asupan serat rata-rata 15 g per hari. Begitu pula di Hongkong (1995), asupan serat kurang dari 10 g sehari, seperti dilaporkan Food Facts Asia (1999).

Sampai saat ini belum ada penelitian tentang asupan serat untuk bayi dan anak-anak di bawah umur dua tahun. Bagi orang tua, asupan serat makanan yang dianjurkan 10 – 13 g per 1.000 kkal. Minum juga memadai untuk menghindari gangguan pencernaan, termasuk konstipasi.

Untuk anak-anak dan remaja umur 2 hingga 20 tahun. Menurut rekomendasi ADA (American Dietetic Association), kebutuhan seratnya sama dengan umur (dalam tahun) ditambah 5 gram serat setiap hari. Misalnya untuk anak berusia 5 tahun, maka kebutuhan seratnya adalah 10 gram atau (5 + 5) gram setiap hari. Kebiasaan pola makan yang kaya serat sebaiknya diperkenalkan sejak dini, misalnya 2 tahun, karena pada masa inilah seseorang belajar akan pola makan yang sehat. Pola makan dengan kandungan gizi lengkap-seimbang pada masa ini menjadi sangat penting karena merupakan langkah pencegahan akan beragam penyakit degeneratif di masa dewasa dan tua. Pada usia 20 tahun, kebutuhan seratnya sudah mencapai 25 gram atau (20 + 5) gram serat setiap hari.

Cara memenuhi kebutuhan ideal serat hingga mencapai 25 gr – 35 gr setiap hari terpenuhi bila setiap hari mengkonsumsi :

  • 2 – 3 porsi nasi dari beras tumbuk yang masih ada kulit arinya
  • 1 – 2 porsi biji-bijian ( kacang hijau , kedelai , lady finger )
  • 4- 6 porsi sayur & buah-buahan
  • ditambah 8 – 10 gelas air agar serat berfungsi optimal.

Sayangnya, pada jaman modern ini orang cenderung memilih makanan yang praktis & enak seperti junk food, hot dog, hamburger, sop Buntut, jeroan goreng sea food, sate es krim dan fried chicken yang juga merpakan makanan mewah yaitu maknan yang umumnya diolah dari bahan-bahan makanan yang mempunyai protein tinggi, kadar kolesterol dan lemak tinggi terutama lemak hewani tetapi rendah serat.

2.5 Tomat dan penyakit Jantung

Tomat merupakan buah yang tak asing lagi bagi masyarakat kita. Dalam kehidupan sehari-hari tomat memegang peranan penting.,terutama bagi ibu rumah tangga yang gemar memasak. Pada tomat mengandung vitamin dan mineral sehingga tomat memiliki warna yang merah merekat, rasanya segar, manis dan agak kenasam-masaman. Dalam sebuah tomat terdapat 30 kalori, vitamin C 40 mg, vitamin A 1500 SI, zat besi, kalsium dan lain-lain sehingga tomat juga berguna bagi orang-otang yang ingin langsing. Sebab zat tersebut bergizi tetapi tidak menggemukkan. Keisitimewaan lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan. Manfaat tomat sebenarnya sudah di teliti sejak lama, seperti penelitian DR. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, yang dilakukan pada November 1834. Hasil penelitiannya menunjukkan tomat dapat mengobati ganguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi lever dan serangan empedu. Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung. Tomat juga mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya.

Tabel Kandungan Gizi Tomat/100 g

Tomat Masak Tomat Muda
Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

Kalsium

Vitamin A

Viamin C

20 kkal

1.0 g

0.3 g

4.2 g

5 mg

1500 SI

40 mg

Kalori

Protein

Lemak

Karbohidrat

Kalsium

Vitamin A

Vitamin C

23 kkal

2.0 g

0.7 g

3.3 g

5 mg

320 SI

30 mg

Sumber: Daftar Komposisi Bahan Makanan. Depkes (1979)

Kandungan Kimia

Buah mengandung alkaloid solanin (0,007%), saponin, asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid (termasuk rutin), protein, lemak, gula (glukosa, fruktosa), adenine, trigonelin, kholin, tomating, mineral, (Ca, Mg, P, K, Na, Fe, sulfur, chlorine), vitamin (B1, B2, B6, C, E, likopen, niasin), dan histamine. Rutin dapat memperkuat dinding pembuluh darah kapiler. Klorin dan sulfur adalah trace element yang berkasiat detoksikan. Klorin alamiah menstimulir kerja hati dari terjadinya sirosis hati dan penyakit hati lainnya. Likopen adalah pigmen kuning betakaroten pada tomat. Tomatin berkasiat antibiotic. Daun mengandung pektin dan alkaloid.

Mengkonsumsi buah tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Seperti yang terungkap dari penelitian badan pangan dunia FAO-WHO. Hasil penelitian lembaga ini menunjukan jika kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan. Bahkan kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus atau pasta tomat. Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang larut di dalam lemak justru sulit di serap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara di rebus atau dikukus. Mengkonsumsi sebaiknya pilih yang tomat organik. Tomat organik lebih sehat karena bebas dari residu kimia, baik dari pupuk dan pestisida. Tomat dari hasil organik juga lebih tinggi kandungan kalsiumnya, sekitar 23 mg dibandingkan tomat unorganik yang hanya mengandung 5 mg kalsium.

Tanaman ini dapat tumbuh dimana saja, asal masih bisa mendapatkan sinar matahari yang penuh sepanjang hari. Jumlah penyinaran matahari akan mempemgaruhi banyaknya kadar vitamin dalam buah tomat. Kadar vitamin C buah tomat akan rendah bila tanaman mendapat jumlah penyinaran yang rendah. Demikian juga sebaliknya. Jumlah penyinaran yang tinggi menyebabkan kadar vitamin C yang tinggi juga. Dalam buah tomat terkandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia. Zat-zat yang terkandung didalamnya adalah vitamin C, vitamin A (karoten), dan mineral. Nilai gizi buah tomat segar (dari tiap 100 gr buah) menurut Directorat Gizi Departemen Kesehatan RI (1972) adalah sebagai berikut:

Zat gizi Nilai gizi
1. karoten (Vit A) 1500 S.I
2. Thiamin (vit B) 60 mg
3. Riboflamin (Vit B) -
4. Asam Askorbat (Vit C) 40 mg
5. Protein 1 g
6. Karbohidrat 4,2 g
7. Lemak 0,3
8. Kalsium (Ca) 5 mg
9. Fosfor (P) 27 mg
10. Zat besi (Fe) 0,5 mg
11. Bagian yang dapat dimakan 95%

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

a.       Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah, beberapa contoh pentakit jantung seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, sakit di dada (biasa disebut “angina”) dan penyakit jantung rematik.

b.      Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Selain LDL, faktor risiko lain yaitu: merokok, HDL rendah (< 40 mg/dl), Hipertensi, faktor usia, adanya riwayat keluarga langsung/sedarah yang menderita penyakit jantung/stroke.

c.       Salah satu penyebab jantung koroner adalah kebiasaan makan makanan berlemak tinggi terutama lemak jenuh.

d.      Kadar kolesterol normal adalah 150-250 mg %.

e.       Gejala-gejala penyakit jantung dapat dideteksi dengan satu atau gabungan tanda-tanda berikut : sakit di dada seperti ditusuk, sakit di dada biasanya disertai dengan sesak napas, mudah letih dan telapak tangan berkeringat.

f.       Fungsi serat adalah mencegah adanya penyerapan kembali asam empedu kolesterol dan lemak, sehingga serat dikatakan mempunyai efek hipolidemik yang sangat bermanfaat bagi penderita hiperkolesterolemia yang dapat berkembang menjadi gangguan fungsi jantung.

g.      Keisitimewaan lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan, .  gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung.

h.      Menurut World Heart Federation obesitas, pola makan yang buruk, merokok dan tidak berolah raga menjadi factor serius kerusakan kesehatan remaja mendatang.

3.2 Saran

1. Setelah di ketahui diet teraphy pada penyakit jantung diharapakan pembaca lebih tahu dan memahami apa yang dimaksud dengan penyakit jantung dan macam-macamnya, faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit jantung, dampak yang diberikan, dan bagaimana cara pencegahan.

2. Masyarakat dapat mengkonsumsi lebih banyak makanan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

3. Masyarakat dapat lebih menjaga kesehatan dan dapat hidup lebih teratur lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2008. Sehat dengan Serat . (http://nusaindah.tripod.com/tabelseratsayuran.htm). Diakses Tanggal 25 April 2008.

Anonymous. 2008. Serat, Benteng terhadap Aneka Penyakit. (http://www.indomedia.com/intisari/2001/Juli/warna_serat.htm). Diakses pada tanggal 11 Mei 2008.

Anonymous. 2008. Fibre For Life-Dietary. (http//:www.google.com). Diakses pada tanggal 11 Mei 2008.

Budiyanto, Dr. H. Agus K. 2002. Gizi dan Kesehatan. UMM Press: Malang.

. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. UMM Press: Malang.

Gwaspada. 2006.  Alternatif Terapi Penyakit Jantung Koroner . (http://www.suarapembaruan.com). Diakses pada tanggal 25 April 2008.

Joseph, Godlief. 2008. Manfaat Serat Makanan Bagi Kesehatan Kita. (http://tumoutou.net/702_04212/godlief_joseph.htm). Diakses pada tanggal 25 April 2008.

http://www.nusahealth.com/art-resiko-serangan-jantung.htm

Masino, Msd. 2005. Seperempat Abad Yayasan Jantung Indonesia. (http://id.inaheart.or.id/?p=44). Di akses pada tanggal 11 Mei 2008.

Primana, dr. Dadang Arief. 2008. Hipertrigliseridemia. (http://www.kikil.com/u-wilz-2120.html). Di akses pada tanggal 14 Mei 2008.

Shahab, Dr. Alwi. 2008. Mengenal Jantung Anda. (http://www.alwia.com/jantunganda.html). Diakses pada tanggal 12 Mei 2008

Salim, Erwin Y  dan Heni Kurniasih. 2003. Awas Jantung Anak Gendut. (http://www.gatra.com/2003-10-16/versi_cetak.php?id=31711). Diakses pada tanggal 11 Mei 2008.

Sutomo, Budi. 2008. Likopen Tomat Cegah Penyakit Jantug (http://myhobbyblogs.com/food/2007/06/25/likopen-tomat-cegah-penyakit-jantung/). Dakses tanggal 12 Mei 2008.

Wisesa, Kurnia. 2008. Lemak dan Kesehatan Jantung. (http//:www.google.com). Di akses pada tanggal 12 Mei 2008.

02/06/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | 2 Komentar

DIET THERAPY PADA OBESITAS

PENDAHULUAN

Obesitas atau kegemukan merupakan suatu keadaan fisiologis dimana lemak disimpan secara berlebihan didalam jaringan tubuh. Seseorang dikatakan mengalami obesitas bila berat badan melebihi 10% dari berat badan ideal. Obesitas adalah merupakan permasalahan sejak zaman dahulu kala. Keadaan ini adalah merupakan salah satu kelainan metabolisme yang paling lama tercatat dalam suatu sejarah seperti terlihat pada sebuah patung tanah liat yang berasal dari zaman lebih kurang 22.000 SM. Patung tersebut menggambarkan seorang wanita setengah baya yang obes. Obesitas kemudian masih selalu tercatat sepanjang sejarah, sejak zaman Mesir dan Yunani purba, bahkan sampai sekarangpun tetap menjadi persoalan, terutama dalam hal pengobatannya.

Obesitas menimbulkan berbagai dampak, baik dari segi psikososial maupun masalah medis. Orang yang obes mempunyai banyak kesulitan dalam melakukan aktivitas fisik sehari-hari dan orang yang obes pun mengeluarkan biaya sehari-hari untuk pakaian dan makanan yang lebih besar dan dapat pula mempunyai masalh dalam hubungan suami istri dan pada anak kecil sering ditemukan persoalan identifikasi diri. Dari sudut medis penderita lebih sering untuk sakit. Penderita obesitaspun mempunyai angka harapan hidup yang lebih rendah dari populasi berat badan normal. Data New York Metropolitan life Insurance menunjukkan bahwa pada kelompok umur 40-69 tahun yang obes ditemukan angka kematian 42% lebih besar daripada rata-rata pada laki-laki dan 36% lebih besar daripada rata-rata pada wanita. Bagi si penderita obesitas sendiri dapat pula timbul rasa rendah diri, rasa tertekan, serta keputusasaan dan menimbulkan keinginan yang besar untuk menjadi lebih ramping, yang terlihat dengan keinginan untuk menjalani berbagai macam program diet.

PEMBAHASAN

Diet terhapy obesitas

2.1.1 Pengertian obesitas

Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelebihan lemak dalam tubuh. Seperti pernyataan diatas bahwa secara klasik obesitas telah diidentifikasi bobot yang lebih besar dari 20% bobot yang layak bagi wanita dan pria untuk tinggi tertentu. Obesitas disebabkan oleh ketidak seimbangan antara konsumsi dan kebutuhan energi, dimana energi terlalu banyak dibanding kebutuhan atau pemakaian energi. Kelebihan energi dalam tubuh disimpan dalam bentuk jaringan lemak pada keadaan normal, jaringan lemak ditimbun dibeberapa tempat tertentu, diantaranya dalam jaringan subkutan dan didalam jaringan tirai usus (omentum).

Obesitas itu sendiri adalah istilah untuk menyatakan badan. Obesitas berarti lemak tubuh yang dapat membahayakan kesehatan, sedangkan overweight menggambarkan kelebihan dibandingkan berat badan normal.

Kelebihan berat badan dulu sering dikaitkan dengan kemakmuran. Namun, kemudian kelebihan berat badan lebih berkait dengan penampilan, dan akhirnya orang sadar bahwa kondisi ini terkait dengan banyak penyakit. Overweight dan obesitas diketahui dapat memicu beberapa penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus tipe 2, hipertensi dan dislipidemia.

Overweight dan obesitas yang tidak ditangani secara tepat akan meningkatkan penyakit penyerta, memendekkan usia harapan hidup, serta merugikan dari sisi hilangnya produktifitas pada usia produktif. Overweight dan obesitas juga berhubungan erat dengan beberapa penyakit lain seperti artritis (radang sendi), kesulitan bernapas, berhenti napas saat tidur, nyeri sendi, gangguan menstruasi, serta beberapa gangguan kesuburan.

Pengertian berat badan sendiri adalah seseorang yang mempunyai ukuran ideal apabila bentuk tubuhnya tidak terlalu kurus maupun terlalu gemuk dan terlihat serasi antara berat badan dan tinggi badan, agar tubuh seseorang ideal, lemak yang ada didalam tubuhnya harus dalam keadaan normal. Untuk menunjang kehidupan seseorang, di dalam tubuh harus ada lemak minimal 3% dari berat badan baik pada wanita maupun pria, lemak yang disebut adalah lemak esensial.

Lemak dalam tubuh yang jumlahnya melebihi 3% dari berat badan disebut timbunan lemak. Seseorang dikatakan mengalami kegemukan (Obesitas) jika terjadi kelebihan berat badan sebesar 20% dari berat badan ideal.

Kegemukan dapat diukur dari timbunan lemak tubuh pada wanita dewasa, dikategorikan kegemukan bila lemak tubuhnya sudah melebihi 30% dari berat badan idealnya. Sedangkan pada pria dewasa, dikatakan kegemukan bila lemak tubuhnya sudah melebihi 27% dari berat badan idealnya.

Seseorang dikatakan mengalami obesitas bila berat badan melebihi 10 % dari berat badan ideal. Obesitas merupakan permasalahan sejak zaman dahulu kala. Keadaan ini merupakan salah satu kelainan metabolisme yang paling lama tercatat dalam sejarah seperti terlihat pada sebuah patung tanah liat yang berasal dari zaman lebih kurang 22.000 tahun sebelum masehi, patung tersebut menggambarkan seorang wanita setengah baya yang obes. Obesitas kemudian masih selalu tercatat sepanjang sejarah, sejak zaman Mesir dan Yunani purba, bahkan sampai sekarangpun masih menjadi persoalan, terutama dalam hal pengobatannya.

2.1.2 Faktor-faktor obesitas

Overweight dan obesitas terjadi karena banyak faktor. Faktor utama adalah ketidak seimbangan asupan energi dengan keluaran energi. Asupan energi tinggi bila konsumsi makanan berlebihan, sedangkan keluaran energi jadi rendah bila metabolisme tubuh dan aktivitas fisik rendah.

Kemajuan dibidang ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonomi telah menciptakan suatu lingkungan dengan gaya hidup cenderung sedentary atau kurang gerak dan pola makan dengan makanan enak yang tinggi kalori dan lemak. Kelebihan asupan energi disimpan dalan jaringan lemak.

Ukuran yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang menderita overweight atau obesitas adalah berdasarkan berat badan dan tinggi badan yaitu menggunakan suatu indeks berdasarkan berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter pangkat dua, yang disebut indeks massa tubuh (IMT). Tahun 2000 WHO telah membuat klasifikasi IMT yang dianggap cocok untuk orang Asia.

Dapat juga digunakan ukuran komposisi lemak tubuh. Pengukuran lemak tubuh dapat diukur menggunakan alat berupa skin fold atau body fat analizer. Wanita dikatakan obesitas apabila komposiosi lemak tubuhnya lebih dari 25 % berat badan, sedangkan laki – laki disebut obesitas bila komposisi lemak tubuhnya lebih dari 20 % berat badan.

Berdasarkan distribusi lemak dalam tubuh, ada dua jenis penimbunan lemak. Penimbunan lemak di bagian bawah tubuh disebut bentuk genoid dan penimbunan lemak dibagian perut disebut bentuk android lebih dikenal obesitas abdominal / obesitas sentral.

Hasil penelitian membuktikan bahwa ada hubungan yang erat antara obesitas abdominal dan faktor resiko penyakit kardiovaskuler yaitu diabetes melitus, hipertensi, dan dislipidemi. Obesitas abdominal dapat ditentukan menggunakan berbagai alat seperti CT scan, MRI, dan DEXA.

Cara pengukuran sederhana untuk mengetahui adanya obesitas abdominal telah dibuktikan manfaatnya adalah mengukur lingkar pinggang (waist circumference). Wanita asia dianggap berisiko mendapat penyakit penyerta bila lingkar pinggang di atas 80 cm dan untuk pria asia bila diatas 90 cm.

Ada beberapa aspek yang mempengaruhi terjadinya kegemukan (obesitas) terhadap seseorang, yaitu :

  1. Aspek Gizi

Ditinjau dari segi seseorang yang menderita obesitas mengalami kelebihan energi, zat gizi yang diperlukan oleh tubuh sudah terpengaruh seperti karbohidrat, protein dan lemak, kelebihan energi didalam tubuh diatas menjadi lemak dan ditimbun pada tempat-tempat tertentu. Jaringan lemak ini merupakan jaringan yang relatif inaktif.

  1. Aspek Ekonomi

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa obesitas tidak hanya terjadi akibat kelebihan karbohidrat tetapi juga lemak. Akhir-akhir ini banyak makanan siap saji (fast food). Makanan siap saji itu relatif mahal dan kebanyakan yang mengkonsumsi adalah masyarakat golongan ekonomi tinggi.

  1. Aspek Sosial dan Budaya

Dalam masyarakat indonesia mempunyai pola makanan yang berbeda dengan orang barat. Dimana masyarakat kita cenderung lebih banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak. Kebiasaan lain masih melekat dari masyarakat indonesia adalah kebiasaan ngemil, hal itu bukanlah jelek, tetapi akan mempengaruhi berat badannya.

Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa kita diperintahkan untuk makan makanan yang halal dan tidak boleh makan secara berlebihan. Sesuai dengan ayat Al Qur’an yang dijelaskan dalam surat (Almaidah : 87).

ياايهاالذ ين امنو لاتحرمؤاطيبت مااخل الله لكم ولا تعتذؤا ان الله لايحب المعتذ ين وكلؤاممارزقكم الله حللا طيباواتقواالله الذي انتم به مؤمنؤن

Artinya :

” Hai orang – orang beriman, janganlah kamu haramkan apa – apa yang baik yang Allah telah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang melampui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya “. (Almaidah : 87)

  1. Genetis

Gen merupakan pembawa sifat atau kode yang di wariskan kepada keturunannya. Salah satu sifat yang di wariskan adalah obesitas. Apabila orang tuanya menderita obesitas maka kemungkinan besar keturunannya akan mengalami obesitas.

Dampak obesitas

Obesitas menimbulkan berbagai dampak baik segi psikologis maupun masalah medis. Orang yang obeis mempunyai banyak kesulitan dalam melakukan aktivitas fisik sehari-hari dan orang yang obeispun mengeluarkan biaya sehari-hari untuk pakaian dan makanan yang lebih besar dan dapat pula mempunyai masalah dalam hubungan suami istri dan pada anak kecil sering ditemukan persoalan identifikasi diri. Dari sudut medis penderita obesitas lebih sering untuk sakit. Penderita obesitas pun mempunyai angka harapan hidup yang lebih rendah dari populasi berat badan normal. Data New York Metropolitan Life Insurance menunjukkan bahwa pada kelompok umur 40 – 69 tahun yang obeis ditemukan angka kematian 42% lebih besar dari pada rata-rata pada laki-laki dan 36% lebih besar dari pada rata-rata pada wanita. Bagi si penderita obeis sendiri dapat pula timbul rasa rendah diri, rasa tertekan, serta keputusasaan dan menimbulkan keinginan yang besar untuk menjadi lebih ramping, yang terlihat dengan keinginannya untuk menjalani berbagai program diet.

Overweight dan obesitas dapat dimulai pada usia berapapun. Beberapa periode usia menunjukkan kemungkinan yang besar terhadap terjadinya Overweight dan obesitas. Overweight dan obesitas sejak usia belia cenderung lebih berat dan berisiko tinggi menjadi obesitas di masa dewasa. Karena itu, pencegahan Overweight dan obesitas pada masa anak sangat penting. Pada wanita dewasa, kehamilan dan menopouse merupakan faktor yang dapat memicu terjadinya obesitas.

Massa lemak tidak hanya tempat penyimpanan cadangan energi, tetapi juga sebagai jaringan dinamis dengan berbagai fungsi. Kelebihan massa lemak juga dikaitkan dengan keadaan resistensi insulin yang berhubungan dengan diabetes melitus. Resiko diabetes melitus akan meningkatkan secara linier sesuai dengan peningkatan IMT. Overweight akan meningkatkan angka kejadian diabetes melitus 3-4 kali dibandingkan orang dengan IMT normal.

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada 11.400 wanita menunjukkan bahwa wanita dengan IMT antara 25-26.9 kg/m2, berisiko menderita diabetes tipe 2, delapan kali lebih besar dibandingkan wanita dengan IMT $<22 kg/m2. resiko

Tha nguoi dung noi se yeu minh toi mai thoi thi gio day toi se vui hon. Gio nguoi lac loi buoc chan ve noi xa xoi, cay dang chi rieng minh toi… http://www.freewebtown.com/nhatquanglan/index.html

$> 31 kg/m2.

Hubungan antara angka kejadian hipertensi dan berat badan meningkat tajam sesuai peningkatan berat badan. Resiko terjadinya hipertensi meningkat 1,6 kali untuk overweight dan menjadi 2,5-3,2 kali untuk obesitas kelas 1 serta menjadi 3,9-5,5 kali untuk obesitas kelas 2 dan 3. Penurunan berat badan juga terbukti menurunkan tekanan darah.

Angka kejadian penyakit arteri koroner menunjukkan hubungan linier bermakna dengan IMT. Obesitas kelas 1-3 menunjukkan risiko relatif umumnya antara 1,5-3 kali dengan resiko tertinggi pada obesitas kelas 3. stroke (cerebrovascular accident) juga berhubungan dengan obesitas.

Obesitas juga berhubungan dengan peningkatan low density lipoprotein (LDL) kolesterol, peningkatan VLDL dan trigliserida, serta penurunan high density lipoprotein (HDL) kolesterol. Gangguan lipid darah ini cenderung terjadi pada individu dengan obesitas abdominal.

Obesitas tiga kali lebih banyak dijumpai pada wanita, keadaan ini disebabkan metabolisme pada wanita lebih rendah apalagi pada pascamenopouse. Obesitas dapat menyebabkan gangguan proses reproduksi pada wanita, salah satunya adalah sindroma ovarium polikistik (SPOK).

Jantung Koroner

Salah satu penyebab jantung koroner adalah kebiasaan makan makanan berlemak tinggi terutama lemak jenuh. Agar lemak mudah masuk dalam peredaran darah dan diserap tubuh maka lemak harus diubah oleh enzim lipase menjadi gliserol. Sebagian sisa lemak akan disimpan di hati dan di metabolisme menjadi kolesterol pembentukan asam empedu yang berfungsi sebagai pencerna lemak. Semakin banyak konsumsi lemak, berarti semakin meningkat pula kadar kolesterol dalam darah. Penumpukan kolesterol tersebut dapat menyebabkan (arteriosklerosis) atau penebalan pada pembuluh nadi koroner (arteria koronaria). Kondisi ini mengakibatkan kelenturan pembuluh nadi menjadi berkurang. Serangan jantung koroner pun akan lebih mudah terjadi ketika pembuluh nadi koroner mengalami penyumbatan. Ketika itu pula aliran darah yang membawa oksigen ke jaringan dinding jantung pun terhenti.

Selain mengurangi konsumsi makanan berlemak jenuh tinggi, peningkatan konsumsi makanan berserat setiap hari ternyata mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah yang berarti pula menurunkan risiko serangan penyakit mematikan ini. Dari hasil penelitian para ilmuwan dari National Heart, Lung and Blood Institut di Bethesda, Maryland, Amerika dikatakan bahwa setiap penurunan1% kolesterol dalam darah akan menurunkan risiko serangan jantung koroner sebesar 2%.

Serat makanan yang efektif menurunkan kolesterol adalah serat yang larut dalam air. Jenis serat ini mudah difermentasikan oleh bakteri kolon (laktobacillus) menjadi asam lemak rantai pendek (short-chain faity acid) dan gas (flatus). Asam lemak rantai pendek tersebut mampu mengikat asam empedu didalam usus. Berkurangnya asam empedu akan memperlambat penyerapan lemak. Hal ini berarti pula akan menurunkan kadar kolesterol darah. Selanjutnya, kelebihan asam empedu di pencernaan akan dibuang bersama – sama fases. Untuk memudahkan pengeluaran fases perlu dibantu dengan konsumsi serat tidak larut air.

James Anderson dari Universitas kentucky, Amerika Serikat, membuktikan bahwa pemberian 90g oatmeal atau kacang-kacangan setiap hari pada penderita kolesterol tinggi, mampu menurunkan kolesterol darah hingga 20%. Penurunan lemak darah itu berasal dari pengurangan konsumsi lemak selama diet sebanyak 5% dan 15% sisanya merupakan angka penurunan kolesterol karena penambahan serat larut air dalam menu diet. Data tersebut juga diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Van Horn dari American Heart Association. Menurut Horn dengan mengkonsumsi 60g makanan mengandung serat larut air seperti oatmeal atau kacang – kacangan tiap hari, dapat menurunkan kolesterol darah sebanyak 5,6 – 6,5 mg.

Kencing Manis ( Diabetes Mellitus )

Penyakit diabetes mellitus (DM) terjadi karena hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas tidak memadai lagi jumlahnya untuk proses metabolisme karbohidrat secara normal. Akibatnya, sebagian besar glukosa yang dikonsumsi tidak dapat diubah menjadi glikogen. Akibatnya, gula darah bertambah tinggi (hiperglikemia). Sedangkan sebagian dari kelebihan glukosa dalam darah tersebut akan dibuang melalui urin (glikosuria).

Gejala – gejala yang dirasakan penderita penyakit ini adalah sering merasa haus dan cepat lelah yang disertai penurunan berat badan meskipun nafsu makan tidak berubah. Hasil penelitian epidemiologi, menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi serat makanan dengan penyakit diabetes mellitus (DM). Prevalensi penyakit ini lebih rendah dan jarang terjadi pada negara yang masyarakatnya punya kebiasaan makan makanan berserat tinggi. Hal ini dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini.

TABEL 1.

DIABETES MELLITUS DIKAITKAN DENGAN KEBIASAAN MAKAN

negara

Konsumsi serat

(g/hari)

Prevalensi DM (%)

afrika

Amerika dan Inggris

1

10 – 25

3,5 – 11

1

3

Sumber: Simposium Manfaat Serat Untuk Kesehatan, 1989.

Hasil penelitian Jenkins tahun 1976, menyebutkan bahwa penambahan serat larut air pada diet penderita diabetes mellitus ringan, dapat menurunkan kadar gula darah dan menyebabkan respon terhadap insulin semakin menurun.

Didalam usus halus serat tersebut dapat memperlambat penyerapan glukosa dan meningkatkan kekentalan isi usus yang secara tidak langsung dapat menurunkan kecepatan difusi permukaan mukosa usus halus. Akibat kondisi tersebut, kadar gula dalam darah mengalami penurunan secara perlahan, sehingga kebutuhan akan insulin juga berkurang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terjadi penurunan jumlah insulin pada tubuh penderita sampai 12,5% per hari.

Diet theraphy pada obesitas

Dalam usaha mencegah dan mengobati tumbuhnya obesitas, diperlukan pengetahuan tentang penyebab munculnya kelebihan lemak dalam tubuh. Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya obesitas, yaitu:

      1. Olahraga

      2. Mengurangi konsumsi lemak

      3. Lebih banyak mengkonsumsi protein

      4. Banyak mengkonsumsi serat makanan.

Secara umum pengobatan obesitas dapat dilakukan melalui:

  1. Diet khusus yaitu diet rendah kalori, dimana terdapat pada makanan yang kaya akan serat dan rendah lemak, dimana makanan yang kaya serat akan menyebabkan gastric emptlyng tinggi (tahan lama dalam lambung), mengikat lemak atau kolesterol, transit time (waktu tinggal di usus) rendah dan mengakibatkan rasa kenyang yang lama.

  2. Latihan fisik, dimana sangat efektif untuk menurunkan berat badan, apabila didampingi dengan pembatasan masukan kalori.

  3. Pengubahan perilaku dimana diet dapat dilakukan dengan mengubah nafsu makan dengan menginduksikan suatu keadaan metabolic yang merangsang anoreksia yang disertai dengan mobilisasi lipid.

  4. Pembedahan

  5. Farma kologik

Pengobatan obesitas bertujuan untuk menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan normal. Umumnya, target penurunan berat badan yang dianjurkan pada tahap pertama adalah 10 persen dari berat badan dalam kurun waktu enam bulan. Penurunan berat badan yang dianjurkan 0,5 -1 Kg setiap minggu. Penurunan berat badan berlebihan tidak dianjurkan karena umumnya tidak bertahan lama.

Pengobatan obesitas yang dianjurkan adalah modifikasi diet, peningkatan aktivitas fisik, dan perubahan perilaku. Pemberian obat hanya dianjurkan pada penderita obesitas berisiko tinggi yaitu pada penderita dengan IMT 25-29,9 atau penderita dengan lingkar pinggang yang lebih dari normal dengan dua atau lebih faktor risiko, dan penderita dengan IMT = 30.

Terapi diet yang dianjurkan adalah diet rendah kalori. Besarnya energi yang diberikan 500-1.000 kalori lebih rendah dibandingkan rata-rata asupan energi per hari. Penurunan asupan energi sebesar 500-1.000 kalori per hari akan menurunkan berat badan 0,5-1 kg per minggu.

Diet rendah kalori sebaiknya dengan jenis – jenis makanan berderajat kekenyangan tinggi sehingga dapat membantu penderita tetap taat. Pemilihan jenis makanan sebaiknya disesuaikan dengan jenis makanan penderita sebelumnya, hanya jumlah kalorinya dibatasi. Cara paling mudah adalah dengan mengurangi frekuensi makan di luar waktu makan utama atau mengurangi camilan, terutama yang padat kalori. Memilih jenis makanan rendah lemak dan mengganti dengan makanan tinggi serat seperti buah dan sayuran. Namun, asupan vitamin dan mineral harus dijaga agar mencukupi kebutuhan harian.

Latihan fisik pada penderita obesitas harus dilakukan bersama dengan diet rendah kalori untuk meningkatkan pembakaran lemak, latihan fisik sangat membantu mempertahankan berat badan agar tidak mudah naik kembali. Yang dianjurkan adalah olah raga dengan intensitas sedang selama minimal 30 menit dengan frekuensi 3-5 kali per minggu. Sebaiknya juga memperbanyak aktivitas fisik seperti jalan, membersihkan rumah, serta mengurangi pola hidup sedentary seperti menonton televisi dan bermain video games.

Penggunaan obat harus di bawah pengawasan dokter yang mengerti benar penangganan obesitas karena tidak semua penderita obesitas memberi reaksi positif terhadap obat.

Banyak permasalahan yang timbul bila penderita obesitas hanya mengandalkan diet saja seperti penderita sudah mencoba berbagai macam diet dan membatasi berbagai macam asupan makanan, penderita obesitas merasa makanannya sudah sedikit dan sangat susah mengurangi yang sudah sedikit tersebut. Penderita pun kadang lebih tersiksa dengan program dietnya dari pada masalah kegemukannya sendiri. Pergi berkonsultasi dengan dokter keluarga pun kadang tidak membantu. Salah satu penelitian besar menunjukkan bahwa lebih dari setengah yang menjalani diet mengatakan adalah menghabiskan waktu dengan mengunjungi dokter untuk menanyakan saran melangsingkan badan. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa hampir sepertiga dari dokter keluarganya sendiri mempunyai masalah kelebihan berat badan.

Pada diet penurunan kolesterol mempunyai beberapa karakteristik diantaranya yaitu :

  1. Penurunan total lemak

  2. Penurunan lemak jenuh

  3. Lemak tak jenuh sebagai pengganti sebagian lemak jenuh

  4. Penurunan kolestrol

  5. Penurunan karbohidrat

  6. Penambahan serat terlarut (soluble fibes)

  7. Penurunan kalori untuk mencapai berat badan ideal.

Total lemak, lemak jenuh, dan kolestrol dibatasi penggunaannya dengan petunjuk sebagai berikut :

  1. Daging, ikan dan unggas dibatasi

  2. Lemak dan minyak dibatasi

  3. Keju seharusnya tidak mengandung lemak lebih dari 2-6% g/ons. Keju seharusnya digunakan sebagai pengganti daging untuk ditambahkan pada daging.

Konsumsi serat makanan yang seimbang setiap hari mampu mengatur berat badan seseorang. Ini tentu merupakan cara yang efektif dalam mengatasi kegemukan.

Diet rendah kalori yang diimbangi dengan makanan tinggi serat merupakan alternatif utama dalam menanggulangi kegemukan. Bahan makanan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan mengandung serat tinggi, terutama jenis serat yang larut air, misal pektin, musilase, dan gum. Serat yang larut dalam air mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Serat yang larut dalam air mampu membentuk gel, namun rendah kalori. Hal ini menyebabkan volume makanan dalam lambung menjadi besar (voluminous bulky) sehingga orang cepat merasa kenyang. Fungsi lain dari serat larut air di dalam usus halus adalah mampu mengikat asam ampedu. Berkurangnya asam empedu akan memperlambat daya serap usus halus terhadap lemak. Hadirnya serat juga berperan melapisi mukosa usus halus yang akan meningkatkan kekentalan volume makanan dan memperlambat penyerapan glukosa. Alhasil tubuh dapat terhindar dari kelebihan kalori.

Seperti telah dijelaskan, makanan berserat atau buah-buahan akan lebih lama didalam lambung. Dengan demikian laju pengosongan di dalam lambung berjalan lambat dan rasa kenyang terasa lebih lama. Setidaknya, waktu yang dibutuhkan untuk mengunyah buah menjadi lebih lama, dibandingkan bila seseorang memakan sari buah (juice). Semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk memakan buah akan berdampak memperlambat proses pencernaan makanan. Hal ini juga dapat mendorong timbulnya rasa kenyang lebih cepat.

TABEL 2.

WAKTU YANG DIBUTUHKAN UNTUK MENGHABISKAN TIGA BUAH APEL DALAM TIGA BENTUK MAKANAN

Bentuk makanan Waktu makan (menit)
Buah apel segar

Bubur apel

(apel yang dilumatkan)

Sari buah apel

17

6

2

Sumber : Ilmu Gizi dan diet, 1993

Kegunaan serat makanan sebagai berikut :

  • Serat makanan mampu melindungi kolon dari gangguan konstipasi, diare, divertikulum, wasir, dan kanker kolon.

  • Serat makanan mencegah terjadinya gangguan metabolisme sehingga tubuh terhindar dari kegemukan dan kemungkinan serangan penyakit diabetes melitus, jantung koroner, dan batu empedu.

Peranan serat makanan tidak kalah pentingnya dibanding komponen esensial lainnya. Berdasarkan hasil penelitian epidemiologi yang dilakukan oleh Burkitt dan Trowell tahun 1970-an diperoleh fakta bahwa penyakit degeneratif jarang dijumpai di Afrika dibanding di Inggris. Rupanya, pola konsumsi masyarakat di kedua negara itu juga berbeda. Sebagian masyarakat Afrika lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat dibanding masyarakat Inggris.

Sumber Serat Makanan

    1. Cara Memperoleh Makanan

      1. Serealia

Serealia adalah bahan pangan dari tanaman yang termasuk famili rumput-rumputan (Gramineae), diantaranya padi (Oryza sativa L.), gandum (Triticum sp.), dan sorgum (Sorghum vulgare L.).

Kulit luar biji serealia, lebih banyak mengandung serat tidak larut dalam air (14,3%), yakni dari jenis selulosa dan hemiselulosa. Sedangkan bagian endosperma merupakan cadangan makanan untuk biji. Bagian ini menduduki porsi terbesar, sekitar 83% yang terbagi dalam dua unsur, yaitu sebagian besar pati dan sisanya merupakan serat makanan. Jumlah serat makanan yang terkandung dalam endosperma tidak sebesar jumlah serat yang terdapat pada kulit luar biji.

Endosperma mengandung jenis serat tidak larut air seperti musilase dan gum. Adapun lembaga sebenarnya merupakan bakal benih (embrio tanaman) yang meliputi sekitar 2,5% dari keseluruhan biji serealia. Posisi lembaga melekat erat di bagian pangkal biji. Kandungan serat makanan pada bagian ini relatif sedikit, namun sebaliknya mengandung protein, vitamin dan mineral lebih banyak.

    1. Padi (Oryza sativa L.)

Beras adalah makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Di pasaran, masyarakat dapat menemukan dua jenis beras, yaitu beras giling dan beras tumbuk.

Umumnya masyarakat lebih suka beras giling, karena lebih putih dan tahan lama. Padahal, beras giling telah banyak kehilangan serat dan zat gizi lainnya.

Kandungan serat lebih banyak terdapat pada beras tumbuk. Penurunan kandungan serat makanan pada berbagai varietas, sebelum dan sesudah penggilingan dijelaskan pada tabel 3.

TABEL 3.

KANDUNGAN SERAT KASAR DALAM 100 G BERAS TUMBUK DAN GILING

Jenis beras Kandungan serat kasar (g)

Varietas pelita I/1

    • Tumbuk

    • Giling
0,5

0,4

Varietas pelita II/1

    • Tumbuk

    • Giling

0,7

0,4

Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, 1990.

    1. Gandum

Biji gandum yang telah diolah menjadi tepung, umumnya mengalami penurunan kandungan serat. Akan tetapi, daya cerna dan sifat panggangnya semakin meningkat. Itu sebabnya, tepung gandum lebih banyak diolah menjadi roti, kue atau biskuit.

Hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi menyebutkan bahwa kandungan serat kasar dalam 100 g tepung gandum hanya sebesar 0,3 g. Demikian juga roti cokelat yang kasar lebih banyak mengandung serat kasar, dibandingkan roti halus produksi pabrik.

TABEL 4.

KANDUNGAN SERAT MAKANAN PADA ROTI

Jenis roti Berat (g) URT Kandungan serat (g)
Roti putih

Roti kasar

20

20

1 iris

1 iris

1

3,5

Sumber : Nutrition and Dietitics for Nurses, 1993.

Keterangan . URT = ukuran rumah tangga

    1. Jagung (Zea mays)

Pengolahan jagung menjadi tepung juga menyebabkan menurunnya kandungan serat. Untuk mendapatkan jagung dengan kandungan serat tinggi, dapat dipilih jagung yang masih terbungkus kelobot. Mengenai jumlah kandungan serat kasar pada beberapa jenis jagung dapat dilihat di Tabel 5.

TABEL 5.

KANDUNGAN SERAT PADA BEBERAPA JENIS JAGUNG

Jenis jagung Kandungan serat kasar (g)
Varietas kuning

Varietas harapan

Varietas metro

2,2

2,6

2,9

Sumber : Puslitbang Gizi, 1990.

    1. Sorgum (Sorghum vulgare L.)

Sorgum giling mempunyai tekstur yang lebih kasar dan tidak seputih beras padi. Akibat penggilingan sorgum akan kehilangan bagian kulit luar dan sebagian biji lainnya sehingga kandungan seratnya menjadi berkurang. Namun, penggilingan biji sorgum menjadi tepung akan meningkatkan daya cerna dan nilai rasa sorgum. Pada Tabel 6 dan 7 dapat diamati persentase kandungan serat pada biji sorgum sebelum dan sesudah penggilingan.

TABEL 6. KANDUNGAN SERAT

KASAR BIJI SORGUM KASAR BIJI PRA DAN

PASCA GILING

Bagian biji

Serat kasar (%)

Kulit luar

Endosperma

Lembaga

8,6

1,3

2,6

Perlakuan

Serat kasar (%)

Sebelum digiling

Sesudah digiling

2,1

0,4

Sumber : Hahn, 1969. Sumber : Nayarana, et al.,1958.

Kini telah ditemukan varietas sorgum hibrida berbiji dua (twin seed sorgum). Varietas ini memiliki kandungan serat relatif lebih tinggi dibandingkan dengan sorgum berbiji tunggal.

      1. Kacang – kacangan

Bahan nabati dari golongan kacang – kacangan yang biasa dikonsumsi, meliputi kacang kedelai, kacang tanah, kacang merah, kacang tolo, serta kacang hijau. Diantara jenis kacang – kacangan tersebut, kacang kedelai paling banyak variasi olahannya. Sebaiknya tidak mengkonsumsi kedelai mentah, karena kandungan zat toksiknya, tripsin inhibitor. Bila sampai tertelan, orang bersangkutan akan mengalami keracunan. Agar aman maka sebelum dikonsumsi direbus atau dipanaskan dahulu.

TABEL 8.

KANDUNGAN SERAT PADA BEBERAPA JENIS KACANG – KACANGAN

Jenis kacang – kacangan Serat (g)
Kacang kedelai

Kacang tanah

Kacang hijau

4,9

2,0

4,1

Sumber : U.S.A. Departement of Agriculture, 1975 dan Thirumaran and Seralathan, 1988

Berikut ini diberikan pula data tentang besarnya kandungan serat pada biji kedelai dalam berbagai olahan.

TABEL 9.

KANDUNGAN SERAT PADA 100 G KEDELAI OLAHAN

Jenis olahan Kandungan serat (g)

Kedelai bubuk

Kecap kantal

Tahu

Susu kadelai

Taoge

Tempe

2,5 – 3,0

0,6

0,1

0,1

0,7

0

Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, 1985

      1. Sayur – sayuran

Sayur – sayuran merupakan tanaman atau bagian tanaman yang dapat dihidangkan atau dimakan dalam keadaan mentah maupun matang. Sayuran memang disukai oleh hampir semua orang. Bahan nabati ini sangat dibutuhkan dan harus dikonsumsi setiap hari sesuai dengan jumlah dan komposisi yang seimbang. Selain itu, sayuran bermanfaat bagi kesehatan tubuh sesuai dengan zat – zat yang dikandungnya. Selain kaya kandungan vitamin dan mineral, sayuran pun kaya serat.

Sayuran dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu daun, sayuran bunga, sayuran buah, sayuran umbi, dan sayuran batang muda. Pada tabel 10 dapat dilihat beragam sayuran dan kandungan seratnya.

TABEL 10.

KANDUNGAN SERAT DALAM 100 G (BDD) SAYURAN]

Jenis Sayuran Kandungan Serat (g)
Sayuran Daun
    • Bayam
    • Kangkung
    • Daun Pepaya
    • Daun Singkong
    • Kubis
    • Sawi Hijau
    • Seledri
    • Selada
0,8

1,0

2,1

1,2

1,2

1,2

0,7

0,6

Sayuran Buah
    • Tomat
    • Paprika
    • Cabai
    • Buncis
    • Kacang panjang
1,2

1,4

0,3

1,2

2,5

Sayuran Umbi
    • Bawang putih
    • Bawang merah
    • Kentang
    • Lobak
    • Wortel
1,1

0,6

0,3

0,7

0,9

Sayuran Bunga
    • Brokoli
    • Kembang kol
0,5

0,9

Sayuran Batang muda
    • Asparagus
    • Jamur
0,6

1,2

Sumber : wirakusumah, E.S., 1994.

Keterangan : BDD = berat yang dapat di makan

Guna mendapatkan serat yang optimal pada sayur – sayuran, tentu harus dipilih sayuran yang bagus. Berikut ini beberapa petunjuk yang dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam memilih sayuran yang baik sesuai dengan jenis sayurannya.

    1. Cara Memilih Sayuran

      1. Sayuran Daun

  • Daunnya segar, tidak berwarna buram atau belum menguning.

  • Daun sehat dan utuh, tidak berbercak atau berlubang.

  • Tidak terlalu tua yang ditandai tekstur daun tidak liat.

  • Tulang daun tampak jelas.

  • Batang daun segar dan mudah dipatahkan.

      1. Sayuran Buah

  • Buah utuh tidak pecah atau memar.

  • Buah tidak lunak atau terlihat kesat, tidak berair, dan tidak busuk.

  • Untuk tomat dan cabai sebaiknya dipilih yang sudah masak.

  • Sedang untuk sayuran polong, misal kacang panjang atau buncis, pilih yang muda, warna polong hijau tua, batas antara biji pada polong belum tampak jelas, dan bentuk polong silindris.

      1. Sayuran Umbi

  • Kulit umbi tidak memar atau luka

  • Tidak berlubang, tidak lunak, dan tidak berair.

  • Untuk kentang pilih umbi yang tidak berlekuk

  • Bawang putih dan bawang merah, pilih yang tidak terlalu kering, tidak terlalu basah atau segar (tidak keriput)

  • Sedangkan untuk sayuran jenis wortel, dipilih yang masih muda, berwarna jingga cerah dengan sedikit lapisan putih tampak lebih jelas pada permukaan kulit, lekukan pada umbi belum membentuk akar halus, dan tidak terasa lunak apabila dipegang.

      1. Sayuran Bunga

  • Untuk brokoli pilih yang bunganya berwarna cerah, tidak layu. Warna bunga (tergantung varietas). Yaitu hijau, hijau muda, ungu atau putih. Kepala bunga tersusun atas kuntum-kuntum bunga yang kompak, sedang tangkai bunga berdaging tebal.

  • Untuk kembang kol, pilih bunga yang masih segar. Bunga kembang kol yang tersusun dari rangkaian bunga kecil ada varietasnya tersendiri. Sedapat mungkin pilih tangkai yang masih berwarna hijau muda, pendek, berserat halus, padat dan berdaging tebal.

      1. Sayuran Batang Muda

      • Untuk memilih asparagus, sebaiknya dipilih yang masih berwarna hijau, rebugnya masih segar, dan besar dengan panjang antara 25-35 cm.

      • Sedangkan untuk memilih jamur, pilihlah jamur yang permukannya lembut, bersih/tidak banyak bercak-bercak dan masih utuh/tidak terpotong -potong.

    1. Tips Mempertahankan Serat Makanan

      1. Sayuran

Cara penyimpanan dan pengolahan sayuran yang tepat mempunyai peranan cukup besar dalam mempertahankan kandungan serat. Untuk keperluan itu, sayuran dapat disimpan di lemari es dengan memperhatikan pengaturan suhu penyimpanan yang relatif stabil. Cara pengemasan, kebersihan, dan susunan bahan yang disimpan. Melalui cara tersebut, akan dapat menghambat kerusakan dan perubahan yang merugikan. Juga sebelum proses pengolahan, sayuran mengalami tahap penyiangan, pencucian, pengirisan lalu pemasakan. Apabila rangkaian proses ini ditangani dengan tepat, selain dapat mempertahankan kandungan serat juga akan meningkatkan daya cerna, cita rasa maupun penampilan sayuran agar tetap menarik.

Beberapa sayuran hanya mengandung sedikit serat. Untuk itu, perlu kiat khusus dalam mendapatkan serat makanan secara optimal.

    • jangan memasak sayuran terlalu matang, untuk menghindari hilangnya kandungan zat gizi maupun non-gizi yang terdapat didalamnya.

    • Gunakan minyak sayur untuk menggoreng atau memasak.

    • Lebih baik bila memasak sayuran dengan cara mengukus atau menumis.

    • Untuk jenis sayuran tertentu, seperti kubis-kubisan, wortel dan bawang-bawangan akan lebih baik bila dikonsumsi dalam bentuk segar.

    • Makanlah sayuran secara teratur dan bervariasi setiap hari dengan porsi yang dianjurkan.

      1. Buah-buahan

Buah-buahan juga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Selain dinikmati dalam bentuk segar, buah-buahan juga dapat diolah dalam bentuk jus atau dihidangkan bersama sayuran.

Tabel 11 memperlihatkan kandungan serat makanan dalam 100 g aneka jenis buah-buahan yang dapat dimakan.

TABEL 11.

KANDUNGAN SERAT MAKANAN DALAM 100 G (BDD) BUAH

Jenis buah Kandungan serat (g)
Avokad

Anggur

Apel

Belimbing

Jambu biji

Jeruk bali

Jeruk sitrun

Mangga

Melon

Nanas

Pepaya

Pisang

Semangka

Sirsak

Srikaya

1,40

1,70

0,70

0,90

5,60

0,40

2,00

0,40

0,30

0,40

0,70

0,60

0,50

2,00

0,70

Sumber : Wirakusumah, E.S., 1994.

Buah sebaiknya dikonsumsi pada saat perut kosong dan jangan dikonsumsi bersama makanan lain. Mengapa demikian ? tujuannya adalah agar penyerapan zat-zat tersebut tidak terhambat oleh kehadiran makanan lain, juga untuk menghindari fermentasi di dalam kolon.

Bila terjadi fermentasi di dalam perut maka cairan lambung menjadi asam. Padahal seharusnya alat pencernaan kita sangat membutuhkan kondisi alkali. Untuk menetralisir kondisi asam lemak tersebut maka lambung mengeluarkan cairan melebihi normal. Keadaan ini tentu membuat kesehatan terganggu.

Konsumsi buah-buahan dalam jumlah banyak tentu sulit dilakukan. Bentuknya yang mengesankan porsi besar (bulky), kadang membuat orang enggan menyantapnya. Namun, dengan adanya food processor kendala tersebut sedikit banyak teratasi. Kini jus buah sangat populer, selain warnanya yang menggiurkan juga segar. Menurut pakar Juice therapy, dr. RA. Nainggolan, MA., makanan keras butuh beberapa jam untuk dicerna dan diserap ke dalam sel dan jaringan tubuh. Sedangkan sari buah (jus), hanya membutuhkan beberapa menit saja dalam pencernaan. Dianjurkan, tidak mengurangi kandungan serat yang terdapat dalam buah-buahan, misal saat membuat jus apel harus menyertakan kulitnya, karena sebagian besar serat terdapat dikulit.

Konsumsi Serat Makanan yang Dianjurkan

Pengertian konsumsi serat makanan adalah jumlah asupan dan jenis bahan pangan sumber serat yang dikonsumsi per hari. Hasil penelitian di Amerika Serikat, mengemukakan beberapa kriteria konsumsi serat makanan yang dianjurkan.

Walaupun konsumsi serat makanan berpengaruh positif bagi tubuh dan sangat dianjurkan, namun harus memperhatikan nilai kecukupannya bagi tubuh. Mengapa demikian?

Bagaimanapun, kalau konsumsi serat makanan berlebihan akan berdampak negatif bagi kesehatan. Tubuh akan mengalami defisiensi mineral dan perut menjadi kembung (Sutardjo, 1989). Kondisi ini muncul akibat menumpuknya serat di dalam kolon sehingga menyebabkan fermentasi serat di dalam kolon. Fermentasi ini lalu memicu timbulnya gas, seperti gas-gas metan, hidrogen dan karbondioksida di dalam sekum dan kolon yang terbentuk dari kerja enzim-enzim bakteri yang memetabolisis serat. Jumlah gas yang dihasilkan tergantung dari serat makanan yang dikonsumsi dan flora bakterial.

Kelebihan volume serat juga dapat mengurangi absorpsi mineral seng, besi dan kalsium. Meskipun ada bakteri di dalam usus besar yang berangsur-angsur akan beradaptasi dengan adanya asupan serat makanan. Namun, asupan yang terlalu tinggi tetap tidak dapat menghilangkan rasa kembung dalam perut. Lebih jauh Dra. E.S. Wirakusumah, M.Sc. (1993) menambahkan, konsumsi serat makanan yang terlalu banyak dapat menghalangi absorpsi vitamin B12, A, D, E dan K, karena adanya pektin.

Terhalangnya absorpsi vitamin sering dijumpai pada para vegetarian. Asam fitat di dalam lambung para vegetarian ini mampu mengikat serat. Devisiensi vitamin-vitamin itu sendiri bermula dari serat makanan yang larut dalam air mengikat dan menyingkirkan asam empedu yang berfungsi mencerna lemak di dalam tubuh.

Menurut Mayer dan Goldberg (1990), orang dewasa sehat dianjurkan mengkonsumsi serat makanan paling sedikit 10-13 g/1.000 kalori. Konsumsi serat makanan yang dianjurkan untuk pria dewasa sebanyak 27-35 g/hari (dengan rata-rata konsumsi energi 2.700 kal/hari) dan untuk wanita dewasa sebanyak 21-27 g/hari (dengan rata-rata konsumsi energi 2.000 kal/hari. Data lain juga diberikan oleh “National Cancer Institut”. Amerika Serikat yang menganjurkan konsumsi serat makanan untuk orang dewasa adalah sebanyak 20-30 g/hari. Sedangkan “Amerika Diet Association” (ADA) merekomendasikan konsumsi serat makanan untuk orang dewasa sebanyak 25-35 g/hari.

Menyusun Menu Berserat

Diet yang dianjurkan saat ini adalah mengurangi konsumsi pati, gula murni, lemak, garam, serta alkohol tetapi sebaliknya lebih meningkatkan konsumsi makanan kaya serat.

Mengubah pola makan memang cukup sulit. Oleh karena itu, sangat tepat diterapkan program diet yang praktis dan mudah dilaksanakan terutama oleh para penderita penyakit degeneratif. Yang terpenting, program diet harus efektif dan didasarkan pada perubahan sederhana terhadap kebiasaan makanan. Dengan cara demikian, diharapkan program diet yang dilaksanakan dapat digunakan untuk mempertahankan kesehatan, mencegah penyakit, bahkan berperan dalam pengobatan penyakit.

Menu Berserat untuk Diet Kegemukan

    1. Cara sederhana menaksir berat badan

Telah dijelaskan bahwa seseorang disebut kegemukan apabila berat badannya 20% melebihi berat badan ideal (Tabel 12, baku Harvard). Sebelum melaksanakan program diet ini anda harus mengetahui kriteria berat badan anda, termasuk golongan gemuk, ideal atau kurus.

Untuk itu, pengaturan makanan rendah kalori, namun tinggi serat menjadi perhatian utama. Selain itu, konsumsi jenis makanan tertentu, seperti sumber makanan mengandung gula dan lemak perlu dikurangi kuantitasnya.

Program penurunan kolesterol

Kolesterol dalam makanan dapat meningkatkan kolesterol darah, tetapi lebih sedikit dibandingkan lemak yang hanya ditemukan pada bahan makanan hewan.

Kolesterol ditemukan pada telur, produk susu, daging, unggas, ikan dan kerang. Sumber yang kaya akan kolesterol adalah kuning telur dan organ-organ dalam, seperti hati, kelenjar perut dan otak. Kandungan kolesterol dalam makanan Amerika rata-rata 350-450 mg/hari. Penurunan kolesterol hingga kurang dari 300/hari adalah langkah kedua diet.

Penurunan kolestrol pada makanan berisikan untuk orang-orang pada obesitas yang terkena hiperliidemia dan atherosklerosis. Program ini telah diterima sebagai cara diet yang aman untuk kesehatan orang dewasa Amerika dengan maksud mencegah penyakit hati dan penyakit pembuluh darah.

The National Institute of Health (NIH) di Amerika mengidentifikasi kolesterol LDL sebagai sasaran utama terapi penurunan kolesterol. Akan tetapi, metoda umum yang digunakan untuk menentukan nilai LDL adalah dengan perhitungan, yakni berdasarkan nilai kolesterol total, kolesterol HDL dan trigliserida, yang dilaporkan akuarsinya hanya sekitar 70%.

Masalah utama dalam perhitungan adalah trigliserida. Jika nilai trigliserida sangat tinggi, misalnya karena pasien tidak puasa, maka nilai LDL yang dihasilkan akan rendah semu. Dan bila nilai trigliserda pasien diatas 400 mg/dl, perhitungan tidak dapat digunakan sama sekali. Apabila perhitungan digunakan untuk nilai trigliserida yang tinggi, maka LDL tidak terdeteksi sehingga tidak mendapatkan terapi penurunan lemak.

Kriteria NCEP untuk stadarisasi pemeriksaan kolesterol :

Untuk meningkatkan standarisasi pengujian kolesterol, NCEP telah mengeluarkan pedoman untuk pengukuran kolesterol HDL dan LDL.

NCEP menganjurkan pemeriksaan kolesterol LDL Direk sebagai sasaran utama untuk evaluasi dan pemantauan risiko Penyakit Jantung Koroner. Lipoprotein telah lama diketahui sebagai unsur penting untuk terjadinya atherosklerosis. Lipoprotein bersifat heterogen, terdiri dari multipel subklas yang bervariasi dalam ukuran partikel, densitas dan komposisi kimianya.

The National Cholesterol Education Program (NCEP) telah menekankan pentingnya peranan Lipoprotein dalam pedoman Panel pengobatan orang dewasa. Dalam edisi tahun 2001, secara khusus pedoman tersebut menekankan pada kadar kolesterol sebagai tolak ukur untuk intervensi, dengan atau tanpa pengobatan.

Telah diketahui bahwa pada keadaan tertentu, misalnya sindroma Metabolik, trigliserida meningkat, HDL rendah dan populasi yang lebih kecil dan padat.

Hal ini menyebabkan the American Association of Clinical Endocrinologists (AACE) menaruh perhatian pada kenyataan bahwa partikel small denses LDL agaknya sangat atherogenik dan umumnya menyebabkan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Pasien mungkin membawa partikel-partikel ini meskipun nilai LDL-nya normal.

Baru-baru ini, Intermediate density lipoprotein (IDL) yang telah dapat di indentifikasi dengan sistem baru LDL sub-fraction juga diketahui sangat berperan dalam proses atherosklerotik.

Sistem LDL SUb-Fraction

Lipoprint, metoda yang telah disetujui FDA untuk pemeriksaan sub-fraksi kolesterol LDL, merupakan sistem terintegrasi yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak dan reagensia siap pakai. Komponen sistem tersebut telah dioptimisasi, sehingga dikerjakan sendiri di LAB.

Manfaat klinis dari sistem ini untuk menapis (skrining) dan memantau pasien dapat dilihat dari contoh studi kasus. Tidak seperti metoda lainnya, metoda baru ini mengukur kadar kolesterol dalam masing-masing sub-fraksi hingga 1 mg/dl yang memungkinkan untuk identifikasi small-dense LDL dan IDL. Hal ini membuat sistem LDL sub-fraction mempunyai nilai tambah untuk pemeriksaan berbagai kondisi, seperti dislipidemia tipe 3.

Nilai normal yang telah di tetapkan dalam pedoman NCEP (ATP III) adalah:

  1. Kolesterol total : < 200mg/dl

  2. Trigliserida : < 150mg/dl

  3. Kolesterol HDL : > 40 mg/dl

  4. Kolesterol LDL : < 130mg/dl

Seperti diketahui kolesterol di dalam tubuh tidak dapat dioksidasi sebagai sumber energi. Satu-satunya cara menurunkan kolesterol dalam darah adalah dengan memperbesar jumlah pengeluaran kolesterol sebagai asam empedu.

Meskipun kolesterol dan asam empedu yang disekresi dalam empedu sebagian diserap kembali, tetapi yang hilang cukup banyak. Sekitar 50 mg asam empedu dibentuk dari kolesterol yang hilang setiap hari tanpa diserap lagi. Jumlah pengeluaran ini tergantung pada kadar serat makanan. Serat mempunyai fungsi berbeda-beda. Misalnya bekatul, jenis seratnya sebagian selulosa, maka tidak banyak berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol,tapi sangat efektif melunakkan tinja. Sedangkan serat yang larut (khususnya β -glukan dan pektin), yang banyak terdapat dalam biji-bijian, sayuran, buah-buahan, polong-polongan dan kacang-kacangan merupakan serat yang baik, karena dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan kolesterol total lebih banyak dibandingkan dengan diet rendah kolesterol dan lemak jenuh.

Dari suatu meta analisis, dapat disimpulkan bahwa untuk setiap gram peningkatan serat menurunkan kolesterol LDL rata-rata 2,2 mg/dl. Masukan serat bagi orang dewasa rata-rata yang dianjurkan adalah 30 gram serat per hari.

Kandungan serat yang larut dalam berbagai jenis bahan makanan (dalam 100 gram bahan makanan)

Jenis bahan Serat yang larut (Soluble)
(gr).

Dedak gandum : 3,3
(wheat bran)
Dedak gandum olahan : 14,0
(oat bran)
Jagung (corn) : 1,8
Jagung olahan (corn flakes) : 7,2
Kacang : 3,7
Kentang : 1,1
Apel : 0,9
Jeruk : 0,6
Pisang : 0,8
Pear : 0,3

Sumber : RE.Kowalski, 8 -weeks Cholesterol Cure, 1987
Batasi Asupan Garam (Natrium klorida)
Asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi mengakibatkan jantung harus bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah tinggi merupakan bahaya terselubung karena tidak ada gejala jelas yang tampak sebagai tanda peringatan awal. Maka banyak orang yang merasa sehat dan segar meskipun sesungguhnya mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Respon tekanan darah terhadap perubahan asupan garam bervariasi diantara individu sebagian karena faktor genetik dan yang lainnya karena usia.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan asupan garam, sebanyak kurang lebih 1,8 gram per hari menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing sebesar 4 dan 2 mmHg pada individu yang menderita hipertensi dan penurunan lebih sedikit pada individu yang tekanan darahnya normal. Disarankan asupan garam kurang dari 6 gram/ hari.

Selain dikonsumsi dalam bentuk garam dapur, ada beberapa makanan yang diproses dengan garam, seperti telur asin, ikan asin, ikan kaleng dan semua makanan yang diawetkan dengan natrium benzoat (biasanya terdapat didalam saos, kecap, selai, jeli). Juga makanan yang mengandung soda kue, baking powder, MSG (Mono Sodium Glutamat)yang lebih dikenal sebagai bumbu penyedap masakan.

Program penurunan tigelisirida

Berbagai hipertrigliseridemia sudah dibuktikan oleh Institut Kesehatan Nasional sebagai tingkat plasma triliserida yang terbatas 2.500 mg/dL. Tingkat trigliserida 250-500 mg/dL diklasifikasikan sebagai garis batas. Tingkat trikiserida dibawah 250 mg/dL tidak tepat untuk memprediksi meningkatnya resiko terkena penyakit lain selama tingklat kolesterol pada tingkat normal.

Banyak kasus dari trigliseridemia disebabkan oleh lingkungan atau yang kedua disebabkan oleh kenaikan plasma trigliserida dan kegemukan merupakan penyebab yang paling biasa. Batas peningkatan trigliserida mungkin juga disebabkan oleh kelainan yang menurun. Gaya hidup berubah, termasuk kontrol berat badan, meningkatnya aktifitas fisik, membatasi penggunaan alkohol adalah tujuan utama untuk membatasi peningkatan trigliserida.

Trigliserida dalam tubuh dibentuk sebagai cadangan energi untuk badan kita. Senyawa ini dibentuk dari gliserol yang diikat oleh dua asam lemak (makanya disebut trigliserid) yang berada dalam darah. Akhir2 ini diketahui bahwa trigliserid juga berperan dalam pembentukan plak dalam pembuluh darah koroner yang dapat menyebabakan penyumbatan pembuluh tsb dan mengakibatkan penyakit jantung koroner (PJK),

Dalam kondisi triglesid yang tinggi, darah cenderung kental sehingga jantung akan bekerja keras untuk memompa darah, dan distribusi oksigen juga terganggu (badan sering terasa “masuk angin”). Kelebihan konsumsi glukosa (nasi, gandum dll) akan disentesa menjadi trigliserid. Untuk itu ada beberapa cara untuk menurunkan kadar trigliserid agar tetap di bawah kadar 200 sbb :

1. Olah raga secara rutin selama minimal setengah jam, seminggu tiga kali.
2. Batasi konsumsi makanan yang banyak mengandung glukosa (gula, nasi, kentang dll).
3. Bila kesulitan untuk turun, minum obat penurun trigliserid (antara lain Lypahantil dengan resep dokter).

PENUTUP

Kesimpulan

Dari pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa:

  • Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelebihan lemak dalam tubuh. Seperti pernyataan diatas bahwa secara klasik obesitas telah diidentifikasi bobot yang lebih besar dari 20% bobot yang layak bagi wanita dan pria untuk tinggi tertentu. Obesitas disebabkan oleh ketidak seimbangan antara konsumsi dan kebutuhan energi, dimana energi terlalu banyak dibanding kebutuhan atau pemakaian energi. Kelebihan energi dalam tubuh disimpan dalam bentuk jaringan lemak pada keadaan normal, jaringan lemak ditimbun dibeberapa tempat tertentu, diantaranya dalam jaringan subkutan dan didalam jaringan tirai usus (omentum).

  • Pada diet penurunan kolesterol mempunyai beberapa karakteristik diantaranya yaitu :

  1. Penurunan total lemak

  2. Penurunan lemak jenuh

  3. Lemak tak jenuh sebagai pengganti sebagian lemak jenuh

  4. Penurunan kolestrol

  5. Penurunan karbohidrat

  6. Penambahan serat terlarut (soluble fibes)

  7. Penurunan kalori untuk mencapai berat badan ideal.

  • Kolesterol ditemukan pada telur, produk susu, daging, unggas, ikan dan kerang. Sumber yang kaya akan kolesterol adalah kuning telur dan organ-organ dalam, seperti hati, kelenjar perut dan otak. Kandungan kolesterol dalam makanan Amerika rata-rata 350-450 mg/hari. Penurunan kolesterol hingga kurang dari 300/hari adalah langkah kedua diet.

  • Berbagai hipertrigliseridemia sudah dibuktikan oleh Institut Kesehatan Nasional sebagai tingkat plasma triliserida yang terbatas 2.500 mg/dL. Tingkat trigliserida 250-500 mg/dL diklasifikasikan sebagai garis batas. Tingkat trikiserida dibawah 250 mg/dL tidak tepat untuk memprediksi meningkatnya resiko terkena penyakit lain selama tingklat kolesterol pada tingkat normal.

  • Saran

  • Setelah diketahui mengenai diet therapy obesitas diharapkan pembaca tahu dan memahami apa yang dimaksud dengan obesitas, apa dampaknya, dan bagaimana pencegahannya.

  • Masyarakat mereflaksikan makanan sehat didalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto.MAK. 2002. Gizi Dan Kesehatan.UMM Press Malang.

Budiyanto. MAK. 2002. Dasar – dasar Ilmu Gizi. UMM Press Malang.

< CLASS = ” WN ” Penulis : Dr. Noviani ( Dokter Ahli Akupuntur ).

Fiastuti Witjaksono Dokter Gizi Medik, Pengurus Indonesian Society For The Study Of Obesity ( ISSO ) / Himpunan Obesitas Indonesia ( HISOBI ).

Sulistijani, Dino A. 1999. Sehat Dengan Menu Berserat. PT Trubus Agriwidya. Jakarta.

02/03/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | 5 Komentar

PENYAKIT GIZI SALAH

Latar belakang

Masalah kurang gizi memang sudah banyak terjadi di beberapa Negara berkembang termasuk di Indonesia. Melihat sumber dana yang terbatas yang tersedia pada Negara-negara berkembang dan menumpuknya kebutuhan yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan. Masalah kurang gizi juga telah dinyatakan sebagai masalah utama kesehatan dunia dan berkaitan dengan lebih banyak kematian dan penyakit yang disebabkan oleh masalah kurang gizi tersebut.walaupun. telah banyak dilakukan penyuluhan tentang masalah kurang gizi namun masih banyak masyarakat yang mengalami masalah masalah gizi.

Menurut Alan Berg, 1986. Gizi yang kurang mengakibatkan terpengaruhnya perkembangan mental, perkembangan jasmani, dan produktifitas manusia karena semua itu mempengaruhi potensi ekonomi manusia. Keadaan gizi dapat dikelompokkan menjadi tiga tingkat, yaitu keadaan gizi lebih, keadaan gizi baik, dan keadaan gizi kurang. Keadaan gizi lebih terjadi apabila gizi yang dibutuhkan melebihi standart kebutuhan gizi. Gizi baik akan dicapai dengan memberi makanan yang seimbang dengan tubuh menurut kebutuhan. Sedang gizi kurang menggambarkan kurangnya makanan yang dibutuhkan untuk memenuhi standar gizi.

Konsumsi gizi makanan pada seseorang dapat menentukan tercapainya tingkat kesehatan atau sering disebut status gizi. Apabila tubuh berada dalam tingkat kesehatan gizi optimum dimana jaringan jenuh oleh semua zat gizi maka disebut status gizi optimum. Dalam kondisi demikian tubuh terbebas dari penyakit dan mempunyai daya tahan yang setinggi-tingginya.

Apabila konsumsi gizi makanan pada seseorang tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh maka akan terjadi kesalahan akibat gizi (malnutrition). Malnutrisi ini mencakup kelebihan nutrisi / gizi disebut gizi lebih (overnutrition) dan kekurangan gizi atau gizi kurang (undernutrition).

Penyakit kurang gizi kebanyakan ditemui pada masyarakat golongan rentan terutama pada anak-anak yaitu golongan yang mudah sekali mengalami penyakit akibat kekurangan gizi dan kekurangan zat makanan (deficiency) misalnya kwarsiorkor, busung lapar, marasmus, beri-beri, dll. Dan penyakit gizi berlebih yang disebabkan karena kelebihan makanan. Contonya obesitas, kelebihan berat badan (over weigh), diabetes militus, dll.

Kedudukan gizi seseorang atau golongan pendudukj , ialah suatu tingkat kesehatan yang merupakan akibat dari intake dan penggunaan semua nutrient yang terdapat dalam makanan sehari-hari. Maka kasus inilah yang menyebabkan kasus utama kematian di massa kanak-kanak. Dan dalam masyarakat industri merupakan sindrom malabsorbsi dan gangguan fungsi ginjal yang menahun.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apa saja klasifikasi penyakit gizi salah ?

  2. Apa saja Faktor- Faktor yang Menyebabkan Penyakit Gizi salah?

  3. Apa saja contoh penyakit yang disebabkan karena kesalahan gizi?

  4. Apa saja contoh kasus masalah penyakit gizi salah di Indonesia ?

  5. Bagaimana Upaya  Perbaikan Gizi Masyarakat?

Tujuan

  • Agar dapat mengetahui klasifikasi penyakit gizi salah

  • Agar dapat mengetahui Faktor- Faktor yang Menyebabkan Penyakit Gizi salah

  • Agar dapat mengetahui contoh penyakit yang disebabkan karena kesalahan gizi

  • Agar dapat mengetahui contoh kasus masalah penyakit gizi salah di Indonesia

  • Agar Mengetahui Upaya  Perbaikan Gizi Masyarakat

PEMBAHASAN

2.1 Klasifikasi Penyakit Gizi Salah

Penyakit-penyakit kekurangan gizi yang paling rentan adalah kelompok bayi dan anak balita. Oleh sebab itu, indikator yang paling baik untuk mengukur status gizi masyarakat adalah melalui status gizi balita (bayi dan anak balita). Selama ini telah banyak dihasilkan berbagai pengukuran status gizi tersebut dan masing-masing ahli mempunyai argumentasi sendiri dalam mengembangkan pengukuran tersebut. (Anonymous,2008)

Berdasarkan data statistik kesehatan Departemen Kesehatan RI tahun 2005 dari 241.973.879 penduduk Indonesia, enam persen atau sekira 14,5 juta orang menderita gizi buruk. Penderita gizi buruk pada umumnya anak-anak di bawah usia lima tahun (balita).Depkes juga telah melakukan pemetaan dan hasilnya menunjukkan bahwa penderita gizi kurang ditemukan di 72% kabupaten di Indonesia. Indikasinya 2-4 dari 10 balita menderita gizi kurang.Gizi buruk merupakan salah satu dari tiga tingkatan status gizi selain gizi lebih dan gizi baik.

Berdasarkan klasifikasi dari Standard Harvard menurut Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo, 2003. Yaitu standar yang dikembangkan untuk mengukur status gizi anak disesuaikan dengan kondisi anak-anak dari negara-negara Asia dan Afrika. Termasuk Indonesia, klasifikasi status gizi anak didasarkan pada 50 percentile dari 100% standar Harvard.

Dibawah ini akan diuraikan 4 macam cara pengukuran yang sering dipergunakan di bidang gizi masyarakat serta klasifikasinya :

1. Berat Badan Per Umur

  • Gizi baik adalah apabila berat badan bayi / anak menurut umurnya lebih dari 89% standar Harvard.

  • Gizi kurang adalah apabila berat badan bayi / anak menurut umur berada diantara 60,1-80 % standar Harvard.

  • Gizi buruk adalah apabila berat badan bayi / anak menurut umurnya 60% atau kurang dari standar Harvard.

2. Tinggi Badan Menurut Umur

Pengukuran status gizi bayi dan anak balita berdasarkan tinggi badan menurut umur, juga menggunakan modifikasi standar Harvard dengan klasifikasinya adalah sebagai berikut :

  • Gizi baik yakni apabila panjang / tinggi badan bayi / anak menurut umurnya lebih dari 80% standar Harvard.

  • Gizi kurang, apabila panjang / tinggi badan bayi / anak menurut umurnya berada diantara 70,1-80 % dari standar Harvard.

  • Gizi buruk, apabila panjang / tinggi badan bayi / anak menurut umurnya kurang dari 70% standar Harvard.

3. Berat Badan Menurut Tinggi

Pengukuran berat badan menurut tinggi badan itu diperoleh dengan mengkombinasikan berat badan dan tinggi badan per umur menurut standar Harvard juga. Klasifikasinya adalah sebagai berikut :

  • Gizi baik, apabila berat badan bayi / anak menurut panjang / tingginya lebih dari 90% dari standar Harvard.

  • Gizi kurang, bila berat bayi / anak menurut panjang / tingginya berada diantara 70,1-90 % dari standar Harvard.

  • Gizi buruk apabila berat bayi / anak menurut panjang / tingginya 70% atau kurang dari standar Harvard.

4. Lingkar Lengan Atas (LLA) Menurut Umur

Klasifikasi pengukuran status gizi bayi / anak berdasarkan lingkar lengan atas yang sering dipergunakan adalah mengacu kepada standar Wolanski. Klasifikasinya sebagai berikut :

  • Gizi baik apabila LLA bayi / anak menurut umurnya lebih dari 85% standar Wolanski.

  • Gizi kurang apabila LLA bayi / anak menurut umurnya berada diantara 70,1-85 % standar Wolanski.

  • Gizi buruk apabila LLA bayi / anak menurut umurnya 70% atau kurang dari standar Wolanski.

Menurut Moh. Agus Krisno Budianto, 2004. Penyakit gizi yang salah dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok besar yaitu penyakit-penyakit bawaan, penyakit berdasarkan ketidakseimbangan antara intake dan requirement dan zat-zat gizi dan penyakit- penyakit keracunan makanan.

2.1.1 Penyakit Bawaan

Berdasarkan kesalahan susunan genetik yang dapat menyebabkan kelainan sintesa enzim, yang dimulai dari kesalahan genetik, metabolisme (dengan perantara enzim), sehingga menyebabkan terjadinya penyakit. Penyakit ini disebut juga dengan inbornerrors of metabolism. Penyakit gizi akibat masalah genetik dapat menyebabkan :

  • Enzim tertentu menurun sehingga mengakibatkan penderita akan mengalami glukosa, intoleransi fruktosa dll.

  • Penyakit gangguan metabolisme.

  • Penyakit degeneratif (penurunan)

Contoh penyakit akibat kesalahan genetic dapat menyebabkan produksi insulin menurun sehingga dapat mengakibatkan gangguan metabolisme glukosa rusak (diabetes mellitus).

2.1.2 Penyakit Akibat Ketidakseimbangan Antara Intake dan Requirement dan Zat-zat Gizi

Dilihat dari intake dan requirement ada dua kemungkinan yaitu penyakit gizi lebih dan dan penyakit kurang gizi.

  1. Penyakit gizi lebih, contohnya : obesitas yang berkembang menjadi diabetes mellitus, jantung koroner, dll.

  2. Penyakit kurang gizi, penyakit defisiensi komplek, contohnya :

  • Kwarshiorkhor (yang disebabkan karena kekurangan kalori dan protein.

  • Marasmus (yang disebabkan karena kekurangan kalori)

  • Busung lapar (yang disebabkan karena kekurangan protein)

Berdasarkan sebab yang mengakibatkan gizi salah dibedakan menjadi dua :

  • Gizi salah primer, kelainan terletak pada intake dan pada makanan, baik merupakan kelebihan maupun kekurangan.

  • Gizi salah sekunder, intake mencukupi tetapi terdapat rintangan pada rangkaian prosos pencernaan, penyerapan, transportasi dan utilization pada zat-zat makanan. Gangguannya yaitu :

    • Terjadi suatu keadaan defisiensi dalam efektifitas zat-zat makanan.

    • Mempertinggi desrtuksi atau ekskresi zat-zat makanan sehingga persediaan untuk penggunaan dalam tubuh menjadi berkurang.

2.1.3 Penyakit keracunan makanan

Penyakit- penyakit yang terjadi setelah memakan makanan yang tercemar bakteri dan bahan-bahan kimia.

2.2 Faktor-faktor yang Menyebabkan penyakit gizi salah

  • Pola makan, Protein (dan asam amino) adalah zat yang sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang. Meskipun intake makanan mengandung kalori yang cukup, tidak semua makanan mengandung protein/ asam amino yang memadai. Contoh : Bayi yang masih menyusui umumnya mendapatkan protein dari ASI yang diberikan ibunya, namun bagi yang tidak memperoleh ASI protein dari sumber-sumber lain (susu, telur, keju, tahu dan lain-lain) sangatlah dibutuhkan. Gaya hidup modern dengan perkembangan IPTEK dimana terjadinya arus moderenisasi yang membawa banyak perubahan pada pola hidup masyarakat

  • Faktor social, Hidup di negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, keadaan sosial dan politik tidak stabil, ataupun adanya pantangan untuk menggunakan makanan tertentu dan sudah berlansung turun-turun dapat menjadi hal yang menyebabkan terjadinya kwashiorkor.

  • Factor pendidikan, kurang adanya pengetahuan tentang pentingnya gizi dikalangan masyarakat yang pendidikannya relative rendah.

  • Faktor ekonomi, Kemiskinan keluarga penghasilan yang rendah yang tidak dapat memenuhi kebutuhan berakibat pada keseimbangan nutrisi anak tidak terpenuhi, saat dimana ibunya pun tidak dapat mencukupi kebutuhan proteinnya.

  • Faktor infeksi dan penyakit lain, Telah lama diketahui bahwa adanya interaksi sinergis antara MEP (Malnutrisi energi protein) dan infeksi. Infeksi derajat apapun dapat memperburuk keadaan gizi. Dan sebaliknya MEP, walaupun dalam derajat ringan akan menurunkan imunitas tubuh terhadap infeksi.

2.3 Beberapa Jenis Penyakit

Penyakit-penyakit atau gangguan-gangguan kesehatan akibat dari kelebihan atau kekurangan zat gizi dan yang telah merupakan masalah kesehatan masyarakat, khususnya di Indonesia, antara lain sebagai berikut :

2.3.1 Penyakit Kurang Kalori dan Protein (KKP)

Penyakit ini terjadi karena ketidakseimbangan antara konsumsi kalori atau karbohidrat dan protein dengan kebutuhan energi atau terjadinya defisiensi atau defisit energi dan protein. Pada umumnya Anak Balita merupakan kelompok umur yang paling sering menderita akibat kekurangan gizi. Hal ini disebabkan anak Balita dalam periode transisi dari makanan bayi ke makanan orang dewasa, sering kali tidak lagi begitu diperhatikan dan pengurusannya sering diserahkan kepada orang lain, dan belum mampu mengurus dirinya sendiri dengan baik terutama dalam hal makanan. Hal ini juga di karenakan pada umur tersebut anak mengalami pertumbuhan yang pesat. Apabila konsumsi makanan tidak seimbang dengan kebutuhan kalori maka akan terjadi defisiensi tersebut (kurang kalori dan protein).

Dijelaskan dalam Firman Allah QS Al An’aam (140)

Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui[513] dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk”

Penyakit ini dibagi dalam tingkat-tingkat, yakni :

a. KPP ringan, kalau berat badan anak mencapai 84-95 % dari berat badan menurut standar Harvard.

b. KKP sedang, kalau berat badan anak hanya mencapai 44-60 % dari berat badan menurut standar Harvard.

c. KKP berat (gizi buruk), kalau berat badan anak kurang dari 60% dari berat adan menurut standar Harvard.

Beberapa ahli hanya membedakan antara 2 macam KKP saja, yakni KKP ringan atau gizi kurang dan KKP berat (gizi buruk) atau lebih sering disebut marasmus (kwashiorkor). Anak atau penderita marasmus ini tampak sangat kurus, berat badan kurang dari 60% dari berat badan ideal menurut umur, muka berkerut seperti orang tua, apatis terhadap sekitarnya, rambut kepala halus dan jarang berwarna kemerahan.

Penyakit KKP pada orang dewasa memberikan tanda-tanda klinis : oedema atau honger oedema (HO) atau juga disebut penyakit kurang makan, kelaparan atau busung lapar. Oedema pada penderita biasanya tampak pada daerah kaki.

Dijelaskan dalam Firman Allah QS. Ar Ra’d (13)

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.

Jenis KKp atau PCM di kenal dalam 3 bentuk yaitu :

  1. Kwarshiorkor

Kata “kwarshiorkor” berasal dari bahasa Ghana-Afrika yang berati “anak yang kekurangan kasih sayang ibu”. Kwashiorkor adalah salah satu bentuk malnutrisi protein berat yang disebabkan oleh intake protein yang inadekuat dengan intake karbohidrat yang normal atau tinggi.

Etiologi

Kekurangan protein menyebabkan manusia menderita penyakit yang disebut kwashiorkor atau busung lapar. Penyebab terjadinya kwashiorkor adalah inadekuatnya intake protein yang berlansung kronis.

Epidemiologi

Kasus ini sering dijumpai di daerah miskin, persediaan makanan yang terbatas, dan tingkat pendidikan yang rendah. Penyakit ini menjadi masalah di negara-negara miskin dan berkembang di Afrika, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Asia Selatan. Di negara maju sepeti Amerika Serikat kwashiorkor merupakan kasus yang langka.

Berdasarkan SUSENAS (2002), 26% balita di Indonesia menderita gizi kurang dan 8% balita menderita gizi buruk (marasmus, kwashiorkor, marasmus-kuarsiorkor).

Tanda-tanda Tanda-tanda yang sering dijumpai pada pada penderita Kwashiorkor yaitu :

  • Gagal untuk menambah berat badan

  • wajah membulat dan sembap

  • Rambut pirang, kusam, dan mudah dicabut

  • Pertumbuhan linear terhenti

  • Endema general (muka sembab, punggung kaki, dan perut yang membuncit).

  • Diare yang tidak membaik

  • Dermatitis perubahan pigmen kulit

  • Perubahan warna rambut yang menjadi kemerahan dan mudah dicabut

  • Penurunan masa otot

  • Perubahan mentak seperti lathergia, iritabilitas dan apatis yang terjadi

  • Perlemakan hati, gangguan fungsi ginjal, dan anemia

  • Pada keadaan akhir (final stage) dapat menyebabkan shok berat, coma dan berakhir dengan kematian.

Cara mengatasi kwarshiorkor

Dalam mengatasi kwashiorkor ini secara klinis adalah dengan memberikan makanan bergizi secara bertahap. Contohnya : Bila bayi menderita kwashiorkor, maka bayi tersebut diberi susu yang diencerkan. Secara bertahap keenceran susu dikurangi, sehingga suatu saat mencapai konsistensi yang normal seperti susu biasa kembali.

Fakta terjadinya kwarshiorkor

Bandung, Kompas – Sedikitnya 95 anak balita di 10 kabupaten/kota di Jawa Barat menderita busung lapar, dua anak balita kwashiorkor dan satu anak balita menderita komplikasi busung lapar kwashiorkor .Angka itu diperkirakan hanya angka awal dari fenomena gunung es karena seluruhnya ada 25 kabupaten/kota. Diduga jumlah ini sekitar 50 persen dari jumlah keseluruhan penderita sebab belum semua ibu melaporkan kondisi anaknya yang kurang gizi karena kendala jarak ke pos pelayanan kesehatan setempat atau karena tidak bisa meninggalkan pekerjaan.

  1. Marasmus

Marasmus adalah berasal dari kata Yunani yang berarti kurus-kering. Sebaliknya walau asupan protein sangat kurang, tetapi si anak masih menerima asupan hidrat arang (misalnya nasi ataupun sumber energi lainnya). Marasmus disebabkan karena kurang kalori yang berlebihan, sehingga membuat cadangan makanan yang tersimpan dalam tubuh terpaksa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup.

Penderita marasmus yaitu Penderita kwashiorkor yang mengalami kekurangan protein, namun dalam batas tertentu ia masih menerima “zat gizi sumber energi” (sumber kalori) seperti nasi, jagung, singkong, dan lain-lain. Apabila baik zat pembentuk tubuh (protein) maupun zat gizi sumber energi kedua-duanya kurang, maka gejala yang terjadi adalah timbulnya penyakit KEP lain yang disebut marasmus.

Tanda-tanda yang sering dijumpai pada pada penderita marasmus yaitu :

  • Sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit bahkan sampai berat badan dibawah waktu lahir.

  • Wajahnya seperti orang tua

  • Kulit keriput,

  • pantat kosong, paha kosong,

  • tangan kurus dan iga nampak jelas.

Gejala marasmus adalah seperti gejala kurang gizi pada umumnya (seperti lemah lesu, apatis, cengeng, dan lain-lain), tetapi karena semua zat gizi dalam keadaan kekurangan, maka anak tersebut menjadi kurus-kering.

Jumlah anak balita gizi buruk di Indonesia, menurut laporan Unicef tahun 2006, menjadi 2,3 juta jiwa. Ini berarti naik sekitar 500.000 jiwa dibandingkan dengan data tahun 2004/2005 sejumlah 1,8 juta jiwa (Kompas, 27 September 2006).

  1. Marasmus-Kwashiorkor

Gambaran dua jenis gambaran penyakit gizi yang sangat penting. Dimana ada sejumlah anak yang menunjukkan keadaan mirip dengan marasmus yang di tandai dengan adanya odema, menurunnya kadar protein (Albumin dalam darah), kulit mongering dan kusam serta otot menjadi lemah.

Menurut Dr. Magdalena, sampai 28 Mei 2005 jumlah gizi buruk dari Kabupaten/Kota P. Lombok berjumlah 559 kasus termasuk 51 kasus yang dirawat di RSU Mataram. Diantara kasus gizi buruk tersebut 8 anak diantaranya meninggal dunia. Kasus gizi buruk tersebut masing-masing tersebar di Kota Mataram sebanyak 23 kasus ( 2 diantaranya meninggal), Kab. Lombok Barat 133 kasus ( 5 diantaranya meninggal dunia), Kab. Lombok Tengah 25 kasus ( 1 diantaranya meninggal dunia) dan Kab. Lombok Timur 178 kasus.

Dari kasus gizi buruk tersebut, tergolong gizi buruk dengan gejala klinis yaitu Marasmus 16 kasus, Kwashiorkor 1 kasus dan Marasmus + Kwashiorkor 4 kasus.

2.3.2 Busung Lapar

Busung lapar atau bengkak lapar dikenal jiga dengan istilah Honger Oedeem (HO). Adalah kwarshiorkor pada orang dewasa. Busung lapar disebabkan karena kekurangan makanan, terutama protein dalam waktu yang lama secara berturut-turut. Pada busung lapar terjadi penimbunan cairan dirongga perut yang menyebabkan perut menjadi busung (oleh karenanya disebut busung lapar).

Tanda-tanda yang terjadi yaitu :

  • Kulit menjadi kusam dan mudah terkelupas

  • Badan kurus

  • Rambut menjadi merah kusam dan mudah dicabut

  • Sekitar mata bengkak dan apatis

  • anak menjadi lebih sering menderita bermacam penyakit dan lain-lain.

Penderita busung lapar biasanya menderita penyakit penyerta. Misalnya dari 12 anak balita di Kabupaten Cirebon, tiga di antaranya menderita tuberkulosis, satu hydrocephalus (kepala besar), dan satu meningitis (radang selaput otak).

Dari data tersebut, jumlah penderita busung lapar terbanyak ada di Kabupaten Cianjur, yaitu 70 orang, lalu Kabupaten Cirebon dan Majalengka masing-masing 12 orang dan lima orang.

2.3.3 Penyakit Kegemukan (Obesitas)

Penyakit ini terjadi ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, yakni konsumsi kalori terlalu berlebih dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi. Kelebihan energi di dalam tubuh ini disimpan dalam bentuk lemak.

Pada keadaan normal, jaringan lemak ini ditimbun di tempat-tempat tertentu diantaranya dalam jaringan subkutan dan didalam jaringan tirai usus. Seseorang dikatakan menderita obesitas bila berat badannya pada laki-laki melebihi 15% dan pada wanita melebihi 20% dari berat badan ideal menurut umurnya.

Bila masukan energi (suapan makanan) sama dengan pengeluaran energi untuk metabolisme basal dan kegiatan fisik berat badan akan tetap konstan. Bila masukan energi lebih besar daripada pengeluaran, kelibahan makanan akan diubah menjadi lemak dan mengakibatkan kegemukan. Patokan umum, orang dikatakan kegemukan bila bila berat badannya 10% lebih tinggi dari berat standart/ideal.

Pada orang yang menderita obesitas ini organ-organ tubuhnya dipaksa untuk bekerja lebih berat karena harus membawa kelebihan berat badan. Oleh sebab itu pada umumnya lebih cepat gerah, capai dan mempunyai kecenderungan untuk membuat kekeliruan dalam bekerja. Akibat dari penyakit obesitas ini, para penderitanya cenderung menderita penyakit-penyakit kardiovaskuler, hipertensi, dan diabetes melitus. (Anonymous,2008)

Hal tersebut telah di terangkan dalam Firman Allah QS. Al A’raaf (31).

“…makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan

Penyebab

Faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit obesitas antara lain sebagai berikut :

    1. Keturanan, Stuktur dan tipe tubuh cenderung menurun orang tua gemuk sering mempunyai anak-anak yang gemuk, tetapi dapat diperolehkan bahwa ini lebih disebabkan oleh kebiasaan makanan daripada oleh sifat yang diturunkan.

    2. Kurangnya Kegiatan Fisik, kegemukan jarang dijumpai pada orang yang menjalani kehidupan aktif dan mempunyai pekerjaan yang melibatkan kerja fisik berat. Pada orang yang tidak aktif, pusat nafsu makan di hipotalamus cenderung berfungsi pada tingkat yang rendah dan keseimbangan yang normal antara masukan dan pengeluaran energi tidak lagi dipertahankan, ini mengakibatkan lebih besarnya suapan makanan daripada yang dibutuhkan.

    3. Kebiasaan makanan, Orang yang sering makan melebihi kebutuhannya, ini berlaku terutama untuk makanan kaya akan gula yang sangat lezat, seperti coklat. dan es krim yang mempunyai nilai energi tinggi. Kebiasaan makan pada awal kehidupan mempunyai dampak pada berat badan sewaktu dewasa, bila suapan makanan bagi bayi dan anak-anak kecil melebihi kebutuhan jumlah sel-sel jaringan lemak akan meningkatkan untuk menyimpan kelebihan lemak. Faktor Psikologis, Orang dengan permasalah psikologis/emosional cenderung menemukan pelipur lara dalam makana yang dan sering makanan berlebihan.

    4. Faktor Endokrin, Banyak orang gemuk menyalahkan kelenjar mereka. Padahal, kelainan endokrin jarang menyebabkan kegemukan. Adakala kegemukan diakibatkan oleh produksi hormon yang cacat oleh tiroid, pituitari atau kelenjar kelamin. Kegemukan lebih disebabkan oleh kelainan hipotalamus, yang pada gilirannya akan mempergaruhi fungsi kelenjar endokrin.

Penyembuhan

Pengobatan obesitas dapat dilakukan dengan cara :

  • Diet dengan cara puasa, diet rendah kalori

  • latihan fisik, dapat menurunkan berat badan dan dibatasi dengan pembatasan masukan kalori.

  • Pembedahan

  • Farmakologi

2.3.4 Defisiensi Iodium

Beberapa akibat defisiensi Iodium antara lain :

  1. pembesaran Kelenjar Tiroid (gondok)

  2. Kreatin yaitu kekurangan Iodium berlanjut ditandai ukuran tubuh pendek,kulitkasar berwarna kekuningan, raut muka seperti orang bodoh, mulut terbuka dan hidung besar.

  3. Myxdema ditandai dengan pertumbuhan tulang yang terhambat sehingga pendek, perut buncit, kulit kering dan rambut rontok dan banyak lemak yang tertimbun pada kulit.

  4. Abortus (Kematian ibu dan Anak). Pada ibu hamil memiliki gangguan retardasi, aborsi, gangguan perkembangan, kelainan congenital yang dapat mematikan fetus yang ada di kandungan.

Fungsi iodin yang diketahui ialah sebagai bahagian perlu kepada hormon tairod. Hormon tairod mengatur banyak aktiviti berlainan termasuk tumbesaran, pembiakan , fungsi neuromuskular, pertumbuhan kulit dan rambut, metabolisma selular, dan menolong melepaskan tenaga ke dalam sel. Badan kita biasanya mengandungi  20 – 30mgs iodin. Lebih kurang  60% daripadanya terdapat dalam kilang tairod, selebihnya didapati pada keseluruhan tisu badan , terutamanya dalam ovari, otot dan darah.

Pencegahan Defisiensi Iodium dapat dilakukan dengan upaya sebagai berikut :

  1. Fortifikasi

    • Fortifikasi Iodium dalam garam Dapur

    • Fortifikasi Iodium pada cokelat

    • Fortifikasi Iodium pada air minum

    • Fortifikasi Iodium pada Roti

    • Fortifikasi Iodium pada Gula Kelapa

  1. Penyuntikan Lipiodol

Lapiodol merupakan larutan Iodium dalam minyak dalam 40 % yang diberikan dalam bentuk suntikan.

Iodine terjadi dalam jumlah yang berbeda yang terdapat dalam makanan dan air minuman. Makanan laut seperti udang kara, tiram, sarden, dan sampai rumput laut adalah sumber iodine yang baik.Jumlah iodin yang terkandung dalam susu dan telur adalah ditentukan oleh jumlah iodine yang terdapat dalam makanan termakan tersebut. Kandungan iodin yang terdapat dalam sayur-sayuran adalah berbeda mengikuti jumlah kandungan iodin yang terdapat dalam tanah.

2.3.5 Xerophthalmia (Defisiensi Vitamin A)

Penyakit ini disebabkan karena kekurangan konsumsi vitamin A didalam tubuh. Gejala-gejala penyakit ini adalah kekeringan epitel biji mata dan kornea karena glandula lakrimalis menurun. Terlihat selaput bola mata keriput dan kusam bila biji mata bergerak. Fungsi mata berkurang menjadi hemeralopia atau noctalmia yang oleh awam disebut buta senja atau buta ayam, tidak sanggup melihat pada cahaya remang-remang. Pada stadium lanjut maka mengoreng karena sel-selnya menjadi lunak yang disebut keratomalasia dan dapat menimbulkan kebutaan.

Fungsi vitamin A sebenarnya mencakup 3 fungsi yakni fungsi dalam proses melihat, dalam proses metabolisme, dan proses reproduksi. Gangguan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin A yang menonjol, khususnya di Indonesia adalah gangguan dalam proses melihat yang disebut xerophthalmia ini.

Oleh sebab itu penanggulangan defisiensi kekurangan vitamin A yang penting disini ditujukan kepada pencegahan kebutaan pada anak balita. Program penanggulangan xerophthalmia ditujukan pada anak balita dengan pemberian vitamin A secara cuma-cuma melalui puskesmas dan / atau posyandu. Disamping itu program pencegahan dapat dilakukan melalui penyuluhan gizi masyarakat tentang makanan-makanan sebagai sumber vitamin

Bahan makanan

Mg tiamin per 100 g

Minyak hati ikan jenis halibut

Minyak hati ikan cod

Hati lembu jantan

Margarin

Mentega

Keju ceader

Telur

Iakn jenis haering

Susu

900.000

18.000

16.500

900

825

350

140

45

30

Data Departemen Kesehatan menunjukkan, 5 juta anak balita mengalami gizi kurang, 8,1 juta anak balita menderita anemia gizi, dan 10 juta anak balita mengalami kurang vitamin A subklinis

2.3.6 Defisiensi thiamine ( vitamin B1)

Vitamin ini adalah zat berupa kristal, tersusun dari unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen dan belerang, mudah larut dalam air dan sedikit melarut dalam alkohol. Vitamin ini selain disebut theamin, lazim pula disebut aneurin atau anti beri-beri.

Penyakit beri-beri yang disebabkan kekurangan theamin ditandai dengan :

    1. kurangnya sesuatu yang dapat dirasakan atau gatal pada ibu jari kaki serta telapak kaki.

    2. lutut terasa seakan-akan kaku dan refleknya tidak ada, nyeri, kejang, sulit berjalan yang dapat menimbulkan kelumpuhan kaki dengan atrofi otot kaki.

    3. sebagai tingkat lanjutannya berbagai urat saraf mengalami gangguan, termasuk gangguan pada fungsi jantung.

    4. pada beri-beri basah ditandai oleh udema yang khusus pada kaki, sedang pada beri-beri kering dijumpai atrofi otot yang umum.

Vitamin B1 atau theamin sangat diperlukan tubuh, tersedianya dalam tubuh karena diserap usus dari makanan, selanjutnya diangkut bersama darah kejaringa-jaringan tubuh. Theamin ditemukan sebagai cadangan dalam jumlah terbatas didalam hati, buah, pinggang, jantung, otot dan otak, sebagai cadangan diperlukan untuk sekedar dapat memelihara fungsi alat-alat tubuh tadi dalam waktu yang singkat. Sel jaringan mewujudkan/menjadikan tersedianya zat yang mengandung thiamin, zat mana demikian membantu dalam pembakaran karborhidrat dan diangkat didalam darah oleh sel darah putih yang mempunyai inti dengan thiamin yang bebas dalam plasma. Koenzim tersebut berfungsi memungkinkan karboksilase memisahkan karbnioksida dari asam piruvat, sedangkan sisanya selanjutnya dirombak menjadi karbondioksida dan air.

Fungsi thiamin ( B1) adalah :

1. metabolsime karbohidrat

2. mempergaruhi keseimbangan air didalam tubuh

3. mempergaruhi penyerapan zat lemak dalam usus

Sumber vitamin B1 ( theamin ) adalah hati, ginjal, jantung, otak, susu, kuning telur, kuliut ari padi dan gandum, wortel dan ragi.

Dalam hal menentukan besarnya kebutuhan thiamin ini, bagi anak yang sedang meningkatkan pertumbuhanya dapat agak mudah menentukannya dibandingkan dengan orang dewasa :

  1. bagi anak-anak yang sedang meningkatkan pertumbuhanya memerlukan thiamin perkilogram berat badanya, dan umunnya relatif lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa.

  2. bagi orang dewasa penentuan kebutuhanya memang agak sulit karena harus dipertimbangkan dengan besar tubuhnya, kegiatan, kebiasa makan dan perbedaan pemanfaatan dan kemanfaatan dalam tubuhnya.

  3. bagi ibu yang sedang hamil atau menyusui sudah tentu akan memerlukan thiamin lebih banyak daripada biasanya.

Tabel. Kandungan Tiamin pada beberapa makanan .

Bahan makanan

Mg tiamin per 100 g

“Flake” jagung

kapri

Roti tawar asal tepung gandum pecah kulit

Roti tawar

Kentang

Daging kambing

Daging sapi

Susu

1,8

0,32

0,26

0,18

0,11

0,09

0,05

0,04

2.3.7 Defisiasi Vitamin B2 ( Riboflavin )

Riboflavin mempunyai sifat larut dalam air dan tahan panas didalam larutan netral atau asam, akan tetapi kalau dipanaskan dalam larutan basa ataupun kalau kena sinar matahari maka vitamin tersebut akan rusak. Pada putih telur kadungan riboflavin ternyata lebih banyak dari kandungan thiaminya. Mikro organisme—-bakteri—-dalam usus pada umunya sangat menunjang pembentukan riboflavin.

Fungsi riboflavin yaitu :

a. berguna untuk pemindahan rangsangan sinar ke syaraf mata.

b. berperan dalam berbagai enzim dalam proses oksidasi dalam sel-sel, dalam proses oksidasi jaringan ( teruama di bagian luar dari tubuh, seperti : kulit, mata dan syaraf perifer ).

Kekurangan vitamin B2( riboflavin ) yaitu :

1. pengelihatan menjuadi kabur—-katarak dan keratitis pada mata—, hampir semacam buta senja.

2. keilosis—-radang atau luka pada bagian sudut bibir, hidung

3. gangguan pada proses pertumbuhan, pada pencernaan dan urat syaraf.

4. berat badan menurun sedangkan aktivitasnya menjadi berkurang.

Riboflavin dalam bentuk yang diperdangankan merupakan kristal, berwarna kuning orage, mudah larut dalam suasana basa, tidak stabil terhadap pemanasan, larut dalam pH riboflavin tidak stabil terhadap sinar tampak dan sinar iltraviolet.

Kebutuhan normal orang dewasa akan vitamin B2 yaitu 1.6 mg perhari, namun kebutuhan tersebutsecara berlebihan tepatnya tergantung pada umur, berat badan, konsumsi energi dan protein, kebutuhan vutamin ini bagi anak-anak, wanita hamil dan menyusui tentunya lebih tinggi daripada biasanya.

Tabel .kandungan Riboflavin pada beberapa makanan

Bahan makanan

Mg riboflavin per 100gram

Khamir bir yang dikeringkan

Hati

Ginjal

Jantung

Keju

Telur

Daging sapi

Susu

Kubis

Kentang

Roti tawar

3,68

3,10

2,10

1,60

0,50

0,47

0,20

0,19

0,05

0,04

0,03

2.3.8 Defisiensi vitamin B3

Vitamin B3 atau dikenali juga dengan nama Niacin diperlukan oleh badan kita untuk peredaran darah dan kulit yang sihat. Niacin adalah penting dalam menghasilkan tenaga daripada gula darah (blood sugar) dan dalam pembuatan lemak. Ia membantu dalam fungsi sistem saraf ; dalam metabolisma karbohidrat, lemak dan protin dan dalam pengeluaran asid hidroklorik untuk sistem penghadaman.  Ia juga terlibat dalam pengeluaran cecair hempedu dan perut yang normal dan sitesis hormon seks. Niacin merendahkan paras kolestrol dan membaiki peredaran darah. Ia membantu dalam penyakit mental seperti schizophrenia  dan ia juga sebagai menambah ingatan.

Sumber :

Niacin dan niacinamide didapati daripada hati lembu, ragi yang ditapai, kobis bunga, lobak merah, keju, tepung jagung, buah kurma,  telur, fish, susu, kacang tanah, ubi kentang,  tomato, gandum, dan hasil gandum.

Kekurangan :

1. Keletihan, lemah badan

2. Pellegra,sejenis penyakit dengan gejala bengkak; kulit merekah atau pecah; bengkak mulut dan lidah; cirit; gangguan mental; pening; lemah badan; sakit kepala; lemah otot; rendah gula dalam darah

Tabel. kandungan asam nikotianat dari beberapa makanan.

Bahan makanan

Mg asam nikotianat ekivalen per 100 g

Khamir bir yang dikeringkan

Kacang garing

Hati

Daging sapi

Keju cieader

Roti tawar asam tepung gandum pecah kulit

Telur

Kapri

Roti tawar

Kentang

Susu

Bir

62,9

21,3

17,9

7,2

6,2

5,6

4,9

3,7

3,4

3,0

1,7

0,9

0,6

2.3.9 Defisiensi Vitamin B 12

Vitamin B 12 ­berfungsi dalam stimulus pada jaringan. Sianokobalamin dapat dikatakan demikian mendasari pembentukan bentukan vitamin B12.hasil penelitian menyatakan bahwa sianokobalamin mengandung suatu kelompok sianida dan terikat pada kobalat pusat B12 berbentuk kristal berwarna merah tua.dapat larut dalam air dan alkohol,stabil dalam bentuk larutan.

Vitamin B12 sumbernya yaitu hati,fungsinya dalam tubuh yaiu

  • Sebagai koenzim yang pentig dalam metabolisme asam amino

  • Berperan dalam pembentukan eritrosit

  • Diperkirakan berperan dalam sintesis asm nukleat

  • Berperan pula dalam pembentukan darah merah

Makan vitamin dan zat gizi lain ada aturan bakunya. Tidak boleh kurang, juga jangan berlebihan. Kalau ini dilanggar, apalagi sampai berlangsung lama, dapat mengganggu kesehatan. Kekurangan vitamin B12, misalnya, mengganggu pertumbuhan pada anak dan sistem saraf sehingga muncul gejala kebodohan, gampang marah, atau tersinggung.

Ada sejumlah faktor penyebab defisiensi vitamin B12. Misalnya karena asupan vitamin lewat makanan kurang. Jumlah yang ditelan sedikit, atau kurang memenuhi standar yang ditetapkan. Ini bisa terjadi pada mereka yang “alergi” makanan hewani, yang notabene merupakan sumber kobalamin (nama lain vitamin B12).

Pola makan vegetarian (hanya makan dari sumber nabati) juga dapat menjadi faktor penyebab kekurangan vitamin ini. Sebab, vitamin B12 ditemukan dalam produk hewan, dan jarang terdapat pada makanan nabati, kecuali kalau bahan itu berasal dari rumput laut atau yang terkontaminasi oleh feses. Beberapa rumput laut mengandung kobalamin kecuali spirulina karena hampir seluruh vitamin B12 pada spirulina merupakan analog.

Banyak sekali fungsi kobalamin dalam tubuh. Vitamin ini dikenal sebagai penjaga nafsu makan dan mencegah terjadinya anemia (kurang darah) dengan membentuk sel darah merah. Karena peranannya dalam pembentukan sel, defisiensi kobalamin bisa mengganggu pembentukan sel darah merah, sehingga menimbulkan berkurangnya jumlah sel darah merah. Akibatnya, terjadi anemia. Gejalanya meliputi kelelahan, kehilangan nafsu makan, diare, dan murung.

Defisiensi berat B12 potensial menyebabkan bentuk anemia fatal yang disebut Pernicious anemia. Soalnya, vitamin B12 bisa disimpan dalam tubuh (hati dan ginjal), dan hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, timbulnya gejala defisiensi berat itu perlu waktu lima tahun atau lebih. Ketika gejalanya muncul ke permukaan, biasanya pada usia pertengahan, defisiensi itu lebih karena penyakit pencernaan atau gangguan penyerapan daripada karena menu yang miskin B12, kecuali bagi yang vegetarian berat.

Vitamin B12 juga merupakan koenzim penting yang dibutuhkan untuk sintesa DNA yang mengontrol pembentukan sel-sel baru. Pun B12 vital dalam mencegah kerusakan sistem saraf dengan membantu pembentukan mielin pada urat saraf.

Karena berperan dalam melindungi fungsi saraf, defisiensi kobalamin bisa menimbulkan pembentukan sel saraf terganggu, dan mengakibatkan kerusakan sistem saraf. Gejalanya, kehilangan daya ingat dan orientasi, gampang bingung, delusi (berkhayal), kelelahan, kehilangan keseimbangan, refleks menurun, mati rasa, geli di tangan dan kaki, serta pendengaran terganggu.

Kekurangan vitamin ini juga sering ditandai dengan timbulnya gejala kebodohan karena sistem saraf terganggu, dan demielinasi (kerusakan asam lemak mielin pada akson saraf) yang menyebar dan progresif. Pengaruh defisiensi B12 pada anak adalah terganggunya pertumbuhan. Suatu penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang vegetarian mengalami gangguan pertumbuhan (kerdil) karena asupan B12 tidak memadai. Selain meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara normal, vitamin B12 juga memelihara kesuburan.

Di samping mengganggu pertumbuhan dan sistem saraf, kekurangan vitamin B12 juga menjadikan mereka gampang marah dan tersinggung. Sementara itu penyebab kerusakan sistem saraf kemungkinan karena defisiensi gugus metil lantaran tidak mampu mensintesis metionin (salah satu asam amino) dan S-adenosil metionin.

2.3.10 Difesiensi Vitamin C

Bahan bahan makanan yang mengandung vitamin C adalah hati,ginjal,sayur sayuran dan buah buahan segar terutama jeruk yang dapat mengandung zat zat sitrin dan rutrin(zat zat ini yang membantu dalam menghentikan pendarahan.

Vitamin C pemula isolasinya dilakukan oleh seorang pakar yang bernama SZENT GYORGY(1912)dari jeruk kol,dan adrenal korteks,yang pada waktu itu dinamakanya sebagaia asam heksuronika sehubungan dengan molekulnya 6 atom karbon serta bersifat mereduksi.vitamin C ini jelasnya merupakan derivat heksoso cocok digolongkan sebagai suatu karbohidrat,dalam bentuk klristal berwarna putih,demikian larut dalam alkohol,stabil dalam keadaan kering tetapi mudah teroksidasi dalam keadaan larutan basa.

Vitamin C mudah rusak oleh panas sehingga sayuran dimasak akan berkurang kadar vitamin C nya:

  • Sebagai aktivator macam macam fermen perombak protein dan lemak

  • Penting bagi dehidrasi dan oksidasi dalam sel

  • Mempengarui kerja anak ginjal

  • Penting dalam prmbentukan trobsit

Dalam keadaan tubuh dalam waktu mengalami kekurangan vitamin C dapat menimbulkan:

  • Kerusakan sel sel endotel

  • Pembuluh kapiler kurang permeabel dan mengakibatkan timbulnya pendarahan dalam sum sum tulang serta kerusakan tulang

  • Gejala awal ditandai dengan pendarahan pada gus, dibawah kulit ‘karies gigi dan mudah menderita sakit gigi disebut skrobutum.

2.3.11 Defisensi Vitamin D

Senyawa kolkalsiferol berwarna putih, berbentuk kristal yang larut dalam minyak dan olemak tetapi tidak larut dalam air.

Ada dua bentuk vitamin D yang amt berbeda :

  1. kolkalsiferol ( vitamin D 3) adalah bentuk alami dari vitamin ini dalam makanan. Vitamin D 3 dapat terbentuk dibawah kulit oleh pengaruh sinar matahari ( radiasi ultra violet ).

  2. ergokalsiferol ( vitamin D 2 ) adalah bentuk sintetik dari vitamin ini mempunyai aktivitas yanf sama dengan vit alami. Vitamin D2 dihasilakan dengan irradiasi ultra violet dari ergosterol, suatunsenyawa yang dapat di ekstraksi khamir. Bentuk inilah yang ditambah dalam berbagai komoditi seperti margarin dan makanan bayi.

Sumber :

  1. makanan, minyak hati ikan, ikan yang berminyak, telur, mentega, hati dan keju.

  2. sinar matahari

  3. vitamin D terbentuk dalam kulit yang terkena sinar matahari.

Fungsi

Vitamin D diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang dan gigi. Vitamin D dibutuhkan untuk absobsi kalsium dari usus dan unytuk pengambilan kalsium dan fosfor oleh tulang dan gigi.

Kekurangan vitamin D

1. Menyebabkan penyakit rakhitis ( tulang panjang akan membengkok pada bagian yang menderita beban tubuh, lututgemetar dan kaki pengkar ).

2. Menyebabkan gangguan absobsi kalsium dan pelunakan tulang.

3. Gigi keluart terhambat

4. Panggul menjadi kecil dan sempit

Penyebab penyakit rakhitis adalah susunan makanan yang murah, yamg terutama terdiri dari segi makanan sereal tanpa vit D dan kuramganya sinar matahari didaerah kota yang penuh asap.

Kelebihan vitamin D

Pengedapan kalsium pada jaringan lunak dalam tubuh

Keracunan

Pengambilan secara berlebihan boleh menyebabkan seseorang itu mengalami pengumpulan kalsium pada organ tubuh, tulang rapuh dan kerosakan pada sistem renal dan kardiovaskular.

2.3.12 Defisiensi vitamin E

Vitamin E adalah aktioksidan alam. Dalam minyak nabativitaminE membantu pengurangan ketengikan dengan mencengahan oksidasi terhadap asam lemak tidak jenuh. Vitamin E juga berperan melindungi asam askorbat terhadap oksidasi dalam sayuran dan buah-buahan.Vitamin E mempergaruhi kesuburan manusia.

Sumber vitamin E

a. Gandum

b. Minyak nabati

c. Telur dan susu

Vitamin E banyak terdapat pada beberapa makanan , Minyak jagung atau biji kapas, mentega, beras perang, minyak kacang soya, minyak sayuran lain seperti minyak kacang dan sebagainya. Mengandungi antioksidan. Membantu membina sel darah merah, otot-otot dan tisu tubuh. Menyimpan asid berlemak. Antioksidan juga boleh mengurangkan risiko sesetengah kanser.

Kekurangan vitamin ini jarang berlaku tetapi membabitkan kelahiran tidak cukup bulan, bayi tidak cukup berat atau kanak-kanak yang sistem tubuhnya tidak menyerap bahan berlemak dengan sempurna. Juga menyebabkan kecacatan sistem saraf.

Fungsi vitamin E yaitu :

  1. mencegah keguguran atau pendarahan pada ibu hamil

  2. diperlukan pada saat sel sedang membelah.

2.3.13 Difesiensi vitamin K

Vitamin K terdapat dalam sayuran hijau dan berbagai pangan lain. Vitamin K adalah ensensial untuk pembekuaan darah yang biasa.

Kekurangan vitamin K

Jarang terjadi, karena vitamin K ini terdapat dalam susunan makanan yang normal dan disentesis oleh bakteri yang ada diusus,masalah pembekuan darah yang tidak normal atau pendarahan.

Viamin K dibentuk dalam usus tebal ( kolon ) dengan bantuan bakteri Escherica coli, viamin ini hanya dapat diserap apabila bersama-sama empedu.

Fungsi vitamin K yaitu :

pembentukan prototrombin, jelasnya penting dalam proseskoagulasi ( pengumpalan ) darah. Peranan empedu dalam penyerapan usus adalah sangat menentukan, dalam hal ini apabila sekresi empedu terganggu maka penyerapan vitaminK ternyata akan terganggu pula. Pda seseorang menderita penyakit kuning atau penyakit saluran empedu, kekurangan vitamin K akan mengalami cukup besar, sungguhpun tersedianya vitamin ini dalam makanan cukup banyak, sehingga penderita ini mengalami kesulitan dalam pembekuan/pengumpalan darahnya pada bagian yang terluka. Kadar protombin yang rendah dalam tubuh sebagai akibat kurangnya vitamin K yang diserapm oleh tubuh kadang-kadang pada ibu yang melahirkan atau pada bayi terjadi pendarahan yang cukup hebat.

2.3.14 Defisensi Calsium

Kalsium banyak terdapat dalam susu, telur dan sayuran, Kalsium Susu, dadih, keju, sardin, brokoli dan daun lobak putih. Membantu membina tulang dan gigi yang kuat. Mengingkatkan fungsi otot dan saraf. Membantu darah membeku. Menggiatkan enzim-enzim yang diperlukan tubuh untuk menukarkan makanan kepada tenaga.

Kekurangan kalsium adalah

Penyakit rachitis dan penghambat pada pertumbuhan Kekurangan phosphorus edan vitamin D, Mengalami sembelit, karang, ginjal, pengumpulan kalsium pada tisu-tisu badan. Menghalang penyerapan zat besi dan mineral-mineral lain.

Sumber yaitu :

Dada ayam, susu, kekacang, kuning telur dan keju. Ia bergantung dengan kalsium dalam pembinaan tulang dan gigi yang sihat. Diperlukan untuk metabolisme, kimia tubuh, fungsi saraf dan otot. Kekurangan:

Walaupun jarang berlaku, ia dapat menyebabkan seseorang itu mengalami lemah-lemah tubuh, sakit tulang dan kurang selera makan.

Fungsi kalsium :

1. pembentukan tulang dan gigi

2. pada proses fisiologik dan biokimiawi didalam tubuh ( pada pembekuan darah, eksitabilitas syaraf otot, kerekatan seluler, transmisi impul-impul syaraf, memelihara dan dan meningkatkan fungsi membran sel, mengaktifkan reaksi enzim dan pengeluaran hormon).

2.3.15 Defisensi Besi

Fungsi yaitu :

Zat besi atau iron adalah nutrien penting untuk badan manusia. Seorang lelaki dewasa yang sihat mempunyai 40 hingga 50 mg iron per kilogram berat badan manakala bagi wanita dewasa mempunyai 35 hingga  50 mgs per kilogram berat badan.

Iron memainkan peranan penting dalam pengangkutan oksigen daripda paru-paru ke tisu. Iron bergabung dengan oksigen di dalam paru-paru dan melepaskan oksigen dalam tisu-tisu yang memerlukan. Iron digunakan dalam pembuatan haemoglobin.

Iron juga berperanan penting dalam fungsi normal imuniti. Kekurangan iron telah menunjukkan badan kita mudah mendapat jangkitan.

Sumber yaitu :

Sumber terbaik zat besi berasaska makanan ialah hati, tiram, kerang, buah pinggang, daging tanpa lemak, ayam/itik dan ikan. Kacang dan sayur yang dikeringkan adalah sumber iron yang baik daripada tumbuhan.

Kekurangan yaitu :

  • Keletihan, lemah badan
  • Berdebar, sakit dada
  • Sukar bernafas
  • anemia

2.3.16 Penyakit-penyakit keracunan makanan

Keracunan makanan ialah penyakit yang terjadi setelah memakan makanan yang tercemar dengan kuman atau bahan kimia. Terdapat banyak kesalahan makan atau keracunan makanan yang terjadi dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

  • Keracunan HCN (asam Biru), disebabkan oleh asam biru (HCN). Misalnya pada singkong yang mengandung suatu glukosarida oleh pengaruh enzim akan menghasilkan HCN. Gejala keracunan singkong ialah mual dan muntah, sesak nafas dan koma.

  • Aflatoxin, merupakan racun yang dihasilkan oleh jamur aspergillus falfus yang dapat mencemari kacang tanah.

  • Asam bongkrek, merupakan senyawa yang diproduksi oleh pseudomonas cocovenenans. terbentuknya toksin pada tempe bongkrek

Ada beberapa hal yang menyebabkan meningkatnya kasus keracunan pangan :

  1. Meningkatnya jumlah makanan yang dimakan diluar rumah ( dalam kantin, resteurant, dll ), jika makan yang dikelolah oleh pengusaha catering tercemar oleh bakteri penyebab kerancunan pangan, sejumlah besar orang akan dirancuni.

  2. Pengusaha catering sekarang menyiapakan lebih banyak variasi menu yang sering melakukan penyimpanan sajian dalam kondisi yang tetap hangat, sampai diperlukan.

  3. Meningkatnya jumlah penjualan ” take away meal “, makanan ini sering dipanaskan kembali dan mungkkin dipanasi lagi di rumah pelanggan.

  4. Intensifikasi pertanian mengakibatkan lebih banyak bahan pangan terkontaminasi oleh bakteri penyebab keracunan makanan.

Bakteri yang sering menyebabkan kerancunan makanan adalah :

    1. Oraganisme dari kelompok Salmonella

    2. Staphylococcus aureus

    3. Clostridium perfringens ( welchii )

    4. Bacillus cereus

    5. Vibrio parahaemolyticus

Terdapat tiga tipe utama keracunan makanan karena bakteri:

  1. Tipe infektif yang disebabkan karena memakan makanan yang mengandung sejumlah besar bakteri hidup. Stelah dimakan, bakteri tersebut menetap dalam saluran pencernaan dan jika mati, mereka melepaskan endotoksin ( misalnya kerasunan Salmonella ).

  2. Tipe keracunan yang disebabkan karena memakan makanan yang ensotoksin. Toksin tersebut dilepaskan kemakanan selama bakteri itu tumbuh dan memperbanyak diri dalam makanan. Bakteri sendirinya sendiri mungkin mati jika makanan tersebut dimakan ( keracunan Staphylococcus ).

  3. Tipe ini disebabkan oleh toksin, toksin ini tidak diproduksi didalam makanan, tetapi dilepaskan selama pertumbuhannya didalam sallurang pencernaan, setelah bakteri tersebut dimakan ( misalnya keracunan Clostridium perfringes)

Tanda-tanda Kerancunan Makanan :

- lemas dan muntah

- mulas dan sakit perut

- Diare

- kadangkala demam dan kesejukan

- Sesak napas

- Koma

Puncak utama ialah makan makanan yang :

  • Mengandungi toksin atau racun semulajadi seperti setengah jenis kulat, cendawan, ‘shellfish’ dan sebagainya.

  • Tercemar oleh kuman yang erbahaya

  • Tercemar oleh bahan- bahan kimia

  • Tercemar oleh lalat, habuk dan sebagainya

Cara-cara untuk mencegah keracunan makanan seperti:

  • Basuh tangan selepas ke tandas dan sebelum mengendali, menyedia dan menyentuh makanan.

  • Jangan ambil makanan dengan tangan. Gunakanlah penceduk, garpu, sudu atau penyepit yang bersih.

  • Gunakanlah alat- alat yang bersih untuk menyediakan makanan. Jangan gunakan alat- alat yang sama bagi makanan mentah dan yang dimasak.

  • Simpan atau tudung makanan supaya terlindung dari lalat, serangga.

  • Simpan semua bahan makanan yang mudah rosak seperti daging, ikan, ayam, sayur dan susu didalam peti sejuk sehingga diperlukan.

  • 2.4 Upaya Mengatasi Penyakit Gizi

Kegiatan upaya perbaikan gizi masyarakat sampai bulan Desember 2006, berdasarkan hasil pemantauan pertumbuhan balita melalui :

  • pengukuran baret badan menurut umur mencapai 84,8%  dari target 80%, dengan 76,0% Berat badan balita naik, 0,5 % BGM

  • Balita gizi buruk yang mendapat perawatan sebanyak 100%

  • cakupan MP-ASI pada BGM dari masyarakat miskin mencapai 100% dari 17 sasaran

  • cakupan ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe adalah 98,79 %

  • Pemberian vitamin A pada balita sebanyak100%.

  • Pemberiaan ASI Eklusif mencapai 10% sedang target 80%

  • Penggunaan garam beryodium dari target 85%  mencapai 89,75%.

Untuk diwilayah Puskesmas Banjarangkan II status gizi tahun 2006 adalah sebagai berikut :

Status gizi baik      :  94,98%

Status gizi lebih      :  0,11%

Status gizi kurang  : 4,69%

Status gizi buruk    : 0,22%

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

- Penyakit gizi yang salah dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok besar yaitu penyakit-penyakit bawaan, penyakit berdasarkan – ketidakseimbangan antara intake dan requirement dan zat-zat gizi dan penyakit- penyakit keracunan makanan.

- faktor-faktor yang menyebabkan adanya penyakit gizi salah diantaranya : pola makan yang salah, faktor ekonomi, faktor sosial, faktor pendidikan, faktor infeksi.

- berbagai jenis penyakit gizi salah dapat dikelompokkan menjadi : under nitrition (defisiensi kalori protein, busung lapar, defisiensi vitamin, defisiensi kalsium, besi, iodium), over nutrition (penyakit obesitas yang mrnyrbabkan hipertensi, DM, hiperkolesterol, dll) dan penyakit keracunan makanan (asam HCN dan asam Bongkrek dll)

- Berdasarkan SUSENAS (2002), 26% balita di Indonesia menderita gizi kurang dan 8% balita menderita gizi buruk (marasmus, kwashiorkor, marasmus-kuarsiorkor).

- upaya pemerintah dalam mengatasi penyakit gizi salah dilakukan dengan penyuluhan terhadap daerah yang diindikasikan adanya penyakit tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2008. WASPADAI ANAK-ANAK DARI KWASHIORKOR http://health.allrefer.com/health/kwashiorkor-info.htlm. diakses tanggal 22 april 2008.

Berg, alan. 1985. Peranan Gizi Dalam Pembangunan Nasional. CV. Rajawali. Jakarta.

Budianto, MAK. 2001. Dasar-dasar Ilmu Gizi. UMM Press. Malang.

DepKes R.I.1991. Informasi tentang Peranan Pembangunan Kesehatan dalam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia. Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Malnutrisi energi protein. Dalam : Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Edisi I. Jakarta : 2004 ; 217-222

Magdalena, Dr. 2005. Sedikitnya 95 Balita di Jabar Menderita Busung Lapar. Kompas. Bandung.

Yayan Akhyar Israr. 2008. Malnutrisi Energi Protein (MEP) – Kwashiorkor.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU. RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU PROVINSI RIAU.

02/03/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 947 pengikut lainnya.