BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

LINGKUNGAN DAN PROSES ADAPTASI PERTAHANAN MIKROORGANISME DALAM KEHIDUPAN

Abstrak

Semua makhluk hidup sangat bergantung pada lingkungan sekitar, demikian juga jasat renik. Makhluk-makhluk halus ini tidak dapat sepenuhnya menguasai faktor-faktor lingkungan, sehingga untuk hidupnya sangat bergantung kepada lingkungan sekitar. Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan mikroorganisme meliputi faktor-faktor abiotik (fisika dan kimia), dan faktor biotik. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan apa sajakah yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme terutama dalam hal fisik, kimia, dan biologi. Kesimpulan dari penulisan ini adalah faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme diantaranya adalah pengaruh temperatur, zat warna, dan parasitisme

Kata kunci: Lingkungan, Biotik, Abiotik

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Semua makhluk hidup sangat bergantung pada lingkungan sekitar, demikian juga jasat renik. Makhluk-makhluk halus ini tidak dapat sepenuhnya menguasai faktor-faktor lingkungan, sehingga untuk hidupnya sangat bergantung kepada lingkungan sekitar. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan diri dari faktor lingkungan adalah dengan cara menyesuaikan diri (adaptasi) kepada pengaruh faktor dari luar. Penyesuaian mikroorganisme terhadap faktor lingkungan dapat terjadi secara cepat dan ada yang bersifat sementara, tetapi ada juga perubahan itu bersifat permanen sehingga mempengaruhi bentuk morfologi serta sifat-sifat fisiologik secara turun menurun.

Kehidupan mikroba tidak hanya dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. Misalnya, bakteri termogenesis menimbulkan panas di dalam medium tempat tumbuhnya. Beberapa mikroba dapat pula mengubah pH dari medium tempat hidupnya, perubahan ini dinamakan perubahan secara kimia.

Aktivitas mikroba dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungannya. Perubahan lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi mikroba. Beberapa kelompok mikroba sangat resisten terhadap perubahan faktor lingkungan. Mikroba tersebut dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan kondisi baru tersebut. Faktor lingkungan meliputi faktor-faktor abiotik (fisika dan kimia), dan faktor biotik.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diambil rumusan masalah yaitu:

ü  Faktor-faktor fisik apa sajakah yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme ?

ü  Faktor-faktor kimia apa sajakah yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme ?

ü  Faktor-faktor biologi apa sajakah yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme ?

Tujuan Penulisan

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan apa sajakah yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme terutama dalam hal fisik, kimia, dan biologi.

Manfaat Penulisan

Penulisan ini memberikan beberapa manfaat. Aspek akademis memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat tentang faktor-faktor dan pengaruh lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. Aspek ekonomi, dengan mengetahui faktor-faktor dan pengaruh lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme, masyarakat atau juga pihak industri dapat mengembangbiakan mikroorganisme untuk dimanfaatkan dalam berbagai hal yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

PEMBAHASAN

1. Faktor-faktor Fisik

a.       Pengaruh temperatur

Temperatur  merupakan salah satu faktor yang penting di dalam kehidupan. Beberapa jenis mikroba dapat hidup di daerah temperatur yang luas sedang jenis lainnya pada daerah yang terbatas. Pada umumnya batas daerah tempetur bagi kehidupan mikroba terletak di antara 0oC dan 90oC, sehingga untuk masin -masing mikroba dikenal nilai temperatur minimum, optimum dan maksimum. Temperatur minimum suatu jenis mikroba ialah nilai paling rendah dimana kegiatan mikroba asih berlangsun. Temperatur optimum adalah nilai yang paling sesuai /baik untuk kehidupan mikroba. Temperatur maksimum adalah nilai tertinggi yang masih dapat digunakan untuk aktivitas mikroba tetapi pada tingkatan kegiatan fisiologi yang paling minimal.

Daya tahan mikroba terhadap temperatur tidak sama untuk tiap-tiap spesies. Ada spesies yng mati setelah mengalami pemanasan beberapa menit didalam medium pada temperature 60oC; sebaliknya bakteri yang membentuk spora seperti genus Bacillus dan genus Clostridium tetap hidup setelah dipanasi dengan uap 100oC atau lebih selama 30 menit. Oleh karena itu, proses sterilisasi untuk membunuh setiap spesies bakteri yakni dengan pemanasan selama 15-20 menit dengan tekanan 1 atm dan temperatur 121oC di dalam otoklaf.

Mengenai pH medium kenapa berpengaruh terhadap daya tahan mikroba terhadap pemanasan bahwa sedikit perubahan pH menuju asam atau basa sangat berpengaruh terhadap pemanasan. Sehubungan dengan hal ini, maka buah-buahan yang masam lebih mudah disterilkan dari pada sayur mayur atau daging.

Golongan bakteri yang dapat hidup pada batas-batas temperature yang sempit, misalnya Gonococcus yang hanya dapat hidup pada kisaran 30-40oC. golongan mikroba yang memiliki batas temperatur minimum dan maksimum tidak telalu besar, disebut stenotermik. Tetapi Escherichia coli tumbuh pada kisaran temperatur 8-46oC, sehingga beda (rentang) antara temperatur minimum besar, inilah yang disebut golongan euritermik. Bila mikroba dipiara dibawah temperatur minimum atau sedikit diatas temperatur maksimum tidak segera mati, melainkan dalam keadaan dormansi (tidur).

Berdasarkan daerah aktivitas temperatur, mikroba di bagi menjadi 3 golongan, yaitu:

a.       Mikroba psirkofilik (kryofilik) adalah golongan mikroba yang dapat tumbuh pada daerah temperatur antara 0 C sampai 30 C, dengan temperatur optimum 15 C. kebanyakan golongan ini tumbuh d tempat-tempat dingin, baik di daratan maupun di lauatan.

b.      Mikroba mesofilik adalah golongan mikroba yang mempunyai temperatur optimum pertumbuhan antara 25 C-37 C minimum 15 C dan maksimum di sekitar 55 C. umumnya  hidup di dalam alat pencernaan, kadang-kadang ada juga yang dapat hidup dengan baik pada temperatur 40 C atau lebih.

c.       Mikroba termofilik adalah golongan mikroba yang dapat tumbuh pada daerah temperature tinngi, optimum 55C-60 C, minmum 40 C, sedangkan maksimum 75 C. golongan ini terutama terdapat di dalam sumber-sumber air panas dan tempat-tempat lain yang bertemperatur lebih tinggi dari 55 C.

Grafik pertumbuhan mikroba pada berbagai kisaran suhu pertumbuhan

Temperatur tinggi melebihi temperatur maksimum akan menyebabkan denaturasi protein dan enzim. Hal ini akan menyebabkan terhentinya metabolisme. Dengan nilai temperatur yang melebihi maksimum, mikroba akan mengalami kematian. Titik kematian termal suatu jenis mikroba (Thermal Death Point) adalah nilai temperatur serendah-rendahnya yang dapat mematikan jenis mikroba yang berada dalam medium standar selama 10 menit dalam kondisi tertentu. Laju kematian termal (thermal Deat Rate) adalah kecepatan kematian mikroba akibat pemberian temperatur. Hal ini karena tidak semua spesies mati bersama-sama pada suatu temperatur  tertentu. Biasanya, spesies yang satu lebih tahan dari pada yang lain terhadap suatu pemanasan, oleh karena itu masing-masing spesies itu ada angka kematian pada suatu temperatur. Waktu kematian temal (Thermal Death Time) merupakan waktu yang diperlukan untuk membunuh suatu jenis mikroba pada suatu temperatur yang tetap.

Faktor-faktor yang mempengaruhi titik kematian termal antara lain ialah waktu, temperatur, kelembaban, bentuk dan jenis spora, umur mikrroba, pH dan komposisi medium. Contoh waktu kematian thermal (TDT/ thermal death time) untuk beberapa jenis bakteri adalah sebagai berikut :

Nama mikroba

Waktu

(menit)

Suhu (0C)

Escherichia coli

20-30

57

Staphylococcus aureus

19

60

Spora Bacilus subtilis

20-50

100

Spora Clostridium botulinum

100-330

100

b.      Kelembaban dan Pangaruh Kebasahan serta Kekeringan

Mikroba mempunyai nilai kelembaban optimum. Pada umumnya untuk pertumbuhan ragi dan bakteri diperlukan kelembaban yang tinggi di atas 85%, sedangkan untuk jamur di perlukan kelembaban yang rendah dibawah 80%. Banyak mikroba yang tahan hidup di dalam keadaan kering untuk waktu yang lama, seperti dalam bentuk spora, konidia, artospora, klamidospora dan kista.

Setiap mikroba memerlukan kandungan air bebas tertentu untuk hidupnya, biasanya diukur dengan parameter aw (water activity) atau kelembaban relatif. Mikroba umumnya dapat tumbuh pada aw 0,998-0,6. bakteri umumnya memerlukan aw 0,90- 0,999. Mikroba yang osmotoleran dapat hidup pada aw terendah (0,6) misalnya khamir Saccharomyces rouxii. Aspergillus glaucus dan jamur benang lain dapat tumbuh pada aw 0,8. Bakteri umumnya memerlukan aw atau kelembaban tinggi lebih dari 0,98, tetapi bakteri halofil hanya memerlukan aw 0,75. Mikroba yang tahan kekeringan adalah yang dapat membentuk spora, konidia atau dapat membentuk kista.  Tabel berikut ini memuat daftar aw yang diperlukan oleh beberapa jenis bakteri dan jamur :

Nilai aw

Bakteri

Jamur

1,00

Caulobacter

Spirillum

-

0,90

Lactobacilus

Bacillus

Fusarium

Mucor

0,85

Staphylococcus

Debaromyces

0,80

-

Penicillium

0,75

Halobacterium

Aspergillus

0,60

-

Xeromyces

Bakteri sebenarnya mahluk yang suka akan keadaan basah, bahkan dapat hidup di dalam air. Hanya di dalam air yang tertutup mereka tak dapat hidup subur; hal ini di sebabkan karena kurangnya udara bagi mereka. Tanah yang cukup basah baiklah bagi kehidupan bakteri. Banyak bakteri menemui ajalnya, jika kena udara kering. Meningococcus, yaitu bakteri yang menyebabkan meningitis, itu mati dalam waktu kurang daripada satu jam, jika digesekkan di atas kaca obyek. Sebaliknya,spora-spora bakteri dapat bertahan beberapa tahun dalam keadaan kering.

Pada proses pengeringan, air akan menguap dari protoplasma. Sehingga kegiatan metabolisme berhenti. Pengeringan dapat juga merusak protoplasma dan mematikan sel. Tetapi ada mikrobia yang dapat tahan dalam keadaan kering, misalnya mikrobia yang membentuk spora dan dalam bentuk kista. Adapun syarat-syarat yang menentukan matinya bakteri karena kekeringan itu ialah:

* Bakteri yang ada dalam medium susu, gula, daging kering dapat bertahan lebih lama daripada di dalam gesekan pada kaca obyek. Demikian pula efek kekeringan kurang terasa, apabila bakteri berada di dalam sputum ataupun di dalam agar-agar yang kering.

* Pengeringan di dalam terang itu pengaruhnya lebih buruk daripada pengeringan di dalam gelap.

* Pengeringan pada suhu tubuh (37°C) atau suhu kamar (+ 26 °C) lebih buruk daripada pengeringan pada suhu titik-beku.

* Pengeringan di dalam udara efeknya lebih buruk daripada pengeringan di dalam vakum ataupun di dalam tempat yang berisi nitrogen. Oksidasi agaknya merupakan faktor-maut.

c.       Pengaruh perubahan nilai osmotik

Tekanan osmose sebenarnya sangat erat hubungannya dengan kandungan air. Apabila mikroba diletakkan pada larutan hipertonis, maka selnya akan mengalami plasmolisis, yaitu terkelupasnya membran sitoplasma dari dinding sel akibat mengkerutnya sitoplasma. Apabila diletakkan pada larutan hipotonis, maka sel mikroba akan mengalami plasmoptisa, yaitu pecahnya sel karena cairan masuk ke dalam sel, sel membengkak dan akhirnya pecah.

Berdasarkan tekanan osmose yang diperlukan dapat dikelompokkan menjadi (1) mikroba osmofil, adalah mikroba yang dapat tumbuh pada kadar gula tinggi, (2) mikroba halofil, adalah mikroba yang dapat tumbuh pada kadar garam halogen yang tinggi, (3) mikroba halodurik, adalah kelompok mikroba yang dapat tahan (tidak mati) tetapi tidak dapat tumbuh pada kadar garam tinggi, kadar garamnya dapat mencapai 30 %.

Contoh mikroba osmofil adalah beberapa jenis khamir. Khamir osmofil mampu tumbuh pada larutan gula dengan konsentrasi lebih dari 65 % wt/wt (aw = 0,94). Contoh mikroba halofil adalah bakteri yang termasuk Archaebacterium, misalnya Halobacterium. Bakteri yang tahan pada kadar garam tinggi, umumnya mempunyai kandungan KCl yang tinggi dalam selnya. Selain itu bakteri ini memerlukan konsentrasi Kalium yang tinggi untuk stabilitas ribosomnya. Bakteri halofil ada yang mempunyai membran purple bilayer, dinding selnya terdiri dari murein, sehingga tahan terhadap ion Natrium.

d.      Kadar ion hidrogen (pH)

Mikroba umumnya menyukai pH netral (pH 7). Beberapa bakteri dapat hidup pada pH tinggi (medium alkalin). Contohnya adalah bakteri nitrat, rhizobia, actinomycetes, dan bakteri pengguna urea. Hanya beberapa bakteri yang bersifat toleran terhadap kemasaman, misalnya Lactobacilli, Acetobacter, dan Sarcina ventriculi. Bakteri yang bersifat asidofil misalnya Thiobacillus. Jamur umumnya dapat hidup pada kisaran pH rendah. Apabila mikroba ditanam pada media dengan pH 5 maka pertumbuhan didominasi oleh jamur, tetapi apabila pH media 8 maka pertumbuhan didominasi oleh bakteri. Berdasarkan pH-nya mikroba dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu (a) mikroba asidofil, adalah kelompok mikroba yang dapat hidup pada pH 2,0-5,0, (b) mikroba mesofil (neutrofil), adalah kelompok mikroba yang dapat hidup pada pH 5,5-8,0, dan (c) mikroba alkalifil, adalah kelompok mikroba yang dapat hidup pada pH 8,4-9,5. Contoh pH minimum, optimum, dan maksimum untuk beberapa jenis bakteri adalah sebagai berikut :

Nama mikroba

pH

minimum

optimum

maksimum

Escherichia coli

Proteus vulgaris

Enterobacter aerogenes

Pseudomonas aeruginosa

Clostridium sporogenes

Nitrosomonas spp

Nitrobacter spp

Thiobacillus Thiooxidans

Lactobacillus acidophilus

4,4

4,4

4,4

5,6

5,0-5,8

7,0-7,6

6,6

1,0

4,0-4,6

6,0-7,0

6,0-7,0

6,0-7,0

6,6-7,0

6,0-7,6

8,0-8,8

7,6-8,6

2,0-2,8

5,8-6,6

9,0

8,4

9,0

8,0

8,5-9,0

9,4

10,0

4,0-6,0

6,8

Untuk menumbuhkan mikroba pada media memerlukan pH yang konstan, terutama pada mikroba yang dapat menghasilkan asam. Misalnya Enterobacteriaceae dan beberapa Pseudomonadaceae. Oleh karenanya ke dalam medium diberi tambahan buffer untuk menjaga agar pH nya konstan. Buffer merupakan campuran garam mono dan dibasik, maupun senyawa-senyawa organik amfoter. Sebagai contoh adalah buffer fosfat anorganik dapat mempertahankan pH diatas 7,2. Cara kerja buffe adalah garam dibasik akan mengadsorbsi ion H+ dan garam monobasik akan bereaksi dengan ion OH-.

e.       Tegangan muka

Tegangan muka mempengaruhi cairan sehingga permukaan cairan tersebut menyerupai membran yang elastis. Seperti telah diketahui protoplasma mikroba terdapat di dalam sel yang dilindungi dinding sel, maka apabilaada perubahan tegangan muka dinding sel akan mempengaruhi pula permukaan protoplasma. Akibat selanjutnya dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba dan bentuk morfologinya. Zat-zat seperti sabun, deterjen, dan zat-zat pembasah (surfaktan) seperti Tween80 dan Triton A20 dapat mengurangi tegangan muka cairan/larutan. Umumnya mikroba cocok pada tegangan muka yang relatif tinggi.

f.       Tekanan hidrostatik

Tekanan hidrostatik mempengaruhi metabolisme dan pertumbuhan mikroba. Umumnya tekanan 1-400 atm tidak mempengaruhi atau hanya sedikit mempengaruhi metabolisme dan pertumbuhan mikroba. Tekanan hidrostatik yang lebih tinggi lagi dapat menghambat atau menghentikan pertumbuhan, oleh karena tekanan hidrostatik tinggi dapat menghambat sintesis RNA, DNA, dan protein, serta mengganggu fungsi transport membran sel maupun mengurangi aktivitas berbagai macam enzim. Tekanan diatas 100.000 pound/inchi2 menyebabkan denaturasi protein. Akan tetapi ada mikroba yang tahan hidup pada tekanan tinggi (mikroba barotoleran), dan ada mikroba yang tumbuh optimal pada tekanan tinggi sampai 16.000 pound/inchi2 (barofil). Mikroba yang hidup di laut dalam umumnya adalah barofilik atau barotoleran. Sebagai contoh adalah bakteri Spirillum.

g.      Pengaruh Sinar

Kebanyakan bakteri tidak dapat mengadakan fotosintesis, bahkan setiap radiasi dapat berbahaya bagi kehidupannya. Sinar yang nampak oleh mata kita, yaitu yang bergelombang antara 390 m μ sampai 760 m μ, tidak begitu berbahaya; yang berbahaya ialah sinar yang lebih pendek gelombangnya, yaitu yang bergelombang antara 240 m μ sampai 300 m μ. Lampu air rasa banyak memancarkan sinar bergelombang pendek ini. Lebih dekat, pengaruhnya lebih buruk. Dengan penyinaran pada jarak dekat sekali, bakteri bahkan dapat mati seketika, sedang pada jarak yang agak jauh mungkin sekali hanya pembiakannya sajalah yang terganggu. Spora-spora dan virus lebih dapat bertahan terhadap sinar ultra-ungu. Sinar ultra-ungu biasa dipakai untuk mensterilkan udara, air, plasma darah dan bermacam-macam bahan lainya. Suatu kesulitan ialah bahwa bakteri atau virus itu mudah sekali ketutupan benda-benda kecil, sehingga dapat terhindar dari pengaruh penyinaran. Alangkah baiknya, jika kertas-kertas pembungkus makanan, ruang-ruang penyimpan daging, ruang-ruang pertemuan, gedung-gedung bioskop dan sebagainya pada waktu-waktu tertentu dibersihkan dengan penyinaran ultra-ungu.

2. Faktor-faktor Kimia

a. Fenol Dan Senyawa-Senyawa Lain Yang Sejenis

Larutan fenol 2 sampai 4% berguna bagi desinfektan. Kresol atau kreolin lebih baik khasiatnya daripada fenol. Lisol ialah desinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol; lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan-desinfektan yang lain. Karbol ialah lain untuk fenol. Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap, sehingga desinfektan menjadi menarik.

b. Formaldehida (CH2O)

Suatu larutan formaldehida 40% biasa disebut formalin. Desinfektan ini banyak sekali digunakan untuk membunuh bakteri, virus, dan jamur. Formalin tidak biasa digunakan untuk jaringan tubuh manusia, akan tetapi banyak digunakan untuk merendam bahanbahan laboratorium, alat-alat seperti gunting, sisir dan lain-lainnya pada ahli kecantikan.

c. Alkohol

Etanol murni itu kurang daya bunuhnya terhadap bakteri. Jika dicampur dengan air murni, efeknya lebih baik. Alcohol 50 sampai 70% banyak digunakan sebagai desinfektan.

d. Yodium

Yodium-tinktur, yaitu yodium yang dilarutkan dalam alcohol, banyak digunakan orang untuk mendesinfeksikan luka-luka kecil. Larutan 2 sampai 5% biasa dipakai. Kulit dapat terbakar karenanya , oleh sebab itu untuk luka-luka yang agak lebar tidak digunakan yodium-tinktur.

e. Klor Dan Senyawa Klor

Klor banyak digunakan untuk sterilisasi air minum. Persenyawaan klor dengan kapur atau natrium merupakan desinfektan yang banyak dipakai untuk mencuci alat-alat makan dan minum.

f. Zat Warna

Beberapa macam zat warna dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Pada umumnya bakteri gram positif iktu lebih peka terhadap pengaruh zat warna daripada bakteri gram negative. Hijau berlian, hijau malakit, fuchsin basa, kristal ungu sering dicampurkan kepada medium untuk mencegah pertumbuhanbakteri gram positif. Kristal ungu juga dipakai untuk mendesinfeksikan luka-luka pada kulit. Dalam penggunaan zat warna perlu diperhatikan supaya warna itu tidak sampai kena pakaian.

g. Obat Pencuci (Detergen)

Sabun biasa itu tidak banyak khasiatnya sebagai obat pembunuh bakteri, tetapi kalau dicampur dengan heksaklorofen daya bunuhnya menjadi besar sekali. Sejak lama obat pencuci yang mengandung ion (detergen) banyak digunakan sebagai pengganti sabun. Detergen bukan saja merupakan bakteriostatik, melainkan juga merupakan bakterisida. Terutama bakteri yang gram positif itu peka sekali terhadapnya. Sejak 1935 banyak dipakai garam amonium yang mengandung empat bagian. Persenyawaan ini terdiri atas garam dari suatu basa yang kuat dengan komponen-komponen. Garam ini banyak sekali digunakan untuk sterilisasi alat-alat bedah, digunakan pula sebagai antiseptik dalam pembedahan dan persalinan, karena zat ini tidak merusak jaringan, lagipula tidak menyebabkan sakit. Sebagai larutan yang encer pun zat ini dapat membunuh bangsa jamur, dapat pula beberapa genus bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Agaknya alkil-dimentil bensil-amonium klorida makin lama makin banyak dipakai sebagai pencuci alat-alat makan minum di restoran-restoran. Zat ini pada konsentrasi yang biasa dipakai tidak berbau dan tidak berasa apa-apa.

h. Sulfonamida

Sejak 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan lagi pula tidak merusak jaringan manusia. Terutama bangsa kokus seperti Streptococcus yang menggangu tenggorokan, Pneumococcus, Gonococcus, dan Meningococcus sangat peka terhadap sulfonamida. Penggunaan obat-obat ini, jika tidak aturan akan menimbulkan gejalagejala alergi, lagi pula obat-obatan ini dapat menimbulkan golongan bakteri menjadi kebal terhadapnya. Khasiat sulfonamida itu terganggu oleh asam-p-aminobenzoat. Asam-p-aminobenzoat memegang peranan sebagai pembantu enzim-enzim pernapasan, dalam hal itu dapat terjadi persaingan antara sulfanilamide dan asam-paminobenzoat. Sering terjadi, bahwa bakteri yang diambil dari darah atau cairan tubuh orang yang habis diobati dengan sulfanilamide itu tidak dapat dipiara di dalam medium biasa. Baru setelah dibubuhkan sedikit asam-p-aminobenzoat ke dalam medium tersebut, bakteri dapat tumbuh biasa. Berikut ialah rumus bangun sulfonamide dan asam-p-aminobenzoat.

Rumus bangun sulfonamide dan asam-p-aminobenzoat

i. Antibiotik

Antibiotik yang pertama dikenal ialah pinisilin, yaitu suatu zat yang dihasilkan oleh jamur Pinicillium. Pinisilin di temukan oleh Fleming dalam tahun 1929, namun baru sejak 1943 antibiotik ini banyak digunakan sebagai pembunuh bakteri. Selama Perang Dunia Kedua dan sesudahnya bermacam-macam antibiotik diketemukan, dan pada dewasa ini jumlahnya ratusan. Genus Streptomyces menghasilkan streptomisin, aureomisin, kloromisetin, teramisin, eritromisin, magnamisin yang masing-masing mempunyai khasiat yang berlainan. Akhir-akhir ini orang telah dapat membuat kloromisetin secara sintetik, obat-obatan ini terkenal sebagai kloramfenikol. Diharapkan antibiotik-antibiotik yang lain pun dapat dibuat secara sintetik pula.

Ada yang kita kenal beberapa antibiotik yang dapat dihasilkan oleh golongan jamur, melainkan oleh golongan bakteri sendiri, misalnya tirotrisin dihasilkan oleh Bacillus brevis, basitrasin oleh Bacillus subtilis, polimiksin oleh Bacillus polymyxa.Antibiotik yang efektif bagi banyak spesies bakteri, baik kokus, basil, maupun spiril, dikatakan mempunyai spektrum luas. Sebaliknya, suatu antibiotik yang hanya efektif untuk spesies tertentu, disebut antibiotik yang spektrumnya sempit. Pinisilin hanya efektif untuk membrantas terutama jenis kokus, oleh karena itu pinisilin dikatakan mempunyai spektrum yang sempit. Tetrasiklin efektif bagi kokus, basil dan jenis spiril tertentu, oleh karena itu tetrasiklin dikatakan mempunyai spektrum luas. Sebelum suatu antibiotik digunakan untuk keperluan pengobatan, maka perlulah terlebih dahulu antibiotik itu diuji efeknya terhadap spesies bakteri tertentu.

j. Garam – Garam Logam

Garam dari beberapa logam berat seperti air raksa dan perak dalam jumlah yang kecil saja dapat menumbuhnkan bakteri, daya mana disebut oligodinamik. Hal ini mudah sekali dipertunjukkan dengan suatu eksperimen.

Sayang benar garam dari logam berat itu mudah merusak kulit, maka alat-alat yang terbuat dari logam, dan lagi pula mahal harganya. Meskipun demikian orang masih bisa menggunakan merkuroklorida (sublimat) sebagai desinfektan. Hanya untuk tubuh manusia lazimnya kita pakai merkurokrom, metafen atau mertiolat. ONa HgOH SHgCH2.CH3 CH3 NO3 COONa metafen mertiolat

Rumus bangun merkurokrom, metafen atau mertiolat

Persenyawaan air rasa yang organik dapat pula dipergunakan untuk membersihkan biji – bijian supaya terhindar dari gangguan bangsa jamur. Nitrat perak 1 sampai 2% banyak digunakan untuk menetesi selaput lendir, misalnya pada mata bayi yang baru lahir untuk mencegah gonorhoea. Banyak juga orang mempergunakan persenyawaan perak dengan protein. Garam tembaga jarang dipakai sebagai bakterisida, akan tetapi banyak digunakan untuk menyemprot tanaman dan untuk mematikan tumbuhan ganggang di kolam-kolam renang.

3. Faktor-faktor Biologi

a. Netralisme

Netralisme adalah hubungan antara dua populasi yang tidak saling mempengaruhi. Hal ini dapat terjadi pada kepadatan populasi yang sangat rendah atau secara fisik dipisahkan dalam mikrohabitat, serta populasi yang keluar dari habitat alamiahnya. Sebagai contoh interaksi antara mikroba allocthonous (nonindigenous) dengan mikroba autochthonous (indigenous), dan antar mikroba nonindigenous di atmosfer yang kepadatan populasinya sangat rendah. Netralisme juga terjadi pada keadaan mikroba tidak aktif, misal dalam keadaan kering beku, atau fase istirahat (spora, kista).

b. Komensalisme

Hubungan komensalisme antara dua populasi terjadi apabila satu populasi diuntungkan tetapi populasi lain tidak terpengaruh. Contohnya adalah:

- Bakteri Flavobacterium brevis dapat menghasilkan ekskresi sistein. Sistein dapat digunakan oleh Legionella pneumophila.

- Desulfovibrio mensuplai asetat dan H2 untuk respirasi anaerobic Methanobacterium.

c. Sinergisme

Suatu bentuk asosiasi yang menyebabkan terjadinya suatu kemampuan untuk dapat melakukan perubahan kimia tertentu di dalam substrat. Apabila asosiasi melibatkan 2 populasi atau lebih dalam keperluan nutrisi bersama, maka disebut sintropisme. Sintropisme sangat penting dalam peruraian bahan organik tanah, atau proses pembersihan air secara alami.

d. Mutualisme (Simbiosis)

Mutualisme adalah asosiasi antara dua populasi mikroba yang keduanya saling tergantung dan sama-sama mendapat keuntungan. Mutualisme sering disebut juga simbiosis. Simbiosis bersifat sangat spesifik (khusus) dan salah satu populasi anggota simbiosis tidak dapat digantikan tempatnya oleh spesies lain yang mirip. Contohnya adalah Bakteri Rhizobium sp. yang hidup pada bintil akar tanaman kacang-kacangan. Contoh lain adalah Lichenes (Lichens), yang merupakan simbiosis antara algae sianobakteria dengan fungi. Algae (phycobiont) sebagai produser yang dapat menggunakan energi cahaya untuk menghasilkan senyawa organik. Senyawa organik dapat digunakan oleh fungi (mycobiont), dan fungi memberikan bentuk perlindungan (selubung) dan transport nutrien / mineral serta membentuk faktor tumbuh untuk algae.

Lichenes

e. Kompetisi

Hubungan negatif antara 2 populasi mikroba yang keduanya mengalami kerugian. Peristiwa ini ditandai dengan menurunnya sel hidup dan pertumbuhannya. Kompetisi terjadi pada 2 populasi mikroba yang menggunakan nutrien / makanan yang sama, atau dalam keadaan nutrien terbatas. Contohnya adalah antara protozoa Paramaecium caudatum dengan Paramaecium aurelia.

f. Amensalisme (Antagonisme)

Satu bentuk asosiasi antar spesies mikroba yang menyebabkan salah satu pihak dirugikan, pihak lain diuntungkan atau tidak terpengaruh apapun. Umumnya merupakan cara untuk melindungi diri terhadap populasi mikroba lain. Misalnya dengan menghasilkan senyawa asam, toksin, atau antibiotika. Contohnya adalah bakteri Acetobacter yang mengubah etanol menjadi asam asetat. Thiobacillus thiooxidans menghasilkan asam sulfat. Asam-asam tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri lain. Bakteri amonifikasi menghasilkan ammonium yang dapat menghambat populasi Nitrobacter.

g. Parasitisme

Parasitisme terjadi antara dua populasi, populasi satu diuntungkan (parasit) dan populasi lain dirugikan (host / inang). Umumnya parasitisme terjadi karena keperluan nutrisi dan bersifat spesifik. Ukuran parasit biasanya lebih kecil dari inangnya. Terjadinya parasitisme memerlukan kontak secara fisik maupun metabolik serta waktu kontak yang relatif lama. Contohnya adalah bakteri Bdellovibrio yang memparasit bakteri E. coli. Jamur Trichoderma sp. memparasit jamur Agaricus sp.

h. Predasi

Hubungan predasi terjadi apabila satu organisme predator memangsa atau memakan dan mencerna organisme lain (prey). Umumnya predator berukuran lebih besar dibandingkan prey, dan peristiwanya berlangsung cepat. Contohnya adalah Protozoa (predator) dengan bakteri (prey). Protozoa Didinium nasutum (predator) dengan Paramaecium caudatum (prey), dapat dilihat di gambar sebagai berikut.

KAJIAN RELIGI

Di dalam Al-Quran secara tersirat Allah SWT telah menyiratkan akan pentingnya pengaruh lingkungan bagi kehidupan makhluk hidup yang ia ciptakan termasuk mikroorganisme yang juga merupakan salah satu contoh makhluk hidup ciptaan Allah SWT, hal ini tersirat dalam beberapa ayat di dalam Al-Quran diantaranya dalam :

Ø  Q.S AL BAQARAH 164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Ø  Q.S AL FURQAAN 61. Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.

Dari beberapa ayat diatas dapat kita ketahui bahwa Allah SWT mengisyaratkan bahwa faktor lingkungan sangat berperan dalam kehidupan mikroorganisme. Hal ini diisyaratkan oleh Al Quran dengan angin dan cahaya matahari yang merupakan salalh satu faktor lingkungan yang berperan dalam kehidupan mikroorganisme sangat mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penulisan “Lingkungan dan Proses Adaptasi Pertahanan Mikroorganisme Terhadap Kehidupan” dapat diambil kesimpulan bahwa:

a.       Faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme, yaitu pengaruh temperatur, kelembaban dan pengaruh kebasahan serta kekeringan, pengaruh perubahan nilai osmotic, kadar ion Hidrogen (pH), tegangan muka, tekanan,  hidrostatik, pengaruh sinar.

b.      Faktor lingkungan kimia yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme, yaitu Fenol Dan Senyawa-Senyawa Lain Yang Sejenis, Formaldehida (CH2O), alcohol, yodium, Klor Dan Senyawa Klor, zat warna, Obat Pencuci (Detergen), Sulfonamida, antibiotik, garam-garam logam.

c.       Faktor lingkungan biologi yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme, yaitu netralisme, komensalisme, sinergisme, mutualisme (simbiosis), kompetisi, Amensalisme (Antagonisme), parasitisme, predasi.

SARAN

Berdasarkan penulisan “Lingkungan dan Proses Adaptasi Pertahanan Mikroorganisme Terhadap Kehidupan” maka dapat disarankan bahwa masyarakat ataupun pihak industri yang ingin memanfaatkan jasa dari mikroorganisme harus selalu memperhatikan pengaruh lingkungan yang dibutuhkan mikroorganisme untuk proses kehidupannya. Hal ini sangat diperlukan agar masyarakat ataupun pihak industri dapat memanfaatkan semaksimal mungkin jasa dari mikroorganisme tersebut untuk meningkatkan pendapatan atau juga untuk kepentingan lainnya yang bermanfaat dalam kehidupannya, tanpa menganggu kehidupan dari mikroorganisme tersebut.

DARTAR PUSTAKA

Anonymous. 2006. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Mikroba. (Online). (http://rachdie.blogsome.com/2006/10/14/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba/) Diakses Tanggal 17 Desember 2008.

Dwijoseputro. 1995. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan

Jawetz. 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba Medika. Jakarta.

Schlegel, Hans. 1994. Mikrobiologi Umum Edisi Keenam. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Stanier Roger. Edward Alderberg dan John Ingraham. 1982. Dunia Mikroba 1. Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Suriawiria U. 1995. Pengantar Mikrobiologi Umum. Bandung: Angkasa.

Waluyo, Lud. 2005. Mikrobiologi Umum. Universitas Muhammadiyah Malang Prees. Malang.


02/08/2009 Posted by | MIKROBIOLOGI | 6 Komentar

Lebah dan pengusaha

Di antara makhluk paling memukau di alam ini adalah lebah madu, makhluk mungil yang menghidangkan kita sebuah minuman yang sempurna, yaitu madu yang dihasilkannya.

Lebih Hebat dari Ahli Matematika

Lebah madu hidup sebagai koloni dalam sarang yang mereka bangun dengan sangat teliti. Dalam tiap sarang terdapat ribuan kantung berbentuk heksagonal atau segi enam yang dibuat untuk menyimpan madu. Tapi, pernahkah kita berpikir, mengapa mereka membuat kantung-kantung dengan bentuk heksagonal?

Para ahli matematika mencari jawaban atas pertanyaan ini, dan setelah melakukan perhitungan yang panjang dihasilkanlah jawaban yang menarik! Cara terbaik membangun gudang simpanan dengan kapasitas terbesar dan menggunakan bahan bangunan sesedikit mungkin adalah dengan membuat dinding berbentuk heksagonal.

Mari kita bandingkan dengan bentuk-bentuk yang lain. Andaikan lebah membangun kantung-kantung penyimpan tersebut dalam bentuk tabung, atau seperti prisma segitiga, maka akan terbentuk celah kosong di antara kantung satu dan lainnya, dan lebih sedikit madu tersimpan di dalamnya. Kantung madu berbentuk segitiga atau persegi bisa saja dibuat tanpa meninggalkan celah kosong. Tapi di sini, ahli matematika menyadari satu hal terpenting. Dari semua bentuk geometris tersebut, yang memiliki keliling paling kecil adalah heksagonal. Karena alasan inilah, walaupun bentuk-bentuk tersebut menutupi luasan areal yang sama, material yang diperlukan untuk membangun bentuk heksagonal lebih sedikit dibandingkan dengan persegi atau segitiga. Singkatnya, suatu kantung heksagonal adalah bentuk terbaik untuk memperoleh kapasitas simpan terbesar, dengan bahan baku lilin dalam jumlah paling sedikit.

Hal lain yang mengagumkan tentang lebah madu ini adalah kerjasama di antara mereka dalam membangun kantung-kantung madu ini. Bila seseorang mengamati sarang lebah yang telah jadi, mungkin ia berpikir bahwa rumah tersebut terbangun sebagai blok tunggal. Padahal sebenarnya, lebah-lebah memulai membangun rumahnya dari titik yang berbeda-beda. Ratusan lebah menyusun rumahnya dari tiga atau empat titik awal yang berbeda. Mereka melanjutkan penyusunan bangunan tersebut sampai bertemu di tengah-tengah. Tidak ada kesalahan sedikitpun pada tempat di mana mereka bertemu.

Lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan lainnya pada saat membangun rumahnya. Suatu rongga dengan rongga di belakangnya selalu dibangun dengan kemiringan tiga belas derajat dari bidang datar. Dengan begitu, kedua sisi rongga berada pada posisi miring ke atas. Kemiringan ini mencegah madu agar tidak mengalir keluar dan tumpah.

Berkomunikasi dengan Menari

Untuk mengisi kantung-kantung ini dengan madu, lebah harus mengumpulkan nektar, yakni cairan manis pada bunga. Ini adalah tugas yang sangat berat. Penelitian ilmiah terkini mengungkapkan bahwa untuk memproduksi setengah kilogram madu, lebah harus mengunjungi sekitar empat juta kuntum bunga. Mendapatkan bunga-bunga ini pun adalah pekerjaan berat tersendiri. Oleh karenanya, koloni lebah memiliki sejumlah lebah pemandu dan lebah pencari makan.

Bagaimana lebah pencari makan menemukan bunga di wilayah yang begitu luas dibanding ukuran tubuh mereka?

Bagaimana mereka menemukan jalan kembali ke sarang tanpa tersesat? Bagaimana mereka memberitahu lebah-lebah lain tentang arah sumber bunga? Tatkala kita berusaha menjawab beragam pertanyaan ini, kita akan sampai pada kenyataan yang sungguh menakjubkan.

Ketika seekor lebah telah menemukan sumber bunga, maka tugas berikutnya dari lebah pemandu ini adalah untuk kembali ke sarang dan memberitahu lebah-lebah lain tentang lokasi di mana ia menemukan kumpulan bunga tersebut. Segera setelah lebah pemandu kembali ke sarangnya, ia mulai memberitahukan lokasi sumber bunga yang ia temukan kepada lebah-lebah lain. Pertama, ia membiarkan lebah-lebah lain mencicipi sedikit nektar yang ia kumpulkan dari bunga untuk memberitahu mereka tentang kualitas nektar tersebut. Lalu ia memulai tugas utamanya, yakni menjelaskan arah menuju sumber bunga. Ia melakukan ini dengan cara yang sangat unik, yaitu dengan tarian. Lebah pemandu mulai menari di tengah-tengah sarang dengan menggoyangkan badannya. Sulit dipercaya, tapi gerakan dalam tarian ini memberikan lebah-lebah lain informasi tentang lokasi sumber bunga. Misalnya, jika tarian berupa garis lurus ke arah bagian atas sarang, maka sumber makanan tepat mengarah ke arah matahari. Jika bunga berada pada arah sebaliknya, lebah akan membuat garis ke arah tersebut. Jika lebah menari ke arah kanan, maka ini menunjukkan bahwa sumber bunga berada tepat sembilan puluh derajat ke arah kanan.

Tetapi ada satu pertanyaan, lebah menjelaskan arah tersebut berdasarkan posisi matahari, padahal posisi matahari terus berubah. Setiap empat menit matahari bergeser satu derajat ke barat, faktor yang mungkin menurut anggapan orang diabaikan lebah dalam penentuan arah ini. Tapi, pengamatan menunjukkan bahwa lebah-lebah ini juga memperhitungkan pergerakan matahari. Ketika lebah pemandu memberitahu arah lokasi bunga, dalam setiap empat menit, sudut yang mereka beritahukan juga bertambah satu derajat ke barat. Berkat perhitungan yang luar biasa ini, para lebah tidak pernah tersesat.

Lebah pemandu tak hanya menunjukkan arah sumber bunga, tetapi juga jarak ke tempat tersebut. Lama waktu tarian dan jumlah getaran memberi petunjuk kepada lebah-lebah lain tentang jarak ini secara akurat. Mereka membawa perbekalan sari-sari makanan yang sekedar cukup untuk menempuh jarak ini, dan kemudian memulai perjalanan.

Perilaku mengagumkan dari para lebah ini telah diuji dalam sebuah penelitian di California. Dalam penelitian ini, tiga wadah berisi air gula diletakkan di tiga tempat yang berbeda. Sesaat kemudian, lebah-lebah pemandu menemukan sumber makanan tersebut. Lebah pemandu yang mendatangi wadah pertama diberi tanda titik; yang mendatangi wadah kedua ditandai dengan garis, dan yang mendatangi wadah ketiga diberi tanda silang. Beberapa menit kemudian, lebah-lebah dalam sarang tampak mengamati dengan cermat para lebah pemandu ini. Para ilmuwan lalu memberi tanda titik pada lebah-lebah yang mengamati lebah pemandu bertanda titik, dan demikian halnya, mereka juga memberi lebah-lebah lain tanda yang sama dengan yang ada pada lebah pemandu yang mereka amati. Beberapa menit kemudian, lebah-lebah bertanda titik mendatangi wadah pertama, yang bertanda garis tiba di wadah kedua dan yang bertanda silang di wadah ketiga. Jadi, terbukti bahwa lebah-lebah dalam sarang menemukan arah berdasarkan informasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh lebah-lebah pemandu.

Segala fakta ini hendaknya direnungkan dengan seksama. Dari mana lebah-lebah memperoleh kemampuan berorganisasi yang menakjubkan? Bagaimana seekor serangga mungil yang tak memiliki kecerdasan atau sarana berpikir mampu bertugas sebagai pencari makanan? Bagaimana ia dapat berpikir untuk mencari sumber makanan dan kemudian memberitahukannya kepada rekan-rekan sesarangnya? Bahkan jika ia dianggap mampu memikirkannya, bagaimana ia dapat menciptakan tarian untuk memberitahu yang lain tentang lokasi dan jarak sumber makanan? Bagaimana lebah-lebah dalam sarang mampu memahami arti gerakan dan getaran rumit dari lebah-lebah pemandu ?

Teori Evolusi Darwin yang mengklaim bahwa kehidupan di bumi terjadi secara kebetulan, tak mampu menjawab beragam pertanyaan ini. Segala keahlian khusus lebah ini menunjukkan bahwa Penciptanya telah memberikan semua sifat ini kepada mereka.

Allah menciptakan, dan mengilhami mereka untuk melakukan pekerjaan mereka. Fakta ini dinyatakan dalam Alquran: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan, bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl, 16: 68-69)

Dari berbagai macam keistimewaan lebah diatas dapat disamakan dengan cirri-ciri yang harus dimiliki oleh pengusaha diantaranya:

1.      Sabar

Sebagai seorang pengusaha kita harus mengikuti kesabaran yang dimiliki oleh lebah dimana mereka dengan sabar menyelesaikan sarang mereka hingga terbentuk sarang yang didalamnya terdapat madu yang merupakan hasil kerjasama dari lebah secara berkelompok begitu juga seorang pengusaha harus sabar dalam membangun usaha nya karena usaha tidak bisa dibangun dengan mudah dan cepat.

2.      Kerja keras

Lebah bekerja keras dalam membangun sarang yang dia miliki bagaimana lebah mennncarinya di bunga satu ke bunga yang lainnya hingga akhirnya terbentuk sarang. Begitu juga dengan pengusaha harus bekerja keras dalam membangun bisnisnya harus membangun dari yang terkecil dahulu dengan sabar kemudian akhirnya akan menjadi usaha yang besar seperti sarang dari lebah yang awalnya kecil lalu menjadi besar.

3.      Kerja sama

Lebah dalam membangun sarangnya selalu bekerja sama dengan lebah lainnya dalam satu koloni mereka mempunyai pembagian kerja yang jelas antara lebah yang bertugas mencari madu, melindungi sang ratu dll. Hal ini juga harus dimiliki oleh seorang pengusaha dimana dalam membangun bisnis nya harus bekerja sama dengan berbagai pihak dan ada pembagian yang jelas dalam membangun bisnisnya seperti: ada yang bertugas di bidang pemasaran, keuangan dll. Sehingga bisnis yang ia alami akan menjadi besar.

4.      Bermanfaat

Lebah mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia diantaranya, menghasilkan madu, propolis dll. Singkat kata lebah mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Sepert itulah seharusnya seorang pengusaha dia harus berguna bagi semua orang, berguna bagi lingkungan dll. Sehingga bisnis yang ia jalani akan tetap bertahan dan tidak mudah goyah.

02/08/2009 Posted by | KWD | 1 Komentar

BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) BUAH ALTERNATIF PENYEMBUH KANKER RAHIM

ABSTRAK

Pada 2007, penderita kanker rahim tertinggi kedua di Indonesia dan di dunia. Penyembuhan yang biasa dilakukan sering berefek negatif, diantaranya menyebabkan mual, muntah, leukopenia, stomatitis, dan lain-lain. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari buah merah sebagai bahan hayati lokal dalam mengobati penyakit kanker rahim. Melalui riset in vitro, 50 %  sel kanker rahim dapat dimatikan oleh buah merah. Kesimpulan penulisan ini adalah buah merah sangat berpotensi dalam mengobati penyakit kanker rahim, mekanisme kerja buah merah membunuh sel-sel kanker melalui senyawa tokoferol, alfatokoferol, dan betakarotin, buah merah dimanfaatkan melalui sarinya untuk pengobatan sel kanker rahim

Kata Kunci: Buah Merah, Obat Alternatif, Kanker Rahim

PENDAHULUAN

Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali dan akan terus membela diri, selanjutnya menyusup ke jaringan disekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta saraf tulang belakang (Mangan, 2005). Secara garis besar kanker dibagi menjadi 4 jenis, antaralain: Karsinoma, Sarkoma, Leukimia, dan Limfoma.

Kanker merupakan masalah besar di dunia. Setiap tahun dijumpai hampir 6 juta penderita baru yang diketahui mengidap kanker, dan lebih dari 4 juta diantaranya meninggal. Kematian akibat kanker mencakup 10% dari jumlah total kematian. Separuh dari mereka yang terserang kanker, dan dua pertiga dari mereka yang meninggal akibat kanker, berada di negara berkembang. (Kardinan, 2003: hal.12). Jumlah penderita kanker saat ini semakin meningkat, dan menempati urutan keenam sebagai penyebab kematian. Data Depkes menyebutkan, sekitar enam persen atau 13,2 juta jiwa penduduk Indonesia menderita penyakit kanker dan kanker merupakan penyebab kematian ke-5 di Indonesia, setelah jantung, stroke, saluran pernafasan dan diare.

Kanker Rahim (uterus) adalah kanker yang sering terjadi di endometrium, tempat dimana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia 60-70 tahun. Kanker rahim tergolong penyakit terbanyak diderita kaum perempuan. Penyakit tersebut bahkan sangat mematikan. Biasanya beragam jenis kanker, termasuk kanker rahim, muncul karena adanya pertumbuhan sel yang abnormal. Pertumbuhan sel tersebut muncul karena adanya mutasi gen. Ada berbagai faktor pemicu kanker, baik dari dalam tubuh sendiri maupun dari luar. Faktor luar pemicu kanker adalah lingkungan, zat karsinogenik, dan lain-lain.

Berdasarkan data 2001, penyakit kan­ker merupakan penyebab kematian keli­ma di Indonesia dan terus meningkat. Sedangkan berdasarkan data Globocan, Inter­na­tio­nal Agency for Research on Cancer (IARC) 2002, kanker rahim menempati urutan kedua dengan temuan kasus baru 9,7 persen dan jumlah kematian 9,3 persen dari seluruh kanker pada perempuan di dunia (Anoymous, 2007). Data dari instalasi Kanker Terpadu Tulip di RS Sardjito Yogyakarta menunjukkan dari tahun ke tahun terjadi kenaikan kasus kanker leher rahim (4,9%) dan usia penderita terbanyak 46-50 tahun. WHO mencatat setiap tahun, di dunia terdapat 490 ribu perempuan menderita kanker ini, dan 240 ribu di antaranya meninggal. Pada 2007, penderita kanker tertinggi kedua di Indonesia adalah kanker rahim. Meski belum diketahui pasti insiden kanker di Indonesia, namun berdasarkan data Globocan tersebut, pada 2002 didapatkan perkiraan  penderita kanker payudara sebesar 26 per 100.000 perempuan dan kanker leher rahim sebesar 16 persen per 100.000 perempuan (Anoymous, 2008).

Secara umum penyembuhan yang biasa dilakukan untuk penyakit kanker adalah sebagai berikut: pembedan (operasi), penyinaran (radioterapi), dan kemoterapi. Namun penyembuhan tersebut bisa berefek negatif, yakni memperburuk kondisi pasien diantaranya menyebabkan mual, muntah, leukopenia, stomatitis, dan lain-lain. Seperti yang disampaikan dr. Abidin Widjanarko, Sub bagian Hematologi-Onkologi Medik Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI dan RS Kanker Dharmais. Selain itu vaksin untuk mencegah kanker yang diproduksi oleh dua perusahaan obat berskala internasional, Merck dan GlaxoSmithKline, harga jualnya di Indonesia masih sangat mahal yaitu pertiga kali dosis suntikan sekitar Rp 3,5 juta.

Kenyataan tersebut menuntut perlunya cara alternatif yang aman untuk pengobatan kanker dengan menggunakan bahan hayati. Salah satu bahan hayati lokal yang berpotensi untuk pengobatan kanker adalah buah merah (Pandanus conoideus Lam.) Buah ini mengandung Tokoferol, Alfatokoferol, Betakaroten, Protein, Kalsium, Besi, Fosfor, Vitamin C, Asam Palmitoleat, Asam oleat, Asam linoleat, dan  Asam alfa linolenat( Anymous, 2005). Kandungan kimia terbesar dari buah merah adalah Tokoferol, alfatokoferol, dan betakaroten, yang mempunyai fungsi sebagai antioksidanyang mampu menangkal radikal bebas. Ketiga senyawa inilah yang membantu proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, dan HIV/AIDS. Senyawa antioksidan ini bekerja menekan dan membunuh sel-sel kanker yang berbahaya.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut: (1) apakah buah merah berpotensi sebagai obat penyakit kanker khususnya kanker rahim; (2) bagaimana mekanisme kerja buah merah dalam membunuh sel-sel kanker rahim; (3) bagaimana pemanfaatan buah merah sebagai obat dalam membunuh sel-sel kanker rahim? Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui potensi dari buah merah sebagai bahan hayati lokal dalam mengobati penyakit kanker rahim.

Penulisan ini memberikan beberapa manfaat. Aspek akademis memberikan informasi ilmiah pada masyarakat tentang manfaat buah merah sebagai obat untuk penyembuhan penyakit kanker terutama kanker rahim, yang berasal dari bahan hayati lokal Indonesia. Aspek ekonomi, pemanfaatan buah merah sebagai obat penyembuhan kanker rahim dapat menghemat biaya.

PEMBAHASAN

Potensi Buah Merah Sebagai Obat Kanker

Karakteristik Buah Merah

Buah merah (Pandanus conoideus Lam.) termasuk family Pandanaceae. Buah merah umumnya berbentuk panjang lonjong atau agak persegi. Panjang buah 30-120 cm. Diameter buah 10-25 cm. Buah ini umumnya berwarna merah, merah kecokelatan, dan ada pula yang berwarna kuning. Kulit buah bagian luar menyerupai buah nangka. Di Papua, beberapa daerah yang menjadi sentra buah merah adalah daerah-daerah yang berada di sepanjang lereng pegunungan Jayawijaya. Di antaranya Kelila, Bokondini, Karubaga, Kobakma, Kenyam, dan Pasema.

Di Papua terdapat lebih dari 30 jenis buah merah, tetapi ada 4 kultivar yang banyak dikembangkan yaitu :

1.      Kultivar merah panjang, memiliki buah berbentuk silindris, ujung tumpul, dan pangkal menjantung. Panjang buah mencapai 96-102 cm dengan diameter 15-20 cm. bobot buah mencapai 7-8 kg

2.      Kultivar merah pendek, memiliki buah berbentuk silindris, ujung me-lancip, dan pangkal menjantung. Panjang buah mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, bobot buah 2-3 kg.

3.      Kultivar merah coklat, memiliki buah berbentuk silindris, ujung tumpul, dan pangkal menjantung. Panjang buah 27-33 cm, diameter 6,9-12 cm, dan bobot buah 2-3 kg.

4.      Kultivar kuning, memiliki buah berbentuk silindris, ujung tumpul dengan pangkal menjantung. Panjang buah 35-42 cm, diameter 11-12 cm, dan bobot buah 2-3 kg.

Namun, yang banyak digunakan sebagai obat adalah buah merah panjang. Di daerah asal buah merah yaitu Papua, buah ini dikenal dengan nama sait, mongka memyeri, atau barkum. Saat ini buah merah masih termasuk endemik Papua. Buah merah banyak tumbuh di kawasan hutan sekunder dengan kondisi lembab (Mangan, 2005)

Kajian Kimia dan Farmakologis

Buah merah banyak mengandung bahan-bahan yang diperlukan dalam pengobatan penyakit. Sampel sari buah merah barugum yang berhasil diteliti oleh Fakultas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan kandungan senyawa kimia seperti yang tertera di Tabel berikut ini.

Tabel 1. Kandungan Senyawa Kimia Buah Merah

No Bahan Kimia Kandungan
1 Tokoferol 511 ppm
2 Alfatokoferol 351 ppm
3 Betakaroten 59,7 ppm
4 Protein 0,27 %
5 Kalsium 9,730 mg
6 Besi 17,885mg
7 Fosfor 0,774%
8 Vitamin C 0,088 ug/g
9 Asam Palmitoleat 1091 mg
10 Asam oleat 66057 mg
11 Asam linoleat 5532 mg
12 Asam alfa linolenat 589 mg

Sementara itu, penelitian I Made Budi terhadap buah merah yang dimuat di buku Buah Merah (Penebar Swadaya, 2004) menunjukkan basil seperti di 2 tabel berikut ini.

Tabel 2. Kandungan Senyawa Kimia Buah Merah

No Bahan Kimia Kandungan
1 Tokoferol 511 ppm
2 Alfatokoferol 351 ppm
3 Betakaroten 59,7 ppm
4 Protein 0,27 %
5 Kalsium 9,730 mg
6 Besi 17,885mg
7 Fosfor 0,774%
8 Vitamin C 0,088 ug/g
9 Asam Palmitoleat 1091 mg
10 Asam oleat 66057 mg
11 Asam linoleat 5532 mg
12 Asam alfa linolenat 589 mg

Tokoferol, alfatokoferol, dan betakaroten yang terkandung dalam buah merah dalam proses penyembuhan penyakit berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Ketiga senyawa ini membantu proses penyembuhan penyakit kanker. Senyawa antioksidan ini bekerja menekan dan membunuh sel-sel kanker yang berbahaya. Keberadaan ketiga senyawa ini membuat buah merah sangat berpotensi dalam mengobati penyakit kanker (Anoymous, 2007)

Peran buah merah dalam membantu penyembuhan kanker ini karena kandungan tokoferol dan betakarotennya yang relatif tinggi. Kedua senyawa kimia ini bekerja sama sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebagai antioksidan, kedua senyawa ini berperan mencegah dan menekan pembiakan sel-sel kanker. Omega 3 yang terkandung di dalam buah merah juga bisa berfungsi memperbaiki jaringan sel yang rusak, sehingga sangat disarankan bagi penderita kanker payudara.

Mekanisme Kerja Buah Merah Sebagai Obat Kanker Rahim

Tokoferol, alfatokoferol, dan betakaroten yang terkandung dalam buah merah dalam proses penyembuhan penyakit berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Ketiga senyawa inilah yang membantu proses penyembuhan penyakit kanker. Senyawa antioksidan ini bekerja menekan dan membunuh sel-sel kanker yang berbahaya. Omega 3 yang terkandung di dalam buah merah juga bisa berfungsi memperbaiki jaringan sel yang rusak (Anymous, 2008)

Menurut Made, semua bahan yang terkandung dalam buah merah merupa-kan senyawa-senyawa obat yang aktif. Misalnya, betakaroten dan tokoferol (vitamin E) dikenal sebagai senyawa antioksidan yang ampuh. Betakaroten ber-fungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada arteri. Jadi aliran darah ke jantung dan otak berlangsung tanpa sumbatan. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi. Betakaroten meningkatkan jumlah sel-sel pembunuh alami dan memperbanyak aktivitas sel-sel T helpers dan limposit. Ada studi yang membuktikan, bahwa konsumsi betakaroten 30-60 mg/hari selama 2 bulan membuat tubuh memiliki sel-sel pembunuh alami lebih banyak (Bagoes Illen, 2007)

Bertambahnya sel-sel pembunuh alami akan menekan kehadiran sel-sel kanker. Mereka ampuh menetralisir radikal bebas-senyawa karsinogen penyebab kanker. Jika antioksidan tersedia setiap saat dalam darah sel-sel tubuh terlindung dari kerusakan akibat radikal bebas. Berdasarkan penelitian Made, buah merah menghasilkan antioksidan yang bersifat antikanker dan tokoferol atau vitamin E.

Peran buah merah sebagai antikarsinogen makin lengkap dengan keha-diran tokoferol. Senyawa ini berperan dalam memperbaiki sistem kekebalan tu-buh. Tokoferol juga mengurangi morbiditas dan mortalitas (kematian) sel-sel ja-ringan, sehingga akan menangkal dan mematikan serbuan radikal bebas. Kolesterol dalam darah pun dapat dinetralisir oleh tookferol. Selain itu, buah merah mengandung omega-9 dan omega-3 dalam dosis tinggi. Sebagai asam lemak tak jenuh, ia gampang dicerna dan diserap sehingga memperlancar proses metabolisme. buah merah meluruhkan LDL (kolesterol yang mengakibatkan penumpukan flek di dalam pembuluh) dan meningkatkan kadar HDL (kolesterol yang memperlancar proses peredaran darah). Efeknya, terjadi keseimbangan kolesterol di dalam darah

Betakaroten dan Alfa tokoferol dikenal sebagai antioksidan sekunder yang berfungsi menangkap radikal bebas dan mencegah terjadinya reaksi berantai. Reaksi inilah yang menghambat terjadinya penumpukan flek pada arteri, sehingga aliran darah ke jantung dan otak menjadi lancer. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi. Ia meningkatkan jumlah sel-sel pembunuh alami dan memperbanyak aktivitas sel-sel T helpers dan limposit

Setahun terakhir, banyak yang membuktikan khasiat buah merah. Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo dari jurusan Farmasi Universitas Indonesia membuktikannya melalui riset in vitro. Sang guru besar itu memanfaatkan sel L 1210 dan HeLa – masing-masing penyebab kanker leukemia dan kenker rahim. Sel kanker dimasukkan ke media di cawan dan diinkubasikan. Buah merah diberikan bertahap dari dosis terkecil hingga menyebabkan kematian 50% sel kanker. Penghambatan  pertumbuhan sel kanker dihitung dengan microplate reder. Kemam-puan buah merah mematikan 50% sel, indikator adanya aktivitas antikanker. Hasil riset menunjukkan, sari buah merah terbukti antikanker leukemia. Nilai LC50 mencapai 20,04ug/ml. Artinya, untuk mematikan 50% total sel kanker, perlu sari buah merah berdosis 20,04ug/ml. Sedangkan nilai LC50 untuk sel HeLa 240ug/ml. (Anymous, 2008)

Berdasarkan penelitian farmasi UI yang menguji efek farmakologis buah merah didapatkan hasil uji toksitas menunjukkan LD50 mencit jantan 2,687 g/kg bb. dan menci betina 6,714 g/kg bb. Hal ini menunjukkan dosis buah merah yang banyak dianjurkan cukup aman (Anymous, 2007)

Dari beberapa hasil penelitian di atas dapat diketahui bahwa buah merah sangat efektif dalam mengobati kanker terutama kanker rahim hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo dari jurusan Farmasi Universitas Indonesia yang membuktikannya melalui riset in vitro. Selain itu, dari segi keamanan buah merah cukup aman dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Pemanfaatan Buah Merah Sebagai Obat Kanker.

Pemanfaatan buah merah untuk mengobati penyakit kanker umumnya dalam bentuk sari buah merah yang tersedia dalam bentuk cair (tincture). Proses pembuatan sari buah merah ini sebagai berikut:

1.      Memilih buah yang benar-benar matang yaitu kulit buah berwarna merah menyala dan jarak antar tonjolan cukup jarang.

2.      Buah dibelah, lalu dikeluarkan empelurnya, selanjutnya dipotong-potong, kemudian dicuci dengan air hingga bersih.

3.      Daging buah dikukus dengan api sedang sekitar 1-1,5 jam. Setelah matang dan daging buah lunak, diangkat dan didinginkan.

4.      Tambahkan sedikit air, lalu diperas hingga menjadi seperti pasta. Saring pasta untuk memisahkan bijinya.

5.      Pasta dimasak kembali dalam wajan selama 4-5 jam. Setelah mulai mendidih, pasta tetap dibiarkan di atas api selama 10 menit hingga muncul minyak berwarna kehitaman di atas permukaan pasta.

6.      Angkat dan diamkan selama 1 hari. Minyak yang terbentuk diambil perlahan-lahan dengan menggunakan sendok, pindahkan minyak ke wadah transparan seperti gelas atau mangkuk, lalu diamkan selama 2 jam hingga minyak dan air benar-benar terpisah.

7.      Kemudian pisahkan minyak ke wadah lain dengan menggunakan sendok. Diamkan lagi selama 2 jam. Jika sudah tidak ada air yang tercampur, berarti proses pengolahan sudah berakhir. Dari satu buah akan diperoleh sari buah merah sebanyak 150-200 ml.

(Redaksi Trubus, 2005).

Dosis untuk terapi pengobatan penyakit kanker, sari buah merah diminum 3×1 sendok teh setelah makan, sedangkan untuk memelihara kesehatan cukup 2×1 sendok teh sehari. Dalam proses penyembuhan sangat dianjurkan buah merah dikombinasikan bersama herbal lain yang berkhasiat membunuh kanker secara langsung seperti keladi tikus, dan sambiloto. Selain itu, juga perlu dikonsumsi bersama dengan suplemen makanan lain seperti spirulina sehingga proses penyembuahan kanker lebih cepat. Saat mengkonsumsi buah merah, hindari pengencer dari aspirin atau golongan warfarin (Mangan, 2005).

               Penderita kanker  stadium 2-4 dianjurkan mengonsumsi 1 sendok makan 3 kali sehari sesudah makan. Jika sedang menjalani kemoterapi, konsumsi sari buah merah dilakukan 2 hari sesudahnya. Dosis 2 x sehari, masing - masing 1 sendok makan.

Kajian Religi

Bila dikaji dari sisi religius, Allah SWT sangat menganjurkan menggunakan tumbuh-tumbuhan dalam mengobati suatu penyakit, hal ini seperti tersirat dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai berikut:

Q.S Al An’am ayat 141: “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

Q.S Al Baqarah ayat 57:”Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”[53]. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang  “menganiaya diri mereka sendiri”.

Q.S Al Baqarah ayat168: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Q.S An Nahl ayat114:”Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”.

Q.S Al Maa’idah ayat 88:”Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”

Dari ayat-ayat di atas dapat kita ketahui bahwasanya Allah SWT, menganjurkan umatnya untuk makan-makanan yang halal lagi baik diantarannya adalah mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat-obatan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penulisan tentang “BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) BUAH ALTERNATIF PENYEMBUH KANKER RAHIM” maka dapat disimpulkan bahwa:

1.      Buah merah sangat berpotensi sebagai obat kanker terutama kanker rahim, hal ini karena buah merah mengandung senyawa Tokoferol, Alfatokoferol, dan Betakaroten  sebagai senyawa dalam mengobati penyakit kanker terutama kanker rahim.

2.      Mekanisme buah merah dalam membunuh sel-sel kanker yaitu senyawa Tokoferol, alfatokoferol, dan  Betakaroten akan menekan dan membunuh sel-sel kanker. Omega 3 akan memperbaiki jaringan sel yang rusak akibat kanker.

3.      Pemanfaatan buah merah sebagai obat kanker dengan cara diambil sarinya.

SARAN

Berdasarkan penulisan ini, disarankan pada pemerintah lebih mempopuler-kan khasiat buah merah sebagai alternatif obat penyakit kanker. Masyarakat juga diharapkan lebih memanfaatkan potensi hayati lokal sebagai obat yaitu buah merah karena telah teruji khasiatnya dalam mengobati kanker dan harganya lebih murah dari pada pengobatan medis.

DAFTAR PUSTAKA

Anoymous.2008.Buah Merah Mengatasi Berbagai Penyakit Degeratif.(Online). (http://id.88db.com/id/Members/Member_Info.page?mid=75430). Diakses tanggal 20 Juni 2008

Anoymous.2008. Dicanangkan, Program Nasionai Deteksi Kanker Rahim dan Payudara. (Online). (http://www.kompas.com/index.php/kesehatan/news). Diakses tanggal 26 Juni 2008

Anoymous.2008.Fakta Terbaru Buah Merah.(Online).(http://www.ditplb.or.id/2006/index.php?menu=profile&pro=iduser=5). Diakses tanggal 22 Juni 2008

Anoymous.2007.Bukti Ilmiah Sari Buah Merah.(Online). (http://www.deherba.com/sekilas-buah-merah-2.html). Diakses tanggal 20 Juni 2008

Anoymous.2007. KandunganBuah Merah. (Online).

(http://www.deherba.com/tentang -kami-2.html). Diakses tanggal 18 Juni 2008

Anoymous.2007. Wanita Indonesia Rentan Kena Kanker Rahim. (Online). (http:// www.rmexpose.com). Diakses tanggal 26 Juni 2008

Anoymous.2005. Sari buah merah yang belakangan diketahui dapat menyembuhkan berbagai penyakit. (Online). (http://www.jokam.com/jokam_plugins/forum/forum.php). Diakses tanggal 21 Juni 2008

Illen, Bagoes.2007.Ada Harapan Dari Sari Buah Merah.(Online).(http://students.ukdw.ac.id/~22053818/isi.html). Diakses tanggal 19 Juni 2008

Kardinan, Agus dkk. 2003. Tanaman Obat Penggempur Kanker. Depok: Agromedia

Mangan, Yelia.2005. Cara Bijak Menaklukkan Kanker. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka

Redaksi Trubus. 2005. Panduan Praktis Buah Merah Bukti Empiris dan Ilmiah.

Penebar Swadaya. Jakarta. 105 hlm

02/08/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | 4 Komentar

POTENSI SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens) SEBAGAI OBAT PENYAKIT KANKER PARU-PARU

ABSTRAK

Di Indonesia penyakit kanker paru menduduki peringkat ke-3 atau ke-4 diantara penyakit keganasan di rumah-rumah sakit. Cara alamiah dalam mengobati kanker yaitu menggunakan tumbuhan sarang semut. Penulisan ini bertujuan mengetahui kemampuan sarang semut sebagai obat alternatif penyakit kanker yang berasal dari potensi lokal Indonesia. Dalam uji in vitro, Sarang Semut ampuh mengatasi sel kanker paru-paru. Kesimpulan penulisan ini sarang semut berpotensi dalam mengobati penyakit kanker karena mengandung zat yang penting bagi penyembuhan penyakit kanker yaitu flavonoid. Mekanisme kerja dari sarang semut adalah melalui flavonoid. Pemanfaaatan tumbuhan sarang semut sebagai obat kanker terdapat dalam bentuk serbuk dan kapsul

Kata Kunci: Sarang Semut, Obat Alternatif, Kanker

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kanker sebenarnya merupakan suatu tumor atau neoplasma atau neoblastama, yang terdiri dari tumor jinak (benign, benigna) dan tumor ganas (malignant, maligna, kanker). Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal(Anoymous, 2000). Golongan ini terdiri dari ratusan jenis, tetapi ada empat golongan utama, seperti: sarkoma, karsinoma, leukemia dan limfoma

Kanker merupakan masalah besar di dunia. Setiap tahun dijumpai hampir 6 juta penderita baru yang diketahui mengidap kanker, dan lebih dari 4 juta diantaranya meninggal. Kematian akibat kanker mencakup 10% dari jumlah total kematian. Separuh dari mereka yang terserang kanker, dan dua pertiga dari mereka yang meninggal akibat kanker, berada di negara berkembang. (Kardinan, 2003: hal.12). Kanker tercatat sebagai penyebab kematian yang dominan pada anak-anak usia 3-14 tahun. Menurut American Cancer Society, penyebab kematian terbesar pada wanita adalah kanker payudara (19%), kanker paru-paru (19%), serta kanker kolon dan rektum (15%). Sementara pada pria, didominasi oleh kanker paru (34%), kanker kolon dan rektum (12%), serta kanker prostat (10%). Diperkirakan, 80-90% kanker disebabkan oleh faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan dan makanan (Anonymous, 2008). Data Depkes menyebutkan, sekitar enam persen atau 13,2 juta jiwa penduduk Indonesia menderita penyakit kanker dan kanker merupakan penyebab kematian ke-5 di Indonesia, setelah jantung, stroke, saluran pernafasan dan diare.

Kanker yang banyak menimbulkan kematian di seluruh belahan dunia adalah kanker paru. Dari tahun ke tahun jumlahnya meningkat baik di Negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang maupun di Negara berkembang termasuk Indonesia. Di Amerika Serikat kematian karena kanker paru mencapai 36% dari seluruh kematian kanker pada laki-laki, dan merupakan urutan pertama penyebab kematian pada laki-laki (Manggunnegoro, 1990). Di Indonesia penyakit kanker paru menduduki peringkat ke-3 atau ke-4 diantara penyakit keganasan di rumah-rumah sakit. Atmanto (1992) menyatakan kanker paru merupakan penyakit dengan keganasan tertinggi diantara jenis kanker lainnya di Jawa Timur dengan angka Case Fatality Rate (CFR) sebesar 24,1%. Pada tahun 1998 di RS kanker Dharmais, kanker paru menempati urutan kedua tebanyak setelah kianker payudara yaitu sebanyak 75 kasus (Nasar, 2000)

Hingga kini pengobatan neoplastik atau kanker dapat dilakukan dengan dengan 3 cara yaitu: pembedahan, radiasi, dan dengan pemberian obat anti neoplastik atau anti kanker. Namun, ke-3 cara pengobatan diatas banyak member-kan efek samping kepada pasien sepetri terjadi komplikasi, dan penekanan fungsi sumsum tulang.

Kenyatan tersebut menuntut perlunya cara alternatif yang aman untuk memberantas kanker dengan menggunakan bahan alami, dimana bahan dasarnya menggunakan tanaman. Salah satu yang berpotensi sebagai obat alami adalah tumbuhan sarang semut. Sarang semut mengandung senyawa Flavonoid, Tanin, dan Poliefenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh (Subroto, Ahkam dan Hendro Saputro, 2008). Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut (Anonymous, 2008).

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diambil rumusan masalah yaitu:

-          Bagaimana potensi tumbuhan sarang semut dalam membasmi penyakit kanker terutama kanker paru-paru?

-          Bagaimana mekanisme kerja dari tumbuhan sarang semut dalam memberantas penyakit kanker paru-paru ?

-          Bagaimana pemanfaatan tumbuhan sarang semut sebagai obat dalam memberantas penyakit kanker paru-paru ?

Tujuan Penulisan

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sarang semut sebagai obat alternatif untuk penyembuhan penyakit kanker yang berasal dari potensi lokal Indonesia.

Manfaat Penulisan

Penulisan ini memberikan beberapa manfaat. Aspek akademis memberikan informasi ilmiah pada masyarakat tentang manfaat sarang semut sebagai obat alternatif untuk penyembuhan penyakit kanker terutama kanker paru-paru yang berasal dari potensi lokal Indonesia. Aspek ekonomi, pemanfaatan sarang semut sebagai obat alternatif penyembuhan kanker paru-paru dapat menghemat biaya.

PEMBAHASAN

Potensi Sarang Semut

Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendens) merupakan salah satu tumbuhan epifit dari Hydnophytinae (Rubiaceae) yang dapat berasosiasi dengan semut. Tumbuhan ini bersifat epifit, artinya tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain, tetapi tidak hidup secara parasit pada inangnya, hanya sebagai tempat menempel.

Genus tumbuhan sarang semut dibagi menjadi beberapa spesies berdasarkan struktur umbinya. Ditemukan sebanyak 26 spesies sarang semut. Semua spesies dari tumbuhan tersebut memilki batang menggelembung dan berongga-rongga serta dihuni oleh semut. Tumbuhan ini dapat ditanam dengan mudah tanpa adanya semut dan etap membentuk batang menggelembung dan berongga-rongga secara normal.

Penyebaran dan Ekologi

Penyebaran tumbuhan sarang semut banyak ditemukan, mulai dari Semenanjung Malaysia hingga Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua, Papua Nugini, Cape York hingga Kepulauan Solomon. Di Propinsi Papua, tumbuhan sarang semut dapat dijumpai, terutama di daerah Pegunungan Tengah yaitu di hutan belantara Kabupaten Jayawijaya. Kabupaten Tolikara, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Paniai. Secaa ekologi, tumbuhan sarang semut tersebar dari hutan bakau dan pohon-pohon di pinggir pantai hingga ketinggian 2.400 m di atas permukaan laut (dpl). Tumbuhan sarang semut paling banyak ditemukan di padang rumput. Tumbuhan sarang semut jarang ditemukan di hutan tropis dataran rendah, tetapi lebuh banyak ditemukan di hutan dan daerah pertanian terbuka dengan ketinggian sekitar 600 m dpl.

Kajian Kimia dan Farmokologi

Uji penapisan kimia dari tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotic (Subroto, Ahkam dan Hendro Saputro, 2007)

Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian­-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker.

Tabel 1. Komposisi dan Kandungan Senyawa Aktif

Tumbuhan Sarang Semut

No

Parameter

Satuan

Nilai

01

Energi

Kkal/ 100 g

350,52

02

Kadar air

g/ 100 g

4,54

03

Kadar abu

g/100 g

11,13

04

Kadar lemak

g/ 100 g

2,64

05

Kadar protein

g/100 g

2,75

06

Kadar karbohidrat

g/100 g

78,94

07

Tokoferol

mg/100 g

31,34

08

Total fenol

g/100 g

0,25

09

Kalsium (Ca)

g/100 g

0.37

10

Natrium (Na)

mg/100 g

68,58

11

Kalium (K)

g/100 g

3,61

12

Seng (Zn)

mg/100 g

1,36

13

Besi (Fe)

mg/100 g

29,24

14

Fosfor (P)

g/100 g

0,99

15

Magnesium (Mg)

g/100 g

1,50

Seperti dalam tabel di atas tumbuhan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor, dan magnesium.

Analisis antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan sarang semut dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC50 sebesar 48,6 ppm. Sementara alfa­tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut. Alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96% dan persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi­konsentrasi yang lebih tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam radikal bebas hingga mendekati 100%.

Sarang Semut Sebagai Obat Kanker Paru-Paru

Tumbuhan sarang semut  diperkenalkan pertama kali di pedalaman Papua yang biasa digunakan sebagai obat oleh warga setempat selain buah merah, tanaman ini sudah digunakan secara turun temurun. Tanaman ini diolah sebagai campuran bubur dan juga sebagi minuman dengan tujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh (Anoymous, 2007). Masyarakat Wamena, Papua, umumnya merebus 1 sendok makan sarang semut dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas.

Sejak tahun 2001, Hendro Saputro mulai memproduksi tumbuhan sarang semut dalam bentuk serbuk sebagai obat tradisional. Secara mengejutkan ekstrak rebusan air (deoktum) dari tumbuhan sarang semut tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit berat seperti tumor, kanker, jantung, TBC dan lain lain. Bukti empiris tersebut membuat semakin banyak masyarakat yang ingin memanfaatkan sarang semut untuk mengobati berbagai penyakit. Khusus untuk penyakit kanker tumbuhan sarang semut telah dilakukan ujicoba untuk mengetahui keampuhannya.

Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid Sarang Semut. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.

Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Penelitian­-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker terutama knekr paru-paru. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut (Anoym ous,2007).

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh mengatasi sel kanker terutama kanker paru-paru (Anoymous, 2007). Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari Universit National of Hochiminch City dan koleganya Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga orang sejawat Qui itu bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University

Dalam penelitiannya Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut yang berbobot 2-3 kg, kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus. Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya menakjubkan, Sarang Semut mempunyai aktivitas antiproliferasi. Dalam dunia kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal. Kanker memang berarti pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali. Antiproliferasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu. Seperti dikutip Biology Pharmaceutical Bulletin, Qui Kim Tran dan rekan-rekannya menuturkan bahwa seluruh ekstrak Sarang Semut menekan proliferasi sel tumor manusia. Dalam uji itu terbukti tingkat efektivitas EC50 mencapai 9,97 mg/ml pada ekstrak methanol. Artinya hanya dengan dosis kecil, 9,97 mg/ml, ekstrak Sarang Semut mampu menekan 50% laju pertumbuhan sel kanker. Sedangkan EC50 pada ekstrak air 22,3 mg/ml; campuran methanol-air, 11,3 mg/ml. Riset tersebut meneguhkan pengalaman empiris banyak orang yang sembuh dari kanker. Selain itu, Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif, katanya. Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antipenuaan. Bila kita mengkonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, dengan adanya tokoferol akan mengatasinya, ujar ahli Ahmad Sulaeman PhD. Doktor ahli nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln itu mengungkapkan, peran vitamin E bagi kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.

Dalam segi keamanan konsumen, riset ilmiah yang telah dilakukan oleh Muhammad Ahkam Subroto, doktor alumnus University of New South Wales Sydney, Australia, telah menjamin keamanan dari herba ini. Riset itu membuktikan, konsumsi 3 kali 1 sendok makan Sarang Semut per hari masih sangat aman. Hasil riset tersebut medapati angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindungi. Dimana kriteria obat yang bagus jika dosis efektif berjauhan dengan LD50. Dari hasil uji yang dilakukan oleh para ahli terdahulu dapat kita ketahui bahwa ternyata sarang semut sangat efektif dalam membasmi kanker terutama kanker paru-paru, selain itu dari segi keamanan sarang semut sangat aman digunakan sebagai obat dalam membasmi penyakit terutama kanker paru-paru karena hasil riset mendapati angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga sangat aman bagi konsumen.

Ramuan Sarang Semut untuk Mengobati Kanker Paru-Paru

Sebagai obat biasanya sarang semut digunakan dalam bentuk serbuk. Proses pembuatan serbuk sarang semut ini adalah: kupas kulit dari umbi sarang semut, belah umbi tersebut menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, iris potongan-potongan umbi tersembut dengan mesin iris, keringkan irisan potongan-potongan umbi tesebut dengan oven pengering pada suhu 700 C selama 3×24 jam, giling irisan dengan mesin gilig sesuai ukuran mesh yang dikehendaki, lakukan sterilisasi bubuk kering tersebut, kemas bubuk kering tersebut dalam kantong alumunium foil.

Selain dalam bentuk serbuk, sarang semut juga bisa dikemas dalam bentuk kapsul, mengenai proses pembuatan kapsul adalah sebagai berikut: ekstra bubuk kering sarang semut dengan air atau etanol (pilih salah satunya) menggunakan mesin ekstraktor hingga menjadi bubuk kering ekstrak, lakukan sterilisasi bubuk kering hasil ekstraksi, masukkan bubuk hasil ekstraksi ke dalam kapsul, kemas kapsul bubuk kering ekstrak dalam botol. Adapun dosis pemakaian yang direkomendasikan secara umum untuk berbagai penyakit terutama kanker paru-paru yaitu: sarang semut hasil rebusan, untuk penyembuhan, minumlah satu gelas air (250 cc) air hasil rebusan sarang semut secara teratur 2-3 kali sehari hingga sembuh. Jika dalam bentuk kapsul ukuran 500 mg, dosis pengobatan untuk setiap penyakit adalah 1-2 kapsul sekali minum 3 kali sehari.

Kajian Religius

Bila dikaji dari sisi religius, pemannfaatan tumbuhan untuk mengobati penyakit dalam perspektif Islam berdasarkan ayat-ayat suci Al Qur’an, dapat tersirat dalam surat-surat sebagai  berikut.

Q.S Al An’am

141. Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

Q.S Al Baqarah

57. Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

Q.S Al Baqarah

168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Q.S An Nahl

114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.

Q.S Al Maa’idah

88. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

Dari ayat-ayat diatas dapat kita ketahui bahwa adanya penyakit-penyakit ini pastilah ada obatnya karena sesungguhnya Allah SWT dalam penciptaanya selalu memberikan manfaat kepada umatnya. Seperti telah di sebutkan dalam ayat diatas bahwa Allah sudah menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan untuk di ambil manfaatnya.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penulisan “Sarang Semut (Myrmecodia pendens) Tumbuhan Unik Penggempur Kanker” dapat diambil kesimpulan bahwa:

-          Tumbuhan sarang semut sangat berpotensi digunakan dalam mengobati penyakit kanker terutama kanker paru-paru karena banyak mengandung zat yang penting bagi penyembuhan penyakit kanker terutama kandungan flavonoid.

-           Mekanisme kerja dari sarang semut adalah melalui flavonid. Mekanisme kerja flavonoid yang sudah terungkap dalam membasmi penyakit kanker terutama kanker paru-paru, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

-          Pemanfaaatan tumbuhan sarang semut sebagai obat kanker biasanya dalam bentuk serbuk dan kapsul

SARAN

Berdasarkan penulisan ini maka dapat disarankan bahwa masyarakat diharapkan lebih memilih mengkonsumsi sarang semut dalam mengobati penyakit kanker karena khasiatnya telah teruji, murah dan lebih aman dibandingkan dengan melalui pengobatan yang konvesional

DAFTAR PUSTAKA

Anoymous. 2008. Apa itu Kanker. (Online). http://kanker.roche.co.id/berita_kanker_terbaru.php. Diakses tanggal 22 Juni 2008.

Anoymous. 2008. Sarang Semut sang Obat. (Online). http://smilegung.multiply.com/journal/item/21/Sarang_Semut_sang_Obat. Diakses tanggal 21 Juni 2008.

Anoymous. 2007. Bukti Ilmiah Sarang Semut.(Online). http://www.deherba.com/bukti-ilmiah-sarang-semut-2.html. Diakses tanggal 20 Juni 2008.

Anoymous. 2007. Kandungan Sarang Semut. (Online). http://www.deherba.com/kandungan-sarang-semut.html. Diakses tanggal 20 Juni 2008.

Anoymous. 2007. Sekilas Sarang Semut. (Online). http://www.deherba.com/sekilas-sarang-semut-2.html. Diakses tanggal 21 Juni 2008.

Anoymus. 2000. Kanker. (Online). http://www.Satumed.com/SemuaBeritaTentangKanker. Diakses tanggal 21 Juni 2008.

Kardinan, Agus dkk. 2003. Tanaman Obat Penggempur Kanker. Depok: Agromedia.

Mangunnegoro, H. 1990. Menyongsong Era Kanker Paru di Indonesia. Dalam:Yunus, F et al (eds). Simposium Kanker Paru Diagnosis dan Terapi. 10/3. 1990. Bagian Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta:  1-8

Nasar, I.M. 2000. Situasi Penyakit Kanker di Akhir Abad ke-20 dan Problemanya. Dalam: Simatupang, A. et al (eds). Prosiding Seminar Sehari Onkologi. Lembaga Penelitian Universitas Kristen Indonesia. Jakarta:1-8

Subroto, Ahkam dan Hendro Sapitro. 2007. Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Jakarta: PT Agromedia Pustaka.

02/08/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | 19 Komentar

PENYAKIT KANKER

BAB I

PENDAHULUAN

Visi pembangunan bidang kesehatan yaitu Indonesia Sehat 2010, diharapkan akan menjadikan masyarakat Indonesia untuk dapat hidup dalam lingkungan sehat dan ber perilaku hidup sehat. Indonesia sehat 2010 dimaksudkan juga untuk mendorong agar masyarakat dapat menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata guna mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Manusia yang sehat tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat rohani. Sehingga tubuh sehat dan ideal dari segi kesehatan meliputi aspek fisik, mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit (Definisi Sehat WHO Tahun 1950). Semua aspek tersebut akan mempengaruhi penampilan atau performance setiap individu, dalam melakukan aktivitas sehari hari seperti bekerja, berkarya, berkreasi dan melakukan hal-hal yang produktif serta bermanfaat.

Kesehatan, pendidikan dan pendapatan setiap individu merupakan tiga faktor utama yang sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu setiap individu berhak dan harus selalu menjaga kesehatan, yang merupakan modal utama agar dapat hidup produktif, bahagia dan sejahtera. Kanker dimulai dari satu sel tak normal yang mulai memperbanyak diritanpa terkontrol. Kelompok sel semacam itu membentuk kanker dan mendesak jaringan yang sehat. Sel kanker yang matang pecah dan anak sebarnya dibawa aliran darah menyebar ke bagian lain tubuh dan membentuk kanker baru. Jumlah Penderta kanker penyebab utama kedua kematian orang dewasa di belahan Barat, dan merupakan salah satu penyebab utama kematian anak-anak akibat penyakit yang berumur antara 1 hingga 14 tahun.

Meskipun demikian, penyakit ini jarang menyerang orang muda. Di inggris raya, kanker menyerang kira-kira 1 dari antara 650 anak-anak. Laju kematian sesuai umur per 100.000 jumlah penduduk dari semua penderita kanker laki-laki adalah 246,5 di Hungaria (salah satu yang tertinggi), sedangkan di Meksiko laju ini hanya mencapai 83,5 (salah satu yang terendah). Bagi wanita, lajunya adalah 139,8 di Denmark dan 62,3 di Mauritius. Laju bagi Inggris dan Wales adalah 179,2 bagi laki-laki dan 125,7 bagi wanita; di Amerika Serikat, laju ini adalah 164,4 bagi laki-laki dan dan 110,6 bagi wanita. Untuk bentuk kanker tertentu, perbedaan laju antar negara dapat mencapai 40 kali lipat. Penelitian terhadap populasi yang berimigrasi dari satu wilayah geografis ke yang lainnya memperlihatkan bahwa perbedaan ini adalah sebagai akibat dari perbedaan gaya hidup, dan bukan karena faktor etnis. Hal ini konsiten dengan temuan lainnya yang memperlihatkan  bahwa kebanyakan kanker terutama berhubungan dengan penyebab yang berasal dari lingkungan dan bukan diakibatkan faktor keturunan, meskipun keduanya dapat saling berinteraksi.

Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak kanker dari faktor lingkungan lainnya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kanker

Kanker adalah pertumbuhan jaringan yang baru sebagai akibat dari proliferansi (pertumbuhan berlebihan) sel abnormal secara terus menerus yang memiliki kemampuan untuk menyerang dan merusak jaringan lainnya. Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal.

Golongan ini terdiri dari ratusan jenis, tetapi ada tiga golongan utama yaitu:

1.  Sarkoma yang tumbuh dari jaringan penyambung dan penyokong, seperti tulang, tulang rawan, saraf, pembuluh darah, otot dan lemak.

2.      Karsinoma, bentuk kanker yang paling umum menyerang manusia, tumbuh dari jaringan epitelia (jaringan bersel yang menutupi permukaan), seperti kulit dan lapisan rongga dan organ tubuh, dan jaringan kelenjar, seperti jaringan payudara dan prostat. Karsinoma dengan struktur berlapis-lapis yang menyerupai kulit disebut sebagai karsinoma sel skuamosa (sel tanduk). Sedangkan yang menyerupai jaringan kelenjar disebut sebagai adenokarsinoma.

3.      Leukimia dan limfoma, merupakan bentuk kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah dan dicirikan oleh pembesaran kelenjar getah bening, penyerangan terhadap limpa dan sumsum tulang, dan produksi sel darah putih yang belum matang secara berlebihan.

Hampir semua kanker membentuk benjolan (tumor), tetapi tidak semua benjolan bersifat kanker, atau ganas; sebagian besar bersifat jinak (tidak berbahaya). Ciri tumor jinak adalah pertumbuhan yang sangat terpusat dan biasanya dipisahkan dari jaringan tetangganya oleh sebuah kapsul yang mengelilinginya. Pertumbuhan tumor jinak biasanya lambat, dan dari segi struktur biasanya sangat menyerupai jaringan asal. Dalam beberapa kasus, tumor jinak dapat membahayakan pasien jika menghalangi, menekan atau memindahkan struktur tetangganya, seperti pada otak. Sejumlah tumor jinak seperti polipdi usus besar, dapat bersifat pra-kanker. Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal.

Penelitian terhadap populasi yang berimigrasi dari satu wilayah geografis ke yang lainnya memperlihatkan bahwa perbedaan ini adalah sebagai akibat dari perbedaan gaya hidup, dan bukan karena faktor etnis. Hal ini konsiten dengan temuan lainnya yang memperlihatkan  bahwa kebanyakan kanker terutama berhubungan dengan penyebab yang berasal dari lingkungan dan bukan diakibatkan faktor keturunan, meskipun keduanya dapat saling berinteraksi.

2.2. Faktor terjadinya kanker yaitu:

1. Stres atau goncangan jiwa. Penanganan terhadap stres mesti dilakukan sesegera mungkin, baik untuk mencegah maupun terapi bagi penderita kanker. Pola hidup sehat dan menghindari stres adalah salah satu sarana untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. Banyak konsumsi sayuran dan vitamin C. Sebanyak 80 persen kasus penyakit kanker sebenarnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat diindentifikasi dan kemungkinan besar dapat dicegah. Demikian kutipan pernyataan dari Institute Kanker Nasional AS. Tiga puluh persen kasus kanker disebabkan oleh rokok dan sekitar 35 – 50 persen kasus kanker disebabkan oleh makanan. Jadi, pola makan sehari-hari ternyata turut menentukan tinggnya risiko terkena kanker.

2.  Mengkonsumsi alkohol, merokok, paparan sinar radioaktif, dan konsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dalam jangka panjang adalah sejumlah faktor risiko.

3. Keturunan (seseorang yang memiliki anggota keluarga terkena kanker payudara, maka ia memiliki risiko yang sama dan jika ada anggota keluarga yang terkena kanker payudara maka anggota keluarga lainnya mesti melakukan pemeriksaan dengan mamografi)

Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa kita diperintahkan untuk makan makanan yang halal dan tidak boleh makan secara berlebihan. Sesuai dengan ayat Al Qur’an yang dijelaskan dalam surat (Al-Maidah : 87).

ياايهاالذ ين امنو لاتحرمؤاطيبت مااخل الله لكم ولا تعتذؤا ان الله لايحب المعتذ ين

وكلؤاممارزقكم الله حللا طيباواتقواالله الذي انتم به مؤمنؤن

Artinya :

” Hai orang – orang beriman, janganlah kamu haramkan apa – apa yang baik yang Allah telah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang melampui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya “. (Almaidah : 87)

Maksud dari ayat tersebut, Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang makan dan minum yang melampaui batas, banyak oarang yang disekitarmu membutuhkan makanan dan minuman dan Allah SWT, menganjurkan kepada umatnya supaya makan dan minum yang halal yang telah diberikan oleh Allah SWT.

2.3. Macam-macam Kanker

1. Kanker Serviks

Kanker  serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim atau sering juga disebut mulut rahim, yakni suatu daerah yang menghubungkan rahim (uterus) dengan vagina. Kanker ini adalah jenis kanker yang biasanya tumbuh lambat pada wanita dan mempengaruhi mulut rahim, bagian yang menyambungkan antara rahim dan vagina. Kanker ini sifatnya tidak diturunkan melainkan dipengaruhi oleh aktivitas seksual dan kanker serviks adalah kanker nomor 2 yang paling sering menyerang dan mematikan perempuan di seluruh dunia. Setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks.  Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut.

a.       Gejala-gejala awal munculnya kanker serviks yaitu:

1.      Pendarahan vagina yang tidak normal seperti :

-          Pendarahan di antara periode menstruasi yang regular

-          Periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya

-          Pendarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul (seperti pendarahan sesudah melakukan hubungan intim, pendarahan saat haid, atau pendarahan sesudah menopause). Tetapi tidak semua perdarahan di vagina juga disebabkan oleh kanker leher rahim, penyebabnya bisa juga karena infeksi, hormon yang tidak seimbang, atau gangguan haid.

2.      Rasa sakit saat berhubungan seksual

3.      Gejala lain yang juga dapat diwaspadai adalah adanya kelainan pada vagina       (seperti keluarnya cairan berwarna kekuningan dan berbau), atau gejala-gejala sakit/nyeri pada pinggul, sakit/nyeri pada kaki. Kadang penderita akan merasakan nyeri dan mengalami gangguan buang air kecil dan buang air besar).

Berdasarkan penelitian-penelitian tentang kanker leher rahim, dipastikan bahwa faktor risiko tinggi diketahui adalah wanita yang melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan, berhubungan seks pertama kali pada usia muda dan memiliki sejarah merokok. Menurut pernyataan yang dikeluarkan dari WHO, 99 persen berhubungan erat dengan virus HPV (human papilloma virus). Dimana virus HPV ini dapat ditularkan melalui kontak dengan daerah genital, baik melalui hubungan seksual, mereka yang berhubungan seksual pada usia sangat muda (18-28 tahun) serta sering berganti pasangan seksual memiliki resiko tinggi untuk terkena infeksi HPV. Namun perlu diingat bahwa setiap perempuan beresiko untuk terinfeksi HPV walaupun setia pada satu pasangan. Pasangan yang terinfeksi akan menjadi sumber infeksi HPV bagi wanita lainnya dan dengan sentuhan oral, atau tangan, atau penularan dari ibu ke bayi yang dilahirkan. Dari 120 tipe HPV yang telah diketahui, 30-40 diantaranya menyerang anogenital (area kelamin termasuk kulit penis, mulut vagina dan anus). Ada banyak tipe-tipe HPV, yang termasuk dalam tipe rendah yakni HPV 6 dan 11 tidak menyebabkan kanker, hanya menyebabkan kutil di sekitar kemaluan, sedangkan tipe tinggi, HPV 16 dan 18 menyebabkan kanker serviks. Selain pada perempuan, virus HPV juga bisa terdapat pada laki-laki meski angka kejadiannya rendah. Virus ini lebih sering didapati pada organ genital perempuan, karena virus ini mudah tumbuh pada suasana lembab. Meski terinfeksi HPV, secara klinis tidak ada kelainan yang terlihat pada laki-laki, namun pada stadium lanjut akan muncul kutil kelamin (genital warts) atau jengger ayam pada penis dapat dicegah dengan vaksinasi. Dari berbagai penyakit kanker yang mengancam hidup perempuan, kanker leher rahim (serviks) merupakan satu-satunya kanker yang sudah diketahui penyebabnya dan bisa dicegah penularannya. Pada dasarnya tubuh kita memiliki sistem kekebalan alami untuk membersihkan virus-virus yang masuk, 80 persen virus HPV akan dibersihkan oleh sistem imun kita, namun 20 persen ada kemungkinan menjadi infeksi persisten (menetap) dan beresiko menjadi kanker serviks dan betapa pentingnya pencegahan dini. Berbagai pencegahan kanker serviks, yang bisa dilakukan misalnya melakukan edukasi mengenai kesehatan organ reproduksi pada remaja, menggunakan kondom sebelum berhubungan atau bersikap setia pada satu pasangan, serta melakukan vaksinasi yang kini sudah tersedia di Indonesia. Di berbagai negara, pemberian vaksinasi HPV sudah mulai dilakukan pada remaja perempuan berusia mulai dari 12 tahun. Di Indonesia, vaksin ini sudah bisa dilakukan mulai dari kelompok usia 18 tahun. Vaksinasi dilakukan selama tiga kali, penyuntikan kedua berselang dua bulan sejak vaksin pertama disuntikkan, dan vaksinasi ketiga disuntikkan pada bulan keenam. Salah satu vaksin HPV yang sudah mendapat pengakuan di 84 negara adalah Vaksin Quadrivalent HPV. Selain memiliki sertifikat halal dari IFANCA, vaksin ini dapat membantu mencegah kanker servicks serta penyakit penyerta lainnya seperti displasia servicks dan genital wart. Pemberian vaksin sangat penting dilakukan pada remaja karena pada usia ini leher rahim sedang dalam proses pematangan sehingga terjadi perubahan sel. Jika ada virus HPV yang masuk, maka dapat berkembang menjadi menjadi sel yang abnormal dan ganas. Selain mencegah kanker serviks, vaksin HPV juga terbukti mencegah timbulnya kutil pada area genital. Sayangnya, tidak semua orang akan mampu mencegah dirinya terkena kanker servick. Berhubung harga vaksin HPV masih tergolong mahal, yakni berkisar Rp 900.000 – Rp. 1.000.000 untuk satu kali suntik. Walau sudah divaksin, bukan berarti bebas dari kanker servicks, ada baiknya untuk tetap selalu melakukan deteksi dini dan secara rutin melakukan pap smear (dapat mendeteksi adanya sel yang tidak normal pada serviks sedini mungkin).

2. Kanker Paru-paru

Keganasan di rongga torak mencakup kanker paru, tumor mediastinum, metastasis tumor di paru dan mesotelioma ganas (keganasan di pleura). Kasus keganasan rongga toraks terbanyak adalah kanker paru. Di dunia, kanker paru merupakan penyebab kematian yang paling utama di antara kematian akibat penyakit keganasan. Laki-laki adalah kelompok kasus terbanyak meskipun angka kejadian pada perempuan cendrung meningkat, hal itu berkaitan dengan gaya hidup (merokok). Kanker paru-paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer) dan metastasis tumor di paru. Metastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh sebagai akibat  penyebaran (metastasis) dari tumor primer organ lain.  Definisi khusus untuk  kanker paru primer yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. Meskipun jarang dapat ditemukan kanker paru primer yang bukan berasal dari epitel bronkus misalnya bronchial gland tumor. Tumor paru jinak yang sering adalah hamartoma.

a.       Faktor Resiko :

§  Laki-laki (Usia lebih dari 40 tahun) perokok

§  Tinggal/bekerja di lingkungan yang mengandung zat karsinogen atau polusi

§  Paparan industri / lingkungan kerja tertentu

§  Perempuan perokok pasif

§  Riwayat pernah mendapat kanker organ lain atau anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru (masih dalam penelitian).

§  Uberkulosis paru (scar cancer), angka kejadiannya saanat kecil.

Orang-orang yang termasuk dalam kelompok atau terpapar pada faktor risiko di atas dan mempunyai tanda dan gejala respirasi yaitu batuk, sesak napas, nyeri dada disebut golongan risiko tinggi (GRT) maka sebaiknya segera dirujuk ke dokter spesialis paru. Perhatian khusus harus diberikan kepada pasien yang masuk dalam kelompok risiko dengan diagnosis TB-paru (tuberkulosis paru) dan mendapat pengobatan obat anti-tuberkulosis (OAT). Mereka harus dievaluasi ketat. Jika dalam evaluasi 1 bulan pertama menunjukkan perburukan sebaiknya dipikirkan ke arah kemungkinan kanker paru dan dirujuk  ke dokter spesialis paru. Khusus yang disertai keluhan nyeri yang persisten di bahu /lengan /dada dengan “infiltrat” di puncak paru , bila nyeri tidak hilang dalam 1 – 2 minggu pengobatan kanker paru segera dievaluasi secara amat terarah.

b.      Tanda dan Gejala Keluhan utama: Batuk-batuk dengan/tanpa dahak (dahak putih, dapat juga purulen) lebih dari 3 minggu dan batuk darah, sesak napas, suara serak, nyeri dada yang persisten, sulit/sakit menelan, benjolan di pangkal leher, sembab muka dan leher, kadang-kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang hebat.

c.       Diagnosis Kanker Paru-paru

Prosedur diagnosis untuk kanker paru dilakukan hingga didapat diagnosis pasti (jenis histologis) dan dapat ditentukan stage penyakit hingga dapat dipikirkan modaliti  terapi  yang tepat. Selain itu harus dipertimbangkan keadan umum pasien (performance status) dan kemampuan keuangan. Prosedur diagnostik untuk mendapatkan sel kanker dapat dilakukan dari cara paling sederhana hingga tindakan invasif tergantung kondisi pasien. Pilihan itu antara lain biopsi jarum halus jika ada massa superfisial, pungsi dan biopsi pleura jika ada efusi pleura, bronkoskopi disertai dengan bilasan, sikatan, kuretase, biopsi massa intrabronkus, dll sebagai  usaha untuk mendapatkan jenis histologis. Prosedur diagnostik untuk menentukan stage penyakit antara lain, foto toraks, CT-scan toraks sampai kelenjar suprarenal dan  bronkoskopi. Pemeriksaan CT-scan (MRI) kepala dan bone scan dilakukan jika ada keluhan (atas indikasi) atau pasien yang akan dibedah. Tumor marker tidak dilakukan untuk diagnosis kanker paru tetapi hanya bermanfaat untuk evalausi hasil terapi. Pada kondisi tertentu diagnosis tidak dapat ditegakkan meskipun telah dilakukan berbagai prosedur diagnosis, maka torakotomi eksplorasi dapat dilakukan.

Jenis Histologis Kanker Paru-paru dibagi atas dua kelompok yaitu :

Ø   Kanker paru jenis karsinoma sel kecil (KPKSK) atau small cell lung cancer (SCLC)

Ø   Kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) atau non-small cell lung cancer (NSCLC), mencakup adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel besar (large cell ca) dan karsinoma adenoskuamosa. Meskipun kadang ditemukan jenis lain dengan frekuensi  yang sangat jarang misal karsinoid dll.

d.  Pengobatan Pada Kanker Paru-paru

1. Radioterapi

2. Kemoterapi

3. Pembedahan

4. Targeted Therapy.

3. Kanker Kulit

Sinar Matahari merupakan sumber energi bagi seluruh kehidupan di dunia, namun sinar matahari dengan spektrum antara 400-200 nm berbahaya bagi kulit manusia. Sinar ini kita kenal dengan nama sinar Ultra Violet (UV), dan terdiri dari tiga jenis, yaitu UV A (400-320 nm), UB B (320-290 nm) dan UV C (290-200 nm). Alhamdulillah sinar UV C yang sangat berbahaya tidak mencapai permukaan bumi karena terserap oleh molekul-molekul gas di atmosfir. Sedangkan sinar UV dengan spektrum yang lebih panjang, yaitu UV A dan UV B, dapat menembus atmosfir dan mencapai permukaan bumi meskipun bumi tertutup awan. Oleh sebab itu kita tetap akan terekspos sinar UV meskipun cuaca berawan ataupun mendung dan Setiap tahun lebih dari 1 juta warga di AS didiagnosa mengidap penyakit kanker kulit, sebagian besar berusia di atas 50 tahun. Kanker kulit terutama berasal dari radiasi sinar ultraviolet. Radiasi sinar ultraviolet di bawah terik matahari yang menyebabkan lumpuhnya sistem kekebalan tubuh merupakan satu faktor utama terjadinya kanker kulit.

1.      Lindungi tubuh dari sinar matahari, terutama antara jam 10 pagi sampai jam 4 sore.

2.      Gunakan pakaian untuk menutupi kulit, misalnya pakaian lengan panjang, baju panjang, atau celana panjang sehingga kulit seminimal mungkin terekspos sinar UV dan gunakan penutup kepala atau topi yang lebar agar wajah terlindung dari sengatan sinar matahari.

3.      Untuk bagian kulit yang tidak tertutup, gunakan cream pelindung sinar matahari dengan SPF minimal 15 dan ulangi penggunaan cream pelindung sinar matahari terutama jika melakukan kegiatan yang menimbulkan keringat, atau kulit menjadi basah

4.      Gunakan sun-glasses untuk melindungi mata dan mencegah timbulnya kanker kulit pada retina mata, jika memungkinkan, sebaiknya berteduh dan menghindari sinar UV buatan (artificial) contohnya lampu UV, atau produk kecantikan seperti tanning pil, tanning bed, atau tanning lotion.

5.      Hindari permukaan yang dapat memantulkan sinar matahari seperti logam, karena permukaan seperti itu dapat memantulkan sampai 85% sinar matahari.

v     Dampak sinar UV pada kulit manusia efek jangka pendek :

1.       Kulit berubah warna menjadi kecoklatan (Suntan). Ketika kulit terkena sinar UV maka defense mechanism dalam tubuh kita akan memproduksi pigmen melanin yang mengubah warna kulit menjadi kecoklatan. Perubahan ini akan mengakibatkan penuaan dini pada kulit.

2.       Kulit terbakar sinar matahari (Sunburn). Kulit akan terbakar jika terkena paparan radiasi sinar UV secara berlebihan. Efek dari sunburn ini tidak langsung timbul namun baru terasa setelah 14-24 jam kemudian. Bersamaan dengan efek sunburn, ada kemungkinan kulit jadi melepuh yang merupakan indikasi dari luka bakar tingkat.

v  Dampak sinar UV pada kulit manusia Efek jangka panjang :

1.      Kulit menjadi rusak karena penuaan dini, timbul keriput, penebalan kulit, kulit menjadi kering, timbul flek-flek hitam, dan permukaan kulit menjadi tidak rata.

2.      Timbulnya kanker kulit jenis Basal-cell carcinoma, Squamous-cell  carcinoma, atau Melanoma. Kanker kulit yang umum ditemui adalah Basal-cell dan Squamous-cell carcinoma. Kanker jenis ini insha Allah mudah disembuhkan. Namun kanker kulit jenis Melanoma jika tidak diketahui secara dini akan berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian.

Untuk menjaga agar kulit tetap sehat maka perawatan kulit dari luar saja tidak cukup. Perawatan kulit dari dalam, yaitu melalui makanan adalah lebih utama karena dari makananlah kita mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mengganti sel-sel kulit yang telah rusak atau mati. Pada musim panas, ada baiknya kita memperhatikan asupan air minum serta makanan yang mengandung antioksidan khususnya Vitamin E dan Vitamin C. Air diperlukan untuk mencegah kulit menjadi kering (skin dehydration) karena penguapan air melalui kulit cenderung meningkat di udara panas. Asupan makanan yang mengandung Vitamin E dan Vitamin C diperlukan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar UV. Kedua vitamin tersebut bekerja secara sinergi. Ketika sinar UV menembus kulit, Vitamin E yang berfungsi sebagai sebagai penjaga pintu kulit akan tumbang dioksidasi oleh sinar UV. Vitamin C kemudian memproduksi kembali vitamin E sehingga kulit kita tetap ada penjaganya. Jenis makanan :Vitamin E (RDA 15 mg, UL 1,000 mg) : tomat, apel (dengan kulit), mangga, pear, alpukat, wortel, lettuce, bayam, ubi jalar, kacang almond, hazelnuts, selai kacang, kacang, cottonseed oil, safflower oil, olive oil. Vitamin C (RDA 75 mg, UL 2,000 mg) : Papaya, orange juice (fresh), lemon juice (fresh), kiwi, orange, strawberry, melon, pineapple, grapefruit, green/red pepper (mentah), broccoli (mentah), kale (rebus), tomat, kentang , ubi jalar. Sun Protection Factor (SPF) adalah senyawa-senyawa aktif yang mampu mengabsorbsi spektrum sinar matahari antara 440-290 nm. Untuk perlindungan yang optimal, gunakan SPF bernilai minimal 15, tetapi jika kita mempunyai kulit yang sensitive atau ada riwayat keluarga yang menderita kanker kulit, sebaiknya gunakan SPF dengan nilai yang lebih tinggi. Semakin tinggi nilai SPF, semakin baik kemampuan sunscreen. Namun tidak berarti setelah menggunakan SPF bernilai tinggi kita bisa seenaknya berada di luar dalam jangka waktu yang lama. Produk-produk yang mengklaim sebagai “all day protection” atau “broad spectrum sunblock” akan segera dievaluasi oleh FDA karena dianggap menimbulkan pengertian yang salah. Senyawa aktif SPF bekerja dengan menyerap sinar UV. Jadi jika kita menggunakan sunscreen di bagian wajah, maka bisa kita bayangkan sinar UV yang diserap oleh sunscreen terakumulasi di wajah kita. Akan lebih aman jika kita menggunakan sunscreen dengan nilai 15 (optimal) kemudian secara berkala dibersihkan, misalkan dengan berwudhu. Jika kita sholat tepat waktu, maka wudhu merupakan timing yang tepat untuk sekaligus membersihkan seluruh wajah, tangan, dan kaki, lalu kita gunakan sunscreen kembali sampai saat wudhu berikutnya. Sunscreen juga dapat di re-apply setiap dua jam sekali terutama jika kita melakukan kegiatan di luar yang menyebabkan kulit menjadi basah karena keringat atau karena berenang. Penggunaan sunscreen semata sebenarnya tidak cukup untuk memberikan perlindungan dari radiasi sinar UV. Dengan mengacu pada slogan “slip, slop, slap” yang diterapkan pada Autralian Skin Cancer prevention campaign, the American Cancer Society menganjurkan agar setiap orang yang berada di bawah matahai untuk slip on a shirt, slop on sun-screen and slap on a hat, atau terjemahan bebasnya kira-kira, “pakailah baju, sun-screen, dan topi” untuk mengurangi resiko terkena kanker kulit. Menggunaan pakaian untuk melindungki kulit memang penting, karena sinar UV A dengan spektrum yang lebih panjang nampaknya mampu menembus kulit lebih dalam. Pilih bahan yang mampu melindungi kulit kita. Jika suatu bahan tekstil tembus cahaya (tipis), berarti bahan tsb tidak dapat melindungi kulit dari radiasi sinar UV. Bahan warna terang bersifat memantulkan cahaya (panas), sedangkan bahan warna gelap cenderung menyerap panas.

Dengan demikian pada musim panas sebaiknya kita mengurangi penggunaan bahan berwarna gelap agar tidak kepanasan, sebaliknya pada musim dingin bahan warna gelap lebih dianjurkan. Hindari penggunaan pakaian yang ketat karena akan menggangu proses penguapan air melalui kulit. Difusi air melalui kulit disebut “insensible water loss” karena proses difusi terjadi tanpa kita sadari. Padahal pada hari yang panas, kita bisa kehilangan air sekitar 450 sampai 700 mL per hari karena proses penguapan air melalui kulit.

4. Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas di dalam payudara. Setiap tahun lebih dari 185.000 wanita didiagnosa menderita kanker payudara dan insiden penyakit ini semakin meningkat dinegara-negara maju (developed countries). Sekitar 43.500 kematian akibat kanker payudara setiap tahunnya yang menjadikan penyakit ini sebagai penyebab kematian terbesar kedua setelah kanker paru pada wanita di Amerika Serikat. Sembilan puluh persen dari kanker payudara biasanya ditemukan oleh wanita itu sendiri melalui “pemeriksaan payudara sendiri”. Dinegara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesiapun angka penderita kanker payudara dan kanker lain sudah demikian tingginya dibandingkan dengan 2-3 dekade yang lalu. Hal ini mungkin disebabkan antara lain oleh gaya hidup yang jauh berbeda, pola makan, polusi lingkungan, penggunaan insektisida, zat-zat pengawet, pewarna, penyedap makanan, serta stress yang berkepanjangan. Semuanya ini mungkin turut mengambil andil dalam berkembangnya penyakit kanker dan penyakit degeneratif lainnya seperti penyakit jantung koroner, diabetes, penyakit rheumatoid, dsb. Dinegara-negara yang konsumsi lemaknya tinggi, menunjukkan angka kanker usus dan payudara yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara yang tidak begitu tinggi konsumsi lemaknya. Kanker payudara termasuk diantara penyakit kanker yang paling banyak diperbincangkan karena keganasannya yang seringkali berakhir dengan kematian. Kanker payudara akan memperlihatkan kekhasannya dalam menyerang penderitanya. Kedanasan kanker ini ditunjukkannya dengan menyerang sel-sel nomal isekitarnya, terutama sel-sel yang lemah. Sel kanker ajan tumbuh pesat sekali, sehingga payudara penderita akan membesar tidak seprti biasanya

a.       Tanda-tanda dan Gejala

  • Adanya benjolan atau penebalan didalam atau sekitar payudara atau pada daerah ketiak.
  • Adanya perobahan besar atau bentuk dari payudara
  • Adanya cairan (discharge) atau rasa sakit pada puting susu, atau puting tertarik kedalam
  • Kulit payudara terlihat seperti kulit jeruk
  • Adanya perobahan penampilan kulit payudara, areola, atau puting susu, atau adanya perobahan pada perabaan kulit payudara (misalnya terasa panas, bengkak, merah ataupun bersisik

Penyebab kanker payudara sebenarnya hingga dewasa ini belum diketahui dengan pasti, namun yang jelas adalah penyakit ini bergantung pada hormon. Wanita yang kandung telurnya tidak berfungsi dan yang tak pernah mendapat terapi hormon tampaknya tidak pernah mendapat kanker payudara. Negara yang tinggi konsumsi lemak dalam dietnya, menunjukkan angka kanker payudara yang lebih tinggi dari negara-negara yang tidak tinggi konsumsi lemaknya. Yang paling beresiko untuk mendapat kanker payudara, Orang dengan kondisi atau yang mempunyai karakteristik berikut ini akan mempunyai resiko yang lebih tinggi dari rata-rata untuk mendapat kanker payudara yaitu:

  • Wanita (99 % kanker payudara terjadi pada wanita dan hanya 1% saja pada pria bertambahnya usia.
  • Ada riwayat tumor jinak payudara
  • Adanya riwayat keluarga yang menderita kanker payudara (ibu, adik, ini amat jelas pada wanita yang belum menopause (premenopausal women).
  • Wanita yang mendapat haid terlalu dini dan wanita yang mendapat menopause terlambat
  • Kemungkinan mereka yang menggunakan pil kontrasepsi yang terlalu lama (namun hal ini masih kontroversial).
  • Mereka yang mendapat dosis tinggi radiasi mengion sebelum usia 35 tahun dan adanya riwayat kanker colon (usus besar), tiroid, endometrium (rahim) atau kandung telur.
  • Mereka yang dietnya mengandung lemak hewani yang tinggi, konsumsi alkohol yang berlebih-lebihan, dan juga kemungkinan mereka yang obesitas. Mereka yang mempunyai perobahan dalam gene tertentu. Mereka yang melakukan implan payudara. Meskipun ada faktor-faktor resiko seperti itu, namun 70 % hingga 80% wanita yang menderita kanker payudara tidak sama sekali mempunyai faktor-faktor resiko yang diketahui tersebut.

Penemuan (diagnosa) dini amat penting. Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan serta pemeriksaan ginekologi tahunan memegang peran yang menentukan dalam deteksi dini suatu kanker payudara. Zat-zat nutrisi serta pembatasan konsumsi lemak terutama yang berasal dari hewan juga amat berperan dalam program pencegahan.

b. Pengobatan

§  Terapi Radiasi: penggunaan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker dan mencegahnya untuk terus bertumbuh.

§  Kemoterapi: penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.

§  Terapi Hormon, yang bertujuan untuk menjaga agar sel-sel kanker tidak mendapat hormon-hormon yang diperlukannya untuk bertumbuh (untuk menghalangi pertumbuhan sel-sel kanker).

§  Pemberian Antibiotik – antitumor

§  Pemberian anti-estrogen, seperti tamoxifen yang akan memblok kerja estrogen pada jaringan payudara.

§  Pemberian monoclonal antibodies untuk memblok reseptor protein yang dihasilkan dalam jumlah yang besar pada wanita-wanita yang mengalami kanker payudara.

§  Pemberian progestogen dosis tinggi (hormon steroid)

§  Terapikomplementer dan Terapi Alternatif Rencana pengobatan yang komprehensif (yang menyeluruh) dari suatu kanker payudara mungkin akan memasukkan pula serangkaian terapi komplementer dan alternatif. Psikoterapi dan kelompok-kelompok pendukung mungkin dapat membantu untuk meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup.

c.       Terapi komplementer, termasuk: Nutrisi

Menghentikan mengkonsumsi ternak-ternak unggas yang dibiakkan secara non-organik, daging (red meat), gula, white flour dan makanan-makanan yang diproses, kopi, coklat dan cola.

§  Konsumsilah sayuran dari keluarga crucifera, seperti broccoli, kol, bunga kol, dsb.

§  Konsumsilah hanya makanan-makanan yang ditumbuhkan secara organic (bila mungkin)

§  Masukkanlah dalam diet anda makanan-makanan seperti, wartel, uwi (yams), bawang putih (garlic), sayuran-sayuran berwarna hijau, tomat, jeruk, apel, anggur.

§  Konsumsilah diet yang tinggi serat.

§  Gunakan produk-produk kedele, seperti tahu, tempe, susu kedele, dsb.

Supplemen-supplemen yang bermanfaat, ternasuk:

  • Coenzym Q10
  • Calcium d-glucarate
  • Vitamin A, vitamin E, vitamin C, (antioksidan).
  • Selenium (antioksidan).
  • Bromelain
  • Melatonin

d.      Ramuan Herbal

Penggunaan ramuan herbal tertentu dapat mengurangi gejala-gejala, serta dapat membantu pembuangan toksin (racun) serta menetralisir radikal bebas, membantu menguatkan sistim kekebalan tubuh dan juga sebagiannya mempunyai efek anti-kanker. Bahan-bahan berikut dapat dimasukkan kedalam rencana pengobatan: Kombinasi Cimicifuga racemosa (black cohosh), Trifolium pratense (red clover), Medicago sativa (Alfalfa), Larrea tridentata (chaparral), serta Astragalus membranaceus (herbalene = fu zheng) sebagai dasarnya, dan ditambah dengan dua atau tiga jenis bahan-bahan berikut dengan jumlah yang sama: Ramuan herbal biasanya tersedia sudah dalam bentuk ekstrak kering (pil, capsul atau tablet), dalam bentuk teh (disedu seperti teh) ataupun tinctura (ini biasanya ekstraksi dengan alkohol terkecuali disebutkan lain). Dosis untuk yang disedu seperti teh adalah 1 sendok teh bumbung disedu dengan 1 gelas air mendidih dan dibiarkan 10 -15 menit baru diminum (bila yang digunakan akar-akaran maka waktu sedu perlu lebih lama sampai 20 menit)

e.       Homeopati
Biasanya praktisi homeopati akan mempertimbangkan gejala-gejala yang anda alami beserta keadaan umum anda agar dapat menciptakan regimen yang tepat buat masing-masing penderita. Sebagian ramuan homeopati yang paling sering dilakukan yang mungkin dapat membantu mengurangi gejala kanker payudara adalah :

§  Arsenicum untuk mengatasi kecemasan (anxiety) dan neg (nausea),   disertai dengan kegelisahan dan perasaan sakit dan panas.

§   Ipecac untuk meredakan neg yang tak reda dengan muntah.

§  Nux vomica untuk meredakan rasa sakit yang menusuk di perut yang disertai perasaan marah dan mungkin juga kolleps

f.       Akupunktur

Sebagian praktisi akupunktur memilih meng-akupunktur penderita kanker payudara setelah pengobatan konvensional selesai. Sementara yang lain memilih melakukan akupunktur dan / atau terapi herbal bersama-sama dengan kemoterapi atau radiasi. Praktisi akupunktur mengobati penderita kanker payudara berdasarkan assesmen kelebihan atau kekurangan qi yang terletak diberbagai meredian masing-masing penderita. Banyak penderita kanker mengalami defisiensi qi di meredian limpa dan ginjal.

g.      Transfer Factor

Kita menderita sakit apabila sistem kekebalan yang berfungsi menjaga agar tubuh kita terhindar dari serangan-serangan musuh, baik yang datang dari luar (seperti bakteri, virus, jamur, parasit, dsb), maupun yang datang dari dalam tubuh sendiri (seperti radikal bebas, toksin-toksin dari limbah metabolisme, sel-sel kanker, dsb), tidak berfungsi dengan semestinya. Hampir semua penyakit yang kita alami, terkecuali akibat trauma, luka dan sebagainya dan dapat kita telusuri disebabkan oleh ketidak mampuan sistem kekebalan tubuh kita (immune system) memerangi agen-agen musuh yang mengancam dan merusak sel-sel tubuh kita. Ini berarti, bahwa kesehatan kita amat tergantung kepada baik tidaknya fungsi dari sistem kekebalan tubuh kita. Karena itu, bila sistem kekebalan tubuh, kita tingkatkan sedemikian rupa, sehingga dapat bekerja dengan efektif melawan agen-agen penyebab penyakit, maka kita akan terhindar dari menderita sakit. Transfer factor, yang baru dapat di ekstraksi dari colostrums sapi (susu pertama yang dihasilkan setelah melahirkan) dan dari kuning telor pada abad 21 ini, adalah suatu bahan pembawa pesan (immune messengers) yang dapat menstimulasi dan meningkatkan kerja dari sistem kekebalan tubuh, serta sekali gus pula mengendalikan reaksi sel-sel kekebalan tubuh yang berlebihan (over-reaction), sehingga sistem kekebalan tubuh kita menjadi waspada dan dapat berfungsi secara efektif untuk melindungi tubuh dari serangan-serangan musuh. Transfer factor, dapat meningkatkan aktivitas sel-sel Natural Killer (NK-cells), yaitu suatu sel kekebalan tubuh, yang berfungsi meronda dan membunuh semua sel-sel yang bukan merupakan bagian dari sel-sel tubuh kita yang normal, termasuk sel-sel kanker hingga 400 %. Karena itu pemberian transfer factor, merupakan suatu harapan baru untuk lebih meng-efektif-kan sistem kekebalan tubuh kita.

h.      Pencegahan Kanker payudara dapat dicegah dengan cara:

o   Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama

o   Hindari banyak merokok dan mengkonsumsi alkohol

o   Lakukan pemeriksaan payudara sendiri, setiap bulan

o   Hindari terlalu banyak terkena sinar-x atau jenis-jenis radiasi lainnya

o   Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Sebaiknya sering mengkonsumsi kedelai serta produk olahannya, seperti tahu, tempe, dan susu kacang kedelai, sebab kedelai mengandung phyto estrogen, yaitu genistein, yang bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara

o   Lakukan olahraga secara teratur

o   Hindari terlampau banyak makan makanan berlemak tinggi

o   Atasi stress dengan baik, misalnya lewat relaksasi dan meditas

o   Makanlah lalap kunir puti (temu mangga) lebih kurang dua ruas jari setiap hari

Rasa Nyeri luar biasa pada penyakit kanker yang berkepanjangan merupakan salah satu penderitaan yang harus ditanggung oleh penderita penyakit kanker. Penanganan rasa nyeri ini, dalam dunia kedokteran modern ternyata merupakan salah satu masalah yang paling sulit diatasi. Dari pengamatan, kesulitan penanganan masalah rasa nyeri tersebut disebabkan oleh adanya faktor subyektif dan psikologis. Disamping itu sebagian obat yang digunakan untuk menanggulangi nyeri dapat menyebabkan ketergantungan terhadap obat itu dan memicu penyakit aterogenik. Yang paling beresiko terserang penyakit kanker payudara yaitu: Jika dalam keluarga ada penderita kanker payudara, mendapat haid pertama pada usia sangat muda, atau terlambat mengalami manepause, tidak pernah menyusui anak, kegemukan, tidak pernah melahirkan anak, pernah mendapat terapi hormon dan mendapat radiasi pada payudara.

Beberapa makanan dan minuman yang dianjurkan untuk menghindari atau mengurangi konsumsinya: tauge, vetsin, tape, es, cabai, kurangi garam, lengkeng, Aaohol, nenas, sawi putih, daging merah, rokok, nangka, durian, soft drink, kangkung dan ikan asin. Anjuran dalam Masa Pengobatan Kanker Payudara. Terdapat beberapa bahan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Konsumsinya boleh hanya satu jenis bahan saja atau campuran dari beberapa bahan. Jika kita sedang terserang kanker payudara, dianjurkan untuk meminum jus bahan-bahan makanan berikut, lakukan dua kali satu gelas setiap hari, Wortel, Lobak, Pisang raja, Belimbing manis, Seledri, Brokoli, Kubis, Apel, dan Bawang putih Minum juga susu kedelai setengah gelas, lakukan dua kali sehari, atau konsumsi selalu 100 gram tempe setiap hari. Aneka Sayuran Hijau Pencegah Kanker:Buncis, Daun singkong, Kacang panjang dan Daun pepaya.

5. Kanker Tiroid

Kanker tiroid adalah suatu keganasan pada tiroid yang memiliki 4 tipe ; papiler, folikuler, anaplastik atau meduler. Kanker jarang menyebabkan pembesaran kelenjar, lebih sering menyebabkan pertumbuhan kecil (nodul) di dalam kelenjar. Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak dan biasanya kanker tiroid bisa disembuhkan. Kanker tiroid seringkali membatasi kemampuan menyerap yodium dan membatasi kemampuan menghasilkan hormon tiroid; tetapi kadang kanker menghasilkan cukup banyak hormon tiroid sehingga terjadi hipertiroidisme.

Nodul tiroid cenderung bersifat ganas jika:

  • Hanya ditemukan satu
  • Skening tiroid menunjukkan bahwa nodul tidak berfungsi
  • Nodulnya padat dan isinya bukan cairan (kistik)
  • Nodulnya keras dan pertumbuhannya cepat

.           Tipe-tipe Kanker Tiroid

1.       Kanker papiler 60-70% dari kanker tiroid adalah kanker papiler. 2-3 kali lebih sering terjadi pada wanita. Kanker papiler lebih sering ditemukan pada orang muda, tetapi pada usia lanjut kanker ini lebih cepat tumbuh dan menyebar. Resiko tinggi terjadinya kanker papiler ditemukan pada orang yang pernah menjalani terapi penyinaran di leher. Kanker ini diatasi dengan tindakan pembedahan, yang kadang melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di sekitarnya. Nodul dengan diameter lebih kecil dari 1,9 cm diangkat bersamaan dengan kelenjar tiroid di sekitarnya, meskipun beberapa ahli menganjurkan untuk mengangkat seluruh kelenjar tiroid. Pembedahan hampir selalu bisa menyembuhkan kanker ini. Diberikan hormon tiroid dalam dosis yang cukup untuk menekan pelepasan TSH dan membantu mencegah kekambuhan. Jikanodulnya lebih besar, maka biasanya dilakukan pengangkatan sebagian besar atau seluruhkelenjar tiroid dan seringkali diberikan yodium radioaktif, dengan harapan bahwa jaringan tiroid yang tersisa atau kanker yang telah menyebar akan menyerapnya dan hancur. Dosis yodium radioaktif lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa keseluruhan kanker telah dihancurkan dan kanker papiler hampir selalu dapat disembuhkan.

2.       Kanker Folikuler 15% dari kanker tiroid adalah kanker folikuler. Kanker folikuler juga lebih sering ditemukan pada wanita. Kanker folikuler cenderung menyebar melalui aliran darah, menyebarkan sel-sel kanker ke berbagai organ tubuh. Pengobatan untuk kanker ini adalah pengangkatan sebanyak mungkin kelenjar tiroid dan pemberian yodium radioaktif untuk menghancurkan jaringan maupun sel kanker yang tersisa.

3.        Kanker anaplastik, kurang dari 10% kanker tiroid merupakan kanker anaplastik. Kanker ini paling sering ditemukan pda wanita usia lanjut. Kanker anaplastik tumbuh sangat cepat dan biasanya menyebabkan benjolan
yang besar di leher. Sekitar 80% penderita meninggal dalam waktu 1 tahun. Pemberian yodium radioaktif tidak berguna karena kanker tidak menyerap yodium radioaktif. Pemberian obat anti kanker dan terapi penyinaran sebelum dan setelah pembedahan memberikan hasil yang cukup memuaskan.

4.       Kanker meduler, pada kanker ini kelenjar tiroid menghasilkan sejumlah besar
kalsitonin (hormon yang dihasilkan oleh sel-sel tiroid tertentu).
Karena juga bisa menghasilkan hormon lainnya, maka kanker ini
menyebabkan gejala-gejala yang tidak biasa. Kanker cenderung menyebar melalu sistem getah bening ke kelenjar getah bening dan melalui darah ke hati, paru-paru dan tulang. Pada sindroma neoplasia endokrin multipel, kanker meduler bisa terjadi bersamaan dengan kanker endokrin lainnya.Pengobatannya meliputi pengangkatan seluruh kelenjar tiroid. Lebih dari 2/3 penderita kanker meduler yang merupakan bagian dari sindroma neoplasia endokrin multipel, bertahan hidup 10 tahun; jika kanker meduler berdiri sendiri, maka angka harapan hidup penderitanya  tidak sebaik itu. Kadang kanker ini diturunkan, karena itu seseorang yang memiliki hubungan darah dengan penderita kanker meduler, sebaiknya menjalai penyaringan untuk kelainan genetik. Jika hasilnya negatif, maka hampir dapat dipastikan orang tersebut tidak akan menderita kanker meduler.

Jika hasilnya positif, maka dia akan menderita kanker meduler; sehingga
harus dipertimbangkan untuk menjalani pengangkatan tiroid meskipun
gejalanya belum timbul dan kadar kalsitonin darah belum meningkat.
Kadar kalsitonin yang tinggi atau peningkatan kadar kalsitonin yang
berlebihan setelah dilakukan tes perangsangan, juga membantu dalam
meramalkan apakah seseorang akan menderita kanker meduler.

5.       Penyebab : Kanker tiroid lebih sering ditemukan pada orang-orang yang pernah
menjalani terapi penyinaran di kepala, leher maupun dada.

6.       Faktor resiko lainnya adalah adanya riwayat keluarga yang menderita
kanker tiroid dan gondok menahun.

7.       Gejala terdapat pembesaran kelenjar tiroid atau pembengkakan leher. Suara penderita berubah atau menjadi serak. Bisa terjadi batuk atau batuk berdarah, serta diare atau sembelit.

8.       Diagnosa, pertanda awal dari kanker tiroid biasanya adalah benjolan yang tidak
terasa nyeri di leher. Skening tiroid bisa menentukan apakah nodulnya berfungsi atau tidak, karena nodul yang tidak berfungsi cenderung bersifat ganas. Pemeriksaan USG bisa membantu menentukan apakah nodulnya padat atau
berisi cairan. Contoh, nodul biasanya diambil dengan jarum untuk keperluan bopsi merupakan cara terbaik untuk menentukan apakah nodulnya jinak atau tidak.

6. Kanker Penis

Kanker penis adalah keganasan pada penis dan penyebabnya diduga adalah smegma(cairan berbau yang menyerupai keju, yang terdapat di bawah kulit depan glans penis). Tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Pria tidak disunat yang tidak menjaga kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis dan pria yang pernah menderita herpes genitalis memiliki resiko tinggi menderita kanker penis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada penis tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil. Biopsi dilakukan untuk memperkuat diagnosis.

1.Gejalanya berupa:

Ø luka pada penis

Ø luka terbuka pada penis

Ø  nyeri penis dan perdarahan dari penis (pada stadium lanjut).

2.       Pengobatan

  • Pengobatan kanker penis bervariasi, tergandung kepada lokasi dan beratnya tumor (Kemoterapi)
  • Kemoterapi bisa dilakukan sebagai tambahan terhadap pengangkatan tumor (Pembedahan)
  • Jika tumornya terbatas pada daerah kecil di ujung penis, dilakukan penektomi parsial (pengangkatan sebagian kecil penis).
  • Untuk stadium lanjut dilakukan penektomi total disertai uretrostomi (pembuatan lubang uretra yang baru di daerah perineum).
  • Terapi penyinaran (Terapi penyinaran dilakukan setelah pengangkatan tumor yang terlokalisir dan tumor yang belum menyebar. Efek samping dari terapi penyinaran adalah nafsu makan berkurang, lelah, reaksi kulit (misalnya iritasi dan kemerahan), cedera atau luka bakar pada rektum, sistitis dan hematuria) Penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8minggu.

2.4. Kanker Yang Banyak ditemukan Pada Anak

Pengobatan kanker pada anak pada dasarnya sama dengan kanker pada orang dewasa. Yakni kombinasi antara operasi, radioterapi dan kemoterapi serta transplantasi sumsum tulang. Khusus untuk leukemia dan limfoma pengobatan utama adalah kemoterapi. Kemoterapi atau radioterapi umumnya diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor serta sesudah operasi untuk membasmi sisa sel tumor dan anak sebar. Sebagai upaya proteksi diri, pola makan anak pun perlu diperhatikan. Orang tua dianjurkan untuk tidak memberi makanan yang banyak mengandung lemak dan protein pada anak, sebab makanan tersebut dapat merangsang tumbuhnya sel kanker. Bagi para ibu hamil juga dianjurkan untuk tidak menyantap makanan yang mengandung bahan kimia dan sedapat mungkin menghindari radiasi.

1. Leukemia

Leukemia atau kanker darah merupakan penyakit kanker yang paling banyak dijumpai pada anak. Jumlahnya kurang lebih mencapai 30% dari seluruh penyakit kanker pada anak. Angka kejadian tertinggi terjadi pada anak usia 3-6 tahun.

Gejala yang perlu diwaspadai yaitu:

§  Pucat dibarengi lesu atau lemah. Umumnya kondisi ini berkaitan   dengan nafsu makan yang berkurang.

§  Demam yang tidak jelas penyebabnya.

§  Perdarahan abnormal yang mudah dilihat pada kulit.

§  Nyeri pada anggota gerak (tulang) dan perut terasa keras atau membengkak dan kelenjar getah bening juga membengkak

2. Tumor Otak

Tumor otak yang menyerang bagian otak, baik tumor ganas maupun jinak akan memberikan masalah yang sama beratnya karena otak terletak dalam rongga tengkorak yang luasnya terbatas. Dampak yang ditimbulkan kedua jenis tumor tersebut sama, yaitu merusak struktur serta fungsi susunan saraf.

Gejala yang harus diwaspadai yaitu:

o   Sakit kepala disertai mual atau muntah yang menyembur, penglihatan berkurang atau terganggu, dan ada penurunan kesadaran atau perubahan perilaku.

o   Ciri khusus pada byi adalah ubun_ubun besarnya menonjol

o   Terdapat gangguan berbicara atau keseimbangan anggota gerak melemah (lumpuh) atau kejang.

3. Retinoblastoma

Kanker di retina mata paling sering dijumpai pada anak berusia antara 6 bulan sampai 2 tahun.

Gejala yang harus diwaspadai yaitu:

o   Bercak putih di bagian tengah mata (retina) yang seolah bersinar bila kena cahaya (seperti mata kucing), penglihatan terganggu atau mata menjadi juling dan pada stadium lanjut, bola mata tampak menonjol.

4. Kelenjar Getah Bening

Penyakit ini mempunyai angka kejadian tertinggi pada anak usia 5-7 tahun.

Gejala yang harus diwaspadai yaitu:

  • Pembesaran dan pembengkakan kelenjar getah bening yang progresif di leher, ketiak, atau selangkangan. Umumnya gejala tersebut tidak disertai tanda infeksi.
  • Anak menjadi lemah dan nafsu makan berkurang

5. Neuroblastoma

Kanker saraf simpatis primitif  ini dapat timbul di berbagai tubuh. Bagain yang paling sering mengalaminya adalah kelenjara anak ginjal (adrenal suprarenal).

Gejala yang patut diwaspadai:

  • Kelopak mata membengkak dan biru, bola mata menonjol atau kelopak tampak turun
  • Munculnya benjolan-benjolan di kepala, kelumpuhan mendadak, pincang yang disebabkan patah tulang tanpa sebab, perut membesar dan keras.

6. Kanker Ginjal

Yang paling banyak dijumpai pada anak adalah tumor wilms (nefroblastoma). Angka kejadian yang tertinggi pada usia 3-4 tahun.

Gejala yang diwaspadai yaitu: Gejala dini kanker ginjal sulit dideteksi. Namun, biasanya ditandai dengan kencing yang berdarah, rasa tidak enak di dalam perut, dan bila telah cukup besar dapat teraba sebagian perutnya yang membesar dan keras.

7. Kanker Otot Lurik (Rabdomiosarkoma)

Kanker yang berasal dari jaringan otot lurik ini dapat terjadi di mana saja. Pada anak biasanya terjadi di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat, dan vagina. Karenanya, gejala yang muncul sangat tergantung pada wilayah yang diserang. Kanker otot lurik pada rongga mata ditandai dengan mata yang menonjol. Di telinga menyebabkan nyeri pada telinga yang dapat disertai perdarahan. Bila mengenai otot lurik dari anggota gerak, maka terjadi pembengkakan.

8. Kanker tulang

Merupakan salah satu kanker yang banyak dijumpai pada anak. Biasanya antara usia 10­20 tahun. Gejala yang patut diwaspadai yaitu pembengkakan tulang yang progresif, disertai rasa nyeri dan demam dan ada pula yang disertai trauma (benturan) seperu jatuh yang tidak jelas sebagai pemicunya.

2.5. Terapi Diet Pada Kanker

Dalam usaha mencegah dan mengobati tumbuhnya kanker, diperlukan pengetahuan tentang penyebab munculnya kanker dalam tubuh. Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya kanker yaitu:

1. Pentingnya zat pencegah kanker pada sayuran & buah

Sayuran tidak hanya tinggi serat dan rendah lemak, tetapi juga banyak mengandung zat pencegah kanker. Karotenoid, pigmen yang memberi warna gelap pada buah dan sayuran hijau misalnya, terbukti bisa membantu mencegah kanker. Betakaroten yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau tua dan jingga membantu mencegah kanker paru-paru, kanker ginjal, kanker mulut, kanker kerongkongan (esophagus), kanker pangkal tenggorok (larynx), dan kanker payudara.Sayuran seperti kol, brokoli, kale, kembang kol, dan brussel sprout mengandung flavonoid dan indole yang juga bersifat antikanker. Sedangkan kandungan vitamin C di dalam buah-buahan dan beberapa sayuran juga bisa menurunkan 0risiko kanker kerongkongan dan kanker perut. Vitamin C berlaku sebagai antioksidan yang menetralkan bahan kimia penyebab kanker yang terbentuk di dalam tubuh. Mineral selenium yang ditemukan pada kelompok padi-padian juga memiliki efek antioksidan seperti halnya vitamin C dan vitamin E dan Konsumsi cukup sayuran dan buah-buahan (5 porsi setiap hari)

2. Tingkatkan konsumsi makanan berserat

Seorang dokter dari Inggris, Dennis Burkitt, pada tahun 1970 mengamati bahwa makanan kaya serat bisa mengurangi penyakit pada saluran pencernaan.Makanan kaya serta juga membantu mencegah kanker payudara, karena serat bisa mengikat hormon estrogen dan membantu mengeluarkannya dari dalam tubuh. Dengan demikian, estrogen tidak kembali ke aliran darah, sehingga tidak menyebabkan peningkatan kadar estrogen di dalam tubuh. Kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Serat banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan, polong-polongan, kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kedelai, tempe), lentil, dan makanan pokok seprti beras serta gandum yang diproses minimal (whole grain). Pada umumnya, bahan pangan nabati yang masih alami dan tidak terlalu banyak diolah masih banyak mengandung serat. Banyaknya konsumsi serat yang dianjurkan adalah antara 20 dan 30 g setiap hari. Serat sebaiknya bersumber dari makanan, bukan dari suplemen.

3.  Turunkan konsumsi lemak

Berdasarkan penelitian, masyarakat yang konsumsi lemaknya tinggi, juga tinggi tingkat kematiannya akibat kanker kolon dan kanker payudara. Walaupun jumlah lemak secara total mempengaruhi, namun ada bukti bahwa lemak hewan lebih merusak daripada lemak tumbuhan. Jika mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, sereal. Jika mengkonsumsi daging sapi, pilihlah yang rendah lemak. lebih baik pilih ikan atau ayam kampung, jika mengkonsumsi susu dan olahannya, pilih yang berlemak rendah (low fat) dan secara umum, kurangi konsumsi gula, garam, lemak dan jauhi alkohol

4.  Hindari alkohol

Meminum minuman berlakohol secara berlebihan bisa meningkatkan risiko kanker payudara, kanker mulut, kanker faring (phrynx, saluran antara rongga hidung, rongga mulut, dan kerongkongan), dan kanker kerongkongan (esophagus). Apa lagi jika ditambah dengan kebiasaan merokok, bisa juga meningkatkan risiko kanker perut, kanker hati, dan kanker usus besar (kolon).

5. Hindari terlalu sering memasak makanan pada suhu tinggi

Memasak makanan seperti daging atau ikan dengan cara digoreng dengan panas tinggi bisa memunculkan zat-zat yang bersifat karsinogenik (menimbulkan kanker). Daging yang dibakar, dipanggang, diasap, atau diberi bahan pengawet nitrit juga bisa membentuk zat karsinogen. Jadi, lebih aman memasak dalam suhu yang lebih rendah misalnya dikukus, direbus atau dimasak sekejap.

6. Batasi camilan lezat tapi tidak sehat

Terkadang kita tergoda mengkonsumsi camilan yang rasanya lezat namun tidak sehat seperti cake, permen, serta aneka dessert yang umumnya terbuat dari lemak jenuh. Jika sulit menghindar, makanlah dalam porsi kecil sambil tingkatkan konsumsi makanan yang sehat.

7.   Nutrisi bagi penderita kanker yang sedang menjalani terapi

Para penderita kanker yang sedang menjalani terapi juga tetap dianjurkan mengkonsumsi makanan yang sehat dan gizi seimbang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita kanker yang mengkonsumsi makanan sehat selama terapi umumnya lebih tahan menghadapi efek samping dari terapi dan beberapa terapi kanker bisa bekerja lebih efektif pada pasien yang tubuhnya mendapat cukup nutrisi. Mengkonsumsi makanan yang sehat juga memungkinkan tubuh mempertahankan kesehatan otot-ototnya, membangun jaringan sel yang baru, dan menjaga diri dari serangan infeksi dengan lebih baik.

Para peneliti di Amerika Serikat pada pertengahan Januari 2002 melakukan penelitian tentang diet rendah lemak. Diet ini sangat berpotensi menurunkan tingkat hormon remaja putri dalam masa puberitas dan kemungkinan dapat memperkecil resiko kanker payudara. Lebih dari separuh wanita yang dirawat karena mengidap kanker payudara menderita kekambuhan. Dan para dokter seringkali tidak bisa meramalkan secara tepat, wanita mana yang akan menderita kekambuhan kembali dari penyakitnya tersebut. Kini para ilmuan Italia telah membuat suatu penemuan yang dapat membantu lebih banyak wanitauntuk selamat dari kanker payudara. Hasil penelitian awal dari Dr. Pier Francesco Ferrucci, seorang ahli spesialis kanker di European Institute of Oncologist di Milian, Italia, menunjukkan bahwa suatu kunci untuk mengenali para wanita yang penyakit kankernya memiliki kemungkinan untuk kambuh, mungkin adalah sebuah protein yang disebut Maspian, yang diproduksi oleh sel-sel payudara.

Dia menemukan bahwa para wanita yang memiliki kadar maspian yang tinggi di dalam sumsum tulangnya, cenderung bebas dari penyakit tersebut selama 2 tahun, sementara mereka yang memiliki konsentrasi maspian yang rendah memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk kambuh kembali.

Sebelumnya, para ilmuwan memang telah menemukan bahwa maspin tampaknya dapat menghalangi pertumbihan tumor ketika kanker payudara mulai terbentuk, kemungkinan dengan menghalangi pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah yang memberi makan pada sel-sel kanker. Tetapi penelitian baru ini merupakan langkah yang lebih maju dengan menemukan kadar maspin yang rendah juga terkait dengan pertumbuhan penyakit ini pada mulanya. Efek maspin terutama kuat pada para wanita dengan penyakit kanker yang berat, dimana kanker telah menyusupi  20 kelenjar getah bening atau lebih. Dari 10 wanita yang masuk kategori tersebut, sebanyak 8 oarang memiliki maspin dalam sumsum tulangnya, dan 2 orang yang lain tidak ada. Dua tahun setelah diaknosa tersebut, 8 pasien tersebut tidak ada yang kambuh penyakitnya, sedangkan dua pasien yang lain mengalami kekambuhan. Seorang menjadi menderita kanker hati, dan yang lain kanker paru-paru.

Para wanita selama ini, terutama yang berusia separuh baya senantiasa disarankan untuk menjalani pemeriksaan mamografi untuk menghindari diri dari beberapa kemungkinan terkena kanker payudara stadium lanjut. Ternyat Screening (pemeriksaan penyaringan) terhadap para wanita ini ternyata tidaklah menyelamatkan lebih banyak nyawa dari pada melakukannya setiap tiga tahun, demikian disebutkan oleh sebuah penelitian di European Breast Conference di Brussels.

Penelitian ini melibatkan 76.000 wanita berusia antara 50 sampai 60 tahun. Mereka menjalani satu pemeriksaan mamografi dan kemudian setengahnya dites setiap tahun, sementara lainnya mendapatkan tes hanya setelah tiga tahun, seperti yang dilakukan saat ini di Inggris. Penelitian ini berlangsung selama empat tahun. Hasil-hasilnya menunjukkan bahwa pemeriksaan penyaringan tahunan menemukan lebih banyak tumor kecil, namun tidak menemukan lebih banyak wanita yang telah terjangkit penyakit ini dalam stadium lanjut.

Para peneliti harus memperkirakan berapa banyak wanita yang akan meninggal sepuluh tahun setelah kanker itu didiagnosa, berdasarkan kemungkinan progresifitas dari tumor-tumor yang teridentifikasi itu. Mereka meramalkan bahwa 32,9 persen dari para wanita yang diperiksa setiap tahun dan 35,4 persen dari mereka yang diperiksa setiap tiga tahun diperkirakan akan meninggal karena kanker payudara. Meski penyebab kanker payudara belum diketahui pasti, tapi sejumlah faktor resiko sudah dikemukakan oleh para dokter, supaya upaya antisipasi bisa dilakukan jauh-jauh hari. Kalau pun sel kanker sudah muncul, setidaknya penanganan atau pengelolaan tehadap faktor-faktor resiko bisa menghambat penyebaran sel tersebut. Salah satu faktor resiko tersebut adalah stres atau goncangan jiwa. Dibandingkan wanita yang kerja dipertanian jarang yang terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang tinggal di kota. Padahal, papara pestisida konon justru meningkatkan resiko terkena kanker dan hasil temuan menunjukkan bahwa bertani, melindungi wanita yang bekerja di pertanian dari kanker payudara, jika dibandingkan dengan populasi umumnya.

Para ahli dari berbagai disiplin dari UNC-CH ini meneliti 862 pasien kanker payudara yang tinggal di 24 kawasan North Carolina dan membandingkan dengan 790 wanita lainnya yang tidak menderita kanker payudar, kata Duell. Mereka memiliki semua data dari catatan kesehatan, sejarah pekerjan, termasuk juga semua data informasi pekerjaan pertanian sejak mereka berumur tujuh tahun, penggunaan pestisida informasi mengenai tanaman dan ternak.

Hasil analisis semua data, yang dilaporkan selengkapnya dalam jurnal Epidemiology edisi september 2000,menunjukkan wanita yang bertani lebih dari 23 tahun, resikonya terkena kanker payudara 40 % lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah tinggal di pertanian. Mereka yang bekerja di pertanian dengan jangka waktu yang lebih lama, mendapatkan perlindungan dari kanker payudara lebih besar, sedangkan yang tidak terlalu lama perlindungannya lebih rendah. Mengapa itu terjadi para ahli belum dapat menyimpulkan. Faktor yang mungkin penting adalah wanita di pertanian cenderung melahirkan anak lebih cepat dan memiliki anak lebih banyak. Mereka mencapai fase puberitas lebih lambat dan memasuki fase menopauses lebih awal. Meraka juga jenderung merokok dan meminum minuman beralkohol dibandingkan wanita lainnya. Tetapi secara statistik faktor itu dikontrol, tetap tidak mempengaruhi efek perlindungan dari pekerjaan pertanian. Para ahli tidak bisa menetapkan efek aktifitas fisik, yang oleh sejumlah ahli diperkirakan mengurangi resiko terkena kanker payudara.

Tingkat kematian akibat kanker telah jauh berkurang pada orang-orang yang berumur di bawah 50 tahun, dan kemudian besar hal ini disebabkan karena gaya hidup dan lingkungan yang lebih sehat yang telah mengurangi penghirupan jangka panjang akan zat penyebab kanker. Diagnosa yang lebih dini, yang sudah tentu penting dalam semua kasus kanker, dan perbaikan pengobatan di dunia medis turut menjadi faktor penentu. Penurunan ini diharapkan dapat berlangsung juga di kelompok umur yang lebih tua seperti yang terjadi pada umur yang lebih muda ini. Dr Sutjipto, Sp.B.Onk dari RS kanker Dharmais, Jakarta mengemukakan bahwa  salah satu pasiennya menderita kanker payudara akibat stres yang diderita, Ia sama sekali tidak mempunyai kelainan genetik atau sanak saudara yang menderita kanker payudara. Menurut Sutjipto, kondisi kanker pasien tersebut berada pada stadium 2, artinya kemungkinan sembuh atau rentang harapan hidupnya masih cukup panjang. Namun stres terus-menerus yang dialami membuatnya bertahan hidup hanya sampai tahun ke-2. Karena itu stres tidak bisa dianggap enteng. Penanganan terhadap stres mesti dilakukan sesegera mungkin, baik untuk mencegah maupun terapi bagi penderita kanker. Faktor resiko lainnya adalah menstruasi pada usia dini (usia 11 tahun kebawah). Penelusuran ilmiah menunjukkan angka kejadian kanker payudara akan lebih tinggi pada orang yang mengalami menstruasi pada usia 11 tahun ke bawah dibandingkan mereka yang mengalaminya pada usia 13 tahun. Sementara menopause yang terlambat maupun belum menikah atau belum melahirkan juga merupakan faktor resiko. Konsumsi alkohol, merokok, paparan sinar radio aktif, dan konsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dalam jangka panjang adalah sejumlah faktpr resiko juga. Faktor lainnya adalah keturunan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga terkena kanker payudara, maka ia memiliki risiko yang sama. Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 mempunyai kaitan erat dengan resiko kanker payudara, ovarium atau keduanya, sebesar 50-85 persen. Karena itu, Sutjipto menganjurkan jika ada anggota keluarga yang terkana kanker payudara maka anggota keluarga lainnya mesti melakukan pemeriksaan dengan mamografi. Kenaikan berat badan merupakan pertanda awal seorang wanita berisiko atas kanker payudara. Dalam studinya, kenaikan 70 pounds berisiko dua kali terkena kanker payudara. The American Cancer Society mencatat bahwa wanita yang mengalami kenaikan berta badan antar 21 hingga 30 pounds setelah berusia 18 tahun akan berisiko 40 persen terkena kanker payudara ketimbang wanita yang hanya mengalami kenaikan 5 pounds atau kurang. Pada usia 18 tahun, wanita yang memiliki kenaikan berat badan 70 pounds akan memilki resiko dua kali  lebih besar ketimbang mereka yang mengalami kenaikan hanya lima pounds. Setiap kejadian kenaikan berat badab sejak berusia 18 tahun akan sangat berhubungan engan resiko terkena kanker payudara seiring post-menopause. Riset yang dilakukan oleh The American Cancer Society berdasrka hasil survey yang dilkukan mulai tahun 1992 atas wanita yang berusia 50 tahun hingga 74 tahun. Kepada mereka ditanyakan selisih berat badan sekarang dan saat mereka berusia 18 tahun. Setelah itu berat badan mereka dipantau selama beberapa tahun. Heather Spencer Feigelson juga mencatat bahwa wanita yang menggunakan terpi hormon tidak menunjukkan efek yang sama. Karena biasanya wanita yang menggunakan terapi hormon aipastikan akan mengalami kenaikan resiko terken kanker payudara karena naiknya tingkat hormon estrogen. Wanita kurus dan tidak berlemak yang tidak melakukan terapi hormon memiliki tingkat estrogen yang rendah, demikian pernyataan dari para peneliti. Sehingga wanita jenis ini akan memiliki resiko paling rendah terkena kanker payudara. Pengguaan terapi hormon pada wanita yang kurus dan gemuk dipastikan akan membuat tambahan estrogenik, meski demikian para peneliti tidak bisa menjelaskansecara detail mengapa dan bagaimana kenaikan berat badan itu memicu rsiko kanker payudara. Menurut catatan tim yang berbasis di atlanta itu, kanaikan berat badan tercatat merupakan penyebab kanker nomor dua dalam semua jenis kanker. Biasanya seorang wanita penderita kanker payudara harus menjalani operasi pengangkatan payudara mereka untuk bisa memperpanjang hidup mereka agar kanker tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Menurut penatalaksanaan kanker payudara terkini terbitan RS kanker Dharmais, perempuan dengan resiko standar bisa melakukan mamografi pada usia 40 tahaun keatas. Namun perempuan dengan resiko tinggi, khususnya dengan mutasi BRCA1 dan BRCA2, mamografi sebaiknya dimulai pada usia 25 tahun atau pada usia 5 tahun lebih muda dari anggota keluarga termuda yang mempunyai riwayat kanker payudara. Misalnya jika sang kakak menderita kanker pada usia 26 tahun, maka adiknya dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2 dianjurkan memulai pemeriksaan mamografi pada usia 21 tahun. Sel kanker payudar yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam padakelenjar payudar. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel aknker payudar dapat bersembunyi si dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

Perkembangan kanker terdiri dari tiga stadium yaitu antara lain:

1.      Stadium I ( stadium dini). Besarnya tumor tidak lebih dari 2-2,25 cm, dan tidak terdapat penyebaran (metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini, untuk memeriksa ad atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus diperiksa di labotarium.

2.      Stadium II (tumor sudah lebih besar dari 2-2,25 cm, dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah bening di ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh hanya 30-40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal).

3.       Stadium III (tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh, dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudar sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang-kadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah. Usaha ini hanya untuk menghambat proses perkembngan sel kaker dalam tubuh serta untuk meringankan penderitaan penderita semaksimal mungkin).

Menurut Sutjipto mengatakan tidak ada acara yang pasti untuk menangkal atau menyembuhkan kanker. Namun pola hidup sehat dan menghindari sters adalah salah satu saran untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. “Banyak konsumsi sayuran dan vitamin C, hilangkan stres, hindari rokok dan jangan terlalu gemuk. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi buah-buah dan sayuran bisa menurunkan resiko kanker payudara. Pasalnya, makanan dari tumbuhan kaya dengan nutrien antioksidan yang mencegah kerusakan sel-sel yang bisa menyebabkan kanker. Usahakan untuk mengonsumsi paling sedikit 5 porsi buah-buahan atau sayuran perhari. Penelitian lain menunjukkan lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun bisa melindungi kita dari kanker payudara, sedangkan lemak jenuh seperti terdapat di dalam daging dan mentega dapat meningkatkan resiko, menurut David J. Hunter, M.D., Direktur Harvard Center for Cancer Prevention di Boston.

Para ahli yang mengamati kebiasaan makan pasiaen kanker payudara dan perempuan yang sehat juga menemukan perempuan yang mengkonsumsi steak well done (sangat matang) beresiko 4 kali lebih tinggi terkena penyakit ini dibandingkan yang lebih suka steak medium, begitu menurut sebuah penelitian tahun 1998 yang dimuat di journal of the National Cancer Institute. Penelitian tahun 1997 yang diterbitkan jurnal kedokteran Inggris, The Lancet juga menemukan konsumsi kedelai yang banyak mengandung senyawa phytoestrogen akan menurunkan resiko kanker payudara. Kanker payudara tidak akhir segalanya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menikmati hidup lebih panjang. Satu terapi penting lainnya, lupakanlah bahwa anda adalah seorang penderita kanker payudara karena semakin anda memikirkannya maka semakin berat derita yang dirasakan dan semakin lemah fisik Anda. Jadi mengapa mesti tenggelam dalam kesedihan ketika masih banyak kegembiraan lain yang menunggu keterlibatan anda. Hasil penelitian ini, menurut para peneliti, menunjukkan bahwa konsumsi lemak yang tinggi seperti cara makan Amerika bukan saja mempengaruhi berat badan tetapi mempengaruhi masa pubertas para remaja putri dan akhirnya beresiko menimbulkan kanker payudara. Akan tetapi terlalu dini untuk mengatakan jika para remaja putri mengikuti program diet rendah lemak ini dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara. Untuk itu, mereka ingin melakukan penelitian kepada remaja pada saat tumbuh-berkembang menjadi dewasa.

Menurut Joanne Dorgan dan rekan dari “Fox-Chase Cancer Center” di Philadelpia, mereka telah mengujihampir 300 remaja putri dan memberi mereka diet rendah lemak dalam takaran sedang, kemudian memeriksa tingkat hormon dalam darah mereka sepanjang tahun. Hasilnya sangat mencolok dan hasil penelitian itu langsung disiarkan dalam Jurnal Lembaga Kanker Nasional Amerika, pertengahan Januari lalu. Joanne Dorgan, salah seorang penyakit menular dalam wawancara telepon dengan Reuters mengatakan, ketika merencanakan penelitian ini, diprediksikan  akan mendapatkan perbedaan yang kecil dalam hormon , namun tenyata dia sangat takjub saat mendapatkan perubahan yang menyolok hanya dengan diet rendah.

Berkat  Joanne Dorgan, para remaja putri di Amerika sangat antusias untuk mengikuti penelitian itu lebih luas lagi. Mereka berpendapat, dengan diet rendah lemak secara ringan akan aman dari kanker payudara. Remaja putri ini berusia sekitar 8-10 tahun pada awal penelitian dan pada saat menjalani pemeriksaan akhir, mereka rata-rata sudah berusia 16 tahun. Remaja putri ini memiliki hormon yang sangat rendah dan pada wanita dewasa. Keadaan ini berkaitan dengan resiko kecil terkena kanker payudara. Setengah dari gadis-gadis ini bersama keluarganya mendapat saran mengenai pengaturan makan untuk mendapatkan 28 persen kalori dari lemak dan mereka lebih banyak mengkonsumsi serat.

Menurut hasil penelitian, setelah lima tahun menjalani diet hormon estradiol mereka lebih rendah 29,8 persen dari kebanyakan remaja putri sebayanya,hormon esteron 20,7 persen lebih rendah dan tingkat estogen sulfat lebih rendah 28,7 persen selama paruh pertama siklus haid. Sementara itu pada paruh kedua siklus haidnya dibandingkan dengan gadis-gadis yang tidak melakukan diet rendah lemak, tingkat testoteron menjadi 27 % lebih tinggi. Perbedaan hormon estrogen ini berkaitan dengan kanker payudara. Setelah tujuh tahun, gadis-gadis yang mengikuti program diet itu tingkat progesteronnya turun separuh selama paruh kedua siklus haid, seperti gadis-gadis yang tidak mengikuti diet. “seluruh parameter ini pada wanita yang lebih dewasa dapat menunjukkan resiko kecil terkena kanker payudara. Kami berpikir bahwa temuan ini sangat menyolok, teristimewa hanya dengan pengaturan lemak secara ringan. Kami pun tidak menemukan dampaknya pada haid, tetapi semula kami berpikir bahwa kemungkinan hal ini disebabkan penelitian ini dimulai terlambat,” kata Dorgan.

Penelitian lain yang berkaitan dengan diet lemak-tinggi pada kanak-kanak dilakukan pada awal masa haid mereka. Tim Dorgan sedang mencari dana untuk melanjutkan penelitian pada gadis-gadis tersebut yang kini berusia 20-an tahun guna mengikuti kemungkinan terjadinya perkembangan lebih lanjut. Meraka ingin membandingkan siapa yang diantara mereka yang tetap melakukan diet. Dorgan juga ingin melihat apakah tulang gadis-gadis itu mendapat pengaruh, mengingat tingkat ekstrogen yang tinggi dapat memadatkan tulang. Para peneliti juga ingin mempelajari payudara mereka untuk memeriksa jika terjadi perubahanyang dapat mengarah pada resiko kanker payudara. (Zul/sumber: AS). Para ahli selama ini seringkali menghubungkan antara diet dan muatan lemak tinggi mungkin menyebabkan kanker payudara. Tapi menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Richard Wiseman, mungkin hal ini tidak berhubungan langsung. Tapi diet dengan muatan tinggi bisa merampas zat gizi yang penting dalam tubuh guna memerangi penyakit tersebut.

Kanker payudara paling sering dialami oleh wanita di Indonesia, setelah kanker mulut rahin.  Di Indonesia, setiap tahun ada 100 wanita dari 100.000 penduduk yang terkena kanker payudara.Pengobatan kanker payudara biasanya memang memanfaatkan kombinasi terapi, misalnya dengan pembedahan, kemoterapi, radioterapi, antibodi monoklonial dan terapi hormonal. Kalau tetapi primer adalah dengan pembedahan dan operasi untuk mengangkat tumor, terutama pada stadium awal, lalu baru disusul dengan kemoterapi.  Kalau stadiumnya sudah lanjut, sebenarnya kemoterapilah yang lebih berperan. Ahli penyakit dalam menambahkan meski seluruh tumor yang ada di payudara sudah diangkat, tidak berarti penderitaannya bisa sembuh total.  Dalam beberapa kasus selalu saja ada sisa sel kanker yang tertinggal dan tidak terdeteksi, sehingga akhirnya menimbulkan kekambuhan.  Sebab itu sangat penting dilakukan terapi ajuvan, yaitu menggunakan radioterapi, kemoterapi, dan terapi horm

2.6.Serat Mencegah Kanker

Upaya pencegahan penyakit kanker semakin diperhatikan. Perilaku hidup merupakan salah satu penyebab utama timbulnya kanker, di luar faktor keturunan, lingkungan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Faktor perilaku hidup itu terutama menyangkut pola makan sehari-hari.

Serat makanan (diatery fiber) adalah komponen dalam tanaman yang tidak tercerna secara enzimatik menjadi bagian-bagian yang dapat diserap di saluran pencernaan. Serat secara alami terdapat dalam tanaman. Serat terdiri atas berbagai substansi yang kebanyakan di antaranya adalah karbohidrat kompleks.

Serat makanan dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

1.       Serat larut (soluble fiber) misal pektin, gum, gel, dan mucilages selulosa,

2.       dan serat tidak larut (insoluble fiber) yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin.

Para ahli belakangan mengidentifikasikan bahwa 80 – 90% dari berbagai bentuk kanker berkaitan erat dengan makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Kanker payudara dan prostat diduga karena mengkonsumsi lemak yang terlalu banyak. Alkohol juga disebut-sebut sebagai biang keladi mencuatnya kanker payudara. Sejumlah studi epidemiologi membuktikan, munculnya penyakit kanker pada saluran pencernaan erat hubungannya dengan berbagai paparan dari jenis makanan tertentu. Sedangkan kanker tenggorokan (esofagus) berkaitan dengan tingginya konsumsi alkohol dan bisa juga karena kebiasaan merokok. Kanker lambung dihubungkan juga dengan tingginya konsumsi makanan pengawet yang berkadar garam tinggi. Sedangkan kanker kolon (usus besar) dan rektum disebabkan oleh tingginya konsumsi lemak dan minuman beralkohol (terutama bir). Kanker hati diduga akibat percemaran makanan oleh aflatoksin dan juga konsumsi alkohol yang tinggi. Beberapa ahli berpendapat, infeksi virus hepatitis B juga merupakan penyebab timbulnya kanker hati. Sementara itu kanker paru-paru dan kandung kencing terutama disebabkan oleh paparan tembakau (rokok) serta beberapa zat kimia dari berbagai cemaran industri.

Di samping zat-zat yang merugikan dalam kandungan gizi makanan tertentu, terdapat pula zat-zat gizi yang terkenal sebagai zat antikarsinogen, yaitu zat yang bersifat protektif (melindungi seseorang yang mengkonsumsinya dari timbulnya kanker). Termasuk golongan ini terutama sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A, betakaroten, vitamin C, dan vitamin E. Juga zat gizi lain yang saat ini terkenal berpotensi mencegah penyakit kanker seperti selenium (Se), asam folat, niasin (vitamin B3), vitamin D, seng (zinc), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg). Serat yang merupakan bagian dari pangan nabati yang tidak dapat dicerna oleh tubuh juga berperan penting dalam pemeliharaan kesehatan tubuh dan dapat mencegah timbulnya kanker kolon.

Fungsi serat itu penting karena dapat menarik air dari sekitar pembuluh darah sehingga melunakkan faeses dan mendorong pengeluaran yang efisien melalui usus. Sumber makanan yang mengandung serat adalah biji-bijian, kulit dan daging, buah-buahan serta sayuran seperti seledri, kol, kembang kol, bayam dll. Antioksidan merangsang kekebalan. Betakaroten, vitamin C, vitamin E, dan selenium dikenal sebagai zat antioksidan yang dapat merangsang sistem imun tubuh untuk melawan radikal bebas yang membentuk karsinogen (substansi yang dapat menimbulkan kanker). Mekanisme antioksidan dalam menghambat terjadinya kanker ini termasuk mencegah pembentukan karsinogen dan mengalangi rusaknya sel normal lainnya. Pada percobaan terhadap binatang terbukti, antioksidan menghambat kerusakan kromosom, tahap promosi tumor, transformasi sel, dan rangsangan terbentuknya kanker secara kimia atau radiasi. Betakaroten banyak terdapat pada sayuran berwarna kuning seperti wortel, sedangkan vitamin C banyak dijumpai pada buah-buahan macam jeruk, jambu biji, dll. Vitamin E banyak terdapat pada sereal, minyak nabati, jagung, sayuran berdaun hijau, dan buah-buahan. Selenium terdapat pada daging, kerang, sereal, dan produk ternak.

Menurut beberapa penelitian, wanita penderita kanker serviks (mulut rahim) kadar asam folat dalam darahnya menurun. Hal ini tidak selalu berarti bahwa kadar asam folat yang rendah mencetuskan atau menyebabkan penyakit kanker. Dengan suplementasi asam folat, perubahan abnormal sel-sel di mulut rahim (cervical dysplasia) yang bisa berkembang menjadi kanker mulut rahim, dapat dicegah. Asam folat ini banyak terdapat pada sayuran hijau (brokoli, bayam, asparagus), biji-bijian, hati, kacang polong, buncis. Suplementasi vitamin B3 atau niasin dilaporkan juga dapat mencegah kanker. Vitamin ini biasanya diberikan pula pada penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, untuk mengurangi efek toksis (peracunan) dari kemoterapi itu sendiri. Penelitian Popov bahkan menyatakan, pemberian kombinasi niasin dan aspirin pada penderita kanker kandung kemih ternyata menurunkan angka kekambuhan dan meningkatkan perpanjangan waktu hidup penderita kanker. Niasin banyak terkandung dalam daging sapi, ayam, kacang-kacangan, ikan, daging tak berlemak, telur, dan alpukat. Sedangkan penelitian ahli lain, Garland dkk. dan Colston dkk menunjukkan, suplementasi vitamin D dalam bentuk aktifnya (1,25- dihidroksi) dapat menghambat multiplikasi (pelipatgandaan) sel kanker. Semakin tinggi vitamin D dalam darah (dalam bentuk 25-hidroksi vitamin D), semakin rendah risiko terjadinya kanker kolon. Vitamin ini banyak dijumpai pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras, dan ikan. Seng mencegah kanker, Kalsium berperan dalam proses proliferasi (perkembangbiakan) sel pada lapisan mukosa kolon manusia. Karena itu masukan kalsium yang cukup tinggi dapat mengurangi risiko terjadinya kanker kolon. Studi yang pernah dilakukan oleh seorang peneliti Rusia menunjukkan, suplementasi kalsium yang diberikan kepada penderita tumor tulang dapat meningkatkan efektivitas pengobatan kanker dengan terapi radiasi. Kalsium banyak terdapat pada susu, yoghurt, keju, bayam, dan brokoli. Penelitian yang pernah dilakukan pada hewan percobaan menunjukkan, kekurangan magnesium pada diet hewan ini dapat meningkatkan perkembangan terjadinya kanker tenggorokan dan kanker kulit luar. Ditemukan bahwa seseorang yang menderita kanker tenggorokan memiliki kadar seng yang rendah dalam darahnya.

Namun hal ini masih belum diketahui pasti apakah kekurangan seng merupakan sebab atau akibat dari kanker ini. Menurut Garafalo, seorang ahli lain, dalam tindakan pembedahan terhadap kanker dianjurkan agar berhati-hati sebab bisa memperparah defisiensi seng, bahkan sampai pada tingkat yang permanen. Apalagi bila pasien sudah sangat rendah kadar seng dalam serumnya sebelum operasi. Dalam kasus kanker prostat pada pria juga ditemukan kadar seng yang rendah dalam kelenjar prostat dan terjadi sekresi kelenjar prostat itu sendiri. Sehingga para ahli juga beranggapan seng ini merupakan proteksi dalam melawan penyakit kanker prostat. Makanan sehari-hari yang banyak mengandung seng dapat ditemukan misalnya pada makanan berasal dari hewan seperti daging ayam, sapi, telur dan juga pada biji-bijian, roti, susu dan produk olahannya. Belakangan dikenal pula beberapa substansi tertentu yang bermanfaat mencegah kanker seperti alkilgliserol yang banyak terdapat pada minyak hati ikan hiu, ko-enzim Q10, asam butirat, tulang rawan faktor antiangiogenesis (dari ikan hiu) yang berfungsi mencegah pembentukan darah baru dalam penyebaran sel kanker. Juga omega-3 dari minyak ikan, omega-6 serta beberapa ekstrak tumbuh-tumbuhan seperti bromelain berasal dari batang pohon nanas, bawang putih (Allium sativum), bawang bombai (Allium cepa) dan substansi lentinan berasal dari jamur shiitake asal Jepang. Bakteri Lactobacillus acidophilus juga dikenal sebagai bakteri yang normal dalam usus besar manusia dan berfungsi menormalisasikan aktivitas enzim-enzim yang dihasilkan dari bakteri lain. Kadar lemak yang tinggi dan rendah serat yang banyak ditemui pada diet makanan Barat menyebabkan terganggunya aktivitas enzim dalam bentuk kotoran di usus besar yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar. Karsinogen dalam makanan zat-zat yang terkandung dalam makanan (faktor diet) dapat menyebabkan promotor untuk menimbulkan keganasan yang tidak secara langsung menimbulkan tumor. Zat-zat ini digolongkan sebagai karsinogen. Selain karsinogen ada pula prokarsinogen yang bersifat mengubah zat kimiawi sehingga merupakan pencetus kanker. Karsinogen dalam makanan dapat ditemukan misalnya pada hasil pengolahan yang menimbulkan zat karsinogen plosiklik hidrokarbon akibat proses pengasapan makanan, zat kimia nitrosamin, zat fisik karena radiasi nuklir, ataupun zat biologi yang ada di alam seperti racun dalam tembakau. Zat-zat racun tersebut akan merusak keutuhan struktur sel dan intinya menjadi ganas sehingga bersifat mutagenik (sel-sel normal setelah dicemari racun atau pencemaran lingkungan menjadi sel ganas yang berkembang biak tanpa kendali). Selain itu zat karsinogen dapat timbul akibat pengolahan makanan yang tidak tepat. Misalnya, pemanasan yang terlampau lama dan terlalu tinggi suhunya (menimbulkan zat trans-fatty acid), cara menggoreng yang berlebihan serta pengawetan dengan pengasinan. Makanan yang tercemar oleh jamur Aspergillus flatus yang menghasilkan racun aflatoksin seperti pada kacang tanah busuk dan keju kedaluwarsa juga bersifat karsinogen. Penggunaan minyak (jelantah) yang sudah berulang kali mengandung zat radikal bebas seperti peroksida, epioksida, dan lain-lain yang juga bersifat karsinogenik dan mutagenik yang mengubah sel normal menjadi ganas. Pada percobaan terhadap binatang, konsumsi makanan yang kaya akan gugus peroksida ini dapat menimbulkan kanker usus. Pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin, yang banyak dipakai dalam makanan jajanan menurut penelitian epidemiologi dapat pula menimbulkan tumor kandung kemih. Zat pengawet makanan seperti formaldehida sebagai pengawet bakso atau tahu, penggunaan zat pewarna tekstil (bukan untuk makanan) seperti methanyl yellow pada krupuk, tahu dll. serta rhodamin, warna merah pada sirup menurut penelitian juga dapat merangsang timbulnya kanker hati. Mengingat banyak zat makanan di sekitar kita yang dapat merangsang timbulnya penyakit kanker, hendaknya kita sedapat mungkin menghindari makanan yang kurang bersih, lewat masa kedaluwarsa atau diolah dengan tidak semestinya. Walaupun dalam kehidupan sehari-hari cukup sulit untuk menghindarinya, paling tidak kita berusaha menjauhinya.

Awalnya, serat hanya diketahui bermanfaat untuk mencegah konstipasi. Pada awal tahun 1970-an, beberapa ilmuwan menyatakan bahwa serat memiliki manfaat lain untuk kesehatan. Salah seoarang ilmuwan tersebut adalah dr Denis Burkit, seorang dokter berkebangsaan Inggris, yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengobati dan melakukan penelitian medik di Afrika. Burkit dan koleganya mengamati bahwa sejumlah penyakit-termasuk penyakit jantung koroner, diabetes, appendicitis, homerrhoid, konstipasi kronik, dan kanker kolon-adalah lazim ditemukan di negara-negara maju tetapi jarang di Afrika. Burkit dan kawan-kawan menduga bahwa kandungan serat yang tinggi pada makanan tradisional masyarakat Afrika melindungi mereka dari penyakit tersebut. Burkit berpendapat,  kandungan serat yang rendah pada makanan masyarakat di negara maju berperan dalam timbulnya beragam penyakit. Hipotesis serat makanan yang diajukan oleh Burkit dan kawan-kawan masih mendapat perhatian besar para ahli dewasa ini.

Berbagai penelitian mengenai serat makanan makin memberi petunjuk bahwa hubungan antara serat makanan dan kesehatan tidak sesederhana yang diperkirakan oleh Burkit. Salah satu kesulitan membuka tabir misteri pengaruh serat pada kesehatan adalah fakta bahwa serat merupakan campuran substansi yang kompleks. Di dalam tubuh, serat yang berbeda memiliki efek yang berbeda pula dan serat dikonsumsi tidak sendirian. Pangan yang kaya serat juga mengandung komponen lain yang juga berperan dalam pencegahan penyakit. Beberapa manfaat dari pangan yang kaya serat justru berasal dari vitamin, mineral, dan komponen aktif lain yang dikandungnya, bukan dari seratnya. Selain itu, efek kesehatan berkaitan dengan pangan berserat tinggi terjadi karena penggantian makanan yang kurang menyehatkan menjadi lebih menyehatkan dan mengganti makanan berlemak dan berkalori tinggi menjadi makanan berlemak dan berkalori rendah-yang umumnya mengandung serat yang tinggi. Serat dan konstipasi salah satu bukti paling jelas manfaat serat adalah pada penanganan konstipasi (sembelit).  Serat mencegah dan mengurangi konstipasi karena ia menyerap air ketika melewati saluran pencernaan sehingga meningkatkan ukuran feses. Akan tetapi jika asupan air rendah, serat justru akan memperparah konstipasi atau bahkan dapat menyebabkan gangguan pada usus besar. Tambahan dua gelas air-dari kebutuhan enam gelas air per hari-diperlukan untuk mengimbangi peningkatan konsumsi serat. Telah lama diduga bahwa asupan serat yang tinggi dapat mengurangi risiko kanker kolon. Beberapa mekanisme efek pelindungannya telah diketahui. Pertama, serat meningkatkan ukuran feses dan menyelubungi komponen penyebab kanker di dalam feses. Kedua, serat mempersingkat waktu lewatnya sisa pencernaan pada saluran pencernaan sehingga mengurangi paparan dinding usus terhadap karsinogen. Akhirnya, fermentasi serat terlarut oleh bakteri menghasilkan komponen yang protektif terhadap kanker kolon. Walaupun penelitian epidemologik telah menunjukkan hubungan antara asupan serat dan penurunan risiko kanker kolon, para ahli belum dapat memastikan bahwa penurunan risiko tersebut hanya disebabkan oleh serat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek sayuran lebih kuat daripada efek serat pada penurunan risiko kanker kolon. Oleh karena itu, penggunaan suplemen serat makanan yang dimurnikan untuk mencegah kanker kolon tidak dianjurkan. Makanan seimbang-terdiri atas sayur, buah, dan biji-bijian-adalah lebih baik daripada suplemen serat murni. Pengaruh serat pada kadar kolesterol darah masih mengundang perdebatan dan membingungkan. Beberapa jenis serat dapat menurunkan kadar kolesterol darah, sementara serat yang lain tidak. Berbagai penelitian sampai dengan pertengahan tahun 1990, menyimpulkan bahwa efek serat pada penurunan kolesterol darah adalah sedang (modest).  Salah satu hal yang memunculkan peran pangan yang berserat tinggi pada penurunan kolesterol darah adalah kenyataan bahwa pangan yang berserat tinggi adalah pangan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol pada kadar yang rendah. Fakta ilmiah mendukung bahwa pangan yang berserat tinggi memiliki efek yang lebih menguntungkan daripada serat per se dalam pencegahan dan penanganan penyakit kronik. Walaupun beberapa jenis suplemen serat dapat berperan dalam penanganan penyakit tertentu (konstipasi kronik dan diabetes), para ahli lebih menganjurkan untuk mengonsumsi pangan sumber serat dan seimbang daripada mengonsumsi suplemen serat.

Kadar Serat Makanan dalam Sayuran

Jenis sayuran

Jumlah serat per 100 g (dalam g)

Wortel rebus

Kangkung

Brokoli rebus

Labu

Jagung manis

Kol kembang

Daun bayam

Kentang rebus

Kubis rebus

Tomat

3,3

3,1

2,9

2,7

2,8

2,2

2,2

1,8

1,7

1,1

Kadar Serat Makanan dalam Buah-buahan

Jenis buah-buahan

Jumlah serat per 100 g (dalam g)

Almond

Kacang goreng

Pisang

Durian

Apel

Jeruk

Pepaya

Mangga

Nenas

Manggis

Semangka

8,8

8,0

4,6

4,4

2,7

2,7

2,5

2,0

1,7

1,4

0,4

2.7. Teh Mencegah Kanker

Teh hijau menjadi sangat berkhasiat karena mengandung Catechin polyphenol; sejenis antioksidan yang sangat kuat, sehingga bisa menekan pertumbuhan sel kanker, tanpa merusak jaringan yang sehat. Unsur polyphenol yang sama juga diketahui efektif menurnkan kadar LDL dan memperbaiki sifat pembekuan darah yang tidak normal. Sebenarnya polyphenol yang sama dalam teh juga terkandung dalam anggur merah yang selalu diminum oleh orang Prancis setelah makan. Jenis unsur kimia inilah yang melindungi jantung orang Prancis, sekalipun mereka selalu mengonsumsi makanan berkadar lemak tinggi. Dibandingkan dengan jenis teh lain, seperti; teh hitam dan oolong, maka kandungan polyphenol pada teh hijau jauh lebih tinggi. Sekalipun berasal dari pohon yang sama, tahapan oksidasi saat membuat teh hijau, menyebabkan polyphenol terbentuk. Sedangkan kedua jenis teh yang lain, dibuat dengan metode fermentasi yang mengubah kandungan teh menjadi unsur lain, yang juga efektif untuk mengatasi keluhan kesehatan yang lain. Doktor Carol Koprowski dari South California of University mengatakan, teh dapat menurunkan penyakit kanker jenis tertentu. Dalam penelitian yang paling banyak diteliti adalah teh hijau, teh hijau mengandung antioksidan yang dapat mencegah sel agar tidak rusak. Dengan mengonsumsi teh hijau secara nyata dapat menghambat pengaruh kanker payudara, sedang teh hitam tidak. Baik teh hijau atau hitam semuanya merupakan teh dari bibit Asia, hanya saja proses pengolahannya tidak sama. Teh hitam diolah melalui proses peragian, sedang teh hijau tidak melalui proses peragian tapi dapat menjaga kandungan multifenol teh, menurut ahli, ini dikarenakan teh hijau kaya dengan kandungan antioksidan. Selain itu, hasil penelitian juga mendapati, mereka yang mengonsumsi teh hijau secara teratur memiliki hormon betina yang lebih rendah, dan jika secara teratur mengonsumsi teh hitam, hormon wanita dalam darahnya lebih tinggi. Umumnya, hormon wanita yang tingg diiringi dengan rasio kanker payudara. Konsepsi dengan Teh sebagai pengganti obat dalam terapi sudah ribuan tahun sejarahnya di China. Namun, hingga beberapa tahun terakhir ini, masyarakat Barat baru mulai menyadari kelebihan teh yang berpontensial bagi kesehatan. Kini, masyarakat Barat menganggap teh sebagai hormon untuk mengobati stres, sebagai obat mujarab berbagai penyakit lainnya. Apalagi dari hasil penelitian baru-baru ini ditemukan, bahwa dengan mengonsumsi segelas teh setiap malam dapat menurunkan rasio mengidap dua jenis penyakit kanker kulit yang umum. Setiap tahun, lebih dari 1 juta warga di AS didiagnosa mengidap penyakit kanker kulit, sebagian besar berusia di atas 50 tahun. Kanker kulit terutama berasal dari radiasi sinar ultraviolet. Radiasi sinar ultraviolet di bawah terik matahari yang menyebabkan lumpuhnya sistem kekebalan tubuh merupakan satu faktor utama terjadinya kanker kulit. Hasil percobaan membuktikan, multifenol yang banyak terdapat dalam teh hijau dan mengandung EGGCG (epigallocatechin-3-gallae) dapat melindungi kulit terhindar dari radiasi yang kuat, sekaligus menghambat terjadinya kanker kulit. Rasio mengidap kanker kulit yang umum bagi mereka yang kerap mengonsumsi teh (di atas satu gelas/malam) menurun 20% hingga 30% dibanding mereka yang tidak mengonsumsi teh. Para penggemar teh yang telah puluhan tahun mengonsumi teh (minimal 2 gelas/hari), hasilnya tampak lebih nyata.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa:

  • Kanker adalah pertumbuhan jaringan yang baru sebagai akibat dari proliferansi (pertumbuhan berlebihan) sel abnormal secara terus menerus yang memiliki kemampuan untuk menyerang dan merusak jaringan lainnya. Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal.
  • Faktor terjadinya kanker yaitu:

1.   Stres atau goncangan jiwa. Penanganan terhadap stres mesti dilakukan sesegera mungkin, baik untuk mencegah maupun terapi bagi penderita kanker. Pola hidup sehat dan menghindari stres adalah salah satu sarana untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. Banyak konsumsi sayuran dan vitamin C. Sebanyak 80 persen kasus penyakit kanker sebenarnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat diindentifikasi dan kemungkinan besar dapat dicegah. Demikian kutipan pernyataan dari Institute Kanker Nasional AS. Tiga puluh persen kasus kanker disebabkan oleh rokok dan sekitar 35 – 50 persen kasus kanker disebabkan oleh makanan. Jadi, pola makan sehari-hari ternyata turut menentukan tinggnya risiko terkena kanker.

2. Mengkonsumsi alkohol, merokok, paparan sinar radioaktif, dan konsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dalam jangka panjang adalah sejumlah faktor risiko.

3.   Keturunan (seseorang yang memiliki anggota keluarga terkena kanker payudara, maka ia memiliki risiko yang sama dan jika ada anggota keluarga yang terkena kanker payudara maka anggota keluarga lainnya mesti melakukan pemeriksaan dengan mamografi).

  • Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya kanker yaitu:

Ø  Pentingnya zat pencegah kanker pada sayuran & buah

Ø  Tingkatkan konsumsi makanan berserat

Ø  Turunkan konsumsi lemak

Ø  Hindari alkohol

Ø  Hindari terlalu sering memasak makanan pada suhu tinggi

Ø  Batasi camilan lezat tapi tidak sehat

Ø  Nutrisi bagi penderita kanker yang sedang menjalani terapi

  • Serat dan teh juga dapat mengobati berbagai penyakit serius yang menimpa manusia.
  • Pengobatan yang dilakukan untuk menghilangi kanker yaitu:

1.      Terapi

2.      Kemotrapi

3.      Pembedahan

3.2 Saran

  • Setelah diketahui mengenai diet therapy kanker diharapkan pembaca tahu dan memahami apa yang dimaksud dengankanker, apa dampaknya, dan bagaimana pencegahannya.
  • Masyarakat mereflaksikan makanan sehat didalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto.MAK. 2002. Gizi Dan Kesehatan.UMM Press Malang.

Budiyanto. MAK. 2002. Dasar – dasar Ilmu Gizi. UMM Press Malang.

< CLASS = ” WN ” Penulis : Dr. Noviani ( Dokter Ahli Akupuntur ).

Fiastuti Witjaksono Dokter Gizi Medik, Pengurus Indonesian Society For The Study Of Obesity ( ISSO ) / Himpunan Obesitas Indonesia ( HISOBI ).

Sulistijani, Dino A. 1999. Sehat Dengan Menu Berserat. PT Trubus Agriwidya. Jakarta.

http// Jaknecus.com/yahoo.2004. Kenaikan Berat Badan Prediksi Kanker Payudara

http//Saturnet.com, satumail.2004. Semua Berita Tentang Kanker Payudara.

http//Saturnet.com,2004. Terapi Kanker Payudara Hindari stres dan Perbanyak Konsumsi Sayuran

Sutjipto,Dr.2003. Terapi Kanker Payudara. Sinar Harapan Press. Jakarta

Zulkarnaen.2003. Diet Rendah Lemak Turunkan Hormon Remaja Putri. Pikiran Rakyat Press. Jakarta

02/08/2009 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 653 pengikut lainnya.