BIOLOGI ONLINE

blog pendidikan biologi

“VITAMIN, MINERAL DAN AIR”

I. PENDAHULUAN

Zat makanan merupakan satuan komponen yang menyusun bahan makanan. Namun, haruslah dapat dibedakan antara zat makan dan bahan makanan tersebut. Bahan makanan dapat juga disebut komoditas pangan dalam perdagangan, ialah apa yang kita beli, kita masak, dan kita susun sebagai hidangan. Sedangkan zat makanan bahan dasar menurut ilmu gizi adalah mencakup komponen penyusun bahan makanan, antara lain adalah : karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

Dalam makalah ini kelompok III akan membahas mengenai vitamin, mineral, dan air. Ketiga komponen penyusun bahan makanan tersebut memiliki jenis, fungsi, dan sumber yang berbeda. Vitamin dan mineral tidak dapat disintesa oleh tubuh. Oleh karena itu, unsure- unsur tersebut harus disediakan lewat makanan.

II. VITAMIN

Vitamin merupakan suatu molekul organic yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Vitamin-itamin tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia dalam jumlah yang sangat cukup, oleh karena itu harus diperoleh dari bahan panganan yang dikonsumsi.

  1. Jenis dan Sumber Vitamin

Berdasarkan kelarutannya dalam air, maka vitamin dibagi dalam kelompok vitamin yang larut air dan vitamin yang tidak larut air (tetapi dapat larut dalam lemak).

  1. Vitamin yang larut dalam air:

  1. Vitamin C

Vitamin C adalah derivate heksana dan cocok digolongkan sebagai suatu karbohidrat asam askorbat mudah teroksidasi menjadi dehidroaskorbat yang mudah pula tereduksi menjadi asm askorbat.

Sumber vitamin C sebagian besar berasal dari sayuran dan buah-buahan, terutama buah-buahan segar. Vitamin C mudah larut dalam air dan mudah rusak oleh oksdasi, panas dan alkali.karena itu agar vitamin C tidak banyak hilang, sebaiknya pengirisan dan penghancuran yang berlebihan dihindari.

  1. Vitamin B Kompleks

Dipandang dari segi gizi, kelompok vitamin B termasuk dalam kelompok vitamin yang disebut vitamin B kompleks yang meliput tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (asam nikotinat, niasinamida), piridoksin (vitamin B6), asam pantotenat, biotin, folasin (asam folat dan turunan aktifnya), serta vitamin B12 (sianokobalamin.).

Tiamin adalah zat berupa Kristal tersusun dari unsur-unsur karbon hydrogen-oksigen dan belerang, mudah larut dalam air, dan sedikit larut dalam alcohol. Vitamin ini tidak mudah mengalami oksidasi, tetapi dapat rusak karena pemanasan didalam larutan. Sumber Tiamin kebanyakan berasal dari biji-bijian seperti beras pecah kulit atau bekatulnya.

Riboflavin dalam bentuk murni diperoleh dari isolasi ragi, hati, putih telur dan susu. Vitamin ini dinamakan Riboflavin karena terjadi dari persenyawaan ribose ( 1 gula 5 karbon) dengan suatu zat berwarna kuning orange yang memberikan fluoresensi kuning kehijauan pada larutan. Sumber riboflavin terutama berasal dari hasil ternak.

Asam pantotenat adalah hasil penyatuan dua macam zat organic suatu derivate butirat dengan asam amino alanin. Sumber asam pantoneat paling banyak terdapat dalam royal jelly.

Sianokobalamin merupakan bentuk utama vitamin B12, mengandung suatu grup sianida, terikat pada kobalat pusat. Beberapa bahan dan produk nabati yang mengandung vitamin B12 adalah sayuran dari daun komprey, oncom dari bungkil kacang tanah, tempe, tauco dan kecap.

Asam Folat banyak terdapat didalam bahan makanan yang baik dalam bentuk bebas maupun dalam bentuk konjugasi. Bahan makanan yang paling banyak mengandung asam folat adalah hati, ginjal, khamir, dan sayuran hijau gelap.

Niasin termasuk zat organic yang sederhana, merupakan asam mengandung nitrogen dan niacinamit adalah garam dari asam ini.

Piridoksin terdapat pada sistem enzimatik yang berperan dalam metabolism asam amino, oleh karena itu diperlukan pada proses metabolism protein. Piridoksol bersifat larut dalam air dan alcohol dan stabil terhadap panas dalam larutan asam dan relative stabil dalam basa yang kurang larut.

Asam fosfat adalah suatu senyawa yang termasuk komplek, terdiri dari suatu inti pteridin, asam p-amino benzoate, dan asam glutamate sehingga diberi nama pteroilgutamat.

Biotin merupakan salah salah satu anggota kelompok vitamin B kompleks yang terdapat dalam berbagai bahan makanan.

  1. Vitamin tak larut dalam air (larut lemak)

  1. Vitamin A

Vitamin A ditemukan dalam bahan-bahan makanan yang berlemak. Provitamin A adalah pigmen berwarna kuning. Vitamin A pada umumnya stabil terhadap panas, asam dan alkali. Sayangnya mempunyai sifat yang sangat mudah teroksidasi oleh udara dan akan rusak bila dipanaskan pada suhu tunggi bersama udara, sinar dan lemak yang sudah tengik. Sayuran dan buah-buahan yang berwarna hijau atau kuning biasanya banyk mengandung karoten. Wortel, ubi jalar dan waluh kaya akan karoten.

  1. Vitamin D

Laju vitamin D dalam kulit tergantung jumlah sinar matahari yang diterima serta konsentrasi pigmen di kulit. Vitamin tersebut kemudian diterima kemudian diatifkan oleh sinar matahari dan diangkut ke berbagai alat tubuh untuk dimanfaatkan atau disimpan di dalam hati. Sumber vitamin D yaitu : minyak ikan, mentega, susu, kuning telur, ragi dan sedikit buah pisang.

  1. Vitamin E

Vitamin E terdapat dalam empat bentuk, alfa, beta, gamma dan delta tokoferol, semua telah dapat disentesis. Zat-zat inilah merupakan antioksida yang utama dalam lemak dan minyak yang dapat mencegah ketengikan.

Vitamin E merupaka salah satu factor yang larut dalam lemak. Sumber vitamin E yaitu: minyak gandum/jagung, sayuran, hati, telur, mentega, susu, daging dan terutama tauge.

  1. Vitamin K

Merupakan salah satu vitamin yang larut dalam lemak, vitamin K disintesis dan diisolasi dari hati ikan dibusukkan, dimana vitamin ini dihasilkan olek kerja bakteri-bakteri. Sumber vitamin K terdapat pada: hati, bayam, kubis, kol, susu, kuning telur dan minyak kedelai.

  1. Fungsi Vitamin

Vitamin mempunyai fungsi yang spesifik sesuai dengan fugsi spesifik sebagai biokatalisator atau sebagai koenzim. Sebagai contoh adalah sebagai koenzim metabolism karbohidrat, lemak, protein, dan lain-lain. Oleh karena itu, kekurangan itamin yang dikenal dengan avitaminos akan berdampak buruk pada kesehatan dan gangguan fungsi biologis organ atau sistem.

  1. Kelebihan vitamin

  • Sering terjadi pada vit ADEK (lipofil) dan tidak pada vit B kompleks dan C (hidrofil, yang jika kelebihan mudah di buang melalui urin)

  • Hipervitaminosis A: sakit kepala, muntah-muntah, kelaianan kulit, sakit tulang, penghambatan pertumbuhan.

  • Hipervitaminosis C: agressor kuat lambung à HCl lambuang meningkat à radang usus, maag, dll.

III. MINERAL

Mineral merupakan unsure isensial bagi fungsi normal sebagian enzim dan sangat penting dalam pengendalian komposisi cairan tubuh 65% adalah air dalam bobot tubuh. Komponen-komponen anorganik tubuh manusia terutama adalah Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium, Besi, Fosfor, Klorida dan Sulfur. Sebagian dari unsur-unsur tersebut adalah mineral-mineral tulang dan ion-ion dapat sebagai cairan tubuh. Mineral-mineral tersebut adalah bagian-bagian mustahak dari makanan. Unsur-unsur lain yang terdapat dalam jumlah sangat kecil disebut unsur-unsur runut (trace elements) yang juga adalah komponen-komponen makanan yang mustahak. Ini termasuk tembaga, moblibzenum, kobalt, mangan, zink, kromium, setenium, iodium dan fluor.

Yodium (i) merupakan mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang relatif sangat kecil, tetapi mempunyai peranan yang sangat penting untuk pembentukan hormon tiroksin. Hormon tiroksin ini sangat berperan dalam metabolisme sehingga dalam keadaan konsumsi yodium yang rendah, kelenjar gondok akan berupaya membuat konpensasi dengan membesrakan kelenjarnya. Kebutuhan yodium per hari sekitar 1-2 g per kg berat badan. Perkiraan kecukupan yang dianjurkan sekitar 40-120 g per hari untuk anak samapi umur 10 tahun, dan 150 g per hari untuk orang dewasa. Untuk wanita dan menyusui dianjurkan tambahan masaing-masing 25 g dan 50 g per hari.

  1. Sumber dan Fungsi Mineral

  1. Kalsium dan fosfor.

Tubuh manusia mengandung sekitar 22 gram kalsium per kg berat badan tanpa lemak. Kira-kira 99% kalsium terdapat dalam tulang dan gigi. Komposisi belum diketahui secara jelas, namun diperkirakan menyerupai suatu hidroksiapatit Ca10 (PO4)6 (OH)2.Peranan kalsium tidak saja pada pembentukan tulang dan gigi tersebut di atas, namun juga memegang peranan penting pada berbagai proses fisiologik dan biokhemik di dalam tubuh, seperti pada pembekuan darah, eksitabilitas saraf otot, kerekatan seluler, memelihara dan meningkatkan fungsi membran sel, mengaktifkan reaksi enzim dan sekresi hormon.

Bahan makanan yang kaya akan kalsium : susu, keju dan es krim, brokoli, kacang-kacangan dan buah-buahan. Aneka macam makanan mengandung kalsium dan fosfor. Kalsium dan fosfor dalam bentuk hidrosiapati adalah komponen terpenting pada struktur keras dari tulang dan gigi. Kalsium berperan dalam perangsangan saraf dan otot, penggumpalan darah, perantara dalam tanggap hormonal dan beberapa aktivitas enzim.

Tubuh manusia mengandung sekitar 12 gram fosfor per kilogram jaringan tanpa lemak. Dari jumlah ini kira-kira 85% terkandung dalam kerangka tulang. Di dalam plasma terdapat fosfor sekitar 3.5 mg/100 ml plasma. Bila butir darah termasuk maka total fosfor dalam darah antra 30-45 mg/100ml darah. Fosfor adalah bagian dari senyawa tinggi energi ATP yang diperlukan dalam suplai energi untuk kegiatan seluler. Karena peranannya yang sangat penting dalam metabolisme pada jaringan hewan dan tanaman maka mineral ini umumnya terdapat dalam setiap bahan makanan. Fosfor dari makanan diabsorpsi dalam bentuk bebas. Kira-kira 60-70% fosfor dari makanan dapat diserap.

  1. Magnesium

Sumber dari magnesium di antaranya adalah : sayur-sayuran hijau, kedelai, dan kecipir. Sedangkan fungsi dari magnesium adalah :

    1. Sebagai aktifator enzim peptidase dan enzim lain yang memecah gugus

    2. Phospat

    3. Sebagai obat pencuci perut

    4. Meningkatkan tekanan osmotic

    5. Membantu mengurangi getaran otot

Orang dewasa pria membutuhkan magnesium sebanyak 350mg/hari dan untuk dewasa wanita membutuhkan magnesium sebanyak 300mg/hari. Jika terjadi defisiensi, maka akan menimbulkan gangguan metabolic, insomania, kejang kaki serta telapak kaki dan tangan gemetar.

  1. Fe (Besi)

Jumlah seluruh besi di dalam tubuh orang dewasa terdapat sekitar 3.5 g, di mana 70 persennya terdapat dalam hemoglobin, 25 persennya merupakan besi cadangan (iron storage) yang terdiri dari feritin edan homossiderin terdapat dalam hati, limfa dan sum-sum tulang. Besi simpanan berfungsi sebagai cadangan untuk memproduksi homoglobin dan ikatan-ikatan besi lainnya yang mempunyai fungsi fisiologis.

Sumber besi di antaranya adalah: telur, daging, ikan, tepung, gandum,roti sayuran hijau, hati, bayam, kacang-kacangan, kentang, jagung dan otot.

Fungsi besi di antaranya adalah :

    1. Untuk pembentukan hemoglobin baru.

    2. Untuk mengembalikan hemoglobin kepada nilai normalnya setelah terjadi pendarahan.

    3. Untuk mengimbangi sejumlah kecil zat besi yang secara konstan dikeluarkan tubuh, terutama lewat urine, feses dan keringat.

    4. Untuk menggantikan kehilangan zat besi lewat darah tubug.

    5. Pada laktasi untuk sekresi air susu.

Kebutuhan akan zat besi untuk berbgai jenis kelamin dan golongan usia adalah sebagai berikut:

  1. Untuk laki-laki dewasa : 10 mg/hari

  2. Wanita yang mengalami haid : 12 mg/hari

  3. Anak-anak umur 7-10 tahun : 2,3-3,8 mg/hari

  4. Orang dewasa : 10-15 mg/hari

Zat besi yang tidak mencukupi bagi pembentukan sel darah, akan mengakibatkan anemia, menurunkan kekebalan individu, sehingga sangat peka terhadap serangan bibit penyakit

  1. Natrium

Tubuh manusia mengandung 1.8 gram natrium 1.8 gram natrium (Na) perkilo gram berat badan bebas lemak, dimana sebagian besar terdapat dalam cairan ekstraseluler. Kandungan natrium dalam plasma sekitar 300-355 mg/100 ml. Karena natrium merupakan kation utama dari cairan ekstraseluler, pengontrolan osmolaritas dan volume cairan tubuh sangat tergantung pada ion natrium dan risio natrium terhadap ion lainnya.

Natrium mampu membuat membran sel menjadi permeabel, sementara itu transmisi syaraf dan kontraksi otot melibatkan pertukaran natrium ekstraseluler dan kalium ekstraseluler. Hanya sejumlah kecil natrium berada dalam intraseluler. Dalam tulang, natrium dalam tulang kira-kira sebanyak 30-45% dari total natrium tubuh. Metabolisme natrium terutama diatur oleh aldosteron suatu hormon kortteks adrenal yang meningkatkan reabsorbsi natrium dari ginjal. Bila hormon tersebut tidak ada maka ekskresi natrium demikian jarang sekali dijumpai keadaan defisiensi pada nmanusia, sebab mineral ini terdapat di dalam hampir semua bahan makanan. Pangan nabati mengandung natrium lebih sedikit di bandingkan dengan pangan hewani.

Kehilangan natrium yang berlebihan karena muntah-muntah, diare dan berkeringat. Akibat dari deplesi natrium sangat erat berhubungan dengan status keseimbangan air. Bila kehilangan air, maka akan tampak gejala-gejala deplesi cairan ekstraselular: volume darah tinggi, tinggi hematokrit, tekanan darah rendah dan otot kram.

  1. Iodium

Sumber iodium di antaranya adalah : sayur-sayuran, ikan laut, dan rumput laut. Sedangkan funsi dari iodium di antaranya dalah sebagai komponen esensial tiroksin dan kelenjar tiroid.

  1. Floor

Sumber floor di antaranya adalah air, makanan laut, tanaman, ikan dan makanan hasil ternak. Sedangkan fungsi floor di antaranya adalah :

    1. Untuk pertumbuhan dan pembentukkan struktur gigi

    2. Untuk mencegah karies gigi

Kebutuhan floor antara dari panas dan daerah kurang panas berbeda.

  1. Khlor

Sumber dari khlor di antaranya adalah garam, keju, ikan, udang, bayam dan seledri. Sedangkan fungsi dari khlor diantaranya adalah :

    1. Activator amylase dan pembentukan HCl lambung

    2. Mengaktifkan enzim amylase dalam mulut untuk memecah pati.

    3. Membantu menjaga tekanan osmotic

  1. Zinc

Sumber utama Zinc adalah daging, unggas, telur, ikan, susu, keju, hati, lembaga gandum, ragi, selada, roti dan kacang-kacangan. Sedangkan fungsi Zinc di antaranya adalah :

    1. Meningkatkan keaktifan enzim

    2. Meningkatkan pertumbuhan

Jika terjadi defisiensi maka menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan gangguan kesembuhan luka

  1. Tembaga

Sumber utama dari tembaga adalah susu dan sereal. Sedangkan fungsi dari tembaga adalah berperan dalam kegiatan enzim pernafasan sebagai kofaktor bagi enzim tironase dan sitokromokdiase.

  1. Kobalt

Merupakan koostifuen vitamin B12 yang diperlukan bagi perkembangan normal sel-sel darah merah. Sumber utamanya adalah vitamin B12, B1, dan sayuran berdaun hijau. Kobalt mempunyai fungsi untuk keseimbangan tubuh ruminansia.

  1. Jenis Mineral

Berdasarkan jenisnya, mineral dibagi 2 macam yaitu, sebagau berikut:

  1. Makromineral (terdiri dari: kalsium, Al, Mg, P, sodium (Na), dan sulfur)

  2. Mikromineral (terdiri dari: Fe, I2, Flour, Mn, Zinc, cuprum, cobalalt dan kromium).

Table 1. Kecukupan n mineral yang dianjurkan di Indonesia

Golongan umur (tahun)

Berat badan (kg)

Kecukupan per orang per hari

Kalsium (mg)

Fosfor (mg)

Besi (mg)

Seng (mg)

Jodium (mg)

0.5 – 1.0

1 – 3

4 – 6

7 - 9

8

11.5

16.5

23.0

300

500

500

500

200

250

350

400

10

10

10

10

5

10

10

10

50

70

100

120

Pria:

10 – 12

13 – 15

16 – 19

20 – 59

> 60

30.0

40.0

53.0

55.0

55.0

600

600

600

500

500

400

400

500

500

500

10

18

18

8

8

15

15

15

15

15

150

150

150

150

150

Wanita:

10 – 12

13 – 15

16 – 19

20 – 59

> 60

32.0

42.0

45.0

47.0

47.0

600

600

600

500

500

350

400

400

450

450

10

18

24

28

8

15

15

24

28

8

150

150

150

150

150

Tambahan untuk:

Wanita hamil

Wanita menyusui

+ 200

+ 300

+ 200

+ 300

+ 2

+ 4

+ 5

+ 10

+ 25

+ 50

Sumber: Karyadi dan Muhilal (1986).

        1. Macam dan Fungsi Mineral

Semua jaringan tubuh hewan atau manusia, pangan dan pakan mengandung zat inorganik yan di sebut unsur hara atau mineral dengan jumlah yang berbeda-beda. Zat inorganik tersebut dalam pakn atau jaringan dapat diperoleh pada saat pengabuan dalam rangka analisa proeksimat. Dalam abu zat inorganik tersebut dalam bentuk oksida, carbonat dan sulfat. Mula-mula dalam ilmu nutrisi, zat-zat yang sering mengalami kekurangan adalah protein dan energi. Setelah kedua hal tersebut diketahui maka banyak penemuan-penemuan perihal kekurangan mineral sebagai zat micro nutrien bersama vitamin, pada hewan ruminansia mineral lebih kritis daripada vitamin, karenma ruminansia dapat membentuk beberapa vitamin dalam tubuhnya.

Pada saat ini diketemukan 22-23 mineral yang dipandang merupakan unsur esensial untuk ternak. Dari kemampuan 22-23 mineral yang dipandang merupakan unsur esensial untuk ternak. Dari kemampuan 22-23 unsur tadi 7 unsur disebut macro mineral dan 15-16 unsur disebut micro mineral. Ketujuh unsur macro mineral tersebut adalah: calcium, phosporus, magnesium, sodium, sulphur, potasium dan chlorine. Sedangkan yang trace mineral adalah :iron, iodine, zinc, copper, manganesa, cobalt, molybdenum (MO), selenium, chromium, tin (Sn), vanadium (V), flourine, silicon, nickel, cadmium,dan arsenic (As). Kedelapan disebutkan terakhir disebut “newer trace mineral”, yang peranannya dalam tubuh ternak masih terus dicari informasinya. Terdapat saling interaksi antara beberapa mineral misalnya antara copper, molybdenum dan sulphur. Bila MO dan S terlalu tinggi dalam pakan maka dapat terjadi defiseensi copper. Antara Ca, P dan vitamin Dengan juga ada hubungan fungsi. Antara vitanin E, SE, Methionin dan sekolah luar biasa inorganik juga ada saling keterkaitan.

Ada tiga fungsi utama mineral yaitu:

  1. Sebagai kompenen utama tubuh (structural element) atau penyusun kerangka tulang, gigi dan otot-otot. Ca, P, Mg, Fl dan Si untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi sedang P dan sekolah luar biasa untuk penyusunan protein jaringan.

  2. Merupakan unsur dalam cairan tubuh atau jaringan, sebagai elektrolit yang mengatur tekanan osmuse (Fluid balance), menegatur keseimbangan basa asam dan permeabilitas membran. Contoh adalah Na, K, Cl, Ca dan Mg

  3. Sebagai aktifator atau terkait dalam peranan enzyme dan hormon.

IV. AIR

Air dalam tubuh merupakan unsure esensial. Jaringan yang metabolismenya paling aktif mengandung air yang terbanyak, misalnya otot. Air dalam tubuh orang dewasa terdapat sekitar 60% dari berat badannya (± 47 liter).tubuh memperoleh air secara eksogen dan endogen. Air eksogen yaitu air yang berasal dari luar, diperoleh dari air yang diminum dan ir bersama dengan makanan. Air endogen berarti air yang diperoleh dari dalam tubuh sendiri berasal dari hasil oksidasi berbagai nutrient dalam tubuh

  1. Jenis dan Sumber Air

Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Berdasarkan sumbernya air dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :

1. Air yang diperoleh secara eksogen yang meliputi:

a. Air Minum yang meliputi:

1. Air bebas, merupakan air yang tidak terikat oleh komponen lain, seperti aquades atau air putih yang komponen terbesarnya adalah H2O atau juga air yang terdapat dalam ruang-ruang antar sel dan inter granulardan pori-pori yang terdapat dalam bahan air yang terdapat dalam bentuk bebas.

      1. Air yang terikat secara lemah karena terserap (terabsorbsi) pada permukaan koloid makro molekul seperti protein, pek-tin, pati, selluosa. Ikatan antara air dengan koloid tersebut merupakan ikatan hydrogen.

      2. Air dalam keadaan terikat kuat yaitu membentuk hidrat, ikatannya bersifat tonik sehingga relative sukar dihilangkan. Air ini tidak membeku meskipunpada suhu 0oF.

      3. Air dalam es yaitu merupakan suatu senyawa yang terdiri dari molekul H2O (HoH) yang tersusun sedemikian rupa sehingga 1 atom H disatu sisi antara sepasang atom oksigen molekul-molekul air lainnya, membentuk suatu pasangan simetrik, Dimana satu molekul (HoH) dapat mengikat 4 molekul HoH yang berdekatan dan jarak atom 0-0 yang berdampingan sebesar 2,76 Ao.

      4. Air dalam kompleks minuman : peran air dalam kompleks minuman yaitu sebagai pelarut. Air dapat melarutkan bahan seperti garam, vitamin, mineral, gula, dan senyawa-senyawa seperti yang terkandung dalam the dan kopi.

    1. Air dalam bahan makanan

Air yang terdapat dalam bahan makanan dinamakan sebagai air terikat yaitu suatu sistem yang mencakup air yang mempunyai derajat keterikatan yang berbeda dalam bahan. Menurut derajat keterikatan air dapat dibedakan 4 tipe, yaitu :

      1. Molekul-molekul air membentuk ikatan hydrogen dengan molekul air lain.

      2. Molekul air yang terikat pada molekul-molekul lain melalui suatu ikatan hidogen yang benergi besar.

      3. Molekul yang secara fisik terikat dalam jaringan matrik. Dalam membrane, kapiler, serat dan lain-lainnya.

      4. Molekul yang tidal terikat dalam suatu bahan.

Berdasarkan ke-4 tipe di atas dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

  1. Air imbibisi

Air yang masuk ke dalam bahan pangan menyebabkan pengembangan volume. Misalnya air yang tercampur dengan beras menjadi nasi.

  1. Air Kristal

Air yang terikat dalam semua bahan baik pangan maupun non pangan yang membentuk Kristal. Misalnya gul, garam, Cu SO4, dan lain-lain.

2. Air yang diperoleh secara endogen

Yaitu air yng diperoleh dari hasil oksidasi berbagai nutrient dalam tubuh misalnya karbohidrat dihidrolisis menjadi Co2 dan H2O.

Kebutuhan air sangat dipengaruhi oleh beberapa factor :

    1. Temperature

Makin tinggi temperature lingkungan, maka makin banyak kebutuhan air.

    1. Macam jenis makanan

Makanan dalam bentuk cair/semisolid hanya memerlukan air lebih sedikit daripada berasal dari bentuk padat.

    1. Umur

    2. Fungsi Air

Fungsi air di antaranya adalah sebagai baerikut:

  1. Sebagai bahan yang dapat mendispersikan berbagai senyawa polar ada dalambahan makanan

  2. Sebagai pelarut senyawa polar

  3. Berperan pada proses metabolism bahan gizi (misalnya pada Glikolisis dan Glikogenolisis)

  4. Sebagai alat transportasi zat gizi (misalnya, darah mengandung 90%-95% air)

  5. Sebagai pelumas persendian

  6. Menjaga stabilitas suhu tubuh

Fungsi air juga dijelaskan dalam QS. An Naml: 20 yang artinya :

Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).”

Regulasi konsumsi Air

Stimulasi pada rongga mulut

Jika seseorang menderita kekurangan saliva, maka rongga mulut dan oesophagus kering dan menyebabkan turunnya volume saliva akibatnya nafsu minum meningkat dan terangsangnya osmotic reseptor pada lidah dan rongga mulut menstimulasi nafsu makan.

Stimulasi pada otak

Jika temperature lingkungan meningkat, maka berakibat terhadap peningkatan produksi keringat menyebabkan konsentrasi garam darah meningkat menyebabkan permintaan air meningkat.

Tekanan osmose darah meningkat

Mempengaruhi Hipotalamus

ADH Cell kidney

(anti deuretik hormon) mengeluarkan renin

Retensi air pada ginjal Angiostensin Angiotensinogen

meningkat

GI. Adrenalin adisteron meningkat

Reabsorbsi sodium dan air meningkat

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 1987. Ilmu Pangan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Anonymous. 1993. Metabolisme Zat Gizi 1. Pustaka Sinar Harapan.Jakarta.

Budiyanto, Agus Krisno. 2001. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.

Anonymous. 1995. Biokimia. Binarupa Aksara. Universitas Indonesia. Jakarta.

Prawirokusumo, S. 1994. Ilmu Gizi dan Komperatif. UGM. Yogyakarta.

Sediaotama, Achmad Djaeni. 2000. ILMU GIZI. Penerbit PT DIAN RAKYAT.Jakarta

Winarno, F, G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

02/01/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | 7 Komentar

”KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN PROTEIN”

ABSTRAK

Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi hampir seluruh penduduk di dunia khususnya bagi penduduk negara yang berkembang. Karbohidrat berguna untuk mencegah pemecahan protein tubuh yang berlebihan dan membantu metabolisme lemak dan protein.

Seperti halnya karbohidrat, lemak merupakan sumber energi bagi tubuh. Lemak mempunyai fungsi untuk penghasil energi, sebagai penghasil lemak esensial, dan lain-lain. Begitu juga dengan protein, protein merupakan suatu zat yang sangat penting bagi tubuh, karena zat ini berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur.

Kata Kunci: Karbohidrat, lemak, dan protein

PENDAHULUAN

Ada tiga komponen penting penghasil energi yang sangat di butuhkan bagi setiap manusia : karbohidrat, lemak, dan protein. Khususnya bagi negara Indonesia sendiri yang sangat terkenal dengan gizi buruk sampai saat ini.

Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat-zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda, meski terdapat persamaan-persamaan dari sudut kimia dan fungsinya. Karbohidrat mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur, dan lain-lain. Karbohidrat yang terasa manis disebut gula (sakar). Dari beberapa golongan karbohidrat, ada yang sebagai penghasil serat-serat yang sangat bermanfaat sebagai diet (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan manusia.

Lemak adalah sekelompok ikatan organik yang terdiri atas unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O), yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu (zat pelarut lemak), seperti ether. Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat padat pada suhu kamar, sedangkan yang mempunyai titik lebur rendah, bersifat cair. Lemak yang padat pada suhu kamar disebut lemak gaji, sedangkan yang cair

pada suhu kamar disebut minyak.

Protein merupakan zat gizi yang sangat penting, karena yang paling erat hubunganya dengan prose-proses kehidupan. Semua hayat hidup sel berhubungan dengan zat gizi protein. Nama protein berasal dari kata Yunani protebos, yang artinya “yang pertama” atau “yang terpenting”. Di dalam sel, protein terdapat sebagai protein struktural maupun sebagai protein metabolik. Protein struktural merupakan bagian integral dari struktur sel dan tidak dapat diekstraksi tanpa menyebabkan disentegrasi sel tersebut. Protein metabolik dapat diekstraksi tanpa merusak dapat diekstraksi tanpa merusak integritas struktur sel itu sendiri.

Molekul protein mengandung unsur-unsur C, H, O, dan unsur-unsur khusus yang terdapat di dalam protein dan tidak terdapat di dalam molekul karbohidrat dan lemak ialah nitrogen (N). Bahkan dalam analisa bahan makanan dianggap bahwa semua N berasal protein, suatu hal yang tidak benar. Unsur nitrogen ini di dalam makanan mungkin berasal pula dari ikatan organik lain yang bukan jenis protein, misalnya urea dan berbagai ikatan amino, yang terdapat dalam jaringan tumbuhan.

PEMBAHASAN

A. KARBOHIDRAT

Karbohidrat atau hidrat arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil energi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Di negara sedang berkembang karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori, bahkan pada daerah-daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju karbohidrat dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal ini disebabkan sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat lebih murah harganya dibandingkan sumber bahan makanan kaya lemak maupun protein. Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya), serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Quran yang artinya: Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah – buahan sebagai rezeki bagimu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu – sekutu bagi Allah, padahal kamu mengatahui. Dalam surat Yasin ayat 33 Allah berfirman: Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian,maka dari biji-bijian itu mereka makan.

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar adalah tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kamu yang memikirkan” (An-nahl, 11).

Dari ayat di atas telah membuka lebar mata dan fikiran kita bahwa Allah telah menciptakan atau menjadikan bumi sebagai pijakan atau tempat tumbuhnya berbagai macam kebutuhan bagi makhluk hidup baik manusia, maupun hewan. Yang salah satunya adalah buah – buahan, karena buah – buahan diciptakan oleh Allah karena mempunyai manfaat yang besar bagi umat manusia, begitu juga dengan sayur – sayuran. Tetapi meskipun demikian manusia tetap tidak boleh melampaui batas. Karena Allah telah berfirman dalam Al- Qur’an Surat Al – A’ raf ayat 31, yang berbunyi: ” makan dan minumlah, dan janganlah berlebih – lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang berlebih – lebihan “.

Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung atom Karbon, Hidrogen dan Oksigen, dan pada umumnya unsur Hidrogen dan oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Sumber karbohidrat nabati dalam glikogen bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintese di dalam sel-sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai. Reaksi fotosintese sinar matahari :

6 CO2 + 6 H2O C6 H12 O6 + 6 O2

Pada proses fotosintesis, klorofil pada tumbuh-tumbuhan akan menyerap dan menggunakan enersi matahari untuk membentuk karbohidrat dengan bahan utama CO2 dari udara dan air (H2O) yang berasal dari tanah. Enersi kimia yang terbentuk akan disimpan di dalam daun, batang, umbi, buah dan biji-bijian.

Klasifikasi

Karbohidrat yang terdapat pada makanan dapat dikelompokkan menjadi tiga:

Monosakarida

Karbohidrat yang paling sederhana (simple sugar), oleh karena tidak bisa lagi dihidrolisa. Monosakarida larut di dalam air dan rasanya manis, sehingga secara umum disebut juga gula. Penamaan kimianya selalu berakhiran -osa. Dalam Ilmu Gizi hanya ada tiga jenis monosakarida yang penting yaitu, glukosa, fruktosa dan galaktosa.

Glukosa

Terkadang orang menyebutnya gula anggur ataupun dekstrosa. Banyak dijumpai di alam, terutama pada buah-buahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung dan tetes tebu. Di dalam tubuh glukosa didapat dari hasil akhir pencemaan amilum, sukrosa, maltosa dan laktosa.

Glukosa dijumpai di dalam aliran darah (disebut Kadar Gula Darah) dan berfungsi sebagai penyedia energi bagi seluruh sel-sel dan jaringan tubuh. Pada keadaan fisiologis Kadar Gula Darah sekitar 80-120 mg %. Kadar gula darah dapat meningkat melebihi normal disebut hiperglikemia, keadaan ini dijumpai pada penderita Diabetes Mellitus.

Fruktosa

Disebut juga gula buah ataupun levulosa. Merupakan jenis sakarida yang paling manis, banyak dijjumpai pada mahkota bunga, madu dan hasil hidrolisa dari gula tebu. Di dalam tubuh fruktosa didapat dari hasil pemecahan sukrosa.

Galaktosa

Tidak dijumpai dalam bentuk bebas di alam, galaktosa yang ada di dalam tubuh merupakan hasil hidrolisa dari laktosa.

Disakarida

Merupakan gabungan antara 2 (dua) monosakarida, pada bahan makanan disakarida terdapat 3 jenis yaitu sukrosa, maltosa dan laktosa.

Sukrosa

Adalah gula yang kita pergunakan sehari-hari, sehingga lebih sering disebut gula meja (table sugar) atau gula pasir dan disebut juga gula invert. Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.

Sumber: tebu (100% mengandung sukrosa), bit, gula nira (50%), jam, jelly.

Maltosa

Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa. Di dalam tubuh maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum, lebih mudah dicema dan rasanya lebih enak dan nikmat. Dengan Jodium amilum akan berubah menjadi warna biru.

Peranan perbandingan amilosa dan amilo pektin terlihat pada serelia; Contohnya beras, semakin kecil kandungan amilosa atau semakin tinggi kandungan amilopektinnya, semakin lekat nasi tersebut.

Pulut sedikit sekali amilosanya (1-2%), beras mengandung amilosa > 2%

Berdasarkan kandungan amilosanya, beras (nasi) dapat dibagi menjadi 4 golongan:

-amilosa tinggi 25-33%

-amilosa menengah 20-25%

-amilosa rendah 09-20%

-amilosa sangat rendah < 9%

Loktosa

Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa. Laktosa kurang larut di dalam air.

Sumber : hanya terdapat pada susu sehingga disebut juga gula susu.

-susu sapi 4-5%

-asi 4-7%

Laktosa dapat menimbulkan intolerance (laktosa intolerance) disebabkan kekurangan enzim laktase sehingga kemampuan untuk mencema laktosa berkurang. Kelainan ini dapat dijumpai pada bayi, anak dan orang dewasa, baik untuk sementara maupun secara menetap. Gejala yang sering dijumpai adalah diare, gembung, flatus dan kejang perut. Defisiensi laktase pada bayi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, karena bayi sering diare. Terapi diit dengan pemberian formula rendah laktosa seperti LLM, Almiron, Isomil, Prosobee dan Nutramigen, dan AI 110 bebas Laktosa. Formula rendah laktosa tidak boleh diberikan terlalu lama (maksimum tiga bulan), karena laktosa diperlukan untuk pertumbu ban sel-sel otak.

Polisakarida

Merupakan senyawa karbohidrat kompleks, dapat mengandung lebih dari 60.000 molekul monosakarida yang tersusun membentuk rantai lurus ataupun bercabang. Polisakarida rasanya tawar (tidak manis), tidak seperti monosakarida dan disakarida. Di dalam Ilmu Gizi ada 3 (tiga) jenis yang ada hubungannya yaitu amilum, dekstrin, glikogen dan selulosa.

Amilum (zat pati)

Merupakan sumber enersi utama bagi orang dewasa di seluruh penduduk dunia, terutama di negara sedang berkembang oleh karena di konsumsi sebagai bahan makanan pokok. Sumber: umbi-umbian,serealia dan biji-bijian merupakan sumber amilum yang berlimpah ruah oleh karena mudah didapat untuk di konsumsi. Jagung, beras dan gandum kandungan amilurnnya lebih dari 70%, sedangkan pada kacang-kacangan sekitar 40%.

Amilum tidak larut di dalam air dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk cairan yang sangat pekat seperti pasta; peristiwa ini disebut “gelatinisasi”.

Dekstrin

Merupakan zat antara dalam pemecahan amilum. Molekulnya lebih sederhana, lebih mudah larut di dalam air, denganjodium akan berubah menjadi wama merah.

Glikogen

Glikogen merupakan “pati hewani”, terbentuk dari ikatan 1000 molekul, larut di dalam air (pati nabati tidak larut dalam air) dan bila bereaksi dengan iodium akan menghasilkan warna merah. Glikogen terdapat pada otot hewan, manusia dan ikan. Pada waktu hewan disembelih, terjadi kekejangan (rigor mortis) dan kemudian glikogen dipecah menjadi asam laktat selama post mortum. Sumber banyak terdapat pada kecambah, serealia, susu, syrup jagung (26%).

Selulosa

Hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah selulosa, karena selulosa merupakan bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuh-tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, oleh karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa. Meskipun tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume dari faeses, sehingga akan memperlancar defekasi.

Dahulu serat digunakan sebagai indeks dalam menilai kualitas makanan, makin tinggi kandungan serat dalam makanan maka nilai gizi makanan tersebut dipandang semakin buruk. Akan tetapi pada dasawarsa terakhir ini, para ahli sepakat bahwa serat merupakan komponen penyusun diet manusia yang sangat penting. Tanpa adanya serat, mengakibatkan terjadinya konstipasi (susah buang air besar),

Fungsi serat:

a. Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Kolesterol telah lama diduga sebagai penyebab terjadinya aterosklerosis yang akhirnya berakibat timbulnya penyakit jantung koroner. Produk akhir metabolisme kolesterol adalah asam empedu. Serat yang berasal dari makanan sesampainya di saluran pencernaan akan mengikat asam empedu. Dalam keadaan terikat, asam empedu ber sarna-sarna serat dikeluarkan dalam bentuk feses. Dengan dernikian semakin banyak serat dimakan, maka semakin banyak lernak dan kolesterol dikeluarkan. Nabi bersabda yang artinya : “Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, bila ia baik maka sehatlah seluruh tubuh itu baik, dan jika ia rusak maka akan sakitlah seluruh tubuh itu. Sesungguhnya itu adalah jantung. (HR.Bukhori dan Muslim). Al-qolbu di atas dapat diartikan sebagai suatu benda yang berwujud segumpal daging yang dapat diartikan sebagai jantung dan dapat diartikan pula sebagai ruh atau sesuatu hal yang abstrak, tidak dapat dilihat atau diraba. Firman Allah dalam surat artinya : “Katakanlah tidak (sesuatu) menimpa kami kecuali apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah juga orang-orang mukmin itu berserah diri”. (QS. At-Taubat : 51). Maksudnya adalah meyakini bahwa semua penyakit yang menimpa manusia adalah ketetapan dari Allah, bukan karena sesuatu yang lain. Sabda Rosul : “Pencegahan itu pokok dari segala jenis pengobatan”. (HR. Bukhori dan Muslim)

b. Mencegah kanker pada usus besar

Kanker pada usus besar (kolon) diakibatkan masuknya benda-benda asing ke dalam usus besar, benda-benda asing tersebut akan diubah sifatnya menjadi karsinogenik. Adanya serat kasar yang melalui kolon, mengakibatkan lingkungan rnikroba terganggu sehingga aktifitas mikroba tersebut berkurang.

c. Mencegah penyakit Diabetes

Pernyataan ini didukung oleh suatu penelitian yang dilakukan di Capetown, yang menunjukkan bahwa pada penduduk yang mengkonsumsi serat rata-rata 6,5 gram per hari ditemukan penderita Diabetes sebanyak 3,6 %. Sedangkan penduduk yang makan serat rata-rata 24,8 gram per hari hanya ditemukan 0,05 % penderita. Oleh karena penyakit diabetes sering didapati bersamaan dengan terjadinya obesitas dan obesitas merupakan resam penyakit aterosklerosis, maka pengaturan konsumsi lemak dalam diit penderita perlu diatur secara seksama. Terganggunya penggunaan glukosa oleh tubuh pada penderita diabetes akan mendorong terjadinya proses penggunaan lemak sebagai sumber energi (lipolisis). Hal itu menyebabkan naiknya kandungan asam lemak bebas dalam darah. Biasanya asam lemak bebas itu dalam hati akan diubah secara bertahap menjadiasetil KoA. Akan tetapi pada penderita deabetes, karena kandungan asam lemak itu tidak semuanya diubah menjadi asetil KoA, tetapi sebagian menjadi asam asetoasetat yang kemidian menjadi zat keton. Naiknya konsentrasi zat keton dalam darah akan menyebabkan pH darah menjadi turun, dan akhirnya akan mengakibatkan terjadinya ketoasidosis pada penderita. Kandungan lemak dalam diit penderita diabetes yang dianjurkan berkisar antara 30% -40% kandungan kalori total. lemak yang digunakan haruslah dipilih dari jenis lemak tak jenuh dan kandungan kolesterol seminimal mungkin. Dalam masyarakat indonesia mempunyai pola makanan yang berbeda dengan orang barat. Dimana masyarakat kita cenderung lebih banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak. Kebiasaan lain masih melekat dari masyarakat indonesia adalah kebiasaan ngemil, hal itu bukanlah jelek, tetapi akan mempengaruhi berat badannya.

Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa kita diperintahkan untuk makan makanan yang halal dan tidak boleh makan secara berlebihan. Sesuai dengan ayat Al Qur’an yang dijelaskan dalam surat (Almaidah : 87,88).

ياايهاالذ ين امنو لاتحرمؤاطيبت مااخل الله لكم ولا تعتذؤا ان الله لايحب المعتذ ين

وكلؤاممارزقكم الله حللا طيباواتقواالله الذي انتم به مؤمنؤن

Artinya : ” Hai orang – orang beriman, janganlah kamu haramkan apa – apa yang baik yang Allah telah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang melampui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya “. (Almaidah : 87,88)

d. Mencegah penyakit divertikular

Konsumsi serat yang cukup akan menghasilkan feses yang lembut sehingga dengan konstraksi otot yang rendah (< 10 mm Hg) feses dapat dikeluarkan dengan lancar. Apabila konsurnsi serat berkurang, maka volume kotoran menjadi kecil-kecil dan keras (seperti feses kambing), sehingga untuk membuangnya membutuhkan konstraksi otot yang lebih besar (tekanan bisa mencapai > 90 mm Hg). Apabila tekanan kuat tersebut berlangsung berulang ulang setiap hari dalam jangka waktu yang lama, maka otot-otot kolon menjadi lelah dan lemah. Keadaan ini menyebabkan penyakit “divertikular”, yaitu penonjolan bagian luar usus berbentuk bisul yang kadang-kadang disertai peradangan yang dapat menimbulkan infeksi.

e. Mencegah kegemukan

Dengan adanya serat, maka penyerapan karbohidrat, lemak dan protein menjadi ber kurang. Serat mampu memberikan perasaan kenyang dalam waktu yang cukup lama. Obesitas adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang sebagai akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein atau sering dikenal kelebihan lemak dalam tubuh. Secara klasik obesitas telah diidentifikasi sebagai bobot yang lebih besar dari 20% bobot yang layak bagi pria dan wanita untuk tinggi tertentu. Obesitas berarti lemak tubuh yang membahayakan kesehatan, sedangkan overweight menggambarkan kelebihan dibandingkan berat badan normal. Obesitas dan overweight dapat memicu beberapa penyakit seperti jantung koroner, diabetes mellitus, stroke, tekanan darah tinggi, asam urat dan dislipidemia. Obesitas dan overweight yang tidak ditangani secara cepat akan meningkatkan penyakit penyerta, memendeknya usia harapan hidup serta merugikan dari sisi hilangnya produktifitas pada usia produktif. Sebagaimana dalam suatu hadist yang artinya:” jauhilah olehmu makanan dan minuman dengan berlebih-lebihan karena yang demikian dapat merusak kesehatan tubuh, menimbulkan penyakit dan memberi kemalasan (kesulitan) ketika akan sholat. Dan hendaklah bagimu bersikap sedang atau (kecukupan) karena yang demikian akan membawa kebaikan pada tubuh dan menjauhkan diri dari sikap berlebih-lebihan.” (H.R. Bukhori). Mereka cenderung mengejar bagaimana bisa bebas menikmati hidup. Rosulullah bersabda: “Lambung manusia itu tempatnya segala penyakit. Sedangkan pencegahan itu pokok dari segala pengobatan.” (HR ad-Dailami)

” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang telah Allah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. Dengan mengkonsumsinya secara rutin, bisa membuat tubuh lebih bugar. Tetapi dengan takaran yang cukup. Berdasarkan paparan diatas, maka Allah berfirman dalam Qs. Al-an’am : 95: Artinya : “Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling ?” Sumber serat yang baik adalah sayuran, buah-buahan, serealia dan kacang-kacangan. Memakan sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang banyak. Produk makanan hewani, seperti daging, ikan susu dan telur serta basil-basil olahannya, umumnya mengandung serat dalam jumlah yang sedikit. Sayuran yang banyak mengandung serat adalah, bayam, kangkung, buncis, daun beluntas, daun singkong, kacang panjang, daun katuk, daun kelor, sawi, kecipir, kol dan lain-lain. Buah-buahan yang banyak mengandung tinggi serat adalah, alpukat, belimbing, srikaya, cempedak, nangka, durian, jeruk, kedondong, kemang, mangga, nenas dan sebagainya.

Seralia yang kaya serat adalah beras, jagung, jali dan jewawut. Beras giling mernpunyai kadar swerat dan vitamin (khususnya vitamin B I) lebih rendah dari beras turnbuk, karena itu memilih beras sebaiknya jangan yang terlalu bersih (putih). Kacang-kacangan yang banyak mengandung serat adalah kacang bogar, kacang merah, kacang ijo, kedele, serta kacang-kacangan lainnya.

Sumbangan yang berasal dari karbolridrat pada berbagai makanan dapat dilihat pada tabel. 1 dan 2. Sumber utama karbohidrat yang dapat di cerna berasal dari nabati. Makanan yang berasal dari tanaman ini juga merupakan satu-satunya sumber serat.

TABEL 1 Derajat kemanisan

Sebagai standart sukrosa

100

Fruktosa

173

Sukrosa

100

Glokosa

74

Galaktosa

32

Maltosa

32

Laktosa

16

TABEL 2 Bahan makanan sumber karbohidrat

Bahan makanan

KH……gr/100 bahan

Beras

76-80

Singkong

35

Gaplek

81

Ubi rambat

28

Jagung

64-74

Kentang

19

Gandum(terigu

77

Sagu

85

Tabel 3 sumber karbohidrat yang berasal dari hewani dan nabati

Bahan pangan

KH terutama dalam bentuk

Persen energi berasal dari KH

HEWANI

IKAN

-

Dapat diabaikan

KERANG-KERANGAN

TIRAM

Glikogen

20-25

KEPITING

UDANG

Glikogen

2-4

DAGING

-

Dapat diabaikan

HATI(BERBAGAI HEWAN)

Glikogen

10

SUSU

SAPI

Laktosa

30-50

ASI

Laktosa

50

NABATI

BIJI-BIJIAN

Pati

65-90

KENTANG

Pati

80

BUAH-BUAHAN

Fluktosa,glukosa,sukrosa

80-95

SAYUR-SAYURAN

Sukrosa,Amilum

60-90

JAMUR

Amilum

40-50

Fungsi karbohidrat di dalam tubuh adalah:

1. Fungsi utamanya sebagai sumber enersi (1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari karbohidrat diubah langsung menjadi enersi untuk aktifitas tubuh, clan sebagian lagi disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan di otot. Ada beberapa jaringan tubuh seperti sistem syaraf dan eritrosit, hanya dapat menggunakan enersi yang berasal dari karbohidrat saja.

2. Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil enersi.

Kebutuhan tubuh akan enersi merupakan prioritas pertama; bila karbohidrat yang di konsumsi tidak mencukupi untuk kebutuhan enersi tubuh dan jika tidak cukup terdapat lemak di dalam makanan atau cadangan lemak yang disimpan di dalam tubuh, maka protein akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil enersi. Dengan demikian protein akan meninggalkan fungsi utamanya

3. Membantu metabolisme lemak dan protein dengan demikian dapat mencegah terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.

4. Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat toksik tertentu.

5. Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh. Laktosa rnisalnya berfungsi membantu penyerapan kalsium. Ribosa merupakan merupakan komponen yang penting dalam asam nukleat.

6. Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, mengandung serat (dietary fiber) berguna untuk pencernaan, memperlancar defekasi.

C. LEMAK

Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh. Secara klinis, lemak yang penting adalah:

  1. Kolesterol

  2. Trigliserida (lemak netral)

  3. Fosfolipid

  4. Asam Lemak

TRIGLISERIDA

Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi.

KOLESTEROL

Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ). Pembentukan kolesterol di dalam tubuh terutama terjadi di hati (50% total sintesis) dan sisanya di usus, kulit, dan semua jaringan yang mempunyai sel-sel berinti. Jenis-jenis makanan yang banyak mengandung kolesterol antara lain daging (sapi maupun unggas), ikan dan produk susu. Makanan yang berasal dari daging hewan biasanya banyak mengandung kolesterol, tetapi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.

LIPID PLASMA

Pada umumnya lemak tidak larut dalam air, yang berarti juga tidak larut dalam plasma darah. Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah, maka lemak tersebut harus dibuat larut dengan cara mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. Ikatan antara lemak (kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut Lipoprotein (dari kata Lipo=lemak, dan protein). Ada beberapa jenis lipoprotein, antara lain:

  • Kilomikron

  • VLDL (Very Low Density Lipoprotein)

  • IDL (Intermediate Density Lipoprotein)

  • LDL (Low Density Lipoprotein)

  • HDL (High Density Lipoprotein)

ASAM LEMAK

Menurut ada atau tidaknya ikatan rangkap yang terkandung asam lemak, maka asam lemak dapat dibagi menjadi:

  1. Asam lemak jenuh(Cn H2NO2),saturated Fatty Acid(SFA)

Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang mempunyai ikatan tunggal ato karbon(C) di mana masinh-masing atom C ini akan berikatan dengan atom H.contohnya adalah: asam butirat(C4),asam kaproait(C6),asam kaprotat(C8) dan asam kaprat(C10).Umumnya sampai denagan asam kaprat(C10) ini bersifat cair dan mulai asam laurat sampai asam lignoserat bersifat padat

TABEL 1 Macam asam lemak jenuh dan sumbernya

Macam Asam Lemak Jenuh

Sumbernya

panjang rantai

sifat fisik

Asam laurat

Minyak kelapa

C12

padat

Asam miristat

Minyak nabati

C14

padat

Asam palmitat

Minyak nabati dan hewani

C16

padat

Asam strearat

Minyak nabati dan hewani

C18

padat

Asam arakhida

Minyak kacang

C20

padat

Asam behenat

Minyak kacang

C22

padat

Asam lignoserat

Minyak kacang

C24

padat

Asam butirat

Lemak buter

C4

cair

Asam kaproat

Lemak buter dan kelapa

C6

cair

Asam kaprilat

Minyak kelapa dan buter

C8

cair

Asam kaprat

Minyak salam

C10

cair
  1. ASAM LEMAK TAK JENUH TUNGGAL

Asam lemak jenuh tak tunggal merupakan asam lemak yang selalu mengandung 1 ikatan rangkap 2 ataom C dengan kehilangn paling sedikit 2 atom H.Contohnya Asam burat,Asam palmitoleat(C12), dan Asam oleat(C18) umumnya banyak terdapat pada lemak nabati atau hewani.

TABEL 2 Macam asam lemak yang tergolong MUFA dan sumbernya.

Macamnya

Sumber

Panjang rantai

Sifat fisik

Asam palmitoleat

-lemak nabati

-lemak hewani

C16

Cair

Asam oleat

-lemak nabati

-lemak hewani

-75% minyak live

-30% lemak babi

- 40% lemak sapi dan domba

C18

Cair

3. ASAM LEMAK TAK JENUH POLI (PUFA,Poly Unsaturated Fatty Acid)(Cn H2n)2

Asam lemak tak jenuh dengan ikatan rangkap banyak merpakan asam lemak yang mengandung lebih dari 1 ikatan rangkap.Asam lemak ini akan kehilangan paling sedikit 4 atom H.contohnya asam lemak linoleat dll

TABEL 3 Macam asam lemak yang tergolong PUFA dan sumbernya

MACAMNYA

SUMBER

PANJANG RANTAI

SIFAT FISIK

Asam linoleat

-10% dalam adpokad

-20%-30% dalam kacang atau lemak ayam

-50%-60% dalam minyak jagung

-70% dalam minyak kapas

C18

CAIR

Asam eleostearat

- lemak sapi,lemak ayam dan lemak nabati

C18

CAIR

-20% dalam hati,lemak babi

-7% dalam kacang kedelai

C18

CAIR

Asam arakhidonat

-lemak hewani

-Minyak kacang tanah

C20

CAIR

FUNGSI

Fungsi lemak umumnya yaitu sebagai sumber energi, bahan baku hormon, membantu transport vitamin yang larut lemak, sebagai bahan insulasi terhadap perubahan suhu, serta pelindung organ-organ tubuh bagian dalam. Sebuah penelitian pernah melaporkan bahwa hewan-hewan percobaan yang tidak mendapatkan jumlah lemak yang cukup dalam makanannya akan mengalami hambatan pertumbuhan, bahkan ada yang berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Kurangnya lemak dalam makanan juga akan menyebabkan kulit menjadi kering dan bersisik.

Dalam saluran pencernaan, lemak dan minyak akan lebih lama berada di dalam lambung dibandingkan dengan karbohidrat dan protein, demikian juga proses penyerapan lemak yang lebih lambat dibandingkan unsur lainnya. Oleh karena itu, makanan yang mengandung lemak mampu memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan makanan yang kurang atau tidak mengandung lemak.

Salah satu fungsi lemak memang untuk mensuplai sejumlah energi, dimana satu gram lemak mengandung 9 kalori, sedangkan 1 gram karbohidrat hanya mengandung 4 kalori. Fungsi lain dari lemak adalah untuk membantu absorbsi vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu, lemak juga merupakan sumber asam-asam lemak esensial yang tidak dapat dihasilkan tubuh dan harus disuplai dari makanan. Fungsi lemak sebagai bahan baku hormon juga sangat berpengaruh terhadap proses fisiologis di dalam tubuh, contohnya yaitu pembuatan hormon seks.

Lemak tubuh dalam jaringan lemak (jaringan adipose) mempunyai fungsi sebagai insulator untuk membantu tubuh mempertahankan temperaturnya, sedangkan pada wanita dapat memberikan kontur khas feminim seperti jaringan lemak di bagian bokong dan dada. Selain itu, lemak tubuh dalam jaringan lemak juga berperan sebagai bantalan yang melindungi organ-organ seperti bola mata, ginjal, dan organ lainnya.

C. PROTEIN

Protein membentuk sebahagian besar struktur di dalam sel termasuklah sebagai enzim dan pigmen respiratori. Protein dibentuk dari percantuman unit asas yang dikenali sebagai asid amino. Protein boleh dibahagikan kepada dua jenis iaitu protein fibrous yang banyak bergantung kepada struktur sekunder dinama bentuk protein ini boleh diulang. Manakala bentuk kedua ialah protein globular (enzim dan antibodi) yang banyak bergantung kepada interaksi struktur bebas yang terdapat 20 jenis asid amino yang digunakan untuk membentuk rantaian polipeptida (protein) Fungsi, bentuk, ukuran dan jenis protein akan ditentukan oleh jenis, bilangan dan taburan asam amino yang terdapat di dalam struktur tersebut. Penamaan beberapa asam amino dinamakan tindakbalas kondensasi dengan dicirikan berlakunya pembentukan ikatan peptida dan pembentukan molekul air. Penamaan ini akan menghasilkan rantai peptida yang lebih dikenali sebagai polipeptida dengan mempunyai dua ujung rantai yang berbeda sifatnya. Di ujung yang mempunyai kumpulan amino dikenali sebagai terminal N (amino) dan ujung yang mempunyai kumpulan karboksil dikenal sebagai terminal N. penyambungan rantai asam amino ini memerlukan tenaga yang tinggi dan ketepatan urutan asam amino dalam rantai ini pula tergantung pada koordinasi di antara mRNA dan tRNA.

Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh protein, separuhnya ada di dalam otot, seperlima di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh didalam kulit, dan selebihnya didalam jaringan lain, dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah, matriks intra seluler dan sebagainya adalah protein. Disamping itu asam amino yang membentuk protein bertindak sebagai prekursor sebagian besar koenzim, hormon, asam nukleat, dan molekul-molekul yang essensial untuk kehidupan. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantika oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh.

Protein yang dibentuk dengan hanya menggunakan satu polipeptida dinamakan sebagai protein monomerik dan yang dibentuk oleh beberapa polipeptida contohnya hemoglobin pula dikenali sebagai protein multimerik. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

Protein ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius pada tahun 1838. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosoma. Sampai tahap ini, protein masih “mentah”, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.

Dalam kehidupan protein memegang peranan yang penting, proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karena adanya enzim yang berfungsi sebagai biokatalis. Disamping itu hemoglobin dalam butir-butir darah merah atau eritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru keseluruh bagian tubuh, adalah salah satu jenis protein. Demikian pula zat-zat yang berperan untuk melawan bakteri penyakit atau disebut antigen, juga suatu protein.

SUMBER PROTEIN

Protein dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat berasal dari hewani maupun nabati. Protein yang berasal dari hewani seperti daging, ikan, ayam, telur, susu, dan lain-lain disebut protein hewani, sedangkan protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, tempe, dan tahu disebut protein nabati. Dahulu, protein hewani dianggap berkualitas lebih tinggi daripada menu seimbang protein nabati, karena mengandung asam-asam amino yang lebih komplit. Tetapi hasil penelitian akhir-akhir ini membuktikan bahwa kualitas protein nabati dapat setinggi kualitas protein hewani, asalkan makanan sehari-hari beraneka ragam. Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, pembentukan otot, pembentukan sel-sel darah merah, pertahanan tubuh terhadap penyakit, enzim dan hormon, dan sintesa jaringan-jaringan badan lainnya. Protein dicerna menjadi asam-asam amino, yang kemudian dibentuk protein tubuh di dalam otot dan jaringan lain. Protein dapat berfungsi sebagai sumber energi apabila karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi seperti pada waktu berdiet ketat atau pada waktu latihan fisik intensif. Sebaiknya, kurang lebih 15% dari total kalori yang dikonsumsi berasal dari protein

TABEL 1 Kandungan asam amino dalam beberapa makanan.

Bahan Makanan

Lisin (%)

Methionin (%)

Tepung ikan

4,51

1,63

Bungkil kedele

2,69

0,62

Jagung

0,26

0,18

Dedak padi

0,59

0,26

Sumber NRC (1994)

Tabel 2.  Koefesien kecernaan murni asam amino (%)

Bahan makanan

Lisin

Metionin

Cystine

Arginin

Threonin

Jagung

81

91

85

89

84

Bungkil kedele

91

92

82

92

88
Dedak padi

75

78

68

87

70
Barley

78

79

81

85

77
Tepung ikan (60-63%)

88

92

73

92

89
Tepung daging (50-54%)

79

85

58

85

79
Tepung bulu

66

76

59

83

73
Tepung darah

86

91

76

87

87

Sumber NRC (1994) diukur dengan caecectomised

  • Angka kecukupan protein (AKP) :

Fungsi protein selama ini membantu pertumbuhan, pemeliharaan, dan membangun enzim, hormon, dan imunitas. Oleh sebab itu, protein sering kali disebut sebagai zat pembangun. Protein dibagi dua, yakni berasal dari hewani dan nabati. Kebutuhan protein pada setiap individu berbeda. Sumber pangan yang mengandung protein antara lain ikan, telur, daging, susu, dan kacang-kacangan.
Tidak semua orang tua tahu berapa sebetulnya takaran pas yang dibutuhkan anak. Karena kelebihan gizi juga tidak baik buat pertumbuhan anak.

  • Usia 0-6 bulan, BB 6 kg, AKP-nya 9 gram. Pada usia 7-11 bulan dengan BB 8,5 kg AKP yang dibutuhkan 15 g. Usia 1-3 tahun dengan BB 12 kg AKP-nya 19 g. Usia 4-6 tahun dengan BB 18 kg, AKP-nya 22 g. Usia 7-9 tahun, BB 25 kg, AKP-nya 29 g. Usia 10-12 tahun (pria), BB 35 kg, AKP-nya 40 g. usia 13-15 tahun, BB 46 kg AKP-nya 47 g. dan, usia 16-18 tahun, BB 55 kg butuh AKP 56 g.

  • Usia, 10-12 (putri), BB 31 kg, AKP 38 g. Usia 13-15 tahun, BB 48 kg, AKP 49 g. Sedangkan usia 16-18 tahun, BB 50 kg, AKP 51 g.

FUNGSI PROTEIN

  1. Sebagai enzim

Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau dibantu oleh senyawa mikro molekul spesifik;dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi karbon dioksida sampai yang sangat rumit seperti replikasi kromosom.Hampir semua enzim menunjukan daya katalisatik yang luar biasa dan biasanya mempercepat reaksi

  1. Alat pengangkut dan alat penyimpan

Banyak molekul dengan berat molekul kecil serta beberapa ion dapat diangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu.

  1. Pengatur pergerakan

Protein merupakan komponen utama daging, gerakan otot terjadi karena adanya dua molekul protein yang berperan yaitu aktin dan myosin

  1. Penunjang mekanis

Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan adanya kalogen,suatu protein berbentuk bulat panjang dan mudah membentuk serabut.

  1. Pengendalian pertumbuhan

Protein ini bekerja sebagai reseptor yang dapat mempengaruhi fungsi-fungsi DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan

  1. Media perambatan implus syaraf

Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berupa reseptor, dll.

Susunan Makanan

Kontribusi tiga nutrien utama terhadap masukan total energi pada energi pada susunan makanan rata-rata orang inggris adalah sebagai barikut :

Kandungan

Kontribusi terhadap masukan total energi

Karbohidrat

Lemak

Protein

46%

42%

12%

Sabda Rosul: “Berobatlah kamu sekalian (bila sakit) karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mendatangkan suatu penyakit kecuali mendatangkan pula obatnya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit tua”. rasulullah pun menjelaskan dalam sandanya sebagai berikut: “Berpuasalah kamu, niscaya kamu menjadi sehat.” (HR abu Hurairah).

KESIMPULAN

1. Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai

penghasil enersi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori.

2. Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh.

3. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar dalam tubuh sesudah air.

DAFTAR PUSTAKA

Soedioetama, Djaenni.1976. Ilmu Gizi. Dian Rakyat. Jakarta

Krisno, Agus. 2002. Dasar-dasar Ilmu Gizi. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang

Anonymous,2002. Karbohidrat.http://www.indomedia.com. diakses 12-03-2008

Anonymous,2002.Lemak.http://www.indomedia.com. diakses 12-03-2008

Anonymous,2002.Protein.http://www.indomedia.com. diakses 12-03-2008

02/01/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | 14 Komentar

“Pangan, Gizi, dan Pembangunan Manusia Indonesia”

1.1    Penyediaan Pangan di Indonesia
Pangan adalah bahan-bahan yang di makan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan energi bagi pemeliharaan, pertumbuhan, kerja, dan penggantian jaringan tubuh yang rusak.
Sektor pangan sebagai sumber zat gizi merupakan sector strategis, disebabkan oleh:
a.    Produk pangan merupakan industri massal.
Sector pangan merupakan sumber kehidupan dan penghidupan yang merupakan industry massal yang melibatkan banyak orang, baik di bidang produksi, pengolahan dan distribusi. Secara nasional, pertanian tanaman pangan menyumbang sekitar 19% dari pendapatan domestic bruto (sumbangan terbesar diantara 16 jenis lapangan industri).
b.    Pangan dikonsumsi oleh semua golongan/lapisan masyarakat Indonesia.
Pangan merupakan bagian yang cukup besar dari penegeluaran rumah tangga miskin di Indonesia. Pengeluaran tersebut mencapai rata-rata 72.02% dimana 27.32% dari total pengeluaran adalah untuk bahan pangan pokok: padi-padian dan hasilnya.
Berdasarkan pemenuhan pangan, masyarakat dapat dibedakan menjadi 2 kelompok:
a.    Kelompok masyarakat yang Kehidupannya sulit.
Masalah utama yang dihadapi oleh kelompok ini adalah daya beli yang terbatas. Kelompok yang rentan terhadap masalah kekurangan gizi kalori maupun gizi protein. Dalam konteks agama islam mereka disebut orang miskin yang pantas mendapatkan santunan dari orang yang mampu. Dalam Al-qur’an Surat Ar-rum di sebutkan bahwa: ” Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan[1171]. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung”.
b.    Kelompok masyarakat yang tergolong beruntung.
Malnutrisi pada kelompok ini diakibatkan oleh konsumsi makanan yang terlalu berlebihan. Dalam Al-qur’an surat Al-a’raf di sebutkan bahwa: ” Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk pangan sebagai sumber zat gizi:
a.    Kandungan Gizi, kandungan gizi setiap produk pangan berbeda-beda.
b.    Penanganan pangan yang masih belum mencapai taraf yang diinginkan karena banyaknya bahan makanan hasil panen yang telah rusak saat penyimpanan ataupun pengangkutan.
c.    Penyimpanan bahan makanan harus memenuhi syarat-syarat tertentu terutama bahan yang mudah rusak.
d.    Pengawetan pangan yang bertujuan agar bahan makanan dapat tahan lebih lama.
e.    Pengolahan Pangan. Dalam pengolahannya harus selektif agar tidak kehilangan sebagian zat gizi terutama vitamin.
1.2    Hubungan Pangan dan Gizi
Pangan menyediakan unsur-unsur kimia tubuh yang dikenal sebagai zat Gizi. Pada akhirnya, zat Gizi tersebut menyediakan tenaga bagi tubuh, mengatur proses dalam tubuh dan memperlancar pertumbuhan serta memperbaiki jaringan tubuh. Zat Gizi yang disediakan oleh pangan tersebut disebut zat Gizi Esensial karena dalam unsur-unsur tersebut tidak dapat dibentuk dalam tubuh dalam jumlah yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan normal. Hal ini berarti unsur tersebut harus disediakan oleh unsur pangan diantaranya adalah asam amino esensial (diperlukan untuk memperoleh dan memelihara pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang baik).
Faktor-Faktor yang mempengaruhi status gizi seseorang adalah sebagai berikut: Produk Pangan (jumlah dan jenis makanan), Pembagian makanan atau pangan, Akseptabilitas (daya terima), Prasangka buruk pada bahan makanan tertentu, Pantangan pada makanan tertentu, Kesukaan terhadap jenis makanan tertentu, Keterbatasan ekonomi, Kebiasaan makan, Selera makan, Sanitasi makanan (penyiapan, penyajian, penyimpanan), Pengetahuan Gizi
Status gizi dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
a.    Kecukupan Gizi (gizi seimbang). Asupan Gizi harus seimbang dengan kebutuhan gizi seseorang yang bersangkutan. Kebutuhan gizi ditentukan oleh: kebutuhan gizi basal, kegiatan, keadaan fisiologis tertentu, serta dalam keadaan sakit.
b.    Gizi Kurang. Merupakan keadaan tidak sehat (patologis) yang timbul karena tidak cukup makan dengan demikian konsumsi energy dan protein kurang selama jangka waktu tertentu.
c.    Gizi Lebih. Keadaan patologis (tidak sehat) yang disebabkan kebanyakan makan. Kegemukan (obesitas) merupakan tanda pertama yang dapat dilihat dari keadaan gizi lebih. Obesitas yang berkelanjutan akan mengakibatkan berbagai penyakit antara lain: diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, dll.
1.3    Hubungan Pangan, Gizi, dan Pembangunan Manusia Indonesia
Jumlah penduduk yang besar, modal badan fisik biologis modal rohaniah dan mental, serta potensi efektif bangsa merupakan sebagian dari modal pembangunan. Membangun SDM seutuhnya berarti menjamin adanya peningkatan taraf hidup rakyat dari semua lapisan masyarakat dan golongan. Peningkatan taraf hidup rakyat tercermin pada kebutuhan pokok yaitu pangan, sandang, pemukiman, kesehatan, dan pendidikan. Kemajuan usaha pemenuhan kebutuhan pokok akan merupakan tolok ukur pencapaian pembangunan.  Masalah gizi yang terjadi pada masa tertentu akan menimbulkan masalah pembangunan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, usaha-usaha peningkatan gizi terutama harus ditunjukkan pada anak-anak dan ibu hamil. Karena pada masa yang akan datang anak-anak merupakan generasi penerus nusa dan bangsa.
Penundaan pemberian perhatian pemeliharaan gizi yang tepat pada anak-anak akan menurunkan potensi sebagai SDM pembangunan masyarakat dan ekonomi nasional. Berbagai alasan mengapa anak-anak memerlukan penanganan serius terutama jaminan ketersediaan zat gizi, yaitu:
a.    Kekurangan Gizi adalah penyebab utama kematian bayi dan anak-anak (hal ini berarti berkurangnya kualitas SDM di masa yang akan datang).
b.    Kekurangan Gizi berakibat meningkatkan angka kesakitan dan menurunnya produktifitas kerja manusia (hal ini berarti dapat menambah beban pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan).
c.    Kekurangan Gizi berakibat menurunnya kecerdasan anak-anak (hal ini berarti menurunnya kualitas kecerdasan manusia pandai yang dibutuhkan dalam pembangunan bangsa).
d.    Kurangnya Gizi berakibat menurunnya daya tahan manusia untuk bekerja (yang berarti menurunnya prestasi dan produktifitas kerja manusia).
Harusnya kecukupan pangan dan Gizi bukan merupakan landasan untuk semua proses kemajuan ekonomi dan social bangsa. Peningkatan Gizi masyarakat merupakan bagian integral pembangunan nasional. Oleh karena itu pemerintah membuat program perbaikan Gizi masyarakat yang meliputi penanggulangan kekurangan vitamin A, penanggulangan anemia Gizi, penanggulangan gondok endemic,dll.

TAMBAHAN KONSEP

KONSEP  MANUSIA INDONESIA

Manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Manusia yang  memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Jasmani dan rohani
Ipteks dan imtaq.
IQ, EQ, SQ, ScQ.
Bahagia sejahtera dunia akhirat.

ISLAM DAN AJURAN MEMBERI MAKAN ORANG MISKIN

107. Al Maa´uun, 3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.(CIRI PENDUSTA AGAMA)
89. Al Fajr, 18. dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, (CIRI ORANG KUFUR NIKMAT ALLAH)
74. Al Muddatstsir, 44. dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, (CIRI CALON PENGHUNI NERAKA SAQOR)
69. Al Haaqqah, 34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.(CIRI PENGHUNI NERAKA)
76. Al Insaan, 8. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.
47. Muhammad, 12. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.
58. Al Mujaadilah, 4. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

5. Al Maa’idah, 89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

4. An Nisaa’, 6. Dan ujilah[269] anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).

5. Al Maa’idah, 95. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan[436], ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-yad[437] yang dibawa sampai ke Ka’bah[438] atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin[439] atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu[440], supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu[441]. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.

AUDIENSI
Peran Pemerintah dalam mengatasi gizi buruk karena faktor ekonomi
1.    Peningkatan ketahanan pangan pada komunitas rawan pangan dengan melibatkan stakesholders pangan (Pemerintah melalui neo-BLT, raskin, Pemerintah Daerah, DUDI: melalui Cost Social Responsibility/CSR sebesar 2,5% dari laba perusahaan, masyarakat melalui Zakat Mal, Fitrah, Sedekah) à penguatan peran keshalehan sosial.
2.    Penguatan ekonomi pada keluarga prasejahtera (dhuafa’, fakir miskin, musta’afin) dengan usaha kecil menengah.

Prasangka buruk pada bahan makaan tertentu.
Kita janganlah terlalu berperasangka buruk terhadap bahn makanan tertentu, sebab tidak semua bahan makanan tertentu merugikan bagi manusia. Contohnya banyaknya orang menganggap bahwa terong dapat berdampak buruk bagi kita yaitu menyebakan keloyoan pada tubuh kita, padahal sebenarnya tidak.

Akseptabilitas (daya terima)
Aseptabilitas menyangkut penerimaan atau penolakan terhadap makanan yang terkait dengan cara memilih dan menyajikan pangan. Setiap masyarakat mengembangkan cara yang turun termurun untuk mencari, memilih, menangani, menyiapkan, menyajikan, dan makan makanan.

Kekurangan Gizi berakibat meningkatkan angka kesakitan dan menurunnya produktifitas kerja manusia (hal ini berarti dapat menambah beban pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan).

Komplikasi Obesitas: diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, aterosklerosis, kanker, dll. (kecenderungan: prevalensi penyakit di atas akan meningkat pada obesitas)
Terapi Obesitas: pembatasan intage/masukan gizi + peningkatan aktivitas (Obesitas ringan)
+ Obat hipolipidemik (obesitas sedang)
+ sedot lemak, operasi (obesitas berat)

Over Nutrition (Kelebihan Gizi)
1.    Obesitas (Kelebihan lemak)
2.    Hipertensi (Kelebihan Natrium)
3.    Higlikemia/DM (Kelebihan GULA)
4.    HiperTRIgliseridemia (Kelebihan asam urat)
5.    Hipervitaminosis A
6.    dll

KENAPA KURUS
MAL NUTRISI (GIZI SALAH)
1.    Intage > Requirement (Over Nutrition)
2.    Intage < Requirement (Under Nutrition, Defisiensi Gizi)
3.    Keracunan Makanan (cemaran mikroorganisme, cemaran B3, toksikan nabati, dll)
4.    Kesalahan Metabolisme (pencernaan, penyerapan, utilisasi/metabolisme intermediat)

KONSEP SALAH
KURUS BUKAN TANDA KURANG GIZI?dasar-gizi-klompok-1

02/01/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | Tinggalkan komentar

PANGAN, GIZI DAN PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

A. KETERSEDIAAN PANGAN DI INDONESIA

Pangan adalah bahan-bahan yang dimakan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan energi bagi pemeliharaan, pertumbuhan, kerja, dan penggantian jariangan tubuh yang rusak. Pangan juga dapat diartikan sebagai bahan sumber gizi. Ketersediaan pangan di Idonesi sebenarnya cukup bagus hanya saja laju peningkatan kebutuhan pangan untuk beberapa komoditas, lebih cepat dari laju peningkatan produksi.

Disamping produktivitas tanaman ditingkat petani pada berbagai komoditas pangan relative stagnan, juga disebabnya kapasitas produksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi terbatasnya kapasitas produksi Nasional :

  1. Berlanjutnya konversi lahan pertanian kepenggunaan non pertanian (khususnya dipulau jawa).

  2. Menurunya kualitas dan kesuburan.

  3. Semakin terbatas dan tidak pastinya penyediakan air untuk produksin akibat kerusakan hutan.

  4. Rusaknya sekitas 30 persen prasarana pengairan.

  5. Persaingan pemanfaatan sumber daya air dengan sector industri dan pemukiman.

Akibat hal diatas, Indonesia masih mempunyai permasalahan dan tantangan dalam hal ketersediaan pangan pada beberapa komoditas penting yaitu:

  1. Padi.

  2. Jagung.

  3. Kedelai.

  4. Gula.

  5. Daging sapi.

Dalam bidang produksi pangan terdapat permasalahan-permasalahan, diantarnya adalah:

  1. Sentral produksi pangan hanya di daerah tertentu.

Hamper 60% dari produksi pangan Indonesia berasal dari Jawa dengan 40% dianatarnya di Jawa Timur, sebuah propoindi di Jawa yang luasnya 2,5% dari luas daratan Indonesia dan dengan jumlah penduduknya 14,8% dari jumlah penduduk Indonesia. Pemusatan produksi seperti diatas menimbulkan berbagai kerumitan dalam pemasaran dan distribusi pangan, mengingat bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan dengan 3000 pulau yang didiami penduduk. Masalah lain yang dihapai erat berkaitan dengan keadaan geografis, seperti terbatasnya persediaan prasarana dan sarana perhubungan.

  1. Produksi pangan masih tergantung kepada musim

Pada musim penghujan hasil panen akan tinggi atau meningkat sedangkan pada musim kemarau hasil panen menurun. Produksi pangan di Indonesia selain tidak merata menurut tempat, tetapi juga tidak merata menurut waktu.

  1. Produksi pangan bersifat fluktuatif yang dipengaruhi oleh cuaca dan hama (penyakit)

Produksi cuaca, gangguan fluktasi, sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, gangguan hama, penyakit, dan gangguan alam dan lain sebagainya.

  1. Intensifikasi produksi pangan melalui pemakaian jenis tanaman unggul yang cepat tumbuh dan tahan penyakit, pengunaan pupuk, pemakaian irigasi teknis yang efektif di tempat-tempat yang menyediakan air alamiahnya kurang, penggunaan alat dan obat pemberantas hama (penyakti) yang aman dan efektif, dan penerapanan teknologi bercocok tanam modern.

  2. Ekstensifikasi atau perluasan produksi pangan, yaitu: memproduksi jenis dan banyaknya bahan makanan yang terutama adalah bahan makanan pokok dengan cara pengembangan akua kultur secara intensif atau jika memungkinkan pembukaan lahan baru.

  3. Diversikasi pangan yang berarti menganekaragamkan makanan pokok masyarakat suatu daerah dengan berbagai makanan pokok yang dapat disediakan oleh pemerintah seperit beras, jagung, gandum, ketela pohon, sagu, dan lain sebagainya.



B. HUBUNGAN PANGAN DAN GIZI

Arti istilah gizi sendiri adalah suatu proses yang terjadi pada makhluk hidup, untuk mengambil dan menggunakan zat yang ada dalam makanan dan minuman guna mempertahankan hidup, pertumbuhan, berproduksi dan untuk menghasilkan energi.

Pangan menyediakan unsr-unsur kimia tubuh yang dikenal sebagai zat gizi.Pada gilirtannya, zat gizi tersebut menyediakan tenaga bagi tubh, mengatur proses dalam tubuh dan membuat lancarnya pertumbuhan serta memperbaiki jaringan tubuh.

Susunan pangan dalam makanan yang seimbang adalah susunan bahan pangan yang dapat menyediakan zat gizi penting dalam jumlah cukup yang diperlukan tubuh tenaga, pemeliharaan, pertumbuhan dan perbaikan jaringan.


C. STATUS GIZI

Status gizi di bagi menjadi:

    1. Kecukupan Gizi (gizi seimbang)

Dalam hal ini asupan gizi, seimbang dengan kebutuhan gizi seseorang yang bersangkutan. Kebutuhan gizi seseorang ditentukan oleh kebutuhan gizi basal, kegiatan dan pada keadaan fisiologis tertentu, serta dalam keadaan sakit.

    1. Gizi kurang

merupakan keadaan tidak sehat(patologis) yang timbul karena tidak cukup makan dengan demikian konsumsi energi dan protein krang selama jangka waktu tertentu dinegara berkembang, konsumsi makanan yang tidak menyertakan pangan cukup energi, biasanya juaga kuarang dalam satu atau lebih zat gizi esensial lainnya. Berat badan yang menurun adalah tada utama dari gizi kurang.

    1. Gizi Lebih

Keadaan patologis (tidak sehat) yang disebab kebanyakan makan. Mengkonsumsi energi lebih banyak dari pada yang diperlukan tubuh untuk jangka waktu yang panjang dikenal sebagai gizi lebih. Kegemukan (obesitas) merupakan tanda pertama yang bias dilihat dari keadaan gizi lebih. Obesitas jika dibiarkan berkelanjutan akan mengakibatkan berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, ateros klerosis, gangguan kinerja jantung, diabetes mellitus dan lain sebagainya.


Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi seseorang adalah sebagai berikut :

  1. Produk Pangan (Jumlah dan Jenis makanan)

  2. Pembagian Makanan atau Pangan

  3. Akseptabilitas (Daya Terima)

  4. Prasangka Buruk Terhadap Bahan Makanan Tertentu

  5. Pantangan Terhapat Makan Tertentu

  6. Kesukaan Terhadap Jenis Makanan Tertentu.

  7. Keterbatasan Ekonomi

  8. Kebiasaan Makan

  9. Selera Makan

  10. Sanitasi Makanan (Penyiapan, Penyajian, Penyimpanan)

  11. Pengetahun gizi

Berdasarkan pemenuhan pangan, masyarakat dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu:

  1. Kelompok masyarakat yang kehidupannya sulit

Masalah utama yang dihadapi oelh keompok ini adalah bagaimana caranya agar dengan daya beli yang terbatas, mereka dapat menunjang kehidupan mereka dengan sebaik-baiknya. Kelompok masyarakat seperti ini rentan terhadap masalah kekurangan gizi, baik kekurangan gizi kalori maupun gizi protein. Program pemerintah untuk menyediakan pangan yang murah bagi kelompok ini diharapkan tidak saja berorientasi kepada pemenuhan kalori, tetapi seharusnya diimbangi dengan program penyediaan gizi protein bagi kelompok masyarakat ini. Rasulullah pun juga menghimbau umat-nya agar memperhatikan kehidupan tetangganya.

  1. Kelompok masyarakat yang tergolong beruntung.

Yang dapat membeli jenis makanan apa saja yang diinginkannya dalam jumlah yang tidak terbatas sehingga pemenuhan gizi dapat terjamin. Malnutrisi pada kelompok ini seringkali diakibatkan oleh kkonsumsi makanan yang terlalu berlebihan, sehingga muncul penyakit atau kelainan seperti hiperglikemia, hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, obesitas, danlain sebagainya. Islam mengajarkan kepada umatnya agar makan yang halal dan thoyiban. Rasulullah SAW bersabda: “Kami ini adalah suatu kaum yang tidak makan kecuali lapar dan akan berhenti makan sebelum kenyang”


D.HUBUNGAN PANGAN GIZI DAN PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA

GBHN telah menetapkan bahwa pembangunan yang kita galakkan dewasa ini bertujuan untukmembangun manusia seutuhnya, dan masyarakat Indonesia seluruhnya.membangun manusia Indonesia seutuhnya berarti menjamin adanya peningkatan taraf hidup rakyat dari semua lapisan masyarakat dan golongan. Peningkatan taraf tercermin pada pemenuhan kebutuhan pokok yaitu: pangan, sandang, pemukiman, kesehatan, pendidikan.Masalah gizi yang terjadi pada masa tertentu akan menimbulkan masalah pembangunan di masa yagng akan datang. Keterlambatan dalam memberikan pelayanan gizi akan berakibat kerusakan yang sulit bahkan mungkin tidak dapat di tolong,bagaimana tidak karena jika anak-anak di Indonesia banyak yang kekurangan gizi maka kelak akan terjadi masalah dalam pembangunan dimasa akan datang.

Berkenaan dengan hal diatas perlu penanganan serius terhadap anak-anak, hal ini di sebabkan:

  • Kekurangan gizi adalah penyebab utama kematian bayi dan anak-anak

  • Kekurangan gizi berakibat meningkatnya angka kesakitan dan menurunya produktifitas kerja manusia

  • Kekurangan gizi berakibat menurunya kecerdasan anak-anak

  • Kekurangan gizi berakibat menurunya daya tahan manusia untuk bekerja, yang berarti menurunya prestasi dan produktifitas kerja manusia


KONSEP MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA


Manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.


Manusia yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.


Jasmani dan rohani

Ipteks dan imtaq.

IQ, EQ, SQ, ScQ.

Bahagia sejahtera dunia akhirat.


ISLAM DAN AJURAN MEMBERI MAKAN ORANG MISKIN


107. Al Maa´uun, 3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.(CIRI PENDUSTA AGAMA)

89. Al Fajr, 18. dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, (CIRI ORANG KUFUR NIKMAT ALLAH)

74. Al Muddatstsir, 44. dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, (CIRI CALON PENGHUNI NERAKA SAQOR)

69. Al Haaqqah, 34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.(CIRI PENGHUNI NERAKA)

76. Al Insaan, 8. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

47. Muhammad, 12. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.

58. Al Mujaadilah, 4. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

5. Al Maa’idah, 89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

4. An Nisaa’, 6. Dan ujilah[269] anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dadasar-ilmu-gizi-1ri batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).

5. Al Maa’idah, 95. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan[436], ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-yad[437] yang dibawa sampai ke Ka’bah[438] atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin[439] atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu[440], supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu[441]. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.



02/01/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | Tinggalkan komentar

PANGAN, GIZI, DAN PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA

  1. Penyediaan Pangan di Indonesia

Pangan adalah bahan-bahan yang dimakan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan energi bagi pemeliharaan, pertumbuhan, kerja, dan penggantian jariangan tubuh yang rusak. Pangan juga dapat diartikan sebagai bahan sumber gizi. Kehidupan manusia tidak mungkin tanpa adanya ketersediaan bahan pangan. Jadi untuk mempertahankan kehidupan manusia, maka manusia harus makan secukupnya dan memenuhi gizi. Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling asasi atau kebutuhan pokok (basic need). Sektor pangan sebagai sumber bahan (zat) gizi merupakan sektor yang strategis, hal ini disebabkan oleh:

  1. Produk pangan (terutama sektor pertanian) merupakan industri missal.

Sektor pangan merupakan industri massa l yang melibatkan banyak orang, baik dibidang produksi, pengolahan, dan distribusi. Kegiatan produksi padi di Indonesia tahun 1995 saja melibatkan 20 juta usaha tani dimana 59% di antaranya menguasai kurang dari 0,75 Ha lahan. Bagi mereka sektor pangan merupakan sumber kehidupan dan penghidupan.

  1. Pangan di konsumsi oleh semua golongan/lapisan masyarakat Indonesia

Semakin besar jumlah anggota suatu keluarga akan semakin banyak mengkonsumi bahan pangan dan makanan.

Berdasarkan pemenuhan pangan, masyarakat dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu:

  1. Kelompok masyarakat yang kehidupannya sulit

Masalah utama yang dihadapi oelh keompok ini adalah bagaimana caranya agar dengan daya beli yang terbatas, mereka dapat menunjang kehidupan mereka dengan sebaik-baiknya. Kelompok masyarakat seperti ini rentan terhadap masalah kekurangan gizi, baik kekurangan gizi kalori maupun gizi protein. Program pemerintah untuk menyediakan pangan yang murah bagi kelompok ini diharapkan tidak saja berorientasi kepada pemenuhan kalori, tetapi seharusnya diimbangi dengan program penyediaan gizi protein bagi kelompok masyarakat ini. Rasulullah pun juga menghimbau umat-nya agar memperhatikan kehidupan tetangganya.

  1. Kelompok masyarakat yang tergolong beruntung.

Yang dapat membeli jenis makanan apa saja yang diinginkannya dalam jumlah yang tidak terbatas sehingga pemenuhan gizi dapat terjamin. Malnutrisi pada kelompok ini seringkali diakibatkan oleh kkonsumsi makanan yang terlalu berlebihan, sehingga muncul penyakit atau kelainan seperti hiperglikemia, hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, obesitas, danlain sebagainya. Islam mengajarkan kepada umatnya agar makan yang halal dan thoyiban. Rasulullah SAW bersabda: “Kami ini adalah suatu kaum yang tidak makan kecuali lapar dan akan berhenti makan sebelum kenyang”

Disisi lain pangan dapat juga memperngaruhi stabilitas Poleksosbudhankam. Kelangkaan pangan akan menyebabkan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu stabilitas komponen lain. Rakyat tanpa adanya pangan yang cukup akan terjadi kelapran yang mengakibatkan suatu Negara menjadi terganggu stabilitas baik ekonomi, social budaya, pertahanan keamanan, dan politiknya. Hal ini dikarenakan bahwa semua aspek adalah suatu system kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

Dalam bidang produksi pangan terdapat permasalahan-permasalahan, diantarnya adalah:

  1. Sentral produksi pangan hanya di daerah tertentu.

Hamper 60% dari produksi pangan Indonesia berasal dari Jawa dengan 40% dianatarnya di Jawa Timur, sebuah propoindi di Jawa yang luasnya 2,5% dari luas daratan Indonesia dan dengan jumlah penduduknya 14,8% dari jumlah penduduk Indonesia. Pemusatan produksi seperti diatas menimbulkan berbagai kerumitan dalam pemasaran dan distribusi pangan, mengingat bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan dengan 3000 pulau yang didiami penduduk. Masalah lain yang dihapai erat berkaitan dengan keadaan geografis, seperti terbatasnya persediaan prasarana dan sarana perhubungan.

  1. Produksi pangan masih tergantung kepada musim

Pada musim penghujan hasil panen akan tinggi atau meningkat sedangkan pada musim kemarau hasil panen menurun. Produksi pangan di Indonesia selain tidak merata menurut tempat, tetapi juga tidak merata menurut waktu.

  1. Produksi pangan bersifat fluktuatif yang dipengaruhi oleh cuaca dan hama (penyakit)

Produksi cuaca, gangguan fluktasi, sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, gangguan hama, penyakit, dan gangguan alam dan lain sebagainya.

  1. Intensifikasi produksi pangan melalui pemakaian jenis tanaman unggul yang cepat tumbuh dan tahan penyakit, pengunaan pupuk, pemakaian irigasi teknis yang efektif di tempat-tempat yang menyediakan air alamiahnya kurang, penggunaan alat dan obat pemberantas hama (penyakti) yang aman dan efektif, dan penerapanan teknologi bercocok tanam modern.

  2. Ekstensifikasi atau perluasan produksi pangan, yaitu: memproduksi jenis dan banyaknya bahan makanan yang terutama adalah bahan makanan pokok dengan cara pengembangan akua kultur secara intensif atau jika memungkinkan pembukaan lahan baru. Diversikasi pangan yang berarti menganekaragamkan makanan pokok masyarakat suatu daerah dengan berbagai makanan pokok yang dapat disediakan oleh pemerintah seperit beras, jagung, gandum, ketela pohon, sagu, dan lain sebagainya.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tentunya tidak saja berorientasi pemenuhan jumlah (dalam konteks kuantitas), tetapi haruslah juga berorientasi kepada pemenuhan mutunya (dalam konteks kualitas). Faktor-faktor yang memenuhi kualitas produk pangan sebagai sumber bahan-bahan (zat-zat) gizi diantarnaya adalah:

  1. Kandungan gizi, produksi pangan terutama akan mempunyai kandungan gizi yang berbeda dangan produk pangan yang lain. Sebagaian dari perbedaan tersebut disebabkan oleh susunan zat gizi pokok dari pangan itu sendiri. Kandungan gizi beberapa produk pangan di Indonesia sudah diketahui dan ditebelkan dalam daftar komposisi bahan makanan.

  2. Penangganan pangan di Indonesia belum mencapai taraf yang diinginkan karena masih banyak bahan makanan hasil panen yang rusak baik pada saat penyimpangan atau pada saat pengankutan.

  3. Penyimpangan bahan makakan harus memenuhi syarat-syarat tertentu terutama bahan makanan yang mudah rusak (hewani) biji-bijian harus disimpan dalam kondisi cukup kering, gudang harus mempunyai konstruksi bebas hama, gudang harus mempunyai cukup ventilasi, letak barang dalam gudang harus teratur dan juga berbagai jenis bahan makanan atau pangan di dalam gudang jangan sampai berampur baur.

  4. Pengawetan pangan yang tujuan menupayakan agar bahan makanan dapat bertahan lebih lama.

  5. Pengolahan pangan. Dalam pengolahana bahan makanan kita harus berhati-hati sekali agar bahan makanan tersebut tidak kehilangan sebagian dari zat-zat gizi terutama vitamin-vitamin.

  1. Hubungan Pangan dan Gizi

Pangan menyediakan unsur-unsur kimia tubuh yang dikenal sebagai zat gizi. Pada gilirannya, zat gizi tersebut menyediakan tenaga bagai tubuh, mengatur proses dalam tubuh dan membuat lancarnya pertumbuhan serta memperbaiki jaringan tubuh. Beberapa diatara zat gizi yang disediakan oleh pangan tersebut disebut zat gizi esensia, mengingat kenyataan bahwa unsur-unsur tersebut tidak dapat dibentuk dalam tubuh, setidak-tidaknya dalam jumlah diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan yang normal, jadi zat esensial yang disediakan untuk tubuh yang dihasilkan dalam pangan, umumnya dalah zat gizi yang tiak dibentuk dalam tubuh dan harus disediakan dari unsur-unsur pangan diataranya adalah asam amino esensial semua zat esensial diperlukan untuk kesehatan yang baik.

Pada umumnya zat gizi dibagi dalam lima kelompok utama, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sedangkan sejumlah pakar juga berpendapat bahwa air juga merupakan bagian dari zat gizi. Hal ini didasarkan kepada fungsi air dalam metabolisme makanan yang cukup penting walaupun air dapat disediakan di luar bahan pangan. Dalan konteks ini penulis lebih memilih memasukkan air dalam kelompok zat gizi, sehingga zat gizi erbagi kedalam enam kelompok yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Tiga golongan zat gizi yang dapat diubah menjadi energi adalah karbohidrat, protein dan lemak. Akan tetapi vitamin, mineral dan air diperlukan untuk membantu mengubah zat gizi tersebut menjadi energi atau menjadi sesuatu dalam biosintesis.

Susunan pangan dalam makanan yang seimbang adalah susunan bahan pangan yang dapat menyediakan zat gizi penting dalam jumlah cukup yang diperlukan tubuh untuk tenaga, pemeliharaan, pertumbuhan, dan perbaikan jaringan. Banyaknya gizi yang diperlukan, berbeda antara satu orang dengan orang lain disebabkan berbagai faktor yang dibicarakan kemudian, tetapi fungsi gizi pada pokoknya sama utnuk semua orang. Berdasarkan asaupan gizi tersebutlah seseorang akan mempunyai status gizi. Secara umum ada 3 status gizi yailtu status gizi kurng, status gizi seimbang (normal), dan status gizi lebih. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi seseorang adalah sebagai berikut:

    1. Produk pangan (jumlah dan jens makanan)

Jumlah macam makanan dan jenis serta banyaknya bahan makanan dalam pola pangan di suatu Negara/daerah tertentu biasanya berkembang dari pangan setempat atau dari pangan yang telah ditanam di tempat tersebut untuk jangka waktu yang pangan.

    1. Pembagian makan atau pangan

Secara tradisional, di beberapa daerah Ayah mempunyai prioritas utama atas jumlah dan jenis makanan tertentu dalam keluarga. Padahal justru anak-anaklah yang harus diperhatikan terutama utnuk proses pertumbuhan dan perkembangannya. Baik pertumbuhan fisiologis, psikologis, dan kecerdasarannya tetapi pada kenyataannya masyarakat Indonesia yang masih awam masih menganut anggapan/masih percaya bahwa ayah adalah orang yang harus diutamakan dalam segala hal. Faham ini dikenal dengan nama pernalistik.

    1. Akseptabilitas (daya terima)

Aseptabilitas menyangkut penerimaan atau penolakan terhadap makanan yang terkait dengan cara memilih dan menyajikan pangan. Setiap masyarakat mengembangkan cara yang turun termurun untuk mencari, memilih, menagani, menyiapkan, menyajikan dan makan makanan.

    1. Prasangka buruk pada bahan makaan tertentu.

Kita janganlah terlalu berperasangka buruk terhadap bahn makanan tertentu, sebab tidak semua bahan makanan tertentu merugikan bagi manusia. Contohnya banyaknya orang menganggap bahwa terong dapat berdampak buruk bagi kita yaitu menyebakan keloyoan pada tubuh kita, padahal sebenarnya tidak.

    1. Pantangan pada makanan tetentu

Sehubungan dengan pangan yang biasanya dipandang pantas untuk dimakan, dijumpai banyak pola pantangan, tahayul, dan larangan yang beragam yang didasarkan kepada kebudayaan dan daerah yang berlainan di dunia. Beberapa pola pantangan dinanut oleh suatu golongan masyarakat atau oleh bagian yang lebih besar dari penduduknya. Misalnya saja masih banyak orang-orang di Indonesia ini yang beranggapan ada beberapa makanan yang harus dihindari atau menjadi pantangan terutama pada beberapa kondisi tertentu.

    1. Kesukaan terhadap jenis makan tertentu

Dalam pemenuhan makanan apabila berdasarkan pada makanan kesukaan saja maka akan berakibat pemenuhan gizi akan menurun atau sebaliknya akan berlebih. Anjuran empat sehat lima sempurna, enam halalan thoyiban adalah anjuran yang perlu diikuti dalam pola makan keluarga.

    1. Keterbatasan ekonomi

Di Negara seperti Indonesia yang jumlah pendapatanan penduduk sebagian besar adalah golongan rendah dan menengah akan berdampak kepada pemenuhan bahan makanan terutama makany bergizi. Keterbatasan ekonomi yang berarti tidak mampu membeli bahan makanan yang berkualitas baik, maka pemenuhan gizinya juga akan terganggu.

    1. Kebiasaan makan

Pada umumnya kebiasaan makan seseorang tidak didasarkan atas keperluan fisik akan zat-zat yang terkandung dalam makanan. Kebiasaan ini berasal dari pola makan yang di didasarkan pada budaya kelompok dan diajarkan pada seluruh anggota keluarga. Beberapa keluarga mengembangkan pola makan tiga kali sehari yaitu makan paagi, siang dan malam.

    1. Selera makan

Selera makan juga akan mempengaruhi dalam pemenuhan kebutuhan gizi untuk energi dan pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatannya.

    1. Senitasi makanan (penyiapan, penyajian, penyimpanan)

Dimulai dair penyiapam, penyajian, dan penyimpanan suatu bahan makanan atau pangan hendaknya jangan sampai kadar gizi yang terkandung dalam bahan makanan tersebut tercampur atau tidak higenis dan mengandung banyak kuman penyebab penyakit. Makanan harus cukup mengandung kalori, makanan mudah dicerna oleh alat-alat pencernaan, pengolahan atau pemasakannya harus disesuaikan dengan sifat fisik dan kimiawi dari masing-masing bahan makanan.

    1. Pengetahuan gizi

Kurangnya pengetahuan dan salah persepsi tentang kebutuhan pangan dan nilai pangan adalah umum di setiap Negara di dunia. Penduduk di mana pun akan beruntung dengan bertambahnya pengetahuan mengenai gizi dan cara menerapkan informasi tersebut untuk orang yang berbeda tingkat usianya dan keadaan fisiologisnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi tersebut akan saling berinteraksi satu sama lain sehingga berimplikasi kepada status gizi seseorang. Status gizi seimbang sangant penting terutama bagi pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, dan kesejahteraan manusia. Secara umum status gizi dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut:

  1. Kecukupan gizi (gizi seimbang)

  2. Gizi Kurang

  3. Gizi lebih

  1. Hubungan Pangan, Gizi dan Pembangunan Manusia Indonesia

GBHN telah menerapkan bahwa pembangunan yang sedang kita galakan bersama dewasa ini bertujuan untuk membangun manusia seutuhnay dan membangun masyaarakat indoneisa seluruhnya. Jumlah penduduk yang besar, modal badan fisik biologis modal rohaniah dan mental, serta potensi efekti bangsa merupakan sebagian dari modal pembangunan. Dengan demikian bangsa Indonesia adalah subjek dan objek dari pembangunan. Membangun manusia Indonesia seutuhnya berarti menjamin adanya peningkatan taraf hidup rakyat dari semua lapisan masyarakat dan golongan. Keadaan gizi masyarakat tidak lain adalah pencerminan kualitatif dari pemenuhan kebutuhan pokok akan pangan tersebut.

Masalah gizi yang terjadi pada masa tertentu akan menimbulkan masalah pembangunan di masa yang akan datang. Keterlamabatan dalam memberikan pelayanan gizi akan berakibat kerusakan yang sulit bahkan mungkin tak dapat ditolong. Kiranya tidak terlalu berlebihan walaupun perlu studi yang mendalam, jika keberapa pakar gizi menyatakan bahwa krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia yang sampai tahun 2002 ini juga belum ada tanda-tanda selesai telah menghilangkan potensi bangsa indonesi satu generasi, artinya anak-anak yang hidup pada 5 tahun lebih masa krisi ekonomi ini dikhawatirkan tidak berkembang kemampuan intelektualnya sehingga 50 sampai 70 tahun mendatang ketika ia harus memimpin bangsa ini maka akan ada kemunduran peningkatan gizi terutama harus ditunjukkan pada anak-akan dan ibu hamil. Anak-anak pada masa kini adalah pemimpin, ilmuwan, dan cendekiawan serta pekerjaan di masa yang akan datang. Mereka adalah generasi penerus nusa dan bangsa.

Penundaan pemberian perhatian pemeliharaan gisi yang tepat terhadap anak-anak akan menurunkan nilai potensi mereka sebagai sumber daya pembangunan masyarakat dan ekonomi nasional. Anak-anak memerlukan penanganan serius terutama jaminan ketersediaan zat-zat gizi sedini mungkin. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, diantaranya adalah:

    1. Kekurangan gizi adalah peneybab utama kematian bayi dan anak-anak. Hal ini berarti berkurangnya kuantitas sumber daya manusia di masa yang akan datang.

    2. Kekurangan gizi berakibat meningkatnya angka kesakitan dan menurunnya produktivitas kerja manusa. Hal ini berarti akan menambah beban pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan.

    3. Kekurangan gizi berakibat menurunkan kecerdasan anak-anak. Hal ini berarti menurunya kualitas kecerdasan manusia muda yang pandai yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan bangsa.

    4. Kurangnya gizi berakibat menurunnya daya tahan manusia untuk bekerja, yang berarti menurunya prestasi dan produktivitas kerja manusia.

Seharusnya kecukupan pangan dan gizi bukanlah sekedar menjadi sasaran akan tetapi juga merupakan landasaran untuk semua proses kemajuan ekonomi dan social bangsa. Peningkatan gizi masyarakat merupakan bagian integral pembangunan nasional dan juga merupakan bagian dari pembanunan manusia seutuhnya. Pembangunan mansuia seutuhnya juga berarti pembangunan badaniah, mental spiritual/rohaniahnya, kesejahteraan, dan lain sebagainya tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan pangan dan gizi. Oleh karena itu, pemerintah memubat program-program yang bermuara kepada perbaikan gizi masyarakat. Adapun program-program perbaikan gizi yang sedang dan telahdilaksanakan dilaksanakan di Indonesia selama ini meliputi:

Kegiatan usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK)

  • Penanggulangan kekurangan vitamin A

  • Penanggulangan anemia gizi

  • Penanggulangan gondok endemic

  • Dan lain sebagainya

Program pangan dan perbaikan gizi mulai mendapat perhatian khususnya sejak Repelita II Pemerintahan Orde Baru. Jelas hal ini bukan semata-mata karena kehendak seseorang atau sekelompok masyarakat yang senang terhadap gizi, tetapi terutama karena GBHN menghendaki pembanguanan manusia Indonesia seutuhnya.

ISLAM DAN AJURAN MEMBERI MAKAN ORANG MISKIN

107. Al Maa´uun, 3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.(CIRI PENDUSTA AGAMA)

89. Al Fajr, 18. dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, (CIRI ORANG KUFUR NIKMAT ALLAH)

74. Al Muddatstsir, 44. dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, (CIRI CALON PENGHUNI NERAKA SAQOR)

69. Al Haaqqah, 34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.

76. Al Insaan, 8. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

47. Muhammad, 12. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.

58. Al Mujaadilah, 4. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

5. Al Maa’idah, 89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

4. An Nisaa’, 6. Dan ujilah[269] anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).

5. Al Maa’idah, 95. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan[436], ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-yad[437] yang dibawa sampai ke Ka’bah[438] atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin[439] atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu[440], supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu[441]. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.

02/01/2009 Posted by | Dasar-Dasar Ilmu Gizi | 1 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 739 pengikut lainnya.